Anda di halaman 1dari 7

Ketika Theresia berumur 15 tahun, ia masuk

biara Karmel di Lisieux. Disitu dia meneriama


nama : Suster Theresia dari kanak-kanak
Yesus. Dalam biara Theresia terus
mempereratkan persahabatanya dengan Yesus
dan Bunda Maria. Sembilan tahun Theresia
hidup dibiara itu dengan menampakan wajah
yang jernih dan selalu tersenyum. Semua
orang menyangka Theresia hidup senang,
namun sebaliknya banyak penderitaan yang
datang kepadanya untuk menebus dan
mengantikan jiwa-jiwa orang berdosa yang
bertobat. Beberapa tahun lamanya Theresia
jatuh sakit, sakit yang begitu hebatnya
diterimanya seolah-oleh sebagai anugerah
Tuhan yang luar biasa harganya. Namun
akhirnya Tuhan menjemputnya di usia ynag
masih belia yaitu diumur 24 tahun.
St.Theresia
Kanak-kanak Yesus
Pada suatu senja Theresia bersama ayahnya pergi ke rumah pamannya, yang bernama paman Guerin. Kira-kira pukul 8 malam mereka pulang. Malam itu begitu terang dan
sangat indah sekali. Waktu berjalan pulang ayahnya menunjukan beberapa bintang yang besar dan bagus-bagus. Dengan penuh perhatian, Theresia memandang bintang di
langit, tempa dimana bintang-bintang cemerlang. Tiba-tiba serunya :Lihatlah ayah, namaku telah tertulis di langit! Jadi namaku sudah tertulis di surga! yang dilihat Theresia
adalah bintang-bintang yang membuat rangkaian seperti huruf T.
Suatu hari Theresia bersama kakaknya yang bernama Pauline pergi ke pantai. Saat sedang duduk-duduk di pantai dan memandang lautan lepas sambil menikmati
matahari yang akan terbenam, ada sebuah kapal nelayan di lautan lepas. Layarnya mengembang karena tertiup angin. Kemudian katanya : Pauline, jiwaku kelak
seperti kapal itu, secepatnya aku akan menghadap Tuhan.
Ketika tiba saatnya Theresia menerima komuni pertama, jiwa Theresia sebersih dan sebagus malaikat. Hari itu Yesus mengangkat bolaNya dan diletakan didadaNya. Theresia
sungguh berbahagia sekali.
xxxxxx
Sekali persitiwa, pada hari minggu, Theresia sedang berlutut di gereja. Ketika hendak pulang ia menutup bukunya.
Sebuah gambar Yesus yang disalib meluncur ke luar sedikitdari bukunya. Yang kelihatan ialah tangan kiri yang
terpaku pada kayu salib. Melihat luka itu, Theresia menjadi terharu,. Perasaan cinta bercampur belas kasihan meluap
dalam kalbunya.
BAHAN KREATIVITAS SEKOLAH MINGGU
Pesta Nama Santa Theresia Kanak-kanak Yesus
Pelindung PIA Kumetiran
catatansigal.blogspot.com
Kreativitas dengan tema membuat cerita bergambar santa Theresia.
Aktivitas : anak melihat dan mendengar cerita yang dibawakan oleh kakak pendamping. dengan daya ingat
apa yang dilihat dan didengar, lalu aktivitas selanjutnya anak merangkai potongan gambar sesuai dengan
cerita yang tadi telah dibawakan oleh kakak pendamping.
Alat dan bahan : kertas manila/karton, gambar 5 set, dan lem
Proses :
Kakak pendamping menceritakan tentang kisah santa Theresia dengan cerita bergambar. sebelum mulai
cerita. kakak pendamping sudah memberikan arahan, agar adik-adik menyimak cerita yang akan
diceritakan, mohon dingat urutan gambar yang nanti kakak akan ceritakan ya... karena nanti kreativitasnya
akan berhubungan dengan cerita kakak. sudah siap semua...
Setalah kakak pendamping bercerita, lalu bagikan setiap anak, kertas memanjang untuk menempel urutan
gambar sesuai dengan cerita, dan 5 set gambar potongan kisah hidup santa Theresia kanak-kanak Yesus.
adik-adik sebelum gambarnya ditempel pada kertas, kita urutkan dulu, mana urutan pertama, kedua hingga
kelima potongan gambar yang menceritkan kisah hidup santa Theresia ya... jangan sampai kebalik
urutannya... siapa tadi yang mendengarkan cerita kakak, pasti tidak akan kebalik urutannya,,,,
setelah urutannya benar, baru ditempel di kertas yang sudah disediakan

Selamat berkreasi....
Cara Beraktivitas
catatansigal.blogspot.com
St.Theresia
Kanak-kanak Yesus
Pada suatu senja Theresia bersama ayahnya pergi ke rumah pamannya, yang bernama paman Guerin. Kira-kira pukul 8 malam mereka
pulang. Malam itu begitu terang dan sangat indah sekali. Waktu berjalan pulang ayahnya menunjukan beberapa bintang yang besar dan
bagus-bagus. Dengan penuh perhatian, Theresia memandang bintang di langit, tempa dimana bintang-bintang cemerlang. Tiba-tiba serunya
:Lihatlah ayah, namaku telah tertulis di langit! Jadi namaku sudah tertulis di surga! yang dilihat Theresia adalah bintang-bintang yang
membuat rangkaian seperti huruf T.
St.Theresia
Kanak-kanak Yesus
Pada suatu senja Theresia bersama ayahnya pergi ke rumah pamannya, yang bernama paman Guerin. Kira-kira pukul 8 malam mereka
pulang. Malam itu begitu terang dan sangat indah sekali. Waktu berjalan pulang ayahnya menunjukan beberapa bintang yang besar dan
bagus-bagus. Dengan penuh perhatian, Theresia memandang bintang di langit, tempa dimana bintang-bintang cemerlang. Tiba-tiba serunya
:Lihatlah ayah, namaku telah tertulis di langit! Jadi namaku sudah tertulis di surga! yang dilihat Theresia adalah bintang-bintang yang
membuat rangkaian seperti huruf T.
St.Theresia
Kanak-kanak Yesus
Pada suatu senja Theresia bersama ayahnya pergi ke rumah pamannya, yang bernama paman Guerin. Kira-kira pukul 8 malam mereka
pulang. Malam itu begitu terang dan sangat indah sekali. Waktu berjalan pulang ayahnya menunjukan beberapa bintang yang besar dan
bagus-bagus. Dengan penuh perhatian, Theresia memandang bintang di langit, tempa dimana bintang-bintang cemerlang. Tiba-tiba serunya
:Lihatlah ayah, namaku telah tertulis di langit! Jadi namaku sudah tertulis di surga! yang dilihat Theresia adalah bintang-bintang yang
membuat rangkaian seperti huruf T.
St.Theresia
Kanak-kanak Yesus
Pada suatu senja Theresia bersama ayahnya pergi ke rumah pamannya, yang bernama paman Guerin. Kira-kira pukul 8 malam mereka
pulang. Malam itu begitu terang dan sangat indah sekali. Waktu berjalan pulang ayahnya menunjukan beberapa bintang yang besar dan
bagus-bagus. Dengan penuh perhatian, Theresia memandang bintang di langit, tempa dimana bintang-bintang cemerlang. Tiba-tiba serunya
:Lihatlah ayah, namaku telah tertulis di langit! Jadi namaku sudah tertulis di surga! yang dilihat Theresia adalah bintang-bintang yang
membuat rangkaian seperti huruf T.
St.Theresia
Kanak-kanak Yesus
Pada suatu senja Theresia bersama ayahnya pergi ke rumah pamannya, yang bernama paman Guerin. Kira-kira pukul 8 malam mereka
pulang. Malam itu begitu terang dan sangat indah sekali. Waktu berjalan pulang ayahnya menunjukan beberapa bintang yang besar dan
bagus-bagus. Dengan penuh perhatian, Theresia memandang bintang di langit, tempa dimana bintang-bintang cemerlang. Tiba-tiba serunya
:Lihatlah ayah, namaku telah tertulis di langit! Jadi namaku sudah tertulis di surga! yang dilihat Theresia adalah bintang-bintang yang
membuat rangkaian seperti huruf T.
St.Theresia
Kanak-kanak Yesus
Pada suatu senja Theresia bersama ayahnya pergi ke rumah pamannya, yang bernama paman Guerin. Kira-kira pukul 8 malam mereka
pulang. Malam itu begitu terang dan sangat indah sekali. Waktu berjalan pulang ayahnya menunjukan beberapa bintang yang besar dan
bagus-bagus. Dengan penuh perhatian, Theresia memandang bintang di langit, tempa dimana bintang-bintang cemerlang. Tiba-tiba serunya
:Lihatlah ayah, namaku telah tertulis di langit! Jadi namaku sudah tertulis di surga! yang dilihat Theresia adalah bintang-bintang yang
membuat rangkaian seperti huruf T.
St.Theresia
Kanak-kanak Yesus
Pada suatu senja Theresia bersama ayahnya pergi ke rumah pamannya, yang bernama paman Guerin. Kira-kira pukul 8 malam mereka
pulang. Malam itu begitu terang dan sangat indah sekali. Waktu berjalan pulang ayahnya menunjukan beberapa bintang yang besar dan
bagus-bagus. Dengan penuh perhatian, Theresia memandang bintang di langit, tempa dimana bintang-bintang cemerlang. Tiba-tiba serunya
:Lihatlah ayah, namaku telah tertulis di langit! Jadi namaku sudah tertulis di surga! yang dilihat Theresia adalah bintang-bintang yang
membuat rangkaian seperti huruf T.
St.Theresia
Kanak-kanak Yesus
Pada suatu senja Theresia bersama ayahnya pergi ke rumah pamannya, yang bernama paman Guerin. Kira-kira pukul 8 malam mereka
pulang. Malam itu begitu terang dan sangat indah sekali. Waktu berjalan pulang ayahnya menunjukan beberapa bintang yang besar dan
bagus-bagus. Dengan penuh perhatian, Theresia memandang bintang di langit, tempa dimana bintang-bintang cemerlang. Tiba-tiba serunya
:Lihatlah ayah, namaku telah tertulis di langit! Jadi namaku sudah tertulis di surga! yang dilihat Theresia adalah bintang-bintang yang
membuat rangkaian seperti huruf T.
St.Theresia
Kanak-kanak Yesus
Pada suatu senja Theresia bersama ayahnya pergi ke rumah pamannya, yang bernama paman Guerin. Kira-kira pukul 8 malam mereka
pulang. Malam itu begitu terang dan sangat indah sekali. Waktu berjalan pulang ayahnya menunjukan beberapa bintang yang besar dan
bagus-bagus. Dengan penuh perhatian, Theresia memandang bintang di langit, tempa dimana bintang-bintang cemerlang. Tiba-tiba serunya
:Lihatlah ayah, namaku telah tertulis di langit! Jadi namaku sudah tertulis di surga! yang dilihat Theresia adalah bintang-bintang yang
membuat rangkaian seperti huruf T.
catatansigal.blogspot.com
Suatu hari Theresia bersama kakaknya yang bernama Pauline pergi ke pantai. Saat
sedang duduk-duduk di pantai dan memandang lautan lepas sambil menikmati matahari
yang akan terbenam, ada sebuah kapal nelayan di lautan lepas. Layarnya mengembang
karena tertiup angin. Kemudian katanya : Pauline, jiwaku kelak seperti kapal itu,
secepatnya aku akan menghadap Tuhan.
Suatu hari Theresia bersama kakaknya yang bernama Pauline pergi ke pantai. Saat
sedang duduk-duduk di pantai dan memandang lautan lepas sambil menikmati matahari
yang akan terbenam, ada sebuah kapal nelayan di lautan lepas. Layarnya mengembang
karena tertiup angin. Kemudian katanya : Pauline, jiwaku kelak seperti kapal itu,
secepatnya aku akan menghadap Tuhan.
Suatu hari Theresia bersama kakaknya yang bernama Pauline pergi ke pantai. Saat
sedang duduk-duduk di pantai dan memandang lautan lepas sambil menikmati matahari
yang akan terbenam, ada sebuah kapal nelayan di lautan lepas. Layarnya mengembang
karena tertiup angin. Kemudian katanya : Pauline, jiwaku kelak seperti kapal itu,
secepatnya aku akan menghadap Tuhan.
Suatu hari Theresia bersama kakaknya yang bernama Pauline pergi ke pantai. Saat
sedang duduk-duduk di pantai dan memandang lautan lepas sambil menikmati matahari
yang akan terbenam, ada sebuah kapal nelayan di lautan lepas. Layarnya mengembang
karena tertiup angin. Kemudian katanya : Pauline, jiwaku kelak seperti kapal itu,
secepatnya aku akan menghadap Tuhan.
Suatu hari Theresia bersama kakaknya yang bernama Pauline pergi ke pantai. Saat
sedang duduk-duduk di pantai dan memandang lautan lepas sambil menikmati matahari
yang akan terbenam, ada sebuah kapal nelayan di lautan lepas. Layarnya mengembang
karena tertiup angin. Kemudian katanya : Pauline, jiwaku kelak seperti kapal itu,
secepatnya aku akan menghadap Tuhan.
Suatu hari Theresia bersama kakaknya yang bernama Pauline pergi ke pantai. Saat
sedang duduk-duduk di pantai dan memandang lautan lepas sambil menikmati matahari
yang akan terbenam, ada sebuah kapal nelayan di lautan lepas. Layarnya mengembang
karena tertiup angin. Kemudian katanya : Pauline, jiwaku kelak seperti kapal itu,
secepatnya aku akan menghadap Tuhan.
Suatu hari Theresia bersama kakaknya yang bernama Pauline pergi ke pantai. Saat
sedang duduk-duduk di pantai dan memandang lautan lepas sambil menikmati matahari
yang akan terbenam, ada sebuah kapal nelayan di lautan lepas. Layarnya mengembang
karena tertiup angin. Kemudian katanya : Pauline, jiwaku kelak seperti kapal itu,
secepatnya aku akan menghadap Tuhan.
Suatu hari Theresia bersama kakaknya yang bernama Pauline pergi ke pantai. Saat
sedang duduk-duduk di pantai dan memandang lautan lepas sambil menikmati matahari
yang akan terbenam, ada sebuah kapal nelayan di lautan lepas. Layarnya mengembang
karena tertiup angin. Kemudian katanya : Pauline, jiwaku kelak seperti kapal itu,
secepatnya aku akan menghadap Tuhan.
Suatu hari Theresia bersama kakaknya yang bernama Pauline pergi ke pantai. Saat
sedang duduk-duduk di pantai dan memandang lautan lepas sambil menikmati matahari
yang akan terbenam, ada sebuah kapal nelayan di lautan lepas. Layarnya mengembang
karena tertiup angin. Kemudian katanya : Pauline, jiwaku kelak seperti kapal itu,
secepatnya aku akan menghadap Tuhan.
catatansigal.blogspot.com
Ketika tiba saatnya Theresia menerima komuni pertama, jiwa Theresia sebersih dan sebagus malaikat. Hari itu
Yesus mengangkat bolaNya dan diletakan didadaNya. Theresia sungguh berbahagia sekali.
Ketika tiba saatnya Theresia menerima komuni pertama, jiwa Theresia sebersih dan sebagus malaikat. Hari itu
Yesus mengangkat bolaNya dan diletakan didadaNya. Theresia sungguh berbahagia sekali.
Ketika tiba saatnya Theresia menerima komuni pertama, jiwa Theresia sebersih dan sebagus malaikat. Hari itu
Yesus mengangkat bolaNya dan diletakan didadaNya. Theresia sungguh berbahagia sekali.
Ketika tiba saatnya Theresia menerima komuni pertama, jiwa Theresia sebersih dan sebagus malaikat. Hari itu
Yesus mengangkat bolaNya dan diletakan didadaNya. Theresia sungguh berbahagia sekali.
Ketika tiba saatnya Theresia menerima komuni pertama, jiwa Theresia sebersih dan sebagus malaikat. Hari itu
Yesus mengangkat bolaNya dan diletakan didadaNya. Theresia sungguh berbahagia sekali.
Ketika tiba saatnya Theresia menerima komuni pertama, jiwa Theresia sebersih dan sebagus malaikat. Hari itu
Yesus mengangkat bolaNya dan diletakan didadaNya. Theresia sungguh berbahagia sekali.
Ketika tiba saatnya Theresia menerima komuni pertama, jiwa Theresia sebersih dan sebagus malaikat. Hari itu
Yesus mengangkat bolaNya dan diletakan didadaNya. Theresia sungguh berbahagia sekali.
Ketika tiba saatnya Theresia menerima komuni pertama, jiwa Theresia sebersih dan sebagus malaikat. Hari itu
Yesus mengangkat bolaNya dan diletakan didadaNya. Theresia sungguh berbahagia sekali.
Ketika tiba saatnya Theresia menerima komuni pertama, jiwa Theresia sebersih dan sebagus malaikat. Hari itu
Yesus mengangkat bolaNya dan diletakan didadaNya. Theresia sungguh berbahagia sekali.
catatansigal.blogspot.com
xxxxxx
Sekali persitiwa, pada hari minggu, Theresia sedang berlutut di gereja. Ketika hendak pulang ia
menutup bukunya. Sebuah gambar Yesus yang disalib meluncur ke luar sedikitdari bukunya.
Yang kelihatan ialah tangan kiri yang terpaku pada kayu salib. Melihat luka itu, Theresia
menjadi terharu,. Perasaan cinta bercampur belas kasihan meluap dalam kalbunya.
xxxxxx
Sekali persitiwa, pada hari minggu, Theresia sedang berlutut di gereja. Ketika hendak pulang ia
menutup bukunya. Sebuah gambar Yesus yang disalib meluncur ke luar sedikitdari bukunya.
Yang kelihatan ialah tangan kiri yang terpaku pada kayu salib. Melihat luka itu, Theresia
menjadi terharu,. Perasaan cinta bercampur belas kasihan meluap dalam kalbunya.
xxxxxx
Sekali persitiwa, pada hari minggu, Theresia sedang berlutut di gereja. Ketika hendak pulang ia
menutup bukunya. Sebuah gambar Yesus yang disalib meluncur ke luar sedikitdari bukunya.
Yang kelihatan ialah tangan kiri yang terpaku pada kayu salib. Melihat luka itu, Theresia
menjadi terharu,. Perasaan cinta bercampur belas kasihan meluap dalam kalbunya.
xxxxxx
Sekali persitiwa, pada hari minggu, Theresia sedang berlutut di gereja. Ketika hendak pulang ia
menutup bukunya. Sebuah gambar Yesus yang disalib meluncur ke luar sedikitdari bukunya.
Yang kelihatan ialah tangan kiri yang terpaku pada kayu salib. Melihat luka itu, Theresia
menjadi terharu,. Perasaan cinta bercampur belas kasihan meluap dalam kalbunya.
xxxxxx
Sekali persitiwa, pada hari minggu, Theresia sedang berlutut di gereja. Ketika hendak pulang ia
menutup bukunya. Sebuah gambar Yesus yang disalib meluncur ke luar sedikitdari bukunya.
Yang kelihatan ialah tangan kiri yang terpaku pada kayu salib. Melihat luka itu, Theresia
menjadi terharu,. Perasaan cinta bercampur belas kasihan meluap dalam kalbunya.
xxxxxx
Sekali persitiwa, pada hari minggu, Theresia sedang berlutut di gereja. Ketika hendak pulang ia
menutup bukunya. Sebuah gambar Yesus yang disalib meluncur ke luar sedikitdari bukunya.
Yang kelihatan ialah tangan kiri yang terpaku pada kayu salib. Melihat luka itu, Theresia
menjadi terharu,. Perasaan cinta bercampur belas kasihan meluap dalam kalbunya.
xxxxxx
Sekali persitiwa, pada hari minggu, Theresia sedang berlutut di gereja. Ketika hendak pulang ia
menutup bukunya. Sebuah gambar Yesus yang disalib meluncur ke luar sedikitdari bukunya.
Yang kelihatan ialah tangan kiri yang terpaku pada kayu salib. Melihat luka itu, Theresia
menjadi terharu,. Perasaan cinta bercampur belas kasihan meluap dalam kalbunya.
xxxxxx
Sekali persitiwa, pada hari minggu, Theresia sedang berlutut di gereja. Ketika hendak pulang ia
menutup bukunya. Sebuah gambar Yesus yang disalib meluncur ke luar sedikitdari bukunya.
Yang kelihatan ialah tangan kiri yang terpaku pada kayu salib. Melihat luka itu, Theresia
menjadi terharu,. Perasaan cinta bercampur belas kasihan meluap dalam kalbunya.
xxxxxx
Sekali persitiwa, pada hari minggu, Theresia sedang berlutut di gereja. Ketika hendak pulang ia
menutup bukunya. Sebuah gambar Yesus yang disalib meluncur ke luar sedikitdari bukunya.
Yang kelihatan ialah tangan kiri yang terpaku pada kayu salib. Melihat luka itu, Theresia
menjadi terharu,. Perasaan cinta bercampur belas kasihan meluap dalam kalbunya.
catatansigal.blogspot.com
Ketika Theresia berumur 15 tahun, ia masuk biara
Karmel di Lisieux. Disitu dia meneriama nama :
Suster Theresia dari kanak-kanak Yesus. Dalam
biara Theresia terus mempereratkan
persahabatanya dengan Yesus dan Bunda Maria.
Sembilan tahun Theresia hidup dibiara itu dengan
menampakan wajah yang jernih dan selalu
tersenyum. Semua orang menyangka Theresia
hidup senang, namun sebaliknya banyak
penderitaan yang datang kepadanya untuk
menebus dan mengantikan jiwa-jiwa orang
berdosa yang bertobat. Beberapa tahun lamanya
Theresia jatuh sakit, sakit yang begitu hebatnya
diterimanya seolah-oleh sebagai anugerah Tuhan
yang luar biasa harganya. Namun akhirnya Tuhan
menjemputnya di usia ynag masih belia yaitu
diumur 24 tahun.
Ketika Theresia berumur 15 tahun, ia masuk biara
Karmel di Lisieux. Disitu dia meneriama nama :
Suster Theresia dari kanak-kanak Yesus. Dalam
biara Theresia terus mempereratkan
persahabatanya dengan Yesus dan Bunda Maria.
Sembilan tahun Theresia hidup dibiara itu dengan
menampakan wajah yang jernih dan selalu
tersenyum. Semua orang menyangka Theresia
hidup senang, namun sebaliknya banyak
penderitaan yang datang kepadanya untuk
menebus dan mengantikan jiwa-jiwa orang
berdosa yang bertobat. Beberapa tahun lamanya
Theresia jatuh sakit, sakit yang begitu hebatnya
diterimanya seolah-oleh sebagai anugerah Tuhan
yang luar biasa harganya. Namun akhirnya Tuhan
menjemputnya di usia ynag masih belia yaitu
diumur 24 tahun.
Ketika Theresia berumur 15 tahun, ia masuk biara
Karmel di Lisieux. Disitu dia meneriama nama :
Suster Theresia dari kanak-kanak Yesus. Dalam
biara Theresia terus mempereratkan
persahabatanya dengan Yesus dan Bunda Maria.
Sembilan tahun Theresia hidup dibiara itu dengan
menampakan wajah yang jernih dan selalu
tersenyum. Semua orang menyangka Theresia
hidup senang, namun sebaliknya banyak
penderitaan yang datang kepadanya untuk
menebus dan mengantikan jiwa-jiwa orang
berdosa yang bertobat. Beberapa tahun lamanya
Theresia jatuh sakit, sakit yang begitu hebatnya
diterimanya seolah-oleh sebagai anugerah Tuhan
yang luar biasa harganya. Namun akhirnya Tuhan
menjemputnya di usia ynag masih belia yaitu
diumur 24 tahun.
Ketika Theresia berumur 15 tahun, ia masuk biara
Karmel di Lisieux. Disitu dia meneriama nama :
Suster Theresia dari kanak-kanak Yesus. Dalam
biara Theresia terus mempereratkan
persahabatanya dengan Yesus dan Bunda Maria.
Sembilan tahun Theresia hidup dibiara itu dengan
menampakan wajah yang jernih dan selalu
tersenyum. Semua orang menyangka Theresia
hidup senang, namun sebaliknya banyak
penderitaan yang datang kepadanya untuk
menebus dan mengantikan jiwa-jiwa orang
berdosa yang bertobat. Beberapa tahun lamanya
Theresia jatuh sakit, sakit yang begitu hebatnya
diterimanya seolah-oleh sebagai anugerah Tuhan
yang luar biasa harganya. Namun akhirnya Tuhan
menjemputnya di usia ynag masih belia yaitu
diumur 24 tahun.
Ketika Theresia berumur 15 tahun, ia masuk biara
Karmel di Lisieux. Disitu dia meneriama nama :
Suster Theresia dari kanak-kanak Yesus. Dalam
biara Theresia terus mempereratkan
persahabatanya dengan Yesus dan Bunda Maria.
Sembilan tahun Theresia hidup dibiara itu dengan
menampakan wajah yang jernih dan selalu
tersenyum. Semua orang menyangka Theresia
hidup senang, namun sebaliknya banyak
penderitaan yang datang kepadanya untuk
menebus dan mengantikan jiwa-jiwa orang
berdosa yang bertobat. Beberapa tahun lamanya
Theresia jatuh sakit, sakit yang begitu hebatnya
diterimanya seolah-oleh sebagai anugerah Tuhan
yang luar biasa harganya. Namun akhirnya Tuhan
menjemputnya di usia ynag masih belia yaitu
diumur 24 tahun.
Ketika Theresia berumur 15 tahun, ia masuk biara
Karmel di Lisieux. Disitu dia meneriama nama :
Suster Theresia dari kanak-kanak Yesus. Dalam
biara Theresia terus mempereratkan
persahabatanya dengan Yesus dan Bunda Maria.
Sembilan tahun Theresia hidup dibiara itu dengan
menampakan wajah yang jernih dan selalu
tersenyum. Semua orang menyangka Theresia
hidup senang, namun sebaliknya banyak
penderitaan yang datang kepadanya untuk
menebus dan mengantikan jiwa-jiwa orang
berdosa yang bertobat. Beberapa tahun lamanya
Theresia jatuh sakit, sakit yang begitu hebatnya
diterimanya seolah-oleh sebagai anugerah Tuhan
yang luar biasa harganya. Namun akhirnya Tuhan
menjemputnya di usia ynag masih belia yaitu
diumur 24 tahun.
Ketika Theresia berumur 15 tahun, ia masuk biara
Karmel di Lisieux. Disitu dia meneriama nama :
Suster Theresia dari kanak-kanak Yesus. Dalam
biara Theresia terus mempereratkan
persahabatanya dengan Yesus dan Bunda Maria.
Sembilan tahun Theresia hidup dibiara itu dengan
menampakan wajah yang jernih dan selalu
tersenyum. Semua orang menyangka Theresia
hidup senang, namun sebaliknya banyak
penderitaan yang datang kepadanya untuk
menebus dan mengantikan jiwa-jiwa orang
berdosa yang bertobat. Beberapa tahun lamanya
Theresia jatuh sakit, sakit yang begitu hebatnya
diterimanya seolah-oleh sebagai anugerah Tuhan
yang luar biasa harganya. Namun akhirnya Tuhan
menjemputnya di usia ynag masih belia yaitu
diumur 24 tahun.
Ketika Theresia berumur 15 tahun, ia masuk biara
Karmel di Lisieux. Disitu dia meneriama nama :
Suster Theresia dari kanak-kanak Yesus. Dalam
biara Theresia terus mempereratkan
persahabatanya dengan Yesus dan Bunda Maria.
Sembilan tahun Theresia hidup dibiara itu dengan
menampakan wajah yang jernih dan selalu
tersenyum. Semua orang menyangka Theresia
hidup senang, namun sebaliknya banyak
penderitaan yang datang kepadanya untuk
menebus dan mengantikan jiwa-jiwa orang
berdosa yang bertobat. Beberapa tahun lamanya
Theresia jatuh sakit, sakit yang begitu hebatnya
diterimanya seolah-oleh sebagai anugerah Tuhan
yang luar biasa harganya. Namun akhirnya Tuhan
menjemputnya di usia ynag masih belia yaitu
diumur 24 tahun.
Ketika Theresia berumur 15 tahun, ia masuk biara
Karmel di Lisieux. Disitu dia meneriama nama :
Suster Theresia dari kanak-kanak Yesus. Dalam
biara Theresia terus mempereratkan
persahabatanya dengan Yesus dan Bunda Maria.
Sembilan tahun Theresia hidup dibiara itu dengan
menampakan wajah yang jernih dan selalu
tersenyum. Semua orang menyangka Theresia
hidup senang, namun sebaliknya banyak
penderitaan yang datang kepadanya untuk
menebus dan mengantikan jiwa-jiwa orang
berdosa yang bertobat. Beberapa tahun lamanya
Theresia jatuh sakit, sakit yang begitu hebatnya
diterimanya seolah-oleh sebagai anugerah Tuhan
yang luar biasa harganya. Namun akhirnya Tuhan
menjemputnya di usia ynag masih belia yaitu
diumur 24 tahun.
catatansigal.blogspot.com