Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

DASAR BUDIDAYA TANAMAN


MATERI TANAM DAN POLA TANAM SERTA PEMULSAAN




Disusun Oleh:
NAMA : M HAFID FANANI
NIM : 125040100111111
KELOMPOK : H1
ASISTEN : FADLI HERIYANSYAH


PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2013

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kegiatan tanam adalah menanam sesuatu yang bisa hidup yang disesuaikan dengan
daerah kondisi dan lingkungan serta keadaan sekitarnya sehingga dapat menghasilkan suatu
hasil yang menguntungkan bagi orang yang menanam. Pola tanam adalah usaha penanaman
pada sebidang lahan dengan mengatur susunan tata letak dan tata urutan tanaman selama
periode waktu tertentu, termasuk masa pengolahan tanah dan masa baru atau tidak ditanam
selama periode tertentu. Sedangkan pemulsaan adalah suatu teknik untuk menjaga tetapnya
suhu tanah di sekitar akar tanaman, menahan uap air dalam tanah, mencegah erosi, dan
menghilangkan tumbuhnya gulma dan penyakit. Didalam pola tanam terdapat berbagai jenis
yaitu tumpangsari, monokultur dan pola tanam bergilir. Tetapi di Indonesia sendiri, banyak
petani yang tidak tahu tentang pola tanam itu sendiri, apa fungsi dari pola tanam itu. Oleh
karena itu, dalam praktikum dasar budidaya tanaman yang membahas tentang pola tanam
serta pemulsaan ini memiliki banyak manfaatnya untuk pertanian dimasa sekarang ini.

1.2 Tujuan
Untuk mengetahui pengertian tanam.
Untuk mengetahui pengertian pola tanam.
Untuk mengetahui pengertian pola tanam monokultur.
Untuk mengetahui pengertian pola tanam polikultur.
Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pola tanam.
Untuk mengetahui syarat yang harus diperhatikan dalam pola tanam.
Untuk mengetahui pengertian mulsa.
Untuk mengetahui fungsi mulsa.
Untuk mengetahui macam-macam mulsa.
Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan bahan jenis mulsa.

1.3 Manfaat
Mengetahui pengertian tanam.
Mengetahui pengertian pola tanam.
Mengetahui pengertian pola tanam monokultur.
M engetahui pengertian pola tanam polikultur.
Mengetahui faktor yang mempengaruhi pola tanam.
Mengetahui syarat yang harus diperhatikan dalam pola tanam.
Mengetahui pengertian mulsa.
Mengetahui fungsi mulsa.
Mengetahui macam-macam mulsa.
Mengetahui kekurangan dan kelebihan bahan jenis mulsa.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian tanam
Tanam adalah cara untuk melulai atau mengawali budidaya tanaman ( Jumin, 1994).
Tanam adalah menanam sesuatu yang bisa hidup yang disesuaikan dengan daerah
kondisi dan ligkungan serta keadaan sehingga dapat menghasil kan sesuatu yang
menguntungkan minimal bagi pribadi yang menanam( Setjanata, 1983 ).
2.2 Pengertian pola tanam
Pola tanam adalah bentuk pemanfaatan sumber alam dan manusia dalam budidaya
tanaman guna memperoleh hasil yang sebaik-baiknya secara berkelanjutan (Bambang,
2005)
Pola tanam adalah usaha penanaman pada sebidang lahan dengan mengatur susunan
tata letak dan tata urutan tanaman selama periode waktu tertentu, termasuk masa
pengolahan tanah dan masa baru atau tidak ditanam selama periode tertentu
(Campbell, 2002).
2.3 Pola tanam monokultur
Pertanaman tunggal atau monokultur adalah salah satu cara budidaya di lahan
pertanian dengan menanam satu jenis tanaman pada satu areal. Kekurangan pola
tanam ini adalah pola tanam monokultur memiliki pertumbuhan dan hasil yang lebih
besar daripada pola tanam lainnya. Hal ini disebabkan karena tidak adanya persaingan
antar tanaman dalam memperebutkan unsur hara maupun sinar matahari, akantetapi
pola tanam lainnya lebih efisien dalam penggunaan lahan karena nilai LER lebih dari
1. Kelebihan pola tanam ini yaitu teknis budidayanya relatif mudah karena tanaman
yang ditanam maupun yang dipelihara hanya satu jenis. Namun, di sisi lain,
Kelemahan sistem ini adalah tanaman relatif mudah terserang hama maupun penyakit(
Setjanata, 1983 ).


2.4 Pola tanam tumpang sari
Menanam lebih dari satu jenis tanaman pada lahan yang sama dan dapat mengurangi
seranagn OPT ( Prayo, 2011)
2.5 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pola Tanam
Iklim , dimana pada keadaan musim hujan dan kemarau akan berpengaruh pada
persediaan air untuk tanaman dimana pada msim hujan maka persediaan air untuk
tanaman berada dalam jumlah yang besar, sebaliknya pada musim kemarau
persediaan air akan menurun.
Topografi , merupakan letak atau ketinggian lahan dari permukaan air laut yang
berpengaruh terhadap suhu dan kelembaban udara dimana keduanya mempengaruhi
pertumbuhan tanaman.
Debit Air yang Tersedia , dimana debit air pada musim hujan akan lebih besar
dibandingkan pada musim kemarau, sehingga haruslah diperhitungkan apakah debit
saat itu mencukupi jika akan ditanam suatu jenis tanaman tertentu.
Jenis tanah , yaitu tentang keadaan fisik , bioligis dan kimia tanaman.
Sosial ekonomi , dalam usaha pertanian faktor ini merupakan faktor yang sulit untuk
dirubah sebab berhubungan dengan kebiasaan petani dalam menanam suatu jenis
tanaman.( Setjanata, 1983 )
2.6 Syarat yang harus diperhatikan dalam Pola Tanam
Ketersediaan air yang menyangkup waktu dan lamanya ketersediaan yang tergantung
padakinerja air irigasi serta pola distribusi dan jumlah hujan.
Keadaan tanah yang meliputi sifat fisik, kimia serta bentuk permukaan tanah.
Tinggi tempat dari permukaan laut, terutama sehubungan dengan suhu udara, tanah
dan ketersediaan air.
Eksistensi hama dan penyakit tanaman yang bersifat kronis dan potensial.
Ketersediaan dan aksesibilitas bahan tanaman yang meliputi jenis dan varietas
menurut agroekosistem dan toleransi terhadap jasad pengganggu.
Aksesibilitas dan kelancaran pemasaran hasil produksi dengan dukungan infrastruktur
dan potensial yang memadai. (Beets, 1982)

2.7 Pengertian Mulsa
Mulsa adalah bahan atau material penutup tanah pada tanaman budidaya yang banyak
digunakan petani pada area yang terbatas maupun perkebunan dengan areal yang luas
(Tim Dosen, 2013).
Mulsa adalah material penutup tanaman budidaya yang dimaksudkan untuk menjaga
kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit sehingga
membuat tanaman tersebut tumbuh dengan baik.
Mulch is protective cover, protective covering, protection a covering that is intend
to protect from damage or injury; they had no protection from the fallout; wax
provided protection for the floors. (Mulsa adalah sebuah pelindung yang menutupi
membusuk materi sayuran menyebar untuk mengurangi penguapan dan erosi tanah
tutup pelindung, pelindung, perlindungan penutup yang berniat untuk melindungi
dari kerusakan atau cedera; mereka tidak memiliki perlindungan dari kejatuhan;
lilin memberikan perlindungan untuk lantai) (Farlex, 2010 ).
2.8 Fungsi Mulsa
Mulsa digunakan untuk menjaga kelembaban tanah, mengurangi fluktuasi suhu tanah,
menekan pertumbuhan gulma yang dapat mengganggu tanaman budidaya, dan untuk
mencegah buah agar tidak langsung menyentuh tanah karena apabila menyentuh tanah
buah akan busuk sehingga produksi menurun (Acquaah, 2005 ).
2.9 Macam-macam Mulsa
Mulsa organik berasal dari bahan-bahan alami yang mudah terurai seperti sisa-sisa
tanaman seperti jerami dan alang-alang. Mulsa organik diberikan setelah tanaman
/bibit ditanam. Keuntungan mulsa organik adalah dan lebih ekonomis (murah), mudah
didapatkan, dan dapat terurai sehingga menambah kandungan bahan organik dalam
tanah. Contoh mulsa organik adalah jerami, ataupun cacahan batang dan daun dari
tanaman jenis rumput-rumputan lainnya.
Mulsa anorganik terbuat dari bahan-bahan sintetis yang sukar/tidak dapat terurai.
Contoh mulsa anorganik adalah mulsa plastik, mulsa plastik hitam perak atau karung.
Mulsa anorganik dipasang sebelum tanaman/bibit ditanam, lalu dilubangi sesuai
dengan jarak tanam. Mulsa anorganik ini harganya relatif mahal, terutama mulsa
plastik hitam perak yang banyak digunakan dalam budidaya cabai atau melon. fungsi
mulsa plastik ini dapat memantulkan sinar matahari secara tidak langsung untuk
menghalau hama tungau, thrips dan apahid, selain itu mulsa plastik digunakan dengan
tujuan menaikkan suhu dan menurunkan kelembapan di sekitar tanaman serta dapat
menghambat munculnya penyakit yang disebabkan oleh bakteri. (Acquaah, 2005 )
2.10kekurangan dan kelebihan bahan jenis mulsa
1. Mulsa organik
Kelebihan :
a. Dapat diperoleh secara bebas/gratis
b. memiliki efek menurunkan suhu tanah
c. mengonservasi tanah dengan menekan erosi
d. dapt menghambat pertumbuhan gulma dan menambahkan unsur hara organik untuk
tanah
e. Mengurangi dampak lingkungan (global warming)
Kelemahan :
a. tidak dapat tersedia setiap saat (hanya pada saat panen padi)
b. hanya tersedia di sekitar tempat budidaya padi,tebu,dan sebagainya
c. untuk sekali musim tanam
2. Mulsa anorganik
Kelebihan :
a. dapat diperoleh setiap saat
b. memiliki efek yang beragam terhadap suhu tanah tergntung jenis plastik
c. dapat menekan erosi
d. mudah diangkut, sehingga mudah untuk dibawa
e. menekan pertumbuhan gulma
f. dapat digunakan lebih dari satu kali musim tanam (tergantung perawatan)
Kekurangan :
a. tidak memiliki efek menambah unsur hara karena sifat yang susah terurai
b. harga relatif mahal
c. potensi untuk menaikan suhu sekitar (global warming) tinggi.





BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.1 Tinggi Tanaman
4.1.2 Jumlah Daun
4.2 Pembahasan
4.2.1 Tinggi Tanaman (Perbandingan monokultur dan tumpang sari antar kelompok dalam
satu kelas)
4.2.2 Jumlah Daun (Perbandingan monokultur dan tumpang sari antar kelompok dalam satu
kelas)
4.2.3 Efektivitas perlakuan mulsa pada ubi jalar dan jagung (mulsa utuh, mulsa cacah, tanpa
mulsa)
4.2.4 Analisa pertumbuhan gulma pada tiap perlakuan pada komoditas jagung dan ubi jalar
(presentase gulma tiap perlakuan)
4.2.5 Faktor Fisiologis yang terjadi pada tiap perlakuan mulsa pada komoditas jagung dan ubi
jalar
4.2.6 Rekomendasi penggunaan mulsa yang baik pada komoditas jagung dan ubi jalar

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Kritik dan Saran