Anda di halaman 1dari 9

Prolaps Tali Pusat

2012


1

PROLAPS TALI PUSAT

BAB I
PENDAHULUAN

Prolaps tali pusat merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan dalam bidang
obstetri. Prolaps tali pusat terdiri dari tali pusat terkemuka, tali pusat menumbung dan tali
pusat tersembunyi. Insiden terjadinya prolaps tali pusat adalah 1 : 3000 kelahiran, tali pusat
menumbung kira-kira 1 : 200 kelahiran, sedangkan tali pusat tersembunyi 50 % tidak
diketahui. Myles melaporkan hasil penelitiannya dalam kepustakaan dunia bahwa angka
kejadian prolaps tali pusat berkisar antara 0,3 % sampai 0,6 % persalinan. Keadaan prolaps
tali lebih mungkin terjadi pada malpresentasi atau malposisi janin, antara lain : presentasi
kepala (0,5 %), letak sungsang (5 %), presentasi kaki (15 %), dan letak lintang (20 %).
Prolaps tali pusat juga sering terjadi jika tali pusat panjang dan jika plasenta letak rendah.
Mortalitas terjadinya tali pusat menumbung pada janin sekitar 11-17 %.
Prolaps tali pusat secara langsung tidak mempengaruhi keadaan ibu, sebaliknya
sangat membahayakan janin. Tali pusat menumbung, di mana ketuban sudah pecah dan tali
pusat berada di bawah bagian terendah janin, keadaan tersebut membuat tali pusat dapat
tertekan antara bagian terendah janin dan dinding panggul yang akhirnya menimbulkan
asfiksia pada janin. Bahaya terbesar adalah pada presentasi kepala, karena setiap saat tali
pusat dapat terjepit antara bagian terendah janin dengan jalan lahir sehingga mengakibatkan
gangguan oksigenasi janin. Pada tali pusat terkemuka, sebelum ketuban pecah, ancaman
terhadap janin tidak seberapa besar, tetapi setelah ketuban pecah, bahaya kematian janin
sangat besar.
1,2

Prolaps Tali Pusat
2012


2

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Anatomi Fisiologi Tali Pusat
Tali pusat atau funiculus umbilicalis adalah saluran kehidupan bagi janin selama
dalam kandungan. Dikatakan saluran kehidupan karena saluran inilah yang selama kehamilan
menyuplai zat-zat gizi dan oksigen ke janin. Tetapi begitu bayi lahir, saluran ini sudah tak
diperlukan lagi sehingga harus dipotong dan diikat atau dijepit.
Anatomi tali pusat :
Letak : Funiculus umbilicalis terbentang dari permukaan fetal plasenta sampai daerah
umbilicus fetus dan berlanjut sebagai kulit fetus pada perbatasan tersebut. Funiculus
umbicalis secara normal berinsersi di bagian tengah plasenta.
Bentuk : Funiculus umbilicalis berbentuk seperti tali yang memanjang dari tengah
plasenta sampai ke umbilicus fetus dan mempunyai sekitar 40 puntiran spiral.
Ukuran : Pada saat aterm funiculus umbilicalis panjangnya 40-50 cm dan diameternya 1-2
cm. Hal ini cukup untuk kelahiran bayi tanpa menarik plasenta keluar dari rahim ibu. Tali
pusat menjadi lebih panjang jika jumlah air ketuban pada kehamilan trimester pertama
dan kedua relatif banyak, diserta dengan mobilitas bayi yang sering. Sebaliknya, jika
oligohidromnion dan janin kurang gerak (pada kelainan motorik janin), maka umumnya
tali pusat lebih pendek. Kerugian apabila tali pusat terlalu panjang adalah dapat terjadi
lilitan di sekitar leher atau tubuh janin atau menjadi ikatan yang dapat menyebabkan
oklusi pembuluh darah khususnya pada saat persalinan.
Stuktur Tali Pusat :
Amnion : Menutupi funiculus umbicalis dan merupakan lanjutan amnion yang menutupi
permukaan fetal plasenta. Pada ujung fetal amnion melanjutkan diri dengan kulit yang
menutupi abdomen. Baik kulit maupun membran amnion berasal dari ektoderm.
Tiga pembuluh darah : Setelah struktur lengkung usus, yolk sack dan duktus vitellinus
menghilang, tali pusat akhirnya hanya mengandung pembuluh darah umbilikal yang

Prolaps Tali Pusat
2012


3

menghubungkan sirkulasi janin dengan plasenta. Ketiga pembuluh darah itu saling
berpilin di dalam funiculus umbilicalis dan melanjutkan sebagai pembuluh darah kecil
pada vili korion plasenta. Kekuatan aliran darah (kurang lebih 400 ml/ menit) dalam tali
pusat membantu mempertahankan tali pusat dalam posisi relatif lurus dan mencegah
terbelitnya tali pusat tersebut ketika janin bergerak-gerak. Ketiga pembuluh darah
tersebut yaitu :
Satu vena umbilicalis membawa oksigen dan memberi nutrien ke sistem peredaran
darah fetus dari darah maternal yang terletak di dalam spatium choriodeciduale.
Dua arteri umbilicalis mengembalikan produk sisa (limbah) dari fetus ke plasenta
dimana produk sisa tersebut diasimilasi ke dalam peredaran darah maternal untuk
di ekskresikan.
Jeli Wharton : Merupakan zat yang berkonsistensi lengket yang mengelilingi pembuluh
darah pada funiculus umbilicalis. Jeli Warthon merupakan subtansi seperti jeli, juga
berasal dari mesoderm seperti halnya pembuluh darah. Jeli ini melindungi pembuluh
darah tersebut terhadap kompresi, sehingga pemberian makanan yang kontinyu untuk
janin dapat di jamin. Selain itu juga dapat membantu mencegah penekukan tali pusat. Jeli
warthon ini akan mengembang jika terkena udara. Jeli Warthon ini kadang-kadang
terkumpul sebagai gempalan kecil dan membentuk simpul palsu di dalam funiculus
umbilicalis. Jumlah jeli inilah yang menyebabkan funiculus umbilicalis menjadi tebal
atau tipis.
Fungsi Tali Pusat :
Sebagai saluran yang menghubungkan antara plasenta dan bagian tubuh janin sehingga
janin mendapat asupan oksigen, makanan dan antibodi dari ibu yang sebelumnya diterima
terlebih dahulu oleh plasenta melalui vena umbilicalis.
Saluran pertukaran bahan-bahan kumuh seperti urea dan gas karbon dioksida yang akan
meresap keluar melalui arteri umbilicalis.



Prolaps Tali Pusat
2012


4

Sirkulasi Tali Pusat :
Fetus yang sedang membesar di dalam uterus ibu mempunyai dua keperluan yang sangat
penting dan harus dipenuhi, yaitu bekalan oksigen dan nutrien serta penyingkiran bahan
kumuh yang dihasilkan oleh sel-selnya. Jika keperluan ini tidak dapat dipenuhi, fetus
akan menghadapi masalah dan mungkin maut. Struktur yang bertanggung jawab untuk
memenuhi keperluan fetus ialah plasenta. Plasenta yang terdiri daripada tisu fetus dan tisu
ibu terbentuk dengan lengkapnya pada ujung minggu yang ke-16 kehamilan.






Pada plasenta banyak terdapat unjuran seperti Jari atau vilus tumbuh dari membran
yang menyelimuti fetus dan menembusi dinding uterus, yaitu endometrium. Endometrium
pada uterus adalah kaya dengan aliran darah ibu. Di dalarn vilus terdapat jaringan kapilari
darah fetus. Darah yang kaya dengan oksigen dan nutrien ini dibawa melalui vena umbilicalis
yang terdapat di dalam tali pusat ke fetus. Sebaliknya, darah yang sampai ke vilus dari fetus
melalui arteri umbilicalis dalam tali pusat mengandungi bahan kumuh seperti karbon dioksida
dan urea. Bahan kumuh ini akan meresap merentas membran dan memasuki darah ibu yang
terdapat di sekeliling vilus. Pertukaran oksigen, nutrien, dan bahan kumuh lazimnya berlaku
melalui proses resapan. Dengan cara ini, keperluan bayi dapat dipenuhi.
Walaupun darah ibu dan darah fetus dalam vilus adalah begitu rapat, tetapi kedua-dua
darah tidak bercampur kerana dipisahkan oleh suatu membran. Oksigen, air, glukosa, asid
amino, lipid, garam mineral, vitamin, hormon, dan antibodi dari darah ibu perlu menembus
membran ini dan memasuki kapilari darah fetus yang terdapat dalam vilus. Selain oksigen
dan nutrien, antibodi dari darah ibu juga meresap ke dalarn darah fetus melalui plasenta.
Antibodi ini melindungi fetus dan bayi yang dilahirkan daripada jangkitan penyakit.
3,4

Prolaps Tali Pusat
2012


5

B. Definisi
Prolaps tali pusat di jalan lahir terdiri dari : tali pusat tesembunyi, tali pusat
terkemuka, dan tali pusat menumbung. Tali pusat tersembunyi adalah tali pusat yang berada
di samping bagian terbawah janin pada ketuban yang masih utuh. Tali pusat terkemuka
adalah tali pusat yang terdapat lebih rendah dari bagian terbawah janin pada ketuban yang
masih utuh. Tali pusat menumbung adalah suatu keadaan di mana tali pusat keluar melalui
ketuban yang sudah pecah hingga sampai ke serviks atau sampai ke vagina.
1,2


Gambar 1. Tiga jenis tampilan tali pusat di jalan lahir. A) Tali pusat tersembunyi,
B) Tali pusat terkemuka, C) Tali pusat menumbung (Hughey, 2009).

C. Insiden
Insiden terjadinya prolaps tali pusat adalah 1 : 3000 kelahiran, tali pusat menumbung
kira-kira 1 : 200 kelahiran, tetapi insiden dari tali pusat tersembunyi 50 % tidak diketahui.
Myles melaporkan hasil penelitiannya dalam kepustakaan dunia bahwa angka kejadian
prolaps tali pusat berkisar antara 0,3 % sampai 0,6 % persalinan. Keadaan prolaps tali lebih
mungkin terjadi pada malpresentasi atau malposisi janin, antara lain : presentasi kepala (0,5
%), letak sungsang (5 %), presentasi kaki (15 %), dan letak lintang (20 %). Prolaps tali pusat
juga sering terjadi jika tali pusat panjang dan jika plasenta letak rendah. Mortalitas terjadinya
tali pusat menumbung pada janin sekitar 11-17 %. Penjepitan dan tekanan pada tali pusat
oleh bagian terendah janin terutama kepala menyebabkan gangguan fungsi sirkulasi
uteroplasenta yang membuat janin kekurangan oksigen (hipoksia) dan menimbulkan
kematian.
1,2


A
B C

Prolaps Tali Pusat
2012


6

D. Etiologi
Setiap faktor yang mengganggu adaptasi bagian terendah janin dengan pintu atas
panggul akan memberi kecendrungan (predisposisi) terjadinya prolaps tali pusat. Adapun
faktor predisposisi tersebut antara lain :
1. Tali pusat yang panjang > 100 cm
2. Presentasi atau letak janin yang tidak normal seperti letak lintang terutama pada
punggung janin di fundus, letak sungsang, presentasi muka atau dahi, dan presentasi
ganda. Keadaan-keadaan tersebut biasanya dapat membuat jalan lahir tidak terisi
penuh, sehingga memudahkan timbulnya prolaps tali pusat.
3. Keadaan di mana presentasi janin masih tinggi atau belum masuk pintu atas panggul,
seperti pada multiparitas, prematuritas dan panggul sempit.
4. Polihidramnion, di mana air ketuban lebih banyak dari normal sehingga sewaktu
ketuban pecah, air ketuban keluar sering disertai prolaps tali pusat.
5. Kehamilan ganda. Prolaps tali pusat sering terjadi saat melahirkan bayi yang ke-dua
6. Hidrosefalus dan anensefalus
7. Plasenta previa dan plasenta letak rendah

E. Diagnosis
Ibu tidak dapat merasakan adanya prolaps tali pusat pada dirinya. Masalah tampak
ketika memonitor denyut jantung janin yang menujukkan penurunan denyut jantung
(bradikardi), dan penemuan saat melakukan vaginal toucher. Alat bantu yang dapat
digunakan antara lain : Doppler, kardiotokograf dan ultrasonografi. Gawat janin yang tampak
dengan alat tersebut menunjukkan pola deselerasi variable sebagai konsekuensi dari kompresi
tali pusat. Diagnostik tali pusat menumbung lebih mudah ditegakkan ketika terlihat atau
terabanya jerat tali pusat di dalam vagina yang terkadang sudah menjulur sampai di luar
vulva. Pemeriksaan dalam dilakukan untuk menegakkan diagnosa kemungkinan adanya tali
pusat tersembunyi, letak terkemuka atau tali pusat menumbung. Janin yang masih hidup
teraba tali pusat berdenyut, sebaliknya pada janin yang sudah mati tali pusat tidak berdenyut
lagi.




Prolaps Tali Pusat
2012


7

F. Penatalaksanaan
Upaya-upaya sebelum tindakan pengakhiran kehamilan segera, sebagai berikut :
1. Memposisikan ibu untuk menungging (knee-chest position) atau posisi trendelenburg
untuk mengurangi tekanan pada tali pusat
2. Mendorong bagian terendah janin ke kranial untuk mengurangi tekanan pada tali pusat
3. Memantau terus denyut jantung janin dan pulsasi tali pusat
4. Resusitasi intrauterine melalui oksigenasi pada ibu


Gambar 3. Knee Chest Position dan Tredelenburg Position (Hughey, 2009)

Tindakan pengakhiran kehamilan tergantung pada kondisi servik dan kondisi janin ,
sebagai berikut :
1. Kondisi servik, tergantung dari pembukaannya belum lengkap atau sudah lengkap.
2. Kondisi janin, tergantung dari letak, presentasi, turunnya bagian terendah serta maturitas,
dan hidup atau matinya.
a) Pada pembukaan yang belum lengkap ;
1) Janin yang masih hidup (denyut jantung janin jelas dan teratur) pilihan utama
pengakhiran kehamilan adalah seksio sesaria
2) Janin yang sudah mati dibiarkan partus spontan

Prolaps Tali Pusat
2012


8

b) Pada pembukaan yang telah lengkap, perlu dipertimbangkan hal berikut :
1) Pada janin yang masih hidup sedapat mungkin lahir pervaginam dalam waktu kurang
dari setengah jam, sebaliknya pada janin yang sudah mati dengan presentasi kepala
dibiarkan partus spontan.
2) Pada presentasi kepala, dengan janin masih hidup dan ukuran kepala dalam batas normal
serta posisi kepala masih tinggi di atas pintu atas panggul, maka pilihan utama
pengakhiran kehamilan segera adalah versi dan ekstraksi.
3) Pada presentasi kepala, dengan janin masih hidup dan taksiran janin besar serta kepala
masih tinggi, maka pilihan utama pengakhiran kehamilan segera adalah seksio sesaria
4) Pada presentasi kepala dengan kepala dan tali pusat yang masih berdenyut telah jauh
turun dalam panggul, maka segera dilakukan ekstraksi cunam.
5) Pada letak sungsang, pada janin hidup atau mati, persalinan diakhiri secara ekstraksi kaki
atau bokong
6) Pada letak lintang dengan janin yang masih hidup segera dilakukan seksio sesaria. Pada
janin yang sudah mati, diupayakan lahir pervaginam dapat dengan embriotomi, seperti
spondilotomi, dekapitasi atau eviserasi.

G. Prognosis
Tali pusat menumbung merupakan suatu keadaan darurat yang terutama mengancam
nyawa janin. Prognosis prolaps tali pusat pada ibu dan janin, sebagai berikut :
1. Prognosis bagi ibu umumnya baik. Anemia dan infeksi yang dapat terjadi oleh karena
perdarahan dan manipulasi atau tindakan dalam persalinan. Keadaan tersebut dapat
dicegah dan diatasi dengan transfusi darah dan antibiotika.
2. Prognosis bagi janin adalah tidak baik dan berisiko besar untuk meninggal terutama pada
letak kepala. Tekanan parsial pada tali pusat yang berlangsung kurang dari 7 menit tidak
membahayakan. Tekanan sempurna pada tali pusat yang berlangsung kurang dari 7 menit
atau tekanan parsial yang berlangsung lebih dari 7 menit akan mengakibatkan kematian
janin atau kerusakan susunan saraf pusat (cerebral palsy).




Prolaps Tali Pusat
2012


9

DAFTAR PUSTAKA

1. HON, 2002. Prolapsed Umbilical Cord. Available from : http://www.hon.ch.html.
Accesed on May 10
th
, 2011
2. Hughey MJ., 2009. Prolapsed Umbilical Cord. Available from :
http://www.brooksidepress.org. Accesed on May 10
th
, 2011
3. Mochtar R., 1998. Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi, Obstetri patologi Edisi 2.
Jakarta : EGC
4. Wiknjosastro H., 2007. Ilmu Bedah Kebidanan Edisi Pertama Cetakan Ketujuh. Jakarta :
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
5. Yusuf I., 2010. Prolaps Tali Pusat. Available from : http://www.infokedokteran.com.
Accesed on May 10
th
, 2011

Anda mungkin juga menyukai