Anda di halaman 1dari 7

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 1

MODUL 03 RANGKAIAN PENGUAT OPERASIONAL


Aji Suryo Wibowo (13211059)
Asisten: Muhammad Fikri/13209063
Tanggal Percobaan: 29/10/2012
EL2193-Praktikum Rangkaian Elektrik
Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

Abstrak

Percobaan diawali dengan merangkai rangkaian pada kit
praktikum yang kemudian digambar grafiknya dan dihitung
nilai konstanta waktunya. Kemudian percobaan dilanjutkan
dengan menghitung nilai konstanta waktu dari kombinasi-
kombinasi rangkaian yang tercantum dalam modul.
Selanjutnya dilakukan percobaan untuk mengamati gejala
transien pada rangkaian orde dua. Lalu yang terakhir
adalah mengamati gejala damped pada rangkaian orde dua.
Kata kunci: Transien, Orde 1, Rangkaian RC.
1. PENDAHULUAN
Gejala transien merupakan salah satu gejala yang
sering kita jumpai saat mempelajari mata kuliah
Dasar Rangkaian Elektrik maupun mata kuliah
Rangkaian Elektrik. Gejala transien terjadi saat
sebuah rangkaian mengandung komponen
penyimpan energi, yaitu induktor (menyimpan
energi dalam bentuk medan ul kmagnet) dan
kapasitor (menyimpan energi dalam bentuk
medan listrik).
Setelah melakukan percobaan, diharapkan
mahasiswa dapat:
a. mengenal adanya respon natural, respon
paksa, dan respon lengkap dari suatu
rangkaian yang mengandung komponen
penyimpan tenaga
b. memahami dan menghitung konstanta waktu
rangkaian RC dari respon waktu rangkaian
c. memahami adanya pengaruh tegangan
sumber bebas terhadap nilai tegangan-
tegangan transien dalam rangkaian RC
2. STUDI PUSTAKA
2.1 GEJALA TRANSIEN


Gambar 4.1 Gejala Transien Pengisian Muatan pada Kapasitor,
[1]

Gambar 4.2 Gejala Transien Pengosongan Muatan pada
Kapasitor, [1]
Gejala transien terjadi pada rangkaian yang
mengandung komponen penyimpan energi
seperti induktor dan/atau kapasitor. Gejala ini
timbul karena energi yang diterima atau
dilepaskan oleh komponen tersebut tidak dapat
berubah seketika (arus pada induktor dan
tegangan pada kapasitor).
2.2 KONSTANTA WAKTU
Konstanta waktu merupakan waktu yang
dibutuhkan rangkaian untuk mencapai nilai

dari
nilai sebelumnya.
Pada rangkaian RC, nilai konstanta
diperoleh dari perkalian nilai resistansi dengan
nilai kapasitansi dari rangkaian.


Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 2



Gambar 4.3 Respon Waktu Rangkaian, [2]
Pada percobaan ini, untuk menentukan nilai
konstanta waktu dari grafik digunakan metode
pencarian nilai pada keadaan mapan (disebut Vm),
kemudian nilai sembarang pada grafik sebelum
mencapai keadaan mapan (yaitu nilai waktu t0
dan tegangan pada saat t
0
atau V
0
). Setelah ketiga
nilai tersebut diketahui, dari persamaan:

)

3. METODOLOGI
3.1 ALAT DAN KOMPONEN YANG DIGUNAKAN
a. Kit Transien (1 buah)
b. Kit Rangkaian RL dan RC (1 buah)
c. Power Supply DC (1 buah)
d. Generator Sinyal (1 buah)
e. Osiloskop (1 buah)
f. Kabel BNC 4mm (maks. 3 buah)
g. Kabel 4mm 4mm (maks. 5 buah)
h. Multimeter Digital (1 buah)
3.2 LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN
a. Diagram 4.1 Percobaan Pertama


Gambar 4.4 Rangkaian Percobaan, [1]
b. Diagram 4.2 Percobaan Kedua
1
Kapasitor dikosongkan
dengan
menghubungsingkatkan
kaki-kaki kapasitor
2
Rangkaian disiapkan seperti
pada gambar 3.4 dengan
nilai R
1
= 2.2 k, R
2
= 4.7
k, C
1
= 220 nF, dan C
2
=
470 nF.
3
Osiloskop disiapkan
(kalibrasi dicek)
V
CC
dan GND dihubungkan
ke catu daya DC 5 V
4
Sinyal kontrol V
CS1
digunakan
sebagai sinyal sinkronisasi
Kanal 1 pada osiloskop
digunakan untuk melihat V
C1

sementara kanal 2 digunakan
untuk melihat V
C2

5
Mode Dual pada osiloskop
digunakan untuk melihat V
C1
dan
V
C2

Gambar yang muncul pada
osiloskop baik kanal 1, kanal 2,
maupun Dual digambar pada BCL

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 3



c. Diagram 4.3 Percobaan Ketiga


d. Diagram 4.4 Percobaan Keempat

1
Pada dasarnya percobaan
ini hanya mencoba
percobaan pertama
dengan kombinasi R dan
C yang berbeda
2
Nilai R
1
diubah dengan
nilai lainnya
Nilai R
2
diubah dengan
nilai lainnya
3
Nilai C
1
diubah dengan
nilai lainnya
Nilai C
2
diubah dengan
nilai lainnya
Hasil dianalisis
1
Pada dasarnya percobaan
ini hanya mencoba
percobaan pertama dengan
nilai catu daya yang berbeda
2
Catu daya diset pada 4 V
Nilai tegangan pada
keadaan mantap pada C
1

dan C
2
, serta konstanta
waktunya dicatat
3
Catu daya diset pada 2 V
Nilai tegangan pada
keadaan mantap pada C
1

dan C
2
, serta konstanta
waktunya dicatat
4
Hasil dibandingkan dan
dianalisis
1
Rangkaian disusun seperti
pada gambar 4.5
2
Tegangan pada titik E
diamati kemudian
perubahan tegangan
untuk nilai C
2
yang
berbeda diamati
3
Data yang diperoleh
dianalisis

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 4



Gambar 4.5 Rangkaian Percobaan Keempat, [1]
e. Diagram 4.5 Percobaan Tambahan Gejala
Transien


Gambar 4.6 Rangkaian Percobaan Kelima, [1]

Gambar 4.7 Gelombang Transien Underdamped, [1]
4. HASIL DAN ANALISIS
4.1 Tabel 4.1 Hasil Percobaan Pertama
No Fungsi
Plot Fungsi
1 VC1(t)


2 VC2(t)


3 Dual


Analisis :
Saat saklar S1 on, maka pada C1 terjadi pengisian
muatan. Pengisian muatan yang terjadi tidak
dapat secara tiba-tiba namun secara transien
hingga mencapai keadaan mapan (Vm = VS).
Kemudian saat saklar S2 on dan saklar S1 off,
maka nilai muatan yang tersimpan pada kapasitor
C1 mulai berkurang, dikarenakan kapasitor
mentransfer energinya ke kapasitor C2 sehingga
grafik pada kapasitor C1 turun secara transien
sementara grafik pada C2 naik secara transien.
Penurunan dan penaikan grafik tidak sama, hal ini
dikarenakan oleh penggunaan nilai kapasitansi
1
Rangkaian disusun
seperti pada gambar 4.6
Nilai R
L
dan nilai C diukur
dengan multimeter
2
V
c
diamati pada kanal 1
osiloskop
Output generator fungsi
diamati pada kanal 2
osiloskop
3
Tampilan osiloskop
diubah-ubah sehingga
pada R
var
sekitar 50
gambar pada osiloskop
seperti gambar 4.7
4
Nilai R
var
diubah sekitar 100
, gelombang yang
terbentuk diamati dan
dicatat
Nilai R
var
diubah sekitar 2
k, gelombang diamati dan
dicatat
5
Nilai R
var
dicari sehingga
membuat rangkaian
menjadi critically damped

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 5


yang berbada untuk C1 dan C2. Karena pada
keadaan mapan kapasitor bersifat hubung terbuka,
maka arus yang mengalir pada loop C-D-E-GND
akan nol, sehingga tegangan VC1 akan sama
dengan tegangan VC2. Nilai tegangan VC1 = VC2 =
1.6 V.
Tabel 4.2 Hasil Percobaan Pertama (Konstanta
Waktu)
Kondisi VM
(V)
V0
(V)
t0 (s)
Pengukuran
(s)
Perhitungan
(s)
1 5 3.03 960 6.26 x 10
-4
5.02 x 10
-4

2 3.4 2.4 1000 8.17 x 10
-4
7.16 x 10
-4

3 1.6 1.3 1360 8.12 x 10
-4
7.16 x 10
-4

Analisis :
Dari tabel diperoleh nilai pengukuran dan
perhitungan yang sedikit berbeda namun maih
dalam orde yang sama (10
-4
). Perbedaan yang
terjadi juga tidak terlalu signifikan. Perbedaan ini
timbul dikarenakan sifat komponen yang tidak
ideal yang memiliki nilai toleransi komponen.
Namun secara garis besar nilai pengukuran masih
dalam batas nilai toleransi komponen sehingga
masih bisa dikatakan presisi.
4.2 Tabel 4.3 Hasil Percobaan Kedua
Komponen
yang
Berubah
Kon
disi
VM
(V)
V0
(V)
t0
(s)
- 4
) s
R1 = 1k 1
2
3
5
3.4
1.6
3
2.4
1.16
320
1000
1000
3.49
8.17
7.75
R1 = 4.7k 1
2
3
4.7
3.18
1.52
3
2.62
1.24
1120
1360
1360
11.01
7.83
8.04
R2 = 2.2k 1
2
3
4.88
3.28
1.6
3
2.56
1.2
560
640
640
5.87
4.22
4.62
R2 = 10k 1
2
3
4.92
3.32
1.6
3
1.04
0.48
640
640
640
6.80
17.03
17.94
C1= 100 nF 1
2
3
4.96
4.12
0.84
4.04
2.76
0.52
440
440
440
2.61
3.97
4.56
C1 = 470 nF 1 4.64 3 1240 11.92
2
3
2.36
2.28
1.52
1.4
1240
1240
12.00
13.025
C2 = 220 nF 1
2
3
4.92
2.48
2.44
4.24
2.12
2.12
1240
1240
1240
6.27
6.425
6.10
C2 = 1 F 1
2
3
4.92
3.92
1
3
2.72
0.72
600
1160
1160
6.38
9.80
9.11
Analisis :
Pada saat hanya nilai R1 yang diubah, maka
hanya nilai konstanta waktu pada kondisi 1 yang
berubah, hal ini dikarenakan nilai R2 dan C2 tidak
ikut berubah. Perbandingan perubahan yang
terjadi sebanding dengan perbandingan
perubahan nilai R1 (nilai resistansi saklar dapat
diabaikan karena terlalu kecil bila dibandingkan
dengan nilai R1). Hal yang terjadi pada R2 yang
diubah (nilai konstanta waktu pada kondisi 2 dan
kondisi 3 yang akan berubah) dapat dijelaskan
pula dengan alasan yang sama.
Pada saat nilai C1 diubah, maka nilai konstanta
waktu pada kondisi 1 ikut berubah. Perbandingan
perubahan yang terjadi sebanding dengan
perbandingan perubahan nilai C1. Hal yang
terjadi pada C2 yang diubah (nilai konstanta
waktu pada kondisi 2 dan kondisi 3 yang akan
berubah) dapat dijelaskan pula dengan alasan
yang sama.
4.3 Tabel 4.4 Hasil Percobaan Ketiga
Komponen
yang
Berubah
Kon
disi
VM
(V)
V0
(V)
t0
(s)
- 4
) s
Vs = 4 V 1
2
3
3.96
2.68
1.28
2.8
1.68
0.8
800
800
800
6.52
8.115
8.16
Vs = 2 V 1
2
3
1.98
1.34
0.64
1.42
0.82
0.38
800
800
800
6.33
8.45
8.88
Analisis :
Dari data di atas dapat diketahui bahwa nilai
konstanta waktu yang diukur akan tidak terlalu
berbeda dengan hasil pengukuran pada percobaan
pertama. Hal ini disebabkan oleh nlai konstanta
waktu tidak akan berubah seberapapun nilai
tegangan sumber karena sesuai dengan rumus:


Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 6


h nilai R
dan C dan tidak dipengaruhi oleh nilai VS.
4.4 Tabel 4.5 Hasil Percobaan Keempat
Kondisi Gambar
C2 = 220
nF

C2 = 470
nF

C2 = 1
F

Analisis :
Saat saklar S1 on dan S2 off, maka kapasitor akan
terisi muatannya dan mencapai keadaan mapan
pada 5 V. Saat S2 on dan S1 off, akan ada
pembagian tegangan dari C1 ke C2. Namun saat
C2 baru akan mengisi, nilai tegangan pada C2
langsung drop dan akhirnya akan mencapai nilai
tegangan yang sangat kecil (hampir nol). Hal ini
terjadi karena tegangan pada C2 diserap oleh
induktor (sifat induktor pada keadaan mapan
adalah hubung singkat sehingga arus melalui
induktor dan tegangan induktor mendekati nol).
Karena induktor dirangkai paralel dengan
kapasitor maka tegangan kapasitor akan
mengikuti nilai tegangan induktor, sehingga nilai
tegangan kapasitor juga akan mendekati nol atau
dengan kata lain induktor menyerap energi
kapasitor dalam bentuk arus.
4.5 Tabel 4.6 Hasil Percobaan Tambahan Gejala
Transien (sumber data: Yuka Himawan/18011030)
Kondisi Gambar
Rvar = 0


Rvar =
100

Rvar =
300

Rvar =
206

RL = 60 ; C = 100 nF
Analisis :
Kondisi critically damped diperoleh saat Rvar = 206
karena pada saat Rvar < 206 grafik yang
dihasilkan masih ditemui adanya riak-riak yang
artinya rangkaian berada dalam kondisi
underdamped pada saat Rvar < 206 , sementara
pada saat Rvar > 206 rangkaian berada dalam
kondisi overdamped dikarenakan grafik yang
ditimbulkan lebih landai dibandingkan saat R
var
=
206 .


karena



Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 7


persamaan karakteristiknya,


kondisi critically damped dicapai saat determinan
persamaan karakteristik adalah nol.
()

( )


dari hasil perhitungan diperoleh nilai yang
hampir sama dengan nilai Rvar dari hasil percoban
sehingga dapat disimpulkan, untuk mencapai
kondisi critically damped nilai Rvar diset pada 206 .
5. KESIMPULAN
Dari percobaan dapat disimpulkan bahwa:
a. Respon natural merupakan arus atau
tegangan yang terbentuk karena adanya
energi yang masuk atau keluar dari
komponen penyimpan energi. Respon paksa
merupakan arus atau tegangan yang
terbentuk karena adanya energi yang masuk
atau keluar dari sumber bebas. Respon
lengkap merupakan gabungan dari respon
natural dan respon paksa.
b. Konstanta waktu merupakan nilai yang
menyatakan berapa lama waktu yang
dibutuhkan suatu rangkaian untuk mencapai
kondisi mapan. Pada rangkaian RC,
dari nilai resistansi dan kapasitansi.

dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa
konstanta waktu hanya dipengaruhi oleh
nilai resistansi dan nilai kapasitansi, nilai
tegangan sumber tidak berpengaruh dalam
menentukan nilai konstanta waktu. Semakin
besar nilai resistansi maupun kapasitansi
maka semakin besar pula nilai konstanta
waktunya yang artinya semakin lama
rangkaian tersebut mencapai keadaan mapan.
c. Nilai tegangan sumber bebas tidak
berpengaruh pada konstanta waktu
(penjelasan pada poin b), akan tetapi nilai
tegangan bebas akan sangat mempengaruhi
nilai tegangan transien suatu komponen
penyimpan tenaga. Nilai tegangan transien
suatu komponen penyimpan tenaga tidak
mungkin melebihi nilai tegangan sumber
bebas.
6. DAFTAR PUSTAKA
[1] Hutabarat, Mervin T., Praktikum Rangkaian
Elektrik, Sekolah Teknik Elektro dan
Informatika Institut Teknologi Bandung,
Bandung, 2012.
[2] Hutabarat, Mervin T., Slide Kuliah Praktikum.
[3] Alexander, Charles K. dan Matthew N. O.
Sadiku, Fundamentals of Electric Circuits.
McGraw-Hill, New York, 2009.