Anda di halaman 1dari 4

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 1

MODUL 05 ALGORITMA DSP LANJUTAN
Aji Suryo Wibowo (13211059)
Asisten: Adam Akhmad Akbar/13210145
Tanggal Percobaan: Senin, 18 November 2013
EL3110-Praktikum Pengolahan Sinyal Digital
Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

Abstrak

Pada modul ini, dilakukan percobaan pengimplementasian
algoritma scrambler dan algoritma pelebaran stereo pada
prosesor BlackFin BF561EZ.
Kata kunci: DSP, BlackFin, implementasi, scrambler,
stereo.
1. PENDAHULUAN
BlackFin merupakan sebuah prosesor yang dapat
diset menjadi berbagai macam alat tergantung
algoritma apa yang dimasukkan pada prosesor
tersebut. Di antara kegunaan prosesor BlackFin
adalah sebagai scrambler dan pelebaran stereo.
Setelah melakukan percobaan, diharapkan
mahasiswa dapat:
a. memahami teknik implementasi algoritma
pada DSP BlackFin BF561EZ
b. mengimplementasikan berbagai macam
algoritma pada DSP BlackFin BF561EZ
2. STUDI PUSTAKA
2.1 BLACKFIN, [1]
Blackfin BF561EZ adalah sebuah development
board produksi dari Analog Devices yang
digunakan untuk penelitian dan pengembangan
aplikasi menggunakan Prosesor ADSPBF561.
BF561EZ ini terdiri dari bermacam-macam
peripheral yang digunakan untuk pengembangan.
BF561EZ mempunyai fitur:
 Prosesor ADSP-BF561 Blackfin
 64 MB (16 M x 16-bit x 2) SDRAM
 8 MB (4 M x 16-bit) FLASH memory
 AD1836 multichannel 96 kHz audio codec
 3 RCA jack untuk composite (CVBS),
differential component (YUV) atau S video
(Y/C) input
 RCA jack untuk input/output audio stereo
 10-bit video decoder ADV7183A
 NTSC/PAL video encoder ADV7179
2.2 SCRAMBLER, [1]
Dalam dunia telekomunikasi, scrambler
merupakan sebuah sistem yang mampu
menginversi/mengkodekan sinyal pesan pada
sebuah transmiter sehingga pesan tidak dapat
dimengerti oleh pihak penerima yang tidak
memiliki perangkat descrambler. Teknik ini
serupa denga encoding hanya saja apabila teknik
encoding diterapkan pada domain digital, maka
scrambler diterapkan pada domain analog, Teknik
scrambling ini dapat dilakukan dengan berbagai
cara misalnya dengan mengubah besaran-besaran
seperti amplituda pada sinyal asli ataupun dengan
serangkaian proses rumit seperti yang diterapkan
pada satelit, radio relay, dan modem PSTN
sehingga pesan tidak dapat dimengerti lagi tanpa
melalui proses descrambler.
2.3 EFEK PELEBARAN STEREO, [1]
Efek pelebaran stereo ini merupakan salah satu
dari serangkaian efek audio 3D. Sedangkan efek-
efek audio 3D merupakan kumpulan efek-efek
suara yang bertujuan untuk melebarkan image
stereo yang dihasilkan oleh dua loudspeaker atau
headphone stereo. Atau dapat juga berupa efek
untuk menciptakan ilusi persepsi mengenai
keberadaan sumber-sumber suara dalam ruang
tiga dimensi, misalnya di belakang, di atas, atau di
bawah.
Efek pelebaran stereo sendiri dapat dihasilkan
dengan memanipulasi hubungan antara sinyal
tengah C dan sinyal sisi S. Kedua sinyal tersebut
memiliki rumusan,

Bagian positif dari sinyal sisi S kemudian
dijumlahkan dengan sinyal tengah pada kanal kiri,
sedangkan bagian yang fasanya berkebalikan
dijumlahkan dengan sinyal tengah pada kanal
kanan. Adapun terkadang sejumlah delay (20 –

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 2


100 ms) dapat diberikan juga kepada sinyal
terinversi untuk memberikan efek reverberasi.
3. METODOLOGI
3.1 ALAT DAN KOMPONEN YANG DIGUNAKAN
a. Komputer (1 unit)
b. Visual DSP++ 5.0 software
c. Audacity software
d. MATLAB software
e. 1 set BlackFin BF561EZ
3.2 LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN
a. Diagram 5.1 Impelementasi Scrambler

b. Diagram 5.2 Impelementasi Efek
Pelebaran Stereo


4. HASIL DAN ANALISIS
4.1 Set Alat
Untuk pengamatan secara langsung, perangkat
BlackFin, komputer, dan speaker dihubungkan
sesuai bagan berikut:

Gambar 5.1 Bagan Sederhana Set Alat untuk Pengamatan
Langsung
Sementara, saat diamati plot spektrumnya,
BlackFin dan komputer diset seperti pada bagan
berikut:
1
•Project Talkthrough
dari VisualDSP++
dibuka.
•Bagian Process_data.c
dibuka kemudian pada
bagian Process_Data
(void) diubah sesuai
dengan source code
yang ada pada modul.
2
•Pengamatan dengan
Audacity dilakukan
setelah sebelumnya
disetel white noise.
•Plot spektrum diamati
dan dianalisis.
1
•Project Talkthrough
dari VisualDSP++
dibuka.
•Bagian Process_data.c
dibuka kemudian pada
bagian Process_Data
(void) diubah sesuai
dengan source code
yang ada pada modul.
2
•Pengamatan dengan
Audacity dilakukan
setelah sebelumnya
disetel white noise.
•Plot spektrum diamati
dan dianalisis.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 3



Gambar 5.2 Bagan Sederhana Set Alat untuk Pengamatan Plot
Spektrum
4.2 Scrambler

Gambar 5.3 Plot Spektrum Sinyal Input
Dari gambar di atas, diperoleh plot spektrum
sinyal input. Kemudian, dengan menggunakan
perintah:
#include “math.h”

int i, j;
j=(i+1)%2;
i=j;
//Channel0
iChannel0LeftOut = (pow((-1),j)) *
iChannel0LeftIn;
iChannel0RightOut = (pow((-1),j)) *
iChannel0RightIn;
//Channel1
iChannel1LeftOut = (pow((-1),j)) *
iChannel1LeftIn;
iChannel1RightOut = (pow((-1),j)) *
iChannel1RightIn;
diperoleh plot spektrum sinyal output:

Gambar 5.4 Plot Spektrum Sinyal Output Scrambler
Analisis:
Pada pengamatan langsung melalui speaker,
terdengar suara yang tidak jelas (penuh dengan
noise) dan cenderung memiliki pitch yang tinggi
atau dengan kata lain, frekuensinya tinggi.
Sementara, pada plot spektrum yang dihasilkan
Audacity, dapat dilihat bahwa lonjakan amplitudo
yang terjadi lebih rapat pada daerah berfrekuensi
tinggi dan lonjakan tertinggi berada pada
frekuensi sekitar 13 kHz. Hal ini menjelaskan
mengapa dari speaker terdengar suara bising
dengan pitch tinggi (frekuensi tinggi).
4.3 Pelebaran Stereo

Gambar 5.5 Plot Spektrum Sinyal Input
Dari gambar di atas, diperoleh plot spektrum
sinyal input. Kemudian, dengan menggunakan
perintah:
#include “math.h”

float norm, width, left, right, C, S;
norm = (width + 1) / 2;
left = (float)iChannel0LeftIn;
right = (float)iChannel0RightIn;
C=(left+right)/2;
S=(left-right)/2;
left = (C + S * width) / norm;
right = (C – S * width) / norm;
iChannel0LeftOut=(int)left;
iChannel0RightOut=(int)right;
iChannel1LeftOut = iChannel0LeftIn;
iChannel1RightOut = iChannel0RightIn;
diperoleh plot spektrum sinyal output:

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 4



Gambar 5.6 Plot Spektrum Sinyal Output Pelebaran Stereo
Analisis:
Pada pengamatan langsung, tidak terdengar
perbedaan suara speaker antara speaker yang
dihubungkan ke BlackFin yang telah diprogram
dengan algoritma pelebaran stereo dengan suara
speaker ketika dicolokkan langsung ke komputer.
Hal ini disebabkan speaker yang tidak
proporsional dengan luas area praktikum,
sehingga efek pelebaran stereo yang terjadi tidak
dapat diketahui secara langsung.
Sementara pada pengamatan plot spektrum, dapat
dilihat bahwa terdapat perbedaan kira-kira
sebesar 6 dB antara input dengan output di mana
output lebih tinggi 6 dB dibandingkan dengan
input. Hal ini dikarenakan oleh algortima yang
digunakan. Pada algoritma yang digunakan, saat
nilai variabel width tidak di-assign oleh suatu nilai,
maka secara otomatis komputer akan meng-assign
dengan nilai 0 sehingga nilai variabel norm akan
menjadi 0.5. Kemudian dapat dilihat nilai yang di-
assign pada variabel left dan right. Setelah nilai C
dan S di-assign masing-masing dengan nilai
0.5×(left + right) dan 0.5×(left – right) nilai-nilai
tersebut di-assign ke dalam variabel left dan right
yang jika dijabarkan maka akan menghasilkan 2
kali nilai variabel yang di-assign itu sendiri
(dengan nilai norm 0.5). Hal ini menyebabkan
nilai output menjadi 2 kali nilai input. Nilai ini jika
dilihat dalam mode dB sama saja dengan nilai
output adalah nilai input ditambah 6 dB yang
sesuai dengan plot spektrum Audacity.
5. KESIMPULAN
Dari percobaan dapat disimpulkan bahwa:
a. Pengimplementasian algoritma pada DSP
BlackFin BF561EZ dapat dilakukan dengan
menggunakan software VisualDSP++ 5.0.
Algoritma yang diimplementasikan pada
DSP BlackFin BF561EZ ditulis dengan
menggunakan bahasa C.
b. DSP BlackFin BF561EZ dapat difungsikan
menjadi berbagai macam tools hanya dengan
“menginjeksikan” algoritma yang sesuai ke
dalam BlackFin.
Dengan menggunakan algoritma tertentu,
DSP BlackFin BF561EZ dapat digunakan
sebagai scrambler sinyal maupun sebagai
pemberi efek pelebaran stereo pada suatu
sinyal.
6. DAFTAR PUSTAKA
[1] Hutabarat, Mervin T., Armein Z. R. Langi,
Yoanes Bandung, dan Erwin Cahyadi,
Praktikum Pengolahan Sinyal Digital, Sekolah
Teknik Elektro dan Informatika Institut
Teknologi Bandung, Bandung, 2013.
[2] Proakis, J.G. and D. G. Manolakis, Digital Signal
Processing, Principles, Algorithms, and Applications
4th ed. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall,
2006.
[3] Ingle, V. K. and J. G. Proakis, Digital Signal
Processing Using Matlab v.4. Boston, MA: PWS
Publishing Company, 1997.