Anda di halaman 1dari 10

TEKSTUR MIKROSKOPIS BATUAN BEKU

1. Poikilitik
Tekstur ini menunjukkan kenampakan adanya inklusi mineral-mineral
secara acak dan tidak teratur pada suatu tubuh kristal mineral yang besar. Tekstur
ini terbentuk akibat mineral-mineral yang menginklusi terbentuk terlebih dahulu.
Selanjutnya terjadi pembentukan mineral yang diinklusi melalui pendinginan
magma secara lambat akibat perubahan kondisi sekitar sehingga mineral yang
terbentuk ini memiliki waktu lebih untuk tumbuh dengan nukleasi yang lambat.
Keadaan ini akan menyebabkan mineral yang besar tampak diinklusi oleh
mineral-mineral yang lebih kecil.






Inklusi Mineral Mafic pada Plagioklas
2. Intergranular
Tekstur ini memiliki kenampakan berupa adanya kumpulan mineral mafik
(biasanya piroksen) dengan ukuran relatif lebih kecil di antara mineral plagioklas
yang tersusun secara acak dan tidak teratur. Tekstur ini terbentuk akibat dari jenis
magma sumber yang menyebabkan dominasi mineral yang terbentuk berupa
mineral mafik dan mineral Ca plagioklas. Proses pendinginan berlangsung secara
bertahap dari mineral Ca plagioklas selanjutnya mineral piroksen yang terbentuk
pada proses pendinginan lebih cepat. Karena mineral piroksen terbentuk setelah
plagioklas, mineral ini cenderung mengisi ruang-ruang antara plagioklas.







3. Intersetral
Tekstur ini dicirikan dengan adanya kenampakan gelas vulkanik yang
mengisi ruang-ruang di antara tubuh kristal mineral plagioklas. Tekstur ini sering
ditemukan pada batuan beku vulkanik intermediet atau basa seperti andesit hingga
basalt. Tekstur ini terbentuk melalui proses dimana mineral plagioklas terbentuk
terlebih dahulu lalu ketika magma muncul ke permukaan terjadi pendinginan yang
cepat yang menyebabkan lava cenderung membentuk gelas vulkanik yang seolah-
olah mengelilingi tubuh mineral plagioklas yang terbentuk terlebih dahulu.




4. Porfiritik
Tekstur yang khusus dimana terdapat campuran antara butiran kasar di
dalam massa dengan butiran yang lebih halus. Butiran yang relatif sempurna
dinamakan fenokrist (phenocrysts), sedangkan butiran yang lebih kecil disebut
massa dasar (groundmass). Tekstur porfiritik menunjukkan bahwa magma yang
sebagian membeku bergerak ke atas dengan cepat lalu mendingin dengan cepat
pula. Sehingga meghasilkan fenokris yang dikelilingi oleh massa dasar.




5. Mikroporfiritik
Tekstur ini memiliki genesa yang relatif sama dengan tekstur porfiritik,
hanya saja batuan beku dengan tekstur ini cenderung ditemukan pada batuan beku
vulkanik ataupun hipabisal yang dekat dengan permukaan. Tempat pendinginan
yang sedemikian rupa ini menyebabkan pendinginan berlangsung cepat sehingga
kristal-kristal mineral cenderung terbentuk dalam ukuran kecil atau halus.





6. Vitrofirik
Tekstur yg memiliki kemiripan dengan porfiritik tetapi pada tekstur ini
mineral penyusun yang menjadi massa dasarnya adalah gelas, sedangkan
kristalnya hanya sedikit yaitu sekitar < 10 %.
7. Ofitik
Pada tekstur ofitik, mineral plagioklas ditemukan dikelilingi oleh mineral
piroksen. Tekstur ini dapat dianalogikan seperti plagioklas euhedral sebagai
fenokris pada masa dasar piroksen dengan ukuran yang relatif lebih besar namun
bentuknya subhedral.
Tekstur ofitik sendiri terbentuk melalui pendinginan magma basaltik yang
berlangsung relatif lambat. Ketika pendinginan terjadi intergrowth antara mineral
plagioklas dan piroksen, namun plagioklas telah terbentuk terlebih dahulu
sehingga plagioklas cenderung memiliki bentuk euhedral hingga subhedral.
Selanjutnya dilanjutkan kristalisasi mineral piroksen yang mengisi ruang antar
plagioklas, biasanya terdapat pada Diabase dan Gabbro.






8. Subofitik
Sedangkan pada tekstur subofitik, kenampakan khas yang ditunjukkan
berupa mineral piroksen yang seolah-olah dikelilingi oleh mineral plagioklas
karena ukuran plagioklas yang cenderung lebih besar atau merupakan kebalikan
dari tekstur ofitik. Tekstur subofitik terbentuk oleh pendinginan magma basaltik
dengan pembentukan mineral piroksen terlebih dahulu selanjutnya dilanjutkan
intergrowth dengan mineral plagioklas.







9. Trakhitik
Tekstur ini memiliki kenampakan yang cukup menarik berupa adanya
mikrolit atau cryptocrystalline plagioklas yang menunjukkan kesejajaran di antara
mineral lain. Tekstur trakhitik sering ditemukan pada batuan beku vulkanik.
Tekstur ini terbentuk akibat adanya aliran magma atau lava yang membuat
orientasi penyusunan mineral menjadi sejajar. Hal ini cenderung disebabkan
karena bentuk kristal plagioklas yang cenderung memanjang akan lebih mudah
mengikuti arah aliran lava atau magma sesuai dengan arah memanjangnya kristal.
Hal tersebut dapat dianalogikan dengan aerodinamika.







10. Pilotasitik
Tekstur ini memiliki kemiripan dengan tekstur trakhitik dimana terdapat
penyejajaran mikrolit-mikrolit plagioklas. Namun letak perbedaannya adalah pada
tekstur ini penyusunan mikrolit-mikrolit plagioklasnya cenderung sub-paralel.
Kehadiran mikrolit plagioklas ini juga sering disertai mikrokristalin lain. Tekstur
ini terbentuk juga karena aliran magma atau lava yang memperngaruhi
penyusunan mikrolit-mikrolit plagioklas pada batuan beku, namun pengaruh
aliran tidak terlalu dominan sehingga penyusunannya cenderung sub-paralel.
Aliran seperti ini bisa terjadi karena aliran lambat atau aliran lava kental.







11. Hyalofilitik
Tekstur yang jika mikrolit-mikrolit plagioklas dijumpai bersamaan
mikrokristalin piroksen dengan arah tidak beraturan, dan dijumpai dalam massa
dasar gelas. Tekstur ini sangat khas dijumpai pada batuan yang berkomposisi basa
yang pada umumnya berupa lava.






12. Kelyfitik/rim
Tekstur di mana mineral yang lebih awal dikelilingi/dilingkupi butiran
memanjang kristal yang lain yang radial/menyebar, Disebabkan oleh pelarutan
pada post magmatic reaction antara dua mineral yang berdekatan.









13. Intergrowth
Tekstur ini secara umum menunjukkan kenampakan pertumbuhan bersama
antara 2 jenis mineral yang berbeda jenisnya. Secara umum tekstur ini dapat
dijelaskan menggunakan diagram fase dengan melihat suhu kristalisasi suatu
mineral hingga mencapai titik euthetic. Tekstur ini terbagi menjadi 3 jenis, yaitu :
a. Graphic
Pada tekstur ini tampak bahwa mineral kuarsa tertanam secara acak dalam
mineral K-feldspar. Kedua mineral ini tumbuh secara bersama-sama dengan
tingkat kristalisasi yang berbeda. Hal ini terjadi karena adanya kehadiran fase
aqueous yang menyebabkan terjadinya intergrowth antara mineral kuarsa dengan
mineral ortoklas (K-feldspar).







b. Granophiric
Terdapat kuarsa berbentuk anhedral dengan letak tidak teratur. Hal ini
disebabkan mineral kuarsa yang mengkristal bersama mineral feldspar terbentuk
pada daerah batas kristal lain.








c. Mirmekitik
Menunjukkan intergrowth antara kuarsa dan plagioklas dengan ciri khas
berupa bentuk kuarsa yang berbentuk seperti cacing di antara plagioklas. Hal ini
terbentuk ketika kristalisasi plagioklas belum sempurna di saat itulah kuarsa
masuk mengisi rongga yang belum terkristalisasi sempurna.







d. Pertit
Tekstur yang tampak secara mikroskopik seolah-olah memberikan
kenampakan tumbuh bersama antara plagioklas dan k- feldspar (mikroklin). Pada
perthite mineral plagioklas terbentuk terlebih dahulu dan saat belum sempurna
mineral ortoklas terkristalisasi pada bidang belahan yang belum sempurna
terbentuk. Sedangkan pertumbuhan bersama antara K-Feldspar dalam plagioklas
asam Feldspar lebih besar disebut Phertitik.





e. Antipertit
Tekstur yg mirip dengan pertit tetapi pada tekstur ini plagioklas yang
menjadi tuan rumahnya dan mikroklin sebagai tamunya. Pembentukan tekstur ini
juga dapat dijelaskan melalui diagram fase hingga menuju titik euthetic.