Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRATIKUM GENETIKA

PENGAMATAN MORPHOLOGI KROMOSOM MITOSIS DARI SAPI DAN MANUSIA



Disusun Oleh :

NAMA : Bayu Purwanto
NPM : 200110130152
KELAS : F







FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2013

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kromosom adalah kromatin yang merapat, memendek dan membesar pada waktu terjadi proses
pembelahan dalam inti sel (nucleus), sehingga bagian-bagiannya dapat terlihat dengan jelas di bawah
mikroskop biasa. Kromosom berasal dari kata chroma = berwarna, dan soma = badan. Terdapat di dalam
plasma nucleus, berupa benda-benda berbentuk lurus seperti batang atau bengkok, dan terdiri dari bahan
yang mudah mengikat zat warna.
Kromosom adalah struktur yang terdiri dari benang-benang halus yang mulai tampak pada waktu sel
mulai mempersiapkan diri untuk membelah. Kromosom juga merupakan bagian inti sel yang membawa,
menentukan sifat-sifat yang akan diturunkan dalam individu organisme yang bersangkutan. Komposisi
kimia dari kromosom adalah : 1) DNA 16%, 2) RNA 12%, dan 3) Nukleoprotein 72%. Nukleoprotein
terdiri dari berbagai jenis protein yaitu protamin, histon, nonhiston dan berbagai enzim, diantaranya
polymerase DNA dan RNA, isomerase (Subowo, 1995).
Pada makhluk tingkat tinggi, sel somatik (sel tubuh, kecuali sel kelamin) mengandung satu stel
kromosom yang diterimanya dari kedua induk atau orang tua. Jumlah kromosom dalam sel tubuh
dinamakan diploid (2n). Sel kelamin (gamet) hanya mengandung separuh dari jumlah kromosom yang
terdapat di dalam sel somatik, karena itu jumlah kromosom dalam gamet dinamakan haploid (n).Istilah
kromosom pertama kali diperkenalkan oleh W. Waldeyer pada tahun 1888, walaupun Flemming (1879)
telah melihat pembelahan kromosom di dalam inti sel. Ahli yang mula-mula menduga bahwa benda-
benda tersebut terlibat dalam mekanisme keturunan ialah Roux (1887) melaporkan bahwa banyaknya
benda itu di dalam nucleus dari mahkluk yang berbeda adalah berlainan, dan jumlahnya tetap selama
hidupnya. Morgan (1993), menemukan fungsi kromosom dalam pemindahan sifat- sifat genetik. Beberapa
ahli lainnya seperti Heitz (1935), Kuwanda (1939), Gritter (1940) dan Kauffmann (1948), kemudian
menyusul memberi keterangan lebih banyak tentang morfologi kromosom.








1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
- Mahasiswa dapat membuat karyotipe kromosom sapi dan kromosom manusia, dengan cara
menyusun guntingan potret kromosom dari ukuran terbesar sampai ke yang terkecil, dalam
bentuk yang sesuai dan dalam keadaan berpasangan (diploid) kedalam karyotipe untuk
mengetahui bentuk, ukuran dan jumlah yang normal.
- Mendeteksi bentuk dan besar kromosom kelamin (XX atau XY).


























BAB II
METODA DAN MATERIAL
2.1 METODA
1. Photo kromosom yang sudah di sediakan oleh dosen 2 buah .
2. Satu di tempelkan dalam bentuk seutuhnya , satunya lagi diuraikan dengan cara menggunting
satu-satu kromosom dalam bentuk soliter.
3. Guntingkan kromosom dengan menggunakan gunting dan ditempelkan dengan menggunakan
lem pada kertas yang disediakan oleh dosen dengan mengukur dalam satuan mili meter dan sesuai
bentuknya .
4. Penentuan kromosom kelamin . ( XX atau XY )
5. Pada sapi , bentuk kromosom semua akrosenstris dan kromosom metasentrik besarnya pada
urutan kedua dan ketiga . Pada manusia , terdapat 7 ( tujuh ) kelompok bentuk kromosom .

2.2 MATERIAL
- Lem
- Gunting
- 2 photo kromosom manusia dan sapi yang sudah disediakan oleh dosen .
- Karton manila yang sudah disediakan oleh dosen .
- Buku ajar GENETIKA TERNAK sebagai panduan .














BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 HASIL
Karyotipe Sapi:
No Ukuran Ukuran Ukuran Ukuran Ukuran Ukuran
1 10 6 7,5 11 5 16 5 21 4 26 3
2 9,5 7 7 12 5 17 4,7 22 4 27 3
3 9 8 6 13 5 18 4,5 23 4 28 3
4 8 9 6 14 5 19 4 24 3 29 3
5 7,5 10 5 15 5 20 3 25 3 XX/XY 10

Karyotipe Manusia:
N
o
Ukura
n kel.
A
N
o
Ukuta
n kel.
B
N
o
Ukura
n kel.
C
N
o
Ukura
n kel
D
N
o
Ukura
n kel E
N
o
Ukura
n kel F
No Ukura
n kel
G
1 16 4 11 6 9,2 13 5,5 16 5 19 3 21 3
2 14 5 10 7 9 14 5,5 17 4 20 3 22 2,5
3 12 8 8,4 15 6 18 3,2 XX/X
y

9 8
10 7,5
11 7
12 6
* catatan : satuan yang digunakan adalan milimeter
3.2 PEMBAHASAN

Kromosom adalah pembawa sifat atau disebut sebagai materi kebakaan atau (gen), tempat dari
gena dalam kromosom disebut locus gen. Materi genetik ini berada dalam inti sel dari suatu
individu, yang tampak hanya pada saat sel membelah (meiosis atau metosis ) dan akan diturunkan
atau diwariskan kepada sel anak secara teratur. . Berdasarkan letak sentromernya, kromosom
dibedakan menjadi empat macam, yaitu metasentris, submetasentris, akrosentris, dan telosentris.

a. Metasentris. Sentromer terletak ditengah-tengah atau di dekat ujung kromosom sehingga
kromosom berbentuk seperti huruf V.
b. Submetasentris. Sentromer terletak pada submedian atau kira -kira ke arah salah satu ujung
kromosom. Bentuk kromosom seperti huruf J.
c. Akrosentris. Sentromer terletak pada subterminal atau di dekat ujung kromosom. Satu lengan
kromosom sangat pendek dan satu lengan lainnya sangat panjang. Bentuk kromosom lurus atau
seperti batang.
d. Telosentris. Sentromer terletak pada ujung kromosom. Kromosom hanya memiliki satu lengan
saja
Pada tingkat metaphase dalam proses pembelahan sel dapat dipotret kromosom suatu jenis
mahluk. Pada fase ini kromosom berada pada bidang ekuator semua, dan jika sayatan jaringan
yang mengandung proses pembelahan itu persis lewat pada bidang ekuator dapatlah dibuat sedian
yang mengandung semua kromosom yang terdapat dalam sel.

Peranan karyotipe dalam pengamatan sifat keturunan besar sekali, terlebih kepada manusia.
Dengan menemukan kelainan pada kariotipe itu dapatlah dicari hubungannya dengan kelainan
yang terdapat pada anatomi, morfologi atau fisiologi seseorang. Setiap jenis makhluk hidup
memiliki ukuran dan bentuk kromosom yang bervariasi . Umumnya panjang kromosom berkisar
berkisar antara 0,2 mikron 0,5 mikron dengan diameter antara 0,2 mikron 20 mikron .

Pada sapi
Pada semua sapi , kromosom 2N diploid yang berjumlah 60 buah dan normal, yang terdiri atas 58
autosom dan seks kromosom . Kromosom X sapi adalah kromosom sub metasentris dengan
ukuran paling besar , sebaliknya kromosom Y adalah berukuran paling kecil . Autosom atau
kromosom tubuh adalah akrosentris . Kromosom metaphase ternak ruminansia ( sapi )
menunjukkan jumlah normal kromosom 2N = 60 , masing untuk jenis kelamin jantan XY dan
untuk betina XX dan semua autosom adalah akrosentris .

- Pada Manusia

Pada manusia jumlah kromosom adalah 46 buah atau 23 pasang . Dari ke -46 buah kromosom itu
44 buah diantaranya merupakan autosom , sedangkan 2 diantara 46 kromosom manusia
merupakan kromosom yang berkaitan dengan penentuan jenis kelamin . Dua kromosom yang
menentukan jenis kelamin itulah yang disebut dengan gonosom atau seks kromosom . Pada
individu betina seks kromosom berupa sepasang dan berbentuk batang serta disimbolkan dengan
huruf X (kromosom X). Pada individu jantan hanya dijumpai 1 buah kromosom X ,sedangkan 1
buah lagi adalah kromosom Y yang berbentuk bengkok . Formula kromosom untuk orang
perempuan adalah 22AA + XX atau ditulis 46A+XX atau 46+XX. Seorang laki-laki memiliki 22
pasang autosom + 1 kromosom X + 1 kromosom Y sehingga formula kromosom untuk laki-laki
adalah 22A+XY atau ditulis 46A+XY atau 46+XY .

















IV
KESIMPULAN
Dari penjelasan diatas , dapat disimpulkan bahwa :
1. Bahwa kromosom sapi lebih banyak dari kromosom manusia. Kromosom manusia sebanyak 46
buah (23N) . Jumlah kromosom sapi 60 buah (30N) .
2. Pada jumlah kromosomnya ada 60 buah atau 28 pasang . Dari ke -60 buah kromosom itu 58 buah
diantaranya merupakan autosom , sedangkan 2 yang lainnya adalah gonosom.
3. Pada jumlah kromosomnya ada 46 buah atau 23 pasang . Dari ke -46 buah kromosom itu ada 44
buah diantaranya meruapakan autosom , sedangkan 2 yang lainya adalah gonosom .
4. Pada sapi autosomnya berbentuk akrosentris , sedangkan gonosomnya berbentuk metasentris.
5. Pada manusia semua berbentuk metasentris , kromosom kelaminnya adalah X dan Y .
6. Pada kromosom manusia dibedakan kedalam 7 kelompok kromosom berdasarkan bentuk dan
ukuran panjangnya.



























V
DAFTAR PUSTAKA

http://www.e-jurnal.com/2013/09/pengertian-kromosom.html. (diakses pada tanggal 28
september 2014 pukul 22:06 WIB )

Bandiati, S.K.P 2003. Buku Ajar Genetika Ternak . Percetakan Lestari.Bandung

Bowo . 2010 . Kromosom Manusia . http://bowo.staff.fkip.uns.ac.id/files/2010/01/KROMOSOM-
for-akper.pdf. ( diakses pada tanggal 28 september 2014 pukul 22:18 WIB )

Ciptadi et all . 2012. Studi Sitogenesis Ternak Lokal Untuk Standarisasi Kromosom Dan Deteksi
Abnormalitas Genetik Ternak Ruminansia Lokal. Bagian Produksi Ternak Fakultas Peternakan
UB. Malang .