Anda di halaman 1dari 22

MATEMATIKA SEKOLAH 2

PERMUTASI










Disusunoleh




Kelompok 8 :
1. Elen Mayanti Jiyat Sari (12030174010 )
2. Zulfarida Arini (12030174020 )
3. C Novi Prihati (12030174032 )
4. Umi Rifatul Mardiah (12030174205)


Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Jurusan Matematika
TahunPelajaran 2014/2015


Aturan Perkalian

Untuk menentukan banyaknya cara yang mungkin dari suatu kegiatan dapat digunakan
ATURAN PERKALIAN. Jika kegiatan pertama terdapat k1 cara yang berbeda, kegiatan kedua
terdapat k2 cara yang berbeda, kegiatan ketiga terdapat k3 cara yang berbeda dan seterusnya,
maka:
Banyaknya cara kegiatan yang dilakukan (Fn) adalah k1 x k2 x k3 x x kn



Contoh soal 1:
Andi berangkat dari Kelapa Gading ke Cengkareng melalui jalan tol. Pada saat masuk tol
Kelapa Gading ada 2 loket dan saat keluar tol Cengkareng ada 3 loket. Ada berapa macam cara
yang mungkin, Andi berangkat dari Kelapa Gading ke Cengkareng melalui tol tersebut ?











Contoh soal 2:
Si Cathy Perry sempat bingung
memikirkan ingin bergaya seperti apa untuk nanti sore agar terlihat berbeda di depan teman-
temannya. Dengan berapa macam cara si Cathy Perry dapat tampil beda setiap sore bergaya di
depan teman-temannya dengan menggunakan 2 sepatu, 3 celana jeans, 4 kaos bberbeda, 4 HP
dengan tipe berbeda, dan 5 sepeda motor baru dengan jenis berbeda tersebut ?
Jawab:
Karena si Cathy Perry dapat memakai sepatu dengan 2 cara berbeda, menggunakan celana jeans
dengan 3 cara berbeda, mengenakan kaus dengan 4 cara berbeda, membawa HP dengan 4 cara
berbeda, dan mengendarai sepeda motor dengan 5 cara berbeda. Sehingga dengan menggunakan
aturan perkalian, maka banyak cara adalah 2 x 3 x 4 x 4 x 5 = 480 cara yang berbeda.

Berdasarkan soal diatas, secara umum aturan perkalian dapat dituliskan sebagai berikut:






Contoh beberapa soal yang dapat diselesaikan dengan menggunakan aturan perkalian:
1. Soal: Seseorang akan pergi dari kota A ke kota D melalui kota B dan kota C. dari kota A
ke kota B ada 2 jalan berbeda yang dapat dilalui, dari kota B ke kota C ada 4 jalan yang
dapat dilalui dan dari kota C ke kota D ada 5 jalan yang bisa dilalui. Ada berapa banyak
rute yang dapat dilalui orang tersebut untuk sampai ke kota D dari kota A?
Penyelesaian:
Dalam persoalan tersebut ada 3 peristiwa yang terjadi secara berurutan, yaitu:
- Peristiwa 1 (n
1
) = banyak jalan dari kota A ke kota B = 2
- Peristiwa 2 (n
2
) = banyak jalan dari kota B ke kota C = 4
- Peristiwa 3 (n
3
) = banyak jalan dari kota C ke kota D = 2
Dengan demikian banyak rute berbeda yang dapat ditempuh orang tersebut
untuk pergi dari kota A ke kota D melalui kota B dan kota C adalah n
1
x n
2
x
n
3
=2 x 4 x 5 =40 rute yang berbeda.
2. Soal: Disediakan angka 1, 2, 3, 4, 5, 6. Dari angka-angka tersebut akan disusun bilangan
yang terdiri dari 3 angka yang berbeda. Berapa banyak bilangan yang bisa dibuat?
Penyelesaian:
J ika kejadian pertama dapat terjadi sebanyak n
1
cara berbeda, kejadian kedua
sebanyak n
2
cara berbeda, kejadian ketiga sebanyak n
3
cara berbeda, sampai
seterusnya sampai kejadian ke k mempunyai nk cara berbeda, maka gabungan dari
semua kejadian itu dapat terjadi dalam n
1
x n
2
x n
3
x...x n
k
cara berbeda.
Bilangan yang terdiri dari 3 angka adalah bilangan ratusan yang meliputi angka
ratusan, angka puluhan, dan angka satuan. Sehingga pada persoalan di atas
terdapat 3 peristiwa yang terjadi secara berurutan, yaitu:
- Peristiwa 1 (n
1
) = banyak angka yang menempati tempat ratusan = 6 angka
- Peristiwa 2 (n
2
) = banyak angka yang menempati tempat puluhan = 5
angka Peristiwa 3 (n
3
) = banyak angka yang menempati tempat satuan = 4
angka
Angka Ratusan Angka Puluhan Angka Satuan
6 angka 5 angka 4 angka

Jadi, banyak bilangan yang terdiri dari 3 angka berbeda dapat disusun ada n
1

x n
2
x n
3
=6 x 5 x 4 =122 buah.
3. Soal: 4 orang siswa akan berdiri berjajar untuk foto bersama. Ada berapa macam foto
yang berbeda yang dapat dibuat ?
Penyelesaian:
Posisi berjajar dalam foto dapat ditunjukkan pada table berikut:
Posisi 1 Posisi 2 Posisi 3 Posisi 4
4 siswa 3 siswa 2 siswa 1 siswa
Keterangan:
- Posisi 1 dapat ditempati oleh 4 orang siswa yang mana saja.
- Posisi 2 dapat ditempati oleh 3 siswa karena siswa 1 sudah menempati
posisi 1.
- Posisi 3 dapat ditempati oleh 2 siswa karena siswa yang lain sudah
menempati posisi 1 dan posisi 2.
- Posisi 4 hanya dapat ditempati oleh 1 siswa karena 3 siswa yang lainnya
sudah menempati posisi 1, posisi 2, dan posisi 3.
4 peristiwa di depan terjadi secara bersamaan atau berurutan, dengan begitu
banyak foto berbeda yang dapat dibuat adalah 4 x 3 x 2 x 1 = 24 buah.
4. Soal: Disediakan angka 0, 1, 2, 3, . , 9, abjad A, B, C, . , Z. dari angka dan abjad
tersebut akan dibuat plat nomor polisi kendaraan bermotor seperti ontoh berikut:




Berapa banyak plat nomor polisi kendaraan bermotor seperti contoh di atas untuk
propinsi Jawa Timur yang dapa dibuat?
Penyelesaian:
Ada 8 peristiwa yang terjadi secara berurutan dalam membuat plat nomor polisi
kendaraan bermotor seperti contoh di atas. Hal itu dapat kita lihat pada table berikut:
Huruf-1 Huruf-2 Angka-1 Angka-2 Angka-3 Angka-4 Huruf-3 Huruf-4
1 1 9 10 10 10 26 26

Jadi, banyaknya plat nomor polisi kendaraan bermotor untuk propinsi Jawa
Timur yang bentuknya seperti contoh di atas adalah 1 x 1 x 9 x 10 x 10 x 10 x
26 x 26 = 6.084.000 buah.
5. Soal: Disediakan angka 0, 1, 2, 3, . , 9. Bila kita akan membuat bilangan ganjil ribuan
dari angka-angka tersebut, berapa banyak bilangan berbeda yang dapat kita buat ?
Penyelesaian:
Untuk membuat bilangan ganjil ribuan, ada 4 peristiwa penting yang terjadi
secara berurutan, yaitu memilih angka untuk menempati tempat ribuan, ratusan, puluhan,
dan satuan.
Ribuan Ratusan Puluhan Satuan
9 10 10 5

Karena yang akan dibuat adalah bilangan ganjil maka yang harus kita isi pertama
adalah tempat satuan sebab ciri bilangan ganjil ada pada satuannya. Dan yang dapat
menempati tempat satuan adalah angka 1, 3, 5, 7, dan 9. Jadi ada 5 yang mungkin.
Selanjutnya kita isi tempat ribuan, ratusan, dan puluhannya. Angka yang boleh
berulang. Sehingga banyak bilangan ganjil ribuan yang dapat kita buat adalah 9 x 10 x 10
x 5 = 4500 buah bilangan.


BE 2046 JB
Kaidah Pencacahan (Counting Rules)

I. KAIDAH PENCACAHAN (COUNTING RULES)
Dalam kehidupan kita sering kita jumpai masalah-masalah yang timbul, seperti:
a) 2 celana ; biru dan hitam, 3 baju: merah, kuning, dan hijau. Berapa banyak pasangan
warna baju dan celana yang dapat dibentuk ?
b) Huruf A, B, C akan dibentuk susunan yang terdiri 3 huruf. Berapa banyak susunan yang
dapat terjadi ?
Masalah-masalah itu dapat diselesaikan dengan metode pencacahan. Dalam kaidah
Counting Rules, ada yang diselesaikan dengan metode:
a. Aturan Pengisian Tempat (Filling Slot)
b. Permutasi
c. Kombinasi

a. ATURAN PENGISIAN TEMPAT (FILLING SLOT)
Dengan menggunakan contoh pertama, 2 celana; biru dan hitam, 3 baju; merah, kuning,
hijau, dapat diselesaikan dengan 2 metode:
1. Model Diagram Pohon






Jadi ada 6 pasangan kemungkinan.
2. Model Tabel Silang
Merah Kuning Hijau
Biru (B,M) (B,K) (B,Hi)
Hitam (H,M) (H,K) (H,Hi)

3. Model Pasangan Terurut
{(B,M), (B,K), (B,Hi), (H,M), (H,K), (H,Hi)}

KESIMPULAN :
Jika ada n buah tempat yang disediakan, dengan :
T1 = banyaknya cara mengisi tempat I
T2 = Banyaknya cara mengisi tempat II
Tn = banyaknya cara mengisi tempat ke n
Maka banyaknya cara untuk mengisi n buah tempat yang tesedia = T1 x T2 x
.....Tn

Contoh soal:
1) Dari kota Semarang menuju Bandung, ada 2 jalan alternatif, Bandung menuju
Jakarta ada 3 jalan alternatif. Berapa banyaknya jalan yang dapat ditempuh
kedaraan dari Semarang menuju Jakarta melalui Bandung ?
Jawab : Semarang ke Bandung = 2 jalan, Bandung ke Jakarta = 3 jalan.
Jadi, Semarang ke Jakarta ada 2 x 3 = 6 jalan alternatif yang dapat ditempuh.
2) Menyusun huruf H,U,M,O,R ada berapa cara jika:
a. Huruf I harus huruf vokal?
b. Huruf I harus huruf konsonan?
Jawab:
a. Ada 2 cara untuk huruf I (U atau O)
Ada 4 cara untuk huruf II (mis. huruf I = U, huruf II = H,M,O,R)
Ada 3 cara untuk huruf III (yaitu H,M,O)
Ada 2 cara untuk huruf IV (yaitu H,O)
Ada 1 cara untuk huruf V (yaitu H)
Jadi, ada 2 x 4 x 3 x 2 x 1 = 48 cara.
b. Ada 3 cara huruf I( H,M,R)
Ada 4 cara huruf II (mis huruf I = M, huruf II = H,U,R,O)
Ada 3 cara untuk huruf III (yaitu U,R,O)
Ada 2 cara untuk huruf IV (yaitu U,R)
Ada 1 cara untuk huruf V (R)
Jadi ada 3 x 4 x 3 x 2 x 1 = 72 cara.
3) Sebagai latihan, jika angka 0,1,2,3, hendak disusun menjadi 3 angka (ratusan,
puluhan, satuan), ada berapa banyaknya bilangan dapat disusun jika:
a. angka - angka tersebut boleh berulang ?
b. angka - angka tersebut tidak boleh berulang ?
Jawab : a. 48 bilangan b. 18 bilangan.


Skenario Pembelajaran
I. Kaidah Pencacahan:

1. Siswa mempelajari modul untuk mengetahui pengertian kaidah pencacahan.
Uraian Materi
KAIDAH PENCACAHAN
Perkalian
Jika suatu prosedur dapat dinyatakan dalam n1 cara berbeda dan dilanjutkan dengan
prosedur kedua yang dapat dinyatakan dengan n2 cara berbeda dan dilanjutkan dengan
prosedur ketiga yang dinyatakan dengan n3 cara berbeda dan seterusnya, maka banyak
cara prosedur-prosedur tersebut dapat dinyatakan dengan hasil kali n1.n2.n3
Faktorial
Hasil kali dari bilangan-bilangan bulat positif dari 1 sampai dengan n, yaitu
1.2.3(n - 2).(n - 1).n sering digunakan dalam matematika, yang diberi notasi n! (dibaca
n faktorial). Jadi 1.2.3(n - 2) (n - 1).n = n! ; 1.2.3(n - 2) (n - 1)n = n(n - 1) (n - 2)
3.2.1. Sehingga n! = n(n - 1) (n - 2) 3.2.1.
Dalam hal ini didefinisikan : 1! = 1 dan 0! = 1.
2. Guru mengawasi dan membimbing.
3. Guru memfasilitasi siswa dengan diskusi kelompok untuk memunculkan pendapat atau
gagasan baru yang berkaitan dengan pengertian kaidah pencacahan,permutasi dan
kombinasi.
4. Guru memberi kesempatan untuk berfikir, menganalisis, menyelesaikan masalh dan
mengutarakan pendapatnya tanpa rasa takut dalam kegiatan kelompok.
5. Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan,tulisan atau
pujian terhadap keberhasilan siswa dalam menyelesaikan tugas dengan berdiskusi
kelompok.
6. Guru memfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar
yang telah dilakukan.
7. Kesimpulan akhir tentang pengertian kaidah pencacahan.
8. Guru menugasi siswa untuk mempelajari materi selanjutnya.

II. Aturan Perkalian :
1. Guru mengucapkan salam.
2. Siswa menjawab salam.
3. Siswa diajak berdoa bersama sesuai dengan keyakinanya.
4. Guru memberikan apersepsi.
Apersepsi: Siswa ditanya Berapa jumlah baju di rumah?
5. Informasi materi: Guru memberikan informasi kepada siswa tentang materi yang
akan dibahas yaitu menyusun dan menggunakan aturan perkalian.
6. Informasi tujuan: Dari pembelajaran ini diharapkan siswa dapat menyusun dan
menggunakan aturan perkalian.
7. Guru menjelaskan tentang aturan perkalian seperti pada rangkuman materi.
8. Selanjutnya siswa diberi tugas melengkapi soal-soal pada buku matematika
kontekstual plus program IPA, halaman 37-38 karangan Indarsih,dkk. 2008.
Matematika Kontekstual 2 Program IPA.
9. Simpulan: Siswa dapat mengerjakan persoalan yang berkaitan dengan aturan
perkalian dalam kehidupan sehari-hari.
10. Evaluasi: siswa diberi pertanyaan sebagai berikut:
a. Seorang pria memiliki 20 kemeja dan 10 dasi, dalam berapa cara dia dapat
memakai sebuah kemeja dan sebuah dasi?
b. Terdapat 3 jalan yang mungkin dari kota A ke kota B dan terdapat 4 jalan
yang mungkin dari kota B ke kota C. ada beberapa jalan yang mungkin dari
kota A ke kota C?
11. Refleksi: Siswa ditanya kembali apakah dari penjelasan materi aturan perkalian
ada yang tidak dimengerti.
12. Tindak lanjut: Pemberian tugas rumah.
Dari angka-angka 1,2,3,4 akan dibentuk sebuah bilangan yang terdiri dari
dua angka.
1. Berapa banyak bilangan yang dapat dibentuk, yang kurang dari 30?
2. Berapa banyak bilangan yang dapat dibentuk, yang lebih dari 20?
Dari angka-angka 1,2,3,4 akan dibentuk bilangan-bilangan. Berapa banyak
bilangan yang dapat dibentuk, yang kurang dari 400 ?








1. Notasi Faktorial
Perhitungan dan pencatatan dalam bahasan ilmu hitung peluang dapat diseder-hanakan
dengan menggunakan menggunakan notasi faktorial. Hasil kali bilangan bulat positif dari 1
sampai n, dilambangkan sebagai n! (dibaca n!)

Contoh:
* Misalkan terdapat notasi 7! maka notasi faktorial tersebut mengandung arti
7! = 7 6 5 4 3 2 1 = 5.040
*

merupakan bentuk pembagian faktorial, sehingga dapat diselesaikan dengan cara


pembagian biasa, tetapi dengan terlebih dahulu menjabarkan komponen-komponen
penyusunnya.




2. Permutasi
Permutasi dari sekumpulan objek adalah banyaknya susunan terurut yang ber-beda dari
objek-objek tersebut. Selain itu ada pula yang mendefinisikan sebagai semua urutan berbeda
yang mungkin dari r unsur yang diambil dari n unsur yang berbeda. Misalkan H himpunan
dengan n objek, dan r n, permutasi r objek dari himpunan H adalah semua susunan terurut
yang terdiri dari r objek anggota H.
Permutasi dilambangkan oleh huruf P. Agar lebih jelas akan dijelaskan permutasi atas n
onjek dengan beberapa jenis k.
a. Permutasi n objek dari n objek yang berbeda
Situasi : ada n objek yang satu sama lain berbeda
Masalah : menentukan banyaknya susunan terurut dari n objek yang ada.
Notasi :


Definisi notasi faktorial
1. Misalkan n adalah bilangan asli, maka n! = n(n-1)(n-2)32
2. n! = n(n-1)!
3. n! = n(n-1)(n-2)!, dan seterusnya
4. 0! = 1
5. 1! = 1
Masalah di atas dapat dipandang atau dianalogikan sebagai masalah menempatkan n
objek dalam n kotak yang berbeda.
. . .
Kotak ke- 1 2 n 1 n
Kita akan melakukannya dalam beberapa tahap . tahap pertama adalah mengisi kotak ke-
1, tahap kedua adalah mengisi kotak ke-2, dan seterusnya sampai tahap ke-n kita isi objek
terakhir.
Tahap Pengisian kotak ke- Banyaknya cara
1 1 n
2 2 n 1

n 1 n 1 2
n n 1
Menurut kaidah perkalian, banyaknya cara mengisi kotak tersebut adalah


Contoh:
Misalkan darin kata DIA akan ditentukan banyak permutasi yang terbentuk, maka
kita dapat mengubah kata DIA menjadi sebagai berikut:
DIA, DAI, AID, ADI, IDA, IAD
Jadi dari kata DIA dapat terbentuk 6 susunan kata yang berbeda (tak ada huruf yang
digunakan berulang dalam susan yag baru)
Masalah diatas dapat disederhanakan dengan menggunakan notasi faktorial
(perrmutasi 3 objek dari 3 objek berbeda) sebagai berikut:

3
Dari empat calon pengurus OSIS, berapa kemungkinan susunan yang dapat terjadi
untuk menentukan sekaligus ketua, wakil ketua, bendahara, dan sekretaris?
Masalah di atas adalah masalah permutasi 4 objek dari 4 objek berbeda, sehingga
dapat selesaiannnya:

3 kemungkinan



b. Permutasi r objek dari n objek dengan beberapa objek berbeda
Situasi : ada n objek yang satu sama lain berbeda
Masalah : menentukan banyaknya susunan terurut dari r objek yang dari n objek
yang ada, r n.
Notasi :


Masalah di atas dapat akan dianalogikan sebagai masalah memilih r objek dalam n objek
yang ada untuk ditempatkan pada r kotak.
. . .
Kotak ke- 1 2 r 1 r
Kita akan melakukannya dalam beberapa tahap. Tahap pertama adalah mengisi kotak ke-
1, tahap kedua adalah mengisi kotak ke-2, dan seterusnya sampai tahap ke-r kita isi
objek terakhir.
Tahap Pengisian kotak ke- Banyaknya cara
1 1 n
2 2 n 1

r 1 r 1
r r
Menurut kaidah perkalian, banyaknya cara mengisi kotak tersebut adalah



Contoh:
Tetukan banyaknya kemungkinan dalam pemilihan presiden dan wakil presiden jika
terdapat lima calon presiden dan wakil presiden.
Masalah di atas adalah masalah permutasi 2 objek dari 5 objek berbeda, sehingga:




SKENARIO PEMBELAJARAN

1. Notasi faktorial
a. Guru menyiapkan siswa untuk mengikuti pelajaran
b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
c. Peserta didik diberikan stimulus berupa materi tentang definisi dan notasi faktorial.
Definisi:
Hasil perkalian semua bilangan bulat positif dari 1 sampai dengan n disebut n faktorial,
dan diberi notasi n!
Jadi, n! = n x (n-1) x (n-2) x x 3 x 2 x 1, dengan 1! = 1 dan 0! = 1
Contoh:
1. Hitunglah nilai dari:
a. 5!
b.


2. Nyatakan dengan notasi faktorial:


3. Sederhanakanlah bentuk berikut:


4. Hitunglah nilai n dari persamaan

.
d. Peserta didik mengerjakan soal latihan di LKS dengan metode latihan terkontrol.
e. Peserta didik dengan sukarela mengerjakan soal di papan tulis secara acak. (bagi peserta
didik yang berani diberi point tersendiri)
f. Peserta didik diberi stimulus tentang permutasi. (Pengertian permutasi dan macam-
macam permutasi)
2. Permutasi:
a. Permutasi n objek dari n objek yang berbeda
1. Guru menyiapkan siswa untuk mengikuti pelajaran
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
3. Guru menuliskan kata DIA di papan tulis, kemudian bersama-sama dengan siswa,
guru mengajak siswa mencari tahu kata apa saja yang dapat dibentuk dari huruf D-I-
A
4. Guru meminta siswa menghitung banyaknya susunan huruf yang dapat dibuat.
5. Guru kemudian menjelaskan bahwa yang dikerjakan siswa tadi merupakan contoh
bentuk permasalah permutasi n objek dari n objek yang berbeda.
6. Guru mengajak siswa untuk merumuskan bagaimana mencari selesaian dari
permutasi n objek dari n objek berbeda dalam bentuk notasi faktorial (mencari rumus)
7. Guru memberi permasalahan pada siswa mengenai bentuk-bentuk permasalahn
permutasi n objek dari n objek berbeda, misalnya menentukan banyaknya
kemungkinan pemilihan ketua kelas, wakil ketua kelas, sekretaris, bendahara dari 4
siswa terpilih.
8. Guru melanjutkan pembelajaran pada permutasi jenis yang kedua.
b. Permutasi r objek dari n objek dengan beberapa objek berbeda
1. Guru membawa 6 buah permen berbeda warna dan jenis. Guru mengatakan kepada
siswa bahwa guru ingin membagikan 5 permen itu kepada anak yang mau
memperhatikan pelajaran dengan baik (mengkondisiskan siswa agar siswa tenang)
2. Guru mengajak siswa untuk membantu guru untuk memilih 5 permen apa saja yang
akan dapat dibagikan kepada siswa..
3. Guru mendaftar kombinasi permen yang diusulkan siswa.
4. Guru menjelaskan bahwa yang baru saja dikerjakan oleh siswa merupakan salah satu
bentuk selesaian dari permasalahan yang melibatkan permutasi r objek dari n objek
yang berbeda.
5. Guru memberikan permasalahan sederhana yang melibatkan permutasi r objek dari n
objek berbeda kepada siswa.
6. Guru memberikan rumus selesaian permutasi r objek dari n objek berbeda kepada
siswa dan mengajak siswa untuk membuktikan rumus tersebut dengan cara
menyelesaikan permasalah sederhana tersebut (yang tadinya diselesaikan dengan cara
mendaftar) dengan menggunakan rumusan yang diberikan guru.
7. Guru memberikan permasalahan lain yang lebih rumit kepada siswa untuk
diselesaikan di rumah.

C. Permutasi n objek dari n objek dengan beberapa objek sama
Situasi : ada n objek yang beberapa diantaranya sama. Misalnya ada sejumlah n
1
objek
q
1
, sejumlah n
2
objek q
2
,,sejumlah nk objek qk, dengan n
1
+ n
2
++n
k
= n
Masalah : menentukan banyaknya susunan terurut dari n objek
Notasi :
n
P
(n1, n2, n3, , nk)

Dari permasalahan diatas diambil kasus yang paling sederhana yaitu jika hanya terdapat
sejumlah n
1
objek q
1
yang sama, sedangkan sejumlah n n
1
objek lainnya saling beda.
Perhatikan diagram berikut

Objek q
1
q
1
. . . q
1
q
2
. . . q
n n1
+ 1
Kotak ke- 1 2 n
1
n
1
+ 1 n


Misalnya semua objek q
1
diletakkan di kotak ke-1 sampai kotak ke-n
1
, sedangkan objek
yang lainnya diletakkan dikotak selanjutnya. Banyaknya cara menempatkan objek q
2
, q
3
, ,
q
n n1
pada kotak-kotak n
1
+ 1 , . . . , n 1 , n adalah (n n
1
)!. Jadi jika ke n
1
objek q
1

diletakkan di n
1
kotak pertama, banyaknya permutasi ( n- n
1
)!. Tetapi banyaknya cara ke n1
objek q1 ditempatkan dikotak-kotak 1 sampai n merupakan masalah kombinasi n1 objek dari
n objek (karena ke n
1
objek q
1
sama semua sehingga urutan tidak diperhatikan). Dengan
demikian ada

cara menempatkan ke n1 objek q


1
ke kotak-kotak tersebut.
Sementara itu setiap perubahan posisi ke n
1
objek q
1
di kotak-kotak 1 sampai n menyebabkan
permutasi sebanyak (n n1)!. Jadi total permutasi n objek dengan sejumlah n
1
objek sama
adalah (

) X (n n1)! =


Kasus diatas bisa diperluas dengan memisalkan dari n objek ada sejumlah n
1
objek q
1
,
sejumlah n2 objek q
2
, dan sejumlah n n
1
n
2
objek lainnya saling beda. dengan cara yang
sama, maka permutasinya adalah



Secara umum kita simpulkan sebagai berikut.








Contoh :
Berapa banyak susunan huruf berbeda yang dapat dibentuk dari kata GANGGANG ?
Penyelesaian :
Terdapat 8 huruf pada kata GANGGANG terdiri dari 4 huruf G, 2 huruf A, dan 2 huruf
N.
Banyaknya susunan huruf yang dapat dibentuk adalah
8
P
(4, 2, 3)
=

= 420 huruf
Permutasi n objek dari n objek yang terdiri dari sejumlah n
1
objek q
1
, sejumlah n
2

objek q
2
, . . . , dan sejumlah nk objek qk dengan n
1
+ n
2
+. . . + n
k
= n adalah
n
P
(n1, n2, n3, . . . , nk)
=


Permutasi Siklik
Permutasi siklik adalah permutasi yang disusun melingkar. Permutasi siklik
menghitung berapa banyak susunan terurut yang mungkin dari sejumlah n objek yang
berbeda yang ditempatkan secara melingkar. Pada permutasi siklik tidak diperhitungkan
tempat kedudukan benda di lingkaran, yang diperhitungkan adalah posisi satu objek
terhadap objek lain. contohnya




Bagan I Bagan II

Permutasi siklik, bagan I dan bagan II dianggap sama karena kedudukan setiap objek
terhadap objek yang lain adalah tetap, walaupun posisinya dalam lingkaran berubah
(sebenarnya posisinya tak berubah, jika bagan II kita putar 90
0
searah perputaran jarum
jam).
Situasi : ada n objek yang satu sama lain berbeda.
Masalah : menentukan banyaknya cara n objek berbeda disusun terurut secara
melingkar (siklis).
Notasi :
n
P
(siklik)
Karena permutasi siklik hanya memperhitungkan kedudukan suatu objek terhadap
objek lain dan tak memperhitungkan tempatnya dilingkaran, maka bisa dimulai dengan
menempatkan satu objek A sembarang pada lingkaran. Selanjutnya menandai posisi dikiri
objek A sebagai posisi 1, dikiri posisi 1 sebagai posisi 2, dan seterusnya sampai posisi
terakhir, yaitu disebelah kanan objek A, sebagai posisi n 1 .

Ada n 1 cara menempatkan sebuah objek pada posisi 1
Ada n 2 cara menempatkan sebuah objek pada posisi
.
.
Ada 2 cara menempatkan sebuah objek pada posisi n - 2
Ada 1 cara menempatkan sebuah objek pada posisi n 1
Menurut kaidah perkalian, total banyaknya cara menempatkan n objek secara melingkar
adalah (n 1) ( n 2 ) . . . 2. 1 = (n 1 )!
Jadi,


Contoh :
Anggi, Arin, Nana, Ais, Medhi, Roy akan mengadakan sebuah rapat tertutup
disebuah meja berbentuk lingkaran. Ada berapa cara berbeda sehingga kedudukan
seorang peserta rapat terhadap peserta rapat lainnya berbeda.
Penyelesaian :
Masalah tersebut adalah masalah permutasi siklik dengan n = 6.
n
P
(siklik)
= (n 1)!
6P
(siklik)
= (6 1)! = 5! = 5.4.3.2.1 = 120 cara
Jadi, banyaknya cara untuk menempatkan ada 120 cara untuk menempatkan Anggi,
Arin, Nana, Ais, Medhi, sehingga kedudukan satu sama lain berbeda.


SKENARIO PEMBELAJARAN
1. Guru bertanya pada siswa anak-anak, siapa diantara kalian di kelas X dan XI ini
pernah menjadi pengurus OSIS ? pada saat kalian menentukan siapa-siapa yang akan
duduk atau menempati posisi ketua OSIS, Sekretaris OSIS, dan bendahara OSIS
sebenarnya kalian telah belajar menerapkan hasil teori peluang (permutasi).
(apersepsi)
2. Guru menginformasikan ke siswa mengingat materi yang akan kita pelajari ini
sangat penting karena banyak kita jumpai dikehidupan kita sehari-hari, maka ibu
minta kalian serius dalam mengikuti kegiatan pembelajaran ini.
3. Guru menginformasikan kepada siswa bahwa metode pembelajaran kali ini adalah
diskusi kelompok.
4. Guru membuka layar LCD yang berisi permasalahan pertama, yaitu :
Tentukan berapa banyak kata yang berbeda yang dapat disusun dari kata
HATI
5. Guru meminta 1 siswa yang merupakan wakil masing-masing kelompok untuk
mempresentasikan hasil diskusinya
6. Guru bersama siswa menanggapi hasil presentasi tersebut
n
P
(siklik)
= (n 1)!
7. Guru membimbing siswa menyusun kesimpulan atas permasalahan pertama tersebut
8. Guru membuka layar LCD yang berisi tentang penjelasan rumusan dari permutasi r
unsur dari n unsur yang berbeda, dan memberikan satu permasalahan untuk
dipecahkan siswa bersama kelompoknya, yaitu :
Tentukan berapa banyak susunan 3 huruf dari huruf-huruf A, B, C, D, E, dan
F.
9. Guru meminta 1 siswa yang merupakan wakil masing-masing kelompok untuk
mempresentasikan hasil diskusinya
10. Guru bersama siswa menanggapi presentasi tersebut
11. Guru membuka layar LCD yang berisi tentang penjelasan rumusan dari permutasi
yang memuat unsur yang sama, dan memberikan satu permasalahan untuk dipecahkan
siswa bersama kelompoknya, yaitu :
Tentukan berapa banyak kata yang berbeda yang dapat disusun dari kata K
A T A K dan M A L A M
12. Guru meminta 1 siswa yang merupakan wakil masing-masing kelompok untuk
mempresentasikan hasil diskusinya
13. Guru bersama siswa menanggapi presentasi tersebut
14. Guru membuka layar LCD yang berisi permasalahan selanjutnya, yaitu :
Ada sebuah siswa yang lagi duduk di kantin sekolah. Mereka duduk di depan
meja yang melingkar. Jika mereka ingin bergantian tempat duduk, ada berapa
susunan posisi duduk yang berbeda yang dapat mereka pilih ?
15. Guru meminta 1 siswa yang merupakan wakil masing-masing kelompok untuk
mempresentasikan hasil diskusinya
16. Guru bersama siswa menanggapi presentasi tersebut
17. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa permasalahan tersebut merupakan jenis
permutasi siklik melalui layar LCD yang berisi pengertian dan rumusan dari
permutasi siklik.
18. Guru membimbing siswa untuk menyusun kesimpulan dari keseluruhan materi yang
baru dipelajari.
19. Guru memberikan beberapa soal evaluasi untuk dikerjakan siswa secara individu.
20. Guru memberikan tugas/pekerjaan rumah kepada siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Mahmudi, Ali.2008.Kombinatorika dan Teori Probabilitas/Peluang XI SMU Semester
Ganjil,[pdf],diakses tanggal 13 Maret 2014.
Sumardi,S.Pd,M.Si,dkk,(2007) Matematika untuk SMK Kelas XI Kelompok Teknologi,
Kesehatan, dan Pertanian, Klaten: Saka Mitra Kompetensi.
Sukino,Drs (2007) Matematika untuk SMA Kelas XI,Jakarta,Erlangga.
Indarsih,dkk.2008.Matematika Kontekstual 2 Program IPA. Klaten:Intan Pariwara.
Sucipto, Endar. 2003. Matematika SMU untuk kelas 2. Jakarta: Erlangga.
Adrian, Willa Soekotjo Loedji. 2008. Matematika Bilingual untuk SMA Kelas XI
IPA.Bandung: Yrama Widy.