Anda di halaman 1dari 46

BAB I

GENERATOR SINKRON
(ALTERNATOR)
Hampir semua energi listrik dibangkitkan dengan menggunakan mesin
sinkron. Generator sinkron (sering disebut alternator) adalah mesin sinkron
yangdigunakan untuk mengubah daya mekanik menjadi daya listrik. Generator
sinkrondapat berupa generator sinkron tiga fasa atau generator sinkron AC satu
fasatergantung dari kebutuhan.
1.1 Konstruksi Generator Sinkron
Pada generator sinkron, arus DC diterapkan pada lilitan rotor untuk
mengahasilkan mdan magnet rotor. otor generator diputar oleh prime mo!er
menghasilkan medan magnet berputar pada mesin. "edan magnet putar ini
menginduksi tegangan tiga fasa pada kumparan stator generator. otor pada
generator sinkron pada dasarnya adalah sebuah elektromagnet yang besar. #utub
medan magnet rotor dapat berupa salient (kutub sepatu) dan dan non salient (rotor
silinder). Gambaran bentuk kutup sepatu generator sinkron diperlihatkan pada
gambar di ba$ah ini.

Gambar %.% otor salient (kutub sepatu) pada generator sinkron
%
Pada kutub salient, kutub magnet menonjol keluar dari permukaan rotor
sedangkan pada kutub non salient, konstruksi kutub magnet rata dengan
permukaan rotor.
otor silinder umumnya digunakan untuk rotor dua kutub dan empat
kutub, sedangkan rotor kutub sepatu digunakan untuk rotor dengan empat atau
lebih kutub. Pemilihan konstruksi rotor tergantung dari ke&epatan putar prime
mo!er, frekuensi dan rating daya generator. Generator dengan ke&epatan %'((
rpm ke atas pada frekuensi '( H) dan rating daya sekitar %("*A menggunakan
rotor silinder. +ementara untuk daya diba$ah %( "*A dan ke&epatan rendah
maka digunakan rotor kutub sepatu. Gambaran bentuk kutup silinder generator
sinkron diperlihatkan pada gambar di ba$ah ini.

(a) (b)
Gambar %., Gambaran bentuk (a) rotor -on.salient (rotor silinder), (b)
penampang rotor pada generator sinkron
Arus DC disuplai ke rangkaian medan rotor dengan dua &ara/
%. "enyuplai daya DC ke rangkaian dari sumber DC eksternal dengan sarana
slip ring dan sikat.
,. "enyuplai daya DC dari sumber DC khusus yang ditempelkan langsung pada
batang rotor generator sinkron.
1.2 Prinsip Kerja Generator Sinkron
0ika sebuah kumparan diputar pada ke&epatan konstan pada medan
magnethomogen, maka akan terinduksi tegangan sinusoidal pada kumparan
tersebut. "edan magnet bisa dihasilkan oleh kumparan yang dialiri arus DC atau
,
oleh magnet tetap. Pada mesin tipe ini medan magnet diletakkan pada stator
(disebut generator kutub eksternal 1 e2ternal pole generator) yang mana energi
listrik dibangkitkan pada kumparan rotor. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan
pada slip ring dan karbon sikat, sehingga menimbulkan permasalahan pada
pembangkitan daya tinggi. 3ntuk mengatasi permasalahan ini, digunakan tipe
generator dengan kutub internal (internal pole generator), yang mana medan
magnet dibangkitkan oleh kutub rotor dan tegangan AC dibangkitkan pada
rangkaian stator. 4egangan yang dihasilkan akan sinusoidal jika rapat fluks
magnet pada &elah udara terdistribusi sinusoidal dan rotor diputar pada ke&epatan
konstan. 4egangan AC tiga fasa dibangkitan pada mesin sinkron kutub internal
pada tiga kumparan stator yang diset sedemikian rupa sehingga membentuk beda
fasa dengan sudut %,(5. 6entuk gambaran sederhana hubungan kumparan 7.fasa
dengan tegangan yang dibangkitkan diperlilhatkan pada gambar di ba$ah ini.
Gambar %.7 Gambaran sederhana kumparan 7.fasa dan tegangan yang
dibangkitkan
. Pada rotor kutub sepatu, fluks terdistribusi sinusoidal didapatkan dengan
mendesain bentuk sepatu kutub. +edangkan pada rotor silinder, kumparan rotor
disusun se&ara khusus untuk mendapatkan fluks terdistribusi se&ara sinusoidal.
3ntuk tipe generator dengan kutub internal (internal pole generator), suplai DC
yang dihubungkan ke kumparan rotor melalui slip ring dan sikat untuk
7
menghasilkan medan magnet merupakan eksitasi daya rendah. 0ika rotor
menggunakan magnet permanen, maka tidak slip ring dan sikat karbon tidak
begitu diperlukan.
1.3 Kecepatan Putar Generator Sinkron
8rekuensi elektris yang dihasilkan generator sinkron adalah sinkron
dengan ke&epatan putar generator. otor generator sinkron terdiri atas rangkaian
elektromagnet dengan suplai arus DC. "edan magnet rotor bergerak pada arah
putaran rotor. Hubungan antara ke&epatan putar medan magnet pada mesin dengan
frekuensi elektrik pada stator adalah/
%,(
. p n
f
r
e
= (%.%)
yang mana/
fe 9 frekuensi listrik (H))
nr 9 ke&epatan putar rotor 9 ke&epatan medan magnet (rpm)
p 9 jumlah kutub magnet
:leh karena rotor berputar pada ke&epatan yang sama dengan medan
magnet, persamaan diatas juga menunjukkan hubungan antara ke&epatan putar
rotor dengan frekuensi listrik yang dihasilkan. Agar daya listrik dibangkitkan tetap
pada frekuensi '(H) atau ;( H), maka generator harus berputar pada ke&epatan
tetapdengan jumlah kutub mesin yang telah ditentukan. +ebagai &ontoh untuk
membangkitkan ;( H) pada mesin dua kutub, rotor arus berputar dengan
ke&epatan 7;(( rpm. 3ntuk membangkitkan daya '( H) pada mesin empat kutub,
rotor harus berputar pada %'(( rpm.
1.4 Alternator tanpa beban
Dengan memutar alternator pada ke&epatan sinkron dan rotor diberi arus
medan (<8), maka tegangan (=a ) akan terinduksi pada kumparan jangkar stator.
6entuk hubungannya diperlihatkan pada persamaan berikut.
=a 9 &.n. (%.,)
yang mana/
& 9 konstanta mesin
>
n 9 putaran sinkron
9 fluks yang dihasilkan oleh <8
Dalam keadaan tanpa beban arus jangkar tidak mengalir pada stator,
karenanya tidak terdapat pengaruh reaksi jangkar. 8luks hanya dihasilkan oleh
arus medan (<8). Apabila arus medan (<8) diubah.ubah harganya, akan diperoleh
harga =a seperti yang terlihat pada kur!a sebagai berikut.
gambar %.> #arakteristik tanpa beban generator sinkron
1.5 Alternator Berbeban
Dalam keadaan berbeban arus jangkar akan mengalir dan mengakibatkan
terjadinya reaksi jangkar. eaksi jangkar besifat reaktif karena itu dinyatakan
sebagai reaktansi, dan disebut reaktansi magnetisasi (?m ). eaktansi pemagnet
(?m ) ini bersama.sama dengan reaktansi fluks bo&or (?a ) dikenal sebagai
reaktansi sinkron (?s) . Persamaan tegangan pada generator adalah/
=a 9 * @ <.a @ j <.?s (%.7)
?s 9 ?m @ ?a (%.>)
yang mana/
=a 9 tegangan induksi pada jangkar
* 9 tegangan terminal output
a 9 resistansi jangkar
?s 9 reaktansi sinkron
#arakteristik pembebanan dan diagram !ektor dari alternator berbeban induktif
(faktor kerja terbelakang) dapat dilihat pada gambar di ba$ah ini /
'
Gambar %.' #arakteristik alternator berbeban induktif
1.6 Rangkaian kui!alen Generator Sinkron
4egangan induksi =a dibangkitkan pada fasa generator sinkron. 4egangan
ini biasanya tidak sama dengan tegangan yang mun&ul pada terminal generator.
4egangan induksi sama dengan tegangan output terminal hanya ketika tidak ada
arus jangkar yang mengalir pada mesin. 6eberapa faktor yang menyebabkan
perbedaan antara tegangan induksi dengan tegangan terminal adalah/
%. Distorsi medan magnet pada &elah udara oleh mengalirnya arus pada stator,
disebut reaksi jangkar.
,. <nduktansi sendiri kumparan jangkar.
7. esistansi kumparan jangkar.
>. =fek permukaan rotor kutub sepatu.
angkaian ekui!alen generator sinkron perfasa ditunjukkan pada gambar di
ba$ah ini.
Gambar %.; angkaian ekui!alen generator sinkron perfasa
1." #enentukan Para$eter Generator Sinkron
Harga s ? diperoleh dari dua ma&am per&obaan yaitu per&obaan tanpa
beban dan per&obaan hubungan singkat. Pada pengujian tanpa beban, generator
;
diputar pada ke&epatan ratingnya dan terminal generator tidak dihubungkan ke
beban. Arus eksitasi medan mula adalah nol. #emudian arus eksitasi medan
dinaikan bertahap dan tegangan terminal generator diukur pada tiap tahapan. Dari
per&obaan tanpa beban arus jangkar adalah nol (<a 9 () sehingga * sama dengan
=a. +ehingga dari pengujian ini diperoleh kur!a =a sebagai fungsi arus medan
(<f). Dari kur!a ini harga yang akan dipakai adalah harga liniernya (unsaturated).
Pemakaian harga linier yang merupakan garis lurus &ukup beralasan mengingat
kelebihan arus medan pada keadaan jenuh sebenarnya dikompensasi oleh adanya
reaksi jangkar.
Gambar %.A #arakteristik tanpa beban
Pengujian yang kedua yaitu pengujian hubung singkat. Pada pengujian ini
mula.mula arus eksitasi medan dibuat nol, dan terminal generator dihubung
singkat melalui ampere meter. #emudian arus jangkar <a (9 arus saluran) diukur
dengan mengubah arus eksitasi medan. Dari pengujian hubung singkat akan
menghasilkan hubungan antara arus jangkar (<a ) sebagai fungsi arus medan (<8),
dan ini merupakan garis lurus. Gambaran karakteristik hubung singkat alternator
diberikan di ba$ah ini.
Gambar %.B #arakteristik hubung singkat alternator
A
#etika terminal generator dihubung singkat maka tegangan terminal
adalah nol. <mpedansi internal mesin adalah/
Ia
Ea
Xs Ra Zs = + =
, ,
(%.')
:leh karena ?s CC a, maka persamaan diatas dapat disederhanakan menjadi/
hs
OC
Ia
V
Ia
Ea
Xs = =
(%.;)
0ika <a dan =a diketahui untuk kondisi tertentu, maka nilai reaktansi
sinkron dapat diketahui. 4ahanan jangkar dapat diukur dengan menerapkan
tegangan DC pada kumparan jangkar pada kondisi generator diam saat hubungan
bintang (D), kemudian arus yang mengalir diukur. +elanjutnya tahanan jangkar
perfasa pada kumparan dapat diperoleh dengan menggunakan hukum ohm sebagai
berikut.
DC
DC
I
V
Ra
. ,
=
(%.A)
Penggunaan tegangan DC ini adalah supaya reaktansi kumparan sama dengan nol
pada saat pengukuran.
%.B Diagram 8asor
Gambar %.E Diagram fasor (a) 8aktor daya satu (b) faktor daya tertinggal (&)
faktor daya mendahului
B
Diagram fasor memperlihatkan bah$a terjadinya pebedaan antara
tegangan teminal * dalam keadaan berbeban dengan tegangan induksi (=a ) atau
tegangan pada saat tidak berbeban. Diagram dipengaruhi selain oleh faktor kerja
juga oleh besarnya arus jangkar (<a ) yang mengalir. Dengan memperhatikan
perubahan tegangan * untuk faktor keja yang berbeda.beda, karakteristik
tegangan teminal * terhadap arus jangkar <a diperlihatkan pada gambar %.E.
1.% Pengaturan &egangan 'Regulasi &egangan(
Pengaturan tegangan adalah perubahan tegangan terminal alternator antara
keadaan beban nol (*-F) dengan beban penuh (*8F). #eadaan ini memberikan
gambaran batasan drop tegangan yang terjadi pada generator, yang dinyatakan
sebagai berikut.
G %(( x
V
V V
VR
FL
FL NL

=
(%.B)
1.1) Kerja Paralel Alternator
3ntuk melayani beban yang berkembang, maka diperlukan tambahan
sumber daya listrik. Agar sumber daya listrik yang yang baru (alternator baru)
bisa digunakan bersama, maka dilakukan penggabungan alternator dengan &ara
mempararelkan dua atau lebih alternator pada sistem tenaga dengan maksud
memperbesar kapasitas daya yang dibangkitkan pada sistem. +elain untuk tujuan
di atas, kerja pararel juga sering dibutuhkan untuk menjaga kontinuitas pelayanan
apabila ada mesin (alternator) yang harus dihentikan, misalnya untuk istirahat atau
reparasi, maka alternator lain masih bisa bekerja untuk mensuplai beban yang lain.
3ntuk maksud mempararelkan ini, ada beberapa pesyaratan yang harus dipenuhi,
yaitu/
%. Harga sesaat ggl kedua alternator harus sama dalam kebesarannya, dan
bertentangan dalam arah, atau harga sesaat ggl alternator harus sama dalam
kebesarannya dan bertentangan dalam arah dengan harga efektif tegangan
jalajala.
,. 8rekuensi kedua alternator atau frekuensi alternator dengan jala harus sama
7. 8asa kedua alternator harus sama
>. 3rutan fasa kedua alternator harus sama
E
6ila sebuah generator HGH akan diparaelkan dengan jala.jala, maka mula.
mula G diputar oleh penggerak mula mendekati putaran sinkronnya, lalu
penguatan <8 diatur hingga tegangan terminal generator tersebut sama denga jala.
jala. 3ntuk mendekati frekuensi dan urutan fasa kedua tegangan (generator dan
jala.jala) digunakan alat pendeteksi yang dapat berupa lampu sinkronoskop
hubungan terang. 6enar tidaknya hubungan pararel tadi, dapat dilihat dari lampu
tersebut. 6entuk hubungan operasi paralel generator sinkron dengan lampu
sinkronoskop diperlihatkan pada gambar di ba$ah ini.
Gambar %.%( :perasi paralel generator sinkron
0ika rangakaian untuk pararel itu benar (urutan fasa sama) maka lampu F%,
F, dan F7 akan hidup.mati dengan frekuensi fF . fG &y&le. +ehingga apabila ke
tiga lampu sedang tidak bekedip berarti fF 9 fG atau frekuensi tegangan generator
dan jala.jala sudah sama. 3ntuk mengetahui bah$a fasa kedua tegangan
(generator dan jala.jala) sama dapat dilihat dari lampu F%, F,, dan F7. 8rekuensi
tegangan generator diatur oleh penggerak mula, sedang besar tegangan diatur oleh
penguatan medan. 0ika rangkaian untuk mempararelkan itu salah (urutan fasa
tidak sama) maka lampu F%, F, dan F7 akan hidup.mati bergantian dengan
frekuensi (fF @ fG ) &y&le. Dalam hal ini dua buah fasa (sebarang) pada terminal
generator harus kita pertukarkan.
0ika urutan fasa kedua sistem tegangan sama, maka lampu F%, F,, dan F7
akan hidup.mati bergantian dengan frekuensi fF . fG &y&le. +aat mempararelkan
adalah pada keadaan F% mati sedangkan F, dan F7 menyala sama terang, dan
keadaan ini berlangsung agak lama (yang berarti fF dan fG sudah sangat dekat
atau benar.benar sama). Dalam keadaan ini, posisi semua fasa sistem tegangan
jala.jala berimpit dengan semua fasa sistem tegangan generator.
%(
BAB II
MOTOR SINKRON
"otor +inkron adalah mesin sinkron yang digunakan untuk mengubah
energi listrik menjadi energi mekanik. "esin sinkron mempunyai kumparan
jangkar pada stator dan kumparan medan pada rotor. #umparan jangkarnya
berbentuk sama dengan mesin induksi, sedangkan kumparan medan mesin sinkron
dapat berbentuk kutub sepatu (salient) atau kutub dengan &elah udara sama rata
(rotor silinder). Arus searah (DC) untuk menghasilkan fluks pada kumparan
medan dialirkan ke rotor melalui &in&in dan sikat.
2.1 Prinsip Kerja #otor Sinkron
Gambar ,.% 4erjadinya torsi pada motor sinkron (a) tanpa beban (b) kondisi
berbeban (&) kur!a karakteristik torsi
Gambar ,.% memperlihatkan keadaan terjadinya torsi pada motor sinkron.
#eadaan ini dapat dijelaskan sebagai berikut/ apabila kumparan jangkar (pada
stator) dihubungkan dengan sumber tegangan tiga fasa maka akan mengalir arus
tiga fasa pada kumparan. Arus tiga fasa pada kumparan jangkar ini menghasilkan
medan putar homogen (6+). 6erbeda dengan motor induksi, motor sinkron
mendapat eksitasi dari sumber DC eksternal yang dihubungkan ke rangkaian rotor
melalui slip ring dan sikat. Arus DC pada rotor ini menghasilkan medan magnet
%%
rotor (6) yang tetap. #utub medan rotor mendapat tarikan dari kutub medan
putar stator hingga turut berputar dengan ke&epatan yang sama (sinkron). 4orsi
yang dihasilkan motor sinkron merupakan fungsi sudut torsi (). +emakin besar
sudut antara kedua medan magnet, maka torsi yang dihasilkan akan semakin besar
seperti persamaan di ba$ah ini.
4 9 k .6 .6net sin (,.%)
Pada beban nol, sumbu kutub medan putar berimpit dengan sumbu
kumparan medan ( I9 (). +etiap penambahan beban membuat medan motor
JtertinggalK dari medan stator, berbentuk sudut kopel ()L untuk kemudian
berputar dengan ke&epatan yang sama lagi. 6eban maksimum ter&apai ketika 9
IE(oI. Penambahan beban lebih lanjut mengakibatkan hilangnya kekuatan torsi dan
motor disebut kehilangan sinkronisasi. :leh karena pada motor sinkron terdapat
dua sumber pembangkit fluks yaitu arus bolak.balik (AC) pada stator dan arus
searah (DC) pada rotor, maka ketika arus medan pada rotor &ukup untuk
membangkitkan fluks (ggm) yang diperlukan motor, maka stator tidak perlu
memberikan arus magnetisasi atau daya reaktif dan motor bekerja pada faktor
daya 9 %,(. #etika arus medan pada rotor kurang (penguat bekurang), stator akan
menarik arus magnetisasi dari jala.jala, sehingga motor bekerja pada faktor daya
terbelakang (lagging). +ebaliknya bila arus pada medan rotor belebih (penguat
berlebih), kelebihan fluks (ggm) ini harus diimbangi, dan stator akan menarik arus
yang bersifat kapasitif dari jala.jala, dan karenanya motor bekerja pada faktor
daya mendahului (leading). Dengan demikian, faktor daya motor sinkron dapat
diatur dengan mengubah.ubah harga arus medan (<8)
2.2 Rangkaian kui!alen #otor Sinkron
"otor sinkron pada dasarnya adalah sama dengan generator sinkron,
ke&uali arah aliran daya pada motor sinkron merupakan kebalikan dari generator
sinkron. :leh karena arah aliran daya pada motor sinkron dibalik, maka arah
aliran arus pada stator motor sinkron juga dapat dianggap dibalik. "aka
rangkaianekui!alen motor sinkron adalah sama dengan rangkaian ekui!alen
generator sinkron, ke&uali arah arus <a dibalik. 6entuk rangkaian ekui!alen motor
sinkron diperlihatkan pada gambar ,.,.
%,
Gambar ,., angkaian ekui!alen motor sinkron
Dari gambar ,., dapat dibuatkan persamaan tegangan rangkaian ekui!alen motor
sinkron sebagai berikut.
*I9 =a @ <a.a @ j<a.?+ (,.,)
atau /
=a 9 *I. <a.a M j<a.?+ (,.7)
2.3 Kur!a Karakteristik &orsi*Kecepatan #otor Sinkron
"otor sinkron pada dasarnya merupakan alat yang menyuplai tenaga ke
beban pada ke&epatan konstan. #e&epatan putaran motor adalah terkun&i pada
frekuensi listrik yang diterapkan, oleh karena itu ke&epatan motor adalah konstan
pada beban bagaimanapun. #e&epatan motor yang tetap ini dari kondisi tanpa
beban sampai torsi maksimum yang bisa disuplai motor disebut torsi pullout.
6entuk karakteristik torsi terhadap ke&epatan ini diperlihatkan pada gambar di
ba$ah ini.
Gambar ,.7 #arakteristik torsi . ke&epatan
%7
Dengan menga&u kebali ke persamaan (,.7) dapat dibuatkan kembali persamaan
torsi motor sinkron sebagai berikut.
Xs
Ea V
T
m
ind
.
sin . . . 7

=
(,.>)
4orsi maksimum motor terjadi ketika 9 E(5. 3mumnya torsi maksimum
motor sinkron adalah tiga kali torsi beban penuhnya. #etika torsi pada motor
sinkron melebihi torsi maksimum maka motor akan kehilangan sinkronisasi.
Dengan menga&u kembali ke persamaan (,.%) dan (,.>), maka persamaan 4orsi
maksimum (pullout) motor sinkron dapat dibuatkan sebagai berikut.
net R ind
B B k T . . =
(,.')
atau
Xs
Ea V
T
m
ind
.
. . . 7

=
(,.;)
Dari persamaan di atas menunjukkan bah$a semakin besar arus medan, maka
torsi maksimum motor akan semakin besar.
2.4 Pengaru+ Peruba+an Beban Pa,a #otor Sinkron
Gambar ,.> Pengaruh perubahan beban pada motor sinkron
Gambar ,.> memberikan gambaran bentuk pengaruh perubahan beban
pada motor sinkron. 0ika beban dihubungkan pada motor sinkron, maka motor
akan membangkitkan torsi yang &ukup untuk menjaga motor dan bebannya
berputar pada ke&epatan sinkron. "isal mula.mula motor sinkron beroperasi pada
faktor daya mendahului (leading). 0ika beban pada motor dinaikkan, putaran rotor
pada asalnya akan melambat. #etika hal ini terjadi, maka sudut torsi IImenjadi
lebih besar dan torsi induksi akan naik. #enaikan torsi induksi akan menambah
%>
ke&epatan rotor, dan motor akan kembali berputar pada ke&epatan sinkron tapi
dengan sudut torsi IIyang lebih besar.
2.5 Pengaru+ Penguba+an Arus #e,an pa,a #otor Sinkron
#enaikan arus medan <8 menyebabkan kenaikan besar =a tetapi tidak
mempengaruhi daya real yang disuplai motor. Daya yang disuplai motor berubah
hanya ketika torsi beban berubah. :leh karena perubahan arus medan tidak
mempengaruhi ke&epatan dan beban yang dipasang pada motor tidak berubah
sehingga daya real yang disuplai motor tidak berubah, dan tegangan fasa sumber
juga konstan, maka jarak daya pada diagram fasor (=a.sin IIdan <a.&os ) juga
harus konstan. #etika arus medan dinaikan, maka =a naik, tetapi ia hanya
bergeser di sepanjang garis dengan daya konstan. Gambaran hubungan pengaruh
kenaikan arus medan pada motor sinkron diperlihatkan pada gambar di ba$ah ini.

Gambar ,.' Pengaruh kenaikan arus medan pada motor sinkron
#etika nilai =a naik, besar arus <a mula.mula turun dan kemudian naik
lagi. Pada nila =a rendah, arus jangkar <a adalah lagging dan motor bersifat
induktif. <a bertindak seperti kombinasi resitor.induktor dan menyerap daya
reaktif N. #etika arus medan dinaikkan, arus jangkar menjadi ke&il dan pada
akhirnya menjadi segaris (sefasa) dengan tegangan. Pada kondisi ini motor
bersifat resistif murni. #etika arus medan dinaikkan lebih jauh, maka arus jangkar
akan menjadi mendahului (leading) dan motor menjadi beban kapasitif. <a
bertindak seperti kombinasi resistor.kapasitor menyerap daya reaktif negatif MN
(menyuplai daya reaktif N ke sistem). Hubungan antara arus jangkar <a dengan
%'
arus medan <8 untuk satu beban (P) yang tetap akan merupakan kur!a yang
berbentuk * seperti yang diperlihatkan pada gambar di ba$ah ini.
Gambar ,.; #ur!a * hubungan antara arus jangkar <a dengan arus medan <8
untuk satu beban (P) yang tetap pada motor sinkron
6eberapa kur!a * digambarkan untuk le!el daya yang berbeda. Arus
jangkar minimum terjadi pada faktor daya satu dimana hanya daya real yang
disuplai ke motor. Pada titik lain, daya reaktif disuplai ke atau dari motor. 3ntuk
arus medan lebih rendah dari nilai yang menyebabkan <a minimum, maka arus
jangkar akan tertinggal (lagging) dan menyerap N. :leh karena arus medan pada
kondisi ini adalah ke&il, maka motor dikatakan under e2&itation. 3ntuk arus
medan lebih besar dari nilai yang menyebabkan <a minimum, maka arus jangkar
akan mendahului (leading) dan menyuplai N. #ondisi ini disebut o!er e2&itation.
2.6 Kon,ensor Sinkron
4elah diterangkan sebelumnya bah$a apabila motor sinkron diberi
penguatan berlebih, maka untuk mengkompensasi kelebihan fluks, dari jala.jala
akan ditarik arus kapasitif. #arena itu motor sinkron (tanpa beban) yang diberi
penguat berlebih akan berfungsi sebagai kapasitor dan mempunyai kemampuan
%;
untuk memperbaiki faktor daya. "otor sinkron demikian disebut kondensor
sinkron.
2." -a.a Reakti/
"otor sinkron tanpa beban dalam keadaan penguatan tertentu dapat
menimbulkan daya reaktif. Perhatikan diagram !ektor motor sinkron tanpa beban
pada gambar di ba$ah ini.
Gambar ,.A Diagram !ektor daya reaktif motor sinkron tanpa beban
Pada gambar (a), penguatan normal, sehingga * 9 =. "otor dalam
keadaan mengambang karena tidak memberikan ataupun menarik arus. * berimpit
dengan = karena dalam keadaan tanpa beban sudut daya II9 (. Pada gambar (b),
penguatan berlebih, sehingga = C*. Arus kapasitif (leading &urrent) ditarik dari
jala.jala. Daya aktif P 9 *< &os II9 (. 0adi, motor berfungsi sebagai pembangkit
daya reaktif yang bersifat kapasitif (kapasitor). Pada gambar (&), penguatan
berkurang, sehingga = O *. Arus magnetisasi (lagging &urrent) ditarik dari jala.
jala. 0adi, motor berfungsi sebagai pembangkit daya reaktif yang bersifat induktif
(induktor).
2.0 Starting #otor Sinkron
Pada saat start ( tegangan dihubungkan ke kumparan stator) kondisi motor
adalah diam dan medan rotor 6 juga stasioner, medan magnet stator mulai
berputar pada ke&epatan sinkron. +aat t 9 (, 6 dan 6+ adalah segaris, maka torsi
induksi pada rotor adalah nol. #emudian saat t 9 P siklus rotor belum bergerak
dan medan magnet stator ke arah kiri menghasilkan torsi induksi pada rotor
berla$anan arah jarum jam. +elanjutnya pada t 9 Q siklus 6 dan 6+ berla$anan
arah dan torsi induksi pada kondisi ini adalah nol. Pada t 9 R siklus medan
magnet stator ke arah kanan menghasilkan torsi searah jarum jam. Demikian
seterusnya pada t 9 % siklus medan magnet stator kembali segaris dengan medan
%A
magnet rotor. 6entuk hubungan 4orsi motor sinkron pada kondisi start ini
diperlihatkan pada gambar di ba$ah ini.
Gambar ,.B 4orsi motor sinkron pada kondisi start
+elama satu siklus elektrik dihasilkan torsi pertama berla$anan jarum jam
kemudian searah jarum jam, sehingga torsi rata.rata pada satu siklus adalah nol.
<ni menyebabkan motor bergetar pada setiap siklus dan mengalami pemanasan
lebih. 4iga pendekatan dasar yang dapat digunakan untuk menstart motor sinkron
dengan aman adalah.
%. "engurangi ke&epatan medan magnet stator pada nilai yang rendah sehingga
rotor dapat mengikuti dan mengun&inya pada setengah siklus putaran medan
magnet. Hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi frekuensi tegangan yang
diterapkan.
,. "enggunakan penggerak mula eksternal untuk mengakselarasikan motor
sinkron hingga men&apai ke&epatan sinkron, kemudian penggerak mula
dimatikan (dilepaskan).
7. "enggunakan kumparan peredam (damper $inding) atau dengan membuat
kumparan rotor motor sinkron seperti kumparan rotor belitan pada motor
induksi (hanya saat start).
%B
BAB III
MOTOR INDUKSI
"otor induksi merupakan motor listrik arus bolak balik (a&) yang paling
luas digunakan Penamaannya berasal dari kenyataan bah$a motor ini bekerja
berdasarkan induksi medan magnet stator ke statornya, dimana arus rotor motor
ini bukan diperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi
sebagai akibat adanya perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan putar
(rotating magneti fie!d) yang dihasilkan oleh arus stator.
"otor induksi sangat banyak digunakan di dalam kehidupan sehari.hari baik
di industri maupun di rumah tangga. "otor induksi yang umum dipakai adalah
motor induksi 7.fase dan motor induksi %.fase. "otor induksi 7.fase dioperasikan
pada sistem tenaga 7.fase dan banyak digunakan di dalam berbagai bidang
industri, sedangkan motor induksi %.fase dioperasikan pada sistem tenaga %.fase
yang banyak digunakan terutama pada penggunaan untuk peralatan rumah tangga
seperti kipas angin, lemari es, pompa air, mesin &u&i dan sebagainya karena motor
induksi %.fase mempunyai daya keluaran yang rendah.
3.1 Konstruksi #otor 1n,uksi
"otor induksi pada dasarnya mempunyai 7 bagian penting sebagai
berikut.
%. +tator / "erupakan bagian yang diam dan mempunyai kumparan yang dapat
menginduksikan medan elektromagnetik kepada kumparan rotornya.
,. Celah / "erupakan &elah udara/ 4empat berpindahnya energi dari startor ke
rotor.
7. otor / "erupakan bagian yang bergerak akibat adanya induksi magnet dari
kumparan stator yang diinduksikan kepada kumparan rotor.
%E
#onstruksi stator motor induksi pada dasarnya terdiri dari bahagian.
bahagian sebagai berikut.
%. umah stator (rangka stator) dari besi tuang.
,. <nti stator dari besi lunak atau baja silikon.
7. Alur, bahannya sama dengan inti, dimana alur ini merupakan tempat
meletakkan belitan (kumparan stator).
>. 6elitan (kumparan) stator dari tembaga.
angka stator motor induksi didisain dengan baik dengan empat tujuan yaitu/
%. "enutupi inti dan kumparannya.
,. "elindungi bagian.bagian mesin yang bergerak dari kontak langsung dengan
manusia dan dari goresan yang disebabkan oleh gangguan objek atau gangguan
udara terbuka (&ua&a luar).
7. "enyalurkan torsi ke bagian peralatan pendukung mesin dan oleh karena itu
stator didisain untuk tahan terhadap gaya putar dan gon&angan.
>. 6erguna sebagai sarana rumahan !entilasi udara sehingga pendinginan lebih
efektif.
6erdasarkan bentuk konstruksi rotornya, maka motor induksi dapat dibagi
menjadi dua jenis seperti yang diperlihatkan pada gambar 7.%, yaitu.
%. "otor induksi dengan rotor sangkar (sSuirrel &age).
,. "otor induksi dengan rotor belitan ($ound rotor)
a) angka +tator b) otor 6elitan &) otor +angkar
Gambar 7.% 6entuk konstruksi dari motor induksi
#onstruksi rotor motor induksi terdiri dari bahagian.bahagian sebagai
berikut.
%. <nti rotor, bahannya dari besi lunak atau baja silikon sama dengan inti stator.
,. Alur, bahannya dari besi lunak atau baja silikon sama dengan inti. Alur
merupakan tempat meletakkan belitan (kumparan) rotor.
,(
7. 6elitan rotor, bahannya dari tembaga.
>. Poros atau as.
Diantara stator dan rotor terdapat &elah udara yang merupakan ruangan
antara stator dan rotor. Pada &elah udara ini le$at fluks induksi stator yang
memotong kumparan rotor sehingga meyebabkan rotor berputar. Celah udara yang
terdapat antara stator dan rotor diatur sedemikian rupa sehingga didapatkan hasil
kerja motor yang optimum. 6ila &elah udara antara stator dan rotor terlalu besar
akan mengakibatkan efisiensi motor induksi rendah, sebaliknya bila jarak antara
&elah terlalu ke&il1sempit akan menimbulkan kesukaran mekanis pada mesin.
6entuk gambaran sederhana penempatan stator dan rotor pada motor induksi
diperlihatkan pada gambar 7.,.
Rotor
.
x
x
.
1'
1
2'
2
Stator Celah udara
Kumparan
rotor
Kumparan
stator
rangka kaki
Gambar 7., Gambaran sederhana motor induksi dengan satu kumparan stator
dan satu kumparan rotor
4anda silang (2) pada kumparan stator atau rotor pada gambar 7., menunjukkan
arah arus yang mele$ati kumparan masuk ke dalam kertas (tulisan ini) sedangkan
tanda titik (.) menunjukkan bah$a arah arus keluar dari kertas.
6elitan stator yang dihubungkan dengan suatu sumber tegangan akan
menghasilkan medan magnet yang berputar dengan ke&epatan sinkron (n
s
9,
%,(f1,p). "edan putar pada stator tersebut akan memotong konduktor.konduktor
pada rotor, sehingga terinduksi arusL dan sesuai dengan Hukum Fent), rotor pun
akan turut berputar mengikuti medan putar stator. Perbedaan putaran relatif antara
stator dan rotor disebut slip. 6ertambahnya beban, akan memperbesar kopel motor
yang oleh karenanya akan memperbesar pula arus induksi pada rotor, sehingga
slip antara medan putar stator dan putaran rotor pun akan bertambah besar. 0adi.
6ila beban motor bertambah, putaran rotor &enderung menurun.
,%
3.2. Prinsip Kerja #otor 1n,uksi
"otor induksi bekerja berdasarkan induksi elektromagnetik dari kumparan
stator kepada kumparan rotornya. Garis.garis gaya fluks yang diinduksikan dari
kumparan stator akan memotong kumparan rotornya sehingga timbul emf (ggl)
atau tegangan induksi dan karena penghantar (kumparan) rotor merupakan
rangkaian yang tertutup, maka akan mengalir arus pada kumparan rotor.
Penghantar (kumparan) rotor yang dialiri arus ini berada dalam garis gaya fluks
yang berasal dari kumparan stator sehingga kumparan rotor akan mengalami gaya
Forent) yang menimbulkan torsi yang &enderung menggerakkan rotor sesuai
dengan arah pergerakan medan induksi stator. Pada rangka stator terdapat
kumparan stator yang ditempatkan pada slot.slotnya yang dililitkan pada sejumlah
kutup tertentu. 0umlah kutup ini menentukan ke&epatan berputarnya medan stator
yang terjadi yang diinduksikan ke rotornya. "akin besar jumlah kutup akan
mengakibatkan makin ke&ilnya ke&epatan putar medan stator dan sebaliknya.
#e&epatan berputarnya medan putar ini disebut ke&epatan sinkron. 6esarnya
ke&epatan sinkron ini adalah sebagai berikut.

sink
9 ,f (listrik, rad1dt) (7.%)
9 ,f 1 P (mekanik, rad1dt)
atau/
-s 9 ;(. f 1 P (putaran1menit, rpm) (7.,)
yang mana /
f 9 frekuensi sumber AC (H))
P 9 jumlah pasang kutup
-s dan
sink
9 ke&epatan putaran sinkron medan magnet stator
Prinsip kerja motor induksi berdasarkan ma&am fase sumber tegangannya
dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut diba$ah ini.
1. Su$ber 3*/ase
+umber 7.fase ini biasanya digunakan oleh motor induksi 7.fase. "otor
induksi 7.fase ini mempunyai kumparan 7.fase yang terpisah antar satu sama
lainya sejarak %,(
(
listrik yang dialiri oleh arus listrik 7.fase yang berbeda fase
%,(
(
listrik antar fasenya, sehingga keadaan ini akan menghasilkan resultan fluks
magnet yang berputar seperti halnya kutup magnet aktual yang berputar se&ara
,,
mekanik. 6entuk gambaran sederhana hubungan kumparan motor induksi 7.fase
dengan dua kutup stator diperlihatkan pada gambar 7.7.
Gambar 7.7 6entuk hubungan kumparan motor induksi 7.fase dengan dua kutup
stator
6erntuk gambaran fluk yang terjadi pada motor induksi 7.fasa
diperllihatkan pada gambar 7.> (fluks yang terjadi pada kumparan 7.fase
diasumsikan sinusoidal seperti yang diperlihatkan pada gambar 7.>a dengan arah
fluks positif seperti gambar 7.>b)
Gambar 7.> 8luks yang terjadi pada motor induksi 7.fase dari gambar 7.7
6ila dimisalkan nilai fluks maksimum yang terjadi pada salah satu fasenya disebut

m
, maka resultan fluks
r
pada setiap saat diperoleh dengan melakukan
penjumlah !ektor dari masing.masing fluks
%
,
,
dan
7
akibat pengaruh 7.
fasenya. 6ila nilai
r
dihitung setiap %1; perioda dari gambar 7.>a dengan
mengambil titik.titik (, %, , dan 7 maka akan diperoleh bentuk gambaran
perputaran fluks stator seperti yang diperlihatkan pada gambar 7.'.

I 120 *
' ' ' '
0 1 2 3 4
a)
120 *
120 *
II
III
fase -1 fase-2
fase-2
b)
,7
Netral
f ase - 1
f ase - 2
f ase - 3
8
%
+
7
8
,
8
7
+
%
+
,
6entuk perhitungan hingga terjadinya perputaran fluks magnet stator dari
gambar 7.' dapat diterangkan dengan memperhatikan kembali titik.titik (, %, ,
dan 7 pada gambar 7.> sehingga didapatkan sebagai berikut.
(i) +aat 9 (
(
pada gambar 7.>a akan diperoleh /

%
9 (,
,
9 . T( 7 )1,U 2
m
,
7
9 T( 7 )1,U 2
m
Penjumlahan !ektor dari ketiga !ektor
%
,
,
dan
7
ini menghasilkan !ektor

r
seperti yang diperlihatkan pada gambar '(i) dengan perhitungan /

r
9 , 2 T( 7 )1,U 2
m
2 &os (;(
(
1,) 9 7 2 T( 7 )1,U 2
m
9 (71,)
m

(ii) +aat 9 ;(
(
pada gambar 7.>a akan diperoleh /

%
9 T( 7 )1,U 2
m
,
,
9 . T( 7 )1,U 2
m
,
7
9 (
Penjumlahan !ektor dari ketiga !ektor
%
,
,
dan
7
ini menghasilkan !ektor

r
seperti yang diperlihatkan pada gambar '(ii) dengan perhitungan /

r
9 , 2 T( 7 )1,U 2
m
2 &os (;(
(
1,) 9 7 2 T( 7 )1,U 2
m
9 (71,)
m

Di sini dapat dilihat bah$a resultan fluks yang dihasilkan adalah tetap sebesar
(71,)
m
dan berputar searah jarum jam dengan besar sudut sebesar ;(
(
.
Gambar 7.' 6entuk perputaran fluks stator dari gambar 7.>
(iii) +aat 9 %,(
(
pada gambar 7.>a akan diperoleh /
,>
;(
(
;(
(
;(
(
;(
(

r
9 %,'
m

r
9 %,'
m

r
9 %,'
m

r
9 %,'
m

7
.
,

%
.
,

%
.
7
.
7
(i!) 9 %B(
(
(i) 9 (
(
(iii) 9 %,(
(
(ii) 9 ;(
(

%
9 T( 7 )1,U 2
m
,
,
9 ( ,
7
9 . T( 7 )1,U 2
m

Penjumlahan !ektor dari ketiga !ektor
%
,
,
dan
7
ini menghasilkan !ektor

r
seperti yang diperlihatkan pada gambar ,.>(iii) dengan perhitungan /

r
9 , 2 T( 7 )1,U 2
m
2 &os (;(
(
1,) 9 7 2 T( 7 )1,U 2
m
9 (71,)
m

Di sini dapat dilihat bah$a resultan fluks yang dihasilkan adalah tetap lagi
sebesar (71,)
m
dan berputar lagi searah jarum jam dengan besar sudut
sebesar ;(
(
atau %,(
(
dari saat a$al.
(i!) +aat 9 %B(
(
pada gambar 7.>a akan diperoleh /

%
9 T( 7 )1,U 2
m
,
,
9 . T( 7 )1,U 2
m
,
7
9 (
Penjumlahan !ektor dari ketiga !ektor
%
,
,
dan
7
ini menghasilkan !ektor

r
seperti yang diperlihatkan pada gambar '(i!) dengan perhitungan /

r
9 , 2 T( 7 )1,U 2
m
2 &os (;(
(
1,) 9 7 2 T( 7 )1,U 2
m
9 (71,)
m

Di sini dapat dilihat bah$a resultan fluks yang dihasilkan adalah tetap lagi
sebesar (71,)
m
dan berputar lagi searah jarum jam dengan besar sudut
sebesar ;(
(
atau %B(
(
dari saat a$al.
Dari uraian yang telah dijelaskan di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.
%. esultan fluks yang dihasilkan konstan sebesar (71,)
m
yaitu %,' kali fluks
maksimum yang terjadi dari setiap fasenya.
,. esultan fluks yang terjadi berputar disekeliling stator dengan ke&epatan
konstan sebesar ;(.f 1P (telah dijabarkan sebelumnya).
6esarnya fluks konstan yang terjadi pada motor induksi 7.fase juga dapat
dibuktikan se&ara matematik. Dengan &ara mengambil salah satu fase.% sebagai
referensi maka didapatkan sebagaiberikut.
"isalkan fluks yang dihasilkan oleh kumparan a.a (fasa %) pada saat JtK dapat
dinyatakan dalam koordinat polar, yaitu /

%
9
a
&os (7.7)
Dan fluks yang dihasilkan oleh kumparan b.b (fasa ,) dan &.& (fasa 7)
masing.masing adalah /

,
9
b
&os ( %,() (7.>)

7
9
&
&os ( ,>() (7.')
,'
#arena amplitudo fluks berubah menurut $aktu se&ara sinusoid, maka amplitudo

a,

b
dan
&
dapat dituliskan/

a
9
maks
&os t (7.;)

b
9
maks
&os (t %,() (7.A)

&
9
maks
&os (t ,>() (7.B)
8luks resultan adalah jumlah ketiga fluks tersebut dan merupakan fungsi tempat
() dan $aktu (t).

t
(,t) 9
m
&os t &os @
m
&os ( %,() &os (t %,() @
m
&os ( ,>()
&os (t ,>()
Dengan memakai transformasi trigonometri dari /
&os &os 9 Q &os ( ) @ Q &os ( @ ) (7.E)
didapat /

t
(,t) 9 Q
m
&os ( t) @ Q
m
&os ( @ t) @ Q
m
&os ( t) @
Q
m
&os ( @ t ,>() @ Q
m
&os ( t) @ Q
m
&os ( @ t >B()
+uku kedua, keempat, dan keenam saling menghapuskan, maka diperoleh/

t
(,t) 9 %,'
m
&os ( t) (7.%()
2. Su$ber 2*/asa atau 1*/asa
Pada dasarnya, prinsip kerja motor induksi %.fasa sama dengan motor
induksi ,.fasa yang tidak simetris karena pada kumparan statornya dibuat dua
kumparan (yaitu kumparan bantu dan kumparan utama) yang mempunyai
perbedaan se&ara listrik dimana antara masing.masing kumparannya tidak
mempunyai nilai impedansi yang sama dan umumnya motor bekerja dengan satu
kumparan stator (kumparan utama). #husus untuk motor kapasitor.start kapasitor.
run, maka motor ini dapat dikatakan bekerja seperti halnya motor induksi ,.fasa
yang simetris karena motor ini bekerja dengan kedua kumparannya (kumparan
bantu dan kumparan utama) mulai dari start sampai saat running (jalan).
"otor induksi %.fase yang bekerja dengan satu kumparan stator pada saat
running (jalan) dapat dikatakan bekerja bukan berdasarkan medan putar, tetapi
,;
bekerja berdasarkan gabungan medan maju dan medan mundur. 6ila salah satu
medan tersebut dibuat lebih besar maka rotornya akan berputar mengikuti
perputaran medan ini. 6entuk gambaran proses terjadinya medan maju dan medan
mundur ini dapat dijelaskan dengan menggunakan teori perputaran medan ganda
seperti yang diperlihatkan pada gambar 7.;.
Gambar 7.; 4eori perputaran medan ganda pada motor induksi %.fase
Gambar 7.; memperlihatkan bah$a fluks sinusoidal bolak balik dapat
ditampilkan sebagai dua fluks yang berputar, dimana masing.masing fluks bernilai
setengah dari nilai fluks bolak.baliknya yang berputar dengan ke&epatan sinkron
dengan arah yang saling berla$anan. Gambar 7.;a memperlihatkan bah$a fluks
total yang dihasilkan sebesar
m
adalah akibat pengaruh dari masing.masing
komponen fluks A dan 6 yang mempunyai nilai sama sebesar
m
1 , yang berputar
dengan arah yang berla$anan. +etelah fluks A dan 6 berputar sebesar @ dan .
(pada gambar 7.;b) resultan fluks yang terjadi menjadi , 2 (
m
1,) sin (,1,) 9
m
sin . +elanjutnya setelah seperempat lingkaran resultan fluks yang terjadi
(gambar 7.;&) menjadi nol karena masing.masing fluks A dan 6 mempunyai harga
yang saling menghilangkan. +etelah setengah lingkaran (gambar 7.;d) resultan
fluks A dan b akan menghasilkan M, 2 (
m
1,) 9 .
m
(arah berla$anan dengan
gambar 7.;a). +elanjutnya setelah tigaperempat lingkaran (gambar 7.;e) resultan
,A
-
m

+
m

m
/2

m
/2

m
/2

m
/2

m
sin
+
-
y
y
0
(a)
y
y
0
(b)
y
y
0
(c)
y
y
0
(d)
y
y
0
(e)
A
B
A
B
B
A
A
B
A
B
*

2
fluks A dan 6 yang terjadi kembali nol karena masing.masing fluks yang saling
menghilangkan. Proses pada gambar 7.; ini akan terus berlangsung sehingga
terlihat bah$a medan fluks yang terjadi adalah medan maju dan medan mundur
karena pengaruh fluks magnet bolak balik yang dihasilkan oleh sumber arus bolak
balik.
3.3 Slip
Apabila rotor dari motor induksi berputar dengan ke&epatan -
r
, dan medan
magnet stator berputar dengan ke&epatan -s, maka bila ditinjau perbedaan
ke&epatan relatif antara ke&epatan medan magnet putar stator terhadap ke&epatan
rotor, ini disebut ke&epatan slip yang besarnya sebagai berikut.
#e&.slip 9 -s M -r (7.%%)
#emudian slip (s) adalah /
+ 9
Ns
Nr Ns
(7.%,)
8rekuensi yang dibangkitkan pada belitan rotor adalah f
,
dimana
f
,
9
%,(
) ( p Nr Ns
(7.%7)
dengan/ p 9 jumlah kutup magnet stator.
+edangkan frekuensi medan putar stator adalah f
l
, di mana
f
%
9
%,(
. p Ns
(7.%>)
Dari persamaanMpersamaan di atas akan diperoleh

%
,
f
f
9
Ns
Nr Ns ) (
f
,
9 sf
%
(7.%')
Apabila, slip 9 ( (karena -s9-r) maka f
,
9 (. Apabila rotor ditahan slip 9 %
(karena -r9 () maka f
,
9 f
%
. Dari persamaan f
,
9 sf
%
, diketahui bah$a frekuensi
rotor dipengaruhi oleh slip. :leh karena GGF induksi dan reaktansi pada rotor
merupakan fungsi frekuensi maka besarnya juga turut dipengaruhi oleh slip.
6esarnya GGF induksi efektif pada kumparan stator adalah /
=
%
9 >,>> f
%
-
%
m (7.%;)
+elanjutnya, besarnya GGF induksi efektif pada kumparan rotor adalah /
=
,+
9 >,>> f
,
-
,
m (7.%A)
,B
9 >,>> s f
%
-
,
m
9 s.=
,
dimana /
=
,
9 GGF pada saat rotor diam (-r 9 -s)
=
,+
9 GGF pada saat rotor berputar.
+elanjutnya karena kumparan rotor mempunyai reaktansi induktif yang
dipengaruhi oleh frekuensi, maka dapat dibuatkan /
?
,+
9 , f
,
F
,
(7.%B)
9 , s.f
%
F
,
9 s?
,
dengan /
?
,+
9 reaktansi pada saat rotor berputar.
?
,
9

reaktansi pada saat rotor diam. (-r 9 -s).
3.4 Arus Rotor
Filitan rotor dihubung singkat dan tidak mempunyai hubungan langsung
dengan sumber, arusnya diinduksikan oleh fluks magnet bersama () antara stator
dan rotor yang mele$ati &elah udara, sehingga arus rotor ini bergantung kepada
perubahan.perubahan yang terjadi pada stator.
Apabila tegangan sumber *
%
diberikan pada stator, pada stator timbul
tegangan =
%
yang diinduksikan oleh fluks.fluks tersebut yang juga menimbulkan
tegangan = pada rotor, (=
,
9 =
%
pada saat rotor ditahan dan s =
,
9 =
%
pada $aktu
motor berputar dengan slip s). 6esarnya arus rotor <
,
akan diimbangi dengan arus
stator tapi dengan arah berla$anan agar fluks magnet bersama (m) tetap konstan
seperti yang diperlihatkan pada gambar 7.A.
Gambar 7.A/ Diagram !ektor motor induksi dengan tinjauan sederhana
,E
Pada slip s, arus rotor ditentukan oleh s =
,
(GGF rotor) dan V
,
(impedansi
rotor), sehingga akan diperoleh/
<
%9
9 . <
,
9
) (
) ( T
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
X
s
r
E
sX r
sE
Z
sE
+

=
+
=
(7.%E)
<
%
ketinggalan sebesar , terhadap *
%
, dengan/

,
9 ar& tan
,
,
r
sX
(7.,()
3.5. Rangkaian Pengganti #otor 1n,uksi 3*/asa
"otor induksi 7.fasa mempunyai kumparan stator dan kumparan rotor.
angkaian pengganti rotor motor induksi ideal digambarkan pada gambar 7.B.
Gambar 7.B angkaian pengganti rotor motor induksidengan tinjauan sederhana.
GGF induksi pada rotor adalah s=
,
9 =
%
, jika dibuat =
l
9 =
,
maka semua
unsur yang ada di rotor harus dibagi dengan JsK, sehingga r
,
menjadi
s
r
,
dan s.?
,
menjadi ?
,
. +elanjutnya dapat juga dibuatkan /
s
s
r r
s
r ) % (
, ,
,

+ = (7.,%)
7(
dengann arus rotor <
,
tetap sama dengan <
,
sebelumnya. 6ila dinamakan tahanan
stator 9 r
%
dan reaktansi induksi dari fluks bo&or kumparan stator 9 ?
%
, akan dapat
dibuatkan rangkaian pengganti motor induksi 7.fasa perfasanya seperti gambar
7.E. +elanjutnya, bila rotor dilihat dari sisi stator akan diperoleh gambar 7.%(
dengan r
m
(tahanan karena pengaruh rugi.rugi inti) dan ?
m
(reaktansi induktif
magnet) pada inti. Gambar 7.%( merupakan gambar rangkaian pendekatan
(eki!alen) motor induksi 7.fasa perfasa yang sudah merupakan standar untuk
menganalisa rangkaian karena sisi rotor dilihat dari sisi stator.
Gambar 7.E. angkaian pengganti motor induksi 7.fasa perfasa
Gambar 7.%( angkaian pengganti dengan rotor disesuaikan terhadap stator"
Gambar 7.%( memperlihatkan baha$a untuk menggabungkan rangkaian
stator dan rangkaian rotor, rangkaian rotor harus disesuaikan dengan rangkaian
stator. Apabila rangkaian rotor disesuaikan terhadap rangkaian stator maka
rangkaian rotor dianggap mempunyai nilai yang sama dengan bayangan dari
rangkaian stator itu sendiri, sehingga =
%
9 =
,
H. +elanjutnya untuk parameter.
parameter yang lain pada sisi rotor juga diberik tanda ' 3 ( seperti yang
diperlihatkan pada gambar 7.%(.
7%

2
45
1
3.6. -a.a #otor 1n,uksi
Dengan memperhatikan gambar 7.B sampai dengan gambar 7.%( dapat
dibuatkan besarnya daya aktif makanik yang ditransfer dari stator melalui &elah
udar ke rotor (Pg) sebesar.
Pg 9 <
,
,
.
s
r
,
9 <
,
,
. (
s
s
r r
) % (
, ,

+ ) (7.,,)
9 (<
,
H)
,
.
s
r
,
W
9 <
,
H
,
. (
s
s
r r
) % (
W W
, ,

+
)
dan rugi.rugi daya aktif pada kumparan rotor (Pr
,
) sebesar/
Pr
,
9 <
,
,
r
,
9 (<
,
H)
,
.r
,
(7.,7)
+elanjutnya daya aktif mekanik yang bermanfaat untuk menggerakkan rotor (Pm)
sebesar/
Pm 9 <
,
,
.
s
s
r
) % (
,

9 (<
,
H)
,
.
s
s
r
) % (
W
,

(7.,>)
6ila dibuatkan perbandingan antara ketiga daya tersebut, dengan asumsi rugi.rugi
putar diabaikan, maka dapat dibuatkan perbandingan sebagai berikut.
Pm / Pr
,
9 (%.s) / s (7.,')
Pg / Pm / Pr
,
9 %/ (% . s) / s (7.,;)
#emudian rugi.rugi daya aktif pada kumparan primer motor induksi 7.fasa
perfasa (P
%
) dapat dibuatkan sebagai berikut.
P
%
9 <
%
,
r
%
(7.,A)
Daya masukan motor induksi 7.fasa perfasa menjadi/
Pin 9 P
,
@ Pg (7.,B)
+elanjutnya daya 7.fasanya dapat dibuatkan sebagai berikut.
Pin
(7ph)
9 7. Pin
(7ph)
(7.,E)
Pin
(7ph)
9 *
F
. <
F
. Cos

(7.7()
Dengan

9 perbedaan sudut antara *


F
dan <
F
.
3." &orsi #otor 1n,uksi
4orsi berhubungan dengan kemampuan motor untuk mesuplai beban
mekanik. :leh karena itu 4orsi (4) se&ara umum dapat dirumuskan sebagai
berikut.
7,
4 9
r
X
Pm
(7.7%)
Dengan /
r
9 ke&epatan sudut (mekanik) dari rotor.
Dari persamaan (7.%,) dapat dibuat bah$a -r 9 -s (%.s), sehingga diperoleh pula/

r
9
s
(%.s) (7.7,)
6ila dilihat torsi mekanik yang ditransfer pada rotornya (perhatikan gambar 7.%()
akan diperoleh sebagai berikut.
4g 9
[ ]
k
s
s
sX r
r sE
s
, ,
,
,
,
,
,
,
,
) (
%

+
=
+
(7.77)
Dimana/
k 9
, ,
,
,
x
E

9
,
,
x
r
4torsi start yang dibutuhkan pada motor induksi dapat dihitung dengan
memasukkan nilai s 9 % pada persamaan (7.77). +elanjutnya dengan
memperhatikan persamaan 7.,;, torsi mekanik yang bermanfaat untuk memutar
rotor menjadi/
4m 9
k
s
s s
s #g #
m
s
, ,
) % (
) % (
%

= =
(7.7>)
4orsi maksimum di&apai pada
( =
ds
dT
, maka dari persamaan (7.77), maka
diperoleh/
=
ds
dT
(s
,
@
,
) M s. (,s) 9 (
s
,
@
,
M , s
,
9 (
s
,
9
,
s 9 (7.7')
Dari keadaan ini akan diperoleh torsi maksimum (4
m2
) sebesar/
4
m2
9 k
k
, 1 %
,
,
,
=

(7.7;)
77
4orsi maksimum (%1,k) tersebut di&apai pada slip positif (mesin bertindak sebagai
motor induksi) dan pada slip negatif (mesin bertindak sebagai generator induksi).
Hubungan antara torsi dan slip dinyatakan pada gambar 7.%%.
Gambar 7.%% Hubungan antara torsi dan slip motor induksi
Dengan memperhatikan gambar 7.%% dapat dilihat bah$a/
. Pada ke&epatan hipersinkron (ke&epatan melebih ke&epatan sinkron),
slipnya negatif (biasanya ke&il), mesin beroperasi sebagai generator
induksi dengan torsi bekerja dengan arah yang berla$anan dengan putaran
medan putar.
. +aat mesin bekerja pada ke&epatan di antara standstill dan ke&epatan
sinkron, dengan slip positif antara % dan (/ "esin berputar pada keadaan
tanpa $e$an sehingga slipnya ke&il sekali, GGF rotor juga ke&il sekali, V
,
(rotor ir%it impedane) hampir murni dan arus &ukup untuk
membangkitkan torsi dan memutar rotornya.
. +elanjutna $e$an mekanik dipasang pada poros sehingga putaran rotor
makin lambat, slip naik, GGF rotor naik (besar maupun frekuensinya),
menghasilkan arus dan torsi yang lebih besar.
. 0ika motor induksi dip%tar $er!a&anan dengan arah p%taran medan p%tar
maka masih akan dihasilkan torsi yang bertindak sebagai rem dan terjadi
penyerapan tenaga mekanik/ "isalnya mesin dalam keadaan berputar
dengan slip JsK, kemudian arah medan putar tiba.tiba di balik, maka akan
7>
terjadi rotor mempunyai slip (, . s), ke&epatan turun menuju nol dan dapat
diba$a ke kondisi standstill. Cara ini adalah &ara pengereman motor yang
disebut dengan p!%gging.
3.0. 6ubungan Antara &orsi ,an Slip
Dari persamaan (7>) terlihat bah$a untuk s 9 (, 4 9 ( sehingga kur!a
dimulai dari titik (. Pada ke&epatan normal (mendekati ke&epatan sinkron, harga
(s.?
,
) sangat ke&il dibanding harga r
,
.nya, sehingga 4 9
, r
s
untuk r, konstan.
Gambar 7.%,. Grafik 4 9 f(s) untuk berma&am.ma&am nilai r
,
pada motor induksi
Apabila slip terus dinaikkan (dengan menambah beban motor) torsi (4)
terus meningkat dan men&apai harga maksimum pada saat s 9
,
,
x
r
, torsi ini
disebut p%!! ' o%t atau $reak ' do&n tor(%e" Dengan bertambahnya beban, slip
makin besar, putaran motor makin turun maka lama.lama ?
,
meningkat terus
sehingga Jr
,
K dapat diabaikan bila dibandingkan terhadap (s.?
,
) sehingga bentuk
kur!a torsi . slip sesudah men&apai titik maksimum berobah dalam setiap
penambahan beban motor dimana torsi yang dihasilkan motor akan terus merosot,
akibatnya putaran semakin pelan dan akhirnya berhenti. Pada prinsipnya daerah
kerja dari motor berada di antara slip, s 9 ( dan s 9
,
,
x
r
saat men&apai torsi
7'
maksimum, perhatikan gambar 7.%,. Dari gambar 7.%, terlihat bah$a nilai 4
maks
tergantung dari Jr
,
K, makin besar harga Jr
,
K makin besar pula nilai slip untuk
men&apai 4
maks.
3.% #e$balik Ara+ Putaran #otor 1n,uksi 3*/asa
3ntuk membalik putaran motor dapat dilaksanakan dengan menukar dua
di antara tiga ka$at dari sumber tegangannya seperti yang diperlihatkan pada
gambar 7.%7.
M
3 ~
arah ptara!
M
3 ~
arah ptara!
"
#
$ $
#
"
Gambar 7.%7 Cara membalik arah putaran motor induksi 7.fasa
3.1) #e$ili+ #otor 7istrik
+etiap motor listrik sebagai alat penggerak sudah mempunyai klasifikasi
tertentu sesuai dengan maksud penggunaannya menurut kebutuhan yang
diinginkan. #lasifikasi tiap motor listrik bisa diba&a pada papan nama (name
p!ate) yang dipasang padanya sehingga untuk berbagai keperluan bisa dipilih
motor yang sesuai.
Di dalam pemakaian sederhana, klasifikasi motor hanya dikenal menurut//
%. 4enaga output motor (HP).
,. +istem tegangan (searah, bolak.balik, ukurannya, fasenya).
7. #e&epatan motor (rendah, sedan, tinggi).
Dalam pemakaian yang sederhana ini belum di&apai hal.hal lain yang
sangat penting dalam memilih motor yang sesuai. 0adi dapat disimpulkan bah$a
klasifikasi motor ini sangatlah luas men&akup dalam/
%. Hal.hal yang dibutuhkan oleh mesin.mesin yang digerakkan (dri!en ma&hines)
yang sesuai dengan/ tenaga dan torsi yang dibutuhkan
7;
,. #arakteristik beban dan ma&am.ma&am kerja yang diperlukan
7. #onstruksi mesin.mesin yang digerakkan
Hal.hal yang demikian akan memberikan pula ma&am.ma&am !ariasi bentuk dari
motor termasuk alat.alat perlengkapannya (alat.alat pengusutan dan pengaturan).
3.11 #otor 1n,uksi 1*/asa
"otor induksi %.fasa biasanya tersedia dengan daya kurang dari % HP dan
banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga dengan aplikasi yang sederhana,
seperti kipas angin motor pompa dan lain sebagainya. Didasarkan pada &ara
kerjanya, maka motor ini dapat dikelompokan sebagai berikut /
%. "otor fase belah1fase bagi (sp!it phase motor)
,. "otor kapasitor (apaitor motor)
a. #apasitor start (&apa&itor start motor)
b. #apasitor start.kapasitor jalan (&apa&itor start.&apa&itor run motor)
&. #apasitor jalan (&apa&itor run motor)
7. "otor kutub bayangan (shaded po!e motor)
Penjelasan dari jenis.jenis motor ini dijabarkan sebagai berikut di ba$ah ini.
7.%%.% #otor /ase bela+8/ase bagi
"otor fase belah mempunyai kumparan utama dan kumparan bantu yang
tersambung paralel dan mempunyai perbedaan fasa antara keduanya mendekati
E(
o
listrik. Gambaran konstruksi dan bentuk rangkaian sederhana pemasangan
kumparannya diperlihatkan pada gambar 7.%>.
Gambar 7.%> 6entuk konstruksi dan hubungan kumparan motor induksi fasa
belah
7A
c(
a(
b(
Gambar 7.%>a memperlihatkan letak kumparan utama dan kumparan bantu yang
diatur berjarak E(
o
listrik, gambar 7.%>b memperlihatkan hubungan kumparan
utama dan kumparan bantu dalam rangkaiannya dan gambar 7.%>&
memperlihatkan hubungan arus dan tegangan yang terjadi pada kumparan motor
induksi fasa belah. Di dalam prakteknya diusahakan antara arus kumparan bantu
dan kumparan utamanya berbeda fasa mendekati E(
o
listrik. Dengan &ara ini
maka kumparan motor menjadi seolah.olah seperti motor induksi dua fase yang
akan dapat menghasilkan medan magnet yang seolah.olah berputar sehingga
motor induksi ini dapat berputar sendiri (self starting).
Pada motor fase boleh, Jk%mparan %tama) mempunyai tahanan m%rni
rendah dan reaktansi tinggi, sebaliknya Jk%mparan $ant%) mempunyai tahanan
m%rni *ang tinggi tetapi reaktansinya rendah. 4ahanan murni kumparan bantu
dapat dipertinggi dengan menambah yang disambung se&ara seri dengannya
(disebut motor resistor) atau dengan menggunakan kumparan ka$at yang
diameternya sangat ke&il. 6ila pada kumparan bantuk diberik kapasitor, maka
motor ini disebut motor kapasitor (&apa&itor motor). #otor /ase bela+ ini
biasan.a sering ,isebut $otor resistor saja, sedangkan untuk motor kapasitor
jarang disebut sebagai motor fase belah karena $alaupun prinsipnya adalah
membagi dua fasa tetapi nilai perbedaan fasanya hampir mendekati E(
o
, sehingga
kerjanya mirip dengan motor induksi ,.fasa dan umum disebut sebagai motor
kapasitor saja. 3ntuk memutuskan arus, kumparan 6antu dilengkapi dengan
saklar pemutus Y+H yang dihubungkan seri terhadap kumparan bantu. Alat ini
se&ara otomatis akan memutuskan setelah motor men&apai ke&epatan A'G dari
ke&epatan penuh. Pada motor fase belah yang dilengkapi saklar pemutus
kumparan bantu biasanya yang dipakai adalah sak!ar sentrif%ga!. #husus untuk
penerapan motor fase belah ini pada lemari es biasanya digunakan rele.
3.11.2 #otor kapasitor
"otor kapasitor merupakan bagian dari motor fasa belah, namun yang
membedakan kedua motor tersebut adalah pada saat kondisi start motor. "otor
kapasitor ini menggunakan kapasitor pada saat startnya yang dipasang se&ara seri
terhadap kumparan bantu. "otor kapasitor ini umumnya digunakan pada kipas
7B
angin, kompresor pada kulkas (lemari es), motor pompa air, dan sebagainya. Pada
lemari es umumnya memakai rele sebagai saklar sentrifugalnya. 6erdasarkan
penggunaan kapasitor pada motor kapasitor, maka motor kapasitor ini dapat
dibagi dalam hal sebagai berikut di ba$ah ini.
1. #otor kapasitor start 'capacitor start motor(
Pada motor kapasitor, pergeseran fase antara arus kumparan utama (<
u
) dan arus kumparan
bantu (<
b
) didapatkan dengan memasang sebuah kapasitor yang dipasang seri
terhadap kumparan bantunya seperti yang diperlihatkan pada gambar 7.%'.
Gambar 7.%' 6agan rangkaian motor kapasitor dan diagram !ektor <
u
dan <
b
#apasitor yang digunakan pada umumnya adalah kapasior elektrolik yang
pemasangannya tidak permanen pada motor (sebagai bagian yang dapat
dipisahkan). #apasitor start diren&anakan khususnya untuk $aktu pemakaian
yang singkat, sekitar 7 detik, dan tiap jam hanya ,( kali pemakaian. 6ila saat start
dan setelah putaran motor men&apai A'G dari ke&epatan penuh, saklar sentrifugal
(C+) otomatis akan terbuka untuk memutuskan kapasitor dari rangkaian, sehingga
yang tinggal selanjutnya hanya kumparan utama saja.. Pada sebahagian motor ini
ada yang menggunaan rele sebagai saklar sentifugalnya. Ada , bentuk
pemasangan rele yang biasa digunakan yaitu penggunaan rele arus dan rele
tegangan seperti yang diperlihatkan pada gambar 7.%; dan gambar 7.%A.
7E
Gambar 7.%; 6entuk penggunaan rele arus dalam rangkaian
Arus start yang dihasilkan pada gambar 7.%; &ukup besar sehingga medan
magnet yang dihasilkan oleh rele sanggup untuk menarik kontak -: (normally
open) menjadi menutup (berhubungan), setelah motor berjalan dan men&apai
ke&epatan A'G ke&epatan nominalnya, maka arus motor sudah turun menjadi
ke&il kontak -: yang terhubung tadi terlepas kembali karena medan magnet yang
dihasilkan tidak sanggup untuk menarik kontak -: sehingga kapasitor dilepaskan
lagi dari rangkaian.
Gambar 7.%A 6entuk penggunaan rele tegangan dalam rangkaian
4egangan a$al saat start yang dihasilkan pada rele gambar 7.%A masih
ke&il sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh rele tidak sanggup untuk
menarik kontak -C (normally &lose) menjadi terbuka (memisah), setelah motor
berjalan dan men&apai ke&epatan A'G ke&epatan nominalnya, maka tegangan
pada rele sudah naik menjadi normal sehingga kontak -C yang terlepas tadi
terhubung karena medan magnet yang dihasilkan rele sanggup untuk menarik
kontak -C menjadi terbuka sehingga kapasitor dilepaskan lagi dari rangkaian.
>(
Disamping itu, penggunaan kapasitor start pada motor kapasitor dapat
di!ariasikan misalnya dengan tegangan tegangan ganda seperti yang diperlihatkan
pada gambar 7.%B.
Gambar 7.%B "otor kapasitor start tegangan ganda, putaran satu arah.
3ntuk penggunaan tegangan rendah pada gambar 7.%B, kumparan utama < dan
kumparan utama << diparalel dengan &ara terminal % dikopel dengan 7, terminal ,
dikopel dengan >, kemudian terminal % dan , diberikan untuk sumber tegangan.
3ntuk tegangan tingginya, kumparan utama < dan kumparan utama <<
dihubungkan se&ara seri, kemudian terminal % dikopel dengan > dan terminal 7
dan , untuk sumber tegangan.
"otor kapasitor start yang sederhana juga dapat diperlengkapi dengan
pengaturan ke&epatan dan pembalik arah putaran seperti yang diperlihatkan pada
&ontoh berikut di ba$ah ini.
a. "otor kapasitor start dengan 7 ujung dengan arah putaran yang dapat dibalik
(three !eads re+ersi$!e apaitor start motor) diperlihatkan pada gambar 7.%E.
Gambar 7.%E "otor kapasitor start dengan 7 ujung dengan pembalik arah
putaran
>%
b. "otor kapasitor start , ke&epatan seperti yang diperlihatkan pada gambar
7.,(.
Gambar 7.,( "otor kapasitor start , ke&epatan.
6ila saklar diatur pada posisi lo$ pada gambar 7.,(, motor berputar lambat,
sedangkan bila saklar diatur pada posisi high, motor berputar lebih &epat,
karena kumparan &epat (high run) mempunyai jumlah kutub sedikit sedangkan
kumparan lambat (lo$ run) mempunyai jumlah kutub yang lebih banyak.
&. "otor kapasitor start dengan , kumparan dan menggunakan , buah kapasitor
seperti yang diperlihatkan pada gambar 7.,%.
-
Gambar 7.,% "otor kapasitor start dengan , ke&epatan dan menggunakan ,
buah kapasitor.
2. #otor kapasitor start ,an jalan 'capacitor start-capacitor run motor(.
Pada dasarnya motor ini sama dengan &apasitor start motor, hanya saja
pada motor jenis ini kumparan bantunya mempunyai , ma&am kapasitor dan salah
satu kapasitornya selalu dihubungkan dengan sumber tegangan (tanpa saklar
otomatis). "otor ini menggunakan nilai kapasitansi yang berbeda untuk kondisi
start dan jalan. Dalam susunan pensaklaran yang biasa, kapasitor start yang seri
>,
dengan saklar start dihubungkan se&ara paralel dengan kapasitor jalan dan
kapasitor yang diparalelkan itu diserikan dengan kumparan bantu.
Penggunaan kapasitor start dan jalan yang terpisah memungkinkan
peran&angan motor memilih ukuran optimum masing.masing, yang menghasilkan
kopel start yang sangat baik dan prestasi jalan yang baik. 4ipe kapasitor yang
digunakan pada motor kapasitor ini adalah tipe elektrolit dan tipe berisi minyak.
an&angan motor ini biasanya hanya digunakan untuk penggunaan motor satu
fasa yang lebih besar dimana khususnya diperlukan untuk kopel start yang tinggi.
#euntungan dari motor jenis ini adalah /
%. "empertinggi kemampuan motor dari beban lebih.
,. "emperbesar &os (faktor daya).
7. "emperbesar torsi start,
>. "otor bekerja lebih baik (putaran motor halus).
"otor jenis ini bekerja dengan menggunakan kapasitor dengan nilai yang
tinggi (besar) pada saat startnya, dan setelah rotor berputar men&apai ke&epatan
A'G dari ke&epatan nominalnya, maka kapasitor startnya dilepas dan selanjutnya
motor bekerja dengan menggunakan kapasitor jalan dengan nilai kapasitor yang
lebih rendah (kapasitas ke&il) agar motor dapat bekerja dengan lebih baik. 6entuk
gambaran motor jenis ini diperlihatkan pada gambar 7.,,. Pertukaran harga
kapasitor dapat di&apai dengan dua &ara sebagai berikut.
a) Dengan menggunakan dua kapasitor yang dihubungkan se&ara paralel pada
rangkaian bantu, kemudian setelah saklar otomatis bekerja maka hanya sebuah
kapasitor yang terhubung se&ara seri dengan kumparan bantu (gambar 7.,,a)
b) Dengan memasang sebuah kapasitor yang dipasang se&ara paralel dengan
ototransformator step up (gambar 7.,,b).
>7
a( b(
Gambar 7.,, Cara mendapatkan pertukaran harga kapasitor
3. #otor kapasitor jalan 'capacitor run motor(.
"otor ini mempunyai kumparan bantu yang disambung se&ara seri dengan
sebuah kapasitor yang terpasang se&ara permanen pada rangkaian motor.
#apasitor ini selalu berada dalam rangkaian motor, baik pada $aktu start maupun
jalan, sehingga motor ini tidak memerlukan saklar otomatis. :leh karena kapasitor
yang digunakan tersebut selalu dipakai baik pada $aktu start maupun pada $aktu
jalan maka harus digunakan kapasitor yang memenuhi syarat tersebut yaitu
kapasitor yang berjenis kondensator minyak, atau kondensator kertas minyak.
Pada umumnya kapasitor yang digunakan berkisar antara , sampai ,( 8, bentuk
hubungannya pada rangkaian motor diperlihatkan pada gambar 7.,7 dengan jenis
dua arah putaran.
Gambar 7.,7 "otor kapasitor jalan yang bekerja dengan , arah putaran (maju
dan mudur) dengan kumparan utama sama dengan kumparan bantu.
Pada gambar 7.,7, $aktu putaran kanan, kumparan A diseri dengan
kapasitor dan kumparan 6 bertindak sebagai kumparan utama, sedangkan pada
>>
$aktu putaran kiri, kumparan 6 diseri dengan kapasitor dan berfungsi sebagai
kumparan bantu, sehingga kumparan A sekarang berfungsi sebagai kumparan
utama. +elanjutnya pada gambar 7.,> diperlihatkan &ontoh penerapan motor
kapasitor jalan yang dapat diatur ke&epatannya yang biasa diterapkan pada kipas
angin.
Gambar 7.,> "otor kapasitor jalan (permanen) dengan , ke&epatan.
3ntuk menentukan berapa besar kapasitor yang harus dipasang pada
motor, se&ara umum diterapkan diperlihatkan pada tabel %.
3.11.3 #otor kutup ba.angan
"otor kutub bayangan (,haded po!e) ini menggunakan kutup magnet
stator yang dibelah dan diberi &in&in pada bagian kutup yang ke&il yang disebut
kutup bayangan, dan sisi kutup yang besar disebut kutub pokok (-n shaded po!e)
dengan rotor yang biasa digunakan adalah rotor sangkar tupai seperti yang
diperlihatkan pada gambar 7.,'. "otor kutub bayangan ini biasanya diterapkan
untuk kapasitas yang ke&il dan sering dijumpai pada motor.motor kipas angin
yang ke&il.
a) bentuk kutup > b) kutup bayangan diberi &i&in
Gambar 7.,' #utub utama dan kutub bayangan motor kutub bayangan
>'
Gambar 7.,'b menunjukkan sebuah kutub dari motor kutub bayangan,
kira.kira %17 dari kutub diberi alur yang selanjutnya dilingkari (diberi &in&in)
dengan satu lilitan hubung singkat (C- Coi!) dan dikenal dengan kumparan
bayangan (shading oi!.. #utub yang diberi &in&in ini dikenal dengan nama kutub
bayangan, dan bagian lainnya yang besar dikenal dengan kutup bukan bayangan
(3n shaded po!e). "edan putar yang dihasilkan pada motor jenis ini adalah karena
adanya induksi pada &in&in hubung singkat yang terdapat pada kutub bayangan
yang berasal dari pengaruhi induksi magnet pada kutup yang lainya, sehingga
motor ini menghasilkan fluks magnet yang berputar.
>;