Anda di halaman 1dari 7

Tugas Pancasila dan Kewarganegaraan

Isu Ekstrimisme, Fundamentalisme, dan Radikalisme











Wibisono Indrawan
160414023



Jurusan Teknik Informatika
Fakultas Teknik
Universitas Surabaya
2014

I.Pendahuluan
Dunia merupakan tempat tinggal manusia yang begitu luas, hingga
terdapat jutaan jiwa manusia yang tinggal di dalamnya. Tentu dengan banyaknya
jiwa tersebut banyak perbedaan yang ada di antara manusia. Keberagaman tentu
tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Mulai dari keberagaman budaya, suku,
agama dan lainnya. Setiap anggota dari keberagaman tersebut tentu berusaha
untuk mempertahankan agar ciri khas mereka agar tidak punah dan dapat
diajarkan kepada anak cucunya. Sayangnya ternyata terdapat beberapa orang yang
berusaha mempertahankan kebudayaannya dengan cara segala hal dan tidak
mempedulikan kebergaman orang lain. Hal ini memicu terjadinya perselisihan dan
konflik antar manusia. Konflik antar agama adalah salah satu konflik yang sedang
terjadi di kehidupan kita. Konflik tersebut terjadi karena sikap yang dimiliki umat
beragama di dunia ini masih pada pemikiran eksklusivisme, yaitu cenderung
untuk memishkan diri dari masyarakat lain yang berbeda pandangan dengan
mereka yang memunculkan pandangan bahwa ajaran yang mereka peluk
merupakan ajaran yang paling benar. Sikap seperti inilah yang mengakibatkan
munculnya paham ekstremisme, fundamentalisme, dan radikalisme. Mereka yang
memiliki pandangan seperti ini biasanya mempertahankan agamanya dengan
melakukan kekerasan terhadap pemeluk agama lain. Banyak yang menjadi korban
dalan kekerasan yang sering terjadi ini. Tindakan kekerasan ini berawal dari
pemikiran sempit yang mengatasnamakan agama mereka dan jika tidak ditangani
dengan segera, maka dapat mengakibatkan pengaruh-pengaruh buruk lainnya.

II.Pembahasan
1. Ekstrimisme
Ekstremisme merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan
sebuah doktrin atau sikap, baik politik maupun agama dalam melakukan aksi
dengan segala cara untuk mencapai tujuannya. Menurut David Cameron
ekstrimisme adalah bentuk penyalahgunaan kegiatan berpolitik yang
memanfaatkan kelompok atau organisasi minoritas. Ekstremisme berlebih-lebihan
dalam beragama, tepatnya menerapkan ajaran-ajaran dalam agama secara kaku
dan keras hingga melewati batas kewajaran.
Paham ekstremisme sering menggunakan cara atau gerakan yang bersifat
keras dan fanatik dalam mencapai tujuannya. Ekstremisme mengakibatkan
pertentangan-pertentangan antara satu dengan yang lain, sehingga mengakibatkan
perpecahan antar umat manusia.
Dalam sejarah Islam berderet nama gerakan ekstrem pernah timbul dan
tenggelam. Pakar sejarah Islam dari Nottigham University, Inggris, Prof. Hugh
Goddard, Ph D mengatakan, tidak hanya agama Islam dan kristen yang mengikuti
sikap liberal dan ekstrim, tetapi juga pengikut agama lainnya. Di Irlandia ada
konflik antara umat Katolik dan Kristen, di India ada ekstrimis Hindu, dan di
Indonesia ada ekstrimis muslim.
Agama memicu ekstrimisme ketika ia difahami dengan keliru. Orang yang
tidak seagama dinilai sebagai musuh dan layak dibunuh. Demikian juga ayat-ayat
kitab suci harus ditafsirkan secara utuh. Fenomena ekstremisme dalam agama-
agama masih menjadi api yang setiap saat meluap menjadi kobaran api konflik
yang tak terkendali.

2. Fundamentalisme
Fundamentalisme adalah sebuah gerakan dalam sebuah aliran, paham atau
agama yang berupaya untuk kembali kepada apa yang diyakini sebagai dasar-
dasar atau asas-asas (fondasi). Karenanya, kelompok-kelompok yang mengikuti
paham ini seringkali berbenturan dengan kelompok-kelompok lain bahkan yang
ada di lingkungan agamanya sendiri. Mereka menganggap diri sendiri lebih murni
dan dengan demikian juga lebih benar daripada lawan-lawan mereka yang iman
atau ajaran agamanya berbeda. Kelompok fundamentalis mengajak seluruh
masyarakat agar taat terhadap Kitab Suci dan tanpa melakukan kesalahan.
Fundamentalisme mulanya digunakan untuk penganut agama Kristen di
Amerika yang muncul pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Awalnya digunakan
untuk menunjuk sejumlah ajaran yang dipandang sebagai sistem religius dan
intelektual yang bertumpu pada Alkitab. Disamping itu, fundamentalisme
merupakan pemikiran keagamaan yang cenderung menafsirkan teks-teks
keagamaan secara kaku. Timbulnya fundamentalisme dianggap sebagai respon
dan reaksi terhadap modernisme dan postmodernisme.
Reaksi ini bermula dari anggapan bahwa modernisme cenderung
menafsirkan teks-teks keagamaan secara elastis dan fleksibel agar sesuai dengan
kemajuan zaman modern. Namun, kenyataannya penafsiran tersebut justeru
membawa agama ke posisi yang terisolasi. Kaum fundamentalis menuduh kaum
modernis sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap terjadinya proses
sekularisasi secara besar-besaran, di mana peran agama akhirnya semakin
cenderung terkesampingkan dan digantikan oleh peran sains dan teknologi
modern.
Menurut Amstrong, fundamentalisme merupakan gejala keagamaan yang
muncul dan selalu ada hampir pada semua agama. Pada umumnya, kaum
fundamentalisme tidak tertarik dengan kehidupan modernisme, seperti demokrasi,
pluralisme, toleransi dan semacamnya. Fundamentalisme juga muncul pada
Yahudi, Budha, Hindu, Khong Hu cu, Kristen maupun Islam yang dikembangkan
para pengikutnya. Fundamentalisme biasanya selalu menuju kekerasan.

3. Radikalisme
Menurut KBBI radikalisme yaitu paham atau aliran yang menginginkan
perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau
drastis. Istilah radikalisme berasal dari radix yang berarti akar, dan pengertian ini
dekat dengan fundamental yang berarti dasar. Dengan demikian, radikalisme
berhubungan dengan cita-cita yang diperjuangkan, dan melihat persoalan sampai
ke akarnya.. Menginginkan adanya perubahan total terhadap suatu kondisi atau
semua aspek kehidupan masyarakat. kaum radikal menganggap bahwa rencana-
rencananya adalah rencana yang paling ideal. di Inggris radikalisme merupakan
hasil usaha untuk melakukan perubahan terhadap parlemen.
Peneliti Maarif Institute menilai kemiskinan atau faktor ekonomi, situasi
politik yang carut marut, rendahnya pedidikan, lemahnya akidah serta sejumlah
hal lainnya menjadi faktor pemicu munculnya gerakan radikal, baik
mengatasnamakan agama maupun kelompok sosial tertentu. Oleh karena itu,
pemenuhan ekonomi rakyat menjadi penting dan menjadi hal utama yang harus
diperhatikan. Frustasi terhadap sikap para pejabat negara yang korup akan
menstimulasi tumbuhnya gerakan radikal. Ideologi agama yang berhaluan keras
dan kemudian bersemi dalam situasi masyarakat yang demikian dapat
menghantarkan anggota kelompok masyarakat tertentu untuk memilih jalan
pintas.

Berikut contoh ekstremisme, fundamentalisme, dan radikalisme yang ada
dalam kehidupan sekitar kita.
ISIS(Islamic State Iraq Syiria)
ISIS merupakan suatu kelompok militan jihad yang tidak diakui di Irak dan
Suriah. ISIS dikenal karena memiliki interpretasi atau tafsir yang keras pada Islam
dan kekerasan brutal seperti bom bunuh diri, dan menjarah bank. Target serangan
ISIS diarahkan terutama terhadap Muslim Syiah dan Kristen. Pemberontak di Irak
dan Suriah ini telah menewaskan ribuan orang. Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB) menyebutkan lebih dari 2.400 warga Irak yang mayoritas warga sipil tewas
sepanjang Juni 2014. Jumlah korban tewas ini merupakan yang terburuk dari aksi
kekerasan di Irak dalam beberapa tahun terakhir. Aksi Negara Islam Irak dan
Suriah (ISIS) ini telah menyebabkan tak kurang dari 30.000 warga kota kecil di
timur Suriah harus mengungsi.
ISIS merupakan kelompok ekstremis yang mengikuti ideologi garis keras Al-
Qaeda dan menyimpang dari prinsip-prinsip jihad. Seperti Al-Qaeda dan banyak
kelompok jihad modern lainnya, ISIS muncul dari ideologi Ikhwanul Muslimin,
kelompok Islam pertama di dunia pada tahun 1920-an di Mesir. ISIS mengikuti
ekstrim anti-Barat yang menurutnya sebagai penafsiran Islam, mempromosikan
kekerasan agama dan menganggap mereka yang tidak setuju dengan tafsirannya
sebagai kafir dan murtad. Secara bersamaan, ISIS bertujuan untuk mendirikan
negara Islam Salafi yang berorientasi di Irak, Suriah dan bagian lain dari Syam.
Ideologi ISIS berasal dari cabang Islam modern yang bertujuan untuk kembali ke
masa-masa awal Islam, menolak "inovasi" dalam agama yang mereka percaya
telah "korup" dari semangat aslinya. Mengutuk kekhalifahan terakhir dan
kekaisaran Ottoman karena menyimpang dari apa yang mereka sebut sebagai
Islam murni dan karenanya telah berusaha untuk membangun kekhalifahan
sendiri. Namun, ada beberapa komentator Sunni, Zaid Hamid, misalnya, dan
bahkan Salafi dan mufti jihad seperti Adnan al-Aroor dan Abu Basir al-Tartusi,
yang mengatakan bahwa ISIS dan kelompok teroris yang terkait tidak
mempresentasikan Sunni sama sekali, tapi menuduh Khawarij bidah yang
melayani agenda kekaisaran anti-Islam.

Serangan 11 September
merupakan serangkaian empat serangan bunuh diri yang telah diatur terhadap
beberapa target di New York City dan Washington, D.C. pada 11 September
2001. Pada pagi itu, 19 pembajak dari kelompok militan Islam, al-
Qaeda, membajak empat pesawat jet penumpang. Para pembajak sengaja
menabrakkan dua pesawat ke Menara Kembar World Trade Center di New York
City; kedua menara runtuh dalam kurun waktu dua jam. Pembajak juga
menabrakkan pesawat ketiga ke Pentagon di Arlington, Virginia. Ketika
penumpang berusaha mengambil alih pesawat keempat, United Airlines
Penerbangan 93, pesawat ini jatuh di lapangan dekat Shanksville,
Pennsylvania dan gagal mencapai target aslinya di Washington, D.C. Menurut
laporan tim investigasi 911, sekitar 3.000 jiwa tewas dalam serangan ini.
Dugaan langsung jatuh kepada al-Qaeda, dan pada 2004, pemimpin
kelompok Osama bin Laden, yang awalnya menolak terlibat,
mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Al-Qaeda dan bin Laden juga
mengatakan dukungan AS terhadap Israel, keberadaan tentara AS di Arab Saudi,
dan sanksi terhadap Irak sebagai motif serangan ini. Amerika Serikat merespon
serangan ini dengan meluncurkan Perang Melawan Teror dengan
menyerang Afghanistan untuk menggulingkan Taliban yang melindungi anggota-
anggota al-Qaeda. Banyak negara yang memperkuat undang-undang anti-
terorisme mereka dan memperluas kekuatan penegak hukumnya. Pada Mei 2011,
setelah diburu bertahun-tahun, Presiden Barack Obama mengumumkan bahwa bin
Laden ditemukan dan ditembak mati oleh marinir AS, walaupun belum ada bukti
yang dipublikasikan yang menyatakan kematian tersebut dengan gamblang.

III. Kesimpulan
Seluruh umat manusia pasti menginginkan kehidupan yang rukun antar
umat manusia. Apalagi kita sebagai masyarakat Indonesia, tinggal di negara
Indonesia yang memiliki banyak keragaman. Banyaknya keragaman di Indonesia
juga tidak luput dengan tindakan-tindakan kekerasan yang mengatasnamakan
agama. Dalam hal ini tentu pemerintah harus menyikapi kasus-kasus tersebut
dengan tegas, karena kasus-kasus seperti itu bertentangan dengan dasar negara
Indonesia yaitu Pancasila, dan memicu perpecahan negara Indonesia. Hal ini
dapat dilakukan dengan memberantas organisasi-organisasi yang dianggap
bertentangan dengan Pancasila seperti ISIS misalnya. Pemerintah juga dapat
mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa tindakan-tindakan seperti itu
merupakan hal yang salah. Tingkat pendidikan di Indoensia juga harus
ditingkatkan karena pendidikan merupakan salah satu faktor yang paling
berpengaruh dalam hal ini. Kita sebagai rakyat Indonesia juga tidak diam saja,
melainkan harus berhati-hati agar tidak ikut terpengaruh dengan hal-hal seperti
itu.