Anda di halaman 1dari 21

METHODE TAMBANG TERBUKA

10:26 Mukti Ali 1 comment


1. PENDAHULUAN

Metode tambang terbuka merupakan kegiatan penambangan yang diterapkan
terhadap endapan bahan galian yang terletak di dekat permukaan bumi. Dengan
demikian kegiatan penambangan langsung berhubungan dengan udara bebas,
akibatnya :
(a) Kondisi kerja dan keselamatan kerja lebih baik.
(b) Segala macam peralatan dari yang kecil sampai yang besar dapat dipakai,
sehingga produksinya bisa besar.
(c) Segala jenis bahan peledak dapat dimanfaatkan dan dapat diperoleh nisbah
peledakan (blasting ratio) yang tinggi.

Tetapi segi negatifnya adalah :
(a) Merusak lingkungan hidup.
(b) Susah mencari tempat untuk menimbun material penutup (overburden) yang
tidak mengganggu kegiatan penambangan dan memperparah kerusakan
lingkungan, karena volume material yang akan ditimbun sangat banyak.


2. TAHAPAN KEGIATAN TAMBANG TERBUKA


Secara garis besar tahapan kegiatan penambangan pada tambang terbuka adalah
sebagai berikut :
(a) Pembabatan dan pembersihan lahan (land clearing).
(b) Pengupasan tanah penutup (stripping).
(c) Penambangan atau penggalian bahan galian (mining).

2.1. PEMBABATAN DAN PEMBERSIHAN LAHAN

Yang dimaksud dengan pembabatan adalah pembersihan daerah yang akan
ditambang dari semak-semak, pepohonan dan tanah maupun bongkah-bongkah
batu yang menghalangi pekerjaan-pekerjaan selanjutnya. Tanah pucuk yang subur
(humus) harus ditimbun di tempat tertentu, lalu ditanami rerumputan dan semak-
semak agar tidak mudah tererosi, sehingga kelak dapat dipakai untuk reklamasi
bekas-bekas tambang.

Pembabatan ini bisa dilakukan dengan :
a. Tenaga manusia yang menggunakan alat-alat sederhana seperti kapak, gergaji,
arit, cangkul dan lain-lain.
b. Menggunakan alat-alat mekanis yaitu buldoser dengan rooter / ripper, rake
blade, rantai dan lain-lain.

2.2. PENGUPASAN TANAH PENUTUP

Pengupasan tanah penutup dimaksudkan untuk membuang tanah penutup
(overburden) agar endapan bahan galiannya terkupas dan mudah untuk
ditambang.

Ada beberapa macam cara pengupasan tanah penutup yang banyak diterapkan,
yaitu :
(a) Back filling digging method
Pada cara ini tanah penutup dibuang ke tempat yang endapan bijih atau
batubaranya sudah digali. Peralatan yang banyak digunakan adalah power shovel
atau dragline. Bila digunakan hanya satu buah peralatan mekanis, power shovel
atau dragline saja, disebut single stripping shovel/dragline dan bila menggunakan
lebih dari satu buah power shovel/dragline disebut tandem stripping
shovel/dragline.
Cara back filling digging method cocok untuk tanah penutup yang :
- Tidak diselingi oleh berlapis-lapis endapan batubara atau endapan bijih (satu
lapis).
- Material atau batuannya lunak.
- Letaknya mendatar (horizontal).

(b) Benching system
Pada pengupasan tanah dengan sistem jenjang (benching system) ini pada waktu
mengupas tanah penutup sekaligus sambil membuat jenjang (lihat Gambar 3).

Sistem ini cocok untuk :
- Tanah penutup yang tebal.
- Bahan galian atau lapisan batubara yang juga tebal.

2.3. PENAMBANGAN ATAU PENGGALIAN BAHAN-BAHAN GALIAN

Adalah kegiatan pengambilan endapan bahan galian termasuk batubara dari dalam
kulit bumi dan dibawa ke permukaan bumi untuk dimanfaatkan atau untuk
diproses selanjutnya.

3. METODE PENAMBANGAN
3.1. TAMBANG TERBUKA UNTUK ENDAPAN BIJIH DAN MINERAL
INDUSTRI
Metode penambangan yang termasuk tambang terbuka ada 4 (empat) macam,
yaitu :
3.1.1. Open pit / open cut / open cast / open mine.
3.1.2. Quarry.
3.1.3. Strip mine.
3.1.4. Alluvial mine.

3.1.1. Open Pit / Open Cut / Open Cast / Open Mine

Adalah cara-cara penambangan terbuka yang dilakukan untuk menggali endapan-
endapan bijih metal seperti endapan bijih nikel, endapan bijih besi, endapan bijih
tembaga, dan sebagainya.

Bentuk tambang berdasarkan letak endpan bijih itu sendiri ada 2 (dua) macam,
yaitu :

3.1.1.1. Open pit

Merupakan bentuk penambangan untuk endapan bijih yang terletak pada suatu
daerah yang datar atau lembah. Dengan demikian medan kerja digali ke arah
bawah sehingga akan membentuk semacam cekungan atau pit .
3.1.1.2. Open cast / open mine / open cut

Merupakan bentuk penambangan untuk endapan bijiih yang terletak pada lereng
bukit. Dengan demikian medan kerja digali dari arah bawah ke atas atau
sebaliknya (side hill type). Bentuk tambang dapat pula melingkari bukit atau
undakan, hal tersebut tergantung dari letak endapan penambangan yang
diinginkan

Cara pengangkutan pada open pit / open cut/open cast / open mine tergantung dari
kedalaman endapan dan topografinya. Pada dasarnya cara pengangkutannya ada 2
(dua) macam, yaitu :
1) Cara konvensional atau cara langsung, yaitu hasil galian atau peledakan
diangkut oleh truck / belt conveyor / mine car / skip dump type rail cars, dan
sebagainya, langsung dari tempat penggalian ke tempat dumping dengan
menelusuri tebing-tebing sepanjang bukit .
2) Cara inkonvensional atau cara tak langsung adalah cara pengangkutan hasil
galian / peledakan ke tempat dumping dengan menggunakan cara kombinasi alat-
alat angkut. Misalnya dari permuka/medan kerja (front) ke tempat crusher
digunakan truk, dan selanjutnya melalui ore pass ke loading point; dari sini
diangkut ke ore bin dengan memakai belt conveyor, dan akhirnya diangkut ke luar
tambang dengan cage

3.1.2. Quarry

Adalah cara-cara penambangan terbuka yang dilakukan untuk menggali endapan-
endapan bahan galian industri atau mineral industri, seperti batu marmer, batu
granit, batu andesit, batu gamping, dll.

Bentuk tambang berdasarkan letak endapan bahan galian industri itu senderi ada 2
(dua) macam, yaitu :

3.1.2.1. Side hill type

Merupakan bentuk penambangan untuk batuan atau bahan galian indutri yang
terletak dilereng-lereng bukit. Medan kerja dibuat mengikuti arah lereng-lereng
bukit itu dengan 2 (dua) kemungkinan, yaitu :
(a) Bila seluruh lereng bukit itu akan digali dari atas ke bawah, maka medan kerja
dapat dibuat melingkar bukit dengan jalan masuk (access road) berbentuk spiral
(b) Jika hanya sebagian lereng bukit saja yang akan di tambang atau bentuk bukit
itu memanjang, maka medan kerja dibuat memanjang pula dengan jalan masuk
dari salah satu sisisnya atau dari depan yang disebut straight ramp
Keuntungan side hill type ini ialah :
(a) Dapat diusahakan adanya cara penirisan alamiah dengan membuat medan
kerja sedikit miring ke arah luar dan di tepi jalan masuk dibuatkan saluran air.
(b) Alat-angkut bermuatan bergerak ke arah bawah yang berarti mendapat bantuan
gaya gravitasi. Dengan demikian waktu pengangkutannya (cycle time) menjadi
lebih singkat.

Kerugiannya adalah :
(a) Meterial penutup harus dikupas dan dibuang sekaligus sebelum penambangan
dilakukan, berarti diperlukan modal yang besar untuk mengongkosi pengupasan
material penutup.
(b) Karena jalan masuknya miring, kalau pengemudi-pengemudi alat-alat angkut
kurang hati-hati karena ingin dapat premi produksi, maka hal ini akan dapat
menyebabkan kecelakaan, terutama pada jalan masuk yang berbentuk spiral.

3.1.2.2. Pit type / subsurface type

Merupakan bentuk penambangan untuk batuan atau bahan galian industri yang
terletak pada suatu daerah yang mendatar. Dengan demikian medan kerja harus
digali ke arah bawah sehingga akan membentuk kerja atau cekungan (pit). Bentuk
medan kerja atau cekungan tersebut ada 2 (dua) kemungkinan, yaitu :
(a) Kalau bentuk endapan kurang lebih bulat atau lonjong (oval), maka medan
kerja dan jalan masuk dibuat berbentuk spiral .
(b) Bila bentuk endapan kurang lebih empat persegi panjang atau bujur sangkar,
maka medan kerjapun di buat seperti bentuk-bentuk tersebut di atas dengan jalan
masuk dari sisi yang disebut straight ramp atau berbentuk switch back (lihat
Gambar 11 dan 12).

Bentuk-bentuk kuari (quarry) yang diuraikan diatas adalah bentuk-bentuk dasar
dari kuari yang tentu saja masih banyak lagi variasi-variasinya yang pada
umumnya diusahakan agar menyesuaikan bentuk-bentuk dasar tersebut dengan
keadaan dan bentuk endapan serta topografi daerahnya.


3.1.3. Strip Mine

Adalah cara-cara penambangan terbuka yang dialakukan untuk endapan-endapan
yang letaknya mendatar atau sedikit miring. Yang harus diperhitungkan dalam
penambangan cara ini adalah nisbah penguapan (stripping ratio) dari endapan
yang akan ditambang, yaitu perbandingan banyaknya volume tanah penutup (m3
atau BCM) yang harus dikupas untuk mendapatkan 1 ton endapan. Cara ini sering
diterapkan pada penambangan batubara, atau endapan garam-garam.

3.1.4. Alluvial Mine

Adalah tambang terbuka yang diterapkan untuk menambang endapan-endapan
alluvial, misalnya tambang bijih timah, pasir besi, emas dll.

Berdasarkan cara penggaliannya, maka alluvial mine dapat dibedakan menjadi 3
(tiga) macam, yaitu :
- Tambang semprot (hydraulicking).
- Penambangan dengan kapal keruk (dredging).
- Manual mining method.

3.1.4.1. Tambang semprot

Pada tambang semprot penggalian endapan alluvial dilakukan dengan
menggunakan semprotan air yang bertekanan tinggi yang berasal dari
penyemprotan yang disebut monitor atau water jet atau giant.

Tekanan aliran air yang dihasilkan oleh monitor dapat diatur sesuai dengan
keadaan material yang akan digali atau disemprot yang biasanya bisa mencapai
tekanan sampai 10 atm.

Untuk memperbesar produksi biasanya :
(a) Digunakan lebih dari satu monitor, baik bekerja sendiri-sendiri atau bersama di
satu permuka kerja;
(b) Monitor dibantu dengan alat mekanis seperti back hoe atau buldoser

3.1.4.2. Penambangan dengan kapal keruk (MGM)

Penambangan dengan kapal keruk (MGM = Mesin Gali Mangkok) ini digunakan
bila endapan yang akan digali terletak di bawah permukaan air, misalnya di lepas
pantai, sungai danau atau dia suatu lembah dimana tersedia banyak air.

Berdasarkan macam alat-galinya, maka kapal keruk yang digunakan untuk
penambangan dapat dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu :
(a) Multi bucket dredge (lihat Gambar 13), yaitu kapal keruk yang alat-galinya
berupa rangkaian mangkok (bucket).
(b) Cutter suction dredge, yaitu kapal keruk dengan alat-gali berupa pisau
pemotong yang menyerupai bentuk mahkota.
(c) Bucket wheel dredge, yaitu kapal keruk yang dilengkapi dengan timba yang
berputar (bucket wheel) sebagai alat-gali.

Sistem penggalian dengan kapal keruk dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam,
yaitu :
(a) Sistem tangga (benches), yaitu cara pengerukan dengan membuat atau
membentuk tangga atau jenjang (benches).
(b) Sistem tekan, yaitu cara pengerukan dengan menekan tangga (ladder) sampai
pada kedalaman yang dikehendaki, kemudian maju secara bertahap tanpa
membentuk tangga.
(c) Sistem kombinasi, yaitu merupakan gabungan dari cara atau sistem tangga
dengan sistem tekan. Biasanya sistem tangga dipakai untuk menggalikan tanah
penutup, sedangkan sistem tekan untuk menggali endapan bijihnya (kaksa).

3.1.4.3. Manual mining method

Manual method atau penambangan secara sederhana adalah penambangan yang
menggunakan tanaga manusia atau hampir tidak menggunakan tenaga masin atau
alat mekanis.

Cara ini biasanya dilakukan oleh rakyat setempat atau kontraktor kecil untuk
menambang endapan yang :
- Ukuran atau jumlah cadangannya tidak besar.
- Letaknya tersebar dan terpencil.
- Tetapi endapannya cukup kaya.

Alat-alat konsetrasi yang biasanya digunakan pada manual method ialah :
- Pan / batea / dulang
- Rocker (craddle)
- Sluice box
http://mukti-tyre.blogspot.com/2009/09/methode-tambang-terbuka.html
Open Pit


a. Penambangan endapan mineral pada setiap jenis batuan
b. Letak dekat permukaaan tanah
c. Dimensi horisontalnya besar
d. Produksi tinggi, biaya rendah
e. Dilakukan secara berjenjang (benching)
f. Membentuk cekungan/pit
OPEN CUT/OPEN CAST
a. Sejenis dengan Open Pit
b. Untuk endapan bijih yang terdapat pada lereng
c. Bentuk tambang melingkari bukit/gunung
http://bosstambang.com/Surface-Mining/metode-penambangan.html


16th Nopember 2011
Mengakses dari High Wall Open Cut
posted in Mengakses dari High Wall Open Cut |
Ini adalah metode penggalian lubang bukaan yang dimulai dari dinding (high
wall) suatu open cut. Tambang open cut akan sampai batas tidak menguntungkan
ditambang dengan metode tambang terbuka. Maka saat itulah dilakukan
penggalian lubang masuk untuk tambang bawah tanah pada high wall open cut.
http://pembukaan.blogdetik.com/2011/11/16/mengakses-dari-high-wall-open-cut/


Metode Penambangan dalam Tambang Terbuka

Tambang Terbuka (open pit mine) adalah bukaan yang dibuat dipermukaan tanah,
betujuan untuk mengambil bijih dan akan dibiarkan tetap terbuka (tidak ditimbun
kembali) selama pengambila bijih masih berlangsung.

Penambangan dengan metode tambag terbuka adalah suatu kegiatan penggalian
bahan galian seperti batubara, ore (bijih), batu dan sebagainya dimana para pkerja
secara langsung berhubungna dengan udara luar dan iklim. Tambang terbuka
(open pit mining) juga disebut degna open cut mining, adalah metode
penambangan yang dipakai untuk menggali mineral deposit yang ada pada suatu
batuan yang berada atau dekat permukaan.


Adapun metode penambangan yang dilakukan pada tambang terbuka ialah :

1. Open pit/Open mine/Open cut/Open cast
Adalah tambang terbuka yang diterpakan pada penambangan ore (bijih).

2. Strip Mine
Penerapan khusus endapan horizontal/sub-horizontal terutama untuk batubara,
dapat juga endapan garam yang mendatar.

c. Quarry
AdalahTambang terbuka yang diterapkan pada endapan mineral industri
(industrial mineral). Contoh Tambang batu pualam di Tulung Agung.


d. Alluvial mining
Dapat dikatakan sebagai placer Mining ataupun di Australia disebut Beach-
mine yaitu cara penambangan untuk endapan placer atau alluvial.
http://dunia-atas.blogspot.com/2011/04/metode-penambangan-dalam-
tambang.html


3.2.1.1. Open pit/open cast/open cutMetode ini biasanya diterapkan untuk menambang
endapan-endapan bijih (ore). Secara umum metode ini menggunakan siklus operasi
penambangan yang konvensional, yaitu : pemecahan batuan dengan pemboran dan
peledakan, diikuti operasi penangananmaterial penggalian, pemuatan dan
pengangkutan. Perbedaan antara open pit denganopen cut/open mine/open cast
dicirikan oleh arah penggalian/arah penambangan. Disebut open pit apabila
penambangannya dilakukan dari permukaan yang relatif mendatar menuju ke arah
bawah dimana endapan bijih tersebut berada. Disebut open cut/open cast/open mine
apabila penggalian endapan bijih dilakukan pada suatu lereng bukit. Jadi penerapan
open pit atau open cut sangat tergantung pada letak atau bentuk endapan bijih yang
akan ditambang. Salah satu contoh metode open pit/open cast adalah seperti yang
diterapkan di PT. Freeport Indonesia dan PT. KelianEquatorial Mining (Gambar
3.3).Gambar 3.2Open pit di Tambang PT Freeport IndonesiaPerbedaan open pit dan
open cast juga dilihat dari pemindahan tanah penutupnya.Pada open pit tanah penutup
dikupas dan dipindahkan ke suatu daerah pembuangan yang tidak ada endapan di
bawahnya, sedangkan pada open cast tanah penutup tidakdibuang ke daerah
pembuangan, tetapi dibuang ke daerah bekas tambang yang berbatasan.

3.2.1.2. Quarry (Kuari)
Kuari adalah suatu metode tambang terbuka yang ditetapkan untuk menambang
endapan-endapan bahan galian industri atau mineral industri (Gambar 3.4).
Berdasarkan letak endapan yang digali atau arah penambangannya secara garis
besar kuaridapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu :1 ) S i d e h i l l t y p e ,
d i t e r a p k a n u n t u k m e n a m b a n g b a t u a n a t a u e n d a p a n
m i n e r a l i ndustri yang letaknya di lereng bukit atau endapannya berbentuk
bukit. Berdasarkan jalan masuk ke pemuka penambangan dibedakan menjadi
dua, yaitu :a . J a l a n m a s u k b e r b e n t u k
s p i r a l b . J a l a n m a s u k
l a n g s u n g 2 ) P i t t y p e , d i t e r a p k a n u n t u k
m e n a m b a n g b a t u a n a t a u e n d a p a n m i n e r a l i n d u s t r i
yang terletak pada suatu daerah yang relatif datar. Jadi tempat kerjanya (front)
digali ke arah bawah sehingga membuat cekungan (pit). Berdasarkan jalan
masukke pemuka kerja, memiliki tiga kemungkinan jalan masuk, yaitu
:a . J a l a n m a s u k
s p i r a l b . J a l a n m a s u k
l a n g s u n g c . J a l a n m a s u k
z i g - z a g Gambar 3.4Sketsa Metode Quarry (Hartman,
1987)3.2.1.3. Strip MineYang dimaksud dengan strip mine adalah sistem
tambang terbuka yang diterapkan untuk menambang endapan-endapan
sedimenter yang letaknya kurang lebih mendatar, misalnya tambang batubara,
tambang-tambang garam, dan lain-lain.3.2.1.4. Alluvial MineAdalah tambang
terbuka yang diterapkan untuk menambang endapan-endapan alluvial,misalnya
tambang bijih timah, pasir besi, dan lain-lain.Berdasarkan cara penggaliannya,
maka alluvial mine dapat dibedakan menjadi tigamacam, yaitu
: T a m b a n g s e m p r o t
( h y d r a u l i c k i n g ) P e n a m b a n g a n
d e n g a n k a p a l k e r u k
( d r e d g i n g ) M a n u a l m i n i n g
m e t h o d
http://www.scribd.com/Marwan%20Zam%20Mili/d/28264647-Tambang-Terbuka




Endapan nikel laterit di Soroako
terbentuk karena proses
pelapukan dari batuan ultramafik
yang terbentang dalam suatu
singkapan tunggal terbesar di
dunia seluas lebih dari 120 km x
60 km. Sejumlah endapan
lainnya tersebar di provinsi
Sulawesi Tengah dan Tenggara.
Operasi penambangan nikel PT
Inco di Soroako digolongkan
sebagai tambang terbuka dengan
tahapan sebagai berikut:
Pemboran
pada jarak spasi 25 - 50 meter untuk mengambil sample batuan dan tanah guna
mendapatkan gambaran kandungan nikel yang terdapat di wilayah tersebut
Pembersihan dan pengupasan
lapisan tanah penutup setebal 10 20 meter yang kemudian dibuang di tempat
tertentu ataupun dipakai langsung untuk menutupi suatu wilayah purna tambang.
Penggalian
lapisan bijih nikel yang berkadar tinggi setebal 5-10 meter dan dibawa ke stasiun
penyaringan.
Pemisahan
bijih di stasiun penyaringan berdasarkan ukurannya. Produk akhir hasil
penyaringan bijih tipe Timur adalah -6 inci, sedangkan produk akhir bijih tipe
Barat adalah 4/-2 inci.
Penyimpanan
bijih yang telah disaring di suatu tempat tertentu untuk pengurangan kadar air
secara alami, sebelum dikonsumsi untuk proses pengeringan dan penyaringan
ulang di pabrik.
Penghijauan
lahan-lahan purna tambang. Dengan metode open cast mining yang dilakukan
sekarang, dimana material dari daerah bukaan baru, dibawa dan dibuang ke daerah
purna tambang, untuk selanjutnya dilakukan landscaping, pelapisan dengan
lapisan tanah pucuk, pekerjaan terasering dan pengelolaan drainase sebelum
proses penghijauan/penanaman ulang dilakukan.


SISTEM PENAMBANGAN TERBUKA
MACAM-MACAM TAMBANG TERBUKA

Secara garis besar metode penambangan dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu :
1) Tambang terbuka (surface mining)
2) Tambang dalam/tambang bawah tanah (underground mining)
3) Tambang bawah air (underwater mining)
Pemilihan metode penambangan ini berdasarkan pada keuntungan terbesar yang
akan diperoleh, bukan berdasarkan letak dangkal atau dalamnya suatu endapan,
serta mempunyai perolehan tambang (mining recovery) yang terbaik.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN SISTEM
PENAMBANGAN

Aturan utama dari eksploitasi tambang adalah memilih suatu metoda
penambangan yang paling sesuai dengan karakteristik unik (alam, geologi,
lingkungan dan sebagainya) dari endapan mineral yang ditambang di dalam batas
keamanan, teknologi dan ekonomi, untuk mencapai ongkos yang rendah dan
keuntungan yang maksimum (Morrison dan Russel, 1973 ; Boshkov dan Wright,
1973).

1) Karakteristik spasial dari endapan
a. Ukuran (dimensi : tinggi atau tebal khusus)
b. Bentuk (tabular, lentikular, massif, irregular)
c. Attitude (inklinasi dan dip)
d. Kedalaman (niiai : rata-rata dan ekstrim, nisbah pengupasan)

2) Kondisi geologi dan hidrogeologi
a. Mineralogi dan petrologi (sulfida vs oksida)
b. Komposisi kimia (utama, mineral by product)
c. Struktur endapan (lipatan, patahan, diskontinu, intrusi)
d. Bidang lemah (kekar, retakan, belahan dalam mineral, rekahan dalam batubara)
e. Keseragaman, alterasi, erosi
f. Air tanah dan hidrologi

3) Sifat-sifat geoteknik (mekanika tanah dan mekanika batuan) untuk bijih dan
batuan sekelilingnya
a. Sifat elastik (kekuatan, modulus elastik, koefisien Poisson, dan lain-lain)
b. Perilaku elastik atau visko elastik (flow, creep)
c. Keadaan tegangan (tegangan awal, induksi)
d. Konsolidasi, kompaksi dan kompeten
e. Sifat-sifat fisik yang lain (bobot isi, voids, porositas, permeabilitas, lengas
bawaan, lengas bebas)

4) Konsiderasi ekonomi
Faktor-faktor ini akan mempengaruhi hasil, investasi, aliran kas, masa
pengembalian dan keuntungan
a. Cadangan (tonase dan kadar)
b. Produksi
c. Umur tambang
d. Produktivitas
e. Perbandingan ongkos penambangan untuk metode penambangan yang cocok

5) Faktor teknologi
a. Perolehan tambang
b. Dilusi (jumlah waste yang dihasilkan dengan bijih)
c. Ke-fleksibilitas-an metode dengan perubahan kondisi
d. Selektifitas metode untuk bijih dan waste
e. Konsentrasi atau dispersi pekerjaan
f. Modal, pekerja dan intensitas mekanisasi

6) Faktor lingkungan
a. Kontrol bawah tanah
b. Penurunan permukaan tanah
c. Kontrol atmosfir (ventilasi, kontrol kualitas, kontrol panas dan kelembaban)
d. Kekuatan kerja (pelatihan, recruitment, kesehatan dan keselamatan, kehidupan,
kondisi permukiman)

Obyektif dasar di dalam pemilihan suatu metode penambangan suatu endapan
mineral tertentu adalah merancang suatu sistem eksploitasi yang paling cocok di
bawah suatu lingkungan yang aktual (Hamrin, 1982).
Suatu model untuk pekerjaan persiapan (development) dan pemilihan metoda
penambangan oleh Folinsbee dan Clarke, 1981 dapat dilihat pada Gambar 3.1.
Evaluasi rekayasa dapat dibagi menjadi 3 (tiga) tahap. Pada tahap pertama, studi
konseptual, karakteristik fisik dan kuantitas output dari sejumlah metoda
penambangan, layouts dan sistem dinilai. Tahap kedua, studi rekayasa, konsep
sebelumnya dikuantifikasi dan dibandingkan, menghasilkan rancangan dan biaya
yang tetap. Tahap terakhir, studi rancangan detail, gambar-gambar dan spesifikasi
untuk konstruksi untuk metode yang diinginkan disiapkan. Hasil dari evaluasi ini
adalah laporan rekayasa final yang merupakan dasar dari keputusan investasi,
pembelian peralatan dan jadwal konstruksi.

MACAM-MACAM TAMBANG TERBUKA

Yang dimaksud dengan tambang terbuka adalah metode penambangan yang
segala kegiatannya atau aktvitasnya dilakukan di atas atau relatif dekat dengan
permukaan bumi, dan tempat kerjanya berhubungan langsung dengan udara luar.

Pengelompokkan Metode Tambang Terbuka Berdasarkan Jenis Endapan

Secara umum dapat dikelompokkan kedalam 4 (empat) metode :
1) Open pit/open cast/open cut/open mine
2) Quarry
3) Strip Mine
4) Alluvial Mine

A. Open pit/open cast/open cut

Metode ini biasanya diterapkan untuk menambang endapan-endapan bijih (ore).
Secara umum metode ini menggunakan siklus operasi penambangan yang
konvensional, yaitu : pemecahan batuan dengan pemboran dan peledakan, diikuti
operasi penanganan material penggalian, pemuatan dan pengangkutan. Perbedaan
antara open pit dengan open cut/open mine/open cast dicirikan oleh arah
penggalian/arah penambangan. Disebut open pit apabila penambangannya
dilakukan dari permukaan yang relatif mendatar menuju ke arah bawah dimana
endapan bijih tersebut berada. Disebut open cut/open cast/open mine apabila
penggalian endapan bijih dilakukan pada suatu lereng bukit. Jadi penerapan open
pit atau open cut sangat tergantung pada letak atau bentuk endapan bijih yang
akan ditambang. Salah satu contoh metode open pit/open cast adalah seperti yang
diterapkan di PT. Freeport Indonesia dan PT. Kelian Equatorial Mining
Perbedaan open pit dan open cast juga dilihat dari pemindahan tanah penutupnya.
Pada open pit tanah penutup dikupas dan dipindahkan ke suatu daerah
pembuangan yang tidak ada endapan di bawahnya, sedangkan pada open cast
tanah penutup tidak dibuang ke daerah pembuangan, tetapi dibuang ke daerah
bekas tambang yang berbatasan.

B. Quarry (Kuari)

Kuari adalah suatu metode tambang terbuka yang ditetapkan untuk menambang
endapan-endapan bahan galian industri atau mineral industri (Gambar 3.4).
Berdasarkan letak endapan yang digali atau arah penambangannya secara garis
besar kuari dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu :
1) Side hill type, diterapkan untuk menambang batuan atau endapan mineral
industri yang letaknya di lereng bukit atau endapannya berbentuk bukit.
Berdasarkan jalan masuk ke pemuka penambangan dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Jalan masuk berbentuk spiral
b. Jalan masuk langsung

2) Pit type, diterapkan untuk menambang batuan atau endapan mineral industri
yang terletak pada suatu daerah yang relatif datar. Jadi tempat kerjanya (front)
digali ke arah bawah sehingga membuat cekungan (pit). Berdasarkan jalan masuk
ke pemuka kerja, memiliki tiga kemungkinan jalan masuk, yaitu :

a. Jalan masuk spiral
b. Jalan masuk langsung
c. Jalan masuk zig-zag

C. Strip Mine

Yang dimaksud dengan strip mine adalah sistem tambang terbuka yang diterapkan
untuk menambang endapan-endapan sedimenter yang letaknya kurang lebih
mendatar, misalnya tambang batubara, tambang-tambang garam, dan lain-lain.


D. Alluvial Mine

Adalah tambang terbuka yang diterapkan untuk menambang endapan-endapan
alluvial, misalnya tambang bijih timah, pasir besi, dan lain-lain.
Berdasarkan cara penggaliannya, maka alluvial mine dapat dibedakan menjadi
tiga macam, yaitu :
Tambang semprot (hydraulicking)
Penambangan dengan kapal keruk (dredging)
Manual mining method

1) Tambang semprot
Sesuai dengan namanya, penggalian endapan pada tambang semprot dilakukan
dengan menggunakan semprotan air yang bertekanan tinggi dengan menggunakan
alat penyemprot yang dinamakan monitor atau water jet atau giant (Gambar 3.5).
Kekuatan tekanan disesuaikan dengan jenis material yang digali. Tekanan ini bisa
sampai 10 atm.
Syarat utama pemakaian cara penambangan dengan tambang semprot adalah
harus tersedia banyak air,
baik untuk penggaliannya maupun untuk pengolahannya.

2) Penambangan dengan kapal keruk
Cara penambangan ini digunakan bila endapan terletak di bawah permukaan air,
misalnya di lepas pantai, sungai, danau atau lembah yang tersedia banyak.
Sistem penggalian dengan kapal keruk dapat dibedakan menjadi tiga macam,
yaitu :
a. Sistem tangga, yaitu pengerukannya dengan membuat atau membentuk tangga
atau jenjang.
b. Sistem tekan, yaitu cara pengerukan dengan menekan tangga sampai pada
kedalaman tertentu, kemudian maju secara bertahap tanpa membentuk tangga.
c. Sistem kombinasi, yaitu gabungan dari kedua sistem di atas.
Berdasarkan dari tempat kerjanya, maka penambangan kapal keruk dapat
dibedakan menjadi kapal keruk darat dan kapal keruk laut (Gambar 3.6).
Alat-alat yang dipakai pada penambangan kapal keruk berdasarkan alat galinya
dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a. Multy bucket dredge, kapal keruk yang alat galinya berupa rangkaian mangkok
(bucket)
b. Cutter suction dredge, alat galinya berupa pisau pemotong yang menyerupai
mahkota.
c. Bucket wheel dredge, alat galinya dilengkapi dengan timba yang berputar
(bucket wheel)

3) Manual mining method
Cara penambangan ini sangat sederhana dengan menggunakan tenaga manusia
hampir tidak memakai alat mekanis.
Cara ini biasanya dilakukan oleh rakyat setempat atau oleh kontraktor-kontraktor
kecil. Biasanya endapan yang ditambang bentuknya
:http://www.blogger.com/img/blank.gif
a. Ukuran atau jumlah cadangannya kecil
b. Letaknya tersebar dan terpencil
c. Endapannya cukup kaya
Alat penambangan yang biasanya dipakai adalah :
a. Pan / bate l dulang
b. Racker (cradle)
c. Longtom
d. Sluice box
http://wahyu-di-q.blogspot.com/2011/10/sistem-dan-metode-penambangan-
2.html



Proses Pengolahan Nikel Di Indonesia PT. International Nickel
Indonesia Tbk
by Ihsg Room on Saturday, May 1, 2010 at 10:28pm
Keserbagunaan dan kombinasi sifat-sifat yang khas dari nikel membuatnya ada di
mana-mana dalam kehidupan sehari-hari. Selain keras, nikel sekaligus juga dapat
ditempa, tahan karat dan tetap mempertahankan ciri mekanis dan fisiknya
walaupun ditempatkan pada suhu yang sangat tinggi.

Logam putih keabu-abuan ini, yang dihasilkan dari produk matte PT Inco, dikenal
sebagai nikel primer karena diperoleh dari bijih nikel.

Baja nirkarat dewasa ini menguasai kira-kira dua pertiga dari konsumsi nikel
primer Dunia Barat, naik kira-kira 50 persen dari satu dekade sebelumnya.

Kurang lebih 76 persen produksi baja nirkarat Dunia Barat dalam tahun-tahun
belakangan ini terdiri dari austenitic atau jenis yang mengandung nikel. Rata-rata,
baja nir karat austenitic mengandung kurang lebih delapan sampai sepuluh persen
nikel.

PETA LOKASI

Berada Di Soroako Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan
Penjelasan Tentang Proses Tambang:

Endapan nikel laterit di Soroako terbentuk karena proses pelapukan dari batuan
ultramafik yang terbentang dalam suatu singkapan tunggal terbesar di dunia seluas lebih
dari 120 km x 60 km. Sejumlah endapan lainnya tersebar di provinsi Sulawesi Tengah
dan Tenggara.

Operasi penambangan nikel PT Inco di Soroako digolongkan sebagai tambang terbuka
dengan tahapan sebagai berikut:

Pemboran
pada jarak spasi 25 - 50 meter untuk mengambil sample batuan dan tanah guna
mendapatkan gambaran kandungan nikel yang terdapat di wilayah tersebut

Pembersihan dan pengupasan
lapisan tanah penutup setebal 10 20 meter yang kemudian dibuang di tempat tertentu
ataupun dipakai langsung untuk menutupi suatu wilayah purna tambang.

Penggalian
lapisan bijih nikel yang berkadar tinggi setebal 5-10 meter dan dibawa ke stasiun
penyaringan.

Pemisahan
bijih di stasiun penyaringan berdasarkan ukurannya. Produk akhir hasil penyaringan bijih
tipe Timur adalah -6 inci, sedangkan produk akhir bijih tipe Barat adalah 4/-2 inci.

Penyimpanan
bijih yang telah disaring di suatu tempat tertentu untuk pengurangan kadar air secara
alami, sebelum dikonsumsi untuk proses pengeringan dan penyaringan ulang di pabrik.

Penghijauan
lahan-lahan purna tambang. Dengan metode open cast mining yang dilakukan sekarang,
dimana material dari daerah bukaan baru, dibawa dan dibuang ke daerah purna
tambang, untuk selanjutnya dilakukan landscaping, pelapisan dengan lapisan tanah
pucuk, pekerjaan terasering dan pengelolaan drainase sebelum proses
penghijauan/penanaman ulang dilakukan.


PROSES DI PABRIK


Penjelasan Tentang Proses Di Pabrik:

Pabrik pengolahan PT Inco di Soroako mempunyai kapasitas produksi 72.500 ton nikel
setahun. Proses pengolahan dilakukan untuk menghasilkan nikel matte yaitu produk
dengan kadar nikel di atas 75 persen.

Tahap-tahap utama dalam proses pengolahan adalah sebagai berikut:

Pengeringan di Tanur Pengering
bertujuan untuk menurunkan kadar air bijih laterit yang dipasok dari bagian Tambang
dan memisahkan bijih yang berukuran +25 mm dan 25 mm.

Kalsinasi dan Reduksi di Tanur Pereduksi
untuk menghilangkan kandungan air di dalam bijih, mereduksi sebagian nikel oksida
menjadi nikel logam, dan sulfidasi.

Peleburan di Tanur Listrik
untuk melebur kalsin hasil kalsinasi/reduksi sehingga terbentuk fasa lelehan matte dan
terak.

Pengkayaan di Tanur Pemurni
untuk menaikkan kadar Ni di dalam matte dari sekitar 27 persen menjadi di atas
75 persen.

Granulasi dan Pengemasan
untuk mengubah bentuk matte dari logam cair menjadi butiran-butiran yang siap
diekspor setelah dikeringkan dan dikemas.
http://www.facebook.com/note.php?note_id=113754291995371
Sistem penambangan adalah suatu cara atau teknik yang dilakukan untuk
membebaskan atau mengambil lendapan bahan galian yang mempunyai arti
ekonomisisdari batuan induknya untuk diolah lebih lanjutdsehingga dapat
memberikan keuntungan yang besarrdengan memperhatikan keamanan dan
keselamatannkerja yang terbaik serta meminimalisasi dampakk lingkungan yang
dapat ditimbulkannya.lingkunAgar dapat tercapai hal-hal yang terdapat
dalamdefenisi sistem penambangan di atas, maka caradefenisi sistem
penambangan di atas, maka carapenambangan yang diterapkan harus dapat
menjamin :penambangan yang diterapkan harus dapat menjamin :
3.3.
Ongkos penambangan yang seminimal mungkin.Ongkos penambangan yang
seminimal mungkin.
4.4.
Perolehan atau mining recovery harus tinggi.Perolehan atau mining recovery
harus tinggi.
5.5.
Efisiensi kerja harus tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh :Efisiensi kerja harus tinggi.
Hal ini dipengaruhi oleh :- Jenis alat yang digunakan.- Jenis alat yang
digunakan.- Sinkronisasi kerja yang baik.- Sinkronisasi kerja yang baik.- Tenaga
kerja yang terampil.- Tenaga kerja yang terampil.- Organisasi dan manajemen
yang baik.-
http://www.scribd.com/doc/14569641/Kuliah-1-Sistem-
Penambanganhttp://www.scribd.com/doc/14569641/Kuliah-1-Sistem-
Penambanganhttp://www.scribd.com/doc/14569641/Kuliah-1-Sistem-Penamba
manaje
men
yang
baik.
gan yang dapat ditimbulkannya

Anda mungkin juga menyukai