Anda di halaman 1dari 27

i

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


JUDUL PROGRAM
PREDIKSI HARGA KOS DI KAWASAN TEMBALANG PADA TAHUN 2018
BIDANG KEGIATAN:
PKM PENELITIAN

Diusulkan oleh:
Pritha Aprianoor/ 21040111140106/ 2011
Itsna Yuni Hidayati/ 21040111130036/ 2011
Deny Aditya P./ 21040111140108/ 2011
Isnu Putra Pratama/ 21040111130062/ 2011
Syahrir Rahman/ 21040112140032/ 2012



UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2013

15

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ............................................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................................ iii
RINGKASAN ....................................................................................................................................... 1
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................... 2
1.1 LATAR BELAKANG................................................................................................. 2
1.2 RUMUSAN MASALAH ............................................................................................ 3
1.3 TUJUAN ..................................................................................................................... 3
1.4 LUARAN DAN MANFAAT ...................................................................................... 3
1.4.1 LUARAN ............................................................................................................. 3
1.4.2 MANFAAT .......................................................................................................... 3
1.5 RUANG LINGKUP WILAYAH AMATAN ............................................................. 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................................................ 5
2.1 TEORI LOKASI ......................................................................................................... 5
2.2 REGRESI .................................................................................................................... 6
2.4 PREDIKSI ................................................................................................................... 7
2.5 ANALYTICAL HIERARCHICAL PROCESS .......................................................... 8
2.6 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ........................................................................ 9
BAB III METODE PENELITIAN .................................................................................................. 10
3.1 WAKTU DAN TEMPAT ......................................................................................... 10
3.2 ALAT DAN BAHAN ............................................................................................... 10
3.3 TAHAPAN PENELITIAN ....................................................................................... 10
BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ............................................................................ 13
4.1 ANGGARAN BIAYA .............................................................................................. 13
4.2 JADWAL KEGIATAN ............................................................................................. 14
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

iii
1

RINGKASAN

Semakin maraknya kos di kawasan Tembalang tidak membuat harga kos menurun,
sebaliknya harga kos tetap meningkat setiap tahunnya. Harga kos antara satu sama lain pun
tidak sama, sehingga menimbulkan pertanyaan faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi
harga kos ini? Melihat faktor-faktor tersebut, bagaimanakah harga kos ditahun yang akan
datang? Daerah mana sajakah yang akan cocok dikembangkan menjadi kantung-kantung
indekos baru berdasarkan faktor-faktor yang ada? Mengingat bisnis kos ini sedang menarik
perhatian para investor maka pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting untuk dijawab.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut maka dilakukan penelitian. Metode
penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif yaitu metode deskriptif. Metode deskriptif
merupakan metode dengan cara menggambarkan mengapa sebuah fenomena terjadi (suryana,
2010). Tahapan penelitian yang dilakukan adalah studi pustaka, tahapan pra survey, tahapan
survey atau pengumpulan data dan tahapan yang terakhir adalah tahapan pengolahan data,
analisis dan interpretasi hasil analisis yang telah dilakukan. Sedangkan alat analisis yang
digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) serta regresi linier berganda. AHP
digunakan untuk mendapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi harga kos di kawasan
Tembalang, sedangkan regresi linier berganda digunakan untuk memprediksikan harga kos
ditahun yang akan datang berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut. Luaran
yang diharapkan adalah artikel ilmiah yang dapat bermanfaat baik bagi masyarakat maupun
investor.

2

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Manusia dan ruang merupakan hal yang tidak dapat terpisahkan. Ruang digunakan
manusia sebagai wadah untuk melakukan aktivitas. Elemen dalam ruang yang menjadi
pusat perhatian manusia untuk dikembangkan salah satunya adalah lahan. Lahan ini
memiliki fungsi dan harga yang berbeda-beda sesuai dengan lokasinya berada. Teori
lokasi adalah ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau
ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta
hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap keberadaan berbagai macam
usaha/kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial (Tarigan, 2006:77). Menurut teori lokasi
ini lahan yang berada di dekat pusat kegiatan akan memiliki fungsi sebagai komersial dan
permukiman.
Tembalang pada awalnya merupakan daerah perbatasan yang tidak terlalu
berkembang. Fungsi lahan di kawasan ini hanya sebagai tempat tinggal masyarakat.
Namun kondisi ini berubah ketika Tembalang dijadikan kawasan pusat pendidikan.
Seperti apa yang dikatakan Von Thunen dalam teori lokasinya, kawasan Tembalang
mulai berubah menjadi pusat aktivitas baru yang didalamnya terdapat kawasan komersil
dan permukiman. Hal yang paling menonjol dari perubahan ini adalah banyaknya
kawasan permukiman yang beralih fungsi menjadi kawasan komersil perdagangan,
bahkan saat ini kawasan permukiman di Tembalang sudah didominasi oleh pendatang
baru seperti mahasiswa. Rumah-rumah warga sudah beralih fungsi menjadi kos-kosan
untuk mahasiswa.
Bisnis kos-kosan di Tembalang menjadi semakin menarik seiring dengan semakin
berkembangnya Tembalang sebagai kawasan pusat pendidikan. Persaingan dalam bisnis
ini menjadi sangat ketat. Investor harus pintar-pintar menawarkan harga yang menarik
bagi para mahasiswa namun juga tidak sampai merugikan diri sendiri. Oleh karena itu,
perlu diketahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi harga tersebut. Selain
itu, investor juga harus mengetahui daerah-daerah mana saja yang dapat dikembangkan
menjadi kantung-kantung indekos baru, sehingga modal yang ditanamkan dapat
menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya.

3

1.2 RUMUSAN MASALAH
Seiring berkembangnya Tembalang sebagai kawasan pusat pendidikan, investor
berlomba-lomba untuk menanamkan modalnya pada bisnis kos-kosan. Semakin banyak
kos yang disediakan tidak membuat harga kos menjadi semakin murah, sebaliknya harga
kos menjadi semakin mahal setiap tahunnya. Faktor-faktor apa sajakah yang
mempengaruhi harga kos di kawasan Tembalang ini?
Salah satu yang harus disiapkan ketika memasuki jenjang kuliah tentunya adalah
biaya hidup dan tempat tinggal, dengan mengetahui biaya tempat tinggal dikemudian
hari, calon mahasiswa dapat mempersiapkannya sedini mungkin. Setelah diketahui
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga kos dan kondisinya dimasa yang akan
datang, maka akan diketahui pula harga kos dimasa yang akan datang. Selain itu,
mahasiswa baru biasanya tidak begitu mengetahui daerah yang menjadi kantung kos-
kosan, sehingga biasanya diawal semester mahasiswa baru merasa tidak kerasan tinggal
ditempat kosnya.
1.3 TUJUAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat
mempengaruhi harga kos di kawasan Tembalang, serta memprediksikan harga kos di
tahun 2025, selain itu untuk mengetahui wilayah mana saja yang berpotensi untuk
menjadi kantung-kantung indekos.
1.4 LUARAN DAN MANFAAT
1.4.1 LUARAN
Luaran dari penelitian ini berupa artikel ilmiah yang diharapkan dapat
memberikan pengetahuan tambahan mengenai nilai lahan dan salah satu alih
fungsinya sebagai rumah kos baik melalui deskriptif maupun keruangan (spasial),
sehingga dapat menjadi acuan bagi para investor untuk pertimbangan penanaman
modal juga mahasiswa untuk mempersiapkan biaya tinggal serta menjadi
rekomendasi bagi pemerintah kota dalam menentukan kebijakan terkait penataan tata
guna lahan.
1.4.2 MANFAAT
Adapun beberapa manfaat yang dapat diambil dari kegiatan penelitian ini
adalah:

4

1. Bagi Masyarakat/ Mahasiswa
Mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi harga kos, sehingga untuk
mencari dan mendapatkan harga kos yang sesuai keinginan dapat melihat faktor-
faktor tersebut.
2. Bagi Investor
Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi harga kos di kawasan
Tembalang, sehingga bisa menjadi acuan bagi para investor, dimana dan seperti
apa kos yang akan mereka tawarkan.
3. Bagi Pemerintah
Melalui hasil analisis deskriptif maupun keruangan, dapat dijadikan sebagai
rekomendasi pemerintah Kota Semarang dalam menentukan kebijakan terkait
penataan tata guna lahan.
1.5 RUANG LINGKUP WILAYAH AMATAN
Wilayah amatan dipilih berdasarkan jarak menuju Undip. Jarak yang digunakan
adalah 2,5 Km dengan asumsi pada jarak 2,5 Km mahasiswa masih mau tinggal untuk
kos. Dengan menggunakan buffer dan Undip sebagai titik pusatnya, maka didapatkan
wilayah amatan sebagai berikut:

Sumber: Hasil Analisis, 2013

5

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 TEORI LOKASI
Pertama kali teori lokasi dikembangkan oleh Von Thunen pada tahun 1880, namun
teori ini lokasi diperkenalkan secara utuh oleh Walter Isard pada tahun 1952. Landasan
dari teori lokasi adalah ruang. Tanpa ruang maka tidak mungkin ada lokasi. Teori lokasi
adalah ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu yang
menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta hubungannya
dengan atau pengaruhnya terhadap keberadaan berbagai macam usaha/kegiatan lain baik
ekonomi maupun sosial (Tarigan, 2006:77).Pengertian teori lokasi yang lainnya adalah
suatu penjelasan teoritis yang dikaitkan dengan tata ruang dari kegiatan ekonomi. Hal ini
selalu dikaitkan pula dengan alokasi geografis dari sumber daya yang terbatas yang pada
gilirannya akan berpengaruh dan berdampak terhadap lokasi berbagai aktivitas baik
ekonomi maupun sosial (Nitisemito & Umar, 2004).
Thunen dalam Tarigan (2006)
berpendapat tentang perbedaan lokasi dari
berbagai kegiatan pertanian atas dasar
perbedaan sewa lahan (pertimbangan
ekonomi). Menurut Von Thunen tingkat
sewa lahan paling mahal nilainya adalah di
pusat pasar dan makin rendah apabila
makin jauh dari pasar. Von Thunen
menentukan hubungan sewa lahan dengan
jarak ke pasar dengan menggunakan kurva
permintaan. Berdasarkan perbandingan
(selisih) antara harga jual dengan biaya
produksi, masing-masing jenis produksi memiliki kemampuan yang berbeda untuk
membayar sewa lahan. Makin tinggi kemampuannya untuk membayar sewa lahan, makin
besar kemungkinan kegiatan itu berlokasi dekat pusat pasar. Hasilnya adalah suatu pola
penggunaan lahan berupa diagram cincin. Perkembangan dari teori Von Thunen adalah
selain harga lahan tinggi di pusat kota dan akan makin menurun apabila makin jauh dari
pusat kota.
Sumber:
http://teacherweb.com/CA/WestlakeHighSchool/Mic
haelLynch/vonthunen.gif
Gambar 2.1
Diagram Cincin Von Thunen
6

Terkait dengan lokasi maka salah satu faktor yang menentukan apakah suatu lokasi
menarik untuk dikunjungi atau tidak adalah tingkat aksesibilitas. Tingkat aksesibilitas
adalah tingkat kemudahan untuk mencapai suatu lokasi ditinjau dari lokasi lain di
sekitarnya (Tarigan, 2006:78). Menurut Tarigan, tingkat aksesibilitas dipengaruhi oleh
jarak, kondisi prasarana perhubungan, ketersediaan berbagai sarana penghubung termasuk
frekuensinya dan tingkat keamanan serta kenyamanan untuk melalui jalur tersebut.
2.2 REGRESI
Analisis regresi merupakan suatu analisis yang menjelaskan tentang akibat dan
besarnya akibat yang ditimbulkan oleh satu atau lebih variabel bebas terhadap satu
variabel terikat. Analisis regresi adalah salah satu analisis kuantitatif untuk
memperhitungkan besarnya pengaruh secara kuantitatif dariperubahan suatu kejadian
terhadap kejadian lainnya (Nafarin, 2007:130). Analisis regresi adalah analisis yang
menjelaskan tentang akibat dan besarnya akibat yang ditimbulkan oleh satu atau lebih
variabel terhadap variabel terikat (Hadi, 1996).
Analisis regresi merupakan bagian dari analisis statistik inferensial dengan model
parametrik. Jika dalam persamaan regresi hanya terdapat satu variabel bebas dan satu
variabel terikat, maka disebut sebagai persamaan regresi sederhana, sedangkan jika
variabel bebasnya lebih dari satu, maka disebut sebagai persamaan regresi berganda.
Model Regresi Berganda masuk dalam golongan metode kuantitatif dalam
peramalan. Regresi Linear Berganda merupakan teknik statistik yang digunakan untuk
menganalisis hubungan antara variabel terikat (criterion) dan beberapa variabel bebas
(predictor). Prinsip Regresi Linear Berganda adalah menggunakan variabel bebas yang
nilainya diketahui untuk memprediksi nilai variabel terikat yang dipilih oleh peneliti. Tiap
variabel bebas dinilai bobotnya (weight) berdasarkan prosedur analisis regresi untuk
memastikan prediksi maksimal dari seperangkat variabel bebas. Bobot tersebut
merupakan kontribusi relatif variabel bebas dari total prediksi yang ada.
Dalam Regresi Linear Berganda, persamaan regresi mempunyai lebih dari satu
variabel bebas. Untuk memberi simbol variabel bebas yang terdapat pada persamaan
Regresi Linear Berganda dengan menambahkan bilangan pada masing-masing variabel
bebas, misal X
1
, X
2
, X
3
, dst. Secara umum, persamaan regresi berganda dapat ditulis
sebagai berikut:
Y = a + b
1
X
1
+ b
2
X
2
+ .... + b
n
X
n

7

dimana:
Y = variabel terikat
a = nilai konstan (nilai Y pada perpotongan antara garis linear dengan
sumbu vertikal Y)
b
1
, b
2
, ... , b
n
= koefisien regresi (slope yang berhubungan dengan variabel X
1
dan X
2
)
2.3 X
1
, X
2
, ..., X
n
= nilai variabel bebas X
1
dan X
2

2.4 PREDIKSI
Pengertian prediksi adalah sama dengan ramalan atau perkiraan. Menurut kamus
besar bahasa Indonesia, prediksi adalah hasil dari kegiatan memprediksi atau meramal
atau memperkirakan. Prediksi bisa berdasarkan metode ilmiah ataupun subjektif
belaka. Prediksi tersebut mungkin meramalkan hasil suatu eksperimen dalam laboratorium
atau observasi suatu fenomena di alam. Prediksi tersebut dapat pula bersifat statistik dan
hanya berupa probabilitas.
Hasil yang diramalkan oleh prediksi tersebut haruslah belum diketahui
kebenarannya (apakah benar-benar akan terjadi atau tidak). Hanya dengan demikianlah
maka terjadinya hasil tersebut menambah probabilitas bahwa hipotesis yang dibuat
sebelumnya adalah benar. Jika hasil yang diramalkan sudah diketahui, hal itu disebut
konsekuensi dan seharusnya sudah diperhitungkan saat membuat hipotesis.
Jika prediksi tersebut tidak dapat diobservasi, hipotesis yang mendasari prediksi
tersebut belumlah berguna bagi metode bersangkutan dan harus menunggu metode yang
mungkin akan datang.
Dalam membuat keputusan dengan menggunakan model matematis. AHP
membantu dalam menentukan prioritas dari beberapa kriteria dengan melakukan analisa
perbandingan berpasangan dari masing-masing kriteria. Analytical Hierarchy Process
(AHP) merupakan suatu alat analisis yang digunakan dalam proses pengambilan
keputusan suatu masalah yang disederhanakan dalam suatu kerangka berpikir yang
terorganisir sehingga memungkinkan dalam mengambil keputusan yang efektif (Marimin,
2004).
Model pendukung keputusan ini akan menguraikan masalah multi faktor atau multi
kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki, menurut Saaty (1993), hirarki didefinisikan
sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur
multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub
kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif. Dengan hirarki,
8

suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompok-kelompoknya yang
kemudian diatur menjadi suatu bentuk hirarki sehingga permasalahan akan tampak lebih
terstruktur dan sistematis
2.5 ANALYTICAL HIERARCHICAL PROCESS
Ide dasar prinsip kerja AHP adalah :
Penyusunan Hierarki
Persoalan yang akan diselesaikan, diuraikan menjadi unsur unsurnya yaitu
kriteria dan alternatif, kemudian disusun menjadi struktur hierarki. Berikut ini
adalah contoh struktur hierarki:

sumber : www.babhtmpn.wordpress.com
Gambar 2.2
Struktur Hierarki AHP
Penilaian Kriteria dan Alternatif
Kriteria dan alternatif dinilai melalui perbandingan berpasangan. Menurut Saaty
(1983), untuk berbagai persoalan, skala 1 sampai 9 adalah skala terbaik dalam
mengekspresikan pendapat. Nilai dan definisi pendapat kualitatif dari skala
perbandingan Saaty dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel II.1
Penilaian Kriteria dan Alternatif
Nilai Keterangan
1 Kriteria/Alternatif A sama penting dengan
kriteria/alternatif B
3 A sedikit lebih penting dari B
5 A jelas lebih penting dari B
7 Mutlak lebih penting dari B
2,4,6,8 Apabila ragu ragu antara dua nilai yang berdekatan

9

2.6 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Sistem Informasi Geografis (selajutnya akan disebut SIG) menurut Aronoff (1989)
adalah sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan
menyimpan data atau informasi geografis. Secara umum pengertian GIS adalah suatu
komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan
sumberdaya manusia yang bekerja bersama secara efektif untuk memasukan,
menyimpan,memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan,
menganalisa dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis. Data yang
diolah pada SIG merupakan data yang berorientasi geografis sehingga memiliki koordinat
tertentu. SIG merupakan sebuah sistem yang dapat mendukung analisis spasial. Dalam
penelitian ini, digunakan dua metode analisis spasial menggunakan SIG, yaitu:
a. Overlay
Overlay merupakan salah satu pendekatan analisis keruangan yang sering
digunakan dalam sistem informasi geografis. Analisis overlay mempunyai fungsi untuk
menyatukan atribut atau informasi dari dua atau lebih peta, atau dalam praktik SIG
disebut dengan layer. Dengan menggunakan analisis overlay, maka atribut dari dua layer
atau lebih dapat diintegrasikan sehingga menghasilkan peta baru yang mengandung
atribut dari dua peta atau layer tersebut. Untuk melakukan analisis overlay, yang perlu
diperhatikan adalah bahwa sistem koordinat pada setiap layer yang akan di-overlay
adalah sama sehingga proses overlay dapat berjalan.
b. Buffering
Buffering pada umumnya mengacu pada penciptaan zona dengan lebar tertentu di
sekitar titik atau garis ataupun area. Analisis buffer digunakan untuk mengidentifikasi
daerah disekitar objek geografis. Proses ini akan menghasilkan daerah penyangga di
sekitar fitur geografis yang ada dan kemudian diidentifikasi apakah daerah tersebut
termasuk di dalam atau di luar batas buffer.

10

BAB III
METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah metode deskriptif
atau survey deskriptif. Metode deskriptif merupakan metode dengan cara menggambarkan
mengapa sebuah fenomena terjadi (suryana, 2010). Adapun tujuan dari adanya penelitian
deskriptif adalah membuat deskripsi secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-
fakta, dan sifat-sifat yang ada di daerah tertentu, dalam penelitian kali ini adalah daerah
tembalang dimana data diperoleh dengan mengambil beberapa sampel.
3.1 WAKTU DAN TEMPAT
Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2013 sampai dengan Mei 2014,
bertempat di laboratorium Pengembangan Kota dan Laboratorium Geomatika dan
Komputasi Perencanaan Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik
Universitas Diponegoro.
3.2 ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah software berupa Expert Choice
untuk mengolah hasil kuisioner, software Arc.Gis untuk mengolah data digital peta dan
alat tulis, sedangkan untuk bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah peta berupa
peta administrasi Kecamatan Tembalang dan peta bangunan.
3.3 TAHAPAN PENELITIAN
Secara umum, penelitian ini dibagi menjadi 4 tahapan, yakni:
1. Tahapan Studi Pustaka
Tahapan studi pustaka bertujuan untuk mendapatkan landasan-landasan teoritis
sehubungan dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai. Berbagai kajian tentang
faktor-faktor pengaruh harga tempat kos yang dapat dikaitkan dengan berbagai teori
lokasi yang menjelaskan mengenai nilai lahan perkotaan, metode ramalan prediksi,
metode analisis regresi, Analytical Hierarrichal Process (AHP) dan overlay peta
dibahas guna dijadikan suatu kerangka kerja dari penelitian ini. Di samping itu, studi
literatur juga digunakan sebagai dasar dalam pengidentifikasian variabel-variabel
yang akan diteliti dan memudahkan dalam merumuskan persoalan, evaluasi terhadap
langkah-langkah penelitian serta pemahaman terhadap teori-teori dan rumusan-
rumusan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai lahan, utamanya tempat kos di
Tembalang.
11

2. Tahapan Pra Survey
Tahapan selanjutnya adalah tahapan prasurvey, tahapan ini bertujuan untuk
menentukan atau mendeliniasi wilayah studi yang akan di jadikan lokasi pengambilan
sampel serta membuat kebutuhan data yang diperlukan dalam penelitian dan
menentukan calon responden, sehingga dapat dirumuskan substansi yang akan di
masukkan dalam instrumen penelitian yakni kuisioner dan wawancara. Deliniasi
wilayah studi dilakukan dengan cara buffering dengan software ArcGis 9, data awal
yang digunakan adalah Kecamatan Tembalang dengan titik pusat buffer adalah
Universitas Diponegoro dengan jangkauan buffer sepanjang 5 km. Dalam tahapan ini
juga sudah dipersiapkan instrumen kuisioner dan form wawancara yang substansinya
sudah mencakup data-data yang telah di list dalam kebutuhan data. Dengan lokasi,
instrumen dan responden yang telah ditentukan, diharapkan tahapan selanjutnya yakni
tahapan pengumpulan data, dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
3. Tahapan Survey atau Pengumpulan Data
Tahapan selanjutnya adalah tahapan pengumpulan data, pengumpulan data
mencakup survey primer dan survey sekunder, survey primer dapat diperoleh melalui
kuisioner dan wawancara, survey primer bertujuan untuk mendapatkan data-data yang
sifatnya subjektif dan tidak terdapat di instansi. Sedangkan survey sekunder dilakukan
dengan cara telaah dokumen baik di internet maupun di instansi yang menyediakan
data yang dibutuhkan. Survey primer dengan wawancara dan kuisioner dapat
dilakukan dengan responden yang telah ditentukan, baik dari kalangan mahasiswa
yang tinggal di tempat kos maupun dengan pemilik tempat kos. Pengumpulan data
dengan menggunakan kombinasi dua teknik ini dharapkan dapat tercapai tujuan
penelitian yakni adanya kompilasi data yang pada tahapan selanjutnya dapat diolah
dan dianalisis sehingga dapat menghasilkan informasi yang mampu menggambarkan
fakta-fakta yang aktual terkait penelitian, yakni faktor-faktor yang mempengaruhi
harga tempat kos di Tembalang.
4. Tahapan Pengolahan, Analisis dan Interpretasi
Tahapan yang terakhir adalah tahapan pengolahan, analisis dan interpretasi data
yang diperoleh. Tahapan ini adalah tahapan inti yang nantinya dapat menjawab
penelitian yang dilakukan. Setelah data terkumpul dan dikompilasikan, tahapan
selanjutnya adalah mengolah data tersebut menjadi informasi yang dapat dianalisis.
Analisis yang dilakukan dengan menggunakan dua metode yakni metode regresi dan
metode AHP, metode regresi dapat menjawab pertanyaan mengenai faktor mana saja
12

yang mempunyai pengaruh kuat, sedangkan AHP dapat menjawab faktor mana saja
yang menurut para ahli paling mempengaruhi harga tempat kos di Tembalang, dengan
kombinasi dua alat analisis inni diharapkan hasil analisis lebih akurat sehingga faktor
paling berpengaruh bisa ditentukan. Jika faktor tersebut sudah ditentukan, harapannya
dapat diambil suatu tindakan yang tepat sehingga jika faktor itu baik maka bisa
dikembangkan dan jika faktor tersebut buruk maka dapat dirumuskan suatu
pengendalian. Selain AHP dan regresi tahapan terakhir adalah mengkonversi hasil
analisis menjadi data digital yang bisa diolah menjadi peta, dengan dilakukan overlay
maka didapat pemetaan lokasi-lokasi yang memiliki harga dan kriteria tertentu,
harapannya dengan peta tersebut dapat membantu investor dan mahasiswa dalam
memutuska tempat kos mana yang sesuai dengan keuangan mereka dan modal yang
tersedia untuk melakukan investasi bagi investor.





13

BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 ANGGARAN BIAYA
No. Jenis Pengeluaran Jumlah Harga (Rp.) Total (Rp.)
1. Buku/materi Penunjang Penelitian 5 50.000 250.000
2. Proposal 5 30.000 150.000
3. Fotokopi Form Kuisioner 250 1000 250.000
4. Fotokopi Form Wawancara 50 2000 100.000
4.
Paket Perlengkapan
Lem
Bolpoint
Notes

1
5
1

5000
30.000
10.000

5.000
150.000
10.000
5.
Fotocopy data sekunder dari
instansi terkait
3 20.000 60.000
6. Layanan informasi data 1 150.000 150.000
7.
Administratif Humas
Surat menyurat instansi resmi
Kebutuhan lain
5 150.000 750.000
8.
Transportasi dan Penunjang
Survei (5 bulan)
Kendaraan pribadi (motor)
Kendaraan umum


3
5


180.000
25.000


900.000
125.000
9.
Paket Snack Mini
3 kali dalam 1 bulan @ 10.000
(5 bulan)
5 150.000 750.000
10. Paket Informasi dan Komunikasi 5 180.000 900.000
11.
Paket Konsumsi
3 kali dalam 1 bulan @ 20.000
(5 bulan)
5 300.000 1.500.000
12. Pembuatan Laporan Akhir 5 125.000 625.000
13. Pembuatan Artikel Ilmiah 5 100.000 500.000
14.
Pembuatan Masterplan kawasan
indekos
2 300.000 600.000
Jumlah 7.775.000


14

4.2 JADWAL KEGIATAN
No Kegiatan
Bulan Ke-
1 2 3 4 5
Tahapan Studi Pustaka
1
Kajian pustaka mengenai alat-
alat analisis yang akan
digunakan

2
Kajian pustaka untuk membuat
hipotesis sementara

Tahapan Pra Survei
3 Deliniasi wilayah studi
4
Memperrsiapkan list kebutuhan
data serta instrument survei

5 Menentukan calon responden
Tahapan Pengumpulan Data/ Survei
6
Pembagian angket kuisioner
dan wawancara kepada
responden

Tahap Analisis Data dan Laporan
7 Proses kompilasi data
8
Proses analisis AHP dan
Regresi linier berganda

9
Proses pembuatan masterplan
kawasan indekos

10 Penyusunan laporan akhir
11 Pembuatan artikel ilmiah
12 Pembuatan peta


DAFTAR PUSTAKA

Aronof, Stan. 1989. Geographic Information System a Management Perspective. WDL
Publication : Ottawa, Canada
Buffer Analysis. [Home page of Volusia County Government Geographic Information
System] [Online]. Available at http://www.volusia.org/gis/buffer.htm. Diakses pada
Selasa, 22 Oktober 2013
Hadi, Sutrisno. 1996. Analisis Regresi. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset
Marimin, 2004. Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Jakarta :
Grasindo.
Nitisemito, Alex S. & Umar Burhan. (2004). Wawasan Studi Kelayakan dan Evaluasi
Proyek. Jakarta: Bumi Aksara
Parmenter, Barbara. 2009. Spatial Joins, Overlay, and Zonal Analysis. [Home page of Illinois
GIS Association] [Online]. Available at
http://www.ilgisa.org/images/showcase/Spatial%20Analysis%20-%20SpatialJoins-
Overlays-Zonal.pdf. Diakses pada Selasa, 22 Oktober 2013.
Santoso, Singgih. 2006. Menggunakan SPSS untuk Statistik Multivariat. Jakarta: Elex Media
Komputindo
Tarigan, Robinson. 2006. Perencanaan Pembangunan Wilayah, Bumi Aksara, Jakarta

Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Pritha Aprianoor
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi S1 Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
4 NIM 21040111140106
5 Tempat dan Tanggal Lahir Tangerang, 19 April 1993
6 E-mail aprianoor.pritha@live.com
7 Nomor Telepon/HP 089656169311

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDSN Kencana
Indah 1
SMPN 3 Rancaekek SMAN 1
Rancaekek
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 1999 - 2005 2005 - 2008 2008 - 2011

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hokum. Apaila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Hibah penelitian
Semarang, 9 Oktober 2013
Pengusul,


(Pritha Aprianoor)

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Isnu Putra Pratama
2 Jenis Kelamin Laki - laki
3 Program Studi S1
4 NIM 21040111130062
5 Tempat dan Tanggal Lahir Semarang, 3 April 1994
6 E-mail isnuputra@ymail.com
7 Nomor Telepon/HP 085727752143

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi Sultan Agung 04
Semarang
Negeri 6 Semarang Negeri 1 Semarang
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus 1999 - 2005 2005 - 2008 2008 - 2011

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hokum. Apaila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Hibah penelitian
Semarang, 9 Oktober 2013
Pengusul,




(Isnu Putra Pratama)

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Deny Aditya Puspasari
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi S1 Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
4 NIM 21040111140108
5 Tempat dan Tanggal Lahir Kudus, 22 Februari 1993
6 E-mail Adityasarideny22@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 085727590155

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD 3 Barongan
Kudus
SMP 1 Kudus SMA 1 Kudus
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 1999 2005 2005 - 2008 2008 - 2011

C. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi
lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
1 Paskibraka Pemerintah Kabupaten Kudus 2009
2
3

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apaila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Hibah penelitian


Semarang, 9 Oktober 2013
Pengusul,




(Deny Aditya Puspasari)
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Itsna Yuni Hidayati
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi S1 Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
4 NIM 21040111130036
5 Tempat dan Tanggal Lahir Brebes, 21 Juni 1993
6 E-mail iyunihidayati@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 085726378609

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN
Karangjongkeng 02
SMPN O1 Tonjong SMAN 01 Brebes
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus 1999-2005 2005-2008 2008-2011

C. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi
lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
1 Harapan I Debat Bahasa
Inggris Se eks-karesidenan
Pekalongan
Dinas Pendidikan 2011
2 Juara II English Speech
Contest
KPMDB Brebes 2010
3

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hokum. Apaila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Hibah penelitian


Semarang, 9 Oktober 2013
Pengusul,




(Itsna Yuni Hidayati)
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Syahrir Rahman
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 Program Studi S1 Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
4 NIM 21040112140032
5 Tempat dan Tanggal Lahir Pekanbaru / 25 Februari 1994
6 E-mail syahrirrahman@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 085278526379

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 002 Sukajadi SMPN 13 Pekanbaru SMAN 8
Pekanbaru
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2000 2007 2006 2009 2009 2012

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hokum. Apaila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Hibah penelitian


Semarang, 9 Oktober 2013
Pengusul,




(Syahrir Rahman)
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
1. Peralatan Penunjang
Material
Justifikasi
Pemakaian
Kuantitas
Harga
Satuan (Rp.)
Keterangan
Buku/ materi penunjang
Penelitian
Sebagai bahan
landasan teoritis
dalam
penyusunan ide
kreativitas
5 50.000 -
Proposal Memberikan
informasi
mengenai
gambaran
penelitian
5 30.000 -
Foto copy Form
Kuisioner
Memberikan
informasi
mengenai data
primer dalam
penelitian
250 1000 -
Foto copy Form
Wawancara
Memberikan
informasi
mengenai hal
hal yang perlu
ditanyakan saat
melakukan
wawancara
50 2000 -
Paket Perlengkapan
Lem
Bolpoint
Notes
Untuk
memudahkan
dalam
melakukan
survey lapangan
pada penelitian
1
5
1
5000
30.000
10.000
-
Fotocopy data sekunder
dari instansi terkait
Memudahkan
dalam
pengambilan
data Sekunder
penelitian
3 20.000 -
Layanan informasi data
Memudahkan
dalam
pembentukan
basis data
penelitian
1 150.000 -
SUB TOTAL (Rp) 1.125.000

2. Bahan Habis Pakai
Material
Justifikasi
Pemakaian
Kuantitas
Harga
Satuan (Rp.)
Keterangan
Paket Snack Mini
3 kali dalam 1 bulan @
Konsumsi
peserta
5 150.000 -
10.000 (5 bulan) pencari data
survey
lapangan
Paket Konsumsi
3 kali dalam 1 bulan @
20.000 (5 bulan)
300.000
Paket Informasi dan
Komunikasi
Pemenuhan
kebutuhan
basis data dan
survey
lapangan
5 180.000
SUB TOTAL (Rp) 3.150.000
3. Perjalanan
Material
Justifikasi
Perjalanan
Kuantitas
Harga
Satuan
(Rp.)
Keterangan
Perjalanan ke - 1 Mencari buku
kajian
literatur
3 12.000 -
5 5.000
-
Perjalanan ke - 2 Administrasi
humas
3 12.000 -
5 5.000 -
Perjalanan ke - 3 Melengkapi
data Sekunder
3 12.000 -
5 5.000 -
Perjalanan ke - 3 Mengadakan
wawancara
warga
3 12.000 -
5
5.000
-
Perjalanan ke - 4 Mengadakan
pembagian
kuisioner ke
warga
3 12.000 -
5
5.000
-
Perjalanan ke - 5 Penyusunan
operasional
pembuatan
output
3 12.000 -
5
5.000
-
SUB TOTAL (Rp) 1.025.000
4. Lain-lain
Material
Justifikasi
Pemakaian
Kuantitas
Harga
Satuan (Rp.)
Keterangan
Administratif Humas
Surat menyurat
instansi resmi
Kebutuhan lain
Memudahkan
dalam
melengkapi
basis data
penelitian
3 20.000
Pembuatan Laporan
Akhir
Output
pelaksanaan
penelitian
5 125.000
-
Pembuatan Artikel
Ilmiah
5 100.000
-
Pembuatan masterplan
kawasan
2 300.000

SUB TOTAL (Rp) 1.785.000
Total (Keseluruhan) 7.775.000
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas
No Nama / NIM
Program
Studi
Bidang Ilmu
Alokasi
Waktu
(jam/minggu)
Uraian Tugas
1 Pritha Aprianoor/
21040111140106
S1 Planologi 14
jam/minggu
Ketua
Pelaksana
2 Itsna Yuni Hidayati/
21040111130036
S1 Planologi 14
jam/minggu
Ahli Sistem
Informasi
Geografis
3 Deny Aditya Puspasari/
21040111140108
S1 Planologi 14
jam/minggu
Ahli Regresi
4 Isnu Putra Pratama/
21040111130062
S1 Planologi 14
jam/minggu
Ahli AHP
5 Syahrir Rahman/
21040112140032
S1 Planologi 14
jam/minggu
Koor, Survei
lapangan