Anda di halaman 1dari 6

GENERAL BUSINESS ENVIRONMENT

DEMOGRAPHIC ENVIRONMENT
Bonus Demografi Mempengarui S!ra!egi Bisnis Bim"ingan Be#a$ar
%T& Gongsin In'onesia In'onesia
Dosen( De)i H* Susi#as!u!i+ P*D*
Disusun O#e(
BRINALLO, ,ULI ISMASARI
-./.01212/PE%/-3144
BATCH 0. & CLASS B
PROGRAM STUDI MAGISTER MANA5EMEN
6A%ULTAS E%ONOMI%A DAN BISNIS
UNIVERSITAS GAD5AH MADA
41-7
I* Pen'au#uan
Jumlah penduduk dalam sebuah Negara merupakan hal yang sangat penting
untuk diperhatikan, dimana dari adanya peningkatan atau sebaliknya akan
berpengaruh terhadap kondisi Negara tersebut, salah satunya adalah kondisi
perekonomian. Indonesia merupakan Negara dengan jumlah penduduk terbesar
keempat di dunia. Populasi penduduk berjumlah 248 juta jiwa pada tahun 20.
!epadatan penduduk di Indonesia sebagian besar menduduki Pulau Jawa dengan
kepadatan sebanyak 0"" jiwa per km
2
dan menjadi pulau terpadat di Indonesia
karena menampung "#,4$% dari keseluruhan penduduk &'P(, 200). !emudian dari
jumlah penduduk tersebut terdapat *0% atau sebanyak "#.0"+.2 jiwa merupakan
penduduk dengan usia ",*4 tahun atau usia produkti-.
Jika dilihat dari data tersebut, Indonesia kini mendapat 'onus .emogra-i
karena sebagian besar dari keseluruhan jumlah penduduknya adalah berusia produkti-.
/al ini bisa sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui
peman-aatan sumber daya manusia. .engan adanya bonus demogra-i ini akan
menjadi sangat menarik untuk dunia bisnis, dengan melihat karakteristik para
penduduk usia produkti- maka akan memungkinkan Indonesia bisa bersaing dalam
Sum"er( BPS+ 41-1
mobilitas sumber daya manusia dalam skala internasional. 0aka dalam hal ini,
Indonesia butuh sesuatu yang bisa menunjang pematangan sumber daya manusia agar
tidak kehilangan daya saing dengan Negara lainnya.
(ayangnya, usia produkti- penduduk Indonesia ini tidak tersebar se1ara
merata, sehingga banyak sumber daya manusia yang masih belum tersentuh oleh
in-ormasi yang memadai untuk dikembangkan. 'onus demogra-i yang dialami
Indonesia tidak lantas dianggap sebagai bonus semata tetapi juga harus dilihat
seberapa produkti- mereka.
0enteri Pendidikan Indonesia, 0. Nuh, memilih model pengolahan bonus
demogra-i melalui penyiapan mereka menjadi tenaga kerja menengah dan pas1a
menengah yang terampil. (ebab, di Indonesia yang berpenduduk besar sangat tidak
mungkin jika menyiapkan terlalu banyak orang untuk posisi direktur atau manager
bagian di perusahaan &Nuh2 20+ dalam 3ndi, 20+). 4ebih lagi, paling tidak anak
muda Indonesia tidak sampai kehilangan semangat untuk menempuh pendidikan agar
tidak ketinggalan dari Negara tetangga yang memiliki jenjang pendidikan lebih baik.
Pelajaran penting yang bisa menjadi 1ontoh untuk Indoensia adalah kisah
sukses pemerintah 5hina dalam menangani bonus demogra-i melalui se1tor
pendidikan. 5hina dengan jumlah penduduk muda lebih banyak dari Indonesia telah
tepat mengarahkan penduduk usia mudanya untuk menjadi tenaga kerja terampil,
yang siap mengisi berbagai industri besar di negerinya. /asil kerja 5hina kini dapat
dilihat dari tersebarnya para pemain bisnis usia muda di arena perdagangan dunia.
.i luar negeri, banyak Negara maju saat ini yang kebingungan karena jumlah
penduduk mereka terus berkurang. (ebab kebanyakan mereka lebih memilih hidup
bebas tanpa anak, atau 1ukup dengan anak satu atau dua orang saja. 3kibatnya banyak
posisi tenaga kerja menengah yang tidak mungkin mereka isi dengan tenaga asli lo1al.
.an ini tentu saja bisa menjadi kesempatan besar bagi Indonesia untuk turut mengisi
peluang tersebut se1ara lebih bernilai.
.i pelosok daerah, Indonesia pasti memiliki banyak potensi,potensi yang
belum tergarap sempurna. 0ereka semua bisa dikembangkan agar menjadi para
tenaga kerja yang terampil dan memiliki nilai lebih, yaitu dari lebih dari segi
kemampuan mengobser6asi serta meman-aatkan berbagai potensi yang mereka
temukan. 7leh karena itu, jalan yang paling baik dalam mewujudkan sumber daya
manusia yang baik adalah memudahkan pendidikan yang tidak boleh ada hambatan
apapun sampai tingkat pendidikan menengah dan pas1a menengah
&(089(0!9.29.+). 0elalui program pendidikan menengah, Indonesia bisa
menargetkan bisa menebar pendidikan merata dan men1etak lulusan pelajar di seluruh
Indonesia minimal setingkat (089(0!.
II* Pem"aasan
Ketidakseimbangan persebaran pendidikan di Indonesia
menimbulkan persepsi unequal opportunity di setiap anak. Di
daerah tertinggal, para anak didik mengungkapkan keinginannya
kini sebatas menjadi apa yang mereka lihat di lingkungannya setiap
hari, seperti kedua orang tua dan tetangga mereka yang berprofesi
sebagai petani. Minimnya akses informasi dan pengetahuan yang
lebih luas secara tidak langsung membatasi harapan masa depan
mereka, meskipun memiliki semangat yang sangat besar.
Peluang ini yang dimanfaatkan oleh ongsin Indonesia dalam
mengembangkan bisnisnya. ongsin Indonesia Indonesia
merupakan organisasi pro!t yang bergerak di bidang pendidikan
dan teknologi. Perusahaan ini memiliki "isi utama yaitu menjaga
mimpi para sis#a untuk terus menggapai cita$cita dengan belajar
dan menjadi manusia yang unggul dan meng$global. %isi ini yang
memba#a ongsin Indonesia menelisik lebih jauh mengenai
peluang usaha yang bisa dilakukan untuk membangun karakter
anak muda untuk bisa bersaing di dunia insternasional dengan
kemampuan dan karakter yang kokoh.
ongsin Indonesia Indonesia adalah bimbingan belajar yang
berdiri atas kerjasama antara mahasis#a Indonesia dengan #arga
Korea yang sedang menjalankan kegiatan #ajib militer di Indonesia.
ongsin Indonesia berdiri pada tahun &''( dengan misi utamanya
adalah membantu anak Indonesia untuk terus mengejar cita$cita
mereka dengan pendidikan yang mudah dan bisa diakses dimana
saja. )isnis model yang digunakan oleh ongsin Indonesia adalah
menyebarkan fasilitator terbaik di beberapa uni"ersitas di Indonesia
untuk berbagi kemampuan akademiknya melalui teknologi internet
dan diakses oleh sis#a melalui platform yang mereka gunakan.
ongsin Indonesia memanfaatkan adanya bonus demogra!
yang dialami Indonesia untuk menjalankan "isinya yaitu dream,
learn and global. Dengan sasaran anak muda, ongsin Indonesia
bisa menggunakan kesempatan ini dengan program pendidikan
berbasis teknologi untuk anak$anak muda Indonesia. Membangun
karakter bangsa memang tidak mudah, ongsin Indonesia mencoba
mena#arkan jasa pendidikan kepada anak Indonesia untuk terus
meraih mimpi mereka dengan mengikuti bimbingan belajar yang
difasilitasi oleh mentor$mentor pilihan dari setiap uni"ersitas di
Indonesia. *dapun cara yang dilakukan adalah dengan memberi
kesempatan anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang
lebih tinggi sehingga nantinya bisa bersaing dalam skala
internasional.
+ejalan dengan "isi dan misinya, perusahaan ini bisa
memanfaatkan adanya bonus demogra! dalam mengembangkan
bisnisnya secara lebih luas. Kurangnya pendidikan di daerah pelosok
bisa dijadikan sebagai peluang yang besar bagi ongsin Indonesia
dalam membentuk karakter anak usia produktif agar terus
mendapatkan pendidikan yang tinggi. ,amun tentu saja ini juga
merupakan ancaman untuk perusahaan, mengingat keterbatasan
akses informasi dan pengetahuan masyarakat pedesaan akan
teknologi membuat mereka enggan mengeluarkan dana untuk
mendapat pendidikan yang tinggi.
)onus demogra! yang akan terjadi di Indonesia pada tahun
&'&' menciptakan peluang yang menguntungkan bagi bisnis
pendidikan ongsin Indonesia. Kemungkinan peluang yang muncul
disini adalah kebutuhan pendidikan akan semakin tinggi, hal ini
dipengaruhi karena setiap anak usia produktif terdorong untuk
memiliki daya saing sehingga mereka terus berkeinginan untuk
mengenyam pendidikan yang tinggi dan potensi yang bisa diambil
adalah
,amun tidak hanya peluang yang akan muncul seiring dengan
semakin banyaknya usia produktif, tantangan maupun ancaman
juga dihadapi oleh ongsin Indonesia seperti halnya jasa pendidikan
lain. -antangan yang utama bagi ongsin Indonesia adalah.
/. -antangan untuk menyediakan sarana infrastruktur dan
penyebaran informasi melalui media internet karena
keterbatasan infrastruktur untuk daerah$daerah terpencil di
pelosok Indonesia.
&. 0umlah pesaing akan semakin banyak, karena bonus demogra!
berskala nasional memungkinkan banyak bisnis akan
melakukan hal yang sama.
Dengan demikian beberapa implikasi lingkungan demogra!
yang terkait dengan kegiatan bisnis ongsin Indonesia adalah
kebutuhan ,egara akan manusia muda yang unggul untuk mampu
bersaing dalam dunia bisnis menjadi keuntungan yang didapat
perusahaan, karena sejalan dengan "isi dan misinya, tetapi
menyebarkan informasi secara massal akan menjadi tantangan
berat bagi perusahaan, sehingga perusahaan harus menjalin kerja
sama yang kuat dengan pro"ider untuk memudahkan persebaran
informasi melalui media internet.
III. Referensi
)adan Pusat +tatistik.
*ndi, Muhammad. &'/1. Pembangunan Pendidikan 2ntuk )onus
Demogra! Indonesia &'&'$&'3'. Diunduh dari
http.44###.scribd.com4doc4/56'6/7554Pembangunan$Pendidikan$
2ntuk$)onus$Demogra!$Indonesia pada &' +eptember &'/3 pukul
&/.''
8aisol. &'/3. *rtikel )erita. )onus Demogra! )elum Diimbangi
Pertumbuhan 9apangan Kerja. Diunduh dari
http.44ugm.ac.id4id4berita45:/3$
bonus.demogra!.belum.diimbangi.pertumbuhan.lapangan.kerja
pada &' +eptember &'/3 pukul &'.''
+aleh, ;ahmayulis. &'/1. Penduduk 2sia Produktif Indonesia <apai
33,:5=. Diunduh
http.44ne#s.bisnis.com4read4&'/1'5&14(:4/653574penduduk$usia$
produktif$indonesia$capai$33:5 pada &' +eptember &'/3 pukul
&'.''
+usilastuti, De#i >. &'/3. Modul Kuliah Demographic ?n"ironment
Presentation.