Anda di halaman 1dari 36

BAB I

PENDAHULUAN
Ileus adalah gangguan pasase isi usus yang merupakan tanda adanya obstruksi usus
akut yang segera memerlukan pertolongan atau tindakan. Ileus terbagi dua yaitu ileus
paralitik dan ileus obstruktif.
(1,2,3)
Ileus paralitik atau adynamic ileus adalah keadaan di mana usus gagal / tidak mampu
melakukan kontraksi peristaltic untuk menyalurkan isinya akibat kegagalan neurologic atau
hilangnya peristaltic usus tanpa adanya obstruksi mekanik. Sedangkan Ileus obstruksi adalah
hilangnya atau adanya gangguan pasase isi usus yang disebabkan oleh sumbatan mekanik.
bstruksi usus dapat disebabkan karena adanya lesi pada bagian dinding usus, diluar usus,
maupun di lumen usus.
(1,2,3)

bstruksi usus dapat bersifat akut maupun kronis, parsial maupun total. !enyebab
obstruksi kolon yang paling sering adalah karsinoma, terutama pada daerah rektosigmoid dan
kolon kiri distal. Sebagian besar obstruksi mengenai usus halus. bstruksi pada usus halus
dapat disebabkan oleh strangulasi, in"aginasi atau sumbatan di dalam lumen usus. #$% dari
kasus obstruksi usus halus disebabkan oleh adhesi intraabdominal pasca operasi. !enyebab
tersering lainnya adalah hernia inkarserata dan penyakit &hron. bstruksi total usus halus
merupakan keadaan ga'at yang memerlukan diagnosis dini dan tindakan pembadahan
darurat bila penderita ingin tetap hidup.
(1,2,3)
Ileus obstruktif merupakan kega'atan dalam bedah abdominalis yang sering di(umpai
dan merupakan )*% + #*% dari seluruh kasus akut abdomen. Setiap tahunnya 1 dari 1***
penduduk dari segala usia didiagnosa ileus. ,kut abdomen dapat disebabkan oleh kelainan di
dalam abdomen berupa inflamasi dan penyulitnya, ileus obstruktif, iskemik, dan perdarahan.
Sebagian kelainan dapat disebabkan oleh cedera langsung atau tidak langsung yang
mengakibatkan perforasi saluran cerna atau perdarahan (-"ers, 2**.).
Evers, B. M. 2004. Small Intestine. In T. c. al, Sabiston Textbook Of Surger !"#
e$., %%. "&&'("&40). *+ila$el%+ia, Elseviers Saun$ers
/erdasarkan penelitian yang dilakukan oleh 0arkogiannakis et al, ditemukan )*%
penderita yang mengalami ileus obstruktif rata 1 rata berumur sekitar 1) 1 23 tahun dengan
"
perbandingan (enis kelamin perempuan lebih banyak daripada laki 1 laki (0arkogiannakis et
al., 2**#).
Markogiannakis -, Messaris E, .ar$amanis ., *araras /, T0ert0emelis .,
1ianno%oulos *,et al. 200#. 2cute mec+anical bo3el obstruction,clinical
%resentation, etiolog, management an$ outcome. 4orl$ 5ournal of
gastroenterolog. 5anuar 200# 2"6"&!&),4&2(4&#. 2vailable
from,789,+tt%,::333.3;gnet.com
!ada referat ini akan dibahas mengenai ileus obstruksi khususnya pada anak, mulai
dari anatomi usus, epidemiologi, etiologi, patofisiologi, ge(ala klinis, pemeriksaan fisik
maupun penun(ang, komplikasi, terapi sampai prognosis.
BAB II
ANATOMI DAN FISIOLOGI USUS
II.1 ANATOMI USUS
,. 4sus 5alus
4sus halus merupakan tabung yang kompleks, berlipat+lipat, dan
membentang dari pilorus hingga katup ileosekal dengan pan(ang sekitar ),3m
(21 kaki) dengan diameter kecil 2,$ cm (1inci). 4sus halus terdiri dari tiga
bagian yaitu duodenum, (e(enum, dan ileum.
(1,.)
6uodenum merupakan bagian proksimal dari usus halus yang letakya
retroperitoneal.6uodenum berbentuk seperti huruf & yang pan(angnya 2$ cm
2
yang menghubungkan gaster dengan (e(enum. 6uodenum merupakan muara
dari saluran pankreas dan empedu. 6uodenum terdiri dari . bagian yaitu
(1$)
1. !ars superior duodeni, yang hampir selalu ditutupi oleh peritoneum dan cukup
mobile.
2. !ars descenden duodenum terletak pada garis "ertical dari ape7 pars superior
duodeni sampai sepertiga bagian hori8ontal. !ada bagian medialnya terdapat
ductus choledocus dan ductus pancreaticus 'irsungi. 9erletak di
retroperitoneum
3. !ars hori8ontalis duodenum, melintasi garis setinggi "ertebra lumbalis ketiga.
Serta terletak di bagian depan "ena ca"a inferior
.. !ars ascendens duodenum, terletak di anterior kiri aorta. 9erdapat ligamentum
treit8 yang memfiksasi pada bagian kaudal.
:ambar 2.1. /agian duodenum
6uodenum diperdarahi terutama oleh arteri gastroduodenalis dan
cabangnya yaitu arteri pankreatikoduodenalis superior yang beranastomosis
dengan arteri pancreaticoduodenalis inferior (cabang pertama dari arteri
mesentrica superior). 6arah dikembalikan melalui "ena pankreatikoduodenalis
yang bermuara ke "ena mesenterika superior. !embuluh limfe mengalir
melalui pembuluh limfe mesenteric, ke cisterna chyli lalu menu(u ducutus
thoracicus dan ke "ena subkla"ia kiri. !ersarafan duodenum diatur oleh
parasimpatis dan simpatis yang berasa dari ner"us "agus dan ner"us
splanchnic.
(1,3)
&
:ambar 2.2. "askularisasi usus halus
!emisahan duodenum dan ileum ditandai oleh adanya ligamentum
Treitz, yaitu suatu pita muskulofibrosa yang berorigo pada krus dekstra
diafragma dekat hiatus esophagus dan berinsersi pada perbatasan anatara
duodenum dn (e(enum. ;igamentum ini berperan sebagai penggantung
(suspensorium).
(1)
Sekitar duaperlima dari sisa usus halus adalah (e(enum, dan tiga
perlima bagian akhirnya adalah ileum. <e(enum dan ileum digantung oleh
mesenterium yang merupakan lipatan peritoneum yang menyokong pembuluh
darah dan limfe yang menyuplai ke usus. Secara histologi, ileum memiliki plak
peyeri dan (e(enum memiliki lapisan mukosa yang lebih tebal yang disebut
plica sirkulare.
"askularisasi (e(enum dan ileum berasal dari arteri mesenterika superior
yang dicabangkan dari aorta tepat diba'ah arteri celiaca. &abang cabang arteri
(e(enal dan ileal muncul dari arteri mesenterka superior sebelah kiri. 0ereka
saling beranastomosis dan membentuk arkade yang disebut vasa recta, yang
menyupai (e(enum dan ileum dan terbentang diantarata mesenterium, (e(enum
memiliki arkade lebih sedikit namun vasa recta yang lebih pan(ang.
4
Sedangkan ileum memiliki .+$ arkade dan vasa recta yang lebih pendek.
/agian ileum terba'ah (uga diperdarahi oleh arteri ileokolika.
(1,$)
6inding usus halus terdiri dari . lapisan yaitu mukosa, submukosa,
muskularis propria, dan serosa. ;apisan mukosa terdiri dari "ili, yang
memperluas permukaan untuk absorpsi, sel goblet, kripta ;ieberkuhn, lamina
propria, dan mucosa muskularis.
;apisan submukosa terdiri dari pembuluh darah dan pleksus 0eissner.
;apoisan muskularis propria terdiri dari lapisan otot yaitu lapisan otot sirkular
dan lapisan otot longitudinal dan pleksus myenteric ,uerbach. ;apisan serosa
menyelimuti organ dalam rongga peritoneum yang disebut peritoneum
"isceral.
($)
/. =olon
=olon berbentuk tabung muskular berongga dengan pan(ang sekitar
1,$m yang terbentang dari sekum hingga rektum. 4sus besar dibagi men(adi
sekum, kolon asenden, kolon trans"ersum, kolon desenden, kolon sigmoid,
dan rektum. =olon trans"ersum dan kolon sigmoid memiliki penggantung
sendiri yang disebut mesokolon tran"ersum dan mesocolon sigmoid, sehingga
letaknya intraperitoneal. Sedangkan kolon asending dan desending letaknya
retroperitoneal.
(),#)
:ambar 2.3. ,natomi usus besar
Secara histologi, usus beesar memiliki empat lapisan morfologik
seperti usus lain. ;apisan otot longitudinal usu besar tidak sempurna, tetapi
terkumpul dalam tiga pita yang disebut taenia koli. !an(ang taenia koli lebih
pendek daripada usus, seehingga usus tertarik dan berkerut membentuk
kantong+kantong kecil yang disebut haustrae.
(#)
<
.
:ambar 2... "askularisasi dan histologi usus besar
"askularisasi usus besar secara garis besar diperdarahi oleh arteri
meenterica superior dan arteri mesnterica inferior. ,rteri mesenterica superior
bercabang men(adi arteri kolika dekstra, arteri kolika media, arteri ileokolika,
dan arteri appendikulare yang kemudian memperdarahi sekum, kolon
asendens, dan duapertiga proksimal kolon trans"ersum. Sedangkan arteri
mesenterica inferior bercabang men(adi arteri kolika sinistra, arteri sigmoid,
dan arteri rektal superior yang kemudian memperdarahi sepertiga distal kolon
trans"ersum, kolon desenden, kolon sigmoid, dan bagian proksimal rektum.
!ada rektum, terdapat supai darah tambahan yaitu arteri hemoroidalis media
dan inferior yang merupakan cabang dari arteri iliaka interna.
(#)
,liran balik "ena usus besar melalui "ena mesenterica superior, "ena
mesenterika inferior dan "ena hemoroidalis superior yang bermuara ke "ena
porta. >ena hemoroidalis media dan inferior menu(u ke "ena iliaka.
(#)
=olon dipersarafi oleh serabut simpatis yang berasal dari ner"us
splangnikus dan pleksus presakralis, sedangkan serabut parasimpatis berasal
dari ner"us "agus.
(#)
II. 2 FISIOLOGI USUS
4sus halus mempunyai dua fungsi utama yaitu pencernaan dan penyerapan
nutrisi, air, elektrolit, dan mineral. !roses pencernaan dimulai dalam mulut dan
lambung oleh ker(a ptialin, 5&;, pepsin, mukus, renin, dan lipase lambung
terhadap makanan yang masuk. !roses ini berlan(ut ke dalam duodenum terutama
=
oleh ker(a en8im en8im pankreas yang menghidrolisis karbohidrat, lemak, dan
protein men(adi 8at yang lebih sederhana. ,danya bikarbonat memberikan
perlindungan terhadap asam dan memberikan p5 optimal untuk ker(a en8im+
en8im. .
(1,.)
Segmentasi, yaitu metode utama usus halus, secara merata mencampur
makanan dengan getah pankreas, empedu, dan usus halus untuk mempermudah
pencernaan.Segmentasi terdiri dari kontraksi otot polos sirkuler berbentuk cincin di
sepan(ang usus halus. 6alam beberapa detik, segmen yang berkontraksi akan
melemas, dan daerah yang sebelumnya melemas akan berkontraksi. =ontraksi yang
berosilasi ini mencampur secara merata kimus dengan getah pencernaan yang
disekresikan ke dalam lumen usus dan mema(ankan seluruh kimus ke permukaan
absorptif mukosa usus halus. =ontraksi segmental dia'ali oleh sel pemacu usus
halus, yang menghasilkan /-? (basic electric rythm) =ecepatan segmentasi di
duodenum adalah dua belas kali per menit, dan di ileum terminal hanya sembilan
kali per menit. :erakan peristaltik ini mendorong kimus ke arah kolon.
(.)
:etah yang dikeluarkan oleh usus halus yang disebut sukus enterikus tidak
mengandung een8im pencernaan apapun. -n8im+en8im pencernaan yang disintesis
oleh usus halus beker(a secara intrasel di dalam membran brush border sel epitel.
-n8im+en8im ini menyelesaikan pencernaan karbohidrat dan protein sebelum
masuk ke dalam darah.
(.)
!encernaan lemak ter(adi di lumen usus halus oleh lipase pankreas. =arena
tidak larut air, produk pencernaan lemak harus mengalami beberapa transformasi
yang memungkinkan diserap secara pasif dan masuk ke limfe. Sebagian besar
garam empedu dikeluarkan oleh kandung empedu ke dalam duodenum untuk
membantu pencernaan lemak, yang akan direabsorpsi dalam ileum terminal dan
masuk kembali ke hati.
(.)
0ukosa usus halus memiliki adaptasi tinggi terhadap fungsi pencernaan dan
penyerapan. ;apisan ini membentuk lipatan+lipatan yang mengandung banyak
ton(olan berbentuk (ari,"ilus, yang (uga terdapat mikro"ilus / brush border. >ilus
dan mikro"ilus ini meningkatkan luas permukaan yang teredia untuk menyimpan
en8im en8im dan untuk melaksanakan penyerapan aktif dan pasif. 0ukosa usus ini
#
diganti setiap 3 hari untuk memastikan adanya sel sel epitel yang sehat dan
fungsional.
(.)
4sus halus menyerap hampir semua nutrisi dari makanan yang masuk dan
getah pencernaan yaitu sekitar 2 ; per hari, dalam bentuk 5
2
dan 8at 8at terlarut
termasuk "itamin, elektrolit, hanya se(umlah kecil cairan dan residu makanan yang
tidak dapat diserap (sekitar $**ml) yang lolos ke usus besar. Sebagian besar
penyerapan berlangsung di duodenum dan (e(enum, sangat sedikit yang
berlangsung di ileum karena sebagian besar penyerapan sudah selesai sebelum isi
lumen sampai ke ileum. /ila ileum terminal diangkat, penyerapan "itamin /
12
dn
garam emepedu akan terganggu karena mekanisnme transportasi kusus hannya
terdapat pada daerah ini.
(1,.)
6i pertemuan antara usus halus dan usus besar, yaitu ileum terminal, akan
mengosongkan isisnya ke dalam sekum. !ertemuan ini membentuk katup
ileosekum yang dikelilingi oeh otot polos tebal, sfingter ileosekum. 9ekanan di sisi
sekum mendorong katup tertutup dan menyebabkan sfingter berkontraksi. 5al ini
mencegah isi kolon yang penuh bakteri mencemari usus halus yang kaya akan
nutrien. Sebagai respon terhadap tekanan di sisi ileum dan terhadap hormon gastrin
yang disekresikan se'aktu makanan baru masuk ke lambung, sfingter membuka
dan memungkinkan isi ileum memasuki usus besar.
(.)
6alam keadaan normal, kolon menerima sekitar $**ml kimus dari usus halus
setiap hari. Isi usus yang disalurkan ke kolon terdiri dari residu makanan yang
tidak dapat dicerna (misal selulosa), empedu yang tidak dapat diserap, dan sisa
cairan. =olon mengekstraksi 5
2
dan garam dari isi lumennya kemudian
memekatkan dan menyimpan residu makanan sampai mereka dapat dieliminasi
dari tubuh sebagai feses.
(.)
:erakan dalam kolon (kontraksi haustrae) bergerak lambat untuk mengaduk
isi kolon ma(u mundur untuk menyelesaikan penyerapan sisa cairan dan elektrolit.
4mumnya setelah makan, tiga sampai empat kali sehari ter(adi peningkatan
motilitas pada segmen kolon asenden dan tran"ersum. =ontraksi usus yang disebut
mass movement ini mendorong isi kolon ke bagian distal. Mass movement ini
ter(adi akibat refleks gastrokolon, yang diperantarai hormon gastrin dan saraf
>
otonom ekstrinsik. ?efleks ini mendorong isi kolon ke dalam rektum yang memicu
refleks defekasi. ?efleks ini disebabkan untuk sfingter anus internus yang melemas
dan rektum serta sigmoid untuk berkontraksi lebih kuat. ?efleks ini dapat dengan
secara senga(a dihentikan dengan kontraksi sfingter anus eksternus.
(.)
BAB III
ILEUS OBSTRUKSI
III.1 Definisi
Ileus obstruksi merupakan gangguan mekanik baik parsial maupun total dari
pasase isi usus. Ileus obstuktif merupakan penyumbatan intestinal mekanik yang ter(adi
karena adanya daya mekanik yang mempengaruhi dinding usus sehingga menyebabkan
penyempitan atau penyumbatan lumen usus. 5al ini menyebabkan pasase lumen usus
tergangggu.
(3)
Ileus obstruksi disebut (uga obstruksi lumen usus, disebut demikian apabila
disebabkan oleh strangulasi, in"aginasi, atau sumbatan di dalam lumen usus. !ada
obstruksi harus dibedakan lagi obstruksi sederhana dari obstruksi strangulasi. bstruksi
sederhana ialah obstruksi yang tidak disertai ter(epitnya pembuluh darah. !ada
strangulasi ada pembuluh darah yang ter(epit sehingga ter(adi iskemia yang akan
berakhir dengan nekrosis atau gangren yang ditandai dengan ge(ala umum berat, yang
disebabkan oleh toksin dari (aringan gangren. <adi strangulasi memperlihatkan
kombinasi ge(ala obstruksi dengan ge(ala sistemik akibat adanya toksin dan sepsis.
'
bstruksi usus yang disebabkan oleh hernia, in"aginasi, adhesi, dan "ol"ulus mungkin
sekali disertai strangulasi. Sedangkan obstruksi oleh tumor atau obstruksi oleh cacing
askaris adalah obstruksi sederhana yang (arang menyebabkan strangulasi.
(2)
III.2 Epidemioo!i
Ileus obstruksi merupakan kelainan bedah yang paling sering ditemui pada
usus halus. ,dhesi intraabdominal pasca operasi merupakan etiologi yang paling sering
yaitu #$% dari seluruh kasus. -tiologi yang sering lainnya adalah hernia dan penyakit
&rohn. !ada kolon, kanker merupakan penyebab tersering darri ileus obstruksi.
!enyebab lainnya meliputi menyempitnya lumen usus karena di"erkulitis atau penyakit
infeksi usus.
(3,1*)
6i Indonesia, perlekatan usus merupakan penyebab yang menempati ururtan
pertama saat ini. 0aingot melaporkan bah'a sekitar #*% penyebab dari ileus adalah
perlekatan. Sur"ey Ileus bstruksi ?S46 dr Soetomo tahun 2**1 mendapatkan $*%
dari penyebabnya adalah perlekatan usus, kemudian diikuti hernia 33,3%, keganasan
1$%, "ol"ulus 1,#%.
III." K#sifi$#si
1.
Secara umum
(2)
+
Ileus obstruksi sederhana @ obstruksi yang tidak disertai ter(epitnya pembuluh
darah
+
Ileus obstruksi strangulata@ ada pembuluh darah yang ter(epit sehingga ter(adi
iskemia yang akan menyebabkan nekrosis atau gangren.
2.
/erdasarkan letak obstruksi
;etak tinggi @ duodenum 1 (e(enum
;etak tengah @ ileum terminal
;etak rendah @ colon sigmoid 1 rektum
"0
:ambar 3.1. =lasifikasi ileus berdasarkan letak obstruksi
3.
/erdasarkan stadium
!arsial @ menyumbat sebagian lumen usus. Sebagian sisa makanan dan udara
masih dapat mele'ati tempat obstruksi.
=omplit @ menyumbat total lumen usus.
Strangulasi @ sumbatan kecil tapi dengan (epitan pembuluh darah.
III. % E&ioo!i
!enyebab ileus obstruksi secara umum dapat dibagi men(adi tiga mekanisme,
yaitu blokade intralumen, intramural atau lesi instrinsik dari dinding usus, kompresi
lumen atau konstriksi akibat lesi ekstrinsik dari usus (9hompson 2**$). ;esi intraluminal
seperti fekalit, batu empedu, lesi intramural misalnya malignansi atau inflamasi, lesi
ektralumisal misalnya adhesi, hernia, "olulus atau intususepsi.
(3)
""
Ileus obstruksi pada usus halus dapat disebabkan oleh @
:ambar 3.2. !enyebab ileus obstruksi pada usus halus
1. ,dhesi pascabedah
!erlekatan pascabedah merupakan salah satu komplikasi setelah pembedahan,
namun insidensnya berkurang semen(ak ditemukannya prosedur laparoskopi. !ada
perlekatan pascabedah dapat ditemukan adanya pita (aringan ikat yang menyebabkan
perlekatan segmen saluran cerna. !erlekatan pasca bedah merupakan penyebab #%
dari obstruksi usus pada bayi dan anak. nset dapat ter(adi mulai dari 2 hari hingga 1*
tahun setelah bedah, dan $*% di antaranya ter(adi dalam 'aktu 3+) bulan setelah
"2
bedah. :e(ala dari perlekatan pascabedah antara lain kram/nyeri perut, anoreksia,
mual dan muntah.
2. 5ernia inkarserata
5ernia disebut hernia inkarserata bila isinya ter(epit cincin hernia sehingga isi
kantong terperangkap dan tidak dapat kembali ke dalam rongga perut, sehingga ter(adi
gangguan pasase atau gangguan "askularisasi. 5ernia merupakan penyebab kedua
terbanyak setelah adhesi dan merupakan penyebab tersering pada pasien yang tidak
mempunyai ri'ayat operasi abdomen.
(2)
5ernia inkarserasi dapat berupa hernia inguinal, femoral atau umbilikal.
0ayoritas hernia inguinal adalah hernia indirek. !ada hernia inguinal, inkarserasi
ter(adi pada )+13% pasien dan dapat meningkat sampai 3*% pada bayi berusia kurang
dari 2 bulan. Sedangkan hernia femoral (arang ter(adi. ,dapun hernia umbilikal lebih
(arang inkarserasi dan dapat menutup spontan setelah usia $ tahun.
:e(ala dari hernia inkarserasi yang dihubungkan dengan obstruksi intestinal
antara lain@ muntah yang mengandung empedu, distensi abdomen, konstipasi, massa
yang teraba edema dan pucat di daerah inguinal (dapat men(adi eritematosa apabila
ter(adi strangulasi), dan demam apabila ter(adi nekrosis dan perforasi.
3. ,skariasis
bstruksi usus oleh cacing askaris paling sering ditemukan pada anak karena
higiene kurang sehingga infestasi cacing ter(adi berulang. bstruksi umunya
disebabkan oleh gumpalan padat yang terdiri atas sisa makanan dan puluhan ekor
cacing yang mati atau hampir mati akibat pemberian obat cacing.
6iagnosis obstruksi cacing didukung oleh ri'ayat pemberian obat cacing atau
pencahar, demam, serangan kolik, muntah, dan cacing keluar dari mulut atau anus.
(2)
.. In"aginasi
In"aginasi atau intususepsi sering ditemukan pada anak dan agak (arang pada
de'asa muda. In"aginasi adalah masuknya bagian usus proksimal (intussuseptum)
"&
kedalam bagian yang lebih distal dari usus (intussupien). In"aginasi umumnya berupa
intususepsi ileosekal yang masuk dan naik ke kolon asenden serta mungkin keluar
dari rektum. In"aginasi dapat mengakibatkan obstruksi ataupun nekrosis iskemik pada
bagian usus yang masuk dengan kompikasi perforasi dan peritonitis.
(2)
:ambar 3.3. In"aginasi
,nak dengan kelainan intususepsi akan menun(ukkan ge(ala seperti nyeri
abdominal/kolik yang sangat berat sehingga terkadang anak menarik kedua
tungkainya, gelisah, lethargy hingga shock. 0untah ter(adi pada a'al kelainan dan
3*% kasus muntahan mengandung empedu. 9in(a dapat mengandung darah dan
mukus setelah 12 (am. !ada 2*% kasus terdapat suatu triad klasik untuk intususepsi@
nyeri kolik yang hebat, massa yang dapat teraba dengan palpasi, serta currant-jelly
stools.
$. >ol"ulus
>ol"ulus sekal merupakan kelainan yang (arang ter(adi, akibat sekum yang
tidak terfiksasi. >ol"ulus sekal ter(adi akibat puntiran sekum, kolon ascendens dan
ileum terminal. :e(alanya antara lain nyeri, distensi, konstipasi dan muntah.
). =elainan congenital
6apat berupa stenosis atau atresia. =elaianan ba'aan ni akan menyebabkan
obstruksi setelah bayi mulai menyusui.
(2)
"4
#. ?adang kronik
0orbus &hron dapat menyebabkan obstruksi karena udem, hipertrofi, dan
fibrosis yang biasanya ter(adi pada penyakit kronik ini.
(2)
3. 9umor
;ebih dari separuh tumor (inak ditemukan di ileum, sisanya di duodenum dan
yeyenum. 9umor (inak usus halus agak (arang menyebabkan obstruksi usus, kecuali
(ika menimbulkan in"aginasi (penyebab tidak langsung) atau karena tumornya sendiri
(penyebab langsung).
Separuh kasus tumor ganas terdapat di ileum. =eluhannya samar, seperti
penurunan berat badan dan sakit perut. Sama halnya dengan tumor (inak usus halus,
tumor ganas (uga (arang menyebabkan obstruksi.
(2)
2. /atu empedu yang masuk ke ileus
Inflamasi yang berat dari kantung empedu menyebabkan fistul dari saluran
empedu ke duodenum yang menyebabkan batu empedu masuk ke traktus
gastrointestinal. /atu empedu yang besar dapat ter(epit di usus halus, umumnya pada
ileum terminal atau katup ileosekal yang menyebabkan obstruksi.
(2)
Ileus obstruksi pada kolon disebabkan )*% oleh malignansi, 2*% oleh di"ertikulosis dan $%
oleh "ol"ulus sigmoid.
(11)
1. =arsinoma kolon
bstruksi kolon yang akut dan mendadak kadang+kadang disebabkan oleh
karsinoma. Sekitar #*+#$% kasinoma kolon dan rektum terletak pada rektum dan
sigmoid. =arsinoma colon merupakan penyebab angka kematian yang tertinggi dari
pada bentuk kanker yang lain. Aaktor predisposisi yang dikenal adalah poliposis
multiple, biasanya terdapat tanda+tanda yang mendahului antara lain penyimpangan
buang kotoran, keluarnya darah perektal dan colon akan mengalami distensi hebat
dalam 'aktu yang cepat.
(2)
2. >ol"ulus
"<
>ol"ulus tera(adi akibat memutarnya usus (biasanya pada sekum ata sigmoid)
pada mesokolonnya sehingga menyebabkan obstruksi lumen dan gangguan sirkulasi
"ena maupun arteri.
>ol"ulus sigmoid ditemukan (auh lebih banyak daripada "ol"ulus sekum, yaitu
sekitar 2*%. =elainan ini terutama ditemukan pada orang yang lebih tua, orang
dengan ri'ayat kronik konstipasi. >ol"ulus sigmoid sering mengalami strangulasi bila
tidak dilakukan dekompresi.
(2)
>ol"ulus sekum ter(adi karena kelainan ba'aan kolon kanan yang tidak
terletak retroperitoneal, (adi terdapat mesenterium yang pan(ang dan sekum yang yang
mobile karena tidak terfiksasi. =elainan ini biasanya menyerang pada usia )* tahunan.
>ol"ulus sigmoid ter(adi karena mesenterium yang pan(ang dengan basis yang sempit.
( 2,11)
3. 6i"ertikel
6i"ertikel kolon paling sering ditemui di sigmoid. 6i"ertikel kolon adalah
di"ertikel palsu karena terdiri atas mukosa yang menon(ol melalui lapisan otot seperti
hernia kecil. =omplikasi dapat berupa perforaasi, abses terbuka, fistel, obstruksi
parsial, dan perdarahan.
.. Intususepsi/in"aginasi
0erupakan suatu keadaan masuknya suatu segmen proksimal usus ke segmen
bagian distal yang akhirnya ter(adi obstruksi usus strangulasi. In"aginasi diduga oleh
karena perubahan dinding usus khususnya ileum yang disebabkan oleh hiperplasia
(aringan lymphoid submukosa ileum terminal akibat peradangan, dengan abdominal
kolik.
Intususepsi sering ter(adi pada anak anak. Bamun, sekitar $+1$% dari kasus
intususepsi di belahan bumi bagian /arat ter(adi di orang de'asa, yang mana dua per
tiga kasusnya disebabkan oleh tumor atau polip di usus halus
(2,11)
.
$. !enyakit 5irschsprung
!enyakit 5irschprung atau yang disebut (uga megacolon dapat digambarkan
sebagai suatu usus besar yang dilatasi, membesar dan hipertrofi yang ber(alan kronik.
"=
!enyakit ini dapat kongenital ataupun didapat dan biasanya berhubungan dengan ileus
obstruksi.
(12)
!enyebab kongenital dari penyakit ini diakibatkan dari kegagalan migrasi dari
neural crest ke kolon bagian distal. Sedangkan megakolon yang didapat merupakan
hasil dari adanya infeksi ataupun konstipasi kronis. Infeksi Trypanosoma cruzi
menyerang sel ganglion dan menyebabkan megakolon.
(12)
9abel 3.1. -tiologi ileus
obstruksi
III.' P#&ofisioo!i
!atofisiologi yang ter(adi
setelah obstruksi usus adalah
sama, tanpa memandang apakah
obstruksi itu disebabkan oleh
penyebab mekanik atau
fungsional. !erbedaan utama
terletak pada obstruksi paralitik
dimana peristaltik dihambat
se(ak a'al, sedangkan pada
obstruksi mekanik, a'alnya
peristaltik diperkuat, kemudian
intermitten, dan akhirnya
menghilang.
(1)
"#
(#)ses of In&es&in# O*s&+),&ion
Lo,#&ion
(#)se&olon 9umors (usually in left colon), di"erticulitis (usually in
sigmoid), "ol"ulus of sigmoid or cecum, fecal
impaction, 5irschsprungCs disease, &rohnCs disease
6uodenum
,dults
&ancer of the duodenum or head of pancreas, ulcer
disease
Beonates
,tresia, "ol"ulus, bands, annular pancreas
<e(unum and ileum
,dults
5ernias, adhesions (common), tumors, foreign body,
0eckelCs di"erticulum, &rohnCs disease
(uncommon), Ascaris infestation, midgut "ol"ulus,
intussusception by tumor (rare)
Beonates
0econium ileus, "ol"ulus of a malrotated gut, atresia,
intussusception
!ada ileus obstruksi usus halus ter(adi dilatasi pada usus proksimal secara
progresif akibat akumulasi dari sekresi pencernaan dan udara yang tertelan (#*% dari
udara yang tertelan) dalam lumen. 6ilatasi dari usus halus menstimulasi akti"itas sel
sekretori, yang berakibat bertambahnya akumulasi cairan. 5al ini mengakibatkan
peristaltik meningkat pada bagian atas dan ba'ah dari obstruksi, dengan buang air
besar yang (arang dan flatus pada a'al per(alanan.
(13)
6istensi berat pada dinding usus akan mengurangi pengaliran air dan natrium
dari lumen usus ke darah. Sekitar 3 liter cairan disekresi ke dalam saluran cerna setiap
hari, sehingga tidak adanya absorpsi dapat mengakibatkan penimbunan intralumen
dengan cepat. 5al ini akan mengompresi saluran limfe mukosa dan menyebabkan
limfedema pada dinding usus. 6engan meningkatnya tekanan hidrostatik intraluminal,
meningkatnya tekanan hidrostatik pada capiler akan menyebabkan cairan yang
banyak, elektrolit dan protein ke dalam lumen usus. =ehilangan cairan dan dehidrasi
yang disebabkan oleh hal akan sangat parah dan dapat meningkatkan morbiditas dan
mortalitas.
(13)
0untah dan pengosongan isi usus merupakan penyebab utama kehilangan
cairan dan elektrolit. ,kibat muntah tadi akan ter(adi dehidrasi, hipo"olemik. !ada
obstruksi proksimal, kehilangan cairan disertai oleh kehilangan ion hidrogen (5
D
),
kalium dan korida, sehingga ter(adi alkalosis metabolik. !eregangan usus yang ter(adi
secara terus menerus mengakibatkan timbulnya lingkaran setan penurunan absorpsi
carian dan peningkatan sekresi cairan ke dalam usus. -fek lokal peregangan usus
adalah iskemia akibar peregangan dan peningkatan permeabilitas yang disebabkan
oleh nekrosis, disertai dengan absorpsi toksin bakteri ke dalam rongga peritoneum dan
sirkulasi sistemik.
(1)
!ada obstruksi intestinal simpel, obstruksti ter(adi tanpa gangguan
"askularisasi. 0akananan dan cairan yang masuk, sekresi getah pencernaan, dan gas
terkumpul di proksimal obstruksi. /agian proksimal usus distensi, sedangkan bagian
distalnya colaps. Aungsi absorpsi dan sekresi dari mukosa usus berkurang, dan
dinding usus men(adi edema dan terbendung. 6istensi usus yang parah akan semakin
progresif, menambah peristaltik, dan meningkatkan risiko dehidrasi dan progresi ke
arah strangulasi.
(3)
">
bstruksi intestinal strangulasi merupakan obstruksi dengan gangguan aliran
pembuluh darah, ter(adi pada 2$% dari pasien dengan ileus obstruksi. /iasanya
berhubungan dengan hernia, "ol"ulus, dan intususepsi. bstruksi strangulasi bisa
men(adi infark dan gangren dalam 'aktu ) (am. ,'alnya akan ter(adi obstruksi "ena,
kemudia oklusi arteri dan akhirnya iskemi cepat dari dinding usus. 4sus yang iskemi
akan men(adi edema dan infark, yang beru(ung gangren dan perforasi. /ila tidak
ditangani akan men(adi perforasi, peritonitis, dan kematian. !ada ileus obstruksi
kolon, strangulasi (arang ter(adi (kecuali pasien dengan "ol"ulus).
(3,13)
!erforasi dapat ter(adi pada bagian yang iskemik (usus halus). ?isiko akan
meningkat bila sekum dilatasi dengan diameter E 13 cm.
!ada ileus obstruksi kolon, ter(adi dilatasi pada usus yang letaknya diatas
obstruksi, yang akan menyebabkan edema mukosa, gangguan aliran "ena dan arteri ke
usus. -dema dan iskemi yang ter(adi meningkatkan permeabilitas mukosa, yang
mengakibatkan translokasi bakteri (termasuk bakteri anaerob acteoides) , toksik
sistemi, dehidrasi, dan gangguan elektrolit. Iskemi pada kolon dapat mengakibatkan
perforasi.
(11)
"'
Obstruksi
7sus
Obstruksi
7sus
,kumulasi gas dan cairan intralumen di sebelah
proksimal dari letak obstruksi
6istensi
9ekanan intralumen yang
meningkat dipertahankan
=ehilangan 5
2

dan elektrolit
!roliferasi bakteri
yang berlangsung
cepat
Iskemia dinding usus
?olume E@A
=ehilangan cairan menu(u
ruang peritoneum
!elepasan bakteri dan toksin
dari usus yng nekrotik ke
dalam peritoneum dan
sirkulasi sistemik
!eritonitis septikemia
!eritonitis septikemia
Syok hipo"olemik
Syok hipo"olemik
6iagram 3.1 !atofisiologi Ileus bstruksi
III.- M#nifes&#si Kini$
#. O*s&+)$si )s)s .#)s
bstruksi usus halus merupakan obstruksi saluran cerna tinggi, artinya disertai
dengan pengeluaran banyak cairan dan elektrolit, baik di dalam lumen usus
bagian oral dari obstruksi maupun oleh munrah. =eadaan umum akan
memburuk dalam 'aktu yang relatif singkat.
(2)
:e(ala yang timbul biasanya @ kolik pada daerah umbilikus atau di
epigastrium, mual, muntah pada obstruksi letak tinggi, dan konstipasi (pada
pasien dengan obstruksi total). !asien dengan obstruksi simpel/parsial
biasanya menderita diare pada a'al obstruksi. =onstipasi dengan tidak dapat
flatus dirasakan oleh pasien pada fase lan(ut. :erakan peristaltik yang high
pitched dan meningkat yang bersamaan dengan adanya kolik merupakan tanda
yang khas.
(3)

N/e+i #*domen biasanya agak tetap pada mulanya dan kemudian men(adi
bersifat kolik. Arekuensi episode tergantung atas tingkat obstruksi, yang
muncul setiap . sampai $ menit dalam ileus obstruksi usus halus, setiap 1$
sampai 2* menit pada ileus obstruksi usus besar. Byeri dari ileus obstruksi
usus halus demikian biasanya terlokalisasi supraumbilikus di dalam abdomen.
20
M)n&#. refleks ditemukan segera setelah mulainya ileus obstruksi yang
memuntahkan apapun makanan dan cairan yang terkandung, yang (uga diikuti
oleh cairan duodenum, yang kebanyakan cairan empedu. !ada ileus obstruksi
usus halus, maka muntah terlihat dini dalam per(alanan dan terdiri dari cairan
(ernih, hi(au atau kuning. 0untah fekulen dapat ter(adi pada obstruksi usus
halus yang lama yang ter(adi karena bakteri yang tumbuh banyak dan
merupakan tanda patognomonik dari ileus obstruksi usus halus bagian distal
komplit.
(1$)
!ada obstruksi strangulasi, ge(alanya biasanya takikardi, demam, asidosis,
leukosistosi, dinding perut yang lemas. ,pabila telah ter(adi infark, dinding
perut akan lemas dan pada auskultasi didapatkan peristaltik yang minimal.
(3,3)

*. O*s&+)$si $oon
:e(alanya biasanya lebih ringan dan ter(adi lebih perlahan dibandingkan
obstruksi pada usus halus. :e(ala a'alnya adalah peubahan kebiasaan buang
air besar, terutama berupa obstipasi dan kembung, yang kadang disertai kolik
pada perut bagian ba'ah (suprapubik). ,khirnya, penderita mengeluh
konstipasi menyebabkan adanya distensi abdomen. 0untah mungkin ter(adi
namun tidak sering. muntah timbul lambat dan setelah muncul distensi.
0untahannya kental dan berbau busuk sebagai hasil pertumbuuhan bakteri
berlebihan karena adanya renggang 'aktu yang lama.
(3,3)
Sm#0in&es&in#
o*s&+),&ion
L#+!e In&es&in#
o*s&+),&ion
!enyebab paing sering ,dhesi dan hernia =anker
:e(ala =olik abdomen dan
muntah dengan inter"al
yang reguler
=olik abdomen dan
muntah yang (arang
!emeriksaan fisik 6istensi abdomen mild-
moderate
6istensi abdomen
moderate
Aoto polos abdomen 6ilatasi lumen usus 6ilatasi kolon dengan
2"
halus dengan air fluid
level F udara dan kotoran
yang sedikit pada distal
atau tanpa distensi usus
halus dan air fluid le"el
9abel 3.2 9abel !erbedaan =linis bstruksi 4sus 5alus dan =olon
(1$)
III.1 Di#!nosis
6iagnosis ileus obstruksi dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis mengenai
ge(ala klinis yang timbul, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan (uga
pemeriksaan penun(ang.
1. An#mnesis
!ada anamnesis ileus obstruksi tinggi, sering dapat ditemukan
penyebab, misalnya berupa adhesi dalam perut karena dioperasi atau terdapat
hernia. :e(ala yang timbul umumya berupa syok, oligouri,dan gangguan
elektrolit.=emudian ditemukan adanya serangan kolik perut, di sekitar
umbilikus pada ileus obstruksi usus halus dan disuprapubik pada ileus
obstruksi usus besar. !ada anamnesis, didapatkan adaya mual dan
muntah,tidak bisa /,/ (buang air besar), tidak dapat flatus, perut kembung.
!ada strangulasi, terdapat (epitan yang menyebabkan gangguan
peredaran darah sehinggga ter(adi iskemia, nekrosi atau gangren. :angren
menyebabkan tanda toksis seperti, demam, takikardi, syok septik, dengan
leukosistosis.
2. Peme+i$s##n Fisi$
a. Inspeksi
!ada inspeksi secara umum, terlihat adanya tanda tanda
dehidrasi, dilihat dari turgor kulit, mulut kering. !enderita tampak
gelisah dan menggeliat se'aktu serangan kolik. !ada inspeksi
abdomen, terlihat distensi, darm countour (gambaran kontur usus),
darm steifung (gambaran gerakan usus), terutama pada penderita yang
kurus.
22
,danya adhesi dapat dilihat dengan adanya bekas luka operasi
pada abdomen. ,danya be(olan di perut, inguinal, dan femoral yang
menandakan adanya hernia.
b. ,uskultasi
!ada auskultasi, terdengar hiperperistaltik yang kemudian suara
usus meninggi (metallic sound) terutama pada permulaan ter(adinya
obstruksi dan borborygmi sound terdengar sangat (elas pada saat
serangan kolik. =alau obstruksi berlangsung lama dan telah ter(adi
strangulasi serta peritonitis, maka bising usus akan menghilang.
(1$)
c. !alpasi
!ada palpasi, diraba adanya defans muskular, ataupun adanya
tanda peritonitis seperti nyeri tekan, nyeri lepas, teraba massa seperti
pada tumor, in"aginasi, dan hernia.
d. !erkusi
!ada perkusi didapatkan bunyi hipertimpani.
?ectal 9oucher
4ntuk mengetahui apakah adanya massa dalam rectum. ,pakah
ada darah samar, adanya feses harus diperhatikan. 9idak adanya feses
menun(ukan obstruksi pada usus halus. ,pabila terdapat darah berarti
penyebab ileus obstruksi adalah lesi intrinsik di dalam usus seperti
malignansi.
(11,1$)

". Peme+i$s##n Pen)n2#n!
;aboratorium
!emeriksaan laboratorium umumnya tidak dapat di(adikan pedoman
untuk menegakkan diagnosis. !emeriksaan laboratorium yang diperlukan ialah
2&
darah lengkap, elektrolit, /4B (blood urea nitrogen), ureum amilase, dan
kreatinin.
!ada ileus obstruksi sederhana, hasi pemeriksaan larobarotiumnya dalam batas
normal. Selan(utnya ditemukan adanya hemokonsentrasi, leukositosis, dan
nliai elektrolit yang abnormal. !eningkatan serum amilase sering didapatkan
pada semua (enis ileus obstruksi, terutama strangulasi. !enurunan dalam kadar
serum natrium, klorida dan kalium merupaan manifestasi lebih lan(ut, dapat
(uga ter(adi alkalosis akibat muntah. /ila /4B didapatkan meningkat,
menun(ukkan hipo"olemia dengan a8otemia prerenal.
(1$)
!emeriksaan ?adiologi
6iagnosis ileus obstruksi biasanya dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan
radiologi.
a. Aoto polos abdomen
6iperlukan foto abdomen 3 posisi yaitu foto posisi supine, foto posisi
setengah duduk, dan foto left lateral decubitus. !ada posisi supine dapat
ditemukan gambaran distensi usus dan herring bone appearance, posisi
lateral dekubitus ataupun setengah duduk dapat ditemukan gambaran step
ladder pattern,
5al yang paling spesifik dari obstruksi usus halus ialah distensi usus
halus (diamater E 3 cm), adanya air fliud level pada foto posisi setengah
duduk, dan kekurangan udara pada kolon. Begatif palsu dapat ditemukan
pada pemeriksaan radiologi ketika letak obstruksi berada di proksimal usus
halus dan ketika lumen usus dipenuhi oleh cairan sa(a dengan tidak adanya
udara. 5al ini dapat mengakibatkan tidak adanya gambaran air fluid level
ataupun distensi usus.
(3)
!ada ileus obstruksi kolon, pemeriksaan foto abdomen menun(ukan
adanya distensi pada bagian proksimal dari obstruksi. Selain itu, tampak
gambaran air fluid level yang berbentuk seperti tangga yang disebut (uga
step ladder pattern karena cairan transudasi.
24

:ambar 3.. Aoto polos abdomen posisi supine (dilatasi usus)
(a) (b)
:ambar 3.$ (a) ileus obstruksi (b) posisi setengah duduk denga gambaran air fluid level yang
membentuk step ladder pattern
b. Aoto 9hora7
Aoto thora7 dapat menggambarkan adanya free air sickle yang terletak
diba'ah difaragma kanan yang menun(ukkan adanya perforasi usus.
(11)
2<
:ambar 3.). :ambaran free air sickle
c.&9 scan
&9 scan berguna untuk menentukan diagnosa dini dari obstruksi
strangulasi dan untuk menyingkirkan penyebab akut abdominal lain, terlebih
(ika klinis dan temuan radiologis lain tidak (elas. &9 scan (uga dapat
membedakan penyebab dari ileus obstrusi usus halus,yaitu penyebab
ekstrinsik (seperti adhesi dan hernia) dengan penyebab instrinsik (seperti
malignansi dan penyakit &hron). btruksi pada &9 scan ditandai dengan
diameter usus halus sekitar 2,$ cm pada bagian proksimal men(adi bagian
yang kolaps dengan diameter kurang dari 1 cm.
(11)
9emuan lain pada obstruksi usus yaitu 8ona transisi dengan dilatasi usus
proksimal, dekompresi usus bagian distal, kontras intralumen yang tidak
dapat mele'ati bagian obstruksi, dan pada bagian kolon terdapat gas ataupun
cairan. Strangulasi ditandai dengan menebalnya dinding usus, pneumatosis
2=
intestinalis (udara pada dinding usus), udara pada "ena porta, dan
berkurangnya kontras intra"ena ke dalam usus yang terkena.
(3)
!enelitian menun(ukkan bah'a sensiti"itas &9 3*+2*%, spesifisitas #*+
2*% dalam mendeteksi obstruksi.
(3)
:ambar 3.#. Ileus obstruksi pada &9 scan (dilatasi lumen usus halus, dan dekompresi
terminal ileum (I) dan kolon asenden (&))
d. -nteroclysis
-nteroclysis berguna untuk mendeketsi adanya obstruksi dan berguna
membedakan antara obstruksi parsial atau total. 0etode ini berguna (ika
foto polos abdomen mempelihatkan gambaran normal namun gambaran
klinis menun(ukan adanya obstruksi atau (ika foto polos abdomen tidak
spesifik. !emeriksaan ini (uga dapat membedakan adhesi karena metastase,
tumor yang rekuren, dan kerusakan akibat radiologi. -nteroclysis dapat
dilakukan dengan dua (enis kontras. /arium merupakan kontras yang sering
digunakan dalam pemeriksaan ini. /arium aman digunakan dan berguna
mendiagnosa obstruksi bila tidak terdapat iskemia usus ataupun perforasi.
Bamun, penggunaan barium sering dihubungkan dengan ter(adinya
peritonitis, dan harus dihindari bila diduga adanya perforasi.
(11)
-nteroclysis (arang digunakan pada keadaan akut. !ada pemeriksaan
ini, digunakan 2**+2$* m; barium dan diikuti 1+2 ; larutan
2#
methylcellulose dalam air yang dimasukan melalui proksimal (e(enum
melalu kateter nasoenteric.
(a) (b)
:ambar 3.3. (a). adhesional small bo!el obstruction. 0enun(ukan gambaran lumen usus
yang menyempit (tanda anak panah) (b). -nteroclysis
e.4S: abdomen
4S: merupakan pemeriksaan yang tidak in"asif dan murah
dibandingnkan &9 scan, dan spefisitas dari 4S: dilaporkan mencapai 1**%.
!emeriksaan ini dapat menun(ukan gambaran dan penyebab dari obstruksi
dengan melihat pergerakan dari usus.
2>
:ambar 3.2. 4S: abdomen dengan gambaran dilatasi usus halus
III.3 Di#!nos# B#ndin!
6iagnosa banding dari ileus obstruksi adalah @
a. Ileus paralitik
!ada ileus paralitik terdapat distensi yang hebat namun nyeri yang dirasakan
lebih ringan dan cenderung konstan, mual, muntah, bising usus yang
menghilang, pada pemeriksaan fisik tidak adanya defans muskular dan pada
gambaran foto polos didapatkan gambaran udara pada usus.
b. ,ppendisitis akut
!ada appendisitis akut, didapatkan ge(ala nyeri tumpul pada epigastrium yang
kemudian berpindah pada kuadran kanan ba'ah, demam, mual, dan muntah.
c. !ankreatitis akut
Byeri pada pankreatitis akut biasanya dirasakan sampai ke punggung. :e(ala
ini dapat (uga berhubungan dengan ileus paralitik. !ada pankreatitis akut, amilase
kadarnya akan sangat tinggi bbila dibandingkan ileus obstruksi.
d. :astroenteritis akut
!ada gastoenteritis akut (uga terdapat nyeri perut dan muntah. 6iare pada
penyakit ini (uga menyebabkan adanya hiperperistaltik pada auskultasi.Bamun
dapat dipikirkan adanya ileus bila abdomen distensi dan hilangnya suara atau
sedikitnya aktifitas usus.
e. 9orsio o"arium, dysmenorrhea, endometriosis
III.4 Pen#&##$s#n##n
Ileus obstruksi di usus harus dihilangkan segera setelah keadaan umum
diperbaiki. 9indakan umum sebelum dan se'aktu pembedahan meliputi tatalaksana
dehidrasi, perbaikan keseimbangan elektrolit, dan dekompresi pipa lambung. !ada
strangulasi, tidak ada 'aktu untuk memperbaiki keadaan umum, sehingga strangulasi
harus segera diatasi.
(2)
2'
1. 9erapi konser"atif

!asien dengan ileus obstruksi bisanya mengalami dehidrasi dan


kekurangan elektrolit (Batrium, kalium, dan klorida) akibat
berkuranganya intake makanan, muntah, sehingga membutuhkan
penggantian cairan intra"ena dengan cairan salin isotonic seperti ?inger
;aktat. =oreksi melalu cairan ini dapat dimonitor melalui urin dengan
menggunakan kateter , tanda tanda "ital, pemeriksaan laboratorium,
tekanan "ena sentral.
(3,11)

!emberian antibiotik broadspectrum dapat diberikan sebagai profilaksis


atas dasar temuan adanya translokasi bakteri pada ileus obstruksi. In(eksi
&eftriakson 1 gram 1 kali dalam 2. (am dapat diberikan sebagai
profilaksis. ,ntiemetik dapat (uga diberikan untuk mengatasi muntah.
(3,11)

6ekompresi traktus gastrointestinal dengan menggunakan nasogastric


tube (B:9) dan pasien dipuasakan. 5al ini berguna untuk mengeluarkan
udara dan cairan dan untuk mengurangi mual, distensi, dan resiko
aspirasi pulmonal karena muntah.

!ada ileus obstruksi parsial, biasanya dilakukan tindakan konser"atif dan


pemantauan selama 3 hari. !enelitian menun(ukkan adanya perbaikan
dalam pasien dengan keadaan tersebut dalam 'aktu #2 (am. Bamun (ika
keadaan pasien tidak (uga membaik dalam .3 (am setelah diberi terapi
cairan dan sebagainya, makan terapi operatif segera dilakukan.
(3,11)
2. peratif
Secara umum, pasien dengan ileus obstruksi total memerlukan tindakan
operatif segera, meskipun operasi dapat ditunda untuk memperbaiki keadaan
umum pasien bila sangat buruk. perasi dapat dilakukan bila rehidrasi dan
dekompresi nasogastrik telah dilakukan.
(3,3)
9indakan operatif dilakukan apabila ter(adi @
+
Strangulasi
+
bstruksi total
&0
+
5ernia inkarserata
+
9idak ada perbaikan pada pengobatan konser"atif (pemasangat B:9,
infus, dan kateter).
(2)
9indakan operatif pada ileus obstruksi ini tergantung dari
penyebabnya. 0isalnya pada adhesi dilakukan pelepasan adhesi tersebut,
tumor dilakukan reseksi, dan pada hernia dapat dilakukan herniorapi dan
herniotomi. 4sus yang terkena obstruksi (uga harus dinilai apakah masih
bagus atau tidak, (ika sudah tidak "iabel maka dilakukan reseksi. =riteria
dari usus yang masih "iabel dapat dilihat dari 'arna yang normal, dan
adanya peristaltik, dan pulsasi arteri.
(3)
=anker kolon yang meyebabkan obstruksi kadang dilakukan reseksi dan
anastomosis, dengan atau tanpa colostomi atau ileostomy sementara. <ika
tidak dapat dilakukan, maka tumor diangkat dan kolostomi atau ileostomi
dibuat. 6i"erkulitis yang menyebabkan obstruksi, biasanya sering ter(adi
perforasi. ?eseksi bagian yang terkena de"ertikel mungkin agak sulit tapi
merupakan indikasi (ika ter(adi perforasi ataupun peritonitis umum.
/iasanya dilakukan reseksi dan kolostomi, namun anastomosis ditunda
sampai rongga abdomen bebas radang (cara 5artman).>o"ulus sekal
biasanya dilakukan tindakan operatif yaitu melepaskan "ol"ulus yang
terpelintir dengan melakukan dekompresi dengan sekostomi temporer, yang
(uga berefek fiksasi terhadap sekum dengan cara adhesi. !ada "ol"uus
sigmoid, dapat dilakukan reposisi dengan sigmoidoskopi, dan reseksi dan
anastomosis dapat dilakukan beberapa hari kemudian. 9anpa dilakukan
reseksi, kemungkinan rekuren dapat ter(adi.
(3)
&"
:ambar 3.2. ,lgoritma penatalaksanaan ileus obstruksi usus halus
!ada umumnya dikenal . macam (cara) tindakan bedah yang diker(akan pada obstruksi
ileus @
a) =oreksi sederhana (simple correction). 5al ini merupakan tindakan bedah
sederhana untuk membebaskan usus dari (epitan, misalnya pada hernia incarcerata
non+strangulasi, (epitan oleh adhesi atau pada "ol"ulus ringan.
b) 9indakan operatif by-pass. 0embuat saluran usus baru yang Gmele'atiG bagian
usus yang tersumbat, misalnya pada tumor intralurninal, &rohn disease, dan
sebagainya.
c) 0embuat fistula entero+cutaneus pada bagian pro7imal dari tempat
obstruksi,misalnya pada &a stadium lan(ut.
&2
d) 0elakukan reseksi usus yang tersumbat dan membuat anastomosis u(ung+u(ung
ususuntuk mempertahankan kontinuitas lumen usus, misalnya pada
carcinomacolon,in"aginasi strangulata dan sebagainya.
!ada beberapa obstruksi ileus, kadang+kadang dilakukan tindakan
operatif bertahap, baik oleh karena penyakitnya sendiri maupun karena keadaan
penderitanya,misalnya pada &a sigmoid obstruksi, mula+mula dilakukan kolostomi
sa(a, kemudiani dilakukan reseksi usus dan anastomosis.
9indakan dekompresi usus dan koreksi air dan elektrolit serta men(aga
kesimbangan asam basa darah tetap dilaksanakan pasca tindakan operasi.
!ada obstruksi lan(ut, apalagi bila telah ter(adi strangulasi, monitoring pasca
bedah saangat penting sampai )+# hari pasca bedah. /ahaya pada pasca
bedah ialah toksinemia dan sepsis. :ambaran klinisnya biasanya tampak
pada hari ke .+$ pasca bedah. !emberian antibiotika dengan spektrum luas
dan disesuaikan dengan hasil kultur kuman sangatlah penting.
III.15 Kompi$#si
=omplikasi dari ileus obstruksi dapat berupa nekrosis usus, perforasi usus
yang dapat menyebabkan peritonitis, syok septik, dan kematian. 4sus yang strangulasi
mungkin mengalami perforasi yang mengakibatkan materi dalam usus keluar ke
peritoneum dan mengakibatkan peritonitis. 0eskipun tidak mengalami perforasi,
bakteri dapat melintasi usus yang permeabel dan masuk ke sirkulasi darah yang
mengakibatkan syok septik.
(1.)
III.11 P+o!nosis
,ngka kematian pada ileus obstruksi usus non+strangulasi adalah H $ %,
dengan banyaknya kematian ter(adi pada pasien usia lan(ut dengan komorbid. ,ngka
kematian pada operasi ileus obstruksi usus strangulasi berkisar 3+2$%.
(3)
!ada ileus obstruksi kolon, biasanya angka kematian berkisar antara 1$ 1 3* %. !erforasi
sekum merupakan penyebab utama kematian. !rognosisnya baik bila diagnosis dan tindakan
diakukan dengan cepat.
&&
BAB I6
KESIMPULAN
Ileus obstruksi adalah hilangnya atau adanya gangguan pasase isi usus yang
disebabkan oleh sumbatan mekanik. Ileus obstruksi pada usus halus dapat disebabkan oleh
adhesi, hernia inkarserata, askariasis, in"aginasi, "ol"ulus, kelainan kongenital, radang
kronik, neoplasma, benda asing. Sedangkan ileus obstruksi pada kolon dapat disebabkan oleh
karsinoma, "ol"ulus, di"ertikulum meckel, intsusuepsi, penyakit 5irchsprung.
:e(ala umum yang timbul ialah syok, oligouri, gangguan elektrolit. Selan(utnya ge(ala
dari ileus obstruksi ialah nyeri kolik abdomen, mual, muntah, tidak dapat buang air besar,
tidak dapat flatus, perut kembung (distensi). !ada pemeriksaan fisik, terutama abdomen,
terlihat distensi abdomen, terdapat darm contour, darmn steifung, pada auskultasi terdengar
hiperperistaltik dengan nada tinggi (metalic sound) yang (ika obstruksi terus berlan(ut, bising
usus akan melemah dan menghilang. !ada pemeriksaaa radiologi, yaitu foto polos abdomen 3
posisi, didapatkan gambaran herring bone appearance, air fluid level yag membentuk
kaskade yang disebut (uga step ladder pattern. /ila ter(adi perforasi usus, dapat ditemukan
adanya free air sickle di ba'ah diafragma kanan.
9erapi pada ileus obstruksi meliputi tindakan konser"atif yaitu resusitasi cairan
dengan cairan intra"ena dan monitoring melalui urin, dekompresi dengan menggunakan
B:9, pemberian antibiotik broadspectrum dan tindakan operatif yang biasanya sering
dilakukan.
&4
DAFTAR PUSTAKA
1. ;indseth :lenda. :angguan 4sus 5alus. In @ !rice Sly"ia, Iilson ;orraine,editors.
!atofisiologi =onsep =inis !roses 1 !roses !enyakit. -d ). <akarta @ -:& F 2**). p
.3#+$2
2. S(amsuhida(at ?,6ahlan 0, <usi 6(ang. :a'at ,bdomen. 6alam @ S(amsuhida(at ?,
=arnadihar(a I, ?udiman ?, !rasetyono 9heddeus, editors. /uku ,(ar Ilmu /edah.
-d 3. <akarta @ -:& F 2*12. ! 23#+.$
3. Ihang - -, ,shley Stanley, Jinner < 0ichael. Small Intestine. In @&harles A
/runicardi. Sch'art8Ks 0anual of Surgery. -d 3. 4S, @ 0c:ra'+5ill. 2**). ! #*2+11
.. Sher'ood ;auralee. Sistem !encernaan. Aisiologi 0anusia dari Sel ke Sistem. 6 2.
<akarta F -:& F 2**1. p $#*+33
$. =umar >inay =apoor. Small Intestine ,natomy. 2*11. ,"ailable at @
http@//emedicine.medscape.com/article/12.32$1+o"er"ie'Lsho'all. ,ccesed
September 22, 2*12
). =umar >inay =apoor. ;arge Intestine ,natomy. 2*11. ,"ailable at @
http@//emedicine.medscape.com/article/12.3222+o"er"ie'Lsho'al l. ,ccesed
September 22, 2*12
#. ;indseth :lenda. :angguan 4sus /esar. In @ !rice Sly"ia, Iilson ;orraine,editors.
!atofisiologi =onsep =inis !roses 1 !roses !enyakit. -d ). <akarta @ -:& F 2**). p
.$)+$2
3. ,nsari !ars'a. Intestinal bstruction. 2*12. ,"ailable at @
http@//'''.merckmanuals.com/professional/gastrointestinalMdisorders/acuteMabdome
nMandMsurgicalMgastroenterology/intestinalMobstruction.htmlL"32*223. ,ccesed
September 22, 2*12
2. ?i'anto Ign. 5idayat , 5, !ieter <, 9(ambolang 9, ,hmadsyah I. 4sus 5alus,
,pendiks, =olon, dan ,norektum. 6alam @ S(amsuhida(at ?, =arnadihar(a I,
?udiman ?, !rasetyono 9heddeus, editors. /uku ,(ar Ilmu /edah. -d 3. <akarta @
-:& F 2*12. p #31+ #2
&<
1*. ,nonim. /o'el bstruction. 2*11. ,"ailable at @
+tt%,::333.3ebm$.com:$igestive($isor$ers:tc:bo3el(obstruction(to%ic(
overvie3. ,ccesed September 22, 2*12
11. 5opkins &hristy. ;arge /o'el bstruction. 2*11. ,"ailable at @
+tt%,::eme$icine.me$sca%e.com:article:##404<(treatmentBs+o3all.
,ccesed September 22, 2*12
12. /ullard =elli, ?othenberger 6a"id. &olon, ?ectum, and ,nus. In @ &harles A
/runicardi. Sch'art8Ks 0anual of Surgery. -d 3. 4S, @ 0c:ra'+5ill. 2**). ! ##*
13. Bobie /rian. Small /o'el bstruction. 2*11. ,"ailable at @
+tt%,::eme$icine.me$sca%e.com:article:##4"40(overvie3Bs+o3all. ,ccesed
September 22, 2*12
1.. Schrock 9?. bstruksi 4sus. 6alam Ilmu /edah (5andbook of Surgery). ,lih
/ahasa@ ,d(i 6harma, dkk. !enerbit /uku =edokteran -:&. <akarta. 1223F 232 1 .2
1$. 5odin ?ichard, 0atthe's <effrey. Small Intestine. 6alam @ Borton <effey, /olinger
?andal, &hang ,lfred, ;o'ry Stephen, et all. Surgery /asic Science and &linical
-"idence. Be' Noek @ Springer. 2***. ! )1#+2)
&=