Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

PENENTUAN NILAI LAJU PEREDARAN DARAH PADA IKAN

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah praktikum Fisiologi Hewan Air

Oleh :

KELOMPOK 06

Beni Guswanto

Gumilar Ramadhani

Citra Devi Amalia

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN

2009

1
BAB I

Latar Belakang
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan)
tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan
tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh
terhadap virus atau bakteri.

Ikan mempunyai sistem peredaran darah tunggal. Jantung terdiri atas dua ruang yaitu
serambi dan bilik. Jantung berisi darah yang miskin oksigen. Darah yang berasal dari bilik
jantung dipompa melalui aorta menuju insang. Dalam insang karbon dioksida dilepaskan dan
oksigen diikat oleh darah. Setelah melewati insang, darah yang banyak mengandung oksigen
dialirkan ke seluruh tubuh.

Sistem peredaran darah pada ikan terdiri dari: jantung beruang dua, yaitu sebuah-bilik
(ventrikel) dan sebuah serambi (atrium). Jantung terletak dibawah faring di dalam rongga
pericardium , yaitu bagian dari rongga tubuh yang terletak dianterior (muka). selain itu,
terdapat organ sinus venosus, yaitu struktur penghubung berupa rongga yang menerima darah
dari vena dan terbuka di ruang depan jantung. Darah ikan tampak pucat dan relative sedikit
bila dibanding dengan vertebrata darat. Plasma darah mengandung sel darah merah yang
berinti dan sel darah putih. Lien (limpa) sebagai bigian dari sistem peredaran terdapat di
dekat lambung dan dilengkapi dengan pembuluh-pembuluh limpa.

Tujuan
Agar kita dapat mengetahui alur pergerakan sistem peredaran darah pada ikan, dan
dapat menghitung nilai aliran darah.

BAB II

2
Komposisi dan Fungsi Darah
Darah merupakan salah satu komponen sistem transport yang sangat vital
keberadaannya. Fungsi vital darah di dalam tubuh antara lain sebagai pengangkut zat-zat
kimia seperti hormon, pengangkut zat buangan hasil metabolisme tubuh, dan pengangkut
oksigen dan karbondioksida. Selain itu, komponen darah seperti trombosit dan plasma darah
memiliki peran penting sebagai pertahanan pertama dari serangan penyakit yang masuk ke
dalam tubuh. Gambaran darah suatu organisme dapat digunakan untuk mengetahui kondisi
kesehatan yang sedang dialami oleh organisme tersebut. Penyimpangan fisiologis ikan akan
menyebabkan komponen-komponen darah juga mengalami perubahan. Perubahan gambaran
darah dan kimia darah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, dapat menentukan kondisi
kesehatannya.

Hemoglobin merupakan protein yang terdiri dari protoporfirin, globin dan besi yang
bervalensi 2 (ferro). Satu gram hemoglobin dapat mengikat sekitar 1,34 ml oksigen. Kadar
hemoglobin yang rendah dapat dijadikan sebagai petunjuk mengenai rendahnya kandungan
protein pakan, defisiensi vitamin atau ikan mendapat infeksi. Sedangkan kadar tinggi
menunjukkan bahwa ikan sedang berada dalam kondisi stress.

Hematokrit merupakan persentase volume eritrosit (sel darah merah) dalam darah
ikan. Hasil pemeriksaan terhadap hematokrit dapat dijadikan sebagai salah satu patokan
untuk menentukan keadaan kesehatan ikan, nilai hematokrit kurang dari 22% menunjukkan
terjadinya anemia. Kadar hematokrit ini bervariasi tergantung pada faktor nutrisi, umur ikan,
jenis kelamin, ukuran tubuh dan masa pemijahan.

Eritrosit (sel darah merah) merupakan sel yang paling banyak jumlahnya. Inti sel
eritrosit terletak sentral dengan sitoplasma dan akan terlihat jernih kebiruan dengan
pewarnaan Giemsa. Pada ikan teleost, jumlah normal eritrosit adalah 1,05×106 – 3,0×106
sel/mm3. Seperti halnya pada hematokrit, kadar eritrosit yang rendah menunjukkan terjadinya
anemia. Sedangkan kadar tinggi menandakan bahwa ikan dalam keadaan stress. Leukosit (sel
darah putih) mempunyai bentuk lonjong atau bulat, tidak berwarna, dan jumlahnya tiap mm3
darah ikan berkisar 20.000-150.000 butir, serta merupakan unit yang aktif dari sistem
pertahanan (imun) tubuh. Sel-sel leukosit akan ditranspor secara khusus ke daerah terinfeksi.
Leukosit terdiri dari dua macam sel yaitu sel granulosit (terdiri dari netrofil, eusinofil, dan
basofil dan sel agranulosit) dan sel granulosit (terdiri dari limfosit, trombosit, dan monosit).

Limfosit memiliki peranan dalam respon imunitas dan monosit merupakan sel
makrofag yang berperan penting dalam memfagosit mikroorganisme patogen. Sedangkan

3
trombosit sangat berperan dalam proses pembekuan darah dan berfungsi untuk mencegah
kehilangan cairan tubuh pada kerusakan-kerusakan di permukaan. Berbeda dengan ketiga sel
di atas, netrofil sangat aktif dalam membunuh bakteri dan jumlahnya besar dalam nanah. Sel-
sel tersebut bersirkulasi dalam darah dan cairan limfa.

Sirkulasi Darah
Variable dasar dalam sirkulasi darah

• Tekanan darah

➢ Systoke (kontraksi), ventrikel menghasilkan tekanan dan aliran denyut yang


berulang-ulang selama kontraksi.
➢ Diastroke (relaksasi), periode relaksasi dan pengisian kembali sinus-venosis dan
atrium.

a. Aliran darah

b. Frekuensi Cor (heart rate) : jumlah denyut per menit.

c. Stroke volume : jumlah darah yang dipompa keluar dari ventrikel per denyut.

d. Volume total darah (volume cor), yang tidak tetap, tergantung :

➢ Respon pengembalian vena


➢ Sistem syraf simpatik
➢ Adrenalin
➢ Asetilkolin

Volume darah dipengaruhi :

1. Evolusi yang terus-menerus, misalnya ikan primitif mempunyai volume darah lebih
sedikit dari ikan sekarang.

2. Ikan yang lebih aktif mempunyai volume darah lebih banyak daripada ikan non-aktif
(sedentary).

Fungsi sirkulasi yang paling pnting selama aktifitas adalah pengangkutan oksigen,
karena meningkatnya aktifitas otot tanpa diimbangi dengan meningkatnya ketersediaan
oksigen sehingga menghabiskan sistem energi anaerobik dan akhirnya menjadi lelah
(fatique).

Ikan yang mempunyai jumlah otot merah (anaerobik) banyak, biasanya lebih aktif dan
mempunyai curah cor yang lebih banyak.

4
Dasar dari respons sistem sirkulasi terhadap meningkatnya kecepatan aktifitas adalah :

➢ Meningkatnya curah cor.


➢ Terdapat jumlah peningkatan dan mekanisme yang digunakan, bervariasi dengan
cara hidup ikan dan spesies ikan.

BAB III

Alat dan Bahan.


Alat:

 Hand counter

 Petridish
 Wadah plastic
 Kapas
 Jam/petunjuk waktu

Bahan:

 Ikan mas (3 ekor)

5
 Larutan alcohol

 Larutan nikotin

 Aquades

Prosedur:
1. Tutup overculum ikan dengan kapas basah, tempatkan pada petridish.
2. Amati bagian ekor ikan dengan mikroskop, lihat aliran darahnya.
3. Tetesi dengan aquades, hitung jumlah aliran darahnya dalam 1 menit.*
4. Tetesi dengan larutan nikotin sebanyak 1 tetes pada bagian ekor ikan, hitung jumlah
aliran darahnya dalam 1 menit.*
5. Cuci bagian ekor ikan, kemudian tetesi dengan larutan alcohol amati dan hitung aliran
darahnya selama 1 menit.*
6. Mencatat hasil pengamatan.

BAB IV

Hasil Pengamatan.
Pengamatan dalam percobaan kali ini menggunakan 3 jenis larutan yang diujikan pada ikan.

Pengamatan nilai laju peredaran darah pada ikan:

Ikan Jenis Larutan Laju Peredaran darah


1 Aquades 192
Nikotin 251
Alkohol 107
2 Aquades 157
Nikotin 259
Alkohol 111
3 Aquades 171
Nikotin 254
Alkohol 119

6
Pembahasan.
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan didapatkan hasilnya yaitu berupa jumlah
laju peredaran darah pada ikan, kecepatan laju suatu peredaran darah ikan di tentukan oleh 3
jenis larutan yang digunakan ketika melakukan praktikum (ketika alkohol digunakan pada
ikan tersebut laju peredarannya sangat lambat dibandingkan dengan aquades dan nikotin, ini
karena alkohol dapat memperlambat fungsi sistem saraf pusat, sedangkan untuk nikotin dapat
menyebabkan laju peredarannya menjadi semakin cepat dibandingkan dengan aquades dan
alkohol, ini karena nikotin dapat meningkatkan tekanan darah sehingga detak jantung
menjadi cepat dan laju peredarannya pun menjadi cepat).

BAB V

Kesimpulan
Kecepatan laju suatu peredaran darah ikan di tentukan oleh 3 jenis larutan yang
digunakan ketika melakukan praktikum.

Seperti ketika larutan alkohol digunakan pada ikan tersebut laju peredarannya sangat
lambat dibandingkan dengan aquades dan nikotin, ini karena alkohol dapat memperlambat
fungsi sistem saraf pusat.

Sedangkan untuk nikotin dapat menyebabkan laju peredarannya menjadi semakin


cepat dibandingkan dengan aquades dan alkohol, ini karena nikotin dapat meningkatkan
tekanan darah sehingga detak jantung menjadi cepat dan laju peredarannya pun menjadi
cepat.