Anda di halaman 1dari 16

Tanggal Praktikum : Kamis, 19 September 2013

Mata Kuliah : Toksikologi Veteriner


Kelompok : V (ima!
"aktu : 11#30 $ 1%#00 "&'
(osen Pembimbing : )rh# Min *ahmini+ati, M#Si
SENYAWA KIMIA YANG BEKERJA LOKAL
,leh:
1# San)hi -u)ha Pra+ira '0%0.00/. ( !
2# 0i 0engah -ogis+ari * '0%100011 ( !
3# 2ikri Mukhlisna atie3 '0%10001. ( !
%# Sho4ia 5airani '0%100020 ( !
/# 0o4ialita 6esa Putri '0%100023 ( !
BAGIAN FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI
DEPARTEMEN ANATOMI, FISIOLOGI, DAN FARMAKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2013
BERITA ACARA
I. Kroo!o"# Pr$%&#%'(
Kamis, 19 September 2013, praktikum pertama toksikologi )engan 7u)ul
praktikum 8Sen9a+a Kimia 9ang 'eker7a Se:ara okal (setempat!;, praktikum
)ilaksanakan mulai pukul 11#30 sampai 1%#00 )i ruang praktikum 2i3arm# (engan
anggota sebagai berikut :
1# San)hi -u)ha Pra+ira
2# 0i 0engah -ogis+ari *e9sana
3# 2ikri Mukhlisna atie3
%# Sho4ia 5airani
/# 0o4ialita 6esa Putri
6)apun sistem pelaksaan per:obaan 9ang )ilaksanakan masing<masing anggota
a)alah 2ikri Mukhlisna atie3 per:obaan rube3asiensia, San)hi -u)ha Pra+ira
per:obaan kaustika, 0o4ialita 6esa Putri per:obaan )emulsensia, Sho4ia 5airani
per:obaan astringensia, )an 0i 0engah -ogis+ari *e9sana per:obaan
a)sorbensia#
II. D$)&$r P*+','$ L$-or$
Susunan laporan kegiatan sebagai berikut :
=o4er San)hi -u)ha Pra+ira
'erita a:ara San)hi -u)ha Pra+ira
Pen)ahuluan 2ikri Mukhlisna atie3
Meto)ologi Sho4ia 5airani
Pembahasan
1# *ube3asiensia 2ikri Mukhlisna atie3
2# Kaustika San)hi -u)ha Pra+ira
3# (emulsensia 0o4ialita 6esa Putri
%# 6stringensia Sho4ia 5airani
/# 6)sorbensia 0i 0engah -ogis+ari *#
Penutup 0o4ialita 6esa Putri
>)itor 0o4ialita 6esa Putri
III. S'(.$"$ P*(#%#r$
1# Permukaan mukosa li)ah 9ang )iolesi akan mengalami presipitasi sehingga
permebialitas mukosa li)ah menurun (Sho4ia 5airani!#
2# Toksisitas oleh asam kuat )apat men9ebabkan beberapa 7aringan )ehi)rasi (0i
0engah -ogis+ari *#!#
3# ?um 6rab )apat ber3ungsi melin)ungi )ari e3ek iritansia )engan menutup
permukaan mukosa (0o4ialita 6esa Putri!
%# Kloro3orm mempun9ai e3ek 4aso)ilatasi (San)hi -u)ha Pra+ira!#
/# Kerusakan 7aringan )ipi:u )ehi)rasi )an kerusakan termal sekun)er akibat
pelepasan panas oleh reaksi asam sul3at )engan air (2ikri Mukhlisina atie3!#
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 L$&$r B*!$%$"
Peran ilmu ke)okteran )alam kesehatan manusia )an he+an 9aitu
memberikan tin)akan pre4enti3 (pen:egahan! )an kurati3 (pen9embuhan! pa)a
pasien# Tin)akan kurati3 membutuhkan obat<obatan untuk men9embuhkan
pen9akit# ,bat<obatan ter)iri )ari obat kimia 9ang )ibuat )ari bahan<bahan kimia
)an obat herbal 9ang terbuat )ari tumbuh<tumbuhan )an he+an se:ara alami#
,bat<obat herbal aman penggunaan selama )iproses )engan :ara 9ang benar )an
ti)ak memiliki e3ek samping, se)angkan obat<obat kimia ia bisa berperan sebagai
ra:un apabila penggunaann9a ti)ak sesuai )osis )an :ara 9ang benar# 'eberapa
obat<obatan kimia 7uga mempun9ai e3ek 9ang berbe)a pa)a spesies berbe)a, obat
9ang aman pa)a manusia belum tentu aman pa)a he+an## 6)a beberapa he+an
9ang peka terha)ap obat tertentu bahkan obat tersebut )apat )isebut ra:un bagi
he+an tersebut, misaln9a ku:ing ti)ak )apat menerima para:etamol )an an7ing ras
=olli ti)ak boleh )iberikan i4erme:tin# ,leh karena itu, )okter he+an harus
mengatahui obat mana 9ang baik )an 9ang buruk untuk tiap spesies he+an#
,bat 9ang bisa men7a)i ra:un a)a 9ang beker7a se:ara lokal )an a)a 7uga
9ang beker7a se:ara sistemik# Salah satu obat 9ang beker7a se:ara lokal a)alah
obat 9ang menimbulkan e3ek iritasi 9aitu irritansia )an obat 9ang )apat
melin)ungi )ari e3ek iritasi 9aitu protekti4a# 'eragamn9a obat<obatan )an e3ekn9a
9ang berbe)a pa)a beberapa spesies he+an mengharuskan penggunaan obat
se:ara berhati<hati# (okter he+an ti)ak han9a harus menguasai 3armakologi tetapi
7uga harus menguasai toksikologi 9ang mempela7ari tentang ra:un )an kera:unan#
1. 2 T'/'$
Praktikum ini bertu7uan untuk memperkenalkan bahan<bahan irritansia )an
protekti4a kepa)a praktikan# Selain itu 7uga bertu7uan memperlihatkan e3ek
pemberian bahan<bahan tersebut baik pa)a manusia )an he+an#
BAB II
METODOLOGI
3.1 R'.*)$,#*,#$
?osokkan sepotong mentol pa)a kulit )an :atat hasiln9a# Setelah itu kapas
)i:elupkan ke)alam kloro3orm )an )iletakan )i atas kulit lengan selama 2<3 menit
sampai terasa n9eri, untuk memban)ingkan teteskan satu tetes kloro3orm )i atas
kulit lengan 9ang lain# Perlakuan 9ang terakhir 9aitu men:elupkan % 7ari tangan,
masing<masing ke )alam larutan 3enol / @ )alam air, alkohol 2/@, gliserin 2/@,
)an min9ak oli4arum# 6mati perubahan +arna, bentuk )an sensasi kulit#
3.2 K$',&#%$
Pa)a tikus )ilakukan anastesi setelah men:ukur rambut pa)a bagian
ab)omenn9a# alu )iteteskan 1 tetes asam sul3at, 1 tetes asam khlori)a pekat, 1
tetes asam nitrat pekat, 1 tetes 3enol likua3aktum, 1 tetes 0a,5 A/@ )an 1 tetes
kloro3orm pa)a bagian kiri kanan )ari garis tengah ab)omen# Setelah itu )ibiarkan
selama 30 menit# Selan7utn9a lakukan per:obaan 9ang sama pa)a mukosa usus
setelah )ilakukan pembe)ahan longitu)inal pa)a tikus# 6mati +arna, bentuk,
konsistensi mukosa atau bagian kulit 9ang terpapar#
3.3 D*('!,*,#$
Salah satu kaki ko)ok kiriBkanan )iberikan rangsangan )engan 52S,%
1B/0 0 )an 1B10 0# Setelah itu pa)a bagian kaki sebelahn9a )iberikan perlakuan
9ang sama seperti sebelumn9a )engan menambahkan gom arab 10@# 6mati
perubahan +arna, bentuk, )an sensasi kulit#
3.0 A,&r#"*,#$
Pa)a u7ung li)ah )iteteskan larutan tannin /@ seban9ak satu tetes )an
rasakan selama 2 menit# Kemu)ian :u:i mulut )engan berkumur# 6mati u7ung
li)ah untuk melihat perubahan 9ang ter7a)i pa)a permukaan mukosa li)ah )an
rasa 9ang ter7a)i#
3.1 A2,or.*,#$
arutan Strikhnin nitrat (0,2 mgBml! seban9ak 1 ml )isuntikkan pa)a katak
se:ara subkutan, selan7utn9a pa)a katak ke)ua suntikan seperti pa)a katak
pertama 9ang sebelumn9a telah )iko:ok )engan karbo a)sorbensia# 'an)ingkan
ge7ala 9ang ter7a)i pa)a ke)ua katak tersebut baik )urasi, onset maupun
intensitasn9a#
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. IRRITANSIA
I. R'.*)$,#*,#$
Tabel 1 *ube3asiensia
Sen9a+a *ube3asiensia >3ek ,nset
Menthol Terasa panas 3 m 20 s
Kloro3orm )engan kapas 09eri, hiperemi 10 )etik
Kloro3orm tanpa kapas Ti)ak n9eri
2enol /@ )alam air
(ingin
Kulit men7a)i keriput, kering, kaku
2enol /@ )alam 6lkohol
2/@
(ingin, kulit keriput, kering, kaku
2enol /@ )alam ?liserin 5angat
2enol /@ )alam min9ak
Caitun
Ti)ak terasa apa<apa
*ube3asiensia merupakan Cat 9ang )igunakan untuk aplikasi se:ara topikal
)an men9ebabkan kemerahan pa)a kulit 9ang )isebabkan oleh pembuluh kapiler
9ang ber)ilatasi )an meningkatn9a aliran )arah (Matthe+ 2009! 'er)asarkan
per:obaan, mentol 9ang )igosokkan pa)a kulit memberikan e3ek panas pa)a kulit
)engan onset 3 menit )an men9ebabkan kulit kemerahan# Mentol merupakan
rube3asiensia aromatik 9ang 4olatil )an memberikan e3ek )ingin pa)a kulit 9ang
)iikuti )engan e3ek panas (*emington 200/!# Menthol mempun9ai kemampuan
untuk meransang reseptor T*PM. se:ara kimia+i, 9aitu reseptor 9ang sensiti3
terha)ap rasa )ingin )i kulit 9ang menimbulkan sensasi )ingin ketika menthol
)ihirup, )imakan atau )ioleskan pa)a kulit (* >::les 199%!#
Pa)a per:obaan )engan menggunakan kloro3orm, klo3orm )iaplikasikan
)engan )ua :ara 9aitu )iaplikasikan )engan menggunakan kapas )an han9a
)iteteskan# 6plikasi kloro3orm )engan menggunakan kapas menimbulkan rasa
n9eri )an men9ebabkan hiperemi )engan onset 10 )etik, se)angkan kloro3orm
9ang )iaplikasikan tanpa menggunakan kapas ti)ak memberikan e3ek iritasi pa)a
kulit# Menurut Stellman (199.!, kloro3orm merupakan hi)rokarbon berklorin 9ang
4olatil# Si3at sen9a+a ini membuat kloro3orm :epat menguap saat berkontak
)engan u)ara# ,leh karena itu kloro3orm 9ang )iaplikasikan tanpa menggunakan
kapas ti)ak membuat iritasi pa)a kulit karena saat )iteteskan, kloro3orm berkontak
)engan u)ara )an langsung menguap# >3ek kloro3orm pa)a kulit 9aitu
penghilangan lemak pa)a kulit )an men9ebabkan luka bakar kimia+i (Stellman
199.!#
Per:obaan berikutn9a 9aitu mengetahui si3at iritan )ari 3enol# 2enol
merupakan )eri4at benCen )an memiliki gugus hi)roksil (<,5! 9ang berikatan
)engan :in:in benCene (Stellman 199.!# 2enol merupakan Cat kimia 9ang sangat
korosi3 )an :ukup bera:un# 2enol men9ebabkan luka bakar pa)a kulit )an
7aringan lain ketika terkontak langsung )an apabila terhirup akan men9ebabkan
korosi internal 9ang serius# Kulit 9ang terbakar ti)ak akan terasa pa)a a+aln9a
karena 3enol mempun9ai e3ek lokal anastetik# 6kan tetapi )apat lansung
mempengaruhi sistem sara3 pusat, 9ang pa)a a+aln9a akan men9ebabkan
pengeluaran keringat, kelemahan, pusing )an ke)utan )an apabila )iteruskan
akan men9ebabkan mual, muntah )an koma# Saat terkena permukaan kulit,
7umlah total luas kulit 9ang terpapar )apat menentukan tingkat keparahan )an e3ek
toksik (enthall 199.!#
Pa)a per:obaan, 3enol )i:ampur ke)alam larutan berbe)a, antara lain air,
alkohol 2/@, gliserin 2/@, )an min9ak oli4arium# Dari tangan 9ang )i:elupkan
ke)alam air mengalami keriput )an pu:at# 5al ini ter7a)i karena air merupakan
pelarut 9ang e3ekti3, sehingga pen:ampuran air )an 3enol ti)ak akan mengurangi
reaksi# 6lkohol merupakan sen9a+a 9ang bersi3at toksik, )an memiliki kelarutan
9ang ren)ah# 2enol )an alkohol sama<sama memiliki gugus ,5, sehingga apabila
3enol )ireaksikan )engan alkohol akan terbentuk ester etil etanoat# 2enol 9ang
)i:ampurkan gliserin )an min9ak oli4arum han9a se)ikit menimbulkan e3ek
toksikasi# ?liserin merupakan bahan kimia 9ang sering )igunakan untuk kosmetik
)an 7uga merupakan bahan utama untuk pasta gigi# ?liserin ber3ungsi sebagai
pelembab kulit, penambah elastisitas kulit )an mempebaiki barrier epi)ermal
(2luhr et al 200.! 2enol 9ang )i:ampur )engan min9ak oli4arium akan
mne9ebabkan 3enol mengalami kesulitan )alam menembus lapisan kulit, sehingga
)iperlukan +aktu 9ang lebih lama )an berat molekul 3enol 7auh lebih besar )ari
min9ak oli4arium# Perbe)aan tekanan osmotik akan men9ebabkan ter7a)i n9a
penarikan :airan sel# Pengkerutan 7ari ter7a)i )ikarenakan tekanan osmotik )iluar
7auh lebih besar,sehingga air sel 9ang )ari )alam tertarik keluar# Penggunaan
min9ak oli4arium memperke:il tegangan permukaan, sehingga pen:ampuran
min9ak oli4arium )apat melin)ungi 7ari# Kan)ungan pa)a min9ak oli4arum
seperti sEualene )an oleo:anthal 7uga )apat melin)ungi kulit )ari iritasi ("olosi et
al 2013!
II. K$',&#$%
Tabel 2 Kaustika
Sen9a+a Perubahan 9ang ter7a)i
Pa)a kulit Pa)a mukosa usus
"arna 'entuk Mukosa "arna 'entuk mukosa
52S,%
pekat
Kemerahan berbatas engket Putih pu:at Keriput Keras
5=l pekat Pu:at
kemerahan
'erbatas Keras Putih pu:at Keriput Keras
50,3 Kuning Ti)ak
berbatas
Keras Putih pu:at Keriput Keras
2enol
likua3aktum
Ti)ak
berubah
Ti)ak
berbatas
'erbutir Kemerahan Keriput lembek
0a,5 A/@ mengkilat Ti)ak
berbatas
Keras Kuning Ti)ak a)a
perubahan
lembek
Kloro3orm Pu:at Ti)ak
berbatas
Ti)ak a)a
perubahan
Putih mengkerut lembek
'erat tikus F 1%. gr F 0,1%. kg
(osis 6naesthesi F (osis urethan G 'obot ba)an tikus G 100
20
F 1,2/ G 0,1 %. G 100 F 0,92/ ml
20
Pa)a per:obaan kaustika )ilakukan penetesan pa)a kulit )an mukosa usus
tikus# Penetesan 5
2
S,
%
pa)a permukaan kulit memberikan reaksi berupa ben7olan
)engan batasan 9ang 7elas, se)angkan pa)a mukosa usus ter7a)i pengerasan serta
+arna mukosa usus men7a)i ber+arna putih#
Sen9a+a 5
2
S,
%
termasuk ke )alam golongan asam kuat 9ang bersi3at
korosi3 terha)ap logam# 5
2
S,
%
sangat mu)ah bereaksi )engan air )an bahan<
bahan organik lainn9a )engan :ara mengeluarkan asap# 5
2
S,
%
pekat bersi3at
higrokospik, 9aitu )apat men9erap air )ari Cat<Cat 9ang basah, termasuk 7aringan
tubuh sehingga e3ek 9ang )itimbulkan pun akan men9ebabkan pengerasan pa)a
bagian kulit 9ang terkena# Toksikologi larutan 5
2
S,
%
7ika terkena pa)a kulit )apat
men9ebabkan gatal<gatal, sampai menimbulkan luka bakar# 5
2
S,
%
pekat )apat
membakar 7aringan kulit hingga epi)ermis )an )apat men9ebabkan s9ok#
Perubahan 9ang ter7a)i pa)a mukosa usus )isebabkan karena rusakn9a sel<
sel mukosa usus sehingga terbentuk 7aringan ikat 9ang men9ebabkan permukaan
mukosa men7a)i keras, )an +arna putih ter7a)i karena panas 9ang )ihasilkan
5
2
S,
%
men9ebabkan lepuh )an han:urn9a sel mukosa (protein!, )an men7a)i
menggumpal#
6sam sul3at terbentuk se:ara alami melalui oksi)asi mineral sul3i)a,
misaln9a besi sul3i)a# 6ir 9ang )ihasilkan )ari oksi)asi ini sangat asam )an
)isebut sebagai air asam tambang# 6ir asam ini mampu melarutkan logam<logam
9ang a)a )alam bi7ih sul3i)a, 9ang akan menghasilkan uap ber+arna :erah 9ang
bera:un# 5al ini lah 9ang men9ebabkan sel mukosa usus 9ang begitu halus )an
lunak men7a)i han:ur atau terbakar )an mengeras saat )itetesi asam sula3 pekat
ini, kerusakan 7aringan )ikarenakan )ehi)rasi )an kerusakan termal sekun)er
akibat pelepasan panas oleh reaksi asam sul3at )engan air#
Pemberian 5=l pekat pa)a bagian kulit tikus mengakibatkan ter7a)in9a
perubahan 9aitu kulit 7a)i pu:at )an setelah menit ke<30 kulit tikus melepuh,
se)angkan ketika 5=l pekat )iberikan pa)a mukosa usus ter7a)i perubahan 9aitu
mukosa usus pu:at (putih!, mengeras, )an keriput# Kulit ab)omen tikus ter7a)i
perubahan +arna, bentuk )ikarenakan a)an9a respon imunologi sebagai tan)a
mun:uln9a bahan asing berupa sen9a+a kimia 5=l pekat#
6sam klori)a pekat apabila )iberikan pa)a kulit akan terasa men9engat,
terlebih lagi sen9a+a 9ang termasuk asam kuat# 6sam klori)a pekat termasuk
ke)alam golongan asam kuat 6sam klori)a a)alah larutan akuatik )ari gas
hi)rogen klori)a )an merupakan komponen utama )alam asam lambung# 6sam
klori)a merupakan :airan 9ang sangat korosi3# 6sam lambung merupakan salah
satu sekresi utama lambung# &a utaman9a ter)iri )ari asam klori)a )an
mengasamkan kan)ungan perut hingga men:apai p5 sekitar 1 sampai )engan 2#
6sam nitrat (50,
3
! a)alah se7enis :airan korosi3 9ang tak ber+arna, )an
)ikenal 7uga )engan 6Eua 2ortis merupakan Cat 9ang sangat korosi3 )an
merupakan asam 9ang sangat bera:un# Pa)a kulit ab)omen tikus ter7a)i perubahan
+arna men7a)i kekuningan )an ti)ak berbatas# 5al ini ter7a)i akibat a)an9a reaksi
pa)a tubuh karena respon imunologi sebagai tan)a mun:uln9a bahan asing berupa
sen9a+a kimia 50,
3
#
0a,5 A/@ merupakan sen9a+a 9ang bersi3at higroskopis )an men9erap
gas =,
2
# Pemberian 0a,5 A/@ )i kulit ab)omen tikus setelah menit ke<30
mengakibatkan ter7a)in9a perubahan 9aitu kulit men7a)i mengkilat )engan ti)ak
a)an9a batas 7elas# Pemberian 0a,5 A/@ pa)a mukosa usus ter7a)i perubahan
9aitu mukosa usus menguning# 0a,5 A/@ merupakan salah satu :ontoh basa
kuat# Kulit )an mukosa usus melepuh karena apabila sen9a+a kimia bereaksi
)engan basa maka akan ter7a)i pelisisan 7aringan tubuh tikus# Pembuluh )arah
menghitam karena 0a,5 A/@ )apat merusak sel<sel atau bagian )ari sel )arah#
6sam klori)a (5=l! )an natrium hi)roksi)a (0a,5! merupakan :ontoh
sen9a+a kimia 9ang beker7a se:ara lokal )an bersi3at irritansia# *eaksi antara
irritansia )engan sel biasan9a berlangsung terha)ap protein protoplasma sel,
sehingga )apat men9ebabkan ter7a)in9a koagulasi protein bila sen9a+a kimia
bereaksi )engan asam )an lisis bila sen9a+a kimia bereaksi )engan basa#
B. Pro&*%&#3$
I. D*('!,*,#$
Tabel 3 (emulsensia
Sen9a+a
Kimia
"aktu "arna 'entuk Sensasi Kulit Ket
5
2
S,
%
1B/0 0 2 )etik Merah Keriput Kemerahan
=epat men7auhi
sumber
rangsangan (HH!
5
2
S,
%
1B10 0 0#.3 )etik Merah Membesar
&ritasi ra)ang
(in3lamasi!
ama men7auhi
sumber
rangsangan (H!
5
2
S,
%
1B/0 0
)itambah gum
6rab 10@
2 menit %1
)etik
Pu:at
Ti)ak a)a
perubahan
Ti)ak a)a
perubahan
Sangat :epat
men7auhi sumber
rangsangan (HHH!
5
2
S,
%
1B10 0
)itambah gum
6rab 10@
1#1A )etik Merah Membesar
&ritasi ra)ang
(in3lamasi!
Sangat :epat
men7auhi sumber
rangsangan (HHH!
(ari hasil per:obaan )emulsensia 9ang )ilakukan, )iperoleh hasil katak
9ang )iberikan perlakuan )engan 5
2
S,
%
1B/0 0 menarik kaki 9ang telah )ilukai
sebelumnn9a men7auhi sumber rangsangan )alam +aktu 2 )etik, ter7a)i
perubahan +arna )an bentuk 9aitu keriput )an merah se)angkan saat )iberikan
perlakuan menggunakan 5
2
S,
%
1B/0 0 9ang )itambahakan )engan gum 6rab
10@ a)alah 2 menit %1 )etik namun +arna kaki men7a)i pu:at )an ti)ak ter7a)i
perubahan bentuk kaki#
6sam sul3at merupakan bahan kimia bersi3at korosi3 9ang )apat
men9ebabkan rasa terbakar )an kerusakan 7aringan ketika kontak )engan kulit
atau membran mukosa (Tierne9 200%!# 5al ini men9ebabkan katak menarik kaki
)ari larutan 5
2
S,
%
1B/0 0 )engan :epat karena e3ek 9ang )itimbulakan ketika
mengenai kulit katak 9ang telah )ilukai# Ketika katak )iberikan perlakuan )engan
5
2
S,
%
1B/0 0 9ang )itambahakan gum 6rab 10@, respon akibat e3ek iritasin9a
ter7a)i sangat lama karena )i )alam larutan tersebut ter)apat gum 6rab 10@ 9ang
ber3ungsi sebagai pelin)ung kulit atau mukosa )ari )a9a ker7a irritansia (5umairo
2012!#
'e)a haln9a )engan katak 9ang )iberikan perlakuan 5
2
S,
%
1B10 0, katak
merespon atas sensasi iritasi kulit )ari larutan tersebut 0#.3 )etik )an ter7a)i
in3lamasi serta merah pa)a kulit# Se)angkan )engan perlakuan 5
2
S,
%
1B10 0
)itambahkan gum 6rab 10@ katak menarik kaki mena7uhi larutan pa)a saat )etik
ke 1#1A# 2ungsi pelin)ung )ari gum 6rab pa)a per:obaan ke)ua )engan larutan
5
2
S,
%
berbe)a )engan per:obaan pertama# 5al ini ter7a)i karena larutan pa)a
per:obaan ke)ua mengan)ung 5
2
S,
%
9ang lebih pekat, sehingga gum 6rab 9ang
)i:ampurkan pa)a larutan teersebut ti)ak mampu melin)ungi kulit )ari e3ek iritasi
9ang )itimbulkan asam sul3at#
II. A,&r#"*,#$
Penggunan astringensia men9ebabkan li)ah terasa keset )an permukaan
li)ah men7a)i kasar# >3ek tersebut timbul )ikarenakan si3at astringensia )ari asam
tannin, pa)a li)ah akan terasa kering seperti mengkonsumsi buah 9ang masih
mentah# Pa)a in)i4i)u 9ang sensiti3, konsumsi tannin 9ang berlebihan )apat
menimbulkan iritasi pa)a mukosa# Tannin merupakan sen9a+a 3enolik 9ang )apat
mengganggu pen9erapan Cat besi )an mengurangi 7umlah Cat besi kompleks pa)a
saluran pen:ernaan# 6sam tannin merupakan astringensia, 9aitu sen9a+a 9ang
)igunakan lokal untuk mempresipitasikan protein ((onatus 2001!#
III. A2,or.*,#$
Tabel % 6)sorbensia
P*r!$%'$ R*$%,# D'r$,#
Katak & )engan pemberian
Strikhnin nitrat (0,2 mgBm!
Katak mengalami ke7ang
setelah 2 menit )an 10
)etik#
Katak mengalami ke7ang
se:ara simetris )an
aspontan#
Peningkatan 3rekuensi
ke7ang ter7a)i pa)a % menit
setelah pemberian#
A menit
Katak && )engan pemberian
Strikhnin nitrat (0,2 mgBm! H
karbo a)sorbensia
Katak ti)ak mengalami
ke7ang )an ge7ala klinis
bahkan setelah 1 7am )an
30 menit#
<
6)sorbensia a)alah sen9a+a kimia 9ang umumn9a )igunakan sebagai
obat anti)iare 9ang salah satu :ontohn9a a)alah karbo a)sorbens 9ang mampu
men9erap ra:un )alam usus 9ang )ihasilkan oleh bakteri (T7a9 )an *ahar)7a
200A!# Sen9a+a kimia )ari golongan ini 7uga memiliki kemampuan untuk
men9erap Cat iritan# Strikhnin merupakan sen9a+a kimia 9ang )apat
men9ebabkan ter7a)in9a ke7ang<ke7ang atau spasme tonik (Ste)man 2001!# 5al ini
)apat )ibuktikan oleh hasil )ari per:obaan terha)ap katak 9ang )iberikan larutan
obat se:ara subkutan# Pa)a pemberian strikhnin nitrat (0,2 mgBm! seban9ak 1
m pa)a katak &, onset terlihat setelah 2 menit )an 10 )etik katak mengalami
ke7ang# Ke7ang ini bersi3at simetris )an aspontan serta )urasi obat 9ang )iberikan
ter7a)i selama A menit, mengalami tetanus kemu)ian mati pa)a menit ke<10
setelah perlakuan, se)angkan, pa)a katak && 9ang )iberikan strikhnin nitrat 9ang
sebelumn9a )i:ampurkan )engan karbo a)sorbensia )engan 4olume 9ang sama,
ti)ak terlihat ge7ala klinis maupun ke7ang pa)a katak bahkan setelah 1 7am )an 30
menit pen9untikan# Sikap )an respon katak masih terlihat normal )an ti)ak
menun7ukan ge7ala klinis# 5al ini )apat ter7a)i karena karbon a)sorbensia 9ang
sebelumn9a telah )i:ampurkan )engan strikhnin nitrat telah men9erap strikhnin
sehingga kan)ungan strikhnin )alam larutan men7a)i berkurang sehingga )osis
strikhnin nitrat 9ang )iberikan pa)a katak && ti)ak :ukup untuk men9ebabkan
ter7a)in9a ge7ala klinis 9ang khas seperti pa)a katak &#
BAB I4
PENUTUP
1.1 K*,#(-'!$
Sen9a+a rube3asiensia meimbulkan iritasi seperti rasa n9eri, panas,
hiperemi ke:uali kloro3om 9ang )iteteskan langusng ketangan )an 2enol /@
)alam min9ak Caitun ti)ak menimbulkan e3ek iritan# Sen9a+a kaustika
men9ebabkan iritasi ke:uali kloro3om# ?um 6rab )apat melin)ungi kulit )ari e3ek
iritan
#
6stringensia men9ebabkan li)ah terasa keset )an permukaan li)ah men7a)i
kasar# Karbon a)sorbensia )apat mengurangi )osis strikhnin nitrat#
1.2 S$r$
(ikarenakan buku penuntun praktikum belum )iberikan kepa)a
mahasis+a, kami mengusulkan untuk memberikan lembar penuntun praktikum
kepa)a mahasis+a seti)akn9a satu hari sebelum praktikum )ilaksanakan agar
mahasis+a )apat memba:a terlebih )ahulu materi praktikum tersebut, sehingga
mahasis+a lebih memahami maksu) )ari praktikum 9ang akan )ilakasanakan
ketika )osen pembimbing men7elaskan materi praktikum# Terima kasih#
DAFTAR PUSTAKA
6nn 6rbor, Mi:higan. 1990# Handbook of Chemistry and Physics, A1st e)ition,
=*= Press#
(onatus, 6#&mono# 2001# Toksikologi Dasar# Dog7akarta: Ini4ersitas ?a7ah Ma)a#
2essen)en J 2essen)en# 19.%# Kimia Organik II# Dakarta: >rlangga#
2luhr, D#"#, (arlenski, *# an) Surber, =# 200.# ?l9:erol an) the skin: holisti:
approa:h to its origin an) 3un:tions# British Journal of Dermatology,
1/9: 23$3%#
5umairo, =hoirunnisa# 2012# um !rabic. Kterhubung berkalaL
http:BB+++#shipha#:omBin)oBin)eG#phpB.<herbalB13<gum<arabi: ()iakses
pa)a 2/ September 2013!#
enthall, Doe# 199.# Phenol# Kterhubung berkalaL
http:BB+++#:hem#oG#a:#ukBmomB6irM3reshBPhenol#htm ()iakses pa)a 2/
September 2013!
Matthe+s P, (err9 S, Moore *6, M:Nua9 5D# 2009# Topi:al rube3a:ients 3or
a:ute an) :hroni: pain in a)ults# Cochrane Database of "ystematic
#e$ie%s & Issue '# 6rt# 0o#: =(00A%03# (,&:
10#1002B1%1/1./.#=(00A%03#pub2#
*# >::les# 199%# Menthol an) *elate) =ooling =ompoun)s# J. Pharm.
Pharmacol. 05 (.!: 11.$130# PM&( A/29301
*emington# 200/# *emington : The S:ien:e an) Pra:ti:e o3 Pharma:9# ippin:ott
"illiams J "ilkins: Phila)ephia
Ste)man# 2001# Kamus #ingkas Kedokteran "tedman untuk Profesi Kesehatan
(disi )# Dakarta: Penerbit 'uku Ke)okteran >?=#
Stellman DM# 199.# >n:9:lopae)ia o3 ,::upational 5ealth an) Sa3et9: ?ui)es,
in)eGes, )ire:tor9# &nternational abour ,rganiCation: Inite) State o3
6meri:a
Tierne9, #M# 200%# Current *edical Diagnosis and Treatment )'
rd
ed, M:?ra+<
5ill &n:,
T7a9 (rs# Tan 5oan J *ahar)7a (rs# Kirana# 200A# Obat+obat Penting, Kasiat&
Penggunaan dan (fek+efek "am-ingnya# Dakarta: ?rame)ia#
"oOosik, K#, KnaP, M#, Qale+ska, 6#, 0i:C9poruk, M#, PrC9stupa, 6# "# 2013#
The importan:e an) perspe:ti4e o3 plant<base) sEualene in
:osmetolog9# Journal of cosmetic science 50 (1!: /9$11