Anda di halaman 1dari 9

Nama : Syaifuddin dietetik

Nim : PO.62.31.3.12.241 saluran cerna bawah


(Ulcerativ collitis)

Soal kasus 1 ( absen genap)
Ny uc, umur 45 tahun, masuk rumah sakit dengan keluhan diare disertai darah dan lendir,
serta nyeri pada perut. Berdasarkan pengukuran antropometri diperoleh TL = 43 cm dan TL =
21 cm. Dari diagnosa dokter, pasien menderita ulceratve colitis. Pemeriksaan fisik klinis
bahwa suhu tubuh 38
o
C, dan tekanan darah 160/90 mmHg. Pemeriksaan laboratorium
menunjukkan kadar HB = 10 mg/dl. Waktu baru masuk pasien dipuasakan dan setelah dua
hari dirawat pasien sudah mulai diberi makan. Pasien mendapat cairan infuse Otsu RL D5
= 20 TPM
Kebiasaan makan pasien sebelum masuk rumah sakit yaitu :
- Pola makan 3x sehari
- Sumber karbohidrat yang banyak dikonsumsi adalah nasi sehari 3x @ 150 gr, dan mie
instan 3-4x / minggu
- Sumber protein hewani yang sering dikonsumsi adalah ikan laut, ikan tongkol (2 x
seminggu, sebanyak 1 potong kecil 40 gr) ikan asin ( 4x dalam seminggu, sebanyak
1 potong kecil 25 gr) tahu ( 3x perminggu, sebanyak potong 50 gr), jarang
mengkonsumsi kacang-kacangan.
- Sayuran yang sering dikonsumsi adalah sayur buncis, kool, bokcoy. Sayuran
dikonsumsi 4x / minggu @75 gr
- Buah-buahan yang sering dikonsumsi pisang, jeruk, semangka dan pepaya ( 1potong
sedang/ hari)
Berdasarkan uraian diatas, lakukan asuhan nutrisi pada pasien tersebut dan susun menu
seharinya, setelah pasien dapat menghabiskan makanan cair.












NUTRITION CARE PROCESS ( NCP )
A. IDENTITAS PASIEN / KLIEN
Nama : Nn. UC
Usia : 45 th
TL : 43 cm
LILA : 21 cm
Berat badan estimasi : 42, 11 kg
Tinggi badan estimasi : 152,77 cm
Pekerjaan : -
Aktivitas : -
Keluhan : Diare disertai dengan lendir, serta nyeri pada perut
Diagnosapenyakit : Ulcerative colitis




Skrinning Gizi
Resiko Ringan Resiko Sedang Resiko Tinggi
Berat badan turun 2,5-5
kg dalam 6 bulan
terakhir
Berat badan turun 5-7,5
kg dalam 6 bulan terakhir
Berat badan turun > 7,5
kg dalam 6 bulan terakhir

RBW = 80 - 120 % RBW = 70 80 % atau
120 130 %
RBW = < 70 % atau >
130 %

IMT = 20 25 kg/m2 IMT = 17 18 atau 30 -
35 kg/m2
IMT = < 17 kg/m2 atau >
35 kg/m2

Mual/muntah ringan,
diare
Mual/muntah
berkepanjangan, diare
Malabsorbsi
Nafsu makan turun Tidak ada nafsu makan Mendapat makanan
perantara dan/MLP

Gangguan mengunyah
atau menelan
Decubitus ringan dan
atau terbuka lainnya
Decubitus berat atau luka
terbuka yang tak kunjung
sembuh

Hipertensi Gagal ginjal Menderita penyakit
pankreas berat
Atherosklerosis,
peningkatan profil lemak
darah
Stadium awal penyakit
kanker dan/ kemoterapi
Kanker stadium lanjut
dengan kekeksia

Menjalani operasi ringan Menjalani operasi berat Menjalani operasi saluran
cerna

Anemia Diabetis tidak terkontrol Malnutrisi
Ulkus Gangguan saluran cerna,
pendarahan saluran cerna
Pasien di ICU luka bakar

Istirahat ditempat tidur Menderita penyakit
jantung kongetiv
Mengalami sepsis
Dehidrasi ringan Stroke Trauma multiple
Albumin 3,2 3,4 mg/dl Albumin 2,8 3,1 mg/dl Albumin < 2,8 mg/dl
Total limphosit 1200
1500 sel/m3
Total limphosit 900
1200 sel/m3
Total limphosit < 900
sel/m3

Depresi ringan Depresi sedang Depresi berat
Demam ringan Lainnya Lainnya

Kesimpulan :
Berdasarkan skrinning diatas pasien mempunyai RBW 79, 9 % (resiko sedang), IMT 16,13
kg/m
2
((resiko tinggi), hiperensi dinyatakan TD = 160/90 mmHg ()(resikoringan),
Gangguan saluran cerna, pendarahan saluran cerna dinyatakan pasien didiagnosa ulcerative
collitis berdasarkan keterangan tersebut dapat disimpulkan pasien beresiko Tinggi














A. NUTRITION ASSESMENT
Antropometri

- LILA = 43 cm
- TL = 21 cm
- Berat Badan estimasi 42,11 kg
- Tinggi Badan estimasi 152,77 cm
TB Estimasi
TB(Cm) = 84,88 + [1,83 x 43 th] [0,24 x 45 cm ]
= 84,88 + 78, 69 - 10,8
= 152, 77 cm
Estimasi BB berdasarkan LILA
- BBA =


(
=


(
= 0, 798 x 52, 77 = 42,11046 = 42, 11
- BBR = (

100 ) x 100%
= (

) x 100%
= 0, 79 x 100%
= 79,79 %
- Konversi LILA ke IMT:
= (1,1xLLA)+(0,023xU)-8
= (1,1x21)+(0,023x45)-8
= 23, 1+ 1, 035 - 8
=16, 13 kg/m
2
kurus tingkat berat ( N=18,5 25,0 )
Biokimia - HB : 10 mg/dl ( ) (N = 12 - 14 g/dl)
Klinis/Fisik

- Tekanan Darah : 160/90 mmHg () (N=120/80 mmHg)
- Suhu : 38 C () (N= 36-37
o
C)
Dietary History / Riwayat
Makan

Kebiasaan makan pasien sebelum masuk rumah sakit yaitu :
- Pola makan 3x sehari
- Sumber karbohidrat yang banyak dikonsumsi adalah nasi
sehari 3x @ 150 gr, dan mie instan 3-4x / minggu
- Sumber protein hewani yang sering dikonsumsi adalah
ikan laut, ikan tongkol (2 x seminggu, sebanyak 1 potong
kecil 40 gr) ikan asin ( 4x dalam seminggu, sebanyak 1
potong kecil 25 gr) tahu ( 3x perminggu, sebanyak
potong 50 gr), jarang mengkonsumsi kacang-kacangan.
- Sayuran yang sering dikonsumsi adalah sayur buncis,
kool, bokcoy. Sayuran dikonsumsi 4x / minggu @75 gr
- Buah-buahan yang sering dikonsumsi pisang, jeruk,
semangka dan pepaya ( 1potong sedang/ hari)
-
AktivitasFisik -bedrest
Pengobatan Yang Diberikan : cairan infuse otsu RL( Ringer Laktat) D5 = 20 TPM

D. NUTRITION DIAGNOSA
Domain Intake
- Ketidakseimbangan zat gizi (N.I-5.5) yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan
yang berhubungan dengan makanan dan nutrisi, hal ini yang disebabkan kebiasaan
makanan pasien. Sumber karbohidrat yang banyak dikonsumsi adalah nasi sehari 3x
@ 150 gr, dan mie instan 3-4x / minggu Sumber protein hewani yang sering
dikonsumsi adalah ikan laut, ikan tongkol (2 x seminggu, sebanyak 1 potong kecil
40 gr) ikan asin ( 4x dalam seminggu, sebanyak 1 potong kecil 25 gr) tahu ( 3x
perminggu, sebanyak potong 50 gr), jarang mengkonsumsi kacang-kacangan.
Sayuran yang sering dikonsumsi adalah sayur buncis, kool, bokcoy. Sayuran
dikonsumsi 4x / minggu @75 gr. Buah-buahan yang sering dikonsumsi pisang, jeruk,
semangka dan pepaya ( 1potong sedang/ hari) serta kurangnya variasi dalam
pemilihan bahan-bahan makanan.

Domain Klinis
Perubahan fungsi gastrointestinal (N.C-1.4) yang disebabkan oleh diagnose penyakit
ulcerative collitis. Terjadi penurunan/kelemahan kerja/fungsi lambung dibuktikan
dengan hasil pemeriksaan laboratorium HB 10 mg/dl () ((N = 12 - 14 g/dl)
Suhu 38
o
C ( )(N= 36-37
o
C), dan tekanan darah 160/90 mmHg (((N=120/80
mmHg)
Berat badan kurang (NC-3.1) yang disebabkan intake energi kurang dibuktikan
dengan IMT 16, 13 kg/m
2
( kurus tingkat berat)
Domain Prilaku
Kepercayaan yang salah/sikap tentang pangan dangizi (N.B-1.2) yang disebabkan
oleh keyakinan/perhatian yang salah mengenai makanan, zat gizi dan masalah-
masalah lain berhubungan dengan makanan/zat gizi. Dibuktikan dengan kebiasaan
makan pasien mengkonsumsi mie sebagai karbohidrat dan protein hewani yang sering
dikonsumsi adalah ikan laut, ikan tongkol serta sayuran yang bergas seperti kool.

Kesimpulan :
Dari hasil diagnosa gizi dapat disimpulkan bahwa status gizi Ny. UC berdasarkan
hasil IMT menunjukkan yaitu 16, 13 (kurus tingkat berat) kg/m
2
dan adanya
ulcerative colltis. Prioritas utama nya adalah domain intake agar tetap bisa makan
supaya tidak memperburuk keadaan pasien dan mempercepat kesembuhan dan juga
bisa mengatasi masalah yang ada di domain klinis dan perilaku.
E. INTERVENSI GIZI

1. Tujuan Diet
Jangka pendek : - Memberikan makanan dan cairan secukupnya yang
tidak memberatkan kerja lambung.
- Mencegah kehilangan zat akibat malabsorpsi
- Mempercepat proses penyembuhan

Jangka panjang : Memperbaiki pola makan dengan asupan gizi seimbang
dan Meningkatkan beratbadan menjadi ideal dan status
gizi normal

2. Jenis Diet : Diet lambung I















3. Perhitungan Zat Gizi
BB Estimasi
Estimasi BB berdasarkan LILA
- BBA =


(
=


(
= 0, 798 x 52, 77 = 42,11046 = 42, 11
Konversi LILA ke IMT:
= (1,1xLLA) + (0,023xU)-8
= (1,1x21) + (0,023x45)-8
= 23, 1 + 1, 035 - 8
=16, 13 kurus tingkat berat

BMR = 0.9 x 42, 11 x 24 jam = 909, 57 kal
Korti = 10% x 42,11 x 8 jam = 33, 68 kal -
875, 89 kal
Korum = 3% x 875, 89 kal = 26, 27 kal -
849, 62 kal
Kor.Suhu = 13% x 849, 62 = 110, 45 kal +
960, 07 kal
Aktivitas = 30% x 960, 07 = 288, 02 kal +
1248, 09 kal
SDA = 10% x 1248, 09 = 124, 80 kal +
Energi Total 1372, 89 kal
(

Kebutuhan Protein =


= 51, 48 gram
(
Kebutuhan Lemak =


= 30, 50 gram
5% (28, 98 33, 07)
Kebutuhan Karbohidrat =


= 223, 09 gram
5% (211, 94 234, 24)

Kebutuhan Cairan
Cairan = 42,11 x 35 ml =1473,85 ml
Kebutuhan Cairan Infus
Cairan infus 20 tetes =

= 1440 cc

4. Prinsif Diet
a. Cukup Energy, Protein, Kh
b. Cukup Vitamin, Mineral
c. Rendah Laktosa/bebas laktosa
d. Lemak terbatas Sedang
e. Gula diberikan terbatas
f. Diet Rendah Sisa

5. Syarat Diet
a. Mengusahakan asupan energy dan zat-zat gizi cukup sesuai dengan batasan diet
yang telah ditetapkan.
b. Bila ada pendarahan, dimulai dengan makanan cair jernih
c. Hindari makanan yang banyak mengandung biji-biji kecil, seperti tomat, jambu
biji, stoberi, dkknya yang dapat menumpuk dalam divertikular
d. Pemberian Makanan Enteral rendah atau bebas laktosa kemungkinan agar tidak
terjadinya muntah/mual
e. Cairan atau minum air mineral cukup untuk mencegah terjadinya konstipasi
f. Gula diberikan dalam jumlah terbatas (bila penderita tahan) dan juga lemak
diberikan terbatasa untuk vitamin larut lemak.
g. Makanan yang mengandung banyak serat sama sekali tidak diperbolehkan, begitu
juga dengan bumbu apa lagi bumbu yang merangsang saluran pencernaan.
Makanan diet rendah sisa agar tidak memberatkan kerja usus.
h. Hindari makanan yang mengandung gas
i. Berikan makanan secara bertahap sesuai kemampuan pasien

6. Rute : Melalui Oral
7. Frekuensi : PKTS
8. Bentuk Makanan : Saring/Blander

9. Edukasi Gizi Melalui Konsultasi Gizi
Topik : Asupan Gizi yang seimbang untuk penderita ulcerativ collitis
Sasaran : Ny. UC dan keluarga
Alat Peraga : Foodmodel
Waktu : 35 menit
Materi :
a. Gizi seimbang untuk penderita ulcerativ collitis
b. Anjuran dan Asupaan, jenis makanan bagi penderita
ulcerativ collitis
c. Penyebab ulcerativ collitis
d. Cara mencegah terjadinya ulcerativ collitis

Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi
10. Monitoring/Evaluating
1. Memonitor asupan makanan klien apakah sudah sesuai dengan kebutuhan atau tidak
2. Memonitor berat badan klien apakah meningkat, menurun atau tetap
3. Memonitor jenis makanan yang diberikan apakah sesuai dengan anjuran atau tidak