Anda di halaman 1dari 7

Pendidikan sepanjang hayat : Tugas Filsafat

A. Pengertian pendidikan

1. Batasan tentang pendidikan

Pendidikan,seperti sifat sasarannya yaitu manusia, mengadung banyak aspek dan sifatnya
sangat kompleks. Karena sifatnya yang kompleks itu maka tidak sebuah batasanpun yang
cukup memadai untuk menjelaskan arti pendidikan secara lengkap. Batasan tantang
pendidikan yang dibuat oleh para ahliberaneka ragam dan kandungannya berbeda yang satu
dan yang lain. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya, konsep dasar yang
digunakan, aspek yang menjadi tekanan, ataukah karena falsafah yang melandasinya yang
berbeda.


Di bawah ini dikemukakan beberapa batasan pendidikan yang berbeda berdasarkan
fungsinya.

a. Pendidikan sebagai proses transformasi budaya

Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya
dari satu generasi ke generasi yang lain. Seperti bayi lahir sudah berada didalam suatu
lingkungan budaya tertentu. Di dalam lingkungan masyarakat dimana seorang bayi dilahirkan
telah terdapat kebiasan-kebiasaan tertentu, larangan-larangan dan anjuran, dan ajakan tertentu
seperti yang dikehendaki oleh masyarakat. Hal tersebut mengenai banyak hal seperti bahasa,
cara menerima tamu, makanan, istirahat, bekerja, perkawinan, bercocok-tanam dan
seterusnya.
Nilai-nilai kebudayaan tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi
muda. Ada tiga bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya
nilai-nilai kejujuran, rasa tanggungjawab dan lain-lain, yang kurang cocok diperbaiki
misalnya tata cara pesta perkawinan, dan yang tidak cocok diganti misalnya pendidikan seks
melalui pendidikan formal
Di sini tampak bahwa proses pewarisan budaya tidak semata-mata mengekalkan budaya
secara estafet. Pendidikan justru mempunyai tugas menyiapkan peserta didik untuk hari esok.
Suatu masa dengan pendidikan yang menuntut banyak persyaratan baru yang tidak pernah
diduga sebelumnya, dan malah sebagian besar masih berupa teka-teki.

b. Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi

Sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang
sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik.
Sistematis oleh karena proses pendidikan berlangsung melalui tahap-tahap berkesinambungan
(procedural), dan sistemik karena berlangsung dalam semua situasi dan kondisi di semua
lingkungan yang saling mengisi (lingkungan rumah,sekolah, dan masyarakat).
Proses pembentukan pribadi meliputi dua sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka
yanag belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa
atas usaha mereka sendiri. Yang terakhir ini disebut pendidikan diri sendiri (zelf vorming).
Kedua-duanya bersifat alamiah dan menjadi keharusan. Bayi lahir kepribadiannya belum
terbentuk, belum memiliki warna dan corak kepribadian tertentu. Ia baru merupakan individu,
belum suatu pribadi. Untuk menjadi suatu pribadi perlu mendapat bimbingan ,latihan-latihan,
dan pengalaman melalui bergaul dengan lingkungannya, khususnya dengan lingkungan
pendidikan.
Bagi mereka yang sudah dewasa tetap dituntut adanya pengembangan diri agar kualitas di
dalam kepribadian meningkat serempak dengan meningkatkanya tantangan hidup ytang
selalu berubah. Dalam hubungan ini dikenal apa yang disebut Pendidikan Sepanjang Hidup.
Pembentukan pribadi mencakup pembentukan cipta, rasa, dan karsa(kognitif, afektif, dan
psikomotorik) yang sejalan derngan pengembangan fisik.

c. Pendidikan sebagai proses penyiapan warga negara

Pendidikan sebagai penyiapan warga Negara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana
sebagai suatu kegiatan yang terencanauntuk membekali peserta didik agar menjadi warga
Negara yang baik. Tentu saja istilah baik di sini bersifat relative tergantung pada tujuan
nasional dari masing-masing bangsa ,oleh karena itu masing-masing bangsa mempunyai
falsafah hidup yang berbeda-beda.
Bagi kita warga Negara yang baik diartikan selaku prribadi yang tahu hak dan kewajiban
sebagai warga Negara yang hal ini ditetapkan dalam undang-undang pasal 27 yang
menyatakan bahwa segala warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan
pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tak ada kecualinya
.
d. Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja

Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja diartikan kegiatan membimbing peserta didik
sehingga memiliki bekal dasar untuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap ,
pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon luaran. Ini menjadi misi penting dari
pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalkam kehidupan manusia. Bekerja
menjadi penopang hidup seseorang dan keluarga ,sehingga tidak bergantung dan
mengganmggu orang lain. Melalui kegiatan bekerja seseorang mendapat kepuasan bukan saja
karena menerima imbalan melainkan juga karena seseorang dapat memberikan sesuatu
kepada orang lain (jasa ataupun benda), bergaul, berkreasi, dan bersibuk diri.kebenaran hal
terebut menjadi jelas bila kita melihat hal yang sebaliknya , yaitu menganggur adalah musuh
kehidupan.

2. Tujuan dan proses pendidikan

a. Tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik,luhur, pantas, benar,
indah, untuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan
arah kepada segenap kegiatan pendidikan, dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh
segenap kegiatan pendidikan.
Sebagai suatu komponen pendidikan , tujuan pendidikan menduduki posisi penting di antara
komponen-komponen pendidikan lainnya. Dapat dikatakan bahwa segenap komponen
diadakan,seluruh kegiatan pendidikan dilakukan semata-mata terarah kepada pencapaian
tujuan tersebut.dengan demikian kegiatan-kegiatan yang tidak relevan dengan tujuan tersebut
dianggap menyimpang, tidak fungsional, bahkan salah, sehingga harus dicegah terjadinya. Di
sini terlihat bahwa tujuan pendidikan itu bersifat normatif, yaitu mengandung unsure norma
yang bersifat memaksa ,tetapi tidak bertentangan dengan hakekat perkembangan peserta
didik serta dapat diterima oleh masyarakat sebagai nilai hidup yang baik.
Di dalam praktek pendidikan khususnya pada sistem persekolahan di dalam rentangan antara
tujuan umum dengan tujuan yang sangat khusus terdapat sejumlah tujuan antara. Tujuan
anara berfungsi untuk menjembatanbi pencapaian tujuan umum dari sejumlah tujuan rincian
khusus. Umumnya ada 4 jenjang tujuan di dalamnya terdapat tujuan antara , yaitu: tujuan
umum, tujuan institusional, tujuan kurikuler, dan tujuan instruksional.
1. Tujuan umum pendidikan nasional Indonesia adalah manusia pancasila.
2. Tujuan institusional yaitu tujuan yang menjadi tugas dari lembaga pendidikan tertentu
untuk mencapainya. Misalkan tujuan pendidikan tingklat SD berbeda dari tujuan pendidikan
tingkat menengah, dan setereusnya. Jika semua lembaga (institusi) dapat mencapai tujuannya
berarti tujuan nasional tercapai , yaitu terwujudnya manusia Pancasilais yang memiliki bekal
khusus sesuai dengan misi lembaga pendidikan dimana seseorang menggembleng diri.
3. Tujuan kurikuler, yaitu tujuan bidang studi atau tujuan mata pelajaran. Misalnya tujuan
IPA, IPS, atau Matematika.
4. Tujuan instruksional.
Materi kurikulum yang berupa bidang studi-bidang studi terdiri dari pokok-pokok bahasan
dan sub-sub pokok bahasan. Tujuan pokok bahasan dan sub pokok bahasan disebut tujuan
instruksional.


B. Konsep dan Dasar Pendidikan Seumur Hidup
Rasional
Mengapa PSH diperlukan?
Di dalam tulisan Cropley dengan memperhatikan masukan dari berbagai pemerhati
pendidikan mengemukakan beberapa alas an yang antara lain: keadilan,ekonomi (biaya
pendidikan), perubahan perencanaan, perkembangan teknologi, factor vocational, kebutuhan
orang dewasa, kebutuhan anak-anak masa awal, (Cropley; 32-44).Konsep pendidikan seumur
hidup, sebenarnya sudah sejak lama dipikirkan oleh para pakar pendidikan dari zaman
kezaman. Apalagi bagi umat islam, jauh sebelum orang-orang barat mengangkatnya, Islam
sudah mengenal pendidikan seumur hidup, sebagai mana dinyatakan oleh hadits Nabi SAW
yang berbunyi

Artinya: tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat
Azas pendidikan seumur hidup itu merumuskan suatu azas bahwa proses pendidikan
merupakan suatu proses kontinue, yang bemula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal
dunia. Proses pendidikan ini mencakup bentuk-bentuk belajar secara informal, non formal
maupun formal baik yang berlansung dalam keluarga, disekolah, dalam pekerjaan dan dalam
kehidupan masyarakat.
Untuk indonesia sendiri, konsepsi pendidikan seumur hidup baru mulai dimasyarakat melalui
kebijakan Negara ( Tap MPR No. IV / MPR / 1970 jo. Tap No. IV/ MPR / 1978 Tentang
GBHN ) yang menetapkan prinsip-prinsip pembangunan nasional, antara lain :
1. Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia
seutuhnya dan pembangunan seluruh rakyat Indonesia (arah pembangunan jangka panjang )
2. Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan didalam keluarga (rumah tangga ),
sekolah dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara
keluarga, masyarakat dan pemerintah. (BAB IV GBHN bagian pendidikan ).
Didalam UU Nomor 20 tahun 2003, penegasan tentang pendidikan seumur hidup,
dikemukakan dalam pasal 13 ayat (1) yang berbunyi: "Jalur pendidikan terdiri atas
pendidikan formal, non formal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan
memperkaya". Jadi dapat pula dikatakan bahwa pendidikan dapat diperoleh dengan 2 jalur,
yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan diluar sekolah. Jalur pendidikan sekolah
meliputi pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan
pendidikan tinggi. Dan jenis pendidikan ini mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik
profesi, vokasi, keagamaan dan khusus.
Sedangkan jalur pendidikan luar sekolah meliputi pendidikan nonformal dan informal.
Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan
pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, atau pelengkap pendidikan formal
dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan nonformal berfungsi
mengembalikan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan
ketrampilan fungsional serta mengembangkan sikap keprobadian hidup. Pendidikan
nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan
kepemudan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan
ketrampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan serta pendidikan lain yang ditujukan
untuk mengembangkan peserta didik.
Pendidikan informal yaitu kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan
berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. pendidikan keluarga termasuk jalur pendidikan
luar sekolah merupakan salah satu upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui
pengalaman seumur hidup. Pendidikan keluarga memberikan keyakinan agama, nilai budaya
yang mencakup nilai moral dan aturan-aturan pergaulan serta pandangan, ketrampilan dan
sikap hidup yang mendukung kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kepada
anggota keluarganya yang bersangkutan. peserta didik berkesempatan untuk mengembangkan
kemampuan dirinya dengan belajar pada setiap saat dalam perjalanan hidupnya sesuai dengan
bakat, minat, dan kemampuan masing-masing.
"setiap warga Negara berkesempatan seluas-luasnya untuk menjadi peserta didik melalui
pendidikan sekolah ataupun luar sekolah dengan demikian, setiap warga Negara diharapkan
dapat belajar pada tahap-tahap mana saja dari kehidupanya dalam mengembangkan dirinya
sebagai manusia Indonesia ".
Dasar dari pendidikan seumur hidup bertitik tolak atas keyakinan, bahwa proses pendidikan
berlangsung selama manusia hidup, baik dalam maupun diluar sekolah.
C. Pendidikan Seumur Hidup dalam Berbagai Perspektif
Dasar pemikiran yang menyatakan bahwa long life education adalah sangat penting. Dasar
pemikiran tersebut ditinjau dari berbagai aspek, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Tinjauan Ideologis
Pendidikan seumur hidup atau lifelong education akan memungkingkan seseorang
mengembangkan potensi-potensinya sesuai dengan kebutuhan hidupnya, sebab pada dasarnya
semua manusia dilahirkan ke dunia mempunyai hak sama, khususnya untuk mendapatkan
pendidikan dan peningkatan pengetahuan dan keterampilannya (skill).
2. Tinjauan Ekonomis
Melalui pendidikan, merupakan cara paling efektif untuk keluar dari suatu lingkaran yang
menyeret kepada kebodohan dan kemelaratan. Pendidikan seumur hidup dalam konteks ini
memungkingkan seseorang untuk :
1. Meningkatkan produktifitasnya
2. Memelihara dan mengembangkan sumber-sumber daya dimilikinya
3. Memungkinkan hidup dalam lingkungan yang lebih sehat dan menyenangkan
4. Memiliki motivasi dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya secara tepat, sehingga
pendidikan keluarga menjadi sangat penting dan besar artinya.
5. Tinjauan Sosiologis
Pada umumnya di negara-negara sedang berkembang ditemukan masih banyaknya para orang
tua yang kurang menyadari akan pentingnya pendidikan formal bagi anak-anaknya. Oleh
karena itu, banyak anak-anak mereka yang kurang mendapatkan pendidikan formal, putus
sekolah atau tidak bersekolah sama sekali. Dengan demikian pendidikan seumur hidup
kepada orang akan merupakan solusi dari masalah tersebut.
3. Tujuan Filosofis
Di negara demokrasi, menginginkan seluruh rakyat menyadari pentingnya hak memilih dan
memahami fungsi pemerintah, DPR, MPR dan sebagainya.

4. Tinjauan Teknologis
Di era globalisasi seperti sekarang ini, tampaknya dunia dilanda oleh eksplosi ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan berbagai produk yang dihasilkannya. Semua
orang, tak terkecuali para pendidik, sarjana, pemimpin dan sebagainya dituntut selalu
memperbaharui pengetahuan dan keterampilannya seperti apa yang terjadi di negara maju.
5. Tinjauan Psikologis dan Paedagogis
Perkembangan IPTEK sangat pesat mempunyai dampak dan pengaruh besar terhadap
berbagai konsep, teknik dan metode pendidikan. Disamping itu, perkembangan tersebut juga
makin luas, dalam dan kompleks, yang menyebabkan ilmu pengetahuan tidak mungkin lagi
diajarkan seluruhnya kepada anak didik di sekolah.
Oleh karena itu, tugas pendidikan jalur sekolah yang utama sekarang ialah mengajarkan
bagaimana cara belajar, menanamkan motivasi yang kuat dalam diri anak untuk belajar terus
sepanjang hidupnya, memberikan skill kepada anak didik secara efektif agar dia mampu
beradaptasi dalam masyarakat yang cenderung berubah secara cepat. Berkenaan dengan
itulah, perlu diciptakan suatu kondisi yang merupakan aplikasi asas pendidikan seumur hidup
atau lifelong education.
Demikian keadaan pendidikan seumur hidup yang dilihat dari berbagai aspek dan pandangan.
Sebagai pokok dalam pendidikan seumur hidup adalah seluruh individu harus memiliki
kesempatan yang sistematik, terorganisisr untuk belajar disetiap kesempatan sepanjang hidup
mereka. Semua itu adalah tujuan untuk menyembuhkan kemunduran pendidikan sebelumnya,
untuk memperoleh skill yang baru, untuk meningkatkan keahlian mereka dalam upaya
pengertian tentang dunia yang mereka tempati, untuk mengembangkan kepribadian dan
tujuan-tujuan lainnya.
Konseptualisasi pendidikan seumur hidup yang merupakan alat untuk mengembangkan
individu-individu akan belajar seumur hidup agar lebih bernilai bagi masyarakat.
D. Beberapa Kepentingan Pendidikan Seumur Hidup
Hal yang mendasari perlunya pendidikan seumur hidup :
1. Pertimbangan ekonomi. Masih banyaknya masyarakat yang masih berada di bawah garis
kemiskinan.
2. Keadilan. Tuntutan akan adanya persamaan dan kesempatan yang sama untuk memperoleh
pendidikan.
3. Faktor peranan keluarga.
4. Faktor perubahan peranan sosial
5. Perubahan teknologi
6. Faktor-faktor vocational
7. Kebutuhan-kebutuhan orang dewasa
8. Kebutuhan anak-anak awal
E. Strategi Pendidikan Seumur Hidup
Adapun strategi dalam rangka pendidikan seumur hidup sebagaimana diinventarisir Prof.
Sulaiman Joesoef, meliputi hal-hal berikut :
Konsep-konsep Kunci Pendidikan Seumur Hidup
1. Konsep pendidikan seumur hidup itu sendiri. Sebagaimana suatu konsep, maka pendidikan
seumur hidup diartikan sebagai tujuan atau ide formal untuk pengorganisasian dan
penstrukturan pengalaman-pengalaman pendidikan.
2. Konsep belajar seumur hidup. Dalam pendidikan seumur hidup berarti pelajar belajar
karena respons terhadap keinginan yang didasari untuk belajar dan angan-angan pendidikan
menyediakan kondisi-kondisi yang membantu belajar.
3. Konsep Belajar Seumur Hidup. Belajar seumur hidup dimaksudkan adalah orang-orang
yang sadar tentang diri mereka sebagai pelajar seumur hidup, melihat belajar baru sebagai
cara yang logis untuk mengatasi peroblema dan terdorong tinggi sekali untuk belajar di
seluruh tingkat usia, dan menerima tantangan dan perubahan seumur hiudp sebagai pemberi
kesempatan untuk belajar baru.
4. Kurikulum yang membantu pendidikan seumur hidup. Dalam konteks ini, kurikulum
didesain atas dasar prinsip pendidikan seumur hidup betul-betul telah menghasilkan pelajar
seumur hidup yang secara berurutan melaksanakan belajar seumur hidup.
5. Arah Pendidikan Seumur Hidup
a. Pendidikan seumur hidup kepada orang dewasa
Sebagai generasi penerus, para pemuda ataupun dewasa membutuhkan pendidikan seumur
hidup dalam rangka pemenuhan sifat Self Interest yang merupakan tuntunan hidup
sepanjang masa. Diantaranya adalah kebutuhan akan baca tulis bagi mereka pada umumnya
dan latihan keterampilan bagi pekerja.
b. Pendidikan seumur hidup bagi anak
Pendidikan seumur hidup bagi anak, merupakan sisi lain yang perlu memperoleh perhatian
dan pemenuhan oleh karena anak akan menjadi tempat awal bagi orang dewasa artinya
dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Pengetahuan dan kemampuan anak, memberi
peluang besar bagi pembangunan pada masa dewasa. Dan pada gilirannya masa dewasanya
menanggung beban hidup yang lebih ringan.

F.Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup .
Implikasi disini diartikan sebagai akibat lansung atau konsekuensi dari suatu keputusan.
Dengan demikian maksudnya adalah sesuatu yang merupakan tindak lanjut atau follow up
dari suatu kebijakan atau keputusan tentang pelaksanaan pendidikan seumur hidup.
Penerapan azas pendidikan seumur hidup pada isi program pendidikan dan sasaran
pendidikan di masyarakat mengandung kemungkinan yang luas. Implikasi pendidika seumur
hidup pada program pendidikan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori yaitu:
1. Pendidikan baca tulis fungsional
Program ini tidak saja penting bagi pendidikan seumur hidup dikarenakan relefansinya yang
ada pada Negara-negara berkembang dengan sebab masih banyaknya penduduk yang buta
huruf, mereka lebih senang menonton TV, mendengarkan Radio, Mengakses internet dari
pada membaca. Meskipun cukup sulit untuk membuktikan peranan melek huruf fungsional
terhadap pembangunan sosial ekonomi masyarakat, namun pengaruh IPTEK terhadap
kehidupan masyarakat misalnya petani, justru disebabkan oleh karena pengetahuan-
pengetahuan baru pada mereka. Pengetahuan baru ini dapat diperoleh melalui bahan bacaan
utamanya.
Oleh sebab itu, realisasi baca tulis fungsional, minimal memuat dua hal, yaitu:
1. Memberikan kecakapan membaca, menulis, menghitung (3M) yang fungsional bagi anak
didik.
2. Menyediakan bahan-bahan bacaan yang diperlukan untuk mengembangkan lebih lanjut
kecakapan yang telah dimilikinya.

2. Pendidikan vokasional.
Pendidikan vokasional adalah sebagai program pendidikan diluar sekolah bagi anak diluar
batas usia sekolah, ataupun sebagai pendidikan formal dan non formal, sebab itu program
pendidikan yang bersifat remedial agar para lulusan sekolah tersebut menjadi tenaga yang
produktif menjadi sangat penting. Namun yang lebih penting ialah bahwa pendidikan
vokasional ini tidak boleh dipandang sekali jadi lantas selesai.dengan terus berkembang dan
majunya ilmu pengetahuan dan teknologi serta makin meluasnya industrialisasi, menuntut
pendidikan vokasiaonal itu tetap dilaksanakn secara kontinue.
3. Pendidikan professional.
Sebagai realisasi pendidikan seumur hidup,dalam kiat-kiat profesi telah tercipta Built in
Mechanism yang memungkinkan golongan profesional terus mengikuti berbagai kemajuan
dan perubahan menyangkut metodologi, perlengkapan, terminologi dan sikap profesionalnya.
Sebab bagaimanapun apa yang berlaku bagi pekerja dan buruh, berlaku pula bagi
professional, bahkan tantangan buat mereka lebih besar.
4. Pendidikan ke arah perubahan dan pembangunan.
Diakui bahwa diera globalisasi dan informasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan
IPTEK, telah mempengaruhi berbagai dimensi kehidupan masyarakat, dengan cara masak
yang serba menggunakan mekanik, sampai dengan cara menerobos angkasa luar. Kenyataan
ini tentu saja konsekuensinya menurut pendidikan yang berlangsung secara kontinue (lifelong
education).
Pendidikan bagi anggota masyarakat dari berbagai golongan usia agar mereka mampu
mengikuti perubahan sosial dan pembangunan juga merupakan konsekuensi penting dari azas
pendidikan seumur hidup.
5. Pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik
Disamping tuntutan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), dalam kondisi
sekarang dimana pola pikir masyarakat. Yang semakin maju dan kritis, baik rakyat biasa,
maupun pemimpin pemerintahan di Negara yang demokratis, diperlukan pendidikan
kewarganegaraan dan kedewasaan politik bagi setiap warga Negara. Pendidikan seumur
hidup yang bersifat kontinue dalam koteks ini merupakan konsekuensinya.


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pendidikan seumur hidup adalah sebuah system konsep-konsep pendidikan yang
menerangkan keseluruhan peristiwa-peristiwa kegiatan belajar mengajar yang berlangsung
dalam keseluruhan kehidupan manusia. proses pendidikan seumur hidup berlangsung secara
kontinue, dan tidak terbatas oleh waktu seperti pendidikan formal, proses belajar seumur
hidup tidak hanya dilakukan seorang yang terpelajar tetapi semua lapisan masyarakat bisa
melaksanakanya.
Penerapan cara berfikir menurut azas pendidikan seumur hidup itu akan mengubah
pandangan kita tentang status dan fungsi sekolah, dimana tugas utama pendidikan sekolah
adalah mengajar anak didik bagaimana caranya belajar, peranan guru terutama adalah sebagai
motifator, stimulator dan penunjuk jalan anak didik dalm hal belajar, sekolah adalah pusat
kegiatan belajar masyarakat sekitar. Sehingga dalam rangka pandangan mengenai pandidikan
seumur hidup, maka semua orang secara potensial merupakan anak didik.
Dengan adanya pendidikan seumur hidup diharapkan para peserta didik dapat mendidik
dirinya sendiri kearah pendewasaan di segala bidang kehidupan dan mampu menjadi manusia
seutuhnya yang jujur dan berkeadilan.

Anda mungkin juga menyukai