Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN SEMENTARA PRAKTIKUM ANORGANIK I

I. IDENTITAS
NAMA : MARENA THALITA RAHMA
NIM : 121810301031
KELOMPOK : 4
PERCOBAAN : SINTESIS GARAM RANGKAP
ASISTEN : M. Yoris Alidion

II. MEKANISME KERJA













- Ditambahkan 8 mL H2SO4
- Dipanaskan di atas bunsen
- Ditambahkan 20 mL aquades ketika gas terbentuk
- Ditambahkan larutan kalium sulfat ketika padatan larut semuanya
- Dipanaskan hingga tersisa larutan 30 mL
- Ditunggu hingga dingin lalu disaring menggunakan kertas saring
- Dibiarkan filtrat selama 24 jam
- Disaring dan dibandingkan kristalnya dengan literatur
0,885 gram aluminium foil
Hasil
III. DATA
3.1 Hasil
No. Percobaan Hasil
1. Aluminium foil + H2SO4
dipanaskan
Berbau menyengat, berasap
dan larut
2. + 20 mL aquades Muncul gelembung, dan
berasap pekat
3. Didinginkan dan diaduk Larutan mengendap
4. +K2SO4
+15 mL aquades dan
dipanaskan
Larut

3.2 Analisis Data
Perlakuan Perubahan Gambar
0,885 g Aluminium
foil kecil kecil
dilarutkan dalam 8
mL H2SO4
Muncul sedikit asap
dan padatan aluminium
foil mulai larut

Dipanaskan di atas
Bunsen sambil
diaduk
Aluminium foil
perlahan-lahan larut

Pemanasan
berlangsung lama
Aluminium foil larut
membentuk bubur
berwarna coklat,
muncul asap, dan
berbau menyengat.

Ditambahkan 20 mL
aquades
Timbul gelembung dan
berasap

Didinginkan sambil
diaduk - aduk
Terbentuk endapan
coklat susu

Ditambahkan
larutan kalium sulfat
(1,45 gram dalam 15
mL aquades) dan
dipanaskan
Endapan larut
membentuk seperti
gambar disamping dan
pemanasan dilakukan
hingga larutan bersisa
30 Ml

Larutan didiamkan
dan disaring, lalu
didiamkan selama 24
jam
Filtrat tidak berwarna

Filtrate kemudian
disaring, kristal
yang didapatkan
dibandingkan
dengan literatur
Kristal berwarna putih

3.3 Pembahasan
Praktikum ini tentang sintesis senyawa garam rangkap. Garam rangkap
adalah garam yang dalam kisi kristalnya mengandung kation yang berbeda
dengan proporsi tertentu. Garam rangkap terjadi apabila dua garam mengkristal
(kristalisasi) secara bersama-sama dengan perbandingan molekul tertentu.
Garam ini memiliki struktur sendiri dan tidak harus sama dengan struktur
garam komponennya. Contoh garam rangkap adalah amonim tembaga(II) sulfat
pentahidrat.
Percobaan ini bertujuan mempelajari pembuatan garam rangkap kalium
aluminium sulfat hidrat. Bahan dasar yang digunakan adalah aluminium foil,
asam sulfat, aquades, dan padatan kalium sulfat. Aluminium foil dipotong kecil-
kecil dan ditimbang sebanyak 0,885 gram. Padatan ini ditambah asam sulfat
pekat sedikit demi sedikit. Asam sulfat pekat yang digunakan bertujuan untuk
melarutkan aluminium foil sehingga padatan harus berukuran sekecil mungkin
agar cepat bereaksi dan larut. Penambahan asam sulfat pekat ini berlangsung
secara eksotermis, karena menghasilkan panas. Proses ini sambil dipanaskan di
atas bunsen, hal ini agar padatan cepat meleleh dan larut membentuk aluminium
sulfat. Pemanasan ini menghasilkan gas yang berbau menyengat. Reaksi yang
terjadi yaitu,
2Al (s) + 3H2SO4(aq) Al2(SO4)3(aq) + 3H2 (g)
Gas yang terbentuk adalah gas hidrogen yang seharusnya tidak berbau.
Namun, faktanya timbul gas yang berbau menyengat. Gas tersebut adalah gas
hidrogen sulfida yang merupakan hasil samping reaksi ini, karena adanya sulfat
berlebih maka akan bereaksi dengan sulfur membentuk hidrogen sulfida yang
baunya sangat menyengat.
Larutan kemudian ditambahkan dengan aquades sebanyak 20 mL.
Penambahan aquades ini harus sedikit demi sedikit karena reaksinya sangat
ekstrim yaitu terbentuk asap tebal dan muncul gelembung. Percikan cairan panas
akan terjadi dan membahayakan praktikan ketika air yang ditambahkan tidak
secara perlahan-lahan. Larutan mula-mula berwarna hijau kemudian berubah
menjadi coklat. Pemanasan harus terus berjalan ketika proses ini. Proses ini
berlangsung cukup lama, karena ketika penambahan aquades masih terdapat
alminium foil yang belum larut sempurna, sehingga membutuhkan waktu yang
cukup lama untuk melarutkan. Aquades yang ditambahkan bertujuan untuk
mengencerkan aluminium sulfat yang terbentuk akibat reaksi aluminium foil
dengan asam sulfat pekat.
Larutan aluminium sulfat diaduk hingga tidak ada gas yang terbentuk dan
tidak berbau. Larutan ini kemudian didinginkan dan membentuk endapan coklat
susu. Hal ini tidak seharusnya terjadi. Larutan didiamkan dan kemudian
dicampur dengan larutan kalium sulfat sebelum membentuk endapan. Kalium
sulfat dibuat dengan 1,45 gram dalam 15 mL aquades. Penambahan larutan ini
menghasilkan larutan yang berwarna coklat. Pemanasan terus berlangsung
hingga larutan bersisa 30 Ml. Larutan ini didiamkan kemudian difiltrasi.
Filtrat membentuk larutan yang tidak berwarna dan sedikit keruh. Filtrat
ini ditutup menggunakan kertas saring agar tidak ada kotoran yang masuk atau
senyawa lain yang dapat mengganggu reaksi yang terjadi di dalamnya. Larutan
harus ditutup rapat agar energi solvasi turun. Filtrat didiamkan selama 24 jam
dan terbentuk kristal kalium aluminium sulfat hidrat. Pendiaman dilakukan
untuk mempercepat pembentukan atau pengendapan garam, karena kompleks
kalium membutuhkan waktu yang lama dalam penggantian ligannya. Filtrat
yang membentuk kristal kemudian disaring dan dipisahkan kristalnya kemudian
diamati. Reaksi yang terjadi adalah
K2SO4(aq) + Al2(SO4)3(aq) 2KAl(SO4)2.12H2O(s)
Pembuktian adanya ikatan rangkap atau uji terbentuknya kristal kalium
aluminium sulfat hidrat melalui uji titik leleh, uji nyala, dan uji secara kualitatif
(sebagai koagulan). Pengujian ini tidak dilakukan karena keterbatasan alat.
Kalium aluminium sulfat hidrat (tawas) memilki titik leleh 900 C. Tawas
memiliki titik leleh yang tinggi karena strukturnya yang kompleks sehingga
memiliki berat molekul yang besar. Hal ini membutuhkan suhu yang tinggi
untuk melehkan tawas. Struktur lewisnya sebagai berikut,

a. b.
Gambar 1. Struktur lewis (a) dan struktur kristal tawas (b) (Urip, 2014).
Uji nyala tawas dapat dilakukan karena tawas mengandung atom logam
yaitu kalium. Uji kering menggunakan kawat nikrom dan memberikan warna
ungu. Warna nyala yang dihasilkan ini karena adanya electron yang tereksitasi
dari keadaan dasar akibat energy yang berupa panas diberikan sehingga electron
berpindah ke energy yang lebih tinggi. Electron ini akan kembali ke keadaan
dasar dengan memancarkan sejumlah energy dalam bentuk radiasi
elektromagnetik dengan panjang gelombang tertentu, dan Nampak warna ungu
sebagai warna komplementer. Uji lain yaitu dengan membandingkan sturktur
kristal tawas yang dihasilkan dengan literatur. Tawas yang dihasilkan bermujud
padat, mengkilap, dan berwarna putih. Kristal berbentuk bulatan kecil. Tawas
berbentuk kristal putih yang berbentuk gelatin yang berwujud padat dan cair
(Anonim, 2014). Kristal tawas berbentuk octahedron (Sholihah, 2011).

a. b.
Gambar 2. Perbandingan kristal tawas yang dihasilkan (a) dengan literatur (b)
(Anonim, 2014)
Uji yang dapat digunakan adalah membuktikannya dengan memasukkan
kristal yang didapatkan ke dalam air yang keruh. Tawas sebagai koagulan akan
menyerap partikel yang ada di dalamnya sehingga air akan jernih kembali,.
Koagulan adalah zat kimia yang menyebabkan destabilisasi muatan negatif
partikel di dalam suspensi. Zat ini merupakan donor muatan positip yang
digunakan untuk mendestabilisasi muatan negatip partikel. Garam dari
Aluminium, Al (III) atau garam besi (II) dan besi (III) sering dipakai dalam
pengolahan air (Anne dkk, 2012). Fungsi tawas yang lainnya adalah untuk
mengolah limbah, dan bahan pemada api (Sholihah, 2011).
IV. KESIMPULAN
1. Garam rangkap kalium aluminium sulfat hidrat dapat dibuat
menggunakan kalium sulfat dan aluminium sulfat.
2. Uji kemurnian tawas dengan menggunakan uji titik leleh dan uji nyala.
3. Uji tawas secara kualitatif dengan menggunakan kristal tawas sebagai
koagulan dan membandingkan sifat fisik dengan literatur.
4. Kristal tawas berbentuk octahedron, berwarna putih, dan mengkilap.

V. REFERENSI
Anne dkk. 2014. Proses Produksi Alum (TAWAS). Bandung : Universitas
Padjajaran
Anonim. 2014. Tawas. digilib.unimus.ac.id/download.php?id=2021. [Serial
Online]. [diakses 23 September 2014].
Anonim. 2014. Tawas. http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tawas&oldid
=7894083. [Serial Online]. [diakses 23 September 2014].
Sholihah, Zuhriyatus. 2011. Tugas Akhir Sintesis Tawas. Malang : Universitas
Islam Negeri Malang
Tim Kimia Anorganik. 2014. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik I. Jember :
Universitas Jember