Anda di halaman 1dari 3

Potensi Cekungan Tarakan

I. Potensi Hidrokarbon


Gambar. Sistem Petroleum Cekungan Tarakan
Batuan Induk dan Reservoir
Cekungan Tarakan memiliki batuan induk yang terbentuk pada akhir Miosen, yaitu
batulempung yang terdapat pada Formasi Mangkubua, Formasi Naintupu dan Formasi
Meliat. Selain itu, batulempung lainnya pada Formasi Tarakan, Formasi Sesanip dan Formasi
Santul juga memiliki potensi sebagai batuan induk karena diendapkan pada lingkungan delta
yang kaya akan material organik. Minyak pada Cekungan Tarakan yang dihasilkan bersifat
aspal dan paraffin ringan.
Batupasir pada Formasi Tarakan yang berumur Pliosen, serta Formasi Santul dan
Tabul yang berumur Miosen, diketahui mengandung minyak dan bertindak sebagai batuan
reservoir. Lapisan batupasirnya mengandung banyak mineral kuarsa dengan ikatan yang
lepas. Umumnya, formasi ini juga terdiri dari urutan batupasir, serpih, lempung dan juga
lapisan batubara, serta di beberapa tempat juga ditemukan lapisan batugamping.
Migrasi
Diduga, patahan adalah penyebab migrasi hidrokarbon dari batuan induk ke reservoir.
Migrasi hidrokarbon ini diduga terjadi pada Plio-Plistosen dimana terjadi pembentukan
struktur, dan juga dengan analisis pembentukan hidrokarbon yang terbentuk pada Miosen
Akhir serta umur Formasi Tarakan yang berumur Pliosen.
Batuan Penutup
Batuan penutup umumnya berupa batuan klastik dari Formasi Sembakung, Formasi
Mangkabua dan Formasi Birang. Selain itu, batulempung dari endapan delta Formasi Meliat,
Formasi Tabul dan Formasi Tarakan juga dapat berperan sebagai batuan penutup.
Perangkap
Perangkap hidrokarbon yang sering ditemukan umumnya adalah perangkap
stratigrafi, mengingat sedimen diendapkan di lingkungan delta. Namun, berhubung terjadi
tektonik pada Plio-Plistosen, maka perangkap struktur juga dapa terjadi, terutama perangkap
struktur antiklin yang berasosiasi dengan sesar normal. Perangkap terhadap minyak tersebut
terdapat pada antiklin yang terbentang dari utara ke selatan, yang dimana kulminasinya
bersama patahan normal membentuk suatu tutupan atau perangkat. Umumnya hidrokarbon
ini terakumulasi pada blok yang turun. Selain bentuk struktur, akumulasi hidrokarbon juga
tergantung pada intra formational seal antara batuan pasir yang tebal. Karena kandungan
batupasirnya yang tinggi pada Formasi Tarakan, sesar normal yang memotong formasi ini
menjadi bocor kearah vertikal sehingga daya tampung maksimum perangkap hanya sampai
titik perpotongan antara kontak hidrokarbon serta air dengan bidang sesar.

Lapangan Minyak
Lapangan minyak pada cekungan Tarakan antara lain adalah:
1. Tarakan
Lapangan minyak Tarakan adalah lapangan minyak yang penting yang ditemukan
pada tahun 1890. Reservoir dari lapangan minyak ini ditemukan pada kedalaman 500-700
meter, serta hingga kedalaman 1030 meter. Produksi kumulatifnya diketahio mencapai 200
juta barrel samapi tahun 1966. Jenis minyak pada lapangan ini adalah aspal.
2. Bunyu
Lapangan minyak Bunyu adalah lapangan minyak yang ditemukan pada sebuah pulau
pada tahun 1936. Lapangan minyak ini diketahui memproduksi secara kumulatif sebanuak 37
juta barrel pada tahun 1966. Reservoir dari lapangan minyak ini berada pada kedalaman 700
2700 meter. Pada kedalaman 800 meter, minyak yang ditemukan bersifat aspal, sementara
pada kedalaman dibawahnya, minyak bersifat paraffin.
Pada kedalaman 950 meter, API Gravitynya sebesar 37 dan terus meningkat hingga
pada kedalaman 1900 meter mencapai 29 API. Selain itu, residu lilin juga meningkat dari 20
hingga 45 persen. Hal lain yang ikut terpengaruh dari meningkatnya kadar residue seiring
meningkatnya kedalaman yaitu adalah kadar air formasi dan klorida yang menurun dari 10
gram/liter menjadi hanya 1.8 gram/liter. Namun, kebalikan dari air formasi dan klorida,
seiring kedalaman meningkat, kadar karbonat juga ikut bertambah.

II. Potensi Batubara
Formasi pada Cekungan Tarakan yang memiliki potensi batubara antara lain adalah:
1. Formasi Selor
Formasi ini memiliki batubara yang berlapis baik.
2. Formasi Tabul
Formasi ini dicirikan dengan adanya batubara yang berlapis.
3. Formasi Tarakan
Formasi ini disusun atas interbeding batulempung, serpih, batupasir dan lapisan-
lapisan batubara lignit, yang menunjukkan fasies pengendapan delta plain.
4. Formasi Bunyu
Batupasir tebal yang berukuran butir sedang sampai kasar, konglomerat dan
interbedding batubara lignit dengan serpih adalah litologi penyusun Formasi Bunyu yang
berasal dari sedimen fluviomarine.