Anda di halaman 1dari 15

Restorasi rigid

23.38 Lutfan10
Restorasi rigid merupakan restorasi yang dibuat di laboratorium dental dengan menggunakan
model cetakan gigi yang dipreparasi kemudian disemenkan pada gigi. Umumnya restorasi ini
membutuhkan kunjungan berulang dan penempatan tumpatan sementara sehingga lebih mahal
untuk pasien. !utri "ari #. U"U. 200$% 1&
'erdasarkan kepustakaan (nggris) restorasi rigid terdiri dari inlay) onlay) dan cro*n+ mahkota.
(nlay adalah tumpatan rigid yang ditumpatkan di ka,itas diantara tonjol gigi+ cusp) sedangkan onlay
merupakan rekonstruksi gigi yang lebih luas meliputi satu atau lebih tonjol gigi+ cusp. -ro*n+
mahkota adalah penggantian sebagian atau seluruh mahkota klinis yang disemenkan. !utri "ari #.
U"U. 200$% 1&
!ilihan bahan restorasi rigid antara lain logam tuang) porselen) porselen fuse to metal) resin
komposit) dan kombinasi keduanya. Logam merupakan bahan restorasi rigid dengan kekuatan tensil
yang besar) yang membutuhkan preparasi ka,itas yang luas dan be,el sebagai retensi) tetapi
memiliki masalah estetik. "edangkan porselen merupakan bahan restorasi rigid estetik yang paling
unggul dengan kekuatan kompresif yang tinggi. !orselen mebutuhkan biaya besar biasanya) dua
sampai tiga kali lebih mahal dari restorasi rigid logam atau komposit plastis selain *aktu
pembuatan di laboratorium. !utri "ari #. U"U. 200$% 1&
!enggunaan teknik restorasi rigid komposit telah terbukti mampu memperbaiki beberapa
kekurangan restorasi komposit plastis. #al ini dibuktikan dengan penenlitian "cheibenbogen.
/uchsbrunner tahun 1000 dan 2000 yang menemukan bah*a setelah tahun ke.2 dan 3 integritas
marginal dan bentuk anatomi pada restorasi rigid komposit lebih memuaskan dari restorasi plastis.
1enurut 2ietschi tahun 1003) kualitas adaptasi marginal restorasi rigid resin komposit terbukti
labih baik dari restorasi plastis komposit. 1enurut 'urke tahun 1004) porselen menghasilkan
restorasi dengan integritas marginal yang sangat memuaskan tetapi membutuhkan *aktu pembuatan
dalam laboratorium. Restorasi rigid komposit dinyatakan lebih mudah dan lebih murah dari inlay
porselen. !utri "ari #. U"U. 200$% 1&
5eknik restorasi rigid dibagi atas tiga metode yaitu direct) semidirect) dan indirect. 5eknik
semidirect intraoral merupakan pembuatan inlay+ onlay resin komposit satu kali kunjungan) resin
komposit langsung ditumpatkan pada gigi) disinar dari setiap arah dan kemudian di post.cured
sebelum dibonding pada gigi. 5eknik semidirect ekstraoral merupakan pembuatan restorasi rigid
satu kali kunjungan yang dibuat menggunakan die fleksibel dan berfungsi untuk mengoreksi kontak
marginal. 5eknik indirect merupakan pembuatan restorasi rigid yang dilakukan dalam laboratorium
dental dengan menggunakan model dari ka,itas gigi yang dipreparasi) membutuhkan tumpatan
sementara dan kunjungan berulang. !utri "ari #. U"U. 200$% 3&
2engan teknik restorasi rigid) penyusutan polimerisasi terjadi ekstraoral dan kontur yang
lebih mudah dicapai karena restorasi dibuat diluar mulut. 2engan menggunakan restorasi rigid
teknik indirect) celah dalam restorasi dapat diminimalkan dengan memberikan tekanan pada
restorasi sebelum penyinaran) dan sifat.sifat fisis resin dapat ditingkatkan dengan penyinaran
ekstraoral dengan menaikkan panas dan tekanan. !utri "ari #. U"U. 200$% 3&
Macam- macam Restorasi Rigid
1. Inlay
(nlay adalah tumpatan rigid yang ditumpatkan di ka,itas diantara tonjol gigi+ cusp.
Indikasi :
1. 'aik untuk ka,itas yang kecil+ karies proksimal lebar
2. 'ila diperlukan untuk restorasi klamer dari suatu gigi tiruan pegangan&) misalnya% inlay bukal
atau disto+mesial inlay yang perlu untuk dibuatkan 6 Rest "eat7) untuk gigi tiruan.
3. 8a,itas dengan bentuk preparasi 9 1)3 jarak central fossa ke puncak cusp
4. 1engembalikan estetik pada restorasi gigi posterior yang mengalami kerusakan akibat
adanya karies sekunder
Kontraindikasi :
1. frekuensi karies tinggi
2. :# pasien jelek
Tahap Pembuatan dan Pemasangan Inlay komposit
1. !reparasi 8a,itas
membuang semua jaringan karies atau bahan tumpatan yang lama
preparasi dengan membentuk dinding ka,itas 3.3 derajat di,ergen ke oklusal
seluruh dinding ka,itas dihaluskan dengan dasar ka,itas) semua sudut ka,itas dibuat
membulat
tidak dilakukan pembuatan be,el pada permukaan oklusal
dibutuhkan ketebalan minimal 2 mm agar di dapat kekuatan dari bahan komposit
2. !embuatan (nlay
secara direct
secara indirect
3. (nsersi (nlay 8omposit
4. 5eknik "ementasi
persiapan inlay
persiapan ka,itas
aplikasi semen resin
3. !enyelesaian dan !emolesan
http%++***.researchgate.net+publication+423408$0;Restorasi;Rigid;Resin;8omposit;!ada;
<igi;!osterior&
2. Onlay
:nlay merupakan rekonstruksi gigi yang lebih luas meliputi satu atau lebih tonjol gigi+
cusp.
=pabila morfologi oklusal telah mengalami perubahan karena restorasi sebelumnya) karies)
atau penggunaan fisik) maka inlay dengan dua permukaan tidak akan adekuat lagi. #al ini
memerlukan suatu restorasi yang meliputi seluruh daerah oklusal. 2an dalam keadaan ini)
onlay 1:2 merupakan jenis restorasi yang tepat. 'aum) Lloyd dkk. 100> % 344&
Indikasi :
1. !engganti restorasi amalgam yang rusak.
2. 8alau restorasi dibutuhkan sebagai penghubung tonjol bukal dan lingual.
3. Restorasi karies interproksimal gigi posterior.
4. Restorasi gigi posterior yang menerima tekanan oklusal yang kuat.
=dalah mungkin bagi amalgam atau inlay untuk mengurangi kerentanan gigi terhadap
fraktur tonjol. =set utama dari restorasi yang meliputi permukaan oklusal adalah merestorasi
kekuatan gigi dengan menghubungkan tonjol.tonjol sebagai unit tunggal. 'aum) Lloyd dkk.
100> % 344&
(ndikasi yang populer bagi onlay adalah menggantikan restorasi amalgam yang rusak. ?uga
berguna untuk merestorasi lesi karies yang mengenai kedua permukaan proksimal. -iri.ciri
utama dari restorasi ini adalah mempertahankan sebagian besar jaringan gigi yang
berhubungan dengan gingi,al dan hal ini merupakan suatu pertimbangan periodontal yang
sangat membantu. 'aum) Lloyd dkk. 100> % 344&
8eterangan %
2esain ka,itas outline form& ditentukan oleh ukuran lesi karies oklusal.
= dan ') lesi yang besarnya kecil atau sedang dapat ditambal dengan hanya melakukan akses.
-) lokasi yang tepat untuk mengakhiri tepi pada permukaan lingual.
2) tepi berakhir pada permukaan oklusal. (ni tidak sesuai karena email akan mudah pecah.
@) pandangan lingual dari molar kanan atas.
/) penampang karies distal yang mengenai ujung tonjol disto.lingual.
<) pandangan oklusal dari desain restorasi yang tepat untuk gigi ini.
#) penampang potong yang menunjukkan lokasi yang tepat dari dinding mesial.
() tepi berakhir pada tonjol disto.lingual. (ni tidak sesuai karena tepi emailcenderung hancur
dan fraktur.
'aum) Lloyd dkk. 100> % 3>4&
Tahapan Preparasi Onlay:
Langkah.langkah preparasi onlay adalah%
!emasangan isolator karet.
=kses ke karies
5ahap ini dilakukan untuk memperoleh akses ke dentin karies. =lat yang digunakan adalah
bur fisur tungsten carbide pendek.kuncup dengan kekuatan tinggi.
1enentukan luas karies
"etelah akses diperoleh) ka,itas bisa dilebarkan sampai dicapai pertautan email.dentin
yang sehat.
8ey*ay
8ey*ay dapat mempengaruhi retensi onlay dan ketahanan terhadap kemungkinan
bergesernya restorasi. 8ey*ay dibuat dengan kemiringan minimal sekitar $.10
o
terhadap
sumbu gigi dengan menggunakan bur fisur kuncup dan dijaga agar sumbu bur sejajar
dengan sumbu gigi. "etelah membuat key*ay) ka,itas dikeringkan untuk memeriksa ada
tidaknya sisa karies dan bah*a ka,itasnya sedikit membuka dengan sumbu yang benar.
!embuatan boks aproksimal
2i bagian ini ka,itas harus didalamkan memakai bur bulat kecepatan rendah dan dengan
cara yang sama dengan preparasi untuk amalgam dengan jalan membuang dentin karies
pada pertautan email.dentin. 8etika dentin karies pada pertautan email.dentin telah
dibuang) dinding email dapat dipecahkan dengan pahat dan tepi ka,itasnya dihaluskan
dengan pahat pemotong tepi gingi,a. !reparasi dibuat miring 10
o
terhadap sumbu gigi
dengan bur fisur tunsten carbide kecepatan tinggi.
!embuangan karies dalam
8aries mungkin tertinggal di dinding aksial dan paling baik dibuang dengan bur ukuran
medium (": 012& dalam kecepatan rendah. ?ika dentin karies telah dibuang) periksa
kembali untuk memastikan tidak adanya undercut. ?ika masih ada undercut) maka undercut
tersebut ditutup dengan semen pelapik pada tahap preparasi berikutnya sehingga preparasi
mempunyai kemiringan yang dikehendaki.
!embuatan be,el
<aris sudut aksio.pulpa hendaknya dibe,el) baik dengan memakai bur pengakhir
kecepatan rendah maupun dengan bur pengakhir kecepatan tinggi yang sesuai. 'e,el
hendaknya diletakkan di tepi email) agar tepi tipis hasil tuangan dapat dipaskan seandainya
kerapatan hasil tuangan dengan gigi tidak baik. #endaknya be,el tidak diluaskan lebih ke
dalam karena akan mengurangi retensi dari suatu restorasi. 'ur lain yang dapat digunakan
adalah bur fisur kuncup untuk preparasi ka,itas. 5epi luar be,el harus halus dan kontinyu
untuk mempermudah penyelesaian restorasi dan supaya tepi tumpatannya beradaptasi
dengan baik dengan gigi.
'e,el biasanya tidak dibuat di dinding aproksimal karena akan menciptakan undercut)
mengingat sebagian besar tepi ka,itas terletak di ba*ah bagian gigi yang paling cembung.
=kan tetapi dinding gingi,a dapat dan harus dibe,el. 'ur yang paling cocok adalah bur
'aker -urson halus dan kuncup dalam kecepatan tinggi. 'e,el gingi,a sangat penting
karena akan mneingkatkan kecekatan tuangan yang biasanya merupakan hal yang paling
kritis.
'aum) Lloyd dkk. 100> % 3>4&
3. Mahkota (pasak)
1ahkota adalah restorasi rigid sebagian+ seluruh mahkota yang disemenkan. Rekonstruksi
kembali gigi yang kerusakannya lebih besar daripada gigi yang sehat.
Indikasi:
1. <igi ,ital+ non ,ital
2. "udah tidak bisa ditambal lagi
3. 8aries yang meluas sampai menghilangkan cusp gigi
4. ?aringan periodontal sehat
3. 5idak ada ri*ayat alergi pada bahan mahkota pasak
$. <igi antagonisnya masih bagus sehingga tidak menjadi iritasi pada bagian mukosa
palatal.
>. Retensi pada gigi yang akan diberi mahkota masih baik dalam artian masih mampu
menerima beban mahkota pasak itu sendiri
8. =kar gigi masih bagus.
Kontraindikasi:
1. 8aries pada gigi masih belum meluas masih tergolong pit dan fissure
2. ?aringan pendukung tidak memungkinkan adanya mahkota karena adanya periodontitis
kronis
3. 5idak adanya gigi antagonis sehingga menyebabkan mukosa palatal iritasi
4. <igi yang akan dibuatkan mahkota masih ,ital artinya tidak sampai perforasi.
3. 8ondisi gigi pada lengkung rahang tidak cro*ded.
1etode untuk membentuk inti pada gigi insisi, atas sebelum membuat mahkota pasak
a. (nti komposit yang ditahan dengan pasak dentin pada gigi masih ,ital
b. !asak cor dan inti
c. !asak ka*at *iptam dan inti cor
d. !asak dan inti siap pakai tipe -harlton
e. !asak ulir dan inti siap pakai tipe kurer
-atatan % pada b)c)d dan e pengisian akar sudah dilakukan sebelum pemasangan mahkota.
<ambar 1.2 a dan b permukaan mesio distal) c permukaan buko lingual&
!reparasi gigi untuk pasak cord mahkota jaket porselen dengan inti pada gigi yang sudah
dira*at saluran akar%
= preparasi saluran akar
' preparasi permukaan akar
- mahkota jaket porselen yang sudah selesai dengan pasak cor dan inti
Tahapan Preparasi Pasak :
. !emilihan desain pasak
"istem pasak yang digunakan harus sesuai dengan saluran akar maupun restorasinya.
2okter gigi harus mempunyai keterampilan untuk menentukan indikasi dan penggunakan
pasak pada gigi yang dira*at.
. !reparasi pasak
8amar pulpa maupun saluran akar memberi retensi pada restorasinya. !asak yang disemen
pada saluran akar akan memneri retensi pada restorasi inti& namun tidak memperkuat akar
gigi) bahkan sering kali memeperlemah akar gigi bila bentuk pasak tidak sesuai dengan
bentuk saluran akarnya lebih besar&. 8arena itu buatlah preparasi pasak yang minimal
sesuai dengan kebutuhan retensi inti.
!reparasi pasak dimulai dari pengambilan gutta percha dari saluran akar sesuai dengan
panjang yang diperlukan dilanjutkan dengan memperbesar dan membentuk saluran akar
untuk ditempati pasak. !engambilan gutta percha harus hati.hati. !engambilan yang terlalu
banyak akan mengakibatkan tendensi fraktur akar. !erforasi akar juga bias terjadi apabila
preparasi saluran akar menyimpang dari saluran akarnya. Radiograf tidak dapat
menentukan secara pasti mengenai lengkung dan diameter saluran akar. Radiograf
mungkin tidak bisa menunjukkan konka,itas dan lengkung labio.lingual. "ebagai patokan
umum) diameter pasak tidak boleh lebih dari sepertiga diameter akar. !reparasi pasak yang
menyempit ke arah apikal mencegah terjadinya step di daerah apeksA tidak adanya step
merupakan predisposisi terjadinya *edging peregangan& dan fraktur akar.
. !engambilan gutta percha
!engambilan gutta percha sebaiknya dilakukan pada saat obturasi karena dokter gigi masih
ingat betul bentuk) diameter) panjang dan lengkung saluran akar.
!engambilan gutta percha juga bisa dilakukan pada kunjungan berikutnya. !engambilan
gutta percha lebih baik menggunakan alat yang panas sedikit demi sedikit sampai panjang
yang ditentukan. <utta percha diambil sampai tersisa sedikitnya 4 mm dari apeks. "emua
alat bisa digunakan asal bisa dipanaskan. <unakan instrumen yang rotatif seperti pisau
reamer. Bamun penggunaannya harus hati.hati karena kecenderungannya untuk
menyimpang dan menimbulakan perforasi atau paling sedikit mengakibatkan kerusakan
yang berat pada saluran akar. =lternatif lain yaitu menggunakan pelarut seperti kloroform)
Cylene atau eucaliptol adalah kotor dan sulit mengambil gutta percha sampai panjang yang
dikehendaki.
. !enyelesaian ruang pasak
"etelah gutta percha diambil) dilakukan pembentukan saluran akar sesuai dengan tipe
pasak yang akan digunakan. 2apat menggunakan instrumen putar dalam pembentukannya.
Dang penting adalah bah*a pasak yang disemenkan) apapun desain dan bentuk
preparasinya) tidak mungkin rapat dengan saluran akar. !asak tidak akan rapat benar.benar
dan semen juga tidak dapat mengisi seluruh interfase. "ali,a dan bakteri juga dapat
mencapai daerah apeks bila sudah berkontak dengan pasak.
Pertimbangan Untuk Membuat Restorasi
1. <igi yang telah dira*at !"= mungkin lebih getas dan mudah patah. #al ini dikarenakan
kandungan air pada jarinagn keras lebih sedikit disbanding dengan gigi dengan pulpa ,ital.
2. "esudah jaringan keras diangkat dan pera*atan endodontik) dindind email tidak
mendapat dukungan yang baik dank arena preparasi ruang pulpa.
3. "edikit tidaknya jarinagan gigi pada mahkota sehingga dipilihlah perencanaan restorasi
dengan retensi intraradikuler pasak&.
Beberapa Pertimbangan Untuk Rancangan Pasak Dan Preparasinya
5ujuan pasak intraradikuler adalah menyediakan retensi dan kekuatan bagi restorasi mahkota.
1. ?ika preparasi pasak terlalu pendek maka akan meyebabkan kemungkinan patah akar.
5ekanan yang ada akan diterima mahkota dan pasak didesak ke akar.
2. ?ika preparasi pasak cukup panjang idealnya 1.1)3 kali panjang mahkota& tekanan yang
diterima akan tersebar ke seluruh akar yang berkontak dengan pasak.
3. ?ika preparasi pasak terlalu lebar) kar akan menjadi lemah dan fraktur. !reparasi yang
terlalu lebar mungkin akan menyebabkan perforasi akar. !asak yang pendek dan lebar
sering mengakibatkan fraktur akar.
4. ?ika preparasi dan pasak sempit) kesukaran mungkin akan dijumpai untuk mencetaknya
dank arena fleksibilitas pasaknya) gigi tidak akan menjadi lebih kuat.
'ahan.'ahan Dang 2apat 2igunakan Untuk 1embuat !asak
!encetakan saluran akar yang telah dipreparasi sangat sulit dilakukan karena ukurannnya yang
panjang dan sempit. Untunglah sekarang didapat 2 macam bahan yang memungkinkan
dilakukannya pencetakan saluran akar dengan panjang yang maksimum dan tepat.
1. @ndopost
-ampuran logam yang bertitik lebur tinggi dan dibuat dengan standar endodontik dari
ukuran >0.140A dapat dituang dengan emas atau logam tuang lainnya.
2. @ndo*el
!in plastic berukuran standar 80.140. jika telah pas dengan preparasi pasak dan dibuat
pada malam atau pola resin) akan menguap keluar dari in,estment dan meninggalkan
cetakan yang dapat dituang dengan logam.
Macam- macam Bahan Restorasi Rigid
1. Logam !ang
Restorasi 5uang + Logam 5uang adalah restorasi yang dibuat dengan menuang logam campur
alloy&.
Indikasi:
1. 8aries dalam dan besar
2. !enyangga suatu jembatan
3. =brasi yang luas
4. 5ekanan oklusal besar
3. Untuk perlindungan jaringan periodontal
Kontraindikasi:
1. /rekuensi karies tinggi
2. Usia muda
3. :ral higien buruk
Teknik Preparasi :
. 1odel malam penuangan
!enanaman
'umbung tuang
'ahan tanam
Logam
=pi
#asil tuangan
Teknik Restorasi Tuang !ogam Tuang
E 2irek
. preparasi
. malam dicetakkan langsung
. pada ka,itas gigi dlm mulut
. dibentuk
. ditanam
. dicor
. dicoba) poles) semen
E (ndirek
. preparasi
. cetak7double impression7 pada preparasi ka,itas
. model kerja 6die7
. model malam
. ditanam) dicor) dituang
. dicocokkan pada model kerja pada lab
. pada pasien) sedikit dikoreksi saja
. baik untuk kompleks ka,itas
Restorasi Tuang Inlay Direk
(ndikasi%
. baik untuk ka,itas yang kecil atau karies proksimal yang lebar
. untuk retensi klamer gigi tiruan atau pegangan
. inlay distal atau mesial untuk rest seat gigi tiruan
. kelas ( dan kelas (( bila bentuk dan fungsi tidak dapat diaplikasikan amalgam
Restorasi Tuang Onlay
(ndikasi%
. preparasi bidang oklusal 1)3 F 2 mm
. gigi post endo
. slicing pada bidang proksimal
(ndikasi 1:2 onlay%
. kerusakan restorasi amalgam
. restorasi proksimal gigi posterior ka,itas mesial dan distal&
. restorasi gigi posterior tekanan oklusal yang berat&
. bila restorasi perlu memasukkan bagian bukal dan lingual
2ua macam restorasi tuang %
1. (ntra koronal%
=dalah restorasi yang ada di dalam ka,itas
2. @ktra koronal%
=dalah restorasi yang meliputi bagian luar gigi mahkota&
1acam restorasi intra koronal%
Restorasi tuang inlay G teknik direk + indirek
Restorasi tuang onlay G teknik indirek
(nlay porselen G teknik indirek
Heneer G teknik indirek
"yarat !reparasi%
. Umum%
1. :utline form
2. Retention form
3. Resistence form
. 8husus%
1. 2inding ka,itas tegak atau di,ergen 3.3I
2. 5idak ada undercut
3. 'e,el pada ca,osurface =ngle G agar inlay dapat diburnish) mendapatkan adaptasi
yang baik
Retensi
. Utama%
/rictional retention
di dapat gesekan antara dinding ka,itas. gesekan yang besar) bias memberikan retensi
yang besar
. 5ambahan%
Line =ngle tajam pada alas ka,itas
outline form ka,itas yang sempit dan bersudut tajam
pinhole
semen
reser,e be,el di gingi,o aCial line angle
be,el short& pada ca,o surface line angle
http%++library.usu.ac.id+indeC.php+component+journals+indeC.phpJ
optionKcom;journal;re,ie*LidK3033LtaskK,ie*&
2. Resin "omposit
Resin Komposit yang digunakan Dalam Restorasi Rigid
?enis komposit yang digunakan untuk restorasi rigid tergantung teknik pembuatan yang
dipilih tetapi yang umumnya digunakan adalah hibrida atau mikrohibrida.
8omposit hibrida generasi pertama dikembangkan tahun 1080.an yang mengandung
partikel filler berukuran 3.8mikro meter yang disebut midifil. !enelitian membuktikan bah*a
komposit hibrida partikel sedang dengan kekuatan dan resistensi fraktur yang lebih besar)
terbukti 3 tahun bertahan lebih lama dari mikrofil. 8omposit hibrida menghasilkan
permukaan yang halus dan estetis yang kompetitif dengan komposit mikrofil untuk aplikasi
restorasi anterior.
"edangkan mikrohibrida merupakan generasi terbaru komposit mikrifil sebelumnya.
8omposit mikrohibrida diindikasikan untuk inlay) onlay) ,eneer ) dan restorasi cro*n penuh.
Teknik pembuatan restorasi regid resin komposit
Langkah.langkah pembuatan inlay+onlay dengan tekink semidirect intra oral%
1. "etelah preparasi selesai) aplikasikan lapisan tipis lubricant larut air pada gigi. 8emudian
tempatkan matriC band untuk menghasilkan kontak proksimal yang baik.
2. 5umpat resin komposit secara berlapis dan sinari secara terpisah.
3. 'agian oklusal dan aproksimal disinari selama 43 detik.
4. (nlay komposit dilepas dengan sendok atau car,er
3. (nlay dipost cure untuk meningkatkan derajad konfersi) stabilitas dimensional juga
mencegah tekanan penyusutan yang muncul setelah sementasi inlay.
$. (nlay dikembalikan pada preparasi dan perikasa kontak interproksimal.
>. !ermukaan dalam inlay dietsa dengan 30mikro meter alumina atau larutran metakrilat
untuk meningkatkan ikatan bonding inlay dengan semen komposit) etsa silane untuk
permukaan restorasi dan biarkan kering diudara. 5empatkan matriC tofflemire pada gigi
yang dipreparasi untuk memastikan bah*a etsa tidak berkontak dengan gigi yang
didekatnya.
8. 8afitas preparasi dietsa dengan gel asam phospor 30+40M selama 20 detik) cuci selama 3
detik dan keringkan dengan udara untuk menjamin etsaenamel yang adekuat.
0. 2entin diremoister dan coat dentin primer ditempatkan beberapa pada dentin yang
lembab.
10. 2entin diremoister dan coat dentin primer ditempatkan beberapa pada dentin yang
lembab.
11. 1atriC tofflemire dipindahkan
12. 2ual cure adhesif dicampur dan ditempatkan pada permukaan dalam restorasi yang
tidak disinari sebelum penempatan restorasi
13. 2ual cure resin komposit luting sement dicampurkan dan ditempatkan pada preparasi
dan permukaan dalam restorasi dengan srynge.
14. Restorasi ditempatkan pada preparasi dan getarkan dengan hand instrument.
13. 8omposit luting sement berlebih dibuang dengan brus pada permukaan oklusal dan
interproksimal
1$. Restorasi utuh ditempatkan dengan instrumen pada permukaan oklusal secara perlahan
1>. 1argin interproksimal dibersihkan dengan eksplorer dan pisau scalpel nomer 12.
18. Lengkapi polimerisasi dengan menyinari permukaan oklusal selama 00 detik dan 30
detik pada setiap permukaan proksimal.
10. "eluruh margin dihaluskan dengan bur carbide 12 fluted) disk dan polis komposit.
20. Rubber dam dilepaskan dan periksa oklusi dengan kertas artikulasi.
21. =khiri polishing dengan pasta aluminium okside
22. @tsa dengan asam phosfor 30M selama 30 detik dan rebonding.
3. #orselen
!angkah preparasi restorasi rigid porselen:
"!n$!ngan #ertama
1. 5umpatan amalgam dibongkar
2. 8a,itas dibersihkan
3. !reparasi ka,itas
=kses 8e 8aries
5ahap pertama preparsi adalah memperoleh akses ke dentin karies dengan
menggunkan bur fisur tungsten carbide pendek.kuncup dengan kecepatan tinggi.
!enggunaan bur kuncup dan bukan bur fisur sejajar adalah untuk mencegah
terbentuknya undercut.
1enentukan Luas 8aries
?ika akses telah diperoleh) ka,itas bisa dilebarkan kearah bukopalatal sampai dicapai
pertautan email.dentin yang sehat. #al ini menentukan lebar boks arah bukopalatal.
2esain !reparasi 8a,itas
2esain preparasi ka,itas harus memastikan retensi seperti dinding ,ertikal ka,itas
utama yang hampir sejajar dan sedut di,ergensi dinding bukal dan lingual pada
bagian proksimal masing.masing adalah 3
0
.10
0
. ?ika sudut kurang 3
0
) struktur gigi
yang masih ada berada pada keadaan yang terlalu banyak tekanan selama prosedur
sementasi dan jika sudut lebih dari 10
0
) retensinya bermasalah.
8ey*ay
8ey*ay dibuat dengan kemiringan minimal sekitar 10
0
memakai bus fisur kuncup
dan dijaga agar sumbu bur sejajar dengan sumbu gigi. Lebar key*ay diantara tonjol
merupakan daerah yang paling sempit dan melebar kearah yang berla*anan dengan
letak karies aproksimalnya dan dengan mengikuti kontur fisurnya. "etelah membuat
key*ay) ka,itas dikeringkan untuk memeriksa ada tidaknya sisa karies dibagian ini
dan bah*a ka,itasnya sedikit membuka dengan sumbu yang benar. ?ika kemiringan
dinding tidak tepat) maka ketidaktepatan itu harus diperbaiki.
'oks =proksimal
8ini perhatian dapat dialihkan kembali ke lesi aproksimalnya. 2ibagian ini ka,itas
harus di dalamkan memakai bur bulat kecepatan rendah dan dengan cara yang sama
dengan jalan membuang dentin karies pada daerah pertautan email.dentin. 8etika
dentin karies pada pertautan email.dentin telah dibuang) dinding email dapat
dipecahkan dengan pahat pemotong tepi gingi,a. !reparasi dibuat miring sebesar 10
derajat dengan bur fisur runcing. <igi tetangga dilindungi dengan lempeng matriks
untuk melindunginya dari kemungkinan terkena bur. 1enjaga agar sumbu bur sejajar
dengan *aktu pembuatan key*ay merupakan hal yang sangat penting sehingga
bagian boks dan key*aynya mempunyai kemiringan yang sama. !elebaran ke arah
gingi,a hanya dilakukan seperlunya saja sekedar membebaskan pertautan email.
dentin dari karies) demikian juga halnya dalam arah bukolingual. "etiap email yang
tak terdukung dentin sehat) hendaknya dibuang dengan bur fisur kecepatan tinggi.
!embuangan 8aries 2alam
8aries mungkin masih tertinggal di dinding aksial. ?ika dinding karies telah
terbuang) periksalah kemungkinan masih adanya daerah undercut. Undercut
padadaerah pertautan email.dentin seharusnya telah dibersihkan. ?ika masih terdapat
undercut pada dinding aksial) maka undercut tersebut biasanya terletak seluruhnya
pada dentin dan ditutup dengan semen pelapik pada tahap preparasi berikutnya
sehingga preparasi mempunyai kemiringan yang dikehendaki.
'e,el
<aris sudut aksiopulpa hendaknya dibe,el) dengan menggunkan bur fisur. #al ini
untuk memungkinka diperolehnya ketebalan yang cukup bagi pola malam yang kelak
akan dibuat di daerah yang dinilai kritis. 'e,el hendaknya diletakkan di tepi email
agar tepi tipis hasil tuangan dapat dipaskan seandainya kerapatan hasil tuangan
dengan gigi tidak baik. #endaknya be,el tidak diluaskan lebih ke dalam lagi karena
retensi restorasi akan berkurang. 5epi luar be,el harus halus dan kontinyu untuk
memudahkan penyelesaian restorasi dan supaya tepi tumpatannya beradapatsi baik
dengan gigi. 'e,el biasanya tidak dibuat didinding aproksimal karena akan
menciptakan undercut) mengingat sebagian besar tepi ka,itas terletak di ba*ah
bagian gigi yang paling cembung. =kan tetapi dinding gingi,a dapat dan harus
dibe,el. 'e,el gingi,a sangat penting karena akan menigkatkan kecekatan tuangan
yang biasanya merupakan hal yang paling kritis.
4. !ola 1alam
!ola malam dibuat secara%
. 2irect % pembuatan restorasi rigid secara langsung dalam satu kali kunjungan.
. (ndirect % pembuatan restorasi rigid yang dilakukan di laboratorium dan berkali.
kali kunjungan
3. <igi direstorasi rigid sementara dengan menggunakan semen perekat sementara)
seperti Ninc oksid eugenol.
"!n$!ngan "ed!a
$. 5umpatan rigid sementara dibongkar
>. "etelah preparasi selesai) aplikasikan lapisan tipis lubricant larut air atau separating
medium cairan agar atau gliserin& pada gigi. 8emudian tempatkan matriks band) *edge
atau cincin penahan untuk menghasilkan kontak proksimal yang baik.
8. Lalu tumpat dengan porselen. "esuaikan anatomi oklusal dengan menggunkan bur
untuk menghasilkan pit dan fisur) inklinasi tonjol dan batas margin yang baik dan
sistemis.
0. 5rial (nlay+ :nlay porselen pada pasien
10. ?ika kedudukannya baik) restorasi rigid yang sudah ditrial disemenkan pada gigi
tersebut.
11. 8elebihan semen dari tepi.tepi yang dapat dijangkau dibersihkan dengan eska,ator
sementara benang gigi digunakan untuk membuang kelebihan di aproksimal. 5epi.tepi
restorasi harus dilapisi dua lapisan pernis copalite untuk mengurangi pelarutan semen
selama jam.jam pertama pengerasan. "etelah itu) !ermukaan oklusal harus dipoles
dengan pasta pumis yang diletakkan pada bur sikat) diikutu oleh *hiting yang
diletakkan pada berbagai sikat.
%. #orselen &!se to Metal
Restorasi all kramik sangat baik penampilannya dan terlihat natural atau se*arna dengan
gigi tetapi brittle dan cendrung mudah fraktur. 'erbeda degan restorasi metal restorasi
cendrung kuat namun tidak bisa digunakan pada gigi anterior karena pertimbangan estetik.
"ehingga kombinasi keduanya metal kramik restorasi memiliki kekuatan yanga baik dan
penampilan yang diharapkan.
!erlekatan Logam pada !orselen
2ua jenis ikatan utama%
a& -hemical bonding
b& 1echanical interlocking
8egagalan pada Restorasi 8ramik 1etal
a& 1ayoritas kasus yang terjadi oleh karenan
8egagalan biologis% fraktur gigi) periodontal disease) karies sekunder
/raktur prothesisi dan kegagalan estetik) 20M dari kasusu retretment
b& /raktur pada protesis cro*n& terletak pada adhesif kramik coping.