Anda di halaman 1dari 14

1.

1

Latar Belakang
Skoliosis berasal dari kata Yunani yang berarti lengkungan, mengandungarti kondisi
patologik.Vertebra servikal,torakal, dan lumbal membentuk kolumnavertikal dengan pusat
vertebra berada pada garis tengah. Skoliosis adalah deformitastulang belakang yang
menggambarkan deviasi vertebra kearah lateral dan rotasional.Bentuk skoliosis yang paling
sering dijumpai adalah deformitas tripanal dengankomponen lateral,anterior posterior dan
rotasional.Skoliosis dapat dibagi atas dua yaitu skoliosis struktural dan non struktural(postural).
Pada skoliosis postural, deformitas bersifat sekunder atau sebagaikompensasi terhadap beberapa
keadaan diluar tulang belakang, misalnya dengan kakiyang pendek, atau kemiringan pelvis
akibat kontraktur pinggul, bila pasien duduk atau dalam keadaan fleksi maka kurva tersebut
menghilang. Pada skoliosis strukturalterapat deformitas yang tidak dapat diperbaiki pada segmen
tulang belakang yangterkena. Komponen penting dari deformitas itu adalah rotasi vertebra;
processusspinosus memutar kearah konkavitas kurva.Skoliosis structural dapat dibagi menjadi
tiga kategori utama : kongenital,neuromuskular, dan skoliosisidiopatik. Sekitar 80% skoliosis
adalah idiopatik,Skoliosis idiopatik dengan kurva lebih dari 10 derajat dilaporkan dengan
prevalensi0,5-3 per 100 anak dan remaja. Prevalensi dilaporkan pada kurva lebih dari 30
derajatyaitu 1,5-3 per 1000 penduduk. Insiden yang terjadi pada skoliosis idiopatik
infantil bervariasi, namun dilaporkan paling banyak dijumpai di Eropa daripada AmerikaUtara,
dan lebih banyak laki-laki dari pada perempuan.

A.

DEFINISI
Skoliosis adalah kelengkungan tulang belakang yang abnormal ke arahsamping, yang
dapat terjadi pada segmen servikal (leher), torakal (dada)maupun lumbal (pinggang).
Skolisis merupakan penyakit tulang belakang yang menjadi bengkok kesamping kiri atau
kanan sehingga wujudnya merupakan bengkok benjolanyang dapat dilihat dengan jelas
dari arah belakang.Penyakit ini juga sulituntuk dikenali kecuali setelah penderita
meningkat menjadi dewasa (Mion,Rosmawati, 2007).
Skoliosis adalah suatu kelainan bentuk pada tulang belakang dimana
terjadi pembengkokan tulang belakang ke arah samping kiri atau kanan.
Kelainanskoliosis ini sepintas terlihat sangat sederhana.
Skoliosis adalah melengkungnya vertebrae torakalis ke lateral, disertai rotasivertebral.



ETIOLOGI
Skoliosis dibagi dalam dua jenis yaitu non struktural dan struktural.1.

1. Skoliosis non struktural disebabkan oleh :
Tabiat yang tidak baik seperti membawa tas yang berat pada sebelah bahusaja
(menyebabkan sebelah bahu menjadi tinggi), postur badan yang tidak bagus (seperti
selalu membongkok atau badan tidak seimbang).
Kaki tidak sama panjang.
Kesakitan, contohnya disebabkan masalah sakit yang dirasakan di belakangdan sisi luar
paha, betis dan kaki akibat kemerosotan atau kerusakancakera di antara tulang vertebra
dan menekan saraf.



2.Skoliosis struktural disebabkan oleh pertumbuhan tulang belakang yang tidak normal. Ciri
ciri fisiknya adalah sebagai berikut :
Bahu tidak sama tinggi.
Garis pinggang tidak sama tinggi.
Badan belakang menjadi bongkok sebelah.
Payu dara besar sebelah.
Sebelah pinggul lebih tinggi.
Badan kiri dan kanan menjadi tidak simetri.
Terdapat 3 penyebab umum dari skoliosis:
1. Kongenital (bawaan), biasanya berhubungan dengan suatu kelainan dalam pembentukan
tulang belakang atau tulang rusuk yang menyatu
2. Neuromuskuler, pengendalian otot yang buruk atau kelemahan otot ataukelumpuhan akibat
penyakit berikut :Cerebral palsy, Distrofi otot, Polio,Osteoporosis juvenile
3. Idiopatik, penyebabnya tidak diketahui.

C.MANIFESTASI KLINIS
Gejala yang ditimbulkan berupa:
1. Tulang belakang melengkung secara abnormal ke arah samping.
2. Bahu dan atau pinggul kiri dan kanan tidak sama tingginya.
3. Nyeri punggung
4. Kelelahan pada tulang belakang setelah duduk atau berdiri lama
5. Skoliosis yang berat (dengan kelengkungan yang lebih besar dari 60 ) bisamenyebabkan
gangguan pernafasan.
D.KLASIFIKASI
Skoliosis dibagi dalam dua jenis yaitu struktural dan bukan struktural.
1.Skoliosis structural
Skoliosis tipe ini bersifat irreversibel ( tidak dapat di perbaiki ) dan denganrotasi dari tulang
punggung Komponen penting dari deformitas itu adalahrotasi vertebra, processus spinosus
memutar kearah konkavitas kurva.
Tiga bentuk skosiliosis struktural yaitu :
a. Skosiliosis Idiopatik. adalah bentuk yang paling umum terjadi dandiklasifikasikan menjadi 3:
1) Infantile : dari lahir-3 tahun.
2) Anak-anak : 3 tahun 10 tahun
3) Remaja : Muncul setelah usia 10 tahun ( usia yangpaling umum )
2. Skoliosis Kongenital adalah skoliosis yang menyebabkan malformasi satu ataulebih badan
vertebra.
3. Skoliosis Neuromuskuler, anak yang menderita penyakit neuromuskuler (seperti paralisis otak,
spina bifida, atau distrofi muskuler) yang secaralangsung menyebabkan deformitas.
4. Skoliosis nonstruktural ( Postural )Skoliosis tipe ini bersifat reversibel (dapat dikembalikan ke
bentuk semula),dan tanpa perputaran (rotasi) dari tulang punggung..Pada skoliosis
postural,deformitas bersifat sekunder atau sebagai kompensasi terhadap beberapakeadaan diluar
tulang belakang, misalnya dengan kaki yang pendek, ataukemiringan pelvis akibat kontraktur
pinggul, bila pasien duduk atau dalamkeadaan fleksi maka kurva tersebut menghilang.
Ada tiga tipe-tipe utama lain dari scoliosis :
a.Functional: Pada tipe scoliosis ini, spine adalah normal, namun suatulekukan abnormal
berkembang karena suatu persoalan ditempat laindidalam tubuh. Ini dapat disebabkan oleh satu
kaki adalah lebih pendek daripada yang lainnya atau oleh kekejangan-kekejangan di punggung.
b. Neuromuscular: Pada tipe scoliosis ini, ada suatu persoalan ketika tulang-tulang dari spine
terbentuk. Baik tulang-tulang dari spine gagal untuk membentuk sepenuhnya, atau mereka gagal
untuk berpisah satu darilainnya.
c.Degenerative: Tidak seperti bentuk-bentuk lain dari scoliosis yangditemukan pada anak-anak
dan remaja-remaja, degenerative scoliosisterjadi pada dewasa-dewasa yang lebih tua.
d.Lain-Lain: Ada penyebab-penyebab potensial lain dari scoliosis, termasuk tumor-tumor spine
seperti osteoid osteoma. Ini adalah tumor jinak yangdapat terjadi pada spine dan menyebabkan
nyeri/sakit.Nyeri menyebabkanorang-orang untuk bersandar pada sisi yang berlawanan untuk
mengurangi jumlah dari tekanan yang diterapkan pada tumor.Ini dapat menjurus padasuatu
kelainan bentuk spine.
Dari besarnya sudut skoliosis dapat dibagi menjadi
(Kawiyana dalamSoetjiningsih, 2004) :
Skoliosis ringan : sudut Cobb kurang dari 20Skoliosis sedang : sudut Cobb antara 21 40Skoliosis berat : sudut
Cobb lebih dari 41
( Ngastiyah. 2005. Perawatan Anak Sakit. J akarta: EGC. Price, Sylvia Anderson. 2005. Patofisiologi:
Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. J akarta: EGC.\)

Klasifikasi berdasarkan Tipe lengkungan skoliosis

E.KOMPLIKASI
Walaupun skoliosis tidak mendatangkan rasa sakit, penderita perlu dirawat seawalmungkin.
Tanpa perawatan, tulang belakang menjadi semakin bengkok danmenimbulkan berbagai
komplikasi seperti :
1. Kerusakan paru-paru dan jantung.Ini boleh berlaku jika tulang belakang membengkok
melebihi 60 derajat. Tulangrusuk akan menekan paru-paru dan jantung, menyebabkan penderita
sukar bernafas dan cepat capai. Justru, jantung juga akan mengalami kesukaran
memompa darah. Dalam keadaan ini, penderita lebih mudah mengalami penyakit paru-paru dan
pneumonia.
2. Sakit tulang belakang.Semua penderita, baik dewasa atau kanak-kanak, berisiko tinggi
mengalamimasalah sakit tulang belakang kronik. Jika tidak dirawat, penderita mungkin
akanmenghidap masalah sakit sendi. Tulang belakang juga mengalami lebih banyak masalah
apabila penderita berumur 50 atau 60 tahun.

F.PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Pada pemeriksaan fisik penderita biasanya diminta untuk membungkuk kedepan sehingga
pemeriksa dapat menentukan kelengkungan yang terjadi.Pemeriksaan neurologis (saraf)
dilakukan untuk menilai kekuatan, sensasi ataurefleks.
1.Skoliometer adalah sebuah alat untuk mengukur sudut kurvaturai.
2.Rontgen tulang belakangFoto polos : Harus diambil dengan posterior dan lateral penuh
terhadaptulang belakang dan krista iliaka dengan posisi tegak, untuk menilaiderajat kurva dengan
metode Cobb dan menilai maturitas skeletal denganmetode Risser.
Derajat Risser adalah sebagai berikut :
Grade 0 : tidak ada ossifikasi,
grade 1 : penulangan mencapai 25%,
grade 2 : penulangan mencapai 26-50%,
grade 3 : penulangan mencapai 51-75%,
grade 4 : penulangan mencapai 76%
grade 5 : menunjukkan fusi tulang yang komplit.
3.MRI ( jika di temukan kelainan saraf atau kelainan pada rontgen )

G.PENATALAKSANAAN
Tujuan dilakukannya tatalaksana pada skoliosis meliputi 4 hal penting :
1.Mencegah progresifitas dan mempertahankan keseimbangan
2.Mempertahankan fungsi respirasi
3.Mengurangi nyeri dan memperbaiki status neurologis
4.Kosmetik
Adapun pilihan terapi yang dapat dipilih, dikenal sebagai The three Os adalah:
a.Observasi
Pemantauan dilakukan jika derajat skoliosis tidak begitu berat, yaitu <25o pada tulang yang
masih tumbuh atau <50o pada tulang yang sudah berhenti pertumbuhannya. Rata-rata tulang
berhenti tumbuh pada saar usia 19 tahun.Pada pemantauan ini, dilakukan kontrol foto polos
tulang punggung padawaktu-waktu tertentu.Foto kontrol pertama dilakukan 3 bulan
setelahkunjungan pertama ke dokter.Lalu sekitar 6-9 bulan berikutnya bagi yangderajat <20>20.
b.Orthosis
Orthosis dalam hal ini adalah pemakaian alat penyangga yang dikenal dengannama brace.
Biasanya indikasi pemakaian alat ini adalah :
1.Pada kunjungan pertama, ditemukan derajat pembengkokan sekitar 30-40derajat
2.Terdapat progresifitas peningkatan derajat sebanyak 25 derajat.Jenis dari alat orthosis ini
antara lain :
1. Milwaukee
2. Boston
3. Charleston bending brace
Alat ini dapat memberikan hasil yang cukup signifikan jika digunakansecara teratur 23
jam dalam sehari hingga 2 tahun setelah menarche.

Brace dari Milwaukee & Boston efektif dalam mengendalikan progresivitasskoliosis, tetapi harus
dipasang selama 23 jam/hari sampai masa pertumbuhananak berhenti.Brace tidak efektif
digunakan pada skoliosis kongenital maupunneuromuskular. Jika kelengkungan mencapai 40
atau lebih, biasanyadilakukan pembedahan
c.Operasi
Tidak semua skoliosis dilakukan operasi. Indikasi dilakukannya operasi padaskoliosis adalah :
1.Terdapat derajat pembengkokan >50 derajat pada orang dewasa
2.Terdapat progresifitas peningkatan derajat pembengkokan >40-45 derajat pada anak yang
3.sedang tumb
4.Terdapat kegagalan setelah dilakukan pemakaian alat orthosis

KESIMPULAN
Skoliosis adalah kelengkungan tulang belakang yang abnormal ke arahsamping, yang dapat
terjadi pada segmen servikal (leher), torakal (dada) maupunlumbal (pinggang). Penyebab umum
dari skoliosis meliputi kongenital,neuromuskuler dan idiopatik, Skoliosis dibagi menjadi dua
yaitu skoliosis strukturaldan non struktural. Gejala dari skoliosis berupa kelengkungan abnormal
ke arahsamping, bahu dan pinggul tidak sama tinggi, nyeri punggung, kelelahan pada
tulang belakang, dan gangguan pernafasan.Komplikasi yang dapat terjadi pada skoliosis ialah
kerusakan paru-paru dan jantung dan sakit tulang belakang. Untuk pemeriksaan penunjang yang
biasa dilakukan yaitu Rontgen tulang belakang, Skoliometer terapi yang dapat di pilih, dikenal
sebagai The Three O's adalah observasi, orthosis, operasi, prioritas.

DAFTAR PUSTAKA
Brunner dan Suddarth. 2002. Keperawatan M edik al Bed ah. Edisi 3. EGC: Jakarta.Doenges,
Marilyn E. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. EGC : Jakarta.
Nasrul, Effendi. 1995.Pengantar Proses Keperawatan. EGC: Jakarta.
Corwn, Elisabeth. 2009. Buku Saku Patof isiologi. Jakarta : EGC
Guyton, Arthur C. 2007.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC
Kozier. 2004.Fundamental of Nursing. Jakarta : EGC
Price, Wilson. 1995. Patofisiologi. Jakarta : EGC
Sjamsuhidayat. 1997.Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta : EGC
Scribd.com/doc/44564724/MAKALAH-SKOLIOSIS

KOMPLIKASI
System pernafasan
Pada skoliosis berat, di mana lengkungan lebih dari 70 derajat, iga akan menekanparu-paru, sehingga
menimbulkan kesulitan bernafas. bengkoknya tulang belakang juga bisa mengakibatkan volume paru paru
ataupun rongga dada jadi berkurang karenasebagian bengkoknya tulang mengambil ruang atau tempat paru paru.
(Ketut, 2007).

System kardiovaskuler
Pada lengkungan yang lebih besar dari 100 derajat, kerusakan bukan hanya pada paru,namun juga pada jantung.
Pada keadaan demikian, infeksi paru terutama radang paru
akan mudah terjadi. jantung juga akan mengalami kesukaran memompa darah. Dalamkeadaan ini, penderita lebih
mudah mengalami penyakit paru-paru dan pneumonia.
System musculoskeletal
Pada beberapa penelitian, disebutkan bahwa skoliosis depan menimbulkan risikokehilangan densitas tulang
(osteopenia). Terutama pada wanita yang menderitaskoliosis sejak remaja dan risiko menderita osteoporosis
akan meningkat bersamaandengan bertambahnya usia.
Selain postur tubuh yang jelek, skoliosis tingkat ringandan sedang baru menimbulkan keluhan
bila sudah berusia di atas 35 tahun. Keluhan yang mereka derita biasanya sakit kronis di daerah
pinggang yang lebih dinidibandingkan orang yang normal seusianya. Hal ini akibat proses
degenerasi yanglebih dini. Daerah yang menerima beban yang berlebihan (daerah
cekung=concave)akan lebih cepat mengalami proses degenerasi ini. Pada kenyataannya skoliosis
akanmenjadi problem yang perlu mendapat perhatian di masa yang akan datang.
System pencernaan
sistem pencernaan terganggu karena ruang di perut terdesak tulang, sehingga kerjaperistaltic usus kian menurun
System neuromuskuler
berdampak tidak baik pada struktur disekitarnya, salah satunya adalah menekan saraf yang berseliweran di tulang
belakang, gejalanya dapat berupa pegal, kesemutan, sulitbernafas (karena fungsi paru-paru dan jantung terganggu),
cepat merasa lelah, susahuntuk fokus, dan lain sebagainya
Physicians guide to the diagnosis of scoliosis. Available from URL:
Hyperlink http://medstat.med.utah.edu/scoliosis/H&P.html
Terapi
Adapun pilihan terapi yang dapat dipilih, dikenal sebagai The three Os adalah :
1.Observasi
Pemantauan dilakukan jika derajat skoliosis tidak begitu berat, yaitu <25o pada tulangyang masih tumbuh atau
<50o pada tulang yang sudah berhenti pertumbuhannya.Rata-rata tulang berhenti tumbuh pada saar usia 19
tahun.Pada pemantauan ini, dilakukan kontrol foto polos tulang punggung pada waktu-waktutertentu. Foto kontrol
pertama dilakukan 3 bulan setelah kunjungan pertama ke dokter.Lalu sekitar 6-9 bulan berikutnya bagi yang
derajat <20>20.
2.Orthosis
Orthosis dalam hal ini adalah pemakaian alat penyangga yang dikenal dengan namabrace. Biasanya
indikasi pemakaian alat ini adalah
: Pada kunjungan pertama, ditemukan derajat pembengkokan sekitar 30-40o Terdapat progresifitas peningkatan
derajat sebanyak 25 derajat.
Jenis dari alat orthosis ini antara lain :
-Milwaukee brace dan Boston brace : Milwaukee brace,mulai dari leher hingga pinggul, sudah jarang digunakn,
Brace dari Milwaukee& Boston efektif dalam mengendalikan progresivitas skoliosis, tetapi harusdipasang selama
23 jam/hari sampai masa pertumbuhan anak berhenti.
-Charleston bending brace :
Charleston bending brace
hanya dipakai waktumalam. Brace ini pada lengkungan tunggal di pinggang
Operasi
Indikasi dilakukannya operasi pada skoliosis adalah :
-Terdapat derajat pembengkokan >50 derajat pada orang dewasa
-Terdapat progresifitas peningkatan derajat pembengkokan >40-45 derajat pada anak yang sedang tumbuh
-Terdapat kegagalan setelah dilakukan pemakaian alat orthosis

Teknik operasi cukup dilakukan dengan menyemen tulang belakang melalui penyuntikan atau
dikenal dengan vertebroplasty. Cara itu dapat mengurangi rasasakit dan proses penyembuhannya
pun tergolong singkat, sekitar Sebelum ada teknik vertebroplasty, operasi tulang belakang
dilakukan dengan cara pembedahan selebar 14 sampai 16 milimeter. Dengan proses itu, pasien
mesti menjalani proses penyembuhan selama empat sampai lima hari.
Anak-anak yang tidak ada respon dengan brace, yang lengkungannya >45 derajat atau yang mempunyai
keluhan termasuk kelainan fisik, nyeri dan gangguan jantung atauparu, sebaiknya langsung dioperasi. Umumnya
operasi yang dilakukan adalah fusitulang belakang dari belakang (posterior spinal fusion) dengan
menggunakan internalmetal fixation hingga fusi tulang terjadi. Tidak semua skoliosis dilakukan operasi.


PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Pada pemeriksaan fisik penderita biasanya diminta untuk membungkuk ke depansehingga pemeriksa dapat
menentukan kelengkungan yang terjadi.
Pemeriksaan neurologis (saraf) dilakukan untuk menilai kekuatan, sensasi ataurefleks.
Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
1.Skoliometer adalah sebuah alat untuk mengukur sudut kurvaturai.
Cara pengukuran dengan skoliometer dilakukan pada pasien dengan posisimembungkuk, kemudian atur posisi
pasien karena posisi ini akan berubah-ubah tergantung pada lokasi kurvatura, sebagai contoh kurva
dibawahvertebra lumbal akan membutuhkan posisi membungkuk lebih jauhdibanding kurva pada thorakal.
Kemudian letakkan skoliometer padaapeks kurva, biarkan skoliometer tanpa ditekan, kemudian baca angkaderajat
kurva.Pada screening, pengukuran ini signifikan apabila hasil yang diperolehlebih besar dari 50, hal ini biasanya
menunjukkan derajat kurvatura > 200pada pengukuran cobbs angle pada radiologi sehingga memerlukanevaluasi
yang lanjut
2.Rontgen tulang belakang
X-Ray ProyeksiFoto polos : Harus diambil dengan posterior dan lateral penuh terhadaptulang belakang dan krista
iliaka dengan posisi tegak, untuk menilaiderajat kurva dengan metode Cobb dan menilai maturitas skeletal
denganmetode Risser. Kurva structural akan memperlihatkan rotasi vertebra, padaproyeksi posterior-anterior,
vertebra yang mengarah ke puncak prosessusspinosus menyimpang kegaris tengah; ujung atas dan bawah
kurvadiidentifikasi sewaktu tingkat simetri vertebra diperoleh kembali.
Pemeriksaan dasar yang penting adalah foto polos (roentgen) tulangpunggung yang meliputi :
a.Foto AP dan lateral ada posisi berdiri : foto ini bertujuan untuk menentukan derajat pembengkokan skoliosis
b.Foto AP telungkup
c.Foto force bending R and L : foto ini bertujuan untuk menentukanderajat pembengkokan setelah dilakukan
bending
d.Foto pelvik AP
MRI
( jika di temukan kelainan saraf atau kelainan pada rontgen
Cobb Angle
diukur dengan menggambar garis tegak lurus dari batas superior darivertebra paling atas pada
lengkungan dan garis tegak lurus dari akhir inferior vertebrapaling bawah. Perpotongan kedua
garis ini membentuk suatu sudut yang diukur.
Maturitas kerangka
dinilai dengan beberapa cara, hal ini penting karena kurva seringbertambah selama periode
pertumbuhan dan pematangan kerangka yang cepat.Apofisis iliaka mulai mengalami penulangan
segera setelah pubertas; ossifikasi meluaskemedial dan jika penulangan krista iliaka selesai,
pertambahan skoliosis hanya minimal.Menentukan maturitas skeletal melalui tanda Risser,
dimana ossifikasi pada apofisisiliaka dimulai dari Spina iliaka anterior superior (SIAS) ke
posteriormedial. Tepi iliakadibagi kedalam 4 kuadran dan ditentukan kedalam grade 0 sampai
5.Derajat Risser adalah sebagai berikut :
Grade 0 : tidak ada ossifikasi,
grade 1 : penulangan mencapai 25%,
grade 2 : penulangan mencapai 26-50%,
grade 3 : penulangan mencapai 51-75%,
grade 4 : penulangan mencapai 76%
grade 5 : menunjukkan fusi tulang yang komplit.
(http://syukronaffdoc.blogspot.com/2009/05/asuhan-keperawatan-klien- dengan.htmlvvv )
H.HEALTH EDUCATION
Latihan sangat dianjurkan untuk mencegah bertambah besarnya lengkungan. Salah satucontoh latihan tersebut
adalah Tung Mei Massage. Tung Mei Massage adalah terapi jasmani perpaduan antara gerakan pijat spesifik
anmo massage dan sejenis teknik gerakan chiropatic, seperti menekuk, menarik, serta meregangkan tubuh.
Terapi ini tetapmemakai panduan medis, seperti hasil roentgen dari penderita skoliosis. Agar Tak Kembali
Bengkok berikut adalah tips yang dapat dilakukan oleh penderita skoliosis :
Bila bangun dari posisi berbaring, dianjurkan memiringkan tubuh terlebih dulu,barulah bangkit perlahan.
Tidak boleh membungkukkan badan.
Jika membungkukkan badan, posisi tubuh harus jongkok--bila ingin mengambilsesuatu.
Tidak boleh mengangkat barang atau beban berat selama menjalani terapi, terutamabila masih ada rasa sakit.
Saat kondisi sudah membaik, bukan berarti bisa beraktivitas sembarangan.
Herniated nucleus pulposus dan skoliosis tidak bisa sembuh total serta ada risikoterulang lagi bila ada faktor
pemicunya, seperti jatuh, mengangkat beban terlalu berat,atau salah melakukan gerakan tubuh.
Scoliosis. AvailablefromURL: http://www.keepkidshealthy.com/welcome/ conditions/scoliosis.html

DAFTAR PUSTAKA
Lauerman WC, Regan M. Spine. In : Miller, editor. Review of Orthopaedics. 2nd ed. Philadelphia :
W.B. Saunders, 1996 : 270-91

Miller F, Horne N, Crofton SJ. Tuberculosis in Bone and Joint. In : Clinical
Tuberculosis.2nd ed.:London : Macmillan Education Ltd, 1999 : 62-6.

Lauerman WC, Regan M. Spine. In : Miller, editor. Reviewof Orthopaedics.