Anda di halaman 1dari 43

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan
fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina
peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu
kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Menurut Depkes RI
(2004), puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang
bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerja. Secara
nasional, standar wilayah kerja puskesmas adalah satu kecamatan. Tetapi apabila disatu
kecamatan terdapat lebih dari satu puskesmas, maka tanggung jawab wilayah kerja dibagi
antar puskesmas dengan memperhatikan keutuhan konsep wilayah (desa, kelurahan, RW),
dan masing-masing puskesmas tersebut secara operasional bertanggung jawab langsung
kepada dinas kesehatan kabupaten/ kota.
1
Pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas merupakan pelayanan yang
menyeluruh yang meliputi pelayanan kuratif (pengobatan), preventif (pencegahan), promotif
(peningkatan kesehatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan). Pelayanan tersebut
ditujukan kepada semua penduduk di wilayah kerjanya. Dalam KEPMENKES RI No. 128
tahun 2004 dinyatakan bahwa fungsi Puskesmas dibagi menjadi tiga fungsi utama, antara lain
: pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat,
pusat pelayanan kesehatan strata pertama. Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi
tanggungjawab puskesmas meliputi : Pelayanan kesehatan perorangan, pelayanan kesehatan
masyarakat.
1,2
Terdapat beberapa Puskesmas yang memiliki unit gawat darurat. Gawat darurat
adalah keadaan klinis pasien yang membutuhkan tindakan medis segera guna penyelamatan
nyawa dan pencegahan kecacatan lebih lanjut.
2
Sesuai dengan pasal 32 Undang-undang
Republik Indonesia no.36 tahun 2009 tentang kesehatan menyebutkan bahwa dalam keadaan
darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, wajib memberikan
pelayanan kesehatan bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan terlebih
dahulu. Dalam pelayanan kesehatan, tidak hanya rumah sakit yang membutuhkan fasilitas
memadai, puskesmas juga juga harus dilengkapi dengan peralatan-peralatan medis dan non
medis yang memadai sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan dan juga harus memenuhi
2

standar mutu, keamanan dan keselamatan serta mempunya izin edar sesuai dengan ketentuan
perundangundangan. Dalam melakukan pelayanan juga harus membutuhkan sumber daya
manusia yang berkompeten dalam melakukan upaya kesehatan dengan pendekatan promotif,
preventif, kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh dan
berkesinambungan. Pada tahun 2007, data kunjungan IGD di Indonesi mencapai 4.402.205
(13,3% dari total kunjungan ke RSU) dengan jumlah Rumah Sakit Umum 1.033 Rumah Sakit
Umum dari 1.319 Rumah Sakit yang ada.
3
Untuk data kunjungan IGD di Puskesmas
Jatinegara tahun 2013 sebanyak1.546 dari 36.969 pasien yang datang, sedangkan data
kunjungan IGD di Puskesmas Jatinegara Bulan Januari-Juni 2014 sebanyak 900 pasien dari
21.848 pasien yang berkunjung ke Puskesmas Jatinegara dengan jumlah pasien akibat
kecelakaan lalu lintas sebanyak 76 orang.
4
Angka Kematian Ibu (AKI) di Puskesmas
Jatinegara untuk tahun 2013 sebanyak 1 sedangkan tahun 2014 tidak ada.
3,4
Yoon et al
mengemukakan bahwa faktor yang mempengaruhi keterlambatan penanganan kasus gawat
darurat adalah karakteristik pasien, penempatan staf, ketersediaan strecher dan petugas
kesehatan, waktu ketibaan pasien, pelaksanaan manajemen dan strategi pemeriksaan dan
penanganan yang dipilih.
5
Dalam pelayanan kesahatan baik di dalam rumah sakit maupun di luar rumah sakit
tidak tertutup kemungkinan timbulnya konflik. Konflik tersebut dapat terjadi antara tenaga
kesehatan dengan pasien maupun antar sesama tenaga kesehatan (baik satu profesi maupun
antar profesi). Hal yang lebih khusus adalah dalam penanganan kegawatdaruratan medis
dapat terlibat pula unsur-unsur masyarakat non-tenaga kesehatan.
6

Untuk mengatasi konflik yang terjadi tersebut, seharusnya pelayanan kesehatan harus
sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam undang-undang dan harus sesuai
dengan etika dan norma hukum yang berlaku. Terutama dalam hal pelayanan gawat darurat.
Hal ini mempunyai aspek khusus karena mempertaruhkan kelangsungan hidup seseorang.
Dalam segi yuridis khususnya hukum kesehatan terdapat beberapa pengecualian yang
berbeda dengan keadaan biasa. Oleh karena itu, agar terwujudnya sistem pelayanan gawat
darurat secara terpadu maka dalam penerapannya harus mempersiapkan komponen-
komponen penting didalamnya seperti (1) Sistem Komunikasi, (2) Pendidikan, (3)
transportasi, (4) pendanaan, dan (5) Quality Control. Dan juga sebuah puskesmas harus
mempunyai kelengkapan dan kelayakan fasilitas unit gawat darurat yang mumpuni sesuai
dengan standar pelayanan gawat darurat.
7


3



1.2 Rumusan Masalah

Bagaimanakah kesiapan Puskesmas Jatinegara dalam menghadapi kegawatdaruratan?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum
Mengetahui kesiapan Puskesmas Jatinegara dalam menghadapi kegawatdaruratan di UGD

1.3.2 Tujuan Khusus
a. Mengetahui kelengkapan fasilitas pelayanan dan alat-alat kesehatan yang
dimiliki di Puskesmas Jatinegara.
b. Mengetahui kesiapan petugas kesehatan dalam menghadapi kegawatdaruratan di
Puskesmas Jatinegara.

1.4 Manfaat Penelitian
1. Memberikan informasi kepada petugas kesehatan maupun masyarakat mengenai
kelengkapan dan kelayakan fasilitas unit gawat darurat di Puskesmas Jatinegara.
2. Menjadikan tolak ukur bagi sebuah puskesmas agar fasilitas yang tersedia di Unit Gawat
Darurat Puskesmas harus lengkap layak serta sesuai dengan standar operasional pelayanan
unit gawat darurat.
3. Memberikan bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya tentang kelengkapan dan
kelayakan fasilitas unit gawat darurat di puskesmas wilayah tertentu.

1.4 Batasan Operasional
Batasan operasional dalam Kesiapan Puskesmas Jatinegara dalam Menghadapi
Kegawatdaruratan di Unit Gawat Darurat adalah:
1. Kesiapan : kondisi siap pada puskesmas yang meliputi kondisi sumber daya
puskesmas, komunikasi, struktur birokrasi, dan disposisi.
2. Kegawatdaruratan : keadaan klinis pasien yang membutuhkan tindakan medis segera
guna penyelamatan nyawa dan pencegahan kecacatan lebih lanjut.
4

3. Unit Gawat Darurat : Layanan yang disediakan untuk kebutuhan pasien yang dalam
kondisi gawat darurat dan harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan
penanganan gawat dan darurat secara tepat.
1.5 Dasar-dasar Kebijakan
1. Pasal 32 Undang-undang Republik Indonesia no.36 tahun 2009 tentang kesehatan
2. KEPMENKES RI No. 128 tahun 2004 dinyatakan bahwa fungsi Puskesmas dibagi
menjadi tiga fungsi utama, antara lain : pusat penggerak pembangunan berwawasan
kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat, pusat pelayanan kesehatan strata
pertama.

1.6 Metodologi
1.6.1 Ruang Lingkup Penelitian
Disiplin ilmu yang terkait dengan penelitian ini adalah ilmu kesehatan masyarakat
dan kedokteran pencegahan serta Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal.
1.6.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian ini adalah Puskesmas Jatinegara, Kecamatan Jatinegara, Kab.
Tegal. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2014.
1.6.3 Rancangan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif.
1.6.4 Populasi dan Sampel Penelitian
1.6.4.1 Populasi Target
Populasi target dalam penelitian ini adalah sistem pelayanan Unit Gawat Darurat di
Puskesmas Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
1.6.4.2 Populasi terjangkau
Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah sistem pelayanan Unit Gawat Darurat
di Puskesmas Jatinegara , Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal pada bulan Juli 2014.
1.6.4.3 Sampel
Sampel penelitian adalah fasilitas pelayanan, alat-alat kesehatan dan petugas
kesehatan yang terdapat di Unit Gawat Darurat Puskesmas Jatinegara, Kecamatan Jatinegara,
Kabupaten Tegal pada bulan Juli 2014.
1.6.5. Cara Pengambilan Sampel
5

Sampel penelitian diambil dengan metode checklist surveilans dan observasi langsung
terhadap fasilitas pelayanan, alat-alat kesehatan dan petugas kesehatan yang terdapat di Unit
Gawat Darurat Puskesmas Jatinegara pada bulan Juli 2014.

6

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Puskesmas
2.1.1 Definisi Puskesmas
Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas adalah Fasilitas pelayanan kesehatan yang
digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan tingkat pertama, merupakan
pos terdepan dalam pembangunan kesehatan masyarakat, yaitu promotif, preventif, kuratif
maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau
masyarakat.
8

Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan di tingkat
Kecamatan/Kelurahan/Desa yang merupakan gabungan fasyankes UKM dan UKP
primer/tingkat pertama, dengan fokus utamanya pada pelayanan promotif dan preventif,
dalam upaya mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah
kerjanya.
8

Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) adalah suatu organisasi kesehatan
fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina
peran serta masyarakat di samping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu
kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Menurut Depkes RI
(2004), puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang
bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerja. Secara
nasional, standar wilayah kerja puskesmas adalah satu kecamatan. Tetapi apabila disatu
kecamatan terdapat lebih dari satu puskesmas, maka tanggung jawab wilayah keja dibagi
antar puskesmas dengan memperhatikan keutuhan konsep wilayah (desa, kelurahan, RW),
dan masing-masing puskesmas tersebut secara operasional bertanggung jawab langsung
kepada dinas kesehatan kabupaten/ kota.
1,2
2.1.2 Fungsi Puskesmas
Puskemas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama menyelenggarakan
fungsi :
8
a. UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat) primer/tingkat pertama di wilayah kerjanya
7

b. Penyedia data dan informasi kesehatan di wilayah kerjanya sekaligus dikaitkan
dengan perannya sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan di
wilayahnya.
c. UKP (Upaya Kesehatan Perseorangan) primer/tingkat pertama, yang berkualitas dan
berorientasi pada pengguna layanannya.
Puskesmas dalam menyelenggarakan fungsi tersebut harus memperhatikan kebutuhan
masyarakat sesuai situasi dan kodisi spesififik spesifik.
Sebagaimana disebutkan dalam UU No. 36/ 2009, untuk mewujudkan derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya bagi masyarakat, diselenggarakan upaya
kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan
perseorangan dan masyarakat. Pemerintah, Pemda (provinsi/kabupaten/kota) dan
atau masyarakat bertanggung jawab atas penyelenggaraan upaya kesehatan yang
dilaksanakan melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif,
dilaksanakan menyeluruh, terpadu berkesinambungan.
1,2
Puskesmas menyelenggarakan upaya kesehatan minimal harus dapat memenuhi
kebutuhan kesehatan dasar masyarakat, mengutamakan upaya kesehatan yang
mempunyai daya ungkit tinggi dalam pencapaian sasaran pembangunan kesehatan,
target utama penduduk rentan dengan prioritas sasaran Ibu, Bayi dan Anak. Upaya
kesehatan dilaksanakan berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan.
Penyelenggaraan upaya kesehatan dilakukan melalui berbagai kegiatan, sebagaimana
disebutkan di dalam UU. No. 36 tahun 2009, pada pasal 48. Kegiatan pelayanan
kesehatan perseorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat, yang masing-masing
terdiri atas tiga tingkatan, yaitu:
1,2
a. Pelayanan kesehatan perseorangan primer/tingkat pertama (PKPP)
sekunder/tingkat kedua (PKPS), dan tersier/tingkat ketiga (PKPT).
b. Pelayanan kesehatan masyarakat primer/tingkat pertama (PKMP), sekunder/
tingkat kedua (PKMS) dan tersier/tingkat ketiga (PKMT).
Pelayanan Pelayanan kesehatan perseorangan primer/tingkat pertama (PKPP)
adalah pelayanan kesehatan dengan saranan perorangan dan keluarga yang
bertujuan memberikan pelayanan pengobatan dan pemulihan tanpa mengabaikan
upaya peningkatan dan pencegahan, termasuk di dalamnya pelayanan kebugaran
dan gaya hidup sehat (healthy life style).
8

Adapun pelayanan kesehatan masyarakat tingkat pertama/primer (PKMP) adalah
Pelayanan kesehatan dengan sasaran kelompok dan masyarakat di wilayah kerja
puskesmas yang bertujuan memelihara dan meningkatkan kesehatan dan mencegah
penyakit, pada sasaran kelompok dan masyarakat.
Dalam upaya untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat di
wilayah kerjanya, Puskesmas memilki jejaring fasilitas pelayanan kesehatan
Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling, Poskesdes/Bidan di Desa dan fasilitas
kesehatan berbasis masyarakat atau upaya kesehatan berbasis masyarakat UKBM.
2.1.3 Upaya Puskemas
Upaya atau kegiatan pelayanan kesehatan perseorangan dan kesehatan masyarakat
primer/tingkat pertama yang penyelenggaraannya di dalam dan atau di luar gedung
Puskesmas dan jejaringnya yang penyelenggaraannya sesuai kebutuhan spesifik
masing-masing daerah, kemampuan sumber daya manusia, sarana, prasarana dan
peralatan yang dimiliki adalah sebagai berikut :
8
a. Pengobatan
b. Kesehatan Ibu dan Anak
c. Keluarga Berencana
d. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
e. Kesehatan Jiwa
f. Kesehatan Gigi dan Mulut
g. Kesehatan Sekolah
h. Keperawatan Kesehatan Masyarakat
i. Kesehatan Kerja
j. Kesehatan Mata
k. Kesehatan Usia Lanjut
l. Perbaikan Gizi Masyarakat
m. Promosi Kesehatan
n. Kesehatan Lingkungan
o. Kesehatan Olah Raga
p. Pembinaan Kesehatan Tradisional
Upaya atau kegiatan pelayanan kesehatan perseorangan dan kesehatan masyarakat
primer/tingkat dapat dikembangkan oleh Puskesmas sesuai kebutuhan dalam upaya
peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas
9

merupakan pelayanan yang menyeluruh yang meliputi pelayanan kuratif (pengobatan),
preventif (pencegahan), promotif (peningkatan kesehatan) dan rehabilitatif (pemulihan
kesehatan). Pelayanan tersebut ditujukan kepada semua penduduk di wilayah kerjanya.
Dalam KEPMENKES RI No. 128 tahun 2004 dinyatakan bahwa fungsi Puskesmas dibagi
menjadi tiga fungsi utama, antara lain:
1,2
1. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan.
Puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan
pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah
kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan. Di samping
itu puskesmas aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan
setiap program pembangunan di wilayah kerjanya. Khusus untuk pembangunan
kesehatan, upaya yang dilakukan puskesmas adalah mengutamakan pemeliharaan
kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan
pemulihan kesehatan.
2. Pusat pemberdayaan masyarakat.
Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga dan
masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran, kemauan, dan kemampuan
melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan aktif dalam
memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaannya, serta ikut
menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan.
Pemberdayaan perorangan, keluarga dan masyarakat ini diselenggarakan dengan
memperhatikan kondisi dan situasi, khususnya sosial budaya masyarakat setempat.
3. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
Puskesmas bertanggungjawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama
secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan kesehatan tingkat pertama
yang menjadi tanggungjawab puskesmas meliputi:
a. Pelayanan kesehatan perorangan
Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat pribadi (private
goods) dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan
perorangan, tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit.
Pelayanan perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk puskesmas tertentu
ditambah dengan rawat inap.
b. Pelayanan kesehatan masyarakat
10

Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat publik (public
goods) dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta
mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan
kesehatan. Pelayanan kesehatan masyarakat tersebut antara lain promosi kesehatan,
pemberantasan penyakit, penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, peningkatan
kesehatan keluarga, keluarga berencana, kesehatan jiwa serta berbagai program
kesehatan masyarakat
Berdasarkan buku manual pelaksanaan program JKN BPJS kesehatan, puskesmas
sebagai salah satu pemberi pelayanan kesehatan tingkat pertama dapat melayani jenis
pelayanan kesehatan non spesialistik yang mencakup:
8
1. Rawat Jalan Tingkat Pertama
Administrasi pelayanan; meliputi biaya administrasi pendaftaran peserta untuk
berobat, penyediaan dan pemberian surat rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat
lanjutan untuk penyakit yang tidak dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat
pertama
Pelayanan promotif dan preventif; meliputi kegiatan penyuluhan kesehatan
perorangan, imunisasi dasar, KB dan skrining kesehatan
Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis;
Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif;
Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai;
Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pratama; dan
Pemeriksaan ibu hamil, nifas, ibu menyusui dan bayi
Rehabilitasi medik dasar
2. Pelayanan Gigi
Administrasi pelayanan
Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis
Premedikasi
Kegawatdaruratan oro-dental
Pencabutan gigi sulung
Pencabutan gigi permanen tanpa penyulit
Obat pasca ekstraksi
Scalling gigi (1x dalam setahun)
3. Rawat Inap Tingkat Pertama
11

Cakupan pelayanan rawat inap tingkat pertama sesuai dengan cakupan pelayanan
rawat jalan tingkat pertama dengan tambahan akomodasi bagi pasien sesuai indikasi
medis
4. Pelayanan Darah sesuai Indikasi Medis
Pelayanan tranfusi darah di fasilitas kesehatan tingkat pertama dapat dilakukan pada
kasus:
a. Kegawatdaruratan maternal dalam proses persalinan
b. Kegawatdaruratan lain untuk kepentingan keselamatan pasien
c. Penyakit thalasemia, hemofilia dan penyakit lain setelah mendapat rekomendasi
dari dokter Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan
2.1.4 Jenis Puskesmas
8

2.1.4.1 Puskesmas
Untuk pemerataan jangkauan pelayanan dalam wilayah kerjanya di kecamatan, setiap
Puskesmas didukung (3-5) Puskesmas Pembantu, sedangkan untuk menjangkau
masyarakat di dalam wilayah kerja Puskesmas yang sulit mengakses pelayanan
Puskesmas atau Puskesmas pembantu, maka Puskesmas akan bergerak ke lapangan
dalam Tim Puskesmas Keliling.
Untuk menjangkau secara lebih luas target sasaran maternal (Ibu hamil, melahirkan
dan nifas), bayi baru lahir, bayi, Anak Balita, dan Pasangan Usia Subur (PUS),
ditempatkan tenaga-tenaga Bidan untuk ditugaskan di Desa-desa. Bidan di Desa juga
bertanggung-jawab atas pelaksanaan pemberdayaan masyarakat desa, pelayanan di
Posyandu, dan bilamana Polindes sudah dibangun, Bidan akan melayani persalinan
disana. Selanjutnya dengan dikembangkannya Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) di
Desa, Bidan bertanggung jawab atas penyelenggaraan pelayanan kesehatan di
Poskesdes.
2.1.4.2 Puskesmas dengan Rawat Inap
Puskesmas Perawatan atau Puskesmas Rawat Inap terutama merupakan Puskesmas
yang diberi tambahan ruangan dan fasilitas untuk menolong penderita gawat darurat,
baik berupa tindakan operatif terbatas maupun rawat inap sementara. Puskesmas
dengan rawat inap biasanya yang letaknya strategis terhadap Puskesmas-Puskesmas di
sekitarnya dan letaknya jauh dari pusat rujukan Rumah Sakit, fungsi pelayanannya
12

ditingkatkan dengan kemampuan pelayanan emergensi dan tindakan medik
spesialistik terbatas, rawat inap sementara untuk (3-5) hari.
Adanya kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tempat tinggalnya jauh
dari Rumah Sakit, Puskesmas yang semula hanya dipersiapkan untuk pertolongan
emergensi dan kecelakaan lalu lintas jalan raya, pembangunannya diperluas ke lokasi-
lokasi lainnya yang strategis sebagai pusat rujukan-antara di wilayah kabupaten, yang
dapat memberikan layanan rawat inap tingkat pertama.
Tabel 2.1 Model DSP Puskesmas Pedesaan.
9

2.2 Unit gawat Darurat.
10

Gawat darurat adalah kejadian yang mendadak atau kejadian yang tidak disangka-sangka
seperti suatu kecelakan dan lain-lain.
Menurut The American Hospital Association (AHA) pengertian gawat darurat adalah An
emergency is any condition that in the opinion of the patient, his family, or whoever assumes
the responsibility of bringing the patient to the hospital-requires immediate medical
attention. This condition continues until a determination has been made by a health care
professional that the patients life or well-being is not threatened.

13

2.2.1 Status Kegawatan Pasien
Status kegawatan pasien Instalasi gawat Darurat 10 terdiri dari :
a) Pasien gawat darurat
pasien yang tiba-tiba berada dalam keadaan gawat darurat atau akan menjadi gawat dan
terancam nyawanya atau anggota badannya (akan menjadi cacat) bila tidak mendapat
pertolongan secepatnya.
b) Pasien gawat tidak darurat
pasien berada dalam keadaan gawat tetapi tidak memerlukan tindakan darurat, misalnya
kanker stadium lanjut.
c) Pasien darurat tidak gawat
pasien akibat musibah yang datang tiba-tiba, tetapi tidak mengancam nyawa dan anggota
badannya, misalnya luka sayatan dangkal.
d) Pasien tidak gawat tidak darurat
misalnya pasien dengan ulcus tropicum, TBC kulit, dan sebagainya.
2.2.2 Kejadian Kegawatdaruratan
a. Kecelakaan (accident)
suatu kejadian dimana interaksi berbagai faktor yang datangnya mendadak, tidak dikehendaki
sehingga menimbulkan cedera (fisik,mental dan sosial).
Kecelakaan dan cedera dapat diklasifikasikan menurut :
1. Tempat kejadian :
a) Kecelakaan lalu lintas;
b) Kecelakaan di lingkungan rumah tangga;
c) Kecelakaan dilingkungan pekerjaan;
d) Kecelakaan di sekolah;
e) Kecelakaan di tempat-tempat umum lain seperti halnya tempat rekreasi, perbelanjaan, di
arena olahraga, dan lain-lain.
2. Mekanisme kejadian :
Tertumbuk, jatuh, terpotong, tercekik oleh benda asing, tersengat, terbakar baik karena efek
kimia, fisik maupun listrik atau radiasi.
3. Waktu kejadian :
a) Waktu perjalanan (travelling/transport time)
b) Waktu bekerja, waktu sekolah, waktu bermain dan lain-lain.
c) Cedera
Masalah kesehatan yang didapat/ dialami sebagai akibat kecelakaan.
14

d) Bencana
Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam dan atau manusia yang
mengakibatkan korban dan penderitaan manusia, kerugian harta
benda, kerusakan lingkungan, kerusakan sarana dan prasarana umum serta menimbulkan
gangguan terhadap tata kehidupan dan penghidupan masyarakat dan pembangunan nasional
yang memerlukan pertolongan dan bantuan.
2.3 Sistem Penanggulangan Penderita Gawat Darurat
11

2.3.1 Tujuan
Tercapainya suatu pelayanan kesehatan yang optimal, terarah dan terpadu bagi setiap anggota
masyarakat yang berada dalam keadaan gawat darurat. Upaya pelayanan kesehatan pada
penderita gawat darurat pada dasarnya mencakup suatu rangkaian kegiatan yang harus
dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu mencegah kematian atau cacat yang
mungkin terjadi.
Cakupan pelayanan kesehatan yang perlu dikembangkan meliputi :
a. penanggulangan penderita ditempat kejadian;
b. transportasi penderita gawat darurat dari tempat kejadian ke sarana kesehatan yang lebih
memadai;
c. upaya penyediaan sarana komunikasi untuk menunjang kegiatan penanggulangan penderita
gawat darurat;
d. upaya rujukan ilmu pengetahuan, pasien dan tenaga ahli.
e. upaya penanggulangan penderita gawat darurat ditempat rujukan (unit gawat darurat dan
ICU).
f. upaya pembiayaan penderita gawat darurat.
2.3.2 Komponen sistem penanggulangan penderita gawat darurat.
11
2.3.2.1 Komponen Pra Pelayanan Kesehatan
Pada umumnya yang pertama menemukan penderita gawat darurat di tempat musibah adalah
masyarakat yang dikenal dengan istilah orang awam. Oleh karena itu, sangatlah bermanfaat
1. golongan awam biasa antara lain seperti, guru, pelajar, ibu rumah
tangga, petugas hotel dan lain-lain.
2. golongan awam khusus antara lain :
a). anggota polisi
b). petugas Dinas Pemadam Kebakaran
c). satpam/hansip
d). petugas DLLAJR
15

e). petugas SAR (Search and Rescue)
f). anggota pramuka (PMR)
Kemampuan penanggulangan penderita gawat darurat (Basic Life Support) yang harus
dimiliki oleh orang awam adalah
12

a). cara meminta pertolongan
b). resusitasi kardiopulmoner sederhana
c). cara menghentikan perdarahan
d). cara memasang balut/bidai
e).cara transportasi penderita gawat darurat
b. Tenaga perawat/ paramedis
disamping pengetahuan dasar keperawatan yang telah dimiliki oleh perawat, mereka
memperoleh tambahan pengetahuan penanggulangan penderita gawat darurat (Advance Life
Suport) untuk melanjutkan pertolongan yang sudah diberikan.
c. Tenaga Medis (Dokter Umum)
Disamping pengetahuan medis yang telah dikuasai, dokter umum perlu mendapat
pengetahuan dan keterampilan tambahan agar mampu menanggulangi penderita gawat
darurat.
Dalam memasyarakatkan penanggulangan penderita gawat darurat yang penting adalah :
a. Semua pusat pendidikan penanggulangan penderita gawat darurat mempunyai kurikulum
yang sama
b. mempunyai sertifikat dan lencana tanda lulus yang sama
13
Dengan demikian instansi manapun yang menyelenggarakan pendidikan penanggulangan
penderita gawat darurat, para siswa akan mempunyai kemampuan yang sama. Lencana akan
memudahkan mereka memberikan pertolongan dalam keadaan sehari-hari maupun bila ada
bencana.
2.3.2.2 Pelayanan Transportasi Penderita Gawat Darurat ( Sub - Sistem Transportasi)
a. Tujuan
Memindahkan penderita gawat darurat dengan aman tanpa memperberat keadaan penderita
ke sarana kesehatan yang memadai
b. Persyaratan yang harus dipenuhi untuk transportasi penderita gawat darurat
1. sebelum diangkat
a) gangguan pernapasan dan kardiovaskuler telah ditanggulangi
b) perdarahan telah dihentikan
c) luka-luka telah ditutup
16

d) patah tulang telah difiksasi
2. selama perjalanan, harus dimonitor kesadaran, pernapasan, tekanan darah, denyut nadi dan
keadaan luka
c. Ambulans
Ambulans gawat darurat harus mencapai tempat kejadian 6-8 menit supaya dapat mencegah
kematian karena sumbatan jalan napas, henti napas, henti jantung, dan perdarahan massif.
13

2.3.2.3 Pelayanan Komunikasi Medik untuk Penanggulangan Penderita Gawat
Darurat (Sub-Sistem Komunikasi)
Pada dasarnya pelayanan komunikasi di sektor kesehatan terdiri dari:
a. Komunikasi kesehatan
Sistim komunikasi ini digunakan untuk menunjang pelayanan kesehatan di bidang
administratif.
b. Komunikasi medis
Sistim komunikasi ini digunakan untuk menunjang pelayanan kesehatan di bidang teknis-
medis.
1. Tujuan
Untuk mempermudah dan mempercepat penyampaian dan penerimaan informasi dalam
menanggulangi penderita gawat darurat.
2. Fungsi komunikasi medis dalam penanggulangan penderita gawat darurat
a) Untuk memudahkan masyarakat dalam meminta pertolongan ke sarana kesehatan (akses
kedalam sistem gawat darurat).
b) Untuk mengatur dan membimbing pertolongan medis yang diberikan di tempat kejadian
dan selama perjaanan ke sarana kesehatan yang lebih memadai.
c) Untuk mengatur dan memonitor rujukan penderita gawat darurat dari puskesmas ke rumah
sakit atau antar rumah sakit.
d) Untuk mengkoordinir penanggulangan medis korban bencana.
c. Jenis Komunikasi
1. Komunikasi tradisionil, seperti kentongan, beduk, trompet dll
13

2. Komunikasi modern, seperti telepon/ telepon genggam, radio, komputer,dll
d. Sarana komunikasi
Yang dimaksud adalah berupa Sentral komunikasi (pusat komunikasi).
1. Fungsi Pusat komunikasi
a) Mengkoordinir penanggulangan penderita gawat darurat mulai dari tempat kejadian sampai
ke sarana kesehatan yang sesuai yaitu dengan:
17

(1) menerima dan menganalisa permintaan pertolongan
(2) mengatur ambulans terdekat ke tempat kejadian
(3) menghubungi rumah sakit terdekat untuk mengetahui fasilitas yang tersedia (tempat tidur
kosong) pada saat itu
(4) mengatur / memonitor rujukan penderita gawat darurat
b) Menjadi pusat komando dan mengkoordinir penanggulangan medis korban bencana
2. Syarat-syarat sentral komunikasi
a) harus mempunyai nomor telepon khusus (sebaiknya 3 digit)
b) mudah dihubungi dan memberikan pelayanan 24 jam sehari
c) dilayani oleh tnaga medis yang trampil dan berpengalaman
3. Syarat alat sentral komunikasi, yaitu telepon, radio komunikasi, faksimile, komputer (bila
diperlukan), tenaga yang trampil dan komunikatif, dan konsulen medis yang menguasai
masalah kedaruratan medis.
12

2.3.2.2 Komponen Intra Pelayanan Kesehatan
1) Upaya pelayanan penderita gawat darurat di unit gawat darurat
Seringkali Puskesmas berperan sebagai pos terdepan dalam menanggulangi penderita
sebelum memperoleh penanganan yang memadai di rumah sakit. Oleh karena itu Puskesmas
dalam wilayah tertentu harus buka selama 24 jam dan mampu dalam melakukan hal-hal
dibawah ini :
a. Melakukan resusitasi dan life support
b. Melakukan rujukan penderita-penderita gawat darurat sesuai dengan kemampuan
c. Menampung dan menanggulangi korban bencana
d. Melakukan komunikasi dengan pusat komunikasi dan rumah sakit rujukan
e. Menanggulangi false emergency baik medical dan surgical (bedah minor)
Puskesmas tersebut harus dilengkapi dengan :
a. Laboratorium untuk menunjang diagnostik
Seperti : Hb, Ht, leukosit, urine dan gula darah.
b. Tenaga : 1 dokter umum dan paramedis (2-3 orang paramedis yang
sudah mendapatkan pendidikan tertentu dalam PPGD).
Rumah sakit merupakan terminal terakhir dalam menanggulangi penderita gawat darurat.
13





18

2.4 Pedoman Pengembangan Pelayanan Gawat Darurat
11

2.4.1 Tujuan
Suatu unit gawat darurat (UGD) harus mampu memberikan pelayanan dengan kualitas
tinggi pada masyarakat dengan problem medis akut.
Harus mampu :
a. mencegah kematian dan cacat
b. melakukan rujukan
c. menanggulangi korban bencana

Kriteria :
a. Unit Gawat Darurat harus buka 24 jam
b. Unit Gawat Darurat juga harus melayani penderita-penderita false emergency
tetapi tidak boleh mengganggu/ mengurangi mutu pelayanan penderita-penderita gawat
darurat.
c. Unit Gawat Darurat sebaiknya hanya melakukan primary care. Sedangkan
definitive care dilakukan di tempat lain dengan kerjasama yang baik.
d. Unit Gawat Darurat harus meningkatkan mutu personalia maupun masyarakat
sekitarnya dalam penanggulangan penderita gawat darurat.

2.4.2 Organisasi, Administrasi dan Catatan Medis
Unit Gawat Darurat harus memenuhi kebutuhan masyarakat dalam penanggulangan
penderita gawat darurat dan dikelola sedemikian rupa sehingga terjalin kerjasama yang
harmonis dengan unit-unit dan instalasi-instalasi lain dalam rumah sakit.
2.4.3 Personalia dan Pimpinan:
Personalia Unit Gawat Darurat mulai dari pimpinan, dokter, perawat dan personalia non
medis harus memenuhi kualifikasi tertentu sehingga mampu memberikan pelayanan
penanggulangan penderita gawat darurat yang optimal.
2.4.4 Fasilitas dan alat-alat/obat-obatan :
Fasilitas dan alat-alat/obat-obatan Unit Gawat Darurat puskesmas harus memenuhi
persyaratan sehingga penanggulangan penderita gawat darurat dapat dilakukan dengan
optimal.


19

Peralatan standart untuk Unit Gawat Darurat di puskesmas menurut Pedoman puskesmas
adalah :
8
2.4.4.1. IGD
No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
PUSKESMAS
Non Perawatan Perawatan
A. Peralatan
1 Alat Melebarkan Punctum Lakrimalis
2 Alat untuk Mengeluarkan Benda Asing
3 Aplicator Kapas THT
4 Bak Instrumen Tertutup
5 Baki Logam Tempat Alat Steril Bertutup
6 Defibrilator
7
Dorongan Tabung Oksigen dengan Tali
Pengaman
8 Collar Brace/Neck Collar Dewasa
9 Collar Brace/Neck Collar Anak
10 EKG (rusak)
11 Serumen Extractor THT
12
Gunting Bedah Standar, Lengkung, Ujung,
Tajam/Tajam
13
Gunting Bedah Standar, Lengkung, Ujung,
Tajam/Tumpul
14
Gunting Bedah Standar, Lengkung, Ujung Tumpul/
Tumpul
15 Gunting Bedah Standar, Lurus, Ujung Tajam/Tajam
16
Gunting Bedah Standar, Lurus, Ujung
Tajam/Tumpul
17
Gunting Bedah Standar, Lurus Ujung
Tumpul/Tumpul
18 Gunting Mayo untuk Mata, Lurus/Lengkung
19 Gunting Pembalut (Lister)
20 Gunting Pembuka Jahitan
21 Irigator dengan Konektor Nilon,Lurus
22 Kanula Hidung
23 Kateter, Logam untuk Wanita, No. 12
24 Klem Agrave, 14 mm
25 Klem Arteri, Lurus (Kelly)
26 Klem/Pemegang Jarum Jahit (Mathieu Standar)
27 Klem/Pemegang Jarum Jahit, 18 cm (Mayo-Hegar)
28 Korentang, Penjepit Sponge (Foerster)
29
Kuret untuk Membersihkan Hordeolum
(Meyerhoofer)
30 Kursi Roda

20



No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
PUSKESMAS
Non Perawatan Perawatan
31 Mangkok untuk Larutan
32 Meja Instrumen/Alat
33 Lemari Peralatan
34 Meja Instrumen/Alat
35
Nebulizer rusak
36 Pinset Anatomis, 14,5 cm
37 Pinset Anatomis, 18 cm
38 Pinset Bedah, 14,5 cm
39 Pinset Bedah, 18 cm
40 Pinset Epilasi, Untuk Mencabut Bulu Mata
41
Pinset Untuk Insisi Hordeolum/Chalazion
(Desmares)
42
Retraktor, Pembuka Kelopak Mata, 13 cm
(Desmares)
43 Ambu bag anak-anak
44 Ambu bag dewasa
45 Semprit, Gliserin (rusak)
46 Silinder Korentang Steril
47 Ambu bag yang hanya mampu menghasilkan PIP
48
Ambu bag yang mampu menghasilkan PIP dan
PEEP
49 Sungkup Silikon Ukuran 0,1 dan 2
50 Laringoskop Neonatus Bilah Lurus (1 set)
51 Nasogastrik Tube (ukuran 3, 5 dan 8)
52 T-Piece Resusitator
53 Syringe Pump
54 Skalpel, Mata Pisau Bedah (NO.10)
55 Skalpel, Tangkai Pisau Operasi
56 Sonde Pengukur Dalam Luka
57 Spekulum
58 Spekulum Mata (Weis)
59 Stand lamp untuk tindakan
60 Standar infus
61 Sterilisator Uap
62 Stetoskop Janin
63 Stetoskop Duplex/Simplex
64 Jam/timer
65 Spalk
66 Stop Watch
21



No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
PUSKESMAS
Non Perawatan Perawatan
67 Suction pump
68 Sudip Lidah
69 Tabung oksigen dan kelengkapannya
70 Tempat Tidur Periksa dan Lampu Periksa
71 Tensimeter Anak
72 Tensimeter Dewasa
73 Termometer Dahi dan Telinga
74 Termometer Rectal
75 Termometer Dewasa
76 Toples Kapas/Kasa Steril
77 Torniket Karet
78 Tromol Kasa/Kain Steril 25 X 120 mm
79 Usungan ( Brankar )
80 Waskom Bengkok
81 Waskom Cekung
82 Waskom Cuci


B. Bahan Habis Pakai
1 Betadine Solution atau Desinfektan lainnya
2 Sabun Tangan atau Antiseptik
3 Abocath/wing needle No.18
4 Abocath/wing needle No. 20
5 Abocath/wing needle No. 23
6 Abocath/wing needle No. 26
7 Benang Silk
8 Chromic Catgut
9 Duk Bolong, Sedang
10 Endotracheal tube ( ETT ) 2.5, 3, 4
11 Endotracheal tube ( ETT ) 3
12 Endotracheal tube ( ETT ) 4
13 Glucotest dan strip
14 Infus Set/ IV Set/Transfusion Set
15
Jarum Jahit, Lengkung, 1/2 Lingkaran Penampang
Segitiga
16
Jarum Jahit, Lengkung, 1/2 Lingkaran, Penampang
Bulat
17
Jarum Jahit, Lengkung, 3/8 Lingkaran Penampang
Segitiga
18
Jarum Jahit, Lengkung, 3/8 Lingkaran, Penampang
Bulat
22

19 Jarum Jahit Untuk Operasi Mata, 1/2 Lingkaran


No


Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan


PUSKESMAS
Non Perawatan Perawatan
20 Disposable Syringe 1 cc
21 Disposable Syringe 2,5 - 3 cc
22 Disposable Syringe 5 cc
23 Disposable Syringe 10 cc
24 Kain balut segitiga ( mitella )
25 Kateter, Karet No. 10 (Nelaton)
26 Kateter, Karet No. 12 (Nelaton)
27 Kateter, Karet No. 14 (Nelaton)
28 NGT / Selang Lambung ( berbagai ukuran )
29 Sarung Tangan
30 Selang Karet untuk Anus
31 Sikat Tangan
32 Torniket Karet


C. Perlengkapan
1 Sikat untuk Membersihkan Peralatan
2 Baki Logam Tempat Alat Steril Bertutup
3 Kotak Penyimpan Jarum atau Pisau Bekas
4 Bantal
5 Celemek Plastik (Schort) (Panjang 52 inchi)
6 Lampu Senter
7 Perlak Plastik
8 Sarung Bantal
9 Seprei
10 Tempat Sampah Tertutup
11 Formulir Implementasi dan Evaluasi Keperawatan

D. Perabotan
1 Kursi Kerja
2 Meja Tulis biro

2.5 . Pelayanan obstetri dan neonatus emergensi dasar (PONED).
Pelayanan Obstetri
o Pelayanan KIA/KB, ANC& PNC
o Pertolongan persalinan normal
o Pendeteksian dan perawaatan ibu hamil risti
o Penanganan perdarahan pada kehamilan, persalinan dan nifas
23

o Pencegahan dan penanganan hipertensi dalam kehamilan
o Pencegahan dan penanganan infeksi
o Penanganan abortus, partus lama, KPD, distosia bahu
o Stabilisasi komplikasi obstetrik untuk dirujuk dan transportasi rujukan
Neonatus
o Pencegahan dan penanganan asfiskia, gangguan napas, hipotermia,
hipoglikemia
o Penanganan BBLR
o Pencegahan dan penanganan infeksi neonatus, kejang neonatus dan ikterus
ringan sedang
o Pencegahan dan penanganan gangguan minum dan masalah pemberian nutrisi
o Stabilisasi komplikasi neonatus untuk dirujuk dan transportasi rujukan
2.5.1. Standart Fasilitas dan Obat-obatan PONED Maternal
No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
PUSKESMAS
Non Perawatan Perawatan
A. Pemeriksaan Umum
1 Meja Instrumen
2 Bak Instrumen Tertutup Kecil
3 Bak Instrumen Tertutup Medium
4 Bak Instrumen Tertutup Besar (Obsgin)
5 Tromol Kasa
6 Nierbekken/Kidney Disk Ukuran 23 cm
7 Nierbekken/Kidney Disk Ukuran 30 cm
8 Timbangan Dewasa
9 Pengukur Tinggi Badan (microtoise)
10 Standar Infus
11 Lampu Periksa Halogen
12 Tensimeter dewasa
13 Stetoskop Dupleks Dewasa
14 Termometer Klinik (elektrik)
15 Tabung Oksigen + Regulator
16 Masker Oksigen + Kanula Nasal Dewasa
17 Tempat Tidur Periksa (examination bed)
18 Rak Alat Serbaguna
19 Pentutup baki rak alat serbaguna
20 Lemari obat

B. Pemeriksaan Obstetri
1 Meteran/Metline
24

2 Pita Pengukur Lengan Atas (LILA)
3 Stetoskop Janin Pinard/Laenec
4 Pocket Fetal Heart Rate Monitor (Doppler)
5 Tempat Tidur untuk Persalinan (Partus Bed)
6 Plastik Alas Tidur

C. Pemeriksaan Ginekologi
1 Klem Kasa (Korentang)
2 Tempat Klem Kasa (Korentang)
3 Spekulum (Sims) Kecil
4 Spekulum (Sims) Medium

25

No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
PUSKESMAS
Non Perawatan Perawatan
5 Spekulum (Sims) Besar
6 Spekulum Cocor Bebek Grave Kecil
7 Spekulum Cocor Bebek Grave Medium
8 Spekulum Cocor Bebek Grave Besar

D. Penanganan Emergensi Dewasa
1 Kit Resusitasi Dewasa
2 Endotracheal Tube Dewasa 2,5
3 Endotracheal Tube Dewasa 3
4 Endotracheal Tube Dewasa 4
5 Stilet untuk Pemasangan ETT
6 Nasogastric Tube Dewasa 5
7 Nasogastric Tube Dewasa

E.Pencegahan Infeksi
1 Sabun Tangan atau Antiseptik


2 Kacamata/Goggle
3 Masker
4 Apron
5 Sepatu Boot
6 Tong/Ember dengan Kran
7 Sikat untuk Membersihkan Peralatan
8 Perebus Instrumen (Destilasi Tingkat Tinggi)
9 Sterilisator Kering
10 Baki Logam Tempat Alat Steril Bertutup


11 Kotak Penyimpan Jarum atau Pisau Bekas


12 Tempat Sampah Tertutup
13 Pispot Sodok (Stick Pan)

F. Persalinan Normal
1 Setengah Kocher
2 Gunting Episiotomi
3 Gunting Talipusat
4 Gunting Benang
5 Pinset Anatomis
6 Pinset Sirurgis
7 Pisau Pencukur


8 Needle Holder
9 Nelaton Kateter

No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
PUSKESMAS
Non Perawatan Perawatan
26

10 Jarum Jahit Tajam (Cutting)
11 Jarum Jahit Tajam (Cutting)
12 Bas/Baskom Plastik Tempat Plasenta

G. Persalinan Patologis Varginam
1 Ekstraktor Vakum Manual

H. Penatalaksanaan Abortus Inkompletus
1 Aspirator Vakum Manual
2 Waskom

I. Pentalaksanaan Perdarahan Pasca Salin
1 Klem Kelly/Klem Kocher Lurus
2 Klem Fenster/Klem Ovum
3 Needle Holder
4 Pinset Anatomis
5 Pinset Sirurgis

J. Insersi dan Ekstrksi AKDR
1 Mangkok Iodin
2 Tenakulum Schroeder
3 Klem Kasa Lurus (Sponge Foster Straight)
4 Gunting Mayo CVD
5 Aligator Ekstraktor AKDR
6 Klem Penarik Benang AKDR
7 Sonde Uterus Sims

K. Laboratorium Sederhana
1 Hemoglobin Meter Elektronik
2 Tes Celup Urinalisis Glukose & Protein
3 Tes Celup hCG (Tes Kehamilan)
4 Tes Golongan darah (ABO, rhesus)

L. Bahan Habis Pakai
1 Chromic Catgut
2 Spuit/Disposable Syringe (steril) 1 ml
3 Spuit/Disposable Syringe (steril) 3 ml


4 Spuit/Disposable Syringe (steril) 5 ml


5 Spuit/Disposable Syringe (steril) 10 ml
6 Spuit disposable (steril) 20 ml
7 Three-way Stopcock (steril)

No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
PUSKESMAS
Non Perawatan Perawatan
8 Infus Set Dewasa
27

9 Kateter intravena 16 G
10 Kateter intravena 18 G
11 Kateter Intravena 20 G
12 Kateter Penghisap Lendir Dewasa 8
13 Kateter Penghisap Lendir Dewasa 10
14 Kateter Folley dewasa
15 Kateter Folley dewasa
16 Kantong Urin
17 Sarung Tangan Steril
18 Sarung Tangan Steril
19 Sarung Tangan Steril
20 Sarung Tangan Panjang (Manual Plasenta)
21 Sarung Tangan Rumah Tangga (Serbaguna)
22 Sabun Cair untuk Cuci Tangan
23 Plester Non Woven
24 Povidon Iodin 10%
25 Alkohol 75%
26 Betadine Solution atau Desinfektan lainnya
27 Cuvette Hemoglobin Meter Elektronik

2.5.2. Standart Fasilitas dan Obat-obatan PONED Neonatal
No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
PUSKESMAS
Non Perawatan Perawatan
A. Pemeriksaan Umum
1 Tensimeter/Sphygmomanometer Bayi
2 Tensimeter Sphygmomanometer Neonatus
3 Stetoskop Dupleks Bayi
4 Stetoskop Dupleks Neonatus
5 Termometer Klinik (Elektrik)
6 Timbangan Neonatus + Bayi
7 ARI Timer Standar (respiratory rate timer)
8 Lampu Emergensi

B. Penanganan Emergensi Neonatus
1
Meja Resusitasi dengan pemanas (infant radiant
warmer)


2 Kit resusitasi neonatus
3
Balon Resusitasi Neonatus mengembang sendiri,
dengan selang reservoir



No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
PUSKESMAS
Non Perawatan Perawatan
28

4 Sungkup Resusitasi Neonatus
5 Sungkup Resusitasi Bayi
6 Sungkup Resusitasi Anak
7 Laringoskop Neonatus Bilah Lurus (3 ukuran)
Bilah Miller nomor 00 1 set
Bilah Miller nomor 0
Bilah Miller nomor 1
8 T Piece Resusitator
9 Endotracheal Tube Anak 2,5
10 Endotracheal Tube Anak 3
11 Endotracheal Tube Anak 3,5
12 Endotracheal Tube Anak 4
13 Nasogastric Tube Neonatus 3
14 Nasogastric Tube Neonatus 5
15 Nasogastric Tube Neonatus 8
16 Tabung Oksigen + Regulator
17 Pompa Penghisap Lendir Elektrik
18 Penghisap Lendir DeLee (neonatus)
19 Handuk Pembungkus Neonatus
20 Kotak Kepala Neonatus (head box)

C. Pemasangan Infusi Umbilikus
1 Klem Arteri Kocher Mosquito Lurus
2 Klem Arteri Kocher Mosquito Lengkung
3 Klem Arteri Pean Mosquito
4 Pinset Sirurgis
5 Pinset Jaringan Kecil
6 Pinset Bengkok Kecil
7 Needle Holder
8 Gunting Jaringan Mayo Ujung Tajam
9 Gunting Jaringan Mayo Ujung Tumpul
10 Gunting Jaringan Iris Lengkung
11 Skalpel
12 Bisturi
13 Baskom Kecil

D. Vena Seksi
1 Needle Holder Matheiu
2 Jarum Ligasi Knocker

No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
PUSKESMAS
Non Perawatan Perawatan
3 Doyeri Probe Lengkung
4 Pinset Jaringan Semken
5 Pinset Kasa (Anatomis)
29

6 Pinset Jaringan (Sirurgis)
7 Gunting Iris Lengkung
8 Gunting Operasi Lurus
9 Retraktor Finsen Tajam
10 Skalpel No. 3
11 Skalpel No. 4
12 Bisturi No. 11
13 Bisturi No. 20
14 Bisturi No. 21
15 Klem Mosquito Halsted Lurus
16 Klem Mosquito Halsted Lengkung
17 Klem Linen Backhauss
18 Klem Pemasang Klip Hegenbarth

E. Inkubator
1 Kantong Metode Kanguru sesuai ukuran neonatus
2 Inkubator Ruangan dengan termostat sederhana

F. Bahan Habis Pakai
1 Betadine Solution atau Desinfektan lainnya
2 Sabun Tangan atau Antiseptik

3 Chromic Catgut


4 Infus Set Pediatrik


5 Three-way Stopcock (steril)
6 Kanula Penghisap Lendir Neonatus 6
7 Kanula Penghisap Lendir Neonatus 8
8 Kanula Penghisap Lendir Neonatus 10
9 Klem Tali Pusat
10 Kateter Intravena
11 Kateter Umbilikus 3
12 Kateter Umbilikus 5









30

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Profil Puskesmas Jatinegara
Puskesmas Jatinegara merupakan suatu Unit Pelaksana Teknis Daerah yang terletak di
Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Puskesmas Jatinegara secara geografis terletak pada
daerah pegunungan yang medannya cukup sulit untuk di jangkau pakai kendaraan umum,
dengan ketinggian antara 400- 600 meter permukaan air laut, dan mempunyai batas wilayah:
1. Di sebelah timur : Kecamatan Pemalang
2. Di sebelah Barat : Kecamatan Pangkah
3. Di sebelah Utara : Kecamatan Kedung Banteng.
4. Di sebelah selatan : Kecamatan Bojong.
Luas wilayah seluruh Puskesmas Jatinegara adalah 79,61 km
2
, yang meliputi 17 Desa
dengan 51 dusun. Di Kecamatan Jatinegara, terdapat satu puskesmas induk, 4 puskesmas
pembantu (Penyalahan, Cerih, Lembasari, Tamansari) dan 10 Poliklinik Kesehatan Desa.
Berdasarkan hasil sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tegal tahun 2013
jumlah penduduk Kecamatan Jatinegara sebanyak 67.712 jiwa. Sebagian besar penduduk
Kecamatan Jatinegara bekerja sebagai petani.

3.2. Ketenagakerjaan
Dalam menyelenggarakan upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan
pengembangan, Puskesmas Jatinegara mempunyai tenaga kesehatan sebanyak 58 orang, yang
terdiri dari PNS, PTT, dan tenaga wiyata ( Tenaga Harian Lepas ), dengan rincian sebagai
berikut:
Tabel 1. Jumlah dan Jenis Pegawai Puskesmas Jatinegara
No Jenis Tenaga Jumlah
1 Dokter umum 1
2 Dokter Gigi 1
3 Perawat 12
4 Perawat gigi 1
5 Bidan 24
6 Sanitarian 2
31

7 Nutrisionis 1
8 Asisten apoteker 2
9 Analis 1
10 Kasubag TU 1
11 Staf 1
12 Tenaga kebersihan 2
13 Sopir 1
14 Tenaga Lain-lain 3
Jumlah 58

Tabel 2. Jumlah dan Jenis Pegawai Puskesmas Jatinegara
yang Telah Mendapatkan Pelatihan PPGD
No Jenis Tenaga Jumlah
1 Dokter umum 1
2 Perawat 12
3 Bidan -

3.3 Alur dan SOP
Berikut ini adalah alur pelayanan pasien UGD di Puskesmas Jatinegara:










Gambar 1. Alur pelayanan rawat inap di Puskemas Jatinegara

Pendaftaran
Pemeriksaan
Observasi
Rawat Jalan
Rawat Inap Pulang Rujuk RS
Pasien UGD
32

Standart Operasional Prosedur yang diberlakukan di UGD Puskesmas Jatinegara
meliputi :
1. SOP Informed Consent
2. SOP Menghadapi keluhan pasien
3. SOP Penulisan surat rujukan
4. SOP mencuci tangan
5. SOP memeriksa pasien
6. SOP Pemeriksaan laboratarium cito
7. SOP mengukur tekanan darah
8. SOP mengukur pernafasan
9. SOP mengukur nadi
10. SOP Pemeriksaan GCS
11. SOP Penghisap lendir
12. SOP Inhalasi Nebulizer
13. SOP Penilaian Balance Cairan
14. SOP Pemasangan Naso Gastric Tube
15. SOP Pemasangan kateter pria dan wanita
16. SOP Huknah rendah dan tinggi
17. SOP Huknah Glycerin
18. SOP Perawatan Luka Lecet
19. SOP Perawatan luka kotor
20. SOP Perawatan Luka bakar
Sebagian besar petugas puskesmas telah mengetahui dan melaksanakan tindakan sesuai SOP,
namun belum terpasang dan belum dapat dilakukan evaluasi untuk memastikan tindakan
telah dilaksanakan dengan benar. Selain itu, belum ada petugas pengawas untuk pelaksanaan
SOP. Puskesmas Jatinegara sedang mengembangkan SOP sesuai tuntutan akreditasi 2016.

3.4. Fasilitas dan Alat-Alat/ Obat-Obatan
3.4.1. IGD
No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
KETERSEDIAAN
Ada Tidak
A. Peralatan
1 Alat Melebarkan Punctum Lakrimalis


2 Alat untuk Mengeluarkan Benda Asing


33

3 Aplicator Kapas THT
4 Bak Instrumen Tertutup
5 Baki Logam Tempat Alat Steril Bertutup
6 Defibrilator


7
Dorongan Tabung Oksigen dengan Tali
Pengaman
8 Collar Brace/Neck Collar Dewasa


9 Collar Brace/Neck Collar Anak


10 EKG ( rusak )
11 Serumen Extractor THT

12
Gunting Bedah Standar, Lengkung, Ujung,
Tajam/Tajam

13
Gunting Bedah Standar, Lengkung, Ujung,
Tajam/Tumpul

14
Gunting Bedah Standar, Lengkung, Ujung Tumpul/
Tumpul
15 Gunting Bedah Standar, Lurus, Ujung Tajam/Tajam

16
Gunting Bedah Standar, Lurus, Ujung
Tajam/Tumpul

17
Gunting Bedah Standar, Lurus Ujung
Tumpul/Tumpul
18 Gunting Mayo untuk Mata, Lurus/Lengkung


19 Gunting Pembalut (Lister)
20 Gunting Pembuka Jahitan
21 Irigator dengan Konektor Nilon,Lurus
22 Kanula Hidung
23 Kateter, Logam untuk Wanita, No. 12
24 Klem Agrave, 14 mm


25 Klem Arteri, Lurus (Kelly)
26 Klem/Pemegang Jarum Jahit (Mathieu Standar)
27 Klem/Pemegang Jarum Jahit, 18 cm (Mayo-Hegar)
28 Korentang, Penjepit Sponge (Foerster)

29
Kuret untuk Membersihkan Hordeolum
(Meyerhoofer)


30 Kursi Roda

No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
KETERSEDIAAN
Ada Tidak
31 Mangkok untuk Larutan
32 Meja Instrumen/Alat
33 Lemari Peralatan

34 Meja Instrumen/Alat


35
Nebulizer (rusak)
36 Pinset Anatomis, 14,5 cm

34

37 Pinset Anatomis, 18 cm
38 Pinset Bedah, 14,5 cm
39 Pinset Bedah, 18 cm
40 Pinset Epilasi, Untuk Mencabut Bulu Mata


41
Pinset Untuk Insisi Hordeolum/Chalazion
(Desmares)


42
Retraktor, Pembuka Kelopak Mata, 13 cm
(Desmares)


43 Ambu bag anak-anak
44 Ambu bag dewasa
45 Semprit, Gliserin (rusak)


46 Silinder Korentang Steril
47 Ambu bag yang hanya mampu menghasilkan PIP


48
Ambu bag yang mampu menghasilkan PIP dan
PEEP


49 Sungkup Silikon Ukuran 0,1 dan 2


50 Laringoskop Neonatus Bilah Lurus (1 set)


51 Nasogastrik Tube (ukuran 3, 5 dan 8)
52 T-Piece Resusitator


53 Syringe Pump


54 Skalpel, Mata Pisau Bedah (NO.10)
55 Skalpel, Tangkai Pisau Operasi


56 Sonde Pengukur Dalam Luka


57 Spekulum
58 Spekulum Mata (Weis)


59 Stand lamp untuk tindakan
60 Standar infus
61 Sterilisator Uap


62 Stetoskop Janin
63 Stetoskop Duplex/Simplex


64 Jam/timer
65 Spalk
66 Stop Watch



No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
KETERSEDIAAN
Ada Tidak
67 Suction pump
68 Sudip Lidah
69 Tabung oksigen dan kelengkapannya
70 Tempat Tidur Periksa dan Lampu Periksa
71 Tensimeter Anak


72 Tensimeter Dewasa
73 Termometer Dahi dan Telinga


74 Termometer Rectal


35

75 Termometer Dewasa
76 Toples Kapas/Kasa Steril
77 Torniket Karet
78 Tromol Kasa/Kain Steril 25 X 120 mm
79 Usungan ( Brankar )
80 Waskom Bengkok
81 Waskom Cekung
82 Waskom Cuci



B. Bahan Habis Pakai
1 Betadine Solution atau Desinfektan lainnya
2 Sabun Tangan atau Antiseptik
3 Abocath/wing needle No.18
4 Abocath/wing needle No. 20
5 Abocath/wing needle No. 23
6 Abocath/wing needle No. 26
7 Benang Silk
8 Chromic Catgut
9 Duk Bolong, Sedang
10 Endotracheal tube ( ETT ) 2.5, 3, 4


11 Endotracheal tube ( ETT ) 3


12 Endotracheal tube ( ETT ) 4


13 Glucotest dan strip
14 Infus Set/ IV Set/Transfusion Set

15
Jarum Jahit, Lengkung, 1/2 Lingkaran Penampang
Segitiga

16
Jarum Jahit, Lengkung, 1/2 Lingkaran, Penampang
Bulat

17
Jarum Jahit, Lengkung, 3/8 Lingkaran Penampang
Segitiga

18
Jarum Jahit, Lengkung, 3/8 Lingkaran, Penampang
Bulat
19 Jarum Jahit Untuk Operasi Mata, 1/2 Lingkaran




No


Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan


KETERSEDIAAN
Ada Tidak
20 Disposable Syringe 1 cc
21 Disposable Syringe 2,5 - 3 cc
22 Disposable Syringe 5 cc
23 Disposable Syringe 10 cc
24 Kain balut segitiga ( mitella )


25 Kateter, Karet No. 10 (Nelaton)


26 Kateter, Karet No. 12 (Nelaton)
27 Kateter, Karet No. 14 (Nelaton)


36

28 NGT / Selang Lambung ( berbagai ukuran )
29 Sarung Tangan
30 Selang Karet untuk Anus


31 Sikat Tangan
32 Torniket Karet



C. Perlengkapan
1 Sikat untuk Membersihkan Peralatan
2 Baki Logam Tempat Alat Steril Bertutup
3 Kotak Penyimpan Jarum atau Pisau Bekas
4 Bantal
5 Celemek Plastik (Schort) (Panjang 52 inchi)
6 Lampu Senter
7 Perlak Plastik
8 Sarung Bantal
9 Seprei
10 Tempat Sampah Tertutup
11 Formulir Implementasi dan Evaluasi Keperawatan


D. Perabotan
1 Kursi Kerja
2 Meja Tulis biro


3.4.2. PONED Maternal
No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
KETERSEDIAAN
Ada Tidak
A. Pemeriksaan Umum
1 Meja Instrumen
2 Bak Instrumen Tertutup Kecil
3 Bak Instrumen Tertutup Medium
4 Bak Instrumen Tertutup Besar (Obsgin)
5 Tromol Kasa
6 Nierbekken/Kidney Disk Ukuran 23 cm
7 Nierbekken/Kidney Disk Ukuran 30 cm
8 Timbangan Dewasa
9 Pengukur Tinggi Badan (microtoise)
10 Standar Infus


11 Lampu Periksa Halogen
12 Tensimeter dewasa
13 Stetoskop Dupleks Dewasa
14 Termometer Klinik (elektrik)
15 Tabung Oksigen + Regulator

37

16 Masker Oksigen + Kanula Nasal Dewasa
17 Tempat Tidur Periksa (examination bed)
18 Rak Alat Serbaguna
19 Pentutup baki rak alat serbaguna
20 Lemari obat


B. Pemeriksaan Obstetri
1 Meteran/Metline
2 Pita Pengukur Lengan Atas (LILA)
3 Stetoskop Janin Pinard/Laenec
4 Pocket Fetal Heart Rate Monitor (Doppler)
5 Tempat Tidur untuk Persalinan (Partus Bed)
6 Plastik Alas Tidur


C. Pemeriksaan Ginekologi
1 Klem Kasa (Korentang)
2 Tempat Klem Kasa (Korentang)
3 Spekulum (Sims) Kecil
4 Spekulum (Sims) Medium

38

No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
KETERSEDIAAN
Ada Tidak
5 Spekulum (Sims) Besar
6 Spekulum Cocor Bebek Grave Kecil
7 Spekulum Cocor Bebek Grave Medium
8 Spekulum Cocor Bebek Grave Besar


D. Penanganan Emergensi Dewasa
1 Kit Resusitasi Dewasa
2 Endotracheal Tube Dewasa 2,5
3 Endotracheal Tube Dewasa 3
4 Endotracheal Tube Dewasa 4
5 Stilet untuk Pemasangan ETT
6 Nasogastric Tube Dewasa 5
7 Nasogastric Tube Dewasa


E.Pencegahan Infeksi
1 Sabun Tangan atau Antiseptik
2 Kacamata/Goggle


3 Masker
4 Apron
5 Sepatu Boot
6 Tong/Ember dengan Kran
7 Sikat untuk Membersihkan Peralatan
8 Perebus Instrumen (Destilasi Tingkat Tinggi)


9 Sterilisator Kering
10 Baki Logam Tempat Alat Steril Bertutup
11 Kotak Penyimpan Jarum atau Pisau Bekas
12 Tempat Sampah Tertutup
13 Pispot Sodok (Stick Pan)


F. Persalinan Normal
1 Setengah Kocher
2 Gunting Episiotomi
3 Gunting Talipusat
4 Gunting Benang
5 Pinset Anatomis
6 Pinset Sirurgis
7 Pisau Pencukur
8 Needle Holder
9 Nelaton Kateter




39

No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
KETERSEDIAAN
Ada Tidak
10 Jarum Jahit Tajam (Cutting)
11 Jarum Jahit Tajam (Cutting)
12 Bas/Baskom Plastik Tempat Plasenta


G. Persalinan Patologis Varginam
1 Ekstraktor Vakum Manual


H. Penatalaksanaan Abortus Inkompletus
1 Aspirator Vakum Manual
2 Waskom

I. Pentalaksanaan Perdarahan Pasca Salin
1 Klem Kelly/Klem Kocher Lurus
2 Klem Fenster/Klem Ovum


3 Needle Holder
4 Pinset Anatomis
5 Pinset Sirurgis


J. Insersi dan Ekstrksi AKDR
1 Mangkok Iodin
2 Tenakulum Schroeder
3 Klem Kasa Lurus (Sponge Foster Straight)
4 Gunting Mayo CVD
5 Aligator Ekstraktor AKDR
6 Klem Penarik Benang AKDR
7 Sonde Uterus Sims


K. Laboratorium Sederhana
1 Hemoglobin Meter Elektronik
2 Tes Celup Urinalisis Glukose & Protein
3 Tes Celup hCG (Tes Kehamilan)
4 Tes Golongan darah (ABO, rhesus)

L. Bahan Habis Pakai
1 Chromic Catgut
2 Spuit/Disposable Syringe (steril) 1 ml
3 Spuit/Disposable Syringe (steril) 3 ml
4 Spuit/Disposable Syringe (steril) 5 ml
5 Spuit/Disposable Syringe (steril) 10 ml
6 Spuit disposable (steril) 20 ml
7 Three-way Stopcock (steril)



40

No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
KETERSEDIAAN
Ada Tidak
8 Infus Set Dewasa
9 Kateter intravena 16 G
10 Kateter intravena 18 G
11 Kateter Intravena 20 G
12 Kateter Penghisap Lendir Dewasa 8
13 Kateter Penghisap Lendir Dewasa 10
14 Kateter Folley dewasa
15 Kateter Folley dewasa
16 Kantong Urin
17 Sarung Tangan Steril
18 Sarung Tangan Steril
19 Sarung Tangan Steril
20 Sarung Tangan Panjang (Manual Plasenta)
21 Sarung Tangan Rumah Tangga (Serbaguna)
22 Sabun Cair untuk Cuci Tangan
23 Plester Non Woven
24 Povidon Iodin 10%
25 Alkohol 75%
26 Betadine Solution atau Desinfektan lainnya
27 Cuvette Hemoglobin Meter Elektronik

3.4.3. PONED Neonatal
No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
KETERSEDIAAN
Ada Tidak
A. Pemeriksaan Umum
1 Tensimeter/Sphygmomanometer Bayi
2 Tensimeter Sphygmomanometer Neonatus
3 Stetoskop Dupleks Bayi
4 Stetoskop Dupleks Neonatus
5 Termometer Klinik (Elektrik)
6 Timbangan Neonatus + Bayi
7 ARI Timer Standar (respiratory rate timer)


8 Lampu Emergensi


B. Penanganan Emergensi Neonatus
1
Meja Resusitasi dengan pemanas (infant radiant
warmer)

2 Kit resusitasi neonatus

3
Balon Resusitasi Neonatus mengembang sendiri,
dengan selang reservoir



41



No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
KETERSEDIAAN
Ada Tidak
4 Sungkup Resusitasi Neonatus
5 Sungkup Resusitasi Bayi
6 Sungkup Resusitasi Anak
7 Laringoskop Neonatus Bilah Lurus (3 ukuran)
Bilah Miller nomor 00 1 set
Bilah Miller nomor 0
Bilah Miller nomor 1
8 T Piece Resusitator
9 Endotracheal Tube Anak 2,5
10 Endotracheal Tube Anak 3
11 Endotracheal Tube Anak 3,5
12 Endotracheal Tube Anak 4
13 Nasogastric Tube Neonatus 3
14 Nasogastric Tube Neonatus 5
15 Nasogastric Tube Neonatus 8
16 Tabung Oksigen + Regulator
17 Pompa Penghisap Lendir Elektrik


18 Penghisap Lendir DeLee (neonatus)
19 Handuk Pembungkus Neonatus
20 Kotak Kepala Neonatus (head box)



C. Pemasangan Infusi Umbilikus
1 Klem Arteri Kocher Mosquito Lurus
2 Klem Arteri Kocher Mosquito Lengkung
3 Klem Arteri Pean Mosquito
4 Pinset Sirurgis
5 Pinset Jaringan Kecil
6 Pinset Bengkok Kecil
7 Needle Holder
8 Gunting Jaringan Mayo Ujung Tajam
9 Gunting Jaringan Mayo Ujung Tumpul
10 Gunting Jaringan Iris Lengkung
11 Skalpel
12 Bisturi
13 Baskom Kecil

D. Vena Seksi
1 Needle Holder Matheiu
2 Jarum Ligasi Knocker

42



No Jenis Layanan, Alat dan Sarana Kesehatan
KETERSEDIAAN
Ada Tidak
3 Doyeri Probe Lengkung
4 Pinset Jaringan Semken
5 Pinset Kasa (Anatomis)
6 Pinset Jaringan (Sirurgis)
7 Gunting Iris Lengkung
8 Gunting Operasi Lurus
9 Retraktor Finsen Tajam
10 Skalpel No. 3
11 Skalpel No. 4
12 Bisturi No. 11
13 Bisturi No. 20
14 Bisturi No. 21
15 Klem Mosquito Halsted Lurus
16 Klem Mosquito Halsted Lengkung
17 Klem Linen Backhauss
18 Klem Pemasang Klip Hegenbarth

E. Inkubator
1 Kantong Metode Kanguru sesuai ukuran neonatus
2 Inkubator Ruangan dengan termostat sederhana

F. Bahan Habis Pakai
1 Betadine Solution atau Desinfektan lainnya
2 Sabun Tangan atau Antiseptik
3 Chromic Catgut
4 Infus Set Pediatrik
5 Three-way Stopcock (steril)


6 Kanula Penghisap Lendir Neonatus 6
7 Kanula Penghisap Lendir Neonatus 8
8 Kanula Penghisap Lendir Neonatus 10
9 Klem Tali Pusat
10 Kateter Intravena


11 Kateter Umbilikus 3


12 Kateter Umbilikus 5



Beberapa alat penting yang diperlukan dalam penanganan kegawatdaruratan ada, namun
rusak. Seperti nebulizer dan EKG. Perlengkapan kegawatdaruratan di PONED secara umum
sudah baik untuk tingkatan di puskesmas, sebelum melanjutkan rujukan ke rumah sakit.

43

3.5. Sumber dan Penggunaan Dana
Dana puskesmas diperoleh dari BOK (Biaya Operasional Kesehatan), APBD tingkat II
(pengembalian rutin, BBM), dan Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS).