Anda di halaman 1dari 20

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/2
Materi Pokok : Hidrolisis
Alokasi Waktu : 2JP (2 45menit)
Jumlah Pertemuan : 3 kali
Pertemuan ke- 1

A. Kompetensi Inti
KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia
KI 3 Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
KI 4 Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif
dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka,
mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif,
inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta
berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
2.2 Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan
serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
3.12 Menganalisis garam-garam yang mengalami hidrolisis.
4.12 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan untuk
menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis.

C. Indikator Pembelajaran
Sikap
2.1.1 Menunjukkan perilaku rasa ingin tahu
2.1.2 Menunjukkan sikap disiplin
2.1.3 Menunjukkan sikap kritis
2.2.1 Menunjukkan perilaku bekerjasama

Pengetahuan
3.12.1 Menyebutkan pengertian hidrolisis
3.12.2 Menganalisis jenis-jenis garam yang mengalami hidrolisis
3.12.3 Menuliskan persamaan reaksi garam yang mengalami hidrolisis
Keterampilan
4.12.1 Merancang percobaan penentuan jenis garam yang mengalami hidrolisis
4.12.2 Melakukan percobaan penentuan jenis garam yang mengalami hidrolisis
4.12.3 Menyimpulkan hasil percobaan penentuan jenis garam yang mengalami hidrolisis
4.12.4 Menyampaikan secara verbal hasil percobaan penentuan jenis garam yang mengalami
hidrolisis

D. Tujuan Pembelajaran
Sikap
2.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan perilaku rasa ingin tahu selama proses pembelajaran
2.1.2.1 Siswa menunjukkan sikap disiplin selama proses pembelajaran
2.1.3.1 Siswa mampu menunjukkan sikap kritis dalam kegiatan diskusi
2.2.1.1 Siswa mampu menunjukkan perilaku bekerjasama dalam kegiatan diskusi

Pengetahuan
3.12.1.1 Siswa mampu menyebutkan pengertian hidrolisis berdasarkan pengamatan demonstrasi
dan analisis data hasil percobaan
3.12.2.1 Siswa mampu menganalisis jenis-jenis garam yang mengalami hidrolisis berdasarkan
pengamatan data hasil praktikum
3.12.3.1 Siswa dapat menuliskan persamaan reaksi garam yang mengalami hidrolisis melalui
latihan soal

Keterampilan
4.12.1.1Siswa mampu merancang percobaan penentuan jenis garam yang mengalami hidrolisis
yang dituangkan melalui LKS rancangan
4.12.2.1 Siswa mampu melakukan percobaan penentuan jenis garam yang mengalami hidrolisis
berdasarkan LKS yang telah dirancang
4.12.3.1Siswa mampu menyimpulkan hasil percobaan penentuan jenis garam yang mengalami
hidrolisis
4.12.4.1 Siswa mampu menyampaikan secara verbal hasil percobaan penentuan jenis garam yang
mengalami hidrolisis melalui presentasi
E. Materi Pembelajaran
Materi Pokok : Hidrolisis
Subpokok Materi : Pengertian Hidrolisis
Jenis-jenis garam yang mengalami hidrolisis
Materi Prasyarat : Kesetimbangan Kimia
Larutan Asam Basa

1. Pengertian Hidrolisis
Pada bab larutan asam basa, dijelaskan bahwa reaksi antara asam dan basa akan
menghasilkan garam dan reaksinya disebut dengan reaksi penetralan. Karena penjelasan
tersebut banyak yang menyebutkan bahwa sifat garam adalah netral atau memiliki nilai
pH=7,00. Namun pada kenyataannya banyak kita jumpai garam-garam yang mempunyai
nilai pH>7,00 atau pH<7,00, itu artinya garam tersebut tidak bersifat netral.
Perbedaan sifat suatu garam disebabkan reaksi antara ion-ionnya dengan molekul-
molekul air. Jika suatu garam dilarutkan dalam air, maka garam akan terurai membentuk
ion-ionnya yang dapat bergerak bebas di dalam larutan. Pada keadaan tertentu ion-ion
tersebut dapat berperilaku sebagai asam atau basa, bergantung pada sifat ion-ion yang
terdapat dalam larutan. Jika ion-ion ditambahkan kedalam air murni, ion-ion ini akan
memasuki suatu lingkungan air, dimana molekul air berada dalam keadaan kesetimbangan
dengan ion hidronium dan ion hidroksida sebagai hasil dari swaionisasi air. Persamaan
reaksi swaionisasi air :
H
2
O(l) H
+(
aq) + OH

(aq) atau
2H
2
O(l) H
3
O
+
(aq) + OH

(aq)
Penambahan garam dapat mempengaruhi kesetimbangan swaionisasi air. Garam-garam
yang terlarut di dalam air mungkin terhidrasi atau terhidrolisis. Suatu garam dikatakan
terhidrasi di dalam pelarut air jika ionionnya dikelilingi oleh molekul air akibat antaraksi
dipol antara ion-ion garam dan molekul air. Antaraksi ion-ion garam dan molekul air
membentuk kesetimbangan namun tidak memengaruhi pH larutan. Suatu garam dikatakan
terhidrolisis di dalam pelarut air jika ionionnya bereaksi dengan molekul air. Reaksi ion-
ion garam dan air membentuk kesetimbangan yang memengaruhi pH larutan.
a. Hidrasi Kation dan Anion
Hidrasi kation terjadi karena adanya antaraksi antara muatan positif kation dan
pasangan elektron bebas dari atom oksigen dalam molekul air. Kation yang dapat
dihidrasi adalah kation-kation lemah, seperti ion kalium (K
+
), yaitu kation yang memiliki
ukuran besar dengan muatan listrik rendah atau kation yang memiliki polarisasi rendah.
Kation seperti ini memiliki kemampuan mempertahankan lingkungan molekul air secara
lemah, sehingga molekul air tetap bergerak secara bebas dalam kesetimbangannya.
Kation-kation seperti ini berasal dari basa kuat, seperti Na
+
, K
+
, dan Ca
2+.
Contohnya:
K
+
(aq) + nH
2
O(l) [K(H
2
O)n]
+

Anion-anion yang dihidrasi adalah anion dari asam kuat, sehingga tidak dapat
mempertahankan proton dari molekul air. Anion-anion ini dihidrasi melalui antaraksi
dengan atom hidrogen dari air. Misalnya:
NO
2- (
aq) + mH
2
O(l) [NO
3
(H
2
O)m]


b. Hidrolisis Kation dan Anion
Kation-kation garam yang berasal dari basa lemah di dalam air dapat mengubah
larutan menjadi asam, seperti Al
3+,
NH
4+,
Li
+
, Be
2+
dan Cu
2+.
Karena kation-kation
tersebut mempunyai muatan yang besar, maka dapat menarik gugus OH

dari molekul air


dan meninggalkan sisa proton (H
+
) sehingga larutan bersifat asam. Reaksi antara H
2
O dan
kation logam membentuk kesetimbangan. Dalam hal ini, molekul H
2
O berperan sebagai
basa Lewis atau akseptor proton menurut Bronsted-Lowry. Contohnya:

NH
4
+
(aq) + H
2
O(l) NH
3
(aq) + H
3
O
+
(aq)

Al
3+(
aq) + 3H
2
O(l) Al(OH)
3
(aq) + 3H
+
(aq)

Anion-anion hasil pelarutan garam yang berasal dari asam lemah dapat mengubah
pH larutan menjadi bersifat basa karena bereaksi dengan molekul air. Anion-anion seperti
ini mempunyai muatan negatif yang besar, maka dapat menarik proton (H
+
) dari molekul
air dan meninggalkan sisa ion OH

yang menyebabkan larutan garam bersifat basa.


Contohnya:
F

(aq) + H
2
O(l) HF(aq) + OH

(aq)
CN

(aq) + H
2
O(l) HCN(aq) + OH

(aq)
Semua garam yang anionnya berasal dari asam lemah, seperti CH
3
COONa, KCN,
NaF, dan Na
2
S akan terhidrolisis ketika dilarutkan di dalam air menghasilkan larutan
garam yang bersifat basa. Reaksi kation atau anion dengan molekul air disebut hidrolisis.
Dengan kata lain, hidrolisis adalah reaksi ion dengan air yang menghasilkan basa
konjugat dan ion hidronium atau asam konjugat dan ion hidroksida
2. Jenis-jenis garam
Semua garam yang larut dalam air akan terionisasi membentuk ionionnya. Ion-ion yang
dihasilkan dalam larutan tersebut dapat mengalami reaksi hidrolisis. Reaksi hidrolisis yang
terjadi dapat mengubah sifat larutan.
a. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat
NaCl adalah salah satu contoh garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat.
Ketika dilarutkan dalam air, garam NaCl akan terionisasi menjadi ion Na
+
dan ion Cl
-
. Ion Na
+
adalah kation yang berasal dari suatu basa kuat. Ion-ion ini mempunyai
ukuran yang relatif besar, namun muatannya kecil sehingga ketika dilarutkan dalam
air, ion-ion ini tidak memiliki kemampuan untuk menarik ion H
+
dari molekul air.
Ion Cl
-
adalah anion yang berasal dari asam kuat. Ion-ion ini mempunyai ukuran
yang relatif besar, namun muatannya kecil sehingga ketika dilarutkan dalam air, ion-
ion ini tidak memiliki kemampuan untuk menarik ion OH
-
dari molekul air. Oleh
karena ion-ion dari garamnya tidak ada yang bereaksi dengan molekul air, maka
garam-garam seperti ini tidak dapat mengalami hidrolisis ketika dilarutkan dalam air.
Selain itu, karena tidak adanya perubahan konsentrasi ion H
+
dan ion OH
-
dalam
larutan, maka larutan cenderung bersifat netral.
b. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah
NH
4
Cl adalah salah satu contoh garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa
kuat. Ketika dilarutkan dalam air, garam NH
4
Cl akan terionisasi menjadi ion NH
4
+

dan ion Cl
-
. Ion Cl
-
adalah anion yang berasal dari suatu asam kuat. Ion-ion ini
mempunyai ukuran yang relatif besar, namun muatannya kecil sehingga ketika
dilarutkan dalam air, ion-ion ini tidak memiliki kemampuan untuk menarik ion H
+

dari molekul air. Ion NH
4
+
adalah kation dari suatu basa lemah, ion ini memiliki
ukuran yang relatif kecil dan muatannya besar, sehingga ketika dilarutkan dalam air
ion ini mudah menarik ion OH
-
dari molekul air atau dengan kata lain bereaksi
dengan molekul air. Karena dalam larutan mengalami pengurangan jumlah ion OH
+

(terjadi pebambahan ion H
+
/ nilai pH berkurang) maka larutan cenderung bersifat
asam. Persamaan reaksi hidrolisis NH
4
Cl :
NH
4
Cl

NH
4
+
(aq) + Cl
-
(aq)
NH
4
+
(aq) + H
2
O(l) NH
3
(aq) + H
3
O
+
(aq)
c. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat
CH
3
COONa adalah salah satu contoh garam yang terbentuk dari asam lemah dan
basa kuat. Ketika dilarutkan dalam air, garam CH
3
COONa akan terionisasi menjadi
ion Na
+
dan ion CH
3
COO
-
. Ion Na
+
adalah kation yang berasal dari suatu basa kuat.
Ion-ion ini mempunyai ukuran yang relatif besar, namun muatannya kecil sehingga
ketika dilarutkan dalam air, ion-ion ini tidak memiliki kemampuan untuk menarik ion
OH
-
dari molekul air. Ion CHCOO
-
adalah anion dari suatu asam lemah, ion ini
memiliki ukuran yang relatif kecil dan muatannya besar, sehingga ketika dilarutkan
dalam air ion ini mudah menarik ion H
+
dari molekul air atau dengan kata lain
bereaksi dengan molekul air. Karena dalam larutan mengalami pengurangan jumlah
ion H
+
(nilai pH bertambah) maka larutan cenderung bersifat basa. Persamaan reaksi
hidrolisis CH
3
COONa :
CH
3
COONa

2Na
+
(aq) + CO
3
2-
(aq)
CH
3
COO
-
(aq) + H
2
O(l) CH
3
COOH (aq) + OH
-
(aq)
d. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah
CH
3
COONH
4
adalah salah satu contoh garam yang berasal dari asam lemah dan basa
lemah. Ketika dilarutkan dalam air, garam CH
3
COONH
4
akan terionisasi menjadi ion
CH
3
COO
-
dan ion NH
4
+
. Kedua ion ini ketika dilarutkan dalam air sama-sama akan
bereaksi dengan molekul air atau mengalami hidrolisis. Untuk menentukan sifat
garam tersebut dapat dilakukan dengan membandingkan harga K
a
untuk ion asam
konjugat terhadap harga K
b
dari ion basa konjugat Jika nilai K
a
lebih besar darinilai
K
b
, larutan akan bersifat asam. Sebaliknya, jika nilai K
b
lebih besardari nilai K
a
,
larutan akan bersifat basa. Jika nilai K
a
dan nilai K
b
sama,larutan bersifat netral
F. Strategi Pembelajaran
Model pembelajaran : Guided Inquiry
Pendekatan pembelajaran : Pendekatan Saintifik
Metode pembelajaran : Demonstrasi
Sumber Belajar : Buku Paket Kimia SMA Kelas XI
Sunarya, Y, dan Setiabudi, A. 2009. Mudah dan Aktif
Belajar Kimia 2 : Untuk Kelas XI SMA/MA Program IPA.
Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional
Media : Peralatan demonstrasi
G. Kegiatan Pembelajaran
Tahap
Kegiatan
Kegiatan Karakter yang
dibentuk
Alokasi
Waktu
Kegiatan
Awal
a. Guru masuk kedalam kelas dan mengucapkan
salam
b. Siswa dengan dipimpin ketua kelas memberi
salam dilanjutkan membaca doa sebelum
belajar
c. Guru memeriksa kehadiran siswa
Disiplin 5
Kegiatan
Inti
Mengamati
1) Siswa diberi appersepsi
Guru :Pada materi sebelumnya kita sudah
mempelajari tentang reaksi penetralan. Ada
yang masih ingat apa itu reaksi penetralan ?
Siswa : reaksi penetralan adalah reaksi
antara suatu asam dan basa yang
menghasilkan garam yang bersifat netral
Guru : apakah itu artinya semua garam
yang dihasilkan dari reaksi asam dan basa
akan bersifat netral ?
Siswa : ya bu.
Guru : baik, sekarang kita buktikan apakah
benar bahwa semua garam yang dihasilkan
dari reaksi asam dan basa bersifat netral.

2) Siswa mengamati demonstrasi yang dilakukan
oleh guru
3) Guru melakukan demonstrasi pengukuran pH
pada beberapa larutan garam yang dibentuk
dari asam dan basa dengan kekuatan
asam/basa yang berbeda-beda
(alat, bahan dan prosedur demonstrasi
dicantumkan pada lampiran 1)

Menanya
Diharapkan ada siswa yang bertanya :
1) Apa yang menyebabkan garam-garam tersebut
mempunyai sifat yang berbeda ?

Mengumpulkan data
1) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok
kecil. Setiap kelompok terdiri dari 3 orang
siswa.
2) Siswa berdiskusi dengan anggota
kelompoknya dalam menganalisis data hasil
















Rasa ingin
tahu dan kritis














Kerjasama
dan kritis


75 menit :
- 25 menit
demonstra
si +
diskusi
- 50 menit
analisis
data
percobaan
+
presentasi
percobaan yang disajikan dalam lembar kerja

Mengasosiasi
1) Siswa bersama anggota kelompoknya
menjawab pertanyaan pada lembar kerja dan
merumuskan kesimpulan data hasil percobaan
serta menghubungkannya dengan pertanyaan
pada kegiatan menanya

Mengkomunikasikan
1) Siswa menyampaikan secara verbal hasil
diskusi tentang jenis-jenis garam yang
mengalami hidrolisis




Kritis dan
rasa ingin
tahu
Guru mengklarifikasi jawaban siswa selama
diskusi kelas berlangsung dan menghubungkannya
dengan materi hidrolisis
Kegiatan
Penutup
1) Siswa diminta untuk menyimpulkan tentang
materi hidrolisis
Kesimpulan yang diharapkan : hidrolisis
adalah reaksi antara ion-ion dari suatu garam
dengan molekul-molekul air. Kation yang
dapat mengalami hidrolisis adalah kation
yang berasal dari basa lemah, sedangkan
anion yang dapat mengalami hidrolisis adalah
anion dari suatu asam lemah. Interaksi antara
ion-ion dengan molekul air ini yang
menyebabkan terjadinya perbedaan sifat pada
suatu garam.
2) Siswa diberi pekerjaan rumah tentang materi
yang telah disampaikan dan akan dibahas pada
pertemuan selanjutnya
(lampiran 3)
3) Guru memberi tahu siswa materi yang akan
dipelajari pada pertemuan selanjutnya
Materi selanjutnya : cara perhitungan pH
larutan garam yang mengalammi hidrolisis
4) Guru menutup pelajaran
5) Siswa dengan dipimpin ketua kelas membaca
doa penutup
Disiplin dan
kritis
10
H. Penilaian
1. Jenis Tagihan : Soal tes (penilaian aspek pengetahuan)
2. Bentuk Instrumen : Essay
3. Teknik Penilaian : Penilaian pengetahuan dilakukan dari hasil ulangan
Penilaian sikap dilakukan selama proses pembelajaran
Penilaian keterampilan dilakukan ketika menyajikan
hasil diskusi


LAMPIRAN
Lampiran 1 : Prosedur Demonstrasi
Lampiran 2 : Penilaian Sikap
Lampiran 3 : Penilaian Pengetahuan
Lampiran 4 : Lembar Kerja Siswa

LAMPIRAN 1

Prosedur Demonstrasi

Alat dan bahan
a. Alat
Gelas kimia 250mL 5 buah
Kertas lakmus merah secukupnya
Kertas lakmus biru secukupnya

b. Bahan
Larutan NH
4
Cl 0,1 M
Larutan NaCl 0,1 M
Larutan CaCO
3
0,1 M
Larutan CH
3
COONH
4

Aquades
Tissu

Langkah demonstrasi
1. Memasukkan masing-masing larutan kedalam gelas kimia yang berbeda
Gelas kimia 1 : Larutan NH
4
Cl 0,1 M
Gelas kimia 2 : Larutan NaCl 0,1 M
Gelas kimia 3 : Larutan CaCO
3
0,1 M
Gelas kimia 4 : Larutan CH
3
COONH
4
0,1 M
Gelas kimia 5 : Aquades
2. Menguji sifat tiap larutan dengan menggunakan kertas lakmus

Data Pengamatan Demonstrasi
Jenis Garam
Asam Pembentuk Basa Pembentuk SIfat Larutan
garam
Rumus Sifat Rumus Sifat
NH
4
Cl

HCl

kuat NH
3
lemah Asam
NaCl

HCl kuat NaOH Kuat Netral
CaCO
3
H
2
CO
3
lemah Ca(OH)
2
kuat Basa
CH
3
COONH
4
CH
3
COOH lemah NH
3
lemah Bergantung
pada nilai K
a

dan K
b

LAMPIRAN 2

Lembar Penialain Sikap
Berilah tanda cek () sesuai prestasi siswa
No
.
Nama
siswa
Sikap Kritis
Ikut serta
dalam
berdiskusi
Rasa Ingin
Tahu
Skor
0 1 2 3 4 0 1 2 0 1 2
1
2
3
4



Keterangan
Sikap Kritis
0 : Siswa tidak mengemukakan pendapat
1 : Siswa mengemukakan pendapat yang kurang sesuai konsep ketika disuruh
2 : Siswa mengemukakan pendapat yang kurang sesuai konsep dengan keinginan sendiri
3 : Siswa mengemukakan pendapat sesuai konsep ketika ditunjuk/disuruh
4 : Siswa mengemukakan pendapat sesuai konsep dengan keinginan sendiri
Ikut serta dalam diskusi
0 : Siswa tidak ikut serta dalam berdiskusi
1 : Siswa ikut serta diskusi tetapi tidak mengemukakan pendapatnya
2 : Siswa ikut serta diskusi dan mengemukakan pendapatnya
Rasa Ingin Tahu
0 : Mengajukan 3 pertanyaan atau lebih kepada guru sesuai dengan materi yang sedang
dipelajari
1 : Mengajukan 1 atau 2 pertanyaan kepada guru sesuai dengan materi yang sedang
dipelajari
2 : Tidak mengungkapkan pertanyaan kepada guru




Pedoman Penskoran Penilaian Sikap
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :



Perolehan nilai siswa sebagai berikut :
Sangat Baik : apabila: 3,33 < skor akhir 4,00
Baik : apabila: 2,33 < skor akhir 3,33
Cukup : apabila: 1,33 < skor akhir 2,33
Kurang : apabila: skor akhir 1,33


LAMPIRAN 3
Instrumen Penilain Pengetahun

No Indikator Soal Jawaban Skor
1
3.12.1
Menyebutkan
pengertian hidrolisis
Tuliskan pengertian
hidrolisis dengan
menggunakan kata-kata
sendiri !
Atribut kritis yang harus ada pada pengertian hidrolisis :
Reaksi ion-ion dari garam dengan molekul air
10
2
3.12.2
Menganalisis jenis-
jenis garam yang
mengalami
hidrolisis
Manakah garam-garam
yang dapat mengalami
hidrolisis serta tuliskan
rumus molekul dari
senyawa pembentuknya !
a. LiCl
b. NaCN
c. K
2
SO
4

d. CaF
2

e. MgCl
2

f. (NH
4
)
3
PO
4

g. CuSO
4

h. CuCO
3

i. AgNO
3

j. Ba(NO
3
)
2


Garam yang
terhidrolisis
Asam Pembentuk Basa Pembentuk
NaCN HCN NaOH
CaF
2
HF Ca(OH)
2
(NH
4
)
3
PO
4
H
3
PO
4
NH
3
CuSO
4
H
2
SO
4
Cu(OH)
2
CuCO
3
H
2
CO
3
Cu(OH)
2

AgNO
3
HNO
3
AgOH
50
3
3.12.3
Menuliskan
persamaan reaksi
garam-garam yang
mengalami
hidrolisis
Tuliskan persamaan
reaksi dan sifat larutan
untuk jawaban pada soal
nomor 2 !
NaCN
NaCN Na
+
(aq) + CN
-
(aq)
CN
-
(aq) + H
2
O(l) HCN(aq) + OH
-
(aq)
Sifat larutan : basa
CaF
2

CaF
2
Ca
2+
(aq) + 2F
-
(aq)
2F
-
(aq) + H
2
O(l) HF(aq) + OH
-
(aq)
40
Sifat larutan : basa
(NH
4
)
3
PO
4

(NH
4
)
3
PO
4
3NH
4
+
(aq) + PO
4
3-
(aq)
NH
4
+
(aq) + H
2
O(l) NH
3
(aq) + H
3
O
+
(aq)
PO
4
3-
(aq) + 3H
2
O(l) H
3
PO
4
(aq) + OH
-
(aq)
Sifat larutan : bergantung pada nilai K
a
dan K
b
CuSO
4

CuSO
4
Cu
2+
(aq) + SO
4
2-
(aq)
Cu
2+
(aq) + 2H
2
O(l) Cu(OH)
2
(aq) + 2H
+
(aq)
Sifat larutan : Asam
CuCO
3

CuCO
3
Cu
2+
(aq) + CO
3
2-
(aq)
Cu
2+
(aq) + 2H
2
O(l) Cu(OH)
2
(aq) + 2H
+
(aq)
CO
3
2-
(aq) + 2H
2
O(l) H
2
CO
3
(aq) + 2OH
-
(aq)
Sifat larutan : bergantung pada nilai K
a
dan K
b

AgNO
3

AgNO
3
Ag
+
(aq) + NO
3
-
(aq)
Ag
+
(aq) + H
2
O(l) AgOH(aq) + H
+
(aq)
Sifat larutan : Asam
Skor maksimal 100
15

LAMPIRAN 4

LEMBAR KERJA SISWA

Kelompok :
Anggota :
1.
2.
3.

Penentuan Jenis Garam yang mengalami Hidrolisis
Data Hasil Percobaan
Jenis Garam
Asam Pembentuk Basa Pembentuk Terhidrolisis/Tidak
terhidrolisis
SIfat Larutan
garam
Rumus Sifat Rumus Sifat
Na
2
CO
3


Terhidrolisis Basa
BaSO
4
Tidak terhidrolisi Netral
NH
4
Cl

Terhidrolisis Asam
NH
4
CN Terhidrolisis Bergantung pada
nilai K
a
dan K
b

16

A. Rancanglah langkah kerja untuk percobaan sesuai dengan data diatas ! sertakan alat
dan bahan yang digunakan.

B. Pembahasan
Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai percobaan yang kelompok kamu lakukan!
1. Isilah kolom yang kosong pada tabel data percobaan diatas !
Jawab:




2. Tentukan spesi-spesi apa saja yang terdapat pada masing-masing larutan!
Jawab:



3. Pada masing-masing larutan, tentukan spesi mana yang berpotensi memecah molekul air
(hidrolisis)?
Jawab:





4. Tuliskan persamaan reaksi hidrolisis yang terjadi!
Jawab:





17

5. Mengapa larutan-larutan tersebut mengalami hidrolisis?
Jawab:



6. Mengapa beberapa larutan tidak mengalami hidrolisis?
Jawab:






H. Kesimpulan





18

Jawaban Lembar Kerja Siswa


Penentuan Jenis Garam yang mengalami Hidrolisis
Data Hasil Percobaan
Jenis Garam
Asam Pembentuk Basa Pembentuk Terhidrolisis/Tidak
terhidrolisis
SIfat Larutan
garam
Rumus Sifat Rumus Sifat
CaCO
3
H
2
CO
3
Asam Lemah NaOH

Basa Kuat Terhidrolisis Basa
BaSO
4
H
2
SO
4
Asam kuat Ba(OH)
2
Basa Kuat Tidak terhidrolisi Netral
NH
4
Cl HCl Asam Kuat NH
3
Basa Lemah Terhidrolisis Asam
NH
4
CN HCN Asam Lemah NH
3
Basa Lemah Terhidrolisis Bergantung pada
nilai K
a
dan K
b


19

A. Rancangan langkah kerja
Alat dan bahan
- Gelas kimia
- Plat tetes
- Pipet tetes
- Kertas lakmus merah
- Kertas lakmmus biru
- Larutan Na
2
CO
3
0,1 M
- Larutan BaSO
4
0,1 M
- Larutan AlCl
3
0,1 M
- Larutan NH
4
CN 0,1 M
Langkah Kerja
1) Masukkan masing-masing larutan dalam plat tetes
2) Masukkan masing-masing indikator kertas lakmus biru dan merah secara bergantian
dalam masing-masing plat tetes
3) Amati setiap perubahan warna yang terjadi pada kertas lakmus
4) Catat hasil pengamatan

B. Pembahasan
Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai percobaan yang kelompok kamu lakukan!
1. Isilah kolom yang kosong pada tabel data percobaan diatas !
Jawab:

2. Tentukan spesi-spesi apa saja yang terdapat pada masing-masing larutan!
Jawab:
Na
2
CO
3

Kation Na
+
dan anion CO
3
2-
BaSO
4

Kation Ba
2+
dan anion SO
4
2-
AlCl
3

Kation Al
3+
dan anion Cl
-

NH
4
CN
Kation NH
4
+
dan anion CN
-
20

3. Pada masing-masing larutan, tentukan spesi mana yang berpotensi memecah molekul air
(hidrolisis)?
Jawab : Ion CN
-
, NH
4
+
, Al
3+
dan CO
3
2-


4. Tuliskan persamaan reaksi hidrolisis yang terjadi!
Jawab:
CN
-
(aq) + H
2
O(l) HCN (aq) + OH
-
(aq)
NH
4
+
(aq) + H
2
O(l) NH
3
(aq) + H
3
O
+
(aq)
Al
3+
(aq) + 3H
2
O(l) Al(OH)
3
(aq) + H
3
O
+
(aq)
CO
3
2-
(aq) + H
2
O(l) HCO
3
-
(aq) + OH
-
(aq)

5. Mengapa larutan-larutan tersebut mengalami hidrolisis?
Jawab:
Ion CN
-
dan CO
3
2-
adalah anion dari suatu asam lemah, ion ini memiliki ukuran yang
relatif kecil dan muatannya besar, sehingga ketika dilarutkan dalam air ion ini mudah
menarik ion H
+
dari molekul air atau dengan kata lain bereaksi dengan molekul air.
Ion NH
4
+
dan Al
3+
adalah kation dari suatu basa lemah, ion ini memiliki ukuran yang
relatif kecil dan muatannya besar, sehingga ketika dilarutkan dalam air ion ini mudah
menarik ion OH
-
dari molekul air atau dengan kata lain bereaksi dengan molekul air
6. Mengapa beberapa larutan tidak mengalami hidrolisis?
Jawab:
Karena larutan tersebut berasal dari asam dan basa kuat. Kation Na
+
bermuatan kecil dan
memiliki ukuran yang besar sehingga tidak dapat menarik OH
-
dari air. . Sedangkan anion
Cl
-
memiliki keelektronegatifan yang kecil sehingga tidak dapat menarik H
+
dari air.

I. Kesimpulan
Larutan garam dapat bersifat asam, basa, maupun netral bergantung pada jenis kation maupun
anion pembentuknya. Kation atau anion yang berasal dari basa lemah atau asam lemah dapat
terhidrolisis dalam air menghasilkan ion OH
-
atau H
+
yang menyebabkan larutan garam
bersifat basa atau asam. Kation yang berasal dari asam atau basa kuat tidak dapat terhidrolisis
sehingga larutannya bersifat netral.