Anda di halaman 1dari 9

LTM Biologi Molekuler

Struktur Lipid

Oleh : Atan Tuahta
Npm : 1206227535
Pendahuluan

Abstrak
Lipid adalah molekul yang mengandung hidrokarbon dan membuat building blocks
struktur dan fungsi sel hidup. Lipid contohnya lemak, minyak, lilin, vitamin tertentu, hormon dan
sebagian besar non-protein membran sel.Lipid yang mengandung gugus fungsional ester
hydrolysable dalam air. Ini termasuk netral lemak, lilin, fosfolipid, dan glikolipid.
Nonhydrolyzable lipid kekurangan gugus tersebut dan termasuk steroid dan vitamin yang larut
dalam lemak (misalnya A, D, E, dan K). Lemak dan minyak terdiri dari triasilgliserol atau
trigliserida. Ini terdiri dari gliserol (1,2,3-trihydroxypropane) dan 3 asam lemak untuk
membentuk triester. Trigliserida ditemukan dalam tes darah. Hidrolisis lengkap triasilgliserol
menghasilkan molekul gliserol dan tiga asam lemak.Struktur lemak lipid selanjutnya akan
dibahas pada bahasan ini.

1.Sub Bahasan pertama : Struktur Kimia Lipid
Berdasarkan struktur kimianya, lipid dapat diklasifikasikan sebagai
A.Unsatrurated liquid
Unsaturated liquid merupakan liquid yang memiliki ikatan ganda. Jika lebih dari satu ikatan
ganda pada lipid disebut polyunsaturated. Asam lemak tak jenuh digolongkan menjadi 3, yaitu :
-Asam lemak tak jenuh tunggal (Monounsaturated, monoetenoid, monoenoat)
-Asam lemak tak jenuh banyak (Polyunsaturated, polietenoid, polienoat)
-Eikosanoid : senyawa yang berasal dari asam lemak eikosapolienoat, yang meliputi : prostanoid dan
leukotrien (LT). Prostanoid terdiri dari : prostaglandin (PG), prostasiklin (PGI) dan tromboxan (TX).

B.Saturated Liquid
Saturated liquid mewrupakan liquid yang tidak memiliki ikatan rangkap

2. Sub Bahasan Kedua : Tata Nama Lipid
A.Trivial
Nama trivial adalah penamaan non-sistematik yang paling sering digunakan. Nama trivial tidak mengikuti
suatu pola tertentu namun penyebutannya konsisten untuk masing masing jenis senyawa.Contoh
penamaan dengan Trivial :



B.Nama Sistematik ( IUPAC)
Penamaan secara sistematik (IUPAC) dilakukan berdasarkan standar IUPAC Rules for the Nomenclature
of Ocrganic Chemistry (1979).
1.Pemberian nama asam lemak dilakukan dengan mengganti akhir a pada nama alkana dengan oat.
2.Penentuan rantai utama (rantai dengan jumlah atom karbon paling panjang yang mengandung gugus
karboksil)
3.Penentuan subtituen yang terikat dalam rantai utama dan penomoran subtituen dari C gugus karboksil.
4.Jika senyawa mempunyai 2 gugus karboksil maka rantai utama diberi akhiran dioat.
5.Penambahan kata asam pada awal nama senyawa.
Contoh :

4 hidroksil 2 metil pentanoat


Asam etandioat

3.Sub Bahasan Ketiga :Klasifikasi Lipid
A.Lipid Sederhana
- Lemak netral ( monogliserida, digliserida, trigliserida )
Lemak netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol.Fungsi dasar dari Lemak netral
adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak).Lemak netral terdiri atas monogliserida,
digliserida, dan trigliserida ). Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1, 2 atau 3 asam lemak yang tidak
harus sama. Jika gliserol berikatan dengan 1 asam lemak disebut monogliserida, jika berikatan dengan 2
asam lemak disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida.
Trigliserida merupakan cadangan energi penting dari sumber lipid.Trigliserida adalah sebuah gliserida
atau ester dari gliserol dan tiga asam lemak.( atau lebih tepatnya triasilgliserol atau triasilgliserida ) Pada
manusia , Trigliserida terletak di adiposa (lemak) jaringan, yang secara luas didistribusikan dalam tubuh.
Trigliserida dihidrolisis dalam usus dan diserap sebagai asam lemak dan monogliserida.Fungsi utama
Trigliserida adalah sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida.Apabila
sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol dan
asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh darah. Oleh sel-sel yangmembutuhkan komponen-
komponen tersebut kemudian dibakar dan Smenghasilkan energi,karbondioksida (CO2), dan air (H2O).

- Ester asam lemak dengan alkohol
Ester antara asam lemak dengan alkohol membentuk malam/lilin ( waxes ). Lilin tidak larut di
dalam air dan sulit dihidrolisis.Lilin sering digunakan sebagai lapisan pelindung untuk kulit, rambut dan
lain-lain.Lilin merupakan ester antara asam lemak dengan alkohol rantai panjang.

B. Lipid Majemuk ( Kompleks )

- Fosfolipid
Fosfolipid adalah lipid yang mengandung gugus ester fosfat.Fosfolipid merupakan komponen
lipid terbesar kedua setelah trigliserida lemak dan minyak pada tubuh hewan.Fosfolipid berbentuk lemak
padat yang berwarnakuning dan sifatnya larut dalam pelarut lemak (pelarut organik) selain
aseton.Fosfolipid merupakan komponen pembentuk struktur dinding sel, berfungsi untuk mencegah
terjadinya penguapan air yang berlebihan. Fosfolipid merupakan senyawa yang menyusun struktur lipid
bilayer pada membran sel yang berperan dalam mengatur sistem transport dari dalam ke luar sel. Saat ini
telah banyak hasil riset yang menunjukkan fungsi lain dari fosfolipid sebagai pengatur proses biologis
dalam tubuh, seperti: koneksi sistem saraf dan beberapa penyakit terkait kerja saraf. Meskipun fosfolipid
bukan termasuk senyawa essensial, namun keberadaannya dalam makanan memiliki dampak positif bagi
kesehatan antara lain: mencegah penyakit liver, pengontrol kadar kolesterol, perkembangan sistem otak
dan saraf.
Fosfolipid menyusun 20-25% berat kering otak manusia dewasa. Fosfolipid berperan dalam membentuk
kerangka membran sel otak, sehingga kinerja fosfolipid akan sangat berpengaruh pada tingkat kecerdasan
manusia.


- Glikolipid
Glikolipid ialah molekul-molekul lipid yang mengandung karbohidrat, biasanya pula sederhana
seperti galaktosa atau glukosa.Akan tetapi istilah glikolipid biasanya dipakai untuk lipid yang
mengandung satuan gula tetapi tidak mengandung fosfor.Glikolipid dapat diturunkan dari gliserol atau
pingosine dansering dimakan gliserida atau sebagai spingolipida.

- Asam Lemak
Asam lemak adalah bagian dari molekul lemak.Ini dapat berfungsi sebagai zat penyusun lemak
tubuh atau dapat juga digunakan tubuh untuk menghasilkan energi.Asam lemak atau lemak di dalam
tubuh selain berasal dari lemak/minyak yang dikonsumsi, juga dapat berupa hasil sintesis tubuh dari
karbohidrat atau protein.

- Kolesterol
Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat.Kolesterol merupakan
komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol
merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen penting seperti vitamin D (untuk
membentuk & mempertahankan tulang yang sehat), hormon seks (contohnya Estrogen & Testosteron)
dan asam empedu ( fungsi pencernaan ).
3.Derrivat Lipid
Derrivat lipid merupakan zat yang diturunkan dari hasil hidrolisis golongan-golongan lipid di
atas.Derivat lipid ini meliputi: asam lemak jenuh, dan tak jenuh, gliserol, steroid, aldehid dan benda-
benda keton.

4.Sub Bahsan Keempat : Reaksi reaksi yang Melibatkan Lipid
Beberapa reaksi kimia yang melibatkan lipid ialah hidrogenasi, interesterifikasi, saponifiksasi,
transesterifikasi, hidrolisis, dan reaksi yang menimbulkan bau.
A. Hidrogenasi
Hidrogenasi pada lipid akan terjadi jika minyak yang mengandung asam-asam lemak tidak jenuh
dengan katalis serbuk Ni dapat mengadisi hidrogen sehingga berubah menjadi lemak padat. Proses ini
digunakan untuk membuat mentega tiruan atau margarin. Lipid dengan bagian utama asam lemak tidak
jenuh dapat diubah secara kimia menjadi lemak padat oleh proses hidrogenasi sebagian ikatan gandanya.

B. Saponifikasi
Saponifikasi (saponification) adalah reaksi yang terjadi ketika minyak / lemak dicampur dengan
larutan alkali. Ada dua produk yang dihasilkan dalam proses ini, yaitu sabun dan gliserin. Mekanisme
pemutusan ikatan ester oleh basa melibatkan reaksi kesetimbangan. Anion hidroksida menyerang gugus
karbonil ester. Produk intermediet disebut dengan ortoester.

Pemutusan alkoksida menghasilkan asam karboksilat.

C. Interesterifikasi

Interesterifikasi adalah reaksi perubahan ester trigliserida atau ester asam lemak menjadi ester
lain melalui reaksi dengan alkohol, asam lemak, dan transesterifikasi. Interesterifikasi menyebabkan
penataan ulang atau randomisasi residu asil melaluipertukaran grup asil diantara ester-ester dalam
triagliserol dan kemudian menghasilkanlemak atau minyak dengan sifat-sifat baru. Interesterifikasi dapat
terjadi denganbantuan katalis kimia atau dengan adanya biokatalis enzim.

D. Transesterifikasi
Transesterifikasi adalah proses transformasi kimia molekul trigliserida yang besar, bercabang dari
minyak nabati dan lemak menjadi molekul yang lebih kecil, molekul rantai lurus. Minyak nabati atau
lemak hewani bereaksi dengan alkohol (biasanya metanol) dengan bantuan katalis (biasanya basa) yang
menghasilkan alkil ester (atau untuk metanol, metil ester).
Tidak seperti esterifikasi yang mengkonversi asam lemak bebas menjadi ester, pada
transesterifikasi yang terjadi adalah mengubah trigliserida menjadi ester. Perbedaan antara
transesterifikasi dan esterifikasi menjadi sangat penting ketika memilih bahan baku dan katalis.
Transesterifikasi dikatalisis oleh asam atau basa, sedangkan esterifikasi, bagaimanapun hanya dikatalisis
oleh asam . Pada transesterifikasi, reaksi saponifikasi yang tidak diinginkan bisa terjadi jika bahan baku
mengandung asam lemak bebas yang mengakibatkan terbentuknya sabun

E. Hidrolisis
Dalam reaksi hidrolisis, lemak dan minyak akan diubah menjadi asam- asam lemak bebas
dan gliserol. Reaksi hidrolisi mengakibatkan kerusakan lemak dan minyak. Ini terjadi karena terdapat
terdapat sejumlah air dalam lemak dan minyak tersebut.

F. Reaksi yang Menimbulkan Bau
Ketengikan terjadi bila komponen cita-rasa dan bau mudah menguap terbentuk sebagai akibat
kerusakan oksidatif dari lemak dan minyak yang tak jenuh. Ketengikan dapat terjadi melalui reaksi
otooksidasi, hidrolisis, serta reversi.
Oksidasi
Otooksidasi dimulai dengan pembentukan radikal-radikal bebas yang disebabkan oleh faktor-
faktor yang dapat mempercepat reaksi seperti : cahaya, panas, peroksida lemak atau hidroperoksida,
logam-logam berat seperti Cu, Fe, Co dan Mn, logam pofirin seperti hematin, hemoglobin, mioklobin,
klorofil, dan enzim-enzim lipoksidase. Molekul-molekul lemak yang mengandung radikal asam lemak
tidak jenuh mengalami oksidasi dan menjadi tengik. Bau tengik yang tidak sedap tersebut disebabkan
oleh pembentukan senyawa-senyawa hasil pemecahan hidroperoksida.

Aktivitas Enzimatis
Ketengikan enzimatis disebabkan oleh aktivitas organisme yang menghasilkan enzim tertentu
yang dapat menguraikan trigliserida menjadi asam lemak bebas dan gliserol. Enzim peroksidase dapat
mengoksidasi asam lemak tidak jenuh sehingga terbentuk peroksida.

Reversion
Berbagai jenis minyak atau lemak akan mengalami perubahan flavor dan bau sebelum terjadi
proses ketengikan. Hal ini dikenal sebagai reversion. Reversion terutama dijumpai dalam lemak dipasar
dan pada pemanggangan atau penggorengan dengan menggunakan temperatur yang terlalu tinggi. Faktor-
faktor yang mempengaruhi perkembangan dari reversion suhu, cahaya atau penyinaran, ada tidaknya
oksigen, dan adanya logam-logam yang bersifat sebagai katalisator pada proses oksidasi Perbedaan
ketengikan dan reversion Ketengikan berbeda dengan reversion; beberapa minyak atau lemak mudah
terpengaruh untuk menjadi tengik tetapi akan mempunyai daya tahan terhadap peristiwa reversion,
misalnya pada minyak jagung. Perubahan flavor yang terjadi selama reversion, berbeda untuk setiap jenis
minyak, sedangkan minyak yang telah menjadi tengik, akan menghasilkan flavor yang sama untuk semua
jenis minyak atau lemak. Bilangan peroksida yang sangat tinggi dapat menjadi indikasi ketengikan
minyak atau lemak, tetapi bilangan peroksida ini tidak mempunyai hubungan dengan peristiwa reversion







Daftar Pustaka :
Martohasono S. 2000. Biokimia Jilid 2. Yogyakarta:UGM-Press
David W. Martin, Jr, et al. 1987. Harpers Review of Biochemistry. Diterjemahkan oleh Iyan Darmawan.
Jakarta:EGC
http://www.news-medical.net/health/What-are-Lipids-(Indonesian).aspx
Lehninger, Nelson, dan Cox. 2008. Principles of Biochemistry. USA: Freeman and Company