Anda di halaman 1dari 8

0

LAPORAN

Penggunaan Sel Volta
dalam kehidupan sehari hari









Disusun oleh :
Irma Nurtiana Syafitri (XII IPA 4 / 15)

SMAN 1 SITUBONDO
Jalan PB. Sudirman No.5A Telp. (0338) 671 524 Fax. (0338) 680331
E-Mail : smasa_ganesha@yahoo.co.id Situbondo 68312
Tahun ajaran 2012/2013
1

Sel Volta

Sel Volta atau sel galvani adalah sel elektrokimia yang dapat menyebabkan terjadinya
energi listrik dari suatu reaksi redoks yang spontan. reaksi redoks spontan dapat
mengakibatkan terjadinya energi listrik ini ditemukan oleh Luigi Galvani dan Alessandro
Guiseppe Volta.
Sel volta terdiri atas elektroda tempat berlangsungnya reaksi oksidasi disebut anoda
(electrode negative), dan tempat berlangsungnya reaksi reduksi disebut katoda (electrode
positif).
Susunan sel volta adalah :
Notasi sel : Y / ion Y // ion X / X
Logam X mempunyai potensial reduksi yang lebih positif dibanding logam Y ,
sehingga logam Y bertindak sebagai anoda dan logam X bertindak sebagai katoda.
Jembatan garam mengandung ion-ion positif dan ion-ion negative yang berfungsi
menetralkan muatan positif dan negative dalam larutan elektrolit.

Kegunaan Sel Volta
Dalam kehidupan sehari-hari, arus listrik yang dihasilkan dari suatu reaksi kimia
dalam sel volta banyak kegunaannya, seperti untuk radio, kalkulator, televisi, kendaraan
bermotor, dan lain-lain.
Sel Volta dapat dibedakan menjadi sel Volta primer, sekunder, dan sel bahan bakar.
Sel primer adalah sel yang dibentuk dari katode dan anode yang langsung setimbang
ketika menghasilkan arus.
Sel sekunder adalah sel yang dapat diperbarui dengan cara mengembalikan
elektrodenya ke kondisi awal.
sel bahan bakar adalah sebuah sel yang secara bertahap menghabiskan pereaksi
yang disuplai ke elektrode-elektrode dan secara bertahap pula membuang produk-
produknya.

Tipe-tipe sel Volta beserta contohnya dijelaskan pada uraian berikut.

1) Sel Volta primer
Sel Leclanch ditemukan oleh insinyur Perancis Georges Leclanch (1839-1882) lebih
dari seratus tahun yang lalu. Berbagai usaha peningkatan telah dilakukan sejak itu. tetapi,
yang mengejutkan adalah desain awal tetap dipertahankan, yakni sel kering mangan.
Sel kering mangan terdiri dari bungkus dalam zink (Zn) sebagai elektroda negatif
(anoda), batang karbon/grafit (C) sebagai elektroda positif (katoda) dan pasta MnO2 dan
NH4Cl yang berperan sebagai larutan elektrolit.
Baterai atau sel kering (Lechlanche) merupakan salah satu sel volta, yaitu sel yang
menghasilkan arus listrik, tetapi tidak dapat diisi kembali. Sehingga baterai disebut juga
dengan sel volta primer
2

Sel kering atau baterai kering terdiri atas wadah yang terbuat dari seng dan bertindak
sebagai anode serta batang karbon sebagai katode. Elektrolit sel ini adalah campuran MnO
2
,
(NH
4
)Cl, sedikit air, dan kadang-kadang ditambahkan ZnCl
2
dalam bentuk pasta.


Baterai Biasa
Baterai yang sering kita gunakan disebut juga sel kering atau sel Lecanche. Dikatakan
sel kering karena jumlah air yang dipakai sedikit (dibatasi).

Reaksi yang terjadi pada sel :
Anode : Zn(s) Zn
2+
(aq) + 2e
Katode : 2 MnO
2
(s) + 2 NH
4
+
(aq) + 2 e Mn
2
O
3
(s) + 2 NH
3
(g) + H
2
O(l)
Reaksi : Zn(s) + 2 MnO
2
(s) + 2 NH
4
+
(aq)Mn
2
O
3
(s) + Zn
2+
(aq) + 2 NH
3
(g) + H
2
O(l)

Cara kerja sel kering :
a. Elektrode Zn teroksidasi menjadi ion Zn
2+

Zn Zn
2+
+ 2 e
b. Elektron yang dilepaskan mengalir melalui kawat penghantar menuju elektrode karbon.
c. Elektron-elektron pada elektrode karbon mereduksi MnO
2
dan NH4
+
menjadi Mn
2
O
3
dan
NH
3
.

Baterai Alkaline
Sel yang sering digunakan sebagai ganti sel kering Lechlanche adalah baterai alkaline.
Pada baterai alkaline dapat dihasilkan energi dua kali lebih besar dibanding baterai biasa.
3

Baterai ini terdiri atas anode seng dan katode mangan dioksida serta elektrolit kalium
hidroksida. Dalam sel kering alkaline, padatan KOH atau NaOH digunakan sebagai ganti
NH
4
Cl. Umur sel kering mangan (baterai biasa) diperpendek oleh korosi zink akibat
keasaman NH
4
Cl. Sedangkan pada sel kering alkali bebas masalah, ini karena penggantian
NH
4
Cl yang bersifat asam dengan KOH/NaOH yang bersifat basa. Jadi umur sel kering alkali
lebih panjang.Selain itu juga menyebabkan energi yang lebih kuat dan tahan lama.

Reaksi yang berlangsung, yaitu:
Anode : Zn(s) + 2 OH

(aq) Zn(OH)
2
(s) + 2 e
Katode : 2 MnO
2
(s) + 2 H
2
O(l) + 2 e 2 MnO(OH)(s) + 2 OH

(aq)
Reaksi : 2 MnO
2
(s) + 2 H
2
O(l) + Zn(s) 2 MnO(OH)(s) + Zn(OH)
2
(s)



Baterai Perak Oksida
Susunan baterai perak oksida yaitu Zn (sebagai anode), Ag
2
O (sebagai katode), dan
pasta KOH sebagai elektrolit. Baterai perak oksida memiliki potensial sel sebesar 1,5 volt dan
bertahan dalam waktu yang lama.Kegunaan baterai jenis ini adalah untuk arloji,kalkulator
dan berbagai jenis peralatan elektrolit lainnya.

Reaksinya sebagai berikut:
Anode : Zn + 2OH
-
Zn(OH)
2
+ 2e
Katode : Ag
2
O + H
2
O + 2e 2Ag + 2OH
-

Reaksi: Zn + Ag
2
O + H
2
O Zn(OH)
2
+ 2Ag

Baterai merkuri
Baterai merkuri ini merupakan satu dari baterai kecil yang dikembangkan untuk
usaha perdagangan atau komersial. Anoda seng dan katoda merkuri (II) oksida (HgO) adalah
penyusun dari baterai merkuri ini yang dihubungkan dengan larutan elektrolit kalium
hidroksida (KOH). Sel ini mempunyai beda potensial 1,4V.
Reaksi yang terjadi pada baterai ini adalah:
Anoda : Zn(s) + 2OH
-
(aq) ZnO(s) + H
2
O + 2e
Katoda : HgO(s) + H
2
O + 2e Hg(l) + 2OH
-
(aq)
Reaksi : Zn(s) + HgO(s) ZnO(s) + Hg(l)

4

Baterai Litium
Terdiri atas litium sebagai anoda dan MnO
2
sebagai oksidator (seperti pada baterai
alkaline). Baterai Litium ini dapat menghasilkan arus listrik yang lebih besar dan daya
tahannya lebih lama dibandingkan baterai kering yang berukuran sama.
Berikut notasi dari baterai Litium:
LiLi
+
(pelarut non-air)KOH (pasta)MnO
2
, Mn(OH)
3
, C

2) Sel Volta sekunder
Sel aki (Accumulator)
Sel aki (Accumulator) merupakan contoh sel Volta sekunder. Sel aki terdiri atas
elektrode Pb (anode) dan PbO
2
(katode). Keduanya dicelupkan dalam larutan H
2
SO
4
.
Aki dapat menghasilkan listrik, Anoda Pb dan katoda PbO
2
bereaksi dengan SO
4
2-
menghasilkan PbSO4. PbSO4 yang dihasilkan dapat menutupi permukaan lempeng anoda
dan katoda. Jika telah terlapisi seluruhnya maka lempeng anoda dan katoda tidak berfungsi.
Akibatnya aki berhenti menghasilkan listrik. Pada saat aki menghasilkan listrik dibutuhkan
ion H
+
dan ion SO
4
2-
yang aktif bereaksi. akibatnya jumlah ion H+ dan ion SO
4
2-
pada larutan
semakin berkurang dan larutan elektrolit menjadi encer maka arus listrik yang dihasilkan dan
potensial aki semakin melemah.

Cara kerja sel aki:
a. Elektrode Pb teroksidasi menjadi Pb
2+

Pb(s) Pb
2+
(aq) + 2 e
Pb2+ yang terbentuk berikatan dengan SO
4
2
dari larutan.
Pb
2+
(aq) + SO
4
2
(aq) PbSO
4
(s)
b. Elektron yang dibebaskan mengalir melalui kawat penghantar menuju elektrode PbO
2
.
c. Pada elektrode PbO
2
elektron-elektron dari anode Pb akan mereduksi PbO
2
menjadi Pb
2+
yang kemudian berikatan dengan SO
4
2
dari larutan.
PbO2(s) + 4 H
+
(aq) + 2 e Pb
2+
(aq) + 2 H
2
O(l)
Pb
2+
(aq) + SO
4
2-
(aq) PbSO
4
(s)

Reaksi yang terjadi pada sel aki dapat ditulis sebagai berikut.
Anode : Pb(s) + SO
4
2
(aq) PbSO
4
(s) + 2 e
Katode: PbO
2
(s) + H
2
SO
4
(aq) + 2 H
+
+ 2 e PbSO
4
(s) + 2 H
2
O(l)
Reaksi : Pb(s) + PbO
2
(s) + 2 H
2
SO
4
2 PbSO
4
(s) + 2 H
2
O
5

Pada reaksi pemakaian sel aki, molekul-molekul H
2
SO
4
diubah menjadi PbSO
4
dan
H
2
O sehingga konsentrasi H
2
SO
4
dalam larutan semakin berkurang. Oleh karena itu, daya
listrik dari aki terus berkurang dan perlu diisi kembali.

Baterai Nikel-Kadmium
Mirip dengan baterai timbal, sel nikel-kadmium juga (reversibel dapat di isi ulang).
Selain itu dimungkinkan untuk membuat sel nikel-kadmium lebih kecil dan lebih ringan
daripada sel timbal. Jadi sel ini digunakan sebagai batu baterai alat-alat portabel seperti :
UPS, handphone dll. Baterai nikel-kadmium merupakan zat padat yang melekat pada kedua
elektrodenya. Baterai nikel-kadmium memiliki tegangan sekitar 1,4V.

Reaksi sel yang terjadi sebagai berikut:
Anode : Cd + 2OH
-
Cd(OH)
2
+ 2e
Katode : NiO
2
+ 2H
2
O + 2e Ni(OH)
2
+ 2OH
Reaksi : Cd + NiO
2
+ 2H
2
O Cd(OH)
2
+ Ni(OH)
2

Hasil-hasil reaksi pada baterai nikel-kadmium merupakan zat padat yang melekat
pada kedua elektrodenya.Pengisian dilakukan dengan membalik arah aliran electron pada
kedua electrode.

Sel Perak Seng
Sel ini mempunyai kuat arus (I) yang besar dan banyak digunakan pada kendaran-
kendaraan balap. Sel perak seng dibuat lebih ringan dibandingkan dengan sel timbal seng.
KOH adalah elektrolit yang digunakan dan elektrodenya berupa logam Zn (seng) dan Ag
(perak).

Sel natrium belerang
Sel natrium belerang ini dapat menghasilkan energi listrik yang lebih besar dari sel
perak seng. Elektrodenya adalah Na (natrium) dan S (sulfur).

3) Sel bahan bakar
Sel bahan bakar
Sel bahan bakar merupakan bagian dari sel volta yang mirip dengan aki atau baterai,
dimana bahan bakarnya diisi secara terus menerus, sehingga dapat dipergunakan secara
terus menerus juga. Bahan baku dari sel bahan bakar adalah gas hidrogen dan oksigen. Sel
hidrogen-oksigen termasuk jenis sel bahan bakar yang terus-menerus dapat berfungsi
selama bahan-bahan secara tetap dialirkan ke dalamnya. Sel ini digunakan pada pesawat
ruang angkasa. Sel hidrogen-oksigen terdiri atas anode dari lempeng nikel berpori yang
dialiri gas hidrogen dan katode dari lempeng nikel oksida berpori yang dialiri gas oksigen.
Elektrolitnya adalah larutan KOH pekat.

6


Cara kerja sel ini adalah
a. Gas hidrogen yang dialirkan pada pelat nikel berpori teroksidasi membentuk H
2
O.
2 H
2
+ 4 OH

4 H
2
O + 4 e
b. Elektron yang dibebaskan bergerak melalui kawat penghantar menuju elektrode nikel
oksida.
c. Pada elektrode nikel oksida elektron mereduksi O
2
menjadi OH

.
O
2
+ 2 H
2
O + 4 e 4 OH



Reaksi yang terjadi pada sel ini sebagai berikut.
Anode : 2 H
2
(g) + 4 OH

(aq) 4 H
2
O(l) + 4 e
Katode : O
2
(g) + 2 H
2
O(l) + 4 e 4 OH

(aq)
Reaksi : 2 H
2
(g) + O
2
(g) 2 H
2
O(l)
Biasanya pada sel ini digunakan platina atau senyawa paladium sebagai katalis.
















7


Penggunaan volta dan elektrolisis dalam kehidupan sehari-hari :

Proses dalam penyepuhan
Elektroplating atau penyepuhan merupakan proses pelapisan permukaan logam
dengan logam lain. Misalnya tembaga dilapisi dengan emas dengan menggunakan elektrolit
larutan emas (AuCl
3
).
Emas (anoda) : Au(s) Au
3+
(aq) + 3e (oksidasi)
Tembaga (katoda) : Au
3+
(aq) + 3e Au(s) (reduksi)
Dari persamaan reaksi tampak pada permukaan tembaga akan terjadi reaksi reduksi Au
3+
(aq)
+ 3e Au(s). Dengan kata lain emas Au terbentuk pada permukaan tembaga dalam bentuk
lapisan tipis. Ketebalan lapisan juga dapat diatur sesuai dangan lama proses reduksi.
Semakin lama maka lapisan yang terbentuk semakin tebal.

Proses Sintesa
Sintesa atau pembuatan senyawa basa, cara elektrolisa merupakan teknik yang
handal. Misalnya pada pembuatan logam dari garam yaitu K, Na dan Ba dari senyawa KOH,
NaOH, Ba(OH)
2
, hasil samping dari proses ini adalah terbentuknya serta pada pembuatan gas
H
2
, O
2
, dan Cl
2
. Seperti reaksi yang telah kita bahas. Dalam skala industri, pembuatan Cl
2
dan
NaOH dilakukan dengan elektrolisis larutan NaCl dengan reaksi sebagai berikut:

Proses pemurnian logam
Proses pemurnian logam juga mengandalkan proses elektrolisa. Proses pemurnian
tembaga merupakan contoh yang menarik dan mudah dilaksanakan. Pemurnian ini
menggunakan elektrolit yaitu CuSO
4
. Pada proses ini tembaga yang kotor dipergunakan
sebagai anoda, dimana zat tersebut akan mengalami oksidasi, Cu(s) Cu
2+
(aq) + 2e
Reaksi oksidasi ini akan melarutkan tembaga menjadi Cu
2+
. Dilain pihak pada katoda
terjadi reaksi reduksi Cu
2+
menjadi tembaga murni. Mula-mula Cu
2+
berasal dari CuSO
4
, dan
secara terus menerus digantikan oleh Cu
2+
yang berasal dari pelarutan tembaga kotor. Proses
reaksi redoks dalam elektrolisis larutan CuSO4 adalah :
CuSO
4
(aq) Cu
2+
(aq) + SO
4
2-
(aq)
Katoda: Cu
2+
(aq) + 2e Cu(s)
Anoda : Cu(s) Cu
2+(
aq) + 2e
Pengotor tembaga umumnya terdiri dari perak, emas, dan platina. Oleh karena E
o

unsur Ag, Pt dan Au > dari E
o
Cu, maka ketiga logam tidak larut dan tetap berada di anoda
biasanya berupa lumpur. Demikian juga jika pengotor berupa Fe atau Zn, unsur ini dapat
larut namun cukup sulit tereduksi dibandingkan Cu, sehingga tidak mengganggu proses
reduksi Cu.