Anda di halaman 1dari 19

I.

PENDAHULUAN
Manusia adalah makhluk yang dimuliakan oleh Tuhan, pencipta manusia
begitu sempurna lahir maupun batin. Sikap berdiri manusia adalah yang paling gagah
dan sikap berdiri tegak inilah yang sangat dibanggakan oleh manusia sendiri.
Manusia sangata takut bila menderita penyakit yang menyebabkan dia tidak mampu
berdiri, sehingga dia harus tidur terus, yang kadang-kadang sampai beberapa hari.
Salah satu penyakit yang menyebabkan manusia tidak bisa berdiri adalah penyakit
Meniere.
1
Penyakit ini ditemukan oleh Meniere pada tahun 1861, dan dia yakin bahwa
penyakit ini berada di dalam telinga, sedangkan pada waktu itu para ahli banyak
menduga bahwa penyakit itu berada pada otak. Pendapat Meniere dibuktikan oleh
allpike dan !airn tahun 1"#8, dengan ditemukannya hidrops endolim$a, setelah
memeriksa tulang temporal pasien Meniere.
1
1
II. PENYAKIT MENIERE
2.1 Anatomi Telinga
%ambar 1. Struktur anatomi telinga
1. Telinga Luar
Telinga luar meliputi daun telinga &pinna' dan liang telinga sampai membran
timpani. (aun telinga terdiri dari kulit dan tulang rawan elastin. )iang telinga
memiliki tulang rawan pada bagian lateral namun bertulang pada sebelah medial.
Seringkali terdapat penyempitan liang telinga pada perbatasan antara tulang dan
tulang rawan ini. Sendi temporomandibularis dan kelen*ar parotis terletak di depan
terhadap liang telinga sementara prosesus mastoideus terletak di belakangnya. )iang
telinga berbentuk menyerupai huru$ S dengan pan*ang sekitar tiga sentimeter. Pada
2
sepertiga bagian luar kulit liang telinga terdapat banyak kelen*ar serumen dan rambut
sedangkan pada dua pertiga dalamnya hanya sedikit di*umpai kelen*ar serumen.
#
Peradangan pada bagian telinga ini disebut otitis eksterna. al ini ter*adi
akibat in$eksi bakteri, +irus, maupun *amur disertai dengan $aktor predisposisi berupa
kebiasaan mengorek telinga, kondisi udara dan keadaan klinis tertentu yang
menyebabkan penurunan dari sistem imunitas seperti ,-./,(S, penggunaan
kortikosteroid *angka pan*ang, radioterapi, dan diabetes melitus.
#
2. Telinga Tengah
Telinga tengah terisi udara dapat dibayangkan sebagai kotak dengan enam
sisi. (inding posteriornya *auh lebih luas daripada dinding anteriornya sehingga
kotak tersebut berbentuk ba*i. Promontorium pada dinding medial meluas ke arah
lateral ke arah umbo dari membran timpani sehingga kotak tersebut lebih sempit pada
bagian tengah.
#,0
Telinga tengah berbentuk kubus dengan 1
#,0
2atas lateral 1 membran timpani
2atas anterior 1 tuba eustachius
2atas in$erior 1 bulbus *ugularis
2atas posterior 1 aditus ad antrum, kanalis $asialis pars +erikalis
2atas superior 1 lantai $ossa kranii media
2atas medial 1 kanalis semisirkularis hori3ontalis, kanalis $asialis,
$enestra o+ale, $enestra rotundum dan promontorium
Membran timpani berbentuk bundar dan cekung bila dilihat dari arah liang
telinga dan terlihat oblik terhadap sumbu liang telinga. 2agian atas disebut pars
$laksida, sedangkan bagian bawah disebut pars tensa. Pars $laksida berlapis dua yaitu
bagian luar merupakan lan*utan epitel liang telinga dan bagian dalam dilapisi oleh sel
kubus bersilia, seperti mukosa saluran pernapasan. Pars tensa memiliki satu lapisan
lagi di tengah yaitu lapisan yang terdiri dari serat kolagen dan elastin yang ber*alan
secara radier di luar dan sirkuler di dalam. 2ayangan penon*olan bagian bawah
maleus pada membrab timpani disebut umbo. (ari umbo bermula suatu re$leks
cahaya &cone of light' ke arah bawah, yaitu ke arah pukul 4 untuk membran timpani
kiri dan pukul 5 untuk membran timpani kanan. Serabut sirkuler dan radier pada
3
membran timpani pars tensa inilah yang menyebabkan re$leks cahaya yang berupa
kerucut ini yang kita nilai.
5
(i dalam telinga tengah terdapat tulang-tulang pendengaran yaitu maleus,
inkus, dan stapes. Tulang pendengaran dalam telinga tengah saling berhubungan.
Prosesus longus maleus melekat pada membran timpani, maleus melekat pada inkus
dan inkus melekat pada stapes. Stapes terletak pada $enestra o+ale yang berhubungan
dengan kokhlea. ubungan antara tulang-tulang pendengaran adalah persendian.
0,5
Pada pars $laksida terdapat daerah yang disebut atik. Pada tempat ini terdapat
aditus ad antrum yang merupakan lubang yang menghubungkan telinga tengah
dengan antrum mastoid. Tuba eustachius ber$ungsi untuk men*aga keseimbangan
tekanan udara dalam ca+um timpani. 2agian lateral berupa dinding dari tulang dan
selalu terbuka, sedangkan dinding medial tersusun dari tulang rawan yang biasanya
menutup kecuali menelan, mengunyah, atau menguap.
#,0,5

%ambar 6. /natomi telinga tengah
%ambar #. /natomi membran timpani
3. Telinga Dalam
4
2entuk telinga dalam sedemikian kompleksnya sehingga disebut labirin.
Telinga dalam terdiri dari kokhlea yang berupa dua setengah lingkaran dan +estibuler
yang dibentuk oleh utrikulus, sakulus, dan kanalis semisirkularis. )abirin &telinga
dalam' mengandung organ pendengaran dan keseimbangan, terletak pada pars
petrosus os temporal. )abirin terdiri dari 1
#,5
)abirin bagian tulang, terdiri dari 1 kanalis semisirkularis, +estibulum, dan
kokhlea
)abirin bagian membran, yang terletak di dalam labirin bagian tulang, terdiri
dari 1 kanalis semisirkularis, utrikulus, sakulus, sakus, dan duktus
endolim$atikus serta kokhlea.
/ntara labirin bagian tulang dan membran terdapat suatu ruangan yang berisi
cairan perilim$e yang berasal dari cairan serebrospinalis dan $iltrasi dari darah. (i
dalam labirin bagian membran terdapat cairan endolim$e yang diproduksi oleh stria
+askularis dan diresirbsi pada sakkus endolim$atikus.
#,5
7*ung atau puncak kokhlea disebut helikoterma yang menghubungkan
perilim$a skala timpani dan skala +estibuli. Pada irisan melintang di kokhlea tampak
skala +estibuli di sebelah atas, skala timpani di sebelah bawah dan skala media
diantaranya. Skala +estibuli dan skala timpani berisi perilim$e sedangkan skala media
berisi endolim$e. (asar skala +estibuli disebut membran reissner sedangkan dasar
skala media disebut membran basilaris yang terletak organ korti di dalamnya. Pada
skala media terdapat bagian yang berbentuk lidah yang disebut membran tektoria dan
pada membran basilaris melekat sel rambut dalam, sel rambut luar, dan kanalis korti.
Membran basilaris sempit pada basisnya &nada tinggi' dan melebar pada apeksnya
&nada rendah'. Terletak diatas membran basilaris dari basis ke apeks adalah organ
korti yang mengandung organel-organel penting untuk mekanisme sara$ peri$er
pendengaran. 8rgan korti terdiri dari satu baris sel rambut dalam &#.999' dan tiga
baris sel rambut luar &16.999'. 7*ung sara$ a$eren dan e$eren menempel pada u*ung
bawah sel rambut.
#,5
2agian +estibulum telinga dalam dibentuk oleh utrikulus, sakulus, dan kanalis
semisirkularis. 7trikulus dan sakulus mengandung makula yang diliputi oleh sel-sel
5
rambut. Menutupi sel-sel rambut adalah suatu lapisan gelatinosa yang ditembus oleh
silia dan pada lapisan ini terdapat pula otolit yang mengandung kalsium dan akan
menimbulkan rangsangan pada reseptor. Sakulus berhubungan dengan utrikulus
melalui suatu duktus sempit yang merupakan saluran menu*u sakus endolim$atikus.
Makula utrikulus terletak pada bidang yang tegak lurus dengan makula sakulus.
:etiga kanalis semisirkularis bermuara pada utrikulus. Masing-masing kanalis
memiliki satu u*ung yang melebar yang membentuk ampula dan mengandung sel-sel
rambut krista dan diselubungi oleh lapisan gelatinosa yang disebut kupula. %erakan
dari endolim$e dalam kanalis semisirkularis akan menggerakkan kupula yang
selan*utnya akan membengkokkan silia sel-sel rambut krista dan merangsang sel
reseptor.
#,5
%ambar 0. /natomi telinga dalam
4. a!"ulari!a!i Telinga
Telinga dalam memperoleh pendarahan dari a.auditori interna &a.labirintin'
yang berasal dari a.serebelli anterior atau langsung dari a.basilaris yang merupakan
suatu end arteri dan tidak mempunyai pembuluh darah anastomosis. Setelah
memasuki meatus akustikus internus, arteri ini bercabang tiga, yaitu 1
#
/rteri +estibularis anterior yang memperdarahi makula utrikuli, sebagian
makula sakuli, krista ampularis, kanalis semisirkularis superior dan lateral
serta sebagian dari utrikulus dan sakulus
/rteri +estibulokokhlearis yang memperdarahi makula sakuli, kanalis
semisirkularis posterior, bagian in$erior utrikulus dan sakulus serta putaran
berasal dari kokhlea.
/rteri kokhlearis yang memasuki mediolus dan men*adi pembuluh-pembuluh
arteri spiral yang memperdarahi organ korti, skala +estibuli, skala timpani
sebelum berakhir pada stria +askularis.
/liran +ena pada telinga dalam melalui tiga *alur utama. -ena auditori interna
berasal dari putaran tengah dan apikal kokhlea. -ena a;uaduktus kokhlearis berasal
dari putaran basiler kokhlea, sakulus, dan utrikulus dan berakhir pada sinus petrosus
6
in$erior. -ena ak;uaduktus +estibularis berasal dari kanalis semisirkularis sampai
utrikulus. -ena ini mengikuti duktus dan masuk ke sinus sigmoid.
#
5. Per!ara#an $iner%a!i& Telinga
n.akustikus bersama n.$asialis masuk ke dalam porus dari meatus akustikus
internus dan bercabang dua sebagai n.+estibularis dan n.kokhlearis. Pada dasar
meatus akustikus internus terletak ganglion +estibularis dan pada mediolus terletak
ganglion spiralis.
#,0
2.2 'i!iologi Pen(engaran (an Ke!eim)angan
1. 'i!iologi Pen(engaran
Sampai tingkat tertentu daun telinga adalah suatu pengumpul suara sementara
liang telinga karena bentuk dan dimensinya dapat sangat memperbesar suara dalam
rentang dua sampai empat :3. %elombang ini akan diteruskan ke telinga tengah
dengan menggetarkan membran timpani. %etaran ini akan diteruskan ke telinga
tengah dengan menggetarkan membran timpani. %etarani ini akan diteruskan melalrui
rangkaian tulang-tulang pendengaran &maleus, inkus, stapes' yang akan
mengampli$ikasikan getaran melalui daya ungkit tulang pendengaran dan perkalian
perbandingan luas membran timpani dan $oramen o+ale. Tulang-tulang pendengaran
akan meningkatkan e$isiensi dari getaran sebanyak 1,# kali dan perbandingan luas
permukaan membran timpani dan $oramen o+ale dan mengmpli$ikasi pendengarana
sebanyak 69 kali, energi getar yang telah diampli$ikasi ini akan diteruskan ke stapes
yang menggerakkan $oramen o+ale sehingga perilim$e pada skala +estibuli akan
bergerak.
5,6
%etaran diteruskan melalui membran reissner yang mendorong endolim$a
sehingga akan menimbulkan gerak relati$ antara membran basilaris dan membran
tektoria. Proses ini merupakan rangsangan mekanik yang menyebabkan ter*adinya
de$leksi stereosilia sel-sel rambut sehingga kanal ion terbuka dan ter*adi pelepasan
ion-ion bermuatan listrik dari badan sel. 7ntuk suara dengan $rekuensi tinggi akan
7
menyebabkan de$leksi dominan pada bagian basis dari membran basilaris sedangkan
untuk $rekuensi sedang di tengah dan $rekuensi rendah di apeks. :eadaan ini
menimbulkan proses depolarisasi sel-sel rambut sehingga melepaskan
neurotransmiter ke dalam sinapsis yang akan menimbulkan potensial aksi pada sara$
auditoris, kemudian dilan*utkan ke nukleus auditorius sampai ke korteks pendengaran
di lobus temporalis &area broadman 01'.
5,6
%ambar 5. /natomi kokhlea
2. 'i!iologi Ke!eim)angan
:eseimbangan dan orientasi tubuh seseorang terhadap lingkungan sekitarnya
tergantung dari input sensorik dari reseptor +estibuler di labirin, organ penglihatan,
dan organ propriosepti$. %abungan in$ormasi ketiga reseptor sensorik tersebut akan
diolah di sistem sara$ pusat sehingga akan menimbulkan gambaran mengenai keadaan
posisi tubuh pada suatu saat dan bagaimana mengatur posisi tubuh seperti yang
dikehendaki. 8rgan penglihatan menerima rangsangan melalui reseptor di retina yaitu
di makula lutea. <angsang tersebut diteruskan melalui n.optikus &=.,,' sampai ke
korteks +isual di lobus oksipitalis. >ungsi penglihatan memberikan in$ormasi tentang
posisi dan gerak tubuh serta lingkungan sekitar. 8rgan propriosepti$ menerima
rangsang gerak melalui reseptor muskuloskeletal terutama di daerah leher yang
disalurkan melalui sara$ spinal kemudian medula spinalis, medula oblongata,
thalamus dan berakhir di korteks sensoris &post sentralis'. 8rgan +estibuler menerima
rangsangan gerak dari reseptor di labirin yaitu utrikulus, sakulus &makula' dan kanalis
semisirkularis &krista ampularis'. Sel-sel pada organ otolit peka terhadap gerak linier
8
sedangkan sel-sel pada kanalis semisirkularis peka terhadap rotasi khususnya
terhadap percepatan sudut &perubahan dalam kecepatan sudut'. :emudian rangsang
tersebut disalurkan melalui n.+estibularis &=.-,,,' ke medula oblongata dan berakhir
di korteks serebri girus temporalis superior dekat pusat pendengaran. Sebagian
rangsangan disalurkan langsung ke serebelum dan sebagian lagi ke medula spinalis
melalui traktus +estibulospinal menu*u ke motor neuron yang menginer+asi otot-otot
proksimal, kumparan otot leher dan otot punggung &postural'. Sistem ini ber*alan
dengan sangat cepat sehingga membantu mempertahankam keseimbangan tubuh.
6,4,8
<angsang yang diterima oleh reseptor ketiga sistem tersebut disalurkam
melalui sara$ peri$ernya ke sistem sara$ pusat integrasi. :oordinasi antara ketiganya
dan beberapa pusat di otak seperti serebelum, ganglia basilaris, dan $ormatio
retikularis akan mempertahankan $ungsi keseimbangan tubuh. Mekanisme ker*asama
ketiga organ sensorik dan susunan sara$ pusat tersebut berlangsung secara in+olunter.
Mekanisme tersebut dapat ber*alan sadar apabila dalam keadaan tertentu misalnya
ber*alan diatas permukaan yang tidak rata, berlari, dan bermain ski. (alam kehidupan
sehari-hari, mekanisme tersebut ber*alan terus-menerus untuk mempertahankan tonus
otot-otot tubuh dan ekstremitas agar tubuh tetap dalam posisi tegak atau mengubah
posisi agar tidak *atuh pada keadaan tertentu. Susunan sara$ pusat yang selalu
memberi perintah melalui *aras +estibulospinal untuk mengatur kontraksi otot dan
ekstremitas in$erior untuk mempertahankan keseimbangan tubuh.
6,4,8
2.* De#ini!i
Penyakit Meniere diyakini sebagai suatu gangguan akibat pembengkakan
rongga endolim$atik. Penderita penyakit Meniere yang berasal dari koklea
mengemukakan ketulian yang berubah-ubah dengan suatu tinitus nada rendah.
Serangan dapat berlangsung beberapa menit hingga beberapa *am. Penyakit Meniere
la3imnya melibatkan perubahan +estibular.
6
2.4 E+i(emiologi
9
,nsiden penyakit Meniere berkisar antara 19-159 kasus per 199.999 orang
setiap tahun. Tidak ada perbedaan antara pria dan wanita dan pasien biasanya hadir
dalam dekade kelima kehidupan. (iagnosis penyakit Meniere tidak ditemukan pada
seseorang yang usianya kurang dari 69 atau lebih dari 49 tahun. Tidak ada perbedaan
antara telinga kanan atau kiri terhadap predileksi untuk penyakit ini.
11
2., Pato#i!iologi
%e*ala klinis penyakit Meniere disebabkan oleh adanya hidrops endololim$a
pada koklea dan +estibulum. idrops yang ter*adi mendadak dan hilang timbul
diduga disebabkan oleh1
1
1. Meningkatnya tekanan hidrostatik pada u*ung arteri
6. 2erkurangnya tekanan osmotik di dalam kapiler
#. Meningkatnya tekanan osmotik ruang ekstrakapiler
0. ?alan keluar sakus endolim$atikus tersumbat, sehingga ter*adi penimbunan
cairan endolim$a
Secara patologis, penyakit Meniere disebabkan oleh pembengkakan pada
kompartemen endolim$atik. 2ila proses ini mencapai suatu pinna, ter*adi ruptur
membrana reissner sehingga endolim$e tercampur dengan perilim$e. hal ,ni
menyebabkan gangguan pendengaran sementara yang kembali pulih setelah
membrana kembali menutup dan komposisi kimiawi cairan endolim$e dan perilim$e
kembali normal.
6
Pada pemeriksaan histopatologi tulang temporal, ditemukan pelebaran dan
perubahan mor$ologi pada membrane <eissner. Terdapat penon*olan ke dalam skala
+estibule, terutama daerah apeks koklea helikotrema. Sakulus *uga mengalami
pelebaran yang dapat menekan utrikulus. Pada awalnya pelebaran skala media dimula
dari daerah apeks koklea, kemudian dapat meluas mengenai bagian tengah dan basal
10
koklea. al ini yang dapat men*elaskan ter*adinya tuli sara$ nada rendah pada
penyakit Meniere.
1
%e*ala klinis penyakit Meniere disebabkan oleh adanya hidrops endolim$a
&peningkatan endolim$a yang menyebabkan labirin membranosa berdilatasi' pada
kokhlea dan +estibulum. idrops yang ter*adi dan hilang timbul diduga disebabkan
oleh meningkatnya tekanan hidrostatik pada u*ung arteri, menurunnya tekanan
osmotik dalam kapiler, meningkatnya tekananosmotik ruang ekstrakapiler, *alan
keluar sakus endolim$atikus tersumbat &akibat *aringan parut atau karena de$ek dari
se*ak lahir'.
1
idrops endolim$a ini lama kelamaan menyebabkan penekanan yang bila
mencapai dilatasi maksimal akan ter*adi ruptur labirin membran dan endolim$a akan
bercampur dengan perilim$a. Pencampuran ini menyebabkan potensial aksi di telinga
dalam sehingga menimbulkan ge*ala +ertigo, tinnitus, dan gangguan pendengaran
serta rasa penuh di telinga. :etika tekanan sudah sama, maka membran akan sembuh
dengan sendirinya dan cairan perilim$e dan endolim$e tidak bercampur kembali
namun penyembuhan ini tidak sempurna.
1
Penyakit Meniere dapat menimbulkan 1
"
:ematian sel rambut pada organ korti di telinga tengah
Serangan berulang penyakit Meniere menyebabkan kematian sel rambut organ
korti. (alam setahun dapat menimbulkan tuli sensorineural unilateral. Sel
rambut +estibuler masih dapat ber$ungsi, namun dengan tes kalori
menun*ukkan kemunduran $ungsi.

Perubahan mekanisme telinga
(imana disebabkan periode pembesaran kemudian penyusutan utrikulus dan
sakulus kronik. Pada pemeriksaan histopatologi tulang temporal ditemukan
perubahan mor$ologi pada membran <eissner. Terdapat penon*olan ke dalam
skala +estibuli terutama di apeks kokhlea &helikoterma'. Sakulus *uga
mengalami pelebaran yang sama yang dapat menekan utrikulus. Pada awalnya
pelebaran skala media dimulai dari apeks kokhlea kemudian dapat meluas
11
mengenai bagian tengah dan basal kokhlea. al ini dapat men*elaskan
te*adinya tuli sara$ nada rendah pada penyakit ini.
2.- Etiologi
Penyebab pasti penyakit Meniere belum diketahui. Penambahan +olume
endolim$a di perkirakan oleh adanya gangguan biokimia cairan endolim$a dan
gangguan klinik pada membrane labirin.
1
2.. /e0ala "lini!
Terdapat trias atau sindrom Meniere yaitu1
1
1. -ertigo
6. Tinnitus
#. Tuli sensorineural terutama nada rendah
Serangan pertama sangat berat, yaitu +ertigo disertai muntah, setiap kali
berusaha untuk berdiri dia merasa berputar, mual dan terus muntah lagi. al ini
berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu, meskipun keadaannya berangsur
baik. Penyakit ini bsia sembuh tanpa obat dan ge*ala penyakit bisa hilang sama sekali.
Pada serangan kedua kalinya dan selan*utnya dirasakan lebih ringan, tidak seperti
serangan yang pertama kali. Pada penyakit Meniere +ertigonya periodic dan dalam
keadaan tidak ada serangan, pendengaran dirasakan baik kembali. %e*ala lain yang
menyertai serangan adalah tinnitus, yang kadang-kadang menetap, meskipun diluar
serangan. %e*ala yang lain men*adi tanda khusus adalah perasaan penuh di dalam
telinga.
1
(ari keluhan +ertigonya kita sudah dapat membedakan dengan penyakit yang
lainnya yang *uga mempunyai ge*ala +ertigo, seperti penyakit Meniere, tumor =.-,,,,
sclerosis multiple, neuritis +estibuler atau -ertigo posisi paroksismal *inak &-PP?'.
1
Pada tumor =.-,,, serangan +ertigo periodic, mula-mula lemah dan makin
lama makin kuat. Pada sclerosis multiple, +ertigo periodik, tetapi intensitas serangan
12
sama pada setiap serangan. Pada neuritis +estibuler serangan +ertigo tidak periodik
dan makin lama makin menghilang. Penyakit ini diduga disebabkan +irus. 2iasanya
penyakit ini timbul setelah menderita in$luen3a. -ertigo hanya didapatkan pada
permulaan penyakit. Penyakit ini akan sembuh total bila tidak disertai dengan
komplikasi. -ertigo posisi paroksismal *inak, keluhan +ertigo datang secara tiba-tiba
terutama pada perubahan posisi kepala dan keluhan +ertigonya terasa sangat berat,
kadang-kadang disertai rasa mual sampai muntah, berlangsung tidak lama.
1
Tinnitus kadang menetap &periode detik hingga menit', meskipun di luar
serangan. Tinnitus sering memburuk sebelum ter*adi serangan +ertigo. Tinnitus sering
didekripsikan pasien sebagai suara motor, mesin, gemuruh, berdenging, berdengung,
dan denging dalam telinga.
8
%angguan pendengaran mungkin terasa hanya berkurang sedikit pada awal
serangan, namun seiring dengan ber*alannya waktu dapat ter*adi kehilangan
pendengaran yang tetap. Penyakit Meniere mungkin melibatkan semua kerusakan
sara$ di semua $rekuensi suara pendengaran namun paling mungkin melibatkan
semua kerusakan sara$ di semua $rekuensi suara pendegaran namun paling umum
ter*adi pada $rekuensi yang rendah. Suara yang keras mungkin men*adi tidak nyaman
dan sangat mengganggu pada telinga yang terpengaruh.

<asa penuh pada telinga
dirasakan seperti saat kita mengalami perubahan tekanan udara perbedaannya rasa
penuh ini tidak hilang dengan perasat +alsa+a dan toynbee.
8,6
2.1 Diagno!i!
(iagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis. Menurut /merican /cademy o$
8tolaryngology ead and =eck Surgery &//8@=S' ge*ala-ge*ala berikut harus
hadir untuk diagnosis dari penyakit Meniere yaitu1
16
1. %e*ala utama berupa +ertigo hilang timbul
6. >luktuasi gangguan pendengaran berupa tuli sensorineural, rasa penuh
ditelinga dan tinitus
#. Serangan +ertigo yang berulang
0. Serangan berlangsung setidaknya 69 menit atau lebih
13
2ila dalam anamnesis terdapat riwayat $luktuasi pendengaran, sedangkan pada
pemeriksaan ternyata terdapat tuli sensorineural, maka kita sudah dapat mendiagnosis
penyakit Meniere, sebab tidak ada penyakit lain yang bisa menyebabkan adanya
perbaikan dalam tuli sensorineural, kecuali pada penyakit Meniere. (alam hal yang
meragukan kita dapat membuktikan adanya hidrops dengan tes gliserin. Selain itu tes
gliserin ini berguna untuk menentukan prognosis tindakan operati$ pada pembuatan
AshuntB. 2ila terdapat hidrops, maka operasi diduga akan berhasil dengan baik.
1
2.2 Pengo)atan
)angkah pertama dalam pengobatan adalah pen*elasan. Pasien harus
memahami sebanyak mungkin tentang ketidakpastian prognosis. %e*ala mungkin
dapat diatasi. Calaupun pengobatan yang e$ekti$ biasanya dapat ditemukan,
penyembuan mungkin tidak bisa secara cepat. <esiko dan pengobatan alternati$ harus
didiskusikan. 2ahkan pasien dengan penyakit ringan harus menyadari berbagai
pilihan pengobatan dari konser+ati$ sampai tindakan operati$.
16
>aktor nonspesi$ik yang dapat memperburuk ge*ala harus diketahui, antara
lain adalah1
16
1. menghindari stres *ika memungkinkan,
6. kurang tidur
#. makan yang tidak teratur,
0. e$ek samping dari obat-obatan, dan
5. asupan ka$ein yang tinggi
Pada saat datang biasanya diberikan obat-obat simptomatik, seperti sedati$,
dan bila diperlukan dapat diberikan anti muntah. 2ila diagnosis telah ditemukan,
pengobatan yang paling baik adalah sesuai dengan penyebabnya.
1
:husus untuk penyakit Meniere, diberikan obat-obat +asodilator peri$er untuk
mengurangi tekanan hidrops endolim$a. (apat pula tekanan endolim$a ini disalurkan
ke tempat lain dengan *alan operasi, yang dengan membuat AshuntB. 8bat-obat anti
14
iskemia, dapat pula diberikan sebagai obat alternati$ dan *uga diberikan obat
neurotonik untuk menguatkan sara$nya.
1
Pengobatan yang khusus untuk nistagmus posisi paroksismal tipe *inak yang
diduga penyebabnya adalah kotoran &debris', yaitu sisa-sisa utrikulus yang terlepas
dan menempel pada kupula kss posterior atau terapung dalam kanal. !aranya ialah
dengan menempelkan +ibrator yang dapat menggetarkan kepala dan menyebabkan
kotoran itu terlepas dan hancur, sehingga tidak mengganggu lagi.
1
Pengobatan khusus untuk pasien yang menderita +ertigo yang disebabkan oleh
ransangan dari perputaran leher &+ertigo ser+ikal', ialah dengan traksi leher dan
$isioterapi, di samping latihan-latihan lain dalam rangka rehabilitasi.
1
=euritis +estibuler diobati dengan obat-obatan simptomatik, neurotonik, anti
+irus dan latiahn &rehabilitasi'.
1
<ehabilitasi penting diberikan, sebab dengan melatih sistem +estibuler ini
sangat menolong. :adang-kadang ge*ala +ertigo dapat diatasi dengan latihan yang
teratur dan baik. 8rang-orang yang karena pro$esinya menderita +ertigo ser+ikal
dapat diatasi dengan latihan yang intensi$, sehingga ge*ala yang timbul tidak lagi
mengganggu peker*aannya sehari-hari, misalnya pilot, pemain sirkus dan
olahragawan.
1
La)3rinthe4tom3
Selama bertahun-tahun, labyrinthectomy telah men*adi terapi pilihan terhadap
penyakit Meniere. Tu*uannya adalah untuk menghancurkan bagian-bagian +estibular
dari telinga bagian dalam dengan mengorbankan bagian koklea.
16
e!ti)ular Ner%e 5e4tion
-estibular =er+e Section adalah Dgold standarD untuk mengendalikan
serangan +ertigo yang berat, tetapi tidak untuk ketidakseimbangan. Prosedur ini harus
15
*arang dilakukan karena merusak. :ebanyakan pasien mengalami ketidakseimbangan
sesudahnya. Tu*uannya adalah untuk benar-benar menghapus $ungsi +estibular di satu
telinga.
16
2.16 Progno!i!
Penyakit Meniere belum dapat disembuhkan dan bersi$at progresi$, tapi tidak
$atal dan banyak pilihan terapi untuk mengobati ge*alanya. Penyakit ini berbeda
untuk tiap pasien. 2eberapa pasien mengalami remisi spontan dalam *angka waktu
hari hingga tahun. Pasien lain mengalami perburukan ge*ala secara cepat. =amun ada
*uga pasien yang perkembangan penyakitnya lambat.
19
Penyakit Meniere biasanya merupakan penyakit unilateral, dan risiko terkena
penyakit ini di telinga kontralateral tampaknya seiring dengan ber*alannya waktu,
sekitar 65E-05E pasien dapat mengembangkan penyakit pada telinga kontralateral.
11
2elum ada terapi yang e$ekti$ untuk penyakit ini namun berbagai tindakan
dapat dilakukan untuk mencegah ter*adinya serangan dan progresi+itas penyakit.
Sebaiknya pasien dengan +erigo berat disarankan untuk tidak mengendarai mobil,
naik tangga dan berenang.
19
III. PENUTUP
Penyakit meniere merupakan suatu penyakit yang diakibatkan adanya
kelainan pada telinga dalam berupa hirops &pembengkakan' endolim$a pada kokhlea
dan +estibulum. %e*ala dari penyakit meniere disebut trias meniere yang terdiri dari
+ertigo &sakit kepala berputar', tinnitus, dan gangguan pendengaran berupa tuli
sensori neural. %angguan pendengaran ini bersi$at $luktuati$ dimana gangguan
pendengaran ter*adi saat serangan dan dapat normal diluar serangan.
16
Pada dasaarnya, etiologi pasti dari penyakit meniere ini belum diketahui.
Penyakit Meniere masa kini dianggap sebagai keadaan dimana ter*adi
ketidakseimbangan cairan telinga yang abnormal dan diduga disebabkan oleh
ter*adinya malabsorbsi dalam sakus endolim$atikus.
Pasien yang datang dengan keluhan khas penyakit Meniere awalnya hanya
diberikan pengobatan yagng bersi$at simptomatik, seperti sedati$ dan bila perlu bila
perlu diberikan antiemetik. Pengobatan terbaik adalah dengan cara menangani
penyebab dari penyakit tersebut.
I. KEPU5TAKAAN
1. ad*ar, F., 2ashiruddin, ?. Penyakit Meniere. (alam 1 Soepardi, F. /.,
,skandar, ,., 2ashiruddin, ?., <estuti, <. (. 2uku /*ar ,lmu :esehatan Telinga
idung Tenggorok :epala G )eher. Fdisi :eenam. ?akarta. >akultas
:edokteran 7ni+ersitas ,ndonesia. 6994. hal 196-19#.
17
6. )e+ine, S. !. Penyakit Telinga (alam. (alam 1 /dams, %. )., 2oeis, ). <.,
igler, P. /. 28F,S 2uku /*ar Penyakit TT. Fdisi :eenam. ?akarta. F%!.
1""8. hal 1#6.
#. Fllis . The Special Senses 1 The Far. (alam 1 !linical /natomy, /pplied
/natomi $or Students and ?unior (octor. 6
th
Fd. Massachussetts. 2lackwell
Publishing. 6996. hal #80-#84.
0. )iston )S, (u+ail /?. Fmbriologi, /natomi, dan >isiologi Telinga. (alam 1
/dams, %. )., 2oeis, ). <., igler, P. /. 28F,S 2uku /*ar Penyakit TT.
Fdisi :eenam. ?akarta. F%!. 1""8. hal 64-#8.
5. Soetirto ,, endamin , 2ashiruddin ?. %anguan Pendengaran. (alam 1
Soepardi, F. /., ,skandar, ,., 2ashiruddin, ?., <estuti, <. (. 2uku /*ar ,lmu
:esehatan Telinga idung Tenggorok :epala G )eher. Fdisi :eenam.
?akarta. >akultas :edokteran 7ni+ersitas ,ndonesia. 6994. hal 19-16.
6. Sherwood ). Telinga 1 Pendengaran dan :eseimbangan. (alam 1 >isiologi
Manusia dari Sel ke Sistem Fdisi 6. ?akarta. F%!. 6996. hal 146-18".
4. /nderson ?, )e+ine S!. Sistem -estibularis. (alam 1 /dams, %. )., 2oeis,
). <., igler, P. /. 28F,S 2uku /*ar Penyakit TT. Fdisi :eenam. ?akarta.
F%!. 1""8. hal #"-05.
8. 2ashiruddin ?, ad*ar F, /l+iandi C. %angguan :eseimbangan. (alam 1
Soepardi, F. /., ,skandar, ,., 2ashiruddin, ?., <estuti, <. (. 2uku /*ar ,lmu
:esehatan Telinga idung Tenggorok :epala G )eher. Fdisi :eenam.
?akarta. >akultas :edokteran 7ni+ersitas ,ndonesia. 6994. hal "0-191.
". Paparella MM. Pathogenesis and Pathophysiology o$ Meniere (isease. /cta
8tolaryngol &Stockh'. 6996. hal 085.
19. 2ecker C, =aumann , P$al$3 !<. / Pocket <e$erence Far, =ose, and
Throat (isease. Second <e+ised Fdition. =ew Hork. Thieme. 6990. hal 199-
191.
11. )alwani, /.:. !urrent (iagnosis G Treatment 8tolaryngology ead and
=eck Surgery. 6
nd
Fdition. 7nited States 1 Mac %raw ill, 6994.
16. 2lakley, 2.C. Management o$ the MeniereIs Patient. (alam 1 Pensak, M.).
!omtro+ersies in 8tolaryngology. =ew Hork 1 Thieme. 6991. hal 659-650
18
19