Anda di halaman 1dari 25

Materi I : Diferensiasi Numeris

Pokok Pembahasan :
Diferensiasi Numeris cara sentral, backward dan forward
Tujuan Pembahasan :
Untuk mengetahui penyelesaian soal diferensiasi numeris dengan menggunakan cara sentral, cara
backward dan forward sehingga dapat diterapkan dalam permasalahan teknik kimia.
DIFERENSIASI NUMERIS
Misalnya diketahui y = f(x dan ingin dicari harga dy!dx pada x = xo.
"erdasar definisi matematika#
dx
dy
=
$
lim
x

x
x f x x f

+ ( (
%ada diferensiasi numeris yang sederhana, harga $ x didekati dengan bilangan kecil

,
sehingga diperoleh rumus&rumus berikut#
Cara forwar

( (
$ $
$
x f x f
dx
dy
x x
+

Cara ba!kwar

( (
$ $
$

x f x f
dx
dy
x x
Cara !entra"


'
( (
$ $
$
+

x f x f
dx
dy
x x
Menurut teori, pendekatan dengan persamaan central adalah yang terbaik.
(ontoh program ")*+( untuk mencari
dx
dy
dengan cara central dari persamaan#
y = ,
-
,
.
,
' .
+ + x x pada x
$
= ' dan inter/al diferensiasi $,$, adalah sebagai berikut#
10 REM Diferensiasi numeris dengan cara sentral
20 CLS
30 INPUT Nilai !" # $ !"
%0 INPUT Inter&al diferensiasi # $ EPS
'0 ! # !" ( EPS
)0 *"SU+ 200
,0 -PLUS # -!
.0 ! # !" / EPS
00 *"SU+ 200
100 -MIN # -!
110 D-D! # 1-PLUS / -MIN2 3 2 3 EPS
120 PRINT
130 PRINT d43d5 # $ D-D!
1%0 END
200 REM su6r7utine meng8itung -1!2
210 -! # !93 3 3 ( !92 3 % ( 1
220 RETURN
0asil keluaran program adalah sebagai berikut#
RUN
Nilai !" # 2
Inter&al diferensiasi # 0:01
d43d5 # ':0000%3
ok
*ebagai perbandingan, diferensiasi analitis menghasilkan#
1
'
,
(
'
'
'
+
x x
x x
dx
dy
#isua"isasi $rafik
.....2
xi
dy
dx

Nilai turunan y = f (x pada x = xi dapat die/aluasi dengan memanfaatkan nilai&nilai x di sekitar xi,
dalam hal ini# xi&, dan xi3,.
,. 0asil cara forward
'. 0asil cara backward
.. 0asil cara sentral
-. 0asil integrasi yang sesungguhnya
Materi II : Akar Persamaan Non %inier
Pokok Pembahasan :
,. Metode "isection
'. Metode Newton 4aphson
Tujuan Pembahasan :
Untuk mengetahui penyelesaian soal akar persamaan non linier dengan menggunakan metode
Newton 4aphson dan "isection sehingga dapat diterapkan dalam permasalahan teknik kimia.
A&AR PERSAMAAN N'N %INIER
Dalam teknik kimia sering di5umpai persoalan mencari akar persamaan non&linier f(x = $
yang sukar diselesaikan dengan manipulasi matematika analitis. )da beberapa cara numeris yang
bisa dipakai untuk kasus ini. Dalam modul ini dibahas ' metode, yaitu Metode Newton&4aphson
dan Metode "isection.
() Metoe Newton Ra*hson
Mula&mula diperkirakan suatu harga x (misalnya x
old
yang memenuhi persamaan f(x = $,
kemudian berdasar harga tersebut bisa diperkirakan harga x yang lebih baik, yaitu x
new
dengan
persamaan#
x
new
= x
old
&
( )
( )
old
old
x f
x f
6
*elan5utnya harga x
new
dipakai sebagai x
old
dan dicari harga x yang lebih baik lagi (x
new
. Demikian
seterusnya sampai diperoleh harga x yang cukup baik, yang ditandai dengan harga x
new
mendekati
x
old
, atau harga f(x
new
= $. 0arga f+(x dapat dicari dengan menggunakan cara sentral sebagai
berikut#


'
( (
$ $
$
+

x f x f
dx
dy
x x
(ara Newton&4aphson lebih cepat kon/ergen dibandingkan dengan bisection, tetapi sering gagal
untuk fungsi yang berubah sangat ta5am. Misal ingin dicari akar dari persamaan#
f(x = x
.
& 7 = $
8ika f (x sukar dicari dengan analitis, bisa dipakai diferensiasi numeris misal cara sentral
( ) ( )


'
$ $
$
+

x f x f
dx
dy
x x
(ontoh program Newton 4aphson dengan diferensiasi numeris adalah sebagai berikut#
10 REM Mencari a;ar <ersamaan dengan Ne=t7n Ra<8s7n
20 REM Diferensiasi numeris cara central
30 CLS
%0 INPUT >?arga a=al 5 # >$ !"LD
'0 INPUT >T7leransi # >$ T"L
)0 INPUT >Inter&al diferensiasi # >$ EPS
,0 PRINT
.0 PRINT T@+ 1)2$ >5A7ld>$ T@+ 11.2$ >f15A7ld2 >
00 PRINT T@+ 1)2$ >AAAAAA>$ T@+ 11.2$ >AAAAAA>
100 ! # !"LD
110 *"SU+ '00
120 -"LD # -!
130 PRINT T@+ 1'2$ !"LD$ T@+ 11,2$ -!
1%0 ! # !"LD / EPS B *"SU+ '00 B -MIN # -!
1'0 ! # !"LD ( EPS B *"SU+ '00 B -PLUS # -!
1)0 D-! # 1-PLUS / -MIN2 3 2 3 EPS
1,0 !NEC # !"LD / -"LD 3 D-!
1.0 I- @+S 1!NEC / !"LD2 D T"L T?EN 220
100 !"LD # !NEC
200 *"T" 100
210 ! # !NEC
220 *"SU+ '00
230 PRINT T@+ 1)2$ >AAAAAA>$ T@+ 11.2$ >AAAAAA>
2%0 PRINT
2'0 PRINT >a;ar <ersamaanE 5 # >$ !NEC
2)0 PRINT >f152 # >$ -!
2,0 END
'00 REM meng8itung f152
'10 -! # ! 9 3 / .
'20 RETURN
0asil keluaran programnya adalah sebagai berikut#
4UN
?arga a=al 5 # 1
T7leransi # 0:0001
Inter&al diferensiasi # 0:0001
5A7ld f15A7ld2
AAAAAA AAAAAA
1 A,
3:333.,% 20:0''0'
2:%)101 ):021)3
2:0.0.2 1:000'',
2:003030 3:)'2101EA02
2:00000) ):'.03'3EA0'
AAAAAA AAAAAA
@;ar <ersamaanE 5 # 2
f152 # 0
";
,) Metoe -ise!tion
%ada cara bisection, mula&mula diperkirakan suatu inter/al ( )
B A
x x x di mana akar
tersebut berada (5ika ternyata akar tersebut tidak berada pada inter/al tersebut, maka cara ini
gagal dan harus dicoba inter/al yang lain. *elan5utnya dicari harga f(x pada x
)
dan x
"
, serta x
M
(tengah&tengah inter/al. 8ika inter/al betul, harga f(x pada x
)
dan x
)
harus berlawanan tanda
(positif dan negatif atau sebaliknya. "erdasar harga f(x pada . titik tersebut dapat ditentukan
pada separuh inter/al yang mana terletak akar persamaan tersebut (pada inter/al x
)
x
M
atau
x
M
x x
"
. )kar tersebut pasti terletak pada inter/al di mana tanda dari f(x pada
u5ung&u5ung inter/al berlawanan.
8ika tanda f(x
M
berlawanan dengan f(x
)
, maka akar persamaan pasti berada pada inter/al
x
)
x x
M
, sedangkan 5ika f(x
M
berlawanan tanda dengan f(x
"
, akar persamaan pasti berada
pada inter/al x
M
x x
"
. 8adi inter/al bisa diperkecil dengan membuang separuh inter/al.
*elan5utnya proses yang sama dikenakan pada inter/al yang baru. Demikian seterusnya sampai
diperoleh inter/al yang cukup kecil. )kar persamaan bisa didekati dengan#
x =
'
,
( )
B A
x x +
(ara ini tidak begitu cepat kon/ergen, tetapi baik digunakan untuk fungsi&fungsi yang
sangat ta5am perubahannya.
%edoman praktis untuk eliminasi inter/al adalah sebagai berikut#
,. 8ika f(x
)
x f(x
M
9 $, maka x
)
tetapi x
M
men5adi x
"
'. 8ika f(x
M
x f(x
)
9 $, maka x
"
tetap, x
M
men5adi x
)
.
*uatu contoh program komputer ")*+( untuk mencari akar persamaan#
f(x = x
.
: 7
adalah sebagai berikut#
10 REM Mencari a;ar <ersamaan n7n linier
20 REM Met7de +isecti7n
30 CLS
%0 INPUT >+atas 6a=a8 inter&al # >$ !@
'0 INPUT >+atas atas inter&al # >$ !+
)0 INPUT >T7leransi # >$ T"L
,0 PRINT
.0 ! # !@
00 *"SU+ 1000
100 -!@ # -!
110 ! # !+
120 *"SU+ 1000
130 -!+ # -!
1%0 I- 1-!@ F -!+2 D#" T?EN 1.0
1'0 PRINT
1)0 PRINT Inter&al a=al sala8 GH
1,0 *"T" 3,0
1.0 PRINT T@+ 132 $>5a>$ T@+ 11'2$ >56>$ T@+ 1202$ >f15a2>$ T@+ 1%%2 $ >f1562>
100 PRINT T@+ 132$ >AAAAAA>$ T@+ 11'2$ >AAAAAA>$ T@+ 1202$ >AAAAAA>$ T@+ 1%%2$ >AAAAAA>
200 PRINT T@+ 122$ !@$ T@+ 11%2$ !+$ T@+ 12.2$ -!@$ T@+ 1%32$ -!+
210 I- -!@ # 0 T?EN ! # !@ B -! # -!@ B *"T" 3'0
220 I- -!+ # 0 T?EN ! # !+ B -! # -!+ B *"T" 3'0
230 I- 1!+ / !@2 D T"L T?EN 300
2%0 !M # 1!@ ( !+2 3 2
2'0 ! # !M B *"SU+ 1000 B -!M # -!
2)0 I- 1-!@ F -!M2 D " T?EN 200
2,0 !@ # !M B -!@ # -!M
2.0 *"T" 200
200 !+ # !M B -!+ # -!M
300 *"T" 200
310 ! # 1!@ ( !+2 3 2
320 *"SU+ 1000
330 PRINT T@+132$ >AAAAAA>$ T@+11'2$ >AAAAAA>$ T@+ 1202$ >AAAAAA>$ T@+1%%2$ >AAAAAA>
3%0 PRINT
3'0 PRINT >a;ar <ersamaan # $ !
3)0 PRINT >-152 # >$ -!
3,0 END
1000 REM meng8itung -152
1010 -! # !9 3 / .
1020 RETURN
.asi" ke"uaran *ro/ramn0a aa"ah seba/ai berikut:
RUN
+atas 6a=a8 inter&al # 1
+atas atas inter&al # )
T7leransi # 0:0001
5a 56 f15a2 f1562
AAAAAA AAAAAA AAAAAA AAAAA
1 ) A, 20.
1 3:' A, 3%:.,'
1 2:2' A, 3:300)2'
1:)2' 2:2' A3:,0.0.' 3:300)2'
1:03,' 2:2' A0:,2).0)) 3:300)2'
1:03,' 2:003,' A0:,2).0)) 1:1,.''.
1:03,' 2:01')2' A0:,2).0)) 0:1..0).,
1:0,)')3 2:01')2' A0:2,,0), 0:1..0).,
1:00)00% 2:01')2' A%:),.3%'EA02 0:1..0).,
1:00)00% 2:00'.'0 A%:),.3%'EA02 0:0,0'1.'
1:00)00% 2:0000,, A%:),.3%SEA02 1:1,2%%,EA02
1:00.'3' 2:0000,, A1:,')'2'EA02 1:1,2%%,EA02
1:000,') 2:0000,, A2:020)..EA03 1:1,2%%,EA02
1:000,') 2:0003)) A2:020)..EA03 %:30%'32EA03
1:000,') 2:0000)1 A2:020).+EA03 ,:32%210EA0%
1:000000 2:0000)1 A1:00.)33EA03 ,:32%210EA0%
1:0000.' 2:0000)1 A1:.310''EA0% ,:32%210EA0%
AAAAAA AAAAAA AAAAAA AAAAAA
a;ar <ersamaan # 2:000023
-152 # 2:,%)'.2EA0%
";
CONTOH SOAL NEWTON RAPHSON
Reaksi eksotermis fasa gas A + 2 B C dijalankan dalam reaktor adiabatis. Umpan berjumlah F
o
gmol/jam bersuhu T
F
. Tekanan sepanjang reaktor tetap atm.
Carilah kon!ersi A pada kesetimbangan "#$ f"#$ % T
kesetimbangan
& T
nera'a panas
% (
)ata dari persamaan stoikiometri*
$, '1 (,
(, $, 1
A
z
P P
z


($, ;1 $, 1
(, $, 1
B
z
P P
z

$, '1
(, $, 1
C
z
P P
z

)ata dari kesetimbangan*


'
C
A B
P
K
P P

log
kesetimbangan
B
T
K
A

_

,
)ata dari nera'a panas*
$, '1 (
$, '1 (, ($, ;1 $, 1 '1
F
R
F neraca panas
z H
T T
z CpA z CpB z CpC


+ +
( ' (
F o
R R F RF
H H CpC CpA CpB T T +
)iketahui data&data *

o
4
0 I % &2(((( kal/gmol
T
F
% +((
o
,
T
R-F
% 2./
o
,
A % /.0(
&1
atm
B % +2((
o
,
% 2( atm
CpA % 3 kal/mol/
o
,
CpB % / kal/mol/
o
,
CpC % 02 kal/mol/
o
,
)ata&data asumsi*
#
a4al
% (50
Toleransi % (5(((0
-psilon % (5(((0
6angkah pemrograman*
0. 7nput data
2. 8etode 9e4ton raphson "masukan nilai : a4al &&& keluaran nilai F#$
( (
6(
'
old old
old
f x f x
f x

(
6(
old
ne! old
old
f x
x x
f x

;. <utput * 9ilai : =ang baru ":ne4$
+. >ubroutine* 8enghitung F:
9
Materi III : Inte/rasi Numeris
Pokok Pembahasan :
,. Metode <rape=oidal
'. Metode *impson
Tujuan Pembahasan :
Untuk mengetahui penyelesaian soal integrasi numeris dengan menggunakan metode
<rape=oidal dan *impson sehingga dapat diterapkan dalam permasalahan teknik kimia.
INTE$RASI NUMERIS
() Metoe Tra*e1oia"
Misalnya akan dilakukan integrasi#

n
x
x
dx y
$
.
dimana# y = f(x
+nter/al dari x = x
$
sampai x = x
n
dibagi men5adi bagian&bagian kecil yang
masing&masing besarnya x , ber5umlah n buah. 8umlah inter/al n semakin besar, hasil
integrasi akan semakin baik. "atas&batas inter/al diberi indeks $, ,, ' ..., n. Dengan mudah
dapat diperoleh bahwa#
x i x x
i
+ .
$
>emudian masing&masing bagian dianggap berbentuk trapesium. 0arga integral, yang
merupakan luas di bawah kur/a. dari x
$
sampai x
n
didekati dengan 5umlahan dari luas
trapesium&trapesium tersebut (perlu diingat bahwa luas trapesium adalah ,!' x tinggi x
"#mla$ sisi se"a"ar%& Dengan cara tersebut diperoleh#

+ + +

+ +

+ +


n
x
x
n n
y y
x
y y
x
y y
x
y y
x
dx y
$
(
'
....... (
'
(
'
(
'
.
, . ' ' , , $
atau
' ...... ' ' ' (
'
.
, . ' , $
$
n n
x
x
y y y y y y
x
dx y
n
+ + + + + +


(ontoh program komputer ")*+( untuk integrasi numeris#

.
,
$
.
n
x
x
dx y
dengan # y = e
x
3 x adalah sebagai berikut#
10
10 REM Integrasi Numeris
20 REM Met7de Tra<eJ7idal
30 REM +entu; fungsi B 4 # e5<152 ( sKr152
%0 CLS
'0 INPUT >+atas 6a=a8 integrasi # >$ !"
)0 INPUT >+atas atas integrasi # >$ !N
,0 INPUT >Lumla8 inter&al # >$ N
.0 PRINT
00 DEL! # 1!N / !"2 3 N
100 @RE@ # 0
110 ! # !"
120 *"SU+ '00
130 @RE@ # @RE@ ( M
1%0 -"R I # 1 T" N / 1
1'0 ! # !" ( I F DEL!
1)0 *"SU+ '00
1,0 M # 2 F M
1.0 @RE@ # @RE@ ( M
100 NE!T I
200 ! # !N
210 *"SU+ '00
220 @RE@ # @RE@ ( M
230 MD! # @RE@ F DEL! 3 2
2%0 PRINT
2'0 PRINT >?asil 8itungan B >
2)0 PRINT >AAAAAAAAAAAAAAAAAA>
2,0 PRINT >?asil integrasi # >$ MD!
2.0 PRINT >AAselesaiAA>
200 END
'00 REM <er8itungan 4 # f5
'10 M # E!P1!2 ( SNR1!2
'20 RETURN
0asil keluaran program adalah sebagai berikut#
+atas 6a=a8 integrasi #O 1
+atas atas integrasi #O 3
Lumla8 inter&al #O %0
?asil 8itunganB
AAAAAAAAAAAAAAAAAAA
?asil integrasi # 20:1).2)
AAselesaiAA
*ebagai perbandingan, integrasi analitis menghasilkan#
( )


,
_

+ +
.
,
.
,
,?-?@ , '$
.
'
x
x
x
x
x x
x x e dx x e
,) Metoe Sim*son
Misalnya akan dilakukan integrasi#

n
x
x
dx y
$
.
di mana# y = f(x
11
8ika inter/al tidak begitu besar dan fungsi (kur/a tidak berubah ta5am maka integrasi
seperti pada Aambar dapat didekati dengan rumus *impson sebagai berikut#

+ +

n
x
x
n m o
y y y
x
dx y
$
- (
.
.
8ika inter/al terlalu lebar dan!atau fungsi berubah cukup ta5am, maka inter/al x
$
sampai x
N
dibagi men5adi bagian&bagian kecil yang sama besar ( x, ber5umlah N (dengan
N = bilangan genap dan batas&batas inter/al diberi indeks $, ,, ' B.. N, *elan5utnya pada
tiap ' inter/al berurutan dikenakan *impson6s 4ule, diperoleh#
+ntegrasi numeris berturutan cara simpson #
( ) ( ) ( ) ( )
$ , ' ' . - - 1 ? ' ,
. - - - ..... -
. . . .
n
o
x
' ' '
x
x x x x
y dx y y y y y y y y y y y y


+ + + + + + + + + + + +

atau
( )
$
$ , ' . - ' ,
. - ' - ' ........... ' -
.
'
x
' ' '
x
x
y dx y y y y y y y y

+ + + + + + + +

8adi integral didekati dengan


.
x
kali 5umlahan dari y, dengan y awal dan akhir
dikalikan ,, y nomor gan5il dikalikan -, sedangkan y nomor genap dikalikan '.
(ontoh program untuk integrasi *impson untuk persoalan berikut #

.
,
$
.
n
x
x
dx y
dengan # y = e
x
3 x (x
C
= , dan x
N
= . adalah sebagai
berikut#
12
10 REM Integrasi numeris met7de Sim<s7n
20 REM 6entu; fungsi B 4 # e5<152 ( sKr152
30 CLS
%0 INPUT >+atas 6a=a8 integrasi # >$ !"
'0 INPUT >+atas atas integrasi # >$ !N
)0 INPUT >Lumla8 inter&al # >$ N
,0 PRINT
.0 DEL! # 1!N / !"2 3 N
00 PRINT
100 @RE@ # 0
110 ! # !"
120 *"SU+ 1000
130 @RE@ # @RE@ ( M
1%0 -"R I # 1 T" N / 1
1'0 ! # !" ( I F DEL!
1)0 *"SU+ 1000
1,0 M # 2 F M
1.0 I- 1A12 9 I D 0 T?EN M # 2 F M
100 @RE@ # @RE@ ( M
200 NE!T I
210 ! # !N
220 *"SU+ 1000
230 @RE@ # @RE@ ( M
2%0 MD! # @RE@ F DEL! 3 3
2'0 PRINT
2)0 PRINT >?asil 8itungan>
2,0 PRINT >AAAAAAAAAAAAAAAAAA>
2.0 PRINT >?asil integrasi # >$ MD!
200 PRINT >AAselesaiAA>
300 END
'00 REM <er8itungan 4
'10 4 # E!P1!2 ( SNR1!2
'20 RETURN
>eluaran program tersebut adalah#
RUN
+atas 6a=a8 integrasi #O 1
+atas atas integrasi #O 3
Lumla8 inter&al #O %0
?asil 8itungan B
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
?asil integrasi # 20:1)%)0
AAselesaiAA
Dari perbandingan hasil kedua cara integrasi numeris tersebut dengan hasil integrasi
analitis terlihat bahwa, sesuai dengan teori, cara *impson lebih baik.
C'NT'. S'A% TRAPE2'IDA% 3 SIMPS'N
13
(airan dengan sifat&sifat fisis #
& 4apat massa, D = , gr!cm
.
& >ekentalan, E = $,$, gram!cm!detik
Dialirkan dari tanki dengan aliran gra/itasi melalui pipa berdiameter, D = . cm.
<inggi permukaan cairan dalam tangki mula&mula, Fa = ?$$ cm. Diameter tangki, Dt = '$$ cm.
+ngin dicari waktu pengosongan tanki, , hingga tinggi akhir, Ff = '$$ cm.
0ubungan antara f dengan 4e adalah#
$,',1
$, $1@?
4e
f
4e
( )

Diketahui data&data penun5ang sebagai berikut#


& Ara/itasi, g = @7, cm!detik
'
& %an5ang eki/alen pipa = -$$$$
& 8umlah inter/al, N = '$
Gaktu pengosongan tanki dapat dicari dengan menggunakan rumus#
'
,
*a
*f
)t
dz
) (


,

$, - '. . ( g z
Aunakan integrasi cara *impson atau <rape=oidal untuk menghitung .
*impson # ( )
, ' . - 1
- ' - ' - .............
.
+n
o n
+o
x
y dx y y y y y y y

+ + + + + + +

<rape=oidal # ( )
, ' . - 1
' ' ' ' ' .............
'
+n
o n
+o
x
y dx y y y y y y y

+ + + + + + +

<ahapan penger5aan#
,. +nput data
'. *impson!<rape=oidal # Mencari (,!/ pada berbagai nilai F (dari Ff hingga Fa
.. Cutput # dan H
-. *ubroutine # %erhitungan (,!/ dari /
14
Materi I# : Pen0e"esaian Diferensia" 'riner
Pokok Pembahasan :
Diferensial Crdiner dengan Metode 4unge >utta
Tujuan Pembahasan :
Untuk mengetahui penyelesaian soal diferensial ordiner dengan menggunakan Metode
4unge >utta.
Metoe Run/e &utta
Misal di5umpai persamaan diferensial order satu berbentuk#
( ) y x f
dx
dy
, dengan keadaan batas# x = x
o
I y = y
o

%ada cara 4unge&>utta. diambil suatu barga x tertentu (makin kecil makin baik.
4umus 4unge&>utta dapat dipakai untuk menghitung harga y
i
3 , bila harga y
$
telah
tersedia. %endekatan 4unge&>utta untuk inter/al
, +
i i
x x
adalah sebagai berikut#
( )
( )

+ +

,
_

+

,
_

+

. -
'
.
,
'
,
,
.
'
,
'
.
'
,
'
. ,
k y x x f k
x
k
y
x
x f k
x
k
y
x
x f k
x y x f k
i i
i i
i i
i i
x x x
i i
+
+,
8adi berdasar x
o
, y
o
dapat dihitung x
,
, y
,
kemudian berdasar x
,
, y
,
dapat dihitung x
'
,
y
'
. Demikian seterusnya, sehingga didapat harga y pada berbagai x.
(ontoh program komputer ")*+( untuk penyelesaian persamaan diferensial dengan
keadaan batas # x
$
= $,1 I x
N
= ,,1 I y
$
= $,- adalah sebagai berikut#
10 REM <en4elesaian <ersamaan diferensial 7rdiner 7rder 1
1' REM dengan cara 7neAste< met87d RungeAPutta
%0 CLS
'0 INPUT >?arga 57 # >$ !"
)0 INPUT >?arga 47 # >$ M"
,0 INPUT >?arga 5n # >$ !N
.0 INPUT >Lumla8 inter&al # >$ N
00 DEL! # 1!N / !"2 3 N
100 PRINT
110 PRINT T@+132$ > 5 >$ T@+11,2$ > 4 >
15
120 PRINT T@+132 $>AAAAAAAAA>$ T@+11,2$ >AAAAAAAAA>
130 PRINT T@+1%2$ !"$ T@+11.2$ M"
1%0 I- !" Q !N T?EN 2)0
1'0 ! # !" B M # M" B *"SU+ '00
1)0 P1 # -!M F DEL!
1,0 ! # !" ( DEL! 3 2 B M # M" ( P1 3 2 B *"SU+ '00
1.0 P2 # -!M F DEL!
100 ! # !" ( DEL! 3 2 B M # M" ( P2 3 2 B *"SU+ '00
200 P3 # -!M F DEL!
210 ! # !" (DEL! B M#M"( P3 B *"SU+ '00
220 P% # -!M F DEL!
230 !" # !" ( DEL!
2%0 M" # M" ( 1P1 ( 2 F P2 ( 2 F P3 ( P%2 3 )
2'0 *"T" 130
2)0 PRINT T@+132 $ >AAAAAAAAA>$ T@+11,2 $ >AAAAAAAAA>
2,0 PRINT >AAselesaiAA>
2.0 END
'00 REM meng8itung f15E42
'10 -!M # SNR1!2 ( M 9 0:3
'20 RETURN
0asil keluaran program tersebut adalah#
RUN
?arga 57 # 0:'
?arga 47 # 0:%
?arga 5n # 1:'
Lumla8 inter&al # 10
5 4
AAAAAAAAA AAAAAAAAA
0:' 0:%
0:) 0:''%0.02
0:,000001 0:,210.1.
0:.000001 0:002%%3%
0:0000001 1:00%'10
1 1:20,%%2
1:1 1:'10',)
1:2 1:,333.'
1:3 1:0)'%0)
1:% 2:20)23,
1:' 2:%'''2%
AA selesai AA
16
8ika di5umpai persamaan diferensial ordiner , simultan ' baris berbentuk#
dengan keadaan batas
x = x
$
I y = y
$
I = = =
$
(-.7.
maka rumus 4unge&>utta untuk mencari x
i
3 ,, y
i
3 ,, =
i
3 , berdasar harga x
i
, y
i
, =
i

adalah#
(ontoh program komputer ")*+( untuk persamaan diferensial ordiner order , simultan '
baris#

(-.77

(-.7@
dengan keadaan batas#
x
$
= $,1I y
$
= , dan =
$
= $,7 (-.@$
adalah sebagai berikut#
,$ 4JM penyelesaian %D ordiner order ,, ' baris
'$ 4JM dengan 4UNAJ&>U<<)
.$ 4JM oleh# G"* dan )%
-$ 4JM yogyakarta, '- desember ,@@-
1$ (K*
?$ +N%U< L0arga x$ = LI M$
;$ +N%U< L0arga y$ = LI N$
7$ +N%U< L0arga =$ = LI F$
@$ +N%U< L0arga xN = LIMN
,$$ +N%U< L8urnlah inter/al = LIN
,,$ DJKM=(MN&M$!N
,'$ %4+N<
,.$ %4+N< <)"(.IO x LI<)"(,?IO y LI <)"(.$ L = L
,-$ %4+N< <)"(. L&&&&&&& LI<)"(,? IL&&&&&&&&&&&&&LI <)"(.$ IL&&&&&&&&&&&& LI
,1$ %4+N< <)"(- IM$I<)"(,; IN$I<)"(., IF$
,?$ +P M$QMN <0JN '@$
,;$ M=M$ # N=N$ # F=F$
,;1 AC*U" ,$$$
,7$ )>,=P,RDJKM # )K,=P'RDJKM
,@$ M=MC3DJKM!' # N=N$3)>,!' # F=F$3)K,!'
,@1 AC*U" ,$$$
'$$ )>'=P,RDJKM )K'=P'RDJKM
',$ M=M$3DJKM!' # N=N$3)>'!' # F=F$3)K'!'
',1 AC*U" ,$$$
''$ )>.=P,RDJKM # )K.=P'RDJKM
17
'.$ M=M$3DJKM # N=N$3)>. F=F$3)K.
'.1 AC*U" ,$$$
'-$ )>-=P,RDJKM )K-=P'RDJKM
'1$ M$=M$3DJKM
'?$ N$=N$3 ()>,3'R)>'3'R)>.3)>- !?
';$ F$=F$3 ()K,3'R)K'3'R)K.3)K- !?
'7$ AC<C ,1$
'@$ %4+N< <)"(.IO LI<)"(,?IO <)"(.$IO L
'@1 %4+N< L&&selesai&&O
.$$ JND
,$$$ 4JM menghitung f(x,y
,$,$ P,=*H4(MRN3F)..
,$'$ P'=M3*H4(NRF
,$.$ 4J<U4N
0asil keluaran program tersebut adalah#
4UN
0arga x$ = .1
0arga y$ = ,
0arga =$ = .7
0arga xN = ,.1
8umlah inter/al= ,$
x y =
&&&&&&&&&&&&&&&&& &&&&&&&&&&&&&&&&&&& &&&&&&&&&&&&&&&&&
$,1 , $.7
$.? ,.,;.'?7 $.@1'.71'
$.;$$$$$, ,..?1,@1 ,.,.',@@
$.7$$$$$, ,.1;???- ,..-,7;'
$.@$$$$$, ,.7$71-? ,.17.@@;
, '.$?,;$, ,.7?,.'7
,., '...?@;; '.,;?;@,
,.' '.?.1',' '.1..-7.
,.. '.@1;'.; '.@.-?7.
,.- ...$.7;; ...7.71;
,.1 ..?;1@1, ..77-??
&& selesai &&
Untuk persamaan diferensial ordiner order , simultan ber5umlah n baris, maka rumus yang
dipakai analog dengan persamaan (-.7-.
%endekatan 4unge&>utta secara tidak langsung dapat dipakai pula untuk persamaan
diferensial ordiner order tinggi dengan cara substitusi lebih dahulu, sehingga persamaan
diferensial ordiner order m berubah men5adi persamaan diferensial simultan order satu m
baris. (ontoh#
18

(-.@,
Misal#

Diperoleh#

(-.@'
Dimisalkan lagi

, maka persamaan di atas men5adi#

(-.@.

(-.@-
8adi, diperoleh persamaan diferensial order , simultan sebanyak . baris sebagai berikut#

(-.@1
19
4) '*timasi satu #ariabe" en/an Cara $o"en5Se!tion
Cptimasi dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mencari kondisi yang optimum, dalam
arti paling menguntungkan. Cptimasi bisa berupa maksimasi atau minimasi. "ila kita
berhadapan dengan masalah keuntungan, keadaan optimum adalah keadaan yang
memberikan keuntungan maksimum (maksimasi, sedangkan bila berhadapan dengan
masalah pengeluaran!pengorbanan,. keadaan optimum adalah yang memberikan
pengeluaran!pengorbanan minimum (minimasi. *ecara umurn fungsi yang akan
dimaksimumkan atau diminimumkan disebut ob"ecti(e f#nction, sedangkan harga&harga
yang berpengaruh dan bisa dipilih disebut /ariabel (perubah.
*ecara analitis, nilai maksimum atau minimum dari suatu persamaan#
y = f(x (-.'$
dapat diperoleh pada harga x yang memenuhi
yS (x = fS (x = $ (-.',
Untuk fungsi yang sukar untuk diturunkan atau mempunyai turunan yang sukar dicari
akarnya, proses optimasi dapat dilakukan secara numeris.
-olden section merupakan salah satu cara optimasi numeris yang bisa dipakai untuk
fungsi yang bersifat unimodal (4udd and Gatson, ,@?7. >edua tipe optimasi, yaitu
maksimasi dan minimasi dapat diselesaikan dengan cara ini.
Misal akan dilakukan maksimasi terhadap persamaan (-.'$ dalam inter/al x
)
sampai
x
"
.

-ambar .&/ leminasi dengan golden section
Dipilih ' titik untuk e/aluasi, misal xp dan xH. Diharapkan dengan berdasar harga y
pada ' titik tersebut maka ada sebagian inter/al yang dapat dieliminasi. Diharapkan pula
bahwa pada e/aluasi langkah selan5utnya, salah satu titik lama bisa dipakai lagi. 8adi hanya
diperlukan + titik baru. %roses eliminasi inter/al terlihat seperti pada Aambar -.1.
Di sini ada problem, di mana letak titik % dan H agar pada inter/al berikutnya salah
satu titiknya masih bisa dipakai. Misal titik % dan H masing&masing ber5arak ,x inter/al awal
dari titik " dan ). Dalam hal ini harga , akan dicari.
Dari Aambar -.1 terlihat bahwa#
20
(x
H
: x
%

lama
= (x
%
:x
)

baru
*elan5utnya#





(-.''
>emungkinan&kemungkinan yang ter5adi pada eliminasi dengan cara -olden 0ection adalah#
Maksimasi# y
%
9 y
H


x
)
= x
%
x
%
= x
H
x
"
= x
"
x
H
= dicari
y
%
Q

y
H


x
)
= x
)
x
"
= x
H
x
H
= x
%
x
%
= dicari
Minimasi# y
%
9 y
H


x
)
= x
)
x
"
= x
H
x
H
= x
%
x
%
= dicari
y
%
Q

y
H


x
)
= x
%
x
%
= x
H
x
"
= x
"
x
H
= dicari
Jfekti/itas e/aluasi#
Misal diinginkan pengecilan inter/al sampai men5adi $,$$, dari semula., maka 5umlah
step yang diperlukan (N adalah#
($,?,7
N
= $,$$,
N = ,-,.

,1 (-.'.
8umlah e/aluasi = ' 3 (N&, x , = ,?
21
(ontoh program komputer beserta. keluaran hasilnya untuk minimasi #
y = 'x
'
& 7x 3 ,' (-.'-
adalah sebagai berikut#
,$ 4JM minimasi dengan golden&section
'$ 4JM oleh# G"* dan )%
.$ 4JM yogyakarta, 7 5uni ,@@'
-$ (K* 1$ +N%U< Tbatas bawah x =TIM)
?$ +N%U< Lbatas atas x =Ox"
;$ +N%U< Ltolerance x =OI<CK
7$ )K = (1 U .1 &,!' @$ x=x)
,$$ AC*U" ,$$$
,,$ P)&&P
,'$ M=M"
,.$ AC*U" ,$$$6,-$
,1$ M%=M)3(+&)KR(M"&M)
,?$ M=M%
,;$ AC*U" ,$$$
,7$ P%=P ,@$ MH=M)3)KR(M"&M)
'$$ M=MH
',$ AC*U" ,$$$
''$ PH=P
'.$ %4+N<
'-$ %4+N< L xa xb fa fb
'1$ %4+N< L &&&&& &&&&& &&&&& &&&&&
'?$ %4+N< <)"(.IM)I<)"(,7IM"I<)"(.;IP)I<)"(1,IP"
';$ +P((M"&M)9=<CK <0JN -@$
'7$ +P(P%9PH <0JN .@$
'@$ M)=M%
.$$ P)=P%
.,$ M%=MH
.'$ P%=PH ..$ +P((M"&M)9=<CK <0JN '?$
.-$ MH=M)3)KR(M"&M)
.1$ M=MH
.?$ AC*U" ,$$$
.;$ PH=P
.7$ AC<C '?$
.@$ M"=MH
-$$ P"=PH
-,$ MH=M%
-'$ PH=P%
-.$ +P((M"&M)9=<CK <0JN '?$
--$ M%=M)3(l&)KR(M"&M)
-1$ M=M%
22
-?$ AC*U" ,$$$
-;$ P%=P
-7$ AC<C '?$
-@$ MC%<=(M)3M"!'
1$$ M=MC%<
1,$ AC*U" ,$$$
1,1 %4+N< L &&&&& &&&&& &&&&& &&&&& L
1'$ %4+N<
1.$ %4+N< TM&Cptimum TIMC%<
1-$ %4+N< Tf(xopt = TIP
11$ %4+N< L&&selesai &&L
1?$ JND
,$$$ 4JM subroutine menghitung fungsi
,$,$ P='RMU'&7RM3,'
,$'$ 4J<U4N
0asil keluaran programnya adalah sebagai berikut#
4UN
batas bawah x = $
batas atas x = -
toleransi x = $.$$,
xa xb fa fb
&&&&&&&& &&&&&&&& &&&&&&&& &&&&&&&
$ - ,' ,'
,.1';7?- - -.--17'1 ,'
,.1';7?- ..$11;'7 -.--17'1 ?.''@,''
,.1';7?- '.-;',.? -.--17'1 -.--1?'1
,.7771-- '.-;',.? -.$'-7-1 -.--17'1
,.7771-- '.'-@''- -.$'-7-1 -.,'-''1
,.7771-- '.,,,-1? -.$'-7-1 -.$'-7-1
,.@;.?7@ '.,,,-1? -.$$,.71 -.$'-7-1
,.@;.?7@ '.$177.- -.$$,.71 -.$$?@'.
,.@;.?7@ '.$'?.,, -.$$,.71 -.$$,.71
,.@@.;7@ '.$'?.,, -.$$$$;; -.$$,.71
,.@@.;7@ '.$,.77@ -.$$$$;; -.$$$.71
,.@@.;7@ '.$$?',, -.$$$$;; -.$$$$;;
,.@@71.- '.$$?',, -.$$$$$- -.$$$$;;
,.@@71.- '.$$.';@ -.$$$$$- -.$$$$',
,.@@71.- '.$$,-?? -.$$$$$- -.$$$$$-
,.@@@?1- '.$$,-?? - -.$$$$$-
,.@@@?1- '.$$$;;- - -.$$$$$,
'.$$$$7' '.$$$;;- - -.$$$$$,
&&&&&&&&& &&&&&&&& &&&&&&&&& &&&&&&&&&&
x&optimum = '.$$$-'7
23
f(xopt = -
&& selesai &&
Ck
8ika dihitung secara analitis, nilai optimum dari fungsi tersebut diperoleh pada#

(-.'1
atau pada x =', yaitu #

%rogram komputer untuk maximasi cara Aolden *ection dapat dibuat mirip dengan
minimasi, hanya tanda 9 pada baris '7$ diganti tanda Q.
7. %enyelesaian %ersamaan Diferensial Crdiner 8enis +nitial Value %roblem.
(ontoh persamaan diferensial ordiner5enis initial /alue problem adalah#

(-.?@
dengan keadaan batas
x = x
$I
y = y
$
I dy!dx = a (-.;$
(ontoh lain berupa persamaan diferensial ordiner simultan#

(-.;,

(-.;'
dengan keadaan batas
x = x
$
I y = y
$
I = = =
$
(-.;.
8adi pada 5enis persamaan m semua harga yang diketahtii mengumpul pada suatu titik, yaitu
x
$
.
24
%ada bagian ini akan dibahas penggunaan finite d5fference approximation untuk
persamaan diferensial parsial. <ersedia berbagai cara penyelesaian, tetapi dalam bab ini
hanya akan dibahas . cara sa5a, yaitu cana eksplisit (forward, implisit (backward, dan
(rank&Nicolson.
25