Anda di halaman 1dari 3

2.

Lesi Non karies


2.1 Erosi
Erosi gigi merupakan hilangnya jaringan keras gigi pada bagian superficial , yang
disebabkan oleh demineralisasi kimia tanpa keterlibatan bakteri. (J. Mount, WR. Hume).
Sedangkan definisi lain menyatakan bahwa erosi gigi merupakan kehilangan jaringan keras
gigi yang disebabkan asam intrinsik dan atau ekstisnsik yang tidak dihasilkan oleh bakteri.
(Ren Y F)
2.1.1 Etiologi Erosi Gigi
Erosi gigi disebabkan oleh kontak langsung secara terus menerus antara permukaan gigi
dengan zat yang bersifat asam. Asam yang menyebabkan erosi pada permukaan gigi
berasal dari faktor eksrinsik atau intrinsik.
Faktor ekstrinsik
1. Minuman yang bersifat asam
Minuman ringan, termasuk minuman berkarbonasi, jus buah dan minuman olahraga,
hampir semuanya bersifat asam (pH <4.0) yang diperlukan untuk mempertahankan
kesegaran mulut (minuman berkarbonasi) dan untuk mencegah pertumbuhan
bakteri.
2. Makanan yang bersifat asam
Selain minuman asam, banyak bahan makanan padat dan setengah padat bersifat
asam.
3. Obat-obatan
Beberapa macam obat seperti vitamin C, aspirin dan obat asma.
4. Asam industrial, yaitu bekerja atau tinggal di daerah yang kadar asam di udaranya
tinggi (udara yang berpolusi tinggi). Biasanya terjadi pada orang-orang yang
mempunyai kebiasaan bernapas melalui mulut.
Faktor Intrinsik
1. Gastro-esophageal reflux disease (GERD)
Terdiri dari tiga kategori yaitu regurgitasi (Asam lambung mencapai rongga mulut secara cepat
kemudian tertelan lagi), rummination (Asam lambung mencapai rongga mulut yang terkunyah
kemudian tertelan kembali) dan gas reflux (bersendawa).
2. Muntah yang bersifat kronis
Muntah yang bersifat kronis berdampak pada permukaan palatal gigi atas.

Mekanisme Erosi Gigi

Biofilm pada permukaan gigi merupakan pelindung gigi terhadap asam. Ketika pH
sangat rendah (dibawah pH kritis (<5,5)) biofilm ini hilang, sehingga permukaan gigi
tampak bersih tetapi menjadi terpapar oleh asam. Ketika pH menurun tetapi masih
dalam batas normal (pH> 5,5) demineralisasi terjadi kemudian Ca
2+
, PO
4
3-
dan OH dari
hidroksiapatit yang larut dapat tetap terjaga


Abrasi
Abrasi merupakan kehilangan permukaan gigi yang disebabkan oleh gesekan langsung
antara gigi dan objek eksternal.
Etiologi
1. Pengaruh Oklusi
Tipe oklusi merupakan faktor utama terhadap distribusi dan pola abrasi.
2. Diet dan gaya hidup
Sebagai contoh pada populasi yang mengkonsumsi makanan yang keras lebih
banyak terjadi abrasi dibandingkan dengan yang mengkonsumsi makanan lunak.
3. Umur
Terdapat korelasi yang kuat antara umur dan keausan gigi pada hampir semua
populasi.
4. Tehnik oral hygiene
Proses pembersihan gigi dapat menyebabkan kehilangan struktur gigi.
Penggunaan bahan abrasif yang dikombinasikan dengan sikat gigi yang keras
menyebabkan defak abrasi di dekat margin gusi pada permukaan fasial.
Atrisi
Atrisi merupakan suatu proses kehilangan jaringan keras gigi yang disebabkan adanya gesekan
secara langsung antara gigi dengan gigi secara terus menerus .
Etiologi
Abfraksi
Abfraksi merupakan suatu microfracture pada email atau sampai dentin yang terjadi pada
daerah servikal antara

Fraktur Gigi
Definisi fraktur Gigi
Trauma gigi geligi merupakan kerusakan jaringan keras gigi dan atau periodonsium karena
sebab mekanis
Etiologi fraktur gigi dapat diklasifikasikan menjadi dua,yaitu :
a. Fraktur Spontan
ini sebagai akibat tekanan pengunyahan,seperti pada gigi dengan restorasi dapat
retak atau patah sehingga mengenai email, dentin serta pulpa
b. Fraktur Traumatik
Yaitu fraktur yang biasanya disebabkan terkena beban besar secara
tiba-tiba

Klasifikasi Fraktur
Klasifikasi fraktur atau kerusakan pada jaringan keras gigi dan pulpa menutur WHO yaitu:
a. Enamel infraction atau crown infraction
Yaitu fraktur incomplete pada email tanpa kehilangan struktur gigi
b. Uncomplete Crown Fracture
Yaitu fraktur pada mahkota tanpa merusak pulpa gigi
c. Complete Crown Fracture
Yaitu fraktur mahkota sudah mengenai pulpa gigi
d. Uncomplete Crown-Root Fracture
Yaitu fraktur mahkota gigi sampai dibawah

marg