Anda di halaman 1dari 2

Prinsip IV: Peranan Stakeholders dalam Corporate Governance

Kerangka corporate governance harus mengakui hak stakeholders yang dicakup oleh
perundang-undangan atau perjanjian (mutual agreements) dan mendukung secara aktif
kerjasama antara perusahaan dan stakeholders dalam menciptakan kesejahteraan, lapangan
pekerjaan, dan pertumbuhan yang bekesinambungan (sustainibilitas) dari kondisi keuangan
perusahaan yang dapat diandalkan.
Pernyataan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: para pemangku kepentingan
(stakeholder) seperti investor, karyawan, kreditur dan pemasok memiliki sumberdaya yang
dibutuhkan oleh perusahaan. Sumberdaya yang dimiliki oleh stakeholder tersebut harus
dialokasikan secara efektif untuk meningkatkan efisiensi dan kompetisi perusahaan dalam jangka
panjang. lokasi yang efektif dapat dilakukan dengan cara memelihara dan mengoptimalkan
kerja sama para stakeholder dengan perusahaan. !al tersebut dapat tercapai dengan penerapan
kerangka corporate governance dalam pengelolaan perusahaan yaitu dengan adanya jaminan dari
perusahaan tentang perlindungan kepentingan para pemangku kepentingan baik melalui
perundang"undangan maupun perjanjian.
Selanjutnya, secara lebih rinci prinsip yang terkait dengan Peranan Stakeholders dalam
orporate !overnance terbagi atas # (enam) subprinsip antara lain:
A. Hak-hak pemangku kepentingan (stakeholders) yang dicakup dalam perundang-
undangan atau perjanjian (mutual agreements) harus dihormati
$i semua negara anggota %&'$, prinsip yang memuat mengenai hak"hak stakeholders.
(ika hak"hak stakeholder tidak dicakup dalam perundang"undangan di atas, maka perusahaan"
perusahaan akan memuat tambahan mengenai hal"hal yang berhubungan dengan komitmen
perusahaan terhadap stakeholder dan reputasinya khususnya terkait dengan kepentingan
perusahaan dalam arti luas.
. !"ika kepentingan stakeholder dilindungi oleh undang-undang# maka stakeholders
seharusnya memiliki kesempatan untuk menuntut (redress) secara e$ekti$ atas hak-hak
yang dilanggar.
Subprinsip ini menyatakan bahwa kerangka dan proses hukum yang berlaku harus transparan
dan tidak menghalangi stakeholder dalam mengkomunikasikan dan memperoleh hak untuk
menuntut (redress) apabila terjadi pelanggaran terhadap hak"hak mereka. $engan kata lain
subprinsip kedua ini merupakan hak perlindungan terhadap stakeholder apabila, hak"hak
stakeholder yang dicakup dalam subprinsip pertama tidak dapat berjalan dengan baik.
%. !&ekanisme peningkatan kinerja 'agi partisipasi karya(an harus diperkenankan
untuk 'erkem'ang.
)mplementasi tingkat partisipasi karyawan dalam corporate governance sangat bervariasi,
hal ini tergantung dari perundang" undangan dan praktik yang ada disuatu negara dan juga
kebijakan perusahaan. Subprinsip ini akan memberikan manfaat bagi perusahaan baik secara
langsung maupun tidak langsung yaitu dengan adanya komitmen kesiapan karyawan dalam
menginvestasikan skill yang dimilikinya dalam perusahaan.
). !"ika Pemangku *epentingan (stakeholders) 'erpartisipasi dalam proses %+# maka
stakeholder harus memiliki akses atas in$ormasi yang rele,an# memadai dan dapat
diandalkan secara tepat (aktu dan 'erkala.
$alam hal perundang"undangan dan praktik !ood orporate !overnance (*'*)
memberikan atau mensyaratkan partisipasi stakeholder maka stakeholder harus memiliki
akses atas informasi penting secara akurat, tepat waktu dan berkala dalam rangka memenuhi
kewajibannya terhadap perusahaan.
-. !.takeholders# termasuk didalamnya indi,idu karya(an dan serikat karya(an#
seharusnya dapat secara 'e'as mengkomunikasikan kepedulian mereka terhadap praktik
ilegal atau tidak etis kepada )e(an komisaris# dan tindakan terse'ut seharusnya tidak
merpengaruhi hak- hak mereka.
+indakan manajemen perusahaan yang tidak etis dan illegal tidak hanya melanggar hak"
hak stakeholder akan tetapi juga akan menurunkan reputasi dan meningkatkan risiko
keuangan dari perusahaan dan pemegang sahamnya dimasa yang akan datang. %leh karena
itu sudah sewajarnya apabila perusahaan dan para pemegang saham menciptakan suatu
prosedur dan perlindungan terhadap komplain ("histle blo"er) yang dilakukan oleh karyawan
perusahaan baik secara personal maupun melalui badan yang mewakilinya dan pihak lain diluar
perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap praktik tidak etis dan ilegal.
/. *erangka %+ harus dilengkapi dengan kerangka insol,ency yang e$isien dan
e$ekti$ serta penegakan hukum (en$orcement) yang e$ekti$ atas hak-hak kreditur.
Subprinsip ini berkaitan dengan hak"hak kreditur. Secara umum, perusahaan yang
beroperasi di negara dengan rating *'* yang baik akan memperoleh dana yang lebih besar
dan jangka waktu kredit yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan perusahaan yang
beroperasi pada negara dengan rating *'* yang kurang baik. Selanjutnya, salah satu hak
kreditur adalah mendapatkan perlidungan khususnya pada saat suatu perusahaan (debitur)
mengalami kesulitan keuangan yang berakibat kepada kemampuannya dalam memenuhi
kewajiban keuangannya (insolvensi).