Anda di halaman 1dari 4

Ayu Monika/ 0906626635

Blok 10 Skenario 3
Faktor yang berperan dalam penentuan hubungan ahang
Selama ini dikenal 2 macam hubungan rahang, yaitu :
Hubungan rahang horizontal
Hubungan rahang vertikal (pengukuran dimensi vertikal = DV
!imen"i #ertikal $!#%
!elasi "aksila # mandibula dalam arah vertikal
"acam DV:
a$ DV %isiologis rest position tinggi gigit istirahat %isiologis
"erupakan DV yang diukur se&aktu mandibula dalam keadaan
istirahat %isiologis dimana otot pembuka dan penutup mulut dalam
keadaan tonus seimbang pada &aktu penderita dalam keadaan posisi
tegak dan condylus pada posisi sentral dan rela' di dalam glenoid
%ossa$
b$ DV (klusal
"erupakan DV dari muka pada &aktu gigi atau occlusal rim
berkontak pada sentrik oklusi
)ada *+S
a$ "asih ada oklusi dari gigi
DV ditetapkan dengan :
"engoklusikan gigi dari model !, dan !- dan disesuaikan dengan
oklusi gigi yang ada di dalam mulut
)ada model diberi tanda goresan oklusi tidak berubah
b$ +idak ada oklusi
)ada posterior (misal kelas . kennedy
)enetapan = pada *+)
/egunaan DV :
a$ mengembalikan ekspresi &a0ah normal dari pasien
b$ mengembalikan %ungsi bicara, %ungsi kunyah, dan menelan
c$ men0aga kesehatan 0aringan di ba&ah 1 pendukung gigi tiruan dan sisa
gigi yang masih ada
-eberapa cara penetapan DV :
a$ dengan mempergunakan *igi +iruan 2ama
menggunakan gigi tiruan lama kemudian dibandingkan dengan muka
pasien$ -ila menggunakan gigi tiruan lama 0arak vertikal dari muka
terlalu pendek maka pada pembuatan yang baru harus diubah 0arak
vertikalnya (ditinggikan
b$ )encatatan Sebelum gigi dicabut
c$ Dengan )ro%il !adiogra%
Dengan pro%il radiogra% dari muka dapat digunakan nemun dapat
timbul kesulitan bila %oto tidak 1 kirang tepat menghasilkan
pengukuran yang salah
d$ )engukuran antara basis hidung dan basis Dagu
3ara pengukuran ini biasanya dikombinasikan dengan penetapan DV
dengan cara : posisi istirahat %isiologis dari pasien otot#otot dalam
keadaan istirahat, bibir menyentuh ringan
)osisi istirahat %isiologis :
# "erupakan posisi yang relati% tetap untuk seumr hidup pada
setiap orang kecuali bila sendi rahang mengalami kelainan
(perubahan pada sendi dan kondil
# -ila rahang dalam keadaan istirahat %isiologis, antara bidang
oklusal gigi !, dan !- terdapat ruangan 2#4 mm disebut
dengan 5ree &ay space
# (klusal rim mirip tinggi DV
3ara )enetapan DV :
6ang sering digunakan adalah cara penetapan physiologic rest position
)ada keadaan posisi istirahat semua otot impresor dan otot levator 1 otot
buka 7 tutup mulut dalam keadaan seimbang pencatatan DV pada posisi
ini dapat memberikan hasil yang baik
Setelah -asis )rotesa (-) dan (klusal !im ((! selesai dibuat hasu
disediakan :
# /aca mulut
# )inset
# Sonde
# -urnisher
# 5o' occlusal guide plane
8$ -asis )rotesa dan oklusal rim yang sudah disiapkan dimasukkan ke
dalam mulut pasien$ )erlu diperhatian hal#hal berikut ini :
# tanda anatomis dari muka estetis penderita
misal : bibir atas %iltrum, sulkus nasolabialis
# untuk pasien yang masih muda oklusal rim dibuat agak
protrusi untuk memperbaiki estetis sampai batas toleransi
otot bibir dan 0uga bibir ekspresi &a0ah yang normal dari
pasien
2$ tentukan tinggi (! !, :
untuk bibir yang normal dibuat 8#2 mm di ba&ah garis bibir atas
(dalam keadaan bibir atas istirahat 1 rela'
untuk bibir !, yang pan0ang, pasien tua 1 tonus otot bibir rendah
(! dibuat setinggi bibir ( 8mm di atas bibir
untuk bibir !, yang pendek (! dibuat 9 2mm di ba&ah garis
bibir
(! !, sebelah anterior dibuat se0a0ar garis interpupil atau se0a0ar
basis alanasi
(! !, sebelah posterior se0a0ar garis kamper (garis yang ditarik
dari traghus ke alanasi
5o' occlusal guide plane dimasukkan ke dalam mulut dan
oklusal guide plane harus kontak bidang 1 melekat pada (! !,
# anterior se0a0ar garis interpupil
# posterior se0a0ar garis kamper
:$ setelah (! !, baik 1 sudah tepat, ditentukan (! !- :
(! ,nterior !- = setinggi bibir ba&ah &aktu istirahat$
+inggi (! posterior ; < # 21: !etromolar pad$ Diperhatikan sulcus
labio mentalis
4$ (! !, dan !- dicobakan ke dalam mulut kontak bidang
=$ ukur 0arak dari basis hidung 7 basis dagu (tanpa (! dalam mulut =
DV 5isiologis
>$ (! !, dan !- dicobakan ke dalam mulut$ Diukur 0arak seperti poin
=$ (! !, dan !- kontak 1 pasien disuruh menggigit 0arak = DV
%isiologis
?$ Dikurangi (! !- 2#4 mm = DV oklusal
@ntuk memperoleh DV oklusal yang mendekati tepat harus digunakan
beberapa cara 1 kombinasi missal :
# penelanan
# %onetik
# estetik
,kibat DV oklusal terlalu tinggi (%ree&ay space kurang dari 8#2 mm :
a$ )asien sukar berbicara
b$ "ulut tampak penuh
c$ )asien sukar menelan
d$ Aaktu berbicara gigi atas beradu dengan gigi ba&ah
e$ Setelah pemakaian gigi tiruan beberapa lama, pasien merasa sakit
pada seluruh puncak prosesus alveolaris
%$ (tot#otot pembuka dan penutup rahang lama#lama merasa lelah
,kibat DV oklusal terlalu rendah ( %ree&ay space lebih besar dari 2#4 mm :
a$ pada saat berbicara ucapannya kurang 0elas
b$ &a0ah tampak lebih tua dari usia sebenarnya
c$ e%isiensi kunyah menurun
d$ dapat ter0adi luka di sudut mulut yang biasanya dinamakan )erleche
e$ dalam &aktu lama dapat menimbulkan kelainan sendi rahang (0arang
%$ !uang antara lidah terbatas

Anda mungkin juga menyukai