Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PENDAHULUAN

HIDROSEFALUS
Oleh:
LIKHNA PERTIWI (105070200111011)
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS RAWI!A"A MALANG
201#
LAPORAN PENDAHULUAN
HIDROSEFALUS
A$ DEFINISI HIDROSEFALUS
Hidrosefalus merupakan keadaan yang disebabkan gangguan keseimbangan
antara produksi dan absorpsi cairan serebrospinal dalam sistem ventrikel otak. Jika
produksi CSS lebih besar daripada absorpsi, CSS akan terakumulasi dalam sistem
ventrikel, dan biasanya peningkatan tekanan akan menghasilkan dilatasi pasif
ventrikel (Wong,2!".
Hidrocephalus adalah kelainan dimana ter#adi peningkatan #umlah cairan
cerebrospinal dalam rongga otak dan atau spinal ($ans#oer, 2%".
Hidrosefalus merupakan keadaan patologis otak yang mengakibatkan
bertmbahnya cairan serebro spinalis tanpa atau pernah dengan tekanan intracranial
yang meninggi sehingga terdapat pelebaran ruangan tempat mengalirnya cairan
serebro spinal (&gastiyah,2'".
Hidrosefalus merupakan sindroma klinis yang dicirikan dengan dilatasi yang
progresif pada system ventrikuler cerebral dan kompresi gabungan dari #aringan (
#aringan serebral selama produksi CS) berlangsung yang meningkatkan kecepatan
absorbsi oleh vili arachnoid. *kibat berlebihannya cairan serebrospinalis dan
meningkatnya tekanan intrakranial menyebabkan ter#adinya peleburan ruang (
ruang tempat mengalirnya li+uor ($ualim, 2,"
$ KLASIFIKASI HIDROSEFALUS
Hidrosephalus pada anak atau bayi pada dasarnya dapat di bagi dua.
-ongenital
$erupakan Hidrosephalus yang sudah diderita se#ak bayi dilahirkan, sehingga .
o /ada saat lahir keadaan otak bayi terbentuk kecil
o 0erdesak oleh banyaknya cairan didalam kepala dan tingginya tekanan
intrakranial sehingga pertumbuhan sel otak terganggu.
1idapat
2ayi atau anak mengalaminya pada saat sudah besar, dengan
penyebabnya adalah penyakit3penyakit tertentu misalnya trauma, 02C yang
menyerang otak dimana pengobatannya tidak tuntas. /ada hidrosefalus di dapat
pertumbuhan otak sudah sempurna, tetapi kemudian terganggu oleh sebab
adanya peninggian tekanan intrakranial.Sehingga perbedaan hidrosefalus
kongenital dengan di dapat terletak pada pembentukan otak dan pembentukan
otak dan kemungkinan prognosanya.
2erdasarkan letak obstruksi CS) hidrosefalus pada bayi dan anak ini #uga terbagi
dalam dua bagian yaitu4
Hydrocephalus komunikan
*pabila obstruksinya terdapat pada rongga subaracnoid, sehingga
terdapat aliran bebas CS) dalam sistem ventrikel sampai ke tempat sumbatan.
Jenis ini tidak terdapat obstruksi pada aliran CS) tetapi villus arachnoid untuk
mengabsorbsi CS) terdapat dalam #umlah yang sangat sedikit atau
malfungsional. 5mumnya terdapat pada orang de6asa, biasanya disebabkan
karena dipenuhinya villus arachnoid dengan darah sesudah ter#adinya
hemmorhage subarachnoid (klien memperkembangkan tanda dan ge#ala ( ge#ala
peningkatan 7C/".
Jenis ini tidak terdapat obstruksi pada aliran CS) tetapi villus arachnoid
untuk mengabsorbsi CS) terdapat dalam #umlah yang sangat sedikit atau
malfungsional. 5mumnya terdapat pada orang de6asa, biasanya disebabkan
karena dipenuhinya villus arachnoid dengan darah sesudah ter#adinya
hemmorhage subarachnoid (klien memperkembangkan tanda dan ge#ala ( ge#ala
peningkatan 7C/".
Hydrocephalus non komunikan
*pabila obstruksinya terdapat terdapat didalam sistem ventrikel sehingga
menghambat aliran bebas dari CS). 2iasanya gangguan yang ter#adi pada
hidrosefalus kongenital adalah pada sistem vertikal sehingga ter#adi bentuk
hidrosefalus non komunikan.
2iasanya diakibatkan obstruksi dalam sistem ventrikuler yang mencegah
bersikulasinya CS). -ondisi tersebut sering di#umpai pada orang lan#ut usia yang
berhubungan dengan malformasi congenital pada system saraf pusat atau
diperoleh dari lesi (space occuping lesion" ataupun bekas luka. /ada klien
de6asa dapat ter#adi sebagai akibat dari obstruksi lesi pada sistem ventricular
atau bentukan #aringan adhesi atau bekas luka didalam system di dalam system
ventricular. /ada klien dengan garis sutura yag berfungsi atau pada anak ( anak
diba6ah usia ,2 ( ,% bulan dengan tekanan intraranialnya tinggi mencapai
ekstrim, tanda ( tanda dan ge#ala ( ge#ala kenaikan 7C/ dapat dikenali. /ada
anak ( anak yang garis suturanya tidak bergabung terdapat pemisahan 8 separasi
garis sutura dan pembesaran kepala.
Hidrocephalus 2ertekan &ormal ( &ormal /ressure Hidrocephalus "
1i tandai pembesaran sister basilar dan fentrikel disertai dengan kompresi
#aringan serebral, dapat ter#adi atrofi serebral. 0ekanan intrakranial biasanya
normal, ge#ala ( ge#ala dan tanda ( tanda lainnya meliputi . dimentia, ata9ic gait,
incontinentia urine. -elainan ini berhubungan dengan cedera kepala,
hemmorhage serebral atau thrombosis, mengitis. pada beberapa kasus
(-elompok umur : ( ' tahun" ada kemingkinan ditemukan hubungan tersebut.
%$ ETIOLOGI HIDROSEFALUS
/enyebab pasti ter#adinya kelainan ba6aan sampai sekarang masih belum
#elas. 2iasanya ter#adi pada kehamilan yang si ibu masih muda usianya, dan
disebabkan oleh4
,. -ekurangan oksigen (hipoksia"
2. ;adiasi
<. -ekurangan nutrisi
=. ;adang atau infeksi
>. Cedera atau trauma
:. ?bat3obatan
'. Hormonal
/ada hidrosefalus, pengumpulan cairan otak yang berlebihan dalam ruangan
otak dapat ter#adi karena4
,. /roduksi cairan otak yang berlebihan
2. @angguan aliran cairan otak
<. @angguan proses penyerapan (absorbsi" cairan otak
/enyebab penyumbatan aliran CSS yang sering terdapat pada bayi dan anak
ialah4
,. -elainan 2a6aan (-ongenital"
a. Stenosis akuaduktus Sylvii
$erupakan penyebab yang terbanyak pada hidrosefalus bayi dan anak
(:3!A". 7nsidensinya berkisar antara ,>3, kasus8, kelahiran. Stenosis
ini bukan berasal dari tumor. *da tiga tipe stenosis 4
@liosis akuaduktus4 berupa pertumbuhan berlebihan dari glia fibriler yang
menyebabkan konstriksi lumen.
*kuaduktus yang berbilah (seperti garpu" men#adi kanal3kanal yang
kadang dapat tersumbat.
?bstruksi akuaduktus oleh septum ependim yang tipis (biasanya pada
u#ung kaudal".
*kuaduktus dapat merupakan saluran buntu sama sekali atau
abnormal lebih sempit dari biasa. 5mumnya ge#ala hidrosefalus terlihat
se#ak lahir atau progresif dengan cepat pada bulan3bulan pertama setelah
lahir. Stenosis ini bisa disebabkan karena kelainan metabolisme akibat ibu
menggunakan isotretionin (*ccutane" untuk pengobatan acne vulgaris.
?leh karena itu penggunaan derivat retinol (vitamin *" dilarang pada
6anita hamil. Hidrosefalus iatrogenik ini #arang sekali ter#adi, hal ini
dapat disebabkan oleh hipervitaminosis * yang akut atau kronis, di mana
keadaan tersebut dapat mengakibatkan sekresi likuor men#adi meningkat
atau meningkatnya permeabilitas sa6ar darah otak. Stenosis ini biasanya
dapat bersamaan dengan malformasi lain seperti4 malformasi *rnold
chiari, ensefalokel oksipital (Bott et al, ,!%=".
b. Spina bifida dan kranium bifida
Hidrosefalus pada kelainan ini biasanya berhubungan dengan sindrom
*rnold3Chiari akibat tertariknya medula spinalis dengan medula oblongata
dan serebelum letaknya lebih rendah dan menutupi foramen magnum
sehingga ter#adi penyumbatan sebagian atau total. *nomali *rnold3chiari ini
dapat timbul bersama dengan suatu meningokel atau suatu meningomielokel.
c. Sindrom 1andy3Walker
$alformasi ini melibatkan 23=A bayi baru lahir dengan hidrosefalus.
Ctiologinya tidak diketahui. $alformasi ini berupa ekspansi kistik ventrikel
7D dan hipoplasi vermis serebelum. -elainan berupa atresia kongenital
foramen Buschka dan $agendie dengan akibat hidrosefalus obstruktif dengan
pelebaran sistem ventrikel terutama ventrikel 7D yang dapat sedemikian
besarnya hingga merupakan suatu kista yang besar di daerah fosa posterior.
Hidrosefalus yang ter#adi diakibatkan oleh hubungan antara dilatasi ventrikel
7D dan rongga subarakhnoid yang tidak adekuat, dan hal ini dapat tampil
pada saat lahir, namun %A kasusnya biasanya tampak dalam tiga bulan
pertama. -asus semacam ini sering ter#adi bersamaan dengan anomali
lainnya seperti4 agenesis korpus kalosum, labiopalatoskisis, anomali okuler,
anomali #antung, dan sebagainya.
d. -ista araknoid
1apat ter#adi kongenital tetapi dapat #uga timbul akibat trauma
sekunder suatu hematoma.
e. *nomali pembuluh darah
1alam kepustakaan dilaporkan ter#adinya hidrosefalus akibat
aneurisma arterio3vena yang mengenai arteria serebralis posterior dengan
vena @aleni atau sinus transversus dengan akibat obstruksi akuaduktus.
2. 7nfeksi
*kibat infeksi dapat timbul perlekatan meningen sehingga dapat ter#adi
obliterasi ruangan subaraknoid. /elebaran ventrikel pada fase akut meningitis
purulenta ter#adi bila aliran CSS terganggu oleh obstruksi mekanik eksudat
purulen di akuaduktus Sylvii atau sisterna basalis. Bebih banyak hidrosefalus
terdapat pasca meningitis. /embesaran kepala dapat ter#adi beberapa minggu
sampai beberapa bulan sesudah sembuh dari meningitisnya. Secara patologis
terlihat penebalan #aringan piamater dan araknoid sekitar sisterna basalis dan
daerah lain. /ada meningitis serosa tuberkulosa, perlekatan meningen terutama
terdapat di daerah basal sekitar sisterna kiasmatika dan interpedunkularis,
sedangkan pada meningitis purulenta lokalisasinya lebih tersebar. Selain karena
meningitis, penyebab lain infeksi pada sistem saraf pusat adalah karena
to9oplasmosis (&goerah, ,!!,". 7nfeksi to9oplasmosis sering ter#adi pada ibu
yang hamil atau penderita dengan imunokompeten (/ohan, ,!!:". /enularan
to9oplasmosis kepada neonatus didapat melalui penularan transplasenta dari ibu
yang telah menderita infeksi asimtomatik. 1alam bentuk infeksi subakut, tetrade
yang menyolok adalah perkapuran intraserebral, chorioretinitis, hidrosefalus atau
mikrosefalus, dan gangguan psikomotor dan ke#ang3ke#ang (/ribadi, ,!%<".
<. &eoplasma
Hidrosefalus oleh obstruksi mekanik yang dapat ter#adi di setiap tempat
aliran CSS. /engobatan dalam hal ini ditu#ukan kepada penyebabnya dan apabila
tumor tidak mungkin dioperasi, maka dapat dilakukan tindakan paliatif dengan
mengalirkan CSS melalui saluran buatan atau pirau. /ada anak yang terbanyak
menyebabkan penyumbatan ventrikel 7D atau akuaduktus Sylvii bagian terakhir
biasanya suatu glioma yang berasal dari serebelum, sedangkan penyumbatan
bagian depan ventrikel 777 biasanya disebabkan suatu kraniofaringioma.
=. /erdarahan
0elah banyak dibuktikan bah6a perdarahan sebelum dan sesudah lahir
dalam otak, dapat menyebabkan fibrosis leptomeningen terutama pada daerah
basal otak, selain penyumbatan yang ter#adi akibat organisasi dari darah itu
sendiri. Hal tersebut #uga dapat dipicu oleh karena adanya trauma kapitis (Hassan
et al, ,!%>".
Selan#utnya hidrosefalus dengan penyebab pertama tersebut diatas
dikelompokan sebagai hidrosefalus kongenitus, sedangkan penyebab kedua
sampai ke empat dikelompokkan sebagai hidrosefalus akuisita. Sebab3sebab
prenatal merupakan faktor yang bertanggung #a6ab atas ter#adinya hidrosefalus
kongenital yang timbul in3utero dan kemudian bermanifestasi baik in3utero
ataupun setelah lahir. Sebab3sebab ini mencakup malformasi (anomali
perkembangan sporadis", infeksi atau kelainan vaskuler. /ada sebagian besar
pasien banyak yang etiologinya tidak dapat diketahui, dan untuk ini diistilahkan
sebagai hidrosefalus idiopatik. 1ari bukti eksperimental pada beberapa spesies
he6an mengisyaratkan infeksi virus pada #anin terutama parotitis dapat sebagai
faktor etiologi (&goerah, ,!!,".
D$ MANIFESTASI KLINIS HIDROSEFALUS ($ans#oer, 2%"
$asa bayi, tahap a6al 4
,. /ertumbuhan kepala cepat dan abnormal
2. )ontanela menon#ol (terutama fontanela anterior" kadang3kadang tanpa
pembesaran kepala4 tegang,tidak berdenyut
<. 1ilatasi vena3vena kulit kepala
=. Sutura terpisah
>. 0anda mace6en (bunyi perkusi seperti pot retak"
:. /enipisan tulang tengkorak
$asa bayi, tahap lan#ut.
,. /embesaran frontal atau penon#olan dahi
2. $ata yang masuk ke dalam
<. 0anda setting sun ( sklera terlihat di atas iris
=. ;efleks pupil lamban, respon terhadap cahaya tidak sama
>. $engalami kesulitan pergerakan
:. -erusakan saraf yang memberikan ge#ala kelainan neurologis berupa
gangguan kesadaran, motoris atau ke#ang, kadang ( kadang gangguan
pusat vital, bergantung pada kemampuan kepala untuk membesar dalam
mengatasi tekanan intrakranial yang meninggi.
$asa bayi, 5mum 4
,. 7ritabilitas
2. Betargi
<. 2ayi menangis ketika digendong atau ditimang dan diam ketika dibiarkan
berbaring tenang
=. ;efleks infantil a6al mungkin masih ada
>. ;espons yang normalnya ter#adi tidak muncul, dapat memperlihatkan 4
perubahan tingkat kesadaran, opistotonos (sering berlebihan", spastisitas
ekstremitas ba6ah, muntah
:. -esulitan menghisap dan minum susu, tangisan yang melengking,
singkat, dan bernada tinggi, serta gangguan kardiopulmonal.
E$ PATOFISIOLOGI HIDROSEFALUS
F$ KOMPLIKASI HIDROSEFALUS
-omplikasi Hidrosefalus (Whaley and Wong, 2!"
,. /eningkatan 07-
2. /embesaran kepala
<. kerusakan otak
=. $eningitis, ventrikularis, abses abdomen
>. Ckstremitas mengalami kelemahan, inkoordinasi, sensibilitas kulit menurun
:. -erusakan #aringan saraf
'. /roses aliran darah terganggu
G$ PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK HIDROSEFALUS (Wong, 2!"
Scan temografi komputer (C03Scan" mempertegas adanya dilatasi ventrikel dan
membantu dalam mengidentifikasi kemungkinan penyebabnya (neoplasma,
kista, malformasi konginetal atau perdarahan intra kranial"
/ungsi ventrikel kadang digunakan untuk mengukur tekanan intra kranial,
mengambil cairan serebrospinal untuk kultur (aturan ditentukan untuk
pengulangan pengaliran".
CC@4 untuk mengetahui kelainan genetik atau metabolik
0ransluminasi4 untuk mengetahui adanya kelainan dalam kepala
$;7 ($agnetik ;esonance 7maging"4 memberi informasi mengenai struktur
otak tanpa kena radiasi
H$ PENATALAKSANAAN MEDIS HIDROSEFALUS (Bayono, 2<"
1$ Pe&'e()h)&
5ntuk mencegah timbulnya kelainan genetic perlu dilakukan penyuluhan
genetic, penerangan keluarga berencana serta menghindari perka6inan antar
keluarga dekat. /roses persalinan8kelahirandiusahakan dalam batas3batas
fisiologik untuk menghindari trauma kepala bayi. 0indakan pembedahan Caesar
suatu saat lebih dipilih dari pada menanggung resiko cedera kepala bayi se6aktu
lahir.
2$ Te*)+,
Te*)+, -e.,/)-e&012)
1itu#ukan untuk membatasi evolusi hidrosefalus melalui upaya
mengurangi sekresi cairan dari pleksus khoroid atau upaya meningkatkan
resorbsinya. 1apat dicoba pada pasien yang tidak ga6at, terutama pada pusat
kesehatan dimana sarana bedah saraf tidak ada. ?bat yang sering digunakan
adalah4
*setasolamid
Cara pemberian dan dosis. /er oral 23< 9 ,2> mg8hari, dosis ini
dapat ditingkatkan sampai maksimal ,.2 mg8hari
)urosemid
Cara pemberian dan dosis. /er oral, ,,2 mg8kg22 ,98hari atau
in#eksi iv ,: mg8kg228hari 2ila tidak ada perubahan setelah satu minggu
pasien diprogramkan untuk operasi.
L3-4)l +3&(2, 4e*3l)&( (2e*,)l l3-4)* +3&'03*e)
$ekanisme pungsi lumbal berulang dalam hal menghentikan
progresivitas hidrosefalus belum diketahui secara pasti. /ada pungsi lumbal
berulang akan ter#adi penurunan tekanan CSS secara intermiten yang
memungkinkan absorpsi CSS oleh vili arakhnoidalis akan lebih mudah.
Indikasi 4 umumnya diker#akan pada hidrosefalus komunikan terutama pada
hidrosefalus yang ter#adi setelah perdarahan subarakhnoid, periventricular
intraventrikular dan meningitis 02C. 1iindikasikan #uga pada hidrosefalus
komunikan dimana shunt tidak bisa diker#akan atau kemungkinan akan
ter#adi herniasi (impending herniation"
Cara:
a. B/ diker#akan dengan memakai #arum ukuran 22, pada interspace B23<
atau B<3= dan CSS dibiarkan mengalir di ba6ah pengaruh gaya gravitasi.
b. B/ dihentikan #ika aliran CSS terhenti. 0etapi ada #uga yang memakai
cara setiap B/ CSS dikeluarkan <3> ml.
c. $ula3mula B/ dilakukan setiap hari, #ika CSS yang keluar kurang dari >
ml, B/ diper#arang (23< hari".1ilakukan evaluasi dengan pemeriksaan C0
scan kepala setiap minggu.
d. B/ dihentikan #ika ukuran ventrikel menetap pada pemeriksaan C0 scan <
minggu berturut3turut.
e. 0indakan ini dianggap gagal #ika 4
1ilatasi ventrikel menetap
Cortical mantel makin tipis
/ada lokasi lumbal punksi ter#adi sikatriks
1ilatasi ventrikel yang progresif
Komplikasi 4 herniasi transtentorial atau tonsiler, infeksi, hipoproteinemia
dan gangguan elektrolit.
Te*)+, O+e*)2,
?perasi biasanya langsung diker#akan pada penderita hidrosefalus.
/ada penderita ga6at yang menunggu operasi biasanya diberikan 4 $annitol
per infus ,>32 g8kg228hari yang diberikan dalam #angka 6aktu ,3< menit.
1$ 5Th,*. Ve&0*,/3l1201-,67Ve&0*,/el III
Be6at kraniotom, ventrikel 777 dibuka melalui daerah khiasma
optikum, dengan bantuan endoskopi. Selan#utnya dibuat lubang sehingga
CSS dari ventrikel 777 dapat mengalir keluar.
2$ O+e*)2, +,&0)276Sh3&0,&(6
*da 2 macam 4
E/20e*&)l
CSS dialirkan dari ventrikel ke luar tubuh, dan bersifat hanya
sementara. $isalnya4 pungsi lumbal yang berulang3ulang untuk terapi
hidrosefalus tekanan normal.
I&0e*&)l
)$ %SS .,)l,*/)& .)*, 8e&0*,/el /e .)l)- )&((10) 0343h l),&$
3 Ventrikulo-Sisternal, CSS dialirkan ke sisterna magna
(0hor-#eldsen"
3 Ventrikulo-Atrial, CSS dialirkan ke atrium kanan.
3 Ventrikulo-Sinus, CSS dialirkan ke sinus sagitalis superior
3 Ventrikulo-Bronkhial, CSS dialirkan ke 2ronkhus
3 Ventrikulo-Mediastinal, CSS dialirkan ke mediastinum
3 Ventrikulo-Peritoneal, CSS dialirkan ke rongga peritoneum
4$ 5L3-41 Pe*,01&e)l Sh3&06
CSS dialirkan dari ;esessus Spinalis Bumbalis ke rongga
peritoneum dengan operasi terbuka atau dengan #arum 0ouhy
secara perkutan.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA HIDROSEFALUS
PENGKA!IAN KEPERAWATAN HIDROSEFALUS
,. *namnesa
a. ;i6ayat penyakit 8 keluhan utama
$untah, gelisah nyeri kepala, lethargi, lelah apatis, penglihatan ganda, perubahan
pupil, kontriksi penglihatan perifer.
b. ;i6ayat /erkembangan
-elahiran 4 Bahir dengan pertolongan, pada 6aktu lahir menangis keras atau
tidak.
-eke#angan 4 $ulut dan perubahan tingkah laku.
*pakah pernah ter#atuh dengan kepala terbentur.
-eluhan sakit perut.
2. /emeriksaan )isik
a. 7nspeksi 4
3 *nak dapat melihat keatas atau tidak.
3 /embesaran kepala.
3 1ahi menon#ol dan mengkilat. Sertas pembuluh dara terlihat #elas.
b. /alpasi4
3 5kur lingkar kepala 4 -epala semakin membesar.
3 )ontanela 4 -eterlamabatan penutupan fontanela anterior sehingga fontanela
tegang, keras dan sedikit tinggi dari permukaan tengkorak.
c. /emeriksaan $ata4
3 *komodasi.
3 @erakan bola mata.
3 Buas lapang pandang
3 -onvergensi.
3 1idapatkan hasil 4 alis mata dan bulu mata keatas, tidak bisa melihat keatas.
3 Stabismus, nysta+mus, atropi optic.
<. ?bservasi 0anda30anda Dital
1idapatkan data ( data sebagai berikut 4
/eningkatan tekanan darah.
/enurunan nadi 8 2radicardia.
/eningkatan frek6ensi pernapasan.
=. 1iagnosa -linis
0ransimulasi kepala bayi yang akan menun#ukkan tahap dan lokalisasi dari
pengumpulan cairan ,=omputer. ( 0ranssimulasi terang "
/erkusi tengkorak kepala bayi akan menghasilkan bunyi E Crakedpot E
($erce6enFs Sign
?pthalmoscopy 4 Cdema /upil.
C0 Scan $emperlihatkan (non ( invasive" type alus dengan nalisisi
;adiologi 4 1itemukan /elebaran sutura, erosi tulang intra cranial.
1iagnosa kepera6atan, 7ntervensi dan ;asional.
&o
1iagnosa
-epera6atan
0u#uan G
-riteria Hasil
7ntervensi ;asional
,. ;isiko
perubahan
integritas kulit
kepala b8d
ketidakmampua
n bayi dalam
mengerakan
kepala akibat
peningkatan
ukuran dan berat
kepala
0idak ter#adi
gangguan
integritas kulit.
-riteria4
-ulit utuh,
bersih dan
kering.
-a#i kulit kepala
setiap 2 #am dan
monitor terhadap
area yang terte3
kan
5bah posisi tiap
2 #am dapat di3
pertimbangkan
untuk mengubah
poisisi kepala
setiap #am.
Hindari tidak
adanya linen
pada tempat
tidur
2aringkan
5ntuk memantau
keadaan integumen
kulit secara dini.
5ntuk meningkat3kan
sirkulasi kulit.
Binen dapat
menyerap keringat
sehingga kulit tetap
kering
5ntuk mengurangi
kepala pada
bantal karet busa
atau
menggunakan
tempat tidur air
#ika mungkin.
2erikan nutrisi
sesuai
kebutuhan.
tekanan yang
menyebabkan stres
mekanik.
Jaringan mudah
nekrosis bila kalori
dan protein kurang.
2. /erubahan
fungsi keluarga
b8d situasi krisis
(anak dalam
catat fisik"
-eluarga
menerima
keadaan
anaknya,
mampu
men#elaskan
keadaan
penderita.
-riteria4
3 -eluarga
berpartisipasi
dalam
mera6at
anaknya
3 Secara verbal
keluarga
dapat
mengerti
tentang penya3
kit anaknya.
Jelaskan secara
rinci tentang
kondisi klien,
prose3dur terapi
dan
prognosanya.
5langi
pen#elasan
tersebut bila
perlu dengan
contoh bila
keluarga belum
mengerti
-larifikasi
kesalahan asumsi
dan
misinterpretasi
2erikan
kesempatan
keluarga untuk
bertanya.
/engetahuan dapat
mempersiapkan
keluarga dalam
mera6at penderita.
-eluarga dapat
menerima seluruh
informasi agar tidak
menimbulkan salah
persepsi
5ntuk menghindari
salah persepsi
-eluarga dapat
mengemukakan
perasaannya
<. ;esiko tinggi 0idak ter#adi ?bservasi ketat 5ntuk mengetahui
ter#adi cidera b8d
peningkatan
tekanan intra
kranial
peningkatan
07- -riteria4
0anda vital
dalam batas
normal, pola
nafas efektif,
reflek cahaya
positif, tidak
te#adi gangguan
kesadaran,
tidak muntah
dan tidak
ke#ang.
tanda3tanda
peningkatan 07-
0entukan skala
coma
Hindari
pemasangan
infus di kepala
Hindari sedasi
Jangan sekali3
kali memi#at
atau memompa
shunt untuk
memeriksa
fungsinya
*#ari keluarga
mengenai tanda3
tanda
peningkatan 07-
secara dini
peningkatan 07-
/enurunan kesadaran
menandakakan
adanya peningkatan
07-
$encegah ter#adi
infeksi sistemik
0ingkat kesadaran
merupakan indikator
peningkatan 07-
1apat mengakibat3
kan sumbatan sehing3
ga ter#adi pening3
katan CSS atau
obtruksi pada u#ung
kateter di peritonial.
-eluarga dapat ber3
patisipasi dalam pe3
ra6atan klien anak
hidrosefalus.
DAFTAR PUSTAKA
1oenges $.C. ,!!!. Rencana Asuhan keperawtan : pedoman untuk perencanaan dan
pendokumentasian perawatan pasien. Jakarta4C@C
Bynda Juall Carpenito. 2. Buku Saku : Diagnosa Keperawatan Cd.%, C@C, Jakarta
$ans#oer, *. 2%. Kapita Selekta Kedokteran !disi " #ilid $. Jakarta 4 $edia
*esculopius
$eddoy, ;, and &e6ell,S. 2'. %ecture &ote Pediatrik. Jakarta4 C$S
Soetomenggolo,0.S . 7mael .S. ,!!!. &eorologi anak, 7katan 1okter 7ndonesia, Jakarta
Whaley and Wong. ,!!>. &ursing 'are o( in(ants and children, St.Bouis 4 $osby year
2ook
Wong, 1. 2!. Buku A#ar Keperawatan Pediatrik !disi ) Vol $. Jakarta4 C@C