Anda di halaman 1dari 1

Masalah sosial tawuran pelajar (kenakalan remaja)

Tawuran atau Tubir adalah istilah yang sering digunakan masyarakat Indonesia, khususnya
di kota-kota besar sebagai perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok atau
suatu rumpun masyarakat. Sebab tawuran ada beragam, mulai dari hal sepele sampai hal-hal serius
yang menjurus pada tindakan bentrok. Tawuran merupakan suatu penyimpangan sosial berupa
perkelahian. Sekarang ini, kita sering menjumpai maraknya aksi tawuran, tidak memandang usia
maupun status sosial, tawuran seakan akan membudaya di masyarakat kita, yang lebih menjadi
sorotan, adalah bahwa banyak diantara para pelaku tawuran yang masih duduk di bangku SD, SMP,
SMA, dan juga Mahasiswa.
Maraknya aksi-aksi tawuran antar pelajar bisa jadi karena labilnya jiwa mereka yang baru
akan mencari jati diri atau hanya ikut-ikutan dengan temannya. Selain itu juga Tentunya tawuran ini
mempunyai faktor penyebab lain diantaranya Mau menunjukan siapa yang hebat, kuat, berkuasa
& layak Disegani,Mau menunjukan siapa yang paling berani, Agar kelompok mereka di-cap
memiliki solidaritas tinggi, sekolahnya musuh bebuyutan, jiwa premanisme dan yang paling
ekstrim karena tradisi
Menurut saya pribadi terjadinya twuran pelajaran di karenakan kurangnya pengawasan
orang tua baik karena kesibukan mereka ataupun karena memang mereka sudah tidak terlalu
peduli terhadap anaknya. Padahal, dalam Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA)
Pasal 26 Ayat 1 telah ditegaskan bahwa orangtua berkewajiban dan bertanggung jawab
dalam melindungi anak, baik dalam hal mengasuh, memelihara, mendidik, melindungi,
maupun mengembangkan bakat anak . Selain itu juga di sekolah-sekolah banyaknya
penggolongan-penggolongan siswa kedalam kelas-kelas gaul tertentu. Misalnya saja si
kuper,si kutu buku, si alay dsb. Hal inilah yang membuat para pelajar cenderung berkelompok
dan seolah-olah tidak menerima golongan lain selain golongn mereka. Seringnya mereka
bergerombol juga memungkinkan mereka untuk saling besitegang dengan kelompok lain. Di
lingkungan saya sendiri banyak pelajar sd,smp dan smp yang selalu nongkrong dan tidak
jarang mereka saling berkelahi dengan gerombolan dari rt tetangga. Dan seperti yang sudah
saya katakan di awal orang tua mereka seolah lepas tangan dengan kelakuan anaknya dan
terus saja membiarkan apa yang anak mereka perbuat.
Sebenarnya banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah tawuran pelajar ini.menurut
saya pribadi sebagai seorang mahasiswa baru pencegahan dapt di lakukan dari sisi keluarga sekolah
dan aparat hukum. Untuk pencegahan dari sisi keluarga orang tua harus memberikan kasih sayang
dan pengawasan kepada anaknya selalu mengajarkan bahwa tawuran itu tindak kriminal dan haram
untuk dilakukan. Dari pihak sekolah tentunya yang sangat membantu adalah selalu mengingatkan
untuk tidak pulang bergerombolan, wajib mengikuti ekstrakulikuler dan kegiatan agama seperti rohis
ataupun rohkris. Untuk aparat menurut saya sangat baik dengan di adakannya seminar-seminar dan
sosialisasi pengetahuan tentang tawuran dan hukuman apa yang akan mereka dapat bila mereka
melakukan tawuran.

Tawuran ini sendiri sebenarnya lebih kearah labilnya jiwa muda yang sedang bersemangat-
semangatnya tetapi mereka kurang diarahkan untuk menyalurkan bakat mereka, kurangnya perhatian
keluarga dan malah terbwa arus teman mereka yang sudah lebih dulu melakukan hal-hal negatif.
Sebenarnya tawuran ini bisa di minimalisir atau mungkin bisa di hilangkan bertahap dengan
menghilangkan segala tradisi dan hukuman tegas terhadap provokator dan pelakunya.