Anda di halaman 1dari 9

PERSALINAN OLEH NON-NAKES

Pengertian
Pertolongan persalinan oleh tenaga non kesehatan yaitu proses persalinan yang di bantu oleh
tenaga non kesehatan yang biasa di kenal dengan istilah dukun bayi. Pertolongan persalinan oleh
tenaga non kesehatan yaitu proses persalinan yang dibantu oleh tenaga non kesehatan yang di
kenal dengan istilah dukun bayi. Pada dasarnya dukun bersalin diangkat berdasarkan
kepercayaan masyarakat setempat atau merupakan pekerjaan yang sudah turun temurun dari
nenek moyang atau keluarganya dan biasanya sudah berumur 40 tahun ke atas (Prawirohardjo,
2005.
!ukun bayi adalah seorang anggota masyarakat yang pada umumnya adalah seorang wanita
yang mendapat kepercayaan serta memeiliki keterampilan menolong persalinan secara
tradisional. "eterampilan trsebut diperoleh secara turun temurun, belajar secara praktis atau cara
lain yang menjurus kearah peningkatan keterampilan serta melalui tenaga kesehatan. !ukun bayi
juga merupakan seseorang yang dianggap terampil dan dipercaya oleh masyarakat untuk
menolong persalinan dan perawatan ibu dan anak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pendidikan dukun umumnya adalah "ejar Paket # atau tamat $!, bisa baca tulis dengan
kapasitas yang rendah, mereka tidak mendapat ilmu tentang cara pertolongan persalinan secara
teori di bangku kuliah, tetapi mereka hanya berdasarkan pengalaman saja. Peralatan yang
digunakannya hanya seadanya seperti memotong tali pusat menggunakan bambu, untuk
mengikat tali pusat menggunakan tali naken, dan untuk alasnya menggunakan daun pisang.
Penatalaksanaan
!iadakan program penempatan %idan di desa (%!! yang bertujuan untuk menurunkan tingkat
kematian ibu hamil, bayi dan balita. "ecuali hal & hal yang berhubungan dengan adat dan
kebiasaan masyarakat setempat, dengan menjalin hubungan kemitraan antara keduanya.
'ntuk menurunkan angka kematian ibu secara bermakna, kegiatan deteksi dini ibu hamil
beresiko harus lebih digalakakan, baik di (asilitas pelayanan ")# maupun masyarakat. !alam hal
ini, deteksi ibu hamil beresiko perlu di(okuskan pada keadaan yang menyebabkan kematian ibu
bersalin di rumah dengan pertolongan dukun bayi. !engan mengadakan program penempatan
%idan di !esa (%!% yang bertujuan untuk menurunkan tingkat kematian ibu hamil, bayi dan
balita, kecuali hal*hal yang berhubungan dengan adat istiadat dan kebiasaan masyarakat setempat
dengan menjalin hubungan kemitraan antara keduanya. !engan penempatan bidan di desa
tersebut diharapkan secara bertahap jangkauan persalinan oleh tenaga pro(esional terus
meningkat dan masyarakat semakin menyadari pentingnya persalinan yang bersih dan aman.
Fakto-faktor Penyebab Mengapa Masyarakat Lebih Meilih Penolong !ersalin "engan
tenaga Kesehatan Non-e#is
+asih banyak masyarakat yang memilih persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan non* medis
daripada tenaga kesehatan disebabkan oleh beberapa (aktor antara lain,
#. "emiskinan
-ersedianya berbagai jenis pelayanan public serta persepsi tentang nilai dan mutu
pelayanan merupakan (aktor penentu apakah rakyat akan memilih kesehatan atau tidak.
%iasanya, perempuan memilih berdasakan penyedia layanan tersebut, sementara laki*laki
menentukan pilihan mereka berdasarkan besar kecilnya biaya sejauh dijangkau oleh
masyarakat miskin.
$ekitar .5/ dari seluruh masyarakat miskin yang diteliti menggunakan penyesia layanan
kesehatan rakyat seperti bidan di desa, puskesmas atau puskesmas pembantu(pustu,
sementara 05/ sisanya menggunakan dukun beranak yang dikenal dengan berbagai sebutan.
1alaupun biaya merupakan alasan yang menentukan pilihan masyarakat miskin, ada
sejumlah (aktor yang membuat mereka lebih memilih layanan yang diberikan oleh dukun.
%iaya pelayanan yang diberikan oleh bidan di desa untuk membantu persalinan lebih besar
daripada penghasilan 2- miskin dalam satu bulan. !isamping itu, biaya tersebut pun harus
dibayar tunai. $ebaliknya, pembayaran terhadap dukun lebih lunak secara uang tunai dan
ditambah barang. %esarnya tari(( dukun hanya sepersepuluh atau seperlima dari tari(( bidan
dea. !ukun juga bersedia pembayaran mereka ditunda atau dicicil($uara +erdeka, 2000.
%. +asih langkanya tenaga medis di daerah*daerah pedalaman
$ekarang dukun di kota semakin berkurang meskkipun sebetulnya belum punah sama
sekali bahkan disebagian besar kabupaten, dukun beranak masih eksis dan dominant. +enurut
data yang diperoleh !inas "esehatan 3awa %arat jumlah bidan jaga di 3awa %arat sampai
tahun 2005 ada 4..25 orang. !isebutkan pada data tersebut, junlah dukun di perkotaan hanya
setengah jumlah bidan termasuk di kota %andung. 5amun, di 6 daerah (kabupaten jumlah
dukun lebih banyak (dua kali lipat jumlah bidan. +alah di 3awa %arat masih ada 70
kabupaten yang tidak ada bidan ("etua +itra Peduli8+ilik 3abar.
9. "ultur budaya masyarakat
+asyarakat kita terutama di pedesaan, masih lebih percaya kepada dukun beranak
daripada kepada bidan apalagi dokter. 2asa takut masuk rumah sakit maih melekat pada
kebanyakan kaum perempuan. "alaupun terjadi kematian ibu atau kematian bayi mereka
terima sebagai musibah yang bukan ditentukan manusia
$elain itu masih banyak perempuan terutama muslimah yang tidak membenarkan pemeriksaan
kandungan, apalagi persalinan oleh dokter atau para medis laki*laki. !engan sikap budaya dan
agama seperti itu, kebanyakan kaum perempuan di padesaan tetap memilih dukun beranak
sebagai penolong persalinan meskipun dengan resiko sangat tinggi.
!. +asalah :ang !apat !itimbulkan #pabila Persalinan !itolong ;leh 5on*medis
+enurut sinyalemen !inkes #") cenderung tinggi akibat pertolongan persalinan tanpa
(asilitas memadai, antara lain tidak adanya tenaga bidan apalagi dokter obsgin. "arena
persalinan masih ditangani oleh dukun beranak atau peraji, kasus kematian ibu saat
melahirkan masih tetap tinggi. Pertolongan gawat darurat bila terjadi kasus perdarahan atau
in(eksi yang diderita ibu yang melahirkan, tidak dapat dilakukan.
Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang lebih memilih untuk menggunakan dukun
beranak. $ementara itu, de(inisi merekatentang mutu pelayanan berbeda dengan de(inisi
standar medis. "elemahan utama dari mutu pelayanan adalah tidak terpenuhinya standar
minimal medis oleh para dukun beranak, seperti dengan praktek yang tidak steril(memotong
tali pusat dengan sebilah bambu dan meniup lubang hidung bayi yang baru lahir dengan
mulut. 2iwayat kasus kematian ibu dan janin dalam penelitian ini menggambarkan apa yang
terjadi jika dukun beranak gagal mengetahui tanda bahaya dalam masa kehamilan dan
persalinan serta rujukan yang terlambat dan kecacatan janin pun bisa terjadi dari
kekurangtahuan dukun beeranak akan tanda*tanda bahaya kehamilan yang tidak
dikenal($uara +erdeka, 2000.
$elain itu, pertolongan persalinan oleh dukun sering menimbulkan kasus persalinan,
diantaranya kepala bayi sudah lahir tetapi badannya masih belum bisa keluar atau partus
macet, itu disebabkan karena cara memijat dukun bayi tersebut kurang pro(esional dan hanya
berdasarkan kepada pengalaman.
<. 'saha 'ntuk +enjalin "erjasama #ntara -enaga +edis dan 5on*medis !alam +enolong
Persalinan
%erdasarkan dukun di )ndonesia masih mempunyai peranan dalam menolong suatu
persalinan dan tidak bisa dipungkiri, masih banyak persalinan yang ditolong oleh dukun
beranak, walaupun dalam menolong persalinan dukun tidak berdasarkan kepada pengalaman
dan berbagai kasus persalinan oleh dukun seringkali terjadi dan menimpa seorang ibu dan atau
bayinya. -etapi keberadaan dukun di )ndonesia tidak boleh dihilangkan tetapi kita bisa
melakukan kerjasama dengan dukun untuk mengatasi hal*hal atau berbagai kasus persalinan
oleh dukun.
$eperti di daerah pedesaan Paminggir, #las "okon, "ertajayadan daerah perkotaan $oklat
setelah dua dari empat dukun beranak yang diwawacarai telah menerima pelatihan dari
dokter*dokter puskesmas pada tahun 7660*7667. +ereka merasa pelatihan dan peralatan
persalinan yang diberikan saat pelatihan sangat berman(aat. Para dukun juga dilatih tentang
pencatatan dan pelaporan. $etiap dukun dilatih membaca sampai mengerti bagaimana cara
pengisian kolom tersebut. Pelatihan untuk perawatan ibu hamil, pertolongan pada diare,
makanan bergi=ibagi bayi, balita dan ibu hamil juga dilakukan. +embina hubungan baik
dengan dukun juga dilakukan agar kita bisa lebih gampang menjalin kerjasama dengan dukun.
>. Pelayanan yang !apat !iberikan ;leh -enaga 5on*medis
!alam mutu pelayanan tidak dipenuhinya standar minimal medis oleh para dukun,
seperti dengan praktek yang tidak steril(memotong tali pusat dengan sebilah bambu dan
meniup lubang hidung bayi baru lahir dengan mulut.
?ayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan non*medis misalnya,
7. !ukun mau mendatangi setiap ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan.
2. !ukun mematok harga muruh, kadang bisa disertai atau diganti dengan sesuatu barang
misalnya beras, kelapa, dan bahan dapur lainnya.
0. !ukun beranak dapat melanjutkan layanan untuk 7*44 hari pasca melahirkan dengan sabar
memanjakan ibu dan bayinya misalkan dia mencuci dan membersihkan ibu setelah
melahirkan.
4. !ukun menemani anggota keluarga agar bisa beristirahat dan memulihkan diri, sebaliknya
bidan seringkali tidak bersedia saat dibutuhkan atau bahkan tidak mau datang saat dipanggil.
PEN$AKI% MEN&LAR SEKS&AL
Pengertian
P+$ adalah in(eksi atau penyakit yang di tularkan melalui hubungan seks (oral, anal,
@agina atau penyakit kelamin atau in(eksi yang di tularkan melalui hubungan seks yang dapat
menyerang alat kelamin dengan atau tanpa gejala dapat muncul dan menyerang mata, mulut,
saluran pencernaan, hati, otak, serta organ tubuh lainnya, misalnya A)B8#)!$, Aepatitis %
Penyakit menular seksual merupakan penyakit yang ditakuti oleh setiap orang. #ngka
kejadian penyakit ini termasuk tinggi di )ndonesia. "elompok resiko yang rentan terin(eksi
tentunya adalah seseorang yang sering CjajanD alias punya kebiasaan perilaku yang tidak sehat.
)n(eksi yang ditularkan lewat hubungan seksual, atau Penyakit kelamin menular adalah
penyakit yang cara penularanyya melalui hubungan kelamin. :ang ditularkan dari satu orang ke
orang lain saaat berhubungan badan. -empat terjangkitnya penyakit tersebut tidak semata*mata
pada alat kelamin saja, tetapi dapat terjadi diberbagai tempat diluar alat kelamin.yang tergolong
dari penyakkit ini adalah , si(ilis, gonore, ulkus mola, lin(egranuloma @enereum, granuloma
inguinale.
'e(ala PMS
"eluar 9airan8keputihan yang tidak normal dari @agina atau penis. Pada wanita, terjadi
peningkatan keputihan. 1arnanya bisa menjadi lebih putih, kekuningan, kehijauan, atau kemerah
mudaan. "eputihan bisa memiliki bau yang tidak sedap dan berlendir.
Pada pria, rasa panas seperti terbakar atau sakit selama atau setelah kencing, biasanya disebabkan
oleh P+$. Pada wanita, beberapa gejala dapat disebabkan oleh P+$ tapi juga disebabkan oleh
in(eksi kandung kencing yang tidak ditularkan melalui hubungan seksual.
?uka terbuka dan atau luka basah disekitar alat kelamin atau mulut. ?uka tersebut dapat terasa
sakit atau tidak.
-onjolan kecil*kecil (papules disekitar alat kelamin
"emerahan di sekitar alat kelamin
Pada pria, rasa sakit atau kemerahan terjadi pada kantung =akar
2asa sakit diperut bagian bawah yang muncul dan hilang, dan tidak berhubungan dengan
menstruasi
%ercak darah setelah hubungan seksual
#nus gatal atau iritasi.
Pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan.
5yeri di paha atau perut lebih rendah.
Pendarahan pada @agina .
5yeri atau pembengkakan testis.
Pembengkakan atau kemerahan dari @agina.
5yeri seks
Perubahan pada kulit di sekitar kemaluan
-erasa sakit pada daerah pinggul (wanita
+eski tanpa gejala dapat menularkan penyakit bila tenang
)ara Pen*laran
Penularan P+$ pada umumnya adalah melalui hubungan seksual (65 /, sedangkan cara
lainnya yaitu melalui trans(usi darah, jarum suntik, plasenta (dari ibu kepada anak yang
dikandungannya.
!ahaya + akibat PMS
+enimbulkan rasa sakit
)n(ertilisasi
#bortus
9a cer@iks
+erusak penglihatan, hati dan otak
+enular pada bayi
2entan terhadap A)B8#)!$
-idak dapat disembuhkan
"ematian
Pen,egahan Penyakit Men*lar Seks*al
#dapun upaya pencegahan Penyakit +enular $eksual yang dapat
dilakukan adalah,
a. -idak melakukan hubungan seks.
b. +enjaga perilaku seksual (seperti, penggunaan kondom.
c. %ila sudah berperilaku seks yang akti( tetaplah setia pada pasngannya.
d. Aindari penggunaan pakaian dalam serta handuk dari penderita P+$.
e. -awakal pada -uhan :ang +aha <sa.
(. %ila 5ampak gejala*gejala P+$ segera ke dokter atau petugas
kesehatan setempat (5ingsih,766E.
Penatalaksanaan Penyakit Men*lar Seks*al
+enurut 1A;(2000, penanganan pasien in(eksi menular seksual terdiri dari dua cara, bisa
dengan penaganan berdasarkan kasus(case management ataupun penanganan berdasarkan
sindrom (syndrome management. Penanganan berdasarkan kasus yang e(ekti( tidak hanya
berupa pemberian terapi antimikroba untuk menyembuhkan dan mengurangi in(ekti(itas
mikroba, tetapi juga diberikan perawatan kesehatan reproduksi yang komprehensi(. $edangkan
penanganan berdasarkan sindrom didasarkan pada identi(ikasi dari sekelompok tanda dan gejala
yang konsisten, dan penyediaan pengobatan untuk mikroba tertentu yang menimbulkan sindrom.
Penanganan in(eksi menular seksual yang ideal adalah penanganan berdasarkan mikrooganisme
penyebnya. 5amun, dalam kenyataannya penderita in(eksi menular seksual selalu diberi
pengobatan secara empiris (+urtiastutik, 200E.
#ntibiotika untuk pengobatan )+$ adalah,
7. Pengobatan gonore, penisilin, ampisilin, amoksisilin, se(triakson, spektinomisin, kuinolon,
tiam(enikol, dan kanamisin (!aili, 2004.
2. Pengobatan sifilis, penisilin, se(alosporin, termasuk se(aloridin, tetrasiklin, eritromisin, dan
kloram(enikol (Autapea, 2007.
0. Pengobatan herpes genital, asiklo@ir, (amsiklo@ir, @alasiklo@ir (1ells et al, 2000.
4. Pengobatan klamidia, a=ithromisin, doksisiklin, eritromisin (1ells et al., 2000.
5. Pengobatan trikomoniasis, metronida=ole (1ells et al., 2000. 2esisten adalah suatu (enomena
kompleks yang terjadi dengan pengaruh dari mikroba, obat antimikroba, lingkungan dan
penderita. +enurut 1arsa (2004, resisten antibiotika menyebabkan penyakit makin berat,
makin lama menderita, lebih lama di rumah sakit, dan biaya lebih mahal.
"AF%AR P&S%AKA
http-++repository.*s*.a,.i#+bitstrea+/01234567+0/320+2+)hapter809II.p#f
http-++blog-thai#:ife.blogspot.,o+09/1+93+akalah-penyakit-en*lar-seks*al.htl
http-++atikai*n.blogspot.,o+p+akalah-ps.htl