Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK I

PEMERIKSAAN KESALAHAN KESALAHAN


















Oleh :
Nama : I Putu Adi Surya Mahardika
NIM : 1208105002
Kelompok : 1






JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2013
Pemeriksaan Kesalahan - Kesalahan
I Putu Adi Surya Mahardika
J urusan Kimia Fakultas Matematika dan I lmu Pengetahuan Alam
Universitas Udayana, Bukit J imbaran

ABSTRAK
Dalam kegiatan penelitian maupun praktikum, peralatan laboratorium sangatlah diperlukan
keberadaannya, karena tanpa alat-alat tersebut kegiatan penelitian atau praktikum tidak dapat berjalan.
Pada praktikum pemeriksaan kesalahan kesalahan ini alat alat volumetri yang digunakan akan
diuji ketepatannya. Alat alat volumetri yang digunakan yaitu gelas ukur 50 mL dan 250 mL, buret
25 mL, dan pipet volume 10 mL. Pengukuran ketepatan dari suatu alat alat volumetri ini dilakukan
dengan perlakuan kalibrasi terhadap masing-masing alat ukur tersebut. Hal ini bertujuan untuk
menunjukkan simpangan rata-rata dan kesalahan kalibrasi dari masing-masing alat. Pada praktikum
ini alat yang memiliki kesalahan kalibrasi terkecil yaitu pipet volume 10 mL dengan nilai kalibrasinya
0,22. Sedangkan alat yang memiliki nilai kesalahan kalibrasi terbesar yaitu buret 25 mL dengan nilai
kalibrasi 1,91. Kesalahan dalam pengukuran dalam praktikum dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor
seperti keadaan alat praktikum yang tidak layak pakai dan ketelitian dari praktikan itu sendiri. Dalam
melakukan percobaan diperlukan ketelitian dan ketepatan agar hasil yang dipeoleh mendekati tidak
ada kesalahan. Akan tetapi biasanya kemungkinan kecil untuk mencapai suatu hasil ideal dalam
sebuah percobaan.

PENDAHULUAN
Dasar umum dalam praktikum ini
adalah untuk menentukan berat air yang
dimuat atau dikeluarkan oleh suatu alat gelas
tertentu, kemudian dengan densitas air yang
diketahui volume yang betul dapat dihitung.
National Bureau of Standaris telah
menetapkan 20
o
C sebagai suhu untuk
mengadakan kalibrasi peralatan gelas,
karena suhu Laboratorium biasanya tidak
akan tepat 20
o
C. Maka peralatan gelas pada
hakikatnya, harus dikoreksi apabila
digunakan pada suhu lain.
Alat perngukur volume merupakan
alat bantu yang penting untuk setiap
penentuan kuantitatif dari sifat dan fungsi
dapat dibedakan : pipet, buret, dan labu
takar. Pipet merupakan alat untuk mengukur
volume kecil . Pipet volume digunakan
untuk mengukur volume tertentu. Pipet
harus ditera sebelum digunakan, yaitu pada
penggunaan pipet volume tertentu cairan
harus mengalir keluar secara kuantitatif.
Buret mempunyai ujung pelepasan yang
dapat diatur, berupa tabung kaca dengan
ukuran isi, 5, 10, 20, atau 50 mL yang
bagian bawahnya ditutup dengan keran
gelas. Buret ditera melalui pelepasannya.
(Dedi, 2011)
Hasil akhir analisis kimia secara
kuantitatif biasanya menunjukkan
konsentrasi suatu senyawa di dalam sampel,
hasil ini biasanya tidak selalu tepat. Oleh
karena itu diperlukan cara untuk mengurangi
ketidaktepatan tersebut agar hasilnya bisa
dipertanggungjawabkan. Akurasi merupakan
tingkat ketepatan antara nilai terukur dengan
nilai yang sebenarnya. Presisi adalah tingkat
atau derajat ketepatan atau menghasilkan
nilayi yang sama untuk setiap pengukuran
yang dilakukan secara berulang.
Ada dua kelompok kesalahan dapat
mempengaruhi akurasi atau presisi dari nilai
terukur. Kesalahan pasti adalah suatu
kesalahan yang dapat ditentukan dan dapat
dihindari atau koreksi. Kesalahan ini
biasanya konstan, misalnya pada kasus
timbangan yang tak terkalibrasi yang
biasanya digunakan untuk penimbangan.
Kesalahan ini kadang-kadang bervariasi,
tetapi dapat dihitung dan dikorekksi, seperti
suatu buret yang mempunyai kesalahan pada
pembacaan volumenya. Kesalahan tak pasti
atau kesalahan acak yaitu suatu kesalahan
pengukuran yang terjadi secara tak tentu.
Kesalahan ini tak dapat diramalkan atau
diduga. Kesalahan ini mengikuti pola
distribusi acak, jadi persamaan matematika
mengenai probabilitas dapat diterapkan pada
beberapa kesimpulan dari hasil pengukuran
yang mungkin pada sederetan pengukuran.
Kesalahan tak pasti sesungguhnya
dikarenakan kemampuan yang terbatas dari
analis. (Emmy Sahara, 2008)
Prasyarat pertama untuk pengukuran
yang tepat dan membuatnya sampai volume
tertentu adalah alat gelas yang memenuhi
syarat. Hal-hal yang harus diperhatikan
dalam penetapan volume sebenarnya dari
wadah gelas adalah :
1. Berat jenis air tergantung pada suhu,
sehingga berat satu liter air bukan 1000
gram untuk semua suhu.
2. Oleh karena gaya tekan udara, yang pada
suhu tertentu tergantung pada tekanan
barometer, satu wadah dengan volume besar
beratnya akan lebih kecil, dibanding apabila
ini ditimbang dalam hampa, dan seharusnya
diadakan koreksi.
3. Volume wadah gelas berubah-ubah
dengan suhu.
(Adam Levine, 2011)
National Bureau of Standart telah
menetapkan suhu untuk mengadakan
kalibrasi peralatan gelas. Karena suhu
laboratorium biasanya tidak akan tepat 20C,
maka alat gelas pada hakekatnya harus
dikoreksi bila digunakan pada suhu lain,
oleh karena kesalahan yang disebabkan oleh
pemuaian (atau kontraksi) baik dari bejana
itu sendiri maupun larutan yang ada
didalamnya.
Alat pengukur volume merupakan alat
bantu yang penting untuk setiap penentuan
kualitatif. Dari sifat dan fungsi dapat
dibedakan atas pipet, buret, labu ukur, dan
gelas ukur. Dalam penggunaan alat ukur
volume ini dapat terjadi kesalahan. Salah
satunya adalah kesalahan kalibrasi karena
volume yang tertera tidak sesuai dengan
volume yang sebenarnya.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
peneraan alat-alat ukur gelas volumetrik
antara lain:
1. Koreksi suhu yang tidak sama (a)
2. Koreksi terhadap adanya gaya tekan
ke atas dari udara (b)
3. Koreksi adanya pemuaian dari kaca
(c)
(M Syarif, 2012)

MATERI DAN METODE
Bahan
Bahan bahan yang dipergunakan dalam
praktikum ini yaitu aquades
Peralatan
Alat- alat yang digunakan dalam percobaan
ini adalah alat alat volumetri yang
digolongkan dalam empat kelompok:
Kelompok A : gelas ukur 50 mL
Kelompok B : gelas ukur 250 mL
Kelompok C : buret 25 mL
Kelompok D : pipet volume 10 mL
Cara Kerja
Disiapkan semua peralatan yang akan
diuji, digunakan satu alat yang sama untuk
setiap pengujian. Dicuci dengan asam
pencuci, dibilas dengan air/aquades sanpai
bersih, lalu dikeringkan. Diambil gelas
beaker yang bersih dan dikeringkan, lalu
beratnya ditimbang. Dipilih salah satu alat
dari kelompok A dan diukur 20 mL air
dengan alat tersebut. Air dimasukkan ke
dalam gelas beaker tadi dan beratnya
ditimbang sehingga berat air yang diukur
dapat diketahui. Cara ini dilakukan
berulang-ulang, yakni mengukur 20 mL dan
ditimbang sampai 15 kali pengukuran tiap
satu alat. Hal ini juga dilakukan untuk alat-
alat dari kelompok B,C, dan D.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada praktikum ini dilakukan
percobaan mengenai pemeriksaan kesalahan
kesalahan pada pengukuran dengan
menggunakan alat alat volumetri yang
digolongkan ke dalam empat kelompok
yaitu :
kelompok A : gelas ukur 50 mL
kelompok B : gelas ukur 250 mL
kelompok C : buret 25 mL
kelompok D: pipet volume 10 mL.
Hal ini bertujuan untuk mengetahui
ketepatan dan ketelitian pengukuran pada
masing masing alat tersebut. Pengukuran
ketelitian alat alat volumetri tersebut
menggunakan aquades 20 mL dengan
pengulangan pengukuran sebanyak 15 kali.
Kemudian dari masing masing alat
tersebut ditimbang beratnya. Dari berat
aquades tersebut kemudian dapat ditentukan
volume air dengan menggunakan persamaan
sebagai berikut :

Dimana berat jenis air diketahui
sebesar 1,000 g/mL pada suhu kamar,
sehingga berat = volume. Volume rata rata
dari aquades juga dapat ditentukan dengan
rumus sebagai berikut :

Tabel 1. Hasil Pengukuran Volume Aquades


Pengukuran Kelompok A Kelompok B Kelompok C Kelompok D
Volume
Air
(mL)
Simpangan
(d)
(g)
Volume
Air
(mL)

Simpangan
(d)
(g)
Volume
Air
(mL)
Simpangan
(d)
(g)
Volume
Air
(mL)
Simpangan
(d)
(g)
1 18,88 0,00 19,02 0,02 21,92 0,01 19,79 0,01
2 18,88 0,00 18,99 0,05 21,91 0,00 19,78 0,00
3 18,88 0,00 19,04 0,00 21,91 0,01 19,77 0,01
4 18,88 0,00 19,04 0,00 21,92 0,01 19,80 0,02
5 18,88 0,00 19,04 0,00 21,90 0,00 19,77 0,01
6 18,87 0,01 19,05 0,01 21,91 0,01 19,78 0,00
7 18,87 0,01 19,04 0,00 21,90 0,01 19,77 0,01
8 18,88 0,00 19,04 0,00 21,90 0,00 19,78 0,00
9 18,88 0,00 19,06 0,02 21,91 0,01 19,77 0,01
10 18,88 0,00 19,04 0,00 21,90 0,00 19,78 0,00
11 18,88 0,00 19,05 0,01 21,91 0,00 19,78 0,00
12 18,87 0,01 19,04 0,00 21,90 0,01 19,78 0,00
13 18,88 0,00 19,04 0,00 21,91 0,00 19,77 0,01
14 18,87 0,01 19,04 0,00 21,90 0,01 19,78 0,00
15 18,87 0,01 19,04 0,00 21,90 0,01 19,78 0,00

Tabel 2. Kesalahan Kalibrasi, Simpangan Rata-Rata dan Volume Rata-Rata
Kelompok Alat Volume rata-rata
Simpangan rata-
rata
Kesalahan
kalibrasi
A Gelas ukur 50 mL 18,88 0,003 1,12
B Gelas ukur 250 mL 19,04 0,007 0,98
C Buret 25 mL 21,91
0,006
1,91
D Pipet volume 25 mL 19,78 0,005 0,22

Kemudian dilakukan perhitungan
untuk mencari simpangan dari masing
masing alat. Simpangan dapat dihitung
dengan cara volume hasil pengukuran
masing-masing data dikurangi dengan
volume rata-ratanya :
|

|
Dari hasil perhitungan didapatkan
simpangan rata rata yang berbeda beda.
Simpangan yang paling besar pada
pengukuran dengan alat volumetri gelas
ukur 250 mL dengan besar simpangannya
1,33 g. Nilai simpangan yang besar ini bisa
diakibatkan adanya pengotor yang terdapat
pada dinding alat ukur yang digunakan,
adanya aquades yang masih menempel pada
dinding gelas ukur sehingga mempengaruhi
beratnya saat ditimbang, selain itu juga
ketelitian praktikan dalam melakukan
penimbangan dan membaca skala pada gelas
ukur.
Kesalahan kalibrasi alat yang terdapat
pada Tabel.2 menunjukkan bahwa kesalahan
kalibrasi yang paling besar terdapat pada
buret 25 mL dengan nilai kalibrasinya 1,91
mL. Kesalahan kalibrasi ini menunjukkan
bahwa pada praktikum ini buret 25 ml
memiliki ketepatan pengukuran yang
terkecil dari alat-alat volumetri lainnya.
Selanjutnya alat yang memiliki keslahaan
kalibrasi terkecil adalah pipet volume 10 ml
dengan nilai kalibrasinya 0,22 mL.
Kesalahan kalibrasi yang didapatkan pada
Tabel.2 dapat dipengaruhi oleh simpangan
yang terjadi selama praktikum sehingga
menyebabkan alat-alat memiliki kesalahan
kalibrasi yang tinggi. Dari tabel.2
didapatkan bahwa simpangan rata-rata dan
kesalahan kalibrasi dari buret 25 mL
berbanding lurus. Kesalahan kalibrasi dapat
ditentukan dengan rumus berikut :
|

|
Besarnya suatu kesalahan juga dapat
dipengaruhi oleh beberapa kemungkinan.
Pertama kemungkinan besar disebabkan
oleh alat itu sendiri dimana alat yang
digunakan tidak dalam kondisi yang baik..
Kesalahan juga terjadi dalam membaca
meniskus pada saat pengambilan 20 mL
aquades dari masing - masing alat ukur ke
gelas beker ataupun kelompok alat lainnya.
Selain kesalahan dalam membaca meniskus,
ada beberapa kesalahan lain yang disebakan
oleh alat pengkalibrasi alat ukur volume
seperti timbangan elektronik. Oleh karena
itu, timbangan elektronik yang digunakan
harus dalam kondisi yang baik atau layak
pakai. Dalam melakukan percobaan
diperlukan ketelitian dan ketepatan agar
hasil yang dipeoleh mendekati tidak ada
kesalahan. Akan tetapi biasanya
kemungkinan kecil untuk mencapai suatu
hasil ideal dalam sebuah percobaan.




KESIMPULAN
1. Kesalahan dalam pengukuran tidak
mungkin dapat dihindari akan tetapi
bisa diminimalisir dengan pendekatan
ilmu.
2. Alat yang memiliki kesalahan
kalibrasi terkecil pada praktikum ini
yaitu pipet volume 10 ml dengan nilai
kalibrasinya 0,22. Sedangkan alat
yang memiliki nilai kesalahan
kalibrasi terbesar pada praktikum ini
yaitu buret 25 mL dengan nilai
kalibrasi 1,91 mL.
3. Kesalahan dalam pengukuran dalam
praktikum dapat dipengaruhi oleh
beberapa faktor seperti keadaan alat
praktikum yang tidak layak pakai dan
ketelitian dari praktikan itu sendiri.
4. Dalam praktikum ini alat ukur
volumetri pipet volume 10 mL bisa
dikatakan memiliki ketelitian yang
lebih tinggi bila dibandingkan dengan
ketiga alat yang lain.
DAFTAR PUSTAKA
Dedi, et al. 2011. Laporan Praktikum Kimia
Fisika Terapan II. Bandung: Jurusan
Teknik Kimia Politeknik Negeri
Bandung
Hidayatullah ,M Syarif. 2012. Penerapan
Alat Ukur Volumetrik. Bandung:
Politeknik Negeri Bandung, TEKNIK
KIMIA - D3 ANALIS KIMIA
Levine, Adam. 2011. Kimia Fisik . London :
Chapman and Hall
Sahara,Emmy dan I Made Siaka.2008.Kimia
Analisis Kuantitaif gravimetri dan
titrimetri. Bali: Lab.Kimia Analisis,
Jurusan Kimia FMIPA UNUD
Tim laboratorium Kimia Fisika. 2013.
Penuntun Praktikum Kimia Fisik II.
Bukit Jimbaran: Jurusan Kimia,
FMIPA, universitas Udayana












LAMPIRAN
Data Pengamatan
Pengukuran Kelompok A Kelompok B Kelompok C Kelompok D
Massa
beker
kosong
(g)
Massa
beker +
25 mL
air
(g)
Massa
beker
kosong
(g)
Massa
beker +
25 mL
air
(g)
Massa
beker
kosong
(g)
Massa
beker
+ 25
mL air
(g)
Massa
beker
kosong
(g)
Massa
beker +
25 mL
air
(g)
1 125,10 143,98 125,30 144,32 125,35 147,27 125,38 145,17
2 125,10 143,98 125,30 144,29 125,35 147,26 125,38 145,16
3 125,10 143,98 125,30 144,34 125,35 147,26 125,38 145,15
4 125,10 143,98 125,30 144,34 125,35 147,27 125,38 145,18
5 125,10 143,98 125,30 144,34 125,35 147,25 125,38 145,15
6 125,10 143,97 125,30 144,35 125,35 147,26 125,38 145,16
7 125,10 143,97 125,30 144,34 125,35 147,25 125,38 145,15
8 125,10 143,98 125,30 144,34 125,35 147,25 125,38 145,16
9 125,10 143,98 125,30 144,36 125,35 147,26 125,38 145,15
10 125,10 143,98 125,30 144,34 125,35 147,25 125,38 145,16
11 125,10 143,98 125,30 144,35 125,35 147,26 125,38 145,16
12 125,10 143,97 125,30 144,34 125,35 147,25 125,38 145,16
13 125,10 143,98 125,30 144,34 125,35 147,26 125,38 145,15
14 125,10 143,97 125,30 144,34 125,35 147,25 125,38 145,16
15 125,10 143,97 125,30 144,34 125,35 147,25 125,38 145,16

Diketahui: berat jenis air = 1,000


Ditanya: V rata-rata ?
Jawab :
Volume air pada kelompok A.
143,98g 125,10g = 18,88 g







Dengan cara yang sama diperoleh hasil :
Pengukuran
Volume air (mL)
Kelompok A Kelompok B Kelompok C Kelompok D
1 18,88 19.02 21,92 19,79
2 18,88 18,99 21,91 19,78
3 18,88 19,04 21,91 19,77
4 18,88 19,04 21,92 19,80
5 18,88 19,04 21,90 19,77
6 18,87 19,05 21,91 19,78
7 18,87 19,04 21,90 19,77
8 18,88 19,04 21,90 19,78
9 18,88 19,06 21,91 19,77
10 18,88 19,04 21,90 19,78
11 18,88 19,05 21,91 19,78
12 18,87 19,04 21,90 19,78
13 18,88 19,04 21,91 19,77
14 18,87 19,04 21,90 19,78
15 18,87 19,04 21,90 19,78

Kedua, dilakukan perhitungan volume rata-rata air pada tiap kelompok.
Volume rata-rata air pada kelompok A





Dengan cara yang sama diperoleh hasil :
Kelompok Volume rata-rata air (mL)
A 18,88
B 19,04
C 21,91
D 19,78

Ketiga, dilakukan perhitungan simpangan pada setiap kelompok.
Simpangan pada kelompok A
| |
| |



Dengan cara yang sama diperoleh hasil:
Pengukuran
Simpangan (g)
Kelompok A Kelompok B Kelompok C Kelompok D
1 0,00 0,02 0,01 0,01
2 0,00 0,05 0,00 0,00
3 0,00 0,00 0,01 0,01
4 0,00 0,00 0,01 0,02
5 0,00 0,00 0,00 0,01
6 0,01 0,01 0,01 0,00
7 0,01 0,00 0,01 0,01
8 0,00 0,00 0,00 0,00
9 0,00 0,02 0,01 0,01
10 0,00 0,00 0,00 0,00
11 0,00 0,01 0,00 0,00
12 0,01 0,00 0,01 0,00
13 0,00 0,00 0,00 0,01
14 0,01 0,00 0,01 0,00
15 0,01 0,00 0,01 0,00
Keempat, dilakukan perhitungan simpangan rata-rata pada tiap Kelompok
Simpangan rata-rata pada kelompok A.



Dengan cara yang sama diperoleh hasil:
Kelompok Simpangan rata-rata (g)
A 0,003
B 0,007
C 0,006
D 0,005

Kelima, dilakukan perhitungan kesalahan kalibrasi pada tiap kelompok.
Kesalahan kalibrasi pada kelompok A:
|

|
| |

Kesalahan kalibrasi pada kelompok B:
|

|
| |

Kesalahan kalibrasi pada kelompok C:
|

|
| |

Kesalahan kalibrasi pada kelompok D:
|

|
| |


Dengan melakukan perhitungan menggunakan persamaan-persamaan diatas, didapatkan hasil
sebagai berikut:
Pengukuran Kelompok A Kelompok B Kelompok C Kelompok D
Volume
Air
(mL)
Simpangan
(d)
(g)
Volume
Air
(mL)

Simpangan
(d)
(g)
Volume
Air
(mL)
Simpangan
(d)
(g)
Volume
Air
(mL)
Simpangan
(d)
(g)
1 18,88 0,00 19,02 0,02 21,92 0,01 19,79 0,01
2 18,88 0,00 18,99 0,05 21,91 0,00 19,78 0,00
3 18,88 0,00 19,04 0,00 21,91 0,01 19,77 0,01
4 18,88 0,00 19,04 0,00 21,92 0,01 19,80 0,02
5 18,88 0,00 19,04 0,00 21,90 0,00 19,77 0,01
6 18,87 0,01 19,05 0,01 21,91 0,01 19,78 0,00
7 18,87 0,01 19,04 0,00 21,90 0,01 19,77 0,01
8 18,88 0,00 19,04 0,00 21,90 0,00 19,78 0,00
9 18,88 0,00 19,06 0,02 21,91 0,01 19,77 0,01
10 18,88 0,00 19,04 0,00 21,90 0,00 19,78 0,00
11 18,88 0,00 19,05 0,01 21,91 0,00 19,78 0,00
12 18,87 0,01 19,04 0,00 21,90 0,01 19,78 0,00
13 18,88 0,00 19,04 0,00 21,91 0,00 19,77 0,01
14 18,87 0,01 19,04 0,00 21,90 0,01 19,78 0,00
15 18,87 0,01 19,04 0,00 21,90 0,01 19,78 0,00

Tabel 1. Data Hasil Perhitungan

Kelompok Alat Volume rata-rata
Simpangan rata-
rata
Kesalahan
kalibrasi
A Gelas ukur 50 mL 18,88 0,003 1,12
B Gelas ukur 250 mL 19,04 0,007 0,98
C Buret 25 mL 21,91
0,006
1,91
D Pipet volume 10 mL 19,78 0,005 0,22

I. RALAT PERHITUNGAN

1. Ralat untuk gelas ukur 50 mL

No.


1. 18,88 18,88 0,00 0
2. 18,88 18,88 0,00 0
3. 18,88 18,88 0,00 0
4. 18,88 18,88 0,00 0
5. 18,88 18,88 0,00 0
6. 18,87 18,88 0,01 0,0001
7. 18,87 18,88 0,01 0,0001
8. 18,88 18,88 0,00 0
9. 18,88 18,88 0,00 0
10. 18,88 18,88 0,00 0
11. 18,88 18,88 0,00 0
12. 18,87 18,88 0,01 0,0001
13. 18,88 18,88 0,00 0
14. 18,87 18,88 0,01 0,0001
15. 18,87 18,88 0,01 0,0001

0,0005




2. Ralat untuk gelas ukur 250 mL

No.


1. 19,02 19,04 -0,02 0,0004
2. 18,99 19,04 -0,05 0,0025
3. 19,04 19,04 0 0
4. 19,04 19,04 0 0
5. 19,04 19,04 0 0
6. 19,05 19,04 0,01 0,0001
7. 19,04 19,04 0 0
8. 19,04 19,04 0 0
9. 19,06 19,04 0,02 0,0004
10. 19,04 19,04 0 0
11. 19,05 19,04 0,01 0,0001
12. 19,04 19,04 0 0
13. 19,04 19,04 0 0
14. 19,04 19,04 0 0
15. 19,04 19,04 0 0

0,0035





3. Ralat untuk buret 25 mL

No.


1. 21.92 21,91 0,01 0,0001
2. 21.91 21,91 0 0
3. 21.91 21,91 0 0
4. 21.92 21,91 0,01 0,0001
5. 21.90 21,91 -0,01 0,0001
6. 21.91 21,91 0 0
7. 21.90 21,91 -0,01 0,0001
8. 21.90 21,91 -0,01 0,0001
9. 21,91 21,91 0 0
10. 21,90 21,91 -0,01 0,0001
11. 21,91 21,91 0 0
12. 21,90 21,91 -0,01 0,0001
13. 21,91 21,91 0 0
14. 21,90 21,91 -0,01 0,0001
15. 21,90 21,91 -0,01 0,0001

0,0009





4. Ralat untuk pipet volume 20 mL

No.


1. 19,79 19,78 0,01 0,0001
2. 19,78 19,78 0 0
3. 19,77 19,78 -0,01 0,0001
4. 19,80 19,78 0,02 0,0004
5. 19,77 19,78 -0,01 0,0001
6. 19,78 19,78 0 0
7. 19,77 19,78 -0,01 0,0001
8. 19,78 19,78 0 0
9. 19,77 19,78 -0,01 0,0001
10. 19,78 19,78 0 0
11. 19,78 19,78 0 0
12. 19,78 19,78 0 0
13. 19,77 19,78 -0,01 0,0001
14. 19,78 19,78 0 0
15. 19,78 19,78 0 0

0,0010