Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PENDAHULUAN PADA PASIEN DHF

DENGUE HAEMORHAGIC FEVER


A. DEFINISI
Demam dengue/ DF dan demam berdarah dengue/ DBD adalah penyakit infeksi
yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis, demam, nyeri otot dan
atau nyeri sendi yang disertai leukopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan
ditesis hemoragik. Pada DBD terjadi perembesan plasma yang ditandai dengan
hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit) atau penumpukan airan di rongga tubuh.
!indrom renjatan dengue (dengue shock syndrome) adalah demam berdarah yang
ditandai oleh renjatan/ syok (!udoyo "ru, dkk #$$%).
B. ETIOLOGI
&irus dengue, termasuk genus Flavivirus, keluarga flavirdae. 'erdapat ( serotipe
virus yaitu D)*+,, D)*+#, D)*+-, dan D)*+(, keempatnya ditemukan di .ndonesia
dengan den+- serotyp terbanyak. .nfeksi salah satu serotipe akan menimbulkan antibodi
terhadap serotipe yang bersangkutan, sedangkan antibody yang terbentuk terhadap
serotype lain sangat kurang, sehingga tidak dapat memberikan perlindungan yang
memadai terhadap serotype lain tersebut. !eseorang yang tinggal di daerah endemis
dengue dapat terinfeksi oleh - atau ( serotipe selama hidupnya. /eempat serotype virus
dengue dapat ditemukan di berbagai daerah di .ndonesia (!udoyo "ru, dkk #$$%).
C. MANIFESTASI KLINIS
Diagnosis DBD ditegakkan bila semua hal di ba0ah ini dipenuhi 1
,. Demam atau ri0ayat demam akut antara #+2 hari, biasanya bersifat bifasik.
#. 3anifestasi perdarahan yang biasanya berupa1
a. 4ji tourni5uet positif
b. Petekie, ekimosis, atau purpura
D. PATOFISIOLOGI
E. PATHWAY
F. PEMERIKSAAN PENUNJANG
G. TERAPI
H. PENGKAJIAN
1.
,. Epidemioo!i
6abah Dengue pertama kali ditemukan di dunia tahun ,7-8 di /epulauan /aribia
dan selama abad ,9, ,% dan a0al abad #$, 0abah penyakit yang menyerupai Dengue
telah digambarkan seara global di daerah tropis dan beriklim sedang. &ektor penyakit
ini berpindah dan memindahkan penyakit dan virus Dengue melalui transportasi laut.
!eorang pakar bernama :ush telah menulis tentang Dengue berkaitan dengan break
bone fever yang terjadi di Philadelphia tahun ,29$. /ebanyakan 0abah ini seara
klinis adalah demam Dengue 0alaupun ada beberapa kasus berbentuk haemorrhargia.
Penyakit DBD di "sia 'enggara ditemukan pertama kali di 3anila tahun ,%8( dan
Bangkok tahun ,%89 (!oegijanto !., !ustini F, #$$() dan dilaporkan menjadi epidemi
di ;anoi (,%89), 3alaysia (,%7#+,%7(), !aigon (,%78), dan <alutta (,%7-)
(!oedarmo, #$$#).
DBD di .ndonesia pertama kali ditemukan di !urabaya tahun ,%79, tetapi
konfirmasi virologis baru diperoleh tahun ,%2$. /asus pertama di =akarta dilaporkan
tahun ,%79, diikuti laporan dari Bandung (,%2#) dan >ogyakarta (,%2#) (!oedarmo,
#$$#). )pidemi pertama di luar =a0a dilaporkan tahun ,%2# di !umatera Barat dan
?ampung, disusul :iau, !ula0esi 4tara, dan Bali (,%2-), serta /alimantan !elatan
dan *usa 'enggara Barat (,%2(). DBD telah menyebar ke seluruh provinsi di
.ndonesia sejak tahun ,%%2 dan telah terjangkit di daerah pedesaan (!uroso ', ,%%%).
"ngka kesakitan rata+rata DBD di .ndonesia terus meningkat dari $,$8 (,%79)
menjadi 9,,( (,%9-), dan menapai angka tertinggi tahun ,%%9 yaitu -8,,% per
,$$.$$$ penduduk dengan jumlah penderita sebanyak 2#.,-- orang (!oegijanto !.,
Arbovirus (melalui
nyamuk aedes
aegyptii)
#$$().!elama a0al tahun epidemi di setiap negara, penyakit DBD ini kebanyakan
menyerang anak+anak dan %8@ kasus yang dilaporkan berumur kurang dari ,8 tahun.
6alaupun demikian, berbagai negara melaporkan bah0a kasus+kasus de0asa
meningkat selama terjadi kejadian luar biasa (!oegijanto !., #$$(). =umlah kasus dan
kematian Demam Berdarah Dengue di =a0a 'imur selama 8 tahun terakhir
menunjukkan angka yang fluktuatif, namun seara umum enderung mengalami
peningkatan. Pada tahun #$$, dan #$$( terjadi lonjakan kasus yang ukup drastis
karena adanya /?B, yaitu tahun #$$, sebanyak 9#(7 penderita (angka insiden1 #-,8$
per+,$$ ribu penduduk), dan tahun #$$( (sampai dengan 3ei) sebanyak 2,9$
penderita (angka insidens1 #$,-( per ,$$ ribu penduduk). !asaran penderita DBD juga
merata, mengena pada semua kelompok umur baik anak+anak maupun orang de0asa,
baik masyarakat pedesaan maupun perkotaan, baik orang kaya maupun orang miskin,
baik yang tinggal di perkampungan maupun di perumahan elite, semuanya bisa
terkena Demam Berdarah (;uda ";., #$$().
<ase Fatality :ate penderita DBD pada tahun #$$( sebesar $,2 dan insidene rate
sebesar (8. 3orbiditas dan mortalitas DBD yang dilaporkan berbagai negara
bervariasi disebabkan beberapa faktor antara lain status umur penduduk, kepadatan
vektor, tingkat penyebaran virus, prevalensi serotipe virus Dengue, dan kondisi
metereologis. DBD seara keseluruhan tidak berbeda antara laki+laki dan perempuan,
tetapi kematian ditemukan lebih banyak pada anak perempuan daripada anak laki+laki
(!oegijanto !., #$$-A !oegijanto !., !ustini F., #$$(). Distribusi umur pada mulanya
memperlihatkan proporsi kasus terbanyak adalah anak berumur B,8 tahun (97+%8@),
namun pada 0abah selanjutnya jumlah kasus de0asa muda meningkat (!oedarmo,
#$$#).
#. E"ioo!i
&irus dengue (arbovirus) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes
aegyptiyang menggigit manusia pada siang hari, hidup di air jernih, bersih dan
berbentuk batang, stabil pada suhu 2$o <.
Penyakit DBD disebabkan oleh &irus Dengue dengan tipe D)* ,, D)* #, D)*
- dan D)* (. &irus tersebut termasuk dalam group B "rthropod borne viruses
(arboviruses). /eempat type virus tersebut telah ditemukan di berbagai daerah di
.ndonesia antara lain =akarta dan >ogyakarta. &irus yang banyak berkembang di
masyarakat adalah virus dengue dengan tipe satu dan tiga.
#. F$%"o& P&edi'po'i'i
a. ?ingkungan tempat tinggal yang kurang bersih.
b. /urangnya informasi mengenai D;F.
(. P$"o)i'ioo!i
Fenomena patologis yang utama pada penderita DBD adalah meningkatnya
permeabilitas dinding kapiler yang mengakibatkan terjadinya perembesan plasma ke
ruang ekstra vaskuler. Demam terjadi karena virus dengue yang masuk ke dalam
tubuh melalui gigitan nyamuk aedes aegypti kemudian tubuh membentuk antibodi
terhadap penyakit. !etelah terjadi virus+antibodi dalam system sirkulasi, akan
mengakibatkan aktifnya system komplemen (suatu system dalam sirkulasi darah
terdiri dari ,, komponen protein dan beredar dalam bentuk yang tidak aktif serta labil
terhadap suhu panas). Bila system komplemen aktif maka tubuh akan melepaskan
histamin yang merupakan mediator kuat yang menyebabkan permeabilitas pembuluh
darah meningkat.
'ingginya permeabilitas dinding pembuluh darah menyebabkan kebooran plasma
yang berlangsung selama perjalanan penyakit sejak permulaan masa demam dan
menapai punaknya pada masa renjatan. Pada pasien dengan renjatan berat, volume
plasma dapat menurun sampai -$ @ atau lebih. Dengan turunnya plasma klien akan
mengalami hipovolemik.=ika keadaan tersebut tidak teratasi, akan menyebabkan
anoCia jaringan, asidosis metaboli dan berakhir dengan kematian.
Perdarahan yang terjadi pada pasien DBD terjadi karena trombositopenia,
menurunnya fungsi trombosit dan menurunnya fator koagulasi (Protrombin dan
fibrinogen). Perdarahan hebat dapat terjadi terutama pada traktus/ saluran
gastrointestinal.
*. K$'i)i%$'i
Derajat beratnya DBD berdasarkan patokan 6;D ,%28 1
a. Derajat . 1
Demam disertai gejala klinis lain atau perdarahan spontan, uji turniket positif,
trombositopeni dan hemokonsentrasi.
b. Derajat .. 1
3anifestasi klinik pada derajat . dengan manifestasi perdarahan spontan di ba0ah
kulit seperti peteki, hematoma dan perdarahan dari lain tempat.
. Derajat ... 1
3anifestasi klinik pada derajat .. ditambah dengan ditemukan manifestasi
kegagalan system sirkulasi berupa nadi yang epat dan lemah, hipotensi dengan
kulit yang lembab, dingin dan penderita gelisah.
d. Derajat .& 1
3anifestasi klinik pada penderita derajat ... ditambah dengan ditemukan
manifestasi renjatan yang berat dengan ditandai tensi tak terukur dan nadi tak
teraba.
+. T$,d$ d$, Ge-$$
,. Demam tinggi yang timbul seara mendadak tanpa sebab yang jelas disertai
dengan keluhan lemah, lesu, nafsu makan berkurang, muntah, nyeri pada anggota
badan, punggung, sendi, kepala dan perut. Eejala menyerupai influenFa biasa. .ni
berlangsung selama #+2 hari
#. ;ari ke # dan -, timbul demam. 4ji tourni5uet positip karena terjadi
perdarahan di ba0ah kulit (peteki, ekimosis) dan di tempat lain seperti epistaksis,
perdarahan gusi, hematemisis akibat perdarahan dalam lambung, melena dan juga
hematuria massif.
-. "ntara hari ke - dan ke 2 syok terjadi saat demam menurun. 'erdapat tanda
kegagalan sirkulasi (renjatan), kulit teraba dingin dan lembab terutama pada ujung
jari tangan dan kaki, nadi epat dan lemah sampai tak teraba, takanan darah
menurun, gelisah, apillary refill lebih dari # detik.
(. ;epatomegali(pembesaran hati) pada umumnya dapat ditemukan pada
permulaan penyakit, bervariasi dari yang hanya sekedar diraba sampai #+( m
diba0ah lengkung iga sebelah kanan. *yeri tekan pada hepar tampak jelas pada
anak besar, ini menandakan telah terjadi perdarahan.
.. Peme&i%'$$, Di$!,o'"i%
?aboratorium 1
a. 'rombositopenia 1 trombosit turun, penurunan progresif pada pemeriksaan
periodi dan 0aktu perdarahan memanjang.
b. ;emokonsentrasi 1 ;ematokrit saat masuk rumah sakit G #$ @ atau
meningkat progresif pada pemeriksan periodik.
. ;b meningkat G #$ @.
d. ;asil pemeriksaan kimia darah menunjukkan hipoproteinemia, hiponatremia,
hipokloremia, pada hari ke+# dan ke+- terjadi leuopenia(penurunan
leukosit).
e. !ED' dan !EP' mungkin meningkat 1 ureum, p; darah bisa meningkat.
f. Foto thoraC 1 Foto thoraC lateral dekubitus kanan terdapat efusi pleura dan
bendungan pembuluh darah.
g. Darah rutin ;b, leukosit, hitung jenis (limfosit plasma darah 7 H -$@).
h. 6aktu perdarahan dengan ara ?&> ( n I ,+2 menit)
/. P&o!,o'i'
.nfeksi dengue pada umumnya mempunyai prognosis yang baik, DF dan
D;F tidak ada yang mati. /ematian dijumpai pada 0aktu ada pendarahan yang
berat, shok yang tidak teratasi, efusi pleura dan asites yang berat dan kejang.
/ematian dapat juga disebabkan oleh sepsis karena tindakan dan lingkungan
bangsal rumah sakit yang kurang bersih. /ematian terjadi pada kasus berat yaitu
pada 0aktu munul komplikasi pada sistem syaraf, kardiovaskuler, pernapasan,
darah, dan organ lain1
/ematian disebabkan oleh banyak faktor, antara lain 1
,. /eterlambatan diagnosis.
#. /eterlambatan diagnosis shok.
-. /eterlambatan penanganan shok.
(. !hok yang tidak teratasi.
8. /elebihan airan.
7. /ebooran yang hebat.
2. Pendarahan masif.
9. /egagalan banyak organ.
%. )nsefalopati.
,$. !epsis dan kega0atan saat tindakan.
10. Te&$pi
a. Pengganti airan (volume plasma)
,) DBD tanpa renjatan 1
a) 3inum banyak ,,8 H # ?iter / hari, berupa air gula, susu teh dengan
gula atau air buah.
b) Pemberian aira intravena, bila 1
,. Penderita muntah+muntah terus
#. .ntake tidak terjamin
-. Pemeriksaan berkala hematokrit enderung meningkat terus.
=enis airan :? atau asering 8 ,$ ml / kg bb / hari. .&FD dalam
#( jam, bila diperlukan infuse lanjutan diberi dengan hanya
memperhitungkan *6? dan <6? atau 8+2 ml / kg bb / hari
#) DBD dengan renjatan
a) Derajat .&
.nfus asering 8 / :? diguyur atau dibolus ,$$+#$$ ml sampai
nadi teraba serta tensi terukur. Biasanya sudah terapai dalam ,8+
-$ menit.
b) Derajat ...
.nfus asering 8 / :? dengan keepatan #$ tetes permenit / kg bb/
jam.!etelah renjatan teratasi 1
i. 'ekanan !istol G9$ mm;g
ii. *adi jelas teraba
iii. "mplitudo nadi ukup besar
) /eepatan tetesan diubah jadi ,$ ml / kg bb / jam selam ( H 9
jam. Bila keadaan umum tetap bik, jumlah aoiran dibatasi
sekitar 8 H 2 ml / kg bb / jam dengan larutan :? / DeCtrose 8 @
,1, atau asering 8. .nfus dipertahankan (9 jam setelah renjatan
d) Pada renjatan berat dapat diberikan airan plasma atau pengganti
plasma (eCpander plasma / deCtran ?) denga keapatan ,$ H #$
ml / kg bb / jam dan maksimal #$ H -$ ml / kg bb / hari. Dalam
hal ini dipasang # infus , untuk larutan :? dan , untuk airan
plasma atau pengganti plasma.
b. 'indakan ?ain
,) 'ransfusi darah dengan indikasi 1
a) Perdarahan gastrointestinal berat1 melena, hematemesis.
b) Dengan pemeriksaan hb, ht seara periodi terus terjadi penurunan,
sedang penderita masih dalam renjatan atau keadan akut semakain
menurun. =umlah yang diberikan #$ ml / kg bb / hari dapat diulangi
bila perlu.
#) "nti konvulsan, bila disertai kejang maka diberi 1
a) Diasepam ,$ mg seara retal atau intra vena
b) Phenobarbital 28 mg seara .3 sesuai penatlaksanaan kejang pada
anak.
-) "ntipiretik dan kompres pada penderita dengan hiperpireksi. Dbat yang
diberikan ialah paraetamol ,$ mg / kg bb / hari
() Dksigen diberikan pada pendertita renjatan dengan ianosis # H ( ? /
menit.
8) "ntibiotika pada penderita dengan renjatan lama atau terjadi infeksi
infeksi sekunder.
7) /ortiosteroid diberikan pada pasien dengan ensefalopati.
,,.Penatalaksanaan
a. 3edik
D;F tanpa :enjatan
,) Beri minum banyak ( , J + # ?iter / hari ).
#) Dbat anti piretik, untuk menurunkan panas, dapat juga dilakukan kompres.
-) =ika kejang maka dapat diberi luminal ( antionvulsan ) untuk anak B,th dosis
8$ mg .m dan untuk anak G,th 28 mg .m. =ika ,8 menit kejang belum teratasi ,
beri lagi luminal dengan dosis -mg / kb BB ( anak B,th dan pada anak G,th
diberikan 8 mg/ kg BB.
() Berikan infus jika terus muntah dan hematokrit meningkat
D;F dengan :enjatan 1
,) Pasang infus :?.
#) =ika dengan infus tidak ada respon maka berikan plasma eCpander ( #$ H -$ ml/
kg BB ).
-) 'ranfusi jika ;b dan ;t turun.
b. /epera0atan
Penga0asan tanda H tanda &ital seara kontinue tiap jam 1
,) Pemeriksaan ;b, ;t, 'romboyt tiap ( =am
#) Dbservasi intik output
-) Pada pasienD;F derajat . 1 Pasien diistirahatkan, observasi tanda vital tiap - jam ,
periksa ;b, ;t, 'hrombosit tiap ( jam beri minum , J liter H # liter per hari, beri
kompres
() Pada pasien D;F derajat .. 1 penga0asan tanda vital, pemeriksaan ;b, ;t,
'hromboyt, perhatikan gejala seperti nadi lemah, keil dan epat, tekanan darah
menurun, anuria dan sakit perut, beri infus.
8) Pada pasien D;F derajat ... 1 .nfus guyur, posisi semi fo0ler, beri o# penga0asan
tanda H tanda vital tiap ,8 menit, pasang ateter, obsrvasi produtie urin tiap jam,
periksa ;b, ;t dan thromboyt.
:esiko Perdarahan 1
,) Dbsevasi perdarahan 1 Ptekie, )pistaksis, ;ematomesis dan melena.
#) <atat banyak, 0arna dari perdarahan.
-) Pasang *E' pada pasien dengan perdarahan tratus Eastro .ntestinal.
Peningkatan suhu tubuh
,) Dbservasi / 4kur suhu tubuh seara periodik
#) Beri minum banyak
-) Berikan kompres
B. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pe,!%$-i$,
Pengkajian merupakan tahap a0al yang dilakukan pera0at untuk mendapatkan
data yang dibutuhkan sebelum melakukan asuhan kepera0atan . pengkajian pada
pasien dengan KD;FL dapat dilakukan dengan teknik 0a0anara, pengukuran, dan
pemeriksaan fisik. "dapun tahapan+tahapannya meliputi 1
a) /aji ri0ayat /epera0atan.
b) /aji adanya peningkatan suhu tubuh, tanda perdarahan , mual muntah, tidak
nafsu makan, nyeri ulu hai, nyeri otot dan tanda H tanda renjatan ( denyut nadi
epat dan lemah, hipotensi, kulit dingin dan lembab, terutama pada ekstremitas,
sianosis, gelisah, penurunan kesadaran ).
1. Di$!,o'$ %epe&$2$"$,
a) ;ipertemi berhubungan dengan proses penyakit/ viremia.
b) Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual,
muntah, tidak ada nafsu makan.
) /ekurangan volume airan tubuh berhubungan dengan peningkatan permeabilitas
dinding plasma, evaforasi, intake tidak adekuat.
3. Re,4$,$ Kepe&$2$"$,
a) ;ipertemi berhubungan dengan proses penyakit/ viremia
'ujuan 1 !etelah diberikan ashan kepera0atan klien tidak mengalami
peningkatan suhu tubuh.
/riteria hasilnya adalah suhu tubuh dalam batas normal ( -7+-2,8 <).
.ntervensi1
,) /aji saat timbulnya demam
:asioalisasi 1 4ntuk menidentifikasi pola demam klien dan sebagai indikator
untuk tindakan.
#) Dbservasi tanda H tanda vital klien 1 suhu, nadi, tensi, pernapasan, tiap ( jam
atau lebih sering
:asionalisasi 1 'anda Htanda vital merupakan auan untuk mengetahui keadaan
umum pasien.
-) Beri penjelasan tentang penyebab demam atau peningkatan suhu tubuh
:asionalisasi 1 Penjelasan tentang kondisi yang dialami klien dapat membantu
klien/keluarga mengurangi keemasan yang timbul.
() 3enjelaskan pentingnya tirah baring bagi pasien dan akibatnya jika hal
tersebut tidak dilakukan.
:asionalisasi 1 Penjelasan yang diberikan akan memotivasi klien untuk
kooperatif.
8) 3enganjurkan pasien untuk banyak minum M #,8 ltr/#( jam dan jelaskan
manfaatnya bagi pasien.
:asionalisasi 1 Peningkatan suhu tubuh akan menyebabkan penguapan tubuh
meningkat sehingga perlu diimbangi dengan asupan airan yang banyak.
7) Berikan kompres hangat pada kepala dan aCilla
:asionalisasi Pemberian kompres akan membantu menurunkan suhu tubuh.
2) /olaborasi1 Pemberian antipiretik
:asionalisasi 1 Digunakan untuk mengurangi demam dengan aksi sentralnya
pada hipotalamus.
b) Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual,
muntah, tidak ada nafsu makan.
'ujuan 1 !etelah diberikan asuhan kepera0atan kebutuhan nutrisi klien
terpenuhi
/riteria hasil 1 /lien mampu menghabiskan makanan sesuai dengan porsi yang
diberikan, mual (+),anoreksia (+)
.ntervensi1
,) /aji keluhan mual, muntah, dan sakit menelan yang dialami klien.
:asionalisasi 1 4ntuk menetapkan ara mengatasinya.
#) /aji ara/pola menghidangkan makanan klien.
:asionalisasi 1 <ara menghidangkan makanan dapat mempengaruhi nafsu
makan klien.
-) Berikan makanan yang mudah ditelan seperti1 bubur dan dihidangkan saat
masih hangat.
:asionalisasi 1 3embantu mengurangi kelelahan klien dan meningkatkan
asupan makanan karena mudah ditelan.
() Berikan makanan dalam porsi keil dan frekuensi sering.
:asionalisasi 1 4ntuk menghindari mual dan muntah serta rasa jenuh karena
makanan dalam porsi banyak.
8) =elaskan manfaat nutrisi bgi klien terutama saat sakit.
:asionalisasi 1 4ntuk3eningkatkan pengetahan klien tentang nutrisi sehingga
motivasi untuk makan meningkat
7) Berikan umpan balik positif saat klien mau berusaha mengahiskan
makannya.
:asionalisasi 1 3emotivasi dan meningkatkan semangat klien.
2) <atat jumlah porsi yang dihabiskan klien.
:asionalisasi 1 3engetahui pemasukan/pemenuhan nutrisi klien.
9) 4kur berat badan kilen tiap hari.
:asionalisasi 1 4ntuk mengetahui status giFi klien.
-. /ekurangan volume airan tubuh sehubungan dengan peningkatan permeabilitas
dinding plasma, evaforasi, intake tidak adekuat
'ujuan 1 !etelah diberikan asuhan kepera0atan asupan airan klien terpenuhi
/riteria hasil 1&olume airan tubuh kembali normal, turgor kulit baik, tanda vital
dalam batas normal (*1 ,#$+7$ C/mnt, !A -7+-2,8$ , :: 1 B #$C/mnt ).
.ntervensi1
,) /aji keadaan umum klien (puat, lemah, taki kardi), serta tanda Htanda vital.
:asionalisasi 1 3enetapkan data dasar, untuk mengetahui dengan epat
penyimpangan dari keadaan normalnya.
#) Dbservasi adanya tanda H tanda syok.
:asionalisasi 1 "gar dapat segera dilakukan tindakan untuk menangani syok yang
dialami klien.
-) "njurkan klien untuk banyak minum.
:asionalisasi 1 "supan airan sangat diperluakan untuk menambah volume airan
tubuh.
() /aji tanda dan gejala dehidrasi/hipovolemik (ri0ayat muntah, diare, kehausan,
turgor jelek.
:asionalisasi 1 4ntuk mengetahui penyebab defisit volume airan
8) /aji masukan dan haluaran airan.
:asionalisasi 1 4ntuk mengetahui keseimbangan airan.
7) /olaborasi 1 Pemberian airan intra vena sesuai indikasi.
:asionalisasi 1 Pemberian airan intra vena sangat penting bagi klien yang
mengalami defisit volume airan dengan keadaan umum yang buruk untuk
rehidrasi.
DAFTAR PUSTAKA
Doengoes, 3). #$$,. Diagnosa Keperawatan. =akarta 1 )E<.
3ansjoer, "rif. #$$$. Kapita Selekta Kedokteran. =akarta 13edia aesulapius fk.ui.