Anda di halaman 1dari 12

TUGASTUGAS AKHIRAKHIR

KONVERSIKONVERSI ENERGIENERGI

TUGAS TUGAS AKHIR AKHIR KONVERSI KONVERSI ENERGI ENERGI KAJIAN TENTANG KEMAMPUAN EXCAVATOR CATERPILLAR 320D DAN ESTIMASI

KAJIAN TENTANG KEMAMPUAN EXCAVATOR CATERPILLAR 320D DAN ESTIMASI WAKTU KERJA UNTUK MENGGALI TANAH JENIS GRAVEL SERTA KAJIAN TENTANG SIRKIT HIDROLIKNYA

Dosen Pembimbing Prof. Dr. Ir. I Made Arya Djoni, MSc

Antonius Yustriyanto

2106100602

Perumusan Masalah

Pengoperasian excavator dalam menggali tanah jenis gravel dituntut kecepatan, serta efisiensi yang optimal untuk melakukan serangkaian gerakan gali, angkat, tumpah dan berputar. Sehingga bagaimana estimasi waktu, kemampuan serta sirkit hidrolik excavator dapat melakukan pekerjaan tersebut.

Tujuan Pengkajian

Untuk mengetahui kemampuan pada excavator caterpillar 320D untuk menggali material tanah jenis gravel.

Menganalisa gaya yang timbul pada aktuator (boom silinder, stick silinder, bucket silinder dan swing).

Estimasi waktu kerja untuk proses menggali, mengangkat dan membuang, serta saat berputar.

Tinjauan Pustaka

Komponen Utama Excavator

1. Track rolller frame Merupakan rangka utama yang digunakan untuk memasang komponen

undercarriage.

2.

Main frame

Merupakan

rangka

utama

untuk

memasang

track

rolller

frame

dan

dudukan bagi semua komponen utama excavator.

3. Operator compartment (cabin) Merupakan ruang operator dan tempat peralatan kontrol serta monitor.

4. Counterweight

Merupakan pemberat yang dipasang dibagian belakang excavator untuk menjaga keseimbangan excavator saat mengangkat baban.

5. Boom

Merupakan lengan yang terhubung ke main frame untuk menyangga stick dan bucket.

Latar Belakang

Bidang industri, transportasi, alat-alat berat dan sebagainya menuntut kecepatan, serta efisiensi yang optimal dalam melakukan suatu aktivitas.

Sistem transmisi tenaga hidrolik merupakan salah satu cara dari sekian banyak cara untuk mentransmisikan energi.

Excavator merupakan salah satu alat berat yang sering digunakan pada pekerjaan konstruksi, kehutanan dan industri pertambangan.

Excavator dapat melakukan serangkaian gerakan gali, angkat, tumpah, dan berputar yang saling berkesinambungan dengan kapasitas yang relatif besar dan waktu pekerjaan yang relatif singkat.

Batasan Masalah

Material yang digunakan adalah tanah jenis gravel.

Sistem hidrolik yang dibahas hanya sistem hidrolik pada sistem Boom-Stick- Bucket-Swing.

Penggambaran simbol-simbol komponen pada sirkuit hidrolik menggunakan standar ISO.

Pembahasan dan perhitungan berdasarkan gaya yang timbul pada aktuator berdasarkan tekanan dan kapasitas oli hidrolik yang dihasilkan oleh pompa.

Tidak membahas kekuatan material konstruksi dan sistem elektris.

Spesifikasi ukuran menggunakan Excavator Caterpilar Tipe 320D.

Manfaat Pengkajian

Dapat mengetahui kemampuan dari excavator caterpillar 320D.

Estimasi waktu kerja dari excavator caterpillar 320D.

Pengoperasiannya pada kondisi yang aman.

Tinjauan Pustaka

6. Stick Merupakan lengan tempat

lainnya yang digerakan oleh silinder hidrolik.

7. Bucket Berfungsi untuk menggali dan memuat material.

8. Undercarriage

pemasangan bucket dan peralatan kerja

excavator

bergerak.

9. Powerlink

Merupakan perlengkapan yang digunakan untuk menghubungkan antara stick dan bucket atau perlengkapan lainnya.

Merupakan

rangkaian

komponen

yang

memungkinkan

Gambar Komponen-komponen utama excavator
Gambar Komponen-komponen utama excavator

Gambar Komponen-komponen utama excavator

Gambar Sistem hidrolik excavator
Gambar Sistem hidrolik excavator

Gambar Sistem hidrolik excavator

Tinjauan Pustaka

Persamaan Kontinuitas

Tinjauan Pustaka Persamaan Kontinuitas Berdasarkan gambar diatas dan dengan asumsi aliran Incompresible dimana ρ 1 dan

Berdasarkan gambar diatas dan dengan asumsi aliran Incompresible dimana ρ1 dan ρ2 sama, sehingga persamaan menjadi [4] :

Dimana :

QA V A V

1

1

2

2

Q

: Volume aliran atau debit (liter/s).

A1

: Luas penampang 1 (m²).

V1

: Kecepatan rata-rata di penampang 1 (m/s).

A2

: Luas penampang 2 (m²).

V2

: Kecepatan rata-rata di penampang 2 (m/s)

Tinjauan Pustaka

Sistem Hidrolik Excavator

Berdasarkan fungsinya sistem hidrolik pada excavator dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu :

1. Hidrolik silinder

Hidrolik silinder yang merupakan work tool untuk melakukan kerja yang terdiri dari tiga jenis, yaitu :

• Boom silinder.

• Stick silinder.

• Bucket silinder.

2. Swing motor dan drive

Oli hidrolik yang dikontrol oleh control valve memungkinkan swing drive dan motor berkerjasama memutar excavator.

3. Trevel motor dan final drive

Oli hidrolik yang dikontrol oleh control valve dan swivel joint memungkinkan trevel motor dan fianl drive menggerakan excavator maju dan

mundur.

Tinjauan Pustaka Tekanan Hidrostatika Hukum yang menjadi dasar prinsip sistem hidrolik adalah hukum pascal [8]
Tinjauan Pustaka
Tekanan Hidrostatika
Hukum yang menjadi dasar prinsip sistem hidrolik adalah hukum pascal [8]
 Dalam sebuah ruangan tertutup, tekanan yang bekerja pada fluida akan
merambat merata kesemua arah.
 Besarnya tekanan dalam fluida adalah gaya (F) dibagi dengan luas bidang
tekannya (A).
 Tekanan pada suatu titik akan bekerja ke segala arah dan sama besar.
F
F
1
2
A
A
1
2
Gambar Prinsip hukum pascal
Tinjauan Pustaka
Persamaan Energi
.
.
Q 
W
e dV
(
e
 
v V dA
)
cv
cs
t
t
Dengan asumsi :
• W = 0
• Steady flow.
• Incompresibel Flow.
Dari persamaan diatas diperoleh persamaan [4] :
2
2
p  p
V
V
2
1
1
2
Q
m u
[(
u
)
(
)
g z
(
z
)]
m
m
2
1
2
1
1
2
2
2

Tinjauan Pustaka

Kerugian Tekanan

Perubahan tekanan pada sistem aliran incompresible yang mengalir melalui pipa saluran dan sistem aliran terjadi perubahan karena gesekan [4].

Kerugian mayor (mayor losses)

Kerugian minor (minor losses)

 

L

V

2

ΔP =

.

f

 

ΔP

=

.

.

   

D

2

f

Le V

.

D 2

2

Dimana :

Dimana :

f

: Koefisien gesek pipa

f

: Koefisien gesek pipa

ρ

: Massa jenis fluida

ρ

: Massa jenis fluida

L

: Panjang pipa

Le

: Panjang ekivalen.

D

: Diameter pipa

D

: diameter pipa

V

: Kecepatan rata-rata aliran dalam pipa.

V

: Kecepatan rata-rata aliran dalam pipa.

Data Mekanis

Data Spesifikasi Excavator Caterpillar 320D

 

1. Engine Engine model Net flywheel power Net power – ISO 9249 Bore Stroke Displacement

Cat® C6.4 ACERT™

110

kW

148 hp

110

kW

148 hp

102 mm

4,02 in

130 mm

5,12 in

6.4 L

389 in³

2. Boom

Reach boom

5,68 m

18’7”

Weights

1640 kg

3616 lb

Boom cylinder

Bore

120 mm

4,7 in

Stroke

1260 mm

49,6 in

Max pressure

24500 kPa

3553 psi

Data Mekanis

5. Swing Swing speed Swing torque Max pressure swing

6. Hose Flexible Pipe Inside diameter Max pressure

7. Hidrolik Sistem Main implement system Maximum flow Max pressure equipment

11,5 rpm

 

61,8 kN.m

45612 lb.ft

24500 kPa

3553 psi

15,8 mm

⅝ in

36900 kPa

5352 psi

205 lt/min

54 gal/min

35000 kPa

5076 psi

Main hidrolik pump (Tipe pump double axial piston, variable dispacement)

Output flow Pump delivery pressure Power shift pressure Pump speed

80 ± 2 lt/min (21 ± 0,5 gpm)

30000 kPa

4351 psi

1300 kPa

187 psi

1800 rpm

Tinjauan Pustaka

Minyak Hidrolik

Minyak hidrolik dalam suatu sistem hidrolik merupakan media untuk mentransmisikan kerja dari suatu tempat ke tempat lain. Disamping itu dalam penggunaannya minyak hidrolik harus mampu untuk :

• Melumasi bagian-bagian yang bergerak dalam pompa dan motor hidrolik.

• Mempunyai sifat pelumasan yang baik dan menyerap kalor akibat tekanan.

• Mempunyai ketahanan tinggi terhadap putusnya lapisan film minyak.

• Sedapat mungkin viskositas tidak boleh tergantung pada temperatur.

Dasar-Dasar Perhitungan Sistem Hidrolik

Untuk mendapatkan suatu sistem hidrolik yang baik harus perhatikan hal-hal

sebagi berikut :

• Tipe gerakan mekanik yang diperlukan.

• Kecepatan operasi yang dibutuhkan.

• Beban yang diterima dan gaya yang dibutuhkan.

• Batasan-batasan operasi.

• Kondisi lingkungan.

Data Mekanis

 

3. Stick (Stick tipe R2.9B1) Reach stick Weights Stick cylinder Bore Stroke Max pressure

4. Bucket (Bucket tipe B1) Capacity Width Tip radius Weight Bucket cylinder Bore Stroke Max pressure

2,9 m

9’7”

818 kg

1803 lb

140 mm

5,5 in

1518 mm

59,8 in

24500 kPa

3553 psi

0,95 m³

1,24 yd³

914 mm

36 in

1565 mm

61,6 in

790 kg

1742 lb

120 mm

4,7 in

1104 mm

43,5 in

24500 kPa

3553 psi

Data Mekanis

 
 

Pilot system

Max flow

32,4 lt/min

9 gal/min

Max pressure

3900 kPa

586 psi

Pump speed

1950 rpm

Main control valve Main relief valve pressure Line relief valve pressure

35000 ± 490 kPa (5076 ± 71 psi) 36300 ± 490 kPa (5265 ± 71 pasi

8.

Oil Hidrolik Cat HYDO Adcvance 10

 

10W

 

SAE viscosity Density (ρ)

866 kg/m³

Data Mekanis Data Mekanis 11. Dimensi 9. Jenis Tanah Gravel Berat unit kering tanah (ɤd
Data Mekanis
Data Mekanis
11.
Dimensi
9. Jenis Tanah Gravel
Berat unit kering tanah (ɤd )
Berat volume jenuh (ɤsat)
Kadar air dalam tanah (w)
Kohesi dari jenis tanah (C’)
Sudut tegangan geser tanah (Ө’)
20,7 kN/m³
22,8 kN/m³
9 %
124 kN/m²
24°
10.
Gaya Pada bucket, Stick Dan Boom
Gaya pada bucket (ISO)
Gaya pada stick (ISO)
Gaya pada boom (ISO)
140 kN
31361 lb
106 kN
23897 lb
Keterangan gambar
178 kN
39873 lb
1. Shipping height
3030 mm
9’11”
2. Shipping length
9460 mm
31’0”
3. Tail swing radius
2750 mm
9’0”
4. Length to center of rollers
3650 mm
12’0”
5. Track length
4455 mm
14’7”
6. Ground clearance
450 mm
1’6”
7. 2380
Track gauge
mm
7’10”
8. Trasport width
3080 mm
10’1”
9. Cab Height
2950 mm
9’8”
10. Counterweight clearance
1020 mm
3’4”
Gambar Dimensi excavator

Data Mekanis

12. Jangkauan Kerja Excavator

Data Mekanis 12. Jangkauan Kerja Excavator Keterangan gambar 1. Max digging depth 6720 mm 22’1” 2.

Keterangan gambar

1. Max digging depth 6720 mm

22’1”

2. Max reach at ground level

9860 mm

32’4”

3. Max cutting height

9490 mm

31’2”

4. Max loading height

6490 mm

21’4”

5. Min loading height 2170 mm

7’1”

6. Max depth cut for 2440 mm

(8’) level bottom

450 mm

1’6”

7. Max vertical wall digging depth 2380 mm

7’10”

Gambar Jangkauan kerja excavator

2380 mm 7’10” Gambar Jangkauan kerja excavator Sirkit Hidrolik Sistem Tenaga Hidrolik Pada Excavator

Sirkit Hidrolik

Sistem Tenaga Hidrolik Pada Excavator Caterpillar 320D

Sistem tenaga hidrolik pada excavator digunakan untuk mengendalikan pengoperasian boom raise/lower, stick out/in, bucket close/open, swing left/right atau kombinasi dari gerakan-gerakan diatas. Sistem tenaga hidrolik

ini dikontrol oleh main control valve, yang terdiri dari beberapa katup

directional control valve (DCV). Sistem hidrolik digerakan oleh dua buah

variabel pump dengan jenis pompa piston (axial piston pump) dimana pompa

ini menyalurkan tenaga dari engine pada excavator.

Sirkit Hidrolik

Boom Sirkit hidrolik

1. Boom raise

Oli dari pompa kanan (28) dialirkan melalui parallel feeder passage (17) di main control valve (11) ke boom I control valve (19), check valve (14), ke shift valve (4) di boom drift reduction valve (5) dan keluar melalui line (3) ke head end boom cylinder (1). Oli dari pompa kiri (27) melalui parallel feeder passage (8) di main control valve (11) ke boom II control valve (16), check valve (13), port (15), line (10) dan ke boom drift reduction valve (5). Dimana akan terjadi combonasi aliran oli dari pompa kiri dan kanan pada through passage (12) dan line (3) ke head end boom cylinders (1). Oil return dari rod end boom cylinders (1) mengalir melalui laine (2) ke boom I control valve (19), retrun passage (18), retrun passage (9) dan retrun line (6) dan ke hidrolik tank.

Sirkit Hidrolik 2. Boom lower Sebelum boom lower beroperasi, oli yang dialirkan hanya dari pompa
Sirkit Hidrolik 2. Boom lower Sebelum boom lower beroperasi, oli yang dialirkan hanya dari pompa
Sirkit Hidrolik 2. Boom lower Sebelum boom lower beroperasi, oli yang dialirkan hanya dari pompa

Sirkit Hidrolik

2. Boom lower

Sebelum boom lower beroperasi, oli yang dialirkan hanya dari pompa kanan (28). Oli dari pompa kanan (28) akan melalui parallel feeder passage (17) ke boom I control valve (19), check valve (14), dan diteruskan lane (2) ke rod end boom cylinders (1). Oil retrun dari head end boom cylinders (1) diteruskan laine (3) ke boom drift reduction valve (5). Valve (48) bergeser karena tekanan oli pilot dari pilot line (53) dan membuka drain line (50). Oil retrun di line (3) masuk saluran (51) dan boom regenetation valve (41) sehingga oil retrun menyuplai ke rod end boom cylinders (1) melalui line (2).

Sirkit Hidrolik

Stick Sirkit hidrolik

1. Stick out Oli dari pompa kanan (29) dialirkan melalui parallel feeder passage (12) di main control valve (6), check valve (16), ke stick II control valve (13) dan line (7). Oli dari pompa kanan (29) juga mengalir melalui parallel feeder passage (22), check valve (19) ke stick II control valve (13) dan ke line (7). Jadi semua oli dari pompa kanan (29) mengalir di line (7) ke stick reduction valve (5) lalu ke rod end stick cylinder (1). Oli dari pompa kiri (28) dialirkan melalui center bypass passage (18) di main control valve (6), load check valve (15), passage (17) ke stick I control valve (21) dan passage (8) lalu masuk ke valve (4) di stick drift reduction valve (5), line (3) ke rod end stick cylinder (1). Oil retrun dari head end stick cylinder mengalir melalui line (2) dan retrun passage (9) ke stick I control valve (21) lalu mengalir melalui retrun passage (10) dan retrun line (23) dan ke hidrolik tank.

Sirkit Hidrolik

2. Stick in

Oli dari pompa kiri (28) akan mengalir di center bypass passage (18), check valve (15), melewati stick I control valve (21) dan passage (9) ke line (2) lalu ke head end stick cylinder (1). Oli dari pompa kanan (29) di center bypas passage (12) akan mengalir melewati check valve (16), stick II control valve (13) dan ke line (42). Oli dari pompa kanan (28) juga mengalir melalui parallel feeder passage (22), check valve (19), stick II control valve (13) dan ke line (42). Jadi semua oli dari pompa kanan (28) mengalir di line (42) ke line (2) lalu ke head end stick cylinder (1). Oil retrun dari road end stick cylinder mengalir melalui line (3) ke stick drift reduction valve (5). Valve (4) di stick drift reduction valve mengalirkan oli ke passage (43), retrun passage (10) dan retrun line (23) lalu ke hidrolik tank.

Sirkit Hidrolik Bucket Sirkit hidrolik 1. Bucket close Oli yang dialirkan di bucket hidrolik sirkit
Sirkit Hidrolik Bucket Sirkit hidrolik 1. Bucket close Oli yang dialirkan di bucket hidrolik sirkit
Sirkit Hidrolik Bucket Sirkit hidrolik 1. Bucket close Oli yang dialirkan di bucket hidrolik sirkit

Sirkit Hidrolik

Bucket Sirkit hidrolik

1. Bucket close

Oli yang dialirkan di bucket hidrolik sirkit hanya dari pompa kanan (22). Oli dari pompa kanan (22) dialirkan melalui parallel feeder passage (16) di main control valve (5), load check valve (12), ke bucket control valve (9) dan lane (3) lalu ke head end bucket cylinder (4). Oil retrun dari rod end bucket cylinder mengalir melalui line (2), orifice (11) di bucket conterol valve (9), retrun passage (17) dan retrun line (6) lalu ke hidrolik tank.

2. Bucket open

Bucket open beroperasi sama seperti saat bucket close beroperasi. Oli dari pompa kanan (22) mengalir ke parallel feeder passage (16), load check valve (12), ke bucket control valve (9) dan lane (3) lalu ke head end bucket cylinder (4). Oil retrun dari head end bukcet (4) mengalir melalui line (3), retrun passage (17), retrun line (6) lalu ke hidrolik tank.

Sirkit Hidrolik

Swing Sirkit hidrolik

1. Swing right

Oli yang dialirkan ke swing hidrolik sirkit hanya dari pompa kiri (28). Oli dari pompa kiri (28) mengalir melalui parallel feeder passage (13) di main control valve (14), load check valve (12), passage (17), swing control valve (18), passage (16), line (9) ke swing motor (5) untuk berputar ke arah kanan (clockwise direction). Oil retrun dari swing motor (5) mengalir ke line (10), retrun passage (11), retrun line (8), slow retrun check valve (33) ke hidrolik tank.

2. Swing left

Swing lift beroperasi sama seperti saat swing right beroperasi. Oli dari pompa kiri (28) mengalir melalui parallel feeder passage (13), passage (17) dan

line (10) ke swing motor (5) untuk berputar ke arah kiri (counterclockwise direction). Oil retrun dari swing motor (5) mengalir ke line (9), retrun passage (11), retrun line (8) dan slow retrun check valve (33) ke hidrolik tank.

Proses Gerakan

1. Proses menggali

Gerakan-gerakan yang dilakukan adalah bucket close (silinder bucket bergerak open), stick out (silinder stick bergerak close) dan boom lower (silinder boom bergerak close).

stick out (silinder stick bergerak close) dan boom lower (silinder boom bergerak close). Gambar Posisi saat

Gambar Posisi saat menggali

Proses Gerakan

2. Proses mengangkat

Gerakan-gerakan yang dilakukan adalah bucket close (silinder bucket bergerak open), stick in (silinder stick bergerak open) dan boom raise (silinder boom bergerak open).

open), stick in (silinder stick bergerak open) dan boom raise (silinder boom bergerak open). Gambar Posisi

Gambar Posisi saat mengangkat

Proses Gerakan

4. Proses berputar

Gerakan-gerakan yang dilakukan adalah bucket close (silinder bucket bergerak open), stick out (silinder stick bergerak close), boom raise (silinder boom bergerak open) dan motor swing berputar ke kiri atau kanan.

close), boom raise (silinder boom bergerak open) dan motor swing berputar ke kiri atau kanan. Gambar

Gambar Posisi saat berputar

Free Body Diagram

Free Body Diagram Gambar Free body diagram pada silinder bucket dan stick

Gambar Free body diagram pada silinder bucket dan stick

Proses Gerakan

3. Proses membuang Gerakan-gerakan yang dilakukan adalah bucket open (silinder bucket bergerak close), stick out (silinder stick bergerak close) dan boom raise (silinder boom bergerak open).

stick out (silinder stick bergerak close) dan boom raise (silinder boom bergerak open). Gambar Posisi saat

Gambar Posisi saat membuang

Free Body Diagram

Perhitungan gaya pada aktuator Untuk menganalisa gaya yang terjadi pada silinder bukcet, silinder stick, silinder boom dan swing pada proses menggali, mengangkat, membuang dan berputar dapat digunakan suatu metode yaitu metode polygon tertutup.

berputar dapat digunakan suatu metode yaitu metode polygon tertutup. Gambar Free body diagram pada bucket dan

Gambar Free body diagram pada bucket dan powerlink

Free Body Diagram

Free Body Diagram Gambar Free body diagram pada silinder stick dan boom

Gambar Free body diagram pada silinder stick dan boom

Diagram Alir

Urutan Langkah Perhitungan START Data : Spesifikasi excavator caterpillar 320D dan jenis tanah Sirkit hidrolik
Urutan Langkah Perhitungan
START
Data : Spesifikasi
excavator caterpillar 320D
dan jenis tanah
Sirkit hidrolik
Perhitungan gaya pada saat menggali,
mengangkat, membuang dan berputar
A
A Waktu kerja Kesimpulan dan Saran END
A
Waktu kerja
Kesimpulan dan Saran
END

Gambar Diagram Alir Langkah Perhitungan

Perhitungan Titik Berat Koordinat titik berat C dari bucket pada sumbu Y’ : ( y
Perhitungan Titik Berat
Koordinat
titik berat C dari bucket pada sumbu Y’ :
(
y
1
A
1)
(
y
2
A
2)
(
y
3
A
3)
Yc
A
1
 A
2
A
3
(66 ,7
 4582 ,46 )
(102 ,35
2991 ,5)
(105 ,8
538 ,25 )
Yc
4582 ,46
2991 ,5
538 ,25
Yc
82,44 cm (aktual)
Yc
35,84 mm (pada gambar)
Koordinat
titik berat C dari bucket pada sumbu X’ :
A
1
 A
2
A
3
(62 ,1
4582 ,46 )
(38 ,41
2991 ,5)
(16 ,1
538 ,25 )
Xc
4582 ,46
2991 ,5
538 ,25
Xc
50,31 cm (aktual)
Xc
21,87 mm (pada gambar)

Xc

(

x 1

A

1)

(

x

2

A

2)

(

x

3

A

3)

Perhitungan Titik Berat

Koordinat titik berat C dari stick pada sumbu Y’ :

Yc

Yc

Yc

Yc

(

y

1

A

1)

(

y

2

A

2)

(

y

3

A

3)

 

A

1

A

2

A

3

(9,53

5999,98)

(40,89 10399,98)

(46,48

2806,45)

 

5999,98

10399,98

2806,45

 

31,91 cm (aktual)

 

12,56 mm (pada gambar)

 

Koordinat titik

berat C dari stick terhadap sumbu X’:

Xc

Xc

Xc

Xc

(

x

1

A

1)

(

x

2

A

2)

(

x

3

A

3)

 

A

1

A

2

A

3

(157,48

5999,98)

(213,11 10399,98)

(339,35

2806,45)

 

5999,98

10399,98

2806,45

 

214,17 cm (aktual)

 

84,32 mm (pada gambar)

 

Perhitungan Titik Berat

Menentukan Koordinat Titik Berat Pada Bucket

Titik Berat Menentukan Koordinat Titik Berat Pada Bucket Dari gambar diatas, maka luas segmen adalah :

Dari gambar diatas, maka luas segmen adalah :

A1

½ x (80,5 x 113,85)

4582,46 cm²

A2

(100,05 x

29,9)

2991,5 cm²

A3

½ x (63,25 x 17,02)

538,25 cm²

Perhitungan Titik Berat

Menentukan Koordinat Titik Berat Pada Stick

Titik Berat Menentukan Koordinat Titik Berat Pada Stick Dari gambar diatas, maka luas tiap segmen adalah

Dari gambar diatas, maka luas tiap segmen adalah :

A1

(19,05 x 314,96)

5999,98 cm²

A2

½ x (314,96 x 66,04)

10399,98 cm²

A3

½ x (76,2 x 73,66)

2806,45 cm²

Perhitungan Titik Berat

Menentukan Koordinat Titik Berat Pada Boom

Titik Berat Menentukan Koordinat Titik Berat Pada Boom Dari gambar diatas, maka luas tiap segmen adalah

Dari gambar diatas, maka luas tiap segmen adalah :

A1

½ x (29,7 x 34,9)

518,23 cm²

A2

(29,7 x 333,38)

9901,46 cm²

A3

½ x (333,38 x 43,06)

7178,56 cm²

A4

½ x (61,63 x 58,66)

1807,46 cm²

A5

½ x (205,3 x 50,86)

5220,94 cm²

A6

(205,3 x 18,56)

3810,9 cm²

Perhitungan Titik Berat

Koordinat titik berat C dari boompada sumbu Y’:

Yc

(

y A

1

1)

(

y

2

A

2)

(

y

3

A

3)

(

y

4

A

4)

(

y

5

A

5)

(

y

6

A

6)

 
 

A

1

A

2

A

3

A

4

A

5

A

6

Yc

(9,6

518,23)

(64,2

9901,46)

(52,7

7178,56)

(98 1807,46)

(58,6

5220,94)

(63,1 3810,9)

 

518,23

9901,46

7178,56

5220,94

3810,9

 

Yc

61,31 cm (aktual)

 

Yc

16,51 mm (pada gambar)

 

Koordinat titik berat C dari boompada sumbu X’:

Xc

(

x

1

A

1)

(

x

2

A

2)

(

x

3

A

3)

(

x

4

A

4)

(

x

5

A

5)

(

x

6

A

6)

 

A

1

A

2

A

3

A

4

A

5

A

6

Xc

(18,6

518,23)

(189,3

9901,46)

(250,9

7178,56)

(370,1 1807,46)

(449,2

5220,94)

(490

3810,9)

 

518,23

9901,46

7178,56

5220,94

3810,9

 

Xc

301,28 cm (aktual)

 

Xc

81,15 mm (pada gambar)

 

Perhitungan Gaya Pada Tanah

Perumusan untuk mencari tegangan vertikal dalam tanah [7]

σ =

[γd ( 1+ w) +γsat]. H

dimana :

γd

= Berat unit kering tanah (kN/m³)

γsat

= Berat volume jenuh (kN/m³)

w

= Kadar air dalam tanah (%)

H

= Kedalaman dari permukaan tanah (m)

Perumusan gaya akibat tegangan geser [7]

Fsh

= A .S

S

= C’ + σ tan Ө’

Dimana

:

Fsh

= Gaya geser (kN)

A

= Luasan dari bucket yang menembus tanah (0.0457 m²)

S

= Tegangan geser

C’

= Kohesi dari jenis tanah (kN/m² atau kPa)

Ө’

= Sudut tegangan geser tanah

σ

= Tegangan vertikal tanah (kPa)

Perhitungan Gaya-Gaya Mekanisme

Menentukan Besarnya Gaya-Gaya Mekanisme

Dalam menentukan besarnya gaya-gaya mekanisme ini dicari terlebih dahulu gaya-gaya statis, gaya-gaya mekanisme ini diperlukan untuk menentukan

besarnya beban pada silinder hidrolik, dimana akan dicari harga gaya-gaya hidrolik untuk perhitungan. Pada prinsipnya posisi kerja dari bucket, stick, boom dan swing adalah sebagai berikut :

1. Posisi saat menggali.

2. Posisi saat mengangkat.

3. Posisi saat membuang.

4. Posisi saat berputar.

Gaya yang terbesar pada silinder hidrolik dari ke empat posisi tersebut akan digunakan sebagai perbandingan dengan data yang ada dari pabrikan.

Perhitungan Gaya Pada Tanah

Pada saat penggalian oleh bucket pada tanah gravel, maka lintasan dan distribusi gaya dapat diasumsikan sebagai berikut :

dan distribusi gaya dapat diasumsikan sebagai berikut : Keterangan gambar Fsh max = Gaya geser maksimum

Keterangan gambar Fsh max = Gaya geser maksimum pada H maksimum (kN) σmax = Tegangan vertikal dalam tanah maksimum (kPa)

H5 = H maksimum (1,5

meter)

Perhitungan Gaya Pada Tanah

Dari data-data mekanis dan persamaan diatas didapatkan hasil perhitungan yang ditabelkan sebagai berikut :

Tabel Hasil perhitungan gaya pada tanah gravel

Posisi

h ( Meter )

σ (Kpa)

S ( Kpa )

F sh (kN)

 

1 0,3

14,61

132,76

6,64

 

2 0,6

29,21

141,52

7,08

 

3 0,9

42,81

150,29

7,51

 

4 1,2

58,41

159,05

7,95

 

5 1,5

73,01

167,81

8,39

Dari tabel hasil perhitungan diatas diperoleh harga maksimal sebagi berikut :

H max

σ max

= 1,5 meter

73,01 kPa

=

F sh max = 8,39 kN

Perhitungan Gaya-Gaya Mekanisme Data-data Perhitungan W bucket = 7,75 kN WTanah = (22,8 kN/m³ x
Perhitungan Gaya-Gaya Mekanisme
Data-data Perhitungan
W bucket
= 7,75 kN
WTanah
= (22,8 kN/m³ x 0,95 m³) = 21,66 kN
Wbucket + WTanah = 29,41 kN
Fsh max
= 8,39 kN
Wstick
= 8,03 kN
Wboom
= 16,09 kN
Perhitungan Pada Proses Penggalian
1. Menentukan gaya yang terjadi pada piston Bucket :
 MA  0
 MA
( Fsh
1,35
m
)
(
Wbucket
0,32
m
)
(
F
0,4
m
)
0
2
max
 (8,39
MA
kN
1,35
m
)
(7,75
kN
0,32
m
)
(
F
0,4
m
)
0
2
F2
 21,12 kN
Fpiston bucket
 22,68 kN

Perhitungan Gaya-Gaya Mekanisme

2. Menentukan gaya yang terjadi pada piston Stick :

MB 0

MB

(32,62





(

F

A

(

)

0,15

m

0,15)

MB

(10,93

F

4

2,9

)

2,9)

m

(

Wstick

(8,03

0,87

0,87)

m

)

(

(22,68

F

D

0,79

0,79)

m

)

(

(

F

F

6

6

0,85

0,85)

m

)

0

0

Fpiston stick

44,39 kN

 

3. Menentukan gaya yang terjadi pada piston boom :

 

MG 0

MG

(33,92



(

F

B

)

1,05

m

1,05)

(

MG



Wboom

(16,09

2,61)

2,61

m

(

(44,39

)

F

E

1,24

1,24)

m

)

(

(

F

F

8

8

)

0

0,78

0,78)

m

0

 

Fpiston boom = 28,93 kN

Perhitungan Gaya-Gaya Mekanisme 3. Menentukan gaya yang terjadi pada piston boom :  MG 
Perhitungan Gaya-Gaya Mekanisme
3. Menentukan gaya yang terjadi pada piston boom :
 MG  0
 MG

( F
2,51
m
)
(
Wboom
1,52
m
)
(
F
1,38
m
)
(
F
8
0,78
m
)
0
B
E
 (143,35
MG

2,51)
(16,09
1,52)
(169,64
1,38)
(
F
8
0,78)
0
Fpiston boom
 191,52 kN
Perhitungan Pada Proses Pembuangan
1. Menentukan gaya yang terjadi pada piston Bucket :
 MA  0
 MA

(
Wbucket
0,43
m
)
(
F
0,4
m
)
0
2
 (7,75
MA

0,43)
(
F
0,4)
0
2
F2
 8,33 kN
Fpiston bucket
 7,21 kN

Perhitungan Gaya-Gaya Mekanisme

Perhitungan Pada Proses Berputar

Menentukangaya yang terjadipada swing motor :

MH 0

(

MH Wbucket

10,14

m

)

(

Wstick

8,16

m

)

(

Wboom

3,87

m

)

(

Fh

2,75

m

)

0

MH

(29,41 10,14)

(8,03

8,16)

(16,09

3,87)

(

Fh

2,75)

0

Fswing

154,92 kN

 
Perhitungan Gaya-Gaya Mekanisme Perhitungan Pada Proses Pengangkatan 1. Menentukan gaya yang terjadi pada piston Bucket
Perhitungan Gaya-Gaya Mekanisme
Perhitungan Pada Proses Pengangkatan
1. Menentukan gaya yang terjadi pada piston Bucket :
 MA  0
 MA

(
Wbucket
0,61)
(
F
0,4)
0
2
 (29,41
MA

0,61)
(
F
0,4)
0
2
F2
44,85 kN
Fpiston bucket
72,65 kN
2. Menentukan gaya yang terjadi pada piston Stick :
 MB  0
 
MB

F
0,32
m
(
F
1,52
m
)
(
Wstick
0,85
m
)
(
F
0,71
m
)
(
F
0,81
m
)
0
A
4
D
6
 (60,35
MB

0,32)
(74,15
1,52)
(8,03
0,85)
(72,65
0,71)
(
F
0,81)
0
6
Fpiston stick = 169,64 kN
Perhitungan Gaya-Gaya Mekanisme
2.
Menentukan gaya yang terjadi pada piston Stick :
 MB  0
 
MB

F
2,82
m
(
F
2,43
m
)
(
Wstick
0,78
m
)
(
F
0,8
m
)
(
F
0,85
m
)
0
A
4
D
6
 (13,68
MB

2,82)
(1,65
2,43)
(8,03
0,78)
(7,21
0,8)
(
F
0,85)
0
6
Fpiston stick
41,25 kN
3.
Menentukan gaya yang terjadi pada piston boom :
 MG  0
 MG

(
F
2,51
m
)
(
Wboom
1,52
m
)
(
F
1,38
m
)
(
F
8
0,78
m
)
0
B
E
 (48,73
MG

2,51)
(16,09
1,52)
(41,25
1,38)
(
F
8
0,78)
0
Fpiston boom
115,18 kN

Perhitungan Gaya-Gaya Mekanisme

Dari posisi mekanisme (penggalian, pengangkatan, pembuangan dan berputar) didapatkan gaya-gaya silinder hidrolik terbesar. Dalam sistem hidrolik excavator beban dinamis harus dipertimbangkan, maka dari itu dimasukan faktor beban dinamis sebesar 1,4 dan besarnaya gaya-gaya ditabelkan sebagai berikut :

Tabel 4.2 Hasil perhitungan gaya-gaya terbesar pada mekanisme

   

Gaya Statis

Gaya Dinamis

Actuator

Posisi

(kN)

(kN)

Piston Bucket

Mengangkat

72,65

101,71

Piston Stick

Mengangkat

169,64

237,49

Piston Boom

Mengangkat

191,52

268,13

Swing Motor

Berputar

154,92

224,63

Perhitungan Tekanan

Analisa Besarnya Tekanan Perhitungan

Tekanan untuk bucket

Tekanan untuk boom

P

F 101,71 kN

2 9000,88 kPa

P

F 268,13 kN

2 23728 ,32 kPa

A 0,0113 M

A 0,0113 M

Tekanan untuk stick

Tekanan untuk swing

P

F 237,49 kN

2 17875 ,16 kPa

P

F 224,63 kN

2 18262 ,61 kPa

A 0,0153 M

A 0,0123 M

Berdasarkan data spesifikasi tekanan yang ada maka tekanan perhitungan tidak melebihi tekanan maksimum yang direkomendasikan pabrikan caterpillar (23728,32 kPa < 24500 kPa) maka dapat disimpulkan bucket silinder, stick silinder, boom silinder dan swing motor aman untuk dioperasikan dan sanggup untuk menggali tanah jenis gravel.

Perhitungan Waktu kerja Untuk Silinder Stick A ( silinder )  S Waktu opening 
Perhitungan Waktu kerja
Untuk Silinder Stick
A ( silinder )  S
Waktu opening 
Waktu closing 
4
 Qth
4
 Qth
2
2
3
2
3
(
 
(0,14
0,1 )
1,518) m
( 
0,14
1,518) m
 3
3
 3
3
(4
1,33
10
) m /s
(4 
1,33
10
) m /s
 8,61 detik
 17,57 detik
Untuk Silinder Boom
Kapasitas (2 silinder) boom :
2
A silinder S
(
)
2
A silinder A Piston S
(
)
(
)
Waktu closing 
Waktu opening 
4
 Qth
4
 Qth
2
3
2
2
3
(2
 
0,12
1,26) m
(2
 
(0,12
0,085 )
1,26) m
 3
3
 3
3
(4
1,33
10
) m /s
(4
1,33
10
) m /s
 21,38 detik
 10,65detik

A ( silinder

)

A Piston S

(

)

A ( silinder )  A Piston S  ( )
A ( silinder )  A Piston S  ( )
A ( silinder )  A Piston S  ( )

Perhitungan Waktu kerja

Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan gerakan pembuangan

Bucket cylinder close

= 9,39 detik

Stick cylinder close

= 17,57 detik

Boom cylinder open

= 10,65

detik

Jadi waktu total untuk pengangkatan adalah 37,61 detik

Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan gerakan kombinasi mulai dari menggali, mengangkat, berputar dan membuang Bucket cylinder open = 4,68 detik

Stick cylinder close

= 17,57 detik

Boom cylinder close

= 21,38

detik

Stick cylinder open

= 8,61 detik

Boom cylinder open = 10,65 detik

Swing berputar 180°

= 2,61 detik

Bucket cylinder close

= 9,39

detik

Stick cylinder close

= 17,57 detik

Jadi waktu total untuk sekali kerja adalah 92,46 detik

Perhitungan Waktu kerja Perhitungan Estimasi Waktu Kerja Besarnya waktu kerja pada setiap silinder hidrolik untuk
Perhitungan Waktu kerja
Perhitungan Estimasi Waktu Kerja
Besarnya waktu kerja pada setiap silinder hidrolik untuk melakukan gerak gali,
angkat, buang dan berputar dapat dihitung sebagai berikut :
Opening
Closing
Untuk Silinder Bucket
A silinder S
(
) 
A silinder
(
)
A Piston S
(
)
Waktu closing
Waktu opening 
4
 Qth
4
Qth
2
3
2
2
3
( 
0,12
1,104) m
(
(0,12
0,085 )
1,104) m
 3
3
 3
3
(4 
1,33
10
) m /s
(4
1,33
10
) m /s
4,68 detik
 9,39 detik

Perhitungan Waktu kerja

Untuk Swing

Waktu berputar 360

(

D

60) m

(

D n

60 (sec)

11,5

) m/s

5,22 detik

Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan gerakan penggalian Bucket cylinder open = 4,68 detik

Stick cylinder close

= 17,57 detik

Boom cylinder close

= 21,38

detik

Jadi waktu total untuk menggali adalah 43,63 detik

Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan gerakan pengangkatan

Bucket cylinder open

= 4,68 detik

Stick cylinder open Boom cylinder open

= 8,61 detik = 10,65 detik

Jadi waktu total untuk pengangkatan adalah 23,94 detik

Penutup

Kesimpulan

Gaya terbesar Pada piston bucket (proses mengangkat) Pada piston stick (proses mengangkat) Pada piston boom (proses mengangkat) Pada swing motor (proses berputar)

Tekanan terbesar

= 101,71 kN = 237,49 kN = 268,13 kN = 224,63 kN

Pada

bucket

= 9000,88 kPa

Pada stick

= 17875,16 kPa

Pada

boom

= 23728,32 kPa

Pada swing

= 18262,61 kPa

Estimasi waktu kerja

Proses

gerakan penggalian

= 43,63

detik

Proses

gerakan pengangkatan

= 23,94

detik

Proses

gerakan pembuangan

= 37,61

detik

Proses

gerakan kombinasi

= 92,46

detik

Spesifikasi Oli Hidrolik
Spesifikasi Oli Hidrolik

Spesifikasi Oli Hidrolik

Daftar Pustaka

1. Caterpillar, 2001. Cat Machine and Engine Designation. Excavator: Komponen Utama Excavator dan Sistem Hydraulic Excavator, Bucket dan Work Tool: 47-50.

2. Caterpillar, 2008. Hydraulic Excavator. 320D Hydraulic Excavator Specifications:

Dimensions, Reach Excavator Working Ranges, Component Weights, Bucket Specifications and Compatibility: 14-20.

3. Caterpillar, 1999. Improving Component Durability First Edition. Hydraulic Components: Pumps, Valves, Actuators: 8-31.

4. Fox and Mcdonald, 1992. Introduction To Fluid Mechanic Fourth Edition. John Willey And Sons Inc.

5. Handbook Service Caterpillar, 2005. Specifications. 320D Excavator Machine System Specifications.

6. Handbook Service Caterpillar, 2005. System Operation. 320D Excavator Hydraulic System.

7. LD Wesley, 1970. Mekanika Tanah. Printing Badan Penerbit Pekerjaan Umum.

8. Parr Andrew, 1998. Hydraulics And Pneumatics. Elseriev Scieance Ltd.

9. http://en.wikipedia.org/wiki/Caterpillar_Inc

10. http://www.cat.com/equipment/hydraulic-excavators/medium-hydraulic-excavators

10. http://www.cat.com/equipment/hydraulic-excavators/medium-hydraulic-excavators TERIMA KASIH THANKS
10. http://www.cat.com/equipment/hydraulic-excavators/medium-hydraulic-excavators TERIMA KASIH THANKS
TERIMA KASIH THANKS
TERIMA KASIH
THANKS