Anda di halaman 1dari 30

LOGIKA MATEMATIKA

I. PENDAHULUAN
Logika adalah dasar dan alat berpikir yang logis dalam matematika dan
pelajaran-pelajaran lainnya, sehingga dapat membantu dan memberikan bekal
tambahan untuk menyampaikan pelajaran di sekolah. Dalam Logika dipelajari
metode-metode dan prinsip-prinsip yang dapat dipakai untuk membedakan cara
berpikir benar (correct) atau tidak benar (incorrect), sehingga dapat membantu
menyatakan ide-ide tepat dan tidak mempunyai arti ganda. Jadi, dalam ilmu logika
hanya mempelajari atau memperhatikan kebenaran dan kesalahan dari penalaran,
dan penarikan kesimpulan dari sebuah pernyataan atau lebih.
II. PERNYATAAN
Pernyataan adalah suatu kalimat yang mempunyai nilai kebenaran benar
saja atau salah saja dan tidak keda!dan"a.
Istilah-istilah lain dari pernyataan adalah kalimat matematika tertutup, kalimat
tertutup, kalimat deklarati, statement atau proposisi.
III. PERNYATAAN TUNGGAL DAN MA#EMUK
!uatu kalimat selain dibedakan atas pernyataan dan bukan pernyataan,
kalimat juga dibedakan pula atas pernyataan tunggal dan pernyataan majemuk.
Pernyataan tunggal atau pernyataan sederhana adalah pernyataan yang tidak
memuat pernyataan lain atau sebagai bagiannya, sedangkan pernyataan majemuk
dapat merupakan kalimat baru yang diperoleh dengan cara menggabungkan
beberapa pernyataan tunggal.
Dua pernyataan tunggal atau lebih dapat digabungkan menjadi sebuah
kalimat baru yang merupakan pernyataan majemuk, sedangkan tiap pernyataan
bagian dari pernyataan majemuk disebut komponen-komponen pernyataan
majemuk. "omponen-komponen dari pernyataan majemuk itu tidak selamanya
harus pernyataan tunggal, tetapi mungkin saja pernyataan majemuk. #amun yang
terpenting adalah bagaimana menggabungkan pernyataan-pernyataan tunggal
menjadi pernyataan majemuk.
LOGIKA MATEMATIKA - 1
$ntuk menggabungkan pernyataan-pernyataan tunggal menjadi pernyataan
majemuk dapat dipakai kata gabung atau kata perangkai yang disebut operasi-
operasi logika matematika.
%ontoh&
'. Jakarta adalah ibukota negara (I
). *erah putih adalah bendera negara (I
+. ) adalah bilangan prima yang genap
,. Jika suatu bilangan habis dibagi dua maka bilangan itu genap
!oal&
-uatlah contoh pernyataan tunggal dan majemuk, kemudian tentukan nilai
kebenarannya.

I$. OPERA%I LOGIKA
/dapun operasi-operasi yang dapat membentuk pernyataan majemuk adalah
'. #egasi atau ingkaran, dengan kata perangkai tidaklah benar, simbol 0 1 0
). "onjungsi, dengan kata perangkai dan, simbol 0 0
+. Disjungsi, dengan kata perangkai atau, simbol 0 0
,. Implikasi, dengan kata perangkai Jika 22, maka 22.., simbol 0 0
3. -iimplikasi, dengan kata perangkai 22.jika dan hanya jika 22., simbol 0 0
%ontoh pernyataan majemuk&
'. -unga ma4ar ber4arna merah dan bunga melati ber4arna putih
). /ni dan /na anak kembar
+. %uaca hari ini mendung atau cerah
,. Jika 5 6 7 maka
x x
2
=
3. !uatu segitiga dikatakan segitiga sama sisi jika dan hanya jika ketiga sudutnya
sama
LOGIKA MATEMATIKA - 2
$. TA&EL KE&ENARAN
'. O(erasi Ne)asi
8perasi negasi atau ingkaran adalah operasi yang dikenakan hanya pada
sebuah pernyataan. 8perasi negasi dilambangkan 0 1 0
Jika p adalah pernyataan tunggal, maka 1p adalah pernyataan majemuk.
#egasi dari suatu pernyataan yang bernilai benar adalah salah dan negasi dari
suatu pernyataan yang bernilai salah adalah benar.
Deinisi& !uatu pernyataan dan negasinya mempunyai nilai kebenaran yang
berla4anan
Deinisi diatas dapat ditulis dalam tabel kebenaran sbb&
p 1 p
- !
! -
%ontoh&
p & Jakarta ibukota negara (epublik Indonesia
1 p & Jakarta bukan ibukota negara (epublik Indonesia
*. O(erasi K+njn)si
!uatu pernyataan majemuk yang dibentuk dengan cara menggabungkan dua
pernyataan tunggal dengan memakai kata perangkai dan disebut konjungsi. 8perasi
konjungsi dilambangkan dengan 0 0
Deinisi& !ebuah konjungsi bernilai benar jika komponen-komponennya bernilai
benar, dan bernilai salah jika salah satu dari komponennya bernilai salah
Deinisi diatas dapat ditulis dalam tabel kebenaran sbb&
LOGIKA MATEMATIKA - 3

p 9 p 9
- - -
- ! !
! - !
! ! !
,. O(erasi Disjn)si
!uatu pernyataan majemuk yang dibentuk dengan cara menggabungkan dua
pernyataan tunggal dengan memakai kata perangkai atau disebut disjungsi. 8perasi
disjungsi dilambangkan dengan 0 0
Deinisi& !ebuah disjungsi inklusi bernilai benar jika paling sedikit salah satu
komponennya bernilai benar, sedangkan disjungsi eksklusi bernilai benar
jika paling sedikit komponennya bernilai benar tetapi tidak kedua-duanya.
Deinisi diatas dapat ditulis dalam tabel kebenaran sbb&
Disjungsi Inklusi& Disjungsi :ksklusi&
p 9 p 9 p 9 p

9
- - - - - !
- ! - - ! -
! - - ! - -
! ! ! ! ! !
-. O(erasi I.(likasi
!uatu pernyataan majemuk yang dibentuk dengan cara menggabungkan dua
pernyataan tunggal dengan memakai kata perangkai Jika 2. maka 2.. disebut
implikasi. 8perasi implikasi dilambangkan dengan 0 0
Deinisi& !ebuah pernyataan implikasi hanya salah jika antesedennya benar dan
konsek4ennya salah, dalam kemungkinan lainnya implikasi bernilai benar.
Deinisi diatas dapat ditulis dalam tabel kebenaran sbb&
LOGIKA MATEMATIKA - 4
p 9 p 9
- - -
- ! !
! - -
! ! -
/. O(erasi &i!i.(likasi
!uatu pernyataan majemuk yang dibentuk dengan cara menggabungkan dua
pernyataan tunggal dengan memakai kata perangkai 22 jika dan hanya jika 22
disebut biimplikasi. 8perasi biimplikasi dilambangkan dengan 0 0
Deinisi& !ebuah pernyataan biimplikasi bernilai benar jika komponen-koponennya
mempunyai nilai kebenaran sama, dan jika komponen-koponennya
mempunyai nilai kebenaran tidak sama maka biimplikasi bernilai salah.
Deinisi diatas dapat ditulis dalam tabel kebenaran sbb&
p 9 p 9
- - -
- ! !
! - !
! ! -
$I. &ENTUK!&ENTUK PERNYATAAN
-entuk-bentuk pernyataan dalam logika dibedakan dalam&
'. "ontradiksi
). ;autologi
+. "ontingensi
"ontradiksi adalah suatu bentuk pernyataan yang hanya mempunyai contoh
substitusi yang salah, atau sebuah pernyataan majemuk yang salah dalam segala
hal tanpa memandang nilai kebenaran dari komponen-komponennya.
;autologi adalah sebuah pernyataan majemuk yang benar dalam segala hal, tanpa
memandang nilai kebenaran dari komponen-komponennya.
LOGIKA MATEMATIKA - 5
"ontingensi adalah sebuah pernyataan majemuk yang bukan suatu tautologi
maupun kontradiksi.
%ontoh&
!elidiki pernyataan di ba4ah ini apakah suatu tautologi, kontradiksi atau
kontingensi.
( 1p 9 ) < ( 9 p )
p 9 1 p 1 p 9 9 p ( 1p 9 ) < ( 9 p )
- - ! ! - -
- ! ! ! - -
! - - - ! -
! ! - ! - -
"arena pada tabel kebenaran di atas benar semua, maka pernyataan di atas suatu
tautologi
!oal&
!elidiki apakah pernyataan-pernyataan di ba4ah ini suatu tautologi, kontradiksi
atau kontingensi.
'. ( p 9 ) p
). ( p 9 ) = ( 1 9 r ) ( r p ) >
+. ( p < 9 ) ( 1 p 9 )
$II. IMPLIKA%I LOGI% DAN EK0I$ALEN LOGI%
!uatu bentuk pernyataan implikasi yang merupakan tautologi disebut
implikasi logis.
%ontoh&

p 9 p 9 ( p 9 ) p = ( p 9 ) p > p
- - - - -
- ! ! ! -
! - - ! -
! ! - ! -
Dua atau lebih pernyataan majemuk yang mempunyai nilai kebenaran sama
disebut ek4i<alen logis dengan notasi 0 0 atau 0 0
LOGIKA MATEMATIKA - 6
%ontoh&

p 9 p 9 p 9 9 p ( p 9 ) ( 9 p )
- - - - - -
- ! ! ! - !
! - ! - ! !
! ! - - - -
"arena p 9 mempunyai nilai kebenaran sama dengan ( p 9 ) ( 9 p ),
maka kedua pernyataan majemuk di atas disebut ek4i<alen logis.
Jadi, p 9 ( p 9 ) ( 9 p )
!oal&
!elidiki apakah pernyataan di ba4ah ini apakah implikasi logis atau ek4i<alen logis.
'. =( p 9 ) < r > =( p 1 9 ) < r>
). = 1 ( p 9 )> ( p 9 )
$III. KON$ER%1 IN$ER% DAN KONTRAPO%I%I
Jika suatu bentuk implikasi p 9 diubah menjadi 9 p disebut kon<ers
Jika suatu bentuk implikasi p 9 diubah menjadi 1 p 1 9 disebut in<ers
Jika suatu bentuk implikasi p 9 diubah menjadi 1 9 1 p disebut
kontraposisi
!kema kon<ers, in<ers dan kontraposisi dapat dilihat sbb&
kon<ers
p 9 9 p
in<ers kontraposisi in<ers
1p 19 19 1p
kon<ers
%ontoh&
%arilah kon<ers, in<ers dan kontraposisi dari pernyataan&
LOGIKA MATEMATIKA - 7
0 Jika binatang itu bertubuh besar maka binatang itu disebut gajah 0
"on<ers & Jika binatang itu disebut gajah maka binatang itu bertubuh besar
In<ers & Jika binatanag itu tidak bertubuh besar maka binatang itu bukan gajah
"ontraposisi& Jika binatang itu bukan gajah maka binatang itu tidak bertubuh besar
!oal&
-uatlah kon<ers, in<ers dan kontraposisi dari pernyataan&
'. Jika dua buah garis saling tegak lurus maka kedua garis itu membentuk sudut
siku-siku
). Jika 5 6 + maka
x
2
6 ?
I2. PENGERTIAN KUANTOR
!uatu "uantor adalah suatu ucapan yang apabila dibubuhkan pada suatu
kalimat terbuka akan mengubah kalimat terbuka tersebut menjadi suatu kalimat
tertutup atau pernyataan.
"uantor dibedakan atas&
'. "uantor $ni<ersal@ $mum ( $ni<ersal Auantiier ), notasinya & 0

B
). "uantor "husus ( "uantor ( :ksistensial Auantiier ), notasinya & 0 0
%ontoh&
Jika p(5) kalimat terbuka& 5 C + D 3
/pabila pada kalimat terbuka di atas dibubuhi kuantor, maka&

5, 5 C + D 3 ( ! )
atau 5, 5 C + D 3 ( - )
Jika 5 bilangan bulat, maka tentukan nilai kebenaran dari pernyataan-pernyataan
di ba4ah ini.
'. (

5) ( y ) ( 5 C )y 6 E )
). ( 5) ( y) (5 C )y 6 5)
+. (

5) (

y) ( 5 D y )
,. ( 5) ( y) ( 5.y 6 ' )
2. PERNYATAAN &ERKUANTOR
LOGIKA MATEMATIKA - 8
%ontoh pernyataan berkuantor&
'. !emua manusia ana
). !emua mahasis4a mempunyai kartu mahasis4a
+. /da bunga ma4ar yang ber4arna merah
,. ;idak ada manusia yang tingginya + meter
$ntuk memberikan notasi pada pernyataan berkuantor maka harus dibuat ungsi
proposisinya terlebih dahulu, misalnya untuk pernyataan 0!emua manusia anaB
maka kita buat ungsi proposisi untuk manusia *(5) dan ana F(5), sehingga notasi
dari semua manusia ana adalah

5, *(5) F(5)
-uatlah notasi untuk pernyataan berkuantor di ba4ah ini.
'. !emua pedagang asongan adalah pejalan kaki ( /(5), "(5) )
). /da mahasis4a yang tidak mengerjakan tugas ( *(5), ;(5) )
+. -eberapa murid ikut lomba Porseni ( *(5), L(5) )
,. !emua guru diharuskan berpakaian seragam ( G(5), !(5) )
2I. NEGA%I PERNYATAAN &ERKUANTOR
#egasi pernyataan berkuantor adalah la4an@ kebalikan dari pernyataan
berkuantor tersebut.
%ontoh&
#egasi dari pernyataan& 0 !emua mahasis4a tidak mengerjakan tugas 0 adalah
0 /da mahasis4a yang mengerjakan tugas 0
Jika diberikan notasi, maka pernyataan di atas menjadi&

5, *(5) T x ( ) , negasinya 5, *(5) ;(5)


!oal&
-uatlah negasi dari pernyataan-pernyataan berkuantor pada soal sebelumnya.
2II. ARGUMEN
LOGIKA MATEMATIKA - 9
/rgumen adalah kumpulan pernyataan, baik tunggal maupun majemuk
dimana pernyataan-pernyataan sebelumnya disebut premis-premis dan pernyataan
terakhir disebut konklusi@ kesimpulan dari argumen.
%ontoh&
'. p 9
). p @ 9
'. ( p 9 ) ( r s )
). 1 9 < 1 s @ 1 p < 1 r
'. p
). 9 @ p 9
2III. &UKTI KEA&%AHAN ARGUMEN
-ukti keabsahan argumen dapat melalui&
'. ;abel "ebenaran
). /turan Penyimpulan
$ntuk argumen sederhana atau argumen yang premis-premisnya hanya sedikit
bukti keabsahan argumen dapat menggunakan tabel kebenaran, namun untuk
argumen yang premis-premisnya kompleks harus menggunakan aturan-aturan yang
ada pada logika diantaranya aturan penyimpulan.
%ontoh&
-uktikan keabsahan argumen
'. '. p 9
'. 1 9 @ 1p
). '. a b
). c d
). ( 1b < 1d ) ( 1a < 1b )@ 1a < 1c
-ukti&
!oal no. ' menggunakan tabel kebenaran
LOGIKA MATEMATIKA - 10
p 9 1p 19 p 9 =( p 9) 19> =(p 9) 19> 1p

- - ! ! - ! -
- ! ! - ! ! -
! - - ! - ! -
! ! - - - - -

"arena dari tabel kebenaran di atas menunjukkan tautologi, maka argumen sah
!oal no. ) menggunakan aturan penyimpulan

'. a b
). c d
+. ( 1b < 1d ) ( 1a < 1b )@ 1a < 1c
,. ( a b ) ( c d ) ',) %onj
3. ( 1b < 1d ) +, !impl
H. 1 a < 1c ,,3 DD
!oal&
-uktikan keabsahan argumen&
'. e ( 1g)
). ( < g ) h
+. e @ h
2I$. ATURAN PENYIMPULAN
'. *odus Ponens (*P)
p 9
p @ 9
). *odus ;olens (*;)
p 9
19 @ 1p
+. Iypothetical !yllogisme (I!)
p 9
9 r @ p r
,. Disjuncti<e !yllogisme (D!)
p < 9
LOGIKA MATEMATIKA - 11
1 p @ 9
3. %onstructi<e Dillema (%D)
( p 9 ) ( r s )
p < r @ 9 < s
H. Destructi<e Dillema (DD)
( p 9 ) ( r s )
1 9 < 1 s @ 1p < 1r
E. %onjunction (%onj)
p
9 @ p 9
J. !impliication (!impl)
p 9
p
?. /ddition ( /dd)
p
p < 9
2$. ATURAN PENGGANTIAN
'. De *organ
a. 1 ( p 9 ) 1 p K 1 9
b. 1 ( p K 9 ) 1 p 1 9
). "omutati
a. ( p 9 ) ( 9 p )
b. ( p K 9 ) ( 9 K p )
+. /sosiati
a. ( p K 9 ) K r p K ( 9 K r )
b. ( p 9 ) r p ( 9 r )
,. Distributi
a. ( p K 9 ) r ( p r ) K ( 9 r )
b. ( p 9 ) K r ( p K r ) ( 9 K r )
3. Dobel #egasi
1 ( 1 p ) p
LOGIKA MATEMATIKA - 12
H. Implikasi
p 9 1 p K 9
E. *aterial :9ui<alen
a. p 9 ( p 9 ) ( 9 p )
b. p 9 ( p 9 ) K ( 1 p 1 9 )
J. :ksportasi
p ( 9 r ) ( p 9 ) r
?. ;ransposisi
p 9 1 9 1 p
'7. ;autologi
a. ( p < p ) p
b. ( p p ) p
%ontoh&
!elidiki keabsahan argumen di ba4ah ini.
'. a ( b c )
). c ( d e ) @ a ( b d )
+. ( a b ) c ', :ksportasi
,. ( a b ) ( d e ) +,,, Iypothetical !yllogisme
3. 1 ( a b ) K ( d e ) ,, Implikasi
H. ( 1 a K 1 b ) K ( d e ) 3, De *organ
E. =(1 a K 1 b ) K d > =(1 a K 1 b ) K e > H, Distribusi
J. (1 a K 1 b ) K d E, !impliikasi
?. 1 a K ( 1 b K d ) J, /sosiasi
'7. a ( b d ) ?, Implikasi
!oal&
-uktikan keabsahan argumen di ba4ah ini.
'. ( k K l ) 1 ( m n )
). ( 1 m K 1 n ) ( o p )
+. ( o p ) ( 9 r ) @ ( l K k ) ( r 9 )
LOGIKA MATEMATIKA - 13
2$I. HU&UNGAN ANTARA LOGIKA DAN HIMPUNAN
'. !emua bilangan bulat adalah bilangan real ( -(5)L ((5) )
5, -(5) ((5)
-(5)

((5)
). /da bilangan prima yang genap ( P(5)L G(5) )
5, P(5) G(5) )
P(5) G(5)
+. ;idak ada bilangan ganjil yang genap ( J(5)L G(5) )
:kui<alen dengan& !emua bilangan ganjil bukan bilangan genap
5, J(5) 1 G(5) J(5) 1 G(5)
LEM&AR KER#A
LOGIKA MATEMATIKA - 14
'. !elidiki apakah pernyataan di ba4ah ini tautologi, kontradiksi atau kontingensi
a. ( p < 9 ) ( 1 p r )
b. =( p 9 ) ( 9 p )> ( p 9 )
c. ( p 9 ) ( p 19 )
). !elidiki apakah pernyataan di ba4ah ini implikasi logis, ek4i<alen logis atau tidak
kedua-duanya
a. =( p 9 ) r> =( p 19 ) < r>
b. =( p 9 ) r> ( p < 9 )
c. =p ( 9 r )> =( p 9 ) r>
+. -uktikan keabsahan argumen di ba4ah ini.
'. j k
). j < ( k < 1l )
+. 1 k @ 1l < 1k
). $bahlah kalimat di ba4ah ini ke dalam notasi logika.
a. ;idak semua bunga ma4ar ber4arna merah (-(5), *(5))
b. !emua mahasis4a baru harus mendatar ulang (*(5), $(5))
c. /da bilangan prima yang genap (P(5), G(5))
d. -eberapa tamu yang datang pejabat negara (;(5), P(5))
e. ;idak semua penumpang memiliki karcis (P(5), "(5))

SELAMAT BEKERJA


KOM&INATORIK1 PELUANG DAN %TATI%TIKA
'. KOM&INATORIK
LOGIKA MATEMATIKA - 15
Dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai persoalan-persoalan sebagai
berikut&
'. Dengan berapa cara dapat disusun n obyek menurut aturan tertentuM
). Dengan berapa cara pengambilan sejumlah r obyek dari n obyek yang ada, bila
r N nM
+. Dengan berapa cara sesuatu kejadian kejadian dapat terjadiM
Persoalan-persoalan di atas dapat diselesaikan dengan menggunakan kombinatorik
/da ) (dua) prinsip pokok yang dipakai untuk menyelesaikan persoalan
kombinatorik, yaitu prinsip penjumlahan dan prinsip perkalian.
%ontoh&
Untk Prinsi( Penj.lahan
!uatu klub sepak bola mempunyai ,7 anggota sedangkan klub bulutangkis
mempunyai )7 anggota.
a. Jika tidak ada anggota sepak bola yang merangkap menjadi anggota
bulutangkis, maka jumlah anggota kedau klub adalah ,7 C )7 6 H7 anggota
Jika kedua himpunan tidak beririsan, maka jumlah anggota kedua klub
ditambahkan.
b. Jika ada E anggota yang merangkap menjadi anggota kedua klub, maka
dibentuk + himpunan yang saling lepas atau tidak beririsan, yaitu&
(i) Iimpunan I terdiri dari pemain sepak bola saja
(ii) Iimpunan II terdiri dari pemain bulutangkis saja
(iii) Iimpunan III terdiri dari pemain sepak bola dan bulutangkis
"etiga himpunan ini saling lepas dengan masing-masing anggota ,7-E, )7-E
dan E, dengan demikian jumlah anggota dari kedua klub adalah ++C'+CE6 3+
%ara lain untuk memperoleh hasil di atas adalah dengan rumus
n ( / - ) 6 n ( / ) C n ( - ) - n ( / - )
Untk Prinsi( Perkalian
/hmad pergi dari kota / ke kota % dan harus melalui kota -. Dari kota / ke kota -
ada + jalan alternati dan dari kota - ke kota % ada ) jalan alternati. Dengan
berapa banyak cara /hmad bepergian dari kota / ke kota %M



/ - %

Dengan demikian, menurut prinsip perkalian banyaknya cara bepergian dari kota
/ ke kota % adalah + . ) 6 H cara
!oal&
Diketahui empat angka ', ), 3, J
a. ;entukan banyaknya bilangan yang terdiri dari dua angka diketahui.
b. ;uliskan semua bilangan tersebut
LOGIKA MATEMATIKA - 16
c. -erapa banyak bilangan yang bernilai ganjil
'.'. Per.tasi
Deinisi&
!usunan n unsur berbeda dengan memperhatikan urutannya disebut
permutasi dari n unsur tersebut.

n n
P n = !
Deinisi&
*isalkan n bilangan asli. n aktorial atau n. adalah '.).+. . . . . . n
dan 7. 6 '
!iat '&
-anyaknya permutasi dari r unsur ( r n ) yang diambil dari n unsur berbeda
adalah &
n r
P
n
n r
=

!
( )!
!iat )&
-anyaknya permutasi dari n unsur dimana terdapat k unsur yang masing-
masing muncul
q q q
k 1 2
, ,..........,
kali adalah&
P
n
q q q
k
=
!
! !........ !
1 2
!iat +&
-anyaknya permutasi siklis dari n unsur adalah& ( n - ' ).
'.*. K+.binasi
"ombinasi adalah permutasi yang tidak memperhatikan urutan obyek.
!iat &
"ombinasi r unsur ( r n ) dari n unsur adalah&
n r
C
n
r n r
=

!
!( )!
'.,. &in+.i. Ne3t+n

( ) a b C a b
n
r
n
r
n
n r r
+ =
=

0
!oal&
'. Diketahui enam angka yaitu& 7, ', ), +, , dan 3
a. -erapa banyak bilangan yang dapat dibentuk dari enam angka yang diketahui
terdiri dari tiga angka (digit), bila tiap angka hanya dapat digunakan sekali
b. -erapa banyak daripadanya yang merupakan bilangan genap
c. -erapa banyak yang lebih besar dari ++7
). Dengan berapa carakah enam pohon dapat ditanam membentuk lingkaranM
+. Dari kelompok yang yang terdiri atas lima pria dan tiga 4anita, berapa banyak
panitia yang beranggotakan tiga orang dapat dibentuk&
a. tanpa pembatasanM
b. dengan dua pria dan seorang 4anitaM
c. dengan seorang 4anita dan dua orang 4anita bila seorang 4anita tertentu
harus ikut dalam panitiaM
,. ;entukan koeisien
x
7
dari ()5 - +)
10
LOGIKA MATEMATIKA - 17
*. PELUANG
*.'. Pendahlan
;eori Peluang dikembangkan pada abad ke OKII oleh ahli matematika dari
Perancis yang bernama Pierre de Fermat dan -laise Pascal. /4alnya teori peluang
dimulai dari permainan judi atau permainan yang bersiat untung-untungan. Dalam
teori peluang banyak dijumpai soal-soal yang berkaitan dengan uang logam, dadu,
kartu bridge dan lain-lain.
/dapun tujuan mempelajari teori peluang agar sis4a dapat menjelaskan konsep-
konsep dasar teori peluang supaya lebih mudah dipahami dan melatih kemampuan
sis4a dalam hal berolah pikir.
*.*. Pen)ertian Ran) %a.(el dan Kejadian
(uang !ampel adalah seluruh kemungkinan yang terjadi dalam suatu percobaan
(uang !ampel biasanya dilambangkan dengan huru besar 0 ! 0
%ontoh&
'. Pada percobaan melempar sebuah dadu, maka ruang sampelnya ditulis&
! 6 P ', ), +, ,, 3, H Q
). Pada percobaan melempar sebuah mata uang logam
! 6 P /ngka, Gambar Q atau ! 6 P /, G Q
! 6 P *uka , -elakang Q atau ! 6 P *, - Q
"ejadian adalah bagian dari ruang sampel, biasanya untuk melambangkan suatu
kejadian digunakan huru besar.
%ontoh&
'. Pada percobaan melempar sebuah dadu.
a. Jika / adalah kejadian muncul mata dadu bilangan genap, maka&
/ 6 P ), ,, H Q
b. Jika - adalah kejadian muncul mata dadu bilangan prima, maka&
- 6 P ), +, 3 Q
c. Jika % adalah kejadian muncul mata dadu yang merupakan aktor dari '),
maka&
% 6 P ', ), +, ,, H Q
). Pada percobaan melempar dua mata uang logam.
a. Jika P adalah kejadian kedua mata uang muncul /ngka, maka&
P 6 P // Q
b. Jika A adalah kejadian muncul ' /ngka dan ' Gambar, maka&
A 6 P /G, G/ Q
Latihan '&
'. Jika + buah uang logam dilempar, tentukan&
a. (uang !ampel !
b. "ejadian ( yaitu kejadian muncul semuanya gambar
c. "ejadian ! yaitu kejadian muncul satu angka dan dua gambar
). ) buah dadu dilempar, yaitu dadu I dan dadu II, tentukan&
a. (uang !ampel !
b. "ejadian / yaitu kejadian muncul jumlah kedua mata dadu sama dengan E
c. "ejadian - yaitu kejadian muncul mata dadu I angka )
*.,. Pelan) %at Kejadian
LOGIKA MATEMATIKA - 18
*enghitung Peluang dengan menggunakan Pendekatan Frekuensi #isbi atau
Frekuensi (elati
%ontoh&
'. Jika sebuah uang logam dilempar sebanyak '3 kali, kemudian pada setiap
lemparan hasilnya dicatat dan diperoleh rekuensi muncul angka sebanyak E kali,
maka rekuensi relati muncul angka 6
7
15
). Jika sebuah uang logam dilempar sebanyak 37 kali, kemudian pada setiap
lemparan hasilnya dicatat dan diperoleh rekuensi muncul gambar sebanyak )J
kali, maka rekuensi relati muncul gambar 6
28
50
Jadi, peluang suatu kejadian secara rekuensi relati adalah perbandingan
banyaknya kejadian yang muncul dengan banyaknya percobaan yang dilakukan
dalam 4aktu tertentu.

Peluang kejadian ara frekuensi relatif . .sec . . =
banyaknya kejadian yang un!ul
banyaknya "er!#baan yang dilakukan
. . .
. . .

Latihan )&
Lakukan percobaan di ba4ah ini dengan kelompokmu .
'. *elempar sebuah uang logam sebanyak& )3 kali, +7 kali, 37 kali, dan '77 kali
"emudian hitung peluang secara rekuensi relati munculnya gambar.
). *elempar sebuah dadu sebanyak '7 kali, kemudian hitung peluang secara
rekuensi relati
a. munculnya mata dadu bilangan prima
b. munculnya mata dadu 3
c. munculnya mata dadu )
*enghitung Peluang !ecara "lasik
Pada percobaan melempar sebuah mata uang logam, maka peluang muncul
gambar 6
1
2

Ial ini dapat dijelaskan sebagai berikut&
(uang !ampel pada percobaan melempar sebuah uang logam adalah ! 6 P /, G Q
banyaknya anggota ! atau n (!) 6 ), sedangkan kejadian muncul gambar sebanyak
' atau n (G) 6 ', sehingga peluang kejadian muncul gambar pada percobaan
melempar sebuah mata uang logam& p 6
n $
n %
( )
( )

Jadi, p 6
1
2

*enghitung Peluang dengan Deinisi /ksioma Peluang
!etiap kejadian di ruang sampel dikaitkan dengan bilangan antara 7 dan ', bilangan
ini disebut peluang.
a. "ejadian yang tak mungkin terjadi mempunyai peluang nol
b. "ejadian yang pasti terjadi mempunyai peluang satu
c. Peluang dari kejadian / bernilai antara 7 dan '
LOGIKA MATEMATIKA - 19
d. Jika / dan - dua kejadian sehingga / - 6 , maka
P ( / - ) 6 P ( / ) C P ( - )
e. Jika / dan - dua kejadian sehingga / - , maka
P ( / - ) 6 P ( / ) C P ( - ) - P ( / - )

!oal&
'. !ebuah dadu dilempar '77 kali. Iasil lemparan dicatat dalam bentuk tabel sbb&
*uncul
mata dadu
' ) + , 3 H
Frekuensi ', 'E )7 'J '3 'H

;entukan rekuensi relati muncul mata dadu +
a. ;entukan rekuensi relati muncul mata dadu '
b. ;entukan rekuensi relati muncul mata dadu bilangan genap
c. ;entukan rekuensi relati muncul mata dadu bilangan prima
). !eorang dokter menggunakan obat R untuk penyakit S dengan peluang 7,J.
;entukan jumlah orang yang diharapkan sembuh jika ia menggunakan obat R
untuk penyakit S pada +77 orang
+. Dua buah dadu dilantunkan secara bersama-sama. ;entukan peluang&
a. Jumlah mata dadu yang muncul E
b. Dadu I muncul mata dadu ) dan dadu II muncul mata dadu +
c. Dadu I muncul mata dadu ) atau dadu II muncul mata dadu 3
*.-. Kejadian Maje.k
!iat ' & *isalkan / dan - dua kejadian pada ruang sampel dengan / - 6 ,
maka & P ( / - ) 6 P ( / ) C P ( - )
!iat ) & *isalkan / dan - dua kejadian pada ruang sampel dengan / - ,
maka & P ( / - ) 6 P ( / ) C P ( - ) - P ( / - )
*./. Pelan) K+.(le.en sat Kejadian
!iat & *isalkan / kejadian pada ruang sampel, maka P ( /T ) 6 ' - P ( / )
*.4. Kejadian &ers"arat
Deinisi& Dua kejadian / dan - pada ruang sampel dikatakan kejadian bersyarat
yaitu "ejadian - terjadi dengan syarat kejadian / terjadi lebih dahulu
atau -@/, maka peluangnya adalah& P(-@/) 6
P & '
P &
( )
( )

atau
P(/ -) 6 P(/). P(-@/)
*.5. Kejadian %alin) &ebas
Deinisi& Dua kejadian / dan - pada ruang sampel dikatakan saling bebas jika
P(/ -) 6 P(/) . P(-)
!oal&
'. !uatu pengiriman '7 pesa4at ;K + diantaranya dinyatakan cacat. -erapakah
peluang sebuah hotel membeli , pesa4at ;K tersebut dan ) ;K ternyata cacatM
LOGIKA MATEMATIKA - 20
). ;iga buah buku diambil secara acak dari suatu rak yang berisi empat no<el, tiga
buku syair dan sebuah kamus. -erapakah peluang
a. kamus terpilihM
b. dua no<el dan sebuah buku syair yang terpilihM
+. Dua kartu diambil secara berturutan tanpa dikembalikan dari suatu kotak kartu
bridge. -erapakah peluang kartu yang terpilih lebih besar dari ) tetapi lebih kecil
dari ?M
,. -ila / dan - dua kejadian yang saling asing dengan P(/) 6 7,, dan P(-) 6 7,3,
hitunglah&
a. P(/ -)
b. P(/T)
c. P(/T -)
3. Dalam sebuah kotak berisi '3 telur 3 telur diantaranya rusak. $ntuk memisahkan
telur baik dan telur yang rusak dilakukan pengetesan satu persatu. -erapakah
peluang diperoleh telur rusak ke + pada pengetesan ke 3M
,. %TATI%TIKA
Pengertian !tatistika dan !tatistik
!tatistika adalah ilmu yang merupakan cabang dari matematika. Dalam statistika
terdiri dari dua kegiatan&
a. *engumpulkan data, menyajikan data dalam bentuk diagram dan menghitung
nilai-nilai ukuran data sehingga menjadi satu nilai yang mudah dimengerti
makna dari data tersebut.
b. *enggunakan pengolahan data pada (a) untuk membuat kesimpulan atau
meramalkan hasil yang akan datang.
"egiatan (a) disebut !tatistika Deskripti dan kegiatan (b) disebut !tatistika
Inerensial.
#ilai-nilai ukuran data sehingga mudah dimengerti maknanya disebut statistik.
!tatistik memberikan karakteristik-karakteristik tertentu dari data. #ilai ukuran
terkecil, nilai ukuran terbesar, nilai rataan, median, modus, jangkauan data, kuartil,
desil dan persentil disebut statistik.
,.'. Pen)ertian P+(lasi1 %a.(el dan Data
Deinisi&
Populasi adalah kumpulan dari semua obyek atau benda yang akan diteliti.
!ampel adalah sub kumpulan obyek atau benda yang merupakan bagian dari
populasi. Data adalah bentuk jamak dari datum. Datum adalah suatu inormasi
yang diperoleh dari suatu pengamatan. Dengan demikian data adalah
kumpulan dari datum-datum.
,.*. %tatistik Li.a %eran)kai 6Ukran terke7il1 Ukran Terbesar1 Kartil &a3ah1
Median dan Kartil Atas8
*edian adalah data tengah dari suatu kumpulan data yang telah diurutkan.
Jika n ganjil, maka
n +1
2
merupakan bilangan bulat, sehingga median adalah
datum yang ke
n +1
2
, sedangkan jika n ganjil, maka median adalah
LOGIKA MATEMATIKA - 21

x x x x x
n n n n n
2 2
1
2 2
1
2
1
2
1
2
+ = +
+ +
( ) ( )

%ontoh&
;entukan statistik lima serangkai dari data&
E?, H+, ?,, '77, J+, ?), EJ, H), 3+, J,, EH
Ja4ab&
Data diurutkan terlebih dahulu& 3+, H), H+, EH, EJ, E?, J+, J,, ?), ?,, '77
$kuran terkecil & 3+
$kuran terbesar & '77
"uartil ' (A') &
63 76
2
69 5
+
= ,
*edian & E?
"uartil + (A+) &
84 92
2
88
+
=
,.,. Rataan Kartil dan Rataan Ti)a
(ataan "uartil 6
1
2
1 2
( ) ( ( +
(ataan ;iga 6
1
4
2
1 2 3
( ) ( ( ( + +
,.-. #an)kaan Data1 #an)kaan Antar Kartil1 Lan)kah1 Pa)ar Dala. dan
Pa)ar Lar.
Deinisi&
Jangkauan data atau (entangan data adalah selisih antara nilai
maksimum dan nilai minimum dari data.
J 6
x x
max min

Jangkauan antar kuartil adalah selisih antara kuartil atas dan kuartil
ba4ah.
I 6
( (
3 1

, Jangkauan antar kuartil disebut juga hamparan


!atu langkah dideinisikan sebagai satu setengah panjang hamparan.
Jika I menyatakan hamparan dan L menyatakan satu langkah maka&
L 6 ',3 5 I
Pagar Dalam dan Pagar Luar
Pagar dalam (PD) adalah suatu nilai yang letaknya satu langkah di ba4ah
nilai kuartil ba4ah
(
1
dan Pagar Luar (PL) adalah suatu nilai yang
letaknya satu langkah di atas kuartil atas
(
3
PD 6
(
1
- L dan PL 6
(
3
C L
,./. Pen"ajian Data dala. bentk Dia)ra.
Penyajian data dalam bentuk diagram, misalnya&
a. Diagram "otak Garis
b. Diagram -atang Daun
c. Diagram -atang
d. Diagram Garis
e. Diagram Lingkaran
LOGIKA MATEMATIKA - 22
,.4. Da9tar Distribsi :rekensi1 :rekensi Relati91 :rekensi K.lati91
Hist+)ra.
Frekuensi, Poligon Frekuensi dan 8gi<e
Datar Distribusi Frekuensi adalah suatu cara mengorganisasikan data
dengan membagi data menjadi beberapa kelompok atau kelas, kemudian
setiap kelompok atau kelas dari data dicatat mengenai banyaknya data atau
rekuensi yang masuk dalam kelompok tersebut.
Frekuensi (elati adalah rekuensi tiap kelas dibagi rekuensi total dikalikan
'77U
Frekuensi "umulati adalah menjumlahkan setiap rekuensi dengan
rekuensi kelas sebelumnya.
Iistogram adalah salah satu cara menyatakan datar distribusi rekuensi
atau distribusi rekuensi relati.
Poligon Frekuensi adalah garis yang menghubungkan titik tengah titik
tengah pada histogram
8gi<e adalah kur<a distribusi rekuensi kumulati
,.5. Data %tatistika Deskri(ti9
Ukran!kran Tendensi %entral
Rataan Hitn)1 Rataan Ge+.etris1 Rataan Har.+nis dan
Rataan Kadratis
Rataan Hitn)
*isalkan suatu data disajikan dalam bentuk data tunggal yaitu&

x x x
n 1 2
, ,..............,
, rataan hitung adalah

x
x x x
n
n
=
+ + +
1 2
............
atau
x
n
x
i
i
n
=
=

1
1


(ataan untuk data dalam datar distribusi rekuensi
x
f x
f
f x f x f x
f f f
i i
i
k
i
i
k
k k
k
= =
+ + +
+ + +
=
=

.
. . ............. .
...........
1
1
1 1 2 2
1 2
Rataan Ge+.etris
*isalkan data bernilai positi terdiri atas
x x x
n 1 2
, ,..............,
. (ataan
geometris
dinyatakan oleh g adalah akar ke n dari perkalian nilai-nilai data&

g x x x
n
n =
1 2
. ...........
Rataan Har.+nis
*isalkan data bernilai positi terdiri atas
x x x
n 1 2
, ,..............,
. (ataan
harmonis
dinyatakan oleh h adalah nilai yang memenuhi

1 1 1 1 1
1 2
) n x x x
n
= + + + ( ............. )
Iubungan antara rataan hitung, rataan geometris dan rataan harmonis
LOGIKA MATEMATIKA - 23
*isalkan diketahui data
x x x
n 1 2
, ,..............,
bilangan-bilangan positi.
(ataan
geometris lebih kecil atau sama dengan rataan hitung tetapi lebih besar atau
sama dengan rataan harmonis
Jadi& h g x

Rataan Kadratis
*isalkan data terdiri atas
x x x
n 1 2
, ,..............,
. (ataan kuadratis
dinyatakan
oleh k adalah akar kuadrat dari rata-rata kuadrat data yang diketahui atau

k
x
n
i
=

2
M+ds1 Median1 Kartil1 Desil dan Persentil
M+ds adalah nilai yang paling banyak muncul.
*odus data dalam bentuk datar distribusi rekuensi
#ilai *odus &
* + !
#
= +
+
( )


1
1 2
L 6 batas ba4ah limit kelas modus

1
6 selisih rekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya

2
6 selisih rekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya
c 6 panjang kelas modus
Median data dala. da9tar distribsi 9rekensi
*edian ( *
e
k
+
n
f
f
) ( ) = +

2
L 6 batas ba4ah limit kelas median
n 6 ukuran data

f
k
=
rekuensi kumulati sebelum kelas median
6 rekuensi kelas median
c 6 panjang kelas median
Kartil1 Desil dan Persentil
$ntuk data tunggal kuartil adalah nilai data yang ke
i n ( ) +1
4
, i 6', ), +
Jika i 6 ' disebut kuartil ba4ah (A')
Jika i 6 ) disebut kuartil tengah (A)) atau *edian
Jika i 6 + disebut kuartil atas (A+)
$ntuk data dalam datar distribusi rekuensi
LOGIKA MATEMATIKA - 24
"uartil (Ai) 6
+
i n
f
f
k
+

.
4 dimana i 6 ', ), +

L 6 batas ba4ah limit kelas Ai
n 6 ukuran data

f
k
=
rekuensi kumulati sebelum kelas Ai
6 rekuensi kelas Ai
c 6 panjang kelas Ai
$ntuk Desil dan Persentil caranya sama, yaitu
Desil nilai data yang ke
i n
sedangkan
( )
,
+1
10
Persentil nilai data yang ke
i n ( ) +1
100
,.;. Ukran Pen"ebaran Data
$kuran penyebaran data yang akan dibahas adalah
a. !impangan (ata-rata
b. (agam (Kariansi) dan !impangan baku
c. "oeisien "eragaman
d. /ngka -aku
a. %i.(an)an Rata!rata
Deinisi&
*isalkan nilai-nilai data tunggal&
x x x
n 1 2
, ,..............,
, maka simpangan rata-
rata
!( 6
1
1
n
x x
i
i
n
| |
=

, dimana x 6 rataan hitung dan n 6 ukuran data



$ntuk data dalam datar distribusi rekuensi simpangan rata-rata adalah
!( 6
1 1
1
1 1
n
f x x
n
f x x f x x
i i
i
k
k k
| | ( | ) ................ | |) = + +
=

, dimana
n 6 ukuran data, k 6 banyaknya kelas dan
f
i
6 rekuensi kelas ke i
dan
x
i
=
titik tengah kelas ke i
Ra)a. 6$ariansi8 dan %i.(an)an bak
*isalkan nilai-nilai data tunggal&
x x x
n 1 2
, ,..............,
, maka ragam (<ariansi)
adalah&
s
n
x x
n
x x x x
i
i
n
n
2 2
1
1
2 2 1 1
= = + +
=

( ) [( ) .............. ( ) ]

sedangkan simpangan baku adalah

s s
n
x x
i
i
n
= =
=

2 2
1
1
( )
LOGIKA MATEMATIKA - 25
(agam dan simpangan baku data dalam datar distribusi rekuensi adalah

s
n
f x x
i i
i
k
2 2
1
1
=
=

( )
sedangkan simpangan baku adalah

s s = =
2
1 2
1
n
f x x
i i
i
k
( )
=

, dimana
f
i
=
rekuensi kelas ke i dan

x
i
=
titik tengah kelas ke i

"oeisien "eragaman
"oeisien "eragaman (K) 6
si"angan baku
rataan )itung
s
x
.
.
=
"oeisien "eragaman dinyatakan dalam prosen&
K 6
s
x
x100%

An)ka &ak
*isalkan suatu nilai datum 5 dari kumpulan data mempunyai rataan hitung x
dan simpangan baku s, maka angka dari nilai 5 diberikan oleh
,
x x
s
=

LEM&AR KER#A
"erjakan soal-soal di ba4ah ini.
'. a. -erapa carakah dapat dibuat antrian masuk ke bis yang terdiri atas lima
orangM
b. -ila dua orang tidak saling mengikuti, ada berapa cara antrian yang dapat
terjadiM
). Dalam berapa macam cara yang berbedakah suatu ujian yang terdiri atas
delapan soal dengan ja4aban benar salah dapat dija4abM
+. Dari suatu kotak yang berisi empat bola hitam dan dua bola hijau, tiga bola
diambil secara berturutan. ;iap bola dikembalikan sebelum pengambilan
berikutnya. ;entukan peluang bola hijau yang terambil.
,. !uatu kota mempunyai dua mobil pemadam kebakaran yang bekerja saling
bebas. Peluang suatu mobil tertentu tersedia bila dibutuhkan adalah 7,??
a. -erapakah peluang keduanya tidak tersedia bila dibutuhkanM
b. -erapakah peluang suatu mobil tersedia bila dibutuhkanM
3. !kor berikut menyatakan nilai ujian akhir mata pelajaran statistika&
)+ H7 E? +) 3E E, 3) E7 J) +H
J7 EE J' ?3 ,' H3 ?) J3 33 EH
3) '7 H, E3 EJ )3 J7 ?J J' HE
,' E' J+ 3, H, E) JJ H) E, ,+
H7 EJ J? EH J, ,J J, ?7 '3 E?
+, HE 'E J) H? E, H+ J7 J3 H'
LOGIKA MATEMATIKA - 26
!usunlah skor nilai di atas ke dalam datar distribusi rekuensi, kemudian buatlah
histogram, poligon rekuensi dan ogi<e
Iitunglah&
a. (ataan hitung
b. *odus
c. *edian
d. !impangan "uartil
e. "oeisien "eragaman (K)
. !elidiki pula apakah skor nilai di atas mengandung pencilan atau tidak.
SELAMAT BEKERJA






PRETE% LOGIKA1 PELUANG DAN %TATI%TIKA
'. !elidiki apakah pernyataan di ba4ah ini tautologi, kontradiksi atau kontingensi.
= ( p 1p) 9 > 1 r
). ;unjukkan bah4a pernyataan di ba4ah ini implikasi logis.
=( p 9 ) r> = p (9 r)>
+. ;unjukkan bah4a pernyataan di ba4ah ini ini ek4i<alen logis.
= (p 9) (9 r)>

( p r)
,. -uktikan keabsahan argumen di ba4ah ini.
Jika dia mempelajari science maka dia akan mempersiapkan dirinya untuk
mempersiapkan penghasilan yang baik dan jika dia mempelajari kemanusiaan
maka dia mempersiapkan diri bagi suatu kehidupan yang baik.
Jika dia mempelajari science atau mempersiapkan diri bagi suatu kehidupan
yang baik, maka tahun-tahun ajarannya dimanaatkan secara baik.
;ahun-tahun ajarannya tidak dimanaatkan secara baik.
8leh karena itu, dia tidak mempelajari science dan tidak mempelajari
kemanusiaan. (s, p, m, h, t)
3. !ebuah mata uang yang tidak setimbang dilantunkan sebanyak + kali. Peluang
muncul angka dua kali peluang muncul gambar, tentukan peluang&
a. muncul tepat ) gambar
b. paling sedikit muncul ' angka
LOGIKA MATEMATIKA - 27
H. Dalam sebuah kotak terdapat + kelereng 4arna hijau, ) kelereng 4arna merah
dan , kelereng 4arna biru. Lima kelereng diambil secara acak dari dalam kotak
tersebut, tentukan peluang diperoleh ) kelereng biru dan paling sedikit satu
kelereng hijau .
E. ;erdapat angka-angka& 7, ', ), +, , dan 3 akan disusun bilangan yang terdiri dari
+ digit (tanpa pengulangan), berapakah banyaknya bilangan ganjil yang
terbentukM
J. Dari kelompok yang terdiri dari lima pria dan tiga 4anita, berapa banyak panitia
yang beranggota tiga orang dapat dibuat
a. tanpa pembatasanM
b. dengan dua pria dan satu 4anitaM
c. dengan seorang pria dan dua 4anita, bila seorang 4anita tertentu harus ikut
dalam panitiaM
?. Disajikan data sbb& H7, H7, E3, E7, ,3, 37, H3, J3
Iitung rataan, modus dan median dari data di atas.
'7. (ata-rata nilai matematika dari +3 sis4a adalah HE. -ila seorang sis4a
mengikuti ulangan susulan dan nilainya digabung, maka rata-ratanya menjadi
HE,3. -erapakah nilai sis4a yang mengikuti ujian susulanM
PO%TE% LOGIKA1 PELUANG DAN %TATI%TIKA
'. !elidiki apakah pernyataan di ba4ah ini tautologi, kontradiksi atau kontingensi.
= (1p K 9) 1 r> = r ( p 1 9)>
). ;unjukkan bah4a pernyataan di ba4ah ini implikasi logis.
( p

9 ) = ( p 9 ) < (1 p 1 9)>
+. ;unjukkan bah4a pernyataan di ba4ah ini ini ek4i<alen logis.
= 1 ( p < 9 ) < r >

= ( p r ) ( 9 r) >
,. -uktikan keabsahan argumen di ba4ah ini.
Jika harga jatuh atau upah naik maka pedagang eceran meningkat dan
kesibukan iklan akan meningkat. Jika pedagang eceran meningkat maka
pedagang kecil akan mendapat banyak uang. Pedagang kecil tidak mendapat
banyak uang.
8leh karena itu, harga tidak jatuh ( h, u, c, i, k )
3. !ebuah dadu yang tidak setimbang dilantunkan. Peluang muncul mata dadu
ganjil dua kali peluang muncul mata dadu genap. ;entukan peluang muncul mata
dadu bentuk kuadrat bila lebih besar dari +M
LOGIKA MATEMATIKA - 28
H. !ebuah kelereng diambil secara acak dari kotak I yang berisi , kelereng 4arna
putih dan 3 kelereng 4arna merah, kemudian kelereng tersebut dimasukkan ke
dalam kotak II yang berisi 3 kelereng 4arna putih dan 3 kelereng 4arna merah.
Jika sebuah kelereng diambil secara acak dari dalam kotak II, berapakah
peluang kelereng yang terambil ber4arna putihM
E. ;erdapat angka-angka& 7, ', ), +, , dan 3 akan disusun bilangan yang terdiri dari
+ digit (tanpa pengulangan), berapakah banyaknya bilangan yang lebih besar
dari
++7M
J. !uatu himpunan mahasis4a asing beranggotakan dua orang "anada, tiga
Jepang, lima Itali dan dua Jerman. -ila suatu panitia yang terdiri dari empat
orang dibentuk secara acak, berapakah peluang tiap bangsa ter4akiliM
?. Disajikan data sbb& H7, H7, E3, E7, ,3, 37, H3, J3
Iitung& rata-rata simpangan dan simpangan kuartil
'7. Disajikan data sbb&
O
i i
f
+' - ,7 '
,' - 37 )
3' - H7 3
H' V E7 3
E' V J7 H
J' V ?7 ,
?' - '77 )
;entukan&
a. rataan
b. modus
c. median


LOGIKA MATEMATIKA - 29
LOGIKA MATEMATIKA - 30