Anda di halaman 1dari 14

RINGKASAN PASAR MODAL BAB 4

BURSA EFEK

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 1
1. RIZKA DESTIANA (4111101003)
2. IMAS TINI RAMDHAYANI (4111101004)
3. EFRILENE CHATARONA (4111101008)
4. INDRIA HANGGA RANI (4111101011)
5. YULIA TRYANI (4111101016)
6. ARINA JUWITA (4111101023)



Batam, 24 September 201
4.1 DEFINISI
Menurut pasal 1 Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995, Bursa Efek
didefinisikan sebagai : Bursa Efek adalah Pihak yang menyelenggarakan dan
menyediakan sistem dan/atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli
Efek Pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek diantara mereka.
Pihak yang dimaksud adalah orang perorangan, perusahaan, usaha bersama,
asosiasi, atau kelompok yang terorganisai. Dalam pengertian umum, Bursa Efek
disamakan dengan pasar sekunder atau pasar kedua karena dilihat dari sudut
mekanisme perdagangan yang berada dengan pasar ketiga ataupun pasar keempat.
4.2 ORGANISASI BURSA EFEK
Secara umum, organisasi Bursa Efek memiliki beberapa fungsi yang dijabat oleh
manajer atau direktur, yaitu :
Fungsi keanggotaan bertugas menetapkan peraturan mengenai persyaratan menjadi
Anggota Bursa, mengingatkan Anggota Bursa (AB) yang tidak memenuhi
persyaratan selama tahun berjalan, dan mengeluarkan pencabutan keanggotaan
Bursa.
Fungs pencatatan bertugas menetapkan peraturan mengenai persyaratan pencacatan
saham di BE bagi perusahaan yang melakukan penawaran umum, mengeluarkan
surat pencatatan awal dan pencatatan akhir, mengingatkan perusahaan publik yang
melanggar persyaratan pencatatan selama tahun berjalan, dan mengeluarkan
perusahaan publk dar pencatatan Bursa.
Fungsi perdagangan bertugas menerapkan peraturan perdagangan, mekanisme
perdagangan, dan sosialisasinya kepda Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE).
Fungsi pengawasan perdagangan (ompliance) bertugas melakukan pengawasan
terhadap perdagangan selama jam perdagangan berlangsung untuk mencegah
kegiatan penipuan harga, permainan harga, manipulasi harga, concerning, dan short
selling.
Fungsi ketaatan peraturan (surveillance) bertugas melakukan pengawasan terhadap
AB dan emiten mengenai ketaatan terhadap peraturan Bursa.
Fungsi pemeriksaan internal bertugas melakukan pemeriksaan terhadap semua unit
kerja yang ada dalam organisasi perusahaan, serta wajib melaporkan masalah
masalah yang dtemuinya.
Fungsi teknologi informasi bertugas melakukan inovasi teknologi perdagangan dan
teknologi nformasi berkaitan dengan perkembangan komputerisasi.
Fungsi riset dan pengembangan bertugas melakukan kajian kajian untuk
menemukan produk produk baru yang akan diperdagangkan.
Fungsi administrasi dan keuangan bertugas menunjang kegiatan operasional
administrasi dan keuangannya, menyusun LK periodik, mengkoordinasikan
pembuatan anggaran tahunan, dan menyiapkan bahan untuk auditor.
Fungsi hubungan masyarakat bertugas menjalin hubungan dengan perusahaan
publik, pemerintah daerah, dan instansi lain yang ada kaitannya dengan kegiatan
umum di Bursa.
4.3 PEMILIK BURSA EFEK
Pada dasarnya BE dapat dimiliki oleh negara, pemerintah propinsi, pemerintah
daerah, pemerintah kota, atau pihak swasta. Umumnya, BE merupakan organisasi yang
tidak berorientasi laba, tetapi tidak berarti dilarang memperoleh laba, yang dlarang
adalah membagikan laba yang diperoleh dalam bentuk deviden tunai.
4.4 PERUSAHAAN EFEK
Menurut UUPM nomor 8 1995, Perusahaaan Efek adalah pihak yang melakukan
kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi efek, Perantara Pedagang efek, dan atau
Manajer Investasi. Yang dimaksud dengan pihak di atas adalah perusahaan yang
berbadan hokum Perseorangan Terbatas (PT).











Fungsi Perusahaan
Efek
Manajer Investor Pedagang Efek Perantara Efek Penjamin Emisi
Efek
4.4.1 Anggota Bursa
Menurut UUPM nomor 8 1995 dan peraturan perundangan lainnya,
Anggota Bursa adalah perusahaan efek yang telah memperoleh izin usaha dari
Bapepam dan mempunyai hak untuk mempergunakan sistem dan atau saran
Bursa Efek sesuai dengan peraturan Bursa Efek.
Perusahaan efek tidak selalu menjadi Anggota Bursa, tetapi anggota
bursa pasti perusahaan efek. Pihak yang berdagang di Bursa Efek adalah Bursa
yang diwakili oleh Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE).anggota Bursa adalah
cerminan dari perusahaan efek, sedangkan WPPE adalah perorangan yang dapat
melakukan perdagangan.
4.4.2 Anggota Kliring
Untuk menjadi Anggota Kliring, AB (Anggota Bursa) wajib memenuhi
persyaratan yang ditetapkan oleh Sentral Kliring dan Sentral Kustodian. Anngota
Bursa yang tidak menjadi Anggota Kliring (nonclearinghouse member) tidak
dapat melakukan transaksi secar langsung di Bursa Efek, tetapi dapat menitipkan
pesanan dan oenyelesaiannya kepad Aggota Bursa lainya yang menjadi anggota
keliring (nonclearinghouse member) melalui perjanjian atau kesepakatan di antara
mereka.
4.4.3 Penggabungan Fungsi yang memiliki Conflict of Interest
Fungsi perantara dan fungsi pedagang yang digabung dalam suatu
Perusahaan Efek dapat membahayakan investor, Karen ainvestor akan
menanggung resiko kerugian apabila perantara tidak jujur atau investor tidak
terus-menerus memonitor order yang dipasang selama jam perdagangan.
4.4.4 Kepemilikan Perusahaan Efek
Di Indonesia, pihak asing dapat mendirikan Perusahaan Efek secara
patungan dengan pihak Indonesia (join ventura) dengan komposisi kepemilikan
asing maksimal 85%. Pihak asing di sini adalah perusahaan yang bergerak
dibidang jasa keuangan, sementara yang bergerak dibidang nonkeuangan dilarang
menjadi pemegang saham Perusahaan Efek. Efek dari Indonesia dapat bersifat
orang perorangan atau koperasi dan yayasan atau perseroan.
4.4.5 Wakil Perusahaan Efek
Perusahaan Efek diwakili oleh perorangan yang memenuhi persyaratan
yang ditentukan oleh Bapepam dan Bursa Efek. Fungsi emisi efek dijalankan oleh
Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE). Untuk melakukan kegiatan sebagai
WPE, WPPE dan WMI harus mendapatkan izin tertulis dari Bapepam, yang bisa
disebut izin perorangan. Persyaratan umum untuk mengurus izin perorangan
adalah harus memiliki sertifikat profesir pasar modal, dan ketentuan lain yang
penting adalah :
1. Orang perorangan yang sudah memiliki izin untuk bertindak sebagai Wakil
Penjamin Emisi Efek dapat bertindak sebagai Wakil Perantara Perdagangan
efek.
2. Orang oerorangan yang sudah memiliki izin untuk bertindak sebagai WPE,
WPPE atau WMI dilarang bekerja pada lebih dari satu perusahaan.
4.4.6 Modal Perusahaan Efek
Modal disetor dan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) Perusahaan
Efek tergantung pada fungsi-fungsi yang dimilikinya, seperti Perantara Perdagang
Efek (PPE), Penjmin Emisi Efek ( PEE), atau Manajer Investasi (MI). PPE
dipisahkan menjadi dua, yaitu PPE yang mengadministrasikan rekening nasabah
(PPE-ARN), yang tidak mengadministrasikan rekening nasabah (PPE-TRAN).
Jumlah modal Perusahaan Efek serng kali berubah-ubah sesuai dengan
keputusan Mentri Keuangan. Tabel 4.1 menyajikan jumlah modal Perusahaan
Efek menurut Keputusan Mentri Keuangan nomor: 179/KMK.010/2003 yang
harus dipenuhi sebeelum 31 desember 2004.
Tujuan dari modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) adalah untuk
mengetahui kemampuan Anggota Bursa dalam membayar utang jangka pendek
yang formulanya diatur oleh Bapepam.
TABEL 4.1 Modal disetor dan MKB sebelum 31 Desember 2004 (Juta Rp)
No Fungsi Modal disetor MKBD
1 PEE Rp 25,000 Rp 10,000
2 PEE-TARN Rp 500 Rp 200
3 PPE-ARN Rp 15,000 Rp 10,000
4 MI Rp 3,000 Rp 200
5 PEE + MI Rp 28,000 Rp 10,200
6 PEE-ARN + MI Rp 18,000 Rp 10,200

Semakin besar MKBD semakin besar nilai transaksi yang dapat dilakukan
oleh Anggota Bursa pada hari bersangkutan. Oleh karena itu, laporan MKBD ke
Bursa Efek pada setiap pagi hari sebelum perdagangan dimulai adalah untuk
memberi batas maksimum nilai perdagangan yang dapat dilakukan oleh Anggota
Bursa tersebut pada hari bersangkutan.
Tabel 4.2 menyajikan perubahan modal disetor dan MKBD Perusahaan
Efek per 31 Desember 2004:
TABEL 4.2 Modal disetor dan MKB per 31 Desember 2004 (Juta Rp)
No Fungsi Modal disetor MKBD
1 PEE Rp 50,000 Rp 25,000
2 PEE-TARN Rp 500 Rp 200
3 PPE-ARN Rp 30,000 Rp 25,000
4 MI Rp 5,000 Rp 200
5 PEE + MI Rp 55,000 Rp 25,200
6 PEE-ARN + MI Rp 35,000 Rp 25,200


(BAGIAN ARINA)

4.7 MARGIN TRADING VS SHORT SELLING
4.7.1 Margin Trading
Jika kondisi pasar modal sedang semarak karena investor merasa optimis dengan
perekonomian di masa depan, maka perdagangan efek di Bursa akan meningkat dalam
frekuensi, volume, dan nilai perdagangan. Dalam keadaan perdagangan yang sedang
semarak ada kecenderungan harga harga seluruh jenis saham nerangkak naik secara
merata (disebut pasar sedang bullish). Apabila pasar sedang bullish, broker efek akan
mengambil kebijakan margin trading kepada nasabahnya. Nasabah yang hanya
memiliki modal sebesar Rp 100 juta diberi kesempatan untuk melakukan transaksi
senilai 2 kali modal yang dimilikinya itu atau Rp 200 juta. Ini berarti kantor broker
memberi pinjaman sebesar 50% dari total transaksi, yang akan dilunasi kemudian
setelah saham dijual dengan mendapat keuntungan. Dengan margin trading investor
akan mendapat keuntungan yang lebih besar dan kantor broker akan menerima biaya
taransaksi (transaction fee) yang juga lebih besar.
Agar dapat melaksanakan kegiatan margin trading, nasabah harus memenuhi
persyaratan yang ditetapkan oleh Bapepam, yaitu:
1. Nasabah harus membuka rekening efek marjin disamping rekening efek regular.
2. Kekayaan bersih nasabah harus diatas Rp 1 miliar.
3. Pendapatan tahunan nasabah harus Rp 200 juta.
4. Nasabah wajib memenuhi permintaan perusahaan efek sehubungan dengan transaksi
marjin berupa efek atau dana.
5. Perusahaan efek memenuhi ketentuan MKBD tertentu.
6. Perusahaan efek memiliki system pengendalian internal yang baik, yang dibuktikan
oleh surat pernyataan akuntan public yang sudah ditandatangani dalam waktu 1 bulan
sejak berakhirnya pemeriksaan dan surat pernyataan tersebut berlaku selama 12 bulan
sejak ditandatangani.
7. Perusahaan efek dapat melaksanakan transaksi jual atau beli efek untuk memenuhi
seluruh kewajiban nasabah tanpa memberi alasan sesuai dengan kontrak marjin.
8. Perusahaan efek dapat menutup efek marjin nasabah setiap saat.
9. Jenis efek yang dapat dipergunakan secara marjin diumumkan oleh Bursa Efek, yaitu
yang memenuhi persyaratan (a) diperdagangkan setiap hari bursa selama 6 bulan
terakhir dengan nilai perdagangan harian minimal Rp 1 miliar, dan (b) dimiliki oleh
4.000 pihak selama 6 bulan terakhir.

4.7.2 Short Selling
Apabila Bursa Efek sedang lesu, yang ditandai dengan turunnya harga saham
secara perlahan setiap hari, investor akan melakukan short selling. Maksud dari short
selling adalah tindakana menjual saham, padahal belum memiliki saham tersebut.
Mekanisme short selling adalah menjual pada pagi hari dan kemudian membeli pada
sore hari sebelum jam perdagangan usai dengan jumlah unit saham yang sam sehingga
pada hari itu tidak ada kewajiban menyerahkan saham. Investor akan melakukan short
selling apabila dia mengestimasi bahwa sore hariharga saham akan turun, sehingga
apabila pagi ini dia menjual saham akan menguntungkan karena harga pagi lebih mahal
dari pada harga disore hari. Apabila estimasi investor meleset maka investor terpaksaa
harus membeli dengan menanggung kerugian.

4.8 PERATURAN PENCATATAN SAHAM
Peraturan pencatatan saham di Bursa Efek sering kali berubah sehingga wajib
diikuti terus menerus oleh para pelaku di pasar modal. Peraturan pencatatan saham
terakhir yang diikuti dalam buku ini di sesuaikan dengan keputusan direksi BEJ: Kep-
305/BEJ/07-2004 dan Kep-308/BEJ/07-2004.
4.8.1 Jenis Pencatatan
Jenis pencatatan saham di Bursa Efek dikelompokkan menjadi 4, yaitu:
a. Pencatatan pendahuluan (pre-listing)
b. Pencatatan awal (initial listing)
c. Keluar dari pencatatan (delisting)
d. Pencatatan kembali (relisting)
Pre-listing adalah pada saat calon emiten sedang dalam proses go public guna
memastikan bahwa calon emiten itu telah memenuhi persyaratan untuk dicatatkan
di suatu bursa efek, sehingga prosesnya diharapkan dpat berjalan lancar.
I nitial listing adalah tanggal pencatatan resmi suatau saham yang tercatat dibursa
efek dan yang untuk pertama kalinya saham diperdagangkan dibursa efek.
Delisting adalah penghapusan pencatatan efek dari daftar efek yang tercatat
dibursa efek.
Relisting adalah pencatatan kembali setelah pernah di-delist dari Bursa efek.
4.8.2 Ketentuan Umum Pencatatan
Beberapa ketentuan umum pencatatan saham adalah sebagai berikut:
a. Efek ekuitas yang dicatatkan di bursa meliputi saham, hak memesan efek
terlebih dahulu, waran dan tujuan lainnya.
b. Perusahaan wajib mencatatkan seluruh saham (company listing)
c. Pencatatan saham yang berasal dari right, waran, obligasi konvertibel, dan
lain-lain wajib dilakukan secara pra-pencatatan.
d. Setiap efek yang bersifat ekuitas selain saham yang tercatat di bursa harus
memberikan hak kepada pemegangnya untuk memperoleh 1 saham.
e. Perusahaan tercatat dilarang melakukan stock split atau reverse stock
sekurang-kurangnya 12 bulan sejak saham diperdagangkan di bursa.
f. Perusahaan tercatat dilarang melakukan stock split atau reverse stock
sekurang-kurangnya 12 bulan sejak tanggal perubahan nilai nominal terakhir.
4.8.3 Persyaratan Pencatatan
Pencatatan di Papan Utama dan Papan Pengembangan wajib memenuhi
syarat antara lain:
a. Perusahaan berbadan hokum Perseroan Terbatas
b. Pernyataan pendaftaran yang disampaikan kepada Bapepam dinyatakan efektif
c. Memiliki komisaris independen sekurang-kurangnya 30% dari jumlah anggota
dewan komisaris.
d. Memiliki direktur yang tidak terafiliasi sekurang-kurangnya 1 orang yang
dipilih terlebih dahulu melalui RUPS sebelum pencatatan dan efektif bertindak
sebagai direktur setelah saham dicatatkan.
e. Memiliki komite audit selambat-lambatnya 6 bulan setelah saham tercatat
f. Memiliki sekertaris perusahaan.
g. Nilai nominal saham sekurang-kurangnya Rp 100
h. Direksi dan komisaris harus memiliki reputasi baik sesuai ketentuan bursa
4.8.4 Persyaratan Pencatatan di Papan Utama
Beberapa persyaratan pencatatan di Papan Utama adalah:
a. Telah beroperasi dalam bisnis utama sekurang-kurangnya 36 bulan secara
terus menerus.
b. Laporan keuangan 2 tahun terakhir yang telah diaudit dan laporan interim
tahun ketiga mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian dari akuntan.
c. Nilai aktiva berwujud bersih sekurang-kurangnya Rp 100 miliar berdasarkan
laporan keuangan yang telah diaudit.
d. Jumlah saham yang dimiliki oleh pihak minoritas setelah Penawaran Umum
atau yang telah dimiliki oleh perusahaan yang sahamnya telah tercatat di Bursa
lain dalam 5 hari sebelum tanggal pencatatan sekurang-kurangnya 100 juta
saham, atau 35% dari modal disetor, mana yang lebih kecil.
e. Jumlah pemegang saham paling sedikit 1.000 orang memeliki rekening efek
anggota bursa sessuai dengan ketentuan bursa.
4.8.5 Persyaratan Pencatatan di Papan Pengembangan
Beberapa persyarata pencatatan di Papan Pengembangan adalah :
a. Telah beroperasi dalam bisnis utama sekurang-kurangnya 12 bulan secara
terus menerus.
b. Laporan keuangan 1 tahun terakhir yang telah diaudit dan laporan interim
tahun kedua mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian dari akuntan.
c. Nilai aktiva berwujud bersih sekurang-kurangnya Rp 5 miliar berdasarkan
laporan keuangan yang telah diaudit.
d. Jumlah saham yang dimiliki oleh pihak minoritas setelah Penawaran Umum
atau yang telah dimiliki oleh perusahaan yang sahamnya telah tercatat di Bursa
lain dalam 5 hari sebelum tanggal pencatatan sekurang-kurangnya 50 juta
saham, atau 35% dari modal disetor, mana yang lebih kecil.
e. Jumlah pemegang saham paling sedikit 500 orang memeliki rekening efek
anggota bursa sessuai dengan ketentuan bursa.
f. Perjanjian emisi harus dalam bentuk komitmen penuh (full commitment).

(BAGIAN EFRI)

4.9.9 Perdagangan Waran
Waran diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai. Jika dilakukan di
pasar reguler, maka perdagangan waran akan berakhir 4 hari bursa sebelum waran
itu jatuh tempo. Sementara itu, jika dilakukan di pasar tunai, maka perdagangan
waran akan berakhir 1 hari bursa sebelum waran itu jatuh tempo.
4.9.10 Pasar Negoisasi
Perdagangan efek di pasar negoisasi dilakukan melalui proses tawar-
menawar secara langsung antar anggota Bursa Efek, antar nasabah melalui satu
anggota Anggota Bursa Efek, antara nasabah dan Anggota Bursa Efek, dan antara
Anggota Bursa Efek dan KPEI. Selanjutnya, hasil kesepakatan dari tawar-
menawar tersebut diproses melalui JATS.
4.9.11 Perdagangan Obligasi
Obligasi yang mempunyai bunga tetap diperdagangkan dengan harga yang
sudah termasuk bunga berjalan.
4.9.12 Daftar Informasi Perdagangan Harian (DIPH)
Bursa efek pada setiap hari bursa menerbitkan DIPH yang memuat
keterangan mengenai kode dan nama efek; harga previous, harga tertinggi, harga
terendah, harga terakhir, dan perubahan harga; volume, nilai, dan frekuensi;
indeks harga saham individual; dan tawaran jual serta tawaran beli terbaik pada
akhir hari perdagangan.
4.9.13 Penyelesaian Transaksi Bursa
a. Penyelesaian transaksi bursa di pasar reguler dan pasar tunai dijamin oleh
KPEI
b. Hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa berkaitan dengan transaksi di pasar
reguler dan pasar tunai pada setiap hari bursa ditentukan oleh KPEI melalui
proses netting dan dicantumkan dalam Daftar Hasil Kliring Netting (DHK
Netting)
c. DHK Netting dalam bentuk elektronik disediakan oleh KPEI untuk:
Sesi I : Jam 13.00 WIB
Sesi II : Jam 19.30 WIB
Sementara itu, DHK dalam bentuk tercetak akan disediakan jam 09.30 WIB
pada hari berikutnya.
d. Penyelesaian transaksi menurut DHK Netting wajib dilakukan selambat-
lambatnya oleh Anggota Bursa Efek kepada KPEI jam 12.15 WIB dan oleh
KPEI kepada Anggota Bursa Efek jam 13.30 WIB
e. Anggota Bursa Efek serah efek dapat menyelesaikan kewajibannya dengan 4
cara, yaitu:
(1) Memindahbukukan efek tersebut ke rekening serah efek bersangkutan yang
berada pada KSEI, selambat-lambatnya jam 12.15 pada tanggal yang
ditetapkan dalam DHK Netting; atau
(2) Membuat kesepakatan pinjam-meminjam efek dengan KPEI dan
menginformasikan KPEI bahwa Anggota Bursa Efek wajib menyerahkan efek
pada tanggal yang ditetapkan dalam DHK Netting dan akan diselesaikan
dengan menggunakan efek yang dipinjam dari KPEI; atau
(3) Membeli efek tersebut melalui pasar tunai di mana penyelesaian transaksi
bursanya jatuh pada tanggal yang sama dengan tanggal penyelesaian
kewajiban serah efek tersebut; atau
(4) Menyerahkan uang pengganti pada tanggal yang ditetapkan dalam DHK
Netting. Uang penggantinya adalah 125% dari harga tertinggi di pasar reguler
dan pasar tunai yang penyelesaiannya dilakukan pada tanggal jatuh tempo
yang sama.
f. KPEI harus menyediakan Laporan Penyelesaian Kewajiban (LPK) paling
lambat jam 19.30 WIB pada setiap bursa agar dapat diakses oleh Anggota
Bursa Efek.
g. Penyelesaian transaksi bursa di pasar negoisasi dilakukan dengan
pemindahbukuan secara langsung oleh Anggota Bursa Efek jual dan Anggota
Bursa Efek beli serta tidak dijamin oleh KPEI.
h. Waktu penyelesaian transaksi bursa di pasar negoisasi ditetapkan berdasarkan
kesepakatan antara Anggota Bursa Efek jual dan Anggota Bursa Efek beli
serta diselesaikan per-transaksi.
i. Jika Anggota Bursa Efek jual dan Anggota Bursa Efek beli tidak menetapkan
waktu penyelesaian transaksi bursa, maka penyelesaiannya harus dilakukan
selambat-lambatnya pada hari bursa ke-3 setelah terjadinya transaksi.
4.9.14 Biaya Transaksi
a. Anggota Bursa Efek wajib membayar biaya transaksi kepada Bursa, KPEI, dan
KSEI yang dihitung berdasarkan nilai per transaksi yang dilakukan oleh
Anggota Bursa Efek bersangkutan sebagai berikut:
(1) Untuk transaksi, kliring, dan penyelesaian trabsaksi efek di pasar reguler dan
pasar tunai adalah 0,03% dari nilai per transaksi,
(2) Untuk transaksi di pasar negoisasi adalah 0,03% dari nilai per transaksi atau
berdasarkan kebijakan bursa,
(3) Biaya transaksi minimum adalah Rp.2.000.000 per bulan sebagai kontribusi
atas penyediaan fasilitas Bursa dan tetap berlaku bagi Anggota Bursa Efek
yang sedang terkena suspensi atau SPAB-nya dibekukan,
(4) Untuk transaksi obligasi dibebani biaya sebesar 0,005% dari nilai per
transaksi.
b. Anggota Bursa wajib menyetorkan dana jaminan transaksi sebesar 0,01% dari
nilai transaksi yang dijamin oleh KPEI.
c. Pembayaran biaya transaksi ditambah dengan kewajiban PPN dan pajak
lainnya melalui Bursa sebagai wajib pungut.
d. Pembayaran biaya transaksi dan pajaknya wajib dibayar penuh dan sudah
harus tercatat dalam rekening bursa setiap bulan selambat-lambatnya pada hari
kalender ke-12 bulan berikutnya.
e. Jika hari ke-12 di atas jatuh pada hari Sabtu atau Minggu atau hari libur, maka
kewajiban akan efektif pada hari kerja berikutnya.
f. Keterlambatan pembayaran biaya transaksi akan dikenakan denda sebesar 1%
dari jumlah yang harus dibayar untuk setiap hari kalender keterlambatan.
g. Anggota Bursa Efek yang tidak memenuhi kewajibannya selambat-lambatnya
5 hari bursa setelah berlalunya jangka waktu juga akan dikenakan suspensi
perdagangan sampai kewajiban pembayaran beserta dendanya diselesaikan.

4.9.15 Produk Perdagangan
Produk yang diperdagangkan di Bursa Efek meliputi:
1. Saham
2. Obligasi
3.
haknya untuk membeli saham baru.
4.
5.
hedging. Pembeli akan memiliki risiko yang sama dengan penjual.
6. tuk tujuan spekulasi ataupun hedging.
Penjual akan mempunyai risiko yang tak terbatas sedangkan keuntungannya
terbatas.
Contoh Sertifikat Saham


4.9.16 Contoh Perdagangan Saham
Seorang investor datang ke kantor broker efek di jalan Pemuda, Surabaya,
untuk berdagang harian. Pada jam 10.30 dibeli 10 lot saham pabrik rokok HM
Sampoerna dengan harga Rp4.750 per saham. Pada hari yang sama, yaitu pada
jam 11.00, saham tersebut dijual seluruhnya dengan harga Rp5.200 per saham.
Biaya transaksi yang harus dibayar kepada broker efek untuk transaksi beli
sebesar 0,3% (tiga per mil) dan untuk transaksi jual sebesar 0,4% (empat per mil)
sudah termasuk PPn sebesar 0,1% (satu per mil).
Jadi keuntungan investor pada hari itu adalah sebagai berikut:
Hasil penjualan 5.000 saham @ Rp5.200 Rp26.000.000
Dikurangi: biaya transaksi 0,4% x Rp26.000.000 Rp 104.000

Nilai penjualan bersih Rp25.896.000

Nilai pembelian 5.000 saham @ Rp4.750 Rp23.750.000
Ditambah: biaya transaksi 0,3% x Rp23.750.000 Rp 71.250

Harga pembeli Rp23.821.250

Keuntungan Rp25.896.000 Rp23.821.250 Rp 2.074.750

Dalam perdagangan efek, investor selalu dibebani biaya pembelian dan
biaya penjualan yang seluruhnya sebesar 0,7%, sehingga setiap kenaikan harga
saham di atas 0,7% berarti terdapat keuntungan. Sementara kenaikan harga saham
dibawah 0,7% akan menyebabkan investor menderita kerugian jika harga jualdi
bawah harga beli. Setiap penjualan, baik pada harga di atas harga beli maupun di
bawah harga beli, tetap terkena biaya transaksi penjualan sebesar 0,4%.