Anda di halaman 1dari 18

TRAUMATOLOGI

KKS ILMU KEDOKTERAN FORENSIK


RSUD DR.PIRNGADI MEDAN 1

TRAUMATOLOGI

I. PENDAHULUAN
Trauma atau kecelakaan merupakan hal yang biasa dijumpai dalam kasus forensik.
Hasil dari trauma atau kecelakaan adalah luka, perdarahan dan/atau skar atau
hambatan dalam fungsi organ. Agen penyebab trauma diklasifikasikan dalam beberapa
cara, antaralain kekuatan mekanik, aksi suhu, agen kimia, agen elektromagnet, asfiksia
dan trauma emboli. Dalam prakteknya nanti seringkali terdapat kombinasi trauma yang
disebabkan oleh satu jenis penyebab, sehingga klasifikasi trauma ditentukan oleh alat
penyebab dan usaha yang menyebabkan trauma.
(1)


Berdasarkan sifat serta penyebabnya, kekerasan dapat dibedakan atas kekerasan
yang bersifat
(2)

1. Mekanik
Kekerasan oleh benda tajam
Kekerasan oleh benda tumpul
Tembakan senjata api
2. Fisika
Suhu
Listrik
Petir
Perubahan tekanan udara
Akustik
Radiasi
3. Kimia
Asam
Basa kuat




TRAUMATOLOGI

KKS ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
RSUD DR.PIRNGADI MEDAN 2

II. DEFENISI
Traumatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang luka dan cedera serta
hubungannya dengan berbagai kekerasan (ruda paksa), sedangkan yang dimaksud
dengan luka adalah suatu keadaan ketidaksinambungan jaringan tubuh akibat
kekerasan
(2)
. Setiap bentk kekerasan yang menyebabkan luka pada seseorang dari segi
medikolegal disebut dengan istilah
(3)

III. KLASIFIKASI
Jenis trauma berdasarkan etiologi:
A. Trauma Tumpul
Benda-benda yang dapat mengakibatkan trauma tumpul adalah benda yang
memiliki permukaan tumpul contohnya:
Batu
Kayu
Martil
Kepalan tangan
Bola
Jatuh dar tempat tinggi
Kecelakaan lalu lintas
Jenis luka yang diakibatkan trauma tumpul:
1. Luka memar (contusion)
2. Luka lecet (abratio)
3. Luka robek (laceraum)
4. Patah tulang

1. Luka Memar
Memar adalah cedera yang disebabkan benturan dengan benda tumpul yang
mengakibatkan pembengkakan pada baian tubuh tertentu karena keluarnya
darah dari kapile yang rusak ke jaringan sekitarnya tanpa da kerusakan kulit.
(4)

TRAUMATOLOGI

KKS ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
RSUD DR.PIRNGADI MEDAN 3


Bentuk dan luas luka dipengaruhi kuat benturan, alat atau benda penyebab ,
keadaan jaringan, umur, kelamin, dan kondisi tubuh seseorang. Akibat trauma
pada orang sehat dan berotot kuat tentu berbeda dengan orang biasa, apalagi
pada orang yang tidak sehat.
(5)
Bila kekerasan benda tumpul yang mengakibatkan luka memar terjadi
pada daerah dimana jaringan longgar, seperti didaerah mata, leher, atau pada
orang yang lanjut usia, maka luka memar yang tampak sering kali tidak
sebanding dengan kekerasan, dalam arti sering kali lebih luas; dan adanya
jaringan longgar tersebut memungkinkan berpindahnya memar pada daerah
yang lebih rendah, berdasarkan gravitasi
(6)

Efek samping yang terjadi pada luka memar antara lain terjadinya
penurunan darah dalam sirkulasi yang disebabkan memar yang luas dan masif
sehingga dapat menyebabkan syok, penurunan kesadaran, bahkan kematian.
Yang kedua adalah terjadinya agregasi darah di bawah kulit yang akan
mengganggu aliran balik vena pada organ yang terkena sehingga dapat
menyebabkan ganggren dan kematian jaringan. Yang ketiga, memar dapat
menjadi tempat media berkembang biak kuman. Kematian jaringan dengan
kekurangan atau ketiadaaan aliran darah sirkulasi menyebabkan saturasi oksigen
menjadi rendah sehingga kuman anaerob dapat hidup, kuman tersering adalah
golongan clostridium yang dapat memproduksi gas gangren.
Efek lanjut lain dapat timbul pada tekanan mendadak dan luas pada
jaringan subkutan. Tekanan yang mendadak menyebabkan pecahnya sel sel
lemak, cairan lemak kemudian memasuki peredaran darah pada luka dan
bergerak beserta aliran darah dapat menyebabkan emboli lemak pulmoner atau
emboli pada organ lain termasuk otak. Pada mayat dengan kulit yang gelap
sehingga memar sulit dinilai sayatan pada kulit untuk mengetahui resapan darah
pada jaringan subkutan dapat dilakukan dan dilegalkan.
(1)


Tanda-tanda luka memar adalah:
Kulit kelihatan merah kebiru-biruan dan lama kelamaan kehijauan
kemudian coklat dan akhirnya kuning lalu hilang setelah sembuh
TRAUMATOLOGI

KKS ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
RSUD DR.PIRNGADI MEDAN 4

Proses penyembuhan 1-4 minggu

Kadang-kadang memar busa diragukan dengan lebam mayat apalagi bila
memar berada dibagian bawah setentang dengan lebam mayat. Perbedaan
antara memar mayat dengan lebam mayat yaitu:

Luka Memar Lebam Mayat
Dijumpai pembengkakan
jaringan
Tidak dijumpai
Permukaan lebih tinggi dari
kulit
Sama dengan kulit
Terjadi diluar kapiler dan di
dalam jaringan
Di dalam kapiler
Lokalisasi luka tidak tentu Dibagian terendah dari kulit mayat
Darahnya tidak bisa dicuci Darahnya bisa dicuci
Batas jelas Batas tidak je;as



2. Luka Lecet (Abrasio)
Luka lecet adalah luka pada kulit yang superfisialdimana epidermis bersentuhan
dengan benda yang kasar permukaannya
(5)

Arah dari pengelupasan dapat ditentukan dengan pemeriksaan luka. Dua tanda
yang dapat digunakan yaitu:
Arah dimana epidermis bergulung
Hubungan kedalaman pda luka yang menandakan ketidakteraturan
benda yang menganiaya
(1)

Tanda-tanda dari luka lecet adalah:
TRAUMATOLOGI

KKS ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
RSUD DR.PIRNGADI MEDAN 5

Kerusakan hanya sebatas epidermis
Warna coklat kemerahan
Permukaan tidak rata
Sebagianatau seluruh epidermis hilang
Sesuai dengan mekanisme terjadinya luka lecet dapat diklasifikasikan sebagai:
1. Luka Lecet Gores
Luka jenis ini diakibatkan oleh benda runcing yang menggeser lapisan
permukaan kulityang menyebabkan lapisan tersebut terangkatsehingga dapat
menunjukkan arah kekerasan yang terjadi

2. Luka Lecet Serut
Merupakan variasi dari luka lecet gores yang daerah persentuhannya dengan
permukaan kulit lebih lebar

3. Luka Lecet Tekan
Luka yang disebabkan oleh penjejakan benda tumpul pada kulit
(2)
Apek medikolegal dari luka lecet ini antara lain:
1. Menunjukkan adanya kekerasan
2. Bentuk alat yang digunakan
3. Bekas cakaran
4. Bekas gigitan
(5)

TRAUMATOLOGI

KKS ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
RSUD DR.PIRNGADI MEDAN 6


3. Luka robek
Luka robek merupakan luka terbuka akibat trauma benda tumpul, yang
menyebabkan kulit teregang kesatu arah dan bila batas elastisitas kulit
terlampaui, maka akan terjadi robekan pada kulit
(2)

Ciri-ciri luka robek:
1. Bentuknya tidak teratur
2. Pinggirnya tidak rata
3. Bengkok
4. Sering kotor (sesui benda penyebab)
5. Perdarahan tidak banyak (dibanding luka sayat)
6. Terdapat jembatan jaringan diantara kedua tepi luka
7. Rambut terbenam dalam luka
8. Sering disertai luka memar dan lecet

Luka robek bisa sangat hebat sehingga terjadi perdarahan yang fatal. Luka di
daerah jaringan berlemak dapat menyebabkan emboli lemakpulmonal maupun
sistemik, perdarahan organ dalam bisa terjadi segera, tetapi dapat juga tertunda
beberapa hari hari kemudian (pada luka robek yang tidak komplit) yang akan
memperlemah daya tahan jaringan tersebut sehingga suatu saat jebol dan
menimbulkan perdarahan yang fatal
(5)

Aspek medikolegal dari luka robek adalah:
1. Menentukan arah trauma
2. Menentukan kuat trauma
3. Menentukan penyebab trauma
4. Menentukan secara kasar benda penyebab dari luka tersebut

TRAUMATOLOGI

KKS ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
RSUD DR.PIRNGADI MEDAN 7



4. Patah tulang
Pada trauma tumpul yang kaut dapat terjadi patah tulang. Pada anak-anak dan
oarng muda tulang masih lentur dan dapat menyerap tekanan yang berat
miasalnya dinding, mobil, pada anak-anak dapat menyebabkan hancurnya organ
dalam tanpa patah tulang iga. Pecahnya tulang dapat menunjukkan rah trauma.
Patah tulang dapat menimbulkan perdarahan luar dan perdarahan dalam.
Yang paling bahaya adalah trauma tumpul pada tulang kepala, karena dapat
terjadi perdarahan epidural, subdural, subarachnoid, dan intraserebral
Akibat yang ditimbulkan oleh patah tulang:
1. Menimbulkan rasa nyeri dan gangguan fungsi
2. Emboli pulmonal atau emboli otak oleh karena sel-sel lemak memasuki
sirkulsi darah, biasanya terjadi pada fraktur tulang-tulang panjang
3. Perdarahan ekstradural terjadi karena robeknya arteri meningea media yang
berada pada bagian dalam tempurung kepala
(5)


B. Trauma Tajam
Traumatajam adalah luka yang diakibatkan karena bersentuhan dengan benda
tajam
(2)
. Luka akibat benda tajampada umumnya mudah dibedakan dari luka yang
disebabkanoleh benda tumpul dan dari luka akibat tembakan senjata api. Beda luka
akibat trauma tumpul dengan luka akibat trauma tajam yaitu
(2)
:
TRAUMATOLOGI

KKS ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
RSUD DR.PIRNGADI MEDAN 8

No Dinilai Dari Trauma Tumpul Trauma Tajam
1 Bentuk luka Tidak teratur Teratur
2 Tepi luka Tidak rata Rata
3 Jembatan jaringan Ada Tidak ada
4 Rambut Tidak ikut terpotong Ikut terpotong
5 Besar luka Tidak teratur Beberapa garis/titik
6 Sekitar luka Ada luka lecet/ memar Biasanya bersih

Di dalam ilmu kedokteran kehakiman, luka yang diakibatkan benda tajam yang
banyak dijumpai, dan terdapat dalam 3 bentuk yaitu:
1. Luka iris (inciseal wound)
2. Luka tusuk (puncture wound)
3. Luka bacok (chopped wound)
1. Luka iris (inciseal wound)
Luka iris adalah luka yang diakibatkan karena alat untuk memotong dengan
mata tajam dengan cara menekan dan menggeser pada permukaan kulit, tenaga
menggeser lebih besar daripada tenaga menekan. Contoh benda tajam: pisau,
silt, pecahan kaca dan taji.
Ciri-ciri luka iris yaitu:
Panjang luka lebih besar daripada dalamnya luka
Tepi luka tajam dan rata, pada lipatan kulit tepi luka tajam dan berliku-
liku
Ujing luka runcing
Rambut ikut teriris
Tidak ada jembatan jaringan
(3)

Luka sayat tidak begitu berbahaya, kecuali luuka sayat mengenai pembuluh
darah yang dekat ke permukaan seperti dileher, siku bagian dalam, pergelangan
tangan dan lipat paha
(2)
.
Luka iris pada percobaan bunuh diri:
TRAUMATOLOGI

KKS ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
RSUD DR.PIRNGADI MEDAN 9

1. Lokasi pada tempat tertentu, antara lain: leher. Pergelangan tangan, perut
dan lekuk lutut, irisan dileher biasanya tidak sampai ruas belakang tulang
leher
2. Terdapat luka iris yang sejajar, pertama dangkal dinamakan irisan
percobaan kemudian timbul keberanian untuk mengiris lebihdalam
3. Pakaian biasanya disingkirkan sebelum melakkan irisan
4. Tidak ditemukan luka tangkisan
5. TKP rapi tidak porak poranda
(3)

Usia luka sayat diperkirakan sebagai berikut:
- Masih segar
Darah masih ada, daerah tepi luka masih segar, hematoma ada
- 12 jam
Pinggir luka merah, bengkak serta ada perlengketan darah dan cairan limfe
- 24 jam
Lapisan epidermis kulit menutupi permukaan luka, diatasnya terdapat
krusta (kropeng) yang merupakan bekuan darah
- 36 jam
Mulai terbentuk jaringan kapiler
- 48-72 jam
Sel epidermis semakin tumbuh kedalam luka yang nantinya akan
membentuk jaringan penyambung
- 3-5 hari
Bersamaan dengan pembuluh darah baru juga terbentuk jaringan fibrin,
pembuluh darah yang terbentuk menunjukkanpenebalan dan obliterasi
- 1-2 minggu
Jaringan parut mulai terbentuk

TRAUMATOLOGI

KKS ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
RSUD DR.PIRNGADI MEDAN 10

2. Luka tusuk (puncture wound)
Luka tusuk dalah luka yang disebabkan oleh karena alat dengan ujung-ujung
runcing, mata tajam atau tumpul atau alat dengan ujung runcing
denganpenampang bulat, segitiga dengan cara menusukkan sehingga masuk ke
dalam jaringan tubuh. Contohnya: pisau,keris, pecahan kaca, kikir dengan
penampang bulat, segitiga, obeng dll.
(3)

Luka tusuk ada 2 jenis yaitu
a. Penetrasi
Pada luak ini benda menyebabkan penetrasi yang merobek kulit dan
jaringan yang lebih dala, lalu masuk ke rongga tubuh, seperti pada rongga
thorax, abdomen,dl. Dengan denikian bahwa luka hanya merupakan tempat
masuk
b. Perforasi
Jika luka merobek jaringan tubuh manusia sampai menembus dari satu sisi
ke sisi yang lainnya.
Penyebab kematian pada luka tusuk adalah:
Cedera pada organ vital tubuh
Perdarahan dari pembuluh darah yang mengenai cedera
Infeksi
Penyebab kematian yang paling sering adalah cedera pada organ vital tubuh
Ciri-ciri luka tusuk:
Kedalaman luka lebih besar dibandingkan panjang antara lebarnya
Tepi luka tajam atau rata
Rambut terpotong pada sisi tajam
Sekitar luka terkadang ada luka memar (contussion), ekimosis karena
tusukan sampai mengenai tangkai pisau
Sudut luka tajam namun kurang jtajam pada sisi tumpul
TRAUMATOLOGI

KKS ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
RSUD DR.PIRNGADI MEDAN 11


3. Luka bacok (chopped wound)
Luka bacok adalah luka yang diakibatkan senjata tajam yang berat dan
diayunkan dengan tenaga akan menimbulkan luka menganga
(2)
. Contoh: pedang,
arit. Kapak, golok
(3)

Luka ini sering sampai ketulang . bentuknya hampirsama dengan luka sayat
tetapi dengan derajat luka yang lebih berat dalam. Luka terlihat terbuka lebar
atau ternganga pedarahan sangat banyak dansering mematikan.
Ciri-ciri luka bacok:
Ukuran luka bacok baiasanya besar
Tapi luka bacok tergantung pada mata senjatanya
Sudut luka bacok tergantung pada mata senjata
Hampir selalu mengakibatkan kerusakan pada tulang
Kadang-kadang memutuskan tubuh yang terkena bacokan
Disekitar luka dapat ditemukan luka memar (contusio) atau luka lecet
(abrasio)
Umumnya luka akibat kekerasan benda tajam pada kaasus pembunuhan ,
bunuh diri, atau kecelakaan memiliki ciri-ciri:
Pembunuhan Bunuh diri Kecelakan
Lokasi luka Sembarang Terpilih Terpapar
Jumlah luka Banyak Banyak Tunggal/banyak
Pakaian Terkena Tidak terkena Terkena
Luka tangkis Ada Tidak ada Tidak ada
Luka
percobaan
Tidak ada Ada Tidak ada
Cedera Mungkin ada Tidak ada Mungkin ada
TRAUMATOLOGI

KKS ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
RSUD DR.PIRNGADI MEDAN 12

sekunder


C. Luka tembak
Ciri-ciri utama dari luka temabak adala:
1. Luka tembak masuk
Jika hanya terdapat satu luka tembak yaitu luka tembak masuk, hal itu
menunjukkan bahwa peluru masih terdapat di dalam tubuh. Pada kasus
demikian maka peluru harus diambil oleh ahli bedah dan pelurunya
diserahkan kelaboratorium forensik. Lokasi peluru dengan tepat dapat
diketahui dengan pemeriksaan sinar X
Luka tembak masuk biasanya lebih kecil dibanding pelurunya. Hal ini
disebabkan sifat elastis kulit
Bentuk luka adalah bulat jika peluru menembus kulit pada posisi tegak
lurus. Jika peluru menembus kulit dengan membentuk sudut maka
bentuk luka menjadi lonjong.
Pinggiran luka melekuk kearah dalam dan terdapat memar.
Jika tembakan dilakukan dari jarak dekat, luka tembak masuk cukup
besar dan pinggiran luka melekuk ke arah luar.
Pada luka mungkin terdapat sisa-sisa pakaian yang dikenakan korban,
atau sisa bubuk mesiu yang tidak terbakar
Kulit disekitarnya da yang hangus dan seperti kulit di tato.
TRAUMATOLOGI

KKS ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
RSUD DR.PIRNGADI MEDAN 13


2. Luka tembak keluar
Ukuran lukanya lebih besar daripada luka tembak masuk
Pinggiran luka tercabik-cabik atau robek dan melekuk kearah luar.
Tidak adanya luka tembak keluar dapat dijelaskan berdasarkan
keterangan dibawah ini:
a. Peluru mungkin keluar melalui luka tembak masuk karena berbenturan
dengan tulang yang keras.
b. Peluru mungkin dibatukkan keluar
c. Peluru hilang melalui feses
d. Peluru tertahan di dalam jaringan tubuh
Tidak terdapat bagian kult hangus atau seperti tatto pada kulit
disekitarnya.

Perbedaan antara luka tembak masuk dengan luka tembak keluar
Luka tembak masuk Luka tembak keluar
Ukuran kecil, karena peluru menembus
kulit seperti bor dengan kecepatan tinggi
Ukuran lebih besar dan lebih tidak teratur
dibanding luka tembak masuk, karena
kecepatan peluru berkurang sehingga
menyebabkan robekan jaringan
Pinggiran luka melekuk kearah dalam Pinggiran luka melekuk ke luar karena
TRAUMATOLOGI

KKS ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
RSUD DR.PIRNGADI MEDAN 14

karena peluru menembus kulit dari luar peluru menuju keluar
Pinggiran luka mengalami abrasi Pinggiran luka tidak mengalami abrasi
Bisa tampak kelim lemak Tidak terdapat kelim lemak
Pakaian masuk kedalam luka, dibawa
oleh peluru yang masuk
Tidak ada
Pada luka bisa tampak hitam, terbakar,
kelim tato, atau jelaga
Tidak ada
Pada tulang tengkorak pinggiran luka
bagus bentuknya
Tampak seperi keadaan mirip kerucut
Bisa tampak berwarna merah terang
akibat adanya zat monoksida
Tidak ada
Disekitar luka tampak kelim ekimosis Tidak ada
Perdarahan hanya sedikit Perdarahan lebih banyak
Pemeriksaan radiologi atau analisa
aktivitas netron mengungkapkan adanya
lingkaran timah atau zat besi disekitar
luka
Tidak ada



Faktor- faktor yang mempengaruhi cedera akibat senjata api:
a. Jenis peluru
Peluru yang besar mengakibatkan kerusakan yang lebh parah
Luka akibat peluru yang bulat lebih besar dibandingkan jika pelurunya
berbentuk kerucut
Peluru berbentuk kerucut lebih sedikit menyebabkan laserasi jaringan
dibandingkan peluru yang bulat. Luka yang ditimbulkan lukanya seperti
luka tusuk.
Peluru modern yang dibungkus dengan besi merupakan peluru yang
bentuknya kerucut memanjang. Peluru ini menembus tubuh dan dan
keluar tanpa mengalami deflekasi. Dalam hal ini maka cedera yang
TRAUMATOLOGI

KKS ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
RSUD DR.PIRNGADI MEDAN 15

terjadi pada luka tembak masuk dan luka tembak keluar hampir sama
ukuran dan bentuknya melingkar. Luka seperti ini cepat sembuh.
Peluru yang bentuknya tidak teratur mengakibatkan bentuk luka yang
tidak beraturan, laserasi jaringan dan ukuran yang bermacam-macam.

b. Kecepatan peluru
Peluru dengan kecepatan tinggi mempunya ciri-ciri sebagai berikut:
Lubang luka pinggirannya bagus, dengan pinggiran yang mengarah
keluar
Menembus jaringan tubuh
Arah peluru tidak berubah walaupun membentur tulang
Sisa mesiu bentuknya tidak jelas dan tidak teratur.
Peluru dengan kecepatan rendah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
Terdapat memar pada luka tembak masuk
Arah jalan peluru mudah berubah
Karena peluru mungkin tertanam didalam tubuh. Mungkin tidak
terdapat luka tembak keluar.
Gambaran sisa mesiu cendrung mengalami distribusi yang merata
dan jelas


c. Jarak antara senjata api dengan tubuh korban saat penembakan
Jika senjata ditembakkan pada jarak yang sangat dekat atau
menempel dengan kulit:
1. Jaringan subkutan 5-7,5 cm disekitar luka tembak yang masuk
mengalami laserasi.
2. Kulit disekitar luka terbakar atau hitam karena asap. Kelim tatto
terjadi karena bubuk mesiu senjata yang tidak terbakar.
3. Rambut disekitar luka hangus
4. Pakaian yang menutupi luka terbakar karena percikan api dari
senjata.
TRAUMATOLOGI

KKS ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
RSUD DR.PIRNGADI MEDAN 16

5. Walaupun jarang bisa ditemukan bercak berwarna abu-abu atu putih
disekitar luka. Hal ini terjadi jika bubuk mesiu tidak berasap dan
tidak terdapat bagian kehitaman pada kulit.
Tembak jarak dekat
1. Jarak antara 30-45 cm
2. Ukuran luka jarak lebih kecil dibandingkan peluru
3. Warna luka dan kelim tatto lebih luas disekitar luka
4. Tidak ada luka bakar atau kulit yang hangus

Tembak jarak jauh
1. Jaraknya adalah diatas 45 cm
2. Ukuran luka jauh lebih kecil dibandingkanpeluru
3. Kehitaman atau kelim tatto tidak ada
4. Bisatampak kelim lecet. Jika perlu menyebabkan gesekan pada
lubang tampak masuk dan menyebabkan lecet, maka disebut kelim
lecet.
Perbedaan cedera akibat bunuh diri, pembunuhan atau kecelakaan
Bunuh diri Pembunuhan Kecelakaan
Jumlah luka Banyak Banyak Satu atau banyak
Letak luka Pada daerah yang
mudah dijangkau,
misalnya bagian
depan dan samping
tubuh, seperti
leher, pergelangan
tangan, lipat paha,
dada, dll.
Bagian tubuh yang
vital, misalnya
kepala, dada,
abdomen
Dimana saja
biasanya bagian
tubuh yang
menonjol
Jenis luka Biasanya luka
potong atau tusuk
Luka tusuk, laserasi Abrasi, memar,
laserasi
Arah luka Dari kiri
kekanandan dari
atas kebawah
Tidak tentu Tidak tentu
Tingkat keparahan Biasanya tidak Paling parah Tingkat keparahan
TRAUMATOLOGI

KKS ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
RSUD DR.PIRNGADI MEDAN 17

parah bervariasi
Luka lainnya Tidak ada Mungkin ada
karena ada
perlawanan
Berkaitan denagan
kecelakaan
Pakaian Tidak rusak Biasanya rusak Rusak dan terkena
kororan
Alat yang
menyebabkan luk
Terdapat disekitar
korban, dalam
genggaman.
Tidak ada Ada

















DAFTAR PUSTAKA

TRAUMATOLOGI

KKS ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
RSUD DR.PIRNGADI MEDAN 18

1. www.freewebs.com/link_forensik_ku/forensikpatologi.htm
2. Bagian Kedokteran Forensik. Ilmu Kedokteran Forensik. Edisi Pertama. Cetakan
Pertama. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 1997.
3. Hamdani, Njowito. Ilmu Kedokteran Kehakiman. Edisi kedua. PT. Gramedia Pustaka
Utama. Jakarta. 1992
4. Chadha, DR. P. Vijaya. Catatan Kuliah Ilmu Forensik dan Toksikologi. Edisi V. Widya
Medika. Jakarta. 1995
5. Amri, Prof. dr. Amri Sp. F(K), DFM, SH. Rangkaian Ilmu Kedokteran Forensik. Edisi
kedua. Fakultas Kedokteran USU. Medan. 2005.
6. Idris, dr. Abdul muriam. Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik. Bina Rupa aksara.