Anda di halaman 1dari 6

SNTMUT - 2014 ISBN: 978-602-70012-0-6

Proceedings Seminar Nasional Teknik Mesin Universitas Trisakti TM02 - 1


Gd. Hery Hartanto, Teknik Mesin - FTI - Usakti, 20 Februari 2014
KONSTRUKSI DAN KALIBRASI TERMOKOPEL TIPE K

Muklis Adi Saputra
1)
, Mulya Juarsa
2)
, Yogi sirodz Gaos
2)
, Muhammad Yulianto
2)
,
Edi Marzuki
2)


2
Laboratorium Riset Engineering Development
for Energy Conversion and Conservasion (EDFEC)
1
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Ibn Khaldun Bogor
JL.KH. Soleh Iskandar KM.2, Kedung Badak-Bogor 161612
Muklisadiputra52@yahoo.com

Abstrak
Konstruksi dan kalibrasi termokopel tipe K. Beberapa fasilitas yang ada di Laboratorium
Riset Engineering Development for Energy Conversion and Conservasion menggunakan
sistem pembacaan hasil pengukuran suhu dan sensor pengukuran suhu berupa termokopel.
Termokepel berfungsi sebagai sensor suhu, karena termokpel adalah sensor yang
digunakan dalam pengukuran suhu pada pengujian kali ini. Telah dilakukan penentuan
parameter dengan cara pengkalibrasian termokopel (head dan no head). Pembacaan hasil
pengukuran suhu dan termokopel tersebut harus dikalibrasi untuk menghindari terjadinya
kesalahan pengukuran. Metode pengkalibrasian sistem pembacaam hasil pengukuran suhu
dilakukan untuk membandingkan hasil pengukuran suhu dari termokopel yang berfungsi
sebagai acuan, sedangkan pengkalibrasian termokopel dilakukan dengan mencari selisih
dan rata-rata penyimpangan. Pengujian dilakukan kalibrasi termokopel dengan
menggunakan National Instrument-Data Aquisition. Pada setiap titik termokopel dipasang
pada National Instrument-Data Aquisition dengan 13 kanal pada posisi 1 titik. Teknik
pengelasan termokopel pada kawat (chromel (Ni-Cr Alloy)) dan kawat (alumel (Ni-Al))
karena dapat mengukur suhu tinggi untuk rentang suhu 200C hingga +1200C dengan
diameter 1 mm menggunakan tegangan 13,8 volt dari alat DC power supply dan arusnya 10
ampere. Hasil menunjukan bahwa perbedaan selisih termokopel (head dan no head),
dimana termokopel (head) selisih terbesarnya adalah 2,3
0
C sedangkan selisih terbesar
termokopel (no head) adalah 3,7
0
C dengan rata-rata selisihnya yaitu 1,38
0
C pada
termokopel (head) dan rata-rata selisih termokopel (no head) yaitu 1,49
0
C yang dikalibrasi
dengan termometer air alkohol. Dengan demikian rata-rata penyimpangan yang terjadi pada
termokopel (head) adalah 4,19% dan rata-rata penyimpangan pada termokopel (no head)
adalah 4,06%.
Kata kunci: termokopel, kalibrasi, suhu

Pendahuluan
Pada tahun 1822, Seebeck melakukan percobaan dengan menghubungkan plat
bismut diantara kawat-kawat tembaga. Dari percobaan Seebeck tersebut dapat diambil
kesimpulan bahwa adanya perbedaan suhu antara kedua sambungan logam tersebut
akan menyebabkan munculnya gaya gerak listrik antara ujung-ujung sambungan.
Termokopel merupakan sambungan (junction) dua jenis logam atau campuran yang salah
satu sambungan logam tadi diberi perlakuan suhu yang berbeda dengan sambungan
lainnya. Sambungan logam pada termokopel terdiri dari dua sambungan, yaitu :
Reference junction (cold junction), merupakan sambungan acuan yang suhunya dijaga
konstan dan biasanya diberi suhu yang dingin. Measuring junction (hot junction),
merupakan sambungan yang dipakai untuk mengukur suhu[1].
Fasilitas yang dimiliki oleh Laboraorium Riset Engineering Development for
Consersion and Conservasion (EdfEC), dengan menggunakan Natinal Instrument-Data
Aquisition (NI-DAQ). NI-DAQ yaitu sebuah alat perekam data yang dapat menghasil
paremeter dengan laju perekaman 1/sekon data. Untuk menghasilkan data secara
maksimal pada termokopel diperlukan pengkalibrasian secara berkala akan
mempengaruhi hasil nilai ukur. Pemilihan material merupakan salah satu faktor yang
menentukan besarnya penyimpangan, sedangkan pengkalibrasian termokopel dilakukan
dengan membandingkan hasil pengukuran suhu dari termokopel yang berfungsi sebagai
acuan. Teknik pengelasan termokopel pada kawat (chromel (Ni-Cr Alloy)) dan kawat
SNTMUT - 2014 ISBN: 978-602-70012-0-6
Proceedings Seminar Nasional Teknik Mesin Universitas Trisakti TM02 - 2
Gd. Hery Hartanto, Teknik Mesin - FTI - Usakti, 20 Februari 2014
(alumel (Ni-Al)) karena dapat mengukur suhu tinggi untuk rentang suhu 200 C hingga
+1200 C dengan diameter 1 mm menggunakan tegangan 13,8 volt dari alat DC power
supply dan arusnya 10 ampere[2].
Termokopel yang telah dikalibrasi selanjutnya menjadi transfer standar dan sebagai
referensi untuk melakukan pengkalibrasian pada termometer[3]. Tujuan dari kalibrasi ini
adalah menjamin hasil-hasil dari pengukuran yang sesuai dengan standar nasional, selain
itu manfaat dari kalibrasi yaitu untuk menjaga kondisi alat ukur agar tetap sesuai dengan
spesifikasinya[4,5].
Pengujian dilakukan untuk mengetahui cara kerja dan konstruksi dari termokopel
tipe K serta mengetahui perbandingan selisih nilai dan rata-rata penyimpangan dari
termokopel tipe K.

Metodelogi Penelitian
Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
1. Mengelas ujung termokopel menjadi satu rangkaian.
2. Merakit alat pengujian dengan menggunakan National Instrument-Data Aquisition pada
komputer.
3. Melakukan pengujian untuk memperoleh nilai selisih pada termokopel tipe K.
4. Menguraikan hasil pengujian yang telah diperoleh serta mengambil kesimpulan dari
perbandingan hasil uraian.

a. Alat dan Bahan
Alat yang dipakai yaitu:
NI (National Instrument)
Tang crimping
DC power supply
Bahan yang dipakai yaitu:
Air
Termokopel wire
Head

b. Pengelasan Termokopel
DC power supply digunakan untuk menyambung kawat chromel dan kawat alumel
yang mempunyai kapasitas tegangan 13,8 volt dengan arus 10 ampere, seperti
diperlihatkan dalam gambar 1. Teknik penyambungan termokopel dilakukan dengan cara
sebagai berikut: ujung kawat termokopel dikupas, lalu kawat termokopel dibuka dan
dipisah antara kawat chromel dan kawat alumel. Selanjutnya kabel warna hitam pada DC
power supply dipasang pada salah satu kawat termokopel, sedangkan kabel warna merah
dipasang pada pensil untuk pengelasan, seperti diperlihatkan pada gambar 2.













Gambar 1. DC power supply kapasitas tegangan 13,8 volt dengan arus 10 ampere.
SNTMUT - 2014 ISBN: 978-602-70012-0-6
Proceedings Seminar Nasional Teknik Mesin Universitas Trisakti TM02 - 3
Gd. Hery Hartanto, Teknik Mesin - FTI - Usakti, 20 Februari 2014













Gambar 2. Pengelasan termokopel

c. Metode Kalibrasi
Metode pengkalibrasian sistem pembacaam hasil pengukuran suhu dilakukan untuk
mencari selisih dan rata-rata penyimpangan, sedangkan pengkalibrasian termokopel
dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran suhu dari termokopel yang berfungsi
sebagai acuan, dengan cara mencelupkan termokopel dan termometer air alkohol
kedalam gelas yang berisi air secara bersamaan, termokopel yang terpasang pada NI-
DAQ dan termometer tergantung pada batang pegangan, untuk lebih jelas dapat dilihat
pada gambar 3.












Gambar 3. National Instrument-Data Aquisition (NI-DAQ)

Proses ini dilakukan secara berkala agar mendapatkan data yang valid dengan
termokopel dipasang pada NI-DAQ dengan 13 kanal pada posisi 1 titik. Untuk mengetahui
perbandingan termokopel dengan termometer air alkohol dan tipe termokopel dapat diihat
pada tabel 1 dan tabel 2 dibawah ini.

Tabel 1. Perbandingan Temokopel dengan Termometer Air Alkohol
Parameter Termometer Air Alkohol Termokopel
Akurasi/Ketidakpastian Lebih Akurat Kurang Akurat
Rentang Ukur Lebih Sempit Lebih Luas
Stabilitas Bagus Sedang
Harga Lebih Mahal Lebih Murah


SNTMUT - 2014 ISBN: 978-602-70012-0-6
Proceedings Seminar Nasional Teknik Mesin Universitas Trisakti TM02 - 4
Gd. Hery Hartanto, Teknik Mesin - FTI - Usakti, 20 Februari 2014

Tabel 2. Tipe Temokopel
Tipe Jenis Bahan
Kaki Positif Kaki Negatif
B Paduan Platina-30% Rhodium Platina
E Paduan Nickel-Chromium
(Chromel)
Paduan Tembaga-Nickel
J Besi Paduan Tembaga-Nickel
K Paduan Nickel-Chromium
(Chromel)
Paduan Nikel-Aluminium
N Nicrosil Nisil
R Paduan Platina-13% Rhodium Platina
S Paduan Platina-10% Platina
T Tembaga Paduan Tembaga- Nikel

Hasil dan Pembahasan
Pengujian hasil pembacaan suhu dilakukan dengan cara menjaga suhu ruangan
agar tidak lebih dari 30
0
C, termokopel dikalibrasi menggunakan termometer dengan rata-
rata selisihnya 1
0
C. Pengujian hasil pembacaan suhu seperti terlihat pada tabel 3 dan 4
dibawah ini.

Tabel 3. Hasil Pembacaan Suhu Termokopel (No Head) terhadap Termometer
Termometer
[
0
C]
Termokopel
(No Head)
[
0
C]
Selisih
[
0
C]
Penyimpangan
[%]
80 83,7 3,7 4,42
70 71,7 1,7 2,37
60 62,1 2,1 3,38
50 50,9 0,9 1,77
40 40,5 0,5 1,23
30 31,1 1,1 3,54
20 20,1 0,1 0,50
10 11,8 1,8 15,25
Rata-rata penyimpangan 4,06
Rata-rata selisih 1,49

Untuk memudahkan hasil pembacaan suhu maka dibuatlah kurva pada gambar 3.1
berdasarkan data hasil pengujian pada tabel 3.



SNTMUT - 2014 ISBN: 978-602-70012-0-6
Proceedings Seminar Nasional Teknik Mesin Universitas Trisakti TM02 - 5
Gd. Hery Hartanto, Teknik Mesin - FTI - Usakti, 20 Februari 2014















Gambar 3.1 Kurva hasil pembacaan suhu termokopel (no head) terhadap termometer

Berdasarkan Gambar 3.1 menunjukkan bahwa hasil pembacaan suhu pada
termokopel (no head) terhadap termometer terjadi penyimpangan terbesar yaitu 15,25%,
rata-rata penyimpangan sebesar 4,06% dengan selisih terbesar yaitu 3.7
0
C dan rata-rata
selisihnya 1,49
0
C.

Tabel 4. Hasil Pembacaan Suhu Termokopel (Head) terhadap Termometer
Termometer
[
0
C]
Termokopel
(Head) [
0
C]
Selisih
[
0
C]
Penyimpangan
[%]
80 80,7 0,7 0,87
70 70,9 0,9 1,27
60 62,3 2,3 3,69
50 51,9 1,9 3,66
40 41,5 1,5 3,61
30 31,4 1,4 4,46
20 21,1 1,1 5,21
10 11,2 1,2 10,71
Rata-rata penyimpangan 4,19
Rata-rata selisih 1,38

Untuk memudahkan hasil pembacaan suhu maka dibuatlah kurva pada gambar 3.2
berdasarkan data hasil pengujian pada tabel 4.














Gambar 3.2 Kurva hasil pembacaan suhu termokopel (head) terhadap termometer
SNTMUT - 2014 ISBN: 978-602-70012-0-6
Proceedings Seminar Nasional Teknik Mesin Universitas Trisakti TM02 - 6
Gd. Hery Hartanto, Teknik Mesin - FTI - Usakti, 20 Februari 2014
Berdasarkan Gambar 3.2 menunjukkan bahwa hasil pembacaan suhu pada
termokopel (head) terhadap termometer terjadi penyimpangan terbesar yaitu 10,71%,
rata-rata penyimpangan sebesar 4,19% dengan selisih terbesar yaitu 2,3
0
C dan rata-rata
selisihnya 1,38
0
C.

Kesimpulan
Telah dilakukan pengkalibrasian termokopel terhadap termometer dengan tujuan
untuk mengetahui cara kerja dan konstruksi dari termokopel tipe K serta mengetahui
perbandingan selisih nilai dan rata-rata penyimpangan dari termokopel tipe K. Hasil
kalibrasi bahwa perbedaan selisih termokopel (head dan no head), dimana termokopel
(head) selisih terbesarnya adalah 2,3
0
C sedangkan selisih terbesar termokopel (no head)
adalah 3,7
0
C dengan rata-rata selisihnya yaitu 1,38
0
C pada termokopel (head) dan rata-
rata selisih termokopel (no head) yaitu 1,49
0
C yang dikalibrasi dengan termometer air
alkohol. Dengan demikian rata-rata penyimpangan yang terjadi pada termokopel (head)
adalah 4,19% dan rata-rata penyimpangan pada termokopel (no head) adalah 4,06%.

Ucapan Terimakasih
Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada Mulya Juarsa, S.Si, M.Esc, Edi
Marzuki, S.T, serta teman-teman yang berada di Laboratorium Riset Engineering
Development for Energy Conversion and Conservasion (EDfEC), atas dukungan dan
bantuannya.


Daftar Pustaka
Raldi Artono Koestoer, 2004. Pengukuran Teknik, Departemen Teknik Mesin Fakultas
Teknik Univ. Indonesia, ISBN 979-97726-1-3.

Harry Persea Americana dkk, 2011. Termokopel Tipe K, Fakultas Teknik Universitas
Kristen Maranatha, Bandung.

Beni Adi Trisna dan Arfan Sindhu Tistomo, 2013. Uji Kelayakan Titik Tetap Aluminum
Sekunder Berdasarkan Kedalaman Supercooling Properness Test of Secondary Al Fixed
Point Based on Supercooling Depth, Puslit PUSLIT KIM-LIPI, Kompleks Puspiptek
Serpong Tangerang 15314.

Muhammad Irvan Siregar, 2009. Teknik Kalibrasi Thermocouple Type K di PT INALIUM
KUALA TANJUNG, USU.

Joko Prasetio W, Teknik Perbaikan Sambungan Termokopel Temperatur Tinggi Pada
Heating-01, Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir BATAN, Sigma Epsilon
ISSN 0853-9103.