Anda di halaman 1dari 10

termoplastik dan termoset

Berbagai macam jenis dari plastik sekarang dipergunakan untuk industri, masing-masing
mempunyai komposisi atau kombinasi tersendiri sesuai dengan penggunaannya. Plastik sangat
membantu sekali untuk pembuatan bentuk yang sulit yang dilaksanakan secara cepat dan
berulang-ulang yang mungkin memerlukan perakitan dari bagian lain.Plastik digolongkan
menjadi 2 golongan besar, yaitu termoplastik dan termoset. Termoplastik adalah jenis plastik
yang dapat didaur ulang, yaitu jika dipanaskan lagi memiliki sifat plastis sehingga dapat dicetak
lagi. Sebaliknya termoset jika dipanaskan akan langsung mengeras dan menjadi arang, sehingga
tidak dapat didaur ulang. Data teknis dari beberapa jenis termoplastik ditunjukkan oleh tabel
dibawah:

Symbol
bahan
Massa
jenis
(gr/cm
3
)
Panas
spesifik
rata-rata
(kJ/kg
o
K)
Suhu
proses
(
O
C)
Suhu
Cetakan
(
O
C)
Penyusutan
(%)
PS 1,05 1,3 180-280 10 0,3-0,6
HI-PS 1,03 1,21 170-280 5-75 0,5-0,6
ABS 1,06 1,4 210-275 50-90 0,4-0,7
LDPE 0,954 2,0-2,1 160-260 50-70 1,5-5,0
HDPE 0,92 2,3-2,5 260-300 50-70 1,5-3,0
PP 0,915 0,84-2,5 250-270 50-80 0,5-2,0
AS 1,07 1,3 230-260 40-90 0,4-0,6
PMMA 1,18 1,46 210-240 50-70 0,1-0,8
PC 1,2 1,3 280-320 80-100 0,8

Keuntungan plastik diantaranya yaitu :
Massa jenis kecil berkisar antara 0,9 -2 gr/cm
2

Tahan terhadap bahan kimia baik (asam, basa, garam)
Sifat isolasi terhadap arus listrik sangat baik
Sifat isolasi terhadap panas baik
Sifat mudah dikerjakan, misal dirol, dipres dan dituang
Mempunyai permukaan yang padat dan halus serta mudah diwarnai
Pembuatannya relatif murah.

Adapun kerugian plastik adalah sebagai berikut :
Kekuatan mekanisnya kecil
Sifatnya tahan panasnya kurang (kecuali beberapa jenis)
Sifat muai panasnya besar
Kekerasannya kurang dan tidak tahan goresan
Mudah retak pada suhu kamar
Daya penyerapan airnya relatif tinggi.


Termoset
Saat ini banyak terdapat plastik di pasaran, sehingga sulit untuk mengenali semua
polimer secara individu. Namun banyak sifat-sifat plastik yang mudah dikenali meskipun baru
melihat sampelnya terutama sifat-sifat fisiknya. Beberapa polimer dapat dites dengan mudah dan
secara relatif peralatan yang digunakan pun juga cukup sederhana diantaranya dapat berupa tes
panas dan uji mekanis (kekakuan/keuletan).
Prosedur paling umum yang banyak digunakan untuk mengenali masing-masing
polimer adalah tes panas. Meskipun pengujian panas tidak selalu akurat, disebabkan karena isian
dan logam yang dapat mengubah karakteristik polimer, tapi tes ini cukup memuaskan untuk
mayoritas plastik yang ada di pasaran. Pengujian pada pelarut kimia yang lebih akurat terlalu
berbahaya untuk dilakukan di laboratorium oleh para pemula.Pengujian ini harus dilakukan oleh
para ilmuwan yang berpengalaman dalam industri plastik karena tes ini melibatkan asam panas
dan bahan kimia yang harus ditangani dengan sangat hati-hati.
Langkah pertama dalam identifikasi bahan plastik adalah untuk menentukan apakah
bahan tersebut merupakan resin thermosetting atau thermoplastik. Cara terbaik untuk
menentukan yaitu dengan batang kaca di atas nyala api Bunsen dan menekannya pada sampel
tersebut. Bila resin menjadi halus dan meleleh, resin tersebut berarti resin thermoplastik. Metode
lain adalah dengan meletakkan sepotong kecil sampel pada tabung uji dan memanasinya sampai
menjadi hitam dan membusuk (thermosetting) atau meleleh (thermoplastik). Berikut ini beberapa
hal yang dapat kita ketahui dari plastik thermoplastik dan thermosetting :
1.1.1 Thermosetting
Thermosetting merupakan jenis plastik yang tidak dapat didaur ulang karena plastik jenis
ini akan langsung mengeras dan menjadi arang jika dipanaskan.Plastik thermosetting meliputi
Phenol Formaldehyde (PF), Urea Formaldehyde (UF),Melamine Formaldehyde (MF), Alkyds,
Epoxy resin (EP), Polyurethane (PUR), Silicones serta Acrylic. Polycarbonat (PC), teflon, PVC,
nylon, cellulosics, polyfluorocarbon, stryrene acrylonitrile (SAN), acetal.
1.1.2 Thermoplastik
Thermoplastik merupakan jenis plastik yang dapat didaur ulang, yaitu dapat dicairkan
dan dialirkan bila dipanasi sehingga dapat dibentuk atau membeku kembali bila pemanasnya
dihentikan. Bahan-bahan yang termasuk thermoplastik antara lain :

A. POLYSTERENE (PS)
Jenis : General Purpose (GP-PS), High impact (HI-PS) dan Expandable Foam.
Bentuk bahan : Butiran (Granular).
Sifat-sifat umum:
1. Murah
2. Mudah diolah
3. Tahan terhadap bahan kimia
4. Menjadi lembek dengan bahan hidrocarbon
5. Bening
6. Berdaya guna
Aplikasi :
General purpose: untuk botol, kemasan stoples, lampu kristal kotak kaset, tutup botol, wadah
produk, lembaran, mainan anak-anak, dsb.
High Impact: untuk kabinet TV, radio, lemari es, mesin cuci, gantungan baju, alat elektronika,
rumah pita kaset, dsb.
Expandable Foam : untuk busa pelapis sebagai peredam benturan untuk produk yang dikemas
dalam kotak (misal TV, radio, alat ukur dsb).

B. POLYETHYLENE (PE)
Jenis : plastik polyethelene memiliki 2 jenis utama, yaitu LDPE (Low Density Polyethylene) dan
HDPE (hight density polyethylene). Bentuk bahan : Butiran.
Sifat-sifat umum :
1. Daya tahan kimianya sangat baik.
2. Faktor tenaga yang rendah
3. Ketahanan mekanikal yang rendah
4. Daya tahan kelembaban uap yang tangguh dan sangat luwes.
Aplikasi :
Film dan lembaran untuk kemasan, insulasi kawat dan kabel, pipa, lapisan, pembalut, caetakan,
mainan anak-anak dan alat-alat rumah tangga.

C. POLYPROPHYLENE (PP)
Bentuk bahan : Butiran
Sifat-sifat :
1. Tanpa bau dan warna
2. Tahan panas
3. Keras permukaan yang sangat baik
4. Sangat tahan kimia
5. Sifat elektrikal yang baik
Aplikasi :
Alat-alat rumah tangga, kesehatan, mainan anak-anak, komponen elektronika, tabung dan pipa,
serat dan filamen pembalut.

D. ACRYLONI TRYL BUTADI NE STYRENE (ABS)
Bentuk bahan : butiran.
Sifat-sifat :
1. Tahan terhadap suhu hingga 212
o
F.
2. Koefisien geseknya rendah.
3. Daya tahan terhadap pemakaian (Wear resistance) dan gesekan baik.
4. Tahan terhadap sebagian besar bahan kimia yang umum dan beberapa hidrokarbon.
5. Sifat-sifat listrik yang baik, tetapi mudah terbakar.
6. Kekerasan dan kekakuannya sangat tinggi.
7. Tetap liat pada suhu 40
o
F.

Aplikasi:
Untuk kotak radio,helm olah raga,ornamen pelengkap barang logam, koper-koper barang,
lambung kapal motor ,dan barang teknik lainnya.

E. POLYMETHI L METACRYLATE (PMMA atau Acrylik)
Bentuk bahan: Butiran dan cairan.
Sifat-sifat:
1. Bening kristal
2. Unggul terhadap pengaruh cuaca
3. Cukup tahan terhadap kimia
4. Tahan benturan
5. Memiliki daya lentur yang baik
6. Tahan ultraviolet
Aplikasi:
Panel-panel dekorasi dan bangunan, kubah, sistem lensa otomatis, ubin berkilat, jendela, tirai,
papan nama/tanda, pembalut dan perekat elastomer.

Kebanyakan plastik mempunyai karakteristik tertentu ketika terkena panas. Karakteristik-
karakteristik tersebut adalah mudah terbakar, warna dan sifat api, ada dan tidak adanya asap,
perilaku meleleh (misalnya menetes atau membengkak), dan bau. Untuk lebih jelasnya dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :

POLYMER
KEMUDAHAN
MENYALA
PADAM
SENDIRI
BAU SIFAT API
PERILAKU
BAHAN
Acetal Sedang Tidak formaldehyde
Api biru bersih, tanpa
asap
meleleh,menetes,tetesan dapat
terbakar
Acrylics Dengan mudah Tidak seperti buah
api biru,kuning di
bagian
melunak,biasanya tanpa
tetesan,agak hangus
atas,menyembur
Acrylonitrile
Butadine
Stryrene
Dengan mudah Tidak karakteristik Api kuning,asap hitam meleleh,menetes,hangus
Cellulose
Acetate
Dengan mudah Tidak
Asam acetic,
gula terbakar
api hitam tua,beberapa
asap yang sangat
hitam
meleleh,menetes,tetesan terus
terbakar
Cellulose
Acetate
Butyrate
Sedang Tidak
mentega
tengik
api kuning tua dengan
warna biru di samping,
beberapa asap hitam
meleleh,menetes tetesan terus
terbakar
Cellulose
Nitrate
sangat mudah Tidak tajam Api putih,sangat cepat bahan terbakar seluruhnya
Cellulose
Propionate
dengan mudah Tidak harum
api biru, bagian atas
kuning,memancar,
asap hitam
meleleh,menetes,tetesan terus
terbakar
Dially
Pthhalate
sulit ya karakteristik kuning,asap hitam lunak, hangus
Epoxy dengan mudah tidak karakteristik
kuning,menyemburkan
asap hitam
Hangus
Ethyl
Cellulose
dengan mudah tidak gula terbakar
api kuning,biru di
bagian atas dan
samping
meleleh,menetes,tetesan terus
terbakar
Ionomer dengan mudah tidak parafin panas
api kuning-oranye,biru
di bagian samping
Meleleh,menggelembung,menetes
dan terbakar,menjadi putih
Melamine
Formaldehyde
sulit ya
amonia dan
formaldehyde
kuning muda
Membengkak,retak,bagian
samping berubah menjadi putih
Nylon sedang ya wool terbakar
api biru, kuning di
bagian atas
meleleh,menetes,berbuih
Phenolic sangat sulit ya kain terbakar
kuning, sedikit asap
hitam, memercik
retak sekali, hangus membengkak
Polyallomer dengan mudah tidak parafin tajam
api kuning,tepi bagian
bawah biru,asap hitam
meleleh,menyembur,tetesan
terbakar
Polycarbonate sulit ya
bau karbon
manis
api kuning,asap hitam
tebal,karbon di udara
lunak,menyembur,hangus
membusuk
Polyester sedang tidak timah panas
kuning, asap hitam,
pembakaran tetap
lunak,tanpa tetesan,terus terbakar
Polyethylene dengan mudah tidak parafin panas
Api biru,bagian atas
kuning
meleleh, menetes, tetesan bisa
terbakar, membengkak
Polyphyeny
lene Oxide
sedang tidak parafin manis
api kuning - oranye,
asap sangat hitam,
karbon di udara
lunak, menyembur, hangus,
membusuk
Polypropylene dengan mudah tidak parafin panas
api biru, kuning di
bagian atas, beberapa
asap putih
meleleh, menyembur, hangus
membusuk
Polystyrene dengan mudah tidak
gas untuk
penerangan
api kuning-oranye,
asap hitam pekat,
gumpalan karbon di
udara
lunak,menggelembung
Polysulfone dengan mudah tidak
bau sulfur
yang tajam
api kuning-oranye,
asap hitam, percikan
karbon di udara
lunak,hangus ,membusuk
Polyurethane dengan mudah tidak bau apel
semburan api kuning
muda, sedikit asap
hitam
meleleh,menetes,tetesan terbakar
Polyvynil
Acetate
dengan mudah tidak asam acetate
api kuning tua,
menyembur,asap
hitam, karbon di udara
Melunak
Polyvynil
Chloride
sulit Ya
asam hydro-
chlorine
api kuning,
hijau di bagian tepi,
menyemburkan api
hijau dan kuning,
asap putih
Melunak
Polyvynilidene
Chloride
sangat sulit Ya chlorine
api kuning, hijau di
bagian tepi,
menyemburkan asap
hijau
melunak,hangus,meninggalkan
abu
Stryrene
Acrylonitrile
dengan mudah tidak
gas untuk
penerangan
dan
acrylonitrile
api kuning, asap
sangat hitam, beberapa
karbon di udara
meleleh,menggelembung,hengus
lebih banyak daripada stryrene
Tetrafluoro-
thylene
tidak akan
terbakar
Ya
baunya
sangat sedikit
kuning, hijau dekat
bagian dasar
meleleh, menggelembung,
sedikit hangus
Urea
Formaldehyde
sulit Ya
bau pancake
yang tajam
api kuning pucat
membengkak,retak,menjadi putih
di bagian tepi


Termoset
Respon polimer terhadap gaya mekanik pada peningkatan temperatur tergantung pada struktur molekul
yang dominan pada polimer. Perbedaan perilaku polimer ini menjadi salah satu dasar klasifikasinya.
Dikenal ada dua jenis polimer, yaitu Termoplastik (polimer termoplastik) dan termoset (polimer
termoset).

Termoplastik melunak ketika dipanaskan dan mengeras ketika didinginkan. Proses ini terjadi secara
reversible dan dapat diulang. Pada level molekular, ketika temperatur ditingkatkan, gaya ikatan
sekunder hilang (dengan adanya peningkatan gerakan molekular) sehingga gerakan relatif rantai yang
berdekatan menjadi meningkat. Sebaliknya apabila temperatur diturunkan, akan terbentuk ikatan
kembali dan polimer akan mengeras. Degradasi irreversible hanya dihasilkan ketika temperaturnya
sangat tinggi.

Temoplastik relatif lunak. Banyak polimer linear dan yang mempunyai beberapa struktur bercabang
dengan rantai fleksibel merupakan termoplastik. Material ini dibuat dengan aplikasi panas dan tekanan
secara simultan. Kebanyakan polimer adalah termoplastik. Sebagai contoh adalah polyethylene,
polystyrene, poly(ethylene terephthalate), dan poly(vinyl chloride).

Polimer thermosetting adalah polimer network. Mereka menjadi keras secara permanen selama
pembentukannya dan tidak melunak ketika dipanaskan. Polimer network mempunyai crosslink kovalen
di antara rantai polimer yang berdekatan. Selama pemanasan, ikatan ini mengikat rantai polimer
menjadi satu untuk menahan gerakan vibrasi dan rotasi rantai pada temperature tinggi. Hal inilah yang
menjadi penyebab mengapa material tidak melunak ketika dipanaskan. Crosslink biasanya dominan, 10
hingga 50% unit pengulanang rantai mengalami crosslink.

Hanya pemanasan yang berlebih yang akan menyebabkan beberapa ikatan crosslink dan polimer itu
sendiri mengalami degradasi. Polimer termoset biasanya lebih keras dan kuat daripada termoplastik dan
mempunyai stabilitas dimensional yang lebih baik. Kebanyakan polimer crosslink dan network termasuk
vulcanized rubbers, epoxies, dan phenolics and beberapa resin polyester adalah thermosetting




TERMOSET
P l a s t i k t e r mo s e t a d a l a h s u a t u b a h a n p o l i me r d e n g a n b e n t u k y a n g
t e t a p (permanent) dan mengalami sambung silam (
cured
) dengan adanya r eaks i ki mi a, t i d a k d a p a t d i l e b u r d a n d i b e n t u k l a g i
me n j a d i b e n t u k l a i n t e t a p i a k a n t e r u r a i (terdegradasi) pada pemanasan suhu
tinggi. Termoset tidak dapat di daur ulang. Jenistermoset yang sering digunakan antara lain :
a. Resin Fenol
Bahan i ni di has i l kan ol eh pr os es kondens as i ant ar a f enol dengan
f or mal dehi d(gambar 19).Gambar 19. Reaksi resin fenolResin keras dari proses dua tingkat
(cara kering) menghasilkan bahan yang tak larut dan dapat dilelehkan sedangkan resin keras dari
proses satu tingkat (cara basah)menghasilkan bahan yang tak larut dan tak dapat
dilelehkan.Jenis, karakteristik, dan penggunaan bahan cetakan resin fenol dapat
dilihat padatabel di bawah ini.


Tabel 8. Jenis, karakteristik, dan penggunaan bahan cetakan resin fenol
b. Resin urea Formaldehid (UF)
Resin urea formaldehid diperoleh dengan mereaksikan urea dengan formalin.Sifat resin UF
kurang bagus jika dibandingkan dengan resin fenol dan resin melamindalam hal ketahanan air,
kestabilan dimensi, dan ketahanan terhadap penuaan, karenaitu bahan lain ditambahkan atau
diproses menjadi kopolimer dengan fenol, melamindan sebagainya untuk
memperbaiki sifat -sifat tersebut di atas. UF dapat digunakansebagai perekat dan
cat.Proses yang dipakai yaitu pencetakan tekan dan injeksi. Dalam
pencetakant ekan, bahan di pr os es pada s uhu cet akan 130 - 150 C, t ekanan
150- 300 kg/ cm , selama 30-40 detik per 1 mm ketebalan dari benda cetakan. Bila cetakan
kaku, tahanterhadap pelarut, jernih dan dapat diwarnai secara bebas, maka bahan ini
banyak digunakan untuk barang-barang kecil yang diperlukan sehari -hari seperti
pelindung


caha ya, s oket , al at - al at l i s t r i k, kanci ng, t ut up wadah, kot ak, baki dan
mangkuk. Masalah yang sering timbul dari bahan ini adalah ketahanan terhadap air
dan proses penuaan (ageing) yang kurang.
c. Resin Melamin
Resin melamin diperoleh dengan mereaksikan melamin dengan formaldehid. Bahan
bereaksi secara termal dengan katalis. Bahan yang dihasilkan dapat digunakansebagai perekat,
lapisan hiasan, lembaran yang dilaminasi, cat, kertas, dan serat.Pr os es ya ng di pakai yai t u
pencet akan t ekan dan i nj eks i . Bar ang - bar angcet akan dar i r es i n mel ami n
dapat di war nai s ecar a bebas . Kar ena unggul dal amketahanan air (khususnya
tahan terhadap air mendidih), ketahanan panas, ketahanant er hadap i s ol as i l i s t r i k.
Penggunaan ut ama adal ah unt uk al at - al at makan, bagi ankomponen l i s t r i k
dan mekani k. Unt uk pel api s hi as an di dapat kan has i l yang bai k dalam warna
dan mengkilap. Bahan ini juga tahan terhadap abrasi, ketahanan baker, k e t a h a n a n
p e l a r u t , k e t a h a n a n k i mi a d a n s e b a g a i n y a . S e b a g a i p e r e k a t
b a n y a k digunakan untuk kayu lapis karena kelekatannya sangat tahan terhadap air dan
tahanterhadap proses penuaan. Karena mudah menyebabkan keretakan pada pelapisan
dankel ekat annya t er hadap l ogam t ak s el al u menunt ungkan, maka bahan
di campur sehingga menjadi resin akrilik yang biasa digunakan sebagai cat baker
untuk mobilmaupun komponen kereta api