Anda di halaman 1dari 18

Kelompok 3 XII IA 3 Smansasoo 2013/2014 Page 2

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala
kebesaran dan limpahan nikmat yang diberikan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
laporan percobaan berjudul Pengaruh Deterjen Terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau .
Adapun penulisan laporan percobaan ini bertujuan untuk mengetahui dampak apa saja
yang ditimbulkan terhadap tanaman kacang hijau dengan pemberian deterjen disetiap
harinya.
Dalam penulisan percobaan ini, berbagai hambatan telah penulis alami. Oleh karena
itu, terselesaikannya laporan percobaan ini tentu saja bukan karena kemampuan penulis
semata-mata. Namun karena adanya dukungan dan bantuan dari pihak-pihak yang terkait.
Sehubungan dengan hal tersebut, perlu kiranya penulis dengan ketulusan hati
mengucapkan terima kasih kepada Bapak Hari Mustajab, S.Pd selaku pengajar mata pelajaran
biologi kelas XII IPA 3 yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan laporan
percobaan ini. Penulis juga berterima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat penulis
sebutkan satu persatu, yang telah membantu menyelesaikan laporan percobaan ini.
Dalam penyusunan laporan percobaan ini, penulis menyadari pengetahuan dan
pengalaman penulis masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan
adanya kritik dan saran dari berbagai pihak agar laporan percobaan ini lebih baik dan
bermanfaaat.
Serta akhir kata penulis ucapkan semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu membalas
budi baik anda semua. Terimakasih.
Mojokerto, 6 September 2013

Penulis





Kelompok 3 XII IA 3 Smansasoo 2013/2014 Page 3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................1
DAFTAR ISI..............................................................................................................................2
BAB 1 PENDAHULUAN
Latar Belakang...........................3
Rumusan Masalah.........................3
Tujuan Percobaan.......................3
Hipotesis.........................4
Manfaat Percobaan.........................4
Batasan Masalah.........................4
Metode Pengumpulan Data............................4
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Tinjauan Umum Tentang Pertumbuhan.........................5
Tinjauan Umum Tentang Kacang Hijau........................6
1. Kacang Hijau Itu............................6
2. Manfaat Kacang Hijau........................7
3. Klasifikasi...........................7
4. Morfologi Tanaman Kacang Hijau.............................7
5. Tinjauan Umum Tentang Deterjen.............................8
1. Deterjen Itu.............................8
2. Komposisi...................................8
3. Jenis Deterjen.......................9
4. Bahaya Deterjen...............................9
BAB III METODOLOGI PERCOBAAN
Metode Percobaan........................................11
Rencana Percobaan.......................11
Populasi dan Sampel............................11
Waktu dan Tempat...........................11
Variabel Percobaan...........................11
Sasaran Percobaan............................12
Intrumen Percobaan..........................12
Prosedur Kerja..............................12
BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN
Data Dalam Tabel.................................................14
Pembahasan..........................15
Uji Hipotesis.........................16
BAB V PENUTUP
Kesimpulan...........................17
Saran.........................17
DAFTAR PUSTAKA..........................18
LAMPIRAN........................19



Kelompok 3 XII IA 3 Smansasoo 2013/2014 Page 4

BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Tumbuh dan berkembang merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Pertumbuhan dan
perkembangan merupakan dua aktifitas kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, karena
prosesnya berjalan bersamaan. Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan
ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk
semula.
Kacang hijau merupakan salah satu tanaman Leguminosae yang cukup penting di
Indonesia. Sampai saat ini perhatian masyarakat kurangnya perhatian ini di antaranya
disebabkan oleh hasil yang dicapai per hektarnya masih sangat rendah.
Tanaman kacang hijau diduga berasal dari kawasan India dan telah lama dikenal dan
ditanam oleh petani di Indonesia. Kacang hijau memiliki beberapa kelebihan jika
dibandingkan dengan tanaman kacang-kacangan yang lain yaitu:
1. Lebih tahan terhadap kekeringan
2. Hama dan penyakit relative sedikit
3. Panen relative cepat, pada umur 55-60 hari
4. Cara tanam dan pengelolaan dilapangannya serta perlakuan pasca panen relative
mudah
5. Kegagalan panen total relatif kecil
6. Harga jual tinggi dan stabil
7. Dapat dikonsumsi langsung dengan pengolahan yang mudah
Peningkatan produksi kacang hijau dilakukan dengan cara memperbaiki kultur teknis
petani, mendapatkan varietas-varietas yang produksinya tinggi dan masak serempak, serat
peningkatan usaha pengelolaan lepas panennya.
Dalam pertumbuhan tanaman kacang hijau, memerlukan media dan dipengaruhi oleh
beberapa faktor salah satunya adalah air. Sehubungan dengan adanya kacang hijau yang
dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh air, pada percobaan ini akan membahas mengenai
perlakuan yang akan ditimbulkan dari pemberian larutan deterjen yang berbeda. Untuk
mengetahui secara detail, maka perlu diketahui bahwa semua tumbuhan memerlukan air
untuk dapat tumbuh. Air sendiri berfungsi antara lain untuk fotosintesis, mengaktifkan reaksi
enzimatik dan menjaga kelembapan. Tanpa air reaksi kimia dalam sel tidak dapat
berlangsung sehingga mengakibatkan tumbuhan mati.
Kadar larutan deterjen yang diberikan pada tumbuhan kacang hijau akan sangat
berpengaruh dalam pertumbuhannya. Berdasarkan penuturan diatas, kami tertarik untuk
melakukan pembuktian dengan mengadakan percobaan tentang pengaruh larutan deterjen
terhadap pertumbuhan kacang hijau. Disini kami memilih larutan murni (air mineral biasa),
larutan deterjen 12,5% (5gr), 25% (10gr), 37,5% (15gr) dan 50% (20gr) untuk disiramkan
tiap harinya untuk diteliti pengaruhnya terhadap pertumbuhan kacang hijau.

B. RUMUSAN MASALAH
Apakah deterjen berpengaruh terhadapa pertumbuhan kacang hijau ?

C. TUJUAN PERCOBAAN
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk membuktikan dan mengetahui pengaruh
pemberian deterjen dengan kadar tertentu pada pertumbuhan kacang hijau.





Kelompok 3 XII IA 3 Smansasoo 2013/2014 Page 5

D. HIPOTESIS
Deterjen berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang hijau yang menyebabkan
pertumbuhan pada kacang hijau terhambat.

E. MANFAAT PERCOBAAN
Manfaat dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui pengaruh deterjen terhadap
pertumbuhan kacang hijau.

F. BATASAN MASALAH
Karya tulis ilmiah yang mengangkat tema tentang pengaruh pemberian deterjen
terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau ini hanya menggaris bawahi hasil percobaan
dan observasi mengenai hal yang berhubungan dengan judul karya ilmiah tersebut. Disertai
pula beberapa kajian-kajian teori mengenai pertumbuhan, kacang hijau dan deterjen.

G. METODE PENGUMPULAN DATA
Data penulisan laporan percobaan ini diperoleh dengan metode studi kepustakaan.
Metode studi kepustakaan yaitu suatu metode dengan membaca telaah pustaka tentang kiat
sukses menembus perguruan tinggi negeri. Selain itu, tim penulis juga memperoleh data dari
internet.






Kelompok 3 XII IA 3 Smansasoo 2013/2014 Page 6

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
1. TINJAUAN UMUM TENTANG PERTUMBUHAN
Pengertian perkecambahan ini tidak hanya dipakai khusus untuk biji tetapi juga
dipakai untuk bagian tumbuhan lainnya. Secara visual dan morfologis suatu biji yang
berkecambah, umumnya ditandai dengan terlihatnya akar atau daun yang menonjol keluar
dari biji. Sebenarnya proses perkecambahan telah mulai dan berlangsung sebelum peristiwa
ini muncul.
Tumbuhnya tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
1. Air
2. Suhu
3. Oksigen
4. Cahaya
Air berfungsi untuk menyiram tanaman agar tetap segar dan tidak layu serta sebagai
media reaksi kimia dalam sel, menunjang fotosintesis dan menjaga kelembapan. Bila
tanaman kekurangan air, akan mengakibatkan tanaman menjadi kering, kekurangan nutrisi.
Kelebihan air juga tidak baik untuk tanaman karena pertumbuhan tanaman akan terhambat
dan kemungkinan terburuk tanaman akan mati.
Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, suhu di lingkungan tanaman tersebut juga
harus ditentukan. Suhu yang baik untuk tumbuhan adalah 30C. Semakin tinggi suhu yang
ada di lingkungan suatu tumbuhan, maka semakin laju transpirasi dan semakin rendah
kandungan air pada tumbuhan sehingga proses pertumbuhan semakin lambat dan perlakuan
tumbuhan pada suhu yang rendah memacu pertumbuhan ruas yang lebih panjang dari pada
perlakuan tanaman di suhu yang tinggi. Fungsi dari suhu sendiri adalah untuk aktivitas enzim
serta kandungan air dalam tubuh tumbuhan. Suhu yang terlalu ekstrim yaitu terlalu tinggi
atau terlalu rendah akan menyebabkan pertumbuhan terhambat atau terhenti karena enzim
idak dapat bekerja.
Faktor lainnya adalah oksigen. Oksigen tersebar luas di udara. Tanaman tidak akan
pernah kehabisan oksigen bila hidup di lingkungan yang bebas. Oksigen berfungsi sebagai
respirasi sel-sel akar yang akan berkaitan dengan penyerapan unsur hara. Bila oksigen yang
tumbuhan dapat hanya sedikit, maka pertumbuhan pada tumbuhan akan terhambat karena
akan susah dalam penyerapan unsur hara dalam tanah.
Faktor terakhir yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah intensitas cahaya.
Tanaman yang diletakkan di tempat yang teduh, akan tumbuh dengan ciri-ciri : berdaun hijau
tua, pertumbuhannya lebih lambat namun stomatanya berjumlah sedikit namun ukurannya
besar, perakarannya tidak terlalu lebat. Berbeda dengan tanaman yang ditanam di tempat
yang mendapatkan banyak cahaya, maka tanaman itu akan mempunyai ciri-ciri : berdaun
hijau muda, stomatanya akan berjumlah banyak namun berukuran kecil, perakarannya lebih
lebat dan pertumbuhannya lebih cepat. Hal ini karena cahaya bersifat menghambat
pertumbuhan karena dapat menguraikan auksin menjadi zat yang menghambat pemanjangan
sel.
Beberapa proses dalam pertumbuhan tanaman yang dikendalikan oleh air antara lain :
perkecambahan, perpanjangan batang, perluasan daun, sintesis klorofil, gerakan batang,
gerakan daun, pembukaan bunga dan dominasi tunas.
Pertumbuhan dapat diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta
jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Pertumbuhan
merupakan peristiwa perubahan biologis yang bersifat kuantitatif.
Pada proses pertumbuhan selalu terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh
peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada


Kelompok 3 XII IA 3 Smansasoo 2013/2014 Page 7

tumbuhan diawali dengan aktivitas sintetis bahan mentah (bahan baku) berupa molekul
sederhana dan molekul kompleks. Tahapan yang dilalui selama melangsungkan proses
tersebut adalah sebagai berikut :
a) Tahap pembelahan sel, yaitu sel induk membelah menjadi beberapa sel anak.
b) Tahap pembentangan, yaitu pembesaran atau peningkatan volume sel anak. Pada sel
tumbuhan, peningkatan tersebut biasanya disebabkan oleh penyerapan air kedalam
vakuola.
c) Tahap pematangan, yaitu perkembangan sel anak yang telah mencapai ukuran tertentu
menjadi bentuk khusus (terspesialisasi) melalui proses diferensiasi. Pada akhirnya
terbentuk jaringan, organ, dan individu.
Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan :
a. Faktor eksternal/lingkungan (ekstraseluler)
Faktor ini merupakan faktor luar yang erat sekali hubungannya dengan proses
pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi
pertumbuhan tumbuhan adalah sebagai berikut:
Air dan mineral
Kelembaban
Suhu
Cahaya
b. Faktor internal (interseluler)
Faktor yang melibatkan hormon dan gen yang akan mengontrol pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan. Dimana dalam hal ini ada beberapa hormone yang dapat
mengontrol proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan tersebut.yaitu:
Hormon Auksin : merangsang pertumbuhan bunga.
Hormon Giberelin : merangsang pertumbuhan batang.
Hormon Sitokinin : memperpanjang akar.
Hormon Afserat : menghambat perpanjangan sel.
c. Faktor Intraseluler (gen)
Pertumbuhan pada tumbuhan terjadi didaerah meristematik (titik tumbuh) yaitu ujung
akar dan batang. Daerah pertumbuhan ada tiga, yaitu zona meristematik, pemanjangan,
dan diferensiasi.
Pertumbuhan dibedakan menjadi dua, yaitu pertumbuhan primer dan pertumbuhan
sekunder. Pertumbuhan primer merupakan pertumbuhan memanjang akibat kegiatan
meristem apical diujung akar dan ujung batang. Sedangkan pertumbuhan sekunder
merupakan pertumbuhan membesar akibat kegiatan cambium dan hanya terjadi pada
tumbuhan dikotil dan Gymnospermae.
2. TINJAUAN UMUM TENTANG KACANG HIJAU
A. Kacang Hijau Itu
Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di
daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki
banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati
tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman
pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.Bagian paling bernilai ekonomi
adalah bijinya. Biji kacang hijau direbus hingga lunak dan dimakan sebagai bubur atau
dimakan langsung. Biji matang yang digerus dan dijadikan sebagai isi onde-onde, bakpau,
atau gandas turi. Kecambah kacang hijau menjadi sayuran yang umum dimakan di
kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan dikenal sebagai tauge. Kacang hijau bila direbus


Kelompok 3 XII IA 3 Smansasoo 2013/2014 Page 8

cukup lama akan pecah dan pati yang terkandung dalam bijinya akan keluar dan mengental,
menjadi semacam bubur. Tepung biji kacang hijau, disebut di pasaran sebagai tepung
hunkue, digunakan dalam pembuatan kue-kue dan cenderung membentuk gel. Tepung ini
juga dapat diolah menjadi mi yang dikenal sebagai soun.

B. Manfaat Kacang Hijau
Banyak manfaat yang terkandung didalam sihijau bundar ini. Diantaranya adalah
kacang hijau mengandung mineral berupa kalsium dan fosfor yang sangat berguna untuk
memperkuat tulang. Kandungan protein didalam kacang hijau mencapai 24%, sangat baik
untuk kesehatan jantung. Selain itu multi-protein nya berfungsi menggantikan sel mati dan
membantu sel tubuh. Kandugan lemak didalam kacang hijau terdiri atas 73% asam lemak tak
jenuh dan 27% asam lemak jenuh. Asam lemak tak jenuh penting untuk menjaga kesehatan
jantung. Selain itu, karena kandungan asam lemak tak jenuhnya, kacang hijau dapat
dikonsumsi bebas bagi yang memiliki masalah dengan berat badan.
Kacang hijau juga mengandung vitamin B1 dan B2 yang membantu penyerapan
protein, mencegah kanker, beri-beri, hingga meningkatkan kinerja saraf. Vitamin B1 juga
bermanfaat untuk pertumbuhan dan vitalitas pria. Selain baik bagi kesehatan dan mencegah
dari beberapa macam penyakit. Mandaat kacang hijau juga sangat baik untuk Ibu Hamil.
Kacang hijau mengandung Asam Folat yang penting untuk Ibu hamil. Ibu hamil dapat
mengonsumsi kacang hijau sejak awal kehamilan atau sebelum hamil. Khasiat yang
terkandung dalam asam folat sangat baik bagi perkembangan saraf pada bayi dalam
kandungan. Manfaat kacang hijau yang mengandung asam folat ini juga dapat
menghindarkan dari terjadinya bayi kelainan jantung, bibir sumbing, dan berbagai kecacatan
lainnya. Selain itu Asam folat juga dapat meningkatkan kecerdasan bayi.
C. Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus : Phaseolus
Spesies : Phaseolus radiatus L.
D. Morfologi Tanaman Kacang Hijau
Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara
30-60 cm, tergantung varietasnya.cabangnya menyamping pada batang utama, berbentuk
bulat, dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau ada yang ungu. Daunnya
trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang,
lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda sampai hijau tua. Bunga kacang
hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat
menyerbuk sendiri. Polong kacang hijau berbentuk silendris dengan panjang antara 6-15 cm
dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan setelah tua berwarna
hitam atau cokelat. Setiap polong berisi 10-15 biji. Biji kacang hijau lebih kecil dibanding biji
kacang-kacangan lain. Warna bijinya kebanyakan hijau kusam atau hijau mengkilap,
beberapa ada yang berwarna kuning, cokelat, dan hitam. Tanaman kacang hijau berakar
tunggang dengan akar cabang pada permukaan. Kacang hijau merupakan tanaman tropis yang


Kelompok 3 XII IA 3 Smansasoo 2013/2014 Page 9

menghendaki suasana panas selama hidupnya. Tanaman ini dapat ditanam di dataran rendah
hingga ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Tanaman kacang hijau dapat tumbuh di
daerah yang curah hujannya rendah dengan memanfaatkan sisa-sisa kelembapan pada tanah
bekas tanaman yang diairi.
3. TINJAUAN UMUM TENTANG DETERJEN
A. Deterjen Itu
Detergen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk membantu
pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunanminyak bumi. Dibanding dengan sabun,
detergen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik serta
tidak terpengaruh oleh kesadahan air.

B. Komposisi
Pada umumnya, detergen mengandung bahan-bahan berikut:

Surfaktan
Surfaktan (surface active agent) merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai
ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Bahan aktif ini
berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang
menempel pada permukaan bahan. Secara garis besar, terdapat empat kategori surfaktan
yaitu:
Anionik :
1) Alkyl Benzene Sulfonate (ABS)
2) Linier Alkyl Benzene Sulfonate (LAS)
3) Alpha Olein Sulfonate (AOS)
Kationik : Garam Ammonium
Non ionik : Nonyl phenol polyethoxyle
Amphoterik : Acyl Ethylenediamines

Builder
Builder (pembentuk) berfungsi meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan dengan
cara menon-aktifkan mineral penyebab kesadahan air.
Fosfat : Sodium Tri Poly Phosphate (STPP)
Asetat :
1) Nitril Tri Acetate (NTA)
2) Ethylene Diamine Tetra Acetate (EDTA)
Silikat : ZeolitSitrat : Asam Sitrat
Filler
Filler (pengisi) adalah bahan tambahan deterjen yang tidak mempunyai kemampuan
meningkatkan daya cuci, tetapi menambah kuantitas. Contoh Sodium sulfat.

Aditif
Aditif adalah bahan suplemen / tambahan untuk membuat produk lebih menarik,
misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna dst, tidak berhubungan langsung dengan
daya cuci deterjen. Additives ditambahkan lebih untuk maksud komersialisasi produk.
Contoh : Enzim,Boraks, Sodium klorida, Carboxy Methyl Cellulose (CMC).





Kelompok 3 XII IA 3 Smansasoo 2013/2014 Page 10

C. Jenis Deterjen
Berdasarkan bentuk fisiknya, Detergen dibedakan atas:
Detergen cair, secara umum hampir sama dengan Detergen bubuk. Yang membedakan
cuma bentuk fisik. Detergen krim, bentuk Detergen krim dengan sabun colek hampir sama
tetapi kandungan formula bahan baku keduanya berbeda. Detergen bubuk, jenis detergen
ini yang beredar di masyarakat atau dipakai sewaktu mencuci pakaian. Berdasarkan
keadaan butirannya, Detergen bubuk dapat dibedakan menjadi dua yaitu Detergen bubuk
berongga dan Detergen bubuk padat. Perbedaan bentuk butiran kedua kelompok tersebut
disebabkan oleh perbedaan proses pembuatannya.
D. Bahaya Detergen
Tanpa mengurangi makna manfaat Detergen dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,
harus diakui bahwa bahan kimia yang digunakan pada Detergen dapat menimbulkan
dampak negatif baik terhadap kesehatan maupun lingkungan. Dua bahan terpenting dari
pembentuk Detergen yakni surfaktan dan builders, diidentifikasi mempunyai pengaruh
langsung dan tidak langsung terhadap manusia dan lingkungannya. Surfaktan dapat
menyebabkan permukaan kulit kasar, hilangnya kelembaban alami yang ada pada
permukan kulit dan meningkatkan permeabilitas permukaan luar. Hasil pengujian
memperlihatkan bahwa kulit manusia hanya mampu memiliki toleransi kontak dengan
bahan kimia dengan kandungan 1 % LAS dan AOS dengan akibat iritasi sedang pada
kulit. Surfaktan kationik bersifat toksik jika tertelan dibandingkan dengan surfaktan
anionik dan non-ionik. Sisa bahan surfaktan yang terdapat dalam Detergen dapat
membentuk chlorbenzene pada proses klorinisasi pengolahan air minum PDAM.
Chlorbenzene merupakan senyawa kimia yang bersifat racun dan berbahaya bagi
kesehatan. Pada awalnya surfaktan jenis ABS banyak digunakan oleh industri Detergen.
Namun karena ditemukan bukti-bukti bahwa ABS mempunyai risiko tinggi terhadap
lingkungan, bahan ini sekarang telah digantikan dengan bahan lain yaitu LAS.
Builders, salah satu yang paling banyak dimanfaatkan di dalam Detergen adalah
phosphate. Phosphate memegang peranan penting dalam produk Detergen, sebagai
softener air. Bahan ini mampu menurunkan kesadahan air dengan cara mengikat ion
kalsium dan magnesium. Berkat aksi softenernya, efektivitas dari daya cuci Detergen
meningkat. Phosphate yang biasa dijumpai pada umumnya berbentuk Sodium Tri Poly
Phosphate (STPP). Phosphate tidak memiliki daya racun, bahkan sebaliknya merupakan
salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan mahluk hidup. Tetapi dalam jumlah yang
terlalu banyak, phosphate dapat menyebabkan pengkayaan unsur hara (eutrofikasi) yang
berlebihan di badan air, sehingga badan air kekurangan oksigen akibat dari pertumbuhan
algae (phytoplankton) yang berlebihan yang merupakan makanan bakteri. Populasi bakteri
yang berlebihan akan menggunakan oksigen yang terdapat dalam air sampai suatu saat
terjadi kekurangan oksigen di badan air dan pada akhirnya justru membahayakan
kehidupan mahluk air dan sekitarnya. Di beberapa negara, penggunaan phosphate dalam
Detergen telah dilarang. Sebagai alternatif, telah dikembangkan penggunaan zeolite dan
citrate sebagai builder dalam Detergen.
Efek paling nyata yang disebabkan oleh limbah deterjen rumah tangga adalah
terjadinya eutrofikasi (pesatnya pertumbuhan ganggang dan enceng gondok). Limbah
deterjen yang dibuang ke kolam ataupun rawa akan memicu ledakan pertumbuhan
ganggang dan enceng gondok sehingga dasar air tidak mampu ditembus oleh sinar
matahari, kadar oksigen berkurang secara drastis, kehidupan biota air mengalami
degradasi, dan unsur hara meningkat sangat pesat. Jika hal seperti ini tidak segera diatasi,
ekosistem akan terganggu dan berakibat merugikan manusia itu sendiri, sebagai contoh
saja lingkungan tempat pembuangan saluran selokan. Secara tidak langsung rumah tangga
pasti membuang limbah deterjennya melalui saluran selokan ini, dan coba kita lihat, di


Kelompok 3 XII IA 3 Smansasoo 2013/2014 Page 11

penghujung saluran selokan begitu banyak eceng gondok yang hidup dengan kepadatan
populasi yang sangat besar. Selain merusak lingkungan alam, efek buruk deterjen yang
dirasakan tentu tak lepas dari para konsumennya. Dampaknya juga dapat mengakibatkan
gangguan pada lingkungan kesehatan manusia. Saat seusai kita mencuci baju, kulit tangan
kita terasa kering, panas, melepuh, retak-retak, gampang mengelupas hingga
mengakibatkan gatal dan kadang menjadi alergi. Dalam jangka panjang, air minum yang
telah terkontaminasi limbah deterjen berpotensi sebagai salah satu penyebab penyakit
kanker (karsinogenik). Proses penguraian deterjen akan menghasilkan sisa benzena yang
apabila bereaksi dengan klor akan membentuk senyawa klorobenzena yang sangat
berbahaya. Kontak benzena dan klor sangat mungkin terjadi pada Saat ini instalasi
pengolahan air milik PAM dan juga instalasi pengolahan air limbah industri belum
mempunyai teknologi yang mampu mengolah limbah deterjen secara sempurna.





Kelompok 3 XII IA 3 Smansasoo 2013/2014 Page 12

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

A. METODE PERCOBAAN
Metode percobaan yang digunakan dalam percobaan ini adalah metode studi pustaka,
yaitu mempelajari teori-teori perkecambahan melalui buku-buku referensi. Selain itu juga
menggunakan metode penelitian, yaitu metode yang dilakukan melalui percobaan dan
pengamatan untuk membandingkan pertumbuhan tanaman kacang hijau dalam 4 gelas aqua
dengan konsentrasi deterjen yang berbeda di setiap gelas aqua ( 1 (0%) , 2 (12,5%), 3 (25%),
4 (37,5%) dan 4 (50%) ).

B. RENCANA PERCOBAAN
Dalam karya tulis ilmiah yang menyajikan data yang berkaitan dengan pengaruh deterjen
terhadap pertumbuhan kacang hijau ini, kelompok kami melalukan percobaan, pengamatan
dan pustaka. Demi terjalinnya kekompakan dan keefesienan dalam bekerja, penulis beserta
kelompok membagi tugas yang berbeda pada setiap individu. Masing-masing akan berperan
antara lain sebagai penyedia alat dan bahan, pengumpulan referensi atau bahan kajian teori
yang dijadikan sebagai bahan acuan, pengerjaan pembuatan variable manipulasi atau media
tumbuh, pelaksana percobaan, sebagai pengukur pertumbuhan tinggi kacang hijau
(kecambah) selama masa percobaan yaitu selama 7 hari, pendokumentasi pertumbuhan
kacang hijau berupa foto sebagai bukti autentik atas percobaan tersebut, dilanjutkan dengnan
pencatatan data pertumbuhan kacang hijau selama masa percobaan. Setelah semua data dan
foto terkumpul, dilakukan proses pembuatan makalah laporan hasil penelitian ini sekaligus
mendiskusikan kesimpulan dari percobaan. Mengolah data menjadi data olahan yang layak
untuk disajikan kepada pembaca dalam bentuk karya tulis ilmiah yang baik dan menurut
standar.

C. POPULASI DAN SEMPEL
Populasi : biji kacang hijau (Phaseolus radiatus).
Sempel : 25 biji kacang hijau.

D. WAKTU DAN TEMPAT
Waktu : Tanggal 28 Agustus 4 September 2013
Tempat : Lab. Biologi dan ruang XII IA 3 SMAN 1 Sooko Kab. Mojokerto

E. VARIABEL PERCOBAAN
Variabel bebas
Variabel bebas atau variabel manipulasi adalah variabel (bisa berupa suatu zat) yang
mempengaruhi atau yang menjadi sebab terjadinya perubahan atau timbulnya variabel
terikat. Merupakan faktor (perlakuan) yang dibuat tidak sama (bervariasi).
Variabel bebas dalam percobaan ini adalah Variasi pemberian banyaknya larutan
deterjen yaitu 0% (air mineral), 12,5%; 25%; 37,5% dan 50%.
Variabel terikat
Variabel terikat atau variable respon merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang
menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Merupakan faktor yang muncul akibat variable
bebas.
Dalam percobaan ini yang merupakan variable terikat adalah Pertumbuhan kacang
hijau.




Kelompok 3 XII IA 3 Smansasoo 2013/2014 Page 13

Variabel Kontrol
Variabel kontrol adalah faktor (perlakuan) yang berpengaruh yang dibuat sama dan
terkendali (bertolak belakang dengan variabel bebas).
Yang merupakan variabel control adalah suhu, cahaya, kelembapan, kapas, biji
kacang hijau dan tempat media tanam.

Variabel Pengganggu
Variabel pegganggu adalah variabel yang mempengaruhi jalannya suatu proses percobaan
sehingga tidak dalam jalur yang sebenarnya.
Dalam percobaan ini yang merupakan variabel penggaggu adalah mikroorganisme lain
(bakteri).

F. SASARAN PERCOBAAN
Pada penelitian ini yang merupakan sasaran penelitiannya adalah :
AQUA GELAS 1 : air mineral biasa (0%)
AQUA GELAS 2 : larutan deterjen 12,5%
AQUA GELAS 3 : larutan deterjen 25%
AQUA GELAS 4 : larutan deterjen 37,5%
AQUA GELAS 5 : larutan deterjen 50%

G. INSTRUMEN PERCOBAAN
Alat :
1. 5 buah gelas plastik aqua bekas (sebagai pot)
2. 4 buah gelas plastik untuk wadah larutan detergen
3. Gelas ukur
4. Gelas beaker
5. Neraca
6. Pipet
7. Spatula
8. Penggaris
9. Kamera
10. Alat tulis

Bahan :
1. 25 biji kacang hijau
2. Kapas 2 lapis untuk setiap gelas wadah kacang hijau
3. Air mineral
4. detergen

H. PROSEDUR KERJA

1.
2. Menyiapkan alat dan bahan.
3. Mencuci bersih gelas plastik. Kemudian, lubangi kelima gelas plastik menggunakan
jangka.
4. Menyiapkan kapas dengan ketinggian yang sama (2 tumpuk).
5. Menyemaikan biji kedelai yang telah direndam dan dikeringkan ke dalam 5 gelas
plastik, masing-masing gelas berisi 5 biji.
6. Memberi label pada masing-masing gelas plastik, dengan label 1, 2, 3, 4, dan 5.


Kelompok 3 XII IA 3 Smansasoo 2013/2014 Page 14

7. Meletakkan semua gelas plastik pada tempat yang terkena cahaya matahari dengan
intensitas yang sama.
8. Membuat larutan detergen dengan gram yang berbeda mulai dari 12,5%; 25%; 37,5%
dan 50%.
9. Melakukan pengamatan dan pengukuran selama 7 hari.
10. Mencatat hasil pengamatan dalam bentuk tabel pengamatan dan menyimpan hasil
pengamatan dalam bentuk foto.



Kelompok 3 XII IA 3 Smansasoo 2013/2014 Page 15

BAB IV
DATA DAN PEMBAHASAN
A. DATA DALAM TABEL
TABEL HASIL PERCOBAAN
No
PERLAKUAN
(larutan deterjen)
BIJI
PANJANG BATANG PERHARI (CM)
H 0 H 1 H 2 H 3 H 4 H 5 H 6 H 7
1 0%
Biji 1 0 Libur 2,5 9 Libur 15 18,5 19
Biji 2 0 Libur 3 7 Libur 15 17 18
Biji 3 0 Libur 3,5 8 Libur 13 16 18
Biji 4 0 Libur 2 6,5 Libur 12 16 16,5
Biji 5 0 Libur 1 2,5 Libur 5 7 8
2 12,5%
Biji 1 0 Libur 2 5,5 Libur 11,5 15,5 16
Biji 2 0 Libur 0,5 1 Libur 3 5 6
Biji 3 0 Libur 1 1 Libur 2 3,5 5
Biji 4 0 Libur 0 0 Libur 0 0 0
Biji 5 0 Libur 0 0 Libur 0 0 0
3 25%
Biji 1 0 Libur 1,5 2 Libur 2 Layu Mati Mati
Biji 2 0 Libur 1 1 Libur 1 Mati Mati
Biji 3 0 Libur 0,5 0,5 Libur 0,5 Mati Mati
Biji 4 0 Libur 0,5 0,5 Libur 0,5 Mati Mati
Biji 5 0 Libur 0,5(Busuk) Busuk Libur Mati Mati Mati
4 37,5%
Biji 1 0 Libur 2 5 Libur 5(layu) Mati Mati
Biji 2 0 Libur 2 3 Libur 4,5 Layu Layu
Biji 3 0 Libur 0,5 1 Libur 2 Layu Layu
Biji 4 0 Libur Busuk Busuk Libur Mati Mati Mati
Biji 5 0 Libur Busuk Busuk Libur Mati Mati Mati
5 50%
Biji 1 0 Libur 2,5 7,3 Libur 7,3(layu) Layu Layu
Biji 2 0 Libur 1 3 Libur 5(layu) Layu Layu
Biji 3 0 Libur Mati Mati Libur Mati Mati Mati
Biji 4 0 Libur Busuk Busuk Libur Mati Mati Mati
Biji 5 0 Libur Busuk Busuk Libur Mati Mati Mati




Kelompok 3 XII IA 3 Smansasoo 2013/2014 Page 16

B. PEMBAHASAN
Pada hari pertama, semua kacang hijau tidak mengalami pertumbuhan. Baik pada
pelakuan 0%; 12,5%; 25%; 37,5% ataupun 50%.
Pada aqua gelas 1 yang berisikan kacang hijau dengan perlakuan larutan deterjen 0%
(air mineral) setiap harinya. Biji 1 pada hari ke-2 tingginya menjadi 2,5 cm. Hari ke-3
tingginya menjadi 9 cm. Dan terus tumbuh menjadi 15 cm pada hari ke-5, 18,5 cm pada hari
ke-6, dan 19 cm pada hari ke-7. Biji 2 pada hari ke-2 tingginya menjadi 2 cm. Hari ke-3
tingginya menjadi 7 cm. Dan terus tumbuh menjadi 15 cm pada hari ke-5, 17 cm pada hari
ke-6, dan 18 cm pada hari ke-7. Biji 3 pada hari ke-2 tingginya menjadi 3,5 cm. Hari ke-3
tingginya menjadi 8 cm. Dan terus tumbuh menjadi 13 cm pada hari ke-5, 16 cm pada hari
ke-6, dan 18 cm pada hari ke-7. Biji 4 pada hari ke-2 tingginya menjadi 2 cm. Hari ke-3
tingginya menjadi 6,5 cm. Dan terus tumbuh menjadi 12 cm pada hari ke-5, 15,5 cm pada
hari ke-6, dan 16 cm pada hari ke-7. Biji 5 pada hari ke-2 tingginya menjadi 1 cm. Hari ke-3
tingginya menjadi 2,5 cm. Dan terus tumbuh menjadi 5 cm pada hari ke-5, 7 cm pada hari ke-
6, dan 8 cm pada hari ke-7.
Pada aqua gelas 2 yang berisikan kacang hijau dengan perlakuan larutan deterjen
12,5% setiap harinya. Biji 1 pada hari ke-2 tingginya menjadi 2 cm. Hari ke-3 tingginya
menjadi 5,5 cm. Dan terus tumbuh menjadi 11,5 cm pada hari ke-5, 5,5 cm pada hari ke-6,
dan 16 cm pada hari ke-7. Biji 2 pada hari ke-2 tingginya menjadi 0,5 cm. Hari ke-3
tingginya menjadi 1 cm. Dan terus tumbuh menjadi 3 cm pada hari ke-5, 5 cm pada hari ke-6,
dan 6 cm pada hari ke-7. Biji 3 pada hari ke-2 tingginya menjadi 1 cm. Hari ke-3 tingginya
menjadi 1 cm. Dan terus tumbuh menjadi 2 cm pada hari ke-5, 3,5 cm pada hari ke-6, dan 5
cm pada hari ke-7. Biji 4 tidak mengalami pertumbuhan hingga hari ke-7. Yang terjadi justru
pembusukan biji kacang hijau yang dibuktikan dengan biji yang menghitam. Begitu juga
dengan biji 5.
Pada aqua gelas 3 yang berisikan kacang hijau dengan perlakuan larutan deterjen 25%
setiap harinya. Biji 1 pada hari ke-2 tingginya menjadi 1,5 cm. Hari ke-3 tingginya menjadi 2
cm. Tetapi pada hari ke-5 biji menjadi layu hingga mati pada hari ke 7. Biji 3, 4 dan 5 juga
mengalami nasip yang sama seperti biji 1 yang hanya mengalami tinggi masing-masing 0,5
kemudian busuk dan mati.
Pada aqua gelas 4 yang berisikan kacang hijau dengan perlakuan larutan deterjen
37,5% setiap harinya. Biji 1 pada hari ke-2 tingginya menjadi 2 cm. Hari ke-3 tingginya
menjadi 5 cm. Biji 2 pada hari ke-2 tingginya menjadi 2 cm. Hari ke-3 tingginya menjadi 3
cm. Tetapi pada hari ke-5 biji 1 dan 2 menjadi layu hingga mati pada hari ke 7. Biji 3 pada
hari ke-2 tingginya menjadi 0,5 cm. Hari ke-3 tingginya menjadi 1 cm. Tetapi pada hari ke-5
biji menjadi layu hingga mati pada hari ke 7. Biji 4 dan 5 tidak mengalami pertumbuhan
akibat busuk dan setelah itu mati.
Pada aqua gelas 5 yang berisikan kacang hijau dengan perlakuan larutan deterjen 50%
setiap harinya yang mengalami pertumbuhan hanya biji 1 dan 2. Biji 1 pada hari ke-2
tingginya menjadi 2,5 cm. Hari ke-3 tingginya menjadi 7,3 cm. Biji 2 pada hari ke-2
tingginya menjadi 1 cm. Hari ke-3 tingginya menjadi 3 cm Tetapi pada hari ke-5 biji menjadi
layu hingga mati pada hari ke 7. Biji 3, 4 dan 5 tidak mengalami pertumbuhan akibat busuk
dan setelah itu mati.





Kelompok 3 XII IA 3 Smansasoo 2013/2014 Page 17

E. UJI HIPOTESIS
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan selama 7 hari dan berdasarkan hasil
analisis data dapat ditemukan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan antara kacang hijau
yang diberi perlakuan dengan air mineral biasa (larutan deterjen 0%), diberi larutan deterjen
12,5%; 25%; 37,5% dan 50%. Dengan berdasarkan hal tersebut terbukti bahwa pemberian
deterjen kepada tanaman kacang hijau akan berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang hijau
yang menyebabkan pertumbuhan pada kacang hijau terhambat. Sehingga, dengan demikian
berarti hipotesis yang diajukan terbukti benar.



Kelompok 3 XII IA 3 Smansasoo 2013/2014 Page 18

BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Pada dasarnya, pertumbuhan membutuhkan air. Kacang hijau tidak akkan tumbuh
dengan baik bila disirami dengan air deterjen (larutan deterjen) meskipun tidak dilakukan
secara rutin. (biji) Kacang hijau yang diberi air mineral (air putih biasa) hasilnya akan lebih
baik bila dibandingkan dengan (biji) kacang hijau yang diberi larutan deterjen. Apalagi bila
dilakukan (ditempatkan) pada tempat yang minim cahayanya. Oleh halnya, pemberian air
terhadap tanaman khususnya kacang hijau perlu diperhatikan. Karena, bila air terkontaminasi
deterjen dalam kadar berapapun akan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan kacang
hijau. Perlu diketahui bahwa air deterjen merupakan limbah yang mempunyai berbagai
dampak negatif terhadap pertumbuhan ataupun perkembangan tumbuhan. Jadi, deterjen
menghambat pertumbuhan tumbuhan.

B. SARAN
1. Dalam melakukan suatu percobaan, lebih baik melakukan percobaan di tempat yang
sekiranya tidak ada sesuatu yang mengganggu sehingga percobaan akan aman dan
berhasil.
2. Dalam mengukur tinggi kecambah, harus dilakukan secara teliti.
3. Dalam melakukan percobaan, hendaknya memperhatikan kualitas kacang hijau yang
akan ditanam dan memperhatikan kondisi lingkungan yang sesuai dengan apa yang
ingin diteliti sehingga hasil percobaan itu baik dan valid.
4. Seharusnya limbah deterjen tidak boleh dibuang sembarangan, seperti ke sungai
karena dapat menggangu ekosistem sekitarnya.





Kelompok 3 XII IA 3 Smansasoo 2013/2014 Page 19

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Kacang_hijauhttp://www.chem-is-
try.orghttp://dikawidiasa.blogspot.com/2012/08/karya-ilmiah-pengaruh-detrgen-
terhadap.htmlhttp://www.kesehatan123.com/2225/manfaat-kacang-hijau/Solikhin. 2012.
Serasi Biologi. Banjarmasin: Daftar Pustaka XII IPA 2 Kelompok 4. 2011/2012. Makalah
Pengaruh Banyak Sedikitnya Air Terhadap Pertumbuhan Tinggi Bawang. Rantau