Anda di halaman 1dari 3

Kondensasi Senyawa Karbonil dan Reaksi Cannizaro

[Penulis: Ruth Sonnia Agustina]



[10512049; K-01; Kelompok 4]
ruthsonnia@gmail.com


Abstrak

Pada percobaan ini dilakukan sintesis senyawa organik dengan proses kondensasi pada senyawa
karbonil. Selain kondensasi juga dapat terjadi reaksi Cannizaro. Percobaan pertama yaitu pembuatan
dibenzalaseton dengan mereaksikan benzaldehid, aseton dan etanol menghasilkan persen rendemen
5,927% dan titik lelehnya 115
0
C. Pada percobaan selanjutnya yaitu pembuatan senyawa sejenis
dibenzalaseton, dimetoksi dibenzalaseton, dengan menggunakan 4-metoksibenzaldehid dan aseton
sebagai reagen. Produk yang didapatkan memiliki persen rendemen 1,13%. Pada percobaan reaksi
Cannizaro menggunakan reagen benzaldehid yang mengalami disproporsionasi dan menghasilkan
produk yaitu asam benzoat dengan persen rendemen adalah 41,72% dan titik lelehnya 128
0
C dan
benzil alkohol.

Kata kunci: asam benzoat, benzaldehid, benzil alkohol, cannizaro, dibenzalaseton.

Abstract

Synthesis organic compound had been done by condensation carbonyl group. In carbonyl,also occur
Cannizaro reaction. Synthesis dibenzalacetone was made by reacting benzaldehyde, acetone, and
ethanol yield is 5,927% mass of product,whose melting point 115
0
C. In other experiment, a kind of
dibenzalacetone compound was made by reacting 4-metoxybenzaldehyde and acetone. This
experiments yield is 1,13% mass of dimetoxy dibenzalacetone. In Cannizaro reaction was made by
benzaldehyde which disproporsionated and yielded some product. The product are 41,72% mass
benzoic acid, whose melting point is 128
0
C, and benzyl alcohol.

Keywords: benzaldehyde, benzoic acid, benzyl alcohol, cannizaro, dibenzalacetone



1. PENDAHULUAN

TULIS PENDAHULUAN DI SINI: Berisikan
latar belakang dan teori/prinsip dasar yang ringkas
disertai kutipan dari literatur (jika ada), alasan atau
tujuan mengapa percobaan tersebut dilakukan. Jangan
lupa apabila mengutip teori atau pernyataan dari
literatur harus dicantumkan referensinya dari mana
dengan cara menuliskannya sesuai urutan
kemunculannya dalam artikkel, menggunakan angka
arab. Contoh: aroma apel dapat diekstrak dengan cara
distilasi uap [1].

2. METODE PERCOBAAN

Percobaan ini dilakukan dengan cara kerja sebagai
berikut:
A. Pembuatan Dibenzalaseton
Sebanyak 1 mL benzaldehid dicampurkan dengan
0,37mL aseton dan 1 mL etanol. Setengah
campurantersebut ditambahkan 1 gr NaOH dalam 8
mL etanoldalam labu erlenmeyer dan diaduk selama
16 menit.Lalu ditambahkan sedikit demi sedikit
campuran yangtersisa. Campuran reaksi diaduk hingga
terdapatendapan. Endapan yang merupakan Kristal
dibenzalaseton disaring dengan corong Buchner dan
dicuci dengan air. Kristal yang diperoleh dilakukan
rekristalisasi dengan etanol. Kemudian dilakukan
kromotagrafi lapis tipis pada pelat silica menggunakan
etil asetat:n-heksana 2:8 sebagai eluen dan didapatkan
nilai Rf. Setelah kering, Kristal tersebut ditimbang dan
diukur titik leleh serta spektrum IRnya.
B. Pembuatan Senyawa Sejenis Dibenzalaseton
dari Reaksi antara 4-Metoksibenzaldehid dan
Aseton
Sebanyak 2,5 mL 4-metoksibenzaldehid dan 1 mL
asetondilarutkan dengan 25 mL etanol di labu
erlenmeyerbertutup. Campuran ditambahkan larutan
natriumhidroksida (5 mL larutan NaOH 10%) dan 20
mL air.Labu ditutup dan diguncangkan selama 10
menit,tutupnya dibuka sesekali untuk mengurangi
tekanandalam labu. Kemudian didiamkan selama 5-10
menitsambil sesekali dikocok. Labu didinginkan
dipenangas es agar terbentuk kristal. Kristal
yangterbentuk di saring dengan corong Buchner dan
dicucidengan air dingin. Kristalisasi produk dengan
etanol.Kemudian dilakukan kromatografi lapis tipis
padapelat silika menggunakan eti asetat/n-heksana
2:8sebagai eluen dan didapatkan nilai Rf. Setelah
kering,kristal tersebut ditimbang dan diukur titik leleh
sertaspektrum IRnya.
C. Reaksi Cannizaro Benzaldehid
3 gr KOH dilarutkan dengan 6 mL di
labubundar 50 mL dan ditambahkan 2 mL
benzaldehid.Campuran direfluks selama 30
menit. Kemudiandidinginkan hingga suhu
kamar dan diekstraksidengan 2 x 25 mL eter.
Corong pisah didiamkanbeberapa saat hingga
terdapat dua fasa, pada fasa airditambahkan
HCl pekat tetes demi tetes hingga pH~3.
Larutan yang telah diasamkan tersebut,
disimpandi penangas es dan kristal yang
dihasilkan disaringdengan corong Buchner.
Setelah kering, kristalditimbang dan diukur titik
lelehnya. Kemudiandilakukan rekristalisasi
dengan air. Untuk fasa eter,ditambahkan
dengan Na
2
SO
4
anhidrat atau CaCl
2
anhidrat.
Lalu disaring ke dalam labu erlenmeyer 50mL
untuk menguapkan eternya dengan penangas
airpanas. Kromatografi Lapis Tipis senyawa
A(Benzaldehid), B (Benzil Alkohol) dan C
(AsamBenzoat) dalam larutan
pengembangmetanol/kloroform 2:8.
Didapatkan nilai Rf masing-masing dan
dilakukan pengukuran spektrum IR-nyayang
kemudian dibandingkan hasil spektrum
ketigasenyawa tersebut.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

TULIS HASIL DAN PEMBAHASAN DI SINI:
berisikan data-data yang diperoleh selama percobaan
termasuk tabel (jika ada) dan gambar-gambar (jika
ada) dari hasil percobaan beserta penjelasan mengenai
hal-hal yang berhubungan dengan data-data yang
diperoleh. Bandingkan selalu dengan teori atau data-
data yang sudah pasti, lalu bahaslah hasil
perbandingan tersebut. Isi Sub-bab HASIL DAN
PEMBAHASAN harus ditulis minimal 2 halaman A4
yang tidak termasuk gambar dan tabel (gambar dan
tabel tidak dihitung dalam 2 halaman tersebut).



Table 1. Contoh tabel dengan format dua kolom

Metode
penyampaian
laporan
Alamat Komunikasi
Lewat hard copy
Program Studi Kimia FMIPA ITB Jl Ganesha 10
Bandung
Telp: (022 ) 2502103
Fax : (022 ) 2504154
Lewat email deana.wahyuningrum@gmail.com Hanya laporan versi digital


Tabel 2. Contoh posisi tabel di dalam format satu
kolom

Syarat pengumpulan laporan lewat hard
copy
1. Print out laporan
2. Versi digital dalam CD

Tabel dapat ditampilkan dalam format dua
kolom (Tabel 1) atau satu kolom (Tabel 2) jika
memang perlu. Tabel dimulai dengan judul Tabel
(10-poin). Huruf di dalam tabel berukuran 10-poin.
Tabel diletakkan secara terpusat dan batas Tabel
tidak boleh melewati batas kolom.
Hasil eksperimen dapat ditampilkan dalam
bentuk Gambar (grafik atau ilustrasi, lihat contoh
Gambar 1). Judul Gambar (10-poin) diletakkan di
bawah Gambar. Gambar dapat mengisi satu kolom
atau dua kolom penuh. Letak Gambar adalah
terpusat. Resolusi foto yang discan tidak boleh
kurang dari 300 dpi. Penomeran Tabel dan Gambar
harus berurutan.



Gambar 1. Contoh gambar diletakkan di dalam
format satu kolom.

Daftar acuan harus diletakkan pada akhir artikel
dan ditulis berurutan seperti yang dirujuk di dalam
teks. Jika merujuk acuan di dalam teks, maka harus
ditandai dengan huruf Arab dengan kurung kotak,
seperti [1]. Penulisan daftar acuan harus
menampilkan titel dari acuan, sebagai contoh dapat
dilihat di akhir panduan ini.

4. KESIMPULAN

Tulis kesimpulan pada bagian ini mengenai hal-
hal penting yang diperoleh pada percobaan, seperti:
%yield atau %rendemen, %recovery atau
%perolehan kembali; persen kesalahan; titik leleh;
titik didih; indeks bias; R
f
dan data signifikan
lainnya.

UCAPAN TERIMAKASIH

Terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa,
atas terlaksananya praktikum ini dan laporan yang
telah diselesaikan dengan baik. Terimakasih kepada
Ibu Deana Wahyuningrum selaku pembimbing
utama Praktikum Kimia Organik yang memberikan
bimbingan dalam praktikum. Terimakasih kepada
para asisten pratikum yang telah memberikan
penjelasan mengenai prinsip yang digunakan dalam
percobaan ini, selain itu dan teman-teman kelompok
4 yang telah bekerjasama dengan baik dalam
melakukan percobaan praktikum ini.

DAFTAR PUSTAKA
Hull, L.A. 2001. The Dibenzalacetone
ReactionRevisited, Journal of Chemical
Education.P.226
Mayo, D.W., Pike, R.M., Forbes, D.C. 2011.
Microscale Organic Laboratory: with Multistepand
Multiscale Synthetis,5
th
edition, JohmWilley &
Son: New York. p. 174-184; 310-317.
Pasto, D., Johnson, C., Miller, M.
1992. Experimentsand Techniques in Organic
Chemistry,PrenticeHall Inc: New Jersey. p. 509.