Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Sebuah arah azimuth, dip direct, dan lainnya dapat dinyatakan dalam
proyeksi stereografi. Proyeksi stereografi menggambarkan suatu arah
menggunakan gambar dasar bulat menyerupai bola bumi dilengkapi angka-
angka derajat.
Dengan diadakannya praktikum ini diharapkan dapat menambah
pengetahuan serta wawasan mengenai proyeksi stereografi. Selain itu dapat
pula menggambarkan proyeksi suatu arah sehingga dapat disketsakan pada
kertas.

1.2 Maksud dan Tujuan Praktikum
1.2.1 Maksud
Maksud diadakannya praktikum ini adalah untuk memberikan wawasan
dan pengetahuan seputar proyeksi stereografi.
1.2.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah :
Agar praktikan dapat memahami proyeksi stereografi dan proyeksi kutub.
Agar praktikan dapat membedakan proyeksi stereografi dan proyeksi
kutub.
Agar praktikan memproyeksikan arah ke dalam proyeksi stereografi dan
proyeksi kutub.
Agar praktikan dapat mengaplikasikan pemahaman mengenai bearing,
arah bearing, plunge, trend, dan pitch




BAB II
LANDASAN TEORI


2.1 Pengertian Proyeksi Stereografi
Proyeksi stereografi merupakan proyeksi yang memproyeksikan suatu
poin-poin mencakup kutub utara ke titik pada bidang bersinggungan dengan
kutub selatan pada permukaan bumi. Proyeksi ini didefinisikan pada seluruh
wilayah, kecuali satu titik titik proyeksi. Proyeksi ini tidak isometrik yang berarti
tidak mempunyai aturan jarak kesamaan jarak atau bidang angka. Sebenarnya,
secara pandangan intuitif, proyeksi stereografi ini adalah membayangkan bola
sebagai bidang datar, dengan beberapa aturan yang harus diikuti. Dalam
pengaplikasiannya, proyeksi dilakukan oleh PC atau bisa juga dengan tangan
menggunakan perlengkapan khusus dari kertas grafik yang disebut stereonet.

Gambar 2.1
Proyeksi Pada Kulit Bumi

2.2 Cara Kerja Stereografi
Pada bola tiga dimensi terdapat tiga sumbu yaitu x, y, z yang menghimpun.
Bidang datar z = 0 berjalan melalui pusat sphere, yang garis lintang 0
o

(khatulistiwa) adalah persimpangan lingkup pada bidang datar ini. Untuk setiap
titik P di M, terdapat garis N dan P, dan garis ini memotong bdang datar z = 0
dalam tepat satu titik P.
Proyeksi Stereografi berkenaan dengan inversi bidang datar yang
sederhana. Misalkan P dan Q adalah dua titik dengan proyeksi P dan Q pada
bidang datar. Lalu P dan Q adalah gambar inversive satu sama lain dalam garis
lingkar khatulistiwa dan hanya jika P dan Q merupakan cerminan yang lain dari
bidang ekuator.
Dengan kata lain dapat diambil pernyataan :
P adalah titik pada bola, tapi tidak a N kutub utara dan bukan nya antipoda
, yang kutub selatan S,
P yaitu gambar P dalam proyeksi stereografi dengan titik proyeksi N,
P yaitu gambar P dalam proyeksi stereografi dengan proyeksi titik S.

2.3 Proyeksi Stereografi dan Proyeksi Kutub
Berdasarkan bidangnya, proyeksi peta dibagi menjadi tiga, yaitu Proyeksi
Azimut atau Zenithal, Proyeksi Silinder, dan Proyeksi Kerucut.
2.3.1 Proyeksi Azimut / Zenithal
Proyeksi ini adalah bidang proyeksi yang menyinggung bola pada kutub.
Proyeksi azimut normal adalah proyeksi yang menyinggung bagian kutub.
Apabila menyinggung bumi diantara garis ekuator disebut proyeksi azimut
transversal.
2.3.2 Proyeksi Silinder
Proyeksi Silinder adalah bidang proyeksi yang menyinggung permukaan
bumi pada lingkaran tertentu. Proyeksi silinder transversal adalah silinder yang
menyinggung daerah kutub. Apabila menyinggung di antara ekuator disebut
proyeksi oblique. Sedangkan jika silindernya menyinggung ekuator disebut
proyeksi normal.
2.3.3 Proyeksi Kerucut
Proyeksi Kerucut adalah kerucut yang menyinggung lingkaran paralel.
Proyeksi kerucut normal yaitu sumbu kerucut berimpit dengan sumbu bumi. Jika
sumbu kerucut tegak lurus dengan sumbu bumi disebutproyeksi kerucut
transversal. Sedangkan jika menyinggung antara kutub dan ekuator disebut
proyeksi kerucut oblique.

2.4 Macam-Macam Proyeksi
2.4.1 Proyeksi Sinusoidal
Proyeksi Sinusoidal adalah jenis proyeksi peta yang menyerupai irisan kulit
jeruk, atau nama lainnya adalah peta gomolografik. Sanson flamsteed
menunjukkan proyeksi peta dalam bentuk garis lurus khatulistiwa dengan
meridian yang digunakan untuk menunjukkan tropis latitude.

Gambar 2.2
Proyeksi Sinusoidal

2.4.2 Proyeksi Globe
Proyeksi Globe merupakan proyeksi kartografi yang beraal dari bola bumi
yang jika diiris, terbentuk irisan globe.

Gambar 2.3
Proyeksi Globe

2.4.3 Proyeksi Oronteusfinnaeus
Proyeksi Oronteusfinnaeus adalah hasil karya dari oroteus finnaeus yang
masih misteri dikarenakan pada saat itu belum pernah ada yang pernah
mencapai benua antartika, namun beliau dapat mengetahui bahwa ada daerah
yang tertutupi salju abadi.

Gambar 2.4
Proyeksi Oronteusfinnaeus

2.4.4 Proyeksi Strereografi
Proyeksi streografi adalah metode pendeskripsian geometri yang dapat
menunjukkan hubungan antara besar sudut dan kedudukan dari garis atau
bidang.
2.4.5 Proyeksi Azimuthal Stereografik
Proyeksi Azimuthal Stereografik adalah prndeskripsian geometri yang titik
sumber proyeksi di kutub berlawanan dengan titik singgung bidang proyeksi
dengan kutub bola bumi.











BAB III
TUGAS DAN PEMBAHASAN


3.1 Tugas
3.1.1 Menggambarkan Kedudukan dalam Proyeksi Stereografi dan Kutub
3.1.2 Menggambarkan Proyeksi Stereografi Secara Struktur Bidang dan
Garis
3.1.3 Menentukan Arah Bearing dan Besar Bearing dari Data App Dip
3.1.4 Menentukan App Dip dari Data Arah Bearing
3.1.5 Menetukan Kedudukan dari Dua Data Kemiringan Semu
3.1.6 Menentukan Zona Mineralisasi dari Data Kedudukan

3.2 Pembahasan
3.2.1 Menggambarkan Kedudukan dalam Proyeksi Stereografi dan Kutub
a.

Gambar 3.1
Proyeksi 1

b.

Gambar 3.2
Proyeksi 2

3.2.2 Menggambarkan Proyeksi Stereografi Secara Struktur Bidang dan
Garis
a.

Gambar 3.3
Proyeksi 3

b.

Gambar 3.4
Proyeksi 4

3.2.3 Menentukan Arah Bearing dan Besar Bearing dari Data App Dip

Gambar 3.5
Proyeksi 5

3.2.4 Menentukan App Dip dari Data Arah Bearing
a.

Gambar 3.6
Proyeksi 6

b.

Gambar 3.7
Proyeksi 7

3.2.5 Menetukan Kedudukan dari Dua Data Kemiringan Semu

Gambar 3.8
Proyeksi 8

3.2.6 Menentukan Zona Mineralisasi dari Data Kedudukan

Gambar 3.9
Proyeksi 9


BAB IV
ANALISA


Dalam menggambarkan proyeksi stereografi dan kutub ada yang
membedakan antara keduanya, yaitu jika penggambaran proyeksi stereografi
dalam struktur bidang menggunakan garis arah strike dan dip-nya dibentuk
setengah lingkaran sesuai besar dip tersebut. Kemudian pada struktur garis
penggambarannya hanya menggunakan garis arah yang ditujukan untuk besar
dip direct-nya dan panjangnya disesuaikan dengan besar dip-nya.. Sedangkan
dalam proyeksi kutub, penggambaran untuk struktur bidang menggunakan titik
yang dikelilingi lingkaran pada arah strike-nya dan penempatannya sesuai dip-
nya. Lalu jika struktur garis sama dalam penempatannya namun dibedakan
dalam simbolnya yaitu hanya dengan titik tebal saja.
Kemudian dalam mencari arah bearing dan bearing yang telah diketahui
app dip-nya dengan menyesuaikan panjang bidang setengah lingkaran dengan
app dip yang telah diketahui. Dalam mencari app dip jika arah bearing diketahui
dapat digunakan metode yang sama namun berbeda tahapannya
Dalam mencari trend, dicari bagian yang saling memotong antar bidang-
bidang azimuth kemudian tarik arah dari utara ke trend tersebut. Untuk mencari
plunge, dicari besarannya dengan parameter angka sudut dari terusan garis
trend yang menunjam tadi. Terakhir mencari pitch, yaitu pitch 1 dicari dengan
menarik besar sudut antara top strike pada bidang satu dan pitch yang kedua
dengan cara yang sama pada bidang dua.
Penggambaran proyeksi stereografi dan kutub ini berdasar pada skala
atau parameter proyeksi stereografi yaitu bidang dua dimensi yang
menggambarkan bentuk bola bumi dilengkapi dengan kutub dan angka-angka
yang menunjukkan besar sudut.




BAB V
KESIMPULAN


Proyeksi adalah penggambaran suatu bentuk dengan menggunakan pola-
pola dasar tertentu secara dimensional. Proyeksi stereografi merupakan proyeksi
yang memproyeksikan suatu arah atau poin yang mencakup kutub utara ke titik
pada bidang bersinggungan dengan kutub selatan pada permukaan bumi.
Proyeksi stereografi dalam penggambarannya menggunakan metode
pendeskripsian geometri yang dapat menunjukkan hubungan antara besar sudut
dan kedudukan dari garis atau bidang.
Terdapat dua macam proyeksi yang dapat menunjukkan suatu struktur
bidang dan struktur garis yaitu proyeksi stereografi dan proyeksi kutub. Tujuan
dari kedua proyeksi ini pada umumnya sama, yaitu menunjukkan suatu arah
kedudukan dengan metode proyeksi bulat bumi. Perbedaannya adalah dalam
cara menggambarkan proyeksinya dan simbol-simbolnya. Jika pada proyeksi
stereografi menggunakan bentuk bidang bentuk setengah lingkaran dalam
menunjukkan arah dan kedalaman maka pada proyeksi kutub menggunakan
bentuk titik dan titik yang dikelilingi lingkaran.
Proyeksi Stereografi ini memiliki kegunaan diantaranya dalam dunia
pertambangan dan keilmuan struktur geologi. Pada dunia pertambangan yaitu
bertujuan untuk menganalisis kemantapan suatu lereng batuan. Sedangkan pada
struktur geologi yaitu memudahkan kita memplot menggunakan metode-metode
visualisasi garis dan bidang datar bagian atas.








DAFTAR PUSTAKA


Purnama, Indra.2011 Proyeksi Stereografi dan Proyeksi Kutub
http://ilmugeologistpertambangan.blogspot.com/2010/11/proyeksi-
stereografi-dan-proyeksi-kutub.html. Diakses tanggal 26 Februari 2014.
Yaser, Patiallo.2011 Lineasi Proyeksi Stereografi dan Schmidt.
http://1902miner.wordpress.com/2011/05/22/lineasi-proyeksi-
stereografi-dan-schmidt-net/. Diakses tanggal 26 Februari 2014






































LAMPIRAN