Anda di halaman 1dari 11

7

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Komposit Dalam Industry Pesawat Terbang (Aircraft Industry)
Pesawat terbang sipil adalah salah satu pengguna terpenting dalam aplikasi
komposit. Pesawat terbang tidak seperti kendaraan lainnya, yang membutuhkan
penekanan lebih pada keamanan dan berat. Sebuah pesawat terbang sipil harus didesain
sedemikian dengan mempertimbangkan beberapa kriteria kekuatan dan keselamatan.
Glass reinforced composites adalah salah satu material yang dipertimbangkan sebagai
hasil dari kemajuan teknologi yang telah maju secar design dan aplikasi.
Fiber epoxy komposit telah digunakan pada mesin pesawat terbang untuk
mempertinggi performa dari system. Pintu kabin pilot dari pesawat terbang juga telah
dibuat dari fiber glass resin komposites dan ini juga telah digunakan untuk system
transportasi lainnya. Boron graphite material sebenarnya dideign untuk komponen
pesawat tempur. Hanya ada sedikit pengaplikasian dari born komposit yang digunakan
secara luas sekarang ini. Kompoist ini terbatas untuk secondary structure yang mana
dapat digunakan untuk pesawat komersil dengan pertimbagan keselamatan.
Aeronautical engineering terdiri dari berbagai cakupan khusus yang memproduksi
kendaraan yang mampu melakukan penerbangan program program khusus. Yang
terpenting dalam hal ini sebenernya adalah berat, kecepatan, dan power tetapi parameter
lain yang mempengaruhi kepercayaan pasar juga harus dipertimbangkan selama
mendesign. Design struktur pesawat dimulai dengan mengevaluasi kondisi terbang
dimana peswat tersebut akan terbang. Pada masa sekarang analisa dan pengujian
terowongn angin dilakukan untuk menentukan daya angkat dan daya hamabt. Parameter
ini digunakan untuk mengembangkan beberapa factor yang berhubungan dengan
structural engineering. Komposit dengan kekuatan tarik tinggi memberika celah untuk
mendesign sayap pesawat dengan aspek ratio tinggi dalam bagian air foil.
Salah satu factor terpenting dalam penggunaan komposit adalah berat yang ringan.
Penelitian yang telah dilakukan pada komponen komponen tertentu yang strukturnya
semua menggunakan komposit memangkas 20-45% berat total struktur sedangkan
struktur metal reinforcement hanya bsa 10-25%. Kadang kadang pengurangan berat
dibuthkan untuk menjaga center of grvity pada system. Khususnya berat ekor pesawat
8

dapat dikurangi dengan mengaplikasikan komposit sehingga tidak perlu ada penambahan
beban di hidung pesawat untuk menjaga center of gravity.
Menurut Boeing Company (2010) terdapat bebrapa persyaratan material yang
digunakan untuk pesawat terbang sipil diantaranya.
1. Kekuatan dan kekakuan material komposit yang lebih tinggi dengan ketanguhan
yang sama nilainya atau bahkan lebih baik dari pada system saat ini.
2. 3-D reinforcement yang meningkatkan transverse toughness
3. Self-surfacing/priming pada permukaan komposit untuk pengecatan/priming
4. Material hybrid yang muktahir untuk detail design yang lebih teliti.
5. Penggunaan system resin yang didesain untuk memudahkan dalam daur / reklamasi
karbon
6. Tahan lama dengan biaya rendah, komposit temperature tinggi
7. Pembuatan komposit yang condong pada proses non-tradisional
8. System resin yang lebih cepat jadi saat proses dan dapat diproses pada temperature
endah.
9. Komposit yang dapat dimonitor kekesehatannya
10. System komposit yang dapat menghantarkan panas
11. Shape morphing composite
12. System komposit yang tahan terhadap korosi
13. System komposit yang dapat dengan cepat diperbaiki
14. System komposit yang tangguh terhadap kenaikan temperature
15. Komposit yang mempunyai konduktivitas listrik yang mampu mengurangi
kebutuhan akan gejala perlakuan elektromagnetik
2.2 Macam Macam Polimer Matrix Composite Pada Pesawat Terbang
1. Glass Fiber Composite System
Glass fiber komposit terdiri dari dua jenis utama yaitu E-glass dan S-glass.
Tipe komposit E-glass digunakan secara luas pada bagian gliders dan pada
komponen nonstructural yang tidak memerlukan kekakuan tinggi seperti
radomes pesawat. Sedangkan untuk tipe S-glass memiliki properties yang
lebih baik daripada E-glass. Ada tipe ketiga dari glass fiber yaitu D-glass yang
memilki sifat dielektrik yang baik dan adakalanya dipakai pada pesawat
sebagai penangkal petir. Kelebihan dari tipe E-glass adalah biayanya yang
9

lebih murah dari pada tip laiinya. Glass fibers memilki spesifik grafity sekitar
2.5.g.cm
-3
yang mana sedikit rendah dari density boron fiber 2.6 .g.cm
-3

namun lebih tinggi dari karbon fiber 1.8.g.cm
-3
dan Kevlar fiber 1.45.g.cm
-3
.
Spesifik gravity thermoset resin adalah sekitar 1.3gcm-3 dan sebagai hasil,
glass/epoxy komposit memiliki spesifik gravity yang lebih tinggi daripada tipe
lain dari komposit (kecuali boron/epoxy) untuk pesawat ruang angkasa dengan
kandungan volume fiber yang sama. Namun begitu, tetap tergantung terhadap
fraksi volume fiber, spesifik gravity masih lebih rendah daripada material
aluminium paduan untuk bahan pesawat terbang (2.8 .g.cm
-3
).
2. Aramid fiber composites system
Ketika kompasit Kevlar49/epoxy diperkenalkan olehdupont pada
pertengahan 1960, material ini memiliki spesifik tensile strength yang lebih
tinggi dari komposit sejenis lainnya, disamping kemudian ketersedian akan
carbon fibers. Dibalik kekuatan Tarik yang tinggi, compression strength yang
dimiliki aramaid rendah. Dibawah compression loading, aramid fiber
mengalami deformasi nonlinier pada level regangan sekitar 0.5% dengan
formasi kink bands. Pada dasarnya, bentuk deformasi terjadi perpanjangan
rantai struktur fiber aramid tidak stabil pada saat compression loading.
Gambar 2.1 mengilustrasikan extreme asymmetry tegangan regangan,
kelakuan tension dan compression loading untuk komposit aramid/epoxy.












K
Gambar 2.1 Kurva kekuatan tarik dan compression stress-strain komposit aramid pada temperature
ambient
( Sumber : composite material for aircraft structure, second edition )
10

etahanan terhadap penekanan yang rendah dari komposit aramid adalah sebuah
kelemahan besar dalam aplikasi yang membutuhkan kekuatan tinggi atau
kekakuan dibawah tekanan atau pembebanan flexural. Untuk aplikasi pesawat
ruang angkasa komposit aramid lebih disukai untuk secondary struktur seperti
fairing sebagai bagian yang menerima hentakan/impact. Untuk aplikasi pesawat
terbang aramid composite digunakan sebagai penguat pada radomes pesawat
terbang karena sifatnya yang dielektrik. Untuk komponen yang memerlukan sifat
penekan baik dan ketahanan impact bagus, aramid fiber dapat dikombinasikan
dengan carbon atau fiber glass. Hybrid komposit aramid/karbon telah digunakan
pada helicopter fuselage dan pesawat terbang sipil untuk fairing.

3. Carbon fiber system
Carbon fiber composite system digunakan secara luas untuk structural
application dalam industry pesawat ruang angkasa daripada system fiber high-
performance lainnya. ini terutama pada keseluruhan sifat-sifat spesifik
kekakuan tinggi dan kekuatan yang dapat diperoleh dari komposit ini
dibandingkan dengan komposit dan logam structural lainnya. Komposit PAN-
based carbon fibe rmendominasi pasar karenaharganya yang murah,
kaharteristik handling yang lebih baik dan keseluruhan sifat mekaniknya yang
menarik.

2.3 Komposit Pada Struktur Rangka dan Badan Pesawat Terbang Sipil
Struktur komponen komposit pesawat terbang pertama dikenalkan pada tahun 1950-
1960, yang dibuat dari glass fiber reinforced plastic. Komponen ini meliputi fin dan
rudder dari pesawat Gruman E2A, helicopter canopies, frame, radomes, fairing, rotor
blade, dll. Material komposit yang digunakan diantaranya boron fiber reinforced plastic
(BFRP), carbon reinforced plastic (CFRP), aramid reinforced plastic (AFRP), dan glass
diber renforced plastic. Selama beberapa tahun ini penggunaan material komposit
meningkat dari hanya digunkan untuk access panel dan canopy frames menjadi hamper
keseluruhan permukaan airframe yang berdampak terhadap pengurangan berat ,
peningkatan performa, pengurangan gaya drag, dan juga meningkatkan durability dan
ketahanan korosi. Gambar 2.2 dibawah menunjukkan pemangkasan berat dalam hal fraksi
berat komposit.
11

























Gambar 2.2 plot perbandingan weight saving pada beberapa kontruksi pesawat terbang
( Sumber : Module11 :Engineering Application Of Composite Materials )
Gambar 2.3 pertumbuhan struktur komposit pada pesawat terbang dalam persentase
berat
( Sumber : Fiber Composite Aircraft-Capabilitydan Safety )
12

Komposit pada komponen pesawat terbang yang digunakan untuk aplikasi structural
biasanya dibuat dengan konstruksi sandwich memiliki lembar permukaan karbon fiber
atau karbon fiber dikombinasikan dengan aramid atau fiber glass dengan inti honey comb.
Untuk aplikasi interior pesawat, bagian komposit dibutuhkan untuk mencapai sifat-sifat
mekanik dan tuntutan dalm mampu prosesnya. Sebagai tambahan, penekanan terhadap
penggunaan material pesawat terbang harus memilki sifat tahan terhadap api. Untuk
interior pesawat digunakan phenolic resin karena sifatnya yang sangat baik akan tahan api
termasuk sifat mudah terbakar, smoke dan racun yang rendah.
2.3.1 Struktur Komposit Pada Pesawat AIRBUS Perancis
Perusahaan pesawat terbang airbus menggunakan komposit canggih pasa airbus A300
yang terbang perdana pada 1972. Material komposit digunakan pada fin leading edge
dan glass fiber fairing panels lainnya.











Pada tahun 1979, evaluasi in-service pada airbus A300, menjadi tonggak dalam
penggunaan komponen komposit pada airbus A300 yang bernama CFRP spoiler dan
rudder, air brakes, CFRP landing gear doors, dll. Penggunaan komposit dilanjutkan
pada air bus A310 selama tahun 1980-1985, dan kemudian setelah itu airbus A320 pada
1987.
Gambar 2.4 Komposit material pada AIRBUS A300 yang digunakan pada fin leadingedge dan fairing panels
( Sumber : Module11 :Engineering Application Of Composite Materials)
13

Berbagai macam komposit yang digunakan pada airbus series diperlihatkan pada table
2.1 dibawah.









Pada airbus A300B2/B4 aircraft, hanya glass fiber struktur yang digunakan. AFRP
dan CFRP yang digunakan pada airbus A310-200 Aircraft. Untuk airbus A320 dan
airbus A330/340 GFRP, CFRP dan AFRP telah dimanfaatkan untuk struktur komposit
yang meberikan optimalisasi pada vertical fin untuk meningkatkan aerodinamik dan
juga mengurangi komsumsi bahan bakar dan meningkatkan karakteristik terbang dari
pesawat terbang (Middleton 1990).









Table 2.1 Komponen yang digunakan oleh AIRBUS series
( Sumber : Module11 :Engineering Application Of Composite Materials)
Gambar 2.5 Penggunaan komposit pada bagian lain AIRBUS A340
( Sumber : Module11 :Engineering Application Of Composite Materials)
14











Pada tahun 2006, para pengamat penerbangan mengatakan bahwa AIRBUS A380
direncanakan memasuki service dengan airframe yang berbahn komposit sebesar 25%
dari total berat pesawat, termasuk center wing box yang seluruhnya berbahan komposit
(Rakow&Pettinger 2006).











Gambar 2.7 Keseluruhanbahan komposit pada badan AIRBUS A380
( Sumber : Fiber Composite Aircraft-Capabilitydan Safety)
Gambar 2.6 Penggunaan komposit pada bagian lain AIRBUS A320
( Sumber : Module11 :Engineering Application Of Composite Materials)
15


2.3.2 Struktur Komposit Pada Pesawat BOEING United State Of America
Pesawat komersil USA pertama yang terbang tahun1970, dengan komponen
komposit mutakhir adalah pesawat boeing 707, yang mana memiliki boron/epoxy fore-
flap. Pesawat komersial dengan bahan komposit muktahir pada dasarnya dimulai ketika
program Aircraft Energy Efficiency (ACEE) yang diprakarsai oleh NASA pada 1972.
Pengalaman yangdiperoleh dari program ACEE menghasilkan kepercayaan diri dari
boeing.co untuk memilih CFRP untuk pesawat terbang B757, B767 dan B737-300
control surface. Boeing Aircraft.Co mendesign dan membangun carbon/epoxy spoiler
yang digunakan di pesawat boeing 737-200 pada tahun 1973. Program ini termasuk 108
B-737 spilers, 10 B727 elevators, dan empat B737 horizontal stabilizers. Beberapa
spoilers selanjutnya dibuat dari carbon/thermoplastic yang berbeda, yang mana
menghilangkan service terhadap degradasi matriks dengan cairan hidrolik
Macam macam komponen komposityang digunakan BOIENG diberikan oleh table
dibawah.









Penggunaan komposit dalam variasi berbeda dari generasi terbaru B-737
diperlihatkan oleh gambar di bawah


Table 2.2 Komponen yang digunakan oleh BOEING series
( Sumber : Module11 :Engineering Application Of Composite Materials)
16











CFRP digunakan untuk aileron, elevator, rudder, fairing, dan engine cowl door dari
boeing pesawat 737-300. Untuk kedua boeing 757 dan boeing 767 CFRP komposit
telah digunakan untuk elevator, rudders, spoilers, landing gear doors dan engine
cowling. Kebanyakan boeing 757 dan 767 fairing dan fixed panel berbahan
aramid/epoxy atau aramid/carbon/epoxy hybrid-honeycomb sandwich. Karena
keretakan pada permukaan dan matriks, banyak dari aramid/epoxy digantikan dengan
glass/epoxy untuk menigkatkan surface protection. Dalam produksi generasi terbaru
boeing 777, lebih dari 33000 lb komposit digunakan, sekitar 10000 lb adalah CFRP
yang meliputi keseluruhan tail, control surface, floor beams, main landing gear doors,
dan engine nacelles. pada saat itu boeing.co tidak terlihat meprtimbangkan secara luas
penggunaan komposit pada pesawat terbang komersial. Pesawat boeing 777 sebagai
contoh tidak menggunakan proporsi komposit yang lebih tinggi daripada pesawat airbus
A-320 dimana hanya 9% dari total bearat pesawat (Sater, Lesiutre&Martin 2006).
Struktur komposit pada boeing 777 dan pesawat A320 diperlihatkan oleh figure
dibawah.



Gambar 2.8 Penggunaan komposit pada bagian lain BOEING 737 series
( Sumber : Module11 :Engineering Application Of Composite Materials)
17












Aviation De Transportation Regionale (ATR) menggunakan karbon/epoxy untuk
seluruh control surface dan Kevlar/epoxy untuk banyak komponen ATR42 regional
airlane yang mendapat certifikat terbang pada tahun1985. ATR utilize carbon/epoxy
untuk outer wing box peswat ATR72, versi etsa ATR pesawat ATR42, airlane pertama
dengan CFRP wing box. Composite material yang digunakan pada ATR-72 ditunjukkan
oleh gambar dibawah ini.









Gambar 2.9 Penggunaan komposit pada bagian BOEING 777
( Sumber : Module11 :Engineering Application Of Composite Materials)
Gambar 2.10 Penggunaan komposit pada pesawat ATR-72
( Sumber : Module11 :Engineering Application Of Composite Materials)