Anda di halaman 1dari 7

APLIKASI SITEM GETARAN TEREDAM

1. PENDAHULUAN
Getaran yang terjadi pada mesin-mesin atau struktur biasanya
menimbulkan efek yang tidak dikehendaki,seperti ketidak nyamanan, ketidak
tepatan dalam pengukuran atau rusaknya struktur mesin. Getaran terjadi karena
adanya eksitasi baik yang berasal dari dalam maupun dari luar sistem danefek
getaran tersebut berhubungan dengan frekuensi pribadi sistem yang bergetar. Jika
frekuensi eksitasi berada di sekitar frekuensi pribadi sistemmaka akan terjadi
fenomena resonansi, yang akan mengakibatkan amplitudo getaran yang paling
besar.Amplitudo equivalent dengan defleksi, sehingga resonansi dapat
menyebabkan terjadinya kegagalan pada sistem ataupun struktur.
Respons mekanik dapat mewakili perilaku mekanik sebuah struktur yang
dikenai gaya eksitasi. Respons mekanik tersebut sangat dipengaruhi oleh
parameter system dinamik struktur tersebut. Pada suatu struktur rmekanik
terjadinya gejala getaran tergantung pada massa, kekakuan dan faktor
redamannya, sedangkan perilaku dinamik dari struktur tersebut ditentukan oleh
karakteristik dinamik yang berupa frekuensi pribadi, amplitudo dan modus getar.
Penentuan karakteristik dinamik tersebut dapat dilakukan melalui kaji teoritik,
numerik maupun eksperimental. Karakteristik dinamik suatu struktur sangat
penting untuk diketahui, karena dengan mengetahui karakteristik dinamik maka
peristiwa getaran yang berlebihan dapat dihindari.
istem pegas-balok banyak digunakan dalam aplikasi teknik, misalnya
untuk sistem tumpuan pada struktur mesin dan sistem suspensi pada otomotif. !"#
melakukan penelitian dengan menggunakan $omputer software %ortran"" untuk
menentukan karakteristik dinamik model sistem pegas-peredam kejut-massa
dengan perubahan harga konstanta peredaman. Parameter yang diukur adalah
waktu yang diperlukan untuk berosilasi &t' dan simpangan &x' yang dihasilkannya.
(ulisan ini melaporkan hasil simulasi numerik menggunakan metode elemen
hingga untuk mengetahui karakteristik dinamik sebuah model sistem suspensi
yang terdiri dari konfigurasi pegas massa tanpa peredam dengan perubahan pada
nilai konstanta pegasnya. istem ini merupakan pemodelan dari sistem suspensi
pada kendaraan mobil penumpang dan sistem tumpuan pada mesin. Parameter
yang diukur adalah frekuensi pribadi &fn' serta amplitudo getaran &X'. )ntuk
*alidasi hasil numerik dilakukan e+perimental dengan menggunakan uni*ersal
*ibration system.
METODE
2.1. Model Sistem Suspensi
Gambar ,.a menunjukkan sebuah model sistem suspensi yang umum dipakai pada
aplikasi kendaraan mobil penumpang. istem suspensi tersebut terdiri dari
sepasang pegas di bagian depan dan sepasang pegas di bagian belakang. -iasanya
terdapat juga sepasang peredam bersama dengan pegas, namun pada analisis ini
kehadiran peredam diabaikan dan model sistem suspensi dimodelkan sebagai
sistem pegas balok seperti pada Gambar ,b dan ,$. Persamaan gerak untuk sistim
yang ditunjukkan oleh Gambar ,b dan ,$ dapat diturunkan sebagai berikut. /ari
keseimbangan gaya arah *erti$al, diperoleh.
/ari keseimbangan momen terhadap titik G.
Persamaan &0' dan &1' dapat ditulis dalam bentuk matriks sebagai berikut.
Gambar ,. 2odel sistem suspensi pegas-balok
/engan memasukkan nilai-nilai x dan beserta dengan masing-masing
turunan keduanya, maka diperoleh.
3ilai-nilai frekuensi natural , dan 0 dapat diperoleh dengan teori
determinan.
APLIKASI SISTEM GETARAN EAS TEREDAM PADA SUSPENSI MOIL
istem suspensi pada mobil saat ini sebagian besar menggunakan
komponen pasif yang terdiri dari komponen pegas dan komponen peredam kejut
dengan harga konstanta pegas dan koefisien peredam selalu konstan dan dikenal
sebagai sistem suspense pasif. istem ini sangat sederhana dan mempunyai
kelemahan yaitu tidak dapat beradaptasi dengan kondisi jalan yang berubah-ubah.
(ingkat kenyamanan akan semakin meningkat jika per$epatan pada badan
kendaraan semakin ke$il bahkan mendekati nol karena per$epatan inilah yang
dirasakan oleh penumpang. istem suspensi mobil harus dapat mengisolasi
getaran badan kendaraan yang disebabkan oleh ketidak rataan permukaan jalan.
(ingkat keamanan dapat ditinjau dari defleksi suspensi untuk mengetahui rattle
space yang terjadi dan defleksi ban sebagai indikator roadholding sistem.
uspensi aktif sangat efisien untuk menghasilkan tingkat kenyamanan pengemudi
dalam berkendaraan. Pada sistem suspensi aktif dilengkapi dengan aktuator yang
menggantikan kinerja peredam dan pegas sekaligus. /alam aplikasinya suspens
iaktif membutuhkan suplai energi daya se$ara terus menerus seperti pada power
steering dan sampai saat ini baru diterapkan pada mobil balap.
istem suspensi semi aktif merupakan pilihan alternatif karena lebih murah
dan membutuhkan sulai dana yang lebih ke$il dibandingkan pada system suspensi
aktif. /inamakan sistem suspensi aktif karena yang berubah hanya peredam
&variable damper) atau pegasnya saja (variabel spring). Jika tidak terjadi *ariabel
damper atau *ariabel spring dari sistem suspensi, maka sistem suspensi tetap
dapat bekerja karena masih terdapat komponen pasif. 4al ini merupakan
kelebihan lain apabila dibandingkan dengan sistem suspensi aktif yang jika
aktuator rusak maka sistem suspensi kendaraan rusak total. /ari sisi lain sistem
suspensi pasif yang ada saat ini mampu mengendalikan getaran kendaraan pada
setiap mode geraknya, ia hanya meredam se$ara pasif.
Pada saat ini telah banyak dipelajari suspensi aktif yang se$ara aktif sesuai
kebutuhandapat merubah kekakuan dan redaman system suspensi sehingga
sekaligus dapat meningkatkan kwalitas kenyamanan dan stabilitas arah kendaraan.
3amun penerapan sistem tersebut masih sangat mahal dan belum ekonomis.
1. MODEL RAN!ANGAN KENDARAAN
Gambar .1. Model rancangan kendaraan
METODE ANALISIS
Analisa yang digunakan adalah seperempat kendaraan sebagaimana model
gambar.
Gambar 4. Skema suspensi semi aktif model seperempat
kendaraan
/imana .
m1 . 2assa badan kendaraan
m2 . 2assa roda ban dan perangkat rem
k1 . Konstanta pegas komponen suspensi
k2 . Konstanta Pegas ban
b . Koefisien redaman
Vd (t) . gaya redam *ariabel damper.
Dengan menggunakan hukum II Newton !aitu " # $ m.a maka
persamaan gerak sebagai berikut %

An"lis" #$e%uensi N"tu$"l
Analisa perhitungan frekuensi natural sistem dua derajat kebebasan sebagaimana
gambar 1, digunakan getaran bebas dari sistem. Persamaan gerak untuk getaran
bebas didapat dengan menseting bagian kanan persamaan 5 dan 1 menjadi nol.
)ntuk system tidak teredam &undamped system', dengan mengabaikan koefisien
redaman, persamaan gerak untuk getaran bebas adalah .
olusi persamaan deferensial diatas dapat diasumsikan sebagai .
/imana 6n adalah frekuensi natural pada system tidak teredam, sedangkan 7,
dan 70 adalah amplitudo massa sprung dan massa unsprung. /engan mensub-
stitusikan asumsi solusi ke persamaan 8 dan 9 didapat persamaan amplitude
sebagai berikut .

Anda mungkin juga menyukai