Anda di halaman 1dari 13

ISOLASI SPESIES MIKROALGA

Oleh :
Nama : Kasriati Heruningsih
NIM : B1J0111
Kel!m"!# : $
R!m%!ngan : II
Asisten : Muhamma& Re''a()rullah
R*
LAPORAN PRAK+IK,M -IKOLOGI
KEMEN+ERIAN PEN.I.IKAN .AN KEB,.A/AAN
,NI0ERSI+AS JEN.ERAL SOE.IRMAN
-AK,L+AS BIOLOGI
P,R1OKER+O
2013
I* PEN.AH,L,AN
A* Latar Bela#ang
Mikroalga merupakan mikroorganisme aquatik fotositetik
berukuran mikroskopik, yang dapat ditemukan di dalam air tawar
dan air laut, paling tidak terdapat pada lokasi yang lembab, serta
melakukan proses fotosintesis untuk membuat makanannya sendiri
karena termasuk ke dalam jenis makhluk hidup fotoautotrof.
Mikroalga merupakan jenis sel tunggal yang terpisah menyendiri
atau berkelompok. Tergantung pada jenisnya, ukuran mereka
dapat terbentang beberapa mikrometer (m) hingga beberapa
ratus mikrometer. Tidak sama dengan tumbuhan lain, mikroalga
tidak mempunyai akar, batang dan daundaun. Mikroalga mampu
untuk melakukan fotosintes, mereka menghasilkan oksigen dimana
pada waktu yang sama mereka mengambil karbondioksida di
lingkungannya sehingga mengurangi efek rumah kaca dan
meminimalisasi terjadinya global warming (inahyu et al., !"#$).
%lga merupakan produsen primer dalam suatu ekosistem
perairan dan merupakan organisme uniseluler, &lamen dan
berkembang biak secara aseksual. 'ara hidupnya dapat menempel
ataupun melayang sebagai &toplankton. %lga berdasarkan
ukurannya dapat dibedakan menjadi mikroalga dan makroalga.
Mikroalga adalah alga yang berukuran sangat kecil sehingga tidak
dapat dilihat dengan kasat mata. Mikroalga juga tersebar dalam
perairan laut ((eldman, #)*#).
+ertumbuhan mikroalga pada umumnya membutuhkan tiga
faktor yaitu, sinar matahari, nutrisi, dan karbondioksida. ,paya
untuk meningkatkan produksi biomasa mikroalga dapat dilakukan
dengan memanipulasi faktor lingkungan seperti bentuk wadah
kultur dan media. Media yang umum digunakan untuk kultur
mikroalga adalah media sintetik dan alami. Media sintetik terdiri
dari senyawa-senyawa kimia yang komposisi dan jumlahnyaa
sudah ditentukan. Medium .asal .old (M..) merupakan media
sintetik yang umum digunakan dalam kultur mikroalga Chlorophyta
(+rihartini et al., !""*).
Mikroalga berperan juga sebagai produser primer, hasil
sampingan fotosintesa mikroalga yaitu oksigen berperan bagi
respirasi biota sekitarnya. +engetahuan tentang &kologi telah
berkembang pesat setelah beragam jenis alga dengan
karakteristiknya masing-masing berhasil dikultur. .erbagai institusi
di dunia telah menyimpan koleksi kultur mikroalgae yang potensial
dapat dimanfaatkan untuk berbagai aplikasi (+anggabean, !""/).
B* +u4uan
Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui membuat
biakan murni mikroalga dengan metode isolasi pengenceran
berseri, metode isolasi pengulangan sub kultur, metode isolasi
pipet kapiler dan Metode isolasi goresan.
5* +in4auan Pusta#a
Mikroalga merupakan organisme autotrof yang tumbuh
melalui proses fotosintesis. 0truktur uniseluler mikroalga
memungkinkan mengubah energi matahari menjadi energi kimia
dengan mudah. Mikroalga dapat tumbuh dimana saja, baik di
ekosistem perairan maupun di ekosistem darat (1andayani dan
%riyanti, !"#!).
Mikroalga yaitu alga yang berukuran sangat kecil sehingga
dibutuhkan alat bantu untuk melihatnya. .erdasarkan cara
hidupnya mikroalga dibedakan menjadi &toplankton, &tobentos,
alga simbiotik, dan aeria alga. Mikroalga mempunyai peranan
penting antara lain untuk makanan hewan dan manusia, sumber
kimia, treatment limbah, tanah diatome, biofertiliser, pupuk, dan
cadangan minyak. 0elain itu mikroalga juga dapat menimbulkan
kerugian antara lain blooming sehingga akan mengakibatkan
kekurangan oksigen dan dapat menimbulkan keracunan
(2snansetyo dan 3urniastuty, #))*).
2snansetyo dan 3urniastuti (#))*) menyatakan ada beberapa
cara isolasi mikroalga untuk mengambil kultur murni jenis tunggal.
'ara-cara ini tidak hanya digunakan untuk memisahkan jenis yang
diinginkan dari populasi berbagai jenis plankton alam, tetapi juga
digunakan untuk memisahkan satu jenis atau mikroalga yang telah
terkontaminasi oleh organisme lain. +ada dasarnya ada lima cara
yaitu metode isolasi pipet kapiler, metode isolasi pengenceran
berseri, metode isolasi secara biologis metode isolasi goresan pada
cawan petri dan metode sub kultur berulang.
,jung pipet tetes dipanaskan menggunakan api
bunsen
%kuades steril diteteskan pada object glass sebanyak tiga
tetes
II* MA+ERI .AN ME+O.E
A* Materi
%lat-alat yang digunakan pada praktikum ini adalah
mikroskop, pinset, bunsen, tabung reaksi, object glass, ember,
botol &lm, plankton net, dan pipet kapiler.
.ahan-bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah
sampel mikroalga, akuades steril, media 4arrouk, aluminium foil,
dan kapas.
B* Met!&e
'ara kerja praktikum ini adalah 5
#. +embuatan pipet kapiler
!. 2solasi Mikroalga
,jung pipet tetes ditarik dengan pinset sampai ujung pipet
mengecil
0ampel diteteskan pada akuades sampai beberapa tetes, diamati
di mikroskop sehingga didapatkan satu spesies mikroalga
Mikroalga yang didapat dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang
berisi media
6isumbat dengan kapas dan aluminium foil
6iinkubasi
III* HASIL .AN PEMBAHASAN
A* Hasil

7ambar $.#. Botrydiopsis sp. 7ambar $.!. 1asil 2solasi
B* Pem%ahasan
Mikroalga adalah organisme fotosintetik yang mengubah
karbon dioksida ('8
!
) ke dalam spektrum yang luas dari senyawa
organik termasuk kloro&l, karotenoid, 9itamin dan lipid. Mereka
dikenal sebagai produsen utama dari berbagai rantai panjang asam
lemak tak jenuh ganda (+,(%) dalam lingkungan perairan dan
banyak penelitian telah menunjukkan bahwa nutrisi penting seperti
omega-$ (:$) dan omega-; (:;) +,(% cukup melimpah di
mikroalga (1ong et al., !"#!). Menurut 0heehan et al., (#))<)
dalam Manullang et al. (!"#!), ada = komponen 4at utama yang
terkandung dalam mikroalga, yaitu karbohidrat, protein, asam
nukleat, dan total lipid. +ersentase keempat komponen tersebut
ber9ariasi tergantung jenis mikroalganya. 3andungan lipid
mikroalga tergantung dari jenis mikroalga, ratarata pertumbuhan
dan kondisi kultur mikroalga (Manullang et al., !"#!).
2solasi adalah mengambil mikroorganisme yang terdapat di
alam dan menumbuhkannya dalam suatu medium buatan. +roses
pemisahan atau pemurnian dari mikroorganisme lain perlu
dilakukan karena semua pekerjaan mikrobiologis, misalnya telaah
dan identi&kasi mikroorganisme, memerlukan suatu populasi yang
hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. +rinsip dari
isolasi mikroba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan
mikroba lainnya yang berasal dari campuran bermacam-macam
mikroba. 1al ini dapat dilakukan dengan menumbuhkannya dalam
media padat sel-sel mikroba akan membentuk suatu koloni sel yang
tetap pada tempatnya (+ratiwi, !""<).
Menurut 2ndriani dan 0umiarsih (#)))), metode kultur murni
mikroalga di laboratorium untuk memperoleh satu jenis mikroalga
(monospesies) dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu 5
#. Metode pipet kapiler
Metode kultur murni dengan menggunakan metode pipet
kapiler dapat dilakukan dengan cara sel mikroalga yang akan
dikultur dipisahkan dengan menggunakan pipet kapiler steril lalu
dipindahkan ke dalam media yang sesuai. +ipet yang akan
digunakan untuk metode ini adalah pipet yang mempunyai
diameter antara $ > * kali besar mikroalga yang akan diisolasi dan
pipetnya dilakukan pembakaran pada bagian ujungnya.
+roses isolasi ini dilakukan dibawah mikroskop dengan cara
mengambil mikroalga yang diperoleh dengan menggunakan alat
planktonnet. 3emudian mikroalga tersebut dilakukan penyaringan
dan diteteskan pada gelas obyek. 6engan menggunakan pipet
kapiler ambil tetesan mikroalga tersebut dan amati dibawah
mikroskop. 3emudian mikroalga tersebut dikultur dalam tabung
reaksi 9olume #" ml yang telah diperkaya dengan jenis pupuk yang
sesuai dengan mikroalga yang akan diisolasi dan lakukan
pengamatan jenis mikroalga yang tumbuh dibawah mikroskop
setiap hari dan lakukan kegiatan tersebut sampai diperoleh jenis
mikroalga yang diinginkan.
!. Metode media agar
Metode media agar adalah suatu metode pemurnian
indi9idu dari suatu sampel perairan dengan cara membuat kultur
murni dengan menggunakan media agar. Media yang digunakan
pada saat inokulasi adalah media agar yang dilengkapi dengan
larutan nutrien pengkaya, larutan trace element dan 9itamin. Media
nutrient tersebut mengandung bahan-bahan kimia yang digunakan
untuk sintesis protoplasma pada proses kulturnya. Media yang
umum digunakan adalah media 'onway dan media 7uillard. Media
'onway digunakan untuk phytoplankton hijau sedangkan pupuk
7uillard untuk phytoplankton coklat.
$. Metode subkultur
Metode subkultur adalah suatu metode mengisolasi
mikroalga dimana metode ini dapat digunakan jika mikroalga yang
kita inginkan bukan mikroalga yang dominan. +eralatan yang
digunakan dalam mengisolasi &toplankton dengan metode ini
adalah mikroskop, pipet, autoklaf, o9en, haemocytometer, gelas
ukur, gelas piala dan tabung reaksi. .ahan-bahan yang digunakan
adalah medium .ristole, air tanah, akuades, 9itamin .#!, 9itamin
.;, 9itamin .# dan sampel air kolam. +rosedur yang digunakan
dalam metode subkultur ada dua tahapan yaitu pertama
melakukan sterilisasi peralatan dan bahan yang akan digunakan
dan yang kedua adalah melakukan isolasi. 0terilisasi dilakukan
pada semua alat dan bahan yang akan digunakan dalam kultur
mikroalga ? &toplankton.
=. Metode pengenceran berseri
Metode pengenceran berseri merupakan salah satu metode
yang digunakan untuk mengisolasi mikroalga atau phytoplankton
jika jenis mikroalga atau phytoplankton yang kita inginkan adalah
jenis yang dominan. %dapun peralatan yang digunakan adalah
sama dengan metode subkultur, sedangkan bahan yang digunakan
adalah medium .ristol, akuades, sampel air kolam,9itamin .#!,
9itamin .; dan 9itamin .#. +eralatan dan bahan yang akan
digunakan dalam metode pengenceran berseri dilakukan isolasi.
2solasi peralatan dan bahan yang akan digunakan sama dengan
metode subkultur.
3elebihan dari metode isolasi kapiler yang dilakukan adalah
bahan yang dibutuhkan hanya memerlukan jumlah yang sedikit
dan tidak memakan banyak tempat sedangkan kekurangannya
tidak bisa dilakukan untuk organisme yang jumlah dan jenisnya
banyak, juga memerlukan ketelitian yang tinggi pada saat
menyaring mikroalga saat menggunakan akuades, agar akuades
tidak terlalu banyak sehingga monospesies mikroalga bisa
didapatkan dengan tepat (+rasetyo, #);/).
.erdasarkan hasil praktikum, spesies yang berhasil diisolasi
adalah Botrydiopsis sp. Botrydiopsis sp. merupakan mikroalga dari
di9isi @anthophyta. 0elnya berbenyuk silinder, tapi tidak seperti
Tribonema, tidak pernah gentong dan hanya sampai dua kali lebih
lama karena mereka lebar. 0el-sel membentuk &lamen tidak
bercabang. 0etiap sel berisi !-< kromatofora diskoid. .iasanya
tumbuh di kolam dengan dasar tanah liat (.or4i, #<<)). 3lasi&kasi
Botrydiopsis sp. menurut .or4i (#<<)), yaitu 5
3ingdom 5 +lantae
6i9isi 5 Aanthophyta
3elas 5 Tribophyceae
8rdo 5 Mis6h!6!66ales
(amily 5 .otrydiopsidaceae
7enus 5 Botrydiopsis
0pesies 5 Botrydiopsis sp.
I0* KESIMP,LAN .AN SARAN
A* Kesim"ulan
.erdasarkan hasil dan pembahasan, dapat diambil
beberapa kesimpulan sebagai berikut 5
#. 2solasi adalah mengambil mikroorganisme yang
terdapat di alam dan menumbuhkannya dalam suatu medium
buatan.
!. 0pesies yang berhasil diisolasi menggunakan metode
pipet kapiler adalah spesies Botrydiopsis sp.
B* Saran
,ntuk praktium selanjutnya pembahasan tolong diupload
secepatnya dan jangan mendadak.
.A-+AR RE-ERENSI
.or4i. #<<). Botrydiopsis, nuo9o genere di alghe
9erdi. .ollettino 0ocietB 2taliana Microscopica #5 ;).
(eldman, C. #)*#. Dkology of Marine %lgae. 0tanford ,ni9ersity,
'alifornia.
1andayani, E. %. dan %riyanti, 6. !"#!. +otensi Mikroalga sebagai
0umber .iomasa dan +engembangan +roduk Turunannya.
TD3E23 > Fol. $$ Eo.! 5 *<-;*.
1ong, G. ., 3im, 0. %., 'hang, G., Ci, G., Geong, G., 3im, 0., 3im, 0. 1.
and Coon, 1. 0. !"#!. 2solation and 6escription of a 3orean
Microalga, %sterarcys quadricellulare 3E,%"!", and %nalysis
of its .iotechnological +otential. %lgae !/ ($) 5 #)/-!"$.
2ndriani, 1 dan 0umiarsih. #))!. .udidaya, +engelolaan serta
+emasaran Humput Iaut. Penebar Swadaya, Gakarta.
2snansetyo, % dan 3urniastuty. #))*. Teknik 3ultur +hytoplankton
dan Jooplankton. 3anisius. Cogyakarta.
Manullang, idiyaningsih dan Dnrdawati, 1. !"#!. 6ensitas dan
3andungan Total Iipid Mikroalga Spirulina platensis Cang
6ikultur pada Tingkatan +erbedaan (otoperiod. Gournal of
Marine Hesearch. Fol. #, Eo. #, 1al. !=-!<.
+anggabean, I. M. 7. !""/. 3oleksi 3ultur Mikroalgae. 8seana
9ol.AAA22 Eo.!5 ##-!".
+rasetyo, T. 2.#);/. Beberapa Genus Alga Air Tawar. ,M +HD00
5Malang.
+ratiwi, 0yl9ia T. !""<. Mikrobiologi farmasi. Drlangga. Gakarta.
+rihantini, E.., .. +utri, dan H. Cuniati. !""*. +ertumbuhan Chlorella
spp. dalam Medium Dkstrak Tauge (MDT) dengan Fariasi p1
%wal. Maara, Sains, !ol. ", #o. $% $&'.
inahyu, 6. %., %nggraini, C., Hustiati, D. I., Master, G. dan 0etiawan,
%. !"#$. 0tudi +endahuluan Mengenai 3eanekaragaman
Mikroalga di +usat 3onser9asi 7ajah, Taman Easional ay
3ambas. +rosiding 0emirata (M2+% ,ni9ersitas Iampung hal
)$-)<.