Anda di halaman 1dari 433

Raja Pedang

Lima warna membutakan mata.!" Terdengar suara berat dan parau


membaca doa.
Lima warna membutakan mata.!" Menyusul suara nyaring tinggi suara
kanak!kanak yang berusa"a keras menirukan nada suara pertama.
Lima bunyi menulikan telinga!" #embali suara anak kecil tadi
mengulang kata!kata itu.
$uara ini saling susul dan selengkapnya diucapkan ole" suara parau ditiru
suara anak kecil itu ujar!ujar lengkap dari kitab To!tek!keng seperti berikut %
Lima warna membutakan mata
Lima bunyi menulikan telinga
Lima rasa merusak mulut
Mengejar kesenangan merusak pikiran
&arang ber"arga membuat kelakuan menjadi curang
'nila" sebanya orang budiman
Mengutamakan urusan perut
Tidak mempedulikan urusan mata
'a pandai memili" ini membuang itu
#alau suara!suara ini terdengar dari sebua" klenteng (gama To "al itu tak
perlu diper"atikan lagi karena memang lumra" kalau seorang tosu memberi
pelajaran!pelajaran dari kitab To!tek!keng kepada anak muridnya. (tau
seorang kepadaguru sastra mengajarkan ayat!ayat kitab itu kepada
muridnya. (kan tetapi ane"nya dua suara yang saling susul itu terdengar
dari dalam sebua" "utan yang lebat "utan yang jarang didatangi manisia
dan menjadi sarang dari "arimau!"arimau ular!ular besar dan lain binatang
buas. #alau pun ada manusianya tentula" sebangsa manusia perampok.
(pabila kita meli"at ke dalam "utan itu untuk mengeta"ui siapa orangnya
yang mengajarkan ayat!ayat kitab To!tek!keng kepada anak kecil tadi
kitaakam merasa "eran sekali. Ternyata ba"wa yang membaca ayat!ayat
kitab itu adala" seorang tosu berbaju kuning di pungungnya tergantung
sebatng pedang. Tosu ini tinggi kurus berkumis tipis berusia kurang lebi"
lima pulu" ta"un rambtnya digelung ke atas dan ia menunggang seekor
kuda kurus yang berjalan seenaknya dan nampaknya suda" amat lela". )i
belakang kuda ini berjalan seorang anak laki!laki berusia sepulu" ta"un
pakaiannya penu" tambalan rambutnya diikat ke belakang mukanya puti"
agak pucat dan matanya besar. (nak ini amat miskin pakainanya sampai!
sampai bersepatu pun tidak. )i dekat mata kaki kiri ad boroknya sebesar ibu
jari kakinya se"ingga agak terpincang pincang jalannya.(kan tetapi biarpun
keadaannya begini miskin anak itu tampaknya gembira terusMulutnya
menyinarkan ca"aya gembira dan nakal.
(yat!ayat yang dibacakan ole" Tosu di atas tai adala" ayat ke dua belas.
#alau di"itung tosu itu membacadari ayat pertama dengan suara keras akan
tetapi lambat!lambat suda" lama jugala" anak itu menirunya.
Pada ayat ke duabelas di mana terdapat kata!kata tentang orang budiman
mengutamakan urusan perut anak laki!laki itu setela" selesai meniru ayat ini
sampai "abis segera berkata. $uaranya lantang nyaring dan tinggi.
Totiang benar sekali orang budiman itu. (ku pun mau menjadi orang
budiman mengutamakan urusan perutku yang suda" amat lapar ini. Maka
"arap Totiang lekas!lekas memberi roti kering atau uang aku tidak mau
pedulikan urusan lain lagi* $ambil berkata demikian anak itutidak lagi
1
Raja Pedang
berjalan di belakang kuda melainkan berlari mendampingi dan menarik!narik
kaki kanan tosu itu.
(kan tetapi tosu itu seperti tidak meli"at boca" tadi juga seperti tidak
merasa kakinya dibetot!betot. 'a membuka mulutnya lagi dan berteriak
dengan suara keras.
(yat ke tiga belas berbunyi*
(ku tidak peduli apa bunyi ayat ketiga belas atau ke tiga ribu!* (nak itu
berteriak. Perutku lapar dan Totiang suda" berjanji akan memberi roti kering
dan uang kepadaku!*
Tosu itu nampak tertegun seakan+akan baru sekarang ia ta"u ba"wa suara
yang tadinya menirunya tela" meneluarkan suara lain. 'a menunda menbaca
kitabnya dan memandang kepada anak itu dengan mata bersinar!sinar. Tadi
ia bertemu dengan anak itu di luar sebua" kampung dekat "utan ini. Pada
waktu itu ia sedang beristira"at dan makan roti kering. Lalu datang anak
yang dikenalnya ini mendekat nampaknya ingin sekali akan tetapi tidak
mengeluarkan suara.
#au mau roti kering,*
(nak itu "anya mengangguk.
-e"!"e"!"e" roti keringku suda" "abis di warung sana,*'a bertanya lagi
#embali anak itu menggangukTosu itu menjadi gemas juga.
.aguka" engkau,*
Tidak Totiang "anya sedang malas bicara*
/awaban ini membuat si tosu menjadi ter"eran!"eran. &aru kali ini ia bertemu
dengan seorang anak kecil yang bicara seenaknya sendiri saja seperti ini.
0ngkau mau roti kering dan uang,* #embali ia bertanya sambil
menunggangi lagi kudanya yang kurus. (nak laki!laki itu kembali
mengangguk.
&aik akan tetapi kau "arus menirukan membaca isi kitab To!tek!keng sambil
berjalan di belakang kudaku.*
)emikianla" tosu itu mulai membaca kitab itu dari ayat pertama sampai
ayat ke dua belas. Tadinya anak ini tertarik sekali karena anak ini sebetulnya
adala" seorang anak luar biasa yang perna" membaca kitab!kitab kuno
ba"kan "ampir "a1al banyak kitab dari agama bud"a yitu ketika ia bekerja
sebagai pelayan dari kelenteng -ok!t"ian!tong (kan tetapi setela"
mendengar tentang mengutamakan perut* se"ingga anak itu teringat akan
perutnya yang lapar dan menagi" janji.
$iapaka" anak yang bersikap ane" dan terlantar itu, 2amanya &eng $an
)emikian menurut pengakuannya snediri tentang siapa nama keturunannya
ia sendiri tidak ta"u (nak ini adala" korban bencana alam yaitu benjir besar
sungai -uang+"o yang meng"abiskan seluru" isi kampungnya. -ampir
seluru" kampung "abis ole" banjir itu ruma"!ruma" lenyap sawa"!sawa"
rusak manusia dan binatang "ampir tewas dan "anyutsemua. (nak ini pun
"anyut akan tetapi agaknya tu"an masi" melindunginya maka ia dapat
tersangkut pada reruntu"an ruma"dan terbawa ke pinggir dalam kedaan
pingsan. -al ini terjadi ketika ia berisia lima enam ta"un. #etika siuman
kembali anak ini tela" berada di pinggir sebua" "utan di tepi sungai -uang!
"o 'a "anya ingat ba"wa namanya &eng $an ba"wa aya" bundanya "anyut
terbawa air ba" akan tetapi tidak ingat lagi apa nama dusun tempat
tinggalnya dan di mana letaknya.
2
Raja Pedang
&eng san terlunta!lunta dan nasib membawanya sampai ke depan kelenteng
-ok!t"ian!tong di kota s"an!si ia amat tertarik meli"at kelenteng itu amat
sukameli"at!li"at lukisan dan patung!patung yang dipa"at inda" kemudian
ketua kelenteng seorang "wesio yang beribada" merasa kasi"an dan suka
kepadanya dan mulai saat itula" &eng $an diterima senagai seorang kacung
atau pelayan. Para "wesio di kelenteng itu rata!rata memiliki pribudi yang
tinggi dan "ampir semua tekun mempelajari ayat!ayat suci "wesio mendapat
kenyataan ba"wa anak yang menjadi pelayan di kelenteng itu selain rajin
juga amat cerdas mereka memberi pelajaran menabaca menulis dan
demikianla" selama tiga ta"un lebi" &eng $an di jejali* 3lsa1at!3lsa1at dan
ayat!ayat suci yang amat tinggi.Tentu saja ia "anya meng"a1al semua inti
sarinya. /angankan seorang anak kecil seprti dia menusia dewasa sekalipun
kalau mempelajari agama jarang yang betul!betul dapatmenangkap inti
sarinya apabilamengamalkan perbuatannya sesuai dengan ayat!ayat
perbuatannya sesuai dengan ayat!ayat suci itu.
$etela" berusia sembilan ta"un lebi" &eng $an mulai tidak beta" tinggal di
kelenteng. &eberapa kali ia minta ber"enti akan tetapi semua "wesio
melarang nya dan mereka ini "endak menarik &eng $an menjdi seorang
calon "wesio. &eng $an tidak suka dan pada suatu malam anak ini lari
minggat dan kelenteng itu.'a "idup terlunta!lunta terlantar. -anya bisa
makan kalau ada yang menaru" kasi"an dan memberi makanan atau
memberi sekedar pekerjaan kemudian diberi upa" uang atau makan. 4ang
amat ane" pada anak ini ia tidak perna" mau mengeluarkan perkataan
minta!minta! Mungkin ia terpengaru" ole" pelajaran para "wesio yang
meng"arapkan sedeka" dari para dermawan akan tetapi sekali!kali bukan
mengemis. )emikian mengapa &eng $an juga sama sekali tidak mau minta
ketika meli"at tosu itu makan roti kering pada"al perutnya lapar bukan main.
)an siapa adanya tosu itu, &ukan sembarang orang melainkan seorang
bernama $iok Tin 5u. )ia adala" toko"dari perkumpulan (gama 2go!lian To
kauw 6(gama To Lima Teratai 7 yang berpusat di #i!lok. $ebagai tosu tingkat
tiga tentu saja ilmu kepandaiannya suda" tinggi sekali. )an sebagai seorang
toko" 2go!lian To!kuaw tyang mementingkan pelajaran mistik 6"oatsut7
tentusaja ia terkenal seorang yang amat berba"aya.
$iok Tin 5u bukan mengajak atau memancing &eng $an ke dalam "utan itu
tanpa maksud tertentu. &egitu meli"at anak tadi ia dapat menduga ba"wa
anak ini adala" seorang anak yatim piatu lagi bertulang baik maka tepat
sekali kalau "endak dijadikan ba"an percobaaan ilmunya. #alau sampai anak
ini tewas sekalipun tidak ada orang tua ke"ilangan anaknya tidak ada orang
yang dirugikan maka ia takkan menanggung dosa demikian jalan pikiran
pedeta sesat ini mari kita kembali ke dalam "utan untuk meli"at apa yang
akan terjadi selanjutnya.
)i depan tela" diceritakan betapa &eng $an tidak lagi meniru teriakan $iok
Tin 5u yang membaca ayat!ayat To!Tek!keng mala" berteriak!teriak menagi"
janji tosu itu untuk memberi roti kering atau uang pembeli roti kepadanya.
Mereka suda" tiba di tenga" "utan yang amat sunyi dan liar. $iok Tin 5u
tersenyum dan melompat turun dari atas kudanya. .erakannya demikian
ringan seakan!akan tubu"nya seringan bulu saja .
boca" sejak kapan kau belum makan,* Pertanyaan ini diucapkan dengan
"alus seakan!akan orang tua ini merasa kasi"an dan "endak menolong.
3
Raja Pedang
$ejak dua "ari yang lalu*jawab &eng $an singkat tanpa mengundang suara
minta dikasi"ani.
Tosu itu mengangkat alisnya lalu tertawa bergelak nampak girang
sekali!*&agusbaguskalau begitu perutmu kosong sama sekali. -al ini berarti
membersi"kan "awa didalam tubu"mu dan memperkuat daya ta"anmu
seperti seorang yang memiliki lati"an siulin. &agus anak yang baik na"
kaumakanla" ini "endakla" kuli"at sampai di mana kemanjurannya!* Tosu
itu mengeluarkan sebua" pil berwarna kuning dan berbaubusuk &ukala"
mulutmu.*
Tentu saja &eng $an tidak sudi mentaati perinta" ini. 'a mundur selangka"
memandang mara" dan berkata. Totiang kau berjanji "endak memberi roti
kering atau uang kenapa sekarang menyuru" aku makan obat, (ku tidak
sakit dan tidak butu" obat!*
-e"!"e"!"e" kalau suda" makan tidak ada artinya lagi 0" boca" aku $iok
Tin 5u bukan seorang bodo". #eta"uila" pil ini adala" buatanku atau
petunjuk kauwcu 6ketua agama7. &elasan ta"un kubuat dari sari segala
kebusukan yang mengundang "awa t"ai!yang dan k"asiatnya "ebat bukan
main. (ku tela" membuatnya tiga bua" akan tetapi sampai sekarang tidak
berani menelannya -arus lebi" dalu kucobakan orang kau dengan perutmu
kosong baik sekali untuk dijadikan kelinsci percobaan! #alau kau mati tidak
ada orang yang ke"ilangan kalua kau "idup na" akan kuberi "adia" roti
kering atau uang -e"!"e"!"e"!8
$epanjang mata anak itu yang lebar menjadi makin lebar bukan karena takut
melainkan karena mara"nya. Tosubau apa kau lupa akan ujar!ujar suci
ba"wa siapa yang belum membersi"kan diri dari perbuatan ja"at dan siapa
tidak memperdulikan kebajikan dan kebenaran dia itu tidak patut memakai
pakaian kuning,*
$iok Tin 5u mula!mula terkejut dan "eran karena ujar!ujar ini adala" kata!
kata suci dalam agama bu"da 6dalam kitab )"ammapade7 akan tetapi ia
segera tertawa. Mau tidak mau kau "arus melepon opbat ini!*
Tidak sudi..! #au tosu bau!* &eng $an mengambil dua bua" batu kecil
dari atas tana" dan menimpukkan dua bua" batu itu kepada $iok Tin 5u.
(kan tetapi $iok Tin 5u "anya tertawa dan sekali ia menggerakkan tangan
kiri ujung lengan bajunya meniup* pergi dua bua" batu itu membuat &eng
$an tak dapat bergerak lagi. 4ang mati* ini adala" kedua pasang kakitangan
anak itu akan tetapi dari le"er ke atas masi" "idup* anak itu masi" dapat
menggerakkan le"erdan semua anggauta muka.
Tosu ja"attosu bau kau mau apakan aku,* teriakannya berkali!kali.
Tidak apa!apa "anya ingin kau menelan obat ini* Pil kuning yang baunya
busuk itu didekatkan pada "idung &eng $an membuat anak ini ingin munta".
&aunya busuk seperti engkau aku tak sudi!* ia menggeleng kepalake kanan
kiri menjau"i obat itu.
-e"!"e"!"e" anak bandel. Terpaksa "arus kubuka mulutmu* Tangan kiri
tosu itu memegang dagu &eng $an dan anak ini merasa betapa tenaga yang
amat kuat memaksa betapa tenaga yang amat kuat memaksa mulutnya
terbuka. 'a pura!pura menurut akan tetapi ketika tosuini lenga" "endak
memasakkan obat ke dalam mulut yang terbuka &eng $an menggerakkan
kepala ke bawa" dan menggigit tangan kiri tosu itu.
(du"..!* karena tidak menyangka sama sekali jari kelingking tosu itu
kena tergiti keras sampai mengeluarkan dara".
4
Raja Pedang
Plakkk!* ia menampar pipi &eng $an . )emikian keras tamparan ini
demikian nyerinya sampai &eng $an tanpa disengaja membuka mulutnya
melepaskan gigitnanya.
Plak! Plak! Plak! Plak! Plak!* berkali!kali tosu itu menampar muka &eng $an
dari kanan kiri dan sunggu"!sunggu" &eng san dari kanan kiri dan
sunggu"!sunggu" &eng $an tidak mengelu" akan tetapi rasa sakit membuat
matanya berair $etela" anak itu "ampir pingsan karena sakit dan pening
baru tosu itu meng"entikan tamparannya. Muka &eng $an menjadibengkak!
bengkak dan kedua pipinya menjadi biru ane"nya dari "al ini tidak tersa
ole" tosu yang sedang mara" itu tak sepata" kata pun anak itu mengadu"
atau mengelu" benar!benar menunjukkan watak bandel yang luar biasa
membayangkan nyali dan ketaba"an yang mengagumkan.
-ayo telan ini!* $iok Tin 5u memaksakan &eng $an yang setenga" pingsan
itu membuka mulut lalu menjejalkan pil berbau busuk itu ke dalam mulut
&eng $an.
(nak ini dalam kenekatannya biarpun suda" pening dan setenga" pingsan
"endak meluda"kan keluar pil itu akan tetapi $iok Tin 5u menutup mulutnya
dan mendorong pil itu dengan telunjuknya sampai ke tenggorokan &eng $an.
(k"irnya obat itu masuk ke dalam perut &eng $an tanpa dapat dicega" lagi!.
-e"!"e"!"e" "endak kuli"at akibatnya.* $iok Tin 5u menggerakkan
tangan membebaskan totokannya dan &eng $an robo" terduduk di atas
tana" menundukkan muka terduduk di atas tana" menundukkan muka
karena merasa masi" pening dan nanar kepalanya. 'a meramkan matanya
yang menjadi sempit karena pipinya membengkak besar di kanan kiri.
#asi"an sekali anak ini mukanya sampai menjadi seperti bua" labu matang.
Tiba!tiba &eng $an menggerak!gerakkan kaki tangannya kulit badannya
mungkin lama makin mera" sampai seperti udang rebus. Makin mera"
kulitnya makin tidak karuan tingka"nya berkelojotan seperti ular disiram air
panas.
Panas panas..!* ak"irnya tak terta"nakan juga mulutnya tak
perna" mengadu" "anya bilang panas panas. berkali!kali. #ulit
badannya menjadimera" tua "ampir "itam dan dari tubu"nya tampak uap
tipis seakan!akan seluru" air di tubu"nya suda" mendidi". Tubu" &eng $an
melompat ke sana ke mari seperti orang gila menabrak po"on terjungkal
berdiri lagi ter"uyung!"uyung dan merangkak!rangkak sampai menabrak
po"on lagi. #emudian dia melompat berdiri dan lari!
-e"!"e"!"e" "endak kuli"at sampai berapa lama kau dapat berta"an.* $iok
Tin 5u juga berlari mengikuti anak yang sedang gila kepanasan itu
meninggalkan kudanya yang diikat pada sebatang po"on. Tidak jau" &eng
$an berlari karena belum juga dua li ia menabrak po"on lagi dan terguling
tak dapat bangun lagi "anya berkelojoran dan bergulingan.
$iok Tin 5u berlutut dan memeriksa dengan teliti. )iurut dan diperiksanya
seluru" bagian tubu" &eng $an yang suda" tak berdaya lagi itu mulutnya
tiada "entinya memuji.
-emmm tubu"nya berisi penu" "awa panas mujijat. 'nila" inti sari "awa
yang kalau dapat dipeli"ara dan disalurkandengan kekuatan 'weekang akan
menjadi semacam yang!kang istimewa kuat dan panas &agus sekali!
-endak kuli"at apa yang dirusaknya.* 'a memeriksa perut dan dada &eng
$an.
-emmm "emmmmm berba"aya sekali isi perut melepu" semua paru!
5
Raja Pedang
paru penu" "awa panas menguap jantung mengeriput kalau anak ini
tidak kosong perutnya tidak penu" "awa murni tubu"nya dan tidak bersi"
tulang!tulangnya ia suda" akan mampus dari tadi. )engan 'weekang di
tubu"ku apaka" aku akan dapat mena"an "awa panas seperti ini,
-emmm berba"aya sekali* Tosu ini saking asyiknya memeriksa sampai
tidak ta"u dan tidak terasa ba"wa kantong terlepas dan terjatu". #etika
tubu" &eng $an bergerak!gerak tanpa disengaja kantong obat itu tertindi"
ole" tubu" anak itu dan tidak keli"atan dari atas.
-emmm.. berba"aya sekali akibatnya (pa kiranya aku akan kuat,*
Tosu itu berdiri dan termenung. 'a ngeriakan akibatnya kalau sampai dirinya
kemasukan obat kuat itu dan ak"irnya ia tidak dapat mena"an. Tanpa terasa
digerayangnya pinggangnya dan ia kaget karena tidak mendapatkan
kantongobat disitu. &ingung ia mencari tetapi sia + sia saja. 'a mengingat!
ngingat tak sala" lagi tadi ia mengambil sebua" pil dari kantong obat yang
segera dikantongkan kembali ke pinggangnya. /angan! janganketinggalan
diatas pelana kuda pikirnya. 5epat ia berlari meninggalkan &eng $an dan
berlari ke tempat di mana dia tadi meninggalkan kudanya. )i sini mencari!
cari ke sana kemari membuka!buka rumput dan alang!alang disekitarnya
membongkar semua bekal dari atas sela kuda.
$ementara itu &eng $an masi" berkelojotan. Panas. lapar..
panas..lapar.*katanya. Tangannya menggerayang!geranyang ia
mencoba membuka matanya akan tetapi begitu dibuka air matanya
bercucuran saking panas danperi"nya. Tiba!tiba tangannya yang
menggerayang itu dapat menangkap sebua" kantong kecil. #edua tangan itu
menarik dan sekali tarik saja kantong itu "ancur dan dua butir pel
dipegangnya. #arena pikiran &eng $an suda" "ampir tak dapat dipergunakan
lagi saking "ebatnya penderitaannya dua butir pil itu segera dimasukkan
kemulutnya terus ditelan "abis!
Pada saat itu terdengar orang bernyanyi!nyanyi kecil nyanyian kanak!
kanakketika tiba di tempat itu ternyata ba"wa yang bernyanyi adala"
seorang laki!laki bertubu" tinggi besar akan tetapi mukanya yang "itam itu
sama sekali tidak berkumis atau berjenggot licin seperti muka kanak!kanak.
Matanya juga bersinar bodo" dan jujur seperti mata kanak!kanak pula
biarpun usianya suda" suda" empatpulu" ta"un. 4ang lucu adala"
pakaiannya berkembang!kembang dan mala"an sepatunya juga sepatu
berkembang seperti yang biasa dipakai wanita. Pendeknya seorang ane"
yang mempunyai si1at kanak!kanak berpakaian seperti permpuan dan
Pantasnya "anya orangedan saja yang berkeadaan seperti dia ini. 'a ber"enti
menyanyi dan berdiri memandang &eng $an yang masi" bergulingan.
$etela" &eng $an menelan pil yang du butir itu ia seperti cacing terkena abu
panas. &erguling ke sana menggelundung ke sini berkelojotan dan mulutnya
berbusa.
-a!"a!"o!"o!"o" kau main menjadi trenggiling,* 9rang yang baru datang
itu dengan muka girang lalu reba" pula dan bergulingan berkelojotan seperti
&eng $an sambil tertawa!tawa senagn sekali.
-ayo kita balapan siapa lebi" cepat menggelinding!* katanya mengajak
&eng $an main balapan. Tentu saja &eng san yang tidak sadar itu semua
sekali tidak memperdulikan.
0" kau tidak mau balapan, #urang ajar kau diajak bicara diam saja!* 9rang
itu melonpat bangun dan mendekati &eng san 'a meli"at kedua mata &ang
6
Raja Pedang
san . 'a meli"at kedua mata &eng $an yang sipit karena mukanya berbusa.
0"!e"!e" setan. #au mala" mengejek,* orang itu mara"!mara" megira
ba"wa &eng $an yang suda" sekarat itu mengejeknya. #utendang kau*
orang tua itu menendang perla"an. Tanpa disengaja ia menendang jalan
dara" t"i!t"ait!to dipunggung &eng $an boca" ini sedang menderita
tubu"nya seakan!akan "endak meletuskarena penu" "awa yang seakan!
akan terbuka jalan dara"nyakena tendangan itu tiba!tiba ia melompot keatas
tinggi sekali dan tanpa disadarinya pula tangan kananya menampar kepada
orang itu.
Plak!* se"abis menampar ia bergulingan pula. 4ang "ebat adala" orang
ane" itu yang kena tampar. Tubu"nya terlempar dan robo" berguling!guling
sambil mengadu"!ngadu". Ternyata orang itu li"ai bukan main. Tamparan
yang dilakukan ole" anak tadi biarpun tidak disengaja namun penu" dengan
dengan tenaga yang dan kiranya akan men"ancurkan kepala seorang biasa.
2amun orang ane" itu "anya terguling!guling dan cepat bangun lagi. 'a
mara" sekali.
0" $etan 0" 'blis kau mengajak berkela"i, )atang!datang mengirim
pukulan maut ya, &erani kau main!main dengan #oai (tong!* 5epat seperti
orang main sulap ta"u!ta"u di tangan kanan ini suda" terdapat sebua"
pana" berwarna "ijau. 'a maju menubruk &eng $an yang sedang bergulingan
tangan kirinya memukul dengan telapak tangan terbuka sedangkan tangan
kanan menggunakan anak pana" tadi untuk menusuk.
)engan tepat tangan kiri #oai (tong memukul dada &eng $an sedangkan
ujung anak pana" itu menancap di pundaknya. Meli"at lawannya sama sekali
tidak mengelak lawannya sama sekali tidak mengelak atau menangkis #oai
(tong kaget sekali dan cepat sekali kembali anak pana"nya. -ebat! &eng $an
yang terkena pukulan dan terluka anak pana" seketika ber"enti bergerak
"anya dari mulutnya terdengar bunyi mendesis seperti seekor ular
mengamuk mukanya yang tadi mera" meng"itam berla"an!la"an beruba"
menjadi "ijau juga seluru" tubu"nya beruba" menjdi ke"ijauan! )esis pada
mulutnya tidak lama segera ter"enti se:perti bola kempis ke"abisan angin.
Mati.. celaka.. aku bunu" orang yang tak melawan dengan pukulan
/ing!tok!ciang 6tangan racun "ijau7!* setela" berkata demikian orang ane"
itu cepat berlari meninggalkan tempat itu larinya bukan main cepatnya
seperti terbanga saja.
9rang ane" yang bernama #oai (tong ini sesunggu"nya bukan orang biasa.
&iarpun seperti kanak!kanak dan pakaiannya seperti orang gila namun
justeru keane"annya itu maka ia disebut #oai (tong 6anak setan. )ia ini
adala" murid tunggal dari &an!tok!sim .iam #ong 6"ati selaksa Racun7
seorang "wesio dari barat yang berasal dari tibet. 2ama besar .iam #ong ini
terkenal diseluru" dunia kang!ouw sebagai eorang toko" yang amat ditakuti
orang. /uga nama murid tunggalnya ini cukup membikin menkeret nyali
banyak a"li silat karena ke"ebatannya yang paling ditakuti dari dua orang
toko" guru dan murid ini adala"ilmu pukulan mereka yang berdasarkan
tenaga 'm yang disebut /ing!tok!ciang.'lmu pukulan racun "ijau ini amat
dasyat mengundang sari tenaga 'm yang paling dalam se"ingga jangankan
pukulannya baru "awa pukulannyasaja suda" cukup mendatangkan racun
yang akan mematikan orang yang tersambarnya. $ebagai seorang toko"
besar yang tinggi ilmu silatnya. .iam kong memesan kepada muridnya yang
ketolol!tololan itu agar tidak sembarangan mempergunakan /ing!Tok!ciang
7
Raja Pedang
apalagi mempergunakan senjata anak pana" yang ujungnyasuda" dimasak
dalam racun "ijau kalau tidak amat terpaksa atau meng"adapi musu" berat.
9le" karena inila" maka #oai (tong tadi ketakutan meli"at akibat
pukulannya ditamba" tusukan anak pana" ter"adap diri &eng $an dan
serangannya tadi "anya terdorong ole" kemara"an karena ia dipukul secara
"ebat. )isangkanya ba"wa &eng $ab naka kecil itu memiliki kepandaian
tinggi maka begitu menyerang ia mempergunakan pukulan maut dan anak
pana"nya. Maklum jalan pikiran #oai (tong memang masi" seperti kanak!
kanak maka ia tidak berpikir
Panjang.$iok Tin 5u bingung sekali ketika dia mencari!cari di tempat dia
meninggalkan kudanya tetap tak dapat menemukan kantong obatnya. )ia
menuntun kudanya kembali ke tempat &eng $an. (langka" kagetnya ketika
dia meli"at anak itusuda" tidak bergerak!gerak terlentang diatas tana"
dengan muka dan tubu"nya berwarna "ijau! )ia ter"eran!"eran melepaskan
kudanya dan didekatinya anak itu setela"memriksa sejenak ia mengeluarkan
seruan keget!
(yaaaaa..! kenapa anak ini bisa mati seperti itu,,* ia benar!benar kaget
sekali dan berkali!kali menggeleng!gelengkan kepalanya. Pengaru" obetnya
adala" tenaga yang andaikat anak ini mati karena obat itu tentu tubu"nya
"angus kenapa sekarang tubu" anak ini seperti orang mati kedinginan,
$iok Tin 5u berbidik ngeri. ;ntung ia mencoba obatnya itu kepada anak tak
terkenal ini. #alau ia sendiri yang menelannya. (langka" ngerinya.
(ku tela" keliru membuatnya pikirnya* "arus segera kulaporkan
kepada kauwcu* karena meli"at akibat obatnya begini mengerikan ia
tidak begitu kecewa lagi ke"ilangan dua butir pilnya. #alau yang sebua"
begini berba"aya yang dua lain lagi juga tidak akan ada gunanya. &iarla"
kalau ditemu orang lain dan ditelan paling!paling orang yang menelannya
akan mati seperti boca" ini. (gak ngeri ole" akibat perbuatannya sendiri
tergesa!gesa tosu itu menaiki kudanya dan membalapkan kuda kurus itu
pergi dari situ meninggalkan tubu" &eng $an yang menggeletak di tenga"
"utan.
-ong!/i kau "ati!"atila". -utan itu lebat mungkin banyak "arimaunya.
/awabannya "anya suara ketawa nyaring seorang anak perempuan berusia
delapan sembilan ta"un yang amat linca" berlari!lari cepat memasuki "utan
lebat. 4ang menegur juga tersenyum senyum senyum kecil yang untuk
sejenak menerangi waja"nya suram + muram. )ia seorang laki!laki berusia
kurang lebi" empat pulu" ta"un berwaja" tampan dan gaga" akan tetapi
waja" ini suram!suram nampak tidak ada ca"aya kegembiraan "idup tampan
ini menjadi gelap dan muram semenjak ia ditinggal mati siterinya yang
tercinta tiga ta"un yang lalu meninggalkan dia "idup berdua saja dengan
anak tunggalnya yang bernama -ong.
#wa Tin $iong adala" seorang jago pedang murid tertua dari -oa!san!ciang!
bunjin 6ketua -oa!san!pai7 Lian &u Tojing 2amanya di dunia kang ouw cukup
terkenal sebagai seorang paling tua daripada -oa!san $ie!eng 6empat
pendekar -oa!san7 tidak "anya terkenal karena memang empat orang
pendekar -oa!san ini berkepandaian tinggi namun lebi" terkenal karena
perbuatan mereka yang selalu menjunjung tinggi keadilan dan kegaga"an.
Terkenal sebnagai pelindung penja"at!penja"at keji.
Liang &u Tojin tosa ketua -oa san pai suda" berusia enam pulu" ta"un lebi"
dan tosa ini biarpun memiliki banyak anak murid namun kepandaian
8
Raja Pedang
istimewanya yakin pedang -oa!san #iam!"oat "anya diturunkan seluru"nya
kepada empat orang muridnya yang terkenal sebagai -oa!san ini yang tertua
adala" #wa Tin $iong bergelar -oa!san!it!kian 6pedang tunggal -oa!san7.
9rang ke dua adala" T"io <an 't berjuluk &u!eng!kiam 6pedang tanpa
bayangan7 9rang ke tiga bernama #ui #eng berjuluk Toat!beng kiam 6pedang
pencabut nyawa7 sedangkan orang keempat adala" seorang gadis berusia
duapulu" ta"un bernama Liam sian -wa dengan julukan #iam!eng!cu
6bayangan pedang7 #wa Tin $iomg suda" berusia empat pulu" ta"un dan
suda" menjadi duda dua orang sutenya yaitu T"io <an it berusia tiga pulu"
lima dan #ui #eng tiga pulu" ta"unlima dan kui keng tiga pulu" ta"un
keduanya suda" berkeluarga pula. -anya orang keempat dari -oa!san $ie!
eng yaitu Liem $ian -wa belum berkeluarga masi" gadis berusia dua pulu"
ta"un akan tetapi tela" menjadi tunangan #wee $in seorang termuda dari
tiga pendekar #un!lun.
#wa Tin $iong amat di"ormat dan disegani adik!adik seperguruannya karena
pandangannya yang luas dan sikapnya yang serius. 'a gaga" jujur dan
menjadi pengikiut plajaran!pelajaran 3lsa1at #"ong!cu yang setia.sebaliknya
anak perempuannya #wa Tin $iong anaknya ini merupakan mata"ari
"idupnya dan "anya anak inila" yang kadang!kadang dapat memancing
senyum di waja"nya yang selalu muram dan sunggu"!sunggu".
#wa Tin $iong terpaksa mengeprak kudanya untuk berjalan lebi" cepat
memasuki "utan lebat itu. Tadinya #wa -ong membonceng di depannyaakan
tetapi anak itu tiap kali merasa bosan naik kuda pasti meloncat turun dan
berlari!larian cepat.'a tidak akan merasa k"awatir akan diri anaknya karena
sunggu"pun baru berusia delapan sembilan ta"un #wa -ong tela" memiliki
kepandaian silat yang lumayan.semenjakanak itu bisa berjalania suda"
mendidiknya se"ingga sekarang #wa -ong memiliki gerakan yang cepat dan
linca" juga mempunyai ilmu menjaga diri yang cukup mempunyai ilmu
menjaga diri yang cukup kuat.
-ong!ji 6anak -ong7jangan terlalu cepatkau nanti seast jalan!* kembali
anaknya berkelebat memasuki bagian yang gelap dari "utan besar itu.'a
memajukan kudanya dan tiba!tiba kudanya mengeluarkan bunyi ringkik keras
lalu berdiri diatas kedua kaki belakangnya "idungnya mendesis!desis
nampak ketakutan sekali
#wa Tin $iong berlaku waspada maklum ba"wa ada binatang buas ditempat
itu. #arena sukar untuk menenangkan kudanyaia cepat meloncat turun dan
mengikatkan kendali kuda pada sebatang po"on.Tiba!tiba kudanya meronta
keraskendali putus dan kudanya lari tunggang langgang."ampir pada saat
ituterdengar bunyi berkeresekan dari atas dan seekor ular besar yang
melilitkan ekornya pada batang po"on diatas menyambarkan kepalanya ke
ara" Tin $iong.
Tidak percuma #wa Tin $iong menjadi orang tertua dari "oa!san sie!
eng.biarpun matanya belum meli"attelinganya tela" menangkap sambaran
angin dari atas.cepat sekali kakinya bergerak dan ia suda" menggelak sambil
mencabut pedangnya. )i lain saat padanganya suda" berkelebat membacok
ke atas.
Tin $iong ular itu terluka pedang dara" menetes.ular itu kesakitan dan
mara" cepat ia menyambar lagi bagaikan menubruk ke ara" calon
mengsanya.
Tin $iong terkesiap kagum menyaksikan ular yang besar sekali dan yang
9
Raja Pedang
sisiknya nampak kuning sekali ke"ijauanberkembang inda" dan bersi"
-ampir ia merasa sayang untuk membunu" ular iniakan tetapi karena ia
berada dalam ba"aya terpaksa ia memapaki datangnya ular dengan sebua"
tusukan ke ara" le"er sambil miringkan tubu".
5esss*! Pedang yang ditusukkan dengan tenaga lweekang itu dapat
menembus le"er ular yang dilindungi kulit kerassebelum ular itu sempat
menyerang padang suda" dicabut kembali dan sebua" tabasan yang
dilakukan dengan tenaga sepenu"nya membuat le"er itu putus!#epalanya
terlempar ke bawa" sedangkan ekor yang melilit da"an po"on berla"an!
la"an terlepas se"ingga ak"irnya tubu"nya yang panjang dan besar itu jatu"
berdebuk diatas tana" pula.
Tin $iong menarik napas panjang merasa sayang ba"wa ualar yang seinda"
itu kulitnya terpaksa "arus ia bunu" ;lar kembang macam ini enak
dagingnya dan kulinya akan laku ma"al kalau dijual di kota pikirannya. 'a
akan anaknya dan teringat akan kudanya yang suda" melarikan diri.
(naknya "arus dicari lebi" da"ulu dan dengan pikiran ini pendekar itu lalu
lari mengejar ke ara" bayangan #wa -ong tadi berlkelebat.
$ementara itu #wa -ong yang berlari!larian gembira tela" berada dibagian
yang paling gelap di "utan itu.memang anak ini semenjak kecil paling senang
kalau bermain!main didalam "utan.$emenjak kecil berdiam bersama aya"nya
di "oa!san dan "utan besar bole" dibilang adala" tempat ia bermain!main.
(k"ir!ak"ir ini ketika aya"nya mengajak ia turun gunungia seringkali rindu
kepada "utan!"utan besarrindu kepada binatang!binatang "utan yang amat
disanyanginyamaka sekarang meli"at "utan tentusaja ia seperti seekor
burung tentu saja ia po"on besargembira sekali "atinya.
$aking gembiranya ia sampai lupa diri dan lupa ba"wa jau" meninggalkan
aya"nya dan baru terasa lela" kedua kakinya ketika dia duduk di bawa"
sebatang po"on besar.sepanjang matanya bersei!seri dan bersinar!
sinarmulutnya yang kecil tertawa!tawa ketika #wa "ong memtik dua
tangkaibunga mera" dipasangnya diatas kepala di kanan kirimen"ias
rambutnya yang "itam panjang.
Tiba!tiba ia berseru kaget dan cepat meloncat kesamping dan dilain saat
tangan kanannya suda" meng"unus pedang pendek inila" gerakan sin!coa!
"iat!bwe 6ular sakti mengulur ekornya7 sebua" gerakan ilmu pedang sebagai
:pembukanankalau meng"adapi lawan berat. .erakannya cepat sekali dan
tanganya yang mencabut pedang "ampir tidakterli"at ta"u!ta"u pedang
pendek yang tadinya tergantung dipunggungnya tela" berada ditangan
kanandipegang erat!erat gagangnyasedangkan pedangnya melintang di
depan dada. (pa yang menyebabkan gadis cilik ini kaget, Mukanya pucat
dan ia berdiri seperti patunglenyap semua seri gembira diwaja"nya.
&ukan "anya diaandaikan disitu ada orang lain orang sgaga" aya"nya
sekalipuntentu akan kaget setenga" mati meli"at apa yang dili"at ole" #wa
"ong ini.Mana didunia bukan mimpimemang nyata!nyata terli"at ole"nya "al
ituterjadi.mula!mula ia tadi berseru kaget karena meli"at ada seekor ular
besar dibawa" po"onkurang lebi" dua pulu" meter jau"nya disebela"
sana.dan sekarang.ta"u!ta"u ular itu *bangun* berdiri dan berlomcat!
loncatan meng"ampirinya.
-ampir saja #wa -ong lari tumggang langgang saking takut dan ngerinya
kalau saja ia tidak mendengar suara orang tertawa akan tetapi ketika ia
mendengar ba"wa yang tertawa adala" ular berdiri* itu. #emudian timbul
10
Raja Pedang
jiwa ksatria yang diturunkan aya"nya kepadanya dengan pedang dipegang
erat!erat di tangan ia membentak.
$iluman dari mana berani menggangguku*.
-a!"a!"a lagaknya. #akimu menggigil seperti orang sakit demam kok masi"
berlagak gaga". -a "a "a!* ternyata ular itu setela" dekat tidak berkepala
lagi dan .. dari le"er ular itu tersemburla" kepala seorang anak laki!laki anak
yang bermata lebar dan bermuka puti" ke"ijauan. (nak ini bukan lain adala"
&eng $an.
$eperti tala" kita keta"ui &eng $an menggeletak di bawa" po"on dalam
keadaan yang dianggap suda" tak bernyawa lagi ole" $iok Tin 5u. Memang
waktu itu anak ini suda" seperti mati mukanya "ijau kebiruan tidak ada
napasnya lagi dan tidak ada detak jantungnya lagi. (kan tetapi ternyata $iok
Tin 5u sala" kira. Terjadi "al!"al yang mujijat dalam diri anak yang bernasib
malang ini. atau lebi" tepat kita katakana bukan bernasib malang karena
secara kebetulan sekali ia ter"indar dari malapetaka yang akan mencabut
nyawanya akibat dari ditelannya tiga butir pil obat beracun dari $iok Tin 5;
tiga butir pil beracun yang mengandung "awa panas yang mujijat sari dari
pada "awa t"ai yang. Pada saat &eng $an ditemukan ole" #oai (tong
memang nyawanya suda" di bibir kematian. #emudian secara kebetulan
sekali #oai (tong yang berotak tidak beres itu memukulnya dengan tenaga
/ing tok ciang mala" melukainya dengan anak pana" yang ujungnya suda"
dilumuri racun "ijau. -awa pukulan dan racun ini cepat sekali menjalar
diseluru" tubu" melalui jalan dara"nya dan terjadila" perang tanding yang
"ebat antara "awa t"ai yang dari tiga butir oil itu dengan tenaga 'm kang
dari pukulan /ing tok ciang dan racun "ijau. )alam keadaan kedua "awa yang
bertentangan dan bergulat itula" $iok Tin 5u meli"at &eng $an seperti suda"
mati.
Memang agaknya suda" dike"endaki ole" Tu"an ba"wa nyawa anak itu
belum tiba saatnya kembali ke alam baka. $emalam suntuk kedua "awa
mujijat itu bertempur di dalam tubu"nya dan seperti biasanya kalau racun
bertemu dengan racun yang berlawanan menjadi puna". &a"kan sebaliknya
daripada terancam nyawanya tanpa disadarinya tubu" &eng $an di bagian
dalam mengandung kedua "awa ini yang suda" dibikin normal ole"
percampuran itu mendatangkan kekuatan yang luar biasa.
)emikianla" pada keesokan "rinya &eng $an sadar seakan!akan baru
bangun dari kematian. 'a merasa tubu"nya dingin bukan main sampai
giginya berketrukan. 'a teringat akan pengalamannya ketika ia dijejali pil
ole" tosu yang mengaku bernama $iok Tin 5u. Teringat akan ini ia menjadi
mara" dan meloncat bangun. (langka" kagetnya dia ketika tubu"nya
mumbul sampai satu meter lebi". Rasanya tubu"nya begitu ringan seperti
bulu ayam! (kan tetapi "al ini tidak diper"atikannya lagi karena segera ia
terserang rasa dingin yang bukan main "ebatnya. 'a teringat ba"wa ketika
"abis dijejali pil ole" tosu itu ia merasa tubu"nya seperti dibakar kenapa
sekarang sebaliknya begini dingin, &eng $an menggigil dan lari kesana
kemari mencari tempat berlindung. )isangkanya ba"wa "awa udara di "utan
itu yang luar biasa dinginnya.
#ebetulan sekali ia meli"at kulit ular atau selongsong kulit ular bergantungan
di sebua" po"on besar. Tadinya ia kaget mengira ba"wa itu adala" binatang
ular. (kan tetapi setela" dili"at ba"wa itu "anyala" selongsong daja ia
segera memanjat po"on dan mengambil selongsong itu. #iranya seekor ular
11
Raja Pedang
besar sekali tela" berganti kulit disitu dan selongsongnya yang kering
tergantung disitu. &eng $an seorang anak cerdik. 'a membutu"kan selimut
dan selongsong kulit ular ini kiranya bole" dipergunakan sebagai selimut
darurat. $egera ia membungkus dirinya dengan selongsong kulit ular yang
panjang dan lebar itu. &enar saja ia merasa agak "angat badannya dan
perasaan ini demikian nyamannya membuat ia melupakan perut laparnya
dan tertidur lagi terbungkus kulit ular. Tentu saja ia tidak ta"u ba"wa
ke"angatan yang datang kepadanya itu adala" wajar. Pertama karena "awa
pukulan /ing tok ciang itu mulai meng"ilang bercampur dengan "awa t"ai
yang kedua kalinya secara kebetulan sekali pada kulit ular itu terdapat "awa
beracun dari ular yang berganti kulit dan "awa beracun ini mengandung
"awa panas pula.
'tula" sebabnya mengapa &eng $an bukan saja ter"indar daripada ba"aya
maut mala" sebaliknya ia mendpatkan keuntungan yang luar biasa yaitu
tubu"nya terkandung "awa mujijat akibat percampuran "awa 4ang dan 'm
yang kuat sekali. $atu!satunya "al yang sampai pada saat itu masi" sering
kali ganti berganti menyerangnya namun "al itu suda" tidak begitu
mengganggunya lagi karena tubu"nya menjadi biasa dan seperti kebal.
-anya kulitnya yang masi" belum dapat mena"an se"ingga tiap kali "awa
panas menyerang kulit tubu" terutama kulit mukanya menjadi mera"
seperti udaang direbus akan tetapi tiap kali "awa dingin yang menyerang
mukanya beruba" menjadi "ijau.
#it kembali kepada pertemuan &eng $an dan #wa -ong. Lenyap kengerian
dan ketakutan "ati #wa -ong setela" mendapat kenataan ba"wa apa yang
disangkanya siluman ular itu ternyata adala" seorang anak laki!laki yang
"anya lebi" besar sedikit daripada dirinya sendiri. Tadinya ia "endak tertawa
saking geli "atinya akan tetapi mana bisa dia tertawa kalau begitu bicara
anak laki!laki itu meng"inanya , ia dikatakan menggigil kakinya seperti orang
sakit tapi masi" berlagak gaga". 4ang menggemaskan kata!kata itu memang
.. betul. Memang tadi kedua kakinya menggigil dan tubu"nya gemetaran.
$iapa orangnya tidak akan takut kalau mengira bertemu dengan siluman,
$etan cilik kenapa kau main!main dan menakut!nakuti orang, #alau tidak
mengira kau siluman mana aku takut kepada orang semacam engkau,* #wa
-ong membentak cemberut. )engan sikap menunjukkan ba"wa kini ia sama
sekali tidak takut lagi #wa -ong menyimpan kembali pedangnya di belakang
punggung lalu menggerakkan kepala se"ingga rambutnya yang panjang itu
berjuntai ke belakang.
Meli"at sikap gaga"!gaga"an dan galak dari nona cilik ini &en $an tertawa
cekikikan dan tampakla" deretan giginya yang kuat dan puti".
0" kenapa kau tertawa!tawa,* #wa -ong penasaran dan mara" kedua
tangan dikepal matanya bersinar!sinar karena mengira ba"wa dia tela"
ditertawakan.
&eng $an tidak menjawab mala" "atinya makin geli dan tertawanya makin
keras. &iasanya ia meli"at anak perempuan sebagai mak"luk!mak"luk yang
lema"!lembut sekarang meli"at lagak #wa -ong yang membawa!bawa
pedang ia merasa lucu sekali.
-ei kepala keledai kenapa kau cekikikan,* #wa -ong membentak lagi kini
melangka" maju.
12
Raja Pedang
)engan mulut masi" terenyum lebar &eng $an balas bertanya (ku tertawa
atau menangis menggunakan mulut sendiri kenapa kau rebut!ribut,* dan ia
tertawa lagi mala" sengaja ketawa keras!keras.
#wa -ong terpukul dan makin mendongkol. #au kira mukamu kebagusan
ya, Tertawa!tawa seperti monyet. Mukamu jelek sekali ta"u,*
&eng $an makin geli matanya bersinar!sinar biarpun masi" nampak sipit
karena kedua pipinya memnag masi" bengkak!bengkak membuat mukanya
mirip muka kodok. Pada saat itu "awa dingin suda" mulai meninggalkannya
terganti "awa panas membuat mukanya yang tadi ke"ijauan sekarang
beruba" menjadi mera".
Meli"at peruba"an ini #wa -ong tertawa geli ketawanya bebas lepas dan ia
nampak makin cantik kalau tertawa karena dari kedua pipinya tiba!tiba
muncul lesung pipit yang manis. -i "i "i kau buruk sekali mukamu
berubag!uba" warnanya "i"i "i seperti bunglon ..!*
Panas juga perut &eng $an ditertawai seperti ini ia membalas dengan suara
ketawa yang keras mengala"kan suara ketawa #wa -ong. -a "a "a
mukamu pun buruk bukan main seperti seperti kuntilanak.*
#wa -ong ber"enti tertawa. #untilanak, (pa itu,*
$eketika &eng $an juga ber"enti tertawa karena dia sendiri juga tidak perna"
ta"u apa macamnya kuntilanak! #untilanak ya kuntilanak
$eperti apa,*
$eperti .. a" suda"la" buruk sekali seperti engkau inila"!*
-ong!/i kau "ati!"atila". -utan itu lebat mungkin banyak "arimaunya.
&o"ong!* #wa -ong membentak. (ku cantik manis semua orang bilang
begitu aya" bilang begitu.*
&eng $an tersenyum mengejek 5antik manis, Puu""""! Mungkin sekarang
akan tetapi dulu ketika baru la"ir kau ompong dan kisut buruk sekali da"!*
#wa -ong membanting!banting kakinya ia memang manja dan setiap orang
yang meli"atnya tentu memuji kecantikan dan kemanisannya masa
sekarang ada orang yang memburuk!burukkannya seperti ini. mana dia mau
menerimanya,
Mulutmu berbau busuk! (ku cantik manis sekarang dulu maupun kelak
tatap cantik.*
5antik manis juga kalau galak dan berlagak sombongm siapa suka, .alak
dan sombong seperti seperti .*
$eperti apa,* #wa -ong menantang.
$eperti .. /ui bo 6untilanak7 *
#untilanak lagi. $eperti apa si" kuntilanak itu ,*
$eperti kau inila"* &eng $an menjawab mengkal karena dia sendiri pun
belum perna" meli"at seperti apa adanya setan betina yang sering kali orang
sebut!sebut.
#wa -ong mara". #au seperti bunglon!*
#au seperti #ui bo!* &eng san membalas.
&unglon*.
#ui &o!*
&unglon bunglon &unglon*.
#ui &o #ui &o #ui &o!*
dua orang anak!anak itu seperti la=imnya semua anak!anak di dunia ini
kalau cekcok balas membalas dengan poyokan. #wa -ong kala" keras
13
Raja Pedang
suaranya dan meli"at &eng $an memoyokinya sambil tertawa!tawa menjadi
makin mara".
&unglon katak monyet! #au bilang aku seperti kuntilanak apa si"
sebabnya,*
#au berlagak dan sombong sekali. (nak perempuan bernyali kecil masi"
pura!pura membawa pedang ke mana!mana. #urasa dengan pedang itu kau
tidak mampu menyembeli" seekor katak sekalipun ! -u" sombong.*
$raatt* ta"u!ta"u pedang suda" berada di tangan #wa -ong yang
memuncak kemara"annya. Menyembeli" katak, Menyembeli" bunglon
macammu pun aku sanggup!*
pedang digerakkan. $yeettt syeeettt!* dua kali pedang berkelebat dan
selongsong kulit ular yang membungkus tubu" &eng $an terbela" dari atas
kebawa" dan jatu" ke bawa" dalam sekejap mata saja &eng $an berdiri ..
telanjang bulat di depan #wa -ong! Memang ketika mempergunakan selimut
istimewa itu &eng san menanggalkan pakaiannya yang basa" ole" pelu" dan
sekarang pakaian itu digantungkannya pada batang po"on. Pada masa itu
usia sembilan ta"un bagi seorang anak perempuan suda" cukup besar untuk
membuat #wa -ong menjerit dan membalikkan tubu" dan membelakangi
&eng $an mulutnya memaki!maki.
#adal! &unglon! Monyet .. tak ta"u malu kau *
&0ng $an juga kaget dan malu sekali. 'a sama sekali tidak perna" menyangka
ba"wa dengan pedangnya boca" itu mampu membela" selongsong ular
sedemikian rupa se"ingga ujung pedang ta1>di "ampir saja menggurat kulit
perutnya. 5epat dia lari menyambar pakaiannya dan segera memakainya.
#au yang tak ta"u malu kau yang kurang ajar!* &eng $an mara" mara".
Main!main dengan pedang. #alau kena perutku tadi apa aku tidak mati,*
Mampus juga sla"mu sendiri* #wa -ong menjawab sambil memutar tubu".
$ekarang ia meli"at &eng san dalam pakaina yang kotor butut dan tambal!
tambalan. -u"* ia menjebi kiranya "anya pengemis.*
#untilanak! (ku tak perna" mengemis apa!apa padamu.*
Pada saat itu #wa Tin $iong suda" berlari!lari sampai di tempat itu. )ia
mendengar percekcokan terak"ir ini dan datang!datang ia menegur
puterinya.
-ong ji tak bole" kau meng"ina orang tak bole" bercekcok. Pengemis
adala" saudara kita.* )atang!datang jago -oa san pai yang pikirannya selalu
penu" dengan ujar!ujar pelajaran #"ong 5u tela" menase"ati puterinya
dengan sebua" ujar!ujar yang lengkap berbunyi % )i seluru" penjuru lautan
semua manusia adala" saudara.*
&eng $an yang memang berwatak nakal dan berani tertawa!tawa dan
bertepuk!tepuk tangan. &agus bagus! Puas puas! Maka "arus ingat selalu
ba"wa kalau tidak mau di"ina orang lain janganla" meng"ina orang lain.*
$eperti suda" diceritakan dibagian depan semenjak kecilnya &eng $an
dijejali kitab!kitab kuno ole" para "wesio di #elenteng -ok t"ian tong di
antaranya juga kitab!kitab $u si 2go keng yang suda" di"a1alkannya maka
dia pun masi" banyak "a1al akan ujar!ujar nabi #"ong 5u. 4ang dia ucapkan
tadi pun merupakan sebua" ujar!ujar yang lengkapnya berbunyi % /angan
lakukan kepada orang lain apa yang kau tidak suka orang lain melakukannya
kepadamu.*
Meli"at sikap &eng san #wa Tin $iong mengerutkan kening kemudian
ter"ran!"eran. (palagi meli"at pakaina &eng san yang buruk dan meli"at
14
Raja Pedang
pula selongsong kulit ular disitu ia mengira ba"wa beng $an tentula" murid
seorang pandai. 'a sedang terburu!buru dan ada urusan besar tidak baik
kalau sampai terjadi "al!"al tidak enak dengan toko" lain. Maka ia lalu
menarik tangan #wa -ong dan berkata.
Mari -ong ji. Mari kita pergi. (ku tadi membunu" seekor ular besar kita
bole" makan dagingnya sebelum melanjutkan perjalanan.*
#wa -ong tak berani membanta" "anya memandang kepada &eng $an
dengan mata berapi dn mulut cemberut. #wa Tin $iong tersenyum sebelum
pergi menole" keara" &eng $an yang berdiri dengan kedua kaki terpentang
lebar. #embali #wa Tin $iong ter"eran!"eran meli"at betapa kulit muka yang
bengkak!bengkak itu menjadi agak ke"ijauan pada"al tadinya mera" sekali.
'a merasa "eran dank arena tidak meli"at "awa beracun keluar dari tubu"
pemuda cilik itu maka ia tidak menduga ba"wa anak ini tela" mempelajari
semacam ilmu mujijat yagn memang pada waktu itu banyak dimiliki toko"!
toko" kang ouw.
Mendengar orang bicara tentang daging* dan tentang makan* seketika
perut &eng $an memberontak lagi. Perutnya melilit!lilit dan ia tak dapat
mena"an lagi kedua kakinya yang berjalan mengikuti aya" dan anak itu dari
jau". &erindap!indap ia meng"ampiri ketika mencium bau asap yang amat
wangi dan guri". $etela" dekat dia meli"at betapa #wa Tin $iong dibantu
ole" anak perempuan yang galak tadi sedang membakari potongan!potongan
dagingular. ;larnya keli"atan menggeletak tak jau" dari situ ular besar sekali
yang tentu banyak dagingnya. &eng $an beberapa kali menelan luda"nya.
#etika aya" dan anak itu ramai!ramai makan panggang daging ular &eng
$an membalikkan tubu"nya tak mau meli"at.
(ya" li"at itu pengemis yang tadi datang lagi.* Tiba!tiba terdengar #wa
-ong berkata nyaring.
)engan perut panaas &eng $an menole" dan memandang dengan mata
mendelik.
#wa Tin $iong tersenyum dan berkata kepada &eng $an (nak baik apaka"
kau lapar,*
&eng san berwatak angku" tapi jujur. 'a mengangguk mendengar pertanyaan
yang dikeluarkan dengan sikap rama" dan "alus itu.
#au mau mengemis daging ular,* #wa -ong mengejek.
Tidak!* &eng $an membentak dan membalikkan mukanya lagi.
#wa Tin $iong diam!diam kagum juga meli"at anak jembel yang berwatak
angku" itu. 'tua" sikap jantan yang jarang terdapat pada diri anak!anak
apalagi anak jembel. )engan "alus ia bertanya.
(nak baik apaka" kau mau minta daging ular,*
&eng $an menole" sebentar dan dengan mengeraskan "atinya ia menjawab
"alus tidak membentak seperti ketika menjawab #wa -ong tadi.
Tidak lopek 6paman tua7 aku tidak minta.*
#embali #wa Tin $iong tertegun. /awaban kali ini adala" jawaban seorang
anak baik!baik yang mengerti akan tata susila dan kesopanan. 'a dapat
menjenguk isi "ati anak itu yang agaknya memiliki keangku"an besar
biarpun "ampir kelaparan tidak mau minta!minta. (nak luar biasa pikirnya.
(nak baik bole" aku mengeta"ui namamu,*
2amaku &eng $an anak korban banjir tiada orang tua tidak ta"u lagi s"e
apa.* $ekaligus ia menjawab kaarena tidak suka kalau di"ujani pertanyaan
15
Raja Pedang
selanjutnya. #embali #wa Tin $iong tertegun. #asi"an sekali anak ini
agaknya semenjak kecil terpaksa "arus "idup terlunta!lunta seorang diri.
&eng $an aku #wa Tin $iong dan ini anakku #wa -png. #au tidak minta
makanan akan tetapi aku memberi kepadamu kau mau bukan ,* orang tua
itu mengambil dua potong panggang daging ular dan memberikannya
kepada &eng $an. (nak itu menerima tanpa menyatakan terima kasi"nya
karena ia meli"at #wa -ong memandang dengan senyum mengejek. &egitu
menerimanya ia mengembalikannya kepada #wa -ong.
Tak perna" aku menerima pemberian yang tak rela* katanya singkat.
-ong ji* #wa Tin $iong membentak anaknya. /angan kau kurang ajar.
)aging ini aya" yang dapat bukan kau!* ia membujuk supaya &eng $an suka
menerimanya dan #wa -ong tidak berani lagi senyum!senyum mengejek
seperti tadi.
$etela" yakin ba"wa pemberian itu rela &0ng $an segera makan daging ular
itu. (du" le=atnya sedapnya guri"nya. )engan la"ap &eng san makan dan
sekejap mata saja "abisla" dua potong daging itu. #wa Tin $iong yang diam!
diam melirik menjadi ter"aru. 'a ta"u ba"wa kalau ia memberi terus
menerus anak itu akan tersinggung ke"ormatannya maka karena ia dan
#wa -ong suda" merasa kenyang ia lalu berdiri dan berkata kepada #wa
-ong.
-ong ji mari kita lanjutkan perjalanan. #ita "arus mencari kudaku yang tadi
melarikan diri.* #emudian kepada &eng $an ia berkata.
&eng $an karena kami suda" tidak memerlukan lagi daging ular maka
kuberikan sisa daging ular ini kepadamu juga sisa garam dan bumbu ini. kau
panggangla" sendiri. 2a" selamat tinggal anak baik.*
Meli"at sikap ini &eng $an segera menjatu"kan diri berlutut. #wa Tin $iong
lopek kau benar!benar seorang mulia. (ku &eng $an tak kan muda"
melupakan kau dan muda"!muda"an saja kelak aku mendpatkan
kesempatan untuk membalas kebaikanmu ini.*
$ekali lagi #wa Tin $iong terkesiap. &ukan main anak ini memiliki pribudi
pula. 'a mengangguk angguk dan diam!diam ia mencatat nama &eng $an di
dalam "atinya. )an sebelum mereka berpisa" antara &eng $an dan #wa
-ong kembali terjadi adu sinar mata* keduanya berapi dan gemas.!
??
setela" aya" dan anak itu pergi &eng $an berpesta pora. 'a memegang
daging ular sebanyaknya dan masi" panas!panas dia suda" tak sabar
menanti terus saja dimakannya. $ambil makan ia tersenyum!senyum kalau
teringat akan kebaikan sikap #wa Tin $iong akan tetapi ia menggerutu kalau
teringat akan #wa -ong.
#ui bo makinya keras!keras. #untilanak . 5antik manis genit dan
galak. #ui bo #ui &o #ui boo! 2a" kumaki kau sampai puas mau apa
sekarang #ui bo!*
tiba!tiba dari atas puncak po"on besar terdengar suara orang perempuan
tertawa mengikik -i "i "i "i!*
&eng $an meloncat berdiri menole" ke kanan kiri. )isangkanya #wa -ong
datang kembali. (kan tetapi ia tidak meli"at bayangan orang. 'a menjadi
gemas dikiranya #wa -ong datang lagi dan mengganggunya atau
bersembunyi.
#untilanak kau! #ui bo perlu apa datang menggangguku,*
16
Raja Pedang
kembali terdengar suara ketawa seperti tadi kini tepat diatas kepala
&eng$an. (nak itu cepat mendongak memandang ke po"on diatasnya
diantara daun!daun dan cabang!cabang po"on. 2amun seekor burungpun
tak tampak dan suara ketawa itu masi" terdengar disitu. Tiba!tiba suara itu
pinda" ke lain po"on juga terdengar di puncak sambung menyambung -i
"i "i "i!*
beng $an adala" seorang anak pemberani. (kan tetapi setidaknya ia perna"
tinggal di kelenteng dan perna" mendengar cerita!cerita ta"yul dari
beberapa orang "wesio maka sekarang ia mulai merasa bulu tengkuknya
meremeng. &etapapun juga ia mengeraskan "atinya. Masa di siang "ari
terang benderang ada setan, #ata seorang "wesio kuntilanak "anya muncul
di waktu malam!.
-i "i "i "i "i!* dan kini &eng $an betul!betul tersentak kaget karena tiba!tiba
saja di depannya berdiri seorang perempuan yang cantik. <anita ini tertwa!
tawa keli"atan giginya yang puti" rapi. Pakaiannya seperti pakaian gambar
dewi di tembok kelenteng serba sutera dan inda". 'a memegang sebua"
sapu tangan sutera yang panjang mukanya manis dan matanya liar galak
serta mengandung sinar yang ane" menyeramkan seperti bukan mata orang
yang se"at otaknya. 'nika" kuntilanak,
<anita itu tertawa!tawa lagi lalu bertanya. (nak bagus kau suka kepada #ui
bo 6kuntilanak7, &etulka" katamu tadi ba"wa #ui bo cantik manis genit dan
galak,
$uara wanita itu "alus tapi matanya betul!betul menyeramkan membuat
&eng $an makin ketakutan . anak ini memberanikan "atinya dan bertanya.
#au kau sipaka" ..,*
-e "e "e anak bagus dari tadi kau menyebut!nyebut #ui bo. (kula" #ui bo
dan namaku ini* wanita itu seperti seorang tukang sulap ta"u!ta"u suda"
memegang setangkai bunga "itam di tangannya.
2amamu kembang "itam itu ,*
&eng $an melongo meli"at wanita itu menancapkan tangkai bunga itu pada
rambutnya. #aerna bunga itu "itam dan rambutnya juga "itam maka "iasan
rambut ini tidak begitu kentara.
4a akula" -ek "wa #ui bo 6#untilanak &unga -itam7. #au bilang dia si gadis
cailik yang mungil itu seperti aku , -i "i "i "i kau baik sekali anak bagus *
wanita itu tertawa!tawa lagi nampaknya girang. $ebaliknya &eng $an
terkejut. &agaimana wanita ini bisa mengeta"ui semua ucapannya kepada
#wa -ong,
(ku tidak percaya* katanya. Menurut kata orang kuntilanak itu biarpun
cantik suka makan ..* sampai disini &eng $an menjadi pucat. Mengapa ia
mengini goblok menyebut!nyebut tentang itu, &agaimana kalau ini
kuntilanak tulen dan dagingnya akan dimakan,
Tepat sekali memang aku suka makan dagingmenta" erutama daging ular
* saputangan sutera yang panjang itu dikebutkan dan ujung saputangan
itu tela" menarik keluar sepotong daging dari tubu" ular dan langsung
potongan daging ini ditarik dan diterima ole" mulutnya yang berbibir mera"
lalu dikunya"nya dengan enak dan dimakan! &eng $an sampai melotot ngeri
menyaksikan wanita itu makan daging ular yang masi" menta" masi" ada
dara"nya.
#au percaya sekarang, (ku -ek "wa #ui bo sama cantik dengan anak
perempuan tadi bukan , sama baiknya *
17
Raja Pedang
&eng $an teringat akan #wa -ong dan cemberut. (nak perempuan itu tela"
meng"inanya. #alau sama dengan dia aku tak suka* katanya setenga"
melamun (nak itu galak dan meng"inaku. #alau kau sama dengan dia
pergila" saja jangan dekat denganku.*
$ejenak wanita itu tertegun. (pa yang keluar dari mulut anak ini adala" kata!
kata baru baginya kata!kata yang tidak biasa ia dengar. &iasanya setiap
orang tidak ada yang bersikap kasar apalagi berkata kasar kepadanya selalu
bermuka!nuka selalu bermanis!manis. )an anak ini berani mengusirnya! -al
ini menggirangkan "atinya dan ia tertawa!tawa lagi.
#au di"ina ole" anak itu, &iar kubawa dia kesini agar kau bole"
membalasnya!* tiba!tiba tubu" wanita itu lenyap dari situ. 0nta" bagaimana
caranya tidak terli"at ole" &eng $an . ia makin ketakutan bullu tengkuknya
berdiri semua. $ekarang ia baru mau percaya yang di"adapinya tadi betul!
betul seekor siluman kuntilanak.
(du" celaka jangan!jangan dia kembali .. demkian ia berkata seorang
diri dan rasa ketakutan ini membuat pengaru" racun "ijau dan "awa 'm di
tubu"nya meningkat membuat dia menjadi kedinginan dan ke"ijauan
mukanya. Rasa takut membuat &eng $an segera lari tunggang langgang
meninggalkan tempat itu. (kan tetapi kemana ia "arus pergi
menyembunyikan diri, -utan itu besar sekali dimana!mana po"on belaka. 'a
tidak ta"u kemana jalan keluar
Tak lama kemudian selagi berlari!lari ia mendengar suara ketawa yang tadi
-i "i "i "i "i!*.
&eng $an menelusup kedalam semak!semak bersembunyi. (kan tetapi
percuma saja ta"u!ta"u wanita yang tadi suda" berada di depan semak!
semak berkata
(nak bagus "ayo keluar. 'ni orang yang meng"inamu suda" kubawa kesini.*
&eng $an merangkak keluar dan .ia meli"at #wa -ong suda" berada disitu.
(nak perempuan itu kebingungan kini memandang wanita tadi dan berkata
gugup &a bagaimana kau bisa membawaku kesini,*
<anita itu "anya tertawa mengelus pipi k" yang "alus kemera"an. #au
cantik aku juga sama dengan kau kata anak bagus itu *
#" mara". Tadi ia sedang naik kuda bersama aya"nya dengan cepat. Ta"u!
ta"u ada bayangan berkelebat terdengar aya"nya berteriak dan ia merasa
matanya pedas dan ta"u!ta"u sekarang ia suda" berada di dalam "utan
ber"adapan dengan seorang wanita cantik dengan &eng $an. Mengira ba"wa
tentu wanita ini guru &eng $an yang "endak menuntut balas k"
memperli"atkan keberaniannya. 5epat bagaikan kilat tangannya yang kecil
suda" mencabut pedangnya dan menusuk keara" dada wanita itu! (ne"nya
yang ditusuk tidak bergerak sedikitpun juga "anya memandang sambil
tersenyum!senyum.
@#rakkk!* tiba!tiba pedang di tangan k" itu pata" menjadi dua dan gadis kecil
itu sendiri melepaskan gagang pedang karena merasa telapak tangannya
serasa "endak peca". 'a meloncat mundur dan memandang dengan mata
terbelalak. 'a meli"at betul ba"wa pedangnya tadi belum juga menyentu"
tubu" perempuan itu karena tiba!tiba bisa pata" sendiri,
#untilanak dia jangan lawan kau takkan menang melawan #ui bo!* kata
&eng $an. #" mara" sekali. 'a mengira ba"wa &eng $an bicara kepada wanita
itu dan memaki dia sebagai kuntilanak lagi.
(nak jembel! #au mendatangkan siluman untuk membalas!* bentaknya.
18
Raja Pedang
Pada saat itu terdengar angina bertiup dan tubu" #wa Tin $iong berkelebat.
9rang gaga" ini memegang pedang telanjang di tangannya waja"nya yang
muram nampak makin muram dan penu" kek"awatiran. 'a bernapas lega
meli"at anaknya masi" selamat disitu lalu ia memandang sekilas keara"
&eng $an baru kemudian ia memper"atikan wanita itu. 'a meli"at seorang
wanita cantik sepasang matanya liar dan ane" tangan kiri bermain!main
dengan se"elai saputangan sutera beraneka warna inda" dan panjang.
Meli"at sinar mata wanita ini diam!diam #wa Tin $iong terkejut sekali. &ukan
mata orang biasa. 'a berlaku "ati!"ati sekali lagi melirik keara" k" untuk
meli"at keadaan anaknya. $etela" mendapat keyakinan ba"wa anaknya tidak
terluka "anya agak takut!takut ia lalu menjuru kepada perempuan itu.
Toanio 6nyonya7 dengan aku #wa Tin $iong tidak perna" saling mengenal
dan karenanya tidak ada permusu"an sesuatu maka mo"on Tanya ada
maksud Toanio membawa anakku sampai kesini,* #wa Tin $iong bersikap
"ormat sekali karena dari cara nyonya ini tadi merampas anaknya tanpa ia
dapat berdaya sama sekali suda" menunjukkan ba"wa ia ber"adapan dengan
seorang yang memiliki kepandaian luar biasa sekali.
<anita itu tersenyum mengejek memandang tak acu" menjawab lalu
berkata kepada &eng $an. #au tadi di"ina "ayo balas!*
(kan tetapi mana &eng $an mau membalas, 'a memang tidak merasa sakit
"ati kepada aya" dan anak itu. (palagi #wa Tin $iong amat baik kepadanya
sedangkan k" dia "anya mendongkol saja. Maka dia menggeleng kepalanya
tanpa berkata sesuatu.
#wa Tin $iong mendongkol juga meli"at lagak wanita ini yang sama sekali
tidak memperdulikannya jelas amat memandang renda" maka ia lalu
berkata lagi dengan "ormat Toanio aku #wa Tin $iong tidak mempunyai
permusu"an juga -oa san pai tidak mempunyai permusu"an.* 'a sengaja
menyebut nama -oa san pai agar perempuan ini tidak lagi memandang
renda" kepadanya dan bersikap selayaknya orang kang ouw berurusan
dengan sesame orang kang ouw.
Tosu bau Lian &u tak kenal mampus tidak mampu mengajar anak
muridnya.* <anita itu bicara seperti pada diri sendiri. (kan tetapi cukup
membuat #wa Tin $iong bangkit kemara"annya. Lian &u Tojin adala"
gurunya juga adala" ketua -oa san pai seorang ciangbunjin 6ketua partai7
yang amat di"ormati orang seluru" kang ouw. Maka perempuan ini menyebut
namanya begitu saja ditamba" sebutan tosu bau segala, Pedang di
tangannya gemetar. Tiba!tiba k" yang mengenal sikap aya"nya yang mara"
ini memperingatkan.
(ya" tadi aku tusuk dia tapi pedangku pata" sebelum menyentu"nya!*
#wa Tin $iong kaget. Tidak kaget karena pedang anaknya pata". 'a ta"u
ba"wa kepandaian anaknya belum seberapa tentu saja kalau melawan
seorang toko" pandai takkan ada artinya. 'a kaget karena mendengar
pengakuan anaknya yang suda" menyerang wanita ini.
-ong ji jangan kurang ajar kau. Mari sini!* ia menyuru" anaknya
mendekatinya agar lebi" muda" melindungi kalau sampai terjadi
pertempuran. (kan tetapi selagi k" "endak bergerak mendekati aya"nya
tampak wanita itu menggerakkan saputangan suteranya keara" k" yang
segera berdiri diam seperti patung. -ampir #wa Tin $iong tak dapat
mempercayai matanya sendiri. ;jung saputangan yang "alus itu tampaknya
19
Raja Pedang
tidak mengenai tubu" anaknya namun nyatanya anaknya tela" kena
ditotok jalan dara"nya!
-i "i "i "i "i .. -oa san pai .* <anita itu tertawa mengejek.
$esabar!sabarnya manusia kalau anaknya diganggu dan nama partainya
diejek seperti itu takkan dapat mena"an juga #wa Tin $iong berseru.
Manusia sombong bersiapla" kau meng"adapi pedangku!* sebagai seorang
laki!laki gaga" tentu saja ia masi" mena"an diri tidak mau menyerang
seorang wanita yang "anya memegang se"elai saputangan. (kan tetapi
wanita itu menjawab "alus.
Pedangmu yang buruk dan ilmu silat -oa san pai yang renda" mau bisa
apaka" ter"adapku,*
-emmmm sombong amat. #alau begitu li"at pedangku!* #wa Tin $iong
memutar pedangnya dan langsung menyerang dengan gerak tipu yang li"ai
dari -oa san #iam "oat yaitu gerakan Tian mo po in 6paying kilat sapu
awan7. Pedangnya berputar sampai merupakan paying yang berkilauan dan
berkelebatan menymbar keara" wanita itu.
-i "i "i "i "i kiam "oat 6imlu pedang7 buruk!* wanita itu dengan muda"nya
miringkan tubu" menundukkan kepala untuk meng"indari sabetan pedang.
(kan tetapi #wa Tin $iong adala" seorang jago tanggu" dari -oa san pai.
.erakan!gerakannya amat ma"ir suda" masak dan cepat sekali. Meli"at
ba"wa serangan pertamanya takkan ber"asil ia cepat sekali meruba"
gerakannya tanpa menarik kembali pedangnya. #ini pedangnya itu meluncur
dengan gerakan yang disebut #wan kong sia ciok 6#wan kong memana"
batu7. 5epat sekali pedangnya suda" meluncur menusuk keara" ulu "ati
lawan.
#wa Tin $iong suda" mulai merasa kaget dan menyesal meli"at agaknya
lawannya tak mampu mengelak. &ukan maksudnya untuk membunu" orang
maka gerakannya ia ta"an dan perlambat sedapatnya. (kan tetapi sebelum
ujung pedangnya menyentu" lawan tepat seperti dikatakan k" tadi tiba!tiba
menyambar sinar terang dari saputangan itu menyambar keara" pedang dan
tangan. #rakkk!*
$emacam tenaga mujijat meng"antam pata" pedang di tangan #wa Tin
$iong. 9rang s"e #wa ini memperta"ankan getaran "ebat tidak mau
melepaskan pedangnya yang bunting. (kibatnya ia terpental mundur lima
langka" dan munta"kan dara" segar.
-i "i "i "i "i -oa san pai belum kubalas menyerang kau suda"
mundur orang s"e #wa. $ekarang terimala" seranganku!* wanita itu
melangka" maju dan menggerakkan saputangannya #wa Tin $iong merasa
ba"wa ia ber"adapan dengan orang sakti luar biasa atau sebangsa siluman
maka dia menerima nasib tak kuat melawan.
-ek "wa #ui bo jangan ganggu mereka!* tiba!tiba &eng $an melompat dan
menarik pakaian belakang wanita itu.
-ek "wa #ui bo menole" tersenyum dan mengejek mereka itu apamu si"
kau bela mati!matian.*
/angan bunu" jangan ganggu kalau tidak aku takkan suka lagi
kepadamu!*
ancaman ini agaknya berpengaru" juga buktinya wanita itu menurunkan
saputangannya. 4ang kaget setenga" mati adala" #wa Tin $iong ketika dia
mendengar disebutnya nama -ek "wa #ui bo ole" &eng $an tadi. -ek "wa
#ui bo adala" nama seorang diantara empat orang toko" terbesar di dunia
20
Raja Pedang
persilatan! Menurut cerita gurunya yang bernama -ek "wa #ui bo ini adala"
serang wanita yang cantik luar biasa dan usianya suda" lima pulu" ta"un
lebi". (kan tetapi wanita ini meli"at bentuk tubu" dan waja"nya kiranya
takkan lebi" dari tiga pulu" ta"un! 'a memandang lebi" tegas dan meli"at
setangkai bunga "itam yang tadi tidak dia li"at tertancap di rambut kepala
wanita itu!
/angan bunu" jangan bunu" ..* -ek "wa #ui bo mengulang. (" anak
bagus lain kali mereka mungkin yang akan memnggangu dan
membunu"mu. -ayo ikut!* tiba!tiba wanita itu menggerakkan
saputangannya yang meluncur keara" &eng $an. Ta"u!ta"u ujung
saputangan tela" melibat pergelangan tangan anak itu dan &eng $an merasa
tubu"nya melayang di udara. 'a meramkan mata dan mendengar angin
mendesir!desir di pinggir kedua telinganya.
#wa Tin $iong menarik napas panjang ketika meli"at perempuan itu
berkelebat pergi membawa &eng $an lalu ia menyalurkan pernapasannya
untuk memuli"kan kekuatannya. &aiknya tadi ia mengurangi tenaga
tusukannya kalau dilakukan dengan sekuat tenaga tentu sekarang dia tela"
menggeletak dengan jantung putus! $etela" lukanya yang tidak para" di
dalam dada itu mendingan baru dia berdiri dan membuka totokan pada diri
anaknya.
(ya" siapka" perempuan siluman itu,*
-us""" jangan kau sombong -ong ji. )ia adala" seorang toko" kang ouw
yang mala" lebi" tinggi kedudukannya daripada sukongmu 6kakek gurumu7.
-ayo kita melanjutkan perjalanan dan jangan banyak bertanya lagi.*
Pendekar yang amat gaga" dan jarang menemui tandingannya ini segera
mengajak anaknya pergi nampaknya gelisa" sekali. Memang dia merasa
gelisa" dan juga ane". #enapa seorang toko" seperti -ek "wa #ui bo yang
suda" berta"un!ta"un tidak perna" muncul di dunia kang ouw itu sekarang
tiba!tiba turun gunung dan mengganggunya, 'a "arus cepat!cepat kembali ke
-oa san pai dan menceritakan "al ini kepada su"unya.
Pada masa itu keadaan pemerinta"an yan dipegang ole" kerajaan .oan
6Mongol7 sedang dikacau ole" pelbagai pemberontakan rakyat yang suda"
tak kuat lagi atas penindasan penjaja" Mongol. )imana!mana muncul
perkumpulan ra"asia yang meng"impun tenaga!tenaga untuk melakukan
pemberontakan dan rongrongan ter"adap pemerina" penjaja". )iantara
pulu"an macam perkumpulan ra"asia ini murid!murid -oa sanpai juga
termasuk anggota sebua" perkumpulan yang terbesar yaitu Pek lian pai
6perkumpulan Teratai Puti"7 yang tujuannya merobo"kan pemerinta" Mongol.
#wa Tin $iong yang mempelopori kegiatan adik!adik seperguruannya pada
waktu itu sedang pergi mencari sute!sute dan sumoi!sumoinya yang
berpencaran dimana!mana mala" ia sedang mencari untuk mengumpulkan
tiga orang adik seperguruannya karena -oa san $ie eng 60mpat Pendekar
-oa san7 "arus mengadakan pertemuan di -oa san untuk membicarakan soal
pemasukan menjadi anggota perkumpulan anti penjaja" ini. ketika tiba di
"utan dan mengalami peristiwa "ebat ini #wa Tin $iong baru saja pulang dari
#wi nam "u bertemu dengan sutenya T"io <an t yang suda" berjanji akan
meng"adap ke -oa san bulan dpan tanggal lima. /uga dia suda" bertemu
dengan Toat beng kiam #ui Teng sutenya yang ketiga dan suda" mendapat
janji pula. $ekarang ia sedang menuju keara" dusun Lam bi c"ung tempat
tinggal orang tua sumoinya 6adik seperguruan7 yaitu #iam eng cu Liem $ian
21
Raja Pedang
-wa. $etela" mengalami peristiwa "ebat ini #wa Tin $iong mempercepat
perjalanannya untuk segera kembali ke -oa san setela" memberi ta"u
sumoinya tentang pertemuan -oa san $ie eng di -oa san.
)alam waktu tiga "ari saja #wa Tin $iong dan anak perempuannya tela" tiba
di dusun Lam bi c"ung. Tapi apa yang mereka dapati di dusun tempat tingal
jago keempat dari -oa san $ie eng ini, mereka dapati Liem $ian -wa sedang
bergabung atas kematian aya"nya yang dibunu" orangseminggu yang lalu.
&egitu meli"at kedatangan #wa Tin $iong gadis itu segera menubruk dan
berlutut di depan twa su"eng 6kakak seperguruan tertua7 ini dan menangis
tersedu!sedu
$eperti tela" disebutkan di bagian depan #wa Tin $iong merupakan jago
pertama dari keempat -oa san $ie eng yang selama ini meng"arumkan
nama -oa san pai sebagai pendekar!pendekar budiman. Liem $ian -wa
adala" toko" keempat dan yang termuda. (kan tetapi biarpun ia termuda
baru dua pulu" ta"un usianya dan satu!satu wanita di antara empat
pendekar -oa san pai itu kepandaiannya "anya kala" setingkat ole" twa
su"engnya ini. dia seorang gadis yang cantik manis dan seder"ana sekali
maklum karena $ian -wa adala" anak seorang miskin. (ya"nya Liem Ta
juga seorang guru silat yang semenjak mudanya menjadi penjual obat
keliling sambil mendemontrasikan ilmu silatnya "anya untuk menarik
per"atian pembeli. 'lmu silatnya adala" warisan dari ilmu silat $iauw lim
akan tetapi tidak begitu tinggi "anya sekedar untuk ilmu pembela diri
belaka.
&erta"un!ta"un $ian -wa tinggal di -oa san setela" ia diantar oAe" aya"nya
dan diterima menjadi murid ole" ketua -oa san pai Lian &u Tojin yang
meli"at ba"wa anak perempuan itu bertulang baik sekali bersemangat dan
cerdik. (ya"nya tetap berkeliling obat karena suda" menjadi kebiasaan
seorang yang suka merantau tentu takkan senang kalau "arus berdiam di
suatu tempat. Memangg benar ba"wa Liem Ta suda" mempunyai sebua"
ruma" kecil di dusun Lam bi c"ung tempat kela"iran $ian -wa namun
karena istri Liem Ta suda" lama meninggal ia tidak ta"an "idup seorang diri
dan seringkali melakukan perjalaanan merantau.
#etika $ian -wa berusia lima belas ta"un datangla" ketua #un lun pai yaitu
Pek .an $iansu berkunjung ke -oa san bersama muridnya yang bernama
#wa $in dan yang berusia tuju" belas ta"un pada waktu itu. Pertemuan
antara dua orang ketua ini meng"asilkan ikatan jodo" antara $ian -wa dan
#wee $in yang suda" yatim piatu. Tentu saja Liem Ta diberi ta"u dan duda
perantau ini setela" meli"at #wee $in yang tampan dan gaga" apalagi anak
murid #un lun pai segera memberi persetujuannya.
Lima ta"un kemudian mereka tela" tamat belajar. $ian -wa menjadi seorang
pendekar gaga" menjadi seorang termuda dari -oa san $ie eng yang
terkenal di seluru" dunia kang ouw. (dapun #wee $in juga menjadi seorang
jago muda #un lun pai yang tak kala" terso"ornya. )ia adala" seorang
termuda pula dari #un lun $am "engte 6Tiga saudara dari #un lun7 yaitu
bersama dua orang su"eng yang bernama &un $i Teng dan &u $i Liong.
)emikianla" keadaan $ian -wa sepintas lalu dan sebagai pendekar!
pendekar gaga" baik $ian -wa maupun #wee $in tidak tergesa!gesa
melangsungkan pernika"an mala" bertemu muka pun jarangsekali kedua
tunangan ini. betapun juga tiap kali keduanya bertemu muka mungkin
setenga" ta"un sekali jalinan cinta kasi" diantara mereka makin erat. )an
22
Raja Pedang
pada waktu cerita ini terjadi Liem $ian-wa suda" kembali ke ruma"nya di
Lam bi c"ung sedangkan #wee $in seperti biasanya pergi merantau sebagai
seorang pendekar muda yang bercita!cita melepaskan tana" air dan bangsa
daripada penindasan penjaja" Mongol.
Pada suatu "ari Liem Ta pulang dari merantaunya. #ali ini dia tidak pergi
terlalu jau" makadalam waktu setenga" bulan dia suda" pulang. &egitu
datang ke ruma" dia suda" mara"!mara" dan memanggil $ian -wa. .adis
ini segera meng"ampiri aya"nya yang nampak tak senang dan mara"!mara"
itu penu" ke"eranan karena biasanya aya"nya amat sayang kepadanya dan
tidak perna" mara".
sian -wa mulai sekarang "ubunganmu dengan manusia s"e #wee itu putus
sampai disini saja! &iar besok aku pergi naik ke -oa san untuk memberi ta"u
gurumu. Pertunanganmu dengan manusia s"e #wee itu "arus putus!*
kalau ada "alilintar menyambarnya di saat itu kiranya $ian -wa takkan
sekaget ketika mendengar perkataan aya"nya ini. kedua pipinya yang
biasanya kemera"an itu kini menjadi pucat. (kan tetapi sebagai seorang
pendekar wanita yang gaga" ia bersikap tenang ketika bertanya
(paka" sebabnya aya" menjadi mara"!mara" seperti ini, tentu tela" terjadi
sesuatu yang membuat aya" menjadi mara".*
Terjadi sesuatu,* Liem Ta membentak. $uda" terlalu lama terjadinya suda"
terlalu lama orang itu menipu kita menipumu! Pantas saja sampai sekarang
belum juga ada ketentuan tentang "ari baikmu. -u" kiranya manusia itu
bermain gila!*
mulai k"awatir "ati $ian -wa sepasang alisnya yang "itam bergerak!gerak.
(ya" apaka" sebenarnya yang tela" terjadi,* "atinya benar!benar mulai
merasa tidak enak karena ia suda" menduga ba"wa pasti terjadi sesuatu
dengan diri tunangannya #wee $in.
Manusia s"e #wee itu ternyata bukan orang baik!baik $ian "wa. &iarpun dia
itu murid #un lun pai biarpun dia seorang diantara #un lun $am "engte
namun sekarang ia tela" tersesat. )ia gulung!gulung dengan seorang wanita
ja"at kalau tidak sala" wanita itu seorang dari perkumpulan 2go lian kauw
yang terpimpin iblis. Mataku sendiri meli"at dia bermain gila secara tak ta"u
malu dengan wanita genit dan cabul itu. $uda"la" pendeknya aku tidak rela
anakku menjadi istri seorang laki!laki yang bergulung!gulung dengan wanita
cabul!*
dapat dibayangkan betapa kaget dan sedi"nya "ati $ian -wa. (kan tetapi ia
masi" mena"an!na"an perasaan dan bertanya sambil lalu (ne" sekali
kenapa orang bisa begitu tak ta"u malu aya", )imanaka" aya" meli"atnya
e" mereka itu,*
)imana lagi kalau tidak di Telaga Pok yang! &ermain pera"u bernyanyi!
nyanyi minum!minum u" ........ pendeknya terlalu!* aya" ini menyumpa"!
nyumpa" dan kembali menyatakan besok akan berangkat ke -oa san untuk
minta ketua -oa san membatalkan perjodo"an $ian -wa dengan #wee $in.
(kan tetapi pada keesokan "arinya Liem Ta membatalkan kepergiannya ke
-oa san karena meli"at ba"wa anak gadisnya tela" pergi secara diam!diam
malam "ari itu. ("* pikirnya dengan "ati duka kasi"an kau $ian -wa kau
tentu pergi menyusul ke Pok yang untuk menyaksikan dengan mata kepala
sendiri. Lebi" baik lagi lebi" baik kau menyaksikan sendiri agar tidak
penasaran "atimu *
23
Raja Pedang
)ugaan Liem ta memang benar. #arena tak dapat mena"an panasnya "ati
gadis itu malam!malam pergi dari ruma"nya menuju ke telaga Pok yang yang
tidak berapa jau" letaknya dari dusunnya "anya perjalanan tiga "ari. (kan
tetapi ketika ia tiba di telaga itu tidak terdapat tunangannya itu diantara
sekian banyaknya para pelancong. 'a bertanya kesana kemari dan selagi ia
mencari keterangan tiba!tiba seorang tukang pera"u yang berkumis panjang
mendekatinya.
2ona "endak mencari siapaka",*
$ian -wa berterus terang. (ku mencari seorang teman wanita cantik yang
berpesiar disini bersama seorang pemuda yang * ia tak sudi menyebut
tampan dan menamba"kan yang mukanya puti" *
Tiba!tiba tukang pera"u itu nampak sunggu"!sunggu" dan berkata perla"an!
la"an (paka" wanitanya itu seorang anggota Pek lian pai 6partai Teratai
puti"7 ,*
$ian -wa terkejut. Pada masa itu di mana 2egara sedang kacau dan banyak
perkumpulan + perkumpulan ra"asia bertujan merobo"kan pemerinta" nama
Pek lian pai amat terkenal sebagai perkumpulan besar yang berpengaru".
$ebagai seorang pendekar tentu saja $ian -wa bersimpati ter"adap
perkumpulan Pek lian pai ini maka dapat dibayangkan betapa kagetnya
mendengar pertanyaan si tukang pera"u.
-emmmmm ..* ia meragu mungkin demikian. (paka" kau meli"at
mereka,*
yang laki!laki muda tampan bermuka puti" menggantung pedang di
punggung seperti 2ona sekarang ini bukan,*
4a .ya .*
Tukang pera"u itu tertawa. (" pengantin baru seperti mereka itu kemana
lagi kalau tidak berpesiar ke tempat!tempat inda", #ebetulan sekali ketika
mereka berrpesiar disini mereka selalu mempergunakan pera"uku 2ona.
(a""" benat!benar pasangan yang cocok mesra dan saling mencinta .*
2gaco!* $ian -wa membentak mara" se"ingga tukang pera"u itu nampak
ketakutan. #atakan saja dimana mereka berada,*
2ona yang pakai teratai puti" di rambutnya itu .dan pemuda tampan itu
..kemarin suda" pergi dari sini. Menurut yang kudengar dari percakapan
mereka si pemuda "endak mengajak nona itu pergi ke dusun Lam bi c"ung
. ..dan *
$ian "wa tidak melanjutkan pendengarannya ia berkelebat pergidan lari
cepat menyusul kembali ke Lam bi c"ung. 'a tidak meli"at betapa
seperginya tukang pera"u berkumis panjang itu tertawa mengejek.
(langka" mengkalnya "ati $ian -wa ketika ia tidak dapat menyusul dua
orang itu buktinya sampai di dusun Lam bi c"ung ia tidak meli"at dua orang
itu dan dapat dibayangkan betapa mara" dan kagetnya ketika ia meli"at
aya"nya suda" reba" dengan luka!luka para" pada tubu"nya! 'a datang
tepat di pagi "ari dan ternyata aya"nya malam tadi diserang orang.
????
$iapaka" yang menyerangnya sumoi, )an apaka" . (paka" aya"mu
meninggalakibat penyerangan itu,* Tanya #wa Tin $iong yang sejak tadi
mendengarkan penuturan adik seperguruannya itu dengan sabar. #wa -ong
dia suru" main di luar ruma" karena dia rasa kurang baik anak!anak
mendengarkan urusan besar.
24
Raja Pedang
Liem $ian "wa menyusut air matanya. (ya" "anya dapat berta"an se"ari
saja twa su"eng. Luka!lukanya berat dan .dan itula" yang membuat "atiku
amat sakit. (ya" menderita tiga macam luka yang pertama adala" tusukan
pedaang dekat le"er kedua adala" luka karena sebatang paku berkepala
bunga teratai puti" ..*
-emmmm pek lian ting 6paku teratai puti"7 * diam!diam #wa Tin $iong
ter"eran!"eran karena itula" paku tanda ra"asia anggota perkumpulan pek
lian pai! )an luka yang ketiga,*
tiba!tiba waja" $ian -wa pucat sekali. 4ang ketiga adala" akibat pukulan Pek
lek jiu dari #un lun pai *
#wa Tin $iong "ampir melompat saking kagetnya. (pa ..,*
$ian -wa berkata dengan sunggu"!sunggu". (ku suda" memeriksa dengan
teliti sekali su"eng. Tentu kau masi" ingat da"ulu su"u perna" menuturkan
secara jelas sekali tentang Pek lek jiu #un lun pai itu ermasuk tanda!tanda
bekas oukulannya. (ku merasa yakin ba"wa dada aya" tela" dipukul orang
dengan ilmu pukulan Pek lek jiu 6Pukulan .eledek7 dari #un lun pai *
)an murid #un lun pai yang terpandai menggunakan Pek lek jiu adala" .
#wee $in !* kata jago pertama dari -oa san $ieeng ini sambil merenung.
&etul twa su"eng.* Liem $ian -wa menangis lagi. (ku "arus membalas
dendam .! $i keparat s"e #wee kalau belum membalas kekejamanmu aku
Liem $ian -wa takkan mau suda" .*
-uss""" nanti dulu sumoi. #au tenangla". Tak baik menjatu"kan dakwaan
kepada seseorang tanpa bukti. (palagi saudara #wee $in sepanjang
pendengaranku adala" seorang gaga". $ebagai seorang termuda dari #un
lun $am "engte agaknya tak masuk akal kalau dia melakukan pembunu"an
ini. andaikata buktinya kuat "abis apa alasannya dia mau melakukan "al
ini,*
Twa su"eng masa tidak dapat menduganya, )ia .manusia s"e #wee
keparat itu setela" terli"at ole" aya" di Telaga Pok yang agaknya merasa
malu dan takut kalau!kalau ra"asianya disiar!siarkan ole" aya". )ia dan
siluman dari Pek lian pai itu .tentu mengerjar kesini dan membunu" aya"
*
#enapa begitu yakin,*
(ya" sendiri yang mengatakan demikian twa su"eng. (ya" masi" dapat
menceritakan "al ini biarpun amat sukar dia bicara.* $ian -wa meng"apus
air matanya yang bercucuran deras ketika ia bicara tantang aya"nya.
menurut aya" malam itu aya" terkejut dan terbangun dari tidur karena
suara keras pada jendela. &egitu aya" melompat turun dia robo" karena
tusukan pedang yang mengara" le"er dan masi" menyerempet ketika
dielakkan ole" aya". #emudian ia terpukul pada dadanya keras sekali
membuat aya" "ampir pingsan. $ebelum pingsan aya" mendengar suara
ketawa seorang wanita dari luar jendela kemudian terasa sakit pada
pinggangnya karena tertusuk paku itu. 4a" masi" mendengar kata!kata
seorang laki!laki yang mengatakan ba"wa aya" tak bole" sekali!sekali
meng"ina seorang jagoan #un lun! Mala" aya" mendengar pula ejekan
wanita itu yang menyatakan ba"wa partai Pek lian pai tidak mau
mengampuni orang!orang yang sombong.*
#wa Tin $iong makin ter"eran!"eran. &agaimana mungkin #wee $in
melakukan "al securing itu, (palagi dia wanita yang katanya anggota Pek
lian pai yang terso"or sebagai perkumpulan orang!orang gaga" patriot!
25
Raja Pedang
patriot bangsa! Mala" dia sendiri sekarang mencari tiga orang adik
seperguruannya untuk diajak berunding tentang memasuki partai itu dan
membantu perjuangan.
(paka" aya"mu meli"at pula laki!laki dan wanita itu,* desaknya.
Tidak twa su"eng. #amar aya" gelap sekali tidak ada penerangan. -al ini
pun menunjukkan ba"wa dua orang yang datang menyerang aya" itu
berkepandaian tinggi dapat menyerang di tempat gelap secara tepat.*
(paka" aya"mu mengenal suara saudara #wee $in,*
Tentu tidak su"eng. /arang sekali aya" bertemu dengan dia. (" twa
su"eng kenapa kau masi" ragu!ragu, Tak bisa sala" lagi anjing #wee $in
itula" yang membunu" aya" dibantu seorang siluman dari Pek lian pai. Twa
su"eng "anya para su"engla" yan kiranya dapat membantu $iauw moi
menuntut balas atas kematian aya" secara penasaran ini .*
$iapaka" orangnya yang tak kan ragu!ragu sumoi. )ua "al yang amat
berlawanan dengan dugaan dan pendengaran. /ago muda #un lun dan
seorang anggota Pek lian pai .a" kalau bukan kau yang tertimpa "al ini
agaknya sukar untuk percaya .*
Tiba!tiba mereka dikejutkan suara jeritan di luar ruma". Tidak ! Pergi ..!8
itula" suara #wa -ong ! #wa Tin $iong mencelat dari kursinya keluar pintu
diikuti $ian -wa yang juga meloncat dengan amat linca"nya. &agaikan
terbang melayang keduanya meloncat keluar dan meli"at sebua" Pek lian
ting 6paku teratai puti"7 seperti yang dipergunakan orang melukai aya" $ian
-wa tertancap pada daun pintu depan! )an k" suda" tidak tampak lagi
"anya terdengar derap kaki kuda lari cepat menjau"i tempat itu.
5epat twa su"eng kejar .!* #wa Tin $iong melompat keatas kudanya dan
$ian -wa berlari!lari menuju ke "alaman belakang ruma"nya untuk
mengambil kudanya pula. )i lain saat kakak beradik seperguruan ini suda"
melakukan pengejaran. $ebentar saja #wa Tin $iong tersusul ole" kuda
tunggangan $ian -wa seekor kuda tunggang yang amat baik dan pili"an.
)ua orang pendekar ini adala" jago tertua dan termuda dari -oa san $ie eng.
$elain ilmu silat mereka yang tinggi juga dalam "al menunggang kuda
mereka adala" a"li!a"li yang jarang bandingannya. (palagi $ian -wa yang
memang sejak kecilnya diajak merantau aya"nya dan semenjak kecilnya
gadis ini suda" suka sekali menunggang kuda. $etela" melalui kurang lebi"
lima li ak"irnya suara derap kuda yang mereka kejar itu makin jelas
terdengar tanda ba"wa kuda itu tak jau" lagi terpisa".
$umoi kau kejar terus aku "endak menda"uluinya memotong jalan.*
&iarpun masi" amat muda baru dua pulu" ta"un namun pengalaman $ian
-wa di dunia kang ouw suda" cukup luas. Maka sedikit kata!kata twa
su"engnya ini cukup ia keta"ui maksudnya. 'a ta"u ba"wa untuk menangkap
seorang penculik anak!anak lebi" aman dipergunakan siasat yaitu disergap
dari belakang. #alau secara berterang mungkin akan gagal karena si
penculik dapat mempergunakan anak yang diculik untuk mengancam. 'a
"anya mengangguk dan #wa Tin $iong lalu membedal kudanya mengambil
jalan memutar "endak memotong jalan.baiknya ia suda" menganl btul jalan
di daera" tempat tinggal sumoinya ini maka tanpa ragu!ragu dia ta"u
kemana ara" jalan yang diambil ole" si penja"at di depan itu. /alan itu
menikung kekanan dan agak memutar maka kalau dia memotongnya melalui
kebun dan "utang kecil dia akan dapat menda"ului si penja"at.
26
Raja Pedang
Tak lama kemudian $ian -wa suda" dapat meli"at penculik itu. #uda yang
ditunggangi penculik itu bukan kuda baik nampak suda" lela" sekali apalagi
ditunggangi dua orang seperti #wa -ong. (nak perempuan itu tampak lemas
dan tidak bergerak atau bersuara lagi.
&angsat renda" "endak lari kemana kau!* $ian -wa mencabut siang kiam
6sepasang pedang7 tipis dan mempercepat larinya kuda.
Penculik itu seorang laki!laki berusia kurang lebi" tiga pulu" ta"un bertubu"
kecil bermata lebar ketika mendengar suara wanita lalu menole" ia
tercengang meli"at ba"wa yang mengejarnya "anya seorang gadis cantik
yang masi" amat muda lalu tiba!tiba ia mena"an kudanya dan tertawa
sambil mencabut goloknya.
("a kiranya ada nona manis ingin main!main dengan aku* katanya dengan
senyum mengejek. $uaranya menunjukkan ba"wa dia seorang dari utara.
)engan gerakan yang gesit sekali orang itu meloncat turun dari kuda setela"
menurunkan #wa -ong yang dia gulingkan keatas tana". .adis cilik itu
agaknya tertotok jalan dara"nya lemas seperti orang pingsan. )engan
tenang orang itu lalu berdiri meng"adang $ian -wa yang datang
membalapkan kudanya.
Penculik "ina "ari ini pedang nonamu akan mengantar nyawamu ke
neraka.* $ian -wa berseru dan tiba!tiba tubu"nya melayang meninggalkan
punggung kudanya yang masi" berlari. &agaikan seekor burung wallet nona
ini suda" menggerakkan pedangnya dan langsung menyerang penculik itu
dengan gerakan sepasang pedang yang menyambar!nyambar! -ebat benar
sepak terjang nona Liem $ian -wa yang berjuluk #iam eng cu 6&ayangan
pedang7 ini dan tidak mengecewakan ia berjuluk demikian karena betul!betul
sepasang pedangnya merupakan segunduk sinar yang menutupi tubu"nya
ketika ia melompat sambil menyerang.
&agus .!* Laki!laki itu mau tak mau memuji meli"at ketangkasangerakan
gadis ini. cepat dia menangkis dengan golok yang diputar seperti paying di
depan tubu"nya.
Trang tarang !* bunga api muncrat kesana kemari ketika sepasang
pedang itu bertemu dengan golok. )ari getaran pada tangannya maklumla"
$ian -wa ba"wa lawannya ini biarpun bertubu" kecil namun bertenaga besar
juga. &egitu kedua kakinya berada di tana" nona ini lalu menggenjot tana"
dan tubu"nya berkelebet kesebela" kiri orang itu pedangnya kembali
berkelebat. 'a suda" sengaja mempergunakan ginkangnya untuk
mengala"kan lawan dengan kecepatan gerakannya. $iapa kira orang ini pun
ternyata cepat sekali dapat memutar tubu" sambil membabatkan golok ke
pinggang $ian -wa. Terpaksa $ian -wa menangkis dengan pedang kirinya
pedang kanan menusuk keara" dada dengan gerak tipu #wan kong sia ciok
6#wan kong memana" batu7.
$ekarang kagetla" orang itu tidak berani lagi dia tertawa!tawa. Ternyata
nona muda ini "ebat ilmu pedangnya cepat gesit dan tak terduga
serangannya. 'a cepat menjengkangkan diri ke belakang berjungkir balik lalu
meng"adapi lawannya dengan "ati!"ati.
Pertempuran seru segera terjadi dan pada saat itu meunculla" #wa Tin $iong
dari belakang po"on!po"on. .irang "ati pendekar ini meli"at ba"wa anaknya
"anya tertotok dan tidak mengalami kecelakaan maka dia cepat meloncat
dan membebaskan totokan pada tubu" anaknya lebi" dulu karena dia
meli"at ba"wa sepasang pedang sumoinya ternyata mampu mena"an
27
Raja Pedang
gerakan golok yang ane" dan li"ai dari penculik. $etela" #wa -ong sembu"
kembali dan ia menyuru" anaknya ini duduk bersila dan mengatur napas
membereskan kembali jalan dara"nya #wa Tin $iong melompat ke medan
pertempuran sambil berseru
$umoi sera"kan penja"at ini kepadaku!*
sebetulnya $ian -wa tidak perna" terdesak ole" lawannya akan tetapi
maklum betapa twa su"engnya mara" karena orang ini tela" menculik
puterinya ia meloncat keluar dan membiarkan twa su"engnya meng"adapi
penculik out.
Ta"an sobat!* #wa Tin $iong mengulurkan pedang mena"an golok lawan. 'a
mengera"kan tenaganya se"ingga golok lawannya itu terta"an dan tak dapat
bergerak lagi. Lawannya kaget sekali dan menatap tajam.
#au ini siapaka" dan seingatku diantara aku #wa Tin $iong dank au tidak
perna" ada permusu"an apa!apa. #enapa kau datang dan menculik anakku,*
Tanya pendekar itu yang tidak mau menurunkan na1su amara".
9rang itu tertawa mengejek. (ku ..aku "anya ingin menguji sampai
dimana nama besar -oa san $ie eng!*
#wa Tin $iong mengeryitkan keningnya. #au suda" mengenal nama kami
tentula" seorang kang ouw. #uli"at kau menggunakan Pek loan ting apa
"ubunganmu dengan Pek lian pai, $obat "arap kau jangan main!main dan
mengakula" terus terang apa sebetulnya ke"endakmu dan siapa namamu
yang besar.*
Tiba!tiba terdengar orang itu bersuit keras sekali dan goloknya berkelebat
menyerang #wa Tin $iong. Tentu saja pedekar ini mara" sekali. Tak perna"
diduganya ba"wa orang akan berlaku begini renda" pada"al dia suda"
cukup bersikap jujur dan meng"ormat.
&agus kiranya kau "anya sebangsa pengecut curang!* serunya dan sekali
tangkisan ia dapat membikin golok orang itu terpental kemudian desakan
pedangnya yang sekaligus menyerang bertubi!tubi sampai empat lima jurus
membuat orang itu mundur!mundur tak mampu balas menyerang. Memang
"ebat ilmu pedang #wa Tin $iong dan tidak percuma dia menjadi orang
pertama dari -oa san $ie eng. .erakan!gerakannya mantap dan matang
tenaga iweekangnya juga suda" tinggi se"ingga baru belasan jurus saja si
penculik itu suda" "arus meloncat kesana kemari dan menangkis
sedapatnya. #embali ia bersuit keras dan kali ini tiba!tiba dari ara" timur
"utan terdengar suitan!suitan semacam yang agaknya menjawab suitan si
penculik tadi.
Mendengar ini #wa Tin $iong berseru (was sumoi kawanan penculik
datang!*
Liem $ian -wa memang suda" siap. 'a menyuru" #wa -ong bersembunyi di
balik sebatang po"on besar sedangkan ia sendiri lalu menjaga disitu dengan
sepasang pedang di kedua tangan.
Terdengar seruan kesakitan dan penculik itu ter"uyung ke belakang dengan
pundak berdara". Ternyata pundaknya kena disambar pedang se"ingga
terbabat kulit dan dagingnya. 2amun ia masi" sanggup melawan se"ingga
#wa Tin $iong masi" belum juga dapat merobo"kannya. Pada saat itu
terdengar suara banyak kuda penunggang kuda. Mereka adala" empat orang
laki!laki berusia kurang lebi" empat pulu" ta"un gerakan mereka tangkas
dan begitu sampai disitu keempatnya lalu melompat turun dan mencabut
golok.
28
Raja Pedang
Tanpa banyak cakap lagi $ian -wa menyambut mereka. )ua orang
mengeroyoknya dan yang dua pula kini suda" membantu si penculi ktadi
mengeroyok #wa Tin $iong. )iam!diam dua orang anak murid -oa san pai ini
terkejut sekali. Ternyata empat orang yang baru datang ini mala" memiliki
kepandaian yang lebi" tinggi dari pada penculik. 'lmu golok mereka adala"
ilmu golok utara keras dan bertenaga gerak!geriknya juga cepat.
$ian -wa dan tin $iong memang mewarisi 'lmu Pedang -oa san kiam "oat
yang ampu". #eduanya patut diberi julukan pendekar pedang -oa san dan
mereka dalam pertempuran keroyokan ini tela" memperli"atkan
ketangkasan. (kan tetapi lawan!lawan mereka yang mengeroyok juga bukan
sembarangan orang memiliki keli"aian yang tingkatnya dengan mereka
"anya kala" sedikit namun dengan pertempuran secara pengeroyokan itu
tentu saja mereka lebi" unggul dan mulai mendesak. Lima pulu" jurus tela"
lewat #wa Tin $iong masi" dapat berta"an dan membalas serangan akan
tetapi $ian -wa mulai lela" mulai berkurang daya serangnya dan lebi"
banyak menangkis dan meloncat kesana!kemari. .adis itu "ebat sekali. #ali
ini benar!benar tepat julukannya #iam eng cu karena tubu"nya lenyap
terbungkus sinar kedua pedangnya dan dua batang golok lawan yang
menyambar!nyambar mengitari dirinya.
#wa Tin $iong mengelu" dalam "atinya celaka pikirnya. #ali ini aku dan
sumoi meng"adapi bencana. -al ini masi" belum "ebat celakanya anaknya
pun meng"adapi bencana yang "ebat pula. $iapa akan melindunginya,
&erpikir sampai disini dia mencoba untuk menggunakan daya lain. Tiba!tiba
ia berseru keras.
&ukanka" cuwi 6tuan!tuan sekalian7 ini anggota!anggota Pek lian pai,
#eta"uila" siauwte #wa Tin $iong dari -oa san pai tidak ada permusu"an
dengan Pek lian pai mala" tadinya "endak menggabungkan diri,*
(kan tetapi tiga orang lawannya tertawa dan seorang diantara mereka
berkata mengejek (nak murid -oa san pai mana ada "arga masuk Pek lian
pai, #alau mau mengaku kala" barula" kami melepaskan dan bole" belajar
lagi. Li"at kelak kalau suda" pandai baru bole" masuk Pek lian pai!* tiga
orang itu tertawa!tawa dan menyerang.
#wa Tin $iong adala" seorang pendekar sejati mana dia sudi menurut
ke"endak tiga orang lawannya itu, Pendirian seorang pendekar lebi" baik
mati daripada bertekuk lutut menerima "inaan. )engan gemas dia
mempercepat gerakan!gerakan pedangnya se"ingga lawan!lawannya
terpaksa berlaku "ati!"ati dan mundur lalu dia berkata.
Meli"at sikap cuwi tak patut menjadi patriot!patriot yang anti penjaja"
bangsa mongol!*
tiga orang itu "anya tertawa lagi dan si penculik yang suda" dilukai
pundaknya berkata /angan banyak cerewet tentang urusan perjuangan. -oa
san $ie eng bernama besar perli"atkan kebesaran itu. -a "a "a!*
sekarang #wa Tin $iong betul!betul terdesak. (palagi setela" mendengar
sumaoinya berseru mara" karena pedang kirinya terlepas dan terlempar dia
makin gelisa". $umoinya kini "anya melawan dengan sebatang pedang
sedangkan dua orang lawannya itu makin mendesak sambil mengeluarkan
ucapan!ucapan kotor. Memang $ian -wa terdesak "ebat dan lebi" lagi gadis
ini merasa mara" bukan main karena selain pedangnya yang kiri terlepas
juga dua orang pengeroyoknya itu menggodanya dengan kata!kata yang
tidak sopan. 'a berlaku nekat dan mati!matian dan "al ini mendatangkan
29
Raja Pedang
celaka baginya. #arena terlalu berna1su menyerang ia menjadi lenga" dan
pada suatu saat lutut kanannya kena ditendang seorang lawan. $ian -wa
menjerit dan robo" terduduk namun ia masi" memutar!mutar pedangnya
sambil duduk bersimpu" se"ingga dua orang lawannya tidak mampu
mendekatinya.
#wa Tin $iong yang kaget mendengar jerit sumoinya juga menjadi lenga"
dan sebua" babatan golok keara" pinggangnya "ampir saja membuat
tubu"nya putus maenjadi dua. &aiknya dia tela" mengelak dan meloncat
se"ingga "anya pa"a kirinya saja yang terluka cukup para" namun tidak
cukup untuk merobo"kannya. &etapapun juga keadaan #wa Tin $iong dan
Liem $ian -wa suda" amat terancam dan sewaktu!waktu dapat dipastikan
ba"wa mereka tentu akan menjadi korban keganasan musu"!musu" mereka
ini.
Pada saat itu terdengar orang tertawa dan bernyanyi!nyanyi. -a "a "a "o
"o* orang itu tertawa!tawa ketika tiba di dekat tempat pertempuran ada
anjing!anjing berebut tulang! (njing!anjing penjilat Mongol mengeroyok
"e" "e "e" aku tak dapat tinggal diam saja. -e iiii! &iarkan aku ikut main!
main waa" gembira benar ni"!* munculla" seorang laki!laki tinggi besar
yang pakaiannya tidak karuan berkembang!kembang seperti pakaian wanita
dengan potongan pakaian boca". $ikapnya juga seperti seorang anak kecil
pada"al waja"nya menunjukkan ba"wa usianya tentu empat pulu"an. #oai
(tong memang toko" yang suda" kita kenal inila" yang muncul. )engan
anak pana" di tangannya dia menyerbu pertempuran. Pertama!tama dia
menyerbu dua orang yang mengeroyok $ian -wa. &egitu anak pana" di
tangannya ditangkis dua golok orang yang mencoba untuk membabat pata"
pedang $ian -wa dua orang itu mengeluarkan seruan kaget karena "ampir
saja golok mereka terlepas.
-e" "e" "e" teimala" pukulanku kau dua "idung kerbau!* tangan kirinya
lalu diputar!putar secara ane" dan mendorong ke depan. )ua orang itu
merasa ada angina menyambar yang berbau seperti daun busuk. Mereka
adala" orang!orang yang suda" banyak pengalaman maka cepat mereka
meng"indar namun tetap saja angina pukulan orang ane" itu membuat
mereka ter"uyung ke belakang sampai empat lima langka"! (kan tetapi #oai
(tong tidak mendesak terus. Meli"at dua orang lawannya itu mundur!mundur
ketakutan sambil bernyanyi!nyanyi dia melangka" lebar meng"ampiri
medan pertempuran #wa Tin $iong. /uga disini dia memutar anak pana"nya
beberapa kali menangkis golok tiga orang itu lalu tangan kirinya mendorong!
dorong dan robo"la" seorang diantara mereka yaitu si penculik tadi. 4ang
dua ter"uyung!"uyung ke belakang dengan muka pucat karena merasa isi
perut "endak munta" keluar. Meli"at gelagat buruk empat orang itu lalu
menceplak kuda dan kabur dari situ sambil membawa tubu" si penculik yang
pinsan dengan mata mendelik dan muka ke"ijauan. Terdengar suara mereka
dari jau" #oai (tong . #oai (tong.!*
#wa Tin $iong menarik napas lega. Luka di pa"anya tidak dipedulikannya. 'a
terlampau tegang mendengar nama #oai (tong* tadi. 2ama ini suda" tentu
saja perna" didengarnya sebagai nama seorang diantara iblis dunia
persilatan. 'a segera menjuru dengan "ormat kepada orang ane" itu dan
berkata
2ama besar .. #oai .. eng"iong suda" lama siauwte mendengarnya. -ari
ini eng"iong menolong nyawa siauwte berdua dengan sumoi dan anakku
30
Raja Pedang
sunggu" budi besar sekali ..* #wa Tin $iong tidak berani menyebut orang itu
#oai (tong yang berarti anak setan maka diuba"nya menjadi #oai eng"iong
6orang gaga" #oai7. (kan tetapi #oai (tong yang diberi "ormat itu longang!
longong memandang ke kanan kiri dan berbalik dia bertanya.
0" kau ini bicara kepada siapa,*
#wa Tin $iong melengak. #epadamu #oai eng"iong ..*
namaku #oai (tong mana ada eng"iong!eng"iong segala eng"iong itu apa
si", $yang main!main sedang ramai!ramainya mereka pergi. Licik benar. 0"
dia apamu, (nakmu,* ia menuding keara" $ian -wa yang msi" duduk
bersimpu" dan sedang berusa"a membetulkan sambungan lututnya yang
kena tending tadi.
&ukan dia sumoiku dan anakku ..* tiba!tiba muncul #wa -ong berlari!lari.
(nak ini gembira sekali nampaknya.
(ku anaknya! 9rang ane" kau jempol sekali!* #wa -ong memandang
kagum dan mengacungkan jempol tangannya keatas. -anya dengan
memutar tangan kiri dan menggertak suda" bisa mengusir anjing!anjing itu.
/empol!* ia lalu meniru!niru gerakan tangan kiri #oai (tong tadi yang diputar!
putar dan dipakai mendorong!dorong.
-a "a "a "a!* #oai (tong tertawa terpingkal!pingkal kau pintar menari
ya, &agus ya,* ia pun lalu menari!nari dan memutar!mutar tangannya
sambil melirik!lirik dan tersenyum!senyum "ingga seperti seorang yang
sedang pandai melagak dan manja. Tentu saja ini "anya sikapnya dan
meli"at keadaannya dia lebi" pantas disebut orang gila yang segila!gilanya.
Meli"at orang itu menari!nari lucu #wa -ong tertawa mengikik sambil
menutupi mulutnya. $ian -wa dan #wa Tin $iong tidak berani tertawa karena
mereka maklum akan keli"aian dan keane"an orang kang ouw ini. #oai (tong
juga ber"enti menari.
9rang ane" kau benar!benar "ebat. #au tela" menolong &ibiku dan aya"ku.
Terima kasi" ya ,* kata #wa -ong.
(ku tidak senang kepada mereka* kata #oai (tong merengut. Mereka itu
anjing!anjing Mongol.*
#oai eng"iong ..* banta" #wa Tin $iong. mereka itu adala" orang Pek lian
pai apa betul penjilat Mongol,*
Tak peduli Pek lian pai atau -ek lian pai penjilat!penjilat Mongol aku tak
suka.*
#oai (tong kau betul!* #wa -ong berseru girang. (ku pun tidak suka
kepada mereka
#oai (tong keli"atan girang sekali seperti seorang anak!anak yang bertemu
dengan kawan baik. &agus kita cocok. Mari ikut aku pergi main!main. (ku
banyak mengenal tempat yang bagus!bagus!* #oai (tong menyambar
tangan #wa -ong dan sebelum #wa Tin $iong dan $ian -wa sempat
mencega" orang ane" itu suda" berlari cepat sekali dengan langka"!langka"
yang lebar sambil menggandeng #wa -ong.
#oai eng"iong tunggu ! jangan bawa pergi anakku!* #wa Tin $iong
berseru sambil mengejar. /uga $ian -wa ikut mengejar akan tetapi karena
pa"a #wa Tin $iong suda" terluka sedangkan lutut $ian -wa masi"
membengkak keduanya tak dapat berlari cepat dan sebentar saja suda"
tidak keli"atan lagi bayangan orang tinggi besar itu bersama #wa -ong.
5elaka !* #wa Tin $iong membanting!banting kakinya dan nampak
berduka sekali.
31
Raja Pedang
/angan berduka twa su"eng. &iarpun amat ane" kurasa orang itu takkan
mengganggu -ong ji. )ia seperti seorang anak!anak mendaptkan teman dan
mengajak -ong ji bermain!main. )ia li"ai sekali pasti mampu menjaga
-ongji baik!baik.*
#wa Tin $iong menarik napas panjang. (ku tidak meng#wa -ongawatirkan
dia mengganggu -ong ji juga tentang penjagaan kiranya dia akan lebi" baik
dari padaku karena kepandaiannya lebi" tinggi. $uda" banyak aku
mendengar tentang &an tok sim .iam #ong dan muridnya itu #oai (tong.
$iapa yang tidak ngeri mendengar nama mereka, Mereka itu benar bukan
tergolong orang!orang ja"at akan tetapi mereka ane" sekali dan kadang!
kadang melakukan perbuatan yang tak terduga!duga. &agaimana "atiku
tidak akan #wa -ongawatir, #apan aku dapat bertemu kembali dengan
anakku, #etika mengucapkan kalimat tera#wa -ongir ini waja" #wa Tin
$iong nampak berduka sekali membuat sumoinya ter"aru.
$u"eng kalau begitu mari kutemani kau mengejarnya. Musta"il takkan
tersusul dia kan sering kali ber"enti untuk bermain!main. #alau kita
membujuknya tak ber"asil kita bisa menggunakan kekerasan.*
#tas menggeleng kepala. Percuma sumoi. #ita masi" menderita luka. Pula
agaknya -ong ji juga senang bermain!main dengan orang itu. &uktinya ketika
dibawa pergi tadi diam saja. $uda"la" biar "itung!"itung menamba"
pengalaman anak itu. #ita mempunyai persoalan yang amat penting
sekarang. (ku merasa ragu!ragu dan kecewa sekali menyaksikan sepak
terjang orang!orang Pek lian pai.*
$ian -wa yang tadi pikirannya penu" ole" keadaan #wa Tin $iong sekarang
teringat akan urusannya sendiri. 'a mengertak gigi.
Memang betul su"eng. -ampir saja kita sendiri pun menjadi korban
keganasan Pek lian pai. $uda" jelas sekarang ba"wa Pek lian pai sengaja
memusu"i aku dan su"eng pendeknya memusu"i -oa san pai.*
#wa Tin $iong mengangguk!angguk. #upikir juga begitu. Tak mungkin secara
kebetulan saja mereka mengganggu kau dan aku. -emmmm ane"nya
mereka itu beranggota banyak sekali mempunyai banyak mata!mata
apaka" tidak ta"u ba"wa murid -oa san pai tadinya bersimpati kepada
mereka dan berniat membantu, $umoi kita tidak bole" berlaku secara
sembrono. Lebi" baik kita berunding dua orang su"engmu kemudian kita
minta nase"at su"u.*
$ian -wa setuju. #alau begitu mari kita kembali ke -oa san su"eng aku
pun tidak beta" tinggal di ruma" ingin bertemu para su"eng dan minta
bantuan membalaskan sakit "atiku.*
#akak beradik seperguruan itu lalu meninggalkan tempat tadi dan langsung
mereka berdua melakukan perjalanan ke -oa san. (ndaikata mereka itu
bukan kakak beradik seperguruan juga tidak sedang berada dalam keadaan
berduka ber"ubung dengan urusan masing!masing tentu mereka akan
merasa sungkan juga melakukan perjalanan berdua saja. $eorang laki!laki
dan seorang gadis biarpun yang pria suda" berusia empat pulu" ta"un
sedangkan yang wanita baru dua pulu" ta"un namun si pria cukup tampan
se"ingga mereka merupakan pasangan yang cocok. Tentu saja bagi mereka
sendiri tidak apa!apa karena memang semenjak $ian -wa masi" kecil baru
berusia sepulu" ta"un dia suda" menjadi adik seperguruan #wa Tin $iong.
Mereka melakukan perjalanan cepat karena ingin segera sampai di -oa san.
????
32
Raja Pedang
(du" . (du" ber"enti . ..ber"enti aku tidak bisa bernapas .#ui bo
ber"enti .!* &eng $an berteriak teriak dengan napas sengal!sengal. &ukan
main cepatnya tubu"nya dibawa pergi sampai angina menyesakkan
pernapasannya dan tangannya yang terbelit ujung saputangan juga amat
sakitnya.
Tiba!tiba -ek -wa #ui bo ber"enti dan begitu melepas saputangannya ia
menangkap tangan kanan &eng $an dan membentak. #au perna" belajar
silat kepada siapa,* (ne" sekali kalau tadi ia bersikap manis dan genit di
depan &eng $an kini dia beruba" menjadi gala dan suara serta pandang
matanya penu" ancaman.
&eng $an seorang boca" taba" dan ndugal 6nakal7 mana ia kenal takut, 'a
mengera"kan tenaga dan berusa"a menarik tangannya akan tetapi tak
ber"asil mala" cekalan wanita itu makin erat.
(ku tak perna" belajar silat* jawab &eng $an a#wa -ongirnya karena
tangannya yang dipegang terasa sakit.
&o"ong! #alau tidak mengaku akan kupata"kan tanganmu!* ia memijat
makin keras se"ingga terdengar bunyi #retekk* pada tangan &eng $an.
(nak itu meringis kesakitan. &aiknya wanita itu tidak sampai memata"kan
tulang!tulang tangannya akan tetapi tangannya terasa sakit sekali. (ne"nya
wanita itu nampak ter"eran!"eran dan memandang tajam.
'blis cilik kalau tak perna" belajar silat kau tentu suda" mampus. )i
tubu"mu ada "awa panas darimana kau perole",*
diam!diam &eng $an ter"eran!"eran. <anita ini ane" sekali juga
kepandaiannya seperti iblis. Mungkin betul!betul kuntilanak bukan manusia.
#alau manusia bagaimana agaknya bisa ta"u segala,
(ku perna" disiksa makan sebua" pil ole" seorang tosu bau bernama $iok
Tin 5u *
wanita itu melepaskan pegangannya dan dengan ter"eran!"eran ia menatap
waja" &eng $an lalu kembali ia memegang tangan yang tadi dicengkeram
dan kini tangan itu diperiksanya baik!baik. (ne" .ane"kau dipaksa makin
pil ole" $iok Tin 5u, Lalu bagaimana,*
&adanku terasa panas seperti dibakar selanjutnya aku pingsan dan ketika
sadar kembali aku merasa tubu"ky dingin sekali seperti direndam dalam es!*
&o"ong .!* -ek -wa #ui bo menampar dan &eng $an terjungkal. (kan
tetapi anak itu bangun lagi membuat -ek "wa #ui bo makin "eran. #enapa
anak ini memiliki daya ta"an yang begini luar biasa, #au bilang badanmu
panas sampai pingsan bagaimana setela" sadar menjadidingin,*
kini &eng $an mara"!mra". Perempuan atau siluman ini keterlaluan sekali.
)engan metenteng dia berdiri dan membentak #au ini ja"at benar! Mau
bertanya atau mau tak percaya, #alau tidak percaya jangan bertanya. Pukul
bole" pukul mau bunu" bole" bunu" kenapa membuat cepai mulut Tanya!
tanya segala kalau tidak percaya!*
-ek -wa #ui bo makin ter"eran dan kagum. &elum perna" ia bertemu
dengan seorang boca" seane" ini. dia sendiri seorang toko" besar yang
sering kali di"erani dan dikagumi orang akan tetapi sekarang ia mala" "eran
dan kagum kepada seorang boca"! -al ini memang ada sebab!sebabnya. -ek
-wa #ui bo adala" seorang toko" besar yang jarang mau berurusan dengan
dunia ramai apalagi memperdulikan seorang boca" seperti &eng $an ini.
"anya saja ketika tadi ia meli"at &eng san ia menyaksikan "awa kemera"an
yang terang sekali terbit dari "awa 4ang kang yang amat kuat dari tubu"
33
Raja Pedang
boca" ini maka ia mengerti ba"wa anak ini adala" seorang a"li 4ang kang
atau setidaknya di dalam tubu"nya terkandung sesuatu yang mengeluarkan
"awa itu. #arena suda" menjadi wataknya tidak suka meli"at orang!orang
li"ai di dunia ini disamping dia sendiri dan muridnya maka timbul maksud
"atinya untuk membunu" &eng $an. Maka tadi ia sengaja membawa lari
&eng $an dengan cepat untuk membunu"nya karena pegangannya tadi
mengandung saluran tenaga mematikan. (langka" "erannya ketika meli"at
&eng $an "anya tersengal!sengal saja dan tidak mati. Lebi"!lebi" lagi
"erannya ketika ia meremas tangan &eng $an ada daya ta"an yang luar
biasa yang mencega" tulang!tulang anak itu remuk. 'nila" luar biasa! )ia
sendiri seorang a"li 4ang kang masa tak dapat menguasai "awa di tubu"
anak ini, demikianla" maka -ek -wa #ui bo jadi ingin sekali mengeta"ui
keadaan &eng $an.
)isamping ini ada juga rasa sukanya kepada boca" ini. boca" ane" yang
amat pemberani ba"kan yang suara cega"annya suda" membuat ia
menurut yaitu ketika ia "endak membunu" #wa Tin $iong dan puterinya. (da
pengaru" yang amat ganjil dalam suara anak ini ketika mencega"nya tadi.
(nak baik mau bunu" kau apa sukarnya, (kan tetapi aku ingin ta"u lebi"
dulu kau ini murid siapa,*
(ku bukan murid siapa!siapa* jawab &eng $an tak acu".
$iapa namamu,*
&eng $an.*
$iapa orang tuamu,*
9ang tuaku , 9rang tuaku adala" -uang "o 6sungai #uning7.*
#embali -ek -wa #ui bo melengak. $iapa tak kan "eran mendengar jawaban
ane" ini. jangan main!main! )imana kedua orang tuamu, $"e apa,*
9rang tuaku dimakan banjir -uang "o siapa s"e!nya aku tak ta"u. 0"
kuntilanak mau apa kau main Tanya!tanya terus , pergila"!*
makin kagum -ek -wa #ui bo. 'a meli"at muka &eng $an kotor sekali
se"ingga agak sukar baginya untuk meli"at ca"aya muka anak ini yang agak
ke"ijauan dan agak kemera"an. #au kotor sekali. Pergila" mencuci muka.*
Tidak mau*.
(kan tetapi kembali ujung saputangan panjang di tangan -ek -wa #ui bo
bergerak dan ta"u!ta"u tubu" &eng $an terlempar jau" dan jatu" kedalam
sebua" anak sungai tak jau" dari situ. &eng $an gelagapan dan meronta!
ronta. (kan tetapi kemudian dia mendapat kenyataan ba"wa air anak sungai
itu amat jerni" maka timbul kegembiraannya dan dia mala" mandi tanpa
membuka pakaian! )ia tidak memperdulikan lagi kepada -ek -wa #ui bo. Tak
lama kemudian ia merasa tubu"nya dingin bukan main. &eng $an menjadi
keta"utan #wa -ongawatir kalau!kalau penyakit kedinginan seperti kemarin
menyerangnya lagi. 5epat!cepat dia merayap naik dari anak sungai itu.
Ternyata #ui bo masi" menunggu disitu sambil memandang kepadanya
dengan mata tak berkedip.
$etela" muka dan tubu" &eng $an bersi" dari debu dan kotoran apalagi
akibat dinginnya air membuat "awa 'm kang menyerangnya lagi dan kulit
mukanya menjadi ke"ijauan -ek -wa #ui bo menjadi benging. $ama sekali
itu bukan tanda ba"wa di dalam tubu" anak ini terkandung "awa 4ang
melainkan sebaliknya kini penu" "awa 'm yang ane"! &ukan main luar biasa
sekali ini! -ek -wa #ui bo tanpa terasa lagi menggaruk!garuk rambut di
kepalanya.
34
Raja Pedang
&eng $an masi" mendongkol. Tubu"nya dingin betul dan pakaiannya semua
basa" kuyup. $emua ini adala" karena perbuatan kuntilanak itu. Maka dia
lalu meng"ampiri dan memaki.
#untilanak galak kau pun "arus mandi!*
Mera" muka -ek -wa #ui bo mera" karena malu! Memang orang ane"
disuru" mandi begitu saja timbul pikiran ba"wa alangka" memalukan kalau
ia "arus mandi di depan anak laki!laki ini.
#urang ajar akau suda" cukup bersi". Tak perlu mandi.*
Tiba!tiba &eng $an tertawa bergelak. 'a mendapat kesempatan utnuk
membalas meng"ina orang atau siluman ini. &ersi" katamu, -a "a "a !
rambutmu penu" kutu busuk masi" berani bilang bersi",*
Merupakan pantangan bagi -ek -wa #ui bo kalau ia dicela orang apalagi
tentang kebersi"an atau kecantikannya. 0nta" suda" berapa banyaknya
orang mati di tangannya "anya karena kesala"an mulut menyatakan ba"wa
ia suda" tua tidak cantik dan lain celaan lagi. $ekarang ia pun amat mara"
akan tetapi karena pribadi &eng $an menimbulkan ke"eranan dan
kekaguman ia tidak segera turun tangan "anya bertanya dengan suara
dingin.
#au bilang rambutku penu" kutu busuk, (pa buktinya,*
&eng $an masi" tertawa!tawa. #au tadi menggaruk!garuk kepalamu itula"
tanda ba"wa rambutmu banyak mengandung kutu busuk! (ku berani
bertaru" ba"wa disitu bersarang banyak kutu busuk dengan telur!telurnya
*
$aputangan di tangan -ek -wa #ui bo bergerak dan ta"u!ta"u ujungnya
tela" melibat le"er &eng $an! &aiknya wanita ane" ini "anya menakut!nakuti
saja kalau ia menggunakan tenaga dalam sedetik le"er itu akan putus!
2amun &eng $an maklum ba"wa nyawanya terancam maka cepat dia
mengera"kan tenaga dan berseru.
Membunu" anak kecil "u" mana bisa dibilang gaga", Mengala"kan musu"
tanggu" baru bisa dibilang gaga" akan tetapi mengala"kan diri sendiri lebi"
gaga" lagi!* saking takutnya dia mengeluarkan ujar!ujar #wa -ongong -u 5u
yang dicampur dengan kata!katanya sendiri.
;jung saputangan itu mengendur dan -ek -wa #ui bo tertawa. $iapa sudi
mengambil nyawa tikusmu, -ayo buktikan omonganmu kau carila" kutu
busuk itu di rambutku. #alau tidak ada seekor pun "idungmu akan kupotong
tak perlu kuambil nyawamu!*
&ukan main kagetnya "ati &eng $an. )ipotong "idungnya lebi" celaka
daripada diambil nyawanya. (pa nanti jadinya kalau dia seterusnya "arus
"idup tanpa "idung menjadi manusia yang menakutkan dan menjijikkan,
)an biarpun dia masi" kecil dia ta"u ba"wa wanita kuntilanak ini pasti akan
membuktikan omongannya.
-ayo cepat!* -ek "wa #ui bo membentak sambil duduk diatas rumput.
Terpaksa &eng $an lalu berlutut di belakangnya dan mulai mencari kutu
busuk diantara rambut yang "itam "alus dan bersi" serta berbau "arum
kembang itu. Mana ada kutu busuk diantara rambut yang begitu terpeli"ara
rapid an bersi",
0nak saja* ia menggerutu taru"an yang tidak adil. #alau tidak ada kutu
busuknya kau memotong "idungku. &agaimana kalau ada kutu busuknya,
(ku tidak punya apa!apa "idungku adala" barang yang paling kusayang
35
Raja Pedang
kalau itu kutaru"kan "abis apa taru"anmu, (paka" kau juga
mempertaru"kan "idungmu,*
-ek "wa #ui bo tak terasa lagi meraba "idungnya yang mancung. Tak
mungkin ia mengorbankan "idungnya. 'a berpikir!pikir lalu berkata sambil
tertawa mengejek 4ang paling ber"arga padaku adala" kepandaianku. (ku
pertaru"kan kepandaianku. $etiap kali kau memperole" kutu busuk
ku"adia"kan sebua" ilmu silat kepadamu.*
-a" untuk apa ilmu silat,* &eng $an berkata.
Perempuan ane" itu menengok dan matanya berapi. (nak tolol! #alau kau
menerima satu macam saja ilmu silatku apa kau kira orang!orang macam
aya" anak -oa san pai itu mampu mengganggu dan meng"inamu,*
&eng $an memutar otaknya. &etul juga. <anita ini li"ai bukan main.
(langka" baiknya kalau dia bisa memiliki keli"aian seperti wanita ini. )ia
sebatang kara di dunia ini suda" sering kali di"ina orang. /angan kata lagi
orang!orang kota yang sering kali mengusirnya seperti anjing pada"al dia
tidak mengganggu mereka. &uktinya saja yang baru saja terjadi tosu bau
$iok Tin 5u itu meng"inanya kemudian #wa -ong
&aik* katanya dan tak lama kemudian jari!jari tangannya mencabut
sesuatu diantara rambut -ek "wa #ui bo.
dapat seekor !* katanya gembira setenga" bersorak. -ek "wa #ui bo
tersentak kaget cepat memutar tubu". 'a meli"at di antara jari telunjuk dan
ibu jari tangan &eng $an terjepit seekor kutu "itam kemera"an yang
menjijikan. #akinya banyak dan jalannya miring!miring. Meremang bulu
tengkuk -ek "wa #ui bo. $eorang perempuan seperti dia yang semenjak
kecil jangan kata mempunyai kutu rambut meli"at pun belum mana bisa
membedakan antara kutu rambut dan kutu baju, $ama sekali dia tidak
perna" mimpi ba"wa ia kena ditipu ole" anak nakal ini. &eng $an yang tadi
merasa tak berdaya dan putus asa meli"at rambut yang bersi" itu diam!
diam mendapatkan akal. Pada bajunya banyak terdapat kutu "al ini dia ta"u
betul dan dia ta"u pula dimana kutu!kutu itu paling senang bersembunyi.
#arena bajunya memang "anya sebua" tak perna" dicuci maka banyak
kutunya dan karena kebiasaan dengan amat muda"nya dia mengambil
seekor kutu baju dan pura!pura mengambil itu dari rambut -ek "wa #ui bo.
&iarpun perempuan ini seorang yang sakti dalam ilmu silatnya karena dia
duduk membelakangi &eng $an dan tidak menduga sama sekali akan tipu
musli"at ini ia percaya penu". <aja"nya agak pucat dan matanya melebar
ketika ia meli"at kutu kecil itu dijepit jari tangan &eng $an.
5elaka darimana datangnya kutu busuk, Memalukan sekali. -ayo lekas
bunu" dan cari lagi!*
&eng $an tertawa dan memasukkan kutu busuk itu ke mulutnya. #etika
giginya menggigit terdengar suara tesss!* dan dia meluda"kan bangkai kutu
busuk itu. -ek "wa #ui bo mengkirik penu" kengerian.
/a"anam benar darimana dia bisa datang ke rambutku,* tiba!tiba ia merasa
kepalanya gatal!gatal sekali dan terpaksa ia menggaruk!garuk lagi -ayo
cari terus sampai bersi" betul. /a"anam .*
0" nanti dulu. jangan lupa taru"annya. $uda" dapat seekor.*
-ek "wa #ui bo melotot. $iapa lupa, 5erewet benar. (ku "utang sebua"
ilmu silat kepadamu. -ayo teruskan sampai bersi" rambutku. 2anti berapa
dapatnya tinggal "itung berapa "utangku kepadamu.*
36
Raja Pedang
&eng $an mencari lagi dan seperti tadi dia mengambil kutu baju dan berseru
girang. -ek "wa #ui bo makin mengkirik. &agaimana bisa begini banyak,
5elaka jangan!jangan suda" bertelur!*
&eng $an tertawa. (nak cerdik ini cepat berkata. (ku tidak meli"at telurnya
mungkin suda" menetas semua.suda" dua ekor #ui bo. /angan lupa.*
$iapa lupa, -ayo lekas cari lagi!*
#ui bo aku tidak k"awatir kau lupa "anya k"awatir kau melanggar janji. (da
yang bilang ba"wa mengikat kerbau adala" pada "idungnya akan tetapi
manusia diikat pada bicaranya. $ekali mengeluarkan luda" takkan dijilat
kembali sekali mengeluarkan sepata" kata sampai mati takkan dipungkiri.
'tula" manusia gaga" dan !*
5erewet! &oca" ingusan macammu mau memberi pelajaran padaku, (ku
tak kan lupa juga takkan melanggar janji. -ayo lekas "abiskan kutu!kutu itu
gatal semua kepalaku!* dan meli"at kutu busuk kedua itu terasa makin gatal
kepala -ek "wa #ui bo.
Tadinya &eng $an "endak mengeluarkan kutu sebanyak!banyaknya akan
tetapi ketika teringat ba"wa belum tentu ilmu!ilmu silat yang akan diajarkan
kepadanya itu menyenangkan dia berbalik k"awatir kalau!kalau mala" akan
menyusa"kan saja. Maka setela" mendapatkan tiga ekor kutu busuk dia
ber"enti dan berkata.
$uda" "abis suda" bersi". $ekarang aku berani mempertaru"kan kepalaku
ba"wa di rambutmu sama sekali tidak ada kutunya seekorpun.*
-ek "wa #ui bo menarik napas lega lalu membetulkan rambutnya yang tadi
diawut!awut ole" anak itu. #emudian ia memandang kepada &eng $an dan
tiba!tiba tertawa mengikik . &eng $an suda" k"awatir kalau!kalau perempuan
kuntilanak ini "endak menipunya.
-i "i "i "i "i aku ber"utang tiga ilmu silat kepadamu, &oca" siapa namamu
tadi,*
2amaku &eng $an.*
&oca" aku akan mengajarkan tiga macam ilmu silat kepadamu dan
andaikata kau dapat mewarisi tiga ilmu silat ini sepulu" orang anak murid
-oa san pai takkan mampu menangkan kau. 0" kau bilang kau dijejali obat
ole" seorang tosu yang membuat tubu"mu panas semua, (pa betul kau
belum perna" belajar silat,*
&elum perna" selama "idupku.*
5oba kau pukul telapak tanganku ini di waktu memukul meniupkan "awa
dari mulut.*
&eng $an menurut karena mengira ba"wa demikian memang caranya belajar
silat. 'a memukul telapak tangan wanita itu dengan tangan kakannya sambil
meniupkan "awa dari mulutnya.
Plakkk! -ek "wa #ui bo merasa telapak tangannya dijalari "awa panas.
Terang itula" tenaga 4ang kang yang keluar dari kepalan &eng $an.
-emmm sekarang kau pukul lagi dengan tangan kiri sambil mena"an
napas.*
&eng $an menurut memukulkan kepalan tangan kiri keara" telapak tangan
itu sambil mena"an napas. -ek "wa #ui bo merasa telapak tangannya
menerima "awa dingin yang lebi" kuat daripada "awa panas tadi. )iam!diam
ia ter"eran!"eran. &agaimana di dalam tubu" anak ini terdapat dua macam
"awa 4ang kang dan 'm kang tanpa diketa"ui ole" anakitu sendiri. )an
kenapa seorang anak yang tidak perna" belajar silat bisa mempunyai dua
37
Raja Pedang
macam "awa ini dan tidak mati karenanya, )i dalam tubu" setiap orang
manusia memang pada dasarnya suda" terdapat dua macam "awa yang
bertentangan itu akan tetapi tidak se"ebat ini.
)engar baik!baik. #au akan kuberi pelajaran tiga macam ilmu silat. (kan
tetapi ada syarat!syaratnya. Pertama kau tidak bole" mengaku -ek "wa #ui
bo sebagai gurumu.*
&eng $an merenggut. $iapa yang kepingin mengaku kau sebagai guru,
$yarat ini cocok dengan pikiranku.*
#edua kau "arus berdiam terus di dalam "utan ini sebelum kau "a1al benar
tiga macam ilmu silat itu. Tergantung kepada otakmu. #alau kau berotak
udang dan beku sampai sepulu" ta"un belum "a1al kau tidak bole" keluar.
&egitu keluar akan kubunu" kalau kau belum "a1al.*
&eng $an segera memprotes (turan apa ini, aku tidak sudi. #alau begitu
suda"la" siapa yang kegilaan akan ilmu silat, (ku tidak usa" belajar saja.*
-ek "wa #ui bo tertawa mengejek dan saputangannya bergerak!gerak. #au
bole" tidak belajar akan tetapi nyawamu kucabut. #au kira aku seorang yang
suka menjilat luda" sendiri, (ku suda" berjanji kau "arus menerima tiga
macam pelajaran ilmu silat dan kau "arus pula memenu"i syarat!syarat itu
atau ..kau bole" mampus.*
&eng $an memang boca" yang nakal dan berani akan tetapi diapun amat
cerdik. $ekarang sedikit banyak dia suda" mengenal watak kuntilanak ini
yang selalu membuktikan omongannya maka dia lalu berkata &aikla"
mempelajari ilmu silatmu atau tidak adala" sama saja! (pa si" gunanya,
#ukira ilmu silatmu itu pun tidak akan ada artinya bagiku!*
-ek "wa #ui bo kena dibakar perutnya. Tarrr!!* saputangannya berkelebat
menyambar mengeluarkan suara keras ujungnya melewati kepala &eng $an
dan meng"antam sebua" batu di dekatnya. (langka" kagetnya anak itu
ketika meli"at betapa pingir batu itu gompal dan remuk seperti di"antam
palu besar yang kuat dengan keras sekali.
kau bilag tidak ada gunanya, (pa kepalamu lebi" keras dari batu itu,* kata
-ek "wa #ui bo mendelik.
&eng $an kagum sekali dan mulaila" timbul keinginan dalam "atinya untuk
memiliki kepandaian seperti ini. akan tetapi ia memperli"atkan sikap acu"
tak acu" menyaksikan ke"ebatan wanita itu. )ia mala" menarik napas
panjang dan berkata
(pa artinya keli"aian ilmu silat kalau to" aku takkan mungkin dapat
mempelajarinya, (ku tidak perna" belajar silat bagaimana sekarang bisa
mempelajari ilmu silatmu kalau tidak kau pimpin sendiri,*
"ek "wa #ui bo tertawa mengikik #au tentu bisa pasti bisa. (ku memiliki
tiga macam ilmu silat yang muda" dipelajari biarpun ole" seorang tolol
seperti kau. Pertama adala" ilmu siulian 6$amad"i7 yang disebut T"ai "wee
6api besar7 untuk mendatangkan kekuatan tenaga dalam berdasarkan 4ang
kang. )alam menjalankan ilmu ini tubu"mu akan terasa panas sekali seperti
terbakar kau "arus dapat mena"an ini. kedua adala" ilmu pernapasan yang
disebut $iu "wee 6memeli"ara api7 untuk membikin "awa 4ang kang di
badanmu memasuki semua pembulu" dara" dan membikin badanmu kebal.*
(pa artinya semua ini,* &eng $an mencela. Mana orang "arus belajar
supaya diri kuat dan ta"an dipukul apa selanjutnya aku "anya disuru"
menjadi ba"an pukulan, (ku ini kau ajari cara memukul batu seperti tadi.*
38
Raja Pedang
-ek "wa #ui bo tertawa Tolol kau. )ua macam pelajaran itu adala" pokok
daripada semua pelajaran silat. 4ang ketiga adala" ilmu pukulan yang
kusebut 5i "wee 6keluarkan api7 terdiri dari tiga jurus pukulan yang
mengandung "awa 4ang kang. 2a" kau per"atikanla" sekarang semua
petunjukku dan pelajari baik!baik. (ku "anya sudi memberi kesempatan
belajar se"ari semalam saja setela" itu kau "arus belajar sendiri.*
)emikianla" wanita ane" ini sengaja menurunkan cara bersemed"i dan
lati"an pernapasan yang semata!mata "anya utnuk memperbesar daya 4ang
kang di tubu" &eng $an. Perbuatan ini sebetulnya amat licik dan ja"at. &agi
orang lain mungkin sekali ilmu!ilmu ini akan mendatangkan tenaga dalam
tubu" yang luar biasa. (kan tetapi seperti tela" diketa"ui di dalam tubu"
&eng $an pada waktu itu sedang mengalir "awa panas yang luar biasa yang
tentu akan meng"anguskan jantungnya akibat ditelannya tiga butir pil
buatan tosu $iok Tin 5u. #alau saja dia tidak terkena pukulan /ing tok ciang
dan terkena racun "ijau akibat serangan #oai (tong. -ek"wa #ui bo tidak
ta"u akan serangan #oai (tong ini akan tetapi wanita sakti ini cukup maklum
ba"wa tiga butir pil 4ang tan itu secara ane" sekali tela" dita"an
kekuatannya ole" semacam "awa 'm yang berada di tubu" &eng $an.
Mela"at ini biarpun ia tidak mampu memaksa &eng $an mengaku wanita ini
mempunyai dugaan ba"wa tentula" &eng $an ini murid seorang sakti lain.
-al ini amat tidak disukainya. $uda" menjadi watak -ek "wa #ui bo untuk
tidak mau mengala" ter"adap orang lain. $iok Tin 5u adala" cucu muridnya
karena guru tosu itu ketua 2go lian kauw yaitu yang bernama #im t"ouw
T"ian li 6dewi kepala emas7 adala" murid tunggalnya. #etika mendengar
ba"wa 4ang Tan yang ditelan boca" ini tidak mematikannya timbul perasaan
di "ati -ek "wa #ui bo maka ia sekarang sengaja mengajarkan dua macam
ilmu itu untuk memperbesar dan memperkuat "awa 4ang di tubu" anak ini
agar perta"anan "awa 'm di tubu"nya kala".
Tentu saja &eng $an yang tidak ta"u apa!apa tidak mengandung "ati curiga
dan dengan penu" ketekunan dan ketelitian dia memper"atikan segala
petunjuk wanita itu. )asar boca" ini berotak cerdas dan terang sekali
menjelang senja jadi baru saja setenga" "ari -ek "wa #ui bo memberi
petunjuk dia suda" mengerti baik bagaimana "arus melakukan lati"an T"ai
"wee $iu "wee dan 5i "wee.
)iam!diam "ek "wa kui bo terkejut bukan main dan kagum sekali. &elum
perna" ia meli"at boca" secerdas ini otaknya. (kan tetapi memang -ek "wa
#ui &o yang ane". -al ini bukan menimbulkan rasa sayang
kepadanyamelainkan ia makin membenci dan iri "atinya. )ia sendiri dulu
tidak memiliki kecerdasan seperti ini.
2a" kaubole" tekun melati" diri dengan tiga macam ilmu ini. jangan sekali!
kali berani keluar dari "utan kalau belum memiliki ilmu yang kuajarkan. #alau
kau melanggar kau kubunu"!*
$etela" berkata demikian sekali berkelebat wanita ini tela" lenyap dari
depan &eng $an. (nak ini ber"ati lega. Mungkin ia akan menjaga di luar
"utan pikirnya. (kan tetapi kalau sampai dua tiga "ari apaka" ia akan sabar
menjaga terus, Pula "utan ini begini besar kalau aku keluar dari lain jurusan
bagaimana mungkin dia bisa ta"u, )engan pikiran ini dia enak!enak saja
tidak mau melati" diri mala" segera memili" tempat untuk tidur yang aman
dan enak yaitu diatas sebatang po"on yang amat besar.
Pada keesokan "arinya dia juga tidak melati" diri melainkan berjalan!jalan di
39
Raja Pedang
dalam "utan memili" tempat yang banyak ditumbu"i po"on!po"on berbua"
agar tidak sukar lagi dia mencari kalau perutnya terasa lapar. $ampai dua
"ari &eng $an "anya berkeliaran di dalam "utan tidak mau melati" diri. )an
pada malam ketiga malam yang amat gelap dia berjalan keluar dari "utan
mengambil jurusan yang berlawanan agar tidak diketa"ui ole" -ek "wa #ui
bo. -utan itu amat lebat se"ingga menjelang 1ajar dia baru bisa keluar dari
"utan.
(kan tetapi alangka" kagetnya ketika tiba!tiba ia mendengar suar ketawa
nyaring dan cekikikan suara ketawa kuntilanak! )an sebelum dia sempat
meli"at darimana datangnya suara itu tiba!tiba orangnya sendiri tela"
berkelebat dan berdiri di depannya dengan saputangan panjang itu diputar!
putar dengan sikap mengancam sekali.
&eng $an takut bukan main akan tetapi dia cerdik. 5epat!cepat dia berkata
-ek "wa #ui bo perutku lapar sekali semalam penu" putar!putar di dalam
"utan mencari makanan tidak ada. (ku tersesat sampai sini *
-ek "wa #ui bo memandang tajam #au bukannya "endak lari,*
Tiga macam ilmu belum ku"a1al sempurna bagaimana aku berani mati
meninggalkan tempat ini, seorang laki!laki suda" berjanji .* 'a tidak
melanjutkan kata!katanya karena memang tadinya dia bermaksud "endak
lari.
-ek "wa #ui bo tertawa ganjil sepasang matanya bersinar!sinar. #au pelajari
saja baik!baik dalam beberapa "ari tak kan sukar menangkap binatang
"utan untuk dimakan.*
&eng $an memasuki "utan kembali dan dia mendengar dari jau" wanita itu
menggerutu (nak ta"an uji *
$ekarang yakinla" "ati &eng $an ba"wa tak mungkin dia dapat pergi tanpa
diketa"ui wanita sakti yang ane" itu. 2yawanya terancam ba"aya maut kalau
dia berani pergi. Tidak ada lain pili"an lagi baginya kecuali mulai
mempelajari tiga macam ilmu itu. Mula!mula dia melakukan $amad"i untuk
meyakinkan ilmu T"ai "wee seperti yang dia pelajari dari wanita itu. )an
benar saja baru setenga" malam dia duduk semad"i dia merasa ada "awa
panas sekali berkumpul di perutnya makin lama makin panas sampai dia
tidak dapat mena"an lagi dan terguling pingsan! #etika dia siuman kembali
dia menderita "awa dingin yang luar biasa membuat tubu"nya seakan!akan
menjadi beku.
Teringatla" dia semua pengalamannya di dalam "utan ketikaa dia bertemu
dengan #wa -ong. &egini pula penderitaannya. #enapa setela" sekarang
mulai melati" diri dengan ilmu yang dia pelajari dari -ek "wa #ui bo agaknya
penyakit ane" itu timbul kembali,
&eng $an memiliki ketaba"an dan kenekatan daya ta"annya la"ir batin
amat kuat. &iarpun dia menderita banyak siksaan dari lati"an pertama ini
dia lanjutkan terus. Tiga empat "ari pertama setiap kali siulian paling lama
satu malam dia tentu robo" pingsan. (kan tetapi pada "ari kelima dia tidak
pingsan lagi ia tidak ta"u ba"wa akibatnya mukanya makin lama menjadi
makin mera" dan ak"irnya menjadi "itam seperti pantat kwali. 2amun dia
yang tak perna" meli"at bayangan mukanya sendiri tidak ta"u akan "al ini!
$ebulan kemudian dia mulai dengan pelajaran kedua. #etika dia mulai
melati" pernapasan menurut ilmu $iu "wee 6simpan api7 dia merasa ba"wa
"awa panas yang dia dapat dari ilmu pertama itu berkumpul di pusarnya lalu
berpinda"!pinda" ke dadanya dan terasala" dada kirinya sakit seperti di
40
Raja Pedang
tusuki jarum. 'a nekat terus dan ak"irnya rasa sakit "ebat itu meng"ilang dan
sebulan kemudian dia "anya merasa seakan!akan dalam dadanya tertekan
sesuatu.
&ulan ketiga dia pergunakan untuk melati" diri dengan ilmu pukulan yang
disebut 5i "wee 6mengeluarkan api7. 'lmu pukulan ini terdiri dari tiga jurus
gerakan. .erakan pertama meng"antam kedua tangan dengan jari!jari
terbuka keara" tana" di depan kakinya kemudian gerakan kedua
meng"antam ke depan dan gerakan ketiga meng"antam keatas. .erakan!
gerakan ini dilakukan dengan peminda"an kaki kanan kiri yang satu di depan
yang lain di belakang. $eder"ana sekali akan tetapi ternyata amat sukar
dilakukannya.
&aiknya &eng $an suda" memper"atikan dengan teliti sekali dan ak"irnya dia
dapat melakukan gerakan!gerakan ini dengan baik pula setela" berlati" siang
dan malam selama satu bulan. Tiap kali dia melakukan pukulan!pukulan
dengan jari tangan terbuka dia merasa dadanya tertekan agak enakan
seakan!akan agak berkurang tekanannya. 'a tidak ta"u ba"wa itu disebabkan
karena ada "awa 4ang kang keluar se"ingga mengurangi tekanan "awa
mujijat itu yang kini berkumpul di dadanya dan mengancam pekerjaan isi
dadanya.
0mpat bulan lewat ketika &eng $an memberanikan diri keluar dari "utan. )ia
tidak ta"u dimana batas kesempurnaan mempelajari ilmu!ilmu itu maka dia
main!main untung!untungan saja. #alau nanti ketemu -ek "wa #ui bo dan dia
diuji dia akan mainkan sebaik!baiknya. (ndaikata dinyatakan belum
sempurna bagaimana nanti sajala". $elama empat bulan dia suda" merasa
seperti ter"ukum. Tubu"nya tak perna" terasa enak lagi selalu dia diserang
"awa panas yang kadang!kadang membuatnya seperti gila. )engan lati"an!
lati"an itu -ek "wa #ui bo tela" menamba" "awa 4ang kang di badannya
dan kalau dulu Tenaga 'm kang akibat serangan #oai (tong lebi" kuat
sekarang setela" dia berlati" tenaga 4ang kang yang lebi" kuat di tubu"nya
maka tidak lagi dia terserang "awa dingin melainkan selalu kepanasan. 'a
seperti seorang yang selalu menderita demam panas akan tetapi bukan
panas biasa melainkan panas yang takkan terta"ankan orang biasa dan dia
tentu suda" mati dulu!dulu kalau di badannya tidak terkandung racun dari
jeng tok yang mengandung "awa 'm.
(gaknya memang nasib &eng $an "arus menderita "ebat waktu kecilnya.
Memang agak ane" apa yang dia alami semua ini. tiga butir pil buatan $iok
Tin 5u itu sebetulnya cukup untuk membunu" nyawa tiga orang dan
kekuatan "awa 4ang kang dari tiga butir pil itu semua terkandung di dalam
tubu" &eng $an. $e"arusnya dia mati karena ini akan tetapi siapa kira
secara kebetulan sekali dia diserang ole" #oai (tong yang berotak miring
se"ingga tubu"nya kemasukan "awa 'm kang yang mala" lebi" kuat daripada
"awa 4ang kang itu. )an sekarang -ek "wa #ui bo yang tidak ta"u tentang
penyerangan #oai (tong dan bermaksud membunu"nya dengan memperkuat
"awa 4ang dengan lati"an!lati"an itu ternyata "anya menamba" "awa panas
se"ingga bisa mengimbangi "awa dingin dari racun "ijau. )an karenanya
biarpun mukanya menjadi gosong "itam dan dadanya seperti terbakar
biarpun keselamatan nyawanya tetap terancam namun &eng $an masi"
"idup dan dapat ta"an sampai sekian lamanya!.
(langka" girang "ati &eng $an ketika dia tidak meli"at munculnya -ek "wa
#ui bo. $etela" keluar dari "utan itu berdebar "atinya saking girangnya.
41
Raja Pedang
&enar!benar dia tidak meli"at bayangan wanita itu. )i samping
kegirangannya dia pun merasa mendongkol sekali.
$iluman kuntilanak ja"at* gerutunya. (ku tela" ditipunya. )isuru"
mempelajari ilmu siluman selama berbulan!bulan dan dia ternyata tidak
menjaga di sini. )asar bodo" kalau ta"u begini siapa sudi menjadi monyet
didalam "utan berbulan!bulan,* sambil memaki!maki -ek "wa #ui bo di
dalam "atinya &eng $an melanjutkan perjalanan. #arena dia berada di
daera" pegunungan dan disitu tidak terli"at adanya dusun atau orang lewat
dia lalu berjalan kemana saja tanpa tujuan tertentu. (kan tetapi semua
pengalamannya itu mendatangkan keinginan di dalam "atinya untuk
mempelajari ilmu silat yang betul!betul dan yang tinggi agar dia dapat
mencega" orang lain melakukan peng"inaan atas dirinya. #alau teringat
kepada #wa -ong dia masi" mendongkol sekali.
Pada "ari ketiga ketika dia merasa amat "aus dan dia minum air dia menjadi
kaget setenga" mati ketika meli"at mukanya di dalam air. (du" celaka
kenapa mukanya menjadi "itam seperti setan, &eng $an tak percaya lalu
pinda" ke air yang lebi" jerni" untuk meli"at mukanya sendiri. (kan tetapi
tetap saja mukanya jelas nampak "itam seperti pantat kwali.
5elaka .a" mukaku jadi begini * tak terasa lagi anak ini menangis tanpa
mengeluarkan suara "anya air matanya mengucur deras.
$etela" memutar otak dia mencela diri sendiri. (" kenapa aku karus
menangis, #enapa bersedi", Menilai orang bukan meli"at warna mukanya
demikian kata para pujangga. (da lagi yang bilang ba"wa roman muka tidak
mencerminkan keadaan "ati dan watak. (ku bole" buruk bole" "itam
mengapa pusing, Malu ., Malu kepada siapa, -u" ..!* dan tiba!tiba dia
mendengar suara cecowetan. #etika dia memandang dia meli"at agak jau"
diatas po"on terdapat dua ekor lutung "itam sepasang binatang itu duduk
dan saling mencumbu keli"atan akur dan saling mencinta.
&eng $an tertawa Mukaku pun "itam seperti mukaa lutung. $iapa bilang
muka jelek, Li"at itu bagi mereka akan jelekla" andaikata muka kawannya
itu puti" tidak "itam. -itam atau puti" apaka" perbedaannya, &aik dan
buruk.dimana garis pemisa"nya,* &eng $an tanpa disengaja suda"
mengeluarkan ujar!ujar dan 3lsa1at!3lsa1at kuno yang perna" dibacanya di
dalam kelenteng -ok t"ian tong ketika dia masi" menjadi kacung kelenteng.
(kan tetapi biarpun ujar!ujar itu tentu saja belum dapat dimengerti ole"
anak yang baru berusia sepulu" ta"un ini sedikitnya pada saat itu menjadi
"iburan baginya melenyapkan rasa duka dan kecewanya meli"at bayangan
mukanya yang "itam seperti muka lutung. $etela" puas minum dan mencuci
muka dia melanjutkan perjalanan.
Pada suatu pagi dia tiba di lereng sebua" gunung yang "ijau. #etika dia
sedang berjalan "ai!"ati sekali di jalan kecil yang amaat sunyi itu tiba!tiba
dia mendengar suara dua orang bercakap!cakap jelas di sebela" depannya.
'a mengangkat muka akan tetapi tidak meli"at ada orang. 'a berjalan cepat
dan tibala" dia di sebua" jalan kecil. )i kanan kiri jalan itu terdapat jurang
yang panjang dan curam. )an di tempat inila" dia mendengar suara dua
orang bercakap!cakap dengan jelas sekali akan tetapi tidak keli"atan
orangnya! &iarpun "ari suda" terang tana"mata"ari suda" naik tinggi
namun bulu tengkuk &eng $an berdiri juga saking seramnya. &agaimana ada
dua orang bercakap!cakap di depannya seperti di kanan kirinya akan tetapi
42
Raja Pedang
tidak meli"at orangnya! 'a berdiri seperti patung dan mendengarkan dua
suara orang yang saling jawab di kanan kirinya itu.
P"oa Ti kalau tidak keburu terjerumus disini sekali mengenal pukulanku
ilmu silat Pat "ong ciang 6ilmu silat delapan penjuru angin7 kau tentu
mampus!* demikian terdengar suara dari sebela" kiri &eng $an suara yang
terbawa angin dari kiri tanpa keli"atan orangnya.
$egera suara dari kanan menjawab -a "a "a orang s"e T"e dari sini pun
tercium mulutmu yang bau. #alau tadi aku berlaku "ati!"ati sedikit dan tidak
sampai terjerumus kesini dengan ilmu silatku #"ong ji ciang 6ilmu silat "awa
kosong7 yang belum kukeluarkan kau akan mampus lebi" dulu.*
&eng $an bingung sekali. $uara dari kiri terdengar kecil melengking
sedangkan yang dari kanan besar dan parau. $uara apalagi kalau bukan
suara setan atau iblis, Masa kalau ada orangnya tidak keli"atan sedangkan
suaranya begitu jelas terdengar ole"nya. (tau jangan!jangan semacam
kuntilanak yang kejam itu 5uma kali ini pria. &eng $an yang suda"
mengalami "al!"al tidak enak dengan -ek "wa #ui bo menjadi ketakutan dan
segera dia berlari pergi.
Tiba!tiba dari sebela" kanan terdengar suara yang parau tadi e" siapa
diatas,*
&eng $an mempercepat larinya. Tiba!tiba dari sebela" kanannya menyambar
semacam "awa yang amat kuat dan tak terta"ankan lagi tubu" &eng $an
tergelincir kedalam juarang di sebela" kiri jalan! Tubu" anak itu bergulingan
ke bawa". ;ntung baginya tidak ada batu!batu disitu dan jurang itu ternyata
merupakan tana" lembek se"ingga biarpun tubu"nya sakit!sakit dia tidak
menderita luka para".
-a "a "a!* terdengar suara melengking tinggi tadi tertawa kini dekat
sekali. #au benar li"ai P"oa Ti dalam keadaan luka para" masi" mampu
memukul robo" orang. (kan tetapi kau akan malu kalau meli"at ba"wa yang
kau robo"kan "anya seorang anak kecil berusia sepulu" ta"unan. -a "a "a
"a!*
&eng $an cepat menengok dan terli"atla" ole"nya seorang yang bertubu"
tinggi besar bermuka mera" duduk bersimpu" di dasar jurang. &enar!benar
menggelikan meli"at seorang bertubu" begini besar akan tetapi suaranya
luar biasa tinggi dan kecil seperti suara perempuan. 9rang itu suda" tua
sekali mukanya penu" keriput dan agaknya terluka "ebat buktinya sukar
menggerakkan kedua kakinya.
Tiba!tiba terdengar suara yang jelas suara parau tadi tanpa keli"atan
orangnya se"ingga &eng $an melupakan sakit +sakit pada tubu"nya dan
mendengarkan dengan penu" per"atian.
9rang s"e T"e tak perlu kau mengejek. #alau betul kau masi" mempunyai
ilmu silat cakar bebek yang disebut Pat "ong ciang itu kau datangla" kesini
biar aku meli"atnya.*
9rang tinggi besar itu menjawab lantang #au saja yang turun kesini kalau
memang masi" memiliki ilmu silat #"ong ji ciang siapa takut
meng"adapinya,*
Tidak terdengar jawabannya. $ampai lama tidak ada suara lagi dan &eng $an
"anya duduk sambil mengurut!urut kakinya yang terasa sakit ketika dia
bergulingan tadi. #emudian si tinggi besar itu berkata lagi.
-e P"oa Ti dimana kau,*
)isini!* terdengar jawaban parau.
43
Raja Pedang
#enapa tidak turun kesini, #au takut padaku,*
Muka mera" jangan jual omongan busuk. #au saja yang kesini apaka" kau
tidak becus,*
kali ini si tinggi besar yang duduk bersimpu" di dalam jurang itu tidak
menjawab sampai lama juga. Tiba!tiba dia melambaikan tangannya kepada
&eng $an. (nak itu segera meng"ampiri. (langka" kagetnya ketika tiba!tiba
tangannya dicengkeram ole" orang itu yang berbisik #auli"at keadaannya
bagaimana,* sebelum &eng $an meklum apa maksudnya tiba!tiba orang itu
menggerakkan kedua tangannya sambil berteriak -e P"oa Ti kau
terimala" anak yang kau pukul robo" tadi.*
-ampir &eng $an menjerit kaget ketika tiba!tiba tubu"nya melayang keatas
seperti terbang cepatnya. Ternyata dia tela" dilontarkan orang demikian
kerasnya se"ingga tubu"nya melewati jalan kecil diatas jurang tadi dan
langsung tubu"nya melayang turun ke jurang sebela" kanan jalan tanpa dia
dapat mencega"nya lagi. &eng $an mengira ba"wa tubu"nya tentu akan
"ancur maka dia menutupkan kedua matanya menerima nasib. (kan tetapi
tiba!tiba tubu"nya ber"enti melayang dan ketika dia membuka matanya
ternyata dia tela" dita"an ole" sebua" tangan yang amat kuat. 'a diturunkan
dan ketika dia memandang ternyata ba"wa yang mena"an jatu"nya tadi
adala" seorang laki!laki tua sekali yang bertubu" tinggi kurus.
$eperti kakek besar tadi kakek ini pun terluka "ebat buktinya tidak dapat
menggerakkan kedua kakinya pula mala" kakek ini "anya mereba"kan diri
saja diatas dasar jurang yang penu" rumput "ijau. $ekarang mengertila"
&eng $an ba"wa dua orang kakek ane" ini saling bicara dari tempat masing!
masing yaitu yang seorang di dasar jurang sebela" kiri jalan sedangkan yang
kedua di dasar jurang sebela" kanan jalan.
&enar!benar ane" bukan main bagaimana dari tempat sejau" ini bisa saling
bercakap!cakap dengan seorang di seberang sana, (palagi kalau mengingat
akan pengalamannya tadi ketika dilempar dari jurang sebela" dan diterima di
jurang ini dia bergidik. 5elaka pikirnya iblis!iblis ini kiranya tidak kala" ane"
dan "ebatnya daripada -ek "wa #ui bo.
#etika kakek itu menggerakkan tangan kanannya yang menyangga tubu"
&eng $an anak ini terguling keatas rumput. &eng $an mulai memper"atikan
kakek ini. #akek yang amat tua sedikitnya enam pulu" ta"un usianya
tubu"nya kurus seperti cecak kering kedua kakinya tak dapat bergerak
mala" tangan kirinya bunting.
$i tangan bunting ini segera berbisik 0" boca" sial. &agaimana keadaan si
tinggi besar itu,*
)iam!diam &eng $an merasa mendongkol juga. &etapapun li"ainya dua
orang ane" ini dia merasa suda" dipermainkan seperti sebua" bola dilempar
kesana kemari maka jawabnya merengut. Tak lebi" buruk daripada engkau.
)uduk bersimpu" tak dapat berdiri.*
Tiba!tiba si tinggi kurus yang tangan kirinya bunting ini tertawa meledak
dengan suaranya yang parau dan keras sampai terngiang dalam telinga &eng
$an. -a "a "a "a T"e &ok 2am! #iranya pukulanku tadi membuat kau tak
berdaya di dalam jurang situ. -a "a "a "a!*
)ari seberang sana terdengar jawaban Tak usa" banyak cerewet kalau anak
itu suda" mengobrol yang bukan!bukan. #alau kau memang masi" punya
ilmu kepandaian datangla" kesini aku tidak takut!*
44
Raja Pedang
Mendengar ini si tinggi kurus yang bernama P"oa Ti itu terdiam. Tiba!tiba
matanya bersinar!sinar ane" ketika dia memandang &eng $an. &agus*
katanya perla"an matanya tidak perna" lepas dari tubu" &eng $an Tulang
dan dara"mu cukup baik. #au bisa menjadi penguji dan penentu kala"
menang antara aku dan T"e &ok 2am.* $etela" berkata demikian dia
berteriak lagi.
-e orang s"e T"e. $eorang gaga" tidak perlu berpura!pura. #au terluka tak
dapat keluar dari jurang aku pun demikian. (kan tetapi kita masi" seri
belum ada yang kala" atau menang. $ekarang ada saksi boca" tolol ini. Mari
kita adu kepandaian melalui boca" ini!*
)ari sana sampai lama baru terdengar jawaban yang merupakan pertanyaan
(pa maksudmu,*
-a kau tolol seperti boca" ini. (ku akan ajarkan dia beberapa jurus #"ong ji
ciang kemudian dia datang padamu menyerangmu dengan jurus itu "endak
kuli"at apaka" kau mampu memeca"kannya. )emikian pula kau bole"
turunkan Pat "ong ciang ilmu cakar bebek itu kepadanya "endak
kupeca"kan. $iapa tidak mampu memeca"kan sejurus serangan dia bole"
mengaku kala" disaksikan setan!setan jurang. &agaimana,*
Terdengar sorak gembira dari sebela" sana. &agus! Memang betul burung
yang mau mati suaranya paling inda". #au pun yang suda" "ampir mampu
ternyata mampu mengeluarkan kata!kata bagus. -ayo lekas kauturunkan
ilmumu #"ong ji ciang cakar ayam itu.*
&eng $an yang mendengar ini pula tentu saja dapat menangkap maksud
mereka. $ebetulnya di dalam "ati dia merasa girang juga karena "endak
diajari dua macam ilmu yang pasti "ebat ini akan tetapi karena sebetulnya
keinginannya belajar silat "anya karena mara" kepada mereka yang suda"
meng"inanya maka keinginan itu tidak berapa besar. $ekarang dalam
keadaan mara" kepada dua orang kakek yang mempermainkannya seperti
bola dan sekarang "endak menggunakan dia untuk bertempur dia menjadi
makin dongkol lalu berkata keras.
(ku tidak sudi mempelajari ilmu cakar bebek dan cakar ayam!* setela"
berkata demikian dia "endak keluar dari jurang itu mendaki tebingnya yang
licin ole" rumput basa". (kan tetapi baru setinggi semester lebi" dia
merasa tubu"nya seperti ditarik orang dan tanpa dapat dita"an lagi
terpelantingla" dia kebawa". 'a menole" tidak meli"at ada orang di
dekatnya kecuali kakek bunting yang masi" reba" miring tapi jatu"nya empat
lima meter dari tempatnya. 'a mendaki lagi kembali terpelanting mala" lebi"
keras dari tadi. Tiga empat kali dia terpelanting tanpa mengeta"ui sebabnya.
#akek itu tertawa mengejek dan makin panas "ati &eng $an. $ekarang dia
mendaki lagi akan tetapi mukanya menole" memandang keara" kakek itu.
$ampai "ampir dua meter dia memanjat dan terli"atla" kakek itu
menggerakkan tangan kanannya keara"nya dan .dia tertarik lalu
terpelanting ke bawa".
&ukan main mara"nya. )i"ampirinya kakek itu dan dibentaknya. #au orang
tua meng"ina anak!anak apa tidak malu. Punya kepandaian "anya untuk
mengganggu anak!anak apa ini bisa dibilang gaga",*
Tiba!tiba kakek itu mengulur tangannya dan ta"u!ta"u le"er &eng $an suda"
dijepitnya. (nak bodo" anak setan. #alau kau tidak mau membantu kami
mengadu kau bole" tinggal disini menemani aku mampus.*
45
Raja Pedang
&eng $an anak yang cerdik akan tetapi dia pun bandel bukan main. )iancam
mati anak ini tidak takut mala" menantang #akek bau kau mau bikin
mampus aku, -emmmm mau bunu" bole" bunu" kalau kalian ini dua orang
kakek bau tidak takut mampus apaka" akupun takut mati, #au suda" tua
tidak mencari jalan terang tua!tua mau memupuk dosa rasakan saja nanti di
neraka ja"anam!*
P"oa Ti tercengang dan cengkeramannya pada le"er anak itu mengendur.
Matanya terbelalak kaget dan "eran. (pa, #au anak masi" begini kecil tidak
takut mati, -emmmm agaknya lebi" banyak kesengsaraan kauderita
daripada kesenangan.*
$enang apa, -idup "anya menjadi permainan orang mala" sekarang
menjadi korban kegilaan dua orang kakek yang suda" mau mati* jawab &eng
$an.
Tiba!tiba P"oa Ti tertawa bergelak suara ketawanya begitu keras sampai
bergema di atas jurang.
-e orang s"e P"oa. #au tertawa!tawa dan tidak lekas kirim anak itu kesini
memamerkan ilmu cakar bebekmu apa suda" miring otakmu,*
-a "a "a T"e &ok 2am. (nak ini sama sekali tidak tolol atau gila mala"
dia lebi" gila daripada yang gila. (nak yang ane" sekali dan kau tidak ada
sepersepulu" anak ini. "e "e "e"e!*
&eng $an "anya melongo menyaksikan kelakuan yang ane" itu dan lebi" lagi
ke"erannya ketika dia meli"at kakek buntung itu tiba!tiba menangis! )i dasar
"ati &eng $an terpendam si1at welas asi" yang besar yang dulu di"idupkan
ole" pelajaran!pelajaran di dalam kelenteng ole" para pendeta bud"a.
$ekarang meli"at kakek itu menangis tak terasa lagi matanya menjadi
mera" dan dia menyentu" lengan yang tinggal sebela" itu.
9rang tua kenapa kau menangis sedi", (pa kau takut mati,*
$uda" berani "idup kenapa takut mati, 4ang kutakuti bukan matinya akan
tetapi .a" di seberang kematian yang penu" ra"asia *
(nak sekecil &eng $an mana ta"u akan segala perasaan seperti ini, 'a "anya
dapat merasa ba"wa kakek ini benar!benar amat gelisa" dan berduka. Makin
tebal rasa kasi"an di "atinya.
#akek apa yang dapat kulakukan untuk menolongmu! #atakanla"
barangkali aku dapat menolong *
(kan tetapi P"oa Ti masi" menangis terus dan &eng $an suda" berlutut
sambil meng"ibur. Tiba!tiba kakek itu meng"entikan tangisnya dan waja"nya
menperli"atkan "arapan besar.
(nak baik kau bisa menolongku! 4ang membuat aku takut meng"adapi
kematian adala" T"e &ok 2am. )ia juga terluka dan mau mati. (ku tidak ada
muka bertemu dengan dia di seberang kematian kalau aku belum bisa
mengala"kannya. Maka kau tolangla" aku 2ak tolongla" supaya aku bisa
menang dalam pertarungan ini dan mendapat muka terang.*
&eng $an ter"eran!"eran. (kan tetapi meli"at sinar mata yang penu"
permo"onan itu dia tidak tega menolak &aikla" akan kucoba. Tapi
bagaimana,*
$eketika itu kakek itu bangkit semangatnya. &iarpun dia suda" tidak dapat
bangun lagi namun tangan kanannya membuat gerakan!gerakan penu"
gaira". #au per"atikan baik!baik. (ku akan menurunkan tiga jurus li"ai dari
ilmu silatku #"ong ji ciang. Li"at ini dua bua" jariku ini adala" gerakan!
gerakan kaki yang "arus kau lakukan dalam jurus pertama.* #akek itu lalu
46
Raja Pedang
menekuk tiga jari tangannya dan mendirikan jari telunjuk dan tenga" seperti
sepasang kaki. #edua jari itu seperti sepasang kaki bergerak!gerak maju
mundur secara teratur sekali.
2a" kau lakukan dulu gerakan kaki ini jurus pertama yang disebut jurus
#"ong ji k"ai bun 6dengan "awa kosong membuka pintu7.*
#arena bersunggu"!sunggu" "endak menolong kakek ini &eng $an
memper"atikan dengan seksama lalu dia berdiri dan meniru gerakan!
gerakan itu. Mula!mula tentu saja kaku dan keliru akan tetapi dengan tekun
dia mempelajari dengan petunjuk kakek itu. #emudian dia di beri ta"u
tentang gerakan tangan dan tubu"nya. #akek itu nampak bersemangat
sekali berkali!kali memuji Tulang bersi" bakat!bakat baik .* Pujian ini
memperbesar semangat &eng $an dan membuat kakek itu tak mengenal
lela". $etela" dapat melakukan jurus pertama dengan baik dia mendapat
petunjuk cara bernapas dalam melakukan jurus ini dan cara menyimpan
"awa dalam tubu". #emudian dia diberi pelajaran jurus kedua yang disebut
#"ong ji twi san 6"awa kosong mendorong bukit7. /urus ketiga disebut #"ong
ji lo "ai 6"awa kosong mengacau lautan7. ;ntuk mempelajari tiga jurus ini
dengan baik mereka tela" berlati" se"ari penu".
P"oa Ti mana jago mudamu,* berkali!kali suara di seberang lain bertanya.
9rang s"e Tek ajalmu suda" dekat. Tunggula" sampai besok pagi pasti kau
beres ole" tiga jurusku dari #"ong ji ciang.*
Pada keesokan "arinya pagi!pagi sekali &eng $an suda" diberi makan ole"
P"oa Ti. (pa makannya, -anya tiga "elai daun muda! (kan tetapi ane"nya
begitu makan daun!daun itu &eng $an merasa perutnya kenyang dan
tenaganya penu" membuat dia makin kagum. Ternyata kakek ini membawa
bekal banyak daun semacam ini.
(nak baik sekarang kau pergila" ke seberang sana dan kau bole"
perli"atkan tiga jurus penyerangan ini. kalau dia tidak mampu
memeca"kannya satu saja dari yang tiga jurus ini berarti dia kala".* &eng
$an mengangguk dan "endak memanjat tebing akan tetapi tiba!tiba kakek
itu memegang lengannya dan berkata.
Terlalu lambat .terlalu lambat .bersiapla"!* sekali tangannya
mendorong tubu" &eng $an melayang melewati jalan kecil dan meluncur ke
dalam jurang di sebela" kiri.
T"e &ok 2am terimala" kedatangan penguji kita.*
#etika &eng $an merasa betapa tubu"nya dita"an dua bua" tangan dia
mulai merasakan tubu"nya ringan dan enak rasa panas di tubu"nya yang
selalu mengganggunya agak berkurang. Maka dia menjadi gembira dan
begitu dia dilepaskan dan berdiri di depan kakek tinggi besar yang duduk
bersimpu" itu dia berkata.
#akek yang baik apa betul kata kakek P"oa Ti itu ba"wa kau suda" "ampir
tewas,*
kakek tinggi besar yang suaranya melengking itu mendelik matanya dan
membentak kalau betul begitu bukan aku sendiri yang mati dia pun suda"
"ampir mati!*
#au betul karena itu aku "endak mengajukan sebua" usul padamu,*
-emmm apa maksudmu,*
#alau kalian berdua suda" mendekati mati kenapa tidak melakukan
perbuatan baik yang terak"ir, #akek P"oa Ti itu meng"endaki supaya kau
mengaku kala". Lakukanla" itu kau mengala" saja mengaku kala" dan
47
Raja Pedang
membiarkan aku keluar dan pergi dari sini. &ukanka" dengan begitu sedikit
banyak kau tela" meringankan dosamu,* memang ane" mendengar seorang
anak berusia sepulu" ta"un bicara seperti ini akan tetapi tidak ane" lagi
kalau diketa"ui ba"wa dia besar di dalam kelenteng dari usia lima sampai
sembilan ta"un.
Tentu saja bagi kakek T"e &ok 2am yang tidak mengeta"ui asal usul anak ini
menjadi melongo mendengar ucapan ini. namun "anya sebentar dia
tertegun lalu dia tertawa melengking dan ta"u!ta"u dia tela" mencengkeram
baju &eng $an di bagian dada.
(pa katamu, /angan mencoba untuk membujuk dan menipuku. (ku tidak
mau mati sebelum menundukkan kakek tua bangka s"e P"oa itu! -ayo kau
keluarkan tiga jurus ilmu cakar bebek itu "endak kuli"at bagaimana
buruknya!*
Mendongkol juga "ati &eng $an. #arena kakek tinggi besar ini
memperli"atkan sikap kasar berbeda dengan P"oa Ti yang menangis minta
bantuannya sekaligus dia lalu berpi"ak kepada kakek P"oa Ti. )engan penu"
semangat dia lalu mengeluarkan jurus!jurus itu satu demi satu dengan
gerakan sebaik mungkin. (ne"nya kali ini tiap kali bergerak dia merasa
dadanya tidak begitu tertekan lagi ole" gangguan "awa panas di tubu"nya
yang timbul setela" da"ulu dia melati" diri selama tiga bulan dengan ilmu
silat yang dia pelajari dari -ek "wa #ui bo. Maka dia menjadi makin
bersemangat dan melanjutkan tiga jurus itu sampai "abis. $etela" selesai
mainkan tiga jurus yang dia lati" se"ari semalam itu dia lalu berkata dengan
waja" puas karena meli"at muka T"e &ok 2am nampak kaget dan kagum.
-a mana bisa kau memeca"kan tiga jurus serangan li"ai ini dari kakek P"oa
Ti. $uda"la" lebi" baik mengaku kala".* Perlu diketa"ui ba"wa gerakan tiga
jurus ini memang "ebat dan ane"nya ketika mainkan tiga jurus ilmu silat ini
&eng $an "anya menggunakan sebela" tangan kanan saja sedangkan tangan
kirinya dia selipkan di antara tali pinggangnya. -al ini adala" karena yang
mengajarkan "anya memiliki sebela" tangan kanan dan ketika kemarin
melati" ilmu silat ini &eng $an selalu sala" gerak dan cangkung karena tidak
bole" menggunakan tangan kirinya.
(kan tetapi P"oa Ti yang memberi nase"at supaya dia menyelipkan tangan
kirinya di ikat pinggangnya agar tidak menjadi pengganggu kesempurnaan
gerakannya. /ustru tidak adanya tangan kiri inila" yang menjadi inti keli"aian
ilmu silat P"oa Ti karena orang atau lawan dibikin bingung ole" tangan
kanan yang bergerak seperti dua tangan kadang!kadang seperti tangan
kanan akan tetapi ada kalanya menggantikan kedudukan tangan kiri. )an ini
pula mengapa diberi nama #"ong ji ciang 6ilmu silat "awa kosong7 karena
memang di dalam kekosongan* tangan kiri itula" terletak keli"aiannya.
$ampai beberapa lama T"e &ok 2am tidak berkata apa!apa matanya
mendelik tanpa berkedip tetapi otaknya diputar!putar mencari kelema"an
dalam tiga jurus tadi. (k"irnya dia tertswa melengking.
-o "o "o tua banga P"oa Ti. $egala ilmu cakar bebek ini mana bisa
dipergunakan untuk menggertakku, Muda" cara memeca"kannya. 2a" kau
li"at baik!baik boca" tolol. /urus pertama ku"ancurkan dengan gerakan ini!*
kakek itu tangannya tepat meng"adapi gerak serangan pertama dari #"ong
ji ciang mala" sambil membalas dengan gerak memuna"kan dan
mematikan.
#au mengerti,*
48
Raja Pedang
Tentu saja &eng $an tidak mengerti! 'a menggeleng dan matanya yang lebar
itu menjadi makin lebar.
(" memang kau tolol. -ayo per"atikan baik!baik dan ikuti kedua tanganku.*
Mana bisa dengan duduk bersimpu" meng"adapi serangan orang "anya
dengan menggerak!gerakkan kedua tangan,* &eng $an membanta".
Tolol!*
Tolol tolol kau memaki siapa, 0nak saja memaki anak orang!* &eng $an
mara"!mara".
Tiba!tiba kakek itu mencengkeram pundaknya. &eng $an merasa seakan!
akan tulang pundaknya "endak remuk dan sakit menembus sampai ke
jantungnya. (kan tetapi dia memperta"ankan dan berkata mengejek.
$ekali kau bunu" aku berarti kau kala" ole" kakek P"oa Ti dan karena kala"
maka kaubunu" aku.*
5engkeraman itu dilepas lagi. Memang kau tolol. Tentu saja disertai gerakan
kedua kaki. 2a" li"at garis!garis ini!* dengan telunjuknya T"e &ok 2am
menggurat!gurat tana" sambil menerangkan letak kedua kaki dan gerakan!
gerakannya dalam jurus itu. /urus pertama untuk melawan jurus pertama
dari ilmu silat cakar bebek ini namanya .*
/urus cakar ayam kurus!* sambung &eng $an mengejek.
2amanya jurus 2am "ong jip te 6angin selatan masuk bumi7* kata T"e &ok
2am tanpa meng"iraukan ejekan itu. -ayo kau pelajari baik!baik dan nanti
perli"atkan kepada kakek mau mampu s"e P"oa suru" dia memeca"kannya
kembali.*
)emikianla" terpaksa sekali dan dengan "ati mendongkol &eng $an mulai
mempelajari jurus 2sm "ong jip te itu. $etela" "a1al betul dia disuru"
mempelajari dan melati" gerakan jurus kedua yang diberi nama Tung "ong
tong "wa 6angin timur menggetarkan bunga7 dan jurus ketiga $ee "ong cam
liong 6angin barat membunu" naga7.
4ang membuat &eng $an merasa gembira dan bersemangat adala" betapa
gerakan!gerakan inipun membuat rasa sakit di dadanya berkurang banyak
dan kini dia mendapat kenyataan betapa makin lama serasa makin muda"
melati" dengan jurus!jurus yang sukar ini. seperti "alnya P"oa Ti kakek
tinggi besar ini pun kagum sekali meli"at cara &eng $an melati" diri.
&oca" tolol tulangmu bersi" bakatmu besar sayang otakmu tolol!*
Tiga macam jurus yang memeca"kan tiga jurus serangan P"oa Ti sekaligus
membalas ini juga makan waktu se"ari penu" ditamba" setenga" malam
barula" &eng $an dapat menggerakkan dengan baik.
(ku lapar!* menjelang tenga" malam dia ber"enti dan mereba"kan diri
diatas tana" perutnya peri" dan lapar. 'a tidak minta makanan seperti biasa
dia tidak sudi minta!minta. 5elakanya tidak seperti kakek P"oa Ti kakek
tinggi besar ini diam saja juga &eng $an tidak meli"at kakek ini makan apa!
apa maka dia pun diam saja mena"an lapar.
Pada keesokan "arinya "ari ketiga kembali dia dilemparkan keluar ole" T"e
&ok 2am dan diterima ole" kakek P"oa Ti.
&agaimana .,* #akek kurus itu bertanya penu" gaira". &isaka" dia
memeca"kan tiga seranganku,*
&eng $an "anya mengangguk tubu"nya lemas.
#enapa kau,*
Lapar * jawab &eng $an menelan luda"nya.
49
Raja Pedang
Manusia tak berjantung si tua bangka itu! P"oa Ti memaki. masa menyuru"
anak berlati" silat tanpa diberi makan.*
)ia sendiri pun tidak makan* &eng $an membela lalu menerima beberapa
"elai daun dan memakannya. $etela" kenyang dia lalu berkata.
#akek T"e &ok 2am itu melawan tiga jurusmu dengan tiga jurus pula yang
sekaligus memeca"kan jurusmu dan berbalik menjadi serangan tiga kali.*
P"oa Ti mengerutkan kening. &egitu cepat,* ia menggeleng!geleng kepala
tidak percaya. 5oba kau mainkan jurus!kurusnya.*
&eng $an lalu menggerakkan tiga jurus yang baru dia pelajari itu dengan
gerakan!gerakan yang suda" cepat dan baik sekali mala" tiap kali dia
melakukan gerakan!gerakan itu dia merasa tubu"nya ringan dan enak.
$etela" dia selesai bersilat dan duduk diatas rumput dia meli"at P"oa Ti
berkali!kali menarik napas panjang dan menggeleng!geleng kepalanya.
-ebat "ebat tua bangka itu .*
$ampai mata"ari suda" naik tinggi P"oa Ti duduk termenung saja dan
berkali!kali menarik napas panjang.
&agaimanaka", (paka" kau tidak bisa memeca"kan tiga serangannya,*
&eng $an yang merasa kasi"an bertanya. Meli"at keadaan kakek ini seperti
terdesak timbul keinginannya "endak membantu maka dia juga
mencura"kan pikiran dan ingatannya meng"a1al lagi enam macam jurus
yang dia pelajari dari dua orang kakek itu. 2amun karena dia tidak memiliki
kepandaian dasar tentu saja dia tidak meli"at bagaimana tiga jurus kakek
P"oa Ti itu sampai dikala"kan ole" tiga jurus kakek T"e &ok 2am.
Menjelang senja setela" berkali!kali terdengar pertanyaan penu" ejekan
barula" P"oa Ti sadar dari lamunannya dan nampak "arapan bersinar pada
mukanya. )apat .! )apat ole"ku sekarang .!* #atanya girang dan cepat!
cepat dia memberi pelajaran tiga jurus ilmu silat lagi kepada &eng $an yang
suda" siap menanti.
&ukan main girangnya "ati &eng $an dan kagumnya "ati P"oa Ti ketika kali
ini "anya dalam waktu setenga" malam saja &eng $an suda" dapat mainkan
tiga jurus ini dengan baik! (nak ini ternyata memang memiliki bakat luar
biasa se"ingga kaki tangannya linca" dan tepat sekali melakukan segala
gerakan ilmu silat.
&esok pagi!pagi kau suda" bole" mendatangi kakek T"e* kata P"oa Ti
girang.
2anti dulu kakek P"oa Ti yang baik. (ku suda" berjanji membantumu dan
aku suda" menurut segala ke"endak kalian dua orang kekek tua. (kan tetapi
suda" sepatutnya kalau aku mendengar pula apa sebabnya maka kalian
bermusu"an ba"kan di tepi lebang kubur masi" bertanding ilmu,*
kakek itu bernapas panjang. Lekas kau berlutut "anya sebagai muridku kau
bole" mendengar ini. lekas sebelum beruba" lagi pendirianku.*
#arena merasa suka kepada kakek ini &eng $an tidak keberatan untuk
menjadi murid maka dia lalu memberi "ormat. Teecu &eng $an mulai saat
ini menjadi murid su"u P"oa Ti * katanya. (gaknya kakek itu tidak begitu
menaru" per"atian buktinya dia tidak "eran mendengar anak ini tidak
menyebutkan s"e 6nama keturunan7. Lalu dia menceritakan keadaannya dan
keadaan T"e &ok 2am yang sampai mati tidak mau mengala" ter"adapnya
itu.
???? ?
50
Raja Pedang
(ku dan kakek T"e &ok 2am itu sebelumnya ada"ulu adala" dua sekawan
yang amat karib dan kami berdua di dunia kang ouw pada dua pulu"an ta"un
yang lalu terkenal dengan julukan T"ian te $iang "iap 6$epasang Pendekar
Langit adan &umi7* demikian kakek P"oa Ti mulai dengan ceritanya. Lalu ia
melanjutkan ceritanya seperti berikut .
)ua orang sekawan ini memiliki kepandaian tinggi sekali dalam ilmu silat.
T"e &ok 2am adala" seorang toko" dari selatan suda" mempelajari segala
macam ilmu silat selatan sebaliknya P"oa Ti adala" a"li silat dari utara yang
juga suda" mempelajari seluru" ilmu silat utara. $etela" keduanya bertemu
dan menjadi sa"abat yang amat karib keduanya lalu bertukar ilmu silat
saling mengajar se"ingga keduanya ak"irnya menjadi sepasang jago silat
yang jarang tandingannya di dunia kang ouw. #arena kedua orang ini tukar
menukar ilmu silat maka dalam "al kepandaian mereka dapat dikatakan
setingkat.
Pada masa mereka masi" jaya di dunia kang ouw tidak ada orang yang
berani menentang T"ian te $iang "iap tentu saja ada kecualinya yaitu
toko"!toko" besar ilmu silat yang jarang muncul di dunia yang pada waktu itu
sampai sekarang di kenal sebagai empat datuk persilatan dari barat timur
utara dan selatan. Mereka ini adala" -ek "wa #ui bo sebagai siluman dari
selatan. )ari utara adala" $iauw ong kwi 6$etan Raja #ecil7 yang amat jarang
dili"at manusia lain. /agoan nomor satu dari timur adala" Tai lek sin $wi Lek
-osiang yang seperti julukannya Tai lek sin 6Malaikat .eledek7 merupakan
toko" yang ditakuti. (dapun orang keempat sebagai raja toko" barat adala"
$ong bun kwi 6$etan &erkabung7 yang seperti juga yang lain kecuali $wi Lek
-osiang tidak diketa"ui nama aslinya.
0mpat orang ini semenjak pulu"an ta"un tidak perna" memasuki dunia
ramai namun "arus diakui ba"wa di antara toko"!toko" besar persilatan
belum perna" ada yang berani mengganggu mereka dan mereka selalu
masi" dianggap sebagai empat toko" besar yang tak terlawan.
&arula" pada dua pulu" ta"un yang lalu empat orang toko" besar ini keluar
dari tempat pertapaan atau tempat persembunyian mereka untuk
memperebutkan sebua" kitab pelajaran ilmu pedang peninggalan dari guru
besar &u Pun $u 6Tiada #epandaian7 Lu #wan 5u si pendekar sakti pada
jaman lima ratus ta"un yang lalu. Pendekar sakti &u Pun $u ini adala"
pewaris asli daripada ilmu silat yang tiada bandingannya yaitu kitab 'm 4ang
&u tek cin keng dan pada lima ratus ta"un yang lalu pendekar sakti ini
sebelum meninggal dunia meninggalkan sebua" kitab ilmu pedang yang
bernama 'm yang sin kiam sut. #itab ini tak perna" terjatu" ke tangan orang
lain karena disimpan di dalam sebua" gua dalam bukit yang tersembunyi.
$etela" bukit itu longsor pada dua pulu"an ta"un yang lalu barula" batu!
batu besar penutup gua itu ikut runtu" ke bawa" dan tampak guanya.
$eorang penggembala domba memasuki gua itu dan mendapatkan kitab 'm
yang bu tek cin keng tadi tanpa mengerti apa isi kitab dan apa gunanya.
(k"irnya secara kebetulan sekali seorang jago silat dari golongan penja"at
mendapatkan kitab ini. kepandaiannya masi" terlampau renda" untuk dapat
mempelajari ilmu pedang sakti ini akan tetapi Lui #ok jago silat yang
sombong ini membual dan memamerkan penemuannya itu di dunia kang
ouw. -al ini sama dengan mencari penyakit sendiri bagi Lui #ok. Mulaila"
para jago silat memperebutkan kitab ini. "al ini tidak ane". $iapaka" diantara
para jago silat yang tidak perna" mendengar nama besar pendekar sakti &u
51
Raja Pedang
Pun $u Lu #wan 5u, &a"kan empat toko" besar dari timur barat utara dan
selatan itu pun sampai keluar dari tempat persembunyian mereka ketika
mereka mendengar ba"wa tela" ditemukan kitab pelajaran ilmu pedang dari
&u Pun $u. Pada"al urusan besar apapun juga yang terjadi di dunia kang ouw
tak mungkin akan menarik "ati empat toko" besar itu.
(kan tetapi kedatangan empat besar ini terlambat. #itab di tangan Lui #ok
tela" dirampas orang lain dan Lui #9k tela" terbunu". Tak seorang pun ta"u
siapa pembunu" Lui #ok dan siapa yang merampas kitab itu. )engan kecewa
empat besar itu kembali ke tempat masing!masing tentu saja selama itu
mereka selalu mendengar!dengar kalau ada orang muncul dengan kitab yang
mereka ingin miliki itu.
$iapaka" pembunu" Lui #ok, &ukan lain orang adala" T"ian te $iang "iap
dua sekawan itula". #itab itu mereka rampas dan Lui #ok mereka bunu".
#ebetulan sekali kitab itu terdiri dari dua jilid yaitu bagian 'm sin kiam dan
bagian 4ang sin kiam. #arena ta"u ba"wa empat besar yang amat mereka
takuti itu juga mencari!cari kitab peninggalan &u Pun $u mereka lalu
membagi duakitab itu seorang memegang sejilid dan selama ini mereka
diam saja tak perna" mengeluarkan kitab!kitab itu.
Memang suda" menjadi watak setiap orang manusia di dunia ini selalu
merasa berat dan sayang kepada diri sendiri tidak mau kala" dan
meng"arapkan ba"wa dirinya akan menjadi orang yang paling pandai paling
mulia dan sebagainya. )emikian pula watak ini dimiliki pula ole" T"e &ok
2am dan P"oa Ti. )iam diam mereka mempelajari isi kitab T"e &ok 2am
mempelajari bagian yang disimpannya yaitu bagian 4ang sin kiam
sedangkan P"oa Ti mempelajari 'm sin kiam.
$ampai berta"un!ta"un mereka mempelajari kitab masing!masing aka tetapi
alangka" kecewa mereka ba"wa diantara dua kitab itu ada "ubungannya
yang amat dekat. -anya mengeta"ui 4ang sin kiam saja tanpa mempelajari
'm sin kiam tak kan dapat mereka memperole" inti sari daripada pelajaran
'm yang sin kiam sut yang "ebat itu. Memang betul ba"wa dari kitab!kitab itu
masing!masing tela" memperole" kemajuan pesa sekali dalam ilmu silat
mereka namun kepandaian 'm yang sin kiam sut yang mereka inginkan itu
tidak dapat mereka pelajari tanpa kitab yang satu lagi.
)emikian la" mulai timbul persaingan diantara mereka yang tadinya menjadi
sa"abat karib. )an "al ini pun suda" menjadi watak manusia. &anyak suda"
peristiwa dalam "idup terjadi dimana dua orang yang tadinya bersa"abat
karib dapat menjadi retak persa"abatan mereka ole" karena perebutan
"arta kedudukan kepandaian maupun cinta kasi". Pada"al semua itu
"anyala" akibat akibat daripada si1at ingin senang sendiri dan ingin menang
sendiri pendeknya si1at egoistis yang menempel pada diri tiap orang
manusia.
Mula!mula P"oa Ti yang mendatangi sa"abatnya dan minta pinjam kitab.
(kan tetapi T"e &ok 2am tidak mau memberikan "anya mau kalau kitab di
tangan P"oa Ti itu diberikan dulu kepadanya untuk dipinjam baru sesuda" itu
dia akan meminjamkan kitabnya.
P"oa Ti mengusulkan agar kitab itu ditukar saja agar keduanya dapat
mempelajari bersama akan tetapi T"e &ok 2am yang tidak ingin dikala"kan
ole" sa"abatnya tidak setuju. (k"irnya terjadila" pertengkaran dan mala"
timbul persetujuan diantara mereka ba"wa siapa yang lebi" tinggi ilmunya
diala" yang ber"ak membaca kedua kitab lebi" dulu. mulai saat itula"
52
Raja Pedang
mereka sering kali mengadu ilmu sampai ber"ari!"ari. (kan tetapi tingkat
mereka memang sama. &iarpun P"oa Ti suda" mempelajari 'm sin kiam akan
tetapi T"e &ok 2am juga suda" mempelajari 4ang sin kiam se"ingga
kepandaian mereka sama!sama memperole" kemajuan yang "ebat.
-al ini terjadi sampai dua pulu" ta"un sampai mereka suda" menjadi kakek!
kakek tetap saja tidak ada yang mau mengala". Pada "ari itu mereka
kembali mengadu kepandaian di atas jalan kecil yang diapit!apit ole" dua
jurang. (kibatnya saking "ebatnya pertempuran mereka keduanya terluka
dan robo" terguling ke dalam jurang seorang di kanan seorang di kiri sampai
ak"irnya &eng $an datang dan anak ini mereka pergunakan untuk
melanjutkan adu kepandaian* itu.
)emikianla" &eng $an muridku* P"oa Ti menutup ceritanya kepada
muridnya yang baru dia angkat yaitu &eng $an yang mendengarkan dengan
penu" per"atian.
&aru sekarang aku merasa menyesal sekali mengapa sampai terjadi
persaingan seperti ini. T"e &ok 2am adala" seorang sa"abat yang baik.
$ayang dia membiarkan keinginan timbul di "atinya keinginan untuk
menjadi orang yang terpandai.*
$u"u 6guru7 apaka" selama ini toko" toko" besar dari empat penjuru itu
tidak perna" datang untuk merampas kitab,* Tanya &eng $an.
Tidak kami amat rapat menyimpan ra"asia ini karena kami ta"u betul
ba"wa kalau sampai empat toko" besar itu muncul mengganggu kami kami
akan celaka. -anya kalau kami atau seorang diantara kami suda" dapat
mempelajari 'm yang sin kiam sut kiranya kami akan kuat meng"adapi
mereka.*
&eng $an teringat akan -ek "wa #ui bo maka dia lalu berkata $u"u belum
lama ini teecu 6murid7 bertemu dengan -ek "wa #ui bo dan .*
Tiba!tiba pucatla" muka P"oa Ti mendengar ini. dengan tangannya yang
"anya sebela" itu dia memegang pundak &eng $an dengan erat lalu
katanya.
(pa ., )ia , 5elaka tentu dia suda" mendengar akan "al kitab itu.
#alau tidak tak mungkin dia muncul ..coba kau ceritakan tentang
pertemuan itu.*
)engan singkat &eng $an lalu menceritakan pengalamannya semenjak dia
berkerja di dalam kelenteng sampai bertemu dengan berbagai pengalaman
pa"it itu. .urunya mendengarkan dengan geleng kepala. #emudian dia
berkata sambil menarik napas panjang.
Tak sala" lagi tentula" setela" aku dan T"e &ok 2am mengeluarkan ilmu
silat 'm sin kian dan 4ang sin kiam untuk mengadu kepandaian. )ia itu
kuntilanak itu tentu tela" mendengar dan menduga ba"wa kami berdua
yang menyimpan kitab &u Pun $u t"ai sucouw. Lekas "ari suda" akan pagi.
#au "arus usa"akan betul supaya jurus!jurus yang kau pelajari itu dapat
menangkan T"e &ok 2am agar dia suka memberikan kitab 4ang sin kiam
kepadaku. Lekas jangan sampai terlambat. #alau seorang diantara empat
setan itu muncul celakala" ..*
)emikianla" &eng $an melanjutkan tugasnya sebagai penguji kedua orang
kakek itu. T"e &ok 2am benar!benar "ebat. $emua jurus yang dikeluarkan
ole" P"oa Ti dia dapat memeca"kannya pada"al jurus dari ilmu silat #"ong ji
ciang itu adala" jurus!jurus yang diciptakan ole" P"oa Ti berdasarkan kitab
'm sin kiam. $ebaliknya P"oa Ti juga dapat memeca"kan semua jurus yang
53
Raja Pedang
dikeluarkan T"e &ok 2am jurus!jurus ilmu silat Pat "ong ciang yang inti
sarinya diambil ole" orang s"e T"e itu dari kitabnya 4ang sin kiam.
&eng $an adala" seorang anak yang amat cerdik. $ampai sepulu" "ari dia
menjadi penguji dan selama sepulu" "ari itu dia suda" melati" diri dengan
lima belas jurus dari #"ong ji ciang dan lima belas jurus dari Pat "ong ciang!
'a meli"at betapa makin "ari kedua orang kakek itu makin lema" karena luka
mereka dalam pertempuran itu memang "ebat sekali. (palagi sekarang
dalam memberikan petunjuk kepada &eng $an mereka "arus mengera"kan
tenaga 'weekang. 4ang senang "atinya adala" &eng $an karena untuk
menjalankan semua pelajaran jurus!jurus yang "arus dia bawa kesana kemari
ini mengandung "awa!"awa murni dari 4ang kang dan 'm kang maka tentu
saja kedua macam "awa yang amat memenu"i dadanya itu makin kuat dan
makin dapat diatur. .erakan!gerakan dalam melakukan jurus!jurus ilmu silat
itu membuka jalan dara"nya se"ingga makin lama dia merasa tubu"nya enak
dan kuat ba"kan kekurangan tidur dan makan tidak mengganggunya sama
sekali.
Pada "ari kesebelas dia meli"at su"unya suda" amat lema" sampai jatu"
pingsan ketika memberi petunjuk kepadanya. &eng $an bingung. 'a tidak
suka kepada P"oa Ti seperti juga ketidaksukaannya kepada T"e &ok 2am.
(kan tetapi dia merasa kasi"an kepada P"oa Ti yang suda" mengangkat dia
sebagai murid karena memang sikap P"oa T' lebi" baik dan lebi" lema"
lembut daripada sikap T"e &ok 2am. )isamping tubu" su"unya yang masi"
pingsan &eng $an duduk termenung memutar otaknya. Tanpa sengaja dia
mengingat!ingat kembali semua jurus yang suda" perna" dia pelajari dari
kedua pi"ak dan tiba!tiba dia meli"at persamaanBperasamaan tersembunyi
di dalam jurus!jurus kedua pi"ak itu persamaan yang kalau dipandang
sepintas lalu dan dimainkan jurus!jurus ilmu silat nampaknya seperti
bertentangan namun sebetulnya dapat disatukan dan dapat disesuaikan.
P"oa Ti siuman kembali menjelang 1ajar. &eng $an segera mengemukakan
pendapatnya. $u"u malam tadi teecu teringat akan persamaan!persamaan
yang ane" antara beberapa jurus ilmu silat su"u dan kakek T"e itu.
5onto"nya jurus kemarin itu betapa samanya gerakannya "anya dibalik
saja kalau jurus su"u menggunakan tangan kiri adala" jurus kakek itu
menggunakan tangan kiri. #alau di waktu memukul dalam jurus su"u "arus
menyedot napas dalam jurus kakek itu sebaliknya meniupkan napas.
&ukanka" ada persamaannya yang tepat "anya terbalik saja,*
$ejenak kakek yang suda" paya" keadaannya itu termenung. Tiba!tiba dia
mengeluarkan suara seperti jeritan dan .dia memunta"kan dara" segar
dari mulut! &eng $an cepat!cepat mengurut!urut punggung kakek itu.
$etela" agak reda napasnya kakek itu berkata lema" (du" .kau "ebat
..adu" aku bodo" sekali &eng $an. #au benar .kau benar ..itula"
sebabnya mengapa "arus mempelajari kedua kitab itu tidak bole" satu!satu.
&agus ! $ekarang kau pergila" kesana pergunakan jurus yang kau lati"
kemarin "anya sejurus tapi cukup kau balikkan kedudukan tangan dan
tubu" tapi kakimu kau uba" seperti yang perna" kau pelajari dari -ek "wa
#ui bo atau kau bikin kacau sesukamu "e "e" "e "endak kuli"at apaka"
dia masi" bisa memeca"kan penyerangan dari jurusnya sendiri yang dibikin
rusak ..*
(ndaikata dia tidak dapat memeca"kan jurus ini lalu bagaimana su"u,*
54
Raja Pedang
)ia .u"""" ..uu"" .dia "arus menyera"kan kitabnya ..* sukar sekali
P"oa Ti mengeluarkan kata!kata karena napasnya amat sesak. Lekasla" kau
pergi .* #akek ini "endak melontarkan tubu" &eng $an seperti yang suda"!
suda" ke jurang sebela" sana akan tetapi tenaganya suda" "abis dan dia
"anya bisa memberi isyarat dengan tangannya supaya &eng $an memanjat
sendiri ke tempat kakek T"e &ok 2am. &eng $an lalu memanjat tebing jurang
dan dengan girang dia mendapatkan kenyataan ba"wa tubu"nya ringan dan
muda" saja baginya memanjat tebing itu.
#etika dia tiba di atas di jalan kecil yang dulu dilaluinya dia tela" bebas. (pa
sukarnya kalau dia melarikan diri dari situ, &aik kakek P"oa Ti maupun kakek
T"e &ok 2am takkan dapat lagi meng"alanginya. #edua orang tua itu suda"
terlampau lema" karena kepara"an luka!luka mereka. (kan tetapi ane"
sekali ini tidak ada keinginan di "ari &eng $an untuk melarikan diri. Mala" dia
ingin sekali melanjutkan tugasnya sebagai penguji karena dia mulai merasa
tertarik ole" ilmu silat. (palagi karena "asrat "atinya tela" dibangkitkan ole"
cerita su"unya tentang kitab 'm yang sin kiam sut yang diperebutkan ole"
semua a"li silat termasuk empat besar itu.
#etika dia menuruni jurang dimana T"e &ok 2am berada dia meli"at kakek
ini keadaannya tidak lebi" baik daripada kakek P"oa Ti. 'a menyambut
kedatangan &eng $an dengan mata terbelalak lalu dia memaksa tertawa.
-a "a "a tua bangka P"oa Ti suda" tak bertenaga lagi untuk melemparmu
kesini &eng $an,* biarpun mulutnya tertawa namun diam!diam dia
bersyukur juga. (ndaikata kakek P"oa Ti masi" sanggup melemparkan &eng
$an kiranya dia sendiri yang takkan kuat menerima tubu" itu. #emarin saja
ketika dia menerima &eng $an kedua tangannya merasa pegal dan sakit!
sakit karena terlampau banyak dia menggunakan tenaganya yang suda"
"ampir "abis.
&ukan dia tak bertenaga* kata &eng $an membela su"unya -anya aku
sendiri yang mau memanjat tak suka aku dilempar!lemparkan kesana kemari
seperti bola.*
#embali T"e &ok 2am tertawa dan dari sikap ini saja &eng $an mengeta"ui
ba"wa keadaan su"unya lebi" buruk daripada kakek tinggi besar ini.
2a" ilmu cakar bebek apalagi yang kau bawa kali ini, lebi" baik P"oa Ti
mengaku kala" dan memberikan kitabnya kepadaku.*
Pada saat itu terdengar suara P"oa Ti suara yang parau sekali seperti babi
mengorok T"e &ok 2am seorang gaga" sejati takkan menarik kembali
janjinya. #alau engkau tidak bisa memeca"kan jurusku kau "arus
memberikan kitab itu .* Tiba!tiba suara itu ber"enti seakan!akan yang
bicara dicekik le"ernya.
T"e &ok 2am menjadi pucat. celaka* katanya. #akek P"oa Ti diserang .*
Tiba!tiba dia mengelu" dan tubu"nya yang tadinya duduk bersimpu"
terguling robo". &eng $an kaget sekali karena tadi samar!samar dia meli"at
ca"aya puti" berkelebat. $ekarang ta"u!ta"u disitu tela" berdiri seorang laki!
laki tua bertubu" kecil kurus seperti tengkorak "idup. 9rang ini usianya
suda" enam pulu"an ta"un mukanya pucat seperti mayat dan pakaiannya
pun puti" semua seperti orang sedang berkabung. 9rang itu tertawa!tawa
seperti orang gendeng. &eng $an benar!benar "eran sekali karena dia tadi
tidak meli"at orang itu melayang masuk bagaimana ta"u!ta"u bisa berdiri
disitu, #etika dia melirik keara" T"e &ok 2am kakek tinggi besar ini
memandang dengan mata terbelalak kepada mayat "idup itu.
55
Raja Pedang
$ong bun kwi 6$etan berkabung7 .kau kau curang ..
menyerang orang yang terluka * akan tetapi T"e &ok 2am tak dapat
melanjutkan kata!katanya karena tiba!tiba orang tinggi kurus yang bermuka
mayat itu sekali bergerak suda" sampai didekatnya dan diguling!
gulingkannya tubu" T"e &ok 2am kedua tangannya mencari!cari. $ebentar
saja tangannya mencari!cari. $ebentar saja dia suda" mendapatkan apa yang
dicarinya dan mencabut keluar sebua" kitab kecil dari dalam saku baju orang
s"e T"e yang suda" tak berdaya itu. $emua ini berjalan cepat sekali se"ingga
&eng $an "ampir tak dapat mengikuti dengan matanya. Meli"at betapa
secara kejam dan kurang ajar sekali si muka mayat itu mempermainkan T"e
&ok 2am timbul kemara"an dalam "ati &eng $an. )engan mata berkilat dia
melompat maju dan menudingkan telunjuknya ke "idung si muka mayat.
Menyerang dan merampas barang orang yang sedang sakit mana bisa
disebut perbuatan gaga", Tak ta"u malu sekali engkau $ong bun kwi!8 sikap
dan kata!kata &eng $an seperti sikap seorang tua memara"i orang muda
maka tampak lucu sekali. (kan tetapi $ong bun kwi terbelalak dan
mengerikan sekali matanya tiba!tiba "anya keli"atan puti"nya saja seperti
mata iblis! &eng $an sampai bergidik ketakutan menyaksikan muka yang
bukan seperti muka manusia lagi itu.
Tiba!tiba setan berkabung itu tertawa disusul suara orang seperti orang
menangis dan ak"irnya dia benar!benar menangis! (kan tetapi "anya
sebentar saja tangisnya ter"enti dan dia berkata kepada &eng $an )ua
pulu" ta"un lebi" tidak mendengar orang memaki dan memara"iku tidak
mendengar orang mencelaku. -a anak baik. 9rang seperti kau inila" baru
patut disebut orang.* $etela" berkata demikian dia menggerakkan kedua
kakinya dan melesatla" sinar puti" keluar dari jurang itu.
&eng $an melongo. .erakan yang demikian cepat sampai seperti meng"ilang
ini mengingatkan dia akan -ek "wa #ui bo. )iam!diam dia bergidik. #enapa
ada orang!orang berkepandaian se"ebat itu sampai seperti iblis!iblis saja, 'a
mendengar T"e &ok 2am mengelu" dan ketika menengok dia meli"at orang
tua itu napasnya empas!empis. Tersentu" perasaan welas asi"nya. &eng $an
segera berlutut mengeluarkan daun obat yang sering kali dia dapat dari
su"unya memeras daun itu dan memasukkannya kedalam mulut T"e &ok
2am. #akek itu nampak "eran akan tetapi makan daun itu dan warna mera"
menjalar ke pipinya yang suda" pucat. #emudian dia meng"ela napas
panjang.
)ua pulu" ta"un berkuku" tidak mau memperli"atkan kepada sa"abatku
P"oa Ti sekarang terampas $ong bun kwi .. "emmmmm ini namanya
"ukuman bagi si orang yang tidak ingat kepada sa"abat baiknya .* 'a
terenga"!enga" dan dari kedua matanya bercucuran air mata. &aru kali ini
&eng $an meli"at kakek yang keras "ati ini menangis dan dia menjadi
ter"aru.
@9rang tua dua pulu" ta"un kitab itu berada di tanganmu tentu suda" kau
pelajari semua isinya. Terampas orang lain apa ruginya,*
Tiba!tiba kakek itu tampak bersemangat matanya berca"aya. #au betul
..e" &eng $an kau betul ..bantu aku duduk . e" pukulan $etan
&erkabung itu "ebat ..* &eng $an membantu kakek itu duduk bersila
seperti tadi sebelum dia robo" terguling ole" pukulan jarak jau" $ong bun
kwi.
56
Raja Pedang
Lekas kau berlutut kau sekarang menjadi muridku. #au akan kuwarisi
seluru" 4ang sin kiam.*
#arena merasa kasi"an kepada kakek ini yang dia ta"u dari perasaannya
takkan dapat "idup lebi" lama lagi &eng $an lalu berlutut dan menyebut.
$u"u*
)engar baik!baik. 4ang sin kiam "anya terdiri dari delapan belas pokok
gerakan yang dapat dipeca" menjadi ratusan jurus menurut bakat dan daya
cipta orang yang tela" mempelajarinya. 2a" kau"a1alkan satu demi satu.*
2anti dulu T"e su"u. Teecu "endak meli"at dulu keadaan P"oa Ti su"u
disana .*
T"e &ok 2am tercengang. #au menjadi muridnya .., a" betul sekali
sa"abatku s"e P"oa itu. #au "arus pula mewarisi 'm sin kiam begitu baru
lengkap se"ingga kelak ada tandingannya si $etan &erkabung ..* setela"
mendapatkan persetujuan kakek itu &eng $an lalu memanjat keatas untuk
meli"at kakek P"oa Ti.
(kan tetapi dia mendengar suara ane" yang melengking!lengking seperti
suara orang menangis. #etika dia tiba diatas dia meli"at dua bayangan
berkelebat diatas jalan kecil dan ternyata ba"wa $ong bun kwi sedang
bertanding melawan -ek "wa #ui bo! $ong bun kwi bersenjata sebua" suling
yang mengeluarkan suara mnangis itu sedangkan -ek "wa #ui bo bersenjata
saputangan suteranya. Pertempuran itu berjalan seru seperti dua ekor kupu!
kupu beterbangan akan tetapi biarpun gerakan mereka begitu ringan seperti
terbang saja angin dari pukulan mereka menyambar!nyambar se"ingga &eng
$an tak kuat mena"an. (nak ini terguling dan dengan ketakutan dia
bersembunyi di balik sebua" batu besar sambil mengintai.
Tidak lama kemudian pertandingan itu berlangsung karena keduanya sambil
berkela"i sambil berlari!lari dan sebentar saja lenyapla" dari pandangan
mata. -anya suara tangis suling itu lapat!lapat masi" terdengar dari jau".
$etela" suara suling itu pun lenyap barula" &eng $an berani muncul dan
berlari!lari menuruni jurang.
-atinya berdebar penu" kegelisa"an ketika dia meli"at P"oa Ti suda"
menggeletak dengan napas senin kemis. 'a cepat menubruk dan menolong
dan ternyata keadaan kakek ini sama dengan keadaan T"e &ok 2am terluka
"ebat ole" pukulan -ek -wa #ui &o.
&agaimana su"u ..,* &eng $an berbisik ketika meli"at su"unya membuka
mata.
(" celaka .. celaka . #itab 'm sin kiam dirampas -ek "wa #ui bo ..*
P"oa Ti berkata lema" sambil meramkan mata mukanya berduka sekali
&eng $an nyawaku takkan dapat tinggal lama lagi di tubu"ku yang rusak
dan terluka berat. Lekas kau bersiap "endak kuturunkan kepadamu isi 'm sin
kiam yang terdiri dari delapan belas pokok gerakan ..*
&eng $an tak mau banyak membanta". Meli"at ba"wa keadaan P"oa Ti lebi"
paya" dia cepat!cepat mempelajari ilmu silat pedang yang diturunkan kakek
itu kepadanya. Tentu saja dia "anya dapat meng"a1alnya tidak dapat melati"
secara baik karena tidak ada waktu baginya. 2amun dengan muda" dia
dapat mempelajari inti sarinya. -al ini bukan "anya karena &eng $an
memang seorang anak yang cerdas akan tetapi terutama sekali karena dia
perna" mempelajari jurus!jurus #"ong ji ciang yang inti sarinya memang
bersumber kepada 'm sin kiam se"ingga muda"la" baginya untuk meng"a1al
pokok!pokok gerakan yang inti sarinya suda" dikenalnya itu.
57
Raja Pedang
&etapapun juga untuk meng"a1al delapan belas pokok gerakan itu dengan
baik dia "arus mempergunakan waktu setenga" bulan. $etela" tamat
keadaan su"unya suda" paya" sekali. $ebetulnya &eng $an tidak tega
meninggalkan su"unya ini maka setela" tamat biarpun "atinya ingin sekali
pergi ke T"e &ok 2am untuk menerima warisan 4ang sin kiam namun dia
tidak mau pergi menjaga dan merawat su"unya.
(" . Puas "atiku 'm sin kiam suda" kau "a1alkan semua ..sayang
alangka" baiknya kalau kaupun dapat meng"a1al 4ang sin kiam.*
$u"u sebetulnya su"u T"e &ok 2am juga suda" mengangkat teecu sebagai
murid dan "endak menurunkan 4ang sin kiam akan tetapi . Teecu tidak
tega meninggalkan su"u seorang diri *
&agus! (nak bodo" kenapa tidak bilang dari kemarin, -ayo kau lekas pergi
kesana. Lekas ..! &eng $an tak dapat membanta" dan ketika dia dengan
gerakan ringan memanjat tebing dia mendengar dibawa" su"unya itu
tertawa!tawa gembira.
T"e &ok 2am menerima kedatangan &eng $an dengan merengut.
-emmmm murid apa kau ini, kenapa begitu lama tidak muncul,*
&eng $an menjatu"kan diri berlutut. T"e su"u "arap ampunkan teecu yang
lama tidak datang karena teecu "arus meng"a1alkan 'm sin kiam dari P"oa Ti
su"u.*
<aja" yang muram itu menjadi terang. ("a kiranya sa"abatku P"oa Ti juga
suda" sadar dan insya1. $iapa yang merampas kitabnya,*
)iam!diam &eng $an kagum juga. Tanpa meli"at kakek ini suda" ta"u ba"wa
P"oa Ti diserang orang dan dirampas kitabnya. -ek "wa #ui bo yang
merampasnya su"u. Lalu dia menceritakan secara singkat apa yang
dili"atnya ketika dia keluar dari jurang ini setenga" bulan yang lalu.
T"e &ok 2am meng"ela napas panjang. (kan geger di dunia kang ouw
dengan terampasnya kitab!kitab itu. Lekas &eng $an kau pelajari 4ang sin
kiam . aku suda" "ampir tak kuat lagi.*
)emikianla" kali ini &eng $an mempelajari 4ang sin kiam dari gurunya yang
kedua. Mungkin karena dia suda" meng"a1al 'm sin kiam kali ini dia
mempelajari ilmu itu secara muda". &aru sepulu" "ari dia suda" dapat
meng"a1al delapan belas pokok gerakan 4ang sin kiam.
$ementara itu pada "ari kesebelasnya dia mendapati T"e &ok 2am suda"
kaku dalam keadaan duduk bersila suda" tak bernyawa lagi! &eng $an kaget
dan ter"aru sekali menangis dengan sedi"nya. $egera dia menggali lubang
di jurang itu dengan kedua tangannya. &aiknya dia suda" melati" silat dan
gerakan!gerakan itu menamba" besar tenaga di tubu"nya suda" dapat
mempersatukan "awa 4ang dan 'm di tubu"nya maka tidak begitu sukarla"
baginya untuk menggali lubang di tana" dasar jurang yang tidak keras itu.
$etela" mengubur jena=a" T"e &ok 2am dan berlutut beberapa lama anak
itu lalu meninggalkan jurang menuruni jurang di seberang untuk meng"adap
gurunya yang seorang lagi.
'a meli"at orang tua itu reba" miring seperti biasa. P"oa su"u teecu suda"
ber"asil mempelajari * ia meng"entikan kata!katanya karena meli"at
keadaan su"unya yang diam tak bergerak. 5epat dia melompat
mendekatinya dan . $u"u * untuk kedua kalinya &eng $an menangisi
kematian seorang lagi yang amat disayang dan di"ormatinya. P"oa Ti
ternyata suda" meninggal dunia pula agaknya belum lama dia mati karena
tubu"nya masi" baik.
58
Raja Pedang
$eperti yang dia lakukan kepada jena=a" T"e &ok 2am &eng $an juga
mengubur jena=a" P"oa Ti di dasar jurang itu. 'a memberi "ormat di depan
makam su"unya lalu dia memanjat jurang keluar dari situ. )iambilnya
sebua" batu besar dan diletakkannya di pinggir jalan sebagai tanda
pengenal. Tanpa tanda ini akan sukar sekali mencari dimana adanya jurang
yang menjadi kuburan kedua orang tua itu baru anak ini sadar ba"wa dia
tadi tela" mengangkat sebua" batu yang amat besar dengan muda" saja! 'a
kaget berbareng girang bukan main. #arena maklum ba"wa pelajaran!
pelajaran yang dia dapatkan dari kedua orang kakek itula" yang
mendatangkan tenaga besar dalam tubu"nya dia mengingat!ingat semua
pelajaran itu dengan baik dan sambil berjalan meninggalkan tempat itu dia
berjanji kepada diri sendiri untuk melati" diri dengan semua jurus itu setiap
kali ada kesempatan baginya.
?????
$eorang gadis cantik yang bepakaian seder"ana duduk seorang diri pada
malam "ari terang bulan di belakang sebua" losmen. Taman bunga kecil milik
losmen itu lumayan juga dan keadaan tentu akan amat menyenangkan dan
inda" apabila orang tidak mendengar isak tangis perla"an isak tangis
terta"an!ta"an. .adis yang menangis perla"an itu bukan lain adala" Liem
$ian -wa orang termuda dari empat orang gaga" dari -oa san pai. Memang
ane" kalau meli"at gadis perkasa ini menangis. $ebagai seorang pendkar
wanita yang amat terkenal namanya biarpun seorang wanita tangis
merupakan sebua" "al yang dipantangnya amat memalukan baginya.
9le" karena itula" semua kedukaan "atinya dita"an!ta"an selama ia
melakukan perjalanan bersama twa su"engnya yaitu #wa Tin $iong. &aru
pada malam "ari ini ketika mereka bermalam di losmen kecil di kota Leng ki
ini ia mendapat kesempatan pada malam "ari itu keluar losmen duduk di
taman bunga yang sunyi meratapi nasibnya yang buruk. $iapaka" orang
takkan merasa berduka, (ya"nya dibunu" orang dan menurut bukti!bukti
pembunu"nya itu bukan lain orang adala" tunangannya sendiri bersama
seorang perempuan kekasi" tunangannya itu! Tunangannya itu adala" pili"an
gurunya dan aya"nya maka tentu saja ia suda" menganggapnya sebagai
seorang yang akan menjadi pelindung atau kawan "idup selamanya. $iapa
duga orang itu pula yang membunu" aya"nya. $ekaligus ia ke"ilangan aya"
dan calon suami dan sebagai gantinya ia mendapatkan seorang musu"
besar yang li"ai yaitu #wee $in jago muda dari #un lun pai itu. 'a tidak
gentar meng"adapi #wee $in atau siapapun juga untuk membalas sakit
"atinya akan tetapi mengingat betapa justru tunangannya sendiri yang
menjadi musu" besarnya yang membubu" aya"nya sekaligus
berantakanla" mimpi muluk!muluk yang selama ini memenu"i tidurnya.
-ancur "ati gadis cantik itu dan di dalam taman yang sunyi ia dapat
menuangkan semua kesedi"annya melalui air matanya yang bercucuran
deras seperti air sungai yang meluap!luap.
$unyi disekeliling tempat itu. $ian "wa demikian terbenam dalam tangis dan
kesedi"annya se"ingga ia tidak meli"at atau mendengar datangnya #wa Tin
$iong ke dalam taman. Pendekar ini mendekati sumoinya dan menegur "alus
$umoi "arap kau suka menenangkan pikiranmu. Tiada gunanya ditangisi
dan disedi"i paling perlu kau "arus dapat menjerni"kan kekeru"an itu. )an
percayala" kau sumoi. (ku senantiasa menyediakan tenaga dan nyawa
59
Raja Pedang
untuk membantumu. Pasti kita berdua akan dapat membongkar ra"asia
kematian aya"mu dan membalas dendam ini.*
$ian -wa terisak!isak "atinya makin peri" dan ter"aru dan dengan sedu!
sedan ia menubruk kakak seperguruannya.
Twa su"eng . a" . alangka" buruk nasibku su"eng * $ian -wa
menangis sedi" di dada #wa Tin $iong yang memeluk pundaknya dan
meng"iburnya.
$uda"la" sumoi mari kita masuk ke dalam. #alau terli"at orang lain kau
menangis seorang diri disini bisa menimbulkan dugaan yang bukan!bukan.*
Tiba!tiba #wa Tin $iong mendorong tubu" adik seperguruannya kesamping
dan tangannya menyambar kedepan. #eparat pengecut!* bentaknya sambil
melompat ke depan. $ian -wa yang tadi dikuasai kesedi"annya kurang
waspada dan tidak mendengar dan meli"at menyambarnya benda itu kini ia
maklum ba"wa ada orang ja"at cepat ia melompat mengejar su"engnya.
(kan tetapi #wa Tin $iong suda" kembali lagi. )ia meng"ilang dalam gelap*
katanya Mari kita masuk sumoi. 0nta" benda apa yang dilemparkan keara"
kita tadi.*
)i dalam ruangan losmen dibawa" penerangan lampu mereka berdua
meli"at benda itu. $ian -wa mengeluarkan seruan kaget. &enda itu adala"
sebua" sisir rambut dari perak. $isir rambutnya sendiri yang dulu
dipergunakan sebagai tanda pengikat perjodo"annya dengan #wee $in!
$ekarang sisir rambut itu dikembalikan dengan tamba"an sedikit tulisan pada
kertas yang membungkus sisir. Putus karena berlaku serong.
<aja" $ian -wa menjadi mera" sekali mera" karena jenga" dan mera"
karena kemara"annya yang memuncak. $uda" jelas sekarang ba"wa yang
menyambit dengan sisir peraknya tadi adala" #wee $in tunangannya yang
meli"at dia menangis dalam pelukan #wa Tin $iong! )an tunangannya itu
yang membunu" aya"nya yang bermain gila dengan perempuan Pek lian
kauw sekarang mala" menudu" dia bermain gila dengan su"engnya sendiri.
)engan isak dita"an!ta"an $ian -wa lari masuk ke dalam kamarnya
meninggalkan #wa Tin $iong yang berdiri terlongong dan ruangan itu.
Pendekar ini menarik napas berulang kali "atinya berdebar!debar tidak
karuan pikirannya kusut. &aru kali ini semenjak dia ditinggal mati istrinya
"ati dan pikirannya digoda ole" persoalan wanita dan wanita itu adala"
sumoinya sendiri. #emudian dia teringat akan puterinya #wa -ong. )iam!
diam di dalam "ati aya" ini pun timbul kek"awatiran besar bukan "anya
kek"awatiran memikirkan anaknya itu sekarang pergi bersama seorang ane"
seperti #oai (tong juga k"awatir akan nasib anak perempuannya itu kelak.
$uda" ada rencana dalam "atinya untuk mengikat tali perjodo"an antara
anak perempuannya itu dengan putera sulung sutenya T"io <an 't. (kan
tetapi setela" sekarang dia meng"adapi kenyataan pa"it dalam ikatan jodo"
sumoinya dia merasa berk"awatir. #"awatir kalau!kalau kelak anaknya juga
meng"adapi kekecewaan dalam pertunangan seperti sumoinya itu.
$emalam itu #wa Tin $iong tak dapat tidur dan ketika pada keesokan "arinya
dia bertemu dengan $ian -wa dia meli"at sumoinya itupun mera" kedua
matanya tanda ba"wa sumoinya inipun tidak tidur dan banyak menangis.
Mereka tidak dapat mengeluarkan kata!kata karena peristiwa malam tadi
masi" menggores "ati dan perasaan mereka. )engan cepat setela" sarapan
mereka melanjutkan perjalanan ke -oa san yang tidak jau" lagi letaknya
"anya perjalanan setenga" "ari.
60
Raja Pedang
Lian &u Tojin ketua -oa san pai yang suda" berusia enam pulu" ta"un ini
seorang kakek tinggi kurus berjenggot panjang bertongkat bamboo duduk
diatas bangku sambil mengusap!usap jenggotnya dan memandang murid
bungsunya yang berlutut di depan kakinya. &eberapa lama dia membiarkan
muridnya itu menangis tersedu!sedu. $etela" meli"at agak reda tangis $ian
-wa barula" dia berkata dengan suaranya yang "alus dan sabar.
$ian "wakau tenangkanla" "atimu dan pergunakanla" pikiranmu. )alam
meng"adapi segala macam peristiwa baik yang menyenangkan maupun
yang menyedi"kan kau "arus dapat mempergunakan pikiranmu. Terlampau
menuruti perasaan dapat menggelapkan pikiran. -ati bole" sepanas!
panasnya akan tetapi kepala "arus dingin se"ingga pikiran tidak dikuasai "ati
dan dapat mempertimbangkan segala sesuatu dengan sebaiknya.*
Teecu menurut petua" su"u akan tetapi su"u manusia s"e #wee itu
betul!betul keji. -anya karena aya" teecu meli"at perbuatannya yang tidak
ta"u malu itu kenapa dia sampai "ati membunu" aya", (" . teecu mo"on
perkenan su"u untuk mencarinya dan membalas dendam ini.*
Lian &u Tojin tersenyum dan mengangguk!angguk. )ara" muda dara"
muda ..! $ian -wa persoalanmu ini mengandung ra"asia yang meragukan.
Pula tidak percuma kau menjadi muridku. &ukanka" da"ulu suda" sering
kuajarkan kepadamu ba"wa di balik segala peristiwa yang terjadi di dunia ini
terdapat kekuasaan tertinggi yang mengatur segalanya, (pa yang terjadi
pada diri aya"mu sekalipun adala" "al yang suda" semestinya begitu tepat
menurut ke"endak kekuasaan itu manusia yang melakukannya "anyala"
menjadi lantaran belaka. #arena itu tugasmu memang "arus memegang
kebenaran menegakkan keadilan memberantas keja"atan dan
penyelewengan akan tetapi jangan sekali!kali dipengaru"i dan ditunggangi
ole" na1su kebencian na1su membalas dendam karena kalau terjadi "al
demikian suda" bukan penegak keadilan dan pemberantas keja"atan lagi
namanya melainkan menjadi budak na1su sendiri yang termasuk keja"atan
pula.*
Teecu menyera"kan urusan ini kepada su"u .* #ata $ian -wa lema"
terpukul ole" petua" su"unya yang tentu saja suda" dimengertinya baik!baik
itu.
$ekarang biarla" su"engmu yang menuturkan apa yang tela" terjadi
semua.*
#wa Tin $iong lalu menceritakan kepada su"unya tentang semua
pengalamannya semenjak dia berniat membantu Pek lian pai untuk
menentang pemerinta" penjaja" betapa dia bertemu dengan #oai (tong
yang membawa pergi anaknya dan tentang penyerangan orang!orang yang
mengaku anggota Pek lian kauw ter"adap dia dan $ian -wa. $ebagai
penutup dia kemukakan ba"wa keadaan #wee $in memang mencurigakan
sekali dan sangat bole" jadi #un lun $am "engte yaitu &un $i Teng &un $in
Liong dan #wee $in suda" pula mengadakan "ubungan dengan kaum Pek
lian pai.
-anya sebua" "al yang teecu tidak mengerti yaitu tentang "ubungan
saudara #wee $in dengan wanita Pek lian pai yang amat mencurigakan itu
benar!benar teecu tidak mengerti .* )emikian #wa Tin $iong menutup
penuturannya. )alam penuturannya tadi dia sengaja tidak menceritakan
tentang kejadian di taman bunga belakang losmen. #wa Tin $iong adala"
seorang gaga" yang suda" banyak pengalaman maka mendengar ba"wa
61
Raja Pedang
tadi sumoinya pun tidak bercerita tentang "al ini dia tidak mau menyebut!
nyebutnya pula karena dia tidak ingin menyinggung perasaan $ian -wa.
#etua -oa san pai mengangguk!angguk lalu berkata. Memang
mencurigakan sekali keadaan #wee $in itu. $ekarang begini saja baiknya #wa
Tin $iong dan $ian -wa. $egala urusan yang menyangkut diri sa"abat!
sa"abat "arus diselesaikan secara musyawara" secara damai dan seadil!
adilnya. Tunggula" sampai <an 't dan #ui #eng datang dan kalian bole"
pergi mengunjungi #un lun $am "engte untuk minta penjelasan langsung dari
#wee $in. )engan demikian maka segala "al akan dapat diselesaikan.*
$etela" berkata demikian ketua -oa san pai ini bertanya lebi" lanjut tentang
#wa -ong yang pergi bersama #oai (tong.
'tula" $u"u yang amat menggelisa"kan "ati teecu #oai (tong adala"
seorang yang amat ane" kelakuannya seperti anak kecil atau seperti orang
yang miring otaknya. Teecu tidak ta"u ke mana anak teecu itu dibawa pergi."
Lian &u Tojin tersenyum. "Tak usa" k"awatir. #alau #oai (tong suda"
berkeliaran di sini berarti ba"wa gurunya &an!tok!sian .iam #ong suda"
meninggalkan Tibet pula dan berada di sini. (sal saja anakmu itu mengaku
ba"wa dia cucu murid. -oa!san!pai kiranya dia takkan mendapat kesukaran
karena &an!tok!sim .iam #ong tentu memandang muka pinto."
Tidak lama #wa Tin $iong dan $ian -wa menanti di -oa!san. 0mpat "ari
kemudian berturut!turut datangla" &u!eng!kiam T"io <an 't bersama dua
orang anaknya yaitu yang sulung T"io #i anak laki!laki berusia dua belas
ta"un dan yang ke dua T"io &wee anak perempuan berusia sepulu" ta"un
dan Toat!beng!kiam #ui #eng yang juga datang bersama anaknya laki!laki
bernama #ui Lok $i berusia sebelas ta"un. )ua orang pendekar -oa!san ini
sengaja datang bersama anak!anak mereka untuk meng"adap Lian &u Tojin
sekalian memperkenalkan anak!anak itu dan memberi tamba"an
pengalaman kepada anak!anak mereka yang mereka "arapkan kelak akan
menjadi pendekar!pendekar -oa san pengganti mereka.
Pertemuan antara empat -oa!san $ie eng itu tentu akan menggembirakan
sekali kalau saja yang baru datang tidak mendengar tentang peristiwa
kemalangan yang menimpa diri Liem $ian -wa dan #wa Tin $iong. $ian -wa
kematian aya"nya dan Tin $iong ke"ilangan anak perempuannya. )ua orang
pendekar -oa!san itu T"io <an 't dan #ui #eng menyambut berita duka ini
sesuai dengan watak masing!masing.
T"io <an 't dengan julukannya &u!eng!kiam 6Pedang Tanpa &ayangan7 ini
berwatak pendiam dan berangasan muda" mara" akan tetapi jujur dan
keras berlawanan dengan perawakannya yang pendek dan gemuk muka
bundar bajunya selalu serba "itam. )engan kedua tangan terkepal dia
berkata.
"Mari kita pergi mencari #wee $in ingin aku weng"ajar boca" kejam kurang
ajar itu!"
#ui #eng si Pedang Pencabut 2yawa waja"nya tampan tubu"nya kecil
sikapnya selalu gembira dan pakaiannya serba puti". la menyambut berita
itu sambil tertawa ";rusan $umoi perla"an!la"an dapat diurus kurasa yang
lebi" penting mencari puteri Twa!su"eng siapa ta"u anak nakal gila itu akan
mengganggu -ong!ji.. ;rusan dengan #wee $in itu berbelit!belit mungkin
ada "ubungannya dengan Pek!lian!pai "arus diselidiki dengan seksama
$ian -wa yang mencoba untuk meng"ibur kesedi"annya menyera"kan
perundingan itu kepada tiga orang su"engnya dia sendiri lalu menggandeng
62
Raja Pedang
T"io &wee T"io #i dan #ui Lok diajak ke lian!bu!t"ia 6ruangan belajar silat7
sambil berkata.
"Mari anak!anak "endak &ibi li"at sampai di mana kemajuan kalian di bawa"
asu"an aya"!aya" kalian."
Memang ter"ibur juga "ati $ian -wa bertemu dengan keponakan!
keponakannya yang menyenangkan itu. T"io #i berwaja" bundar seperti
aya"nya tampan dan sikapnya suda" membayangkan kegaga"an biarpun
dia baru berusia dua belas ta"un pendiam dan dadanya selalu terangkat.
T"io &wee yang berusia sepulu" ta"un itu mewarisi kecantikan ibunya juga
pendiam dan manis sekali sepasang matanya tajam serius dagu di bawa"
bibirnya yang manis itu membayangkan kekerasan "atinya. $egera ia senang
sekali dekat dengan bibinya yang sering kali dipuji!puji aya"nya sebagai
seorang pendekar wanita -oa!san!pai yang "ebat iimu pedangnya.
(dapun #ui Lok anak tunggal #ui #eng berusia sebelas ta"un memiliki
watak seperti aya"nya gembira dan agak nakal akan tetapi juga bersi1at
angku" "al ini muda" dili"at dari bentuk mulut dan niatanya. #etiga orang
anak 'ni nampak gaga"!gaga" cocok benar menjadi keturunan dari -oa!san
$ie!eng empat orang gaga" dari -oa!san!pai.
"$ayang" katanya kepada tiga orang anak itu "kalau -ong!ji! tidak dibawa
pergi #oai (tong dan berada disini bersama kalian alangka" akan
gembiranya.
&ibi sebagai anak Twa!supek tentu kepandaian adik -ong "ebat sekali
bukan," T"io &wee bertanya kepada bibi gurunya.
$ian -wa mengangguk. "Tentu saja akan tetapi kau pun tentu suda" banyak
mempelajari ilmu silat dari aya"mu. 5oba &wee!ji kauperli"atkan padaku."
T"io #i amat sayang kepada adiknya dan pemuda pendiam ini dapat
mengerti isi "ati adiknya maka dia lalu berkata kepada $ian -wa sambil
memandang ke ara" #ui Lok "$ukouw tentu adikku malu karena menurut
sepatutnya saudara #ui Lok yang "arus memperli"atkan dulu
kepandaiannya." )engan kata!kata ini T"io #i yang baru berusia dua belas
ta"un itu tela" memperli"atkan sikapnya yang sunggu"!sunggu" dan
memegang aturan. #ui Lok adala" putera dari orang ketiga -oa!san $ie!eng
maka kalau di"itung urutan atau tingkatnya masi" lebi" renda" daripada
mereka yang menjadi putera!puteri T"io <an 't orang kedua dari -oa!san $ie!
eng. )iam!diam $ian -wa tidak senang menyaksikan sikap yang angku" ini
akan tetapi karena iapun mengenal watak ji!su"engnya yang keras dan jujur
ia anggap saja ba"wa sikap T"io #i ini adala" warisan aya"nya.
"&etul juga Lok!/i. -ayo kau yang menda"ului kauperli"atkan apa yang
suda" kaupelajari dari aya"mu" katanya sambil tersenyum.
#ui Lok tersenyum dan berkata merenda" akan tetapi suaranya mengandung
kebanggaan "#epandaianku yang masi" amat dangkal mana dapat
disamakan dengan pewaris kepandaian ji!supek 6;wak .uru ke )ua7," (kan
tetapi biarpun berkata demikian tangan kirinya suda" bergerak dan ta"u!
ta"u dia tela" mencabut sebatang pedang pendek dari pinggangnya.
Memang tiga orang anak pendekar -oa!san!pai ini ke semuanya membawa
pedang pada punggung masing!masing dan itula" kiranya yang membuat
mereka nampak gaga" sekali.
Meli"at gerakan ini $ian -wa tersenyum dan bertanya "eran. "#au
menggunakan tangan kiri untuk bermain pedang,"
63
Raja Pedang
(gak mera" kedua pipi #ui Lok yang tadinya puti" itu. "&etul $ukouw
semenjak kecil saya lebi" enak menggunakan tangan kiri daripada kanan
maka aya" sengaja melati" ilmu pedang dengan tangan kiri."
"#idal....." T"io &wee berkata mencemoo" karena gadis ini agak mendongkol
juga meli"at lagak anak itu.
"(kan tetapi $ukouw....." sambung #ui Lok cepat!cepat untuk menjawab
cemoo"an gadis cilik itu "biarpun tangan kiri kiranya takkan kala" dengan
tangan kanan.... e" maksudku tangan kananku sendiri tentu."
$ian -wa tersenyum lagi. .adis ini maklum akan ejekan!ejekan itu dan diam!
diam ia menyesal mengapa para su"engnya itu "anya melati" ilmu silat
agaknya kurang memper"atikan pendidikan watak se"ingga anak!anak ini
tidak pandai menguasai perasaan dan muda" tersinggung. "#au mainla"
biar kami meli"atnya."
$etela" memberi "ormat kepada $ian -wa dan mengerling penu" tantangan
kepada T"io #i dan T"io &wee #ui Lok mulai bersilat dengan pedangnya. la
mainkan pedang tunggal dan caranya memainkan pedang itu memang
"ebat apalagi karena dia menggunakan tangan kiri se"ingga menjadi
kebalikan daripada ilmu pedang yang aselinya. )iam!diam $ian -wa
memper"atikan dan kagum juga akan kecepatan gerakan anak ini kecepatan
yang diutamakan dalam permainan pedang -oa!san!pai. 4ang amat
mengagumkan "atinya adala" kekuatan yang dipergunakan dalam setiap
serangan demikian sunggu"!sunggu" dan selalu mematikan. Tak percuma
anak ini menjadi putera tunggal su"engnya Toat!beng!kiam si Pedang
Pencabut 2yawa!
$etela" meng"entikan permainan pedangnya $ian -wa berseru "&agus
sekali Lok!ji kau tidak memalukan aya"mu!" .adis ini mala" bertepuk
tangan memberi pujian. -anya T"io &wee dan T"io #i yang diam saja tidak
mau memberi pujian. Tentu saja #ui Lok maklum akan "al ini maka sambil
menyarungkan pedangnya dia berkata.
-arap saja sekarang saudara T"io #i dan nona T"io &wee tidak pelit!pelit
lagi mengeluarkan kepandaian mereka."
"Mana aku bisa melawan engkau, #au "anya menggunakan tangan kiri dan
kalau aku pun menggunakan tangan kiri aku tak dapat bersilat sebaliknya
kalau aku menggunakan tangan kanan berarti aku licik tentu saja tangan
kanan lebi" baik daripada tangan kiri" T"io &wee menjawab sambil
merengut.
$ian -wa tertawa. "-i!"i!"i &wee!ji jangan kau bicara begitu. Lok!ji
menggunakan tangan kiri karena memang semenjak kecil dia melati" diri
dengan tangan kiri. Tangan kirinya sama dengan tangan kananmu
sebaliknya tangan kanannya sama dengan tangan kirimu. -ayo lekas kau
memperli"atkan kepandaianmu kepada bibimu anak manis."
T"io &wee tidak berani membanta" bibi gurunya. .adis cilik ini pun lalu
mencabut pedangnya dan bersilat secepat ia bisa untuk memamerkan
kelinca"annya di depan bibi gurunya terutama sekali di depan #ui Lok! )an
dia ber"asil! Memang dalam "al kelinca"an yakni dalam "al ilmu ginkang
6meringankan tubu"7 gadis ini menang setingkat kalau dibandingkan dengan
#ui Lok. -al ini pun tidak ane" karena sebagai puteri &u!eng!kiam 6Pedang
Tanpa &ayangan7 mengutamakan ginkang tentu saja aya"nya tela"
menggembleng kedua anaknya itu dalam ilmu ini dan 'lmu Pedang -oa!san
#iam!"oat memang tepat sekali kalau dimainkan secepatnya. Tubu" gadis
64
Raja Pedang
cilik ini berloncatan ke sana ke mari bagaikan seekor burung walet saja dan
pedang diputar sedemikian cepatnya sampai "ampir tidak keli"atan.
$etela" ia ber"enti bersilat kembali $ian -wa bersorak memuji akan tetapi
sebagai seorang a"li silat -oa!san!pai tentu saja gadis ini cukup maklum
ba"wa kepandaian gadis cilik ini masi" tidak mampu melawan ilmu pedang
yang dimainkan dengan tangan kiri ole" #ui Lok. .erakan #ui Lok lebi"
matang pula tenaga boca" ini jau" lebi" besar.
"$ekarang kau #i!ji kau mainla" beberapa jurus agar puas "atiku."
T"io #i orangnya pendiam dan serius sekali. la memberi "ormat kepada $ian
-wa dan berkata "/ika ada kekeliruan mo"on $ukouw memberi petunjuk."
Terang ba"wa kata!kata ini "anya sebagai basa!basi atau sopan!santun
belaka karena tanpa menanti jawaban anak ini pun suda" mencabut
pedangnya dan di lain saat dia pun suda" bermain pedang dengan kecepatan
yang sama dengan adiknya tadi. -anya kali ini $ian -wa meli"at ba"wa
kepandaian T"io #i lebi" unggul daripada adiknya juga kalau dibandingkan
dengan #ui Lok T"io #i menang kecepatan biarpun tenaganya seimbang
maka kalau ditarik kesimpulannya di antara tiga orang anak itu T"io #i yang
paling tinggi tingkatnya.
"&agus bagus! <a" kalian memang "ebat!" $ian -wa memuji setela" T"io
#i ber"enti bersilat pedang.
"(aa" $umoi! #alau kaupun terlalu tinggi anak!anak itu mereka bisa
menjadi besar kepala." Tiba!tiba terdengar #ui #eng berseru gembira sambil
tertawa!tawa. #ui #eng memasuki ruangan itu bersama T"io <an 't dan #wa
Tin $iong.
"#ui!susiok 6Paman .uru #ui7 saudara Lok puteramu ini memandang renda"
aku dan kakak Ti!" tiba!tiba T"io &wee berseru.
$emua orang terkejut termasuk T"io <an 't akan tetapi #ui #eng "anya
tersenyum sepasang matanya berseri. "Memandang renda" bagaimana,"
"-abis dia sengaja memamerkan kepandaian dan bermain pedang dengan
tangan kiri bukanka" itu meng"ina sekali," kata gadis cilik itu.
"-a!"a!"a!"a!"a! )ia bermain dengan tangan kiri karena memang dia itu
kede 6kidal7! -a!"a!"a!" $emua orang di situ tertawa dan T"io &wee sengaja
memperli"atkan muka "eran.
"(aa" jadi dia ini kidal, -abis kalau makan apaka" juga menggunakan
tangan
kiri juga $usiok," tanya pula T"io &wee.
-a!"a!"a tentu saja tidak. #alau makan tangan kanan dan
kalau....membersi"kan tubu" pakai tangan kiri." #ui #eng tertawa!tawa lagi
karena memang orang ini si1atnya gembira sekali. #ui Lok yang tadinya
mendongkol karena ejekan T"io &wee sekarang ikut tertawa!tawa seperti
aya"nya dan diam!diam kalau anak perempuan itu memandang kepadanya
dia menjulurkan lida"nya mengejek!
"$uda"la" anak!anak semua supaya pergi meng"adap $ukong 6#akek
.uru7" kata T"io <an 't. "#i!ji kau yang paling tua kau "arus dapat
memimpin dua orang adikmu. #alian bertiga tinggal baik!baik di -oa!san
taati setiap petunjuk dan perinta" $ukong. #ami orang!orang tua akan turun
gunung untuk waktu kurang lebi" dua bulan."
"Lok!ji kau "arus yang akur bermain!main dengan dua saudaramu jangan
nakal" #ui #eng memesan kepada puteranya pula.
65
Raja Pedang
$etela" berpamit kepada Lian &u Tojin empat orang pendekar -oa!san!pai ini
lalu turun gunung meninggalkan tiga orang anak " itu di bawa" pengawasan
ketua -oa!san!pai. #etika turun gunung #wa Tin $iong menjelaskan kepada
Liem $ian -wa tentang keputusan perunding mereka tadi yaitu ba"wa untuk
mem bereskan urusan $ian -wa ter"adap #wee $in yang amat mencurigakan
gerak!geriknya mereka akan langsung mendatangi orang tertua dari #un!lun
$am!"eng ti yaitu &un $i Teng yang menjadi pedagang kuda dan tinggal di
$in!yang.
"$esuai dengan pesan su"u" demikian #wa Tin $iong menutup
penjelasannya "kita tidak bole" bertindak sembrono ter"adap #un!lun $am!
"engte yang selama ini mempunyai nama baik sebagai pendekar!pendekar
gaga" dari #un!lun. 9le" karena itu sebelum kita mengambil tindakan
ter"adap #wee $in kita "arus lebi" dulu rnemberi ta"u kepada kedua
saudara &un $i Teng dan &un $i Liong tentang kesesatan sute mereka #wee
$in. )engan cara demikian berarti kita cukup meng"ormat dan memandang
muka #un!lun!pai."
$ian -wa "anya mengangguk!angguk saja. )i dalam "ati gadis ini tidak
cocok karena ia merasa gemas dan sakit "ati sekali kepada bekas
tunangannya yang selain suda" membunu" aya"nya juga suda" amat
meng"inanya itu. #alau bisa ingin ia sekali berjumpa terus menyerang dan
mencincang tubu" #wee $in!
#ita tunda dulu perjalanan -oa!san $ie!eng yang "endak menjumpai #un!lun
$am!"engte itu dan mari kita mengikuti perjalanan #wa -ong boca"
perempuan yang berwatak linca" dan gembira yang dibawa pergi ole" #oai
(tong orang li"ai ane" seperti tela" dituturkan di bagian depan.
$ambil tertawa!tawa #oai (tong menggandeng tangan #wa -ong diajak pergi
dari #wa Tin $iong dan Liem $ian -wa yang tidak dapat mengejarnya. #wa
-ong merasa betapa tubu"nya melayang!layang kedua kakinya tidak
menginjak tana" biarpun keli"atannya ia berjalan digandeng orang ane" itu.
Mula!mula ia merasa takut akan tetapi karena #oai (tong tertawa!tawa
sambil berkata ba"wa mereka akan bermain!main di sebua" telaga yang
inda" ia ak"irnya menjadi tertarik juga.
#emudian ternyata ole" #wa -ong ba"wa orang ane" itu tidak berdusta. Tak
lama kemudian tibala" mereka di pinggir sebua" telaga yang amat inda"
telaga kecil yang pinggirnya penu" ditumbu"i bunga!bunga liar yang
beraneka warna. )i atas po"on!po"on banyak burung menari!nari dan
bernyanyi!nyanyi sedangkan di dalam air telaga yang penu" bayangan
bunga dan po"on itu berloncatan ikan!ikan besar kecil. &ukan main inda"nya
tempat itu membuai #wa -ong lupa akan kek"awatirannya ba"wa ia tela"
berpisa" dari aya"nya.
"&agus sekali..... nyaman sekali tempat ini....." ia berkata.
"&agus ya, (ku pun senang bermain!main di sini" kata #oai (tong
berjingkrak!jingkrak. "-ayo kita main kejar!kejaran kau bole" kejar aku tapi
yang dikejar tidak bole" pergi dari sekitar telaga ini!"
#wa -ong seorang anak yang cerdik. Tadi ia suda" digandeng #oai (tong
yang mempergunakan ilmu lari cepat yang luar biasa sekali. $ebagai seorang
anak penC dekar tentu saja dia mengerti ba"wa orang ane" ini memiliki
kepandaian ilmu lari cepat yang tinggi mana bisa dia mampu mengejarnya,
la tertawa dan berkata nakal.
66
Raja Pedang
#oai (tong kau mau mengakali aku, '""" apa kaukira aku ini sebodo"
orang lain, )ari pada kau mencoba mengakali aku lebi" baik kau
mengajarkan ilmu lari cepat tadi kepadaku."
"'lmu lari cepat, (pa itu, (ku tidak bisa..... aku tidak bole" mengajarkan apa!
apa....." cepat!cepat #oai (tong berkata dengan muka ketakutan ketika
mendengar #wa -ong minta diajari ilmu lari cepat. "Lebi" baik kau minta
yang lain..... e" kau mau burung itu, #atakan yang mana kausukai aku akan
menangkapnya untukmu....!" la tertawa!tawa sambil menunjuk ke atas ke
ara" burung!burung yang berloncatan di cabang!cabang po"on.
"4ang kecil sekali itu yang berbulu kuning!" #wa -ong menunjuk ke ara"
seekor burung yang paling linca" dan gesit di antara burung!burung yang
lain. &ukannya karena dia suka kepada burung kecil ini melainkan karena
anak yang cerdik ini memang sengaja memili" burung yang paling gesit
supaya #oai (tong tidak dapat menangkapnya.
"&aik kauli"at dia takkan bisa lari dariku." #oai (tong lalu mengenjot
tubu"nya yang tinggi besar itu melayang ke ara" puncak po"on. $emua
burung buyar pergi beterbangan karena takut termasuk burung kecil yang
suda" terbang lebi" dulu dengan amat cepatnya. #wa -ong suda" "ampir
bersorak mengejek kegagalan #oai (tong akan tetapi tiba!tiba #oai (tong
tertawa keras dan tangan kirinya digerak!gerakkan ke depan. (ne" sekali
tiba!tiba burung kuning Dkecil itu seperti ditarik benang yang diikatkan pada
kakinya karena binatang ini terbang kembali ke ara" #oai (tong dengan
gerakan lema"! )engan enak dan muda"nya orang ane" itu menangkap
burung kuning tadi lalu meloncat turun menyodorkan burung kuning itu
kepada #wa -ong. -ebatnya burung itu berdiri di atas telapak tangannya
diam saja "anya menggerak!gerakkan sayap tanpa dapat terbang pergi!
Meng"adapi pertunjukkan ilmu tinggi yang seperti main sulap ini #wa -ong
sampai melongo. (kan tetapi dasar dia cerdik dia tidak mau memperli"atkan
ke"eranannya mala" tertawa!tawa dan mengambil burung itu yang berdiri di
telapak tangan #oai (tong. la mengira ba"wa burung itu memang suda" tak
dapat terbang lagi maka ia memegang perla"an sekali. $iapa kira begitu
terlepas dari telapak tangan #oai (tong dan berada dalam genggaman #wa
-ong burung itu meronta dan..... bn!rttt..... burung itu terbang pergi cepat
sekali!
#oai (tong tertawa terba"ak!ba"ak. #wa -ong merengut. "#oai (tong kau
tela" menipuku! )i tanganmu burung itu tidak bisa terbang kenapa setela"
kugenggam dia lalu terbang,"
"-a!"a!"a!"a!"a mana bisa burung terbang tanpa pancatan kaki, Telapak
tangan yang dibikin lunak disertai "awa menyedot tentu membikin dia tak
mampu terbang apa ane"nya....., -a!"a!"a!"
"(" kau nakal! #enapa tidak memberi ta"u dari tadi," #wa -ong cemberut
dan mara"!mara".
Meli"at temannya mara"!mara" #oai (tong cepat berkata "$uda"la" biar
kutangkapkan lagi dia untukmu....." la suda" bangkit berdiri akan tetapi #wa
-ong berkata.
"Tidak aku suda" tak suka lagi. Tak suka main!main denganmu aku "endak
kembali kepada aya"."
"<aaa" jangan mara". &elum puas kita bermain!main di sini. Mari kita pergi
ke tempat lain yang lebi" 'nda". #e puncak gunung bermain dengan awan,
67
Raja Pedang
(tau ke dalam "utan yang penu" binatang buas, (ku ta"u banyak tempat
inda" .....*
"Tidak" jawab #wa -ong yang mendapatkan pikiran untuk pergi
meninggalkan orang ini. la mulai mendapat perasaan tak enak takut kalau!
kalau si gila ini tak mau melepaskannya kembali. "#alau kau bisa mencarikan
ikan bersisik kuning emas dari telaga ini baru aku mau main main lagi.
#oai (tong memandang ke ara" telaga. &anyak ikan!ikan kecil besar
berloncatan kadang!kadang keluar jau" dari permukaan air akan tetapi tidak
ada yang bersisik kuning eirias kesemuanya puti" atau "itam. "Mana ada
ikan bersisik kuning emas," tanyanya ketolol!tololan.
"Tentu saja ada di dalam telaga. (tauka" barangkali kau tidak becus
menangkapnya, #alau kau tidak becus kau tidak ber"arga merijadi temanku
bermain!main."
#oai (tong nampak gugup. "&aik baik..... akan kutangkapkan untukrnu. #au
tunggu dan li"atla"." Tiba!tiba tubu"nya yang tinggi besar itu berkelebat ke
ara" telaga dan..... byurrr! #oai (tong tela" terjun ke dalam air itu! <aja"
#wa -ong beruba". 5elaka kiranya dia pun setan air yang pandai bermain di
air. 'nila" kesempatan baik aku "arus pergi meninggalkan tempat ini. (kan
tetapi sebelum kakinya bergerak timbul perasaan malu dan kasi"an di
"atinya. Malu kepada diri sendiri yang seakan!akan "endak menipu #oai
(tong dan kasi"an kepada si gila itu. )ia amat baik kepadaku sampai!sampai
mau menyelami telaga untuk mencarikan ikan masa aku begitu renda" "ati
untuk menipu dan meninggalkannya, #wa -ong ragu!ragu. (nak ini suda"
banyak dijejali 3lsa1at tentang kebajikan dan terutama tentang kegaga"an
dan keadilan ole" aya"nya maka dia menjadi ragu!ragu untuk meninggalkan
#oai (tong yang sengaja dia suru" menyelam di telaga.
$elagi ia ragu!ragu tiba!tiba terdengar suara orang "2a" ini dla "anak -oa!
san 't!kiam!" )an munculla" seorang laki!laki yang membuat #wa -ong
menjadi pucat rnukanya karena mengenal orang ini sebagai orang yang tela"
menculiknya. Lalu muncul dua orang lain yang berpakaian sebagai pendeta!
pendeta (gama To 6tosu7 akan tetapi tidak seperti para tosu biasanya di
atas rambut mereka terdapat "iasan bunga teratai.
"Mana boca" nakal yang gila itu," tanya seorang di antara dua orang tosu
tadi sambil memandang ke kanan kiri.
$usiok berdua menjaga kalau dia muncul biar teecu melarikan anak ini lebi"
dulu!" kata si penculik itu sambil menubruk #wa -ong.
"#oai (tong lekas keluar....! Tolong aku.....!" #wa -ong berteriak!teriak sambil
loncat mengelak dan lari mendekati telaga. Penculik itu sambil tertawa lebar
mengejar.
"-endak lari ke mana kau,"
Tiba!tiba muncul kepala #oai (tong dari permukaan air dengan kedua tangan
rnemegang dua ekor ikan. Meli"at #wa -ong dikejar orang kedua tangannya
bergerak dan dua ekor ikan itu dengan kecepatan luar biasa menyambar ke
ara" penculik yang tak keburu mengelak lagi.
(du" ..... auuuwww .... aaaapppp*
'kan pertama dengan tepat mengenai "idungnya dan enta" karena kesakitan
ikan itu membuka mulut dan..... menggigit "idung si penculik dan ketika si
penculik mengadu"!adu" ikan ke dua melayang tepat ke..... mulutnya yang
celangap terus masuk sampai ke kerongkongannya. Tentu saja dia menjadi
kebingungan seperti kakek kebakaran jenggotnya. )engan susa" paya" dia
68
Raja Pedang
dapat melepaskan ikan yang menggigit "idungnya dan menarik keluar ikan
ke dua dari tenggorokannya. -idungnya berdara" dan si penculik
menyumpa"!nyumpa" apalagi ketika meli"at #wa -ong tertawa cekikikan
menyaksikan pemandangan yang lucu itu. (kan tetapi meli"at #oai (tong
suda" meloncat naik dan kini orang ane" itu tertawa berdiri di dekat #wa
-ong si penculik tidak berani maju lagi dan mala" berlari ke belakang dua
orang tosu yang menjadi susioknya 6paman gurunya7.
)ua orang tosu itu melangka" maju meng"adapi #oai (tong. "#oai (tong"
kata seorang di antara mereka yang mempunyai andeng!andeng 6ta"i lalat7
besar di pipi kanannya ""arap kau jangan ikut campur dan berikan anak ini
kepada kami."
#oai (tong masi" tertawa!tawa dengan #wa -ong sama sekali tidak mau
melayani dua orang tosu itu. (kan tetapi #wa -ong yang maklum ba"wa dua
orang tosu itu pun tidak mempunyai maksud baik agaknya teman dari si
penculik tadi segera berkata "#oai (tong jangan dengarkan mereka.
.anyang saja!"
#oai (tong tertawa lagi dan menggerak!gerakkan tubu"nya yang basa"
kuyup itu. (ir dari pakaiannya memercik!mercik dan. menyambar ke ara" dua
orang tosu itu. Tak dapat dicega" lagi pakaian tosu itu pun terkena air mala"
muka mereka menjadi basa" dan terasa $akit karena sambaran titik!titik air
itu terasa seperti jarum!jarum menusuk kulit. Mereka menjadi mara" dan
membentak.
"9rang gila kau mencari mampus," $erentak kedua tosu itu mencabut keluar
ikat pinggang mereka yang ternyata merupakan joan!pian 6cambuk lemas7
berduri nampaknya menakutkan sekali.
(kan tetapi #oai (tong "anya tawa saja dan begitu kedua orang menyerang
dia tela" memegang anak pana"nya yang berujung ke"ijauan. 0nta" dari
mana dia mengeluarkan senjatanya ini. Terdengar suara keras dan dua orang
tosu itu mengeluarkan seruan terta"an karena joan!pian mereka yang
diserangkan tadi bertemu dengan anak pana" membuat tangan mereka
tergetar. 2amun karena mereka percaya akan kepandaian sendiri apalagi
karena mereka maju berdua dua orang tosu ini tidak gentar dan segera
mengurung meng"ujankan sambaran joan!pian ke ara" tubu" #oai (tong.
9rang ane" ini menggerakkan anak pana"nya sambil tertawa!tawa dan
kadang!kadang dia menggerakkan tubu"nya ngirim titik!titik air menyambar
ke ara" kedua orang lawannya. #wa -ong bertepuk tangan memberi "ati
kepada temannya.
"-ayo #oai (tong. .asak mereka sikat saja"
Pertempuran berjalan seru sekali. Ternyata kepandaian dua orang tosu itu
pun li"ai bukan main. .erakan joan!pian mereka amat "ebat seperti dua
ekor ular yang menggeliat!geliat dan menyambar!nyambar. 2amun semua
serangan mereka dapat di"indarkan ole" #oai (tong dengan muda".
$ebaliknya dengan anak pana"nya itu pun #oai (tong tidak mampu
mendesak dua orang lawannya mala" nampaknya #oai (tong dalam
gerakan!gerakannya terlampau lema" sedangkari dua orang lawannya itu
makin cepat dan kuat daya serangannya. -al ini tidak ane" karena dua orang
itu rnenggunakan ilmu silat yang mengandung tenaga 4ang sebaliknya #oai
(tong memang memiliki kepandaian yang berdasarkan tenaga 'm yang lebi"
"alus dan lemas. 2amun "anya tampaknya saja dia kala" cepat dan kala"
69
Raja Pedang
kuat pada"al sesunggu"nya tidak demikian karena dengan tenaga lemas dia
dapat mempergunakan tenaga lawan untuk balas menyerang.
Pada jurus ke lima pulu" tiba!tiba dua orang tosu itu mengeluarkan bunyi
ane" melengking tinggi dan serentak mereka menggerakkan tangan kirinya
ke depan. -anya tampak sinar beraneka warna menyambar ke ara" #oai
(tong. 9rang ane" ini tampak kebingungan cepat dia memutar anak
pana"nya sambil mengibaskan tangan kirinya seperti orang mene"adapi
sambaran banyak senjata ra"asia yang kecil. (kan tetapi tetap saja dia
mengadu" ketika terasa pundak kirinya gatal!gatal.
(du" curang..... au" curang... )an orang tinggi besar yang berjiwa anak!
anak ini lalu menangis! (kan tetapi sambil menangis dia menyerang ! lebi"
"ebat se"ingga kedua lawannya terpaksa banyak main mundur saja karena
memang bukan main berba"ayanya sepak terjang #oai (tong yang seperti
seorang anak!anak sedang mara" itu.
#wa -ong k"awatir sekali meli"at ba"wa temannya menangis dan agaknya
kesakitan.
"Tosu!tosu bau! #akek!kakek mau mampus! Tak ta"u malu ci" tak ta"u
malu. $uda" main keroyokan masi" berlaku curang!" #wa -ong memaki!maki
se"ingga kedua orang tosu itu rnenjadi mera" mukanya.
")iam anak setan!" bentak kakek yang berta"i lalat pipinya
DD#au yang diam tosu bau! (""" kalau aku suda" besar kucokel ta"i lalatmu
di pipi itu kuganti dengan ta"i kerbau!" #wa -ong memaki dan makian ini
membuat #oai (tong yang tadi menangis menjadi tertawa terba"ak!ba"ak.
"-a!"a!"a betul!betul! .anti dengan ta"i orang lebi" bau lagi!" (kan tetapi
setela" dia tertawa penyerangannya kurang kuat dan dia kena didesak
mundur lagi. #wa -ong meli"at ini menjadi makin k"awatir. #oai (tong bole"
jadi li"ai akan tetapi dia kurang siasat dan seperti anak kecil saja pula kedua
orang lawannya itu ternyata amat li"ai.
Pada saat itu si penculik diam!diam mendekati #wa -ong. la menganggap
anak ini mengganggu kedua orang susioknya pula meli"at orang ane" itu
terdesak dia mendapat kesempatan untuk menangkap #wa -ong. $etela"
dekat dia menubruk anak itu. #wa -ong yang suda" banyak belajar ilmu silat
cepat membanting diri ke belakang se"ingga tubrukan itu meleset dan.....
tiba!tiba #oai (tong menggerakkan tangan kirinya dari jau" dengan cara
mendorong. Tanpa dapat dicega" lagi tubu" penculik itu terlempar masuk ke
dalam air telaga!
#oai (tong tertawa cekakakan dan #wa -ong mau tak mau tertawa geli juga
meli"at betapa si penculik yang sial itu sekali lagi menyumpa"!nyumpa"
sambil berenang ke pinggir dan merayap naik dengan pakaian basa" kuyup.
(kan tetapi #wa -ong yang agaknya lebi" cerdik daripada #oai (tong segera
teringat akan gerakan tangan kiri orang ane" itu.
"#oai (tong gunakan tangan kirimu putar!putar dan pukul....." la teringat
betapa li"ainya tangan kiri #oai (tong yang perna" memukul mundur
rombongan penculik juga tadi baru saja diperli"atkan lagi ketika mendorong
tubu" si penculik ke dalam telaga.
$eperti orang baru teringat #oai (tong meng"entikan suara ketawanya dan
berkata "<a" iya aku sampai luka. 0" 'ni rasakan pukulanku tosu!tosu
"idung kerbau!" la memutar!mutar tangan kirinya dengan gerakan lucu
seperti orang..... menyelinger mobil lalu mendorong dua kall ke depan.
70
Raja Pedang
)ua orang tosu itu masi" belum menduga ba"wa gerakan yang ane" dan
lucu ini adala" gerakan pukulan /ing!tok!ciang maka begitu mereka
terdorong mereka mengeluarkan teriakan kaget mundur ter"uyung!"uyung
dengan muka pucat dan napas sesak.
"5elaka.....!" Mereka berteriak dan cepat mereka melarikan diri seperti dikejar
setan. Pada"al yang mengejar mereka bukan lain adala" si penculik yang
lebi" ketakutan lagi meli"at susiok!susioknya melarikan diri.
"#ejar #oai (tong. Tangkap!" seru #wa -ong berkali!kali. (kan tetapi #oai
(tong "anya tertawa!tawa lalu berjingkrakan sambil bertepuk!tepuk tangan
kegirangan seperti seorang anak!anak bergirang karena menang dalam
permainan.
"&agus ya, &agus ya," katanya kepada #wa -ong. "$ayang ikan!ikan itu
dimakan monyet tadi. 'kan!ikan sisik kuning emas tulen tadi."
"$uda"la" aku suda" bosan. (ku mau kembali kepada aya" -ayo antarkan
aku*.
#enapa kembali, -abis aku bagaimana, 0" 0nci..... siapa namamu,"
.eli juga "ati #wa -ong mendengar orang itu menyebutnya enci 6kakak
perempuan7 orang setua aya"nya kok menyebut enci. &enar!benar gila
"2amaku -ong s"e #wa."
"/angan kembali dulu 0nci -ong. (ku masi" senang bermain!main dengan
kau. Mari kuperli"atkan puncak yang ada bunga cengger ayam. &agus
sekali." #oai (tong membujuk!bujuk seperti anak merengek!rengek.
"Tidak aku suda" lama pergi takut aya" meng"arap!"arap kembaliku."
"#au takut dimara"i aya"mu, /angan takut. #alau dia berani mara" kupukul
dia!"
Tiba!tiba #wa -ong memandang kepada #oai (tong dengan muka beringas
dan mata berapi. "(pa katamu, #au mau pukul aya", #au berani puku/ dia,
#ubunu" kau!"
#oai (tong nampak kaget dan cepat dia berkata "alus "(" tidak..... tidak
0nci -ong..... aku tidak berani....."
#wa -ong biarpun masi" kecil sekarang mengerti ba"wa orang ini memang
tidak normal merasa seperti seorang anak yang kecil lebi" kecil dari dia
sendiri. Maka ia lalu berkata dengan suara mara" menakut!nakuti.
"#alau begitu lekas antar aku kembali kepada aya". #alau kau tidak mau
Eku tidak suka lagi menjadi temanmu."
9" baik baik 0nci -ong baik. Marila" ....." #oai (tong memegang lengan
tangan #wa -ong dan seperti tadi dia berlari cepat sekali kembali ke dalam
"utan di mana tadi mereka meni"ggalkan #wa Tin $iong dan $ian -wa. (kan
tetapi setela" tiba di tempat itu mereka ttdak dapat menemui dua orang itu
yang suda" lama pergi. -ari tela" menjadi senja dan #wa -ong gelisa" bukan
main.
"#au yang sala"! #enapa kauajak aku pergi, $ekarang bagaimana, #e mana
aku "arus mencari aya"," .adis citik ini rnembanting!banting kakinya
se"ingga #oai (tong juga ikut bingung dan ketakutan.
"-abis bagaimana baiknya, $ala"nya aya"mu yang tidak mau menunggu
disini" ia membela diri.
"#aupersala"kan aya", Lekas sekarang kita menyusul. #au "arus dapat
membawa aku bertemu dengan aya" kalau tidak awas kau.....!"
#oai (tong mengangguk!angguk. "&aikla"...... mari kita susul aya"mu."
Mereka keluar dari "utan itu akan tetapi terpaksa mereka ber"enti karena
71
Raja Pedang
malam tela" tiba. #wa -ong meraba bingung dan gelisa" sekali ingin
menangis akan tetapi ia maklum ba"wa kalau dia menangis maka "al itu
ba"kan akan membuat #oai (tong menjadi bingung ia mena"an
perasaannya dan bersikap seola"!ola" ia menjadi kakak yang memimpin
sedangkan #oai (tong seperti adiknya.
"(ku mau mengaso dan tidur di bawa" po"on sini kaubuatkan api unggun
dan menjaga di sini" katanya. (kan tetapi #oai (tong begitu bodo"nya
se"ingga membuat api unggun saja tidak becus. #wa -ong terpaksa
memberi petunjuk cara membuat api dari dua kayu yang digosok secara
keras. Tentu saja dengan tenaga 'weekangnya yang tinggi beberapa kali
gosok sa7a #oai (tong suda" ber"asil menimbulkan api. 9rang ane" ini
bersorak!sorak girang meli"at api dan sekiranya dia tidak bersama #wa -ong
yang mencega"nya tentu dia akan membuat api yang amat besar yang akan
membakar seluru" "utan!
)engan #oai (tong menjaga di dekatnya #wa -ong merasa aman dan anak
ini segera tertidur. Pada keesokan "arinya pagi!pagi sekali #wa -ong suda"
sadar karena merasa amat dingin. #etika ia meli"at ternyata orang ane" itu
pun suda"" tertidur mengorok sambil duduk bersandar po"on. $eketika #wa
-ong merasa ketakutan karena di dalam tidurnya lenyapla" si1at kanak!
kanak pada diri orang ane" itu keli"atan seperti seorang laki!laki yang
setenga" tua dan menakutkan. Rasa takut membuat #wa-ong segera
bangkit lalu berjalan perla"an meninggalka" #oai (tong yang masi" tertidur.
&agaimanapun juga dia belum mengenal bagaimana watak orang ane" ini
sebenarnya dan makin lama kelakuan #oai (tong makin ane" menakutkan.
$iapa ta"u kalau!kalau akan timbul si1at ja"atnya demikian #wa -ong
berpikir sambil pergi meninggalkan orang itu dengan maksud mencari sendiri
aya"nya.
Lama ia berjalan sampai ia tlba di luar sebua" dusun ketika mata"ari tela"
mulai naik. #wa -ong mulai rnerasa lapar perutnya. (du" bagaimana ia
"arus mencari makan, Rasa lapar "ampir tak terta"ankan di waktu pagi itu
perutnya melilit!lilit dan terasa peri". -ampir ia menangis. Mulai ia merasa
menyesal mengapa ia meninggalkan #oai (tong. $ekiranya ada orang ane"
itu tentu dapat ia suru" mencari makanan.
Tiba!tiba #wa -ong terkejut ketika mendengar suara tinggi melengking yang
amat ane". la menole" ketakutan kekanan kiri akan tetapi tidak meli"at
sesuatu. $uara melengking itu makii lama makin dekat dan ak"irnya ia
meli"at seorang anak laki!laki berwaja" puti" pucat datang berjalan perla"an
sambil meniup sebua" suling yang bentuknya seperti ular. (nak itu
pakaiannya berwarna kuning bajunya terlalu panjang pada lengannya dan
belakangnya sampai "ampir menyentu" tana". <aja"nya tampan matanya
berkilat alisnya "itam menamba" waja" yang pucat itu menjadi makin
pucat. #wa -ong tertegun meli"at anak yang ane" itu. Tadinya ia tidak
meli"at sesuatu ketika anak itu masi" jau" akan tetapi setela" anak itu
datang makin dekat #wa -ong "ampir menjerit karena ngerinya. )i belakang
anak itu berjalan ratusan ekor ular besar kecil yang agaknya teratur sekali.
Tidak seekor pun menyeleweng jalannya semua mengikuti jejak pemuda itu
ada yang kepalanya menyusur tana" ada yang mengangkat kepala dan
berlenggang!lenggok akan tetapi kesemuanya mengikuti pemuda yang
menyuling tadi seakan!akan dikomandani ole" suara suling!
72
Raja Pedang
#wa -ong merasa ngeri bukan "anya karena meli"at ular demikian
banyaknya akan tetapi terutama sekali karena ia meli"at betapa pemuda itu
seakan!akan tidak ta"u ba"wa di belakangnya ada ratusan ular yang
mengikutinya masi" melangka" enak!enakan sambil menyuling.
"Lari.....! Lekas kau lari...... di belakangmu banyak ular.....!" #wa -ong
berteriak!teriak sedangkan anak ini sendiri lalu meloncat ke ara" sebatang
po"on besar dan memanjat po"on dengan ketakutan. )i atas po"on ia masi"
berteriak!teriak menyuru" anak laki!laki itu segera lari.
(kan tetapi anak itu bukannya lari mala" dengan perla"an sekarang dia
memutar ara"nya menuju ke ara" po"on itu! ;lar!ular itu pun terus
mengikutinya dan kini semua binatang yang menjijikkan ini tela" berkumpul
di bawa" po"on. )ari atas po"on #wa -ong dapat meli"at dengan jelas sekali
gerakan!gerakan ular!ular itu dan "ampir saja ia menjerit!jerit saking geli dan
jijiknya. Tubu" #wa -ong gemetar. $elama "idupnya belum perna" anak yang
taba" ini menderita ketakutan seperti di saat itu. &aru sekarang ia meli"at
ba"wa anak laki!laki yang usianya "anya satu dua ta"un lebi" tua dari
padanya itu sama sekali tidak dikejar ular!ular juga sama sekali tidak
diganggu mala" lebi" patut dikatakan ba"wa ular!ular itu binatang
peli"araannya. &uktinya sekarang anak laki!laki itu berdiri dikelilingi ular!ular
dalam jarak satu meter.
Tiba!tiba anak laki!laki itu ber"enti menyuling menengok ke atas dan
tertawa nakal meli"at #wa -ong bersembunyi di situ. #emudian dia meniup
lagi sulingnya dan..... ular!ular itu kini merayap ke ara" po"on dan berebutan
mereka mencoba untuk merayap naik!
&ukan main takut geli dan jijiknya "ati #wa -ong. "-eeeiiiii!" teriaknya
kepada anak laki!laki itu. "$uru" mereka pergi.....! ;sir mereka jangan
perbole"kan naik ke po"on.....!"
(kan tetapi anak itu dengan sepasang mata memancarkan sinar kenakalan
mala" memperkeras bunyi sulingnya dan ular!ular itu seperti gila dalam
usa"anya merayap naik ke atas po"on. &eberapa ekor di antaranya yang
agaknya biasa menaiki po"on suda" ber"asil naik mengeliat!geliat makin
mendekati #wa -ong.
-ampir saja anak ini pingsan saking jijiknya. Tubu"nya terasa kaku!kaku dan
kaki tangannya serasa lumpu". la memeluk cabang po"on dan memandang
ke ara" ular!ular yang merayap naik itu dengan waja" pucat. Tapi dasar #wa
-ong ber"ati keras seperti baja dia tidak menangis pada"al rasa jijik dan
takut membuat ia ingin sekali menjerit!jerit. (palagi ketika seekor ular yang
bersisik ke"itaman dan agak panjang suda" ber"asil merayap dekat dan kini
ular itu menjilat!jilat ke ara" kakinya.
#wa -ong meramkan matanya yang berkunang!kunang dan menjejakkan
kakinya ke ara" ular itu. (kan tetapi ular itu mala" merayap ke ara" kakinya.
Terasa dingin dan menggeliat!geliat di betis kiri!
Tak terta"ankan pula saking ngeri dan jijiknya #wa -ong menjerit
dan....robo" terguling dari atas cabang po"on!
Pada saat itu berkelebat bayangan orang dan ta"u!ta"u tubu" #wa -ong
suda" berada dalam pondongan #oai (tong!
9rang ane" ini dengan ginkangnya yang tinggi melompat dan suda"
melampaui kumpulan ular kemudian dia "endak membawa lari #wa -ong.
73
Raja Pedang
"-e tunggu dulu jangan lari!" terdengar anak laki!laki itu membentak
dan..... ane" sekali #oai (tong ber"enti dan membungkuk dengan "ormat
kepada anak itu.
"9rang gendeng kenapa kau lancang tangan, (pa kaukira aku sendiri tidak
bisa menolongnya ketika jatu" dari po"on," (nak laki!laki itu nampak mara"
dan menegur #oai (tong.
"Maa1 Tuan Muda maa1. )ia ini adala" sa"abatku kukira tadi akan celaka
maka aku menolongnya. Maa1....."
#oai (tong nampaknya takut!takut dan meng"ormati sekali seperti seorang
anak kecil bertemu dengan anak lain yang lebi" jagoan.
(nak laki!laki bermuka puti" itu tersenyum mengejek. "(pa kau ingin di"ajar
lagi ole" su"u 6guru7,"
#wa -ong tak dapat mena"an kesabarannya lagi. $etela" sekarang #oai
(tong berada di situ bersama dia tak lagi ia takut meng"adapi ular!ular itu.
(palagi ia merasa mendongkol sekali karena selain anak itu tela"
mengganggunya juga sikap anak itu ter"adap #oai (tong benar!benar
keterlaluan sekali di samping ke"eranannya meli"at betapa #oai (tong
agaknya amat takut dan meng"ormat kepada boca" bermuka put".
"#eparat tak kenal mampus!" teriaknya sambil menudingkan telunjuknya ke
muka anak itu. "Penja"at macam engkau "arus dibasmi!" $ambil berkata
demikian #wa -ong menyerang dengan kedua tangannya karena pedangnya
suda" pata" ketika ia menyerang -ek!"wa #ui!bo da"ulu itu.
"0nci -ong jangan ... #oai (tong mencega" dan memegang lengan #wa
-ong. -al ini membuat #wa -ong menjadi makin naik dara". la
merenggutkan lengannya dan membentak.
"#au bole" takut kepadanya akan tetapi aku tidak!" )an ia terus meloncat
maju memukul ke ara" dada anak itu.
&oca" yang bermuka pucat itu "anya tersenyum mengejek sulingnya yang
berbentuk ular itu bergerak ke depan dan ta"u!ta"u tubu" #wa -ong menjadi
kaku tak dapat bergerak lagi. )alam segebrakan saja dan dengan gerakan
yang tak terduga cepatnya boca" muka puti" itu tela" menotoknya!
#oai (tong melangka" maju dan sekali tepuk pada pundak #wa -ong orang
ane" ini tela" membebaskan totokannya. "0nci -ong jangan lawan Tuan
Muda...." orang ane" itu mencega" lagi.
(kan tetapi anak yang berwatak keras seperti #wa -ong mana mau suda"
begitu saja setela" ia merasa diper"ina orang, la mara" sekali dan dengan
nekat ia lalu maju menyerang lagi.
"0" budak perempuan kau masi" belum kapok," (nak laki!laki bermuka
pucat itu kembali menggerakkan sulingnya. (kan tetapi tiba!tiba suling itu
menyeleweng ke kiri dan tubu" #wa -ong juga terdorong mundur seakan!
akan ia didorong ote" tenaga yang tidak keli"atan. (nak laki!laki itu
melangka" mundur dan berkata.
"$u"u..... dia yang menyerang teecu....."
#etika #wa -ong suda" berdiri tegak ia meli"at seorang laki!laki tua
bertubu" sedang berpakaian seder"ana scperti petani dengan baju yang
ber/engan panjangsuda" berdiri di situ sambil tersenyum!senyum. $epasang
mata orang tua ini liar bergerak!gerak ke sana ke mari. 4ang meng"erankan
"ati #wa -ong adala" sikap #oai (tong yang tiba!tiba menjatu"kan diri
berlutut sedangkan anak laki!laki tadi pun berdiri membungkuk!bungkuk.
#akek itu seakan!akan tidak meli"at orang lain menole" ke ara" rombongan
74
Raja Pedang
ular di belakang anak itu lalu tangan kirinya bergerak. #wa -ong tidak ta"u
bagaimana terjadinya demikian cepat gerakan ujung lengan baju orang tua
itu akan tetapi ta"u!ta"u seekor ular besar tela" dibelit ujung lengan baju
itu kepala ular dipegang dan..... dengan la"apnya orang tua itu menggigit
tubu" ular mengambil dagingnya dan makan daging berdara" itu dengan
enak sekali! ;lar itu berkelojotan di tangannya menggeliat!geliat.
Pemandangan ini amat mengerikan "ati #wa -ong yang berdiri memandang
dengan mata terbelalak. $etela" meng"abiskan tiga gumpalan daging kakek
itu melemparkan ular yang tadi berkelejotan dan mencoba untuk lari dari
situ. ;lar!ular yang lain diam tak ada yang berani bergerak. $ekali lagi
dengan cara seperti tadi yaitu dengan ujung lengan bajunya kakek itu
menangkap seekor ular berkulit "ijau yang tampaknya berbisa sekali lalu
makan daging ular "idup ini seperti tadi pula.
$etela" melemparkan sisa ular itu barula" kakek ini berpaling kepada #oai
(tong dan bertanya "(nak besar gila mana gurumu,"
"-amba..... "amba tidak ta"u di mana Locianpwe. -amba sedang "endak
kembali mencari su"u.....*
#akek itu tidak peduli lagi kepada #oai (tong lalu memandang #wa -ong
dengan matanya yang tajam bergerak!gerak liar. #wa -ong merasa ngeri
akan tetapi anak yang taba" ini balas memandang dengan matanya yang
bening.
"(nak bernyali besar siapa aya"mu,"
"(ya" bernama #wa Tin $iong berjuluk -oa!san 't!kiam" jawab #wa -ong.
#akek itu mendengus. "-u" anak murid -oa!san!pai. (pa becusnya, (kan
tetapi nyalimu besar tulangmu baik."
Tiba!tiba dia membalik kepada anak muka puti" tadi.
"#in!ji lain kali kau tidak bole" mengganggu anak yang bernyali besar ini. Tak
ta"u malu kau!"
"(mpun $u"u....."
"-ayo usir semua cacing ini!"
(nak bermuka puti" yang bernama #in itu segera meniup sulingnya dan
semua ular itu merayap pergi. $ebentar saja bersi"la" tempat itu ba"kan
dua ekor ular yang suda" "ilang sebagian dagingnya tadi pun kini suda"
merayap pergi memasuki semak!semak.
"#oai (tong kenapa kau membawa!bawa anak ini," bentak lagi kakek itu
kepada #oai (tong.
#oai (tong mengangguk!anggukkan kepalanya. "0nci -ong ini..... dia sa"abat
baik teecu "endak teecu susulkan kepada aya"nya di -oa!san...."
"&aik kau tidak lekas pergi menanti apa lagi,"
#oai (tong memberi "ormat berkali!kali dan berkata "Terima kasi"
Locianpwe..... terima kasi"....." la lalu berdiri menyambar lengan #wa -ong
dan membawanya lari dari tempat itu. #wa -ong berkali!kali bertanya
tentang kakek ane" itu akan tetapi #oai (tong tidak mau menjawab. $etela"
mereka lari sepulu" li lebi" jau"nya barula" #oai (tong melepaskan tangan
#wa -ong dan ber"enti napasnya terenga"!enga".
"(du"..... "ampir saja..... "ampir saja celaka....." Mungkin karena rasa takut
dan ngerinya orang yang biasanya bersikap seperti kanak!kanak ini sekarang
agak lebi" normal sikapnya.
"(da apa #oai (tong, $iapaka" kakek itu, $iapa pula boca" yang
memeli"ara ular itu," #wat -ong bertanya.
75
Raja Pedang
#oai (tong berkali!ka/i menarik napas panjang lalu duduk di atas tana". ")ia
adala" $iauw!ong!kwi toko" terbesar 6 dari utara amat li"ai dan ganas. #au
li"at tadi makanannya saja ular "idup. &oca" itu muridnya li"ai sekali
biarpun masi" kecil tapi kepandaiannya tidak kala" ole"ku! 2amanya .iam
#in. -ati!"atila" kau kalau bertemu dengan dua orang itu."
$etela" agak reda takutnya timbul kembali si1at kanak!kanak dari #oai
(tong. la mulai tertawa!tawa dan berkata "Menyenangkan sekali ular!ular itu
ya, #alau kita bisa menyuling seperti dia waaa" senangnya!"
#wa -ong bergidik. "Menyenangkan apa, Menjijikkan. -i" "anya anak setan
yang bermain!main dengan segala macam ular. 0" #oai (tong sekarang
"ayo lekas antar aku ke -oa!san. #alau kau tidak mau aku pun tidak sudi
lagi menjadi temanmu."
"-e"!"e"!"e" 0nci -ong. Tentu saja kuantar. &iarla" kalau su"u akan mara"
karena lama aku tidak kembali pali"g!paling akan digebuk pantatku. -ayo
mari kugendong kau!"
)engan cepat sekali #oai (tong menggendong #wa -ong di punggungnya
dan orang ane" ini lalu menggunakan kepandaiannya untuk cepat berlari
menuju ke -oa!san. )iam!diam #wa -ong makin ngeri kalau mengenangkan
peristiwa tadi. #alau #oai (tong yang suda" begini li"ai takut kepada orang
tua itu sampai berapa "ebat kepandaian $iauw!ong!kwi, )an anak bermuka
puti" itu benarka" lebi" li"ai daripada #oai (tong, Tentu saja dia tidak ta"u
ba"wa tak mungkin anak bernama .iam #in itu lebi" li"ai daripada #oai
(tong "anya karena #oai (tong amat takut kepada $iauw!ong!kwi maka dia
berkata demikian.
Pada masa itu kekuasaan bangsa Mongol yang menjaja" daratan Tiongkok
mulai menyuram. )i mana!mana timbul kekacauan dan pemberontakan!
pemberontakan kecil yang merongrong kekuasaar dan kewibawaan
pemerinta" .oan. $ungai!sungai besar seperti $ungai 4ang!ce atau $ungai
-uang!"o yang tadinya merupakan pusat pengangkutan
perdagangansekarang penu" ole" bajak!bajak sungai dan perampok!
perampok. &ajak dan perampok ini demikian beraninya se"ingga kalau dulu
mereka "anya mengganggu pera"u kecil yang tidak terjaga kuat sekarang
mereka ini tidak segan!segan untuk membajak pera"u besar yang dijaga
ba"kan pera"u pembesar .oan mereka ini berani kadang!kadang
mengganggunya.
#ota dan dusun yang terletak di sepanjang $ungai 4ang!ce tidak luput
daripada gangguan para bajak dan rampok ini. 9le" karena itu maka
keadaannya sekarang menjadi sepi para pedagang tidak berani lagi
melakukan perjalanan seorang diri para pengiring barang tidak berani lagi
kalau tidak terjaga ole" serombongan piauwsu 6pengawal barang7 yang kuat.
&a"kan para pembesar yang melakukan perjalanan selalu membawa
pasukan bersenjata lengkap.
)usun #ui!lin di tepi $ungai 4ang!ce termasuk Propinsi -u!pek tadinya
merupakan dusun yang ramai dan makmur terkenal akan pengeluaran
ikannya yang besar!besar dan banyak serta "asil "utannya yang amat kaya.
&iasanya di dusun ini banyak dikunjungi pedagang!pedagang dari lain daera"
se"ingga di pinggir sungai banyak diikat pera"u!pera"u besar dan di darat
banyak terdapat kuda dan kereta. (kan tetapi ak"ir!ak"ir ini dusun #ui!lin
juga ikut menjadi sunyi sekali. Tidak ada pedagang luar daera" yang berani
datang melakukan perjalanan yang berba"aya. Pedagang!pedagang di #ui!lin
76
Raja Pedang
sendiri selain mengalami sepi juga sering kali mendapat ganguani dari para
penja"at se"ingga berbondong!bondong mereka yang mempunyai cukup
modal lalu berpinda"an ke kota!kota besar. &anyak pula yang menderita
gulung tikar se"ingga dusun #ui!lin sekarang menjadi dusun yang sunyi
"anya ditinggali para nelayan dan petani yang tidak punya apa!apa untuk
dirampok lagi.
Maka agak meng"erankan kalau orang meli"at adanya sebua" warung arak
yang menjual macam!macam makanan setiap "ari dibuka di pinggir sungai di
dusun itu. (kan tetapi sebetujnya tidak ane" karena yang memiliki warung
itu adala" P"ang #wi si mata satu seorang toko" yang terkenai dalam dunia
penja"at se"ingga sebagai orang segolongan dia tak perna" diganggu ole"
para perampok dan bajak yang menjadi kawannya sendiri. Mala" "ampir
semua langganan warung arak ini terdiri daripada penja"at!penja"at belaka.
$uatu pagi yang sunyi P"ang #wi masi" enak!enak tidur mendengkur
warungnya belum dibuka. -ari baru pukul enam dan biasanya kalau belum
jam delapan lewat setela" mata"ari naik tinggi P"ang #wi belum mau
membuka warungnya. $uda" setenga" ta"un dia membuka warung dan tak
perna" ada orang berani mengganggunya. Tidak "anya takut akan kepalan
tangan yang keras dari si mata satu akan tetapi juga takut . kalau si mata
satu itu melaporkan kepada kepala mereka yang kesemuanya suda" dikenal
baik ole P"ang #wi. Perna" ada tiga orang anggauta bajak tidak mau
membayar setela" makan minum di warung itu. P"ang #wi tidak mau
melayani mereka "anya melaporkan kepada kepala bajak yang dikenalnya
baik. Tiga orang anggauta bajak itu di"ajar ole" kepalanya sendiri dan P"ang
#wi mendapatkan uangnya. $emenjak itu Para bajak dan rampok tidak
berani lagi mengganggunya.
(kan tetapi pada pagi "ari ini selagi P"ang #wi masi" tidur pintunya digedor
orang! 0nam orang penunggang kuda yang bersikap kasar!kasar turun dari
kuda masing!masing di depan warung. Mereka menyumpa"!nyumpa" karena
buruknya jalan dan karena dinginnya "awa. $eorang di antara mereka yaitu
pemimpinnya adala" seorang bermuka mera" bertubu" tinggi besar dan di
pinggangnya tergantung sebatang golok besar dan sekantong piauw. )ia
inila" yang disebut (ng!bin Piauw!to 6.olok Piauw Muka Mera"7 seorang
kepala perampok yang terkenal kejam dan li"ai ilmu silatnya.
")or!dor!dor!dor!dor! &uka pintu P"ang #wi kura!kura yang malas!" seorang
di antara anggauta rombongan ini menggendor pintu sambil memaki!maki.
P"ang #wi kaget di dalam kamarnya. $etela" terbangun dan mendengarkan
dengan penu" per"atian tukang warung ini mengomel panjang pendek.
"&edeba"...... setan alasan...... $epagi ini mengganggu orang yang sedang
enak tidur. Minta di"ancurkan kepalanya setan itu!" )engan langka" lebar
dan muka merengut P"ang #wi menuju ke pintu warungnya dan membuka
daun pintunya. (kan tetapi mukanya yang merengut itu disambut gelak tawa
ole" enam orang itu.
"-a!"a!"a kura!kura malas s"e P"ang baru munculkan kepalanya!"
"-e P"ang tua ada tuan!tuan besar datang kau tidak lekas sambut orangi
macam apa kau ini,"
"P"ang #wi kau cuci muka dulu dan cuci tangan baru keluarkan arak
"angatD."
P"ang #wi mulai "ilang kerut mukanya apalagi ketika dia meli"at pimpinan
rombongan yang bermuka mera". $egera dia menjura dan berkata.
77
Raja Pedang
"("ai kiranya (ng!twako yang datang berkunjung. $ilakan masuk dan duduk.
-e teman!teman kalian baik!baik saja, Mana ole"!ole"nya untuk aku,"
"9le"!ole" apa, /aman $edang sukar begini. Tapi nanti sebentar....."
"$ssttt Lo!tan tutup mulutmu!" $i muka mera" membentak dan pembicara
itu pun tidak melanjutkan kata!katanya.
&eramai!ramai mereka memasuki warung arak dan P"ang #wi sibuk melayani
mereka meng"angatkan arak dan meng"angatkan beberapa macam kue.
Tentu dia tidak jadi mara" karena mereka ini adala" teman!teman baiknya
teman!teman "seperjuangan" ketika dia da"ulu masi" menjadi anak bua"
dan pembantu (ng!bin Piauw!to di dalam "utan. Memang P"ang #wi ini
da"ulunya juga bukan orang baik!baik selain perna" menjadi anak bua" (ng!
bin Piauw!to menjadi perampok perna" pula dia menjadi anggauta bajak
sungai.
"Mana daging ikan," $i muka mera" bertanya ketika meli"at ba"wa "idangan
yang dikeluarkan "anya roti kering dan beberapa macam kue saja. "(ku
mendengar daera"mu ini mengeluarkan ikan yang enak."
<a" sukar sekarang ini Twako. Para nelayan "anya mencari ikan untuk
perut mereka sendiri saja. (ku pun "anya bisa membeli kalau memesan lebi"
dulu."
Masa begitu, &iar kami mencari di pinggir sungai!" Tiga orang anggauta
perampok segera pergi keluar dan tak lama kemudian ribut!ributla" di pinggir
sungai ketika secara kasar para perampok ini merampas ikan!ikan yang baru
saja didapatkan ole" beberapa orang nelayan. $eorang nelayan muda yang
berusa"a untuk membela "aknya mendapat "adia" bacokan se"ingga dia
reba" mandi dara". 2elayan!nelayan lain menjadi ketakutan dan mereka ini
"anya bisa menarik napas panjang dan mengertak gigi sambil menolong
kawan mereka ketika tiga orang ini pergi membawa ikan!ikan besar sambil
tertawa!tawa.
$ementara itu P"ang #wi mendekati (ng!bin Piauw!to sambil berbisik.
"(ng!twako apaka" yang dimaksudkan ole" Lo!tan tadi,"
(ng!bin Piauw!to tersenyum. "$ebetulnya bukan ra"asia "anya tidak enak
kalau dibicarakan di luar warungmu. #ami sedang menanti lewatnya
serombongan pedagang yang membawa barang dua kereta banyaknya.
Mereka akan lewat di dusun ini enta" siang nanti enta" sore "ari.
&erseri P"ang #wi. "-ebat. (kan tetapi kenapa mereka itu berani bepergian
di waktu begini, &enar ane". Tentu ada pengawal!pengawal yang kuat....."
(ng!bin Piauw!to mengeluarkan suara mengejek. "-a" apa artinya
pengawalan dari lima orang piauw!su 6pengawal7 Pek!coa!piauwkok,"
"&etapapun juga "arap Twako ber"ati!"ati. #alau orang suda" berani
melakukan perjalanan di saat seperti sekarang tentu mereka itu mempunyai
andalan."
"$uda"la" kalau kau takut jangan ikut!ikut. #alau kau mau membantu tentu
kau mendapat bagian."
"$iapa takut, )engan Twako di sini siapa yang takut lagi, -a!"a!"a!"
Tiga orang perampok yang suda" menempatkan ikan tadi datang dan makin
gembirala" kawanan perampok ini makan minum sambil menikmati daging
ikan yang empuk dan guri". Pada saat itu terdengar bunyi derap kaki kuda
dan tampak seorang tua bongkok bermuka lucu turun dari seekor keledai
yang tua pula. #eledai itu suda" tua tidak ada rambutnya lagi karena
dimakan gudig telinga kiri tinggal sepotong telinga kanan panjang sekali
78
Raja Pedang
punggungnya juga bongkok seperti penunggangnya itu. )i dekat keledai
berdiri seorang pemuda yang bertubu" tinggi besar seperti raksasa bermuka
bodo" dan bermata sayu.
"-e"!"e"!"e" sedap sekali baunya .uri" enak...!" #akek itu terbongkok!
bongkok berjalan memasuki warung arak dulu tapi pemuda tadi yang
nampaknya tidak segembira kakek itu. Meli"at ba"wa di antara tuju" orang
yang sedang makan minum itu ada seorang yang berdiri menyambutnya
kakek itu ta"u ba"wa yang berdiri itu tentula" pemilik warung maka dia
segera berkata.
"-e sa"abat. Lekas kausediakan ikan yang gemuk dimasak seperti yang
sedang kalian makan itu. <a" baunya guri" sekali. 5epatan untuk dua
orang!"
P"ang #wi memandang dengan muka mendongkol. Meli"at pakaiannya
suda" terang ba"wa kakek dan pemuda itu orang!orang miskin apalagi kalau
dili"at ba"wa yang ditunggangi kakek itu "anya seekor keledai tua tidak
dimuati apa!apa di punggungnya lagi. $ekarang P"ang #wi sedang menjamu
makan teman!teman lamanya dan dia suda" minum banyak arak tentu saja
keberaniannya bertamba" dan kegalakannya memuncak.
"/angan mengemis di sini aku tidak punya apa!apa untuk diberikan kepada
kalian!" katanya sambil bertolak pinggang.
Pemuda yang bermuka bodo" dan bermata sayu itu tiba!tiba melemparkan
sebua" kantong di atas meja. $uaranya gemerincing dan kakek itu sambil
tertawa!tawa membuka kantong. "#ami tidak mengemis "e"!"e"!"e" kami
membeli sa"abat."
&ukan "anya mata P"ang #wi yang melotot lebar juga enam pasang mata
(ng!bin Piauw!to dan kawan!kawannya melebar yang dibuka ole" kakek itu
ternyata berisi potongan!potongan emas dan perak!
"9rang tua ikan tidak ada lagi" kata P"ang #wi masi" ter"eran!"eran.
"$a"abat tua kalau tidak menjadi celaan marila" duduk makan bersama
kami. 'kan di sini cukup banyak." Tiba!tiba (ng!bin Piauw!to berkata dengan
rama" kepada kakek itu.
$i kakek menutup lagi kantongnya memasukkannya dalam saku baju
pemuda tadi dan sambil tertawa!tawa dia lalu maju meng"ampiri meja para
perampok dan duduk di dekat (ng!bin Piauw!to. Pemuda tinggi besar itu
duduk di sampingnya.
"-e"!"e"!"e" kalian orang!orang mengerti aturan. Memang bertemu di jalan
"arus saling menyalam tapi bertemu di meja makan "arus saling
menawarkan makanan. -a"!"a"!"a"!" Tanpa malu!malu lagi kakek itu lalu
"menyikat* masakan ikan dan arak yang di"idangkan. /uga pemuda itu
dengan gembulnya seakan!akan dia tak perna" makan masakan sesedap itu
menconto" perbuatan kakek tadi. Para perampok saling melirik. )iam!diam
mereka mendongkol sekali karena dua orang itu biarpun yang satu tua
bangka dan kurus bongkok sedangkan satunya lagi pemuda tinggi besar
akar tetapi takaran makannya ternyata tidak berbeda keduanya gembul
sekali.
"Mari minum lagi sa"abat tua." (ng!bin Piauw!to mengisi terus cawan arak di
depan kakek itu. P"ang #wi yang maklum akan maksud kawannya ini sambil
tersenyum juga mengisi cawan arak di depan pemuda itu se"ingga kakek
dan pemuda itu tanpa mereka keta"ui tela" "dilolo"" ole" kawanan
perampok. Makin banyak minum arak kakek itu makin gembira dan tertawa!
79
Raja Pedang
tawa akan tetapi sebaliknya pemuda raksasa itu makin pendiam. $ementara
itu para perampok makin sering saling lirik dan tersenyum!senyum karena
maklum ba"wa dengan "umpan" ikan dan arak mereka akan mendapatkan
"ikan besar".
4ang membuat mereka mendongkol adala" dua orang itu. &iarpun suda"
banyak menenggak arak belum juga robo" atau mabuk. (kan tetapi (ng!bin
Piauw!to bersikap sabar dan mengajak kakek itu mengobrol.
"#ek kau dan orang muda ini datang dari mana "endak ke manaka", #iranya
suda" sepatutnya kita berkenalan."
"-e"!"e"!"e" tentu saja tentu saja. $uda" makan bersama belum saling
mengenal. (ku s"e Tan bernama $am dan dia ini pembantuku bernama -ok
tidak punya s"e 6nama keturunan7 maka kuberi saja s"e!ku kepadanya maka
dia sekarang bernama Tan -ok. #ami tidak punya tempat tinggal tertentu
langit biru atap kami bumi lantai kami "e"!"e"! "e"....."
$emua perampok tertawa. )alan "al tempat tinggal kakek dan pembantunya
itu ternyata senasib dengan mereka. "(pa pekerjaanmu #ek," (ng!bin
Piauw!to bertanya lagi.
#akek yang bernama Tan $am itu tertawa lagi. "-e"!"e"!"e" tukang
pancing..... ya betul kami tukang pancing. #alau bukan tukang pancing
mana dapat menikmati ikan gemuk,"
&eruba" waja" (ng!bin Piauw!to yang mera" kini menjadi agak pucat.
Timbul dugaannya ba"wa mungkin sekali kakek dan pembantunya ini adala"
toko" bajak sungai yang terkenal. $iapa ta"u, (kan tetapi dia ragu!ragu
karena andaikata betul bajak sungai tak mungkin P"ang #wi tidak
mengenalnya. (kan tetapi kalau betul seorang bajak sungai mau apaka" dia
beraksi di darat,
"Tan!lopek kalau begitu kau mencari rejeki sepanjang $ungai 4ang!ce," 'a
mencoba untuk menyelidik.
#akek itu mengangguk!angguk. "Tidak "anya di 4ang!ce di -uang!"o atau
pun di lautan di darat dimana saja ada ikan besar" tentu akan kudatangi
untuk kupancing. &ukanka" begitu -ok!ji 6anak -ok7," #akek itu menepuk
pundak pembantunya sambil terkeke"!keke". Tan -ok pemuda raksasa itu
"anya mengangguk diam.
"#alau begitu" sambung (ng!bin Piauw!to dengan berna1su sedangkan para
anak bua"nya mendengarkan penu" per"atian karena maklum apa yang
dipikirkan ole" kepala mereka "tentu kau suda" kenal baik dengan Lui 5ai $i
&ajul &esi dengan #iang -un $i 2aga $ungai dan T"io 0k $ui $i 5ucut Mata
Mera"," Tiga nama kepala bajak yang paling terkenal disebut ole" kepala
rampok ini.
(kan tetapi kakek itu memandangnya dengan matanya yang sipit berseri
seakan!akan mendengarkan orang melawak. "Mereka itu betul!betul manusia
atauka" badut!badut, #ok namanya ane" sekali. &ajul &esi, <a" belum
perna" aku meli"atnya mendengar pun belum. #alau bajul biasa yang
panjangnya tiga kali orang saja aku perna" meli"atnya mala" bajul buntung
6buaya tak berekor B penja"at7 sering kali aku meli"at tapi bajul besi,
&elum belum perna" setua ini aku meli"atnya. Lalu yang ke dua 2aga
$ungai, -eran sekali tentang naga!naga ini kiranya belum perna" ada orang
meli"at aselinya. Perna" aku meli"at gambar!gambarnya dan patung!
patungnya akan tetapi kalau bertemu kiranya "anya dalam..... mimpi!
$epanjang pendengaranku naga itu adanya "anya di laut kalau ada naga
80
Raja Pedang
sungai agaknya "anya..... belut saja!" #akek itu tertawa!tawa akan tetapi
para perampok itu mana berani mentertawakan #iang -un $i 2aga $ungai,
"#emudian apalagi tadi, 5ucut Mata Mera", -a!"a!"a tentu ikan itu tak
perna" mendapatkan mangsa terlalu lapar dan menangis se"ingga matanya
mera" (tau bole" jadi semalam suntuk dia pelesir di ruma"nya naga sungai
tidak tidur maka matanya mera". -e"!"e"!"e"..... e" -ok!ji apaka" kau
perna" mendengar pula tentang bajul besi dan lain!lain itu,"
Tan -ok yang semenjak datangnya belum perna" mengeluarkan kata!kata
itu kini memandang ke langit!langit ruangan dan menuding sambil berkata
"'tu..... buaya kecil."
$emua orang memandang dan meledakla" ketawa mereka. 4ang disebut
buaya kecil itu bukan lain adala" seekor cecak yang merayap di atas. Tiba!
tiba cecak itu mungkin karena kaget mendengar orang!orang tertawa riu"
melepaskan kotoran dan..... kebetulan sekali ta"i cecak jatu" ke dalam cawan
arak (ng!bin Piauw!to!
"#eparat.....!" (ng!bin Piauw!to memaki mara".
"-a!"a!"a!"e"!"e" sobat muka mera" buaya kecil memberi "adia"
kepadamu. -e"!"e"!"e"! Tan $am tertawa terpingkal!pingkal sampai keluar
air matanya.
Tiba!tiba terdengar suara ketawa keras sekali suara ketawa Tan -ok yang
sejak tadi muram saja. #etawanya keras dan mendadak akan tetapi matanya
tetap sayu. "4ang kecil memberi "adia" yang besar ane"DD
(ng!bin Piauw!to dengan mara" mengambil sebatang senjata piauw. $enjata
ini kecil saja panjangnya satu dim ujungnya runcing kepalanya bundar
dengan ronce!ronce mera". &egitu tangannya digerakkan senjata ini
melayang ke atas ke ara" cecak.
(du" bagusnya apa yang melayang it." $i kakek menunjuk dengan jarinya F
ke ara" piauw yang melayang menyambar cecak. "5apppD." $enjata runcing
itu menancap bukan di badan cecak melainkan di pian beberapa sentimeter.
jau"nya dan binatang yang amat ketakutan dan kaget G
"-a!"a!"a tidak ke"a...... tidak kena.....!"
$emua orang ter"eran lebi" lagi (ng!bin Piauw!to. /arak antara tempat dia
duduk dan cecak itu takkan lebi" dari pada lima meter mengapa
sambitannya tidak kena, &iasanya dalam jarak seratus langka" tak perna"
piauwnya tidak mengenai sasaran apalagi sasaran tak bergerak seperti
cecak itu. #awan!kawannya mengira ba"wa dia terlalu banyak minum. (kan
tetapi (ng!bin Piauw!to sendiri tidak merasa demikian. Mungkin aku terlalu
mara" pikirnya. la mengambil piauw ke dua dan "serrrrr..... cappp!" kembali
piauwnya menancap pian dan kali ini ekor cecak itu terbawa piauw tertancap
pada papan sedangkan cecaknya sendiri yang suda" buntung lari dan
lenyap.
"-a!"a!"a!" Tan $am tertawa sambil tiada "entinya sejak tadi dia menudingi
cecak. "&uaya kecil menjadi bajul buntung kecil "a!"a!"a cocok benar.
$ayangnya dia masi" berlari dengan empat kaki kalau dengan dua kaki lebi"
lucu lagi!"
"&uaya kecil dicaplok buntutnya ole" yang besar suda" biasa!" kata Tan -ok
seperti bicara pada diri sendiri waja"nya tetap bodo" dan matanya sayu.
)ua orang perampok mara" bukan main. Terang ba"wa si kakek itu
mengejek dan boca" itu mala"an meng"ina. $eorang perampok yang
bertubu" pendek kecil mencengkeram ke ara" pundak Tan $am sedangkan
81
Raja Pedang
perampok lain yang bertubu" tiriggi besar tapi tidak sebesar tubu" Tan -ok
raksasa muda itu mengangkat kepalan tangannya yang besar untuk
memukul kepala Tan -ok. #akek dan pemuda itu agaknya tidak berdaya dan
tentu akan celaka kalau terkena serangan!serangan tadi akan tetapi (ng!bin
Piauw!to membentak.
"Mundur kalianD" #etika dua orang. anak bua"nya mundur dengan senyum
mengejek ia berkata ")ua orang ini tamu agung kita jangan diganggu dulu."
)alam kata!kata ini terkandung ejekan atau sindiran ba"wa belum tiba
saatnya untuk "turun tangan". #emudian dia berpaling kepada Tan -ok
sambil bertanya.
"9rang muda kau tadi mau maksudkan ba"wa aku adala" buaya besar,
&egituka","
-ening sejenak para kawanan perampok mendelik ke ara" Tan -ok yang
memandang bodo" sedangkan Tan $am "anya tersenyum!senyum sambil
mainkan matanya. /awaban Tan -ok benar tak disangka!sangka orang yang
tentu saja meng"arapkan jawaban "ya" atau "tidak". (kan tetapi dengan
suaranya yang lantang pemuda raksasa itu menjawab.
"Tuan bermuka mera" kau ini merasa menjadi buaya atauka" bukan,"
"Tentu saja bukan!"
"#alau bukan ya suda" kenapa masi" ribut!ribut lagi,"
P"ang #wi si pemilik warung tak dapat mena"an ledakan ketawanya akan
tetapi seketika dia ber"enti tertawa seperti jangkerik terinjak ketika (ng!bin
Piauw!to melotot kepadanya. #epala perampok ini menole" ke ara" Tan $am
dan berkata.
"#akek Tan $am kau mentertawakan perbuatanku menyambit cecak dengan
piauw mengapa,"
Tan $am tertawa lagi tertawa bebas lepas. "$elain cecak itu menjadi lucu
ke"ilangan buntutnya juga aku "eran mengapa kau tidak mengara"
kepalanya melainkan buntutnya!" )iam!diam (ng!bin Piauw!to menjadi malu
sekali sampai mukanya menjadi makin mera". 9rang lain tidak ada yang
ta"u ba"wa sambitannya yang kedua kalinya tadi sebenarnya memang
gagal. Tadi dia mengara" kepala binatang itu ane" sekali enta" mengapa kali
ini dia selalu gagal. &ukan kepala yang terkena melainkan buntutnya.
"9rang tua s"e Tan apaka" kau juga pandai menyambit dengan piauw,"
#akek itu longang!longok nampak bingung. "Piauw itu apa si","
$emua perampok tertawa besar (ng!bin Piauw!1o mengeluarkan dua batang
piauwnya dari kantong. "'nila" yang disebut piauw. #eta"uila" nama
julukanku adala" (ng!bin Piauw!to karena aku pandai menyambit piauw dan
main silat dengan golok."
#akek dan pemuda itu mengambil piauw tadi seorang satu meli"at!li"at dan
nampaknya kagum. "-ok!ji apa kau bisa menyambitkan piauw ini," tanya
kakek itu kepada pembantunya.
"(pa sukarnya menyambit, melempar saja!" katanya. #embali perampok
tertawa lebar.
"&ertaru"..... bertaru".....kata beberapa orang serentak.
&ole" sekali.....!" Tan $am terkeke". Mari bertaru" menyambit dengan piauw
ini. &erapa taru"annya,"
(ng!bin Piauw!to "endak mempermainkan dua orang itu maka sambil
tersenyum dia lalu mengeluarkan seadanya perak yang disimpan di
82
Raja Pedang
kantongnya menaru" di atas meja. "-anya ini milikku "ayo keluarkan
perakmu. &iar aku kalian keroyok berdua."
"&aik." #akek itu mengeluarkan sejumla" perak yang sama banyaknya
menaru" di atas meja lalu memandang kepala rampok itu. "Mengeroyok
bagaimana maksudmu,"
"#ita pasang se"elai daun pada dinding itu dalam jarak lima pulu" langka"
kita masing!masing melempar sebatang piauw ke ara" daun yang dijadikan
sasaran #au dan pembantumu masing!masing menyambit satu kali
andaikata ada seorang di antara kalian yang bisa mengenai daun dianggap
kena biarpun yang seorang lagi menyeleweng sambitannya. (ku "anya
menyambit satu kali saja."
"(kur!" #akek itu nampak gembira dan mengedip!ngedipkan matanya
kepada pemuda raksasa dengan muka yang jelas memperli"atkan keyakinan
untuk memenangkan pertandingan ini. "#au sambitla" lebi" dulu."
)aun sebesar telapak tangan ditempelkan pada dinding warung itu dan jarak
lima pulu" langka" diukur. Para perampok dan pemilik warung dengan
gembira berdiri di kanan kiri agak jau" dari tempat sasaran. $etela"
mengeluarkan piauwnya kepala rampok itu sambil tersenyum!senyum lalu
berkata.
"Li"at sambitanku!" Tangan kanannya bergerak dan piauw itu lalu meluncur
seperti anak pana" cepat sekali sampai "ampir tidak keli"atan ta"u!ta"u
tela" menancap di tenga" daun. Tepuk tangan kawan!kawannya menyambut
kea"lian ini dan Tan $am mulai plonga!plongo saling pandang dengan
pembantunya.
"<aaa" kok bisa kebetutan kena di tenga"!tenga"nya....." iat mengelu".
Para perampok tertawa.
"#akek bodo" mana ada ucapan betulan, Memang Twako berjuluk (ng!bin
Piauw!to seratus kali sambit pasti seratus kali kena!" kata seorang anggauta
perampok. "-ayo lekas kausambitkan piauwmu dan kau juga badut muda!"
Tan $am memandang kepada pembantunya. "<a" cialat 6celaka7.
$ambitannya kebetulan sekali kena tenga"!tenga"nya. -ok!ji mari kita
menyambit berbareng saja untung!untungan tidak kena daun juga asal bisa
kena kaki bajul buntung!" #akek ini tertawa lagi lalu meng"itung "$atu.....
dua....." $ikapnya lucu sekali menyambit dengan tangan kanan tapi kaki
kanan di depan demikian pula orang muda raksasa itu.
"..... tiga.....!" )ua bua" piauw meluncur ke depan akan tetapi terdengar
gelak terba"ak ketika para perampok meli"at dua bua" piauw itu meluncur
dengan berputar tidak lurus dan mengenai dinding jau" di kanan kiri daun.
"(du".....!"
"(aauuuuu""".....!"
)ua orang yang berdiri di kanan kiri tempat itu mengadu"!adu" dan
keduanya meloncat!loncat dengan sebela" kaki karena kaki yang sebela" lagi
ternyata terkena "antaman piauw yang membalik! ;ntungnya "anya terkena
kepala piauw se"ingga "anya menjendul saja namun cukup mendatangkan
rasa nyeri. )an ane"nya yang terkena "antaman piauw ini adala" dua orang
yang tadi "endak menyerang Tan $am dan Tan -ok! )ua orang itu mara"!
mara" akan tetapi karena teman!temannya mentertawakannya dan
menganggap ba"wa kejadian itu "anya karena kebodo"an Tan $am dan
pembantunya yang tidak becus melempar piauw mereka terpaksa mena"an
kesakitan dan mena"an kemara"an.
83
Raja Pedang
(ng!bin Piauw!to tertawa terpingkal pingkal sambil menyimpan uang di atas
meja.
"2anti dulu!" kata kakek Tan $am "Mari kita bertaru" lagi. Penasaran "atiku
kalau belum bisa menang!"
#epala perampok itu memandangnya dengan "eran. $uda" miringka" otak
kakek ini pikirnya "&ole" berapa taru"annya,
"$emua perak di atas meja itu tantang Tan $am.
"&agus perlu ditamba","
"$esukamu kalau masi" ada padamu keluarkan semua."
$ekarang para perampok itu sibuk mengeluarkan perak dari saku masing!
masing karena mereka ingin mendapat bagian dalam pertaru"an ini se"ingga
sebentar saja di atas meja terkumpul banyak perak. Mala" P"ang #wi juga
menguras semua peraknya. Meli"at perak yang banyak itu Tan $am terpaksa
mengeluapkan sebagian potongan emasnya karena peraknya sendiri tidak
cukup banyak.
"&agaimana cara pertandingan," tanya Tan $am. "(paka" masi" seperti
tadi!"
&ole" saja jawab (ng!bin Piauw!to yang merasa yakin akan
kemenangannya. "(kan tetapi orang tua apaka" kau tidak akan menyesal,
#au sama sekali tak pandai menyambitkan piauw."
"$iapa bilang, Piauwmu yang buruk" sekali tapi aku suda" ta"u ra"asianya
sekarang. )isambitkan ke ara" sasaran menyeleweng ke kiri. #alau mau
mengenai sasaran dengan tepat tinggal menyambit ke ara" kirinya dengan
ukuran jarak tertentu masa tidak akan kena," Para perampok tertawa lagi
mendengar teori yang ane" ini.
"2a" kauli"at. (ku mulai!" kata (ng!bin Piauw!to sambil mengayun
tangannya.
"2anti dulu!" Tan $am mencega"nya.
"(ku mau meli"at dulu piauwmu apaka" sama dengan piauw yang
kauberikan padaku ini."
"Tentu saja sama!" jawab kepala rampok itu mara" sambil memperli"atkan
piauwnya yang beronce mera".
"(" tidak bole" sama nanti kau bisa akui sambitanku sebagai piauwmu kan
celaka." $ambil berkata dernikian kakek itu mencabuti ronce!ronce benang
mera" pada piauwnya se"ingga piauw itu beruba" gundul dan buruk. Tentu
saja para perampok ter"eran!"eran dan tertawa geli. Piauw yang
dipergunakan kepala rampok itu tidak mempunyai sirip maka untuk
meluruskan jalannya diberi ronce!ronce itu sebagai imbangan. $ekarang
kakek itu mencopoti ronce!roncenya bagaimana bisa menyambit dengan
baik,
"&agus kau pintar orang tua" kata (ng!bin Piauw!to mengejek. "$ekarang
suda" jelas piauw yang beronce punyaku yang gundul punyamu. 2a" siapa
menyambit lebi" dulu, )an apaka" pembantumu juga ikut*
"Tak usa" cukup aku sendiri. Menyambitnya "arus berbareng kau dan aku
baru adil namanya."
#arena yakin akan kemenangannya dan mengira ba"wa dia ber"adapan
dengan seorang tua goblok yang berkepala batu (ng!bin Piauw!to tidak
banyak membanta". "&erbareng pun baik" katanya mengejek sambil
bersiap!siap. )aun baru suda" dipasang pada dinding dan kedua orang itu
suda" siap. (ne"nya kalau (ng!bin Piauw!to mengincar sasaran daun
84
Raja Pedang
adala" kakek itu tidak meng"adapi daun ba"kan tidak meli"atnya sama
sekali melainkan sebela" kanan daun yang diincar. $ambil tertawa!tawa para
perampok rnenyingkirkan diri jau"!jau" agar jangan terkena piauw kakek
yang kesasar lagi.
"(ku meng"itung sampai tiga baru lepas" kata kakek itu. Lawannya
mengangguk sambil tersenyum mengejek.
"$atu...... dua...... tiga.....!!" A
$errr!" Piauw meluncur dari tanga" (ng!bin Piauw!to cepat dan lurus ke ara"
daun yang menempel pada dinding. )i samping ini juga piauw di tangan
kakek itu tela" dilemparkan berputaran dan berjungkir!balik seperti lagak
badut di panggung. Piauw ini berjungkir!balik dan berputar!putar mula!mula
mei iju ke ara" kanan akan tetapi piauw yang tidak ada ronce!roncenya ini
makin mengacau jalannya tiba!tiba membelok ke kanan dan makin cepat
saja jalannya. )i dekat daun kedua piauw itu bersilang terdengar suara
nyaring dan dua piauw itu menancap pada dinding sebua" tepat di tenga"!
tenga" daun dan yang sebua" lagi jau" dari daun! $emua orang bersorak
tertawa akan tetapi waja" (ng!bin Piauw!to yang mera" tiba!tiba menjadi
pucat dan semua temannya juga serentak meng"entikan suara ketawa
mereka setela" memandang jelas ke ara" daun yang kini terpaku ole" piauw
itu. (pa yang mereka li"at,
Ternyata piauw yang menancap pada dinding menembus daun itu adala"
piauw yang tidak beronce mera" sedangkan piauw yang menyeleweng ke
sisi adala" piauw beronce! Tegasnya yang tepat mengenai daun adala" yang
terlepas dari tangan kakek Tan $am!
"-a bagus sekali! $ambitan yang bagus dan tepat. #ita menang!" Tan -ok
memuji dan tangannya yang besar segera diulur untuk mengambil tumpukan
perak di atas meja yang tadi dipertaru"kan. Para perampok "anya berdiri
bengong bingung tak ta"u "arus berbuat atau berkata apa.
"$raaattt!" Tiba!tiba nampak sinar berkilauan dan ta"u!ta"u (ng!bin Piauw!to
suda" mencabut golok besar dari pinggangnya. .olok ini amat tajam
se"ingga sinarnya berkilauan ketika dikelebatkan.
"/angan ambil!" seru kepala rampok itu dan sinar goloknya menyambar ke
ara" tangan Tan -ok yang diulur untuk mengambil perak tadi. 2ampaknya
pemuda raksasa itu kaget dan menarik tangannya. ;ntung baginya karena
golok itu meluncur terus dan "crak!" meja itu terbabat putus menjadi dua
tumpukan perak berserakan /atu" ke atas lantai.
Tan -ok dan Tan $am berdiri bengong akan tetapi para perampok tertawa
bergelak. "Twako untuk bereskan budak ini cukup sera"kan padaku" kata
anggauta perarnpok yang tadi "endak menyerang Tan $am. "(ku "arus
membalasnya untuk kakiku."
"&etul Twako anjing tua ini pun bagianku!" kata perampok yang kakinya
terkena "antaman piauw Tan $am tadi. (ng!bin Piauw!to "anya tersenyum
dan melangka" mundur lalu mengambil perak yang tersebar di lantai.
"(" jangan..... jangan bunu" mereka di sini. <arungku takkan laku lagi
P"ang #wi mencega" k"awatir.
")iam!" bentak kepala perampok dan P"ang #wi mundur ketakutan.
)ua orang perampok itu dengan mulut menyeringai suda" meng"ampiri Tan
$am dan Tan -ok dengan sikap mengancam sekali. Tan -ok nampak tenang
saja karena kebodo"annya agaknya tidak mengerti ba"wa dirinya terancam.
(kan tetapi Tan $am nampak ketakutan.
85
Raja Pedang
"-e kalian ini mau apa, )an perak!perak itu..... aku yang menang mengapa
diambil.....,"
"#au dan pembantumu akan kami bunu"!." bentak perampok yang
meng"adapinya.
"(du"..... kenapa begitu, jangan....." si tua mengelu" lalu menengok kepada
Tan -ok. "5elaka -ok!ji belum sampai ke neraka suda" bertemu setan!setan
pencabut nyawa di bumi....."
Meli"at sikap ketakutan ini dua orang itu makin gembira dan sombong.
#au takut, -ayo lekas minta ampunD"
Tan $am melirik ke ara" pembantunya. "-ok!ji tidak ada lain jalan biarla"
kita memberi "ormat minta ampun." La lalu menjura dan mengangkat kedua
kepalan tangan ke depan dada diikuti ole" Tan -ok.
Terjadi "al ane". )ua orang perampok yang meng"adapi kakek dan
pembantunya ini tiba!tiba ter"uyung mundur seakan!akan tubu" mereka
ditiup angin keras dari depan! $emua orang ter"eran!"eran dan dua orang
perampok itu makin mara". Memang di dunia ini "anya orang!orang bodo"
saja berani bersikap sombong dan membanggakan kepandaiannya sendiri.
Makin sombong dia makin bodo"la" dia sesunggu"nya bodo" karena
mengira ba"wa di dunia ini "anya merekala" orang!orang pandai. (ndaikata
dua orang ini tidak begitu sombong agaknya kebodo"an mereka tidak akan
membutakan mata mereka.
"#eparat jangan main!main. $ekali tangan kami bergerak peca" kepala
kalian!" bentak perampok yang mengancam Tan -ok. "-ayo kalian berlutut
minta ampun baru kami akan pikir!pikir untuk meringankan "ukuman
kalian!"
#embali Tan $am melirik ke ara" Tan -ok. "(pa bole" buat -ok!ji mari
berlutut." #eduanya lalu berlutut di depan dua orang itu dan menyoja.
"(du""".....!" ... !..
D(""""".....!"D
)ua orang perampok itu seperti disodok toya baja rasa ulu "ati mereka.
Mereka terjengkang ke belakang robo" dan munta" dara" segar.
"5elaka!!" (ng!bin Piauw!to baru sadar ba"wa dua orang ane" itu sebetulnya
memiliki kepandaian dan cara mereka menjura kemudian berlutut sambil
mengirim serangan itu merupakan bukti ba"wa mereka memiliki sinkang dan
'weekang yang tinggi! (kan tetapi juga karena kesombongannya kepala
perampok ini mengandalkan jumla" kawan yang banyak dicabutnya
goloknya sambil memberi aba!aba.
"#eroyok! &unu" dua ekor anjing ini!"
#awan!kawannya juga dibantu ole" P"ang #wi mencabut senjata masing!
masing dan dikepungla" kakek dan pembantunya itu. #ini Tan $am tidak mau
berpura!pura lagi. la tertawa dan berseru.
"Perampok!perampok ja"at pengganggu rakyat kalau bukan anggauta Pek!
lian!pai seperti aku siapa lagi yang akan membasminya," #edua tangannya
bergerak dan sinar!sinar puti" berkelebatan. Terdengar jerit!jerit kesakitan
ketika para perampok itu kecuali (ng!bin Piauw!to dan P"ang #wi yang dapat
mengelak terkena ole" sambaran Pek!lian!ting 6Paku Teratai Puti"7.
Makin terkejut "ati (ng!bin Piauw!to mendengar disebutnya perkumpulan
Pek!lian!pai yang sedang memberontak untuk meruntu"kan pemerinta"
penjaja" Mongol itu. 2amun dia mengandalkan kepandaian sendiri goloknya
86
Raja Pedang
diputar cepat dan dia menyerang kakek Tan $am. (dapun P"ang #wi maju
dengan ruyungnya menyerbu Tan -ok.
&enar amat mengagumkan dan meng"erankan keadaan pemuda itu.
.erakan!gerakannya tidak seperti orang pandai silat "anya memiliki
langka"!langka" kaki berdasarkan ilmu silat renda"an saja. (kan tetapi
tenaga pemuda ini luar biasa sekali baik tenaga luar maupun tenaga
dalamnya. Ruyung di tangan P"ang #wi yang menyambarnya dia tangkis
dengan tangan kiri sekuat tenaga dan.....ruyung itu pata"! $aking kaget dan
"erannya P"ang #wi yang lebi" tinggi ilmu silatnya itu kurang cepat
mengelak se"ingga pukulan tangan Tan -ok yang keras seperti serudukan
gaja" itu menyerempet pundaknya sampai pata"!pata" tulangnya. P"ang #wi
terlempar dan mengadu"!adu" meringis!ringis kesakitan.
&erbeda dengan Tan -ok kakek itu ternyata memiliki gerakan yang luar
biasa gesitnya. Lebi" cepat daripada sambaran golok. $ampai lenyap
bayangan kakek itu dikejar sinar golok. &aru berlangsung dua pulu" jurus
penyerangan kepala perampok itu terdengar suara keras golok terlempar
menancap dinding dan 1ubu" kepala perampok terjengkang ke belakang
mukanya pucat karena dia suda" menderita luka pada dadanya ole"
tamparan kakek yang li"ai ini.
Pada saat itu tiba!tiba bertiup angin dari luar warung dan berkelebatla"
bayangan yang nnembawa bau yang amat "arum dan di lain saat Tan $am
dan Tan -ok tela" ber"adapan dengan seorang perempuan yang amat cantik.
Mukanya puti" "alus dengan sepasang pipi kemera"an mata yang
mengeluarkan ca"aya bening tajam membayangkan pengertian yang
mendalam bibir yang mera" kadang!kadang membayangkan kekerasan
penu" wibawa akan tetapi lebi" sering tersenyum penu" pikatan pendeknya
seorang wanita cantik dengan bentuk tubu" yang inda". $ukar menaksir
berapa usianya. Meli"at waja"nya yang segar dan bentuk tubu"nya yang
padat kiranya patut kalau ia ini berusia delapan belas ta"un. (kan tetapi
meli"at sinar matanya agaknya ia jau" lebi" tua daripada itu. Pakaian yang
menutup tubu"nya terbuait daripada sutera "alus berwarna mera" kuning
"ijau biru diselang!seling inda" sekali. $epatunya yang amat kecil berwarna
mera" dengan dasar dilapis besi. $ebatang golok kecil tipis tergantung di
punggungnya dari depan "anya tampak gagangnya tersembul di belakang
pundak kanan sedangkan tangan kirinya memegang se"elai selendang
mera" dari sutera pula.
#edatangan wanita ini amat cepatnya dan ini saja suda" menunjukkan ba"wa
dia adala" seorang yang berkepandaian tinggi. Tan -ok dan Tan $am
bengong ter"eran!"eran ketika tiba!tiba wanita cantik itu menudingkan
telunjuknya yang runcing "alus ke muka mereka sambil membentak.
*9rang!orang Pek!lian!pai benar sombong mengandalkan kepandaian sendiri
meng"ina golongan lain. -emmm kalau tidak diberi "ajaran akan menjadi
makin besar kepala!" &aru saja suaranya yang "alus merdu ber"enti
tubu"nya yang langsing suda" berkelebat ke ara" Tan $am. )alam sejurus
saja ia tela" mengirim tiga macam serangan kepada kakek itu yakni tusukan
ke ara" mata dengan dua jari tangan kiri disusul totokan dengan tangan
kanan ke ara" dada dan tendangan kaki kiri melayang pula!
Tan $am tidak berani main!main seperti ketika meng"adapi para perampok
kasar tadi. )ari gerakan wanita ini maklumla" ba"wa dia bertemu dengan
lawan tanggu" yang memiliki jurus!jurus ilmu silat yang ane" dan keji. 5epat
87
Raja Pedang
dia bergerak mengelak dan menangkis membuyarkan tiga macam serangan
itu. (langka" kagetnya ketika dia merasa lengan tangannya terasa pedas dan
gatal ketika dia menangkis totokan tangan kanan wanita itu. )i lain 3"ak
wanita cantik itu sendiri pun kaget dan ter"eran!"eran meli"at tiga
serangannya dapat dibuyarkan kakek ini.
"2ona ta"an dulu. Mengapa kau memusu"i orang Pek!lian!pai," tanya Tan
$am yang merasa penasaran. (kan tetapi mukanya beruba" pucat ketika
meli"at wanita itu suda" mengeluarkan sebua" benda yang ternyata adala"
lima bunga teratai dengan lima warna di atas satu tangkai. Lima macam
teratai ini terbuat dari logam yang keras dan tangkainya merupakan gagang
senjata.
"0"..... kiranya..... 2go!lian!kauwcu 6ketua (gama Lima Teratai7....." "anya
sampai di sini Tan $am dapat berkata karena senjata ane" berupa lima
teratai itu tela" digerakkan ke ara"nya. Tan $am mencoba untuk mengelak
akan tetapi tiba!tiba kepalanya menjadi pening matanya silau dan
pundaknya terpukul sebua" di antara lima teratai itu. #akek ini mengelu" dan
robo" terlentang mukanya beruba" "itam dan napasnya ber"enti.
Meli"at gurunya tewas Tan -ok pemuda tinggi besar itu menjadi kaget
sekali. $iluman betina........ #au bunu"!bunu" orang,*
<anita itu tersenyum dan berkilatla" deretan giginya yang puti" seperti
mutiara teratur. Matanya yang bening tajam itu mengerling dan bergerak
cepat menjelaja"i tubu" Tan -ok yang tinggi besar dan kuat berotot
keli"atan membayangkan kekaguman.
"0" boca" raksasa siapa namamu,* pertanyaan ini diajukan dengan suara
"alus dan sikap genit.
"2amaku Tan -ok dan aku "arus membalas kematian....."
"$uda"la" kau ikut aku saja menjadi muridku. Tentu kelak kau akan menjadi
jagoan besar yang tak ada bandingannya ..*
$iluman kau!" Tan -ok menerjang dengan mara" kepalan tangannya yang
besar itu meng"antam ke ara" kepala wanita itu. (kan tetapi dengan sikap
tenang wanita cantik itu mengangkat tangan kiri menangkis. $epasang
lengan bertemu. (ne" sekali kalau dili"at lengan wanita itu kecil dan berkulit
tipis "alus akan tetapi begitu. bertemu dengan Tan -ok yang besar dan kuat
berotot seakan!akan terus menempel. Tan -ok merasa tenaganya lenyap dia
mencoba untuk menarik kembali lengannya namun tanpa "asil. $ebaliknya
tangan wanita itu meraba dagunya yang keras lemudian tangan kanan ini
meluncur terus ke bawa". )i lain saat tubu" Tan -ok suda" robo" lemas
karena jalan dara"nya tertotok secara "alus akan tetapi luar biasa akibatnya.
Tan -ok berusa"a menggerakan tubu" namun semua urat di tubu"nya tidak
mau menuruti ke"endaknya dia tetap lemas tak berdaya. (kan tetapi mata
dan mulutnya dapat dia gerakkan maka dia lalu memaki!maki tidak karuan.
(dapun para perampok ketika tadi mendengar kakek Tan $am menyebut
nama 2go!lian!kauwcu menjadi kaget dan /uga girang. (ng!bin Piauw!to
segera memimpin anak bua"nya yang suda" terluka untuk berlutut di depan
wanita! cantik itu.
"(" kiranya #im!t"ouw T"ian!li 6&idadari #epala 0mas7 yang menolong
nyawa kami yang renda" dan bodo". $iauwte bertuju" meng"aturkan terima
kasi" kepada T"ian!li....."
"$uda" cukup jangan banyak mengobrol" wanita itu mencega" sambil
melambaikan tangan. )ia ini memang #im!t"ouw T"ian!li ketua dari
88
Raja Pedang
perkumpulan 2go!lian!kauw seorang wanita yang berkepandaian tinggi.
;sianya suda" tiga pulu"an akan tetapi ia masi" narnpak seperti seorang
gadis remaja. $ebagai murid tunggal dari -ek!"wa #ui!bo tentu saja
kepandaiannya amat "ebat.
"Lebi" baik kau merangket si mulut kasar ini agar dia jangan memaki!maki
seperti itu" katanya sambil menuding ke ara" Tan -ok yang masi" memaki!
maki kepadanya.
"&aik T"ian!li. &iar kubunu" si keparat ini!" kata (ng!bin Piauw!to yang cepat
mencabut goloknya yang menancap pada dinding.
"Tak usa" dibunu" dirangket saja biar tidak memaki lagi. Paksa dia supaya
mau menjadi muridku."
(ng!bin Piauw!to ter"eran akan tetapi tentu saja dia tak berani membanta".
)iambilnya sebatang cambuk dan mulaila" dia mencambuki tubu" tinggi
besar yang reba" miring itu. $ementara itu #im!t"ouw T"ian!li lalu
mengambili paku!paku itu tidak ada yang ketinggalan mala" ia merampas
kantong paku Pek!"an!ting dari mayat Tan $am. $ambil tersenyum puas ia
menyimpan paku!paku dalam kantong itu di balik bajunya lalu ia kembali
kepada Tan -ok yang sedang digebuki. Makin kagumla" ketua 2go!lian!kauw
ketika meli"at kepala perampok itu terenga"!enga" mengeluarkan keringat
sedangkan cambuk itu suda" "ancur akan tetapi tubu" yang itu tidak terluka
sama sekali "anya &ajunya yang "ancur rusak memperli"atkan tubu" yang
amat kuat.
"-emmm tebal kulitnya ya, 5oba biarkan aku yang mencambukinya!" 'a
menerima cambuk yang tinggal gagangnya itu dari tangan (ng!bin Piauw!to
lalu memukulkan gagang itu perla"an ke ara" punggung Tan -ok. #ali ini
pemuda tinggi besar itu mengadu"!adu" kesakitan.
"#alau kau tidak mau menerima menjadi muridku kau akan kupukul lagi
sampai tidak ta"an lagi sakitnya" kata #im!t"ouw T"ian!li sedangkan para
perampok itu meli"at dengan "eran.
"Lebi" baik kaubunu". Mau bunu" lekas bunu" kenapa masi" cerewet lagi,"
Tan -ok memaki dengan suara lema" karena dia merasakan nyeri yang "ebat
akan tetapi matanya masi" melotot berani.
"#urang ajar kau minta dibunu" apa susa"nya," (ng!bin Piauw!to yang
suda" menjadi mara" sekali mengangkat goloknya "endak dibacokkan ke
le"er Tan -ok. (kan tetapi #im!t"ouw mengibaskan selendangnya dan.....
golok itu terlempar dari tangan kepala rampok.
"/angan lancang!" #im!t"ouw T"ian!li membentak matanya yang bening
mengeluarkan ca"aya berkilat. #agetla" kepala rampok itu dan cepat dia
berlutut.
"#au dan teman!temanmu "arus mentaati perinta"ku.
"#ami mentaati T"ian!li" jawab kepala rampok itu. "Mulai sekarang
anggapla" kami sebagai anak bua" T"ian!li.
#im!t"ouw T"ian!ii tertawa manis. "&aik aku ingin meli"at apaka" kalian
cukup setia. Tak jau" dari sini di puncak .unung -ek!niauw!san terdapat
sebua" kelenteng. -wesio!"wesio di kelenteng itu adala" anak murid $iauw!
lim!pai. #au ke sanala" dan lakukan ini....." <anita ini lalu mengajak kepala
rampok menjau"i Tan -ok dan berbisik!bisik sambil menyera"kan beberapa
bua" Pek!lian!ting yang tadi ia kumpulkan. #epala rampok mengangguk!
angguk kemudian bersama kawan!kawannya dia meninggalkan warung itu.
89
Raja Pedang
P"ang #wi tidak ikut karena dia memang bukan anak bua" (ng!bin Piauw!to
lagi.
#im!t"ouw T"ian!li melirik ke ara" tukang warung itu. "#enapa kau masi"
belum pergi ikut yang lain,"
P"ang #wi cepat memberi "ormat "Maa1 T"ian!li saya adala" pemilik
warung ini bukan anak bua" (ng!bin!twako....."
"-emmm kalau begitu lekas mayat kakek itu. #ubur dia jau"!jau"."
P"ang #wi mendongkol sekali akan tetapi dia tidak berani membanta".
&aiknya mayat kakek itu tidak besar dan tidak berapa berat maka dia segera
memanggulnya dibawa ke belakang. $etela" P"ang #wi pergi wanita itu
berlutut mendekati Tan -ok. $enyumnya makin manis dan matanya bersinar!
sinar ane". )irabanya dada Tan -ok yang bidang dankuat.
"9rang yang kuat dan gaga"" katanya perla"an setenga" berbisik." Tan -ok
kenapa kau berkeras kepala , #au ikutla" aku dan kau akan "idup penu"
kesenangan. (ku kasi"an kepadamu....."
Tan -ok adala" seorang pemuda yang selain masi" "ijau juga jujur dan
bodo". la tidak dapat mengerti akan maksud tersembunyi dalam kata!kata
dan sikap wanita itu dianggapnya ba"wa betul!betul orang itu kasi"an
kepadanya. -al ini mengingatkan keadaannya ba"wa gurunya satu!satunya
orang di dunia ini yang ada "ubungannya dengan dia tela" mati maka
matanya lalu basa" dan dia menangis!
#im!t"ouw T"ian!li mengusap!usap pipi pemuda itu dan berkata "/angan
berduka anak manis. &iar kusembu"kan kau dan kau ikutla" aku." /ari
tangannya yang "aius itu menotok pundak dan punggung dan di lain saat Tan
-ok suda" puli" kembali tenaganya dan dapat bergerak seperti biasa. (kan
tetapi ketika dia meli"at wanita itu merangkulnya dan "endak membantunya
berdiri dengan sikap yang mesra dia merasa juga ba"wa "al ini tidak
sewajarnya dan bukan sepatutnya. Maka dia meronta dan melepaskan diri.
"Tan -ok mari kau ikut pergi ketempatku. Mulai detik ini kau selain menjadi
muridku juga menjadi..... teman 8baikku8" kata #im!t"ouw T"ian!li dengan
senyum dan lirikan mata yang genit memikat.
Tan -ok tidak mengerti maksudnya "(ku tidak bisa ikut denganmu juga aku
tidak mau ikut. #au suda" membunu" guruku mana bisa aku menjadi
muridmu, (palagi menjadi teman baik. Mulai sekarang kau adala"
musu"ku."
#im!t"ouw T"ian!li kaget dan kecewa. "9rang goblok! (ku kasi"an dan suka
kepadamu ingin menolongmu. Masa kau tidak mau terima,"
Tan -ok berulang!ulang menggeleng!geleng kepalanya. "Tidak bisa..... tidak
bisa..... sekarang aku kala" ole"mu lain kali mungkin aku bisa menang untuk
membalas perbuatanmu ter"adap su"u.....D
)ari kecewa wanita itu menjadi mara". "#eparat kau memang lebi" suka
mampus. #alau kau memberatkan gurumu na" kau ikutla" dia ke neraka!"
$etela" berkata demikian #im!t"ouw T"ian!li menyerang dengan totokan
maut. Tan -ok yang menganggap wanita ini musu" besarnya suda" bersiap!
siap dan cepat menangkis. #im!t"ouw T"ian!li penasaran dan melakukan
serangan ber tubi!tubi. Tingkat kepandaian wanita ini suda" lebi" tinggi
daripada Tan $am mana bisa Tan -ok melawannya, &aru tiga jurus saja
pemuda ini suda" terjungkal ole" sebua" tendangan. #im!t"ouw T"ian!li
melangka" maju menggerakkan selendangnya "endak memukul ke ara"
kepala Tan -ok.
90
Raja Pedang
"#im Li ta"an.....! /angan bunu" orang.....!" tiba!tiba terdengar suara keras
dari luar warung dan seorang pemuda yang tampan dan gaga" melompat
masuk. #im!t"ouw T"ian!li mena"an serangannya dan cepat sekali muka
yang beringas itu kembali penu" senyum dan lirikan manis. la segera
berpaling dan menyambut kedatangan pemuda itu dengan girang.
"#wee!koko 6#akak #wee7 kau suda" menyusul ke sini, (" aku sedang
meng"ajar seorang ja"at!" )engan langka" terayun menarik wanita itu
meng"ampiri pemuda muka puti" itu sambil tersenyum!senyum lalu
memegang lengannya.
Pemuda itu menole" ke ara" Tan -ok mukanya mernperli"atkan rasa malu
karena sikap mencinta wanita itu diperli"atkan di depan orang lain.
"Pergila" dan uba" jalan "idupmu jadila" orang baik!baik" katanya kepada
Tan -ok.
)engan mata masi" melotot penu" kemara"an Tan -ok pergi meninggalkan
warung. -atinya panas dan mendongkol sekali kepada wanita itu yang selain
suda" membunu" gurunya melukainya juga melakukan 3tna" kepada dirinya
ter"adap pemuda muka puti" yang menolongnya itu. $ebaliknya biarpun dia
menganggap pemuda tampan itu pun bukan orang baik!baik namun Tan -ok
seorang yang jujur dan ta"u akan budi orang maka dia merasa ber"utang
nyawa kepada pemuda yang dia ta"u bernama keturunan #wee itu.
$etela" Tan -ok pergi #im!t"ouw T"ian!li menggandeng tangan pemuda itu
sambil menyandarkan tubu"nya. )iajaknya pemuda itu duduk meng"adapi
meja.
"#wee!koko kenapa kau menyusul kesini, )an janganla" muram selalu
bukanka" ada $iauw!moi 6(dinda7 di sisimu, -e tukang !warung! Lekas
sediaka" arak terbaik dan masakla" daging apa saja yang ada. 5epat!"
Pemuda itu seperti orarig ke"ilangan semangat menurut saja ditarik dan
diajak duduk bersanding di atas kursi meng"adapi meja. <aja"nya yang
tampan nampak muram akan tetapi matanya agak bersinar ketika dia
meng"adapi pelayan #im!t"ouw T"ian!li yang rama" dan penu" cinta kasi"
mesra.
$iapaka" pemuda yang bermuka puti" tampan ini, &ukan lain orang dia ini
adala" orang termuda dari #un!lun $am!"engte yang bernama #wee $in
berjuluk Pek!lek!jiu 6Tangan .eledek7! )ia inila" tunangan #im!eng!cu Liem
$ian -wa anak murid -oa!san itu.
&iarpun yang termuda di antara murid Pek .an $iansu ketua #un!lun!pai
namun #wee $in memiliki ilmu kepandaian yang tinggi tela" mewarisi ilmu
pedang #un!lun yang terkenal di dunia persilatan. ;sianya baru dua pulu"
dua ta"un dan semenjak kecilnya #wee $in yang suda" tak beraya" ibu itu
tinggal di puncak #un!lun melayani su"unya #arena inila" maka dia menjadi
murid terkasi" dari ketua #un!lun!pai. -anya kadang!kadang gurunya yang
suda" tua dan menganggap #wee $in seperti putera sendiri itu memberi
kesempatan kepada #wee $in untuk turun gunung dan meluaskan
pengalaman di dunia ramai.
Perkenalan #wee $in dengan ketua 2go!lian!kauw itu belum lama. Terjadi
beberapa bulan yang lalu ketika #wee $in sedang turun gunung memenu"i
tugas yang disera"kan kepadanya ole" su"unya yaitu mencari ta"u keadaan
dunia ramai tentang pemberontakan!pemberontakan ter"adap pemerinta"
Mongol. Pek .an $iansu ketua #un!lun!pai di waktu mudanya juga seorang
pejuang seorang patriot. Maka sekarang mendengar tentang pergerakan
91
Raja Pedang
orang!orang gaga" yang menentang kekuasaan pemerinta"an penjaja"
semangatnya terbangun dia menjadi gembira sekali. (kan tetapi dia suda"
terlalu tua untuk turun gunung sendiri usianya suda" tuju" pulu" ta"un
lebi" maka dia lalu menyuru" muridnya itu untuk turun gunung melakukan
penyelidikan.
"$etela" kau turun gunung melakukan penyelidikan jangan lupa untuk
singga" di ruma" calon mertuamu di Lam!bi!c"ung." pesan ketua #un!lun!pai
ini kepada muridnya. "(ku suda" tua ingin meli"at kau menika" ta"un ini
juga."
#wee $in menjadi mera" mukanya. $elalu mukanya yang puti" tampan itu
menjadi mera" sekali setiap kali orang bicara atau mengingatkan dia akan
tunangannya Liem $ian -wa. Mera" karena jenga" jenga" karena ba"agia
setiap kali dia terbayang akan waja" tunangannya itu yang cantik
seder"ana bersemangat dan gaga" perkasa. )ia sendiri seorang yang
berjiwa pendekar maka mempunyai tunangan yang amat terkenal namanya
sebagai seorang li"iap 6pendekar wanita7 orang termuka dari -oa!san $ie!
eng yang dikagumi dan disegani tentu saja dia merasa amat ba"agia. la
suda" membayangkan betapa kelak dengan $ian -wa di sampingnya
mereka akan merupakan sepasang pendekar yang akan menjadi pembela
kebenaran dan keadilan serta menjunjung tingggi nama baik -oa!san!pai dan
#un!lun!pai. (nak!anak mereka tentu akan menjadi pendekar!pendekar besar
pula.
$etela" bersiap!siap tidak lupa membawa pedangnya yang selama mi
membuat dia terkenal pemuda ini turun gunung dengan penu" kegembiraan.
la menuju terus ke selatan dan timur menjelaja"i kota!kota besar
mendengar dengar dan mencari keterangan.
&anyak dia mendengar tentang pergerakan patriotik dari perkumpulan!
perkumpulan ra"asia yang timbul seperti jamur di musim "ujan terutama
sekali tentang sepak terjang Pek!lian!pai yang paling gigi" melakukan
perlawanan ter"adap pemerinta" penjaja". Maka tidak meng"erankan
apabila dia merasa simpati ter"adap perkumpulan itu dan ingin dia
mengadakan "ubungan. 2amun perkumpulan Pek!lian!pai ini ternyata amat
ra"asia tidak muda" diketa"ui siapa pemimpinnya dan di mana dia dapat
menemui anggautanya.
Pada suatu "ari #we $in tiba di $in yang dan dia mengunjungi tempat tinggal
kedua su"engnya yaitu &un $i Teng dan &un $i Liong orang pertama dan ke
dua dari #un!lun $am!"engte. $elagi dia enak!enak berjalan dan tiba di jalan
perempatan di luar kampung tempat tinggal su"eng!su"engnya dari jau" dia
meli"at seekor kuda "itam yang ditunggangi seorang laki!laki setenga" tua
berbaju puti" datang membalap dari jurusan timur. Pada saat itu juga dari
sebela" utara datang pula berlari cepat seekor kuda yang ditunggangi
seorang anak laki!laki berusia belasan ta"un antara tiga belas atau empat
belas ta"un yang bertubu" kekar dan gaga". #wee $in terkejut sekali meli"at
datangnya dua ekor kuda yang berlari seperti terbang ini pada saat yang
sama. Tikungan jalan perempatan dari timur dan utara itu tertutup ole"
segerombolan po"on se"ingga kedua penunggang kuda itu tentu saja tidak
dapat meli"at kedatangan masing!masing dan mungkin juga tidak dapat
mendengar derap kaki kuda yang lain karena berisik ole" derap kaki kuda
sendiri. #wee $in yang datang dari selatan meli"at dengan jelas akan "al ini
92
Raja Pedang
dan timbul kek"awatiran "atinya kalau!kalau dua ekor kuda itu akan bertemu
dan beradu di poerempatan.
-alyang dia k"awatirkan terjadi. )ua ekor kuda itu berlari cepat sekali dan
sebentar saja suda" mendekati perempatan. $etela" berada dalam jarak
dekat sekali #wee $in berseru "(was.....
)ua ekor kuda itu suda" dekat dan tak mungkin dapat dicega" lagi terjadinya
tabrakan yang mengerikan. )ua orang penunggang kuda itu laki!laki
setenga" tua berpakaian puti" dan pemuda remaja yang berkuda puti"
meli"at pula akan ancaman ba"aya ini.
"9uw!ma 6kuda "itam7 naik.....! Laki! laki setenga" tua itu berseru dan
mendadak kudanya mengeluarkan ringkikan keras dan tubu"nya melompat
tinggi melangka"i kuda puti" yang berlari cepat. 2amun setinggi!tingginya
lompatan kuda yang mendadak itu biarpun dapat melangka"i seekor kuda
agaknya diantara empat kakinya tentu akan rnenendang penunggang kuda
puti" anak laki!laki tadi. #wee $in merasa ngeri dan tak berdaya untuk
menolong matanya terbuka lebar dan jantungnya berdebar.
-anya sedetik kejadian itu. #uda "itam melompati kuda puti" keempat
kakinya "ampir menyentu" punggung kuda puti" dan selamat melompati
kuda yang menerobos bawa"nya. )ebu mengebul tinggi dan..... #wee $in
tidak meli"at lagi anak laki!laki tadi di atas punggung kuda puti"l
"5elaka.....!" serunya mengira ba"wa anak tadi tentu tela" terkena
tendangan kuda dan terlempar dalam keadaan tewas atau sedikitnya terluka
"ebat. (kan tetapi dia segera melongo saking kagum dan "erannya setela"
meli"at ba"wa anak itu ternyata secara li"ai sekali pada saat kudanya
dilompati kuda lain tela" menggantungkan diri di bawa" perut kuda dan
sekarang dalam keadaan selamat dia tela" membalikkan tubu"nya duduk
kembali di atas punggung kuda. 2amun anak itu agaknya kaget juga. la
mena"an kendali kudanya dan meng"entikan kuda itu waja"nya agak pucat.
(kan tetapi laki!laki setenga" tua itu "anya menole" sambil tertawa
bergelak terus mencambuk kudanya membalap makin cepat.
"#urang ajar ber"enti kau!" #wee $in melompat "endak mengejar
penunggang kuda "itam.
"#wee!susiok 6Paman .uru #wee7 jangan kejar diaD." Tiba!tiba anak laki!laki
tadi berseru. #wee $in kaget dan meng"entikan larinya. la menole" dan
pnemandang anak itu lebi" teliti.
"0" kiranya kauka" ini Lim #wi," la berlari meng"ampiri dengan girang.
"Pantas saja begini li"ai menunggang kuda kiranya kauD" (nak itu melompat
turun dan memberi "ormat. )ia memang &un Lim #wi putera tunggal &un $i
Teng jago pertama dari #un!lun $am!"engte! $ebagai seorang pedagang
kuda tentu saja &un $i Teng dan adiknya &un $i Liong selain memiliki ilmu
silat tinggi sebagai keturunan #un!lun!pai juga tela" mempelajari ilmu
memeli"ara kuda dan ilmu menunggang kuda. &un Lim kwi tentu saja Cuga
mempelajari ilmu ini maka tadi berkat ilmunya menunggang kuda dia
terluput daripada maut yang mengerikan.
"Lim #wi kau dari mana dan mengapa kau nampak berduka, Pula kenapa
kau tadi mencega" aku mengejar bangsat itu," #wee $in mengajukan
pertanyaan bertubi!tubi.
"#wee!susiok memang ada pertaliannya antara pertanyaan!pertanyaanmu
tadi. Paman &un $i Liong terluka para" ole" seorang anggauta Pek!lian!pai
saya pergi ke Twi!ciu membeli obat untuk paman. )an orang tadi..... dia itu
93
Raja Pedang
meli"at kepandaian dan pakaiannya yang serba puti" agaknya juga seorang
anggauta Pek!lian!pai yang memusu"i kami....."
"("""....." #wee $in berkata penasaran. "#alau betul dia itu memusu"i
keluargamu kenapa kau mala" mencega" aku mengejar dan memberi
"ajaran kepadanya, (paka" luka ji!su"eng 6kakak seperguruan ke dua7 amat
para","
"#wee!susiok anggauta!anggauta Pek!Lian!pai li"ai sekali dan selagi
pamanku terluka kiranya tidak baik memperluas permusu"an dengan
mereka." /awaban anak berusia belasan ta"un ini diam!diam membuat #wee
$in amat kagum. &enar!benar seoramg anak yang suda" memiliki pandangan
luas pikirnya.
"&agaimana lukanya ji!su"eng,"
&un Lim #wi menarik napas parjang.
"&erat juga syukur dapat tertolong ole" tabib yang pandai. &iarla" nanti
$usiok mendengar sendiri tentang persoalannya dari aya"....."
"&enar juga kau "ayo kita lekas pergi ke ruma"mu ingin aku menengok /i!
su"eng." #eduanya lalu cepat memasuki kampung di mana &un Lim #wi dan
aya"nya tinggal.
Ruma" keluarga &un cukup besar mala" memiliki pekarangan belakang yang
amat luas karena di situ dibangun kandang!kandang besar untuk binatang
peli"araan dan dagangan mereka yaitu kuda. $ebagai $eorang pedagang
kuda &un $i Teng tela" ber"asil dan makin lama kudanya makin banyak.
-ampir semua orang gaga" yang membutu"kan kuda atau para saudagar
kuda dari lain daera" selalu datang menemuinya karena selain keluarga &un
jujur dan tidak perna" meng"argai kuda mereka terlalu tinggi juga kuda
mereka selalu adala" kuda!kuda pili"an saking pandainya &un $i Teng
memili" kuda. )i depan gedung yang cukup besar itu terdapat beberapa
batang po"on yang rindang mendatangkan suasana yang tedu" dan enak di
"alaman ruma" itu. &eberapa ekor ayam yang gemuk!gemuk sibuk
mematuki gaba" dan dedak yang berceceran di "alaman se"ingga suasana
di tempat yang tedu" itu aman da" damai tidak membayangkan sesuatu
yang menyedi"kan. -anya sejenak #wee $in dapat merasai . ketenteraman
suasana ini karena dia segera tergesa!gesa memasuki gedung ketika teringat
akan keadaan ji!su"engnya seperti yang dia dengar dari Lim #wi.
#edatangan #wee $in dan Lim #wi disambut ole" nyonya &un $i Teng ibu Lim
#wi yang tergesa!gesa bertanya "&agaimana #wi!ji 6anak #wi7 suda"
dapatka" obatnya,"
Lim #wi mengangguk dan nyonya itu baru meli"at munculnya #wee $in di
belakang anaknya. la segera menyambutnya dengan muka sedi" dan #wee
$in langsung menyatakan keinginannya untuk menengok &un $i Liong yang
terluka. &eramai!ramai mereka bertiga masuk ke ruangan dalam dan di
dalam kamar &un $i Liong orang gaga" ini reba" telentang dengan muka
pucat sedangkan &un $i Teng kakaknya duduk di dekat pembaringan
dengan waja" muram.
"(" kau datang #wee!sute, #ebetulan sekali!" kata &un $i Teng agak
berseri waja"nya seperti mendapat peng"arapan baru.
"$iauwte mendengar tentang terlukanya /i!su"eng bagaimana keadaannya,"
#wee $in meng"ampiri pembaringan. &un $i. Liong membuka mata dan
meman dang kepada #wee $in tersenyum duka.
"#ita kecewa $ute..... ternyata Pek! lian!pai bukan orang!orang baik....."
94
Raja Pedang
"&iarla" nanti kita ber"itungan dengan mereka /i!su"eng. 4ang perlu
sekarang kau berobatla" dulu agar segera sembu"" meng"ibur adik
seperguruan ini. 'a mendapat kenyataan ba"wa selain menderita pukulan
yang melukai sebela" dalam dada su"engnya ini pun menderita luka para"
pada pundak dan lambungnya akibat senjata ra"asia paku yang terkenal
dipergunakan ole" perkumpulan Pek!lian!pai yaitu Pek!lian!ting. 2yonya &un
$i Teng sibuk memasak obat untuk adik iparnya dan &un $i Teng lalu
menceritakan dengan singkat kepada #wee $in tentang terjadinya peristiwa
itu.
"&eberapa pekan yang lalu di sini datang seorang yang mengaku sebagai
utusan Pek!lian!pai yang membutu"kan dua pulu" ekor kuda yang baik. (ku
dan Liong!te 6adik Liong7 karena merasa simpati mendengar nama baik Pek!
lian!pai sebagai perkumpulan para patriot dengan senang "ati memili"kan
dua pulu" ekor kuda dengan "arga serenda"!renda"nya. Mala" ketika orang
itu yang mengaku bernama T"io $ian menyatakan kagum meli"at kuda
tungganganku sendiri aku dengar rela "ati menyera"kan kuda itu kepadanya
sebagai tanda persa"abatan.
9rang s"e T"io itu minta kepada kami berdua supaya suka mengantarkan
kuda ke dalam "utan yang tiga pulu" li jau"nya dari sini. #arena ingin
berkenalan dengan toko"!toko" Pek!lian!pai aku sendiri bersama Liong!te
berangkat pada tiga "ari yang lalu untuk mengantar kuda!kuda itu ke sana.
5elaka sekali....." &un $i Teng yang bertubu" tinggi besar seperti pa"lawan
#wan 'n Tiang di jaman da"ulu ini mengepalkan tinjunya yang besar dan
mengertak gigi. #wee $in mendengarkan penu" per"atian.
"&aru saja kami memasuki "utan menggiring dua pulu" ekor kuda tiba!tiba
muncul lima orang berpakaian puti"!puti" dan mereka menyerang kami
dengan paku!paku Pek!lian!ting. Tentu saja kami dapat menyelamatkan diri
dari serangan gelap ini dan sebelum kami dapat bertanya mengapa mereka
melaku!kan "al itu mereka tela" maju mengeroyok. Terpaksa aku dan Liong!
te melakukan. perlawanan. Lima orang itu bersenjata golok dan ilmu silat
mereka cukup li"ai. (kan tetapi aku dan Liong!te tidak gentar dan dapat
melayani mereka dengan baik mala" dengan gabungan ilmu pedang kami
dapat mendesak mereka."
#wee $in mengepal tinju dan amat tertarik. la cukup maklum akan keli"aian
kedua orang su"engnya apalagi kalau mereka menggabungkan ilmu pedang
mereka kiranya takkan muda" dikala"kan orang biarpun dengan
pengeroyokan.
Twa!su"engnya &un $i Teng amat pandai bersilat pedang dan ditamba" lagi
dengan permainan sebatang busur besar di tangan kiri merupakan seorang
gaga" yang sukar dicari bandingnya. (dapun &un $i Liong yang bertubu"
tegap bermuka "itam itu di tangan kanan memegang pedang sedangkan
tangan kiri memegang golok. 'lmu pedangnya dicampur dengan ilmu golok
se"ingga gerakan!gerakannya amat sukar diduga lawan.
#alau dua orang ini bergabung menjadi satu bukan main kuatnya. "Lalu
bagaimana Twa!su"eng, &agaimana /i!su"eng sampai bisa terluka ," tanya
#wee $in penasaran.
"Menyakitkan "ati benar!" &un $i Teng menggebrak meja. "9rang!orang Pek!
lian!pai memang pengecut dan ja"at. $etela" kami mulai mendesak tiba!tiba
terdengar suara ketawa seorang wanita ketawanya nyaring dan merdu akan
te!tapi tidak keli"atan orangnya. #au ta"u sendiri /i!su"engmu biarpun
95
Raja Pedang
gaga" per!kasa selalu amat takut dan gugup kalau ber"adapan dengan
wanita. Mendengar suara ketawa ini agaknya dia gugup sekali maka ketika
dari tempat yang tidak diketa"ui datang menyambar paku!paku Pek!lian!ting
dia kurang cepat dan terluka ole" sebatang paku."
"(""".....!" #wee $in berseru penasaran dan juga "eran.
"Paku!paku yang menyambar kali ini dilepas ole" orang yang berilmu tinggi"
kata &un $i Teng menjelaskan. "#etika aku menangkis paku!paku itu dengan
pedangku telapak tanganku ?sampai tergetar. Meli"at adikku terluka aku
memutar senjata dan mengamuk dengan nekat. ;ntuk sennentara mereka
itu tak dapat mengganggu Liong!te. (kan tetapi..... lagi!lagi suara wanita itu
yang berseru agar lima orang pengeroyok itu mendesak aku kemudian
wanita yang bersembunyi itu menyuru" para pengeroyok itu mendesak dari
satu jurusan dari depan saja supaya jangan mengepung.
#emudian agaknya dia sendiri meng"ujankan paku!paku Pek!lian!ting
kepadaku. (ku menjadi terdesak "ebat mala" berada dalam keadaan
berba"aya. $eorang di antara para pengeroyok mendapat kesempatan untuk
menyerang (dik Liong yang suda" terluka. Liong!te masi" dapat melawan
akan tetapi lagi!lagi sebatangi paku melukainya klni di bagian lambungnya
dan yang pertama tadi melukai pundaknya. Luka!luka ini yang ternyata
kemudian mengandung racun membuat dia seperti lumpu" se"ingga dia
kena pukulan pada dadanya."
"#eparat.....!" #wee $ln berkata gemas
"Meli"at keadaan adikku terancam aku menyerbu ke ara" adikku dan
ber"asil merobo"kan penyerangnya itu dengan busurku. 0nta" dia mampus
atau tidak akan tetapi setidaknya kepalanya tentu retak!" &un $i Teng
gemas. "#emudian aku mengambil keputusan untuk menyelamatkan Liong!
te karena musu" terlampau kuat. (ku ber"asil menyambar tubu" Liong!te
dan kubawa lari pulang. #uda!kuda itu mereka rampas dan ketika pada
keesokan "arinya aku membawa beberapa orang murid mengunjungi "utan
di situ suda" tidak ada seorang pun anggauta Pek!lian!pai."
#wee $in menepuk pa"anya dengan mara". "(" kalau ta"u begitu si kurang
ajar tadi takkan kulepaskan begitu saja!"
&un $i Teng memandang "eran. "$iapa yang kaumaksudkan $ute,"
#wee $in lalu menceritakan tentang penunggang kuda yang tadi "ampir saja
mencelakai &un Lim #wi. Mendengar ini berkerut alis &un $i Teng.
"-emmm kalau begitu mereka itu selain bermaksud merampas kuda juga
sengaja "endak memusu"i keluargaku. (" kebetulan kau datang $ute. (ku
suda" melakukan penyelidikan dan mendengar ba"wa manusia bernama T"io
$ian itu berada di dusun -ek!siong!san tak jau" dari sini. (ku tadinya "endak
mencarinya di sana untuk membuat per"itungan. $ekarang kebetulan kau
datang se"ingga "atiku agak lega meninggalkan ruma". $iapa ta"u selagi
aku pergi mereka datang membikin kacau sedangkan Liong!te masi" belum
sembu". #au bisa mewakili aku menjaga di ruma"."
"Twa!su"eng kurasa Twa!su"eng saja yang menjaga ruma" biar aku yang
mewakili $u"eng mencari ja"anam T"io $ian itu di -ek!siong!san. $uda"
terang ba"wa Pek!lian!pai arnat curang kalau $u"eng sendiri yang pergi ke
sana jangan!jangan mereka akan mengatur jebakan karena mereka suda"
mengenalmu. (kan tetapi kalau aku yang pergi mereka belum mengenalku
maka kiranya akan lebi" leluasa bagiku untuk bergerak. -anya saja "arap
$u"eng memberi gambaran yang jelas tentang rupa orang s"e T"io itu."
96
Raja Pedang
Mendengar kata!kata #wee $in ini &un $i Teng mengangguk!angguk. Tak
dapat disangkal pula ucapan #wee $in ini memang benar sekali. $elain itu
dia suda" percaya akan kepandaian sutenya ini yang tidak berbeda jau"
dengan kepandaiannya sendiri. &etapapun juga menjaga di ruma" kiranya
merupakan kewajiban yang tidak kala" pentingnya pula amat berba"aya
karena selain "arus melindungi anak isterinya dia "arus pula melindungi
adiknya yang sedang sakit.
"&aikla" #wee!sute. (kan tetapi kau "arus "ati!"ati benar karena biarpun
mengenai kepandaian silat kiranya kau tak usa" k"awatir meng"adapi
mereka namun mereka itu licik dan curang sekali. ;ntuk mengenal orang
s"e T"io itu muda" saja. Perawakannya kurus tinggi kumisnya kecil panjang
dan di atas pipi kanannya terdapat sebua" ta"i lalat mera". la bicara dengan
lida" utara."
$etela" mendapat penjelasan dari su"engnya #wee $in /alu pergi melakukan
tugasnya mencari musu" besar su"engnya itu ke dusun -ek!siong!san.
)usun itu kecil saja akan tetapi ternyata tidak muda" bagi #wee $in untuk
mencari T"io $ian. (gaknya tidak ada yang mengenal orang ini di -ek!siong!
san.
(k"irnya dia mendapat keterangan tentang orang ini dari seorang pemilik
warung arak. "9rang tinggi kurus berkumis kecil dan ada ta"i lalatnya mera"
di pipi kanan, (" benar dia perna" membeli arak di sini mala" tadi aku li"at
dia lewat di sini menuju ke timur."
Mendengar keterangan ini #wee $in mengucapkan terima kasi"nya dan
cepat dia melakukan pengejaran ke timur. )i sebela" timur dusun ini terdapat
sebua" "utan kecil. Tanpa ragu!ragu #wee $in memasuki "utan ini biarpun
"ari suda" mulai senja. -utan po"on siong yang meng"itam kulitnya itu
nampak gelap. 'a meli"at "utan itu sunyi saja ba"kan tidak nampak seekor
binatang "utan.
Tiba!tiba dia mencium bau asap dan meli"at asap membumbung tinggi dari
sebela" kiri. &erindap!indap dia mendekati dan dengan girang dia meli"at
seorang laki!laki meng"adapi api unggun. Laki!laki ini cocok dengan
gambaran diri T"io $ian dan lebi" girang lagi "atinya karena meli"at laki!laki
ini seorang diri saja tidak ada orang lain di situ. )engan berani dan gaga"
#wee $in lalu meloncat mendekati dan berdiri dengan tangan bertolak
pinggang.
"9rang s"e T"io bersiapla" membuat per"itungan atas perbuatanmu yang
pengecut dan curang!" bentaknya sambil mencabut keluar pedangnya.
9rang tinggi kurus itu tersenyum lalu bangkit berdiri dengan tenang.
"Paya" kau mencari!cari aku di -ek!siong!san lalu mengejar ke sini atas
keterangan tukang penjual arak. )apat bertemu setela" aku membakar
daun!daun kering ini. 0" orang muda yang gaga" apa perlunya kau mencari
aku T"io $ian,"
#wee $in kaget sekali. #iranya orang yang dicari!carinya ini tela" lebi" dulu
ta"u akan kedatangannya. &enar berba"aya. )iam!diam dia mengerling ke
kanan kiri untuk mencari kalau!kalau orang ini suda" memasang jebakan. 'a
merasa gentar juga namun sebagai seorang pendekar dia tidak mau
memperli"atkan ini.
"/angan kau bersikap pura!pura" katanya mengejek. "#au suda" berani
menipu #un!lun $am!"engte menipu kedua su"engku mala" melukai ji!
97
Raja Pedang
su"engku dengan pengeroyokan pengecut. #eta"uila" aku #wee $in takkan
membiarkan orang macam engkau meng"ina ji!su"eng begitu saja!"
9rang itu sambil tersenyum lalu menjura. "0" kiranya Pek!lek!jiu #wee!
eng"iong yang datang. $uda" lama mendengar nama besar #wee!eng"iong
dan aku yang bodo" T"io $ian juga suda" beruntung sekali berkenalan
dengan kedua saudara &un yang gaga"....."
Mendongkol sekali "ati #wee $in. "9rang s"e T"io jangan berpura!pura
menjual mulut manis. (was pedangku!" la merasa dipermainkan dan k"awatir
kalau!kalau dijebak maka cepat dia mengirim serangan.
"0" e" benar!benar berdara" panas!" 9rang ituDH dengan muda"nya
mengelak #wee $in mendesak lagi dengan pedangnya se"ingga mau tidak
mau T"io $ian mencabut golok dan menangkis.
"#au "endak menguji kepandaian, &aikla" tiada "alangannya di tempat
sunyi kita bermain!main biar kita penu"i syarat perkenalan dengan
bertanding lebi" dulu.
)i lain saat kedua orang itu suda" bertanding seru. )iam!diam #wee $in
"arus mengakui ke"ebatan lawannya yang memiliki golok yang amat cepat
dan kuat. Paya" dia mengera"kan seluru" tenaga dan kepandaiannya
namun tetap saja dia tidak mampu mendesak lawan!nya. )ia mulai gelisa".
#alau ada seorang lagi saja teman lawannya dia tentu celaka dan takkan
dapat menang. 9le" karena itu dia mulai melakukan pukulan!pukulan tangan
kiri yaitu pukulan Pek!lek!jiu yang amat ampu".
"(yaaa..... kau benar!benar "endak mengambil nyawa orang tak berdosa,"
T"io $ian nampak terkejut dan cepat mengelak. "Mari kita bicara dulu."
Tapi #wee $in mana mau ber"enti, Mala" menyerang makin gencar dengan
pedang dan pukulan!pukulannya. Tiba!tiba T"io $ian juga melakukan
penyerangan dengan tangan kirinya melakukan pukulan!pukulan jarak jau"
untuk menandingi Pek!lek!jiu dari jago muda #un!jun!pai itu.
Pada saat itu cuaca suda" mulai gelap. Pertempuran suda" berlangsung
"ampir seratus jurus. &erkali!kali T"io $ian minta di"entikan namun #wee
$in tidak mau peduli. Tiba!tiba berkelebat bayangan kecil berwarna mera" ke
ara" T"io $ian. 9rang ini terkejut menangkis dengan goloknya. &ayangan itu
ternyata se"elai saputangan dan T"io $ian mengeluarkan seruan kaget
tubu"nya ter"uyung!"uyung ke belakang.
"(aa"""""..... kau..... kau bersekutu dengan dia......," la mengelu" dan tiba!
tiba tangan kirinya melayangkan beberapa bua" Pek!lian!ting ke ara" #wee
$in Penyerangan ini tiba!tiba datangnya. #wee $in suda" berusa"a
meng"indarkan diri namun sebatang paku Pek!lian!tin denga tepat sekali
menancap di jalan dara" dekat le"ernya. Pandang matanya gelap dan #wee
$in mengelu" perla"an lalu robo" pingsan!
#etika #wee $in membuka matanya sambil mengelu" kesakitan dia menjadi
"eran dan kaget karena mendapatkan dirinya suda" reba" di atas
pernbaringan dalam sebua" kamar yang berbau "arum. Le"ernya terasa
panas dan sakit sekali sampai berdenyut kepalanya. 2amun dia memaksa
diri bangun duduk. Terdengar pintu kamar berderit terbuka lalu tertutup lagi.
#wee $in menole" dan..... matanya terbelalak lebar ketika dia meli"at
seorang wanita muda cantik sekali memasuki kamar itu sambil tersenyunn
manis.
98
Raja Pedang
"#au..... kau siapaka".....," #wee $in "endak melompat turun. <anita itu me!
langka" ringan dan cepat ta"u!ta"u suda" berada di pinggir pembaringan
lalu menjura dan berkata dengan kata!kata yang sopan dan merdu.
"-arap Tai"iap tenang dan jangan kaget biarla" $iauw!moi memberi
penjelasan ..*
DDTapi..... tapi tak pantas sekali kita .... berada di sini....."
"$ssssttt......" Manis sekali ketika wanita itu menaru" telunjuk di depan mulut
dan bibirnya mengeluarkan suara ini untuk mencega" pemuda itu membuat
berisik. "Tai"iap jangan ribut!ribut kalau terdengar para pelayan losmen dan
para tamu kita mala" akan mendapat malu. )engarla" $iauw!moi bicara....."
<anita itu dengan sikap sopan tapi amat manis menarik lalu duduk di atas
bangku depan pembaringan sambil memberi isyarat dengan tangannya agar
#wee $in berbaring kembali. "#au berbaringla" lukamu masi" belum sembu"
dan perlu beristira"at."
#arena memang kepalanya berdenyut!denyut dan pening #wee $in terpaksa
menurut dan membaringkan badan biar!un "atinya merasa tidak enak sekali.
)ia seorang gaga" bagaimana sekarang bisa berada sekamar dengan
seorang gadis cantik jelita, &enar!benar memalukan dan mencemarkan
namanya!
"Tai"iap secara terpaksa sekali aku membawamu ke dalam losmen ini. #au
terluka "ebat ole" paku Pek!lian!ting. #au pingsan lukamu para" tepat
mengenai jalan dara" besar di le"er. Tanpa mendapat pengobatan yang
cepat dan tepat keadaanmu akan berba"aya sekali. )i dalam "utan yang
sunyi bagaimana aku dapat menolongmu, #arena itu secara terpaksa sekali
aku membawamu ke losmen ini menyewa sebua" kamar."
"Tapi..... tapi....." #wee $in memprotes "mengapa "anya sekamar, Pada"al
kau dan aku..... laki!laki dan wanita sunggu" tak patut....."
<aja" wanita itu menjadi mera" sekali terutama di kedua pipinya membuat
ia nampak makin jelita. "Maa1 Tai"iap. (ku..... aku terpaksa mengaku ba"wa
kita..... kita ini suami isteri....."
"("""!" #wee $in terkejut dan "endak bangun tapi le"ernya sakit sekali dan
dia reba" kembali.
"Terpaksa Tai"iap. #alau aku tidak mengaku demikian tentu akan
menimbulkan kecurigaan. (ku mengaku suami isteri yang berpesiar laiu kau
mendapat kecelakaan jatu" dari kuda. $etela" aku mengaku ba"wa kita
adala" suami isteri tidak ada seorang pun yang memper"atikan atau
menaru" curiga.
#wee $in diam saja. la merasai kebenaran omongan wanita ini. la melirik dan
meli"at wanita itu menyusuti da"i dengan se"elai saputangan mera". Tiba!
tiba dia teringat dan dia memaksa diri duduk.
#au..... kauka" yang menyerang dan merobo"kan T"io $ian dan yang
rnenolongku," la memandang tajam ragu!ragu. <anita itu mera" lagi kedua
pipinya ketika mengangguk tersenyum dan ber!kata perla"an "$uda"
sepatutnya kita saling tolong!menolong apalagi meng"adapi seorang
penja"at besar seperti toko" Pek!lian!pai itu. #etika aku meli"at seorang Pek!
lian!pai bertempur melawanmu tanpa ragu!ragu aku memi"ak kepadamu
Tai"iap. Tidak ta"u siapaka" nama Tai"iap yang mulia,"
$ambil duduk #wee $in cepat!cepat mengangkat kedua tangan memberi
"ormat.
99
Raja Pedang
"(" kiranya 2ona .adala" penolongku. Terima kasi" banyak 2ona suda" me!
nolong dan menyelamatkan nyawaku. (ku yang bodo" bernama #wee $in
dan bo!le"ka" aku mengeta"ui nama besar Tai"iap 62ona Pendekar7,"
"(ku bernama..... #im Li s"e 6nama keluarga7 5ou. #wee!tai"iap karena aku
suda" terlanjur mengaku suami isteri untuk melenyapkan kecurigaan orang
ku"arap kau jangan menyebut li"iap..... sebut saja namaku dan..... dan kalau
bole" aku lebi" suka menyebutmu #wee!koko 6#akanda #wee7....."
&erdebar jantung #wee $in akan tetapi pada saat itu juga le"ernya terasa
nyeri bukan main sampai kepalanya berdenyut!denyut. la meramkan
matanya dan mengelu" perla"an. <anita itu yang bukan lain adala" #im!
t"ouw T"ian!li atau 2go!lian!kauwcu ketua 2go!lian!pai segera meng"ampiri.
)engan mesra dan "alus ia menaru" telapak tangannya diatas kening #wee
$in dan berkata merdu.
"#au mulai terserang demam #wee!koko. (kan tetapi tidak apa kau tidurla"
biarla" kumasakkan obat untukmu."
)engan amat teliti wanita ini merawat #wee $in. $ikapnya penu" kasi" dan
mesra selama dua "ari dua malam tak perna" meninggalkan kamar itu tak
perna" tidur.
&iarpun sedang menderita demam #wee $in masi" ingat akan semua ini dan
diam!diam dia merasa amat ter"aru dan berterima kasi". &elum perna"
selama "idupnya dia mempunyai seorang yang begini baik ter"adap dirinya
ba"kan tunangannya sendiri nona Liem $ian -wa belum perna" bersikap
sedemikian manis dan penu" kasi". #wee $in adala" seorang pemuda yang
masi" "ijau dalam meng"adapi godaan wanita.
la belum mampu membedakan antara kasi" sayang yang murni dengan kasi"
sayang seperti yang dikandung dalam "ati seorang wanita seperti #im!t"ouw
T"ian li. Tak dapat disangkal ba"wa biarpun masi" muda #wee $in suda"
banyak sekali pengalamannya dalam dunia kangouw namun tentang cinta
kasi" dia benar!benar masi" "ijau dan "atinya masi" bersi" se"ingga dia
menganggap sikap wanita itu sebagai cinta yang benar!benar murni.
&etapapun juga #im!t"ouw T"ian!li benar!benar jatu" "ati kepada pemuda
jago #un!lun!pai ini. Meli"at sikap #wee $in yang bersi" dan jujur yang selalu
sopan dan tidak sekali!kali mau melanggar kesusilaan wanita ini merasa
malu dan takut sendiri untuk bersikap terlalu genit. 2amun dengan
kepandaiannya membujuk rayu ia ber"asil juga mendatangkan rasa "aru
dalam "ati #wee $in dan mulaila" dalam "ati pemuda ini timbul penyesalan
mengapa dia tidak diikatkan jodo" dengan seorang gadis seperti 5oa #im Li
ini!
Pada "ari ke tiga #wee $in suda" sembu" kembali. la lalu meng"aturkan
terima kasi" kepada 5oa #im Li atau yang sesunggu"nya berjuluk #im!t"ouw
t"ian!li itu.
"(dik #im Li" katarwa ter"aru "aku merasa ber"utang budi kepadamu. #alau
aku #wee $in tak mampu membalas budimu biarla" T"ian yang akan
membalasnya. $ekarang kita "arus berpisa" aku akan rnelanjutkan
perjalananku dan aku tidak berani mengganggu kau lagi."
#im!t"ouw T"ian!li tersenyum manis akan tetapi sinar matanya
memperli"atkan kedukaan "atinya "#wee!koko mengapa kita "arus
berpisa", (paka" sala"nya kalau kita melakukan perjalanan bersama, #oko
aku..... enta" mengapa selama "idupku belum perna" aku mem!punyai
100
Raja Pedang
seorang..... sa"abat seperti kau. (ku..... agaknya akan sukar sekali bagiku
untuk berpisa" dari sampingmu."
#wee $in makin ter"aru apalagi ketika dia meli"at dua butir air mata jerni"
turun dari sepasang mata yang inda" itu. )ipegangnya kedua tangan #im Li
dan suaranya menggetar "#im Li percayala" aku pun mempunyai perasaan
seperti yang kaurasai itu. #au satu!satunya wanita yang selama "idupku
amat baik kepadaku. (kan tetapi..... kurasa tidak sepatutnya kalau kau
seorang gadis gaga" perkasa melakukan perjalanan bersama seorang laki!
laki. (kan tercemar nama baikmu. #e dua....."
"#wee!koko peduli apa sama anggapan umum, #ita orang!orang gaga" tidak
perlu mendengarkan gonggongan anjing!anjing di tepi jalan!"
#wee $in tersenyum pa"it. "&etul kata!katamu akan tetapi mau tidak mau
kita "arus meng"indarkan dugaan yang bukan!bukan. $elain itu yang ke
dua..... aku "arus berterus terang kepadamu.#im Li moi!moi aku..... aku
sebenarnya suda"..... suda" bertunangan....."
(ne" sama sekali wanita itu tidak nampak kaget atau pun kecewa. Memang
bagi seorang seperti #im!t"ouw T"ian!li laki!laki yang disukainya tetap laki!
laki tak peduli dia itu belum bertunangan maupun suda" beristeri atau suda"
menjadi aya". (kan tetapi dengan kepandaiannya ia bisa membuat kedua
pipinya menjadi kemera"an.
"$iapa..... siapa dia itu #oko, Tentu gadis yang cantik jelita dan gaga"
perkasa,"
"Tentang kecantikannya aku tak dapat bilang ia amat cantik setidaknya.....
e" tidak secantik engkau. Tentang kepandaiannya tentu saja ia li"ai karena
dia itu adala" orang termuda dari -oa!san $ie!eng."
"(""" dia #im!eng!cu Liem $ian -wa.....,"
"#au suda" mengenalnya #im Li"
"$iapa yang tidak ta"u ba"wa orang termuda dari -oa!san $ie!eng adala"
#iam!eng!cu," &ibir yang mera" itu berjebi. "-emmm kukira bidadari dan
ka"yangan yang sakti!"
Mera" muka #wee $in. la teringat ba"wa #im Li memiliki ilmu kepandaian
yang amat tinggi mungkin tidak kala" ole" Liem $ian -wa dan yang suda"
jelas tidak kala" ole"nya sendiri. &uktinya T"io $ian yang li"ai itu juga robo"
ole" wanita ini. Menurut pengakuan #im Li T"io $ian dapat dibunu"nya di
dalam "utan itu dan ditinggalkan begitu saja.
")ia memang gadis seder"ana saja....." ak"irnya dia berkata untuk mengusir
rasa
jenga"nya.
/adi kau sekarang "endak pergi kesana, )i mana si" ruma" tunanganmu itu
#oko," ")i Lam!bi!c"ung. Terpaksa aku "arus singga" di sana memenu"i
pesan su"u setela" singga" sebentar aku akan kembali ke #un!lun."
"&agus! Tujuan perjalananku juga melalui Lam!bi!c"ung. #ita bisa melakukan
perjalanan bersama #oko, )ekat sana ada Telaga Pok!yang amat inda" apa!
lagi pada awal musim c"un 6semi7 seperti sekarang ini. #wee!koko kalau
begitu marila" kita berangkat. (ku takkan mengganggumu jika kau singga"
di Lam!bi c"ung aku akan menjau"kan diri!"
$ikap yang amat gembira dari #im Li ini rnembuat #wee $in tak dapat
menolak lagi. (palagi kalau diingat ba"wa dia memang akan senang sekali
melaku!kan perjalanan bersama gadis ini. #alau tadi dia mengajukan
keberatan itu "anya karena dia "endak menjaga nama baik gadis ito maka
101
Raja Pedang
sekarang mendengar ba"wa gadis itu pun "endak melakukan perjalanan
sejurusan dengannya dia menjadi girang bukan main.
"Li!moi kau sebetulnya "endak pergi ke manaka"," tanyanya serius.
(kan tetapi gadis itu "anya tertawa saja tertawa manis sambil menampar
lengan #wee $in. "&anyak tanya mau apa si", Lebi" baik lekas berkemas dan
segera berangkat!." #wee $in tertawa senang meli"at gadis itu berlari!lari ke
belakang untuk mencari pelayan dan memberi ta"u ba"wa mereka "endak
pergi meninggalkan losmen.
)an memang benar dugaan #wee $in. Perjalanan yang dia lakukan bersama
5oa #im Li benar!benar amat menggembirakan "atinya. (langka" jau"
bedanya dengan perjalanan yang dia lakukan seorang diri sebelum dia
bertemu dengan gadis ini. $ebelum mereka meninggalkan dusun itu lebi"
dulu #wee $in singga" di $in!yang ke ruma" &un $i Teng dan &un $i Liong.
#im Li tidak mau turut dan menanti di luar kampung. -al ini mala" dianggap
kebetulan ole" #wee $in karena dia sendiri juga merasa sungkan dan malu
ter"adap kedua su"engnya kalau mereka ini ta"u ba"wa dia "endak
melanjutkan perjalanan bersama seorang gadis cantik.
&un $i Teng dan &un $in Liong yang suda" sembu" merasa girang dan lega
meli"at munculnya #wee $in. Tadinya dua orang su"eng ini merasa amat
k"awatir karena beberapa "ari sute ini tidak muncul. &un $i Teng mala"
suda" menyusul ke dalam "utan dan dapat dibayangkan betapa kaget dan
"erannya ketika di tenga" "utan itu dia mendapatkan mayat T"io $ian
ditangisi ole" seorang anak perempuan berusia sembilan atau sepulu" ta"un!
$elagi dia terlongong dan "eran karena tidak meli"at sutenya di dekat
tempat itu terdengar suara keras disusul berkelebatnya bayangan tinggi
besar dan di lain saat mayat itu bersama gadis cilik tela" lenyap dari situ.
&un $in Teng kaget dan lari mengejar ke ara" berkelebatnya bayangan akan
tetapi dia "anya meli"at dari jau" seorang "wesio tinggi besar memondong
gadis kecil itu sambil mengempit mayat T"io $ian berjalan dengan langka"
lebar akan tetap cepat seperti terbang! Meli"at tangan kiri "wesio itu
memanggul sebatang dayung &u $i Teng menjadi pucat karena. dia perna"
rnendengar tentang seorang sakti yang menjadi orang nomor satu di dunia
timur yaitu Tai!lek!sin $wi Lek -osiang. (pa betul pertapa yang pulu"an
ta"un tak perna" turun gunung itu sekarang tiba!tiba muncul di situ,
$etela" mendengar cerita #wee $in yang tela" ber"asil merobo"kan T"io
$ian dengan pertolongan seorang nona pendekar yang bernama 5oa #im Li
dua orang saudara &un itu menarik napas lega.
"$unggu" sayang sekali ba"wa kita di"adapkan kenyataan yang amat pa"it
dan mengecewakan. Pek!lian!pai yang tadinya kita anggap sebagai
perkumpulan orang!orang gaga" yang berjiwa patriotik ternyata sekarang
"anyala" merupakan perkumpulan orang!orang ja"at belaka. $ute kau "arus
memberi laporan yang jelas kepada su"u agar orang tua itu tenang "atinya
dan tidak akan menyala"kan kita kalau kita tidak membantu Pek lian!pai"
kata &un $i Teng kepada sutenya
$etela" menyatakan ba"wa dia "endak lekas!lekas kembali #un!lun!pai dan
singga" di Lam!bi!c"ung seperti yang dipesankan su"unya #wee $in
meninggalkan dusun $in!yang berjalan cepat sekali keluar kampung untuk
menjumpai sa"abat barunya nona 5oa #im Li. (kan tetapi dia menjadi kaget
dan kecewa juga gelisa" karena tidak meli"at nona itu yang tadi duduk
menantinya di bawa" sebatang po"on.
102
Raja Pedang
"(du" celaka #e mana dia /angan!jangan aku ditinggalkan. /angan!jangan dia
kesal karena aku tadi terlalu lama di ruma" su"eng....." la duduk di bawa"
po"on itu dengan kening berkerut. Tiba!tiba terdengar suara ketawa dari
belakang po"on. #wee $in cepat melompat dan menengok waja"nya berseri
matanya bersinar!sinar.
#im Li.....!" $aking girangnya meli"at nona itu ternyata tidak pergi
meninggalkannya #wee $in memegang kedua lengannya dan "ampir saja
dia merangkulnya. #im Li tersenyum dan matanya bersinar!sinar.
"#wee!koko kenapa kau tadi bermuram di bawa" po"on," #im Li menggoda.
"#ukira kau tela" pergi meninggalkan aku."
0" jadi kau sedi" kalau kutinggalkan ,*
"$edi"....., Tentu saja..... e" aku..... aku.H..." #wee $in baru merasa ba"wa
tanpa disadarinya dia tela" kena umpan dipancing keluar perasaan "atinya.
#im Li tertawa menarik lengan #wee $in sambil berkata "$uda"la" "ayo
kita melanjutkan perjalanan." #wee $in tersenyum!senyum membiarkan saja
tangannya digandeng se"ingga mereka berdua sambil berjalan
bergandengan tangan seperti sepasang kekasi". Tanpa dia sadari #wee $in
suda" mulai robo" masuk dalam perangkap yang dipasang gadis cantik itu.
Terlalu pandai #im!t"ouw T"ian!li memikat dengan waja"nya yang cantik
atauka" terlalu "ijau #wee $in dalam meng"adapi keli"aian siasat wanita
cantik,
)engan melalui perjalanan yang penu" kegembiraan bagi #wee $in
kegembiraan "idup yang baru kali ini dia rasakan ak"irnya mereka tiba di
Telaga Pok!yang dan mereka berdua seperti sepasang pengantin baru
berpesiar naik pera"u di telaga ini. $ering kali #wee $in ter"eran!"eran
meli"at ba"wa gadis ini ternyata mempunyai pengaru" besar di mana!mana.
#etika "endak memasuki daera" telaga tampak serombongan tentara yang
mencegat para pelancong lalu memeriksa dengan teliti. Memang daera" ini
terkenal sebagai daera" para toko" pemberontak maka pemerinta" Mongol
mengadakan penjagaan yang teliti. (kan tetapi ketika mereka ini meli"at 5oa
#im Li mereka memberi "ormat dan tidak mengganggu gadis itu bersama
#wee $in. )alam ke"eranannya #wee $in bertanya apa sebabnya gadis ini
seakan!akan memiliki kekuasaan akan tetapi #im Li "anya tersenyum dan
berkata "5acing!cacing tana" macam mereka masi" dapat mengenal orang
baik!baik itu masi" untung. (ndaikata mereka berani mengganggu kita
berdua apaka" mereka akan dapat "idup terus dengan kepala menempel di
le"er,"
#arena pandainya #im Li menjawab dan menyimpan pertanyaan pandainya
ia merayu #wee $in tidak mendesak terlebi" jau". Mereka berpesiar sampai
puas di Telaga Pok!yang yang amat inda" itu. $ama sekali #wee $in tidak
ta"u ba"wa gerak!geriknya di telaga ini diketa"ui ole" calon mertuanya Liem
Ta aya" Liem $ian -wa! )an seperti tela" dituturkan di bagian depan Liem Ta
pulang sambil mara"!mara" dan menyatakan di depan puterinya ba"wa
pertunangan dengan #wee $in diputuskan!
#etika #wee $in menyatakan keinginannya kepada #im Li untuk menengok ke
dusun Lam!bi!c"ung ke ruma" calon isterinya #im Li ter$enyum pa"it dan
berkata
".uru adala" setingkat dengan aya" kata!katanya "arus ditaati. #au "endak
mentaati pesan gurumu pergila" kau singga" ke ruma" keluarga Liem. (kan
tetapi aku tidak bisa ikut pergi ke sana. $elamat berpisa" #wee!koko. -arap
103
Raja Pedang
kau tidak melupakan 5oa #im Li!" $etela" berkata demikian sekaji meloncat
gadis itu lenyap dari depan #wee $in. Pemuda ini menyesal sekali dan
"endak mengejar akan tetapi dia maklum ba"wa tak mungkin dia mengejar
5oa #im Li yang berkepandaian lebi" tinggi dari padanya. )engan kecewa
ke"ilangan kegembiraan dan malas!malasan dia lalu pergi seorang diri ke
Lam!bi!c"ung. #arena masi" meng"arapkan untuk dapat meli"at #im Li
kembali ke Po!yang dia tidak meninggalkan telaga itu sebelum menanti
sampai tiga "ari. &arula" dia pergi ke Lam!bi!c"ung setela" pada "ari ke
empat dia masi" belum meli"at kembali #im Li. )engan "ati berat dia
berjalan ke dusun Lam!bi!c"ung untuk menengok ruma" Liem $ian -wa.
(kan tetapi apa yang dia dapatkan di ruma" itu, Ruma" yang tertutup dan
tidak ada peng"uninya. Masi" ada tanda!tanda berkabung di depan pintu
ruma" kosong itu. )apat dibayangkan betapa kaget "atinya ketika dia
mendapat keterangan dari para tetangga balwa calon mertuanya Liem Ta
tela" didatangi penja"at dan terbunu" ketika Liem $ian -wa sedang pergi!
$uda" dituturkan di bagian depan ba"wa Liem $ian -wa menyusui ke Pok!
yang untuk membuktikan dengan mata kepala sendiri penuturan aya"nya
tentang #wee $in dan seorang wanita. $ayang ba"wa ia tidak bertemu
dengan dua orang itu dan ketika ia pulang aya"nya suda" terluka dan tewas.
#ita kembali kepada #wee $in yang menjadi kaget dan berduka sekali. La
mendapat keterangan lagi ba"wa Liem $ian -wa setela" kematian aya"nya
lalu pergi bersama seorang laki!laki gaga" perkasa yang disebut su"engnya.
#wee $in dapat menduga ba"wa Liem $ian -wa tentula" pergi bersama
seorang di antara tiga orang su"engnya yakni orang!orang dari -oa!san $ie!
eng.
"&etapapun juga aku "arus mencarinya" pikjr #wee $in. "#asi"an sekali $ian
-wa aku "arus menyatakan penyesalanku dan meng"iburnya." )alam
berpikir demikian ini dia membayangkan waja" $ian -wa. (kan tetapi "eran
sekali waja" gadis itu berangsur!angsur beruba" menjadi waja" #im Li yang
tersenyum!senyum dan membujuk rayu! 5epat dia mengera"kan tenaga
mengusir waja" #im Li dan pipinya menjadi kemera"an. (" kalau saja tidak
berlambat!lambat dengan #im Li dalam perjalanan kalau aku dapat datang
di Lam!bi!c"ung beberapa pekan lebi" dulu kiranya aku akan dapat
mencega" terjadinya pembunu"an atas diri calon mertuaku!
Makin berat rasa "ati #wee $in ketika dia melanjutkan perjalanan
meninggalkan Lam!bi!c"ung. Tadinya dia suda" merasa kecewa dan murung
karena #im Li meninggalkannya secara demikian saja tanpa memberi ta"u di
mana dan kapan dia dapat bertemu kembali dengan gadis itu. $ekarang di
tamba" lagi dengan peristiwa menyedi"kan yang menimpa keluarga calon
isterinya "ati #wee $in menjadi sedi" dan dia lalu mengambil keputusan
untuk kembali saja ke #up!lun!san.
Pada suatu senja dia tiba di luar kota Leng!ki. )i jalan itu sunyi sekali tidak
tampak seorang pun manusia. #wee $in berjalan dengan kepala tunduk.
)alam beberapa "ari ini waja"nya nampak kurus dan agak pucat. Tiba!tiba
dia mendengar benda menyambar ke ara"nya. $ebagai seorang jago muda
yang berkepandaian tinggi keadaan tubu" pemuda ini selalu dalam keadaan
siap siaga. 5epat dia miringkan tubu" dan tangannya otomatis menangkis
menyampok sambaran benda itu. $ebelum meli"at ke ara" benda yang dapat
dia pukul jatu" dia trengginas melompat ke ara" dari mana benda tadi
menyambar matanya tajam mencari!cari. (kan tetapi tidak terli"at
104
Raja Pedang
seorangpun manusia di sekitar tempat itu yang suda" mulai gelap itu. #ini
per"atiannya ditujukan ke ara" benda yang menyambarnya tadi.
&enda itu segumpal kertas. #etika dia memungutnya ternyata kertas yang
digumpal!gumpal itu berisi tulisan singkat tulisan tangan yang "alus
berbunyi% P0R.'L(- #0 L9$M02 #05'L M(L(M '2'. Tidak ada tanda!tanda
yang dapat dia kenal pada kertas itu enta" siapa yang menulisnya. (kan
tetapi ketika "idungnya mencium bau "arum pada kertas itu "atinya
berdebar penu" "arapan. -arum kertas itu mengingatkan dia akan diri 5oa
#im Li! Pergi ke losmen kecil, Losmen manaka", #wee $in memandang ke
depan. )i depan itu terdapat sebua" kota kecil tentu di situla" yang
dimaksudkan adanya losmen kecil. Mengapa ke situ, Menemui siapa, Timbul
"arapannya. Tentu 5oa #im Li berada di losmen itu. (kan tetapi kenapa
meninggalkan pesan supaya dia malam ini pergi ke sana, #alau gadis itu
betul!betul berada di sini kenapa tidak langsung menemuinya,
(kan tetapi jawaban semua pertanyaan ini yang rnerupakan kenyataan apa
yang dia dapatkan di losmen kecil dalam kota Leng!ki benar!benar di luar
dari!pada dugaanya semula. la mendengar ba"wa tunangannya Liem $ian
-wa bersama #wa Tin $iong orang tertua dari -oa!san $ie!eng berada di
losmen itu! Timbul juga kegembiraannya untuk menjumpai tunangannya dan
pendekar -oa!san!pai ini akan tetapi diam!diam dia menaru" "ati curiga.
(pa maksudnya surat yang dia terima secara ane" di tenga" jalan tadi,
$iapaka" si pengirim surat itu, (paka" #wa Tin $iong dan Liem $ian -wa,
#alau memang mereka ini tidak ane" karena dia maklum ba"wa jago!jago
-oa!san!pai memiliki kepandaian tinggi (kan tetapi apa maksudnya, )engan
cara yang penu" ra"asia itu tentu mereka bermaksud supaya dia
mengunjungi mereka secara diam!diam dan ra"asia pula.
9le" karena pikiran ini #wee $in menanti sampai datangnya malam yang
sunyi dan secara ra"asia dia mendatangi losmen langsung mencari jalan
melalui taman bunganya. (kan tetapi dapat dibayangkan betapa kaget
"eran mara" dan malunya ketika dia menyaksikan adegan yang membuat
dara"nya mendidi". la meli"at Liem $ian -wa terisak!isak berada dalam
pelukan #wa Tin $iong. (pi cemburu membakar jantung #wee $in. Tanpa
berpikir panjang lagi dia lalu mengeluarkan sisir perak yang menjadi tanda
pengikat perjodo"annya dengan Liem $ian -wa dilemparkannya sisir perak
itu ke ara" dua orang yang sedang berpelukan di taman. #emudian dia
meloncat dan pergi meng"ilang di dalaim gelap.
)engan "ati makin berat dan penu" kedukaan penu" kekecewaan #wee $in
pada saat itu juga menlnggalkan kota Leng!ki melanjutkan perjalanannya
menuju ke #un!lun!san. la tidak beristira"at malam itu semalam penu" dia
terus saja berjalan "atinya penu" penyesalan.
$elagi dia berjalan sambil melamun di atas jalan raya yang sunyi di waktu
malam mulai berganti 1ajar dia mendengar suara kaki banyak kuda berlari
cepat dari ara" belakang. la cepat minggir dan berdiri memandang. Tuju"
ekor kuda dengan para penunggangnya berlari cepat dan sebentar saja
suda" nrielewatinya. Mereka ini adala" orang!orang yang keli"atan gaga"
yang tiga orang berbaju puti". $eorang yang melarikan kuda paling depan
adala" seorang wanita cantik dan gaga". -anya sekejap saja mereka
melewati jalan itu namun di dalam cuaca yang remang!remang itu #wee $in
masi" dapat mengenal wanita tadi.
105
Raja Pedang
"#im Li.....!" teriaknya. (kan tetapi teriakannya tertelan ole" derap kaki kuda.
&etapapun juga dia masi" sempat meli"at wanita itu menole" dan tersenyum
ke ara"nya lalu makin membalapkan kudanya tanpa mernberi isyarat
sesuatu.
#wee $in penasaran. Tidak bisa sala" lagi wanita itu tentula" #im Li. Tidak
saja dia mengenal waja" yang cantik itu mata yang tajam bersinar akan
tetapi ia pun mengenal baik!baik senyum manis #im Li senyum yang selama
ini menjatu"kan "atinya. la melupakan kelela"an dan kesedi"annya
rnempercepat larinya mengejar ke ara" para penunggang kuda yang makin
lama makin jau" itu.
$epertl tela" dituturkan di bagian depan #wee $in ak"irnya memasuki dusun
#ui!lin di tepi $ungai 4ang!ce dan dia sempat mencega" 5oa #im Li atau
#im!t"ouw T"ian!li yang "endak membunu" Tan -ok. )emikianla" keadaan
#wee $in jago termuda dari #un!lun $am!"eng te dan bagaimana dia sampai
dapat berkenalan dengan #im!t"ouw T"ian!li yang dia kenal sebagai gadis
5oa #im Li yang gaga" perkasa cantik jelita dan menarik "atinya.
#ita kembali ke warung arak P"ang #wi di mana #wee $in bertemu kembali
dengan #im Li. $etela" mencega" #im Li membunu" Tan -ok #wee $i seperti
seekor kerbau menurut saja dituntun ole" #im Li duduk meng"adapi meja
dan menerima "idangan dari P"ang #wi yang nampaknya takut sekali
ter"adap #im Li.
"Minumla" #oko minumla" arak ini dan bergembirala". $etela" aku berada
di sampingmu tak perlu kau bermuram durja lagi. <anita tidak setia seperti
dia itu lebi" baik kaulupakan saja." #im Li membujuk sambil mengisi penu"
cawan arak di depan #wee $in lalu mengangkat cawan itu diberikannya
kepada #wee $in. $ikapnya amat menarik matanya memandang penu" kasi"
dan mulutnya tersenyum!senyum manis.
#wee $in melengak. #au $uda" ta"u ....,*
#im Li mengangguk dan baru ia meli"at ba"wa gadis itu sekarang membawa
golok tipis kecil yang terselip di punggungnya selendang mera" yang "arum
inda" itu tergantung di ikat pinggang. &ajunya berkembang sutera ma"al
yang inda" dan mencetak tubu"nya. Rambutnya yang panjang "itam
digelung rapi di"ias setangkai bunga teratai yang amat ane" warnanya
karena ada mera"nya ada puti"nya ada biru kuning dan ke"ijauan terbuat
dari mutiara!mutiara pili"an. 5antik jelita nampaknya dengan pipinya yang
mera".
"#alau begitu.... kau pula agaknya yang mengirim surat kepadaku.....,"
#embali #im Li mengangguk. "Meli"at wanita pili"an gurumu itu tidak patut
menjadi pendampingmu selama "idup aku tidak tega mendiamkan begitu
saja. #au perlu mengeta"ui dengan mata kepala sendiri."
"#enapa kau berlaku secara ra"asia tidak langsung menjumpai aku,".
#im Li memegang lengan #wee $in dengan sentu"an mesra. "(ku k"awatir
kalau aku muncul kau mengira aku cemburu."
#wee $in menarik napas panjang dan #im Li kembali membujuk "$uda"la"
#oko lupakan saja dia. $etela" kita berkumpul lagi mengapa susa"!susa",
Mari minum!" #arena "iburan dan sikap manis dari gadis ini #wee $in
ter"ibur juga dan tak lama kemudian dua orang itu suda" minum sepuas!
puasnya sambil bertukar pandang penu" cinta kasi" mala" #wee $in suda"
bangkit kembali kegembiraannya mau melayani sendau gurau wanita itu.
106
Raja Pedang
&aik #wee $in maupun #im Li sama sekali tidak perna" mengira ba"wa
semua perbuatan mereka semenjak tadi tela" diintai orang. Tan -ok setela"
mendapat pertolongan dari #wee $in biarpun keli"atannya tadi suda" pergi
akan tetapi diam!diam dia merayap datang kembali secara diam!diam. la
amat sakit "ati ter"adap #im!t"ouw T"ian!li yang tela" membunu" Tan $am
akan tetapi ia juga amat berterima kasi" kepada #wee $in yang tela"
menolongnya. (langka" kecewa mara" dan menyesalnya ketika dia meli"at
betapa #wee $in yang sekarang dia ta"u dari namanya ternyata seorang jago
muda gaga" perkasa dari #un!lun!pai itu jatu" "ati kepada #im!t"ouw T"ian!
li. Pemandangan yang dia li"at di dalam warung arak itu membuat "atinya
jemu dan kesedi"annya timbul. la tadinya "endak meng"arap bantuan dari
#wee $in kiranya pemuda #un!lun!pai itu suda" bertekuk lutut di bawa" kaki
#im!t"ouw T"ian!li tak kuasa menentang kecantikan wanita berba"aya itu!
)engan "ati sedi" Tan -ok malam!malam pergi dari tempat itu. Matanya
yang biasanya sayu itu kini menjadi basa" air mata.
$emenjak kecil Tan -ok tidak perna" mengenal orang tuanya "idup
sebatangkara. $etela" Tan $am memungutnya barula" dia mengenal sedikit
kesenangan "idup. $ekarang Tan $am tewas dan dia tidak berdaya membalas
dendam. Tan -ok biarpun menjadi murid dan kawan Tan $am yang menjadi
toko" Pek!lian!pai dan luas pengalamannya namun pemuda ini memang
pada dasarnya bodo" dan jujur mala" "atinya penu" ole" kedukaan yang
dideritanya semenjak kecil.
&agaikan sebua" layangan putus talinya tanpa pegangan tanpa tujuan Tan
-ok berjalan ke mana saja kakinya bergerak. #adang!kadang dia menangis
tanpa suara kadang!kadang dia menangis menggerung!gerung seperti anak
kecil.
III
#e"idupan rakyat jelata pada masa itu di Tiongkok amat sengsara. #eadaan
pemerinta"an kacau!balau para pembesar "anya mementingkan isi sakunya
sendiri tanpa mempedulikan keadaan rakyat sama sekali. Pembesar!
pembesar saling memperebutkan kekuasaan dan kedudukan dalam ke"ausan
rnereka akan pangkat dan kemuliaan duniawi. Pemerinta" penjaja" kurang
memper"atikan keadaan rakyat. 4ang kuat menindas yang lema" yang kaya
raya mempergunakan "arta kekayaannya untuk meng"isap yang miskin
yang berkuasa mempergunakan kedudukannya untuk mencekik si kecil.
Rakyat yang terkekang ole" belenggu penjaja"an bangsa Mongol mulai
berteriak dan melakukan perlawanan. )i mana!mana timbul pemberontakan
dan rakyat kecil pulala" yang menderita. $emua ini ditamba" lagi dengan
datangnya musim kering yang amat "ebat se"ingga kelaparan merajalela.
)i sebela" utara Propinsi $"en!si rakyat amat menderita ole" musim kering.
$awa"!sawa" kering mereka" peca"!peca" tak mungkin dapat ditanami.
$ungai!sungai kecil ke"ilangan sumbernya telaga!telaga keli"atan dasarnya
po"on!po"on ke"ilangan daunnya. Manusia dan binatang kurus!kurus
kekurangan makanan setiap "ari banyak orang dan binatang mati kelaparan.
Rakyat menjerit ratap tangisnya membubung ke angkasa bersambat kepada
Tu"an. $etiap "ari orang bersemba"yang minta "ujan minta perlindungan
minta!minta dengan ratap tangis yang tak berdaya. )i lain tempat pun di
kota!kota besar para pembesar dan "artawan berpesta pora berlumba
meng"amburkan arak dan gandum berlebi"!lebi"an sampai membusuk
gandum mereka di gudang bersenang!senang seujung!rambut pun tak
107
Raja Pedang
perna" teringat kepada Tu"an! $ayang Tu"an "anya dijadikan tempat
pelarian bagi mereka yang menderita. $ayang Tu"an "anya diingat ole"
manusia setela" mereka itu membutu"kan pertolongan daripada
kesengsaraan duniawi. Lebi" patut disayangkan pula di dalam keadaan
menderita orang mengelu" mengapa Tu"an meninggalkannya lupa sama
sekali ba"wa Tu"an tak perna" meninggalkan manusia sebaliknya manusia
juala" yang meninggalkan Tu"an sampai jau" sampai tersesat dan ak"irnya
mereka ke"ilangan Tu"an.
&agaikan seorang yang menyia!nyiakan obor dan membuang!buangnya di
waktu "ari masi" terang lalu kebingungan meraba!raba mencari!cari obor di
kala malam gelap tiba.
Penduduk daera" kering ini banyak yang suda" meninggalkan kampung
"alamanan berbondong!bondong mengungsi ke selatan di mana daera"nya
lebi" mendingan apabila dibandingkan dengan daera" utara. (kan tetapi
sunggu" patut dikasi"ani para petani miskin ini. )i daera" baru mereka
dianggap sebagai pengganggu dan baru mereka itu bisa mendapatkan
sekedar pengisi perut setela" tenaga mereka diperas melebi"i tenaga kuda.
)usun!dusun di ;tara ini banyak yang kosong ditinggalkan penduduknya
se"ingga merupakan daera" mati.
Pada suatu pagi seorang pemuda yang bertubu" tinggi besar seperti raksasa
memasuki sebua" dusun yang cukup besar la merasa "eran sekali meli"at
dusun ini sunyi senyap banyak ruma"!ruma" kosong ditinggalkan
penduduknya.
'a suda" merasa lapar sekali akan tetapi tidak meli"at sebua" pun ruma"
makan. Pemuda ini bukan lain adala" Tan -ok. )ipikirnya ba"wa penduduk
sepagi itu aeaknya suda" pergi ke sawa" maka dia lalu keluar lagi dari dusun
itu menuju ke sawa" untuk menemui penduduk dan minta diberi makan.
(kan tetapi apa yang dia li"at di sawa" membuat dia bergidik. $awa"
mengering sunyi senyap. Tiba!tiba dia meli"at benda!benda yang membuat
dia makin bergidik. &enda!benda yang menggeletak di sepanjang jalan dusun
itu bukan lain adala" mayat orang orang mati kelaparan ada yang suda"
berbau busuk. )engan "ati cemas ketakutan Tan -ok menjau"kan diri. la
segera berlari menuju ke tenga" sawa" dimana dia mendengar suara orang
berteriak!teriak. #etika suda" dekat pemuda ini berdiri seperti patung
matanya terbelalak memandarig pengli"atan di tenga" sawa" yang tana"nya
mengering itu.
)i sana di tenga" sawa" dia meli"at seorang kakek berlutut menangis dan
tertawa!tawa tidak karuan. jelas ba"wa orang itu suda" beruba" ingatannya.
#akek ini kurus sekali rambutnya awut!awutan dan pakaiannya compang!
camping waja"nya seperti tengkorak "idup. )engan kedua tangannya kakek
ini menggenggam tana" kering dan berteriak!teriak.
"T"ian 6Tu"an7 kepada siapa aku "arus mengelu", #epada siapa lagi aku
dapat minta tolong kalau #au sendiri suda" menutup telinga menutup mata
ter"adap penderitaanku," la menangis terguguk!guguk kemudian matanya
menjadi beringas dan tiba!tiba dia tertawa!tawa terkeke"!keke". "-a!"a!"a!
"a!"a! 'bu tana"...... kau yang memberi ke"idupan. #au yang meng"asilkan
makanan kau yang mengeluarkan air. $ekarang kau tidak mau memberi air
dan makanan apa sala"nya memakan kau, -a!"a!"a semua ba"an
makanan datangnya dari tana" musta"il tana" tidak mengenyangkan
perut," $ambil tertawa!tawa orang itu lalu makan tana" kering yang dia
108
Raja Pedang
kepal tadi! $unggu" menyayat "ati meli"at orang ini. Makan tana" kering
sambil tertawa dan kadang!kadang menangis tanpa mengeluarkan air mata.
#arena mulutnya suda" mengering dijejali tana"
kering yang dimakan secara la"ap itu membuat dia tercekik terenga"!enga"
megap!megap seperti ikan dilempar ke darat. la memegangi le"er memekik!
mekik berputaran lalu jatu" berkelojotan!
Tan -ok cepat lari meng"ampiri dan...... dia meli"at kakek itu suda" putus
nyawanya. #akek itu mati dengan mata melotot lebar dan mulut yang penu"
tana" kering itu ternganga menyeringai. Tan -ok merasa ngeri dan menutupi
mukanya tak terasa air mata mengalir di antara cela"!cela" jari tangannya.
"T"ian 4ang Ma"a #uasa mengapa aku yang suda" banyak menderita ini
"arus menyaksikan ini semua.....," la berlutut di dekat mayat kakek itu dan
menangis.
#emudian dia dapat menguasai "atinya lalu digalinya lubang di sawa" itu
dan dikuburnya mayat kakek tadi. "#akek muda"!muda"an tubu"mu akan
menyuburkan tana" ini....." doanya. #emudian pemuda raksasa ini mengubur
pula empat mayat yang menggeletak di tepi jalan.
$elagi dia mengubur mayat terak"ir tiba!tiba dia mendengar suara keras dan
belasan orang dusun datang berlari!lari ke ara"nya. Mereka itu membawa
segala macam senjata tajam alat!alat pertanian. )engan muka mengancam
mereka datang menyerbu sambil berteriak!teriak.
"$iluman pemakan bangkai!"
"&ikin mampus iblis ja"at ini!"
&elasan batang senjata seperti "ujan meng"antam ke ara" Tan -ok yang
menjadi ter"eran!"eran. (kan tetapi sekali sampok dengan lengannya yang
besar dan penu" tenaga itu semua senjata terpental dan terlempar disusul
teriakan!teriakan kaget dan kesakitan. Tan -ok tidak tega menggunakan
kekerasan ter"adap orang!orang ini yang ternyata adala" orang!orang kurus
pucat yang mirip setan!setan kelaparan.
"#alian ini setan!setan gila datang!datang menyerangku apa sebabnya," Tan
-ok bertanya dengan suaranya yang menggeledek.
"#aula" setan pemakan bangkai!" seorang di antara mereka memberanikan
diri memaki. "(ku tak perna" maka" bangkai!" jawab Tan -ok.
9rang!orang itu memandang penu" per"atian ragu!ragu. "-abis kauapakan
mayat!mayat tadi,"
"(ku kubur mereka. #alian li"atyang ini terak"ir." la menuding ke ara"
lubang yang dia gali di mana mayat terak"ir tela" dia masukkan.
9rang!orang itu melongok ke dalam lubang. "(pa tubu"nya masi" utu", (pa
tidak ada bagian yang dimakannya," )emikianla" mereka bertanya!tanya.
#etika meli"at ba"wa mayat itu memang masl" utu" badannya mereka lalu
menjatu"kan diri berlutut ada yang menangis ada yang minta ampun.
$eorang kakek yang mengepalai mereka berkata.
"9rang muda yang gaga" "arap ampunkan kami sekalian. #ami tela" sala"
sangka....."
*#asi"an kami orang!orang kelaparan....." kata orang ke dua.
Tan -ok menggeleng!geleng kepalanya lalu mengomel "#alian orang!orang
gendeng mengganggu saja!" la lalu lanjutkan pekerjaannya menguruk
lubang dengan tana" galian. 9rang!orang itu tanpa diperinta" membantu.
(kan tetapi tubu" mereka yang lema" itu memang tidak kuat untuk dipakai
bekerja berat.
109
Raja Pedang
#akek yang memimpin rombongan ini berkata "$uda" banyak teman kami
mati kelaparan dan sepekan yang lalu ada orang kelaparan gila yang suka
makan bangkai saking tak kuat mena"an laparnya. #ami klra kau itula"
orangnya....."
Tergerak juga "ati Tan -ok mendengar ini biarpun dia tidak dapat mengerti
mengapa orang!orang itu sampai kelaparan dan mengapa ada orang sampai
makan bangkai orang dan ba"kan tadi dia meli"at sendiri ada orang makan
tana".
"#alau kalian kelaparan kenapa tidak makan,*
9rang!orang itu saling pandang lalu mereka semua memandang kepada Tan
-ok dengan "eran. Meli"at waja" Tan -ok membayangkan kebodo"an kakek
tua itu menarik napas panjang dan berkata "9rang muda kau menyuru"
kami makan apaka" yang dimakan, Musim kering terlalu "ebat tana"
kering tanaman "abis. 4ang mempunyai simpanan gandum "anyala"
pembesar!pembesar dan orang!orang kaya. 9rang!orang seperti kami ini
mana ada simpanan, $emua orang ter!paksa mengungsi ke selatan "anya
kami yang tidak punya apa!apa terpaksa ting!gal di sini."
"/adi ada pembesar dan orang kaya di sini,"
"Pembesar si" tidak ada orang!orang kaya juga tidak banyak. 4ang paling
kaya dan paling kikir adala" #wi!wangwe 6"artawan #wi7 tuan tana" terkaya
di sini."
"#enapa tidak minta makan padanya,"
";uu""" minta makan, 9rang muda dia itu amat kikir jangankan dimintai
dipinjami saja tidak mau memberi. #ami mala" diusir dan dikeroyok ole"
anjing!anjingnya anjing kaki empat dan kaki dua."
"(da anjing kaki dua," Tan -ok benar!benar ter"eran.
#embali orang!orang itu sallng pandang agaknya makin jelas bagi mereka
ba"wa orang muda yang tinggi besar seperti raksasa ini kelebi"an tenaga
akan tetapi kekurangan otak.
"9rang muda #wi!wangwe selain memeli"ara anjing!anjing kaki empat juga
dia dilindungi ole" tukang!tukang pukulnya mala" pembesar di kota!kota
yang berdekatan semua melindunginya. $iapa berani ter"adapnya,"
"-emmm aku berani! #alian lapar, (ku pun lapar. -ayo kita pergi ke ruma"
anjing s"e #wi itu. (ku akan paksa dia keluarkan makanan untuk kita."
&angkit semangat orang!orang itu. Mereka ta"u ba"wa pemuda raksasa ini
adala" seorang yang kuat dan pandai ilmu silat "anya sayang wataknya
ane" dan agak bodo". "9rang muda penjagaan di ruma" #wi!wangwe kuat
sekali. (pa kau tidak takut," #akek itu masi" mencoba untuk menakutinya.
"(ku Tan -ok tak kenal takut. Mendiang su"u bilang ba"wa orang tak perlu
takut jika membela si lema" dan menegakkan keadilan. 9rang s"e #wi itu
gandumnya berlebi"an kalian sebaliknya kelaparan ini tidak adil namanya.
"Mari antarkan aku!"
$ikap dan ucapan Tan -ok membangkitkan semangat orang!orang yang
kelaparan itu dan rombongan ini lalu menuju ke ruma" #wi!wangwe. )i
sepan!jang jalan yang sunyi rombongan ini bertamba" besar dan ak"irnya
semua sisa penduduk dusun itu yang berjumla" dua pulu" orang lebi" ikut
dalam rombongan. 9rang!orang yang tadinya berputus "arapan ini timbul
keberaniannya setela" mereka dibela ole" pendekar muda Tan -ok.
&etapapun juga setela" mereka tiba di depan gedung besar milik #wi!
wangwe gedung dan pagar tembok tinggi tebal dan meli"at empat orang
110
Raja Pedang
tukang pukul menjaga di depan pintu pagar tem!bok keberanian mereka
lenyap dan orang!orang ini bersembunyi di belakang Tan -ok.
Meli"at sikap pengecut ini lenyap kesabaran Tan -ok. "-ayo kalian maju dan
nyatakan ke"endak "ati kalian. Takut apa," serunya. #akek tadi bersama dua
orang temannya memberanikan diri mendekati pintu pagar tembok.
"(njing!anjing kelaparan kalian mau apa ribut!ribut di sini," seorang tukang
pukul membentak sambil melintangkan toyanya sikapnya mengancam dan
sombong sekali
"#ami "ampir mati kelaparan....." kata kakek itu merenda" "#ami "endak
mo"on belas kasi"an #wi!wangwe mo"on bantuan sedikit gandum untuk
penyambung nyawa....."
"Pengemis!pengemis kelaparan pergi kalian! #wi!wangwe mana ada waktu
untuk melayani kalian, $edang ada tamu agung dan sibuk. Pergi!"
"#asi"anila" kami..... biarla" kami diberi pinjaman gandum kelak tentu kami
bayar dengan tenaga....."
#akek itu mendesak. "$etan tidak lekas pergi," empat orang tukang pukul itu
menjadi mara" sekali dan serentak mereka menggerakkan toya menerjang
maju. $egera terdengar suara bak!bik!buk disusul pekik kesakitan ketika para
petani itu dipukul. Percuma saja mereka mencoba melawan karena mereka
yang di waktu se"at saja tidak mampu melawan tukang!tukang pukul ini
apalagi sekarang dalam keadaan "ampir mati kelaparan.
"#ejam sekali! (njing!anjing penjaga jangan gigit orang." Tan -ok melompat
ke depan dan sekali dia menggerakkan kedua kaki tangannya empat orang
tukang pukul itu robo" toya mereka ada yang pata" ada yang terlempar
jau". &ukan main kaget "ati mereka. (palagi ketika mereka meli"at ba"wa
yang merobo"kan mereka begitu muda"nya "anyala" seorang pemuda yang
tubu"nya seperti raksasa.
"Tolong..... ada pengacau.....!" Mereka berteriak!teriak ke dalam sambil
merayap bangun.
&erbondong!bondong dari dalam gedung keluar belasan orang tukang pukul
mala" diantara mereka ada yang berpakaian seperti serdadu pemerinta"
.oan. Mereka ini ada yang membawa golok toya atau pedang dan dengan
sikap mengancam mereka menyerbu keluar. Para petani yang tadinya
berbesar "ati meli"at betapa dengan muda" Tan -ok merobo"kan empat
orang tukang pukul yang melabrak mereka tadi sekarang berbalik menjadi
ketakutan dan menjau"kan diri.
Tan -ok sendiri sama sekali tidak merasa takut. Mala" dia menyambut
mereka dengan suaranya yang keras "#alau tidak mau memberi gandum
kepada mereka yang kelaparan kupukul mampus kalian anjing!anjing
penjaga!"
Tentu saja para tukang pukul dan serdadu penjaga itu memandang renda"
kepada Tan -ok. $ambil berteriak!teriak memaki mereka menerjang. -ujan
senjata menyambar ke ara" tubu" tinggi besar itu 2amun segera terdengar
teriakan!teriakan mengadu"!adu" dan keadaan menjadi kacau!balau. Para
pengeroyoknya sibuk menyerangnya dari empat penjuru namun pemuda
gaga" perkasa ini selalu dapat melindungi tubu"nya daripada ancaman
senjata dengan jalan menangkis atau mengelak. Mala" dia cepat secara
kontan mengirim pukulan!pukulan balasan yang membuat beberapa orang
menggeletak pingsan. Meli"at makin banyak tukang pukul berlarian dari
111
Raja Pedang
dalam Tan -ok merampas sebatang toya dan mengamuk dengan senjata ini.
Makin ramaila" pei!tempuran di depan gedung #wi!wangwe itu.
"$audara!saudara Tan!eng"iong itu dikeroyok dalam pembelaannya ter"adap
kita. &agaimana kita bisa tinggal diam saja, -ayo bantu!" #akek petani
berseru keras. Memang para petani itu mulai timbul keberanian mereka
meli"at betapa gaga"nya Tan -ok melawan tukang pukul.
"&etul..... betul..... "ayo bantu Tan!eng"iong.....!"
Pulu"an orang petani yang kurus!kurus itu dengan semangat menyala lalu
menyerbu para tukang pukul yang mengeroyok Tan -ok. Mereka tidak peduli
lagi akan keselamatan diri sendiri. 4ang dipukul jatu" bangkit lagi dan
melawan penu" kenekatan. Tentu saja mendapat bantuan ini Tan -ok
menjadi makin bersemangat. Toyanya mengamuk dan demi satu para tukang
pukul dapat robo"kan.
Pada saat itu dari sebela" dalam gedung terdengar suara orang berseru
"Mundur semua biarkan .iam!siauwya 6Tuan Muda .iam7 mengusir para
pengacau!"
'tula" suaranya #wi!wangwe. Mendengar perinta" ini para tukang pukul lalu
mengundurkan diri sambil menyereti tubu" teman!teman mereka yang
terluka. $emua orang termasuk Tan -ok memandang ke dalam. Mereka
meli"at #wi!wangwe yang suda" setenga" tua seorang bertubu" tinggi kecil
yang berpakaian mewa" sekali tangan kiri mengisap "uncwe berujung emas
berdiri di anak tangga sambil memandang ke luar. )i sebela"nya berdiri
seorang pemuda yang ane". Muka pemuda ini pucat puti" matanya liar
tajam "idungnya mancung. (kan tetapi waja" yang tampan ini nampaknya
ane" dan mengandung sesuatu yang mengerikan terutama pada matanya.
Pakaiannya serba kuning dan tangan kanannya memegang sebua" suling
ular. Pada saat itu pemuda yang usianya antara dua belas ta"un ini berkata
sambil tertawa.
"#wi!wangwe biarla" aku mengadakan sedikit pertunjukan yang menarik
"ati."
&oca" laki!taki belasan ta"un itu lalu mengangkat sulingnya ditiupnya suling
itu. Terdengar suara melengking yang ane" naik turun seperti gelombang
samudera makin lama makin tinggi dan nyaring menusuk anak telinga. Tan
-ok yang suda" mempelajari ilmu silat tinggi kaget sekali karena ta"u
ba"wa suling itu ditiup dengan kekuatan k"ikang yang "ebat!
";lar.....! ;lar.....!" Para petani berteriak!teriak ketakutan. Tan -ok kaget dan
cepat memutar tubu" memandang. 'a bergidik meli"at banyak sekali ular
merayap cepat menuju ke tempat itu besar kecil dan datang dari semua
jurusan. Tadinya "anya beberapa ekor saja mungkin ular!ular yang terdekat
di tempat itu akan tetapi sebentar kemudian menjadi pulu"an dan ak"irnya
ratusan ekor ular datang dan dari jau" masi" keli"atan banyak lagi
mendatangi.
#etika ular!ular yang amat banyak itu suda" berkumpul dan menggeliat!geliat
sambil menujukan mata ke ara" si penyuling cilik yang suda" berjalan keluar
dari pintu pagar tembok suara suling tiba!tiba beruba" menjadi kacau balau
dan..... secara tiba!tiba ular!ular itu mendesis!desis dan nampak mara" lalu
menyerang para petani! $egera terdengar jerit!jerit kesakitan bercampur
dengan teriakan ketakutan. Para petani mencoba melawan namun sia!sia
karena ular terlampau banyak. Meli"at ini Tan -ok mara" sekali. $ambil
mengeluarkan gerengan seperti "arimau terluka orang muda ini menyambar
112
Raja Pedang
sebatang toya dan menerjang rombongan ular itu. la menggebuk dan
memukul meng"ancurkan banyak kepala ular. (kan tetapi ular itu terlampau
banyak dan tak mungkin dia dapat melindungi dua pulu" lebi" orang
bernasib malang yang diserbu ular!ular itu. (palagi di antara ular!ular itu
banyak terdapat ular!ular kecil berbisa yang amat gesit. $ekali pagut saja ular
ular seperti ini mematikan korbannya.
Meli"at betapa para petani itu robo" binasa Tan -ok menjadi ngeri dan
dengan amara" meluap!luap dia meli"at betapa makin banyak dia
membunu" ular makin ganasla" ular!ular yang lain dan dalam sekejap mata
saja para petani itu suda" robo" semua. Tak seorang pun tinggal "idup lagi.
"'blis kecil ber"ati keji!" Tan -ok membalik dan melompat dengan 1oya di
tangan menyerang boca" kecil penyuling yang ane" itu. $ama sekali dia
tidak ta"u ba"wa boca" itu bukanla" sembarang boca". )ia ini bukan lain
adala" .iam #in murid $iauw!ong!kwi toko" besar dari utara yang amat
ja"at.
$erangan dengan toya yang dilakukan ole" Tan -ok amat da"syat. (kan
tetapi tiba!tiba .iam #in menggerakkan tangan kirinya dan sinar keemasan
menyambar ke ara" muka Tan -ok. Terkejut raksasa muda ini. 5epat dia
menggunakan tangan kiri menyampok sinar keemasan tanpa membatalkan
serangannya dengan toya yang dipegang tangan kanan. (kan tetapi sebelum
toyanya mendekati tubu" .iam #in dia menjerit kesakitan dan toyanya
dilempar kemudian tangan kanannya merenggut ular kuning emas yang
suda" menggigit tangan kirinya. Rasa sakit panas dan gatal!gatal
menyerang seluru" tubu"nya. $ekali remas saja "ancur lu!lu"la" kepala dan
tubu" ular kecil itu akan tetapi rasa sakit yang menguasai tubu"nya tak
terta"ankan lagi. $ambii memekik!mekik Tan -ok memutar tubu" dan pergi
secepatnya dari tempat itu.
"-a!"a!"a!"a!"a orang sombong itu takkan waras lagi otaknya terkena
racun #im!tok!coa 6;lar Racun 0mas7!" .iam #in tertawa bergelak sambil
meniup sulingnya lagi. ;lar!ular yang tadinya berpesta!pora menggigiti
mayat para petani itu sekarang lari ketakutan mendengar suara suling
se"ingga sebentar saja di situ tidak ada seekor pun ular kecuali bangkai!
bangkai ular yang di!bunu" Tan -ok tadi dan mayat para petani yang malang
melintang. #wi!wangwe dan kaki tangannya yang suda" kerap kali
menyaksikan pembunu"an ter!"adap orang!orang miskin itu sekarang
bergidik juga menyaksikan kejadian yang menyeramkan ini. )engan penu"
"ormat #wi!wangwe mempersilakan .iam #in masuk ke dalam gedungnya
lagi dan memerinta"kan kepada orang!orangnya untuk membersi"an
"alaman itu membawa pergi bangkai!bangkai ular dan mayat para petani.
Tan -ok berlari!lari terus secepatnya. Tubu"nya memang luar biasa kuatnya
se"ingga biarpun dia suda" terkena gigitan ular berbisa yang amat
berba"aya dia masi" dapat berlari cepat sampai pulu"an jau"nya. (kan
tetapi ak"irnya dia terguling robo" di tenga" sawa" yang tana"nya kering
mereka" pingsan. Mata"ari dengan ca"ayanya yang penu" menyinari tubu"
Tan -ok yang menggeletak tak berdaya itu seakan!akan "endak
membakarnya. Ternyata ba"wa racun ular kuning keemasan itu mengandung
"awa yang amat panas se"ingga seluru" tubu" Tan -ok menjadi mera"
ke"itaman apalagi di bagian tangan yang tergigit sampai menjadi "itam
seperti "angus terbakar.
113
Raja Pedang
Pada saat itu dari jurusan selatan di atas jalan kecil yang kering kerontang
dan sunyi terdengar suara orang bernyanyi! &enar!benar amat ganjil
mendengar orang bernyanyi di tempat yang diliputi "awa maut kering ini.
$etela" keli"atan orangnya dia itu adala" seorang anak laki!laki yang baru
belasan ta"un usianya. Pakaiannya compang!camping lebi" patut pakaian
seorang jembel yang terlantar. (kan tetapi lengan dan kakinya berkulit
bersi". &etapapun juga jelas ba"wa dia itu bukan boca" biasa. -al ini terli"at
dari mukanya yang berkulit ane" yaitu kulitnya ke"ijauan seperti "ijaunya
daun muda. $epasang matanya juga bukan mata manusia biasa karena
mengandung sinar yang amat tajam mala" terlalu tajam se"ingga seperti
tidak normal lagi. <aja" yang berwarna ke"ijauan dengan mata setajam itu
benar!benar akan membikin orang bergidik ketakutan dan mengira ba"wa dia
ini tentu bukan manusia. (palagi kalau mendengar kata!kata dalam
nyanyiannya. (ne". 2yanyiannya saja suda" tidak karuan iramanya bukan
nyanyian lebi" pantas disebut gila atau orang mengigau akibat sakit demam.
)an kata!katanya dengarkan saja dia bernyanyi.
"-e" perut ber"entila" merengek!
Tidak maluka" kau kepada kaki,
4ang bekerja keras tak perna" mengelu" *
" #au tiada guna tak perna" bekerja
#erjamu "anya merengek minta diisi*
#ata!kata ane" ini dia nyanyikan sepanjang jalan sambil saling memukulkan
dua batang kayu yang dipegang di kedua tangan untuk membuat irama
nyanyiannya yang tidak karuan. $elain warna mukanya yang ke"ijauan dan
sepasang matanya yang luar biasa tajamnya selebi"nya anak ini bole"
dibilang tampan tubu"nya pun padat berisi dan kuat.
&oca" ini bukan lain adala" &eng $an $eperti tela" diceritakan dalam bagian
terda"ulu dari cerita ini secara kebetulan sekali &eng $an boca" korban
banjir $ungai -uang!"o yang tidak ta"u akan nama keturunannya sendiri ini
tela" bertemu dengan -ek!"wa #ui!bo dan mendapat 'lmu T"ai!"wee $iu!
"wee dan 5i!"wee yang ole" -ek!"wa #ui!bo dimaksudkan untuk
memperbesar daya "awa "4ang" dalam tubu" anak ini dan membunu"nya.
(kan tetapi tanpa disadari ia mala" memberi tamba"an tenaga kepada anak
ini dan mala" menyelamatkan nyawa &eng $an daripada "awa pukulan /eng!
tok!ciang dari #oai (tong. #emudian secara kebetulan pula &eng $an
bertemu dua orang kakek ane" yaitu P"oa Ti dan T"e &ok 2am yang
mengangkatnya sebagai murid dan kedua orang kakek ane" ini menurunkan
atau mewariskan dua macam ilmu silat yang "ebat padanya. )ari P"oa Ti dia
mewarisi #"ong!ji!ciang dan 'm!sin!kiam sedangkan dari T"e &ok 2am dia
mewarisi Pat!"ong!ciang dan 4ang!sin!kiam. (da!pun 'm!sin!kiam dan 4ang!
sin!kiam ini adala" dua bagian yang berlawanan dari 'lmu 'm!yang!sin!kiam
yang merupakan peca"an daripada 'm!yang &u!tek!cin!keng 'lmu silat
tertinggi di dunia persilatan yang da"ulu dimiliki ole" Pendekar $akti &u Pun
$u di jaman pemberon!takan (n Lu $"an 6ta"un JKK7 kira!kira lima ratus
ta"un yang lalu.
'lmu 'm!yang!sin!kiam diingini ole" semua toko" persilatan dari empat
penjuru siapa kira secara tak disengaja tela" terjatu" ke dalam tubu" &eng
$an! Lucunya &eng $an yang suda" mempelajari ilmu ini dan melati"nya
setiap "ari sampai "a1al betul sama sekali tak perna" ta"u ba"wa dia
sekarang tela" memiliki ilmu yang "ebat. -anya anak ini ta"u ba"wa berkat
114
Raja Pedang
lati"an!lati"an itu tubu"nya menjadi kuat dan ringan mala" dia sekarang
tidak perna" menderita gangguan lagi dan perasaan panas atau dingin di
tubu"nya. $etiap kali dia menderita panas dari teriknya mata"ari secara
otomatis tubu"nya mengeluarkan "awa dingin untuk melawannya dan
pengera"an "awa "'m" secara otomatis ini "anya dapat diketa"ui dari
waja"nya yang beruba" menjadi ke"ijauan. $ebalik!nya di waktu dingin
secara otomatis pula waja"nya beruba" mera" ke"itaman tanda ba"wa
tenaga dari "awa "4ang" di tubu"nya bekerja. -anya kalau "awa udara biasa
waja"nya beruba" puti" seperti biasa pula. $elain ini tanpa dia sadari
apabila dia terserang na1su amara" waja"nya juga otomatis beruba" mera"
ke"itaman sebaliknya apabila dia merasa gembira waja"nya menjadi "ijau!
Pada saat itu "awa udara amat panas!nya maka tidak "eran kalau muka anak
ini menjadi ke"ijauan tanda ba"wa "awa "'m" otomatis bekerja di tubu"nya.
Perutnya terasa lapar sekali semenjak kemarin tidak kemasukan apa!apa.
)usun!dusun kosong sunyi po"on!po"on gundul kering. ;ntuk mena"an rasa
lapar perutnya dia berjalan sambil bernyanyi!nyanyi mencela perutnya yang
selalu merengek!rengek minta isi.
"0" mata yang sial. )i mana!mana meli"at mayat orang. $uda" enam belas
mayat kukubur sekarang ada lagi di tenga" sawa". $ialan benar!" &eng $an
mengomel ketika dia meli"at tubu" Tan -ok menggeletak di tenga" sawa".
Memang seperti "alnya Tan -ok boca" ini pun semenjak kemarin "ari
meli"at banyak mayat menggeletak di pinggir jalan mayat mereka yang
kelaparan. $ejak kecil &eng $an suda" dijejali pelajaran 3lsa1at!3isa1at kuno
tentang peri!kebajikan dan perikemanusiaan maka meli"at mayat!mayat
menggeletak terlantar itu tidak tega "atinya dan dia mengubur setiap mayat
yang dijumpainya dikubur secara seder"ana.
)engan "ati agak kesal karena perutnya lapar dan selalu bertemu mayat
&eng $an menyimpang dari jalan kecil memasuki sawa" kering meng"ampiri
tubu" Tan -ok yang tak bergerak seperti suda" mati itu. $etela" memandang
waja" dan tubu" Tan -ok anak itu menarik napas panjang dan berkata
"$ayang...... sayang sekali orang begini gaga" dan bertubu" tinggi besar
seperti raksasa mati di sini. (ne"nya orang mati kelaparan kenapa badannya
masi" tegap dan besar seperti ini, (ne".....ane"....." 2amun &eng $an lalu
mulai bekerja menggali tana" kering di sawa" itu. Pekerjaan ini dia lakukan
dengan dua batang kayu kecil yang dipegangnya tadi. &enar!benar "ebat.
9rang tentu takkan percaya kalau tidak menyaksikannya sendiri. )ua batang
kayu ranting kecil itu ketika dia pakai mendongkel tana" ternyata beruba"
seperti dua batang linggis besi yang kuat. $ebentar saja dia meng!gali tana"
sampai satu rneter lebi" da!lamnya. Meli"at tubu" tinggi besar yang masi"
baik itu &eng $an merasa kasi"an kalau menguburnya kurang dalam maka
dia sengaja menggali sampai dalarn. Ternyata tana" itu bawa"nya
rnerupakan tana" lempung yang kering akan tetapi "alus dan berwarna
kemera"an.
$etela" menggali cukup dia meletakkan sepasang rantingnya dan
membungkuk mengangkat tubu" itu. &adan Tan -ok besar sekali beratnya
takkan kurang dari seratus kilo namun benar!benar meng"erankan betapa
anak kecil itu dapat memondongnya dengan muda". &eng $an kaget ketika
merasa betapa kulit tubu" Tan -ok amat panas. la masi" kecil belum dapat
mengerti betul bagaimana keadaan orang mati. #arena tubut itu kaku dan
115
Raja Pedang
diam tak bernapas dia menganggapnya suda" mati. Panas tubut Tan -ok
dianggapnya karena terik sinap mata"ari.
)engan perla"an dan "ati!"ati &eng $an meletakkan tubu" tinggi besar itu
ke dalam lubang. Mulutnya berbisik!bisik "#embalila" kau ke asalmu
tenteram dan damai." #ata!kata ini da"ulu perna" dia dengar dari seorang
"wesio ketika melakukan upacara mengubur mayat.
Tiba!tiba dia kaget dan melompat mundur matanya terbelalak. #alau saja
&eng $an bukannya seorang anak luar biasa yang tidak mengenal rasa takui
tentu dia akan lari terbirit!birit menyaksikan pemandangan yang mengerikan
itu. "DMayat" tadi bergerak!gerak dan dengan gerakan liar lalu bangun duduk
matanya Dmelotot mera" mulutnya berteriak!teriak.
"Lapar..... lapar.....! Tana" meng"asilkan segala macam tetumbu"an yang
dapat dimakan masa tana" sendiri tak bole" dimakan," )an "mayat" itu lalu
mencengkeram tana" lempung mera" dan..... dimakannya dengan amat
la"apnya.
;ntuk sejenak &eng $an berdiri seperti. patung matanya terbelalak "eran.
Mula!mula dia merasa ngeri juga. (kan tetapi ketika meli"at betapa "mayat"
itu makan tana" lempung mera" dengan enaknya seperti orang makan
daging panggang air liurnya memenu"i mulutnya. Perutnya memang amat
lapar sekarang meli"at orang makan demikian enaknya biarpun yang
dimakan "anya tana" lempung timbul seleranya. la mulai menengok ke
bawa" ke ara" tana" lempung yang tadi dia gali dan sekarang bertimbun di
luar lubang. 9tomatis dia berjongkok tangannya mengambil segumpal tana"
lempung mera" dan.... membawa tana" itu ke mulutnya terus digigit.
"<a" enak....." )engan ter"eran!"eran &eng $an terus makan tana"
lempung itu. Rasanya si" tidak bisa dibilang enak akan tetapi juga bukan
tidak enak karena "alus dan baunya "arum. $etela" memasuki perut
mendatangkan rasa kenyang juga. $ampai empat gumpal tana" memasuki
perut &eng $an yang menjadi girang sekali karena dia sekarang dapat
mengisi perutnya yang tadi merengek!rengek. $ama sekali dia tidak ta"u
ba"wa memang tana" lempung itu sejenis tana" lempung yang "alus dan
memang tidak berba"aya kalau dimakan mala" mengandung k"asiat
menguatkan badan.
"Mayat" itu lalu makan tana" lem!pung banyak sekali kemudian mayat itu
yang duduk di dalam lubang kubur mendongak memandang ke ara" &eng
$an dengan sepasang mata rnera". &eng $an tersenyum kepadanya dan
mengangguk.
"Twako jadi kau sebetulnya belum matika", $yukur kalau begitu!"
Tiba!tiba Tan -ok mengeluarkan suara menggereng lalu tubu"nya meloncat
keluar lubang sambil berteriak geram (ku tidak mati kaula" yang akan
mampus!" $erta merta pemuda raksasa ini mengirim serangan memukul ke
ara" kepala &eng $an dengan tangan kanan sedangkan tangan kirinya
mencengkeram ke ara" muka &eng $an yang ke"ijauan.
$emenjak mewarisi ilmu!ilmu silat tinggi dari kedua orang su"unya yaitu
kedua kakek P"oa Ti dan T"e &ok 2am belum perna" &eng $an
mempergunakan kepandaian ini dalam pertempuran. Memang tak dapat
disangkal lagi ba"wa dia amat tekun melati" diri mempelajar semua ilmu itu
dengan teliti namur tanpa diketa"ui apa k"asiatnya semua ilmu itu.
$ekarang meng"adapi serangan bertubi!tubi dari pemuda raksasa yang
116
Raja Pedang
seperti tidak waras otaknya ini dia kaget juga. 2amun otomatis gerak silat
yang suda" mendara" dagipg di tubu"nya bekerja.
"-isss nanti dulu Twako. -idup atau mati bukan urusan kita. &agaimana kau
bisa tentukan," $ambil mengeluarkan jawaban yang mengandung 3lsa1at
kebatinan ini &eng $an miringkan kepalanya meng"indarkan pukulan tangan
kanan Tan -ok sedangkan tangan kanannya dia angkat untuk menangkis
cengkeraman tangan kiri lawannya yang tinggi besar itu.
"Plakkk!" tangan kiri Tan -ok yang berjari panjang besar itu ber"asil men!
cengkeram tangan &eng $an yang kecil se"ingga lima pasang jari tangan
saling genggam. &eng $an merasa betapa dari tangan Tan -ok mengalir
"awa panas melebi"i api. 9tomatis tubu"nya me!nyambut "awa ini dengan
"awa "'m" yang luar biasa kuatnya se"ingga tangannya yang dicengkeram
kini terasa dingin sejuk.
-ebat sekali akibatnya Tan -ok seketika menjadi kaku tubu"nya. la masi"
tetap berdiri dengan tangan kiri mencengkeram tangan kanan &eng $an
matanya melotot kemera"an dan kini sekujur tubu"nya menggigil seperti
orang terserang demam. Tangannya yang mencengkeram tangan kanan
&eng $an seperti lengket dan tak dapat ditarik kembali sedangkan dari
tangan anak kecil itu mengalir "awa yang dinginnya melebi"i bukit es. Makin
lama tubu" Tan -ok makin menggigil mukanya yang mera" itu mulai
berkurang warnanya dan tiba!tiba dia munta"kan dara" meng"itan juga dari
luka di tangan kirinya yang kini menempel pada tangan kanan &eng $an
keluar dara" "itam. Tiga kali dia munta"kan dara" "itam dan tubu" yang
tadinya panas itu beruba" dingin sekarang. Matanya yang kemera"an dan
liar beruba" tenang.
"(du"..... adu"..... dingin.....!" Tan -ok yang tadinya kaku tubu"nya itu
sekarang dapat melompat mundur. &eng $an juga melompat mundur sambil
melepaskan tangannya. Mereka kini berdiri ber"adapan dalam jarak tiga
empat meter saling pandang. $etela" tangannLa terlepas dari tangan &eng
$an lenyap rasa dingin yang menusuk jantung. )iam!diam Tan -ok merasa
ter"eran!"eran apalagi baru sekarang dia teringat mengapa dirinya bisa
berada di situ. Tiba!tiba dia celingukan memandang ke kanan kiri dengan
rasa takut karena dia teringat akan ular!ular yang tadinya mengeroyoknya.
Meli"at ba"wa dia berada di sawa" ber"adapan dengan seorang boca"
bermuka "ijau bermata tajam yang mempunyai tangan mengandung "awa
dingin luar biasa Tan -ok kembali memandang &eng $an lalu melirik ke ara"
lubang kuburan di dekat situ.
"(dik kecil kau siapaka"," $etan atau manusia,"
&eng $an tertawa matanya yang tajam itu berkilat!kilat. "-a!"a!"a Twako
kalau satu diantara kita ini bukan manusia kiranya kaula" orangnya. (ku
manusia biasa akan tetapi kau..... apaka" kau bukan siluman,"
Tan -ok yang mengerti akan ilmu silat tinggi tadi mendapat kenyataan
ba"wa anak ini bukanla" anak biasai tangannya mengandung tenaga 'm
yang luar biasa kuatnya. (kan tetapi dia tidak ta"u ba"wa tenaga inila" yang
tela" menolong nyawanya yang mengusir racun "awa panas yang tadinya
menyerang tubu"nya akibat gigitan ular #im!tok!coa. Tentu saja di pi"ak
&eng $an sama sekali tidak ta"u akan "al ini jangankan tentang
penyembu"an yang tanpa sengaja dia lakukan ba"kan tentang tenaga!
tenaga yang berada dalam dirinya saja dia tidak ta"u apa artinya.
"(dik yang ane" kenapa kau menyangka aku seorang siluman,"
117
Raja Pedang
"#au ane" sekali si"! (ku semenjak kemarin mengubur mayat!mayat orang
mati kelaparan yang bergelimpangan di pinggir jalan. Tadi aku mendapatkan
kau menggeletak mati di sini tidak bernapas lagi. (ku menggali lubang untuk
menguburmu. 0" ta"u!ta"u di dalam lubang kuburan. kau "idup lagi makan
tana" lalu meloncat dan menyerangku. )an sekarang setela" munta"!
munta" kau bicara seperti orang waras. 9rang dengan tubu" raksasa seperti
kau bisa mati dan "idup lagi benar!benar bukan seperti manusia."
Mendengar ini Tan -ok bengong lalu menjatu"kan diri duduk di atas tana".
Meli"at pemuda raksasa itu bengong terlongong mengurut!urut dagu &eng
$an juga ikut duduk di depannya. )ua orang ini duduk tak berkata!kata
seperti dua bua" patung batu. (k"irnya Tan -ok yang menole" dan bertanya.
"(dik yang baik siapa namamu, #au anak siapa murid siapa dan kenapa
bisa sampai di sini,"
)iberondong pertanyaan!pertanyaan ini &eng $an tersenyum nakal lalu
menjawab secara memberondong pula. "2amaku &eng $an bukan anak
siapa!siapa guru!guruku suda" meninggal dan bisa sampai ke sini karena
kedua kakiku berjalan."
(kan tetapi agaknya Tan -ok tidak melayani sendau!guraunya mala" dengar
sunggu"!sunggu" bertanya "#au tidak punya orang tua dan guru!gurumu
suda" mati, jadi kau "idup sebatangkara di dunia ini,"
&eng $an mengangguk. "$ejak dulu aku "idup sebatangkara."
"Tidak punya tempat tinggal,"
&eng $an menggeleng kepala
"(" adikku yang baik..... sama benar nasib kita....." Tan -ok menubruk dan
merangkul &eng $an sambil menangis. &eng $an bingung lalu karena tidak
ta"u "arus berbuat apa ia pun ikut!ikut menangis! )ua orang ini bertangis!
tangisan di tenga" sawa" kering kerontang dan tetes!tetesan air mata
mereka diisap cepat ole" tana" yang ke"ausan.
"(dik &eng $an aku Tan -ok baru saja ditinggal mati guruku....." Tan -ok
menangis sambil merangkul "dan aku.... e" celaka! #au terkena racun!"
Tiba!tiba dia memegang tangan &eng $an dan memandang tajam. "Mukamu
ke"ijauan badanmu mengeluarkan "awa dingin sekali. #au terkena "awa
pukulan yang mengandung racun dingin..... celaka....."
&eng $an tersenyum. "Tidak Tan!twako 6#akak Tan7. (ku tidak apa!apa."
"&etulka", #au tidak merasa sakit,"
"Tidak."
"(ne"..... ane"...... kukira kau terkena racun semacam racun ular atau....."
Tiba!tiba dia melompat dan mukanya beruba". ";lar! (" sekarang aku ingat.
&oca" siluman ular itu yang melukaiku. )ia "arus dibunu"! 5elaka para
petani malang itu....."
&eng $an benar!benar tidak mengerti dan ter"eran!"eran meli"at sikap
raksasa yang beruba"!uba" dan ane" ini. "$iluman ular, )i mana dia,"
)ia seorang anak sebaya denganmu. (ku sedang memimpin para petani
yang kelaparan untuk minta bantuan makanan dari "artawan #we yang kaya
raya. (kan tetapi para petani mala" diserang ole" kaki tangannya. (ku
membantu dan munculla" siluman ular mendatangkan ratusaan ekor ular
mengeroyok para petani &anyak yang mati. (ku menyerang dan..... aku
terluka ole" seekor ular kuning emas. -ayo kita "arus pergi ke sana. (ku
"arus bunu" siluman itu!"
118
Raja Pedang
"Ratusan ekor ular! lii""""" menakutkan sekali!" &eng $an bergidik dan
keli"atan ngeri lalu memandang ke kanan kiri takut kalau!kalau ratusan ekor
ular itu datang ke situ.
"/angan takut ada aku di sini. (ku "apus basmi ular!ular itu dan silumannya.
-ayo (dik &eng $an kau ikut atau tidak," Tan -ok berdiri. "#alau kau takut
kau tinggal saja di sini aku "arus segera kembali ke dusun itu."
Tan -ok suda" mulai lari. "2anti dulu Twako. (ku ikut!" &eng $an segera
mengambil dua batang ranting yang tadi dia gunakan untuk menggali tana"
lalu ikut berlari di belakang Tan -ok.
#arena amat berna1su untuk segera kembali ke dusun membantu para petani
yang dikeroyok ular Tan -ok mengera"kan kepandaiannya dan berlari cepat
sekali. la sampai lupa ba"wa di belakangnya ada &eng $an lupa ba"wa kalau
dia berlari secepat itu tentula" seorang anak kecil seperti &eng $an akan
tertinggal jau". $etela" berlari sampai di luar dusun barula" dia teringat dan
cepat dia menengok. (langka" "erannya meli"at anak itu berlari!lari kecil
seenaknya saja tapi masi" berada di belakangnya.
0" kau masi" di belakangku,"
"Tentu saja bukanka" kau mengajakku,"
Tan -ok penu" ketegangan akan bertemu dengan siluman ular maka dia
kurang memper"atikan &eng $an dan terus melanjutkan larinya memasuki
dusun menuju ke gedung tempat tinggal #wi!wangwe.
)i depan gedung #wi!wangwe para tukang pukul sedang duduk dan sibuk
membicarakan amukan para petani yang dibantu pemuda raksasa. Tentu saja
mereka menjadi amat kaget ketika meli"at pemuda raksasa yang kemarin
tela" dilukai dan diusir pergi ole" ".iam!kongcu" itu kini tiba!tiba muncul di
depan mereka bersama seorang anak laki!laki bermuka "ijau.
"(njing!anjing keparat "ayo lekas suru" keluar #wi!wangwe dan siluman ular
itu!" Tan -ok memaki sambil memegang dua orang tukang pukul dan sekali
lempar dua orang itu jatu" bergulingan tiga meter lebi" jau"nya. 4ang lain!
lain cepat mencabut senjata dan sebagian melapor ke dalam.
$ementara itu ketika meli"at para tukang pukul mencabut senjata Tan -ok
suda" bangkit amara"nya. ")i mana paman!paman tani semua, #alian
bunu" ya, (was rasakan pembalasanku!" Tan -ok lalu mengamuk
menerjang para tukang pukul yang kini "anya membela diri tidak berani
menyerang karena maklum akan keli"aian Tan -ok. $ebentar saja Tan -ok
suda" dikeroyok belasan orang tukang pukul dan di dalam gedung terdengar
ramai!ramai karena semua orang tidak ta"u ba"wa pemuda raksasa itu tela"
datang lagi mengamuk.
Mendadak terdengar tiupan suara suling yang melengking. $uling yang ditiup
ole" .iam #in melengking tinggi dan mengalun dengan irama yang amat
luar biasa. Tan -ok berdebar jantungnya maklum apa artinya tiupan suling
itu. &etul saja dugaannya tak lama kemudian terdengar bunyi mendesis!
desis dan banyak sekali ular menggeleser datang. Tan -ok biarpun tidak
begitu cerdik namun karena dia merasa jijik juga meli"at banyak ular lalu
berkela"i dengan menyerbu ke tenga"!tenga" para tukang pukul.
Perbuatannya ini bukan berdasarkan kecerdikan melainkan karena takut
kepada ular!ular ituH akan tetapi untung baginya. .iam #in bingung untuk
memimpin ular!ularnya karena bagaiman ;lar!ularnya itu bisa disuru"
menyerang seorang saja yang berada di tenga"!tenga" dan dikurung para
tukang pukul, &aiknya setela" terjadi keributan yaitu serbuan para petani
119
Raja Pedang
#wi!wangwe mendatangkan lebi" banyak tukang pukul yang pandai se"ingga
untuk sementara amukan Tai -ok dapat dibendung.
$ementara itu meli"at ular yang amat banyak datang melenggang!lenggok
mendekatinya &eng $an menjadi jijik dan takut bukan main. la tidak takut
kalau meng"adapi orang akan tetapi meng"adapi ular yang banyak dan
amat menjijikkan dan mengerikan itu dia takut juga.#etika ular!ular itu
dengan mata mera" dan lida" menjilat!jilat keluar menyerbu ke ara"nya
sambil berteriak teriak ";lar.....! ;lar.....!" tiba!tiba tubu"nya mencelat ke
atas ke tenga" tenga" orang yang sedang berkela"i &agaikan seekor burung
terbang kakinya menginjak kepala orang!orang yang sedang mengeroyok
Tan -ok dan begitu kakinya menginjak kepala orang dia mencolot lagi ke
sana ke mari melalui kepala!kepala orang itu ak"irnya dia bisa meloncat ke
atas genteng. )i situ dia berjongkok dengan tubu" gemetaran sambil
memandang ke bawa".
$emua orang terutama sekali Tan -ok kaget dan "eran bukan main meli"at
perbuatan &eng $an ini. Meli"at cara anak itu meloncat tidak terasa jelas
ba"wa dia tidak mengerti ilmu meloncat tinggi. (kan tetapi mengapa
tubu"nya begitu ringan se"ingga seakan!akan dia dapat beterbangan di atas
kepala orang!orang,
Tan -ok tidak sempat lagi memper"atikan &eng $an karena pengeroyokan
para tukang pukul suda" cukup membuat dia repot juga. #ali ini pun Tan -ok
ber"asil merampas sebatang toya dan mengamuk. $uda" ada beberapa
orang tukang pukul robo" ole" kemplangan toyanya.
Meli"at ini .iam #in menjadi penasaran dan k"awatir juga. Tak mungkin dia
dapat menyuru" ular!ularnya menyerbu karena sekali ular!ular itu menyerbu
tentu para tukang pukul #wi!wangwe akan digigit pula. la lalu berseru.
"Paman!paman mundur semua biar ular!ularku meng"abiskannya!"
Tukang!tukang pukul itu memang kewala"an meng"adapi Tan -ok. &ukan
ilmu silatnya yang "ebat melainkan tenaganya yang benar!benar sukar
di"adap. $etiap kali toya di tangan pemuda raksasa itu menangkis tentu
banyak senjata terpental atau rusak. Mendengar perinta" ini mereka lalu
meloncat mundur meninggalkan Tan -ok. Tan -ok maklum ba"wa dia akan
dikeroyok ular maka dia "endak menda"ului menyerang .iam #in.
5elakanya anak ane" ini suda" meniup sulingnya melengking tinggi dan
ular!ular itu suda" mulai menyerbu. )i lain saat Tan -ok suda" dikelilingi ular!
ular yang amat mara" mendesis desis dan siap menyerangnya. Tan -ok
bergidik melintangkan toyanya bingur "arus menyerang yang mana dulu
karena dia tela" dikurung dalam pagar ular.
"-a!"a!"a!"a!"a manusia sombong. Ternyata kau masi" belum mampus!
$ekarang aku akan meli"at. -a!"a!"a!" kata .iam #in setela" melepaskan
sulingnya. #emudian dia mulai menyuling lagi suara sulingnya melengking!
lengking tinggi dan menyakitkan telinga.
&eng $an yang berada di atas genteng meli"at semua kejadian ini diala"
yang paling sakit telinganya mendengar suara suling itu. $aking mara"nya
dia berteriak!teriak "$iluman ja"at siluman busuk. $uara sulingmu tidak
enak. )engar aku lebi" pandai menyuling daripada suara sulingmu seperti
angin kotor itu" &eng $an meniru!niru bunyi suling dengan suaranya. Tanpa
dia sadari k"i!kang di tubu"nya suda" kuat sekali maka ketika dia meniru
bunyi melengking suara suling itu kala" kuat dan kala" nyaring! Terdengar
sekarang bunyi yang luar biasa dan ane" suara suling bercampuran dengan
120
Raja Pedang
suara mulut &eng $an yang meniru!niru suara suling. #etika dia mendapat
kenyataan betapa setela" dia menjerit!jerit telinganya tidak terganggu lagi
ole" suara suling yang kala" nyaring dia makin bersemangat dan teriakan!
teriakannya makin kuat.
#asi"an sekali ular!ular 'tu. $uara suling merupakan perinta" atau dorongan
bagi mereka dorongan yang tak mungkin terlawan lagi. $ekarang binatang!
binatang buas ini mendengar suara suling yang tidak karuan campur aduk
bising bukan main. Mereka kacau tidak ta"u "arus bagaima"a apalagi
perasaan mereka tidak karuan. dengan "perinta"" yang kacau!balau ini.
Makin lama makin kacau saling terjang dan ak"irnya ular ular itu menjadi
mara" lalu saling terkam! Mereka sama sekali tidak mau peduli lagi kepada
Tan -ok sibuk mengigit!gigit kawan!kawan sendiri yang lebi" dekat.
Meli"at "al ini .iam #in mara" sekali. )ibantu ole" #wi!wangwe sendiri dia
memberi perinta" kepada para tukang pukul untuk mengeroyok lagi Tan -ok
sementara itu .iam #in suda" melangka" maju untuk meli"at boca" yang
tela" meniru bunyi sulingnya dan tela" mengacau komandonya atas ular!ular
itu. (kan tetapi Tan -ok yang suda" mara" sekali meli"at adanya "artawan
#wi di situ memberontak dan cepat meloncat ke ara" "artawan itu dengan
toya di tangannya.
"#au "artawan pelit rasakan ini!" Toyanya mengemplang kepala "artawan itu
yang mundur ketakutan. &aiknya ada beberapa orang pengawal pribadinya
yang menangkis toya se"ingga toya itu menyeleweng tidak mengenai
kepalanya "anya menggebuk pundaknya. 2amun gebukan ini cukup keras
untuk membuat #wi!wangwe meringis dan mengadu"!adu". $ekejap
kemudian Tan -ok suda" dikeroyok lagi ole" para tukang pukul.
.iam #in sekarang dapat meli"at. adanya &eng $an di atas genteng.
Mara"nya bukan main. "0" boca" dusun busuk kau berani main!main di
depan kongcumu," la memaki sambil menuding dengan sulingnya ke ara"
&eng $an.
&eng $an pada waktu itu suda" tidak "ijau lagi mukanya suda" biasa puti"
dan tampan karena "awa udara tidak begitu panas lagi. $ekarang dia cengar!
cengir mentertawakan .iam #in. "(ku tidak main!main di depanmu
melainkan di atasmu. #au mau apa si"," la tidak takut kepada .iam #in.
(nak bermuka pucat itu apanya yang "arus ditakuti,
"/embel busuk kaumakanla" ini!" .iam #in menggerakkan tangannya dan
sinar kuning emas menyambar ke atas ke ara" &eng $an yang nongkrong di
atas genteng. &eng $an yang suda" menyelipkan dua batang kayu ranting di
ikat pinggangnya sambil tertawa!tawa menerima sinar kuning emas ini
dengan tangan kanan. $inar itu mengenai tangannya dan &eng $an merasa
ibu jari tangan kanannya agak sakit seperti tertusuk jarum. #etika dia
meli"atnya ternyata ba"wa yang tadi dilemparkan adala" se!ekor ular kecil
berwarna kuning keemasan yang sekarang menggigit ibu jarinya dan tubu"
ular itu membelit tangannya. )iam!diam dia kaget akan tetapi dasar dia
nakal dan tidak sudi memperli"atkan rasa takut atau sakit di depan .iam #in
dia tertawa terba"ak!ba"ak dan teringatla" dia akan pengalamannya da"ulu
ketika bertemu dengan #wa Tin $iong dan #wa -ong yang dia maki
"kuntilanak" teringat dia betapa dia ikut makan daging ular bersama aya"
dan anak itu. $ekarang meli"at tangannya dibelit ular kuning emas bersi"
untuk menggoda .iam #in &eng $an tanpa ragu!ragu lagi lalu..... menggigit
le"er ular itu. $ekali gigit saja putusla" le"er ular.
121
Raja Pedang
*#au kira aku tidak berani memakannya, -a!"a!"a!" &eng $an
mentertawakan .iam #in yang berdiri terlongong "eran menyaksikan betapa
boca" jembel itu benar!benar menggigit mati ularnya. (kan tetapi dia pun
segera men!jadi girang karena tiba!tiba muka &eng $an beruba" menjadi
ke"ijauan. &eng $an sendiri tidak ta"u akan "al ini "anya dia merasa betapa
bekas gigitan ular itu amat panasnya maka otomatis tubu"nya mengera"kan
daya "'m" yarig kuat se!"ingga membuat waja"nya yang puti" beruba"
"ijau. -al ini disala"artikan ole" .iam #in. &iarpun anak ini maklum ba"wa
siapa tergigit #im!tok!coa itu tentu akan mati dengan tubu" "angus
kemera"an seperti terbakar namun dia anggap ba"wa tanda ke"ijauan pada
waja" anak jembel itu cukup membuktikan ba"wa racun ularnya tela"
menjalar di tubu" anak ane" itu.
"-i!"i!"i kau suda" mau mampus masi" banyak tingka". &iarla" aku
mempercepat kematianmu!" $etela" berkata demikian .iam #in menggenjot
kedua kakinya dan tubu"nya meloncat ke atas genteng. $uling ular di
tangannya ber!gerak menyerang ke ara" &eng $an memukul kepalanya.
&eng $an mencabut sepasang ranting kayu dari ikat pinggangnya dengan
masi" berjongkok dia menangkis dari kanan kiri. $epasang ranting di
tangannya membuat gerakan seperti menggunting ke ara" suling.
"#rakkk!" $uling di tangan .iam #in pata" menjadi dua dan tubu" anak ini
terlempar kembali ke bawa"! Tanpa disadari dalam kegemasannya ketika
menangkis tadi &eng $an menggunakan dua macam tenaga pada sepasang
rantingnya dengan pergerakan gabungan dari 'm!sin!kiam dan 4ang!sin!
kiam. /angankan baru suling di tangan seorang anak seperti .iam #in
andaikata yang menyerangnya tadi seorang a"li silat yang menggunakan
pedang atau toya kiranya akan pata" juga.
"/embel busuk pengemis bau kau memata"kan sulingku! (was kau..... su"u
suling teecu pata".....!" .iam #in lari sambil menangis.
#arena dimaki!maki &eng $an menjadi mara". (palagi dia meli"at ba"wa
anak itu ternyata tidak becus apa!apa demikian pikirnya baru ditangkis satu
kali saja suling itu suda" pata". Tanpa pikir panjang dia lalu meloncat turun
dan mengejar .iam #in. .iam #in memiliki kepandaian ilmu berlari
berdasarkan ginkang yang tinggi maka larinya cepat sekali. &eng $an yang
belum perna" mempelajari ilmu berlari cepat akan tetapi karena di luar
kesadarannya dia tela" diteropati tenaga 'm dan 4ang tenaga yang amat
besar mujijat maka otomatis dia memiliki keringanan tubu" dan larinya pun
cepat sekali. Maka kejar!kejaran ini terjadi ramai sekali dan sebentar saja dua
orang anak itu tela" jau" meninggalkan dusun tadi. &eberapa kali .iam #in
yang mara" dan penasaran sengaja ber"enti dan menyerang dengan tiba!
tiba akan tetapi setiap serangannya selalu dapat ditangkis ole" &eng $an
dan setiap kali lengan tangan mereka beradu .iam #in mengadu" dan kedua
lengannya suda" bengkak!bengkak! la menjadi ketakutan dan lari makin
cepat dikejar terus ole" &eng $an yang berteriak!teriak.
"#au berlutut dulu minta ampun baru kulepas!"
"/embel busuk siapa sudi minta ampun, .uruku akan bikin remuk kepala!
mu!" jawab .iam #in yang berlari terus.
$ampai dua pulu" li mereka berkejaran ak"irnya .iam #in tidak kuat lagi dan
dia kena dipegang pundaknya ole" &eng $an dari belakang. "-endak lari ke
mana engkau siluman ular,"
122
Raja Pedang
.iam #in melawan dan memukul akan tetapi pukulannya ditangkis dan &eng
$an menampar pipinya. "Plakkk!" .iam #in robo" terguling merasa betapa
tamparan itu membuat matanya berkunang dan kepalanya pening.
"-ayo kau minta ampun dan berjanji lain kali tidak akan bermain!main
dengan ular!ular ja"at!" bentak &eng $an sambil bertolak pinggang.
"Tidak sudi!"
"#au memang layak dipukul!" &eng $an mara" dan memukuli kepala dan
badan .iam #in. (nak itu menjerit!jerit dan menangis.
"$u"u tolong...... su"u tolong.....!" Tiba!tiba dia mengeluarkan suara bersuit
nyaring sekali. &eng $an tidak peduli dan memukuli terus.
"#au siluman kejam! )engan ular!ularmu kau tela" membunu" banyak orang.
Lekas berjanji takkan main!main lagi dengan ular atau..... kupukul kepala!mu
sampai remuk!" &eng $an membentak!bentaknya.
"-e" boca" kasar jangan main pukul pada muridku! $uara ini terdengar dari
tempat jau". &eng $an menengok ke kanan kiri tapi tidak meli"at orangnya
yang berbicara. "$etan" pikirnya. "&oca" siluman ular gurunya juga iblis dan
setan." Tapi dia tidak takut dan "endak memukul pula.
(ngin bertiup di belakangnya dan ketika &eng $an menole" ta"u!ta"u disitu
tela" berdiri seorang laki!laki berusia lima pulu" ta"un lebi". Laki!laki ini
tubu"nya sedang saja pakaiannya terlampau besar se"ingga nampak lucu.
(palagi lengan bajunya amat panjang menutupi kedua tangannya. Mukanya
nampak sabar alisnya tebal dan sepasang matanya tajam. &eng $an yang
menduga ba"wa orang ini tentula" guru lawannya segera melangka" maju
dan memukul. Tapi orang itu menggerakkan lengan kirinya dan ta"u!ta"u
kedua tangan &eng $an suda" terlibat ujung lengan seperti dibelenggu tak
dapat terlepas pula.
#akek yang luar biasa ini adala" seorang sakti seorang di antara beberapa
toko" yang dianggap merajai dunia per!silatan disebut orang $iauw!ong!kwi
6Raja 'blis #ecil7. ;ntuk daera" utara nama ini amat ditakuti orang. Memang
kepandaian Raja 'blis #ecil ini "ebat sekali terutama ilmunya yang
menggunakan ujung tangan bajunya yang dapat menangkap menusuk
menyabet lebi" ampu" daripada senjata!senjata pili"an. &eng $an yang
masi" kanak!kanak biarpun di dalam dirinya terkandung tenaga da"syat dan
ilmu silat tinggi sekali namun dia memiliki semua itu di luar kesadarannya
se"ingga dia belum dapat mengatur dan mempergunakan sebagaimana
mestinya. &agaikan sebua" intan cemerlang &eng $an adala" intan yang
masi" menta" belum digosok. Maka tentu saja ber"adapan dengan seorang
toko" besar seperti $iauw!ong!kwi ini dia tidak berdaya sama sekali.
$iauw!ong!kwi menole" kepada murid!nya dan ketika mendapat kenyataan
ba"!wa .iam #in tidak terluka apa!apa "a!nya benjut!benjut saja dan benjol!
benjol saja dia bernapas lega. )ipandangnya &eng $an sekali lagi dengan
mata sekarang membayangkan kekaguman dan ke"eranan. $uda"
sepatutnya kalau di dalam "ati toko" besar ini timbul kekaguman kepada
boca" yang sekarang mukanya menjadi mera" "angus ke"itaman ini akibat
kemara"an dalam "ati &eng $an se"ingga mukanya mera" "itam. Muridnya
.iam #in kalau dibandingkan dengan boca"!boca" sepantarnya suda"
merupakan seorang anak yang luar biasa cerdik dan pandainya. (palagi
suda" memiliki ilmu kepandaian yang amat tinggi kalau dibandingkan
dengan anak!anak sepantarnya. Mengapa sekarang .iam #in kala" dan
dipukuli ole" boca" muka "itam ini,
123
Raja Pedang
"#au siapa," tanyanya tanpa melepaskan ujung tangan baju yang mengikat
dua pergelangan tangan &eng $an. (kan tetapi ikatan itu tidak terlalu erat
se"ingga &eng $an juga tidak mengalami rasa sakit "anya boca" ini amat
mara" saja.
"&eng $an!" jawabnya berani sambil menatap muka kakek itu dengan mata
melotot. Memang menakutkan juga muka boca" ini kalau begitu. &iarpun raut
waja"nya tampan matanya lebar dan alisnya "itam berbentuk pedang akan
tetapi kalau waja" itu mera" ke"itaman dan matanya yang lebar
dipelototkan tentu mukanya ini akan membikin takut setiap orang di waktu
malam gelap!
"Mukamu seperti iblis!" $iauw!ong!kwi tertawa mengejek.
"Memang aku iblis!" jawab &eng $an kini sambil menyeringai karena dia
tidak mengucapkan kata!kata itu dengan mara" melainkan bermaksud
menggoda kakek itu. (kan tetapi $iauw!ong!kwi tidak mara" mala" tertawa
bergelak dan makin kagum kepada anak ini.
"#au anak siapa,"
Tanpa ragu!ragu &eng $an menjawab "(ku anak 'blis -uang!"o." $iauw!ong!
kwi menggeleng!geleng kepalanya. &enar!benar boca" ini ane" sekali dan
luar biasa keberaniannya.
"$iapa gurumu, Tentu bukan iblis juga kan," tanyanya.
&eng $an memang belum perna" membo"ong kecuali kalau sedang main!
main. $ekarang dia meng"adapi kakek guru .iam #in yang li"ai ini dengan
main!main. la diam!diam mara" kepada kakek ini yang masi" saja
membelenggu kedua tangannya dengan ujung lengan baju. la menganggap
kakek ini ja"at dan apa sala"nya membo"ongi dan mempermainkan seorang
ja"at, #etika dia dididik di kelenteng da"ulu dia memang selalu diajar supaya
jangan membo"ong jangan menipu dan merugikan orang lain. $ekarang dia
andaikata benar membo"ong to" tidak akan merugikan kakek ini sebaliknya
dia yang dibikin rugi dibelenggu tanpa dapat melepaskan diri.
".uruku li"ai sekali kalau dia datang sekali ketok kepalamu akan benjut!
benjut!" $iauw!ong!kwi tertawa bergelak. Tentu saja dia berani mengejek
karena di dunia ini siapaka" orangnya yang akan mampu sekali ketok
membikin kepalanya benjut, $edangkan yang kepandaiannya bole"
ditingkatkan sejajar dengan dia pun "anya beberapa gelintir saja manusia.
"-a!"a!"a kenapa kau bisa pastikan dia akan menang daripada aku,"
".uruku biarpun iblis tapi amat li"ai dan gaga" tidak seperti kau ini kakek
tua beraninya "anya menyerang dan mem!belenggu seorang anak kecil!"
Mera" waja" $iauw!ong!kwi disindir begini. )i dunia ini jarang sekali ada
orang berani membanta" kata!katanya apalagi mengeluarkan ejekan dan
sindiran seperti boca" ini!
"&oca" edan siapa si" gurumu itu,"
"#akek pikun!" &eng $an balas memaki. "Lepaskan dulu kedua tanganku
baru aku mau memberi ta"u."
"#alau tidak kulepas,"
"&iar kaubunu" aku takkan sudi aku memperkenalkan nama besar guruku
kepada seorang kakek pengecut yang beraninya "anya kepada anak!anak
kecil."
"$u"u kenapa layani monyet gila itu, .asak saja kepalanya "abis perkara!"
tiba!tiba .iam #in berseru meli"at su"u!M nya bercakap!cakap dengan &eng
$an.
124
Raja Pedang
&eng $an tertawa mengejek. ".urunya pengecut muridnya lebi" pengecut
lagi. #alau memang berani "ayo kita boca" sama boca" mengadu kepalan
tangan biar gurumu menandingi guruku."
$iauw!ong!kwi adala" seorang toko" besar dunia persilatan tentu saja selain
ilmunya tinggi juga batinnya suda" amat kuat. (kan tetapi sekarang
meng"adapi &eng $an dan mendengar sindiran!sindiran dan ejekan!
ejekannya perutnya terasa panas juga. &eberapa kali dia disebut pengecut.
#alau yang mengucapkan kata!kata ini seorang toko" kang!ouw tentu dia
takkan mau mengampuninya lagi. Ter"adap &eng $an dia kewala"an. Makin
dia turun tangan tentu makin renda" pandangan boca" ini ter"adapnya.
Memang kalau dipikir memalukan sekali ba"wa dia seorang toko" besar
membelenggu seorang boca" yang masi" ingusan.
"&oca" keparat siapa pengecut," la menggerakkan tangannya dan sekaligus
terlepasla" kedua tangan &eng $an dari libatan ujung tangan baju. "2a" kau
suda" terlepas "ayo sekarang datangkan itu gurumu yang berbau tai anjing!
$iapa cecunguk yang menjadi gurumu itu,"
&eng $an sejak tadi suda" berpikir tentang ini. $ebetulnya dia mempunyai
banyak guru pikirnya. Pertama!tama tentu saja para "wesio di #elenteng
-ok!t"ian!si di Propinsi $"an!si yang menjadi gurunya karena tela"
mengajarkan tentang membaca menulis. #emudian dia perna" belajar tiga
macam ilmu dari -ek!"wa #ui!bo se"ingga nenek itu bole" juga disebut
gurunya. $etela" itu yang terak"ir dan yang tela" mengakuinya sebagai
murid adala" kedua orang su"unya yaitu P"oa Ti dan T"e &ok 2am. (kan
tetapi &eng $an adala" seorang boca" yang cerdik. la tidak mau menyebut
nama kedua orang gurunya ini karena maklum ba"wa keduanya mempunyai
ra"asia yaitu menyimpan sepasang kitab 'm!yang!sin!kiam yang tela"
terampas ole" -ek!"wa #ui!bo dan $ong!bun!kwi. #alau dia menyebut nama
P"oa Ti dan T"e &ok 2am jangan!jangan kakek ane" ini akan memaksa
membawanya kepada dua orang yang suda" mati itu dan buntutnya akan
menjadi panjang. Maka dia rnengambil keputusan dan menjawab.
".uruku yang kauanggap berbau tai anjing itu berjuluk $ong!bun!kwi!"
&eruba" waja" $iauw!ong!kwi mendengar disebutnya nama ini. (kan tetapi
"anya sebentar saja karena dia segera tertawa bergelak. "#akek tua bangka
baju puti" itu gurumu, -a" jangan kau bo"ong. )ia yang "ampir gila karena
anaknya yang goblok mana punya murid lagi, (ndaikata benar akupun tidak
takut pada....."
"$iauw!ong!kwi dia tidak bo"ong dia benar muridku!" Tiba!tiba terdengar
suara dari jau". $uara ini seperti suara guntur terdengar dari jau" sekali
akan tetapi tiba!tiba bertiup angin dan sebelum gema suara lenyap orang
yang bicara tadi suda" berdiri di situ. 'nila" $ong!bun!kwi kakek baju puti"
yang mukanya masi" mera" segar pada"al usianya suda" tuju" pulu" ta"un
itu. 'nila" si $etan &erkabung toko" besar dari dunia barat yang amat
ditakuti orang bukan "anya karena kepandaiannya yang tinggi terutama
sekali karena "ati!nya yang kejam tak kenal ampun.
5epat sekali tangan $iauw!ong!kwi bergerak dan ta"u!ta"u kedua lengan
tangan &eng $an suda" dicengkeramnya. "$ong!bun!kwi mau apa kau
muncul di dunia, #alau niatmu buruk muridmu akan kubunu" lebi" dulu
baru kau akan kukirim ke neraka!" kata $iauw!ong!kwi mengancam.
$ong!bun!kwi mengeluarkan suara yang mirip suara wanita menangis seperti
yang perna" didengar ole" &eng $an ketika manusia ane" ini dulu datang
125
Raja Pedang
merampas 4ang!sin!kiam dari T"e &ok 2am kemudian bertempur melawan
-ek!"wa #ui!bo. Tiba!tiba saja tubu" kakek itu melayang ke ara" .iam #in.
(nak ini yang suda" banyak juga pengalamannya di dunia kang!ouw ta"u
ba"wa kakek yang menangis ini adala" seorang lawan maka dia memapaki
dengan pukulan tangan kanannya.
"#in!ji 6(nak #in7 jangan!" teriak $iauw!ong!kwi akan tetapi terlambat.
Pukulan tangan kanan .iam #in suda" bersarang ke dalam perut $ong!bun!
kwi dan..... tangan kecil itu seperti tela" menancap ke dalam perut tak dapat
dicabut pula! .iam #in berdiri dengan mata mendelik dan tubu"nya kaku tak
dapat bergerak. Ternyata dia tela" "ditangkap" ole" perut manusia ane" itu.
"-e"!"e"!"e" $iauw!ong!kwi. )ulu di puncak salju .unung (ltai!san kita
suda" bertanding dua "ari dua malam sedikitnya se"ari penu" aku baru
akan dapat mengala"kanmu. (ku tidak ada waktu untuk melayani kau orang
buruk. &oca" setan bernama &eng $an itu bukan muridku akan tetapi aku
membutu"kannya. -ayo kaulempar dia kepadaku kutukar dengan muridmu
yang tidak becus apa!apa ini. $atu...... dua..... tiga.....!"
$iauw!ong!kwi yang maklum ba"wa manusia $eperti $ong!bun!kwi tidak
perna" main!main dan ucapannya "arus dianggap sebagai keputusan
terak"ir cepat dia melemparkan tubu" &eng $an ke ara" kakek itu.
&erbareng pada saat itu juga perut $ong!bun!kwi melembung dan
terlemparla" tubu" .iam #in ke ara" $iauw!ong!kwi.
&eng $an melayang ke ara" $ong!bun!kwi dan dengan muda"nya kakek ini
menangkap lengannya terus sambil mengeluarkan suara menangis kakek ini
membawanya lari seperti terbang cepatnya pergi dari tempat itu. (dapun
$iauw!ong!kwi ketika menerima tubu" .iam #in terkejut dan mengutuk.
$ong!bun!kwi iblis ja"at!" la meli"at ba"wa tubu" .iam #in mati separo"
yaitu bagian kanan. Ternyata ba"wa ketika melemparkan anak ini dari perut.
kakek itu mengalir "awa pukulan melalui tangan kanan .iam #in dan yang
membuat tubu" .iam #in bagian kanan menjadi lumpu" dan mati! 'nila"
kejamnya "ati $ong!bun!kwi yang memang luar biasa. $iauw!ong!kwi biarpun
termasuk orang ane" yang tidak peduli akan keja"atan masi" tidak mau
melukai &eng $an ketika dia melemparkan anak itu.
Meli"at keadaan muridnya cepat $iauw!ong!kwi menempelkan telapak
tangannya pada telapak tangan kiri murid!nya dan dengan pengera"an
'weekangnya dia "mendorong" keluar "awa pukulan $ong!bun!kwi dari
sebela" kanan tadi keluar dari tubu" muridnya. $etela" berusa"a kurang
lebi" lima menit barula" dia ber"asil. #eadaan .iam #in normal kembali dan
sambil menggeleng kepala menyusuti pelu" di keningnya $iauw!ong!kwi
mengelu".
"&erba"aya $ekali setan tua bangka itu....." #emudian tanpa banyak cakap
dia lalu mengajak muridnya pergi dari situ. Tua bangka itu sekarang li"ai
sekali pikirnya jangan!jangan dia tela" mendapatkan sumber 'm!yang. la
merasa berk"awatir dan berjanji akan menyelidiki akan "al ini dan kalau
ternyata dugaannya betul dia "arus berusa"a merampasnya.
? ? ?
)i puncak Tai!"ang!san terdapat sebua" dataran yang luas. Tana"nya subur
akan tetapi seperti dibuat ole" manusia daratan itu tidak ditumbu"i po"on
melainkan diselimuti rumput!rumput pendek yang "ijau dan segar. )i atas
rumput inila" &eng $an diturunkan ole" $ong!bun!kwi setela" melalui
perjalanan ratusan li jau"nya.
126
Raja Pedang
"#akek $ong!bun!kwi aku bukan muridmu dan aku mengaku di depan $iauw!
ong!kwi "anya untuk menakut!nakuti dia. (paka" kesala"an begitu saja
membuat kau bingung tidak ta"u "arus berbuat apa ter"adap diriku," &eng
$an mencela kakek itu dengan suara kesal. Memang "atinya mengkal dan dia
kesal meli"at kakek itu di sepanjang jalan diam saja dan tidak memberi ta"u
mengapa dia dibawa ke tempat sejau" itu.
;ntuk beberapa lamanya kakek baju puti" itu memandangnya dengan mata
liar berputaran mata orang yang tidak waras otaknya. Tiba!tiba dia tertawa
derngan suara menangis. "-i!"i!"i kau takut aku membunu"mu,"
)engan suara tetap &eng $an menjawab"Tidak! Mengapa aku "arus takut,
#au takkan membunu"ku!"
Mata $ong!bun!kwi melotot lebar penu" ancaman. "&oca"! /angan kau main!
main di depan $ong!bun!kwi. 2yawa manusia bagiku tidak ada bedanya
dengan nyawa semut apalagi nyawamu.....!"
"-anya nyawa seekor semut kecil bukan, Terima kasi"!" ejek &eng $an
de"gan berani. "(kan tetapi aku tidak main!main. #au sendiri yang
memberita"u ba"wa kau takkan membunu"ku."
"(pa, (ku yang memberi ta"u, $etan bilangla" dengan jelas jangan main
teka!teki."
&eng $an tetap tertawa menggoda. "'ni bukan teka!teki. #au mau mencoba
menebaknya, Tak mungkin bisa. -ayo tebak ada orang yang segala!galanya
besar sendiri siapa itu,"
#arena terbawa "anyut ole" kegembiraan &eng $an atau mungkin karena
$ong!bun!kwi suda" terlalu tua se"ingga cocok dengan kata!kata orang
ba"wa orang yang suda" terlalu tua kembali seperti kanak!kanak $ong!bun!
kwi bersorak "(" gampang saja itu. 9rang yang besar sendiri adala"
raksasa. -ayo betul tidak,"
&eng $an meruncingkan bibirnya. ";uu""" sala" sama sekali! &ukan begitu
jawabnya."
"(" kalau begitu orang utara. Tubu"nya besar!besar melebi"i orang selatan."
&eng $an tetap menggeleng kepalanya.
"9rang dari $"an!tung! Tinggi!tinggi!" kata pula $ong!bun!kwi. (kan tetap
&eng $an menggeleng lagi.
"-abis orang apa, Terima kala" aku.*
"9rang yang besar sendiri," kata &eng $an. "#au inila" atau aku pendek nya
setiap orang!"
$ong!bun!kwi melongo lalu mara" "/angan main!main kau jangan tipu aku.*
"$iapa main!main, #aula" orang yang besar sendiri juga aku dan setiap
orang tentu besar sendiri. #alau kau tidak besar sendiri siapa yang
membesarkanmu, (pa ada yang meniup lubang "idungmu sambil
menyumpal lain lubang di tubu"mu supaya kau melembung dan membesar,"
&eng $an tertawa terkeke"!keke" dan $ong!bun!kwi tiba!tiba tertawa pula
sambil mengangguk!anggukkan kepalanya.
"$ekarang lain lagi. T"ian 6Tu"an7 membuat seluru" anggauta tubu" kita
lengan sempurna. (kan tetapi mengapa T"ian membuat "idung kita dengan
dua lubangnya meng"adap ke bawa". -ayo kalau kau memang pintar
jawabla"!*
$ong!bun!kwi mengerutkan keningnya. <a" soal pelik ni" pikirnya. $ampai
membawa!bawa nama T"ian. $etela" memutar otak ak"irnya dia menjawab
dengan suara sunggu"!sunggu". "-idung mempunyai dua lubang kiranya
127
Raja Pedang
T"ian berke"endak demikian untuk membuat keseimbangan ada yang kiri
tentu ada yang kanan sebagai wakil daripada 'm dan 4ang. )engan
meng"adap ke bawa" lubangnya maka manusia dapat mempergunakannya
lebi" baik untuk mencium karena kalau lubangnya tidak di bawa" tentu
sukar dipergunakan untuk memper!bedakan bau." la ber"enti dan berpikir
lagi tapi tak dapat melanjutkan.
"-anya begitu," &eng $an mendesak senyumnya tidak rnembesarkan "ati si
penebak.
"4a "abis apa lagi, Tebakanku kan betul kali ini bukan," tanya $ong!bun!kwi
penu" "arap.
"&etul apanya, #au ngawur!"
$ong!bun!kwi melengak kecewa. "/adi sala" lagi, -abis bagaimana
jawabannya,"
")engarla" baik!baik" kata &eng $an dengan lagak seorang dewasa
memberi ta"u seorang anak!anak. "T"ian memberi "idung dengan dua
lubangnya meng"adap ke bawa" dengan maksud yang amat baik. jika
"idungmu diberi lubang yang meng"adap ke atas di waktu "ari "ujan dan
kau ke"ujanan bukanka" air "ujan akan membanjiri lubang "idungmu
membuat kau tersedak berbangkis dan pilek terus!terusan, 2a" itula"
sebabnya makanya lubang "idungmu di"adapkan ke bawa".
&eng $an tertawa dan $ong!bun!kwi setela" membayangkan orang dengan
lubang "idung meng"adap ke atas ke"ujanan lalu tertawa juga terkeke"!
keke" sambil berkata "#au benar..... kau benar....."
"$ekarang sebua" lagi yang amat gawat" kata &eng $an waja"nya
bersunggu"!sunggu" waja"nya yang kini suda" puti" lagi itu berseru
sepasang matanya memancarkan kenakalan tapi keningnya berkerut.
"$ebua" teka!teki yang menyangkut ra"asia T"ian!"
$ong!bun!kwi terkejut dan memandang "eran tak percaya "&oca" anak
manusia bernama &eng $an jangan kau keluarkan omongan gila. (ku sendiri
tidak berani mengutik!utik ra"asia T"ian."
"(ku bersunggu"!sunggu" $ong!bun!kwi. #alau kau bisa menjawab teka!teki
yang satu ini berarti kau tela" bertemu dengan ra"asia T"ian!"
"0" boca" ane". Lekas keluarkan teka!tekimu yang "ebat itu."
"#akek $ong!bun!kwi kau sendiri suda" tua bangka dan tak lama lagi tentu
akan mengalami "al yang sama yaitu kematian. $ebagai $ong!bun!kwi
6$etan &erkabung7 kau tentu suda" ta"u apa artinya orang mati dan suda"
sering kali meli"at keluarga yang kematian. 2a" sekarang teka!tekinya
begini. (pa sebabnya orang mati sebelum dimasukkan peti mati selalu
dimandikan lebi" da"ulu! 2a" pikirla" baik!baik karena kau sendiri kelak
juga akan mati dan dimandikan orang."
$ong!bun!kwi sekarang betul!betul mengera"kan otaknya untuk mencari
jawaban teka!teki yang terdengar amat pelik. la meng"ubung!"ubungkan
jawaban dan teka!teki ini dengan (gama &udd"a dengan ajaran 2abi Locu
dan 2abi #"ong!cu. $etela" mengumpulkan ba"an!ba"an yang dia ingat dia
lalu menjawab.
"Pertama badan manusia yang mati ditinggalkan ro"nya dan agar ro" itu
dapat memasuki nirwana dengan baik badannya "arus pula dibersi"kan dari
segala kotoran. #edua badan manusia kalau mati berarti kembali ke asalnya
karena ketika dila"irkan dari tempat asal badan manusia bersi" maka
kembalinya "arus pula bersi". #etiga badan manusia mati dimandikan
128
Raja Pedang
sampai bersi" sebagai tanda ba"wa si mati dibersi"kan daripada segala
dosa dan kesala"an. #eempat mayat manusia dimandikan sampai bersi"
untuk memberi peng"ormatan kepada )ewa &umi yang akan menerima
mayat itu. #e lima mayat dimandikan sampai bersi" untuk mengusir semua
"awa busuk dan penyakit agar tidak sampai menular kepada orang!orang
yang masi" "idup. #eenam mayat itu dimandikan untuk menyatakan ba"wa
betul!betul dia tela" mati karena kalau belum terkena siraman air tentu
akan siuman kembali. #e tuju" memang semenjak da"ulu mayat dimandikan
sampai bersi" sebelum dimasukkan peti dan dikubur ole" karena itu sampai
sekarang orang "arus melanjutkan kebiasaan itu dan inila" yang dinamakan
mentaati peraturan." $ampai di sini $ong!bun!kwi ber"enti karena suda"
"abis semua pengertiannya dikuras untuk menjawab teka!teki itu.
Mendengarkan jawaban ini makin lama makin bersinar mata &eng $an
nampaknya girang sekali. #etika kakek itu ber"enti dia mendesak. "-anya
tuju" jawabnya, (paka" masi" ada lagi, &ole" tamba" kalau masi" ada!"
"$uda" "abis. Tentu sala" satu dari tuju" jawabanku itu benar. -ayo katakan
apaka" jawaban!jawaban itu ada yang cocok!"
&eng $an tertawa. "&enar kata kitab kuno ba"wa mencari sesuatu "arusla"
dicari di tempat yang dekat!dekat dulu baru mencari ke tempat yang jau".
#alau tidak demikian dan langsung mencari di tempat jau" pada"al yang
dicari itu dekat saja kau akan tersasar makin jau" daripada yang kaucari.
2a" kau juga begitu #akek $ong!bun!kwi. /awaban itu dekat dan seder"ana
akan tetapi kau melantur sampai jau" dan memberi jawaban bertele!tele."
"(pa tidak ada yang cocok," tanya $ong!bun!kwi cemas.
"&ukan tidak cocok saja mala" menyeleweng jau" daripada jawaban teka!
teki yang dimaksudkan. $emua sala"!" .
(gak beruba" waja" $ong!bun!kwi kini penu" penasaran. "&etulka" semua
sala", &oca" siluman kalau begitu "ayo katakan apa jawabnya yang betul.
#alau kau menipu sekali tampar otakmu akan "ancur cerai!berai!"
"$iapa sudi menipumu, )engarkan baik!baik $ong!bun!kwi. Teka!teki itu
bunyinya begini% (pa sebabnya orang mati sebelum dimasukkan peti mati
selalu di!mandikan lebi" dulu, 2a" sekarang jawabannya seder"ana saja
begini% 9rang mati. sebelum dimasukkan petl mati selalu dimandikan lebi"
da"ulu karena )'( T')(# &'$( M(2)' $02)'R'! #alau dia bisa mandi sendiri
tentu tidak dimandikan orang dan dengan begitu dia belum mati. 2a" betul
tidak,"
$ong!bun!kwi menjadi pucat mukanya yang mera" itu tangannya diangkat
"endak menampar kepala &eng $an akan tetapi tiba!tiba tangannya itu dia
selewengkan tidak memukul kepala &eng $an melainkan memukul sebua"
batu di dekat &eng $an. &atu itu meledak dan "ancur. &eng $an tidak takut
"anya kaget dan kagum.
"(nak setan anak iblis anak silumanD" $ong!bun!kwi memaki lalu tertawa
terba"ak!ba"ak sambil memegangi perutnya. "&eng $an kau tadi bilang
ba"wa kau ta"u aku takkan membunu"mu. Mala" kau bilang aku sendiri yang
mem!berita"umu. 2a" sekarang teka!teki dariku kaujawabla". Mengapa kau
kubawa ke sini, -ayo jawab taru"annya kepalamu!"
"#au menculikku sampai ke sini karena kau meng"endaki sesuatu dari aku
meng"endaki sesuatu yang ada "ubungannya dengan kitab 4ang!sin!kiam
yang kaurampas dari su"u T"e &ok 2am."
129
Raja Pedang
Mendengar jawaban ini $ong!bun!kwi mencelat sampai beberapa meter
jau"nya saking "erannya. #emudian dia mendekat lagi waja"nya
membayangkan ke"eranannya. "&oca" siluman bagaimana kau bisa ta"u,"
"#au sendiri yang memberi ta"u #akek bukan melalui mulutmu akan tetapi
melalui perbuatanmu. 9rang macam kau ini kalau mau membunu"ku
mengapa "arus susa" paya" jau"!jau" membawaku ke sini, #alau mau
membunu"ku tentu aku suda" kaubunu" begitu saling bertemu. 2a" karena
kau belum juga membunu"ku mala" membawaku jau"!jau" ke tempat ini
sama saja dengan kau memberi ta"u kepadaku ba"wa kau takkan
membunu"ku akan tetapi meng"endaki sesuatu dari aku. Mengingat ba"wa
aku &eng $an selama "idupku tidak perna" ada urusan denganmu kecuali
pertemuan kita ketika kau merampas kitab 4ang!sin!kiam dulu suda" tentu
sekali ba"wa kau membawaku ini ada "ubungannya dengan kitab itu."
$ong!bun!kwi memandang kagum. "#au boca" luar biasa. #au cerdik sekali.
&icara dengan kau sama saja dengan bicara kepada orang tua. &aikla" aku
berterus terang kepadamu. )i dalam dunia kang!ouw terkenal adanya
sepasang ilmu pedang yang disebut 'm!yang $in!kiam. 'lmu pedang 'm dan
4ang ini adala" ciptaan Pendekar $akti &u Pun $u ratusan ta"un yang lalu
sebagai peca"an dari 'lmu 'm!yang &u!tek 5in!keng. $uda" tentu saja 'm!
yang $in!kiam menarik per"atian semua toko" persilatan yang berusa"a
mendapatkannya. (k"irnya aku mengeta"ui ba"wa sepasang kitab itu berada
di tangan P"oa Ti dan T"e &ok 2am yang terkenal dengan julukan T"ian!te
$iang!"iap. (ku ta"u ba"wa pada ak"ir!ak"ir ini mereka saling berlawanan
sendiri maka aku mempergunakan kesempatan itu untuk mencari mereka.
(k"irnya aku ber"asil merampas 4ang!sin!kiam dari T"e &ok 2am seperti
yang tela" kausaksikan pada waktu itu. 5elakanya sebelum aku sempat
mendapatkan 'm!sin!kiam dari tangan P"oa Ti aku tela" dida"ului ole" -ek!
"wa #ui!bo yang tela" memukul P"oa Ti dan merampas kitabnya." $ampai di
sini $ong!bun!kwi menarik napas panjang nampak kecewa dan menyesal.
&eng $an mengangguk!angguk.
"$ayang aku masi" belum mampu mengala"kannya se"ingga dia dapat lari
membawa kitab 'm!sin!kiam. Mencoba untuk merampas kitab itu dari
tangannya bukan "al yang muda" pula dia tidak bodo" dan takkan mau
memperli"atkan diri. 2a" aku lalu ingat kepadamu &eng $an. #au yang
berada di sana bersama P"oa Ti dan T"e &ok 2am. #au tentu mendapat
warisan ilmu silat dari mereka. $iapa ta"u 'm!sin!kiam tela" kauwarisi dari
P"oa Ti. $ekarang kau "arus buka ra"asia 'm!sin!kiam itu kepadaku &eng
$an."
&eng $an mengerutkan keningnya. &iarpun baru belasan ta"un usianya
namun dia cerdik dan suda" sering kali ber"adapan dengan orang!orang
ja"at. pada ak"ir!ak"ir ini se"ingga membuat dia waspada dan "ati!"ati.
"#akek tua mengapa kau begitu seraka", #au suda" mendapatkan 4ang!sin!
kiam kenapa masi" ingin mendapatkan 'm!sin!kiam pula,
"&oca" bodo" masa kau tidak ta"u, 4ang!sin!kiam memang "ebat dan sukar
ada toko" lain yang akan dapat mengala"kan aku. (kan tetapi celakanya
4an!sin!kiam tidak berdaya kalau bertemu dengan 'm!sin!kiam sebaliknya
'm!sin!kiam takkan berdaya meng"adapi 4ang!sin!kiam. 'barat api dan air
baru berguna kalau keduanya disatukan dan bekerja sama. -ayo &eng $an
anak baik kau berita"ukan kepadaku bagaimana pelajaran 'm!sin!kiam yang
kau terima dari P"oa Ti."
130
Raja Pedang
&eng $an menggelengkan kepala. $ayang #akek $ong!bun!kwi. (ku tidak
bisa." la tidak mau menjawab berterang karena anak ini memang agak sukar
kalau disuru" membo"ong. )engan jawaban "aku tidak bisa" di dalam
"atinya di maksudkan ba"wa dia tidak bisa membuka ra"asia itu bukannya
tidak bisa menceritakan isi 'm!sin!kiam!
$ong!bun!kwi memandangnya dengan mata liar dan amat tajam menusuk
seperti "endak menjenguk isi "ati &eng $an. Tiba!tiba dia membentak
"&erdiri!"
&eng $an bangkit berdiri dan tiba!tiba kakek itu menyerangnya dengan
pukulan tangan kanan dikepal keras menumbuk ke ara" dadanya.
Penyerangan ini dilakukan sunggu"!sunggu" akan tetapi gerakannya sengaja
diperlambat se"ingga muda" diikuti. 2amun demikian andaikata dibiarkan
saja dada &eng $an tentu akan peca" berantakan kalau terkena pukulan itu.
&eng $an suda" mempelajari 4ang!sin!kiam dengan tekun. Tubu"nya suda"
memiliki daya ta"an dan daya gerak yang otomatis. (palagi setela" matanya
meli"at ba"wa serangan itu adala" "sebua" jurus dari 4ang!sin!kiam dengan
amat muda"nya dia ta"u bagaimana "arus melawan dan melayaninya. ;ntuk
melayani serangan 4ang!sin!kiam paling tepat memang menggunakan jurus
'm!sin!kiam karena dengan demikian segala daya serangan itu selalu
lumpu" juga akan membuka kelema"an!kelema"an. (kan tetapi &eng $an
tidak mau berlaku bodo". )engan mengumpulkan semangat dia "menutup"
pikiran dan ingatannya akan 'm!sin!kiam dan mencura"kan ingatannya
kepada 4ang!sin!kiam se"ingga meng"adapi penyerangan ini dia
menggunakan jurus 4ang!sin!kiam yang sesuai untuk meng"indarkan diri.
#arena dia suda" "a1al benar akan seluru" gerakan 4ang!sin!kiam maka
tidakla" terlalu sukar bagi &eng $an untuk meng"indar!kan serangan itu
karena dia suda" ta"u ke mana sera"gan itu akan menuju dan bagaimana
perkembangan selanjutnya. Tentu saja andaikata kakek itu memper!gunakan
kecepatan amat sukar bagi &eng $an yang masi" belum berpengalaman dan
belum terlati" itu untuk meng"adapinya.
$etela" menyerang sebanyak tiga jurus semuanya dapat di"indarkan ole"
&eng $an dengan muda"nya $ong!bun!kwi menjadi makin kagum dan juga
penasaran. Tiga macam jurus yang dia pergunakan tadi biarpun dia lakukan
dengan lambat yang memang dia sengaja namun belum tentu ada toko"
persilatan yang akan mampu memeca"kannya. -anya orang yang suda"
mengenal betul 'lmu $ilat 4ang!sin!kiam baru dapat memeca"kan semuda"
yang dilakukan &eng $an. )ari kagum dan "eran dia menjadi penasaran
sekali lalu dia melanjutkan penyerangannya secara bertubi!tubi
mengeluarkan seluru" jurus 4ang!sin!kiam yang kesemuanya "anya
mempunyai delapan belas jurus pokok. $ebetulnya baik 4ang!sin!kiam
maupun 'm!sin!kiam setiap jurus pokoknya dapat dipeca" pula menjadi tiga
se"ingga jumla" seluru"nya adala" lima pulu" empat jurus. (kan tetapi ole"
karena "anya ingin meli"at apaka" betul!betul boca" itu suda" "a1al akan
jurus!jurus 4ang!sin!kiam kakek ini "anya mengeluarkan jurus!jurus pokok
saja. -ebatnya delapan belas jurus pokok itu dengan amat muda"nya dapat
di"indarkan dan dipeca"kan ole" &eng $an!
Penyerangan!penyerangan yang dilakukan ole" $ong!bun!kwi ini bukan
semata!mata "endak meli"at apaka" &eng $an betul!betul suda" "a1al akan
4ang!sin!kiam akan tetapi maksudnya yang tersembunyi adala" "endak
memancing agar supaya boca" ini dalam keadaan terdesak mau
131
Raja Pedang
menggunakan 'm!sin!kiam. $etela" dia meli"at ba"wa semua gerakan &eng
$an untuk meng"indarkan serangan!serangan itu adala" jurus!jurus 4ang!sin!
kiam pula dia baru percaya akan keterangan anak itu tadi ba"wa &eng $an
"anya mewarisi 4ang!sin!kiam saja.
-atinya mengkal sekali. Tiba!tiba dia tertawa bergelak lalu menangis.
"-a!"a!"a!"i!"i!"i! Tebakanmu tadi keliru &eng $an. (ku membawamu ke sini
memang "endak membunu"mu. #au "a1al akan 4ang!sin!kiam ini tidak baik.
-anya aku seorang yang ta"u akan 4ang!sin!kiam maka kau "arus mati
sekarang juga! $ayang kau tidak becus 'm!sin!kiam....." #akek ini meng!
angkat tangannya ke atas dan &eng $an suda" siap sedia "endak
menyelamatkan diri sedapat mungkin. Tiba!tiba berkelebat bayangan mera"
dan ta"u!ta"u di situ tela" berdiri seorang boca" perempuan berusia kurang
lebi" sepulu" ta"un &eng $an sampai bengong terlongong meli"at boca" ini.
Tidak karena boca" baju mera" itu cantik manis dan mungil sekali dengan
sepasang mata seperti bintang dengan rambut "itam panjang bergantung di
pundak akan tetapi dia bengong saking kagum menyaksikan gerakan yang
bukan main cepatnya itu. &oca" itu berdiri memandang kepadanya dan
tersenyum! $enyumnya membuat mata"ari seakan!akan bersinar makin
terang. Tidak "anya bibir dan gigi yang mengambil peran dalam senyum ini
ba"kan mata dan "idungnya juga tersenyum. &eng $an tak dapat mena"an
"atinya untuk tidak membalas dengan senyum lebar.
$ong!bun!kwi menurunkan tangannya dan meng"ela napas. "&oca" edan
mengganggu orang tua saja." la lalu menole" dan memandang kepada anak
perempuan baju mera" itu lalu menggerak!gerakkan kedua tangannya
sepulu" jari tangan itu bergerak!gerak pula. (nak perempuan itu tersenyum
lagi melirik ke ara" &eng $an mengangguk kepada $ong!bun!kwi lalu
meloncat pergi cepat dan cekatan laksana burung walet.
"#urang ajar tentu anak penggembala itu yang mengajaknya main!main
sampai ke sini!" $ong!bun!kwi bersungut!sungutl dan betul saja dari jau"
terdengar bunyij kerbau menguak. "#eparat "arus mampus semua!" $ekali
$ong!bun!kwi berkelebat kakek ini suda" lenyap dari situ.
$emua kejadian ini membuat &eng $an duduk terlongong. &oca" perempuanC
yang ane" dan ternyata gagu itu yang begitu cepat gerakan!gerakannya
lalu kakek yang ane" ini. &enar!benar dia ter"eran!"eran dan amat kagum
sampai lupa ba"wa dia belum lolos daripada ancaman ba"aya besar dari si
kakek yang seperti gila itu. la "anya mendengar suara kerbau!kerbau
menguak beberapa kali disusul jerit menyeramkan lalu sunyi. Tiba!tiba dia
mencium bau "arum dan..... ketika menengok di belakangnya suda" berdiri
-ek!"wa #ui!bo wanita tua yang masi" cantik itu dengan sapu!tangan
suteranya yang beraneka warna dibuat main!main di tangan kiri.
"#ui!bo.....!" tak terasa lagi &eng $an berseru untuk menyembunyikan rasa
kagetnya.
<anita itu tersenyum manis. "&agus anak baik. #au masi" ingat kepadaku
yang menjadi gurumu,"
"#au bukan guruku" jawab &ene $an suaranya dingin.
-ek!"wa #ui!bo memandang tajam. )i dalam "atinya wanita ini suda" amat
"eran meli"at boca" ini masi" belum mati ketika ia sengaja memberi
pelajaran tiga macam ilmu menguasai tenaga 4ang!kang da"ulu itu.
"-ei boca" tak kenal budi. &ukanka" aku dulu perna" memberi pelajaran ilmu
kepadamu,"
132
Raja Pedang
"Memang betul kau memberi pelajaran T"ai!"wee $iu!"wee dan 5i!"wee
kepadaku. (kan tetapi itu bukan berarti ba"wa kau guruku karena aku tidak
perna" mengangkat kau sebagai guru. Pula aku tidak ta"u apa gunanya
pelajaran!pelajaran itu." .
$epasang mata -ek!"wa #ui!bo bersinar dan senyumnya melebar. -atinya
girang sekali karena sekarang ia merasa yakin ba"wa anak ini tidak ta"u
akan maksud buruknya ketika menurunkan tiga macam ilmu itu. "(nak baik
kau tidak ta"u ba"wa pelajaran yang kuturunkan kepadamu itu adala"
pelajaran yang menjadi dasar ilmu silat tinggi. (ku suka kepadamu &eng
$an dan aku suka punya murid seperti kau ini. #alau aku tidak suka
kepadamu masa aku turunkan ilmu!ilmu itu kepadamu, /usteru
kedatanganku ini juga karena perasaan sukaku kepadamu itula". #au
terancam ba"aya kalau $ong!bun!kwi iblis itu kembali kau tentu akan
dibunu"nya. #arena itu "ayo kau ikut aku pergi sekarang juga."
Tanpa menanti jawaban &eng $an -ek!"wa #ui!bo menangkap tangan boca"
itu dan di lain saat &eng $an rnerasa dirinya melayang seperti ketika dia
dibawa pergi $ong!bun!kwi. la tidak melawan dan menyera"kan diri saja
maklum ba"wa melawan pun takkan ada gunanya. Lagi pula dia belum ta"u
apa maksud sebenarnya wanita ini sunggu"pun dia merasa pula ba"wa
memang dia terancam ole" $ong!bun!kwi. #iranya dibawa pergi -ek!"wa #ui!
bo belum tentu sebesar ba"ayanya kalau dia berada bersama $ong!bun!kwi.
Mendadak -ek!"wa #ui!bo menarik tangan &eng $an sambil meloncat ke
belakang sebua" batu besar yang berada di pinggir jalan. 2enek ini
bersembunyi di belakang batu sambil memegang tangan &eng $an erat!erat.
"#ui!bo ada apa.....," $uara &eng $an ter"enti ketika tangan nenek itu yang
sebela" lagi menotok le"ernya dari belakang. &eng $an mara" dan
mendongkol sekali "atinya. la tak dapat bergerak tak dapat membuka suara
"anya mampu mendengar dan meli"at. Pada saat itu dia mendengar suara
melengking dari jau" suara tangis memilukan. $egera dia mengenal suara ini
ketika makin lama suara itu makin mendekat. &ukan lain suara yang ane"
dari $ong!bun!kwi! $ebentar saja kakek ane" ini suda" lewat jalan itu dekat
batu tanpa menole" ke kanan kiri. <aja"nya muram mukanya tunduk dan
tubu"nya yang kecil kurus itu seperti bongkok. $etela" kakek ini lewat, jau"
tak keli"atan lagi -ek!"wa #ui!bo menarik lagi tangan &eng $an sambil
menepuk belakang le"ernya rnembebaskan totokan.
"#ui!bo kenapa kau takut kepada $ong!bun!kwi," &eng $an mengejek untuk
melampiaskan kemendongkolan "atinya. la maklum suda" akan watak nenek
ini yang tidak mau dikatakan takut maka dia sengaja berkata demikian.
"&odo" siapa takut, (ku tidak ada waktu bernnain!main dengan tua bangka
itu. -ayo ikut!" -ek!"wa #ui!bo lalu membawa lari lagi anak itu kini ia
sengaja menuju ke ara" dari mana $ong!bun!kwi tadi datang. /elas ba"wa ia
memang sengaja "endak menjau"kan diri dari $ong!bun!kwi.
"#ui!bo apa itu," &eng $an menuding ke ara" lereng gunung yang mereka
lalui.
"(palagi kalau bukan bekas tangan si tua bangka," jawab -ek!"wa #ui!bo
dingin mala" ia lalu terkeke" dan berkata. "Tua bangka mau mampus masi"
suka main!main bunu" orang. -e"!"e"!"e"!"
#etika meli"at lebi" dekat dan lebi" jelas &eng $an bergidik. 4ang tadi dia
li"at bertumpuk!tumpuk dan disambari burung!burung "itam di lereng itu
bukan lain adala" bangkai belasan ekor kerbau dan mayat tiga orang anak
133
Raja Pedang
penggembala yang baru berusia belasan ta"un seperti dia. Tak sala" lagi
tentu dalam kemara"annya tadi $ong!bun!kwi tela" pergi meninggalkannya
sebentar untuk membunu"i tiga orang penggembala dengan kerbau!kerbau
mereka ini. (langka" kejamnya "ati si $etan &erkabung itu.
"Tua bangka keji si $ong!bun!kwi!" &eng $an tak terasa memaki.
-ek!"wa #ui!bo tertawa giginya yang masi" kuat itu puti" berkilat sebentar.
"(pa kau bilang, #eji, -i!"i!"i tidak ada artinya itu. )ulu pulu"an ta"un
yang lalu untuk merampas seorang mempelai wanita dia membunu"
mempelai pria seluru" keluarga dan semua tamu yang "adir pada malam
pesta pernika"an itu."
&eng $an melototkan matanya 2geri dia membayangkan. *#enapa para
tamu dibunu" semua."
*.oblok kau! $ong!bun!kwi tidak sebodo" kau. Tentu saja untuk menutup
mulut mereka."
&eng $an bergidik. )ua orang ini kakek $ong!bun!kwi dan nenek -ek!"wa
#ui bo selain setingkat ilmu kepandaian!nya agaknya setingkat pula
kekejamannya. Mulaila" dia berpikir tentang diri -ek!"wa #ui!bo. Mengapa
wanita iblis ini membawanya pergi, &etulka" "anya untuk menolongnya dari
ancaman $ong!bun!kwi, Musta"il! 9rang sekeji ini "atinya mana bisa
mempunyai maksud baik,
&eng $an terkejut ketika dia teringat ba"wa yang mencuri kitab 'lmu 'm!sin!
kiam adala" -ek!"wa #ul!bo ini! 5elaka pikirnya. Manusia ja"at ini tentu
tidak akan jau" bedanya dengan $ong!bun!kwi. Tentu akan mencoba untuk
mendapatkan isi kitab yang satu lagi darinya.
&enar saja dugaannya. #etika mereka tiba di tempat yang sunyi di tenga"
sebua" "utan yang penu" dengan po"on!po"on tua -ek!"wa #ui!bo
melepaskan tangannya tersenyum!senyum dan memandang kepada &eng
$an.
"&eng $an aku ta"u ba"wa kau tela" menjadi a"li waris dari P"oa Ti dan T"e
&ok 2am tela" mempelajari dua macam ilmu silat 4ang!sin!kiam dan 'm!sin!
kiam. #au memang anak baik dan patut menjadi murid orang yang pandai.
#arena itu aku ingin sekali memimpinmu lebi" lanjut agar kelak kau menjadi
seorang jagoan yang tak terlawan di dunia ini. 2a" sekarang coba kau
"adapi serangan!seranganku ini dengan 4ang!sin!kiam yang suda"
kaupelajari dari T"e &ok 2am!" Tanpa menanti jawaban &eng $an -ek!"wa
#ui!bo yang amat berna1su untuk segera meli"at 'lmu $ilat 4ang!sin!kiam
segera menyerang anak itu dengan jurus!jurus dari 'lmu $ilat 'm!sin!kiam
yang kitabnya ia rampas dari P"oa Ti.
&iarpun amat terdesak &eng $an yang memang cerdik itu maklum ba"wa
dia "endak dipancing. la cepat meng"adapi serangan!serangan itu dengan
ilmu yang sama yaitu 'm!sin!kiam dan sengaja menutup semua ingatannya
akan 'lmu $ilat 4ang!sin!kiam juga sebaliknya daripada yang dia lakukan
ketika dia ber"adapan dengan $ong!bun!kwi.
(kan tetapi -ek!"wa #ui!bo tidak kecewa mala" tersenyum manis dan
berkata "("a kau "endak menggunakan 'm!sin!kiam lebi" dulu, &aik
lakukanla" dengan sempurna agar aku dapat membimbingmu kalau keliru."
$etela" berkata demikian ia menyerang terus dengan 'm!sin!kiam sampai
delapan belas pokok jurus 'm!sin!kiam ia mainkan seluru"nya. )iam!diam
-ek!"wa #ui!bo kagum sekali meli"at gerakan!gerakan &eng $an yang
biarpun kurang terlati" namun amat sempurna.
134
Raja Pedang
"-ayo sekarang kaugunakan 4ang!sin!kiam "endak kuli"at apaka" juga
sebaik 'm!sin!kiam yang kaupelajari!" serunya sambil mendesak lagi dengan
'm!sin!kiam.
Tetapi &eng $an tetap meng"adapinya dengan ilmu silat yang sama.
&eberapa kali -ek!"wa #ui!bo membentaknya akan tetapi dia tetap tidak
mau menguba" ilmu silatnya. (k"irnya -ek!"wa #ui bo menjadi jengkel dan
ber"enti menyerang.
*0" boca" kepala batu #enapa kau tetap tldak mentaati perinta"ku,"
*#au ini ane" saja, #ui bo. &isaku ya 5uma itu tadi*.
*(pa kau tidak mempelajari 4ang sin!kiam dari T"e &ok 2am*.
&eng $an tidak mau menjawab pertanyaan ini mala" jawabannya
menyimpang "(ku "anya bisa melayanimu dengan yang tadi yang lain!lain
tidak bisa*.
#eparat pikir -ek "wa #ui!bo. #alau begitu anak ini "anya mempelajari 'm!
sin!kiam. (" untung dia kurampas tadi dari $ong!bun!kwi kalau tidak tentu
$ong!bun!kwi akan dapat menguras 'm sin kiam dari anak ini. )i dunia ini
mana bole" ada orang lain kecuali dia sendiri mengenal 'm!sin!kiam,
*$etan kecil kalau begitu kau "arus mampus di depan mataku*. -ek!"wa #ui!
bo lalu mengangkat tangan memukul kepala &eng $an. &oca" ini mana mau
menerima mati begitu saja. 'a cepat menjatu"kan diri ke belakang lalu
meloncat dan lari. -ek!"wa #ui!bo mengeluarkan suara ketawa terkeke" dan
mengejarnya. &eberapa loncatan saja suda" cukup bagi -ek!"wa #ui!bo
untuk menyusul &eng $an. $ekali lagi ia memukul kini menggunakan
saputangan suteranya yang menyambar ke ara" belakang kepala &eng $an.
;jung saputangan itu mengancam jalan dara" maut. )alam detik!detik
selanjutnya tentu &eng $an takkan dapat terlepas dari cengkeraman maut
kalau saja pada saat itu tidak terdengar seruan keras.
"Ta"an!" ;jung saputangan itu ter!tangkis ole" sebatang suling dan keduanya
ter"uyung mundur. -ek!"wa #u- bo kaget sekali meli"at keli"aian lawan
akan tetapi ia menjadi lebi" kaget ketika meli"at ba"wa yang menangkis
sapu tangannya dengan suling tadi adala" $ong bun!kwi! 5elaka pikirnya.
#alau anak ini terampas lagi ole" kakek ini berarti 'm!sin!kiam akan terjatu"
ke dalam tangan $ong!bun!kwi dan kalau terjadi "al demikian takkan berarti
pulala" 'm!sin!kiam di tangannya. )engan penu" kemara"an la menerjang
lagi menggerakkan saputangannya "endak meng"ancurkan kepala &eng $an
yang berdiri bengong meli"at ta"u!ta"u $ong!bun!kwi suda" berada disitu
menolongnya.
"Plak! Plakkk!" )ua kali ujung sapu!tangan bertemu dengan ujung suling.
#etika keduanya ter"uyung lagi mundur karena dorongan tenaga da"syat
dari masing!masing lawan $ong!bun!kwi meloncat ke depan dan sulingnya
menusuk ke ara" le"er &eng $an. &oca" ini tak dapat memperta"ankan
dirinya lagi demikian cepatnya tusukan itu.
"(i""" ta"an!" -ek!"wa #ui!bo mengerakkan saputangannya yang panjang
dan kembali nyawa &eng $an tertolong kali ini ole" saputangan -ek!"wa #ui!
bo. )an keduanya bertanding lagi. Memang ane" pertandingan itu. Mungkin
orang takkan Percaya kalau tidak meli"at sendiri. Mana di dunia ini ada orang
bertanding karena seorang anak kecil bukan memperebutkan anak itu
melainkan berdulu!duluan.... membunu"nya!
&eberapa kali -ek!"wa #ui!bo dan $ong!bun!kwi kaget dan "eran meli"at
betapa masing!masing selalu "endak menyerang &eng $an akan tetapi
135
Raja Pedang
karena sala" sangka dan curiga mengira ba"wa masing!masing itu "endak
menjadikan &eng $an pembuka ra"asia masing!masing mereka dengan
sunggu"!sunggu" dan sengit saling serang se"ingga terjadila" pertempuran
yang amat "ebatnya. Pertempuran ini merupakan kelanjutan daripada
pertempuran ketika mereka memperebutkan kitab yang masing!masing
dapat merampasnya dari dua orang kakek P"oa Ti dan T"e &ok 2am.
$ementara itu meli"at betapa dua orang tua yang ane" dan kejam itu saling
serang &eng $an mempergunakan kesempatan ini untuk melarikan diri. &aru
saja dia lari belum jau" $ong!bun kwi suda" membentak.
"(nak iblis kau "endak lari ke mana," $ecepat kilat tubu"nya melayang dan
sulingnya menyerang dari belakang.
(kan tetapi kembali ujung saputangan di tangan -ek!"wa #ui!bo
menggagalkan serangan ini. "&ukan orang lain akula" yang akan
membunu"nya!" bentak -ek!"wa #ui!bo sambil memandang kepada $ong!
bun!kwi dengan mata melotot.
"#au,, Membunu"nya, (paka" sebabnya kau "endak membunu"nya,"
seakan!akan baru terbuka pikiran kakek ini dan dia bertanya "eran.
")ia tidak bole" "idup di bawa" satu kolong langit denganku. Mungkin
bagimu berguna bagiku tidak!" jawab -ek!"wa #ui!bo mara". (kan tetapi
nenek ini pun bertanya "eran ")an kau..... mengapa pula "endak
membunu"nya,"
$ong!bun!kwi tersenyum gemas merasa diejek. )ikiranya nenek ini suda"
ta"u ba"wa &eng $an "anya mempelajari 'lmu $ilat 4ang!sin!kiam saja dan
suda" mencuri ilmu ini. "&oca" setan itu tidak bole" "idup di atas satu
permukaan bumi denganku tiada gunanya bagiku dibiarkan "idup!"
-eran dan kagetla" -ek!"wa #ui!bo mendengar ini. la pun sebaliknya
mengira ba"wa &eng $an "anyala" mempelajari 'm!sin!kiam saja dan ilmu ini
suda" dioper ole" $ong!bun!kwi mengapa sekarang kakek ini bicara
sebaliknya, )ia memang cerdik maka tiba!tiba ia tertawa terkeke"!keke".
"&oca" iblis dia memperdayakan kita!" $ambil berkata demikian tubu"nya
melesat ke depan untuk mengejar &eng $an.
$ong!bun!kwi juga bukan seorang bodo". $ekilas saja dia seperti disadarkan.
#alau -ek!"wa #ui!bo tadinya tidak membutu"kan anak itu dan "endak
membunu"nya tentu anak itu mengaku "anya mempelajari 'm!sin!kiam saja
dan kepadanya membo"ong "anya mempelajari 4ang!sin!kiam. 5elaka anak
itu "arus dia tangkap! la pun melesat ke depan dan kini dua orang sakti itu
berlumba untuk memperebutkan &eng $an bukan untuk membunu"nya
seperti tadi!
#asi"an sekali &eng $an. &iarpun dia tanpa disengaja dan disadarinya tela"
mewarisi sepasang ilmu silat pedang yang luar biasa "ebatnya namun
sebagai seorang anak kecil meng"adapi dua orang sakti itu apaka"
dayanya, la melarikan diri secepatnya menyelinap di antara po"on!po"on
raksasa yang amat tua.
Tiba!tiba kakinya tersandung akar po"on dan tubu"nya terguling. &eng $an
merasa terjatu" di atas sesuatu Lang lunak dan ketika dia dengan terenga"!
enga" memandang ternyata dia jatu" keatas pangkuan seorang kakek yang
duduk bersila dengan kedua mata meram. #akek ini berpakaian serba "itam
maka tadi "ampir tidak keli"atan dan di punggungnya nampak gagang
sepasang pedang tipis. /enggot kakek ini luar biasa panjang sekali sampai ke
perutnya telinganya lebar seperti telinga gaja" tubu"nya kurus dan
136
Raja Pedang
mulutnya suda" ompong sama sekali tidak ada sebua" pun giginya
2ampaknya suda" tua sekali.
$elagi &eng $an bengong dan lupa ba"wa dua orang pengejarnya suda"
amat dekat di belakangnya kakek itu berkata suaranya "alus liri" seperti
berbisik.
"(nak kaupegang sepasang pedang ini dengan tangan kiri mainkan 'm!sin!
kiam dan tangan kanan mainkan 4ang!sin!kiam tentu kau dapat mena"an
mereka".
&eng $an suda" putus asa meng"adapi dua orang sakti yang mengejarnya.
Melawan dengan nekat pun dia tidak punya "arapan. (kan tetapi sekarang
setela" mendengar bisikan kakek ini dan tangannya ta"u!ta"u tela"
memegang sepasang pedang "atinya menjadi berani dan besar. (palagi
ketika dia meli"at ba"wa sepasang pedang yang tidak sama panjangnya itu
berkilau!kilauan seperti mengeluarkan api.
Pada saat itu "ampir berbareng -ek!"wa #ui!bo dan $ong!bun!kwi tiba di
depan &eng $an. &aiknya mereka itu sekarang bukan berlumba untuk
membunu"nya melainkan berlumba untuk menangkapnya maka keduanya
tidak mau mempergunakan senjata masing!masing yang ampu".
Meli"at dua orang itu suda" datang dan tangan mereka diulur untuk
mencengkeramnya &eng $an meloncat. (kan tetapi alangka" kagetnya
ketika tubu"nya tak dapat terlepas dari tubu" kakek tua renta itu. Terdengar
bisikan di belakang kepalanya "Lawan mereka dengan tenang pergunakan
'm!yang $in!kiam aku yang mendorongmu dengan tenaga dan mengatur
kecepatan gerakan!gerakanmu."
$uda" terlalu sering &eng $an bertemu dengan toko"!toko" besar yang
berwatak ane" dan berkepandaian tinggi maka keadaan kakek tua renta ini
biar!pun amat ane" tidak amat meng"erankan &eng $an dan serta!merta
boca" cerdik ini dapat menduga ba"wa kakek 7ni pun seorang sakti maka dia
pun mentaati semua petunjuknya. &egitu ia mendengar bisikan ini dia lalu
mempersiapkan sepasang pedangnya dan dengan gerakan!gerakan 'm!sin!
kiam di tangan kiri dan 4ang!sin!kiam di tangan kanan dia mainkan ilmu silat
pedang yang suda" di"a1alkannya benar!benar itu dengan kedua tangan.
-asilnya luar biasa sekali karena terdengar seruan!seruan kagetan -ek!"wa
#ui!bo bersama $ong!bun!kwi meloncat mundur. -ampir saja tangan mereka
terbabat ole" pedang!pedang yang berkilauan dan mendatangkan "awa
panas dan dingin sekali itu.
&eng $an merasa betapa kedua pundaknya ditempel ole" kedua telapak
tangan kakek itu tadi dan betapa di dalam kedua lengannya seperti ada
tenaga lembut yang menjalar sampai ke tangannya. $emangatnya menjadi
besar dan dia tersenyum mengejek ketika meli"at dua orang lawannya itu
suda" menggerakkan suling dan saputangan. #edua pedangnya bergerak
dengan jurus!jurus terli"ai dari 'm!yang $in!kiam pedang kiri bertemu
dengan suling $ong!bun!kwi sedangkan pedang tangan kanan beradu dengan
ujung $aputangan -ek!"wa #ui!bo. Terdengar suara keras dan -ek!"wa #ui!
bo memekik kaget sedangkan $ong!bun!kwi melompat ke belakang. Ternyata
ba"wa ujung saputangan -ek!"wa #ui!bo dan ujung suling $ong!bun!kwi
tela" terbabat ole" pedang!pedang itu.
"Liong!cu $iang!kiam 6$epasang Pedang Mustika 2aga7.....!" -ek!"wa #ui!bo
berseru.
137
Raja Pedang
"(yaaaaa! #alau begitu dia ini Lo!tong 6&oca" Tua7 $ouw Lee.....!" $ong!bun!
kwi berteriak kaget sambil memandang kepada kakek tua renta yang berdiri
di belakang &eng $an.
-ek!"wa #ui!bo mengeluarkan suara ketawa menyeramkan lalu berkata.
"&etul sekali! 0" $ong!bun!kwi agak!nya kita berdua yang selalu mujur.
-ayo kita gempur dia dan segala yang kita dapat nanti kita bagi rata dan
adil."
"&agus! #ui!bo dengan Liong!cu $iang!kiam dan 'm!yang $in!kiam!sut kita
akan menjagoi dunia. -a!"a!"a!"
)ua orang itu lalu menggerakkan suling dan saputangan menerjang maju
dengan gerakan!gerakan yang luar biasa cepatnya. $aputangan itu
mengeluarkan bunyi berdetar!detar seperti sebua" cemeti sedangkan suling
itu mengeluarkan suara tangisan yang mengerikan. Tergetar juga "ati &eng
$an meng"adapi keda"syatan dua orang itu. $epasang pedang di tangannya
"ampir saja terlepas kalau tidak ada tenaga mujijat mengalir masuk melalui
pundaknya yang dipegang ole" kakek tua renta itu.
"(nak baik ingat....." bisik kakek itu di belakangnya "kita "arus dapat
mengusir mereka..... bukan "anya demi keselamatanmu apalagi
keselamatanku akan tetapi demi..... demi keamanan dunia..... /angan
terjatu" ke tangan dua iblis ini....." Terpaksa kakek itu meng"entikan kata!
katanya karena dua orang itu suda" mulai dengan terjangan mereka yang
da"syat.
&eng $an menggerakkan kedua pedang di tangannya. la belum perna"
bertempur juga limu $ilat Pedang 'm!yang $in!kiam!sut yang dia miliki "anya
dia lati" dan "a1alkan secara teorinya saja tak perna" dipergunakan untuk
bertempur. Memang tak dapat disangkal ba"wa anak ini bakatnya baik sekali
dan gerakan!gerakannya dalam mainkan semua jurus 'm!yang $in!kiam yang
digabungkan itu luar biasa dan tepat. 2amun meng"adapi dua orang
kawakan seperti $ong!bun!kwi dan -ek!"wa #ui!bo tentu saja dia merupakan
sebua" timun melawan dua bua" duren! (ndaikata dia sendiri "arus
melawan mereka biarpun dia diberi sepasang pedang Liong!cu!kiam dalam
satu jurus saja dia pasti akan terjungkal tanpa nyawa lagi.
&aiknya dalam pertandingan ini &eng Nan tidak maju sendiri atau dapat
dikatakan ba"wa dia "dipakai" ole" kakek tua renta itu dipergunakan
pengeta"uan!nya tentang 'm!yang $in!kiam!sut. &eng $an "anya
mempergunakan 'm!yang $in!kiam dan tentu saja tanpa disadarinya sendiri
dia pun menggunakan tenaga 'm dan 4ang dua tenaga yang memang suda"
bersarang di dalam tubu"nya. )ua "al yang dimilikinya ini 'lmu $ilat 'm!yang
$in!kiam dan tenaga 'm 4ang sekarang dengan "ebat dipergunakan ole"
kakek itu yang mendorongnya se"ingga sepasang pedang di tangan &eng
$an berkeredepan dan menyambar!nyambar bagaikan dua ekor naga sakti
yang bermain!main di angkasa raya. &erkali!kali saputangan dan suling di
tangan -ek!"wa #ui!bo dan $ong!bun!kwi membalik ketika bertemu dengan
pedang. )ua orang itu kaget bukan main. Mereka maklum ba"wa anak ini
"dipergunakan" ole" kakek itu akan tetapi sama sekali mereka tidak perna"
mengira ba"wa anak itu dapat mainkan 'm!sin!kiam dan 4ang!sin!kiam
digabung menjadi satu se"ingga mereka yang "anya mengerti sebagian!
sebagian saja dari ilmu pedang pasangan itu menjadi sibuk dan kewala"an.
Mereka maklum ba"wa tentu saja dalam "al ini bukan &eng $an yang
berjasa melainkan kakek tua renta itu. Memang kakek tua renta itu memiliki
138
Raja Pedang
ilmu kepandaian yang amat tinggi. 2amun andaikata di situ tidak ada &eng
$an yang menamba" ke"ebatan kakek itu dengan 'm!yang $in!kiam dua
orang sakti tadi yakin ba"wa mereka berdua pasti akan dapat
mengala"kannya.
&eng $an betul!betul bingung ketika meli"at ba"wa gerakan!gerakan yang
dilakukan ole" dua orang tua itu beruba"!uba" ba"kan kemudian sama
sekali dia tidak mengenal gerakan!gerakan itu. -al ini memang betul
demikian karena dua orang itu sengaja tidak mainkan 'lmu $ilat 'm!sin!kiam
dan 4ang!sin!kiam yang dikenal baik ole" &eng $an. (ndaikata dia sendiri
"arus meng"adapi jurus!jurus yang sama sekali asing baginya itu tentu dia
akan terjungkal dengan sendirinya karena pusingnya. &aiknya dengan
"tuntunan" kakek itu melalui penyaluran "awa pada kedua pundaknya dia
masi" dapat dengan cepat dan tepat mainkan 'm!yang $in!kiam untuk
meng"adapi semua serangan lawan ba"kan balas menyerang dengan tak
kurang da"syatnya
Pertempuran itu berjalan seru dan "ebat. #alau &eng $an terdesak tiba!tiba
kakek di belakangnya berseru nyaring dan..... jenggotnya yang panjang
melambai sampai ke perut itu bergerak menyambar!nyambar ke depan
mengeluarkan suara angin bersiutan dan rambut ini yang tadinya "alus sekali
seakan!akan tela" beruba" menjadi cemeti baja yang menyambar ke ara"
kedua lawannya! $etela" "ari mulai menjadi gelap &eng $an meli"at dua
orang lawannya berpelu" dan uap keputi"an mengebul di atas kepala
mereka. la pun mendengar kakek di belakangnya terenga"!enga" napasnya
kedua tangan yang mencengkeram pundaknya mulai menggetar. 2apas
kakek itu mulai meniup!niup kepalanya terasa panas sekali. )ia sendiri
belum lela" maklum karena semenjak pertempuran dimulai dia seakan!akan
selalu "menggunakan" tenaga kakek itu dan peranannya sendiri "anya
sebagai orang yang mengeluarkan 'm!yang $in!kiam saja.
$ong!bun!kwi mulai tertawa!tawa mengejek. "-e"!"e"!"e" Lo!tong
napasmu suda" empas!empis jangan!jangan akan putus nanti."
"$ouw Lee kau suda" tua bangka mau mampus lebi" baik menyera" dan
mati dengan tubu" utu" daripada "arus mati dengan kepala remuk." kata
-ek!"wa #ui!bo.
)ua orang toko" ini mau mengajak bicara dan membujuknya bukan karena
mereka merasa amat kagum kepada kakek tua renta yang ternyata masi"
amat li"ai ini. Memang betapapun ja"at dan kejam "ati seorang toko" kang!
ouw yang sakti dan ane" namun ciri k"as orang!orang kang!ouw masi" ada
kepadanya yaitu mengagumi dan meng"argai kegaga"an dan keli"aian
orang.
"$ong!bun!kwi! -ek!"wa #ui!bo%....! #akek ini terenga"!enga". "$ebelum
le"erku pata" jangan "arap kau akan mendapatkan Liong!cu $iang!kiam dan
'm yang $in!kiam!sut. Tanpa yang dua kalian suda" cukup ja"at dan suda"
terlalu banyak menyebar kekejaman di dunia."
$ong!bun!kwi mengeluarkan bentakari mara" dan sulingnya mendesak makin
"ebat. /uga -ek!"wa #ui!bo memutar saputangannya yang mengeluarkan
beberapa macam warna yang bersinar!sinar mengurung diri &eng $an dan
kakek itu. Tiba!tiba &eng $an merasa betapa kedua tangan kakek di
pundaknya itu menjadi dingin sekali. la tidak mengerti apa sebabnya tidak
ta"u ba"wa dalam keli"aiannya kakek tua renta itu berlaku cerdik
menggunakan tenaga 'm untuk menarik keuntungan dari pertempuran itu.
139
Raja Pedang
&eng $an mulai mengerti akan maksud kakek itu ketika meminta kepadanya
supaya jangan mengala". la sekarang ta"u ba"wa 'lmu $ilat 'm!yang $in!
kiam!sut yang dia pelajari dari dua orang gurunya yang suda" meninggal
dunia ternyata amat dirindukan ole" toko"!toko" kang!ouw seperti "alnya
sepasang pedang ini. la mengerti ba"wa dua orang tua yang kini
mengeroyoknya itu adala" orang!orang ja"at yang kalau sampai dapat
merampas ilmu dan pedang akan menjadi makin ganas dan ja"at lagi.
$ekarang saja suda" dapat membayangkan kekejian "ati mereka dua orang
toko" besar dalam dunia persilatan yang tidak segan!segan dan tidak malu!
malu untuk mengeroyok dan mendesak seorang anak!anak dan seorang
kakek tua!
"$ong!bun!kwi dan -ek!"wa #ui!bo kalian benar!benar keji dan ja"at!" &aru
saja &eng $an mengeluarkan kata!kata ini kakek di belakangnya
mengeluarkan teriakan keras lalu robo" telentang mulutnya mengeluarkan
dara" matanya mendelik dan tak sadarkan diri.
&eng $an menjadi mera" ke"itaman mukanya. la kaget dan menole"
menjadi makin "itam mukanya saking mara". la mengira ba"wa kakek itu
tentu tela" iatu" karena pukulan dua orang lawannya. $ama sekali dia tidak
ta"u ba"wa sebetulnya kakek sakti di belakangnya itu robo" ole" karena dia!
#etika tadi dia memaki $ong!bun!kwi dan -ek!"wa #ui! bo tanpa dia sadari
&eng $an yang mara"nya memuncak itu tela" menyalurkan "awa "4ang" di
tubu"nya membuat mukanya menjadi mera" "itam. Tenaga 4ang di
tubu"nya memang "ebat sekali tidak sewajarnya. Tenaga inila" yang
memukul kakek itu melalui kedua tangan yang diletakkan di pundaknya.
#akek itu sedang menggunakan tenaga 'm maka pukulan tenaga 4ang dari
tubu" &eng $an yang amat kuat itu tak terta"ankan ole"nya membuat dia
terjungkal dan pingsan. (ndaikata tenaga da"syat dari tubu" &eng $an ini
tadi keluar di waktu kakek itu mempergunakan tenaga 4ang tentu ke"ebatan
kakek ini akan bertamba" dan mungkin sekali mereka berdua dapat mengusir
$ong!bun!kwi dan -ek!"wa #ui!bo. Tapi apa "endak dikata anak itu memang
belum mengerti akan keadaan dirinya sendiri dan belum ta"u bagaimana
caranya untuk meman1aatkan kekuatan dan kepandaian yang dia miliki
secara kebetulan itu.
;ntung baginya ba"wa dua orang sakti di depannya itu memang tidak
mempunyai maksud untuk membunu"nya pada saat itu karena keduanya
membutu"kannya. -ek!"wa #ui!bo dengan suara ketawanya yang
menyeramkan suda" maju menubruknya.
"#ui!bo perla"an duluD" $ong!bun kwi berseru dan juga menubruk ke depan
mendorong tubu" -ek!"wa #ui!bo. <a!nita tua itu mara" sekali dengan
bentakan keras ia membalikkan tubu" dan menyerang $ong!bun!kwi dengan
sapu!tangannya. Tentu saja $ong!bun!kwi tidak rela kepalanya diancam
ke"ancuran ole" ujung saputangan yang amat ampu" itu. 5epat sulingnya
digerakkan menangkis dan di lain saat dua orang ini suda" saling gempur.
#alau tadi mereka bersatu dalam meng"adapi sepasang pedang di tangan
&eng $an yang dibantu ole" kakek Lo!tong $ouw Lee sekarang mereka
bertempur satu kepada yang lain. ;ntuk memperebutkan &eng $an berikut
sepasang pedang Liong!cu $iang!kiam.
Pertandingan itu makin lama makin seru da" dasyat sedangkan cuaca makin
lama makin menjadi gelap. $ong!bun!kwi dan -ek!"wa #ui!bo memang me!
miliki ilmu kepandaian yang setingkat apalagi masing!masing tela"
140
Raja Pedang
mendapatkan kitab 'm!sin!kiam dan 4ang!sin!kiam. &erulangkali mereka
menukar ilmu untuk merobo"kan lawan namun selalu sia!sia. 4ang ter"eran!
"eran adala" &eng $an. #adang!kadang dia tak dapat meli"at dua orang itu
yang lenyap ditelan gulungan sinar senjata mereka akan tetapi ada kalanya
dia meli"at mereka dengan jelas karena mereka itu berkela"i dengan
gerakan!gerakan yang luar biasa amat lambat seperti orang main!main saja.
(k"irnya dia tidak dapat meli"at mereka sama sekali ketika mata"ari suda"
bersembunyi dan cuaca suda" menjadi "itam gelap. -anya desir angin
pukulan mereka saja yang masi" terdengar dan terasa.
Tiba!tiba &eng $an rnerasa tangannya dipegang orang dari belakang lalu dia
ditarik perla"an ke belakang. #etika dia menengok di dalam gelap itu dia
masi" meli"at tubu" kakek tua renta yang sekarang tela" berdiri dan
mengajak dia pergi dari tempat itu. &eng $an maklum akan maksud "ati
kakek .ini. Tentu meli"at dua orang sakti itu sedang saling gempur sendiri
kakek itu mengajaknya menggunakan kesempatan ini untuk melarikan diri di
dalam gelap. &enar saja dugaannya tak lama kemudian dia merasa
tubu"nya seperti terbang sedangkan tangannya masi" digandeng ole" kakek
itu. )iam!diam dia kagum sekali. Ternyata ba"wa kakek tua ini dalam berlari
cepat tidak kala" ole" $ong!bun!kwi maupun -ek!"wa #ui!bo.
&eng $an mendengar teriakan!teriakan mara" dari $ong!bun!kwi dan -ek!
"wa #ui!bo. Lapat!lapat ila mendengar mereka memaki!maki dan menyuru"
dia ber"enti. (kan tetapi suara dua orang yang mengejarnya itu makin lama
makin jau" agaknya mereka sesat jalan tidak ta"u ke mana larinya &eng
$an bersama kakek tua itu. &arula" lega "ati &eng $an setela" suara mereka
tidak terdengar lagi. /uga kakek tua itu kini tidak berlari terlalu cepat lagi
"anya mengajak &eng $an berjalan melalui "utan!"utan yang besar.
"$uda" keluarka" bulan anak yang baik," tanya kakek itu ber"enti dan
berdongak ke atas.
&eng $an ter"eran. (paka" tak dapat meli"at sendiri, Mengapa "arus
bertaya, "&elum "anya langit penu" bintang."
"-ernmm coba kauli"at baik!baik di mana letaknya &intang #ak!seng
6&intang Terompet7,"
"(ku tidak ta"u yang mana itu bintang #ak!seng" jawab &eng $an.
"#alau begitu di mana letaknya &i!seng 6&intang 0kor7,"
&eng $an makin bingung. Matanya menatap bintang!bintang di langit yang
tiada ter"itung banyaknya. "4ang mana &i!seng aku pun tidak ta"u."
#akek itu menundukkan mukanya dan menarik napas panjang. "#iranya kau
memang belum ta"u apa!apa. (" suda"la". #atakan saja bintang apa yang
kauketa"ui,"
&eng $an segera menuding ke atas dan berkata "&intang!bintang .u!seng
6&intang #erbau7 itu aku kenal!" Memang da"ulu perna" dia mendengar dari
seorang "wesio di #elenteng -ek!t"ian!tong tentang &intang #erbau ini
sekumpulan bintang terdiri dari enam bua" menyerupai kepala kerbau
dengan tanduknya.
#akek itu nampak girang. "&agus! 5oba kautunjukkan di mana .u!seng itu,"
"Tu" di sana!"
"-u" aku tak dapat meli"at. #au!pegang tanganku dan tunjukkan di mana
ara" letaknya."
&erdebar jantung &eng $an.. #iranya kakek ini buta! la menatap waja" kakek
itu. Tadinya dia menyangka ba"wa kakek itu bermata sipit sekali tidak
141
Raja Pedang
ta"unya memang selalu meram tak dapat dibuka seorang buta! Timbul rasa
kasi"an di dalam "atinya akan tetapi juga kekagumannya makin membesar.
$eorang kakek tua renta lagi buta akan tetapi bukan main li"ainya! la lalu
memegang tangan kanan kakek itu dan menudingkan tangan itu ke ara"
kumpulan &intang .u!seng.
"-emmm kalau begitu kita "arus ke kanan" kata kakek itu sambil
menggandeng tangan &eng $an dan berlari lagi. "&eng $an kauikutla" aku.
&iarkan aku menggosok intan yang masi" menta" ini!" &eng $an tidak
mengerti maksudnya dan "endak bertanya akan tetapi kakek itu suda" lari
lagi dengan amat cepatnya. #arena maklum ba"wa kakek ini tidak ja"at
seperti $ong!bun!kw atau -ek!"wa #ui!bo maka dia tidak banyak
membanta" dan menurut saja dibawa lari secepatnya.
? ? ?
"&eng $an enta" apa dosa!dosamu da"ulu ter"adap T"ian maka sekecil ini
kau suda" bernasib malang menjadi perebutan toko"!toko" kang!ouw.
-emmm aku si kecil dan aku si tua bangka benar tak ada bedanya dibenci
dan dican ole" mereka yang selalu kurang puas....." demikianla" kakek tua
yang buta itu berkata kepada &eng $an.
Mereka duduk ber"adapan di atas &atu!batu "itam yang "alus di atas pun!
cak yang tinggi sedemikian tingginya se"ingga seola"!ola" dengan
tangannya orang akan dapat menyentu" bintang!bintang di langit. 'nila"
tempat sembunyi kakek itu yang disebut &an!seng!kok 6Puncak $elaksa
&intang7 sebua" di antara puncak!puncak di Pegunungan 5in! ling!san.
2amun puncak &an!seng!kok ini adala" puncak yang tersembunyi karena di
kelilingi jurang!jurang yang tak mungkin dilintasi manusia. -anya Lo!tong
$ouw Lee si anak tua itula" yang tela" mendapatkan jalan ra"asianya
dengan merayap melalui jurang!jurang yang amat dalam. Tidak
meng"erankan apabila orang tua ini mempergunakan &an!seng!kok sebagai
tempat bersembunyi atau tempat bertapa. Puncak ini inda" bukan main
penu" dengan po"on!po"on liar bunga!bunga beraneka macam "awanya
sedang dan udaranya bersi". $etela" melakukan perjalanan lima "ari lima
malam lamanya &eng $an dan kakek itu tiba di tempat ini pada senja "ari
tadi dan malam ini mereka duduk di luar pondok kecil tempat tinggal $ouw
Lee. &eng $an kagum bukan main menyaksikan pemandangan yang amat
inda" di waktu malam ini. (ngkasa sedemikian bersi"nLa se"ingga dia dapat
meli"at bintang!bintang yang memenu"i langit. #etika mendengar ucapan
kakek itu &eng $an sadar daripada lamunannya.
"#akek $ouw Lee orang memperebutkan sepasarag pedangmu yang "ebat
itu tak perlu di"erankan lagi. -anya ane"nya mengapa agaknya mereka
"endak membunu"mu. (dapun aku...... a" tak ta"u aku mengapa mereka
mati!matian "endak memperebutkan pelajaran!pelajaran yang tidak ada
artinya itu,"
"Tidak ada artinya kaubilang -e"!"e"!"e" &eng $an. )alam "al ini kau lebi"
buta daripada mataku. (ku mengikuti ketika kau ber"adapan clengar $ong!
bun!kwi kemudian kau meng"adapi -ek!i "wa #ui!bo. #au cerdik sekali tela"
menipu mereka. #ecerdikanmu itu menarik "atiku. Memang tak sala" kalau
P"oa Ti dan T"e &ok 2am mewariskan 'm!yang $in!kiam!sut kepadamu."
#akek itu mengangguk!angguk dan &eng $an membelalakkan matanya
saking "erannya.
"#akek $ouw kenapa kau bisa mengeta"ui semua itu,"
142
Raja Pedang
#akek buta itu tertawa lagi. "$iapa yang tidak ta"u ba"wa 'm!sin!kiam dan
4ang!sin!kiam terjatu" ke dalam tangan T"ian!te $iang!"iap, -anya tak
perna" kusangka sekarang suda" terjatu" ke dalam tangan sepasang iblis
itu! #ebetulan sekali aku mendengar ketika kau diserang ole" $ong!bun!kwi.
(ngin gerakannya dan angin gerakan tanganmu biarpun lema" dapat
terdengar ole"ku dan ta"ula" aku ba"wa kalian mainkan ilmu silat yang
belum perna" kudengar sebelumnya. $etela" kalian bicara baru aku ta"u
ba"wa itula" 4ang!sin #iam!sut. Pantas begitu "ebat." #embali dia
mengangguk!angguk. "#emudian kau dibawa pergi -ek!"wa #ui!bo. (ku
diam!diam mengikuti dan setela" meli"at sikap iblis wanita itu kepadamu
baru aku dapat mengeta"ui ba"wa dua orang itu ternyata tela" merampas
kitab!kitab itu seorang satu."
"&etul sekali" &eng $an menarik napas panjang. "Mereka merampas kitab
dan membunu" dua orang kakek P"oa Ti dan T"e &ok 2am. &agiku dua ilmu
itu apa si" gunanya, #alau lapar tidak bisa mengenyangkan perut kalau
"aus tidak bisa memuaskan kerongkongan. Paling!paling bisa digunakan
untuk menipu orang dan main gebuk!"
#akek buta itu tertawa bergelak. "-a"!"a"!"a"! #eta"uila" &eng $an. )ua
atau tiga pulu" ta"un yang lalu aku sendiri pun akan memaksa kau
mengeluarkan dua ilmu itu kepadaku. Mungkin sekali aku pun akan
memaksamu kalau perlu menyiksa mala" membunu"mu."
&eng $an menjadi mara". Ternyata dia sala" kira. )isangkanya kakek ini baik
tidak seperti $ong!bun!kwi atau -ek!"wa #ui!bo kiranya begini bicaranya!
"-u" #akek $ouw. #ukira "atimu melek tidak ta"unya sama butanya dengan
kedua matamu. #au yang suda" berilmu tinggi itu dan belum kauketa"ui apa
semua itu kegunaannya masi" saja menginginkan ilmu yang lain dengan
cara memaksa orang lain, -emmm sebetulnya apa si" artinya memiliki ilmu
silat setinggi langit,"
"-o!"o!"o anak bodo". #alau aku tidak memiliki ilmu silat tinggi apaka" tadi
tidak mampus di tangan $ong!bun!kwi dan -ek!"wa #ui!bo, #alau aku tidak
memiliki ilmu silat lumayan apaka" dulu!dulu tidak suda" mampus,
#epandaian silat tinggi menjamin keselamatan kita &eng $an. )i dunia kang!
ouw ilmu kepandaian yang paling penting dimiliki karena "anya dengan
kepandaian tinggi kita bisa ter"indar daripada kematian di tangan orang
lain."
";"""D." &eng $an mencela. "Mana bisa ada aturan demikian, #akek tua
mati atau "idup bagaimana bisa tergantung daripada ilmu silat, #au yang
pandai ilmu silat tinggi kalau sebentar lagi mati karena tua apaka" bisa
bertukar kulit menjadi muda kembali, $ala" kakek $ouw. Menurut kitab!kitab
kuno yang perna" kubaca dan kupelajari mati "idup bukanla" urusan kita
untuk menentukan. #alau T"ian meng"endaki kematian kita biarpun kita
memiliki nyawa rangkap selaksa to" akan mati juga tak usa" menanti orang
lain membunu" kita. $ebaliknya apabila T"ian meng"endaki kita masi"
"arus "idup biar ada selaksa orang berusa"a membunu" kita kiranya
takkan ber"asil.
"4a Tu"an.....!" #akek itu menangkap tangan &eng $an dengan kedua
tangannya menggigil. "(nak baik..... kau mengeta"ui semua itu dari mana,"
;capan yang penu" ke"eranan dan kekaguman ini membuat &eng $an
menjadi malu. ")ari "wesio!"wesio di #elenteng -ong!t"ian!tong. $ejak kecil
143
Raja Pedang
aku menjadi pelayan di kelenteng itu dan menerima jejalan pelajaran 3lsa1at
dari kitab!kitab kuno."
#akek itu menarik napas panjang sambil menggeleng!gelengkan kepala.
"(langka" ganjilnya. $eorang anak kecil mempelajari ilmu batin dan
mendapatkan inti sarinya untuk dipakai dalam "idup. Manusia!manusia tua
bangka seperti aku dan yang lain!lain mempelajari ilmu kebatinan untuk
mendapatkan kekuatan mempertinggi kepandaian silat. &enar!benar
menyeleweng..... benar!benar tersesat....." la lalu merangkul &eng $an dan
menangis terisak!isak!
Tentu saja anak sekecil &eng $an belum mengerti betul apa sebetulnya yang
dipikirkan dan apa artinya kata!kata kakek ini. la mengira ba"wa kakek itu
tela" melakukan perbuatan keliru dan kini merasa menyesal maka untuk
meng"iburnya dia mengutib ujar!ujar kuno lagi "#akek $ouw perna" para
su"u mengatakan kepadaku ba"wa insya1 dan menyesal akan kesesatan diri
sendiri termasuk kebajikan. /au" lebi" baik insya1 dan menyesal daripada
bangga dan menyombongkan diri sendiri."
#akek itu makin ter"aru lalu mengusap!usap kepala &eng $an. "(nak baik.....
anak baik..... ku"arap dalam beberapa pekan ini kau suka mengulang semua
pelajaran yang perna" kaupelajari dari para su"u 6guru7 di #elenteng -ok!
t"ian!tong itu. P"oa Ti dan T"e &ok 2am benar ketika memili" kau sebagai
a"li waris. $ayang mereka tidak ada waktu untuk menurunkan dasar!dasar
ilmu silat. &eng $an kau "arus menurut kata!kataku kau "arus tekun
bersiulian 6samad"i7. $emua itu untuk memperkuat tubu" dalammu dan
mengimbangi ilmu!ilmu tinggi yang suda" kaumiliki. #alau tidak demikian
kau akan celaka sebela" dalam tubu"mu akan rusak binasa."
Tadinya &eng $an tidak begitu tertarik akan tetapi ole" karena kakek itu
bermaksud baik dan memang di dunia ini dia sebatangkara untuk
menyenangkan "ati kakek buta itu dia menyanggupi. )emikianla" mulai
malam "ari itu juga &eng $an mengeluarkan semua "a1alannya tentang
kitab suci di jaman da"ulu sebaliknya dia menerima petunjuk!petunjuk dari
kakek sakti itu tentang samad"i lati"an napas 'weekang k"ikang dan lain!
lain yang ber"ubungan dengan ilmu silat.
Terjadi peruba"an besar pada diri kakek buta itu setela" setiap "ari dia
mendengar kata!kata 3lsa1at dari kitab!kitab kuno yang diucapkan ole" &eng
$an. la nampak lebi" tenang waja"nya selalu berseri dan berkali!kali dia
menyatakan ba"wa sekarang dia rela mati tidak takut mati lagi. &eng $an
memang banyak meng"a1al kitab!kitab yang perna" dia baca di #elenteng
-ok!t"ian!tong. $elain kitab!kitab (gama &udd"a seperti )"ammapada dan
lain!lain dia juga membaca dan meng"a1al isi kitab ;panisad dan kitab!kitab
$u!si!ngo!keng pelajaran 2abi #"ong 5u.
#urang lebi" seratus "ari kemudian &eng $an suda" mempelajari semua
ilmu yang diturunkan ole" kakek buta itu kepadanya. Tentu saja yang dia
pelajari dan "a1alkan "anya teorinya adapun tentang prakteknya baru
sedikit!sedikit dia lati" di bawa" petunjuk kakek $ouw Lee. Pagi "ari itu kakek
$ouw Lee berkata.
"&eng $an anak baik. $emua pengertianku tentang ilmu batin yang
di"ubungkan dengan ilmu silat tentang siulian 'weekang dan k"ikang
semua tela" kuajarkan kepadamu. -anya tinggal kau tekun melati" diri saja.
&erkat "awa 'm!4ang di dalam tubu"mu yang amat luar biasa ditamba"
bakat dan ketekunankau tentu akan mendapat kemajuan pesat dan besar
144
Raja Pedang
jau" lebi" besar daripada aku sendiri. Mulai "ari ini kau "arus pergi
tinggalkan aku."
&eng $an kaget. la suda" mulai beta" tinggal di tempat sunyi itu bersama
kakek $ouw Lee. #enapa sekarang disuru" pergi, -ampir &eng $an menangis
ketika dia berkata.
"#akek $ouw kenapa kau mengusirku, (pa sala"ku, #akek yang baik
biarkanla" aku berada di sini mengawanimu....."
#akek $ouw Lee mengelus!elus kepala &eng $an. "(nak baik banyak
persamaan nasib antara kita. #au "arus meninggalkan aku demi untuk
kebaikanmu senairi juga untuk kemajuanku. (ku "endak bertapa menebus
semua penyelewenganku yang da"ulu membersi"kan pikiran clan "ati. )an
kau kau masi" muda kau "arus mencari kemajuan dalam "idupmu. #alau
kau tinggal di sini amat berba"aya. #au ta"u banyak toko" ja"at yang amat
li"ai mencari aku.
"#enapaka" #akek $ouw Lee, #enapa mereka mencarimu,"
$ouw Lee mengeluarkan sepasang pedangnya. "#arena inila" sepasang
Liong!cu $iang!kiam inila". ;ntuk jaman ini sepasang pedang ini termasuk
pedang keramat yang ampu" dan jarang mendapatkan tandingnya. Pedang
ini da"ulu pusaka dari seorang pendekar besar bernama $ie 5in -an yang
dijuluki Pendekar &odo". #auli"at yang panjang ini dan pada gagangnya
terdapat "uru1 /(2T(2 na" inila" yang dipakai ole" pendekar itu. (dapun
yang pendek dan ber"uru1 &0T'2( ini da"ulu dipakai ole" pendekar wanita
yang terkenal berjuluk (ng F 2iocu 62ona &aju Mera"7. (kan tetapi "al itu
suda" terjadi ratusan ta"un yang lalu. #emudian setela" beberapa
keturunan sepasang pedang ini lenyap. &anyak toko" kang!ouw mencari
akan tetapi tak seorang pun ta"u di mana lenyapnya pedang itu. (k"irnya
akula" yang mendapatkannya kucari dari gudang istana kaisar!"
"(".....!" &eng $an berseru kaget dan kagum.
"$emenjak itula" aku selalu dicari!cari ole" para toko" kang!ouw. 4ang lain!
iain tidak ada artinya bagiku akan tetapi orang!orang seperti $ong!bun!kwi
-ek!-wa #ui!bo $iauw!ong!kwi dan Tai!lek!sin $wi Lek -osiang mereka itu
amat berba"aya. #arena itu ak"irnya aku menyembunyikan diri di sini. (ku
pun suda" mendengar tentang T"ian!te $iang!"iap yang suda" mendapatkan
'm!yang $in!kiam dan ingin aku mencari mereka untuk merampasnya. (kan
tetapi T"ian meng"ukum aku agaknya dosaku terlalu banyak. (ku suda"
terlalu tua sampai kedua mataku buta namun belum juga aku dibebaskan
dari dunia ini." #akek itu menarik napas panjang dan dia berdongak ke atas
seakan!akan dengan matanya yang buta dia mencari!cari T"ian di atas!
"#akek $ouw biarla" aku menemanimu di sini. (ku suka tinggal disini dan
aku suka melayanimu."
#embali $ouw Lee mengelus!elus kepala &eng $an. "Tidak bisa &eng $an.
(kan berba"aya sekali. $etela" aku dili"at ole" $ong!bun!kwi dan -ek!"wa i
#ui!bo yang tadinya menyangka aku suda" mampus karena tua apaka"
mereka dan yang lain!lain akan suda" begitu saja sebelum merampas Liong!
cu $iang!kiam ini, (" mereka tentu akan muncul dan aku tidak mau meli"at
kau terbawa!bawa apalagi nnemang kau pun dike"endaki mereka."
*Pergi ke manaka", (ku sebatang!kara....." $uara &eng $an terdengar sedi"
dan bingung.
"Tak perlu gelisa". &ukanka" sebelunn kau bertemu denganku kau pun
suda" sebatangkara, (ku akan memberi surat kauberikan suratku ini kepada
145
Raja Pedang
seorang sa"abat baikku yaitu Lian &u Tojin ketua -oa!san!pai. #au tentu
akan mendapat perlindungan di sana dan kau akan aman. (kan tetapi ingat
biarpun ter"adap seorang sa"abat lama seperti Lian &u Tojin aku tidak
percaya kepadanya nnengenai persoalan 'm!yang $in!kiam!sut dan tentang
Liong!cu $iang!kiam. 'ngat semua pelajaran yang suda" kuturunkan
kepadamu itu merupakan kunci untuk membuka pintu gerbang persilatan
bagimu. #au "arus melati" siulian dan . pernapasan. )engan lati"an yang
tekun kau akan dapat menguasai tenaga dalam 'm dan 4ang di dalam
tubu"mi yang amat kuat itu. #au akan dapat mengatur tenaga itu menurut
sesukamu dan disesuaikan dengan 'lmu $ilat 'm!yang $in!kiam!sut. (kan
tetapi jangan sekali!kali kau perli"atkan kepada orang lain kau simpan
ra"asia itu. $ekali!kali tak bole" diketa"ui orang lain sebelum sempurna
lati"anmu. #alau kau melanggar pesanku ini dan sampai ra"asiamu diketa"ui
orang a"..... kau akan meng"adapi seribu satu macam bencana."
&eng $an ragu!ragu. "#akek $ouw aku tidak mengenal ketua -oa!san!pai itu.
&agaimana kalau aku tidak beta" tinggal di sana, &agaimana kalau dia tidak
mau menerimaku,"
Musta"il dia takkan mau menerimamu. )ia orang baik dan suratku akan
menjamin dirimu. #au bole" bekerja apa saja di sana. (tau andaikata kau
tidak suka di sana setela" kau meli"at keadaan kau bole" saja pergi turun
gunung tapi jangan muncul di tempat umum. Lebi" baik kau kembali
menjadi kacung di -ok!t"ian!tong bersembunyi sambil melati" diri sampai
menjadi kuat betul. $etela" itu baru kau bole" datang ke sini. #au suda"
kuberi ta"u .ua ;lar yang berada di lereng itu. 2a" di sanala" kaucari
pedang ini. $ementara ini sebelum kau kuat kau tidak bole" membawa
pedang ini dan juga aku perlu untuk menjaga diri. #elak pedang ini kuberikan
kepadamu. 2a" kau berangkatla" &eng $an. Letak -oa!san!pai suda"
kuterangkan kepadamu.
$edi" "ati &eng $an. (kan tetapi apa daya, la "arus memenu"i permintaan
kakek ini. la datang sebagai tamu kalau tuan ruma" suda" mengusirnya apa
yang dapat dia lakukan, $etela" menerima se"elai surat yang ditulis secara
cakar ayam ole" kakek buta ini &eng $an lalu pergi dari tempat itu melalui
jalan ra"asia yang ditunjukkan ole" kakek kepadanya.
? ? ?
$etela" keluar dari tempat persembunyian Lo!tong $ouw Lee &eng $an lalu
melakukan perjalanan cepat. #ebetulan dia lewat di dusun tempat tinggal
"artawan #wi di mana dia da"ulu bersama Tan -ok meng"adapi serbuan ular
yang dikera"kan .iam #in. -eran sekal dia meli"at dusun yang tiga bulan
yang lalu suda" amat sunyi itu sekarang sama sekali kosong. Ruma" gedung
#wi!wangwe, suda" menjadi puing bekas terbakar. 'a menduga ba"wa ini
tentu perbuatan Tan -ok yang merasa mara" sekali kepada "artawan pelit
itu. )ugaannya "anya sebagian saja betul. Memang ketika &eng $an da"ulu
mengejar .iam #in Tan -ok terus mengamuk. &etapapun juga gaga"nya dia
tentu celaka dikeroyok ole" tukang!tukang pukul yang amat banyak itu kalau
saja tidak keburu datang se!rombongan orang Pek!lian!pai yang kebetulan
lewat di situ. Tentu saja para anggauta Pek!lian!pai ini mengenal Tan -ok
yang menjadi murid Tan $am seorang toko" Pek!lian!pai. $egera mereka ini
menyerbu dan membantu Tan -ok se"ingga tuan tana" dan "artawan itu
bersama kaki tangannya yang selalu mempraktekkan penindasan dan
146
Raja Pedang
kekejaman dapat dibasmi "arta bendanya dirampas dan ruma"nya dibakar.
Tan -ok lalu pergi ikut rombongan ini meninggalkan dusun itu.
Memandangi ruma" gedung "artawan #wi yang suda" menjadi tumpukan
puing itu &eng $an terkenang kepada Tan -ok. la amat suka kepada pemuda
raksasa muda itu yang jujur dan gaga" apalagi yang senasib dengannya
tiada orang tua dan tiada tempat tinggal. (k"irnya dia meng"ela napas dan
meninggalkan tempat itu
Tiba!tiba berkelebat bayangan mera" di depannya &eng $an membelalakkan
matanya ketika meli"at seorang anak perempuan berpakaian mera" berdiri
disitu tersenyum!senyum rama" dari matanya bersinar!sinar seperti bintang
pagi. &eng $an terbelalak bukan saking kagum meli"at gadis cilik yang
mungil ini sekarang melainkan saking gelisa" dan takutnya. la maklum
ba"wa boca" ini ada "ubungannya dengan $ong!bun!kwi enta" muridnya
enta" anaknya atau pelayan!nya. (kan tetapi yang jelas tiga bulan yang lalu
boca" ini muncul lalu muncul pula $ong!bun!kwi.
"#au siapaka", $iapa namamu dan kau datang ke sini mau apa," &eng $an
bertanya suaranya "alus karena tak mungkin orang dapat bersikap galak
ter"adap seorang anak manis yang tersenyum!senyum rama" dengan
matanya bersinar gemilang itu.
(nak berbaju mera" itu tersenyum lebar dan seketika &eng $an teringat akan
waja" #wa -ong. &iarpun ada perbedaan besar antara #wa -ong dan anak
ini yaitu #wa -ong galak sekali tapi anak ini rama"!tama" penu" senyum
akan tetapi kalau tersenyum mereka ini itu sama. $ama manisnya ba"kan
bentuk waja"nya "ampir sama. (palagi pakaian mereka. (gaknya dua orang
anak itu memiliki kesukaan yang sama ter"adap warna mera".
)itanya ole" &eng $an anak itu "anya tertawa!tawa kemudian ia
menggandeng tangan &eng $an ditarik!tarik ke sebua" po"on. Memang di
sekitar ruma" gedung "artawan #wi terdapat banyak po"on bunga yang
beraneka warna. $ebagian besar dari po"on!po"on ini ikut terbakar akan
tetapi po"on besar di sebela" kanan gedung itu masi" berdiri tegak dan pada
saat itu di puncak po"on terdapat banyak kembangnya yang berwarna
kuning. $etela" tiba di bawa" po"on itu anak perempuan tadi melepaskan
tangan &eng $an lalu sambil tersenyum ia menunjuk ke atas ke ara"
kembang. )engan jari!jari tangannya yang mungil dan terpeli"ara bersi" itu
ia memberi tanda supaya &eng $an mengambilkan bunga untuknya!
(da rasa peri" menusuk "ati &eng $an ole" gerakan!gerakan jari tangan ini.
la menjadi ter"aru. Memang ketika pada pertama kali meli"at anak
perempuan ini $ong!bun!kwi memberi tanda dengan tangan dia suda"
menduga ba"wa anak ini gagu. $ekarang meli"at anak ini mengajak dia
"bicara" dengan gerakan!gerakan tangan dia menjadi ter"aru sekali. (kan
tetapi di samping ke"aruan ini dia pun ter"eran!"eran karena dia suda"
menyaksikan sendiri betapa gadis ini amat li"ai gerakannya cepat laksana
burung dan untuk mengambil bunga di po"on sedemikian saja tentu akan
dapat dilakukannya sendiri mengapa sekarang minta dia yang
memetikkannya, &etapapun juga meli"at sepasang mata itu memandang
penu" permintaan dengan sinar yang lembut dan luar biasa itu tak dapat
dia menolaknya. la mengangguk sambil tersenyum lalu seperti seekor kera
&eng $an memanjat po"on itu naik ke atas. .erakannya ringan dan dia
merasa amat muda" memanjat po"on 'tu. $ebentar saja dia suda" sampai di
147
Raja Pedang
puncak lalu memetik setangkai bunga yang dianggapnya paling segar dan
baik.
$epasang mata anak itu bersinar!sinar ketika ia menerima kembang dari
tangan &eng $an. )engan cekatan dipakainya kembang itu di atas
rambutnya yang "itam kemudian ia memasang gaya di depan &eng $an
membalik ke sana ke mari seakan!akan "endak memamerkan kecantikannya
dengan "iasan bunga di kepalanya itu. #emudian setela" berputaran di
depan &eng $an ia berdiri meng"adapi &eng $andan sepasang matanya
bertanya bagaimana pendapat &eng $an setela" ia memakai kembang.
Mau tak mau &eng $an tersenyum. (langka" akan ba"agianya kalau dia
mempunyai adik atau seorang teman semanis ini semanja ini yang begitu
meng"arukan sikap dan gerak!geriknya. la lalu tersenyum dan mengangkat
ibu jari tangan kanannya tinggi!tinggi tanda ba"wa gadis cilik itu benar!benar
jempol.
.adis cilik itu mengerti gerakan ini sarnbil mengeluarkan suara yang mirip
tawa ia memegang kedua tangan &eng $an lalu mengajak &eng $an
berputar!putar menari di bawa" po"on. &ukan main gembiranya gadis cilik
itu ia menari!nari dengan gerakan linca" se"ingga mau tidak mau &eng $an
ikut pula menari!nari dan tertawa!tawa. $elama "idupnya belum perna" dia
merasai kegembiraan seperti kali ini dan tak terasa pula dua butir air mata
menitik turun ke atas pipinya. #egembiraan dan keba"agiaan yang luar biasa
mendatangkan ke"arusan yang tak dapat dita"annya pula.
Tiba!tiba gadis itu ber"enti memandang kepada &eng $an dengan matanya
yang bening penu" ke"eranan dan pertanyaan. #emudian jari!jari tangannya
diangkat ke atas dengan "alus diusapnya dua butir air mata itu dari pipi
&eng $an lalu dia menggeleng!geleng kepala perla"an seakan!akan "endak
berkata ba"wa &eng $an tidak bole" menangis. )alam keadaan yang ane"
ini di mana tidak ada sepata" pun kata!kata keluar dari mulut kedua orang
anak itu &eng $an seakan!akan dapat mengerti semua seakan!akan dapat
menjenguk isi "ati dan pikiran gadis cilik itu ba"wa gadis itu dapat pula
merasai kesengsaraannya kesunyiannya ba"kan mereka itu senasib
sependeritaan dan ada kecocokan yang membuat keduanya menaru"
kasi"an satu kepada yang lain.
)ari jau" terdengar suara melengking tinggi suara tangisan. .adis cilik
berbaju mera" itu menjadi pucat tangannya dingin menggigil dan cepat
sekali ia menarik tangan &eng $an diajaknya berlari!lari ke ara" bekas
ruma" gedung yang suda" menjadi tumpukan puing. )engan gerakan tiba!
tiba gadis itu mendorong tubu" &eng $ang menerobos ke bawa" tumpukan
kayu!kayu "angus sambil menunjuk!nunjuk supaya anak itu bersembunyi.
Tadinya &eng $an bingung tidak mengerti akan tetapi setela" suara
melengking itu makin dekat dia mengerti apa artinya itu. $ong!bun!kwi
datang! 5epat dia lalu menyelundup ke bawa" kayu dan arang bersembunyi
di bawa" pui"g. (kan tetapi dasar dia seorang anak yang taba" dan nakal
dalam bersembunyi dia mengintai ke luar.
$uara melengking seperti orang menangis itu makin lama makin keras dan
ber"enti ta"u!ta"u di depan gadis itu suda" berdiri seorang laki!laki. $ong!
bun!kwi dengan muka keli"atan tak senang! Mukanya mera" dan matanLa
melotot kedua tangannya menggerak!gerak!kan jari!jari tangan sambil
menatap waja" gadis cilik itu. (nak perempuan itu keli"atannya takut!takut
berkali!kali menggeleng kepalanya. #embang di atas rambutnya ikut
148
Raja Pedang
bergoyang!goyang dan ini agaknya yang menarik per"atian $ong!bun!kwi.
$ekali renggut dia tela" menjambak rambut anak itu dan ditariknya kembartg
tadi. (nak itu terpelanting dan tentu akan terbanting keras kalau saja tidak
lekas poksai 6bersalto7 se"ingga ia "anya ter"uyung!"uyung dan kaget saja.
Matanya memperli"atkan sinar duka ketika kembang tadi "ancur di tangan
$ong!bun!kwi. (gaknya $ong!bun!kwi tertarik sesuatu. la memandang ke
atas tana" tanpa mempedulikan lagi anak perempuan itu. Tiba!tiba dia
membanting kaki. )emikian kerasnya bantingan kaki ini sampai &eng $an
yang berada di tempat yang jau"nya ada sepulu" meter dari situ merasa
betapa tana" di bawa"nya ter!getar dan reruntuk kayu di atasnya ron!tok ke
bawa".
#akek itu nampak makin mara". $ambil menuding!nuding ke bawa" kembali
dia bicara dengan gerakan jari tangannya agaknya memara"i anak
perempuan itu atau menanyakan sesuatu. (nak itu kembali menggeleng!
geleng kepalanya sambil menggerakkan jari tangannya. Tiba!tiba $ong!bun!
kwi menyambak rambutnya mengguncang!guncangnya sampai rambut anak
itu terurai setela" itu kepala itu ditempeleng keras. (nak itu terpelanting
robo" akan tetapi cepat me!loncat bangun. #edua mata anak itu
mencucurkan air mata mulutnya mengeluarkan suara a"!u"!a"!u".....
-ampir tak terta"ankan lagi ole" &eng $an. #emara"annya memuncak dan
andaikata dia tidak ingat akan ajaran!ajaran Lo!tong $ouw Lee pasti dia
suda" meloncat keluar dan membela anak pe!rempuan itu. &iar dia dipukul
mampus asal dia suda" bisa memaki!maki $ong!bun!kwi atas kekejamannya
ter"adap anak itu puasla" dia. .iginya dikertakkan bibirnya digigit sampai
terasa sakit.
$aking mara"nya $ong!bun!kwi sampai lupa ba"wa anak perempuan itu
gagu dan dia membentak "&eng $an di mana dia,," #embali dia
mengancam dengan tangan "endak menggampar anak itu.
Tiba!tiba anak itu mengedikkan kepala dan seakan!akan tela" lenyap sama
sekali rasa takutnya. Matanya mengeluarkan sinar berapi mulutnya setenga"
terbuka napasnya terenga"!enga" kedua tangannya dikepal dan dengan
beraninya ia maju menantang kakek itu. Mulutnya mengeluarkan suara a"!
u"!a"!u" akan tetapi nadanya beda dengan tadi kini penu" tantangan!
&eng $an tadinya kagum bukan main sekarang dia melongo karena meli"at
betapa kakek itu mendadak menjadi lemas menjatu"kan diri berlutut dan
memeluk anak itu sambil menangis tersedu!sedu! )an anak perempuan itu
pun "ilang kemara"annya memeluk kepala kakek itu sambil menangis tanpa
bersuara. Pemandangan yang amat meng"arukan meli"at kakek itu berlutut
memeluk si gagu sambil menangis mengeluarkan suara yang tidak karuan
akan tetapi sayup!sayup terdengar juga ole" &eng $an. "..... kau seperti
ibumu..... seperti ibumu....." )an anak perempuan yang tadi dijambaki dan
ditempiling kakek itu yang tadinya amat mara" seperti "endak melawan
sekarang menangis dan memeluk kepala kakek itu penu" kasi" sayang.
&i .oat berita"u dimana adanya anak setan itu" $ong!bun!kwi berkata
sambil mengelus!elus kepala anak perempuan yang gagu itu. (nak itu
menggelengkan kepalanya. #akek itu lalu menudingkan telunjuknya ke atas
tana" seperti "endak mendesak dengan pertanyaan ba"wa ada bekas kaki
&eng $an di situ.
$emua ini terli"at ole" &eng $an dan dengan "ati berdebar dia mengintai
terus. (nak perempuan yang bernama &i .oat itu lalu menggerak!gerakkan
149
Raja Pedang
tangannya kemudian menuding ke ara" selatan. #akek itu berdiri menatap
waja" itu tajam penu" selidik agaknya tidak percaya tetapi anak itu
menentang pandang matanya dengan taba" dan berani ak"irnya kakek itu
menggandeng tangan &i .oat dan diajak berjalan pergi dan situ ke ara"
selatan.
)iam!diam &eng $an memper"atikan terus. 'a meli"at kakek itu dengan
sudut matanya memper"atikan &i .oat. (nak itu menole" dan memandang
keara" bunga!bunga di atas po"on agaknya teringat ketika &eng $an
memetikkan bunga untuknya tadi. (kan tetapi lirikan ini cukup untuk
membuat $ong!bun!kwi curiga. Tubu"nya berkelebat dan sulingnya diputar.
&unga dan daun terbang ber"amburan dan ketika tubu" kakek itu suda"
kembali ke sebela" &i .oat po"on tadi tela" gundul dan andaikata di
dalamnya bersembunyi &eng $an tentu akan keli"atan jelas. #akek itu
mengangguk!angguk kepada &i .oat dan melanjutkan perjalanan sambil
menggandeng tangan anak gagu itu.
&eng $an bergidik. &ukan main li"ainya kakek itu. #alau saja tadi &i .oat
melirik ketempat dia bersembunyi sekali saja tentu kakek i1u akan dapat
menemukannya. la ta"u ba"wa dia dicari. &ukan "anya $ong!bun!kwi yang
mencari dan membutu"kannya juga bukan -ek!"wa #ui!bo. Menurut dugaan
Lo!tong $ouw Lee setiap orang kang!ouw apabila mendengar ba"wa &eng
$an mewarisi 'm!yang $in!kiam!sut dan ta"u di mana ada!nya Lo!tong $ouw
Lee pasti akan menangkap anak ini. Tidak "anya "endak memaksanya
membuka ra"asia 'm!yang $in!kiam!sut akan tetapi juga "endak
memaksanya membuka ra"asia tempat persembunyian kakek buta itu.
;ntung anak gagu itu ternyata amat baik dan sengaja melindunginya. )iam!
diam &eng $an berterima kasi" sekali kepada &i .oat. /uga dia amat kasi"an
kepada anak gagu itu yang agaknya diperlakukan dengan kejam dan keras
ole" $ong!bun!kwi mala" menurut dugaannya anak itu dilarang bermain
dengan siapa pun juga. &uktinya da"ulu ketika anak itu diajak bermain!main
ole" beberapa anak penggembala $ong!bun!kwi mara"!mara" dan
penggembala!penggembala itu bersama kerbau!kerbaunya dibunu" semua!
&eng $an menarik napas panjang dan diam!diam dia berjanji kepada diri
sendiri ba"wa kalau dia mempunyai kepandaian melawan $ong!bun!kwi dia
akan menolong anak gagu itu.
Tentu saja &eng $an sama sekall tidak ta"u ba"wa renungannya ini
sebetulnya menggelikan, Mengapa, #arena anak itu yang bernama #wee &i
.oat bukan lain adala" anak $ong!bun!kwi. &ukan murid bukan pula anak
angkat melainkan anak kandung isterinya sendiri yang tela" meninggal
dunia selagi &i .oat berusia kurang dari tiga ta"un.
$ong!bun!kwi sebetulnya adala" seorang s"e #wee bernama Lun. #wee Lun
atau yang berjuluk $ong!bun!kwi 6$etan &erkabung7 ini mendapat julukannya
semenjak kematian isterinya yaitu ibu &i .oat yang amat dicintainya. $eperti
perna" disinggung ole" -ek!"wa #ui!bo kepada &eng $an #wee Lun ini
perna" merampas seorang pengantin wanita dan dalam perbuatannya yang
amat ja"at ini dia mala" membunu" pengantin pria dan semua tamu yang
berada di situ! Pengantin wanita inila" yang kemudian mela"irkan &i .oat.
(kan tetapi karena wanita ini selalu berduka dan putus asa semenjak
dirampas ole" $ong!bun!kwi setela" mela"irkan anak kese"atannya menjadi
amat buruk. (k"irnya ketika &i .oat berusia kurang dari tiga ta"un ibu
muda ini meninggalkan anaknya bebas daripada penderitaan dunia.
150
Raja Pedang
#wee Lun amat cinta kepada isteri rampasannya itu juga dia amat cinta
kepada &i .oat. (kan tetapi begitu isterinya yang tercinta meninggal timbul
kembali si1at!si1atnya yang kejam dan ja"at. Mala" kadang!kadang kalau
teringat kepada isterinya dia menjadi benci kepada &i .oat. &egitu isterinya
meninggal dia menyala"kan "al ini kepada &i .oat dan "ampir saja dia
membunu" anaknya sendiri. (nak yang baru berusia tiga ta"un itu dia pukuli
dia banting dan dia cekik "ampir mati. (kan tetapi dia segera teringat kepada
pesan isterinya supaya menjaga &i .oat baik!baik maka segera dia
meng"entikan kekejamannya ini dan mala" mengobati &i .oat. #alau saja
bukan dia yang mengobati anak yang suda" dipukul dan dibanting itu tentu
akan mati. &i .oat tidak sampai mati akan tetapi mungkin saking kaget atau
juga karena sakit anak ini lalu menjadi gagu! )an demikianla" $ong!bun!kwi
#wee Lun yang sakti dan menjadi toko" terbesar dari barat setiap kali
bersikap kejam dan menyiksa #wee &i .oat akan tetapi kadang!kadang dia
teringat kepada isterinya dan kasi" sayangnya tumpa" kembali kepada
anaknya itu.
&eng $an yang sama sekali tidak ta"u akan riwayat ini "anya menganggap
ba"wa &i .oat anak gagu itu "idupnya tersiksa ole" $ong!bun!kwi yang
kejam dan ja"at $etela" $ong!bun!kwi pergi jau" ban &eng $an berani keluar
dari tempat persembunyiannya dan melanjutkan perjalanan. la berjalan terus
ke barat dan mengalami penderitaan yang "ebat. (da kala nya boca"
belasan ta"un ini dalam dua tiga "ari tidak makan dan baru bisa mengisi
perutnya kalau ada orang menaru" kasi"an kepadanya atau kalau dia bisa
mendapatkan bua"!bua"an di dalam "utan liar. &aiknya dia memiliki tubu"
yang kuat dan gerakannya cepat se"ingga kadang!kadang dia bisa
menangkap binatang!binatang "utan kecil untuk menjadi pengisi perutnya.
$ementara itu tak perna" dia lupa untuk melati" diri dengan ilmu yang dia
pelajari dari Lo!tong $ouw Lee.
Pandai sekati &eng $an menjaga ra"asianya se"ingga tak perna" ada orang
mengeta"ui ba"wa anak ini memiliki ilmu yang luar biasa. $emua orang yang
bertemu dengannya "anya mengira ba"wa dia adala" seorang anak jembel
yang terlantar dan patut dikasi"ani. &anyak pula "inaan!"inaan dan ejekan!
ejekan yang diderita ole" &eng $an namun anak ini menerima semua itu
dengan sabar maklum seperti yang perna" dia dengar dari Lo!tong $ouw Lee
ba"wa semua penderitaan "idup merupakan gemblengan yang paling baik
untuk seseorang merupakan lati"an ro"ani yang amat ber"arga. $ementara
itu "awa 'm dan 4ang di dalam dirinya makin "ari makin menjadi kuat dan
teratur dan betul saja seperti yang diajarkan ole" $ouw Lee makin tekun dia
belajar makin terasa ole"nya betapa tubu"nya menjadi makin kuat dan
sama sekali tidak perna" menderita lagi dari perasaan panas atau dingin
akibat dua macam "awa yang tadinya meracuni dara"nya tapi yang sekarang
setela" dapat dia kuasai merupakan tenaga yang ma"a kuat.
? ? ?
$unggu" patut disayangka" ba"iwa kesala" 1a"aman antara -oa!san $ie!eng
dan #un!lun $am!"engte makin membesar dengan adanya peristiwa!
peristiwa yang terjadi antara mereka.
$eperti tela" diketa"ui setela" melaporkan semua peristiwa yang menimpa
dirinya di depan gurunya yaitu ketua -oa!san!pai Lian &u Tojin $ian -wa dan
tiga orang su"engnya pergi turun dari .unung -oa!san untuk mencari tiga
orang saudara murid #un!lun!pai untuk memprotes perbuatan #wee $in.
151
Raja Pedang
$esuai dengan petunjuk guru mereka empat orang murid -oa!san!pai
langsung pergi mengunjungi orang tertua dari #un!lun $am!"engte yaitu &un
$i Teng di $in!yang.
#edatangan mereka berempat disambut ole" &un $i Teng dan adiknya &un $i
Liong yang suda" sembu" daripada luka!lukanya. )ua orang saudara &un ini
suda" perna" bertemu dengan $ian -wa dan biarpun di antara tiga orang
jago -oa!san yang lain baru #wa Tin $iong mereka perna" meli"atnya
namun dua orang lagi T"io <an 't dan #ui #eng perna" mereka mendengar
namanya. #arena yang datang adala" jago!jago ternama dari -oa!san dua
orang saudara &un ini menyambut dengan penu" peng"ormatan akan tetapi
meli"at waja" para tamu yang nampaknya mengandung sesuatu yang tidak
puas dan mara" mereka menjadi "eran dan berlaku "ati!"ati.
&un $i Teng dan &un $i Liong segera menyambut kedatangan mereka dan
memberi "ormat. &un $i Teng sambil menjura berkata.
"(" kiranya -oa!san $ie!eng"iong 60mpat 9rang .aga" dari -oa!san7 yang
datang mengunjungi gubuk kami yang buruk. $elamat datang! (dik $ian
-wa silakan duduk" #epada tunangan sutenya ini &un $i Teng bersikap
manis. "Liong!te lekas beri ta"u soso!mu 6kakak ipar!mu7 untuk menemani
(dik $ian -wa."
"Tak usa" repot!repot /i!wi tak perlu repot!repot. #ami datang untuk minta
keadilan dan minta dibereskannya sebua" urusan besar bukan untuk datang
minum arak atau bercakap!cakap kosong!" ;capan ini dikeluarkan ole" T"io
<an 't orang ke dua dari -oa!san $ie!eng yang terkenal berangasan.
)ua orang saudara &un mengerutkan kening. &enar!benar tak sopan tamu
ini pikir &un $i Liong sambil memandang orang pendek gemuk berbaju "itam
itu dengan mata menaksir!naksir. (kan tetapi &un $i Teng yang lebi" tua dan
berpengalaman segera dapat menduga ba"wa tentu terjadi "al yang amat
gawat se"ingga orang!orang gaga" ini bersikap seperti itu.
"$audara!saudara berempat jau"!jau" datang membawa urusan penting
apaka", Tentu kami selalu siap untuk membantu kalian. -arap $ie!eng"iong
segera ceritakan kepada kami berdua" kata &un $i /eng masi" rama"!
tama".
&u!eng!kiam T"io <an 't yang suda" amat tak sabar karena mara"nya meng!
"adapi urusan sumoinya segera melangka" maju dan berkata kasar.
"$ekarang ini -oa!san $ie!eng ber!"adapan dengan #un!lun $am!"eng te
sebagai orang!orang gaga" yang "endak membereskan urusan penasaran!
#edatangan kami ini adala" karena perbuatan yang amat tak patut dan keji
dari orang termuda dari #un!lun $am!"engte. #wee $in "arus
mempertanggungjawabkan segala perbuatannya dan /i!wi berdua ini "arus
pula bertanggung jawab dan dapat segera menyeret #wee $in kepada kami!"
#ata!kata ini seperti "alilintar menyambar bagi dua orang saudara &un itu.
&un $i Teng yang lebi" sabar menekan dada dan mukanya agak pucat
adapun &un $i Liong suda" meraba gagang pedang dan goloknya sambil
mengeluarkan suara gerengan seperti "arimau terluka matanya tajam
menyapu keempat orang tamu itu. &aiknya &un $i Teng memberi isyarat
kepada adiknya supaya bersabar dan dia sendiri lalu berkata.
"$egala urusan dapat diurus segala penasaran dapat diadili akan tetapi
"arus diberi penjelasan lebi" dulu apa sebabnya $ie!wi 6Tuan &erempat7
seperti mara"!mara". $ute kami #wee $in bukan kami "endak
menyombong akan tetapi #wee!sute suda" terkenal di empat penjuru langit
152
Raja Pedang
sebagai seorang gaga" yang tak perna" meninggalkan si1at!si1at satria.
$iapaka" yang tak perna" mendengar nama Pek!lek!jiu #wee $in murid
termuda dari #un!lun!pai yang selalu menjunjung tinggi keadilan dan
membela kebenaran, $ekarang $ie!wi datang!datang menyatakan sute kami
itu melakukan perbuatan yang amat tidak patut dan keji. -emmm tentu saja
sukar bagi kami untuk dapat mempercayai. Tidak ada perbuatan #wee!sute
yang tidak patut!"
Liem $ian -wa tak dapat mena"an kemara"annya. "$eorang yang bergaul
dengan siluman betina dari Pek!lian!pai setela" terli"at ole" aya"ku lalu
bersama siluman itu datang membunu" aya"ku yang tua dan tidak berdaya
apaka" "al ini kauanggap patut dan tidak keji,"
&un $i Teng melengak lalu saling pandang dengan adiknya. &un $i Liong
mara" sekali mulutnya suda" bergerak!gerak "endak membanta" dan
memaki. (kan tetapi orang gaga" ini mempunyai si1at yang amat lucu yaitu
dia amat takut kalau ber"adapan dengan wanita. (ndaikata yang
mengeluarkan tudu"an itu bukan $ian -wa melainkan orang di antara
su"eng!su"eng nona itu tentu $i Liong suda" memaki dan mara". $ekarang
dia "anya berdiri dengan kedua tangan terkepal kedua mata melotot akan
tetapi tidak melotot kepada $ian -wa melainkan kepada #wa Tin $iong
bertiga! &un $i Teng suda" dapat menguasai "atinya pula. la kini
meng"adapi #wa Tin $iong yang sejak tadi diam saja "anya memandang
dengan mata tajam penu" selidik.
"-oa!san 't!kiam namamu di dunia kang!ouw suda" terso"or sebagai
seorang pendekar gaga" dan adil. #u"arap saja sekarang kau pun akan
bersikap seperti seorang yang adil. (dikku #wee $in tertimpa tudu"an yang
amat berat. $etiap tudu"an "arus disertai bukti!bukti dan dasar. Tanpa dasar
dan bukti maka tudu"an itu adala" 3tna" yang amat ja"at. (paka" bukti dan
dasarnya tudu"an ter"adap #wee!sute itu,"
-oa!san 't!kiam #wa Tin $iong me!narik napas panjang sebelum menjawab.
"$audara &un aku pun merasa amat menyesal dengan terjadinya "al yang
me!nimpa sumoiku. #alau kalian merasa penasaran karena sute kalian
tertimpa tudu"an berat bagaimana dengan kami, $umoi kami tertimpa
malapetaka yang lebi" berat dan "ebat lagi. 9le" karena itu kita "arus
berani mempertanggung!jawabkan secara adil. -arus berani membela yang
benar dan meng"ukum yang sala". $ikap begini suda" menjadi tugas kita
sebagai orang gaga" bukan, $iapa saja yang sala" "arus di"ukum baik dia
itu orang lain maupun adik sendiri. $ebaliknya siapa saja orangnya asal dia
itu &erada di pi"ak kebenaran "arusla" kita bela. &ukanka" begitu juga
pelajaran yang kalian terima dari su"u kalian,"
&un $i Teng mengangguk!angguk. "#au betul. -oa!san 't!kiam #ami pun
takkan membela sute kami sendiri kalau dia betul!betul bersala". -anya kami
amat sangsikan apaka" sute kami bersala" karena kami percaya ba"kan
yakin ba"wa #wee!sute bukanla" seorang yang demikian ja"at dan keji. )ia
pun suda" membuat nama besar di dunia kang!ouw. 9le" karena itu tudu"an
berat tadi "arap kaujelaskan dan kauberi dasar!dasar atau bukti!bukti."
#wa Tin $iong tersenyum pa"it. "$eorang yang suda" memiliki kepandaian
setingkat dengan kita kalau suda" melakukan sesuatu bagaimana bisa
dicari buktinya, #adang!kadang kejadian tanpa bukti pun suda" jelas cukup
jelas untuk ditarik kesimpulan dan diambil keputusan siapa yang bersala".
2a" kaudengarla" baik!baik. Pada suatu "ari beberapa pekan yang lalu
153
Raja Pedang
aya" dari Liem!sumoi yaitu Liem Ta lopek pulang ke ruma" sambil mara"!
mara" dan menyatakan kepada Liem!sumoi ba"wa dia meli"at #wee $in
berpelesir bersama seorang perempuan cabul dari Pek!lian!pai dan Liem!
lopek menyatakan "endak memutuskan tali perjodo"an antara Liem!sumoi
dan #wee $in. Liem!sumoi merasa penasaran dan diam!diam ia pergi ke
Telaga Pok!yang di mana #wee $in terli"at ole" aya"nya. $ayang ia tidak
dapat meli"at dengan mata kepala sendiri akan tetapi dari keterangari
tukang!tukang pera"u disana ia mendapat keterangan ba"wa memang betul
#wee $in dan seorang perempuan berada di situ beberapa "ari lamanya.
)engan "ati berat Liem!sumoi pulang ke ruma"nya dan didapatinya aya"nya
tela" luka!luka "ebat. $ebelum meninggal dunia Liem!lopek masi" sempat
menyatakan ba"wa yang menyerangnya adala" #wee $in dibantu seorang
perempuan cantik.
"Penasaran...... penasaran.....!" &un $i Liong berteriak!teriak. "Tak mungkin
dia itu #wee!sute. Tak mungkin! Mana buktinya ba"wa yang melakukan
pembunu"an itu adala" #wee!sute,"
"Twa!su"eng!" #ui #eng meloncat maju. "#enapa $u"eng masi" simpan!
simpan keterangan, /elaskan saja sekalian. 0" #un!lun $am!"engte jangan
coba!coba menutupi. #esala"annya suda" jelas karena menurut kesala"an
sute kalian keterangan Liem!sumoi di tubu" Liem!lopek itu terdapat paku!
paku Pek!lian!ting dan bekas pukulan Pek!lek!jiu! 2a" mau bilang apa lagi,
Paku!paku Pek!lian!ting tentula" paku!paku yang dilepas ole" perempuan
siluman dari Pek!lian!pai itu dan pukulan Pek!lek!jiu..... "emmm bukanka"
julukan #wee $in adala" Pek!lek!jiu,"
"&o"ong! &ukan bukti itu" &un $in Liong membanting!banting kakinya. "$iapa
saja yang perna" mempelajari Pek!lek!jiu tentu dapat mempergunakannya.
(paka" "anya sute, Tentang paku!paku Pek!lian!ting aku mau percaya kalau
Pek!lian!pai memusu"i kalian karena Pek!lian!pai juga memusu"i kami. (kan
tetapi tentang #wee!sute tetap aku tidak mau menerima kalau dia ditudu"!"
"-a!"a!"a rupanya #un!lun $am!"eng!te mau menang sendiri saja! (gaknya
"anya mengandalkan kegaga"an sendiri dan tak memandang kepada orang
lain. $u"eng $ute dan $umoi agaknya urusan ini "anya bisa dibereskan di
ujung pedang!" kata T"io <an 't mengejek sambil meraba gagang
pedangnya.
"&ole" sekali!" &un $i Liong bertenak sambil nnencabut sepasang senjatanya
yaitu sebatang pedang dan sebatang golok. (paka" -oa!san $ie!eng
berempat datang "endak mengeroyok kami berdua, /angan kira kami takut!
#un!lun $am!"engte tak perna" mundur setapak pun meng"adapi
pengeroyokan siapa saja!"
"O!"o sombongnya! #ami -oa!san $ie!eng bukanla" tukang keroyok! ;ntuk
meng"adapi kalian berdua saja cukup dengan pedangku. 9rang s"e &un
kalau kau ada kepandaian keluarla"!" T"io <an 't berkata mengejek dan
begitu kakinya bergerak tubu"nya melesat keluar.
"&aik "endak kukenal keli"aian &u!eng!kiam!" seru &un $i Liong yang
meloncat keluar pula.
$emua orang mengejar keluar dan ternyata ba"wa dua orang jago itu suda"
bertanding dengan "ebat. $uara beradu!nya senjata tajam berdenting!
denting nyaring disusul bunga api berpijar!pijar gerakan dua orang jago ini
gesit dan tangkas dan amat kuat. )i antara debu yang ber"amburan
berkelebat ujung pedang dan golok mencari nyawa.
154
Raja Pedang
T"io <an 't sesuai dengan julukan!nya &u!eng!kiam 6Pedang Tanpa
&ayangan7 amat cepat gerak!geriknya. Pedangnya diputar sedemikian
cepatnya se"ingga lenyap dari pandangan mata dan bagi lawan yang tinggi
ilmunya pedang ini "anya bisa diduga dari mana datangnya dengan
mendengar suara anginnya saja. .erakan!gerakan T"io <an 't yang main!kan
'lmu Pedang -oa!san #iam!"oat bole" diumpamakan seekor burung walet
yang menyambar!nyambar ke sana kemari amat sukar diduga peruba"an!
peruba"an gerakannya.
)i lain 3"ak &un $i Liong murid ke dua dari #un!lun!pai. Tentu saja
kepandaiannya suda" mencapai ting!kat yang tinggi pula. $eperti juga
dengan -oa!san!pai #un!lun!pai juga amat terkenal dengan ilmu pedangnya.
Maka yang ber"adapan dan bertanding sekarang ini adala" dua orang jago
pedang dari dua partai yang mewakili -oa!san!pai dan #un!lun!pai. T"io <an
't "anya mempergunakan sebua" pedang saja pedang panjang tipis yang
dapat melengkung ketika digerakkan secara cepat dan kuat. (dapun &un $i
Liong bersenjata pasangan yaitu sebatang pedang dan sebatang golok.
'nila" keistimewaan &un $i Liong. )ua bua" senjata yang berlainan itu akan
membuat lawan menjadi bingung seakan!akan dikeroyok ole" dua orang
yang tidak sama senjatanya.
T"io <an 't itu cepat dan linca" pedangnya menyambar!nyambar. &un $i
Liong tenang dan koko" kuat kedudukannya seperti seekor banteng sakti
yang ... siap menanti serangan lawan untuk ditangkis dan dibalas dengan
serangan!serangan yang tak kala" ampu"nya. Pedang di tangan T"io <an 't
mengancam semua bagian tubu". 2amun sepasang senjata &un $i Liong
yang jarang bergerak itu selalu dapat menangkis kemudian kalau ada saat
baik membalas dengan tusukan atau bacokan. )ili"at sekelebatan T"io <an
't seperti menari!nari mengelilingi &un $i Liong yang berdiri tegu" dan
menggeser!geser kakinya untuk mengikuti pergerakan lawan yang amat
linca"nya itu.
Pertempuran yang sengit dan seru itu ditonton ole" semua orang dengan "ati
berdebar. Pertempuran seimbang seperti ini tak mungkin berak"ir tanpa
membawa korban di satu 3"ak "anya dapat diputuskan dengan
menggeletaknya sala" seorang. Pada"al dalam urusan ini baik T"io <an 't
maupun &un $i Liong tidak ada sangkutan apa!apa tidak ada kesala"an apa!
apa. 9rang yang langsung tersangkut #wee $in belum diajak bicara tapi
keduanya suda" main "antam sendiri. -al ini tidak betul. )emikianla" jalan
pikiran #wa Tin $iong dan juga &un $i Teng.
";rusan gelap belum dibikin terang tidak perlu ditamba" keru" dengan lain
pertumpa"an dara"" kata #wa Tin $iong sambil memandang kepada &un $i
Teng.
9rang tertua #un!lun $am!"eng!te ini mengangguk. "&etul. ;rusan ini "arus
diselidiki takkan beres kalau menurutkan na1su dan sakit "ati."
)ua orang itu seperti tela" bermu1akat meloncat maju dan mena"an adik
masing!masing. )ua orang jago yang sedang bertanding itu terpaksa mundur
dengan dada turun naik mata melotot lebar dan sikap menantang.
"(ku masi" belum kala"!" T"io <an 't berkata penasaran.
*(ku juga belum kala"" kata &un $i Liong.
"#alau begitu "ayo teruskan sampai sala" seorang di antara kita mampus!".
kata pula T"io <an 't.
"-ayo majula"!" tantang &un $i Liongi
155
Raja Pedang
#wa Tin $iong dan &un $i Teng sibuk mencega" dua orang jago yang suda"
panas perutnya itu bertanding lagi. "4ang menjadi pokok persoalan ini adala"
#wee $in sebelum dia ditemukan dan ditanya amatla" jelek kalau kita
menyerang orang!orang lain" kata #wa Tin $iong kepada sutenya sambil
menyabarkan dan memaksa sutenya menyimpan kembali pedangnya.
"Liong!te sabarla"" kata &un $t Teng kepada adiknya. "$impan kembali
senjatanya. ;rusan ini tidak bisa dibereskan "anya dengan mengangkat
senjata )iri #wee!sute ternyata tela" terkena 3tna" yang "ebat dan "al ini
"arus kita bersi"kan." la lalu membalik dan meng!"adapi #wa Tin $iong.
"-oa!san 't!kiam terus terang saja aku tidak akan meragukan semua cerita!
mu tadi. -anya yang kuragukan ba"kan tak dapat kuterima adala" ba"wa
suteku melakukan semua perbuatan itu. -al itu tidak mungkin sekali."
"-emmm saudara &un. ;rusan sumoiku yang aya"nya dibunu" mati orang
ini kiranya takkan puas kalau "anya kau beri keyakinan ba"wa sutemu tidak
mungkin melakukannya. -abis karena "al ini menyangkut nama baik
sutemu apa yang "endak kaulakukan selanjutnya, #ami masi" memandang
muka #un!lun $am!"engte memandang muka #un!lun!pai ciangbunjin 6ketua
#un!lun!pai7 maka kami tidak tergesa!gesa dan secara sembrono mencari
dan mengadili sendiri kepada #wee $in."
&un $i Teng mengangguk!angguk. "&aikla". #ami akan mencari #wee!sute
dan dalam waktu lima bulan karm bertiga #un!lun $am!"engte akan
meng"adap ke -oa!san. #ami "arus membersi"kan nama baik #wee!sute di
depan ketua -oa!san!pai sendiri."
"&agus. Lima bulan sesuda" "ari ini -oa!san $ie!eng akan menanti
kedatangan #un!lun $am!"engte di puncak -oa!san" kata #wa Tin $iong
yang segera mengajak pergi tiga orang adik seperguruannya meninggalkan
tempat itu.
&un $i Teng dan &un $i Liong setela" ditinggal pergi para tamunya duduk
dengan "ati berat. "-eran sekali mengapa ada peristiwa seperti ini" kata &un
$i Teng. "#ita "arus menyusul #wee!sute ke #un!lun.DD
"Memang urusan ini "arus dibikin terang karena menyangkut nama dan
ke"ormatan #wee $in" kata &un $i Liong mukanya yang "itam makin "itam
karena kemara"annya.
#au tinggalla" di ruma" mengurus pekerjaan kita Liong!te. &iar aku yang
pergi ke #un!lun. Lim #wi akan kuajak agar anak itu berdiam dan belajar di
sana dipimpin langsung ole" su"u. (ku akan segera kembali bersama #wee!
sute."
)emikianla" pada keesokan "arinya &un $i Teng dan puteranya &un Lim
#wi berangkat ke #un!lun!san untuk mencari #wee $in dan menitipkan Lim
#wi di #un!lun!san supaya menerima gemblengan ilmu silat dari ketua #un!
lun!pai sendiri yaitu Pek .an $iansu.
? ? ?
Minggir jembel!jembel busuk menggir!*
$uara kaki banyak kuda berdetakan dida"ului bentakan!bentakan dan
teriakan!tenakan kasar dari para penunggangnya. 9rang!orang dusun yang
sedang beralan menuju ke sawa" ladang cepat!cepat berlari minggir agar
jangan sampai di seruduk kuda yang berlari cepat di jalan dusun yang kecil
itu. Ternyata barisan kuda ini adala" sepasukan berkuda tentara negeri yang
berpakaian keren dan bersenjata lengkap. Tinggi besar kuda!kuda itu gaga"
dan tinggi besar pula para penunggangnya. $ambil tertawa!tawa para
156
Raja Pedang
serdadu Mongol ini mempergunakan cambuk untuk secara main!main
mencambuk kanan kiri kepada orang!orang desa yang suda" menjau"kan diri
sampai ada yang kesakitan dan ketakutan se"ingga terjatu" ke dalam
selokan sawa"! $eorang kakek kena didorong kaki seorang penunggang kuda
dan kakek itu terjengkang robo" ke dalam tana" berlumpur. #etika dia
merangkak bangun tubu"nya yang kurus terbungkus lumpur menakutkan.
$emua kejadian ini disambut gelak terba"ak dari pada serdadu itu.
$eorang wanita muda menjerit!jerit ketika ia disambar ole" tangan yang kuat
dan ta"u!ta"u ia tela" berada di atas kuda dipeluk ole" seorang serdadu
yang kurang ajar. <anita itu meronta!ronta menjerit!jerit sedangkan serdadu
yang menangkapnya itu tertawa!tawa menggoda sikapnya kurang ajar dan
tidak ada kesopanan sama sekali. )i depan dan belakang para serdadu
lainnya tertawa!tawa gembira.
$aking takut dan jijiknya wanita muda itu ak"irnya pingsan di atas pangkuan
serdadu. itu. $etela" wanita itu pingsan agaknya tidak ada kegembiraan lagi
bagi serdadu itu maka tubu" wanita itu lalu didorong turun dari atas kuda
jatu" berdebuk di atas tana" berdebu.
"$etan! 'blis kejam!" $eorang anak laki!laki berlari menolong wanita itu.
"/embel cilik minggir kau!" $eorang serdadu mengayun cambuknya.
"Tar! Tar!" 5ambuk meng"antam muka anak itu yang berdiri dengan berani
dan matanya melotot. 5ambukan dua kali itu seperti tak dirasainya dan dia
me!mandang serdadu!serdadu yang melarikan kuda sambil mengepal!
ngepalkan tinjunya yang kecil. <anita itu masi" menangis terisak!isak di
depannya. (k"irnya debu tebal saja yang ditinggalkan serdadu!serdadu itu
yang jumla"nya tiga pulu" orang lebi".
"#eparat.....!* (nak berpakaian jembel itu &eng $an memaki dan
membangunkan wanita tadi "$uda"la" 5ici jangan menangis dan
pulangla". Masi" baik kau tidak mereka culik tadi."
Para penduduk yang meli"at sikap &eng $an merasa "eran dan juga kagum.
"(nak kau berani sekali" seorang kakek berkata sambil mengangguk!
angguk. "#alau saja pemuda!pemuda kita seperti kau ini takkan sukar
membebaskan tana" air daripada penjaja"!penjaja" keji seperti mereka....."
$ambil terbungkuk!bungkuk kakek itu berjalan melanjutkan tujuannya ke
sawa" ladang.
&eng $an masi" terenga"!enga" saking mara"nya. &aru sekali ini dia
menyaksikan keganasan serdadu!serdadu Mongol kalau beraksi di dusun!
dusun. $eorang petani lain berjalan di sisinya dan bercerita betapa serdadu!
serdadu itu lebi" kejam lagi kalau bermalam di suatu dusun. Mereka
merampoki ba"an makan merampas segala benda ber"arga menculik
gadis!gadis dusun dan isteri orang membunu" pemuda!pemuda yang berani
melawan. Pendeknya rakyat kecil mengalami neraka dunia kalau kedatangan
serdadu!serdadu ini. (palagi mereka itu biasanya lalu disambut ole"
pembesar setempat dan tuan!tuan tana" setempat yang mempergunakan
kekuasaan mereka untuk rnemeras para petani yang suda" amat miskin.
"#eparat" pikir &eng $an. "#alau aku suda" kuat ku"ajar mereka itu."
$etela" meninggalkan perkampungan ini &eng $an berlari cepat mengejar
ke ara" perginya barisan berkuda tadi. 'a suda" berada dekat kaki .unung
-oa!san dan kebetulan sekali barisan berkuda itu sejurusan dengan dia.
Menjelang tenga" "ari dia memasuki sebua" "utan besar di kaki .unung
-oa!san.
157
Raja Pedang
'a mendengar suara berisik dari dalam "utan. #etika dia mendekat jelas
terdengar pekik kesakitan bercampur teriak kemara"an diselingi suara
senjata tajam beradu. /elas ba"wa terjadi pertempuran besar!besaran di
tenga" "utan itu. &eng $an cepat menyelinap di antara po"on!po"on yang
besar mendekati tempat pertempuran sambil mengintai. Ringkik banyak
kuda mengingatkan dia akan barisan serdadu!serdadu Mongol. 5elaka
pikirnya tentu setan!setan Mongol itu kembali mengganggu penduduk dekat
"utan sini. (kan tetapi mengapa penduduk berada di dalam "utan besar,
(" mungkin pemburu!pemburu. la cepat berindap ke tenga" "utan dan
ak"irnya terli"atla" ole"nya pertempuran "ebat terjadi di tempat terbuka.
&enar saja dugaannya. Para serdadu Mongol itu tenga" bertempur melawan
sekumpulan orang!orang yang bersikap gaga" dan rata!rata pandai ilmu
silat. jumla" orang!orang gaga" itu "anya belasan orang se"ingga setiap
orang dikeroyok ole" dua atau tiga orang serdadu Mongol.
Perang tanding itu "ebat sekali. &anyak serdadu Mongol suda" robo" mandi
dara". (kan tetapi mereka adala" serdadu!serdadu yang terlati" dan rata!
rata amat kuat se"ingga belasan orang gaga" itu terdesak juga mala" di
antaranya ada yang terluka. Tiba!tiba terdengar aba!aba keras dan para
serdadu Mongol itu mengeluarkan pana" tangan dan serentak menyerang
dengan anak!anak pana" mereka yang terkenai berba"aya. $erangan
mendadak ini membikin para orang gaga" menjadi kacau!balau dan tiga
orang terjungkal robo".
"(njing!anjing Mongol rasakan pembalasan kami!" Tiba!tiba terdengar
bentakan keras dan munculla" seorang pemuda tinggi besar bersama enam
orang lain dari jurusan selatan. Mereka datang dan terus menyerbu. -ebat
sekali serbuan pemuda tinggi besar dan teman!temannya ini. $isa orang!
orang gaga" yang dikeroyok tadi timbul kembali semangat mereka meli"at
datangnya bala bantuan. Perang tanding makin berkobar dan sekarang para
serdadu Mongol yang kocar!kacir di"antam dari kanan kiri. Mereka suda"
mulai ketakutan dan mencoba!coba untuk melarikan diri. (kan tetapi tiap
seorang serdadu Mongol ber"asil meloncat ke punggung kuda dan melarikan
kuda itu tentu dia disambar ole" beberapa bua" senjata ra"asia paku dan
robo"la" dia dari atas punggung kuda.
&eng $an yang mengintai dan menonton semua pertandingan ini menjadi
girang dan berdebar "atinya ketika meli"at pemuda tinggi besar itu. ")ia
adala" Tan -ok" pikirnya gembira. "&enar!benar dia gaga" perkasa."
Memang "ebat sepak terjang Tan -ok. )ia paling besar diantara teman!
temannya dan golok ditangannya mengamuk seperti seekor naga. Mayat
serdadu!serdadu Mongol robo" bergelimpangan dan sebentar saja setela"
datang Tan -ok dan teman!temannya ini serdadu!serdadu itu dapat
dirobo"kan semua. &eberapa orang serdadu dapat melarikan diri dengan
kuda mereka yang kuat dan tepat biarpun mereka tidak terluput daripada
luka!luka namun mereka tidak mengalami nasib seperti kawan!kawan
mereka yang bergelimpangan tak bernyawa lagi di "utan itu.
"Pasukan besar musu" tentu akan menyusul ke sini kita "arus cepat!cepat
pergi. #umpulkan teman!teman yang tewas. 5epat saudara!saudara!" Tan
-ok memberi aba!aba dan dari tempat sembunyinya &eng $an rnemandang
dengan kagum. $ekarang pemuda raksasa ttu tidak keli"atan bodo" lagi
melainkan tangkas dan di"ormati teman!temannya. $emua orang gaga" itu
bekerja. (da yang mengubur mayat teman!temannya ada yang merawat
158
Raja Pedang
teman!teman yang terluka ada yang mengumpulkan senjata!senjata
rampasan ada yang mengumpulkan kuda!kuda tinggi besar tunggangan para
serdadu tadi. (dapun Tan -ok sendiri memasang sebua" bendera kecil di
batang po"on bendera tanda perkumpulan Pek!lian!pai bendera kecil
bergambar teratai puti"!
"Tan!twako.....!" &eng $an meloncat keluar dan memanggil.
$emua orang terkejut. $eorang anggauta Pek!lian!pai cepat melompat
mendekati &eng $an dan membentak "Mata!mata Mongol tangkap!"
(kan tetapi Tan -ok segera berseru "(" bukanka" kau (dik &eng $an," la
berlari meng"ampiri dan mencega" teman!temannya menangkap &eng $an
mala" segera memperkenalkan "'nila" anak ajaib &eng $an adikku yang
amat gaga" berani. 0" (dik &eng $an kau dari mana tiba!tiba muncul di
tempat ini,"
"Tan!twako aku tadi meli"at semua kejadian ini. (ku tidak ta"u kenapa kau
dan teman!temanmu mencegat dan membunu" serdadu!serdadu ini biarpun
aku keta"ui betapa kejam dan ja"atnya mereka. (kan tetapi..... kalau kau dan
teman!temanmu "anya mengubur mayat kawan sendiri ini di sini kau tela"
melakukan dua macam kesala"an.
$emua anggauta Pek!lian!pai melengak mendengar ini. Masa seorang anak
kecil "endak menase"ati orang!orang Pek!lian!pai, (kan tetapi Tan -ok yang
suda" banyak meli"at keane"an pada diri anak ini dengan sabar berkata
"#au!jelaskanla" (dik &eng $an. #esala"an!kesala"an apaka" itu,"
"Pertama kau melanggar perikemanusiaan kalau kau tidak mau mengubur
mayat para serdadu ini. &ukanka" da"ulu kau mengubur semua mayat
orang!orang kelaparan yang menggeletak di pinggir jalan,"
Tan -ok menarik napas panjang. "Lain lagi. Mereka itu adala" mayat!mayat
bangsaku yang sengsara yang kelaparan karena pemerasan kaum penjaja"
seperti anjing!anjing Mongol ini. $ebaliknya mereka ini adala" musu"!musu"
besar rakyat untuk apa aku "arus mengubur mereka,"
"Tan!twako kau keliru. 4ang kau!benci adala" perbuatan mereka. $ekarang
mereka suda" mati tidak bisa berbuat apa!apa lagi apaka" mayat!mayat itu
pun masi" dibenci,"
"#au memang ane". )i dalam perang kalau orang "arus mengubur mayat
musu" bisa ke"abisan waktu untuk mengubur saja! )alam perang memang
begitu adikku jangankan mayat musu" mayat teman!teman sendiri kadang!
kadang, tidak ada waktu untuk mengurusnya. )an apaka" kesala"anku yang
ke dua,"
"#alau kau tidak mengubur mayat!mayat ini dan rnembiarkan mereka
berserakan di sini kau akan membikin celaka -oa!san!pai. &ukanka" mayat!
mayat serdadu ini berada di kaki .unung -oa!san, #alau sampai terli"at ole"
pasukan negeri suda" tentu mereka akan mengira ba"wa -oa!san!pai yang
melakukannya....."
"#an suda" kuberi tanda bendera kecil di sini" banta" Tan -ok.
"&etapapun juga kejadiannya di kaki .unung -oa!san tentu -oa!san!pai
akan terlibat. #alau mereka ini dikubur tidak akan ada bekasnya lagi dan
-oa!san!pai akan terbebas daripada sangkaan." $ambil berkata demikian
&eng $an lalu mulai menggali lubang untuk mengubur mayat dua pulu"
orang lebi" banyaknya itu.
(dapun Tan -ok dan kawan!kawannya dengan kagum sekali mendengar
ucapan &eng $an tadi. (k"irnya mereka "arus pula membenarkan ucapan
159
Raja Pedang
itu. &ukanka" ada golongan yang memang sengaja "endak memburukkan
nama Pek!lian!pai dan mengadu Pek!lian!pai dengan lain!lain perkumpulan,
Memang tidak baik sekali kalau kelak pemerinta" penjaja" memusu"i -oa!
san!pai karena urusan perang di kaki .unung -oa!san kali ini membuat -oa!
san!pai mengalami bencana karena perbuatan Pek!lian!pai.
"$audara!saudara "ayo bantu (dik &eng $an mengubur bangkai!bangkai
anjing penjaja" ini!" kata Tan -ok dengan suaranya yang keras. Mereka
segera turun tangan dan sebentar saja mayat!mayat itu suda" dikubur
semua. Tiba!tiba seorang diantara mereka berlari datang dan berkata.
"$epasukan anjing Mongol suda" datang!"
Mereka semua mendengarkan dan betul saja dari jau" terdengar derap kaki
kuda yang banyak sekali. Tan -ok segera berunding dengan teman!
temannya.
"#ita pancing mereka memasuki Lemba" Pek!tiok!kok 6Lemba" .unung &am!
bu Puti"7. 5epat kumpulkan kuda!" (k"i!nya keputusan ini diambil dan
beramai!ramai mereka meninggalkan tempat itu.
"(dik &eng $an kau "arus ikut kami kali ini!" kata Tan -ok sambil
menggandeng tangan anak itu. #arena &eng $an amat tertarik dan kagum
kepada rombongan orang!orang gaga" ini dan ingin meli"at apa yang "endak
mereka lakukan ter"adap para pengejar pasukan musu" itu maka dia
menurut saja dan ikut berlari!lari dengan yang lain.
-ati &eng $an lega meli"at orang!orang gaga" ini larinya meninggalkan
.unung -oa!san dan mendaki gunung kecil yang gundul dan banyak batu!
batu karangnya tinggi meruncing. )erap kaki kuda dari belakang makin lama
makin F terdengar dekat dan ketika mereka suda" mulai mendaki bukit dari
atas terli"atla" ole" mereka pasukan berkuda terdiri dari sedikitnya enam
pulu" orang mengejar mereka dari belakang! Meli"at ini diam!diam &eng
$an berk"awatir. $isa teman!teman Tan! -ok termasuk pemuda raksasa itu
sendiri "anya ada dua belas orang. &agaimana akan dapat melawan enam
puju" orang serdadu musu",
/alan yang dilalui rombongan Tan -ok amat sukar banyak lubang!lubang dan
tak mungkin dilalui kuda. Tan -ok memimpin teman!temannya berloncatan
melalui jalan ini dan setela" sampai di tempat yang agak tinggi baru &eng
$an ta"u ba"wa kuda!kuda rampasan tadi tidak ikut dibawa ke tempat itu
enta" disembunyikan di mana ole" teman!teman Tan -ok. )an anak ini
sekarang mengerti atau demikian dia mengira ba"wa Tan -ok dan teman!
temannya memili" jalan ini agar lawan yang berkuda tidak dapat mengejar
mereka.
(kan tetapi setela" mereka tiba di tempat yang lebi" tinggi &eng $an kaget
meli"at betapa pasukan besar di belakang itu pun kini suda" turun dari kuda
dan mengejar mereka sambil berloncat!loncatan dan berlarian. )ili"at dari
atas enam pulu" orang itu seperti semut yang merayap!rayap naik!
"Tan!twako mereka mulai mengejar tanpa kuda! kata &eng $an k"awatir
sekali.
Tan -ok "anya tersenyum. "/angan k"awatir (dik &eng $an. #ita kaum Pek!
lian!pai suda" biasa meng"adapi musu" banyak. Musu" yang mengejar itu
tidak ada seratus dan kita..... bersama kau dan kita ada tiga belas orang.
Takut apa,
160
Raja Pedang
)iam!diam &eng $an meng"itung. Tiga belas orang melawan enam pulu"
orang lebi". &erarti seorang melawan lima orang musu"! &agaimana raksasa
ini masi" bicara begitu enak, &eng $an merasa "eran dan juga kagum.
"(ku jangan di"itung Tuako. Melawan satu orang saja belum tentu aku
menang bagaimana "arus melawan lima orang,"
Tan -ok "anya tertawa. "#auli"at saja nanti. Li"at dan pelajarila" cara!cara
kaum Pek!lian!pai mengganyang musu"!musu"nya."
"$rrrt! $rrrt!" &eberapa bua" anak pana" meluncur dari belakang. $ebua"
anak pana" "ampir saja mengenai tubu" Tan -ok baiknya raksasa muda ini
cepat menangkisnya dengan golok. la nampak kaget ketika merasa telapak
tangannya tergetar.
"Teman!teman cepat! )an awas pelepas pana" li"ai sekali. Lari sambil
mencari perlindungan. 5epat!" la menarik tangan &eng $an dan menda"ului
rombongannya. Mereka suda" "ampir tiba di puncak bukit. Tadinya anak
pana" dari belakang masi" gencar menyerang akan tetapi karena perjalanan
itu berliku!liku musu" dari belakang tak dapat melepas anak pana" secara
ngawur lagi.
Mereka tiba di daera" batu!batu besar yang banyak guanya. Tan -ok
membawa teman!temannya memasuk gua besar yang ternyata merupakan
terowongan batu dan alangka" "erannya "ati &eng $an ketika ternyata
ole"nya ba"wa rombongan itu jalannya menuju..... kembali turun! )i tenga"!
tenga" terowongan terdapat lubang!lubang di antara batu dan dari lubang!
lubang ini mereka dapat mengintai musu" yang berada di luar.
"(" benar pasukan itu ber"enti tidak mengejar terus" kata Tan -ok setela"
mengintai. "Tentu dipimpin ole" orang pandai yang berpengalaman. #ita
"arus memancing mereka sampai di Pek!tiok!kok. Mari teman!teman cepat.
#ita menggunakan kecerdikan musu" untuk menipu mereka." $ambil berlari
Tan -ok menggandeng tangan &eng $an memasuki terowongan yang gelap
itu diikuti teman!temannya. Tak lama kemudian mereka tiba di tempat
terbuka keluar dari terowongan yang merupakan gua besar.
"$erbu mereka sambil berteriak!teriak kalau mereka melawan pura!pura
kala" biar mereka mengejar kita" bisik Tan -ok kepada teman!temannya.
"Mungkin di 3"ak kita jatu" korban akan tetapi ingat apa artinya
pengorbanan kita kalau ak"irnya kita dapat meng"ancurkan mereka.
$emua orang mengangguk menyatakan setuju dan rombongan ini kembali
merayap naik karena mereka sekeluarnya dari terowongan itu ternyata tela"
berada di sebela" bawa" kedudukan musu". Mereka meli"at barisan musu"
memasang kedudukan di lereng tidak mengejar terus. 'nila" kecerdikan
pimpinan barisan itu karena kalau tadi mereka terus mengejar tentu mereka
itu akan menjadi korban "ujan Pek!lian!ting 6Paku!paku Teratai Puti"7 yang
tentu akan dilakukan ole" rombongan Tan -ok. 0nak saja menyikat mereka
itu dari terowongan menyerang tanpa dapat diserang kembali dan karena
jalanan sempit pasti musu" akan kacau!balau dan banyak jatu" korban.
Pimpinan tentara Mongol itu agaknya menaru" "ati curiga maka menyuru"
pasukannya ber"enti dan dia "anya menyuru" beberapa orang pengintai
untuk merayap mendekati daera" berbatu!batu itu untuk melakukan
penyelidikan. #etika mendengar ba"wa tidak ada jejak orang!orang yang
mereka kejar pimpinar barisan itu berkata "#ita tunggu saja pasti mereka
itu menggunakan siasat. #ita li"at saja apa siasat mereka. )engan menanti di
tempat terbuka ini sambil siap siaga tak mungkin mereka dapat menipu."
161
Raja Pedang
Tiba!tiba mereka mendengar suara sorak!sorai dan paku!paku Pek!lian!ting
terbang menyambar dari belakang! #aget sekali barisan itu. Pemimpinnya
sendiri juga kaget karena apa pun yang akan dilakukan ole" rombongan
pemberontak Pek!lian!pai yang dikejar tadi sama sekali dia tak perna"
menduga ba"wa yang dikejar itu ta"u!ta"u suda" muncul di belakangnya!
Tak sempat lagi menggunakan pana" maka pemimpin ini berteriak!teriak
memberi komando supaya melawan. (palagi ketika dili"atnya ba"wa yang
muncul "anya belasan orang lawan saja. "$erbu! &unu" "abis para
pemberontak!" teriaknya keras.
Tan -ok dan teman!temannya mengamuk. Pemuda raksasa ini sedikitnya
suda" merobo"kan lima orang dan pertempuran yang berat sebela" ini
"anya berjalan seperempat jam. &eng $an ole" Tan -ok disuru" bersembunyi
agak jau" agar jangan tertimpa bencana. Tiba!tiba Tan -ok memberi aba!
aba "Mundur! Lari...... musu" terlampau kuat!"
Teman!teman Tan lari cerai!berai nampaknya kacau!balau ketakutan.
Pemimpin bansan Mongol tertawa bergelak!gelak "-a!"a!"a!"a!"a tikus!
tikus Pek Lian pai mampus kalian semua. -ayo kejar*.
&iarpun keli"atannya kacau!balau sebetulnya rombongan teman!teman Tan
-ok ini melarikan diri secara teratur. Mereka cerai!berai se"ingga musu"
menjadi kacau pula pengejaran mereka. )an apabila ada seorang dua orang
musu" terpencil tiba!tiba yang dikejar muncul dari tempat sembunyinya dan
merobo"kan satu dua orang musu" dengan Pek!lian!ting. )an ak"irnya
karena memang suda" diatur lebi" dulu semua orang yang lari kacau!balau
dan sebetulnya siasat untuk mengacau musu" tela" berkumpul lagi dan
melarikan diri ke selatan.
Pimpinan barisan mara" bukan main meli"at betapa anak bua"nya
dipermainkan. $eorang anggauta Pek!lian!pai yang dapat dirobo"kan dia
cincang dengan golok besarnya kemudian dia memberi aba!aba kepada
semua barisannya supaya mengejar terus dan membasmi "abis rombongan
Pek!lian!pai yang "anya terdiri dari belasan orang itu.
&eng $an menyaksikan semua ini dengan kagum. la ikut lari pula di samping
Tan -ok ketika rombongan ini lari ke selatan dikejar dan di"ujani anak pana".
Tiga orang temannya robo" pula terkena anak pana". Mereka tidak mati
"anya terluka para". &eng $an ingin menolong mereka akan tetapi Tan -ok
mencega"nya mala" meng"ampiri tiga orang itu dan berkata.
"$audara!saudara teruskan siasat kita!"
Tiga orang itu tersenyum lebar dengan muka pucat mereka mengangguk
dan dengan tubu" mandi dara" mereka diam!diam mempersiapkan Pek!lian!
ting dan golok di tangan. $ambil berlari!lari &eng $an tak dapat mena"an
keinginannya untuk menengok ke belakang meli"at ke ara" tiga orang teman
yang suda" terluka itu. )ua orang terluka dadanya tertancap anak pana"
yang seorang terluka para" pa"anya karena anak pana" menancap dan
menembus pa"anya.
"(dik &eng $an tak usa" menengok. Mereka akan tewas sebagai satria
sejati mereka akan gugur sebagai bunga bangsa sebagai patriot pa"lawan
tana" air."
"(pa, Mereka akan mati, )an kaudiamkan saja.....," &eng $an tak dapat
mena"an teriakannya dan dia sekarang mogok betul!betul tidak mau lari lagi.
Tan -ok tersenyum dan memberi isyarat kepada teman!temannya supaya lari
terus. la sendiri berkata "#au mau menyaksikan kegaga"an mereka, &aik
162
Raja Pedang
mari kita intai dari sini." la membawa &eng $an ke beiakang sebua" batu
besar dan berlutut di situ mengintai ke ara" tiga orang yang menggeletak
tadi.
"Li"at (dik &eng $an. Li"at dan ingatla" selalu akan kegaga"an kaum Pek!
lian!pai patriot!patriot sejati bisik Tan -ok.
&arisan itu suda" tiba di tempat di mana tiga orang anggauta Pek!lian pai itu
menggeletak. Tiba!tiba tiga orang itu meloncat bangun dan menyambit
dengan Pek!lian!ting. Terdengar pekik kesakitan dan beberapa orang
pengejar terjengang robo". #omandan barisan itu mara" sekali. (nak
pana"nya menyambar dan seorang di antara tiga orang Pek!lian!pai robo"
dengan le"er tertembus anak pana". 4ang dua mengamuk dikeroyok dan
biarpun mereka ber"asil melukai dua orang lawan namun mereka sendiri
robo" dengan tubu" "ancur di"ujani senjata para pengeroyoknya. &eng $an
menutupi mukanya ngeri.
"Twako mengapa mereka tadi tidak dibawa lari saja, #enapa kau begitu tega
membiarkan teman!teman sendiri mati seperti itu,"
Tan -ok menarik tangan &eng $an diajak berlari pergi menyusul kawan!
kawan yang suda" lari terlebi" dulu. )i belakang mereka serdadu!serdadu
itu bersorak dan pengejaran dilanjutkan.
"#audengar itu &eng $an, #ematian tiga orang teman kita tadi selain tidak
rugi karena mereka dapat merobo"kan beberapa orang musu" juga
merupakan kelanjutan siasat pancingan kita. #arena kita meninggalkan
teman!teman yang terluka tentu para serdadu mengira ba"wa kita
ketakutan betul!betul dan me!larikan diri kacau!balau bukan sedang
menjalankan siasat. )alam siasat perang pengorbanan tiga orang teman
bukan apa!apa ba"kan kalau perlu pengorbanan tiga ribu orang pa"lawan
masi" belum ter"itung ma"al demi tana" air dan bangsa. #au dengar,
Mereka mengejar terus. -ayo cepat suda" dekat Pek!tiok!kok."
4ang disebut Pek!tiok!kok atau Lemba" .unung &ambu Puti" itu adala"
lemba" gunung yang penu" jurang!jurang berba"aya dan di sana!sini
terdapat rumpun bambu yang berwarna keputi"an. /alan di daera" ini
berba"aya sekali kadang!kadang amat sempit "anya dapat dilalui seorang
saja dengan jurang!jurang dalam di kanan kiri yang juga penu" dengan
rumpun bambu!bambu puti". Memang amat inda" akan tetapi juga amat
berba"aya. Menyambung jalan sempit diapit!apit jurang itu adala" jalan
sempit diapit!apit batu karang yang tinggi di kanan kiri. Tan -ok membawa
&eng $an lari cepat melalui jalan sempit dan tiap kali terdengar suara!suara
suitan di kanan kiri jalan suara dari dalam jurang. 'tula" suara teman!teman
mereka yang suda" lebi" dulu sampai di tempat itu dan memasang barisan
pendam! Tan -ok dan &eng $an lalu mendaki batu karang mempergunakan
se"elai tambang besar yang memang suda" dipasang ole" teman!teman
mereka. )i atas batu!batu itu di kanan kiri suda" menjaga pula beberapa
orang teman.
#arena para anggauta Pek!lian!pai itu pun sambil berlari membuang senjata
golok mereka di sepanjang jalan maka barisan pengejar makin berna1su.
Mereka merasa yakin ba"wa orang!orang Pek!lian!pai yang mereka kejar
suda" ketakutan setenga" mati ba"kan suda" lela" buktinya senjata!senjata
golok mereka berserakan di jalan. )engan bersemangat mereka memasuki
Lemba" .unung &ambu Puti" dida"ului ole" komandan mereka yang
memegang golok besar. &arisan itu merupakan iring!iringan panjang sekali
163
Raja Pedang
ketika memasuki lereng ini karena jalan sempit. $etela" semua serdadu
memasuki lemba" gunung tepat seperti yang diper"itungkan ole" para
pejuang yang berpengalaman itu tiba!tiba terdengar suara keras dan dari
atas batu!batu karang yang mengapit!ap" jalan sempit menggeludung turun
batu!batu besar yang setibanya di jalan itu menge!luarkan suara "iruk!pikuk.
)ebu mengebul dan jalan itu tertutup!
"5elaka kita terjebak! Mundur!" #omandan itu berseru dengan waja" pucat.
&arisan itu menjadi kacau. Takut kalau!kalau mendapat serangan gelap di
jalan yang sempit itu mereka saling tabrakan lari jatu" bangun untuk
kembali melalui jalan sempit. (kan tetapi tiba!tiba di depan tampak asap
bergulung!gulung ke atas dan..... rumpun!rumpun bambu di kanan kiri jurang
ternyata tela" dibakar orang! (pi menjilat!jilat tinggi sampai di jalan sempit
se"ingga tak mungkin lagi orang dapat melalui!nya. &arisan itu suda"
terkurung di depan di"alangi batu!batu besar di belakang di"alang!"alangi
api.
$elagi mereka kebingungan tiba!tiba menyambar paku!paku Pek!lian!ting
juga batu!batu besar menggelundung dari atas karang. Teriakan!teriakan
kesakitan ter!dengar serdadu!serdadu itu mulai robo" dan keadaan menjadi
makin panik. #omandan mencoba untuk memberi perinta" supaya semua
bersikap tenang dan meng"ujani anak pana" ke ara" lawan. (kan tetapi
karena lawan tidak keli"atan sedangkan mereka berada di tempat terbuka
tanpa perlindungan sama sekali serdadu!serdadu itu menjadi bingung. Lebi"
lagi ketika "ujan api menyerang mereka yaitu kayu!kayu terbakar yang
dilemparkan ke ara" mereka. $erumpun bambu yang terbakar dilemparkan
dari atas tepat mengenai tubu" komandan pasukan itu. la berteriak!teriak
dan meloncat!loncat ke sana kemari bajunya terbakar demikian pula rambut
dan jenggotnya. (k"irnya dia menggelundung ke dalam jurang disambut api
yang berkobar!
&eng $an yang mengintai dari atas batu karang merasa kagum bukan main.
&enar!benar "ebat. -anya sembilan orang saja mampu membasmi pulu"an
musu". (kan tetapi di samping kekagumannya juga dia merasa ngeri dan
bergidik. &agaimana sesama manusia dapat melakukan pembunu"an besar!
besaran seperti ini, &eng $an cukup ta"u ba"wa serdadu!serdadu Mongol itu
mempunyai kebiasaan yang ja"at ter"adap rakyat seperti yang perna"
dili"atnya baru!baru ini. (kan tetapi meng"adapi perang bunu"!bunu"an
seperti itu meli"at manusia terpanggang anak pana" orang terbakar "idup!
"idup dan meli"at orang ketakutan setenga" mati dia tak kuasa meli"at
lebi" lama lagi dan &eng $an membuang muka.
-anya sebentar saja perang ini. $iasat gerilya yang dilakukan ole" para
anggauta Pek!lian!pai benar "ebat dan tak seorang pun di antara serdadu
Mongol dapat meloloskan diri dari maut. )i pi"ak Pek!lian!pai "anya tuju"
orang termasuk Tan -ok dan &eng $an yang masi" "idup. 4ang lain tewas
terkena anak pana" ba"kan ada yang ikut terbakar ketika dia sibuk
membakari bambu untuk menjebak musu". Tan -ok dan teman!temannya
lalu berpencaran meninggalkan tempat itu.
"#au "endak ke mana &eng $an," tanya Tan -ok ketika meli"at anak ini
agak pucat dan nampak berduka.
"(ku "endak pergi ke -oa!san" jawab &eng $an singkat.
"Mari kau ikut saja denganku. #au akan kumasukkan sebagai anggauta Pek!
lian!pai....."
164
Raja Pedang
"Tidak.....! Tidak (ku tidak sudi menjadi pembunu"!"
Tan -ok memandang "eran akan tetapi "anya sebentar saja. la maklum
ba"wa anak ini tadi merasa ngeri menyaksikan pembunu"an ter"adap
musu"!musu" itu. la menggandeng tangan &eng $an. "&aikla" kalau kau
belum kuat perasaanmu untuk maju berperang. Mari kuantar kau ke -oa!san.
$etela" apa yang terjadi di sini amat berba"aya melakukan perjalanan
seorang diri di daera" ini. #alau kau berjumpa dengan serdadu kau akan
ditangkap dipukuL dan dipaksa mengaku di mana adanya orang!orang Pek!
lian!pai. Mari kau ikut aku mengambil jalan ra"asia untuk menuju ke -oa!
san."
&eng $an menurut saja dan waja"nya yang cemberut dan muram dapat
dimengerti ole" Tan -ok. Maka pemuda raksasa itu di sepanjang jalan lalu
menceritakan keadaan dirinya menceritakan keadaan Pek!lian!pai.
"$emenjak kecil ole" guruku aku tela" ikut berkecimpung dalam perjuangan
melawan pemerinta" penjaja" Mongol. .uruku yang suda" tidak ada lagi
bernama Tan $am adala" seorang toko" terkenal di Pek!lian!pai. #au ta"u
&eng $an Pek!lian!pai merupakan perkumpulan kaum patriot yang
anggautanya tersebar di seluru" negeri." )engan panjang lebar Tan -ok lalu
menceritakan sepak terjang Pek!lian!pai dan kegaga"an para anggautanya
yang pantang mundur dan rela berkorban nyawa untuk membela bangsa.
&eng $an yang suda" banyak membaca kitab kuno banyak pula mendengar
tentang riwayat para pa"lawan maka dia merasa kagum juga dan simpatinya
ter"adap Pek!lian!pai menjadi besar.
"&etapapun juga perang bunu"!membunu" itu menyakitkan "atiku" katanya
sebagai komentar. "Membunu" seorang dua orang penja"at masi" dapat
kuterima. (kan tetapi pulu"an orang itu biarpun mereka semua orang!orang
Mongol atau kaki tangan pemerinta" Mongol apaka" mungkin orang
sebegitu banyaknya itu ja"at!ja"at semua,"
Tan -ok tertawa lebar. ")i dalam perang tidak ada istila" ja"at atauka" tidak
ja"at. Tidak ada permusu"an pribadi. Tentu saja aku sendiri tidak membenci
seorang pun serdadu Mongol atas dasar perasaan pribadi karena mengapa
aku membenci seorang yang sama sekali tidak kukenal, Tentu saja andaikata
mereka tadi itu bukan serdadu!serdadu Mongol aku takkan sudi mengganggu
mereka. (kan tetapi di dalam perang mereka itu adala" musu"!musu" kita.
Musu" rakyat yang "arus dibasmi "abis. #alau tidak kita membunu" mereka
tentula" mereka yang akan membunu" kita."
$eorang anak sekecil &eng $an yang belum perna" mendengar tentang
politik kenegaraan da" kebangsaan mana bisa mengerti akan "al ini, (pa
yang perna" dia pelajari "anyala" tentang prikemanusiaan dan tentang
3lsa1at "idup yang pada umumnya mencela kekerasan dan tidak
membenarkan tentang bunu"!membunu". &etapapun juga semangat Tan
-ok dalam ceritanya membangkitkan rasa suka yang besar dalam "ati &eng
$an apalagi setela" raksasa muda itu men!elaskan tentang penjaja"an dan
kesengsaraan rakyat karena diperas ole" kaum penjaja" yaitu bangsa
Mongol.
"$unggu" menggemaskan kalau diingat" demikian antara lain Tan -ok
menceritakan bangsa kita adala" bangsa yang besar yang mempunyai
rakyat banyak sekali. $ebaliknya bangsa Mongol adala" bangsa perantau
yang tidak mempunyai tempat tinggal yang tertentu juga rakyatnya "anya
sedikit. (kan tetapi bagaimana bangsa kita mala" dijaja" dan diperbudak
165
Raja Pedang
ole" bangsa Mongol, Pada"al kalau rakyat kita semua bangkit melakukan
perlawanan setiap orang Mongol sedikitnya akan ber"adapan dengan tiga
pulu" orang kita!"
"#enapa tidak semua rakyat mau bangkit melakukan perlawanan" tanya &eng
$an mulai terbuka matanya dan dia pun merasa "eran akan kenyataan ini.
Tan -ok menarik napas panjang. "$ayang diantara kita banyak yang muda"
dipermainkan masi" banyak yang mabuk akan kesenangan diri sendiri tanpa
mempedulikan keadaan rakyat jelata yang sengsara. 9rang!orang kita yang
pandai mala" banyak yang menjadi kaki tangan Mongol mala" banyak
pengk"ianat!pek"ianat seperti ini sengaja memusu"i Pek!Lian!pai untuk
membantu pemerinta" penjaja". Perbuatan keji dan tak ta"u malu ini
dilakukan "anya karena mengejar kesenangan duniawi untuk diri pribadi
belaka. Tidak malu menjual bangsa sendiri kepada penjaja". &enar!benar
memuakkan*.
Tan -ok latu menceritakan kepada &eng $an tentang orang!orang dan
golongan!golongan yang sengaja dipergunakan oie" pemennta" Mongol
untuk menentang kaum pemberontak.
")i antara mereka ini yang paling menjemukan adala" kaum 2go!lian!kauw.
#etuanya adala" #im!t"ouw T"ian!li. )ia itula" yang suda" membunu"
guruku dan aku bersumpa" demi tana" air dan keadilan pada suatu "ari aku
pasti akan dapat membunu" siluman betina yang cabul itu!" Teringat akan
perbuatan #im!t"ouw T"ian!li da"ulu yaitu setela" membunu" gurunya lalu
"endak membunu"nya pula dia menjadi mera" mukanya dan kebenciannya
mendalam.
"(ku suda" mengumpulkan keterangan tentang 2go!lian!kauw juga tentang
semua perbuatan #im!t"ouw T"ian!li yang tak ta"u malu. Perempuan cabul
itu sengaja dipergunakan ole" pemerinta" Mongol untuk melawan Pek!lian!
pai. )ia benar!benar li"ai dan ja"at sekali licin bagai belut dan banyak
siasatnya."
"Mendengar namanya #im!t"ouw T"ian!li 6&idadari #epala 0mas7 tentula"
dia seorang wanita yang baik. $ebutannya T"ian!li 6&idadari7 bagaimana bisa
ja"at, Pula seorang wanita saja apa dayanya ter"adap Pek!lian!pai yang
begitu banyak mempunyai anggauta terdiri dari orang!orang gaga"
perkasa,"
Tan -ok tersenyum pa"it. "$ebetulnya itu "anyala" nama yang dipili"nya
sendiri bagiku dia lebi" patut disebut iblis betina daripada bidadari. Tidak
bisa dibanta" ba"wa dia memang cantik jelita. #im!t"ouw T"ian!li adala"
murid tunggal dari -ek!"wa #ui!bo yang ter!kenal ja"at dan kejam....."
"(""".....!"
"#au suda" mendengar namanya,"
"$uda"..... suda"....." jawab &eng $an yang tentu saja suda" mengenal baik
nenek itu.
"/angan kaukira ba"wa #im!t"ouw T"ian!li biarpun wanita tak berdaya
ter"adap Pek!lian!pai. )ia licik dan selain banyak pula anggauta 2go!lian!
kauw juga di setiap tempat dia dibantu ole" para pembesar karena ia
memiliki tanda kekuasaan dari kaisar sendiri. $epak terjangnya amat licin dan
curang. &aru!baru ini dia berusa"a keras untuk merusak nama baik Pek!lian!
pai dengan perbuatan!perbuatan ja"at yang sengaja ia lakukan sambil
meninggalkan tanda!tanda Pek!lian!pai. Tentu saja maksud perbuatannya ini
adala" untuk merusak nama Pek!lian!pai untuk menjau"kan Pek!lian!pai dari
166
Raja Pedang
rakyat dan mala" ia sengaja "endak mengadu domba Pek!lian!pai dengan
partai!partai besar lain. Pendeknya segala usa"a tak ta"u malu ia jalankan
untuk melema"kan perjuangan menentang pemerinta" Mongol. Mala" aku
suda" mendapat keterangan dari para penyelidik Pek!lian!pai ba"wa dia
suda" ber"asil dalam usa"anya mengacau per"ubungan baik antara #un!lun!
pai dan -oa!san!pai."
&eng $an kaget. la suda" mendengar "tentang partai!partai besar di dunia
persilatan dari Lo!tong $ouw Lee mala" sekarang pun dia membawa surat
Lo!tong $ouw Lee untuk ketua -oa!san!pai "#enapa pula dia mengganggu
-oa!san!pai. dan #un!lun!pai,"
"$ekarang ini di seluru" negeri para orang gaga" bangkit semangatnya
untuk melawan penjaja" dan banyak yang menggabungkan diri dengan Pek!
lian!pai. ;n!tuk mencega" inila" maka #im!t"ouw T"ian!li merusak "ubungan
antara partai!partai besar agar bertengkar sendiri terutama sekali agar
mereka memusu"i Pek!lian!pai. $ayang sekali seorang pendekar muda dari
#un!lun!pai tela" kena dipikat ole"nya dijatu"kan ole" kecantikannya." Tan
-ok yang suda" mendengar dari para penyelidik Pek!lian!pai ba"kan suda"
meli"at dengan mata kepala sen!diri betapa penolongnya yaitu #wee $in
terpikat ole" kecantikan #im!t"ouw T"ian!li lalu menceritakan apa yang dia
keta"ui. &etapa #im!t"ouw T"ian!li dengan bantuan orang!orangnya
menyamar sebagai orang!orang Pek!lian!pai dan melakukan pelbagai
keja"atan di antara nya membunu" Liem Ta aya" Liem $ian -wa tunangan
#wee $in.
"Tentu saja maksudnya untuk mengadu domba antara -oa!san!pai dan #un!
lun!pai" ia menutup ceritanya "mala" bukan itu saja maksudnya. 'a "endak
mengadu dombakan kedua partai besar itu dengan Pek!lian!pai dan perna"
dia melakukan penyerangan kepada dua saudara &un murid!murid #un!lun!
pai dengan menyamar sebagai orang!orang Pek!lian!pai."
&eng $an tertarik sekali. "(langka" kejam dan ja"atnya wanita itu."
"#arena itula" aku dan teman!teman selalu memasang mata mencarinya.
(was dia kalau terjatu" ke dalam tangan Pek!lian!pai!" #arena berjalan
sambil bercakap!cakap tak terasa lagi mereka suda" sampai di lereng -oa!
san. Tan -ok lalu menyuru" anak itu melanjutkan perjalanannya.
"#au terus mengikuti jalan kecil ini dan di dekat puncak sana itula" bangunan
dari -oa!san!pai. Mulai dari sini tidak akan ada yang berani mengganggumu
lagi. (ku "arus kembali kepada teman!temanku. (dik &eng $an selamat
berpisa" dan muda"!muda"an kelak kita akan bertemu kembali."
&eng $an memberi "ormat. "Tan!twa!ko siapa ta"u kelak aku pun akan dapat
membantumu." Mereka berpisa" dan dengan cerita!cerita Tan -ok masi"
terbayang dalam benaknya &eng $an mendaki puncak -oa!san. (kan tetapi
segera bayangan ini lenyap ketika dia meli"at pemandangan alam yang amat
inda" dari puncak -oa!san itu. -awa udara pun amat segarnya. la meng"irup
"awa sebanyaknya dan merasa ba"wa dia akan beta" tinggal di daera" ini.
? ? ?
$uda" amat lama kita meninggalkan #wa -ong gadis cilik putera tunggal
#wa Tin $iong boca" mungil yang linca" gembira itu. $eperti tela"
diceritakan di bagian depan #wa -ong diantar ole" #oai (tong menuju ke
-oa!san!pai menyusul aya"nya. #oai (tong biarpun usianya suda" sebaya
dengan #wa Tin $iong kurang lebi" empat pulu" ta"un namun orang ini
memang tidak norrnal jiwanya dan wataknya kadang!kadang atau sering kali
167
Raja Pedang
seperti seorang kanak!kanak sebaya #wa -ong. 9le" karena wataknya inila"
maka #wa -ong merasa senang sekali melakukan perjalanan bersama
seorang teman yang cocok dan baik lagi lucu. )i samping ini juga keli"aian
#oai (tong merupakan jaminan bagi keselamatannya.
$eperti juga di partai!partai persilat!an besar seperti #un!lun!pai .o!bi!pai
$iauw!lim!pai dan lain!lain juga di puncak -oa!san ini -oa!san!pai
merupakan pusat yang ditempati ole" banyak anak murid -oa!san!pai.
Mereka ini adala" tosu!tosu yang selain mempelajari ilmu silat sekedarnya
terutama sekali mempelajari ilmu kebatinan yang diturunkan ole" 2abi Locu.
)i bawa" bimbingan Lian &u Tojin ketua -oa!san!pai para tosu ini rata!rata
memiliki kesabaran besar dan dapat menjaga nama baik -oa!san!pai sebagai
orang!orang beribadat.
#edatangan #wa -ong menggirangkan para tosu yang menjaga di luar.
Mereka ini tentu saja mengenal baik puteri tunggal #wa Tin $iong yang
seringkali mengajak anaknya mengunjungi -oa!san. (kan tetapi para tosu ini
pun ter"eran!"eran meli"at orang yang datang bersama #wa -ong seorang
laki!laki tinggi besar berusia empat pulu" ta"un akan tetapi cengar!cengir
dan ikut berlari!larian di samping #wa -ong seorang anak kecil!
"$upek 6;wa .uru7 sekalian! (ku datang menyusul aya". )i mana aya" dan
bibi guru," )atang!datang #wa -ong berteriak!teriak kepada para tosu itu.
Tiga orang tua meng"ampiri #wa -ong sambil tersenyum "(ya"mu dan bibi
gurumu tidak berada di sini belum kembali. #au baik segera pergi
meng"adap kakek gurumu -ong -ong." Para tosu itu biasa memanggil #wa
-ong dengan sebutan -ong -ong dan mereka!amat menyayang boca" yang
mungil dan selalu gembira ini. Memang di antara para cucu murid Lian &u
Tojin "anya #wa -ong yang paling sering berdiam di puncak itu karena ia
amat dimanja aya"nya dan sering kali ikut pergi mengembara dengan
aya"nya. $ambil berlari dan tertawa!tawa #wa -ong "endak memasuki
bangunan besar yang berbentuk kelenteng untuk meng"adap sukongnya
6kakek gurunya7.
"0nci -ong jangan tinggalkan aku! (ku ikut!" #oai (tong juga lari mengejar.
"-ong -ong kenapa kaubawa!bawa orang tolol ini, 0" orang gila jangan
kurang ajar kau. Tidak bole" masuk!" Tiga orang tosu itu tentu saja "endak
melarang #oai (tong yang seenaknya saja "endak memasuki kelenteng itu.
Mereka melangka" maju meng"adang dan membentangkan kedua lengan
meng"alanginya.
"(ku mau ikut 0nci -ong..... meli"at!li"at kelenteng!" #oai (tong membanta"
dan lari terus. Tiga orang tosu itu menggerakkan tangan untuk
memegangnya. #oai (tong bergerak ane" dan..... ta"u!ta"u dia tela" dapat
menyelinap masuk lolos dari tangkapan tiga orang tosu itu. Tentu saja tiga
orang tosu ini saling pandang dengan mulut melongo. Mereka tidak dapat
mengikuti gerakan #oai (tong tidak ta"u bagaimana orang itu dapat
meluputkan diri dari cengkeraman tiga orang dan ta"u!ta"u suda"
menyelonong masuk. )ari "eran mereka menjadi malu dan mara".
"9tak miring perla"an jalan. #au tidak bole" masuk!" bentak mereka sambil
lari mengejar. $ekarang mereka mengambil keputusan untuk tidak bersikap
lema" lagi kalau perlu orang gila itu "arus dipukul. (kan tetapi ketika
mereka maju untuk mencengkeram dan memukul tanpa menole" #oai (tong
menggerakan kedua lengannya ke belakang. $ekaligus dia menangkis tangan
tiga orang tosu itu dan..... tiga orang tosu itu terjengkang dan robo"! -al ini
168
Raja Pedang
terli"at ole" beberapa orang tosu lain. Mereka menjadi mara" dan bersama
tiga orang tosu pertama yang suda" bangun lagi sekarang ada tuju" orang
tosu mengejar #oai (tong dengan mara"!mara".
Tosu!tosu ini serentak ber"enti mengejar ketika mendengar suara "alus dari
dalam kelenteng "/angan ganggu dia. &iarkan #oai (tong masuk ke dalam!"
'tula" suara Lian &u Tojin ketua -oa!san!pai. Tentu saja para tosu itu tak
berani membanta" apalagi setela" mendengar ba"wa orang tua yang
seperti berotak miring itu adala" #oai (tong seorang kang!ouw yang suda"
perna" mereka dengar namanya sebagai seorang yang berilmu tinggi akan
tetapi yang berwatak seperti boca"! Mereka "anya menggeleng!gelengkan
kepala sambil meng"ela napas ketika #oai (tong yang mendengar suara Lian
&u Tojin itu kini menole" kepada mereka menyeringai dan meleletkan lida"
seperti seorang anak nakal mengejek anak!anak lain!
$atu!satunya orang yang agak ditakuti ole" #wa -ong adala" Lian &u Tojin.
#akek gurunya ini orangnya sabar sekali bicaranya "alus dan tidak perna"
ber!sikap galak. (kan tetapi bagi #wa -ong pandang mata kakek gurunya itu
amat tajam dan langsung menjenguk isi "ati orang kadang!kadang berkilat
dan membuat "atinya mengkeret. Maka sekarang ia berlutut dengan "ormat
di depan kakek gurunya yang duduk bersila di atas lantai bertilam kasur tipis.
#oai (tong yang memasuki ruangan itu sambil celingukan dan pringas!
pringis setela" meli"at kakek yang berjenggot panjang itu segera pula
menjatu"kan diri berlutut di sebela" #wa -ong.
Lian &u Tojin mengelus!elus jenggot!nya yang panjang tubu"nya yang tinggi
kurus itu duduk bersila tegak tongkat bambunya yang membuat namanya
amat terkenal itu terletak di sebela" kirinya. &ibirnya tersenyum dan dia
mengangguk!angguk senang.
"&agus -ong -ong kau $uda" datang. 0" #oai (tong terima kasi" atas jeri"
paya"mu mengantar dia ke sini. &agaimana dengan gurumu,"
#oai (tong mengangkat muka memandang. "$u"u..... enta" di mana
sekarang. Teecu mo"on Totiang suka mintakan maa1 kepada su"u kalau kelak
su"u mara" dan meng"ajar teecu. Tidak mestinya teecu sampai ke -oa!san."
)engan sabar Lian &u Toji" mengangguk!angguk. "Tentu saja jangan kau
k"awatir. .urumu .iam #ong -wesio takkan mara" apabila dia ta"u ba"wa
kau mengantar cucu muridku ke sini #alau kau kembali dan bertemu
padanya sampaikan salamku kepadanya." #oai (tong "anya mengangguk!
angguk. #wa -ong ingin sekali bertanya tentang aya"nya kepada kakek
gurunya itu akan tetapi di depan kakek itu enta" mengapa mulutnya sukar
dibuka. #akek yang suda" kenyang makan asam garam peng"idupan itu
sekali pandang saja dapat menduga apa yang dipikirkan #wa -ong.
"-ong -ong aya"mu bersama kedua susiok dan sukouwmu pergi turun
gunung. #urasa tak lama lagi dalam beberapa "ari ini akan datang. )i
belakang sana ada seorang saudara!saudaramu anak!anak dari kedua
susiokmu. #au ke sanala" bermain dengan mereka."
<aja" #wa -ong tiba!tiba berseri gembira. "0nci &wee di situ," #etika kakek
itu mengangguk #wa -ong lalu bangkit dan lari ke belakang nnelalui pintu
samping. #oai (tong yang masi" berlutut memandang ke ara" larinya #wa
-ong kemudian ia berkata.
"Totiang perkenankan teecu bermain!main di sini selama beberapa "ari
dengan 0nci -ong."
169
Raja Pedang
Lian &u Tojin tersenyum akan tetapi suaranya tegas ketika berkata."(tong
kau bole" bermain!main dengan anak!anak itu di sini selama tiga "ari. Tak
bole" lebi" dari tiga "ari. $u"umu tentu akan menanti!nanti kembalimu."
$ambil mengangguk!angguk #oai (tong lalu berlari gembira mengejar #wa
-ong yang pergi menuju ke taman bunga di belakang kelenteng. $etibanya di
taman bunga yang luas dan inda" itu #oai (tong meli"at #wa -ong sedang
bercakap!cakap gembira dengan tiga orang anak lain yaitu dua orang anak
laki!laki yang tampan dan seorang anak pe!rempuan yang cantik seperti #wa
-ong. &iarpun #wa -ong tampak yang paling muda di antara mereka namun
jelas ba"wa tiga orang anak!anak lain itu mengagumi dan meng"ormatnya
terli"at dari cara mereka itu mendengarkan kata!kata #wa -ong yang sedang
menyombongkan semua pengalamannya yang "ebat!"ebat tentu saja
dengan tamba"an di sana!sini agar lebi" serem dan menarik.
$eperti kita tela" keta"ui tiga ordng anak itu bukan lain adala" T"io #i dan
T"io &wee putera!puteri T"io <an 't dan yang seorang lagi adala" #ui Lok
putera tunggal #ui Teng. Tiga orang anak itu masi" berada di -oa!san
menanti orang tua mereka sambil memperdalam ilmu silat di bawa" asu"an
Lian &u Tojin sendiri. 9le" karena #wa -ong adala" puteri dari orang pertama
dari -oa!san $ie!eng apalagi karena memang #wa -ong lebi" sering dan
lebi" banyak merantau daripada mereka ditamba" lagi si1at yang linca"
gembira membuat tiga orang anak itu amat mengagumi #wa -ong.
Tiba!tiba #ui Lok menudingkan telunjuknya ke ara" seorang yang berlari!lari
memasuki taman. "0" dari mana datangnya orang gila," $emua anak
menole" dan meli"at seorang laki!laki tinggi besar berlari datang sambil
tertawa!tawa. Pakaian dan sepatu laki!laki tinggi besar ini berkembang!
kembang seperti yang biasa dipakai wanita. Tentu saja dia ini adala" #oai
(tong yang amat gembira mell"at taman bunga begitu inda" dan di situ
terdapat banyak teman bermain pula.
#wa -ong tertawa. ")ia bukan orang gila. )ia itula" #oai (tong yang baru
saja kuceritakan tadi. )ia li"ai bukan main orangnya lucu dan pandai
bermain!main. -e #oai (tong ke sinila". &anyak teman di sini!"
$ambil berloncat!loncatan #oai (tong mempercepat larinya congklang
seperti seekor kuda besar. "<a" 0nci -ong. (ku senang di sini banyak
bunga inda". Tosu tua itu suda" memberi ijin kepadaku tinggal di sini selama
tiga "ari. -ore kita bisa bermain!main sepuasnya!"
T"io #i dan #ui Lok memandang dengan kening berkerut sedangkan T"io
&wee memandang dengan perasaan agak ngeri dan jijik. &agaimana mereka
bisa bermain!main dengan seorang gila seperti ini,
Tanpa mempedulikan sikap tiga orang anak yang lain itu #wa -ong berkata
gembira kepada #oai (tong "0" (tong kau berkenalan dulu dengan teman!
teman ini yang semua adala" orang!orang sendiri." )ia menyebut nama tiga
orang anak itu seorang demi seorang. )engan sepasang matanya yang
berputaran #oai (tong memandang tiga orang anak itu seorang demi
seorang. T"io &wee sampai melangka" mundur setindak saking ngerinya.
"Masa orang tua bermain!main dengan anak!anak," T"io #i mencela sambil
memandang tajam kepada #oai (tong. la tidak percaya kepada orang tinggi
besar ini yang menurut pandangannya tentu bukan orang baik!baik.
"&enar #i!ko 6#akak #i7. (ku pun tidak sudi bermain!main dengan dia. 'ii"""
kakek!kakek mau bermain dengan anak kecil!" T"io &wee memperkuat
pendapat kakaknya.
170
Raja Pedang
(kan tetapi #ui Lok tiba!tiba berkata $ambil memandang #wa -ong "#alau
(dik -ong suda" menjadi temannya mengapa kita tidak, #oai (tong aku
suka bermain!main denganmu."
T"io &wee menole" kepada #ui Lok. $epasang matanya berapi. &iasanya
anak ini pendiam akan tetapi enta" mengapa ia agaknya mara" sekali
kepada #ui Lok."#au memang selalu lain daripada orang lain. Tidak "anya
tangan juga pikiranmu!"
<aja" #ui Lok menjadi mera" mendengar sindiran ini. la maklum ba"wa T"io
&wee menyindir tangannya yang kidal.
#wa -ong tertawa sama sekali tidak mara" karena temannya dicela. ")ulu
pun aku tidak suka akan tetapi setela" meli"at betapa li"ainya #oai (tong
dan betapa dia baik "ati dan penurut aku menjadi suka padanya. -emmm
kalian ini bertiga meng"adapi tangan kirinya saja takkan mampu
mengala"kannya. )ia li"ai sekali mungkin tidak kala" ole" aya" kalian."
"&o"ong....!" seru T"io &wee mara"A
"(ku tidak percaya.....!" kata T"io #i penasaran.
#ui Lok juga terpukul ole" ucapan #wa -ong itu. la ragu!ragu mengerutkan
kening dan menggeleng!geleng kepala. "(" agaknya tak mungkin....."
ak"irnya dia berkata.
"#alian tidak percaya, #urasa dua orang aya" kalian maju bersama masi"
tidak mampu melawan #oai (tong. #alian ta"u, )ia perna" menolong aya"
dan bibi guru. -ebat sekali. Penja"at!penja"at li"ai dia kala"kan "anya
dengan memutar!mutar tangan kiri seperti ini....." )engan linca" dan lucu
#wa -ong lalu memutar!mutar tangan kiri beberapa lama sambil menggigit
bibir kemudian sambil berseru "mati.....!" tangan kirinya itu mendorong ke
depan ke ara" batang po"on besar yang tumbu" di situ. &eberapa "elai daun
po"on gugur dari tangkainya.
"(" 0nci -ong kurang tenaga..... kurang tenaga.....! .erakanmu suda"
cukup inda" tapi pukulan itu belum mengandung tenaga. Li"at begini '"o!"
#oai (tong lalu memutar!mutar tangan kirinya seperti yang dilakukan #wa
-ong tadi menggerakkan tangan itu perla"an kedepan ke ara" po"on yang
tadi. -ebat sekali akibatnya. Po"on yang jaraknya antara dua meter dari
tempat dia berdiri tidak keli"atan goyang akan tetapi tiba!tiba semua
daunnya rontok dari atas seperti "ujan. #etika semua anak memandang
ternyata ba"wa po"on itu tiba!tiba menjadi gundul tak berdaun lagi! #wa
-ong tersenyum girang dan bangga ketika meli"at betapa T"io #i T"io &wee
dan #ui Lok memandang dengan muka pucat. &a"kan #ui Lok meleletkan
lida"nya saking "eran dan kagumnya!
"2a" bukanka" dia "ebat dan lucu, #alau kalian berbaik kepadanya kalian
juga bisa mempelajari ilmunya seperti aku. #elak kita akan menjadi orang!
orang yang lebi" li"ai daripada aya". &ukanka" "ebat," kata pula #wa -ong.
"-eee siapa bikin rontok semua daun po"on itu, 5elaka po"on itu akan
mati!" $eruan ini dibarengi munculnya tiga orang tosu dari pintu taman.
#etika tiga orang tosu itu meli"at #oai (tong mereka makin mara". Mereka
ini bukan lain adala" tosu!tosu yang tadi tela" dirobo"kan #oai (tong.
$eorang diantara mereka yang matanya juling melangka" maju dan
menudingkan jari telunjuknya ke ara" #oai (tong sambil membentak.
"9rang gila ini berada di sini, -ong -ong jangan biarkan dia di sini. Tentu dia
yang merusak po"on itu. (" celaka -oa!san!pai kedatangan iblis gila!"
171
Raja Pedang
#wa -ong meli"at #oai (tong cengar!cengir dan mengejek ke ara" tiga orang
tosu itu dengan mulut dan mata dimain!mainkan matanya melotot plerak!
plerok dan mulutnya kadang!kadang dipencas!penceskan atau lida"nya
dikeluarkan dan diulur ke ara" tiga orang tosu itu. $ambil mena"an
ketawanya meli"at "kenakalan" #oai (tong #wa -ong cepat berkata "$am!
wi $upek 6;wa .uru &er!iga7 "arap jangan mara". #oai (tong suda"
mendapat perkenan sukong 6kakek guru7 untuk bermain!main di sini selama
tiga "ari."
Tiga orang tosu itu cemberut dan . bersungut!sungut "9rang gila
diperbole"kan mengacau taman merusak bunga dan merusak watak anak!
anak. 5elaka.....! &iarla" pinto 6aku7 akan berdoa selama tiga "ari kepada
para dewa agar supaya dia dikutuk.....!" kata tosu bermata ju!ling sambil
mengajak teman!temannya . pergi.
$etela" menyaksikan keti"aian #oai (tong di dalam "ati tiga orang anak itu
timbul keinginan "endak mempelajari ilmu pukulan tadi. "#oai (tong kau
memang li"ai. (jarkan ilmu pukulan tadi kepadaku!" kata #ui Lok mendekati.
*#ami pun ingin mempelajarinya" kata T"io #i dengan sikapnya yang masi"
angku". T"io &wee diam saja akan tetapi diam!diam ia mengambil keputusan
ba"wa kalau semua orang mempelajari iapun takkan ketinggalan.
Meli"at betapa anak!anak itu semua sekarang suka kepadanya #oai (tong
menjadi gembira sekali. Memang dia suda" tua namun jiwanya memang
tidak normal si1atnya seperti kanak!ka"ak yang tentu saja merasa bangga
dan suka apabila anak!anak lain kagum kepadanya 'a tertawa!tawa dan
berkata.
"Mau belajar, &ole" bole" akan tetapi tidak muda". &iarla" kita pergunakan
po"on!po"on di taman ini sebagai lawan dalam lati"an. Li"atla" baik!Abaik
bagaimana gerakan tangan kiri di mana letaknya tangan kanan dan
bagaimana kedudukannya kedua kaki. &egini." #oai (tong lalu memberi
petunjuk yang diturut ole" tiga orang anak itu. Mula!mula T"io &wee masi"
malu!malu akan tetapi kemudian meli"at betapa #wa -ong juga memberi
petunjuk!petunjuk ia menjadi tertarik dan ikut!ikut juga.
"$uda" bagus suda" baik. #alian cucu!cucu murid -oa!san!pai memang ber!
bakat" kata #oai (tong senang. "$ekarang mari coba memukul po"on!po"on
itu. #alian li"at baik!baik." #oai (tong meng"ampiri sebatang po"on besar
dan dengan sepenu" tenaga dia mendorong dengan gerakan pukulan /ing!
tok!ciang. (kan tetapi pada saat itu dari belakang po"on berkelebat
bayangan orang dan di situ tela" berdiri Lian &u Tojin tangan kiri memegang
tongkat bambunya sedangkan tangan kanannya diluruskan untuk
menyambut dorongan tangan kiri #oai (tong.
"(tong jangan merusak po"on..." kata tosu tua itu.
#oai (tong yang berwatak kanak!kanak itu pada dasarnya bukanla" dari
kalangan baik!baik maka setiap kali dia dilawan dia tentu akan
mempergunakan kepandaiannya urituk mencapai kemenangan. Maka begitu
dia merasa betapa pukulannya /ing!tok!ciang disambut ole" tangan kakek itu
dia mengera"kan tenaga dan melanjutkan pukulan itu dengan dorongan
maut yang penu" "awa /ing!tok!ciang 6Racun -ijau7. #edua tangan itu
bertemu dan lengket. Tangan kiri #oai (tong beruba" ke"ijauan. (kan tetapi
Lian &u Tojin "anya berdiri tersenyum sambil memandang tajam. la maklum
akan watak seorang seperti #oai (tong yang tentu tidak jau" dengan watak
guru anak tua ini teman baiknya &an!tok!sim .iam #ong. )ari julukannya
172
Raja Pedang
saja &an!tok!sim berarti -ati $elaksa Racun. )apat dibayangkan bagaimana
watak guru #oai (tong.
#wa -ong dan teman!temannya adala" anak!anak dari para a"li silat -oa!
san!pai. $ebagai anak!anak yang semenjak kecil kenal akan seluk!beluk
persilatan tingkat tinggi tentu saja mereka ta"u apa yang sedang terjadi
antara #oai (tong dan sukong 6kakek guru7 mereka yakni adu kepandaian
atau lebi" tepat adu tenaga dalam. Mereka memandang dengan muka
beruba" dan mata bersinar!sinar.
(da dua menit #oai (tong dan ketua -oa!san!pai itu berdiri tegak sambil
meluruskan tangan. (k"irnya Lian &u Tojin berkata perla"an.
"#oai (tong kau suda" maju banyak." &egitu ucapan ini "abis dikeluarkan
tiba!tiba tubu" #oai (tong terdorong ke belakang sampai lima langka" tanpa
dapat dicega"nya /agi. Mukanya menjadi mera" sekali dan tiba!tiba #oai
(tong mengeluarkan anak pana"nya yang berwarna "ijau. 'nila" senjatanya
yang ampu" dan "ebat.
Lian &u Tojin meli"at ini lalu tertawa. Tentu saja dia tidak bisa menganggap
murid temannya ini sebagai musu" atau lawan yang seimbang. "("a (tong
kau "endak memperli"atkan ilmu $ilat anak pana", $ilakan silakan biar kau
nanti dapat melapor kepada gurumu ba"wa ketua -oa!san!pai biarpun suda"
tua belum lema" benar....."
;capan ini merupakan perkenan bagi #oai (tong yang tadinya masi" ragu!
ragu untuk menyerang kakek itu. Tiba!tiba dia berseru keras dan tubu"nya
berkelebat ke depan. $ekaligus anak pana" di tangannya suda" melakukan
serangan susul!menyusul sampai delapan kali banyaknya. (nak pana" itu
beruba" menjadi segulung sinar "ijau menyambar!nyambar ke ara" diri
kakek itu. #wa -ong dan teman!temannya memandang penu" kek"awatiran.
(kan tetapi Lian &u Tojin dengan tenang menggerakkan tongkat bambunya.
Terdengar bunyi keras delaparnkali ketika anak pana" itu selalu terbentur
tongkat bambu ke manapun juga digerakkan. Memang ilmu pedang -oa!san!
pai amat "ebat. /elas keli"atan ole" #wa -ong dan teman!temannya ba"wa
kakek gurunya itu "anya mainkan jurus Tian!mo!po!in 6Payung #ilat $apu
(wan7 dari 'lmu Pedang -oa!san #iam!"oat. (kan tetapi cara pergerakannya
sedemikian sempurnanya se"ingga delapan macam serangan dari #oai (tong
dapat digagalkan! #emudian terdengar seruan perla"an dari kakek itu "#oai
(tong jagala" /urus dari -oa!san ini." Tongkat bambu bergerak perla"an
dan..... anak pana" terlepas dari tangan #oai (tong terlempar keatas.
2amun #oai (tong memperli"atkan "keli"aiannya. la dapat menggulingkan
tubu" melepaskan diri daripada lingkaran tongkat bambu kemudian
tubu"nya melesat ke atas dan ta"u!ta"u anak pana" suda" dipegangnya
lagi. la mengeluarkan i.suara seperti orang menangis kemudian.... dia lari
tunggang!langgang meninggalkan taman seperti seorang anak kecil nakal
melarikan diri karena takut mendapat "ukuman. Lian &u Tojin tertawa dan
mengera"kan k"ikang berkata ke ara" larinya #oai (tong "(tong sampaikan
salamku kepada gurumu .iam #ong!"
$etela" #oai (tong pergi kakek ini beruba" mukanya. #ini keren dan
sunggu"!sunggu". la meng"adapi #wa -ong dan teman!temannya lalu
terdengar kakek ini berkata suaranya mena"an kemara"an.
"#wa -ong bagaimana bunyi larangan ke tiga dari -oa!san!pai,"
173
Raja Pedang
&eruba" waja" #wa -ong agak pucat. #alau kakek gurunya suda"
memanggil namanya dengan penu" tidak -ong -ong seperti biasanya itu
dapat diartikan ba"wa kakek gurunya benar!benar mara".
$etela" menjura ia berkata sambil menundukkan muka "Larangan ke tiga
berbunyi % $etiap orang murid -oa!san!pai tidak bole" mempelajari ilmu silat
dari luar -oa!san!pai tanpa seijin gurunya.
"-emmm baik kau masi" ingat. Tapi kenapa kau tadi mempelajari /ing!tok!
ciang yang amat keji itu dari #oai (tong," $uara tosu tua itu makin mara"
kedengarannya membuat #wa -ong kaget dan takut sekali. la memang
paling takut kepada kakek gurunya ini. (kan tetapi ia pun merasa "eran
mengapa orang tua ini mara"!mara" pada"al biasanya amat sabar.
"$aya..... saya mengaku sala" $ukong. $iap menerima "ukuman!" (nak
perempuan ini menjatu"kan diri berlutut di depan kakek gurunya. Tiga orang
anak yang lain meli"at ini menjadi ketakutan dan mereka pun serta!merta
menjatu"kan diri berlutut dlan berkata "ampir berbareng.
*Teecu juga mengaku sala" dan siap menerima "ukuman*.
Meli"at cucu!cucu muridnya berlutut menerima "ukuman dan sikap anak!
ketaatan akan peraturan -oa!san!pai sikap yang memang suda" terkenal
dari murid!murid -oa!san!pai.
"#alian ta"u" katanya suaranya masi" keren "apa "ukuman bagi murid
yang melanggar larangan ke tiga itu," 0mpat orang anak itu mengangguk.
"$i pelanggar "arus membuang ilmu yang dipelajarinya di luar -oa!san!pai
kalau perlu badannya dirusak agar ilmu itu tak dapat dipergunakan. &aiknya
kalian belum pandai mempergunakan /ing!tok!ciang kalau suda" pandai
pinto 6aku7 takkan segan!segan memata"kan tangan kiri kalian!" /elas
tampak betapa empat orang anak itu pucat dan gemetar mendengar ini.
"-ong -ong kelancanganmu belajar dari #oai (tong masi" belum berba"aya
kalau dibandingkan dengan perbuatanmu membujuk saudara!saudara
seperguruan untuk mempelajarinya pula. Perbuatan itu buruk sekali." &iarpun
ia dimara"i namun #wa -ong yang cerdik menjadi lega mendengar cara
kakek itu menyebut namanya. 'tu berarti ba"wa kakek gurunya tidak mara"
lagi kepadanya.
"Teecu tidak membujuk $ukong. Mereka memang suka mempelajari setela"
meli"at #oai (tong memukul po"on."
"&etul $ukong. Teecu yang bersala" ingin belajar sama sekali tidak dibujuk
ole" (dik -ong" kata #ui Lok cepat!cepat.
"Teecu juga tidak dibujuk" sambung T"io #i. T"io &wee diam saja "anya
melirik ke ara" #ui Lok.
"$uda"la"" kata kakek itu. "#alian anak!anak "arus ingat baik!baik.
$ebetulnya bagi aku sendiri yang menjadi ketua -oa!san!pai mempelajari
ilmu silat dari lain golongan bukanla" "al yang amat buruk. (kan tetapi
mengapa diadakan peraturan dan larangan di -oa!san!pai,
&ukan lain untuk menjaga dan mencega" anak!anak murid -oa!san!pai
menyeleweng mempelajari ilmu yang sesat. #alau sampai terjadi demikian
kalau sampai ada anak murid -oa!san!pai mempelajari ilmu yang sesat
kemudian menyeleweng dan melakukan perbuatan ja"at bukanka" "al itu
akan merusak nama baik -oa!san!pai,"
"$ukong" kata #wa -ong yang se!karang suda" timbul keberaniannya.
"(paka" ilmu silat dari #oai (tong termasuk ilmu sesat,"
174
Raja Pedang
#akek itu menarik napas panjang dan mengelus jenggotnya. "$esunggu"nya
kalau mau berkata secara jujur di dunia ini tidak ada ilmu yang sesat. $emua
ilmu itu baik tergantung kepada si pemakai ilmu. 'lmu dapat menjadi baik
kalau dipergunakan untuk kebajikan. $ebaliknya biarpun ilmu yang amat
bersi" apabila dipergunakan untuk keja"atan dapat menjadi ilmu yang kotor
dan buruk."
0mpat orang anak itu saling pandang tidak mengerti apa yang dimaksudkan
ole" sukong mereka. #akek inipun maklum agaknya maka sambil tersenyum
dia berkata lagi "&iarla" kujelaskan. Misalnya ilmu bun 6kesusastraan7 siapa
bilang ba"wa ilmu membaca dan menulis ini bersi1at buruk, (kan tetapi
tetap saja baik buruknya tergantung daripada pemakai ilmu. 'lmu ini baik
apabila pergunakan untuk membuat sajak!sajak inda" menuliskan ilmu!iimu
yang tinggi dan sebagainya. (kan tetapi bukanka" menjadi ilmu yang amat
buruk dan ja"at apabila dipergunakan orang untuk membuat surat!surat
3tna" membuat laporan!laporan palsu dan lain!lain seperti yang sekarang
ini sering kali dilakukan orang,"
&arula" #wa -ong dan teman!teman!nya mengerti. Memang pada waktu itu
sebagian besar rakyat tidak pandai membaca menulis. $epucuk surat 3tna"
saja cukup untuk mencabut nyawa seorang yang buta "uru1. (palagi di kota!
kota besar dan terutama di kota raja kepandaian menulis menjadi senjata
yang lebi" ampu" daripada selaksa pedang dan lebi" ja"at dan keji daripada
ular!ular berbisa.
"2a" jelaska" sekarang, &aru ilmu menulis saja suda" begitu ja"at apalagi
ilmu silat. (ku tidak mau bilang ba"wa ilmu yang diajarkan ole" #oai (tong
itu ja"at akan tetapi si1at daripada /ing!tok!ciang amatla" berba"aya. 'lmu
pukulan itu tidak ada ampunnya sekali dipergunakan kalau yang menerima
kurang kuat bisa merenggut nyawa. #alau tadi aku tidak kuat mena"an
pukulannya apaka" sekarang aku tidak suda" menggeletak mampus, -a!"a!
"a!"
#wa -ong dan teman!temannya bergidik dan baru terbuka mata mereka
akan perbedaan ilmu silat -oa!san!pai dan 'lmu /ing!tok!ciang. )ari kata!kata
kakek gurunya itu mereka ta"u ba"wa sebetulnya ilmu silat -oa!san!pai tidak
usa" kala" ole" /ing!tok!ciang sunggu"pun /ing!tok!ciang keli"atan luar biasa
dan mujijat.
"#alian yang tekun belajar ilmu silat kita sendiri yang rajin berlati". #alau
ilmu silat kalian suda" mencapai tingkat setara1 dengan tingkat #oai (tong
kalian takkan kala" ole"nya." #akek ini menarik napas panjang dan berkata
lagi perla"an seperti pada diri sendiri "$ayangnya..... sampai sekarang tidak
ada tulang cukup baik untuk menjadi a"li waris -oa!san!pai..... yang sebaik
#oai (tong saja tidak ada....." $etela" berkata demikian dengan muka sedi"
kakek ini meninggalkan taman.
Terbangkit semangat #wa -ong T"io #i T"io &wee dan #ui Lok mendengar
wejangan!wejangan Lian &u Tojin tadi. Mereka lalu berlati" dengan giat
setiap saat mereka berempat dapat terli"at berlati" silat di dalam taman
atau di lian!bu!t"ia 6ruang berlati" silat7 di bawa" petunjuk Lian &u Tojin
sendiri. Tentu saja di dalam beberapa bulan mereka mendapatkan kemajuan
yang luar biasa. )engan adanya teman!teman berlati" mereka seakan!akan
berlomba untuk melebi"i temannya dan "al ini pula yang mempercepat
kemajuan mereka.
175
Raja Pedang
(kan tetapi terjadi keganjilan yang menyolok. -al ini "anya dapat diketa"ui
ole" #wa -ong dan T"io &wee. (nak!anak perempuan tentu saja lebi" "alus
perasaannya dan ta"u membedakan sikap anak laki!laki. &aik #wa -ong
maupun T"io &wee dapat meli"at ba"wa selain berlumba dalam lati"an
agaknya antara T"io #i dan #ui Lok juga ada lain perlombaan lagi yaitu
berlomba menyenangkan atau merebut per"atian #wa -ong si gadis cilik
yang linca" gembira bermata bintang dan agak galak itu! #wa -ong
meng"adapi kenyataan ini dengan bangga dan sikapnya menjadi makin
manja tinggi "ati dan agaknya mempermainkan dua orang anak laki!laki itu.
$ebaliknya T"io &wee yang pendiam "anya sering nampak murung kalan
meli"at #ui Lok bermain!main dengan sikap bermuka!muka di depan #wa
-ong mencarikan bunga mernbuat mainan dari rumput dan lain!lain.
<aktu berlalu cepat. (nak!anakitu ditinggal orang tua mereka di puncak -oa!
san!pai suda" ada empat bulan lebi". #etika -oa!san $ie!eng datang ke
puncak -oa!san anak!anak itu merasa gembira akan tetapi ternyata ba"wa
orang tua mereka itu masi" belum mau meninggalkan -oa!san.
#wa Tin $iong dan tiga orang adik seperguruannya menceritakan kepada Lian
&u Tojin tentang pertemukan mereka dengan dua orang saudara &un mala"
memberita"ukan pula ba"wa #un!lun $am!"engte akan datang ke -oa!san
dalam waktu lima bulan lagi.
Lian &u Tojin rnengelus jenggot dan menggeleng kepala. "Tidak disangka
sama sekali akan terjadi "al yang begini tak menyenangkan" katanya.
"$elama pulu"an ta"un "ubunganku dengan Pek .an $ian!su ketua #un!lun!
pai adala" "ubungan saudara. Mala" kami ingin mempererat "ubungan
dengan menjodo"kan murid!murid kami. $iapa ta"u mala" malape!taka
timbul karena ini."
)engan air mata berlinang $ian -wa berkata "(mpunkan teecu $u"u. Teecu
tela" menimbulkan kedukaan di "ati $u"u akan tetapi..... apaka" daya
teecu, (ya" teecu dibunu" ole"..... ole"..... keparat itu....."
Lian &u Tojin mengangkat tangannya. "#au tidak sala" $ian -wa kau tidak
sala". Mala" pinto yang sebetulnya merasa berdosa. Pinto yang menjodo"kan
kau dengan murid #un!lun!pai siapa ta"u....." #akek itu berulang kali menarik
napas panjang.
"Persoalan ini tentu akan segera dibikin terang setela" #un!lun $am!"engte
tiba di sini lima bulan lagi $u"u. #wa Tin $iong meng"ibur. "&iarla" lima
bulan lagi teecu bersama datang lagi dan berkumpul di sini untuk
meng"adapi murid!murid #un!lun!pai."
"#alian pulangla" akan tetapi anak!anak itu biarkan di sini saja. &ukanka"
lima bulan lagi kalian datang, (ku ingin meli"at sendiri kemajuan mereka
terutama membimbing watak mereka. Tin $iong dan kau <an 't dan #ui
#eng tentu rela meninggalkan anak!anak kalian di sini untuk lima bulan lagi
bukan,"
"Tentu saja $u"u. Mala" teecu meng"anturkan banyak terima kasi" ba"wa
$u"u sendiri berkenan membimbing mereka" jawab tiga orang murid itu
serempak.
"$u"eng sekalian jangan k"awatir aku berada di sini menemani mereka"
kata $ian -wa. Makin gembira "ati mereka juga Lian &u Tojin girang sekali
mendengar ba"wa $ian -wa yang suda" tidak ada keluarga lagi itu "endak
ikut menanti di -oa!san selama lima bulan.
176
Raja Pedang
)emikianla" #wa Tin $iong T"io <an 't dan #ui #eng turun dar -oa!san
untuk pulang ke ruma" masing!masing sedangkan $ian -wa tinggal di -oa!
san bersama murid!murid keponakannya. .adis yang sedang menderita
tekanan batin ini meng"ibur "atinya dengan melati" silat kepada keponakan!
keponakannya. (gak ter"iburla" "atinya meli"at anak!anak yang gembira
dan linca" itu. (pa!lagi ter"adap #wa -ong $ian -wa amat menyayangnya.
? ? ?
Pada waktu terjadi perang kecil antara serombongan orang Pek!lian!pai yang
dipirnpin ole" Tan -ok melawan pasukan Mongol yang mengakibatkan
musna"nya pasukan Mongol di kaki .unung -oa!san beberapa orang tosu
-oa!san!pai melaporkan "al itu kepada $ian -wa. Memang gadis ini dianggap
orang yang paling pandai di antara para tosu. Lian &u Tojin sendiri sedang
bersamad"i dan sama sekali tidak bole" diganggu maka kepada $ian -wa
mereka itu menuturkan tentang perang di kaki gunung. Mendengar ini
dengan dikawani lima orang tosu kepala yang suda" tinggi kepandaiannya
$ian -wa lalu berlari turun dari puncak. #epada anak!anak keponakannya ia
berpesan agar supaya jangan meninggalkan taman dan bermain!main di
dalam taman saja.
#edatangan $ian -wa dan lima orang tosu di tempat pertempuran suda"
terlambat. Tan -ok dan teman!temannya termasuk &eng $an suda" lama
meninggalkan tempat itu dikejar pasukan Mo!ngol lain yang lebi" besar
jumla"nya dan yang seperti kita tela" keta"ui dipancing untuk mengalami
ke"ancuran di Pek!tiok!kok.
Liem $ian -wa "anya mendapatkan tana" yang baru digali yaitu tempat
dimana mayat!mayat serdadu Mongol dikubur ole" &eng $an dan yang
kemudian dibantu ole" Tan -ok dan teman!temannya. Meli"at adanya sebua"
bendera Pek!lian!pai di po"on timbul kemara"an di "ati $ian -wa.
&etapapun juga Pek!lian!pai sekarang suda" menjadi musu" besarnya.
&ukanka" aya"nya terbunu" ole" orang Pek!lian!pai da" #wee $in, $aking
mara"nya ia merenggutkan bendera itu dari po"on dan merobek!robeknya
$eorang tosu mendekati dan berkata.
"$umoi kenapa kau merobek!robek bendera Pek!lian!pai itu, &ukanka" itu
bendera orang!orang yang melawan pasukan Mongol,"
"Pek!lian!pai perkumpulan orang!orang ja"at! #alau aku meli"at mereka tadi
di sini akan kulawan dan kubasmi semua!* seru $ian -wa dengan suara
mara". "$u"eng sekalian apaka" tidak ingat ba"wa aya"ku terbunu" ole"
paku Pek!lian!ting. milik Pek!lian!pai, &agaimana aku tidak akan
memusu"inya,"
"&agus bagus! Memang Pek!llan!pai ja"at sekali patut dibasmi! tiba!tiba
terdengar suara orang dan ketika $ian -wa menengok ternyata yang bicara
adala" seorang laki!laki muda yang tampan selalu tersenyum dan
pakaiannya inda" sekali. Muka gadis itu seketika menjadi mera" karena sinar
mata pemuda ini amat tajam bersinar!sinar tidak menyembunyikan
kekagumannya ketika menatap kepadanya. 9rang muda itu lalu memberi
"ormat menjura sambil mengangkat kedua tangan dengan sikap yang "alus
sekali se"ingga tiada kesempatan bagi $ian -wa untuk mara".
"Maa1kan saya 2ona. $aya $ouw #ian &i dan saya merasa sangat cocok
dengan pendapat 2ona tadi. Memang Pek!lian!pai adala" perkumpulan
orang!orang ja"at*.
177
Raja Pedang
Liem $ian -wa tak mungkin dapat mara" ter"adap orang yang bersikap
manis dan "ormat sunggu"pun "atinya tidak senang meli"at kelancangan
orang ini. Terpaksa ole" sopan santun ia balas menjura dan berkata singkat.
"$aya tidak ada urusan dengan Tua ini juga tidak mengenal Tuan. Maa1kan
ba"wa saya tidak sempat bercakap!cakap lebi" lama lagi." 2ona ini
membalikkan tubu" "endak pergi.
$ouw #ian &i melangka" maju. "Perla"an dulu 2ona. (pa sala"nya kalau kita
sekarang berkenalan, (paka" 2ona anak murid -oa!san!pai,"
Lima orang tosu yang mengawani $ian -wa merasa tidak senang meli"at ada
seorang muda berani menegur sumoi mereka. )ianggapnya pemuda itu
kurang ajar. $eorang di antara para tosu itu mencela.
"$umoi tidak ada urusan denganmu orang muda. -arap jangan mengganggu
lebi" jau"." $ambil berkata demikian tosu itu menggerakkan tangan bajunya
untuk mendorong orang muda itu minggir karena orang itu meng"alangi
jalan. Tentu saja dia mengera"kan tenaga untuk memperli"atkan kepandaian
dan untuk menakut!nakuti orang muda itu. 9rang muda itu sama sekali tidak
menangkis atau mengelak akan tetapi ketika lengan baju itu mengenai
dadanya bukan pemuda itu yang terdorong melainkan tosu tadila" yang
terpelanting. Tosu itu berseru kaget dan menjadi mara".
"0" kau mau main!main," bentaknya sambil mencengkeram ke ara" pundak.
"$u"eng jangan.....!" $ian -wa memperingatkan tosu itu karena gadis ini
meli"at ba"wa pemuda ini bukan orang sembarangan terbukti dari gerakan
kakinya ketika terdorong tadi. 2amun terlambat tangan tosu itu terpelanting.
-anya kali ini terpelanting keras sampai terbentur batu dan mengeluarkan
dara".
0mpat orang tosu yang lain menjadi mara" sekali. "#eparat berani kau
merobo"kan saudara kami," $erentak empat orang tosu ini menerjang
pemuda tadi dengan pukulan!pukulan tangan. $ouw #ian &i pemuda ane"
itu "anya tersenyum saja tanpa menangkis "anya rnenundukkan kepala
untuk rneng"indarkan pukulan yang mengancam mukanya. Terjadi "al yang
ane" sekali. #epalan tangan empat orang tosu itu dengan jelas keli"atan
mengenai tubu" pemuda itu sampai terdengar suara bak!bik!buk akan tetapi
tosu!tosu itu berteriak kesakitan sambil memegangi tangan mereka yang
suda" menjadi bengkak!bengkak. Mereka merasa seperti memukul baja
bukan badan orang!
$ian -wa tak dapat mena"an kesabarannya lagi karena di samping merasa
"eran sekali. &iarpun kepandaian empat orang su"engnya belum tinggi
benar namun menerima pukulan dengan badan dari empat orang sekaligus
seperti pemuda itu dan membuat si pemukul sendiri bengkak!bengkak
tangannya benar membuktikan ba"wa pemuda itu berilmu tinggi. Tanpa
ragu!ragu ia. lalu mencabut pedangnya meloncat dekat dan membentak.
"Manusia sombong berani kau bermain gila di depanku," la melintangkan
pedang di dada lalu menantang. "-ayo keluarkan senjatamu "endak kuli"at
sampai di mana keli"aianmu!"
9rang muda yang mengaku bernama $ouw #ian &i itu tersenyum dan
pandang matanya makin membayangkan kekaguman, "#au "ebat 2ona
"ebat sekali. Patut menjadi sa"abat baikku. 5antik dan gaga" perkasa
"emmm....."
Tentu saja muka $ian -wa menjadi makin mera". Tidak ada wanita di dunia
ini yang tidak senang dipuji seorang laki!laki terutama sekali dipuji akan
178
Raja Pedang
kecan!tikannya. )emikian pula $ian -wa. (kan tetapi di samping rasa
senangnya ini terdapat pula perasaan mara" karena dianggapnya laki!laki
itu kurang ajar.
"$iapa sudi menjadi sa"abatmu, -ayo keluarkan senjatamu kalau tidak
jangan sala"kan aku kalau "abis kesabaranku ....*.
$ouw #ian &i tertawa tampak barisan giginya yang puti" dan rapi. "#au
"endak main!main dengan pedang, 9"o bagus sekali. Memang kurang
mesra perkenalan kita kalau tidak melalui ujung senjata. 2a" aku suda" siap
kau perli"atkanla" ilmu pedangmu 2ona Manis." Pemuda itu sekarang suda"
memegang sebua" pedang yang amat inda" karena gagang pedang itu
di"ias dengan batu!batu kumala. $elain inda" bentuknya pedang itu pun
nampak amat tajam sampai berkilauan tertimpa ca"aya mata"ari.
Meli"at lawannya suda" bersenjata tanpa mengeluarkan kata!kata lagi $ian
-wa segera menerjang maju dengan gerakannya yang amat linca" dan
cepat. $epasang pedang di kedua tangannya mengeluarkan suara mengaung
ketika ia meng"ujani $ouw #ian &i denga" serangan!serangan maut.
$epasang pedang itu lenyap beruba" menjadi dua gulung sinar yang
membungkus tubu"nya amat luar biasa dipandang.
$ouw #ian &i mengeluarkan seruan terkejut menyaksikan ke"ebatan ilmu
pedang gadis itu. 5epat!cepat dia memutar senjatanya melindungi diri
se"ingga berkali!kali terdengar suara pedang bertemu pedang. Lima menit
suda" $ouw #ian &i "anya menangkis dan melindungi diri saja kemudian
tiba!tiba dia meloncat ke belakang sambil berseru.
"/adi 2ona ini #iam!eng!cu Liem $ian -wa orang termuda dari -oa!san $ie!
eng, Pantas begini li"ai dan cantik!" la tersenyum!senyum lagi senyum
memikat dengan sinar mata kagum.
#embali waja" $ian -wa menjadi mera" "Tak usa" banyak cakap kau suda"
merobo"kan lima orang su"engku. #au bole" coba merobo"kan aku baru
patut menyombongkan diri!" #embali gadis ini menubruk maju sambil
mainkan sepasang pedangnya.
$ouw #ian &u cepat menangkis lagi sambil tertawa. "(langka" akan
senangnya andaikata aku dapar merobo"kanmu 2ona merobo"kan "atimu
terutama sekali. (langka" senangnya....."
"#eparat kurang ajar!" $ian -wa memper"ebat serangannya dan kali ini $ouw
#ian &i terpaksa mengeluarkan kepandaiannya untuk melindungi dirinya dari
ancaman maut. .adis itu merasa "eran sekali ketika mendapat kenyataan
ba"wa orang muda yang mengaku bernama $ouw #ian &i ini ternyata
memiliki ilmu pedang yang amat ane" gerakannya akan tetapi juga amat
li"ai. $emua serangannya dapat ditangkis dengan muda" mala" setiap kali
pedangnya beradu dengan pedang lawannya ia merasa telapak tangannya
tergetar tanda ba"wa tenaga dalam pemuda itu juga tidak kala" ole"nya.
)iam!diam ia mengelu" dan mencura"kan seluru" tenaga dan
kepandaiannya. la akan rnerasa malu sekali kalau sampai kala" ole" pemuda
ceriwis ini.
)i lain pi"ak $ouw #ian &i juga amat kagum menyaksikan ilrnu pedang gadis
lawannya. Tidak percuma gadis ini dijuluki #iam!eng!cu 6&ayangan Pedang7
dan menjadi orang termuda dari -oa!san $ie!eng yang ternama.
#esayangannya ter"adap gadis ini yang tadinya timbul karena kecantikan
$ian -wa menjadi bertamba"!tamba". #esayangan inila" yang membuat
$ouw #ian &i tidak mau mempergunakan kepandaiannya untuk merobo"kan
179
Raja Pedang
$ian -wa. )ia sengaja "endak membuat gadis ini robo" sendiri karena lela"
dan di samping ini dia pun "endak memamerkan kepandaiannya agar betul!
betul dapat merebut "ati gadis cantik dan gaga" ini.
$ementara itu para tosu yang tela" robo" ole" $ouw #ian &i menjadi makin
k"awatir menyaksikan betapa sumoi mereka yang terkenal gaga" itu pun
belum ber"asil merobo"kan lawan itu dengan sepasang pedangnya. )iam!
diam mereka lalu berunding kemudian seorang di antara lima tosu itu lari
naik ke puncak untuk melaporkan "al itu kepada Lian &u Tojin.
)apat dibayangkan betapa mara" dan kagetnya ketua -oa!san!pai itu belum
perna" ada anak murid -oa!san!pai yang berani mengganggunya di waktu
dia sedang bersamad"i. #ali ini tosu itu memaksa dia sadar dari samad"inya
dan menceritakan tentang serbuan seorang laki!laki muda yang kurang ajar
dan li"ai ilmu silatnya. &iarpun sedang mara" tosu tua itu mengelus
jenggotnya dan mena"an napas untuk menekan kemara"!n se"ingga dia
tenang dan sabar kembali.
"#au bilang dia bernama $ouw #ian &i," #akek ini mengingat!ingat akan
tetapi tidak merasa mempunyai musu" ber s"e $ouw. /angan!jangan
sebangsa jai!"wa!cat 6penja"at cabul7 pikirnya. 'ni berba"aya kalau sampai
$ian -wa benar!benar kala" ole" penja"at itu akan celakala" muridnya. la
segera bangkit menyeret tongkatnya dan berkata "(ntarkan pinto ke sana."
#etika Lian &u Tojin tiba di tempat pertempuran dia mena"an seruan
kagetnya. $ian -wa suda" terdesak "ebat. Pedangnya yang kiri suda"
terlepas dan kini gadis itu dengan napas tersengal!sengal memperta"ankan
diri dari serangan pemuda tampan itu yang tersenyum!senyum dan
mengeluarkan kata!kata menggoda. /elas sekali terli"at ba"wa kepandaian
pemuda itu lebi" tinggi mala" dengan amat muda"nya akan dapat
merobo"kan $ian -wa kalau dia mau. #etika diam!diam Lian &u Tojin
memper"atikan ilmu pedang yang dimainkan pemuda itu dia mengangguk!
angguk. 'tula" ilmu pedang utara yang suda" tinggi tingkatnya. /uga
gerakan!gerakan pemuda itu menyatakan ba"wa tenaga dalamnya suda"
kuat sekali. Pantas saja $ian -wa terdesak. (ndaikata yang melawan pemuda
ini bukan $ian -wa melainkan #wa Tin $iong mungkin akan seimbang dan
lebi" ramai.
"$ian -wa mundurla". 9rang muda ada urusan bole" dirunding dengan
pinto!" $eruan Lian &u Tojin ini biarpun perla"an namun mengandung tenaga
yang amat berpengaru". Tentu saja sukar bagi $ian -wa untuk mundur
karena ia suda" dikurung sinar pedang lawannya. #alau bukan lawannya
yang meng"entikan per!tandingan ini ia sendiri suda" tidak berdaya
melepaskan diri. $ambil mengeluarkan suara ketawa bergelak $ouw #ian &i
menggetarkan pedangnya dan "tringgg.....!" pedang kanan $ian -wa terlepas
pula terlempar ke udara.
Lian &u Tojin menggerakkan tongkatnya dan ta"u!ta"u pedang yang terbang
itu suda" tertempel ole" tongkat bambunya. $edangkan $ouw #ian &i
melangka" maju mendekati $ian -wa sambil cengar!cengir dan berkata
"2ona manis apaka" sekarang kau masi" belum, mau mengaku kala"
padaku, (paka" dengan kepandaianku kau masi" menganggap tak pantas
kalau aku menjadi sa"abat baikmu,"
$ian -wa merasa malu sekali. )engan kemara"an yang membuat dadanya
seola"!ola" akan meledak ia menerjang maju meng"antam kepalan tangan
kanannya ke dada pemuda itu. $ouw #ian &i cepat mengelak sambil tertawa
180
Raja Pedang
dan berkata "$ayang tanganmu yang "alus kalau sampai mengenai dadaku
Manis." $ekali lagi dia mengelak ketika pukulan ke dua datang dan kini sambil
mengelak dia mempergunakan tangan kirinya untuk mencekal pergelangan
tangan kanan $ian -wa. .erakan ini amat cepatnya dan sekali meli"at saja
Lian &u Tojin ta"u, ba"wa pemuda itu pun ma"ir sekali akan ilmu tangkap
dan ilmu cengkeram semacam 0ng!jiauw!kang. $ian -wa kaget sekali karena
percuma saja ia berusa"a melepaskan tangannya.
"9rang muda jangan kurang ajar. Lepaskan!" Tiba!tiba Lian &u Tojin
melangka" maju untuk mencega" kekurang!ajaran pemuda itu ter"adap
muridnya.
(kan tetapi $ouw #ian &i "anya ter tawa. Mana dia mau memandang mata
kepada kakek tua ini, $ambil tangan kiri masi" memegangi tangan $ian
-wa pedang di tangan kanannya bergerak ke ara" dada Lian &u Tojin dan dia
membentak.
"Tosu bau jangan ikut campur. Menggelindingla" kau!"
Tetapi kali ini dia sala" "itung. Pedangnya yang meluncur ke ara" dada tosu
tua itu tiba!tiba bertemu dengan tongkat bambu pedangnya menggetar!
getar dan..... "krakkk!" pedang itu pata" menjadi dua tubu"nya sendiri
menggigil pegangannya pada tangan $ian -wa terlepas dan dia masi"
ter"uyung!"uyung ke belakang lima enam tindak. Mukanya menjadi pucat
sekali.
"#au..... kau siapaka".....,D ia memandang kepada kakek tua itu dengan mata
terbelalak.
Lian &u Tojin tidak menjawab "anya berdiri tegak sambil memandang
dengan tajam. $ouw #ian &i menggerak!gerak!kan biji matanya memandangi
kakek itu dari atas ke bawa". (gaknya jenggot panjang dan tongkat bambu
itu yang menarik per"atiannya dan membuat dia dapat menduga siapa yang
ber"adapan dengannya.
"(" kiranya Totiang adala" Lian Tojin sendiri, Pantas saja aku tak dapat
melawannya. #iranya ketua yang ter"ormat dari -oa!san!pai sendiri yang
turun tangan!" ;capan ini merupakan sindiran "ebat. Memang sebetulnya
amat memalukan bagi Lian &u Tojin seorang ciangbunjin 6ketua7 dari partai
besar "arus turun tangan sendiri meng"adapi seorang muda seperti $ouw
#ian &i! Mau tak mau kedua pipi kakek itu menjadi mera". Pemuda ini
ternyata bukan "anya li"ai ilmu silatnya akan tetapi juga amat tajam kata!
katanya.
"9rang s"e $ouw" katanya sabar "murid!muridku sedang turun gunung maka
tidak ada yang menyambutmu se"ingga terpaksa pinto sendiri menjenguk ke
sini. Tak ta"u apaka" yang menjadi sebabnya maka engkau mengacau
disini,"
$ouw #ian &i tertawa mengejek. *$iapa mengacau, (ku lewat di sini
bertemu 2ona ini tertarik dan ingin bersa"abat apa sala"nya, $uda"la"
lain kali dia tetap akan menjadi sa"abat baikku....." $etela" berkata demikian
pemuda itu membalikkan tubu"nya dan pergi. "$ian -wa yang masi" mara"
sekali cepat rnenyambar pedangnya yang tadi terpukul jatu" "endak
mengejar. (kan tetapi gurunya mencega"nya.
"/angan kejar $ian -wa. #uli"at orang itu bukan orang sembarangan. $uda"
jelas ba"wa dia itu dari utara. (kan tetapi mengapa sengaja datang
mengacau -oa!san!pai, -emmm kita "arus ber"ati!"ati makin banyak saja
musu"!musu" ra"asia yang "endak memusu"i kita." #akek ini lalu mengajak
181
Raja Pedang
semua muridnya naik ke puncak -oa!san lagii sambil memesan kepada para
muridnya yang menjadi tosu agar supaya mulai saat itu melakukan
penjagaan yang kuat siang malam akan tetapi tidak bole" lancang turun
tangan menyerang orang luar.
#alau di kaki .unung -oa!san terjadii "al yang ane" ini di puncak -oa!san
terjadi pula "al yang ganjil. Pada waktu #wa -ong T"io #i T"io &wee dan
#ui Lok sedang berlati" silat di dalam taman bunga. (ntara T"io #i dan #ui
Lok jelas sekali terjadi perlombaan bukan "anya untuk kemajuan ilmu silat
akan tetapi terang sekali keduanya berlomba untuk bersikap manis kepada
#wa -ong. #eduanya memiliki watak yang "ampir sama yaitu gaga" dan
taba" akan tetapi keduanya juga angku" sekali. Mungkin "al ini timbul
karena mereka merasa menjadi putera!putera pendekar -oa!san!pai. &a"kan
T"io &wee yang pendiam juga tampak si1at angku" ini dan merasa seakan!
akan mereka adala" anak!anak orang gaga" yang berbeda dengan anak!
anak lain. -anya #wa -ong seorang yang wataknya tetap linca" jenaka
galak akan tetapi tidak angku".
Pada saat itu tiba giliran #ui Lok untuk bersilat pedang disaksikan ole" tiga
orang temannya. #ui Lok benar!benar memiliki bakat yang amat baik. $elama
beberapa bulan ini kepandaiannya suda" meningkat banyak ketika dia
bersilat tidak saja gerakan pedangnya mantap dan kuat akan tetapi juga
cepat sekali. Tentu saja dia bersilat pedang dengan tangan kiri karena
memang dia lebi" pandai mempergunakan tangan kirinya daripada tangan
kanannya. $etela" dia selesai bersilat #wa -ong bersorak.
"&agus sekali Lok!ko 6kakak Lok7 kepandaianmu benar!benar suda" maju
pesat!" ia memuji dengan sejujurnya. /uga T"io &wee mengangguk!angguk
membenarkan pujian #wa -ong. (kan tetapi pujian itu tidak menyenangkan
"ati T"io #i.
*$ayangnya pedang itu dimainkan tangan kiri jadi tentu saja kurang kuat
dan kurang tepat seperti kalau dimainkan tangan kanan" T"io #o berkata
dengan lagak seakan!akan seorang yang lebi" pandai menilai permainan
orang yang lebi" renda" tingkatnya.
;capan ini diterima ole" #ui Lok dengan muka mera". la merasa disindir dan
ditegur karena si1at tangannya yang kidal. "&iarpun dengan tangan kiri
kurasa tidak kala" ole" permainan pedang tangan kanan" jawabnya sambil
menatap waja" T"io #i penu" tantangan.
"P"ua".....!" T"io #i mengejek membuang muka.
"P"ua".....!" #ui Lok juga mengeluarkan suara mengejek.
T"io #i naik dara" dirabanya gagang pedang di punggungnya. "#alau begitu
mari kita buktikan siapa lebi" pandai si tangan kanan atau si tangan kidal!"
"&egitu, &aikla" tapi kau yang menantang saudara #i bukan aku!" #ui Lok
menjawab pedangnya siap ditangan kiri.
#wa -ong memper"atikan kejadian ini dengan mata berseri. "&aik sekali
begitu!" ia bersorak. ".embira sekali kalau diadakan pibu persaudaraan."
4ang dimaksudkan dengan pibu 6adu kepandaian silat7 adala" pertandingan
untuk menentukan siapa kala" siapa menang. ")ari pada setiap "ari kalian
bercekcok saja tentang tingkat kepandaian lebi" baik diputuskan dengan
bukti."
)ua orang anak laki!laki itu sekarang suda" ber"adapan dengan pedang di
tangan. T"io &wee membelalakkan matanya yang lebar penu" kek"awatiran.
182
Raja Pedang
"/angan!" teriaknya memo"on. "&agaimana kalau ada yang terluka, $ukong
akan mara" sekali."
#wa -ong tertawa dan melangka" di antara dua orang jago muda itu. "#alian
ini suda" berna1su untuk saling serang" godanya "jangan begitu a"! #ita ini
kan saudara!saudara seperguruan. Masa mau main tusuk dengan pedang."
"-abis bagaimana untuk menentukan $iapa lebi" unggul," tanya #ui Lok.
"&iarkan saja -ong!moi 6adik -ong7. lok!te 6adik Lok7 ini sombong sekali
tidak mau mengala" ter"adap aku yang lebi" tua" kata T"io #i.
"Mana bisa saudara seperguruan saling "antam, #alau diketa"ui sukong apa
kaukira aku tidak ikut dipersala"kan, (ku tidak mau! #alau kalian berkela"i
pergila" jau"!jau" dari sini agar aku tidak terbawa!bawa" kata #wa -ong.
)ua orang anak laki!laki itu saling pandang. Mereka ingin memperli"atkan di
depan #wa -ong ba"wa mereka gaga" dan tidak kala" ole" yang lain.
$ekarang #wa -ong tidak mau meli"at mereka mengadu kepandaian untuk
apa mereka lanjutkan, (karntetapi kalau tidak pergi mencari tempat lain
juga dapat dianggap takut atau pengecut.
#wa -ong yang meli"at keraguan mereka lalu tertawa. "$uda"la" simpan
pedang kalian. #alau mau menentukan siapa yang lebi" unggul muda" saja.
#alian pergunakan ranting yang tidak berba"aya aku akan menyediakan
tinta. ;jung ranting diberi tinta dan ranting itu dimainkan seperti ujung
pedang. $iapa yang lebi" dulu terkena tinta bajunya diala" yang kala"."
;sul ini didukung ole" T"io &wee yang tentu saja juga tidak meng"endaki
pertempuran sunggu"!sunggu" antara kakaknya dan #ui Lok. )ua orang
anak itu pun setuju dan masing!masing mencari sebatang ranting yang
lembek. $egera mereka membasa"i ujung ranting masing!masing dengan
tinta dan mulaila" mereka bertanding disaksikan ole" #wa -ong dan T"io
&wee. #wa -ong bertindak sebagai wasitnya. Tak!tok!tak!tok bunyi dua
batang ranting itu beradu dan kedua orang jago muda itu bergerak cepat
untuk menda"ului lawan mengirim tusukan untuk menodai baju lawan de!
ngan tinta di ujung ranting.
"-e #i!ko! Tidak bole" menyerang mata!" #wa -ong berseru. $ebagai wasit
ia "arus berlaku adil. Menurut perjanjian tadi masing!masing "anya bole"
me!nyerang baju untuk memberi tanda dengan tinta.
"Lok!ko tidak bole" menendang!" 'a berseru.
Mula!mula "anya jarang ia berseru melarang akan tetapi kedua orang jago
muda itu makin lama menjadi makin penasaran dan panas karena belum juga
mampu mengala"kan lawan. Makin sering mereka melakukan pelanggaran!
pelanggaran dan makin sering pula #wa -ong berteriak!teriak melarang.
Mala" sekarang T"io &wee juga ikut berteriak!teriak karena k"awatir meli"at
dua orang jago muda itu mulai menggunakan serangan sunggu"!sunggu"
yang memba"ayakan lawan. Pertandingan untuk mengadu kepandaian itu
menjadi perkela"ian yang sunggu"!sunggu". #wa -ong mara" dan
membanting!banting kakinya.
"#alian curang! #alian tidak memegang janji. $uda" jangan berkela"i lagiD"
(kan tetapi mana dua orang jago muda yang suda" panas perutnya itu mau
ber"enti, Mereka mala" menyerang lebi" "ebat. #wa -ong berteriak!teriak
mara".
Tiba!tiba terli"at bayangan orang berkelebat dan ta"u!ta"u dua orang jago
muda itu robo" terguling. Mereka tidak terluka karena tadi "anya terdorong
saja ke samping dengan "eran mereka merayap bangun. /uga #wa -ong dan
183
Raja Pedang
T"io &wee ter"eran!"eran memandang..... ternyata ba"wa #oai (tong suda"
berdiri di situ cengar!cengir dan berkata.
"#alian tidak bole" bikin mara" 0nci -ong!" Lalu dia berpaling kepada #wa
-ong dan berkata "0nci -ong aku datang kembali untuk mengajak kau
bermain!main seperti dulu. -ayo ikut aku ke "utan sebela" sana itu tadi aku
meli"at seekor kijang muda yang amat inda". (kan kutangkap binatang itu
untukmu." la melangka" maju "endak menggandeng tangan #wa -ong.
"Tidak #oai (tong. (ku tidak mau pergi. $ukong akan mara" nanti." #wa
-ong mengelak.
"Tidak mara" biar kalau mara" aku yang tanggung jawab." #oai (tong
"endak memaksa sekali tangannya menyambar dia suda" dapat memegang
pergelangan tangan #wa -ong.
"Tidak tidak aku tidak mau...... Mereka berkutetan. (gaknya #oai (tong tidak
mau mempergunakan kekerasan ter"adap #wa -ong yang disayanginya
sebagai sa"abat baik itu maka mereka berkutetan saling tarik. #alau #oai
(tong mau mempergunakan kekerasan tentu saja dengan muda" dia akan
dapat membawa lari #wa -ong.
Pada saat itu dari luar taman berjalan masuk seorang anak laki!laki. /au"
dibelakang nampak beberapa orang tosu berlari!lari sambil berteriak!teriak.
"(nak setan tak bole" masuk kesana!" (gaknya anak yang masuk itu tadi
dapat meninggalkan para tosu yang sekarang mengejarnya.
(nak ini bukan lain adala" &eng $an! $eperti suda" diceritakan di bagian
depan &eng $an sampai di kaki gunung -oa!san dan bertemu dengan Tan
-ok dan teman!temannya para anggauta Pek!lian!pai. $etela" berpisa" dari
Tan -ok dia segera mendaki gunung itu menuju ke puncak. &eberapa orang
tosu melarangnya naik akan tetapi &eng $an berkeras "endak bertemu
dengan ketua -oa!san pai. (nak ini ketika di"alangi lalu berlari menyelinap
cepat sampai. para tosu itu tertinggal jau" dan mengejar terus. (k"irnya dia
memasuki taman bunga itu.
Meli"at betapa seorang gadis cilik ditarik!tarik seorang laki!laki tinggi besar
"ati &eng $an menjadi penasaran dan mara" sekali. 'a tidak mengenal #wa
-ong juga tidak mengenal #oai (tong sunggu"pun perna" dia bertemu
dengan kedua orang ini. )engan langka" lebar dia meng"ampiri #oai (tong
yang masi" berkutetan dengan #wa -ong memegang lengan #oai (tong
sambil berkata keras.
"$eorang laki!laki dewasa menyeret!nyeret seorang anak perempuan kecil
sunggu" tak patut. Memalukan sekali!"
$uara &eng $an amat nyaring sampai terngiang di telinga. Tidak "anya #oai
(tong yang kaget juga #wa -ong T"io #i T"io &wee dan #ui Lok terkejut
menole" dan memandang.
Tiba!tiba #oai (tong melepaskan pegangannya pada lengan #wa -ong
tubu"nya menggigil waja"nya yang mera" beruba" pucat sekali matanya
melotot lebar mulutnya ternganga dan dia berdiri seperti orang terserang
demam. Tangan kanannya dengan telunjuk menggigil menuding ke ara" &eng
$an mulutnya mengeluarkan suara tidak karuan akan tetapi masi" dapat
ditangkap ole" anak!anak itu.
"$sseeeee..... sssssetannn..... setan.....!" Tiba!tiba dia meloncat jau" dari situ
lalu lari sekerasnya sambil memekik!mekik "$etan! )ia ro" ja"at..... "idup
lagi..... adu" setan..... ampunkan aku.....!" $ebentar saja #oai (tong suda"
tidak tampak lagi bayang!bayangnya.
184
Raja Pedang
Tentu saja &eng $an terlongong ke"eranan. la tidak ta"u ba"wa da"ulu
dalam keadaan tidak sadar karena menelan pil buatan $iok Tin 5ii dia
dipukul dan dilukai ole" #oai (tong yang menggunakan /ing!tok!ciang dan
anak tua itu menyangka ba"wa dia suda" tewas. Tentu saja sekarang tiba!
tiba &eng $an dengan mukanya mera" ke"itaman berdiri di depan kakek
yang berwatak anak!anak im membuat #oai (tong ketakutan setenga" mati
dan membuat dia lari tunggang!langgang tak berani lagi kembali ke -oa!
san!
#wa -ong dan teman!temannya juga terkejut ketika meli"at seorang anak
laki!laki berdiri di situ pakaiannya com!pang!camping kakinya tidak
bersepatu rambutnya kusut dan mukanya mera" ke"itaman. Muka &eng $an
menjadi mera" karena dia tadi mara" meli"at #oai (tong menarik!narik
tangan #wa -ong. Mukanya mera" "itam matanya tajam seperti mata
"arimau benar!benar merupakan seorang anak yang ane" dan patut kalau
dianggap setan.
(kan tetapi #wa -ong segera mengenal &eng $an. la melangka" maju dan
memper"atikan muka &eng $an sementara itu tela" mulai beruba" lenyap
warna mera" "itam menjadi puti" bersi" kembali akan tetapi perla"an!la"an
beruba" pula menjadi ke"ijauan. -al ini adala" karena sepasang mata #wa
-ong suda" mengenalnya dan ia merasa agak malu ber"adapan dengan
empat orang anak!anak yang berpakaian inda"!inda" dan bersikap gaga" ini.
"0" kauka" ini, #au..... bunglon," #wa -ong menegur sambil tertawa geli.
$etela" mendengar suara #wa -ong baru &eng $an teringat ba"wa gadis
cilik baju mera" inila" yang dulu perna" bercekcok dengannya di dalam
"utan. la pun tersenyum dan berkata.
"#iranya kau di sini..... kuntilanak!" #ui Lok dan T"io #i menjadi mera"
mukanya. Mereka memandang kepada &eng $an dengan mata melotot
mara" sekali mereka mendengar betapa anak jembel ini memaki #wa -ong
kuntilanak. &enar!benar kurang ajar sekali! Pada saat itu para tosu yang
mengejar &eng $an empat orang jumla"nya suda" tiba di situ dan mereka
berteriak!teriak.
"Penja"at cilik itu jangan sampai terlepas! )i larang masuk ke sini!"
"(ku mau berjumpa dengan Lian &u Tojin" banta" &eng $an.
(kan tetapi #ui Lok dan T"io yang suda" mara" sekali meli"at para tosu
mara"!mara" kepada anak jembel itu menjadi makin berani. #eduanya lalu
melangka" maju dan memaki "/embel busuk "ayo pergi dari sini!"
&eng $an tenang!tenang saja memandang kepada #ui Lok dan T"io #i yang
berdiri angku" di depannya. "(ku tidak mau pergi kalau belum bertemu
dengan Lian &u Tojin."
"#eparat! #au minta dipukul," bentak T"io #i mara".
&eng $an tertawa dan menggeleng kepalanya. "$iapa yang minta dipukul,
(ku tidak! (ku mau bertemu dengan Lian &u Tojin."
"Macammu ini mau bertemu dengan sukong, $ukong terlalu mulia untuk
bertemu dengan segala jembel busuk. #alau kau tidak lekas minggat dari
sini akan kupukul!" kata #ui Lok galak G
&eng $an melengak "eran. "#alian ini cucu murid Lian &u Tojin, (" kalau
begitu aku sala" alamat. 9rang bilang Lian &u Tojin ketua -oa!san!pai
seorang mulia "atinya dan ba"wa orang!orang -oa!san!pai adala" orang!
orang gaga". #iranya murid kecilnya begini galak."
185
Raja Pedang
#ui Lok dan T"io #i adala" keturunan orang!orang gaga" maka ucapan
merupakan tamparan bagi mereka. "#au yang kurang ajar!" banta" T"io #i
membela diri. "#au berani memaki kuntilanak kepada -ong!moi. #urang ajar
kau!"
&eng $an menole" kepada #wa -ong sambil tertawa kecil. ")ia memang
kuntilanak. Tanyakan saja kepadanya kami berkenalan sebagai bunglon dan
kuntilanak. &etul tidak begitu kuntilanak,"
#wa -ong membanting kakinya yang kecil. "&unglon! #adal monyet kau! (ku
bukan kuntilanak!D.
"(ku juga bukan bunglon kadal atau monyet!" banta" &eng $an mara".
"Tapi mukamu beruba"!uba" seperti bunglon kau masuk selongsong ular
seperti kadal rupamu buruk cengar!cengir seperti monyet!" maki #wa -ong
dengan muka mera" saking mara"nya.
"#au pun galak dan mukamu buruk seperti kuntilanak....."
"Plakkk!" tangan #wa -ong melayang dan pipi kiri &eng $an tela"
ditamparnya. &eng $an ter"uyung mundur. Pada saat itu #ui Lok dan T"io #i
suda" menubruk maju dan meng"ujani tubu" &eng $an dengan pukulan!
pukulan keras. &eng $an ter"uyung!"uyung dan robo". (nak ini memang
selama meninggalkan tempat persembunyian Lo!tong $ouw Lee mentaati
perinta" kakek itu dan tidak perna" mau mempergunakan kepandaiannya.
Maka ketika ditampar kemudian dipukuli dia diam saja "menyimpan" tenaga
dalam tubu"nya dan membiarkan dirinya dipukuli. la merasa kulit dada dan
mukanya sakit!sakit.
*(ku mau bertemu dengan Lian &u Tojin jangan pukul aku....." ia berkata.
(kan tetapi dua orang jago muda itu tidak mau memberi ampun lagi kepada!
nya. T"io #i memukul lagi ketika &eng $an mencoba untuk berdiri pukulan
keras mengenai le"er &eng $an membuat anak itu terpelanting robo". #ui
Lok lalu menubruknya menduduki dadanya dan memukuli muka &eng $an
dengan kedua tangan. #edua pipi &eng $an sampai bengkak!bengkak terkena
pukulan ini.
"-ayo kau minta ampun dan berjanji mau pergi dari sini!" kata #ui Lok
terenga"!enga" meng"entikan pukulannya.
&eng $an "anya menggeleng kepala!nya. "(ku mau bertemu dengan Lian
&u....." Tak dapat dia melanjutkan kata!katanya karena "idungnya dipukul #ui
Lok sampai keluar dara"nya.
"Lok!te biar kugantikan engkau!" T"io #i menarik #ui Lok pergi dan
menjambak rambut &eng $ang menarik anak ini berdiri lalu memukul ke
ara" dada.
"&lukkk!" Tubu" &eng $an terlempar sampai dua meter lebi". T"io #i
mengejar menjambak rambut lagi mendirikan &eng $an lalu dipukul lagi
lebi" keras. Pakaian &eng $an yang suda" cobak!cabik itu makin rusak
koyak!koyak disana!sini.
"$uda" #i!ko Lok!ko jangan pukul lagi!" #wa -ong maju mencega". Tak tega
ia meli"at &eng $an dipukuli seperti itu. /uga T"io &wee maju mencega"
kakaknya. (kan tetapi para tosu dengan tertawa lebar memuji!muji
kepandaian dua orang kongcu muda itu dan berkata menganjurkan.
"Pukul terus! Pukul sampai dia mau minta ampun."
"-ayo lekas berlutut mi"ta ampun teriak #ui Lok dan T"io #i berganti!ganti
sambil memukul terus.
186
Raja Pedang
$esabar!sabarnya orang apalagi seorang anak kecil seperti &eng $an kalau
didesak terus seperti itu dan disiksa ak"irnya tak kuat juga mena"an. $akit
pada tubu"nya bukan apa!apa baginya karena dia suda" sering kali
menderita sakit. (kan tetapi sakit pada "atinya yang lebi" berat ditanggung.
Mukanya yang tadinya ke"ijauan sekarang suda" mulai menjadi mera"
ke"itaman tanda ba"wa dia tak dapat lagi mena"an kemara"annya. Pada
waktu itu #ui Lok memegang tangan kirinya sedangkan T"io #i memegang
tangan kanannya keduanya memukul dari kanan kiri sambil membentak!
bentak memaksa dia berlutut minta ampun. #arena tak dapa mena"an lagi
kemara"annya tenaga mujijat dalam tubu" &eng $an bekerja "awa 4ang di
tubu"nya membuat mukanya ke"itaman itu menolak pukulan!pukulan dari
kanan kiri. Tiba!tiba terdengar pekik kesakitan #ui Lok se"abis memukul
terguling robo" disusul T"io #i yang juga robo" setela" memukul le"er &eng
$an. #edua orang anak itu robo" dan pingsan dengan mata mendelik dan
mulut berbusa!
&ukan main kagetnya #wa -ong dan T"io &wee. Mereka meli"at jelas betapa
dua orang jago muda itu yang memukul kenapa ta"u!ta"u robo" pingsan
dengan mata mendelik, Para tosu juga meli"at ini dan mereka yang percaya
akan ta"yul menjadi ketakutan.
")ia benar setan...... dia iblis ja"at..... celaka.....!" Para tosu itu cepat
mengeluarkan senjata masing!masing dan siap "endak mengeroyok &eng
$an.
*$upek sekalian jangan turun tangan!" #wa -ong meloncat mencega". "&iar
sukong nanti yang memutuskan urusan ini."
Para tosu masi" bersikap mengancam. &eng $an diam!diam mencatat
pembelaan #wa -ong atas dirinya ini di dalam "atinya. &etapapun juga
kuntilanak cilik ini tidak ja"at pikirnya. la diam saja "anya menyusuti dara"
yang tadi mengalir dari lubang "idungnya dan membereskan pakaiannya
yang koyak!koyak. #ebetulan sekali pada aaat itu Lian &u Tojin dan $ian -wa
datang memasuki taman. Mereka kaget meli"at ribut!ribut di taman.
$ian -wa mengeluarkan seruan kaget dan cepat memeriksa dua orang anak
keponakannya yang pingsan dengan mata mendelik. Lian &u Tojin juga
memandang "eran. $etela" memeriksa sebentar kakek ini bertanya dengan
suara ter"eran!"eran.
"Mereka pingsan karena terluka "awa pukulan sendiri yang membalik" lalu
menole" kepada #wa -ong dan T"io &wee. "(pa yang tela" terjadi di sini,
&eramai!ramai para tosu yang tadi meng"alangi &eng $an masuk dan #wa
-ong menceritakan asal mula kejadian itu. &a"wa &eng $an memaksa naik
ke puncak sampai memasuki taman dan betapa #oai (tong yang "endak
membawa pergi #wa -ong kaget dan lari ketakutan ketika meli"at
kedata"gan &eng $an. #emudian #wa -ong menceritakan betapa T"io #i dan
#ui Lok mara" karena &eng $an tidak mau pergi memukulinya.
"&unglon..... e" anak ini tidak lawan $ukong. Teecu suda" mencega" kedua
su"eng memukulinya akan tetapi mereka terus saja memukul. (k"irnya
enta" bagaimana keduanya mala" robo" sendiri seperti itu." $etela" berkata
demikian #wa -ong menole" kepada &eng $an ya"g kini berdiri
menundukkan mukanya yang suda" beruba" puti" kembali puli" bersi"
dengan alisnya yang "itam lebat dan matanya yang seperti mata "arimau.
Lian &u Tojin meng"ampiri dua orang muridnya. )engan beberapa kali
mengurut punggung mereka dua orang anak itu waras kembali bangun
187
Raja Pedang
dengan muka kemera"an. Lian &u Tojin memandang mereka dengan muka
keren membuat dua orang anak itu tunduk ketakutan. #emudian Lian &u
Tojin meng"ampiri &eng $an untuk beberapa menit lamanya dia menatap
waja" anak itu dan amat ter"eran!"eran menyaksikan sinar mata yang luar
biasa dari anak jembel yang berdiri di depannya.
"#au siapaka" anak muda," Pertanyaan kakek ini "alus akan tetapi
berpengaru" sedangkan pandang matanya tajam menembus jantung. -al ini
dirasakan ole" &eng $an ketika dia mengangkat muka. 5epat!cepat dia
menundukkan pandang matanya agar jangan sampai kakek itu dapat
membaca ra"asia "atinya.
"2ama teecu &eng $an" /awabnya seder"ana.
"(pa nama keturunanmu,"
"..... nama keturunan, -emmm s"e 6nama keturunan7 teecu 6aku7 adala".....
-uang!"o 6$ungai #uning7."
*(pa,* Lian &u Tojin mengerutkan keningnya. ")i dunia ini mana ada orang
bernama keturunan -uang!"o,"
"Teecu "anya ta"u ba"wa teecu terbawa "anyut $ungai -uang!"o karena itu
teecu tidak ta"u lagi siapa orang tua dan siapa pula s"e teecu mengambil
keputusan untuk memakai nama keturunan -uang!"o saja. /adi nama teecu
-uang!"o &eng $an."
Lian &u Tojin mengangguk!angguk mengelus!elus jenggot dan diam!diam dia
memuji sikap anak ini yang dari kata!katanya menunjukkan ba"wa dia
seorang anak yang ta"u akan sopan santun.
"#enapa #oai (tong lari tunggang!langgang meli"atmu,"
"$iapa itu #oai (tong Totiang, Teecu tidak mengenalnyaH"
"9rang tinggi besar yang tadi lari ketakutan meli"atmu. (paka" kau tidak
perna" bertemu dengannya,"
&eng $an menggelengkan kepala. "Teecu tidak merasa perna" bertemu
dengan orang tadi."
#embali Lian &u Tojin mengelus jenggot sedangkan $ian -wa #wa -ong dan
tiga orang temannya juga para tosu yang berada di situ mendengarkan
dengan "eran. &oca" ini benar!benar ane".
*#etika kau dipukuli dua orang anak nakal ini dengan cara bagaimana kau
bisa mengembalikan tenaga dan "awa pukulan mereka, Perna"ka" kau
belajar silat,"
#embali &eng $an menggelengkan kepala. "Teecu tidak ta"u tidak bisa silat"
Lian &u Tojin menole" kepada #ui Lok dan T"io #i yang berdiri sambil tunduk.
#ening kakek ini berkerut. "#alian ini anak!anak nakal sunggu" tak ta"u malu.
Mengeroyok dan memukuli seorang anak yang tidak pandai silat, (paka" "al
itu termasuk perbuatan gaga", $unggu" memalukan kalian ini. )an
katakanla" apa sebabnya kalian tadi robo" pingsan,"
#ui Lok tidak berani menjawab T"io #i juga "anya melirik kepadanya. $etela"
Lian &u Tojin membentak dan mendesak baru T"io #i menjawab liri".
"Tidak ta"u $ukong. Ta"u!ta"u teecu suda" sadar tadi. 0nta" apa sebabnya
teecu bisa pingsan.
$ian -wa merasa kasi"an meli"at murid!murid keponakannya maka ia
berkata.
"$u"u apaka" tidak bisa jadi karena terlampau mara" mereka tidak
mengatur tenaga dan "awa kemara"an menyesak ke dada se"ingga ketika
188
Raja Pedang
mereka memukul tenaga pukulan terpental ole" "awa yang menyesak di
dada sendiri itu,"
Lian &u Tojin mengangguk!angguk. "Mungkin begitu. Tapi "al ini termasuk "al
yang luar biasa sekali." 'a menole" kepada &eng $an. "(paka" badanmu
sakit!sakit dipukul tadi, 5oba kuperiksa barangkali kau terluka para" kalau
begitu akan kuobati sampai sembu"." tanpa menanti jawaban Lian &u Tojin
menyodorkan tangannya dan meraba pundak &eng $an. (nak ini merasa
betapa dari telapak tangan yang "alus lunak itu keluar semacam tenaga
da"syat yang menyerang pundaknya. la kaget sekali dan "ampir saja dia
mengera"kan tenaga. &aiknya dia seorang yang cerdik. &iarpun dia belum
perpengalaman namun pengertiannya dalam ilmu silat tinggi yang dia
pelajari dari Lo!tong $ouw Lee suda" cukup. la mengerti ba"wa dirinya diuji
maka segera dia mengumpulkan semangatnya memaksa diri diam agar
"awa di tubu"nya jangan bergerak.
Lian &u Tojin mendapat kenyataan dari rabaan tangannya pada pundak anak
itu ba"wa memang anak itu kosong tubu"nya tidak memiliki tenaga dalam
maka lenyapla" kecurigaannya ba"wa cucu!cucu muridnya robo" ole"
penggunaan tenaga dalam yang luar biasa. la tertawa sambil melepaskan
tangannya.
"-a kau tidak apa!apa tidak terluka. &eng $an sekarang ceritakan apa
ke"endakmu datang ke -oa!san mencari pinto."
"Teecu datang membawa sepucuk surat dari sa"abat lama Totiang. 'nila"
suratnya." &eng $an menyera"kan surat tulisan Lo!tong $ouw Lee dengan
meng!ucapkan kata!kata seperti yang dipesan ole" kakek itu. Memang kakek
tua itu memesan kepadanya agar jangan mengucapkan namanya di depan
Lian &u Tojin.
Lian &u Tojin tersenyum dan menerima surat itu. /antung kakek ketua -oa!
san!pai ini berdetak keras ketika dia melirik ke ara" nama pengirim surat itu
akan tetapi kekuatan batinnya yang suda" tinggi itu membuat waja"nya
tetap tersenyum sama sekali tidak memperli"atkan keadaan "atinya. $iapa
orangnya tidak akan berdetak keras jantungnya ketika membaca nama Lo!
tong $ouw Lee, 2ama besar $ouw Lee dikenal ole" semua orang kang!ouw
setela" perbuatannya yang menggemparkan yaitu setela" dia mencuri
sepasang pedang Liong!cu $iang!kiam yang diperebutkan ole" seluru" orang
gaga" di dunia persilatan. )ia sendiri sebagai ketua -oa!san!pai tentu saja
merasa malu untuk ikut memperebutkan senjata pusaka lain orang apalagi
dengan $ouw Lee dia da"ulu waktu mudanya perna" menjadi sa"abat yang
amat baik. )engan tenang Lian &u Tojin membaca surat itu. )i dalam
suratnya itu Lo!tong $ouw Lee minta pertolongan ketua -oa!san!pai agar
suka melindungi &eng $an daripada ancaman maraba"aya.
"(nak ini yatim piatu" tulis Lo!tong $ouw Lee "aku amat kasi"an dan suka
kepadanya. Mungkin karena kenal denganku jiwanya terancam ole" orang!
orang ja"at. -arap kaulindungi dia sampai saat aku mati dan dia terbebas
dari ancaman orang yang "endak memaksanya membawa mereka
kepadaku."
Lian &u Tojin mengangguk!angguk. la mengerti akan maksud Lo!tong $ouw
Lee. (gaknya anak ini dikasi"i kakek itu dan karena anak ini berkenalan
dengan $ouw #ian Lee sangat bole" jadi orang!orang kang!ouw akan
menculiknya dan memaksanya menunjukkan di mana tempat sembunyi Lo!
tong $ouw Lee.
189
Raja Pedang
"&eng $an suda" lamaka" kau kenal dengan penulis surat ini," tanyanya
sambil menyimpan surat itu ke dalam saku juba"nya.
"&elum lama Totiang baru beberapa bulan" jawab &eng $an sejujurnya.
"/adi kau tidak ta"u tempatnya ya, &agus kau tidak ta"u tempatnya" kata
ketua -oa!san!pai ini membuat &eng $an ter"eran!"eran. (kan tetapi anak
yang cerdik ini segera maklum akan maksud Lian &u Tojin. Tentu kakek ini
memperingatkan kepadanya agar supaya dia tidak mengaku ta"u tempat
sembunyi Lo!tong $ouw Lee kepada siapapun juga. Maka dia mengangguk
dan menundukkan mukanya.
"(pa kau suka belajar silat, #uli"at kau berbakat untuk belajar ilmu silat. #au
bole" belajar dari para tosu murid!murid pinto."
&eng $an berpikir. (pa artinya mempelajari ilmu silat lain, 'lmu!ilmu yang
suda" dia "a1alkan pun belum matang dia lati". Pula kalau dia belajar ilmu
silat -oa!san!pai berarti dia menjadi murid -oa!san!pai dan ada ba"ayanya
akan diketa"ui orang ra"asianya apabila dia bergerak dalam bermain silat.
"Teecu lebi" senang mempelajari ujar!ujar kuno dan 3lsa1at!3lsa1at dalam "al
ini mo"on petunjuk Totiang."
Lian &u Tojin menggerak!gerakkan alisnya saking "erannya. )i mana di dunia
ini ada seorang anak belasan ta"un umurnya ingin mempelajari 3lsa1at
kebatinan,
"Perna"ka" " kau mempelajari kebatinan," tanyanya.
"Teecu perna" bekerja sebagai kacung di dalam kelenteng besar dan para
losu"u yang baik dari kelenteng itu kadang!kadang mengajar teecu membaca
kitab!kltab kuno."
*&agus kaiau begitu. &eng $an mulai sekarang kau kusera"i tugas menjaga
kebersi"an pondok pinto dan di waktu senggang kau bole" mempelajari
3lsa1at tentang (gama To."
&eng $an menjatu"kan diri berlutut dan meng"aturkan terima kasi". Lian &u
Tojin mengangguk!angguk dan mengajak anak itu memasuki pondoknya
untuk memberi petunjuk tentang tugas pekerjaannya. #etika &eng $an
bangkit berdiri dia menole" ke ara" #wa -ong dan tersenyum rama". Tidak
terlupa ole"nya betapa tadi #wa -ong membelanya ketika dia dipukuli dua
orang jago cilik murid -oa!san!pai itu. /uga dia mengerling manis ke ara"
T"io &wee yang tadi pun berusa"a mencega" T"io #i. (kan tetapi dia meli"at
betapa dua pasang mata jago cilik itu memandang kepadanya penu"
kebencian.
? ? ?
$atu bulan sesuda" &eng $an bekerja di -oa!san. la bekerja rajin tidak saja
menjaga bersi" pondok tempat kediaman ketua -oa!san!pai juga taman
bunga menjadi bersi" dan terjaga baik setela" &eng $an berada di situ. $atu!
satunya "al yang membuat dia sering kali merasa tersiksa adala" sikap T"io
#i dan #ui Lok. )ua orang anak ini masi" saja benci kepadanya dan setiap
kali terdapat kesempatan pasti kedua orang anak ini mengejeknya memaki
dan menyebutnya jembel busuk setan cilik dan lain!lain. T"io &wee yang
pendiam tak perna" berterang meng"inanya akan tetapi pandang mata anak
perempuan ini pun selalu dingin dan selalu meng"indarinya seakan!akan
memandang renda".
-anya #wa -ong yang tidak beruba" sikapnya. (nak perempuan ini tetap
galak linca" dan suka menggoda seperti dulu akan tetapi sama sekali tidak
190
Raja Pedang
perna" meng"inanya. -anya kadang!kadang kalau bertemu #wa -ong suka
menggoda.
*-e bunglon. 5oba perli"atkan muka "ijau!" $ambil tertawa!tawa atau
kadang!kadang berkata "&unglon suda" lama tak perna" meli"at muka
"itammu!"
&eng $an "anya tertawa saja kalau digoda ole" #wa -ong akan tetapi
sekarang dia tidak berani lagi memaki "kuntilanak" setela" ta"u ba"wa anak
ini adala" cucu murid terkasi" dari Lian &u Tojin. Ter"adap #ui Lok dan T"io #i
pun &eng $an bersikap sabar sekali. $uda" beberapa kali dua orang anak ini
sengaja mencari!cari dan menantangnya namun &eng $an tidak mau
melayaninya.
Pada suatu "ari menjelang senja karena pekerjaannya suda" "abis &eng
$an memasuki taman dengan maksud untuk beristira"at. la meli"at empat
orang anak itu sedang giat berlati" silat. &iasanya kalau mereka berlati" silat
dia "anya meli"at dari /au" saja sama sekali tidak tertarik karena dia ta"u
ba"wa kepandaian mereka itu sama sekali tidak ada artinya. $elama
beberapa bulan ini setela" lati"an!lati"an yang dia lakukan makin matang
dia merasa betapa muda" dia menguasai "awa dan tenaga dalam tubu" dan
amat muda"nya dia mainkan ilmu!ilmu silat yang suda" dia pelajari.
Terutama sekali 'm!yang $in!kiam!sut dapat dia mainkan dengan muda" dan
tepat. Penggunaan tenaga dalam dapat dia atur seke"endak "atinya. $emua
ini adala" "asil dari lati"an!lati"an napas dan samad"i seperti yang diajarkan
ole" Lo!tong $ouw Lee. )engan pandang matanya yang suda" tajam berkat
tenaga dalamnya &eng $an dapat meli"at betapa gerakan empat orang anak
itu amat lema" dasarnya dan sunggu"pun ilmu silat mereka inda"
dipandang terutama ilmu pedangnya namun dia anggap tidak ada gunanya
dalam pertandingan.
#arena dia suda" memasuki taman &eng $an tidak mau keluar lagi dan
mala" duduk di atas sebua" batu "itam dekat kolam ikan menonton mereka
yang bersilat. Pada saat itu #wa -ong sedang bermain pedang. $ekali lirik
saja gadis cilik ini meli"at kedatangan &eng $an dan ane" sekali mendadak
timbul di dalam pikirannya untuk bersilat lebi" "ebat. la mempercepat
gerakannya se"ingga tubu"nya yang berpakaian mera" itu melayang ke sana
ke mari merupakan bayangan mera" diselingi berkelebatnya pedangnya
yang bergerak menyambar!nyambar. $etela" ia ber"enti bersilat tiga orang
kawannya bertepuk tangan memuji. &eng $an tak terasa lagi juga ikut
bertepuk tangan karena "arus dia akui ba"wa permainan #wa -ong itu betul!
betul inda" dipandang. #wa -ong menole" ke ara" &eng $an dan matanya
berseri gembira akan tetapi #ui Lok dan T"io #i melirik ke ara" kacung itu
sambil berjebi mengejek.
")ia ta"u apa tentang ilmu silat," kata #ui Lok.
"$eperti monyet saja. 9rang lain bertepuk dia ikut bertepuk" sambung T"io
#i.
)ia memuji aku apa sala"nya," #wa -ong berkata agak mara". )ua orang
anak laki!laki itu segera diam dan tidak mau mencela &eng $an lagi.
$ementara itu T"io &wee suda" meloncat maju dan bersilat pedang pula.
(gaknya seperti juga #wa -ong atau semua anak perempuan T"io &wee
tidak terluput daripada si1at ingin dipuji. Pujian yang ia terima dari tiga orang
kawannya suda" membosankan "atinya sekarang terdapat &eng $an di situ
yang suda" memuji #wa -ong tentu saja ia pun ingin memancing pujian.
191
Raja Pedang
)iam!diam &eng $an memper"atikan. )alam gerakan!gerakan ilmu pedang
-oa!san!pai itu ternyata #wa -ong jau" lebi" ma"ir lebi" cepat dan lebi"
ringan gerakannya. (kan tetapi dalam gerakan menyerang "arus dia akui
ba"wa T"io &wee ini lebi" kuat lebi" ganas dan lebi" berba"aya. $etela"
T"io &wee selesai bermain pedang kembali &eng $an tanpa ragu!ragu ikut
memuji mala" berkata "&agus...... bagus.....!"
Mendadak terdengar suara pujian lain "&agus bagus 2ona!nona kecil yang
manisD."
#etika anak!anak itu menengok mereka meli"at seorang laki!laki yang
berpakaian inda" berjalan meng"ampiri tempat itu sambil tersenyum!
senyum. #emudian sebelum anak!anak itu dapat menduga apa yang akan
terjadi laki!laki ini suda" meloncat ke depan dan sekali sambar saja dia
suda" menangkap #wa -ong dan T"io &wee dengan kedua tangannya dan
mengempit pinggang dua orang anak perempuan itu. #wa -ong dan T"io
&wee tentu saja tidak tinggal diam. Mereka berusa"a untuk meronta dan
memberontak namun percuma dalam kempitan yang amat kuat dari laki!
laki itu mereka tidak mampu melepaskan diri. #ui Lok dan T"io #i suda"
dapat mengatasi kekagetan "ati mereka. )engan mara" mereka mencabut
pedang dan menerjang maju.
"Penja"at busuk lepaskan mereka bentak dua orang anak ini sambil
menyerang dengan pedang.
Laki!laki itu tertawa bergelak kedua kakinya bergerak cepat melakukan
tendangan berantai dan tubu" #ui Lok dan T"io #i terlempar pedang mereka
terlepas dan pegangan. $ambil tertawa!tawa orang itu lalu keluar dari taman
dengan langka" yang amat cepat. )ua orang gadis cilik itu tetap meronta!
ronta di dalam kempitannya. $ebentar saja laki!laki itu lenyap dari situ
meninggalkan #ui Lok dan T"io #i yang meringis dan mengelu" kesakitan
ketika mereka merayap bangun. &eng $an suda" tidak keli"atan lagi
bayangannya enta" kemana perginya anak itu. 2amun tentu saja #ui Lok
dan T"io #i tidak menaru" per"atian ter"adap &eng $an sebaliknya mereka
lalu dengan waja" pucat berlari!lari memasuki pondok Lian &u Tojin untuk
melaporkan tentang penculikan itu.
)apat dibayangkan betapa kaget "ati Lian &u Tojin dan terutama sekali $ian
-wa. *&agaimana macamnya orang itu" tanya Lian &u Tojin sementara itu
$ian -wa suda" berkelebat keluar untuk melakukan pengejaran.
)ia laki!laki pakaiannya inda".....* kata T"io #i yang masi" gugup dan pucat.
"Masi" muda waja"nya tampan pesolek dan tersenyum!senyum,"
#etika #ui Lok dan T"io #i membenarkan ta"ula" Lian &u Tojin ba"wa
penculik dua orang muda cucu muridnya itu bukan lain adala" orang muda
yang perna" mengganggu $ian -wa dan yang mengaku bernama $ouw #ian
&i. (" berba"aya kalau dibiarkan $ian -wa mengejar sendiri pikirnya. #akek
ini suda" maklum akan keli"aian orang s"e $ouw itu maka terpaksa dia lalu
bangkit dari tempat duduknya dan segera melakukan pengejaran sendiri
bukan saja untuk merampas kembali dua orang cucu murid!nya juga untuk
menjaga keselamatan $ian -wa. #etika kakek ini turun dari puncak dia
meli"at beberapa orang muridnya yaitu para tosu yang berjaga suda"
menggeletak karena tertotok orang jalan dara"nya. 'ni membuktikan ba"wa
orang s"e $ouw itu memasuki -oa!san!pai dengan menggunakan kekerasan.
)ugaan Lian &u Tojin memang tidak keliru. Laki!laki yang menculik #wa -ong
dan T"io &wee itu memang bukan lain orang adala" orang yang perna"
192
Raja Pedang
mengganggu $ian -wa dan mengaku bernama $ouw #ian &i. $iapaka" dia
ini,
$ouw #ian &i bukanla" orang sembarangan. )ia ini sebetulnya seorang
putera pangeran bangsa Mongol yang selain tinggi ilmu silatnya juga amat
nakal. )engan mempergunakan kekuasaannya sebagai putera pangeran
ditamba" dengan kepandaiannya yang tinggi anak bangsawan yang
menggunakan nama -an yaitu $ouw #ian &i ini mengumbar na1sunya. )ia
seorang pemuda "idung belang terkenal suka mengganggu anak isteri orang
lain. 0nta" berapa banyaknya keonaran dia sebabkan dan enta" berapa
banyak anak!anak dan isteri orang lain dia ganggu. (kan tetapi siapa berani
menentangnya, (ndaikata ada yang tidak takut meng"adapi kedudukannya
setidaknya orang akan segan bermusu"an dengan putera pangeran yang
tinggi ilmu silatnya ini.
(ya"nya seorang bangsawan Mongol tentu saja mendengar tentang sepak
terjang puteranya yang amat tercela itu. Maka dia lalu memanggil $ouw #ian
&i memaki!makinya "abis!"abisan kemudian untuk menjaga kebersi"an
nama keluarganya dia memerinta"kan $ouw #ian &i untuk ikut bekerja guna
pemerinta". #arena $ouw #ian &i pandai silat rnaka dia lalu diberi tugas
untuk membantu pemerinta" dalam membasmi pemberontak!pemberontak
terutama sekali dalam usa"anya membasmi Pek!lian!pai.
'nila" sebabnya mengapa $ouw #ian &i sampai tiba di daera" -oa!san
daera" yang dianggap menjadi tempat persembunyian sebagian daripada
para pemberontak Pek!lian!pai. (kan tetapi dasar pemuda bermoral renda"
di samping menjalankan tugasnya memimpin pasukan besar untuk
menumpas pemberontak $ouw #ian &i tak perna" melupakan
kesenangannya. )i mana!mana terutama di desa!desa dia menggunakan
kekuasaannya untuk menculik wanita!wanita cantik. (k"irnya seperti tela"
dituturkan di bagian depan dia bertemu dengan Liem $ian -wa. #ecantikan
jago muda -oa!san!pai ini membangkitkan semangatnya dan biarpun dia
tela" diusir ole" Lian &u Tojin namun "atinya masi" penasaran kalau dia
belum bisa berkenalan dengan $ian -wa. $elain ini juga rombongannya
menaru" curiga ter"adap -oa!san!pai dengan adanya kenyataan ba"wa
beberapa pasukan Mongol tela" di"ancurkan dan tewas di daera" ini. Maka
sambil melakukan penyelidikan akan keadaan -oa!san!pai $ouw #ian &i
sekalian mencari kesempatan untuk mendapatkan diri Liem $ian -wa!
#etika memasuki taman -oa!san!pai dan meli"at #wa -ong dan T"io &wee
timbul pikiran $ouw #ian &i untuk memancing keluar $ian -wa. #alau bukan
untuk akal ini kiranya dia takkan mau menculik dua orang boca" perempuan
itu. $ouw #ian &i memang tinggi kepandaiannya maka biarpun dua orang
boca" itu suda" mempelajari ilmu silat di dalam kempitan kedua tangannya
mereka tidak berdaya. )i samping ini $ouw #ian &i masi" mampu berjalan
dengan cepat sekali turun dari puncak melalui sebela" utara. 5epat dia
meloncati jurang!jurang mendaki batu!batu nampak tubu"nya ringan dan
enak saja melalui jalan yang sukar itu. #etika suda" jau" dia berlari dan
menengok ke belakang dari jau" dia meli"at bayangan seorang anak kecil
melakukan pengejaran.
"-emmm suda" kutendang masi" berani mengejar," $ouw #ian &i berpikir
penasaran. la melepaskan T"io &wee dan cepat menotok jalan dara" anak ini
se!"ingga menggeletak tak dapat bergerak lagi. Tangan kanannya yang kini
bebas merogo" saku mengeluarkan sebua" pelor besi. la menanti sampai
193
Raja Pedang
bayangan anak yang mengejar itu agak dekat lalu menyambit. /elas sekali
sambitannya ini tepat mengenai sasaran karena anak itu robo" terguling.
$ambil tertawa!tawa $ouw #ian &i mengempit lagi tubu" T"io &wee dengan
tangan kanannya lalu melanjutkan larinya. $iapaka" boca" yang dia sambit
tadi, &ukan lain adala" &eng $an! &eng $an yang pada saat $ouw #ian &i
menculik #wa -ong dan T"io &wee berada pula di taman diam!diam
melakukan pengejaran. &iarpun jalan itu sukar sekali namun bagi &eng $an
yang sekarang bukan &eng $an da"ulu lagi suda" memiliki ilmu kepandaian
yang amat tinggi bukanla" merupakan jalan yang sukar. (kan tetapi dia
sengaja tidak mau menyusul #ian &i "anya mengikuti dari jau" untuk
meli"at ke mana dibawanya dua orang anak perempuan itu. la me!mang
bermaksud menolong #wa -ong dan T"io &wee akan tetapi secara diam!
diam agar jangan diketa"ui orang ba"wa dia seorang yang memiliki
kepandaian.
#etika $ouw #ian &i menyerang dengan pelor baja yang disambitkan tentu
saja &eng $an dapat meli"at jelas datangnya pelor. )engan muda"
tangannya me!nyambar menangkap pelor itu akan tetapi dia pura!pura
menggulingkan tubu", agar jangan dicurigai lawan. &enar saja #ian &i
terpedaya dan mengira dia robo" binasa tidak memeriksa lebi" lanjut.
$etela" #ian &i melanjutkan larinya &eng $an mengejar lagi kini ber"ati!"ati
sekali agar jangan keli"atan ole" orang yang dikejarnya.
#urang lebi" dua pulu" li /au"nya #ian &i membawa lari dua orang anak
perempuan itu. (k"irnya dia tiba di sebua" "utan yang berada di kaki
.unung -oa!san sebela" utara. )alam "utan ini terdapat perkema"an yang
besar dan terjaga kuat ole" tentara Mongol. )i tenga"!tenga" berkibar
bendera Mongol yang ditandai gambar naga "itam. Para penjaga tertawa
ketika meli"at putera pangeran ini datang menggondol dua orang boca"
perempuan yang mungil!mungil.
"(du" $ouw!kongcu kau mendapatkan dua tangkai bunga yang belum
mekar, $ayang bunga!bunga masi" kuncup dipetik" demikian komentar
seorang kepala jaga.
"-us" diam kau, #au ta"u apa," $ouw #ian &i membentak akan tetapi
mulutnya tersenyum sambil menurunkan #wa -ong dan menotoknya pula.
"2i" kaubawa dua orang boca" mungil ini ke kamar di kema"ku jaga baik!
baik jangan sampai lari atau ada yang menolongnya. (ku menggunakan
mereka untuk memancing datangnya seseorang yang kunanti!nanti. (was
penjagaan "arus diperkuat di sebela" depan. $ebela" belakang bole" kalian
kosongkan karena takkan mungkin boca"!boca" itu lari melalui jalan
belakang yang penu" dengan rawa."
$etela" menyera"kan dua orang anak itu kepada penjaga yang segera
membawa mereka ke tempat yang dimaksud $ouw #ian &i memasuki
perkema"an terbesar di mana berkumpul beberapa orang panglima dan
toko"!toko" penting dalam usa"a pembasmian Pek!lian!pai. $ementara itu
"ari tela" menjadi gelap karena senja lewat terganti malam. )i dalam kema"
terbesar itu dipasangi penerangan yang besar pula terjaga kuat!kuat ole"
belasan orang serdadu di sekelilingnya.
$ouw #ian &i memasuki kema" itu dari depan langsung menuju ke dalam di
mana terdapat ruangan yang lebar dan di sini berkumpul lima orang
mengelilingi sebua" meja. -idangan arak dan makanan nampak mengebul di
atas meja dilayani ole" wanita!wanita cantik. #etika #ian &i masuk orang!
194
Raja Pedang
orang itu segera berdiri dari tempat duduk masing!masing kecuali seorang
laki!laki tinggi besar bermuka "itam berkepala gundul dan berpakaian seperti
seorang "wesio. -wesio tinggi besar ini acu" tak acu" mala" ketika #ian &i
memasuki ruangan dia segera menyumpit sepotong daging besar dan
dimasukkannya ke dalam mulut terus dikunya" sambil mengeluarkan suara
seperti babi makan. )i dekat bangkunya bersandar sebua" dayung pera"u
yang amat besar terbuat dari logam "itam kebiruan. ;sia "wesio ini tentu
tidak kurang dari lima pulu" ta"un mungkin suda" enam pulu" akan tetapi
tubu"nya masi" tetap tegap kuat kepalanya yang licin belum nampak puti"
sepasang matanya lebar bundar seperti mata kerbau. (dapun empat orang
yang lain adala" panglima!panglima Mongol yang bertugas mengadakan
"pembersi"an" di daera" ini ter"adap para pemberontak terutama orang!
orang Pek!lian!pai.
"$ouw!kongcu baru datang," kata seorang diantara para panglima. "$ilakan
duduk. #ebetulan sekali sambil makan!makan kami sedang berunding
dengan Lo!su"u untuk mengambil sikap ter"adap -oa!san!pai."
-wesio tinggi besar itu melink ke ara" $ouw #ian &i lalu mengeluarkan suara
melalui "idung seperti orang mengejek kemudian disusul suaranya yang
kasar parau dan keras "$ouw!kongcu selalu pergi mencari kesenangan
dengan perempuan. #alau berlarut!larut tugas bisa kacau kese"atan rusak
dan menurun. #au tersesat #ongcu."
$ouw #ian &i tertawa bergelak sambil meng"empaskan tubu"nya di atas
sebua" kursi yang ber"adapan dengan "wesio itu. )engan lagak gembira dia
menerima sebua" cawan arak yang di"idangkan ole" seorang nona pelayan
manis sambil mencolek pipi pelayan itu kemudian dia berkata.
"Losu"u dalam bersenang saya tak perna" melupakan tugas. #ali ini saya
ber"asil membawa dua orang cucu murid -oa!san!pai perlu untuk
memancing datangnya orang!orang -oa!san!pai dan meli"at bagaimana
sikap mereka ter"adap kita dan Pek!lian!pai." la lalu menjelaskan rnaksudnya
yang merupakan siasat untuk menjau"kan -oa!san!pai dari para
pemberontak itu.
"&agus sekali #ongcu!" $eorang komandan berseru girang memuji akal
putera pangeran ini. /uga "wesio itu mengangguk!angguk akan tetapi karena
otak!nya tidak biasa berpikir tentang "al yang ruwet!ruwet dia lalu minum
araknya dengan la"ap.
$iapaka" "wesio tua ini, )ia bukan lain adala" Tai!lek!sin $wi Lek -osiang
seorang toko" besar dari timur yang berilmu tinggi. $eperti juga para toko"
kang!ouw yang besar misalnya -ek!"wa #ui!bo $ong!bun!kwi dan $iauw!
ong!kwi juga seperti yang lain dia ingin mendapatkan Liong!cu $iang!kiam.
&egitu turun dari pertapaannya dia bertemu dengan anak perempuan yang
menangisi mayat T"io $ian toko" Pek!lian!pai kemudian "wesio ini yang
tertarik ole" bakat baik dalam diri anak perempuan itu lalu membawa pergi
anak itu bersama mayat T"io $ian. (nak itu bernama T"io 0ng puteri tunggal
T"io $ian yang semenjak saat itu ia jadikan muridnya. -al ini suda"
dituturkan di bagian depan yaitu ketika kakek "wesio yang membawa lari
T"io 0ng ini dili"at ole" #un!lun $am!"engte.
Tai!lek!sin $wi Lek -osiang adala" seorang sakti akan tetapi dia amat jujur
dan muda" sekali di"asut atau dibujuk orang. (k"irnya dia bertemu dengan
putera pangeran yang bernama $ouw #ian &i ini. $ouw #ian &i yang amat
licin dan cerdik segera dapat membujuk $wi Lek -osiang untuk
195
Raja Pedang
membantunya. Memang sebelumnya dia suda" mengenal $wi Lek -osiang
yang da"ulu adala" seorang sa"abat dari pamannya yaitu Lo!tong $ouw Lee.
Tentu pembaca masi" ingat kepada Lo!tong $ouw Lee pencuri pedang Liong!
cu $iang!kiam itu. Memang $ouw Lee bukanla" orang biasa melainkan dia
juga seorang bangsawan Mongol yang sakti dan yang tidak suka meli"at
kelakuan bangsanya menindas orang!orang -an. 9le" karena itu $ouw Lee
mencuri sepasang pedang Liong!cu $iang!kiam dan melarikan diri.
)alam percakapan ketika keduanya bertemu $ouw #ian &i dengan cerdik
menjanjikan bantuan kepada Tai!lek!sin $wi Lek -osiang untuk mencari $ouw
Lee yang masi" ter"itung saudara kakeknya mala" memberi janji ba"wa
kelak akan memberi kedudukan tinggi kepada $wi Lek -osiang di depan
kaisar. -wesio yang jujur tetapi kurang cerdik ini masuk dalam perangkap
apalagi ketika diceritakan tentang adanya pemberontakan!pem!berontakan
yang ja"at dan yang mengacau rakyat "wesio ini serta merta menjanjikan
bantuannya.
)emikianla" sebab!sebabnya mengapa orang sakti ini sekarang berada di
dekat $ouw #ian &i untuk membantu pemerinta" Mongol menindas para
pemberontak. ;ntuk keperluan ini $wi Lek -osiang ikut pergi ke -oa!san di
mana banyak tentara Mongol tela" menjadi korban gempuran orang!orang
Pek!lian!pai. T"io 0ng yang suda" menjadi muridnya dia titipkan pada sebua"
kelenteng di kota Tiong #wan.
"4ang berba"aya adala" Lian &u Tojin" kata $ouw #ian &i sambil mengerling
ke ara" "wesio yang maNi" la"ap makan daging dan arak itu. "-oa!san $ie!
eng si" muda" untuk meng"adapinya #etua -oa!san!pai itula" yang
nnembikin k"awatir dia li"ai sekali....."
"-emmm berapa si" kuatnya Lian &u Tojin, Tosu bau itu kalau betul
memi"ak pemberontak dan mengacau biar pinceng 6aku7 lawannya!" $uara
Tai!lek!si $wi Lek -osiang mengguntur.
"$aya bukan kurang percaya akan kepandaian Losu"u akan tetapi tosu tua
itu tak bole" dipandang sebela" mata. Pedang pusakaku sekali bertemu
dengan tongkat bambunya pata" menjadi dua. <a" bukan main li"ainya
dia!" $ouw #ian &i berkata memperli"atkan sikap kek"awatiran besar. )ia
cerdik sekali kata!kata dan sikapnya ini sengaja mem!bakar "ati kakek yang
jujur dan polos itu.
"$uru" dia datang! $uru" ketua -oasan!pai datang! Pinceng "endak meli"at
sampai dimana keli"aiannya!" $uara "wesio itu makin keras.
Tiba!tiba terdengar suara dari luar kema" "Tai!lek!sin tak perlu kau
berteriak!teriak pinto 6aku7 suda" datang!" $uara ini liri" dan "alus akan
tetapi terdengar dari dalam seola"!ola" yang bicara berada di dalam ruangan
itu.
"2a" itu dia -oa!san!pai ciangbujin 6ketua7" bisik $ouw #ian &i kini benar!
benar dia ketakutan karena orang suda" bisa berada di luar kema" tanpa
diketa"ui para penjaga itu saja suda" membuktikan betapa li"ainya orang
yang datang ini.
Tak!lek!sin $wi Lek -osiang menggerakkan tangan kirinya ke depan ke ara"
pintu tenda. (ngin pukulan menyambar dan pintu itu terbuka dengan
sendirinya. la berkata sambil tertawa.
"#etua -oa!san!paika" yang datang, -arap masuk pintu terbuka lebar!
lebar!"
196
Raja Pedang
$emua orang memandang ke pintu yang terbuka. 5uaca di luar remang!
remang karena malam "anya diterangi bintang!bintang. )engan tenang
berjalanla" kakek ketua -oa!san!pai Lian &u Tojin masuk sambil bersandar
pada tongkatnya. )i belakangnya bukan "anya Liem $ian -wa yang
mengikutinya melainkan lengkap dengan #wa Tin $iong T"io <an 't dan #ui
#eng. Ternyata, -oa!san $ie!eng suda" lengkap datang ke situ di belakang
guru mereka! &agaimana tiga orang murid -oa!san!pai itu dapat muncul di
saat itu,
-al ini adala" suatu kebetulan belaka. #etika Liem $ian -wa dan kemudian
Lian &u Tojin melakukan pengejaran ter"adap penculik #wa -ong dan T"io
&wee berlari turun dari puncak di tenga" jalan $ian -wa dapat disusul
gurunya dan pada saat itula" munculnya #wa Tin $iong T"io <an 't dan #ui
#eng yang sedang menuju ke puncak. Tiga orang ini memang bersama
datang untuk memenu"i janji dengan pi"ak #un!lun!pai yang akan datang di
-oa!san. )engan singkat mereka mendengar dari $ian -wa ba"wa #wa -ong
dan T"io &wee diculik orang maka cepat!cepat mereka lalu beramai
melakukan pengejaran. )emikianla" sekarang -oa!san $ie!eng lengkap
empat orang mengiringkan guru mereka memasuki perkema"an barisan
Mongol yang bermarkas di tempat itu.
Meli"at $ian -wa putera pangeran itu memandang penu" kasi" sayang dan
tersenyum sambil berkata "2ona $ian -wa alangka" gembira "atiku ba"wa
kau suda" sudi datang menjenguk tempat kediamanku....."
$ian -wa suda" gatal!gatal mulut "endak memaki akan tetapi ole" karena
gurunya berada di situ ia tidak berani membuka mulut menda"ului su"unya
melainkan memandang dengan mata melotot penu" kemara"an. (dapun
Lian &u Tojin ketika menyaksikan ba"wa Tai!lek!sin $wi Lek -osiang berada di
situ segera berkata.
"$iancai 6seruan pendeta7 kiranya Tai!lek!sin $wi Lek -osiang yang menjadi
agul!agul di sini. Tidak "eran jika manusia s"e $ouw ini berani bersikap
kurang ajar dan tidak memandang mata kepada -oa!san!pai....." $etela"
berkata demikian dia mendekat ke ara" "wesio tinggi besar itu dan
melanjutkan kata!katanya dengan suara beruba" keren "Tai!lek!sin kalau
kau dan teman!tennan!mu "endak memusu"i -oa!san!pai akula" orangnya
yang bertanggung jawab. #enapa manusia s"e $ouw itu kaubiarkan
mengganggu dua orang cucu muridku,"
Tai!lek!sin tertawa bergelak. "-a!"a!"a Lian &u Tojin tosu tua bangka.
Perna"ka" kau mendengar Tai!lek!sin manusia tiada guna seperti aku ini
mengotorkan tangan mencampuri dunia, -anya karena penja"at!penja"at
meraja!lela pemberontak!pemberontak macam Pek!lian!pai mengotori
suasana dan mengganggu rakyat dan pemerinta" terpaksa pinceng turun
tangan. -oa!san!pai selamanya memiliki nama bersi" sayang sekali
sekarang bersekongkol dengan Pek!lian!pai terpaksa pinceng tidak dapat
menyala"kan $ouw!kongcu mengganggu cucu murid -oa!san!pai!"
Lian &u Tojin merasa dadanya panas sekali akan tetapi kakek ini masi" dapat
menyabarkan "ati suaranya tetap lema" lembut ketika dia berkata.
"&agus sekali sikapmu "wesio! $uda" terang!terangan ba"wa kau menjadi
begundal pemerinta" "al itu bukanla" urusan pinto. Tersera" siapa saja yang
akan menjadi penjilat. (kan tetapi tudu"anmu ba"wa -oa!san!pai
bersekongkol dengan Pek!lian!pai sunggu" tak berdasar samat sekali.
197
Raja Pedang
$elamanya -oa!san!pai tak perna" sudi bersekongkol dengan siapa saja
apalagi dengan Pek!lian!pai....."
"Pitna" bo"ong!" tiba!tiba $ian -wa tak dapat mena"an kemara"annya. "Pek!
lian!pai ba"kan memusu"iku membunu" aya"ku....."
"$ian -wa diamla" kau." Lian &u Tojin mencela muridnya yang segera diam
dengan muka mera".
"Pinceng tidak ta"u urusannya akan tetapi kalau "endak jelas biarla" $ouw!
kongcu yang menerangkan." -wesio itu kembali meng"adapi "idangan di
atas meja makan minum tanpa pedulikan lagi orang!orang lain yang berada
di situ. Para tamu itu kini meng"adapi $ouw #ian &i yang berdiri sambil
tersenyum tenang.
"Totiang aku "anya membawa dua orang anak cucu muridmu main!main di
tempat kami yang inda" ini dan kalian pi"ak -oa!san!pai suda" menyerbu
datang dan mengatakan aku ja"at. $ebaliknya -oa!san!pai bersekongkol
dengan Pek!lian!pai para pemberontak itu membunu" pulu"an ba"kan
ratusan orang tentara pemerinta" yang bertugas menjaga keamanan.
Manaka" yang lebi" ja"at dan keji,"
"9rang s"e $ouw tutup mulutmu yang busuk sebelum aku paksa kau
menutupnya!" tiba!tiba T"io <an 't yang terkenall berangasan membentak.
"#ami dari -oa!san!pai tak perna" bersekongkol dengan Pek!lian!pai!"
$ouw #ian &i memandang sambil tersenyum mengejek "-emmm kiranya
tidak akan semuda" kau membuka mulut untuk dapat menutup mulutku
$obat. $ekarang dengarla" dulu. &anyak pasukan tentara pemerinta"
terjebak dan tewas di kaki .unung -oa!sa" di sekitar daera" yang dikuasai
-oa!san!pai. #alau bukan kalian orang!orang -oa!san!pai bersekongkol
dengan Pek!lian!pai mana dapat terjadi "al itu,"
"#au bole" mengoce" dan berkata apa saja pokoknya kami tak perna"
ber"u!bungan dengan Pek!lian!pai. Pendeknya lekas kaubebaskan puteriku
kalau ti!dak....." kata T"io <an 't yang merasa k"awatir sekali atas nasib
anaknya T"io &wee.
"&etul bebaskan anak!anak kami jangan bersikap pengecut. ;rusan bole"
diurus kalau perlu di ujung pedang tapi jangan mengganggu anak!anak kecil
yang tidak ta"u apa!apa!" &aru kali ini #wa Tin $iong berkata suaranya
tenang mantap dan matanya penu" ancaman.
(kan tetapi Lian &u Tojin berpikir lain. $ekarang kakek ini mengerti ba"wa
orang s"e $ouw itu ternyata adala" seorang yang penting dalam pemerinta"
Mongol maka amatla" tidak baik kalau -oa!san!pai tersangkut dalam urusan
pemberontakan Pek!lian!pai. (ndaikata Pek!lian!pai benar!benar merupakan
perkumpulan patriotik yang bersi" tentu saja. -oa!san!pai akan senang
sekali menggabungkan diri. (kan tetapi pada waktu itu dia sendiri masi"
sangsi ter"adap Pek!lian!pai yang seola"!ola" sedang memusu"i -oa!san!pai
maka kurang baik kalau -oa!san!pai dianggap bersekongkol dengan
Perkumpulan Teratai Puti" itu. la lalu melangka" maju meng!"alangi kedua
pi"ak yang suda" panas. #alau terjadi pertempuran agaknya 3"aknya akan
mengalami kerugian pikir ketua -oa!san!pai ini. )ia sendiri mendapat lawan
berat yaitu Tai!lek!sin yang dia ta"u tentu memiliki ilmu yang tak bole"
dipandang ringan. 0mpat orang muridnya sunggu"pun bole" diandalkan
akan tetapi bagaimana kalau mereka itu dikurung dan dikeroyok ole" ratusan
orang tentara Mongol, (palagi selain $ouw #ian &i empat orang komandan
dan yang duduk di situ pun agaknya bukan orang!orang lema".
198
Raja Pedang
"Tai!lek!sin mengapa kau diam saja, (paka" sengaja kami dipancing datang
"endak diajak bertanding, (tauka" berdamai, (pa maksud kalian
memancing kami datang,"
"(ku tidak ta"u apa!apa. &icarala" dengan $ouw!kongcu" jawab "wesio itu
sambil tertawa!tawa.
&iarpun sungkan bicara dengan orang muda pesolek itu terpaksa ketua -oa!
san!pai meng"adapinya. "$audara $ouw katakanla" terang!terangan apa
yang tersembunyi di balik segala perbuatanmu ini. $uda" jelas ba"wa. kau
menculik dua orang cucu muridku dengan maksud memancing kami datang.
2a" setela" kami datang apa yang kauke"endaki,"
$ouw #ian &i tetap tersenyum!senyum. "$enang sekali bercakap!caka