Anda di halaman 1dari 24

I.

TUJUAN
1. Menentukan berat jenis zat padat berbentuk balok
2. Menentukan beat jenis zat padat yang tidak beraturan
3. Menentukan berat jenis zat cair dengan gelas ukur dan neraca teknis
4. Menentukan berat jenis zat cair dengan Neraca Mohr
5. Mengenal dan belajar mernpergunakan alat-alat yang bersangkutan
6. Melatih ketelitian dalam mengukur

II. TINJAUAN TEORI
a. Zat
Zat merupakan materi. Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki
massa. Zat menunjukkan sifat inersia dan kekenyalan. Dua zat tidak dapat menempai
ruang yang sama pada saat yang bersamaan. Kita mengenal 3 macam zat, yaitu zat ga,
zat cair, dan zat padat. Keadaan molekul dan wujud zat-zat itu dibedakan menjadi
sebagai berikut :
a) Zat gas
Letak molekulnya sangat berjauhan
Jarak antar molekul sangat jauh bila dibandingkan dengan molekul itu sendiri
Bergerak sangat bebas
Gaya tarik menarik-menarik antar molekul hamper tidak ada
Baik volum maupun bentuknya mudah berubah
Zat gas dapat mengisi seluruh ruang yang ada.

b) Zat Cair
Letak molekulnya relative berdekatan dibanding gas, tetap lebih jauh dari pada
zat padat
Gerakan molekul cukup bebas
Molekul zat cair berpindah tempat, tetapi tidak mudah meninggalkan
kelompoknya karena masih terdapat gaya tarik menarik
Bentuknya mudah berubah, tetapi volumnya tetap.

c) Zat Padat
Letak molekulnya sangat berdekatan dan teratur
Gaya tarik menarik antarmolekul sangat kuat sehingga gerakan molekul tidak
bebas
Gerakan molekul zat padat hanya terbatas, bergetar dan berputar di tempat saja
Molekul-molekulnya tidak mudah dipisahkan sehingga bentuknya selalu tetap,
tidak berubah.

b. Pengertian Massa Jenis
Massa Jenis berbeda dengan Massa, untuk menghitung massa jenis suatu benda
adalah dengan membandingkan total massa dengan total volume. Suatu benda atau zat
yang memiliki Massa Jenis lebih kecil akan memiliki Volume lebih besar dibandingkan
zat dengan Massa yang lebih besar. Sebagai contoh adalah air dan minyak, karena
Massa jenis minyak lebih kecil daripada massa jenis air sehingga minyak akan selalu
berada diatas air apabila kita campur dalam satu wadah. Massa jenis adalah pengukuran
massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka
semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa jenis rata-rata setiap benda
merupakan total massa dibagi dengan total volumenya. Sebuah benda yang memiliki
massa jenis lebih tinggi (misalnya besi) akan memiliki volume yang lebih rendah
daripada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air).
Satuan SI massa jenis adalah kilogram per meter kubik (kg.m
-3
) Massa jenis berfungsi
untuk menentukan zat. Setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda. Dan satu zat
berapapun massanya berapapun volumenya akan memiliki massa jenis yang sama.
Rumus untuk menentukan massa jenis adalah:


Dengan:
= massa jenis (Kg. m
-3)
m = massa (Kg)
V = Volume (m
3
)

c. Pengertian Berat Jenis
Gaya tarik gravitasi yang dikenakan bumi pada suatu benda disebut berat
benda. Berat setiap benda yang massanya diketahui dapat ditentukan dengan
perbandingan langsung bila kita mengukur berat setiap satuan masa. Berat jenis pada
sebuah benda adalah gaya yang bekerja pada benda itu karena pengaruh faktor gravitasi
bumi dan gaya massa benda. Berat jenis zat cair adalah perbandingan suatu materi
sekaligus harga mutlak zat-zat ringan dari air. Dalam mengukur suatu berat jenis suatu
benda, selain faktor massa dan percepatan gravitasi, berat jenis juga bergantung pada
volumenya. Dan untuk menentukan berat jenis suatu benda terlebih dahulu harus
menemukan wujud materi benda tersebut. Berat jenis suatu zart adalah bilangan yang
menunjukkan berapa gram 1 cm3 zat itu. Berat 1cm3 satu zat dengan zat yang lain
mempunyai harga yang berlainan.
Tidak seperti massa jenis, nilai berat jenis tidak absolut (mutlak) karena
tergantung percepatan gravitasi, yang juga tergantung dari lokasi. Yang sangat
signifikan berpengaruh kepada berat jenis adalah suhu benda itu sendiri. Tekanan bisa
berpengaruh, bergantung dari banyaknya benda. Akan tetapi, secara umum, pada
tekanan yang sedang, faktor tekanan tidak sangat berpengaruh kepada nilai berat jenis
selain faktor lain.
Untuk menentukan besar berat jenis suatu zat dipergunakan persamaan sebagai
berikut :
S =


Dengan:
S = berat jenis zat (N/m
3
)
W = berat zat (N)
V = volume zat (m
3
)

d. Perbedaan Antara Massa dan Berat Jenis
Tabel 1.1 perbedaan antara massa jenis dan berat jenis
Massa Jenis Berat jenis
Banyak zat atau materi yang
terkandung dalam suatu benda
Nilainya tidak berubah (mutlak)
sebab tidak tergantung pada
gravitasi
Satuan: Kg, g
Alat ukur: neraca O Hauss,
timbangan, timbangan duduk
Besarnya gaya gravitasi bumi yang
dialami suatu benda
Nilainya dapat berubah, karena
tergantung pada gravitasi

Satuan: N, dyne, kgf, gf
Alat ukur: neraca pegas
(dinmometer)

III. ALAT DAN BAHAN
1. Neraca Teknis
2. Neraca Mohr
3. Piknometer
4. Anak timbangan
5. Air suling
6. Zat padat dan zat cair yang akan ditentukan
7. Gelas dan bangku
8. Jangka sorong

IV. PROSEDUR PERCOBAAN
A. Menentukan berat jenis zat padat berbentuk balok
1. Tebal benda diukur dengan mikrometer skrup atau jangka sorong.
2. Panjang dan lebar diukur dengan jangka sorong.
3. Benda ditimbang dengan neraca teknis.
B. Menentukan berat jenis zat cair dengan gelas ukur dan neraca
1. Gelas dalam keadaan kosong ditimbang.
2. Gelas ukur diisi dengan air sebanyak 300 ml.
3. Gelas ukur ditimbang setelah diisi zat cair.
Rumus matematis :


Keterangan:
S
c
= berat jenis zat cair (N/m
3
), W
c
= berat zat cair (N), Vol
c
= volume zat cair
(m
3
)
C. Menentukan berat jenis zat padat berbentuk tidak teratur
1. Benda tersebut digantungkan pada neraca dan tentukan beratnya.
2. Dalam keadaan tergantung seperti diatas, benda itu dimasukkan ke dalam air
suling dan tentukan berat benda dalam air.
3. Suhu air suling yang sedang dipergunakan diukur dan dicatat.
4. Dari hasil 1 dan 2 dapat ditentukan volume benda.
Rumus matematis :
W = W
udara
W
air
= F
A
=
c
. g. Vol
benda

S
benda
=
benda
udara
Vol
W

Keterangan:
W
udara
= berat benda di udara (N), W
air
= berat benda di air (N)
F
A
= gaya angkat air,
c
= masa jenis air (kg/m
3
), g = percepatan gravitasi (m/s
2
)
V
benda
= volume benda (m
3
), S
benda
= berat jenis benda (N/m
3
)
V. HASIL PENGAMATAN
Tabel 5.1 berat jenis zat padat yang berbentuk balok I
Pengukuran Tebal (cm) Panjang (cm) Lebar (cm) Massa (gr)
I 1,700 6,00 3,705 247,5
II 1,700 6,00 3,700 247,2
III 1,700 6,10 3,700 247,3
IV 1,700 6,00 3,700 247,2
V 1,700 6,00 3,700 247,2

Tabel 5.2 berat jenis zat padat yang berbentuk balok II
Pengukuran Tebal (cm) Panjang (cm) Lebar (cm) Massa (gr)
I 3,600 9,400 5,700 167
II 3,600 9,300 5,600 166
III 3,600 9,400 5,700 167
IV 3,600 9,500 5,600 166
V 3,600 9,500 5,700 167

Tabel 5.3 berat jenis zat cair
Pengukuran Massa gelas
kosong (gr)
Volume
air (ml)
Massa
gelas+air (gr)
Massa air
(gr)
I 198,2 300 479,0 280,8
II 198,0 300 479,1 281,1
III 197,7 300 478,5 280,8
IV 197,7 300 478,7 281,0
V 197,9 300 478,5 280,6

Tabel 5.3 berat jenis zat padat yang tidak beraturan
Pengu-
kuran
Massa batu
di udara (gr)
Massa batu
di air (gr)
Volume air
sebelum
dimasukkan
batu (ml)
Volume air
sesudah
dimasukkan
batu (ml)
Volume
benda
(

)
I 34,00 514,0 300 313 13
II 34,00 513,5 300 314 14
III 34,20 513,7 300 313 13
IV 33,90 513,5 300 313 13
V 33,80 513,6 300 311 11

VI. PENGOLAHAN DATA
6.1 Ralat
A. Menentukan berat jenis zat padat berbentuk balok I
1. Ralat lebar pada balok I






l =

= 0
Ralat Nisbi =

100%
=

100% = 0%
l (m)

(m) l-

(m)

(m)
0,037 0,037 0 0
0,037 0,037 0 0
0,037 0,037 0 0
0,037 0,037 0 0
0,037 0,037 0 0

= 0
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0% = 100%
2. Ralat panjang pada balok I








P =

= 2 x10
-4

Ralat Nisbi =

100%
=

100% = 0,3%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,33% = 99,67%
3. Ralat massa balok I
m (kg) (kg) m - (kg)

(kg)
0,2475 0,2477 -0,0002


0,2472 0,2477 -0,0005


0,2473 0,2477 -0,0004


0,2472 0,2477 -0,0005


0,2472 0,2477 -0,0005



P (m)

(m) P-

(m)

(m)
0,06 0,0602 -0,0002
4x10
-8

0,06 0,0602 -0,0002
4 x10
-8

0,061 0,0602 0,0008
64x10
-8

0,06 0,0602 -0,0002
4x10
-8

0,06 0,0602 -0,0002
4x10
-8


=
80x10
-8


m=

= 0,00022
Nisbi =

100%
=

100% = 0,88%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - % = 99,12%
4. Ralat tebal pada balok I
t (m)

(m) t -

(m)

(m)
0,017 0,017 0 0
0,017 0,017 0 0
0,017 0,017 0 0
0,017 0,017 0 0
0,017 0,017 0 0

=


t=

= 0
Nisbi =

100%
=

100% = 0%
B. Menentukan berat jenis zat padat berbentuk balok II
1. Ralat tebal pada balok II
t (m)

(m) t -

(m)

(m)
0,036 0,036 0 0
0,036 0,036 0 0
0,036 0,036 0 0
0,036 0,036 0 0
0,036 0,036 0 0

=


t=

= 0
Nisbi =

100%
=

100% = 0%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0% = 100%
2. Ralat panjang pada balok II








P =

= 3,74 x10
-4

Ralat Nisbi =

100%
P (m)

(m) P-

(m)

(m)
0,094 0,0942 -0,0002
4x10
-8

0,093 0,0942 -0,0012
144 x10
-8

0,094 0,0942 -0,0002
4x10
-8

0,095 0,0942 0,0008
64x10
-8

0,095 0,0942 0,0008
64x10
-8


=
280x10
-8

=

100% = 0,39%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,39% = 99,61%
3. Ralat lebar pada balok II
l (m)

(m) l -

(m)

(m)
0,057 0,0566 0,0004 1,6x10
-7

0,056 0,0566 -0,0006
3,6x10
-7

0,057 0,0566 0,0004 1,6x10
-7

0,056 0,0566 -0,0006 3,6x10
-7

0,057 0,0566 0,0004 1,6x10
-7





l =

=
Ralat Nisbi =

100%
=

100% = 0,003%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,003% = 99,997%

4. Ralat massa balok II
m (kg) (kg) m - (kg)

(kg)
0,167 0,1666 0,0004


0,166 0,1666 -0,0006


0,167 0,1666 0,0004


0,166 0,1666 -0,0006


0,167 0,1666 0,0004




m=

= 0,00006
Nisbi =

100%
=

100% = 0,03%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,03% = 99,97%
C. Menentukan berat jenis zat cair dengan gelas ukur dan neraca
1. Ralat massa gelas kosong
m (kg) (kg) m - (kg)

(kg)
0,1982 0,1979 0,0003 9 x


0,198 0,1979 0,0001 1 x


0,1977 0,1979 -0,0002 8 x


0,1977 0,1979 -0,0002 8 x


0,1979 0,1979 0 0



m=

= 0,00011
Ralat Nisbi =

100%
=

100% = 0,05 %
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,5% = 99,95%


2. Ralat massa gelas + air
m (kg) (kg) m - (kg)

(kg)
0,4790 0,47876 0,00024 5,76 x


0,4791 0,47876 0,00034 11,56 x


0,4785 0,47876 -0,00026 6,76 x


0,4787 0,47876 -0,00006 0,36 x


0,4785 0,47876 -0,00026 6,76 x

=
31,2x



m=

= 0,000124
Ralat Nisbi =

100%
=

100% = 0,025 %
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,025% = 99,975%
3. Ralat massa air
m (kg) (kg) m - (kg)

(kg)
0,2808 0,28086 -0,00006 3,6 x


0,2811 0,28086 0,00024 57,6 x


0,2808 0,28086 -0,00006 3,6 x


0,281 0,28086 0,00014 19,6 x


0,2806 0,28086 -0,00026 67,6 x



m=

= 0,000087
Ralat Nisbi =

100%
=

100% = 0,03%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - % = 99,97%
4. Ralat volume air sebelum dimasukkan batu
V (ml)


(ml)

(ml)
300
300 0 0
300 300 0 0
300 300 0 0
300 300 0 0
300 300 0 0

= 0


v =

= 0
Ralat Nisbi =

100%
=

100% = 0%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0% = 100%
D. Menentukan berat jenis zat padat yang tidak beraturan
1. Ralat massa batu di udara
m (kg) (kg) m - (kg)

(kg)
0,034 0,03398 0,00002 0,4 x


0,034 0,03398 0,00002 0,4 x


0,0342 0,03398 0,00022 48,4 x


0,0339 0,03398 -0,00008 6,4 x


0,0338 0,03398 -0,00018 32,4 x




m=

= 0,000209
Ralat Nisbi =

100%
=

100% = 0,61%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,61% = 99,39%
2. Ralat massa batu dan air
m (kg) (kg) m - (kg)

(kg)
0,514 0,5136 0,0004


0,5135 0,5136 -0,0001


0,5137 0,5136 0,0001


0,5135 0,5136 -0,0001


0,5136 0,5136 0 0




m=

= 0,000097
Ralat Nisbi =

100%
=

100% = 0,018%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,018% = 99,982%



= 88x


3. Ralat volume air setelah dimasukkan batu
v (

) (

) v - (




m=


Ralat Nisbi =

100% 1
=

100% = 0,15 %
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,15% = 99,85%
4. Ralat volume benda
v (

) (

) v - (

)
1,3x

6,4x


1,4x

6,4x


1,3x

6,4x


1,3x

6,4x


1,1x

6,4x



v=

nn
=

= 2,56x


Ralat Nisbi =

100%
=

100% = 40%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 40 % = 60%
6.2 Perhitungan
A. Menentukan Berat Jenis Zat Padat Berbentuk Balok I
Diketahui: volume balok = t
=
= 3,774 cm
3

= 3,774 x

m
3

Massa balok = 247,5 gram = 0,2475 kg
Ditanya: berat jenis balok (S) = ....?
Jawab: S =

=
g

= 6,426


Dengan cara yang sama maka diperoleh hasil :
Pengukuran
Massa
balok
(kg)
Volume
balok
(m
3
)
Berat jenis
balok
(

)
I
0,2475
37,791

9353,273
II
0,2472
37,74

9329,328
III
0,2473
38,369

9488,654
IV
0,2472
37,74

9329,328
V
0,2472
37,74

9329,328

B. Menentukan Berat Jenis Zat Padat Berbentuk Balok II
Diketahui: volume balok = t
=
= 192,89 cm
3

= 192,89 x

m
3

Massa balok = 167 gram = 0,167 kg
Ditanya: berat jenis balok (S) = ....?
Jawab: S =

=
g

= 8,4


Dengan cara yang sama maka diperoleh hasil :
Pengukuran
Massa
balok
(kg)
Volume balok
(m
3
)
Berat jenis
balok
(

)
I
0,167 192,888

0,8485


II
0,166 187,488

0,8677


III
0,167 192,888

0,8485


IV
0,166 191,52

0,8494


V
0,167 194,94

0,8395



C. Menentukan Berat Jenis Zat Cair dengan Gelas Ukur dan Neraca
Diketahui: volume air = 300 ml = 0,3 liter
= 0,3 liter = 0,3


Massa air = 280,8 gram = kg
Ditanya : berat jenis air (S) = ....?
Jawab : S =

=
g

= 9,172


Dengan cara yang sama maka diperoleh hasil :
Percobaan Massa air
(kg)
Volume air
(

)
Berat jenis air
(

)
1 0,2808

9,172


2 0,2811

9,182


3 0,2808

9,172


4 0,2810

9,179


5 0,2806

9,166



D. Menentukan berat jenis zat padat berbentuk tidak beraturan
Diketahui: volume benda = 13 ml = 0,13 liter
= 0,13 liter = 0,13


Massa batu = 34 gram = kg
Ditanya : berat jenis batu (S) = ....?
Jawab : S =

=
g


Dengan cara yang sama diperoleh hasil:
Percobaan Massa batu
(kg)
Volume batu
(

)
Berat jenis batu
(

)
1 0,034


2 0,034


3 0,0342


4 0,0339


5 0,038


6.3 Tugas
1. Hitung berat jenis zat tersebut di atas berdasarkan data-data pengamatan A
sampai D!
Lihat bagian 6.2


2. Hitung keraguan (ralat kesalahan) untuk masing-masing hasil tersebut !
Lihat bagian 6.1

3. Bandingkan hasil-hasil perhitungan berat jenis itu untuk zat-zat yang sama dan
berikan pembahasan atau penilaian!
No. Bahan
Massa jenis (kg/ m
3
)
Massa jenis hasil perhitungan (kg/m
3
)
1. Kayu 350-980 936,5 dan 850,1
2. Air 1000 9174
3. Batu 700-2600 2780

Massa jenis tidak bergantung pada jumlah zat. Berapa pun jumlah zat yang
diukur,massa jenisnya akan tetap sama. Namun setiap zat yang berbeda memiliki
massa jenis yang berbeda pula. Massa jenis menunjukkan kerapatan massa suatu
zat. Hasil perhitungan yang diperoleh tidak sesuai dengan teori.hal ini dikarenakan
kurang ketelitian saat mengukur dan keterbatasan alat yang ada di laboratorium.

VII. PEMBAHASAN
Percobaan berat jenis zat padat dan zat cair yang kami lakukan adalah mengukur
berat jenis dari benda padat yang berbentuk balok, berat jenis zat padat benda yang
berbentuk tidak beraturan, dan berat jenis zat cair dengan menggunakan gelas ukur
dan neraca. Percobaan dengan menggunakan piknometer tidak kami lakukan karena
tidak tersedianya alat tersebut saat berlangsungnya percobaan.
Dalam mengukur berat jenis berbentuk balok, data yang diperlukan untuk kita
cari adalah volume dan massa balok tersebut dimana untuk mencarib volumenya
diperlukan data panjang, lebar dan tinggi dari balok itu. Rumus yang digunakan
untuk menentukan berat jenis suatu benda padat berbentuk balok yaitu:


S = g
Pengukuran pertama yaitu penentuan berat jenis balok I. Balok I merupakan
benda padat beraturan dan pada praktikum, setelah dilakukan pengukuran sebanyak
5 kali pada tiap percobaan diperoleh rata-rata panjang, lebar,dan tebal secara
berurutan yaitu 6,02 cm, 3,7 cm, dan 1,7 cm. Setelah itu dilakukan pengukuran
terhadap massa balok I dan diperoleh massa rata-rata yaitu 247,28 gram. Untuk
menentukan berat jenis pada balok I tersebut diperlukan berat I balok dan volume
balok I. Berat balok I diperoleh dengan cara mengalikan massa balok I dengan
percepatan gravitasi (9,8 m/s
2
) dan volume balok I diperoleh dengan mengalikan
panjang, lebar, dan tebal balok I. Berat jenis balok I dapat diperoleh dengan
membandingkan antara berat balok dengan volume balok I. Hasil pengukuran berat
jenis rata-rata pada pada balok I yaitu 9,365 x 10
3
N/m
3
.
Pada pengukuran kedua yaitu penentuan berat jenis balok II. Balok II
merupakan benda padat beraturan, setelah dilakukan pengukuran sebanyak 5 kali
pada tiap percobaan diperoleh rata-rata panjang, lebar dan tebal secara berurutan
yaitu 9,42 cm, 5,66 cm dan 3,6 cm. Setelah itu dilakukan pengukuran terhadap
massa balok II dan diperoleh massa rata-rata yaitu 166,6 gram. Untuk menentukan
berat jenis pada balok II tersebut diperlukan berat balok II dan volume balok II.
Berat balok II diperoleh dengan cara mengalikan massa balok II dengan percepatan
gravitasi (9,8 m/s
2
) dan volume balok II diperoleh dengan mengalikan panjang,
lebar, dan tebal balok II. Berat jenis balok II dapat diperoleh dengan
membandingkan antara berat balok II dengan volume balok II. Hasil pengukuran
berat jenis rata-rata pada pada balok II yaitu 0,8501 x 10
3
N/m
3
.
Pada tahap ketiga dilakukan pengukuran berat jenis zat cair berupa air.
Pengukuran tersebut menggunakan gelas ukur untuk mengukur volume air dan anak
timbangan untuk menimbang massa air. Massa gelas ukur dalam keadaan kosong
diperoleh rata-ratanya sebesar 197,9 gram, dan setelah gelas ukur diisi air, rata-rata
massanya menjadi 478,76 gram. Volume air yang digunakan adalah 300 mL dan
setelah dilakukan penimbangan diperoleh massa air rata-rata sebesar 280,98 gram.
Adapun volume air tersebut di konversi terlebih dahulu, dari satuan mililiter diubah
menjadi meter kubik (m
3
) karena satuan Internasional untuk volume pada
perhitungan berat jenis adalah m
3
. Untuk perhitungan berat air diperoleh dengan cara
mengalikan massa air dengan percepatan gravitasi (9,8 m/s
2
). Berat jenis air dapat
diperoleh dengan membandingkan antara berat air dengan volume air. Hasil
pengukuran berat jenis rata-rata pada pada air yaitu 9,1742.10
3
N/m
3
.
Pada tahap keempat yang dilakukan adalah menentukan berat jenis zat padat
tidak beraturan berupa batu. Untuk mengetahui volume batu tersebut dilakukan
pengukuran menggunakan gelas ukur berisi air dan neraca pegas. Gelas ukur yang
berisi air sebanyak 300 mL, ditimbang dahulu dan diperoleh rata-rata massanya
adalah 478,76 gram. Batu digantung menggunakan neraca. Berat batu di udara yang
terbaca pada neraca dicatat, kemudian dengan posisi masih tergantung pada neraca,
batu kemudian dimasukkan ke dalam gelas ukur berisi air. Setelah itu, berat batu di
dalam air yang ditunjukkan oleh neraca dicatat lagi. Percobaan tersebut bertujuan
untuk memperoleh volume batu yang dapat dihitung menggunakan rumus gaya
angkat ke atas oleh air. Melalui perhitungan tersebut diperoleh volume batu rata-rata
sebesar 12,8 x 10
-6
m
3
. Setelah itu, untuk mengetahui berat jenis dari batu dilakukan
perhitungan dengan membandingkan berat batu dengan volume batu. Hasil yang
diperoleh yaitu 2,78 x 10
2
N/m
3
.

VIII. KESIMPULAN
1. Massa adalah banyaknya zat atau materi yang terkandung pada suatu benda
benda
2. Berat adalah gaya yang bekerja pada benda karena tarikan gaya gravitasi bumi
3. Hubungan antara berat dan massa dapat dinyatakan sebagai berikut:
W= m x g
4. Massa jenis suatu zat adalah bilangan yang menyatakan massa suatu zat dibagi
dengan volumenya atau ditulis dengan persamaan:


5. Massa jenis zat merupakan ciri khas suatu zat
6. Berat jenis pada sebuah benda adalah gaya yang bekerja pada benda itu karena
pengaruh faktor gaya gravitasi bumi, volume, dan massa benda.
7. Hubungan antara massa, berat, massa jenis dan berat jenis:

karna g aka

g


8. Rumus untuk menentukan berat jenis suatu benda padat berbentuk balok yaitu:
S = g
9. Berat benda akan terasa lebih ringan berada di dalam zat cair dibandingkan
bila benda berada diudara. Hal ini disebabkan karena zat cair memberikan
gaya tekan keatas terhadap benda.
10. Berat jenis zat padat yang bentuknya beraturan bergantung pada :
Massa benda (kg)
Berat benda (N)
Volume zat padat (m
3
)
Percepatan gravitasi (ms
-2
)
11. Berat jenis zat cair dengan gelas ukur dan neraca teknis bergantung pada :
Massa air (kg)
Volume zat cair (m
3
)
12. Berat jenis zat padat yang bentuknya tidak beraturan tergantung pada :
Berat zat padat di udara (N)
Berat zat padat di air (N)
Volume zat (m
3
)
Percepatan gravitasi (ms
-2
)




















DAFTAR PUSTAKA
Alit Paramarta, S.Si., M.Si., Ida Bagus dan I Gede Cahya Pradhana. 2013. Penuntun
Praktikum Fisika Dasar I. Jurusan Fisika FMIPA Universitas Udayana.
Priyambodo, Tri Kuntoro dan Bambang Murdaka Eka Jati. 2009. Fisika Dasar, Yogyakarta:
Penerbit Andi.
Soedojo, Peter. 2004. Fisika Dasar. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Dwisang Evi Luvina dkk. 2011. Buku Super SMA Jilid II. Tangerang: Scientifik Press.
Ganijati. 2007. Fisika. Jakarta Timur: Widya Utama.























LAMPIRAN